0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
10 tayangan10 halaman

Efisiensi Biaya Distribusi JNE

Dokumen ini membahas penerapan metode transportasi dan transhipment menggunakan linear programming untuk meningkatkan efisiensi biaya distribusi barang di PT. JNE. Penelitian menunjukkan bahwa metode vogel's approximation menghasilkan biaya distribusi terendah sebesar Rp. 1.018.500. Metode ini dibuktikan melalui analisis menggunakan software LINDO dan uji sensitivitas.

Diunggah oleh

janira calistasani
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
10 tayangan10 halaman

Efisiensi Biaya Distribusi JNE

Dokumen ini membahas penerapan metode transportasi dan transhipment menggunakan linear programming untuk meningkatkan efisiensi biaya distribusi barang di PT. JNE. Penelitian menunjukkan bahwa metode vogel's approximation menghasilkan biaya distribusi terendah sebesar Rp. 1.018.500. Metode ini dibuktikan melalui analisis menggunakan software LINDO dan uji sensitivitas.

Diunggah oleh

janira calistasani
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

JURNAL MEDIA INFORMATIKA BUDIDARMA

Volume 7, Nomor 1, Januari 2023, Page 128-137


ISSN 2614-5278 (media cetak), ISSN 2548-8368 (media online)
Available Online at [Link]
DOI: 10.30865/mib.v7i1.5424

Penerapan Metode Transportasi dan Transhipment Menggunakan


Linear Programming dalam Efisiensi Biaya Distribusi Barang
Fikri Husin Batubara, Rina Widyasari*
Fakultas Sains Dan Teknologi, Program Studi Matematika, Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Medan, Indonesia
Email: 1fikrihusinbatubara2000@[Link], 2*rina_widyasari@[Link]
Email Penulis Korespondensi: rina_widyasari@[Link]
Abstrak−Jasa pengiriman barang atau jasa ekpedisi kini semakin diminati setiap harinya oleh kalangan masyarakat Indonesia.
Salah satu jasa pengiriman yang diminati adalah perusahaan PT. Tiki Jalur Nugraha Ekakurir (JNE), pengiriman barang tidak
lepas dari peran penting saluran distribusi, sehingga masalah yang timbul dalam pendistribusian barang di PT. JNE adalah
biaya pengiriman barang yang sangat mahal, yang menyebabkan perusahaan akan mengeluarkan biaya yang besar serta
mengalami kerugian apabila masalah distribusi ini tidak dituntaskan. Model tranportasi digunakan untuk menyelesaikan
masalah distribusi yang dialami PT. JNE dengan menerapkan metode north west corner, least cost, vogel’s approximation dan
russel’s approximation sebagai solusi pembanding penyelesaian masalah. Kemudian metode yang efisien akan dibuktikan
dengan metode linear programming dengan bantuan software LINDO dan uji sensitivitas untuk membuktikan kebenaran model
transportasi. Dengan penyelesaian model ini akan bertujuan u tuk mengefisiensikan biaya distribusi barang di PT. JNE, dari
hasil penelitian distribusi barang yang paling efisien dengan model transportasi adalah metode vogel’s approximation dengan
total biaya Rp. 1018.500.
Kata Kunci: Distribusi Barang; Linear Programming; Model Transportasi; PT. JNE; Uji Sesitivitas
Abstract−Goods delivery services or expedition services are now increasingly in demand by people in Indonesia every day.
One of the most popular shipping services is the company PT. Tiki Jalur Nugraha Ekakurir (JNE), delivery of goods cannot be
separated from the important role of the distribution channel, so that problems that arise in the distribution of goods at PT. JNE
are the very expensive cost of shipping goods, which causes the company to incur large costs and suffer losses if the problem
occurs. This distribution is not complete. The transportation model is used to solve distribution problems experienced by PT.
JNE by applying the north west corner, least cost, vogel's approximation and russell's approximation methods as a comparison
solution for problem solving. Then the efficient method will be proven by the linear programming method with the help of
LINDO software and a sensitivity test to prove the correctness of the transportation model. With the completion of this model,
the aim is to streamline the cost of distribution of goods at PT. JNE, from the results of the research on the distribution of goods
that is most efficient with the transportation model, namely the vogel's approximation method with a total cost of Rp. 1.018.500.
Keyword: Goods Distribution; Linear Programming; Transportasion Models; PT. JNE; Sensitivity Test

1. PENDAHULUAN
Jasa pengiriman barang atau jasa ekpedisi kini semakin diminati setiap harinya oleh kalangan masyarakat di
Indoneisia, terutama pada zaman yang canggih ini. Kemajuan teknologi di era globalisasi cenderung membuat
masyarakat menyukai segala sesuatu yang mudah dan praktis. Di Indonesia terdapat banyak perusahaan jasa
pengirim yang dipercaya memiliki kualitas mumpuni dengan berbagai bentuk layanan jasa pengiriman yang
memudahkan pelanggan untuk memilih jasa yang sesuai dengan kebutuhan. Salah satu jasa pengiriman yang
diminati adalah perusahaan PT. Tiki Jalur Nugraha Ekakurir yang di sebut JNE. Layanan yang di tawarkan JNE
antara lain JNE express, super speed, ongkos kirim ekonomis (OKE), dan lain-lain. Pengguna jasa JNE mengalami
peningkatan yang cukup baik, hal ini di tunjukkan JNE dianugrahi berbagai penghargaan di tahun 2016-2020,
seperti Indonesia Original Brand, Indonesian Costomer Satisfaction Aword 2016 For Logistic Sector. Tentunya
dengan berbagai banyak penghargaan yang diterima JNE tidak lepas dari peran penting saluran distribusi.
Distribusi adalah proses penyaluran barang dari pengirim kepada penerima. Sehingga dibutuhkan suatu kendali
dalam proses pendistribusian tersebut [1].
Umumnya perusahaan yang bergerak di bidang pendistribusian barang, perusahaan akan transit satu kali di
gudang. Distribusi diartikan sebagai suatu kegiatan yang digunakan untuk pengiriman sebuah barang dari sumber
ke tujuan sehingga produk tersebut dampai kepada konsumen, yang akhirnya konsumen itu sendiri tidak perlu tahu
cara pengangkutan dan proses pengiriman barang yang sudah dibelinya [2]. Dapat dikatakan bahwa proses
pendistribusian tidak dilakukan secara langsung tetapi harus melalui transit terlebih dahulu. Hal ini tentu
menambah beban biaya distribusi, sehingga perusahaan merasa dirugukan. Maka dapat disimpulkan bahwa
masalah transportasi terjadi karena semua barang yang diangkut harus melalui transit terlebih dahulu [3]. Masalah-
masalah yang ada dalam pengelolaan distribusi dialami oleh PT. Tiki Jalur Nugraha Ekakurir. Berdasarkan
wawancara dengan manager kantor pusat JNE Padang Lawas, Sumatera Utara mengatakan bahwa masalah-
masalah yang timbul dalam pendistribusian barang adalah keterlambatan pengiriman karena jalur yang digunakan
tidak efisien dan biaya pengiriman yang mahal disebabkan oleh disparitas biaya karena ketidakseimbangan alur
distrubusi barang dari sumber ketujuan, yang menyebabkan perusahaan akan mengeluarkan biaya yang besar. Hal
ini tentu merugikan untuk perusahaan dan konsumen sendiri apabila masalah distribusi ini tidak dituntaskan. Oleh
karena itu digunakan penyelesaian dengan metode untuk mengatasi masalah-masalah tersebut. Pemecahan
masalah digunakan model transportasi untuk menyelesaikan masalah distribusi barang yang dialami PT. JNE

Fikri Husin Batubara, Copyright © 2023, MIB, Page 128


Submitted: 28/12/2022; Accepted: 08/01/2023; Published: 28/01/2023
JURNAL MEDIA INFORMATIKA BUDIDARMA
Volume 7, Nomor 1, Januari 2023, Page 128-137
ISSN 2614-5278 (media cetak), ISSN 2548-8368 (media online)
Available Online at [Link]
DOI: 10.30865/mib.v7i1.5424
dengan menerapkan metode north west corner, least cost, vogel’s approximation dan russel’s approximation
sebagai solusi pembanding penyelesaian masalah. Kemudian penyelesaian metode yang paling efisien akan
dibuktikan dengan metode linear programming dengan bantuan software LINDO dan uji sensitivitas untuk
membuktikan kebenaran penyelesaian model transportasi yang dilakukan. Metode linear programming adalah
suatu Teknik matematika dalam menentukan pemecahan masalah yang bertujuan untuk memaksimumkan atau
meminimumkan sesuatu yang dibatasi oleh batasan-batasan tertentu [4][5]. Berdasarkan hal tersebut PT. JNE
harus menerapkan metode yang cocok untuk menyelesaikan masalah distribusi dengan model metode tranportasi
agar tidak merasa dirugikan dan memiliki biaya distribusi yang efisien.
Pada tahun sebelumnya penelitian mengenai masalah distribusi ini telah dilakukan oleh Muhammad, et all.,
(2020) yang menyatakan bahwa pengoptimalan pengiriman beras subsidi kea gen-agen di desa tujuannya dengan
menggunakan metode transhipment, PT. XYZ hanya memalui distributor 3 dan distributor 4. Dengan total beras
yang dikirim distributor 3 sebanyak 2.610 kg dan distributor 4 sebanyak 26.100 kg. Hasil optimal biaya pengiriman
yang didapatkan adalah sebesar Rp. 18.317.000 [6]. Selanjutnya terdapat penelitian yang dilakukan oleh Rahman
(2021) mengatakan bahwa program network (NET) ini digunakan untuk memecahkan masalah jaringan
(Network), yakni digunakan untuk mencari jalur terpendek dari suatu jaringan [7]. Hal ini sejalan dengan penelitian
yang dilakukan oleh Gumilar (2020) tentang biaya distribusi beras subsidi dengan model transhipment dan
menyimpulkan bahwa hasil untuk pengoptimalan pengiriman beras subsidi ke agen-agen di desa tujuan,
menggunakan metode transhipment [8].
Berdasarkan penelitian sebelumnya PT. JNE harus mampu membuat langkah yang cocok untuk
mengefisienkan biaya pengiriman distribusi barangnya, Langkah yang digunakan saat ini masih dengan cara yang
biasa (manual), sehingga dapat mengakibatkan pengeluaran biaya yang sangat besar terutama pada system layanan
distribusi. Model transportasi dan transhipment ini dapat mengefisiensikan biaya distribusi barang dengan berbagai
metode, software dan uji yang gunakan.
Sehingga tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengefisiensikan biaya distribusi barang dengan
menerapkan metode tranportasi dan transhipment menggunakan linear Programming di PT. Tiki Jalur Nugraha
Ekakuris (JNE). Dalam penelitian ini akan di bahas mengenai tahap penyelesaian model transportasi dengan
penyelesaian metode metode north west corner, least cost, vogel’s approximation dan russel’s approximation,
sebagai solusi pembanding penyelesaian masalah. Kemudian metode yang efisien akan dibuktikan dengan metode
linear programming dengan bantuan software LINDO dan uji sensitivitas untuk membuktikan kebenaran
penyelesaian model transportasi.
Untuk menghindari terjadinya salah penafsiran pada penelitian ini maka batasan masalah adalah data yang
digunakan adalah data dari PT. Tiki Jalur Nugraha Ekakurir (JNE), yang meliputi data jumlah barang, data biaya
kapasitas pelayanan, dan data biaya distribusi/pengiriman barang. Focus penelitian ini adalah efisiensi biaya
distribusi barang dengan penerapan model tranportasi dan transhipment. Metode yang digunakan dalam penerapan
model transportasi adalah metode north west corner, least cost, vogel’s approximation dan russel’s approximation.

2. METODOLOGI PENELITIAN
2.1 Tempat Dan Waktu Penelitian
Penelitian ini dilakukn di Kabupaten Padang Lawas tepatnya di kantor pusat JNE, JL. Ki Hajar Dewantara,
Paddang Luar, Kecamatan Barumun, Kabupaten Padang lawas, Sumatera Utara, 22763. Yang dilaksanakan pada
bulan Desember 2022 sampai dengan selesai.
2.2 Jenis Dan Sumber Data
Jenis data yang diguakan dalam penelitian ini adalah data primer yaitu data yang berasal dari informasi secara
langsung dari pihak perusahaan ataupun pihak yang terkait dalam penelitian seperti interview dan pengamatan
langsung oleh peneliti. Data sekunder yaitu data yang tidak diperoleh langsung dari sumbernya dan sudh tersedia
dalam bentuk jadi yang telah di publikasikan seperti dokumen dan arsip-arsip perusahaan [9]. Sedangkan sumber
data dari penelitian ini melalui internal perusahaan untuk mengetahui biaya transportasi, lokasi wilyah kerja
perusahaan serta bantuan dari gogle map untuk mengetahui wilayah distribusi barang pengiriman [10].
2.3 Tahapan Penelitian
Penelitian Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif yaitu suatu bentuk penelitian yang berdasarkan
data yang dikumpulkan selama penelitian secara sistematis mengenai fakta-fakta dan sifat-sifat dari objek yang
diteliti dengan menghubungkan antar variabel yang terlibat didalamnya, setelah itu diinterpretasikan berdasarkan
teori-teori dan literatur yang berhubungan dengan biaya distribusi [11].

Fikri Husin Batubara, Copyright © 2023, MIB, Page 129


Submitted: 28/12/2022; Accepted: 08/01/2023; Published: 28/01/2023
JURNAL MEDIA INFORMATIKA BUDIDARMA
Volume 7, Nomor 1, Januari 2023, Page 128-137
ISSN 2614-5278 (media cetak), ISSN 2548-8368 (media online)
Available Online at [Link]
DOI: 10.30865/mib.v7i1.5424

Gambar 1. Gambaran Tahapan penelitian


a. Observasi Penelitian
Observasi ini dilakukan dengan cara mengadakan pengamatan atau peninjauan secara langsung pada objek
penelitian yakni pada perusahaan PT. Tiki Jalur Nugraha Ekakurir (JNE) tepatnya dikantor pusat JNE, Jl. Ki Hajar
Dewantara, Padang Luar, Kecamatan Barumun, Kabupaten Padang Lawas, Sumatera Utara.
b. Interview
Interview merupakan suatu cara untuk mendapatkan data atau informasi dengan tanyak jawab secara langsung
mengenai tujuan pendistribusian, biaya tranportasi distribusi dan alat transportasi distribusi yang digunakan pada
orang yang mengetahui tentang objek yang diteliti. Dalam hal ini adalah dengan pihak manejer personalia kantor
cabang JNE, Jl. Ki Hajar Dewantara, Padang Luar, Kecamatan Barumun, Kabupaten Padang Lawas, Sumatera
Utara.
c. Dokumentasi
Dokumentasi adalah bentuk penelitian yang dilakukan dengan mengumpulkan dokumen atau arsip-arsip
perusahaan yang berhubungan dengan masalah transportasi dan distribusi barang di JNE.
d. Variabel Penelitian
Variabel yang diteliti dalam penelitian ini adalah jumlah barang yang akan di distribusikan, dimana jumlah barang
yang dimaksud merupakan jumlah barang yang dikirim dari suatu sumber ke suatu tujuan. Setiap jumlah barang
yang dikirim sangat mempengaruhi biaya pengiriman suatu barang. Kemudian biaya kapasitas pelayanan barang
tersebut oleh masing-masing sumber ke setiap tujuan. Dan variabel ketiga adalah biaya pengiriman.
2.4 Teknik Analisis Data
a. Menguji Model transportasi dengan Model Transhipment
Model transhipment dapat dianalisis dengan menggunakan pendekatan linear programming (metode transportasi)
yang merupkan analysis optimalisasi atas alokasi biaya dan jalur distribusi yang optimal.
Minimum[12]
𝑍 = ∑𝑚 𝑛
𝑖=1 ∑𝑗=1 𝐶𝑖𝑗, 𝑋𝑖𝑗 n (1)
b. Menguji Kriteria Optimal
Kriteria optimal dalam permasalahan linear programming merupakan suatu hasil hitung atas fungsi tujuan
(minimalisasi) dan fungsi kendala yang ada. Dimana jumlah barang yang dikirim (X ij), maka daerah yang
mendapat jumlah barng lebih banyak dari daerah yang lain maka daerah itu merupakan jalur yang optimal untuk
dilalui.
c. Menguji Analisis Sensitivitas
Analisis sensitivitas merupakan analisis yang dilakukan untuk mengetahui akibat dari perubahan parameter
distribusi terhadap perubahan kinerja system distribusi dalam menghasilkan keuntungan.

Fikri Husin Batubara, Copyright © 2023, MIB, Page 130


Submitted: 28/12/2022; Accepted: 08/01/2023; Published: 28/01/2023
JURNAL MEDIA INFORMATIKA BUDIDARMA
Volume 7, Nomor 1, Januari 2023, Page 128-137
ISSN 2614-5278 (media cetak), ISSN 2548-8368 (media online)
Available Online at [Link]
DOI: 10.30865/mib.v7i1.5424

3. HASIL DAN PEMBAHASAN


3.1 Gambaran Umum
Penelitian ini akan dilakukan di Kabupaten Padang Lawas tepatnya dikantor pusat JNE, Jl. Ki Hajar Dewantara,
Padang Luar, Kecamatan Barumun, Kabupaten Padang Lawas, Sumatera Utara, 22763. Dimana JNE di Kabupaten
Padang Lawas memiliki suatu kantor pusat dan 8 kantor cabng. Berikut adalah 8 kantor cabng JNE di Kabupaten
Padang Lawas, Sumatera Utara:
Tabel 1. Kantor Cabang di Kabupaten Padang Lawas
No Kantor Cabang JNE Kabupaten padang Lawas Lambang
1. Sungai Korang A
2. Sosa B
3. Sosa Timur C
4. Sibuhuan D
5. Aeknabara E
6 Huristak F
7. Trans Aliaga G
8. Trans Pir H
Rute pendistribusian barang dari sumber ke tujuan sebelum dilakukan penelitian adalah sebagai berikut:
Rute : [Pusat ➔Sibuhuan➔Sosa➔Sossa Timur➔Sungai Korang➔Aeknabara➔Huristak➔Trans
Aliaga➔Trans Pir➔Pusat].
Armada yang dimiliki distributor adalah 12 armada dengan rincian 1 mobil pickup, lebae 2m, tinggi
1,56m, dengan mapasitas daya tambung 800 kg. 1 mobil ekonomi, lebar 1,33m, tinggi 0,9m, dengan kapasitas
200kg. dan 10 motor yangdi modifikasi dengan kerangjang tempat barang, lebar 50cm, tinggi 90cm, dengan
kapasitas setiap motor 150kg. pengiriman barang dilakukan 3 kali dalam satu minggu, dengan total biaya satu
kali pengiriman Rp. 1.082.500. Kapasitas biaya pelayanan yang bisa tampung untuk setiap jenis pelayanan
juga berbeda, berikut adalah daftar kapasitas jenis pelayanan untuk setiap layanan:
Tabel 2. Kapasitas Untuk Setiap Pelayanan/ Kg
No Layanan Kapasitas/Kg
1 YES 20.000
2 REG 22.000
3 OKE 24.000
Layanan yang diberikan oleh JNE di Kabupaten Padang Lawas, Sumatera Utara dalam pengiriman barang
memiliki 3 jenis layan pengiriman. Yaitu Yakin Esok Sampai (YES) dengan syarat layanan pengiriman 24 jam
dan jaminan uang Kembali jika barang tidak terkirim, kemudian yang ke-2 Reguler (REG) dengan syarat layanan
tanpa jaminan uang Kembali jika barang tidak terkirim, dan yang ke-3 Ongkos Kirim Ekonomis (OKE) dengan
syarat layanan harga murah tanpa jaminan uang Kembali jika barang tidak terkirim. Berikut jumlah barang yang
terkirim dari kantor pusat JNE ke kantor cabang:
Tabel 3. Jumlah Barang Yang Dikirim Dari Kantor Pusat Ke Kantor Cabang
Layanan
YES REG OKE Total
Lokasi
Sungai Korang 10 kg 20 kg 15 kg 45 kg
Sosa 12 kg 18 kg 17 kg 47 kg
Sosa Timur 15 kg 21 kg 20 kg 56 kg
Sibuhuan 18 kg 28 kg 25 kg 71 kg
Aeknabara 14 kg 22 kg 18 kg 54 kg
Huristak 16 kg 19 kg 12 kg 47 kg
Trans Aliaga 15 kg 20 kg 10 kg 45 kg
Trabs Pir 11 kg 18 kg 15 kg 44 kg
Total 111 kg 166 kg 132 kg 409 kg
Sedangkan biaya pengiriman barang/kg ke setiap kantor cabang juga berbeda, berikut adalah daftar biaya
pengiriman barang/kg untuk setiap kantor cabang.
Tabel 4. Biaya Pengiriman Untuk Setiap Pengiriman/Kg
i i i i i

No. Lokasi kantor cabang


i i Biaya/kg
1 Sungai Korang
i 8.250

Fikri Husin Batubara, Copyright © 2023, MIB, Page 131


Submitted: 28/12/2022; Accepted: 08/01/2023; Published: 28/01/2023
JURNAL MEDIA INFORMATIKA BUDIDARMA
Volume 7, Nomor 1, Januari 2023, Page 128-137
ISSN 2614-5278 (media cetak), ISSN 2548-8368 (media online)
Available Online at [Link]
DOI: 10.30865/mib.v7i1.5424

No. Lokasi kantor cabang i i Biaya/kg


2 Sosa 10.000
3 Sosa Timur i 6.500
4 Sibuhuan 8.250
5 Aeknabara 11.000
6 Huristak 5.500
7 Trans Aliaga i 9.750
8 Trans Pir i 6.750
Sehingga tabel bentuk metode transportasi dibuat seperti gambar di bawah ini :
Tabel 5. Bentuk Metode Transportasi
Layanan
A B C D E F G H Kapasitas
Lokasi
YES 10 12 15 18 14 16 15 11 20.000
REG 20 18 21 28 22 19 20 18 22.000
OKE 15 17 20 25 18 12 10 15 24.000
Harga 8.250 10.000 6.500 8.250 11.000 5.500 9.750 6.750 66.000
Berdasarkan tabel diatas dapat di informasi ke dalam Model Transportasi yaitu:
𝑍= ∑𝑚 𝑛
𝑖=1 ∑𝑗=1 𝐶𝑖𝑗, 𝑋𝑖𝑗 (2)
𝑍 = ∑3𝑖=1 ∑8𝑗=1 𝐶𝑖𝑗, 𝑋𝑖𝑗 (3)
Sehingga total distribusi barang yaitu:
Minimum
Z = 10x1 + 12x2 + 15x3 + 18x4 + 14x5 + 16x6 + 15x7 + 11x8 + 20x9 + 18x10 + 21x11 + 28x12 + 22x13 + 19x14 + 20x15 + 18x16
i i i i i i i i i i i i i i i i i i i i i i i i i i i i i i i i

+ 15x17 + 17x18 + 20x19 + 25x20 + 18x21 + 12x22 + 10x23 + 15x24


i i i i i i i i i i i i i i i i

Dengan Kendala
8

∑ 𝑋𝑖𝑗 = 𝑎𝑖
𝑗=1
𝑋11 + 𝑋12 + 𝑋13 + 𝑋14 + 𝑋15 + 𝑋16 + 𝑋17 + 𝑋18 = 20.000
i i i i i i i i i i i i i i i i

𝑋21 + 𝑋22 + 𝑋23 + 𝑋24 + 𝑋25 + 𝑋26 + 𝑋27 + 𝑋28 = 22.000


i i i i i i i i i i i i i i i i

𝑋31 + 𝑋32 + 𝑋33 + 𝑋34 + 𝑋35 + 𝑋36 + 𝑋37 + 𝑋38 = 24.000


i i i i i i i i i i i i i i i i

∑ 𝑋𝑖𝑗 = 𝑏𝑗
𝑗=1
𝑋11 + 𝑋21 + 𝑋31 = 8.250
i i i i i i

𝑋12 + 𝑋22 + 𝑋32 =10.000


i i i i i

𝑋13 + 𝑋23+ 𝑋33 = 6.500


i i i i i

𝑋14 + 𝑋24 + 𝑋34 = 8.250


i i i i i i

𝑋51 + 𝑋25 + 𝑋35 = 11.000


i i i i i i

𝑋16 + 𝑋22 + 𝑋36 = 5.500


i i i i i i

𝑋17 + 𝑋27 + 𝑋37 = 9.750


i i i i i i

𝑋18 + 𝑋28 + 𝑋38 = 6.750


i i i i i i

Xij ≥ 0 untuk semua i dan j


Keterangan:
Xij = jumlah barang yang akan dikirim dari dari sumber i ke j
Cij = biaya angkut barang dari sumber i ke j
ai = jumlah persediaan barang dari sumber i
bj = jumlah permintaan barang ke tujuan j
3.2 Bentuk Model Transportasi
Adapun untuk menentukan solusi penyelesaian pembanding digunakan 4 metode yaitu metode ke-1 North West
Corner (NWC) atau metode sudut barat laut adalah sebuah metode untuk Menyusun tabel awal dengan cara
mengalokasikan distribusi mulai dari sel yang terletak pada sudut kiri atas [13]. Kemudian metode yang ke-2 Least
Cost (LC) atau metode biaya terkecil yang memuat alokasi distribusi berdasarkan pada biaya yang terendah [14].
Metode yang ke-3 Vogel’s Approximation (VAM), dan metode yang ke-4 Russell’s approximation (RAM).
Berikut hasil perhitungan setiap metode yang di sajikan dalam tabel dibawah ini:

Fikri Husin Batubara, Copyright © 2023, MIB, Page 132


Submitted: 28/12/2022; Accepted: 08/01/2023; Published: 28/01/2023
JURNAL MEDIA INFORMATIKA BUDIDARMA
Volume 7, Nomor 1, Januari 2023, Page 128-137
ISSN 2614-5278 (media cetak), ISSN 2548-8368 (media online)
Available Online at [Link]
DOI: 10.30865/mib.v7i1.5424
a. Metode North West Corner (NWC)
Untuk mengetahui hasil total biaya transportasi minimum dari kantor pusat JNE ke kantor cabang diperlukan solusi
awal dengan metode North West Corner (NWC) sebagai solusi awal. Dimana dari mulai ujung kiri atas dengan
jumlah biaya untuk setiap layanan YES (Kapasitas) adalah 20.000 dan biaya untuk alokasi A (Harga) yaitu 8.250
sehingga jumlah biaya yang di alokasikan pada kolom pertama yaitu 8.250 (sejumlah Harga). Karna baris pertama
sudah memenuhi jumlah Harga maka dilanjutkan dengan mengisi baris pertama kolom kedua sebesar 10.000
sehingga tidak memenuhi jumlah Kapasitas dan sesuai kapasitas Harga. Alokasikan sebanyak mungkin dengan
memperhatikan jumlah Kapasitas dan jumlah Harga. Untuk penyelesaian dengan North West Corner (NWC) dapat
dilihat seperti tabel dibawah ini:
Tabel 6. Metode North West Corner (NWC)
Lokasi
A B C D E F G H Kapasitas
Layanan
10 12 15 18 14 16 15 11
YES 20.000
8.250 10.000 1.750
20 18 21 28 22 19 20 18
REG 22.000
4.750 8.250 9.000
15 17 20 25 18 12 10 15
OKE 24.000
2.000 5.500 9.750 6.750
Harga 8.250 10.000 6.500 8.250 11.000 5.500 9.750 6.750 66.000
Karena semua kebutuhan baris dan kolom sudah terpenuhi maka biaya minimum distribusi dari kantor pusat
ke kantor cabang dapat dihitung dengan rumus berikut:
Minimum :
𝑍 = ∑3𝑖=1 ∑8𝑗=1 𝐶𝑖𝑗, 𝑋𝑖𝑗 (4)
Z = 10C11 + 12C12 + 15C13 + 21C23 + 28C24 + 22C25 + 18C35 + 12C36 +1 0C37 + 15C38
Z = 10(8.250) + 12(10.000) + 15(1.750) +21(4.750) + 28(8.250) + 22(9.000) + 18(2.000) + 12(5.500) + 10(9.750)
+ 15(6.750)
Z = 82.500 + 120.000 + 26.250 + 99.750 + 231.000 + 198.000 + 36.000 + 66.000 + 97.500 + 101.250
Z = 1.058.250
b. Metode Least Cost (LC)
Untuk solusi awal kedua digunakan metode least cost (LC) dimana identifikasi sel dilakukan dengan angka yang
paling rendah. Dimulai dari baris pertama kolom pertama yaitu 10 dengan jumlah yang dialokasikan sejumlah
8.250. Ulangi hingga semua unit dialokasikan. Berikut adalah tabel penyelesaian dengan metode least cost (LC).
Tabel 7. Metode Least Cost (LC)
Lokasi
A B C D E F G H Kapasitas
Layanan
10 12 15 18 14 16 15 11
YES 20.000
8.250 5.000 6.750
20 18 21 28 22 19 20 18
REG 22.000
6.500 8.250 7.250
15 17 20 25 18 12 10 15
OKE 24.000
5.000 3.750 5.500 9.750
Harga 8.250 10.000 6.500 8.250 11.000 5.500 9.750 6.750 66.000
Karena semua kebutuhan baris dan kolom sudah terpenuhi maka biaya minimum distribusi dari kantor pusat
ke kantor cabang dapat dihitung dengan rumus berikut:
Minimum : i

𝑍 = ∑3𝑖=1 ∑8𝑗=1 𝐶𝑖𝑗, 𝑋𝑖𝑗 (5)


Z = 10C11 + 12C12 + 11C18 + 21C23 + 28C24 + 22C25 + 17C31 + 18C35 + 12C36 + 10C37
i i i i i i i i i i i i i i i i i i i i

Z = 10(8.250) + 12(5.000) + 11(6.500) + 21(6.500) + 28(8.250) + 22(7.250) +17(5.000) + 18(3.750) + 12(5.500) +


i i i i i i i i i i i i i i i i i i

10(9.750) i

Z = 82.500 + 60.000 + 71.500 + 136.500 + 231.000 + 159.500 + 85.000 + 67.500 + 82.500 + 97.500
i i i i i i i i i i i i i i i i i i i i

Z = 1.073.500
i i

Fikri Husin Batubara, Copyright © 2023, MIB, Page 133


Submitted: 28/12/2022; Accepted: 08/01/2023; Published: 28/01/2023
JURNAL MEDIA INFORMATIKA BUDIDARMA
Volume 7, Nomor 1, Januari 2023, Page 128-137
ISSN 2614-5278 (media cetak), ISSN 2548-8368 (media online)
Available Online at [Link]
DOI: 10.30865/mib.v7i1.5424
c. Metode Least Cost (LC)
Untuk solusi awal kedua digunakan metode least cost (LC) dimana identifikasi sel dilakukan dengan angka yang
paling rendah. Dimulai dari baris pertama kolom pertama yaitu 10 dengan jumlah yang dialokasikan sejumlah
8.250. Ulangi hingga semua unit dialokasikan. Berikut adalah tabel penyelesaian dengan metode least cost (LC).
Tabel 8. Metode least cost (LC)
Lokasi
A B C D E F G H Kapasitas
Layanan
10 12 15 18 14 16 15 11
YES 20.000
8.250 5.000 6.750
20 18 21 28 22 19 20 18
REG 22.000
6.500 8.250 7.250
15 17 20 25 18 12 10 15
OKE 24.000
5.000 3.750 5.500 9.750
Harga 8.250 10.000 6.500 8.250 11.000 5.500 9.750 6.750 66.000
Karena semua kebutuhan baris dan kolom sudah terpenuhi maka biaya minimum distribusi dari kantor pusat
ke kantor cabang dapat dihitung dengan rumus berikut:
Minimum : i

𝑍 = ∑3𝑖=1 ∑8𝑗=1 𝐶𝑖𝑗, 𝑋𝑖𝑗 (6)


Z = 10C11 + 12C12 + 11C18 + 21C23 + 28C24 + 22C25 + 17C31 + 18C35 + 12C36 + 10C37
i i i i i i i i i i i i i i i i i i i i

Z = 10(8.250) + 12(5.000) + 11(6.500) + 21(6.500) + 28(8.250) + 22(7.250) +17(5.000) + 18(3.750) + 12(5.500) +


i i i i i i i i i i i i i i i i i i

10(9.750) i

Z = 82.500 + 60.000 + 71.500 + 136.500 + 231.000 + 159.500 + 85.000 + 67.500 + 82.500 + 97.500
i i i i i i i i i i i i i i i i i i i i

Z = 1.073.500
i i

d. Metode Vogel’s Approximation (VAM)


Untuk solusi awal ketiga digunakan Metode Vogel’s Approximation (VAM) dimana harus dicari selisih antara
dua biaya terkecil di masing-masing kolom baris, lalu tentukan alokasi dengan angka selisih terbesar[15][16].
Ulangi langkah-langkah diatas hingga baris dan kolom dimana Kapasitas dan Harga telah habis. Berikut
penyelesaian dengan tabel Metode Vogel’s Approximation (VAM).
Tabel 9. Metode Vogel’s Approximation (VAM)
Lokasi
A B C D E F G H Kapasitas
Layanan
10 12 15 18 14 16 15 11
YES 20.000
8.250 3.500 8.250
20 18 21 28 22 19 20 18
REG 22.000
10.000 3.000 2.250 6.750
15 17 20 25 18 12 10 15
OKE 24.000
8.750 5.500 9.750
Harga 8.250 10.000 6.500 8.250 11.000 5.500 9.750 6.750 66.000
Karena semua kebutuhan baris dan kolom sudah terpenuhi maka biaya minimum distribusi dari kantor pusat
ke kantor cabang dapat dihitung dengan rumus berikut:
Minimum : i

𝑍 = ∑3𝑖=1 ∑8𝑗=1 𝐶𝑖𝑗, 𝑋𝑖𝑗 (7)


Z = 10C11 + 15C13 + 18C14 + 18C22 + 21C23 + 22C25 + 18C28 + 18C35 + 12C36 + 10C37
i i i i i i i i i i i i i i i i i i i i

Z = 10(8.250) + 15(3.500) + 18(8.250) + 18(10.000)+ 21(3.000) +22(2.250) + 18(6.750) + 18(8.750) + 12(5.500) +


i i i i i i i i i i i i i i i i i

10(9.750) i

Z = 82.500 + 52.500 + 148.500 + 180.000 + 63.000 + 49.500 + 121.500 + 157.500 + 66.000 + 97.500
i i i i i i i i i i i i i i i i i i i i i

Z = 1.018.500
i i

e. Metode Russell’s approximation (RAM)


Untuk solusi awal keempat yaitu metode Russell’s Approximation (RAM). Metode ini harus ditentukan terlebih
dahulu nilai terbesar untuk setiap kolom dan baris lalu dihitung biaya distribusi dengan rumus ∆Cij = Cij – ui – vj..
Setelah itu dapat dialokasikan nilainya dengan negative terbesar [17]. Pada metode ini nilai negative terbesar
adalah -35 dimana terletak di baris ketiga kolom ke 7. Berikut merupakan tabel penyelesaian dengan metode
Russell’s Approximation (RAM).
Fikri Husin Batubara, Copyright © 2023, MIB, Page 134
Submitted: 28/12/2022; Accepted: 08/01/2023; Published: 28/01/2023
JURNAL MEDIA INFORMATIKA BUDIDARMA
Volume 7, Nomor 1, Januari 2023, Page 128-137
ISSN 2614-5278 (media cetak), ISSN 2548-8368 (media online)
Available Online at [Link]
DOI: 10.30865/mib.v7i1.5424

Tabel 10. Metode Russell’s Approximation (RAM)


Lokasi
A B C D E F G H Kapasitas
Layanan
10 12 15 18 14 16 15 11
YES 20.000
5.000 8.250 6.750
22 19 20 20 18 21 28 18
REG 22.000
10.500 10.000 1.500
15 25 18 12 10 15 17 20
OKE 24.000
8.250 500 5.500 9.750
Harga 8.250 10.000 6.500 8.250 11.000 5.500 9.750 6.750 66.000
Karena semua kebutuhan baris dan kolom sudah terpenuhi maka biaya minimum distribusi dari kantor pusat
ke kantor cabang dapat dihitung dengan rumus berikut:
Minimum : i

𝑍 = ∑3𝑖=1 ∑8𝑗=1 𝐶𝑖𝑗, 𝑋𝑖𝑗 (8)


Z = 15C13 + 18C14 + 11C18 + 18C22 + 21C23 + 22C25 + 15C31 + 18C35 + 12C36 + 10C37
i i i i i i i i i i i i i i i i i i i i

Z = 15(5.000) + 18(8.250) + 11(6.750) + 18(10.000) + 21(1.500) + 22(10.500) + 15(8.250) + 18(500) + 12(5.500) +


i i i i i i i i i i i i i i i i i i

10(9.750) i

Z = 75.000 + 148.500 + 74.250 + 180.000 + 31.500 + 231.000 + 123.750 + 9000 + 66.000 + 97.500
i i i i i i i i i i i i i i i i i i i i

Z = 1.036.500
i i

3.3 Metode Linear Programming


Metode Linear Programming merupakan metode memecahkan masalah efisiensi maksimum dan minimum
menggunakan persamaan dan pertidaksamaan linear dalam mencari solusi optimal [18]. Pengolahan data
dilakukan dengan menggunakan Software Lingo dimana bentuk model transportasi dimasukkan kedala software.
Hasil pengolahan software lingo didapatkan seperti berikut:

Gambar 2. Hasil Software Lindo


Hasil pengolahan data tersebut di atas dengan menggunakan Software Lingo dapat diartikan sebagai
efisiensi biaya objective value sebesar 1.018.500 dimana iterasinya sebanyak 14.
3.4 Uji Analisis Sensitivitas
Analisis sensitivitas merupakan analisis yang dilakukan untuk mengetahui akibat dari perubahan parameter
distribusi terhadap perubahan kinerja sistem distribusi dalam menghasilkan keuntungan. Persamaan untuk analisis
sensitivitas dapat dilihat sebagai berikut.
Z = 10x1 + 12x2 + 15x3 + 18x4 + 14x5 + 16x6 + 15x7 + 11x8 + 20x9 + 18x10 + 21x11 + 28x12 + 22x13 + 19x14 + 20x15 + 18x16
i i i i i i i i i i i i i i i i i i i i i i i i i i i i i i i i

+ 15x17 + 17x18 + 20x19 + 25x20 + 18x21 + 12x22 + 10x23 + 15x24


i i i i i i i i i i i i i i i i

Dengan Kendala dan Tujuan:


Fikri Husin Batubara, Copyright © 2023, MIB, Page 135
Submitted: 28/12/2022; Accepted: 08/01/2023; Published: 28/01/2023
JURNAL MEDIA INFORMATIKA BUDIDARMA
Volume 7, Nomor 1, Januari 2023, Page 128-137
ISSN 2614-5278 (media cetak), ISSN 2548-8368 (media online)
Available Online at [Link]
DOI: 10.30865/mib.v7i1.5424
x1 + x2 + x3 + x4 + x5 + x6 + x7 + x8 = 20.000
i i i i i i i i i i i i i i i i

x9 + x10 + x11 + x12 + x13 + x14 + x15 + x16 = 22.000


i i i i i i i i i i i i i i i i

x17 + x18 + x19 + x20 + x21 + x22 + x23 + x24 = 24.000


i i i i i i i i i i i i i i i i

x1 + x9 + x17 = 8.250
i i i i i i

x2 + x10 + x18 = 10.000


i i i i i i

x3 + x11 + x19 = 6.500


i i i i i i

x4 + x12 + x20 = 8.250


i i i i i i

x5 + x13 + x21 = 11.000


i i i i i i

x6 + x14 + x22 = 5.500


i i i i i i

x7 + x15 + x23 = 9.750


i i i i i i

x8 + x16 + x24 = 6.750


i i i i i i

Bentuk Kronik dari kendala adalah:


x1 + x2 + x3 + x4 + x5 + x6 + x7 + x8 + d1 = 20.000
i i i i i i i i i i i i i i i i i i

x9 + x10 + x11 + x12 + x13 + x14 + x15 + x16 + d2 = 22.000


i i i i i i i i i i i i i i i i i i

x17 + x18 + x19 + x20 + x21 + x22 + x23 + x24+ d3 = 24.000


i i i i i i i i i i i i i i i i i

x1 + x9 + x17 + d4 = 8.250
i i i i i i i i

x2 + x10 + x18 + d5 = 10.000


i i i i i i i i

x3 + x11 + x19 + d6 = 6.500


i i i i i i i i

x4 + x12 + x20 + d7 = 8.250


i i i i i i i i

x5 + x13 + x21 + d8 = 11.000


i i i i i i i i

x6 + x14 + x22 + d9 = 5.500


i i i i i i i i

x7 + x15 + x23 + d10 = 9.750


i i i i i i i i

x8 + x16 + x24 + d11 = 6.750


i i i i i i i i

Untuk menyelesaikan analisis sensitivitas digunakan software lingo untuk mempermudah dalam
hitungannya. Berikut hasil dari perhitungan analisis sensitivas dengan bantuan software lingo.

Gambar 3. Hasil Output Analisis Sensitivitas


Hasil pengolahan data tersebut di atas dengan menggunakan Software Lingo dapat diartikan sebagai
efisiensi biaya objective value sebesar 1.018.500 dimana iterasinya sebanyak 10.

4. KESIMPULAN
Dari hasil penelitian diatas dapat disimpulkan bahwa dari empat metode yang telah diteliti dapat dilihat bahwa
biaya transportasi dengan menggunakan metode Vogel’s Approximation dan linier programming dengan bantuan
software lingo menghasilkan biaya yang sama yaitu sebesar Rp.1.018.500. dengan rute pendistribusian:
pusat➔trans aliaga➔huristak➔sibuhuan➔sungai korang➔aeknabara➔trans pir➔sosa➔sosa timur➔pusat.
Sebelumnya perusahaan PT. Tiki Jalur Nugraha Ekakurir (JNE) harus mengeluarakan biaya transportasi sebesar
Rp 1.082.500, maka Vogel’s Approximation sebagai solusi optimal lebih efisien untuk permasalahan ini karena
perusahaan mengalami penurunan biaya transportasi sebesar Rp. 64.000 setiapkali kirim. Adapun pembedanya
dengan bantuan software lingo dalam menentukan biaya transportasi lebih mudah dalam pengolahan datanya,
hasilnya juga lebih akurat. Hal ini sesuai dengan tujuan penelitian ini yaitu mengefisiensikan biaya distribusi

Fikri Husin Batubara, Copyright © 2023, MIB, Page 136


Submitted: 28/12/2022; Accepted: 08/01/2023; Published: 28/01/2023
JURNAL MEDIA INFORMATIKA BUDIDARMA
Volume 7, Nomor 1, Januari 2023, Page 128-137
ISSN 2614-5278 (media cetak), ISSN 2548-8368 (media online)
Available Online at [Link]
DOI: 10.30865/mib.v7i1.5424
barang dengan menerapkan model transportasi dan transhipment menggunakan linear programming di PT. Tiki
Jalur Nugraha Ekakurir (JNE).

UCAPAN TERIMAKASIH
Terima kasih disampaikan kepada seluruh dosen UIN Sumatera Utara, Fakultas Sains dan Teknologi, Program
Studi Matematika, yang tidak bisa penulis sebutkan satu persatu yang telah memberikan ilmu kepada penulis.
Orang Tua penulis Ayah Harun Sohar Batubara dan Ibu Nur Masiah Sikumbang yang telah mendidik dan tanpa
henti berdoa untuk anaknya tercinta. Abang penulis Arif Rinaldi Batubara dan Riswan Kholil Batubara, S.E, kakak
penulis Afni Sakinah Batubara [Link], adik penulis Naimah Batubara dan Nabilah Batubara yang telah memberikan
semangat selama perkuliahan di UIN Sumatera Utara Medan. Teman-teman seperjuangan di jurusan Program
Studi Matematika khusunya kelas Matematika 2 Stambuk 2019, Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Sumatera
Utara Medan, atas semua dukungan, semangat serta kerja samanya.

REFERENCES
[1] Ardhyani, W. I. (2017). Mengoptimalkan Biaya Distribusi Pakan Ternak Dengan Menggunakan Metode Transportasi
(Studi Kasus Di PT. X Krian ). Teknika: Engineering and Sains Journal, 1.2.
[2] Rohyana, C. (2021). Pengaruh Biaya Distribusi Terhadap Peningkatan Volume Penjualan Jasa Barang Di Jne Kuningan
Land Journal, 2.1, 95-106.
[3] Widya. (2017). Mengoptimalkan Biaya Distribusi Pakan Ternak dengan Menggunakan Metode Transportasi (Studi Kasus
di PT. X Krian). Engineering and Sains Journal, 1(2): 95-100.
[4] Sari, N. P., Nasir, M., dan Andriyan, R. (2019). Evaluasi Kepuasan Penggunaan Aplikasi Paytren Menggunakan Metode
End User Computing Satisfaction. In Bina Darma Conference on Computer Science (BDCCS) volume 1, pages 112-122.
[5] Setiawan, D., Amadah, S. N. W., & Ardianti, D.S. (2020). Very Lange Scale Vehicle Routing: New Problems
Algoritmhts, and Results. Computers & Operations Research, 32(5), 1165-1179.
[6] Muhamad, G.N. (2021). Optimalisasi Biaya Distribusi Beras Subsidi Dengan Model Transshipment. Journal Teknik
Industri: Jurnal Hasil Peneletian dan Karya Ilmiah Dalam Bidang Teknik Industri, 6.1, 40
[7] Rahman. F. L., Rahman, N. L., Ronggowaluyo, H. S., dan Telukjambe Timur Kabupaten Karawang. (2021). Optimalisasi
Biaya Dan Jarak Distribusi Pada Depot Air JAVAQUA Menggunakan Metode Transportasi dan Metode Network. Jurnal
Ilmiah Wahana Pendidikan, 7.4, 502.
[8] Gumilar, M. N. (2020). Optimalisasi Biaya Distribusi Beras Subsidi Dengan Model Transshipment. Journal Teknik
Industri: Jurnal Hasil Peneletian dan Karya Ilmiah Dalam Bidang Teknik Industri, 6.1, 40
[9] Arikunto, S. (2019). Metode Penelitian Kualitatif. Jakarta: Bumi Aksara.
[10] Sugiono. (2019). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&B. Bandung: Alfabeta.
[11] Mulyono, S. (2017). Riset Operasi. Jakarta: Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.
[12] Hillier, F. S., dan Lieberman. G. J. (2020). Introduction To Operation Researc Ninth Edition. New York: Mc Graw-Hill
Company.
[13] Siswanto, H. B. (2018). Pengantar Manajemen. Jakarta: Bumi Aksara.
[14] Heizer, R. B. (2019). Operations Manajement. Jakarta: Selemba Empat.
[15] Dewi, Ni Putu., Tastrawati, Ni Ketut., & Sari, Kartika. (2019). Russel Approximation method dan Improped Vogel’s
Approximation Method dalam penyelesaian Masalah Transpotasi. E-Jurnal Matematika. 8(3): 184-193.
[16] Hermanto, Niko., dan Hermalina, Eni., & Sutina, Entin. (2017). Vogel’s Approximation Method dalam Optimalisasi
Biaya Transportasi Pengiriman Koran pada PT. Arah Medialog Pembangunan. Jurnal Telnik Komputer. 3(1): 30-36.
[17] Risna, Kartika. Dkk. (2019). Optimasi Biaya Distribu dengan Metode Transportasi (Studi Kasus the X Indah Sustanaibale
Competitive Advantage-9 (Sca-9) Febunsoed), 186-206.
[18] Kempf, S., Srama, R., Grun, E., Mocker, A., Postberg, F., Hillier, J. K., …. & Altobelli, N. (2019). Linear High Resolution
Dust Mass Spectrometer For A Mission To The Gallilean Satellites. Planetary and Space Science, 65(1): 10-20.

Fikri Husin Batubara, Copyright © 2023, MIB, Page 137


Submitted: 28/12/2022; Accepted: 08/01/2023; Published: 28/01/2023

Anda mungkin juga menyukai