0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan3 halaman

Cara Melestarikan Keanekaragaman Hayati

Webinar tentang melestarikan keanekaragaman hayati diadakan untuk memperingati Hari Keanekaragaman Hayati Dunia, menyoroti pentingnya spesies seperti Rafflesia arnoldi dan anggrek. Rafflesia, bunga terbesar di dunia, memiliki peran dalam ekosistem dan pengobatan tradisional, sementara anggrek menunjukkan adaptasi unik terhadap lingkungan. Beringin, sebagai simbol Pancasila, melambangkan kekuatan, keragaman, dan kesejahteraan masyarakat Indonesia.

Diunggah oleh

K O P E T aksi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan3 halaman

Cara Melestarikan Keanekaragaman Hayati

Webinar tentang melestarikan keanekaragaman hayati diadakan untuk memperingati Hari Keanekaragaman Hayati Dunia, menyoroti pentingnya spesies seperti Rafflesia arnoldi dan anggrek. Rafflesia, bunga terbesar di dunia, memiliki peran dalam ekosistem dan pengobatan tradisional, sementara anggrek menunjukkan adaptasi unik terhadap lingkungan. Beringin, sebagai simbol Pancasila, melambangkan kekuatan, keragaman, dan kesejahteraan masyarakat Indonesia.

Diunggah oleh

K O P E T aksi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

JUDUL 1 : Ragam Cara Melestarikan Keanekaragaman Hayati

RAFLESIA
Hal itu terungkap dalam webinar bertema ”Ragam Cara Melestarikan
Keanekaragaman Hayati” yang diselenggarakan Sabtu (22/5/2021). Tema
tersebut diangkat untuk memperingati Hari Keanekaragaman Hayati Dunia
yang jatuh setiap tanggal 22 Mei. Acara ini merupakan kerja sama Himpunan
Mahasiswa Biologi (Himabio) dan Badan Semi-otonom (BSO) Biologi
Universitas Nasional dengan Fakultas Biologi, Universitas Nasional, Rumah
Alumni Fabiona\'81 (RAFA’81), Indonesia Ecotourism Network (Indecon) dan
Yayasan Kehati.
Sering disebut bunga bangkai, Rafflesia arnoldi mekar menjadi bunga
tunggal terbesar di dunia.
Rafflesia arnoldi hidup di dalam tanaman merambat Tetrastigma sebagai
kumpulan helaian berdaging yang menyerap air dan nutrisi dari
inangnya. Ia tumbuh dari kulit tanaman inang sebagai kuncup berwarna
cokelat seperti kubis yang disebut knop yang mekar selama beberapa
hari. Bunganya memiliki lima lobus, berwarna cokelat kemerahan
dengan bintik-bintik putih, dan tumbuh hingga 1m. Mereka muncul
selama seminggu, mengeluarkan aroma daging busuk.
Bunga ini merupakan simbol ikonik hutan hujan Asia Tenggara, dan telah digambarkan pada
beberapa perangko Indonesia.
Kuncup bunga digunakan dalam pengobatan tradisional untuk membantu kehamilan, dan
sebagai afrodisiak, meskipun penelitian ilmiah mengenai efektivitasnya masih terbatas.

Serbuk sari Rafflesia arnoldi , tidak seperti banyak serbuk sari lainnya,
adalah cairan kental lengket yang mengering di punggung lalat dan
dapat terbawa beberapa mil sebelum menyerbuki bunga lain.
LETAK RAFLESIA :
1. Bogor
2. Cibodas, Cianjur
3. Bengkulu
4. Taman Nasional Gunung Leuser
5. Taman Nasional Kerinci Seblat
6. Taman Nasional Bukit Barisan Selatan

MELATI

Anggrek atau Orchidaceae merupakan satu suku tumbuhan berbunga dengan


anggota jenis terbanyak. Jenis-jenisnya tersebar luas[1] dari daerah tropika basah
hingga wilayah sirkumpolar, meskipun sebagian besar anggotanya ditemukan di
daerah tropika. Kebanyakan anggota suku ini hidup sebagai epifit, terutama yang
berasal dari daerah tropika. Anggrek di daerah beriklim sedang biasanya hidup di
tanah dan membentuk umbi sebagai cara beradaptasi terhadap musim dingin.
Organ-organnya yang cenderung tebal dan "berdaging" (sukulen) membuatnya
tahan menghadapi tekanan ketersediaan air. Anggrek epifit dapat hidup dari embun
dan udara lembap.
Anggota suku ini cenderung memiliki organ-organ yang sukulen atau "berdaging":
tebal dengan kandungan air yang tinggi, karena banyak yang tumbuh sebagai epifit.
Dengan cara adaptasi itu, ia dapat hidup pada kondisi ketersediaan air yang rendah.
Air diperoleh dari hujan, tetesan, embun, atau uap air di udara. Namun, anggrek
tidak ditemukan di daerah gurun karena perakarannya tidak intensif dan tidak tahan
terhadap sinar matahari terik yang panjang. Anggrek menyukai cahaya matahari
tetapi tidak langsung sehingga ia biasa ditemukan di alam sebagai tumbuhan lantai
hutan (anggrek tanah) atau di bawah naungan (anggrek epifit). Sebagai tanaman
hias, anggrek tahan di dalam ruang
\

BERINGIN

Beringin (Ficus benjamina dan beberapa jenis (genus) Ficus lain dari suku ara-
araan atau Moraceae), yang disebut juga waringin atau (agak keliru) ara (ki
ara, ki berarti “pohon”), dikenal sebagai tumbuhan pekarangan dan tumbuhan hias
pot. Pemulia telah mengembangkan beringin berdaun loreng (variegata) yang
populer sebagai tanaman hias ruangan. Beringin juga sering digunakan sebagai
objek bonsai.

Beringin adalah tumbuhan asli dari Asia dan Australia.[3] Varietas beringin yang baru
saja dideskripsikan, Ficus benjamina var. Bracteata ditemukan di hutan karang yang
terangkat di daerah Taiwan selatan. Beberapa spesies beringin juga telah
dinaturalisasi di Hindia Barat serta di negara bagian Florida dan Arizona di Amerika
Serikat.[4][5] Buah beringin relatif kecil, dan biasanya disukai oleh beberapa burung,
seperti walik raja, merpati buah wompoo (Ptilinopus magnificus), merpati buah bintik
merah muda (Ptilinopus perlatus), Ptilinopus ornatus, merpati buah berperut oranye
(Ptilinopus iozonus), merpati kekaisaran torres (Ducula spilorrhoa, dan merpati
kaisar ekor ungu (Ducula rufigaste).[6]

Beringin sangat akrab dengan budaya asli Indonesia. Tumbuhan berbentuk pohon
besar ini sering kali dianggap suci dan melindungi penduduk setempat. Sesaji sering
diberikan di bawah pohon beringin yang telah tua dan berukuran besar karena
dianggap sebagai tempat kekuatan magis berkumpul. Beberapa orang menganggap
tempat di sekitar pohon beringin adalah tempat yang “angker” dan perlu dijauhi.

Pohon beringin sering dijadikan simbol dalam konteks Pancasila karena memiliki nilai
filosofis yang mendalam, yang mencerminkan berbagai aspek dari dasar negara Indonesia.
Ada beberapa alasan mengapa pohon beringin dipilih sebagai simbol Pancasila:

1. Akar yang Kokoh: Pohon beringin memiliki akar yang kuat dan menjalar jauh ke
tanah, yang menggambarkan fondasi negara Indonesia yang kokoh. Ini mencerminkan
nilai Pancasila sebagai dasar yang kuat bagi negara dan kehidupan bangsa Indonesia.
2. Kehidupan yang Beragam: Pohon beringin sering kali menjadi rumah bagi berbagai
macam tanaman dan makhluk hidup lainnya, yang melambangkan keragaman budaya,
suku, dan agama di Indonesia. Ini berhubungan dengan prinsip Pancasila tentang
persatuan dan kesatuan di tengah keberagaman.
3. Dahan yang Lebar dan Rimbun: Dahan pohon beringin yang besar dan rindang
menggambarkan perlindungan dan kesejahteraan bagi seluruh elemen masyarakat
Indonesia. Sebagaimana Pancasila mengutamakan keadilan sosial dan kesejahteraan
rakyat, pohon beringin juga memberi keteduhan dan tempat berlindung bagi banyak
makhluk.
4. Simbol Kekuasaan dan Keadilan: Dalam sejarah Indonesia, pohon beringin juga
sering dikaitkan dengan kekuasaan yang adil dan bijaksana. Sebagai simbol yang
menghimpun banyak unsur di bawah satu atap, pohon beringin mencerminkan
kekuatan dalam kebersamaan, selaras dengan nilai-nilai Pancasila yang
mengedepankan musyawarah dan mufakat.
5. Ketahanan dan Kelestarian: Pohon beringin adalah jenis pohon yang tahan lama
dan dapat tumbuh dengan baik dalam berbagai kondisi. Ini bisa diartikan sebagai
simbol ketahanan bangsa Indonesia yang tetap berdiri teguh dalam menghadapi
tantangan zaman, sesuai dengan nilai Pancasila yang menekankan pentingnya
keberlanjutan dan harmoni.

Secara keseluruhan, pohon beringin merepresentasikan prinsip-prinsip Pancasila, seperti


gotong royong, kerukunan, keadilan sosial, dan kesatuan yang kokoh dalam keberagaman.
Itulah sebabnya pohon beringin menjadi simbol yang sangat kuat untuk Pancasila.

Anda mungkin juga menyukai