BAB I
PENDAHULUAN
Sejarah Program SAP2000
SAP2000 dikembangkan berdasarkan program SAP pada sekitar tahun 1975.
Program SAP adalah suatu program komputer yang diciptakan oleh Prof. Edward
L. Wilson, guru besar University of California, Berkeley, California, USA. Pada tahun
1975, versi komersial dari program tersebut dilansir oleh perusahaan Computer
and Structure Inc. (CSI) pimpinan Ashraf Habibullah. Sampai sekarang, program
tersebut dikenal di dunia sebagai pioner di bidang software rekayasa struktur dan
kegempaan.
Sebagai software yang tumbuh di lingkungan perguruan tinggi, banyak yang
mempelajari source code program tersebut dan menjadi cikal bakal program
analisa struktur serupa lainnya. Saat ini, software CSI telah dipakai lebih dari 160
negara dan dipakai untuk perencanaan pada proyek-proyek besar. Seperti Taipei
101 Tower (Taiwan), One World Trade Center (New York), Stadium Birds Nest
(Beijing), dan Jembatan Cable-Stayed Centenario yang melintasi Selat Panama.
Pada awalnya program SAP dibuat untuk main-frame. Versi PC dari program SAP
dikeluarkan pada tahun 1980 yaitu SAP80 dan tahun 1990 menjadi versi SAP90.
Semuanya dalam sistem operasi DOS. Ciri-ciri dari sistem operasi tersebut yaitu
memakai file untuk memasukkan input data. Ketika PC beralih dari DOS (teks) ke
Windows (grafis), versi SAP2000 dikeluarkan. Saat ini versi PC yang terakhir adalah
SAP2000v22. Versi ini cukup canggih karena dapat digunakan untuk melakukan
analisa non-linier (deformasi besar, gap/kontak), kabel, beban ledak dan tahapan
konstruksi. Tetapi untuk kasus-kasus sederhana (umum) antara program versi
lama dan baru tidak memberi suatu perbedaan yang signifikan, bahkan cenderung
persis sama.
Bukan Sekedar Alat
Komputer yang artinya penghitung merupakan alat bantu yang pertama-tama
dikembangkan untuk bidang sain dan rekayasa. Dikaitkan dengan rekayasa
konstruksi atau struktur atau tepatnya structural engineering maka tugas utama
computer adalah sebagai penghitung seperti maksud awal alat tersebut
diciptakan yaitu dari asal kata to compute.
Akan tetapi, berbeda dengan alat hitung sebelumnya ternyata computer
mengubah pola piker bekerjanya insinyur dalam melakukan analisa struktur. Jika
tradisi sebelumnya, untuk dapat memahami perilaku struktur dengan benarmaka
harus memahami metode-metode perhitungan manual yang dilakukan, tetapi
dengan tersedianya computer untuk analisa struktur maka tanpa mengetahui
metode yang digunakan, insinyur dapat dengan mudah dan cepat memperoleh
hasil yang diinginkan. Selain itu, berbagai model struktur dapat dengan mudah
dibuat, termasuk manipulasi matematik yang diperlukan. Meskipun demikian,
tidak ada jaminan bahwa itu semua membuat para insinyur dapat memahami
perilaku struktur sebenarnya karena untuk itu perlu (a) paham aumsi-asumsi
dasar analisis (b) paham perilaku struktur yang sebenarnya (c) mampu membuat
model struktur dan validasi hasilnya.
Komputer untuk bidang rekayasa adalah alat bantu yang sangat berguna, bagi
pengguna kompeten, maka dapat dihasilkan pemahaman yang lebih dalam
tentang permasalahan bidang rekayasa yang mana teknik-teknik tradisional
sebelumnya tidak mampu atau kesulitan mendapatkannya.
Prinsip Dasar Pemodelan Struktur
Pemodelan struktur adalah pembuatan data numerik (matematis) mewakili
strktur real yang digunakan sebagai input data komputer. Macleod (1990)
mengusulkan sebaiknya dalam pembuatan model struktur adalah :
1. Jangan terlalu rumit dari yang diperlukan. Jika dapat dibuat model yang
simpel tetapi representatif, maka itu umumnya yang berguna.
2. Berkaitan hal di atas, dalam pemodelan kadang-kadang perlu beberapa
tahapan model. Ada yang secara keseluruhan (makro model) dan lainnya
pada bagian-bagian tertentu saja tetapi lebih detail (mikro model). Jangan
berkeinginan membuat model secara keseluruhan dengan ketelitian yang
sama untuk setiap detail.
3. Apakah modelnya simpel tapi masih representatif, maka perlu mengetahui
perilaku struktur real. Faktor-faktor apa yang utama, atau sekunder yang
dapat diabaikan. Tak ada jaminan bahwa banyak faktor maka hasilnya
semakin baik (lower bound theorem).
4. Jangan langsung percaya pada hasil keluaran komputer, kecuali telah
dilakukan validasi-validasi yang teliti dan ketat.
5. Meskipun sudah ada validasi-validasi yang ketat, jangan terlalu percaya dulu.
Lihat asumsi-asumsi yang dipakai dalam pembuatan model analisis, apakah
sudah logis dan mewakili kondisi struktur yang real.
Teknik Memahami Perilaku Struktur
Kemampuan memahami perilaku struktu real yang sebenarnya, menentukan
kemampuan mengevaluasi keluaran komputer apakah sudah benar atau salah.
Macleod (1990) menunjukkan beberapa strategi yang terbukti cukup efektif
digunakan memahami perilaku struktur yang dimaksud, yaitu :
1. Observasi Fisik dan Hasil Uji : perilaku struktur normal tidak mudah
diobservasi dengan mata telanjang karena deformasinya sangat kecil.
Keruntuhan struktur adalah sumber berharga dipelajari, meskipun tentu
jarang terjadi. Keruntuhan struktur juga dapat diamati dari uji beban di
laboratorium, meskipun itu tidak sepenuhnya mewakili kondisi real. Cara lain
dengan mempelajari strategi perencanaan suatu struktur yang telah sukses
dilaksanakan, memahami prediksi di atas kertas, dan membandingkan
dengan kinerja sesungguhnya.
2. Mempelajari Asumsi Dasar : setiap metode analitis memerlukan asumsi atau
batasan yang perlu dipahami, tidak ada metode yang berlaku general. Asumsi
yang digunakan kadang-kadang dapat mengelompokkan jenis struktur mana
yang sesuai dan tidak sesuai untuk metode tersebut sehingga dapat sekaligus
dipelajari perilaku khas masing-masing struktur.
3. Mempelajari Dasar Matematis Model : persamaan diferensial banyak
digunakan dalam metode analitis. Itu didasarkan pada beberapa parameter
tertentu juga yang pada masing-masing struktur bisa berbeda. Memahami
parameter tersebut secara benar bisa juga sekaligus karakter strukturnya.
4. Studi Parametris : tersedianya komputer berkapasitas besar dan cepat
memungkinkan dibuat berbagai macam model dengan parameter yang beda.
Pengaruh variasi parameter tersebut selanjutnya dipelajari dan adapat
diambil suatu kesimpulan.
5. Memakai Model Sederhana : yang dapat diselesaikan secara manual dapat
digunakan sebagai bahan perbandingan hasil solusi komputer. Dan apabila
terdapat perbedaan maka perlu dicari tahu dari mana itu terjadi.
Penggunaan Komputer Rekayasa
Wilayah kerja bidang rekayasa struktur/structural engineering perlu dipahami
agar computer dapat dimanfaatkan secara optimal, yaitu meliputi :
1. Proses perancangan (analisis, desain, dan pembuatan gambar struktur)
2. Proses fabrikasi (mengimplementasikan gambar dan spesifikasi rencana)
3. Proses erection/pengangkutan/perakitan atau pelaksanaan itu sendiri
4. Perawatan/perbaikan retrofit/evaluasi struktur
BAB II
PENGENALAN DASAR PROGRAM SAP2000
Program SAP2000, terlebih dahulu diberikan pengenalan dan pemahaman
mengenai program antara lain Layar Tampilan, Perintah (Command) yang
digunakan, sistem koordinat, sumbu global/local, derajat kebebasan, pembebanan
dan Analisa di SAP2000.
2.1 Layar Tampilan SAP2000
Tampilan SAP2000 Graphical User Interface pada layar pengguna sangat familiar
dengan pengguna aplikasi windows yang lain, seperti yang ditampilkan pada
halaman berikut ini :
Gambar 2.1 Layar Tampilan SAP2000
Main Window
Window utama menampilkan seluruh graphical user interface. Window ini dapat
dipindahkan, diubah ukurannya, dimaksimalkan, diminimalkan, atau ditutup
sebagaimana dengan standar operasi Windows. Main title bar, pada bagian atas
window utama, adalah nama program dan nama model struktur.
Menu Bar
Menu-menu pada Menu Bar mengandung semua bagian yang dapat dioperasikan
sebagai performa SAP2000.
Main Toolbar
Main Toolbar memberikan akses yang cepat pada beberapa operasi yang umum
digunakan, khususnya file, viewing, dan penentuan operasi program. Semua operasi
yang tersedia pada Main Toolbar dapat juga diakses dari Menu Bar.
Side Toolbar
Side Toolbar memberikan akses yang cepat pada beberapa operasi umum yang
digunakan untuk membuat atau mengubah geometri model. Operasi ini termasuk
pembuatan gambar model, pemilihan operasi, dan pilihan operasi pada grid. Semua
operasi dan pilihan yang tersedia pada Side Toolbar dapat diakses dari Menu Bar.
Display Windows
Display Windows menampilkan bentuk geometri model, dan bisa juga termasuk
properti, pembebanan, hasil analisis atau hasil desain. Pengguna dapat menampilkan
mulai dari satu hingga empat tampilan window pada saat yang bersamaan. Setiap
window masing-masing memiliki arahnya sendiri, jenis yang ditampilkan, dan operasi
yang ditampilkan. Sebagai contoh, bentuk yang belum berdeformasi dapat
ditampilkan pada satu window, pembebanan pada struktur untuk window yang lain,
bentuk deformasi yang dianimasi pada window ketiga, dan rasio tegangan desain
pada window yang terakhir. Alternatif lain, pengguna dapat memiliki keempat
tampilan yang berbeda untuk bentuk yang berdeformasi ataupun tampilan yang lain,
dengan pengaturan tampilan secara keseluruhan pada satu window, tampilan elevasi
struktur untuk dua window yang berbeda, dan tampilan persfektif pada window yang
keempat. Hanya satu window tampilan yang aktif pada satu waktu. Perubahan
tampilan dan operasi lain hanya terjadi pada window yang sedang aktif. Pengguna
dapat mengaktifkan window lain dengan mengklik pada title bar pada window yang
dikehendaki.
Status Line
Status Line menunjukkan status informasi pada saat tersebut, kotak dorp down untuk
menunjukkan atau mengubah window yang aktif, dan lokasi pointer pada saat itu
juga. Pengguna dapat membuat tampilan lain dan konrol animasi ketika menunjukkan
bentuk yang berdeformasi atau mode shapes.
Pilihan Tampilan
Pengguna dapat mengatur tampilan window Display Window yang aktif untuk
mengatur tampilan struktur pada window tersebut. Pilihan-pilihan ini tersedia pada
menu View dan dari Main Toolbar. Pilihan tampilan yang berbeda juga dapat
diterapkan pada Display Window yang berbeda.
2-D dan 3-D Views
Tampilan 2-D terdiri atas satu bidang paralel pada satu bidang koordinat: X-Y,
XZ, atau Y-Z. Hanya obyek pada bidang ini yang dapat terlihat. Tampilan ini
dapat diganti pada saat apapun untuk satu bidang koordinat 2-D. Tampilan 3-
D menunjukkan seluruh model dari satu arah pandangan yang dipilih. Obyek
yang dapat terlihat tidak dibatasi pada satu bidang. Arah tampilan ditentukan
dengan suatu sudut pada bidang horisontal dan sudut lain pada bidang
horisontal diatasnya.
Perspective
Tampilan 3-D dapat dipilih antara pandangan perspective atau proyeksi
ortigrafik. Pengguna dapat mengatur sudut pandangan yang diatur jaraknya
pada struktur. Semakin besar sudutnya, semakin dekat dengan struktur, dan
lebih sedikit struktur yang mungkin dimunculkan (terdistorsi).
Pan, Zoom, dan Limits
Pengguna dapat memperbesar tampilan untuk melihat lebih detail, atau
memperkecil tampialn untuk melihat lebih banyak bagian struktur. Perubahan
ukuran ini dapat dilakukan dengan terlebih dahulu menentukan nilai
perubahannya. Pengguna juga dapat memperbesar pada bagian tertentu
struktur dengan menggunakan mouse pada daerah yang diinginkan.
Pan memudahkan pengguna untuk menggeser posisi struktur ke seluruh
bagian Display Window dengan mengklik dan menggeser mouse. Pengguna
dapat mengatur lebih rendah atau lebih tinggi batas koordinat X, Y, dan Z
dengan membatasi bagian struktur yang dapat terlihat pada satu Display
Window. Zoom dan Pan hanya dapat diaplikasikan pada bagian struktur di
dalam batasan-batasan ini.
Element View Options
Pengguna dapat mengatur berbagai pilihan yang menentukan bagaimana joint
dan elemen ditampilkan pada satu Display Window. Pilihan-pilihan ini
terutama berpengaruh pada tampilan bentuk yang belum berdeformasi.
Pilihan berbeda juga tersedia untuk tipe elemen yang berbeda.
Pilihan ini mengandung
Pengguna dapat mengaktifkan atau menon-aktifkan garis-garis grid dan
sumbusumbu global. Pengguna juga dapat menyimpan parameter tampilan di
bawah suatu nama yang dipilih dan memanggil kembali untuk digunakan pada
tampilan Display Window yang lain.
Gridlines
Grid diatur sebagai konstruksi garis sejajar pada sumbu koordinat yang membentuk
suatu “framework” untuk membantu pengguna dalam pemodelan struktur. Pengguna
dapat memiliki banyak gridline pada setiap arah dengan spasi tertentu sesuai yang
dibutuhkan pengguna. Pada saat memulai suatu model, pengguna harus menentukan
spasi grid yang seragam. Setelah itu, pengguna dapat menambah, memindahkan dan
menghapus grid.
Fasilitas Snap To Gridlines dapat memberikan hasil penempatan elemen dengan
akurat pada model.
2.2 Dasar-Dasar Operasi SAP2000
File Operations
File operations digunakan untuk memulai suatu model baru, menampilkan model
yang ada untuk dimodifikasi, menyimpan model yang sedang dikerjakan, dan
memproses keluaran program. File operations dipilih dari menu File dan icon yang
berhubungan pada Main Toolbar.
Model baru dapat dimulai dari permulaan (blank display) atau dari template yang
telah ditentukan oleh program.
Model yang ada dapat ditampilkan dari model yang dibuat dengan SAP2000
sebelumnya, diimpor dari SAP90 atau SAP2000 file teks, atau dibuat dengan
menggunakan AutoCAD atau program lain yang menghasilkan *.DXF file (hanya
geometrinya).
Model dapat disimpan dalam file database standar SAP2000 (*.SDB), atau geometri
model dapat disimpan dalam file *.DXF untuk digunakan oleh AutoCAD dan program
lainnya.
Keluaran yang dapat diproses terdiri atas tabel input, analisis, dan data desain yang
dapat dicetak, ditampilkan, atau dalam format spreadsheet; printout grafik dari
Display Window yang aktif, atau tampilan video animasi untuk bentuk mode atau
time-history.
Defining
Defining digunakan untuk mendefinisikan properti struktur yang bukan merupakan
bagian dari geometri model. Bagian ini termasuk :
Properti material
Properti tampang frame dan shell
Model pembebanan statis
Model join untuk pembebanan temperatur dan tekanan
Grup obyek
Analisis dan fungsi Response-Spectrum
Analisis dan fungsi Time-History
Kombinasi pembebanan
Kelima bagian pertama dapat ditentukan dengan terlebih dahulu memilih obyek yang
ada. Penentuan ini selama operasi dari menu Assign. Sisanya diaplikasikan pada
model secara keseluruhan dan tidak ditentukan berdasarkan obyek tertentu dari
model.
Setting View Options
Semua pilihan tampilan pada topik Viewing Options dapat diatur pada window yang
aktif dengan menggunakan Menu View atau icon yang berhubungan dengan hal ini
dari Main Toolbar.
Drawing
Drawing digunakan untuk menambah obyek baru pada model yang ada atau
memodifikasi satu obyek pada saat itu juga. Obyek terdiri atas elemen frame, elemen
shell, dan joint.
Untuk menggambar, pengguna harus menempatkan program dalam Draw Mode
dengan mengklik pada satu dari enam icon gambar di Side Toolbar. Pilihan lain,
keenam mode tersebut dapat dipilih dari menu Draw. Operasi ini antara lain :
Memindahkan atau mengubah obyek yang ada sebelumnya
Menambah joint baru
Menambah elemen frame baru dengan mengklik pada bagian akhir
Menambah elemen shell baru dengan mengklik pada bagian sudut
Menambah elemen frame baru dengan mengklik segmen grid atau spasi
Menambah elemen shell baru dengan mengklik spasi grid.
Joint baru secara otomatis dibuat pada akhir dari elemen frame dan pada sudut
elemen shell. Duplikasi joint dan elemen secara otomatis dieliminasi oleh program.
Pada mode Draw, tombol kiri mouse digunakan untuk menggambar dan mengedit
obyek, dan tombol kanan digunakan untuk menampilkan properti obyek.
Pada tampilan 3-D, penempatan kursor dibatasi pada lokasi tertentu, seperti gridlines
dan joint existing. Pada tampilan 2-D, penempatan kursor dapat berada di mana saja.
Pada tampilan 2-D, pergerakan kursor dapat dikontrol dengan menggunakan tool
“snap” dan “drawing costraint” selama menggambar dan memodifikasi elemen. Tool
Snap menentukan lokasi yang terdekat dengan pointer selama bergerak melalui
model yang dibuat. Tool Snap adalah cara yang cepat dan akurat untuk menggambar
dan mengedit elemen. Tool ini dapat diaktifkan dan dinon-aktifkan selama proses
menggambar dilakukan. Lebih dari satu tool snap dapat diaktifkan pada waktu yang
bersamaan sesuai dengan pilihan pengguna. Saat ini, ada lima pilihan snap yang
tersedia antara lain :
Snap to Joints and Grid Points
Snap to Midpoints and Ends
Snap to Element Intersections
Snap to Perpendicular
Snap to Lines and Edges
Selecting
Select digunakan untuk mengidentifikasi obyek untuk menjalankan operasi yang
selanjutnya. SAP2000 menggunakan konsep “noun-verb” dimana pengguna membuat
pemilihan, dan kemudian menjalankan operasi pada obyek tersebut. Operasi yang
dilakukan dapat membuat pemilihan prioritas termasuk editing, assignment, printing,
dan display.
Untuk memilih, pengguna harus menempatkan program dalam Select Mode dengan
mengklik pada satu icon select pada Side Toolbar. Ada beberapa tipe pemilihan yang
berbeda yang tersedia, termasuk :
Pemilihan obyek individual
Menggambar suatu window sekeliling obyek
Menggambar suatu garis obyek yang bersilangan
Mengidentifikasi bidang tertentu
Memilih obyek yang mempunyai tipe properti yang sama
Memilih obyek yang berada pada grup yang sama
Pada mode select, tombol kiri mouse digunakan untuk memilih obyek, dan tombol
kanan digunakan untuk menampilkan properti obyek.
Editing
Editing digunakan untuk membuat perubahan pada model. Sebagian besar operasi
editing bekerja dengan satu atau lebih obyek yang baru saja dipilih. Operasi editing
dipilih dari menu Edit, termasuk :
Cutting dan Copying geometri dari obyek yang dipilih pada Windows
Clipboard. Informasi Geometri dari Windows Clipboard dapat diakses dari
program lain, seperti spreadsheet
• Menambah model dari suatu template
• Menghapus obyek
• Memindahkan joint, yang mana juga memodifikasi sambungan
elemen Replika obyek pada array linear dan radial
• Membagi frame dan shell kedalam elemen yang lebih kecil.
Assigning
Assignment digunakan untuk menetapkan properti dan pembebanan pada satu atau
lebih obyek yang dipilih. Operasi assignment dipilih dari menu Assign, termasuk :
• Menetapkan restraints, constraints, springs, masses, sistem koordinat
lokasl, dan pembebanan pada joint
• Menetapkan properti tampang, end releases, sistem koordinat lokal,
end offsets, lokasi output, prestressing patterns, gaya-gaya P-Delta,
pushover hinges, dan pembebanan pada elemen frame
• Menetapkan properti tampang, sistem koordinat lokal, dan
pembebanan pada elemen shell
• Menetapkan obyek dengan menjadikan dalam grup untuk penggunaan
operasi select yang selanjutnya
Undo dan Redo
SAP2000 merekam semua operasi penggambaran, editing, dan assignment yang
dijalankan. Ini memungkinkan serangkaian aksi Undo untuk kembali pada operasi
sebelumnya. Jika pengguna terlalu jauh dalam proses Undo, pengguna dapat
menjalankan aksi Redo. Undo dan Redo diakses dari menu Edit atau Main Toolbar.
Analyzing
Setelah pengguna membuat model struktural yang lengkap menggunakan
operasioperasi sebelumnya, pengguna dapat menganalisis model untuk menentukan
hasil berupa displacement, gaya-gaya dalam, dan reaksi.
Sebelum menganalisis, pengguna harus mengatur pilihan analisis dari menu Analyze.
Pilihan ini termasuk :
• Degree of Freedom (DoFs) yang tersedia untuk analisis
• Parameter analisis Model
• Parameter analisis P-Delta
• Hasil Analisis yang akan ditulis pada file output Jumlah
• RAM yang akan digunakan
Untuk menjalankan analisis, pilih Run dari menu analisis, atau klik ikon Run Analysis
pada Main Toolbar.
Program menyimpan model dalam file database SAP2000, kemudian memeriksa dan
menganalisis model. Selama fase pemeriksaan dan analisis, pesan dari analysis engine
muncul di window monitor. Ketika analisis selesai, pengguna dapat mereview pesan
analisis menggunakan scroll bar pada monitor.
Tidak ada operasi SAP2000 yang dapat dijalankan selama analisis berlangsung dan
window monitor yang muncul di layar. Tetapi pengguna dapat menjalankan program
Windows lainnya selama proses ini berlangsung. Jika anda menganalisis model yang
sangat besar yang mungkin mengambil waktu untuk penyelesaian, pengguna dapat
menjalankan Run Minimized pada menu Analyse.
Displaying
Displaying digunakan untuk menampilkan model dan hasil analisis. Display grafis,
display tabulasi, dan plot fungsi semuanya tersedia. Semua tipa tampilan mungkin
dipilih dari menu Display. Beberapa dari tampilan ini dapat diakses dari Main Toolbar.
Graphical Display
Pengguna dapat memilih tipe tampilan grafis yang berbeda untuk setiap Display
Window. Setiap Window mungkin juga memiliki orientasi tampilan dan pilihan
tampilan sendiri.
Hasil analisis yang dapat ditampilkan secara grafis meliputi bentuk deformed,
vibration mode shapes; gaya-gaya elemen frame, momen dan diagram garis
pengaruh; dan gayagaya elemen shell, momen, dan tegangan yang diplot secara
kontur. Bentuk deformed dan mode shapes dapat dianimasi.
Detail dari tampilan hasil analisis dapat dimunculkan dengan mengklik pada joint atau
elemen dengan tombol kanan mouse.
Tabular Dispalys
Hasil analisis yang detail dapat ditampilkan dalam window teks yang khusus untuk
satu joint atau elemen pada saat itu. Setelah memilih Output Table Mode dari menu
Display, hasil analisis akan ditampilkan setiap pengguna mengklik pada joint atau
elemen dengan tombol kanan mouse. Window teks yang ditampilkan dapat dicetak.
Alternative lain, informasi tabulasi dapat dicetak atau ditampilkan untuk memilih joint
dan elements dengan memilih Print Input Tables atau Print Output Tables dari menu
File. Jika tidak ada joint atau elemen yang dipilih, tabel yang diproses adalah untuk
seluruh model. Ini dapat dilakukan pada setiap saat tanpa mengaktifkan Output Table
Mode.
Designing
Designing digunakan untuk memeriksa elemen struktur baja dan beton berdasarkan
peraturan perencanaan yang disyaratkan.
Elemen struktur baja dapat memiliki berat minimum tampang secara otomatis
diambil dari seluruh bagian yang telah ditentukan. Struktur seharusnya dianalisis
ulang lagi dan desain diperiksa lagi.
Elemen struktur beton dapat memiliki luas tulangan baja lentur dan geser secara
otomatis dipilih berdasarkan pada peraturan perencanaan yang disyaratkan. Re-
analisis tidak disyaratkan.
Tampilan grafis untuk rasio tegangan dan parameter desain juga tersedia. Informasi
desain tabulasi dapat dimunculkan untuk frame tunggal dengan mengklik pada
elemen tersebut dengan tombol kanan mouse. Selain itu, informasi desain tabulasi
dapat dicetak atau ditampilkan untuk elemen terpilih dengan memilih Print Design
Tables dari menu File.
Locking and Unlocking
Setelah analisis dijalankan, model secara otomatis terkunci untuk mencegah
perubahanperubahan yang mungkin menginvalidasi hasil analisis dan hasil desain.
Pengguna juga dapat mengunci sendiri model yang dibuat pada setiap saat untuk
mencegah perubahan pada model selanjutnya. Lock dan Unlocked diakses dari Main
Toolbar.
Ketika pengguna membuka kunci setelah analisis, akan diperingatkan bahwa hasil
analisis akan dihapus. Jika pengguna tidak ingin hal ini terjadi, simpan model dengan
nama yang berbeda sebelum dibuka kuncinya.
Refreshing the Display Window
Setelah menjalankan beberapa operasi, Display Window mungkin perlu di-update.
Secara normal hal ini dilakukan secara otomatis, tetapi pengguna dapat menggunakan
menu Options untuk menon-aktifkan fitur ini guna menghemat waktu ketika bekerja
dengan model yang besar. Pada kasus ini, klik pada ikon Refresh Window pada Main
Toolbar ketika pengguna ingin mengaktifkan display window untuk di-update.
2.3 Sistem Koordinat SAP2000
Jenis – jenis sistem koordinat pada SAP2000 :
a. Koordinat Kartesius (cartesian)
Gambar 2.3 Cartesian
b. Koordinat Radial (cylindrical)
Gambar 2.4 Cylinderical
2.4 Sumbu Global & Sumbu Lokal SAP2000
Pada Program SAP2000 dikenal dua macam sumbu :
• Sumbu Global, Acuan pada keseluruhan model, X-Y-Z
• Sumbu Lokal, acuan pada tiap Elemen Model (Join, Batang, Area)
Gambar 2.5 Sumbu Global
Gambar 2.5 Sumbu Lokal (Sumbu 1 merah-sumbu 2 Biru-sumbu 3 hijau)
2.4 Derajat Kebebasan
Derajat Kebebasan (Degree of Freedom, DOF) menyatakan jenis pergerakan pada
model struktur yang memungkinkan. Untuk memahami derajat kebebasan,
sebelumnya perlu diketahui pergerakan yang ada pada di SAP2000.
• Translasi (U) : Gerakan Perpindahan, sejajar dengan Sumbu
• Rotasi (R) : Gerakan Putaran, Memutari Sumbu yang berkaitan
Sedangkan elemen arah yang ada dalam SAP2000 ada 3 (tiga) yaitu :
• Arah Sumbu – X
• Arah Sumbu – Y
• Arah Sumbu – Z
Untuk Gerakan searah sumbu, memiliki nilai positif, sedangkan berlawanan sumbu
memiliki nilai negative. Perlu diketahui pula, untuk rotasi dan momen juga mengikuti
kaidah tangan kanan, di mana ibu jari menunjuk arah sumbu, dan empat jari lain
menunjukkan arah putaran rotasi/momen.
BAB III
RANGKA PORTAL (FRAME) 2 DIMENSI
ANALISA STATIK
3.1 Model Contoh
Sebuah Bangunan Gedung 5 lantai memiliki data-data struktur sebagai berikut :
A B B B A
Gambar 3.1 DENAH (X-Y)
1 2 2 1
Gambar 3.2 DENAH (Y-Z)
Gambar 3.3 DENAH (X-Z)
Dimensi Elemen Struktur :
Balok (h/b) : 40/30
Kolom (hc/bc) : 40/40
Tebal Pelat (t) : 12 Cm (lantai) ; 10 cm (atap dak)
Mutu Bahan :
Beton : fc’ = 30 MPa
Baja Tulangan : fy = 390 MPa (D ≥ 12 mm) dan 240 MPa (ø ˂ 12 mm)
Pelimpahan beban dari pelat lantai ke balok-balok untuk masing-masing portal
dapat diuraikan sebagai berikut :
1
A B B B A
Gambar 3.3 Distribusi Pembebanan
Gambar 3.4 Pelimpahan Beban Trapesium Pelat ke Balok (Portal 2D)
Gambar 3.4 Pelimpahan Beban Segitiga Pelat ke Balok (Portal 2D)
Beban luasan (Pelat Lantai 2, 3 , 4 dan 5) :
• Keramik (Tebal 1 cm) = 0,01 x 2200 = 22 kg/m2
• Spesi (Tebal 2 cm) =0,02 x 2200 = 44 kg/m2
• Pasir (Tebal 1 cm) = 0,01 x 1600 = 16 kg/m2
• Pelat Beton (Tebal 12 cm) = 0,12 x 2400 = 288 kg/m2
QD = 370 kg/m2
QD = Beban Mati
QL = Beban Hidup 250 kg/m2
Beban luasan (Pelat dak Atap) :
• Waterproofing (1 cm) = 0,01 x 2200 = 22 kg/m2
• Pelat Beton (Tebal 10 cm) = 0,10 x 2400 = 240 kg/m2
QD = 262 kg/m2
QD = Beban Mati
QL = Beban Hidup 100 kg/m2
Beban merata (segitiga & trapezium) pada balok Tepi (Portal 1 , A ) pelat lantai 2,
3, 4 dan 5 :
• WD = 370 x 2 = 740 kg/m = 7,40 kN/m
• WL = 250 x 2 = 500 kg/m = 5,00 kN/m
Beban merata (segitiga & trapezium) pada balok Tengah (Portal 2 , B) pelat lantai
2, 3 , 4 dan 5 :
• 2. WD = 2 x 740 = 1480 kg/m = 14,80 kN/m
• 2. WL = 2 x 500 = 1000 kg/m = 10,00 kN/m
Beban merata (segitiga & trapezium) pada balok Tepi (Portal 1 , A) pelat lantai
dak atap :
• WD = 262 x 2 = 524 kg/m = 5,24 kN/m
• WL = 100 x 2 = 200 kg/m = 2,00 kN/m
Beban merata (segitiga & trapezium) pada balok Tengah (Portal 2 , B) pelat lantai
dak atap :
• 2. WD = 2 x 524 = 1048 kg/m = 10,48 kN/m
• 2. WL = 2 x 200 = 400 kg/m = 4,00 kN/m
3.2 Model SAP2000 2D
Model SAP2000 untuk Gedung diatas dengan tinjauan secara 2 (dua) dimensi pada
portal tengah Portal 3.
Input Model -- Membuka Lembar Kerja Baru File→ New Model
Gambar 3.5 Tampilan Awal SAP2000
Gambar 3.6 Kotak dialog new model pada SAP2000
Sebelum menggambar gridlines, perlu ditentukan terlebih dahulu “satuan” atau
“unit” yang digunakan.
Gambar 3.7 2D frame
Gambar 3.8 X-Z Plane
1. Mendefinikan Tipe bahan
Difine → Material Properties
Gambar 3.12 Katalok dialog Define Materials
Gambar 3.13 Input Data Material
2. Mendefinikan Penampang Elemen
Difine → Section Properties→ Frame Section
Gambar 3.15 Frame Properties (add New Property)
Gambar 3.15 Frame Property Shape Type (add New Property)
Gambar 3.16 Frame Section Property Data (Input Dimensi Balok)
Gambar 3.17 Reinforment data Balok
Mengulangi Langkah yang sama untuk mendefinisikan KOLOM
Difine → Section Properties→ Frame Section
Gambar 3.18 Frame Section Property Data (Input Dimensi Kolom)
Gambar 3.19 Reinforment data kolom
3. Menggambar Desing Elemen Struktur
Gambar 3.20 Menggambar Balok dan Kolom (Property Of Objek diganti balok)
Gambar 3.21 Gambar Balok dan Kolom
4. Tumpuan Pada Struktur Portal
Assign → Joint→ Restraints
Gambar 3.22 Restraints (Jepit)
Gambar 3.23 Tumpuan Pada Portal 2D
5. Mendefinisikan Tipe beban
Define → Load Patterns
Gambar 3.24 Input Tipe Beban
Pada tahap ini hanya ditambahkan tipe beban hidup saja (LIVE) untuk beban mati secara
default sudah disediakan oleh SAP2000 pada Load Case DEAD.
Perhatikan pula faktor Self Weight Multiplier (Pengali Berat Sendiri) = 1 Berarti bahwa
berat sendiri elemen struktur (balok,Kolom, Pelat) sudah dihitung otomatis oleh SAP2000,
dalam beban DEAD.
6. Mendefinisikan Kombinasi Pembebanan
Define → Load Combinstions
Gambar 3.25 Input Beban Kombinasi (add New Combo)
Gambar 3.26 Input Beban Kombinasi (beban Mati saja)
Gambar 3.27 Input Beban Kombinasi (beban Mati dan Beban Hidup)
7. Mengaplikasikan pembebanan pada struktur (Pelat Lantai)
Pada model struktur 2 dimensi ini ada dua macam beban yang akan di
berikan pada model, yaitu beban merata dari pelat lantai dan beban titik
berupa beban limpahan dari balok pada portal yang tegak lurus
terhadapnya.
Untuk pembebanan merata pada balok lantai :
Klik/pilih semua balok lantai 2, 3, 4 dan 5 dauhulu,
Gambar 3.28 Seleksi Balok lantai 2,3,4 dan 5
Assign → Frame Load→ Distributed→DEAD
Gambar 3.29 Input Beban Mati 2,3,4 dan 5
Gambar 3.30 Distribusi Beban Mati 2,3,4 dan 5
Klik/Pilih kembali semua balok lantai 2, 3, 4 dan 5 dengan cara yang sama sebelumnya.
Assign → Frame Load→ Distributed→LIVE
Gambar 3.31 Distribusi Beban Hidup 2,3,4 dan 5
Gambar 3.32 Distribusi Beban Hidup 2,3,4 dan 5
8. Mengaplikasikan pembebanan pada struktur (Pelat Dak atap)
Selanjutnya akan diberikan pembebanan pada balok atap yang
merupakan limpahan dari pelat dak. Klik/pilih semua balok lantai atap
(Paling atas), dengan klik/pilih langsung atau windowing
Gambar 3.33 seleksi balok Atap
Assign → Frame Load→ Distributed→DEAD
Gambar 3.34 Input Beban Mati pelat dak atap
Gambar 3.35 Distribusi Beban Mati pelat dak atap
Klik/Pilih kembali semua balok lantai pelat dak atap dengan cara yang sama sebelumnya.
Assign → Frame Load→ Distributed→LIVE
Gambar 3.36 Distribusi Beban Hidup Pelat dak atap
Gambar 3.37 Distribusi Beban Hidup pelat dak atap
Gambar 3.38 Denah Pelimpahan Beban portal tegak lurus (beban Titik)
P2 P2 P2 P2 P2
P1 P1 P1 P1 P1
P1 P1 P1 P1 P1
P1 P1 P1 P1 P1
P1 P1 P1 P1 P1
Gambar 3.39 Portal Pelimpahan Beban portal tegak lurus (beban Titik)
10. Mengaplikasikan pembebanan limpahan portal tegak lurus :
Untuk beban titik limpahan dari balok portal yang tegak lurus (portal A
dan B) lantai 2, 3, 4 dan 5 (Lihat Gambar 3.38 dan 3.39)
Beban Balok (Beban Mati)
• PDb = Dimensi Balok x Panjang x Berat Jenis
= (0,30x0,40)x (2 x ½ x 4) x (24)
= 11,520 kN
Beban Pelat (Beban Mati)
• PDb = Beban Mati Merata (WD) x Panjang
= 2 x (½ x 7,40) x (2)
= 15,60 kN (Untuk Portal Tepi)
• PDb = 2 x (½ x 14,80) x (2)
= 29,600 kN (Untuk Portal Tengah)
Beban Pelat (Beban Hidup)
• PLP = Beban Hidup Merata (WL) x Panjang
= 2 x (½ x 4) x (2)
= 8,00 kN (Untuk Portal Tepi)
• PLP = 2 x (½ x 10,0) x (2)
= 20,00 kN (Untuk Portal Tengah)
Sedangkan beban titik limpahan dari balok portal yang tegak lurus (Portal A, B)
Pada lantai DAK atap adalah :
Beban Balok (Beban Mati)
• PDb = Dimensi Balok x Panjang x Berat Jenis
= (0,30x0,40)x (2 x ½ x 4) x (24)
= 11,520 kN
Beban Pelat (Beban Mati)
• PDb = Beban Mati Merata (WD) x Panjang
= 2 x (½ x 5,24) x (2)
= 10,480 kN (Untuk Portal Tepi)
• PDb = 2 x (½ x 10,48) x (2)
= 20,960 kN (Untuk Portal Tengah)
Beban Pelat (Beban Hidup)
• PLP = Beban Hidup Merata (WL) x Panjang
= 2 x (½ x 2,0) x (2)
= 4,00 kN (Untuk Portal Tepi)
• PLP = 2 x (½ x 4,0) x (2)
= 8,00 kN (Untuk Portal Tengah)
Klik/pilih join pertemuan balok kolom lantai 2, 3, 4, 5 dengan cara windowing
Gambar 3.40 Seleksi Join Lantai 2, 3, 4, dan 5
Assign → Joint Load→ Forces
Gambar 3.43 Beban Lantai 2, 3, 4, dan 5 (beban Mati Balok)
Gambar 3.41 Beban Join Lantai 2, 3, 4, dan 5
Gambar 3.42 Beban Join Lantai 2, 3, 4, dan 5 (beban Pelat)
Gambar 3.43 Beban Titik Tepi 2, 3, 4, dan 5 (beban Mati Pelat)
Gambar 3.44 Beban Titik Tepi 2, 3, 4, dan 5 (beban hidup Pelat)
Sekarang klik/pilih pada join pertemuan balok-kolom lantai 2, 3, 4, dan 5 pada bagian
tengah saja.
Gambar 3.45 seleksi join tengah
Gambar 3.46 Input Beban Titik Tengah (beban Mati Pelat)
Gambar 3.47 Input Beban Titik Tengah (beban Hidup Pelat)
Klik/pilih joint pertemuan balok-kolom lantai Atap
Gambar 3.48 Seleksi Join lantai Atap
Gambar 3.49 Input beban lantai Atap (beban Balok)
Gambar 3.50 Beban Join lantai Atap (Bagian Tepi)
Gambar 3.51 Input beban Mati lantai Atap (beban tepi)
Gambar 3.52 Input beban Hidup lantai Atap (beban tepi)
Gambar 3.53 Beban Join lantai Atap (Bagian Tengah)
Gambar 3.54 Input beban Mati lantai Atap (beban tengah)
Gambar 3.54 Input beban hidup lantai Atap (beban tengah)
11. Menampilkan pembebanan pada struktur :
Setelah selesai memasukkan input beban pada model struktur,
sebaiknya dilakukan kembali pemeriksaaan terhadap beban-beban yang
sesuai di aplikasikan. Hal ini jika dilakukan akan menghemat waktu
untuk melacak kesalahan jika terjadi error saat Analisis. Terutama
kesalahan karena pembebanan.
Dislay → Load Assign→ (Frame/join)
Gambar 3.55 Tampilan beban trapezium dan titik (beban Mati)
Gambar 3.56 Tampilan beban trapesium dan Titik (beban hidup)
12. Menentukan tipe Analisa struktur :
Penentuan tipe Analisa struktur sebenarnya akan Nampak pengaruhnya
pada model struktur yang besar atau rumit. Pada tahap ini biasanya
ditentukan derajat kebebasan yang akan dianalisis (semua atau sebagian
saja). Pilihan tersebut berdapak pada ukuran file, besar memori
computer yang digunakan saat analisis, dan waktu running.
Settigan analisis
Analyze → Set Analisys Option
Gambar 3.57 Tampilan Analisis struktur 2D
13. Melakukan Analisis :
Analyze → Run Analysis
Gambar 3.57 Tampilan Deformasi struktur & Nilai lendutan/rotasi
(beban Mati)
a. Translasi/Gerakan arah sumbu 1 = 0,01657 mm berarti join ini bergerak arah
kekanan (sumbu 1 positif).
b. Translasi / Gerakan arah sumbu 3 = - 1,503 mm berarti join ini bergerak kearah
bawah. (sumbu 3 negative)
c. Rotasi/ Putaran memutasi sumbu 2 = 0.00863 mm rad. Berarti join berotasi
berlawanan arah jarum jam (rotasi sumbu 2 Positif).
Menampilkan reaksi tumpuan :
Display → Show Force /stresses →Joints
Gambar 3.58 Tampilan reaksi tumpuan
Gambar 3.58 Tampilan reaksi tumpuan pada struktur
Kolom ini Kolom ini Kolom ini
Untuk Untuk Untuk
Arah Arah Arah
Sumbu Sumbu Sumbu
lokal 1 lokal 2 lokal 3
Gambar 3.58 Tampilan reaksi tumpuan dan keterangan nilai
pada struktur.
a. Reaksi arah sumbu 1 = 8.143 kN, Arah kekanan (sumbu 1 Positif)
b. Reaksi arah sumbu 3 = 571,911 kN, Arah ke atas (sumbu 3 Positif)
c. Momen memutari sumbu 2 =10,866 kNm, (rotasi sumbu 2 Positif)
Menampilkan gaya-gaya dalam :
Display → Force/stress diagram→frame
Gambar 3.59 pilihan member force diagram frame
Gambar 3.60Tampilan gaya batang momen lentur (momen 3-3/Lentur)
Gambar 3.61 Contoh Detail tampilan gaya batang
Menampilkan tabel output :
Display → Show Tables
Gambar 3.61 fasilitas table data (reaction)
Gambar 3.62 Tampilan table Reaction
Gambar 3.63 fasilitas table data (beam force)
Gambar 3.64 Tampilan table beam force