0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
7 tayangan90 halaman

Kompetensi Lulusan PMP 2020 SDS Duri

Dokumen ini menjelaskan standar kompetensi lulusan di SDS Nusantara Duri, mencakup dimensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Setiap dimensi memiliki indikator perilaku dan skor evaluasi, menunjukkan bahwa sebagian besar siswa sudah menunjukkan perilaku yang baik, meskipun ada beberapa siswa yang memerlukan bimbingan lebih lanjut. Selain itu, perangkat pembelajaran yang disusun oleh guru juga dinilai sesuai dengan karakteristik kompetensi yang diharapkan, meskipun ada beberapa guru yang masih perlu perbaikan dalam disiplin dan penerapan pengetahuan metakognitif.

Diunggah oleh

Ema
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
7 tayangan90 halaman

Kompetensi Lulusan PMP 2020 SDS Duri

Dokumen ini menjelaskan standar kompetensi lulusan di SDS Nusantara Duri, mencakup dimensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Setiap dimensi memiliki indikator perilaku dan skor evaluasi, menunjukkan bahwa sebagian besar siswa sudah menunjukkan perilaku yang baik, meskipun ada beberapa siswa yang memerlukan bimbingan lebih lanjut. Selain itu, perangkat pembelajaran yang disusun oleh guru juga dinilai sesuai dengan karakteristik kompetensi yang diharapkan, meskipun ada beberapa guru yang masih perlu perbaikan dalam disiplin dan penerapan pengetahuan metakognitif.

Diunggah oleh

Ema
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Instrumen Supervisi PMP 2020 | SDS Nusantara Duri

1. Standar Kompetensi Lulusan

1.1 Lulusan memiliki kompetensi pada dimensi sikap

1.1.1. Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap beriman dan bertakwa kepada
Tuhan YME

Siswa terbiasa mengamalkan perilaku berikut

(1) berdoa sebelum dan setelah melakukan aktivitas,

(2) mengucapkan salam saat bertemu dengan orang lain,

(3) menjalankan ibadah sesuai dengan agama yang dianut dan

(4) melaksanakan aturan agama yang dianut

Skor :

90

Jawaban : ( 1 )

Kebiasaan berdoa dan salam selalu menjadi rutinitas, menjalankan ibadah yang dianut tetapi
masih ada rata-rata satu anak tiap kelas yang masih tidak disiplin dalam menjalankan ibadah

[Link] perilaku yang mencerminkan sikap berkarakter

Siswa terbiasa mengamalkan perilaku berikut

(1) menghargai orang lain tanpa melihat perbedaan,

(2) tidak melakukan perundungan/bullying,

(3) bangga terhadap budaya bangsa dan daerah,

(4) berbahasa Indonesia yang baik dan benar,

(5) mengutamakan produk dalam negeri,

(6) menghargai pendapat orang lain,

(7) mengambil keputusan secara musyawarah,


(8) tidak terlibat perkelahian atau tawuran pelajar,

(9) tidak mencuri dan

(10) rajin

Skor :

90

Jawaban : ( 2 )

Sudah menjadi pembiasaan di sekolah dalam menghargai, menghormati, bangga terhadap


budaya,berbahasa yang baik dan benar,bermusyawarah,tidak terlibat tawuran, tetapi maih ada
rata-rata 2 siswa tiap kelas yang kurang rajin

1.1.3. Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap disiplin

Siswa terbiasa mengamalkan perilaku berikut

(1) tidak membolos,

(2) mematuhi peraturan sekolah,

(3) disiplin waktu dan

(4) menerapkan budaya antri

Skor :

90

Jawaban : ( 3 )

Siswa terbiasa berperilaku diisplin tidak membolos, mematuhi aturan ,budaya antri tetapi ada
rata-rata 1 siswa tiap kelas yang tidak mematuhi aturan sekolah , misalnya Tidak memakai
atribud seragam

1.1.4. Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap santun

Siswa terbiasa mengamalkan perilaku berikut

(1) tidak meludah di sembarang tempat,

(2) tidak menyela pembicaraan,

(3) berpakaian sopan,


(4) menghormati orang tua, guru, dan teman dan

(5) tidak berkata kasar

Skor :

90

Jawaban : ( 4 )

Siswa sudah terbiasa berpakaian sopan ,tidak menyela pembicaraan, hormat pada guru,
ortu,teman tetapi masih ada rata-rata 1 siswa ditiap kelas yang berkata kasar

1.1.5. Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap jujur

Siswa terbiasa mengamalkan perilaku berikut

(1) tidak mencontek,

(2) melaksana-kan tugas individu dengan baik,

(3) mengaku atas kesalahan yang dilakukan dan

(4) mengatakan yang sebenarnya.

Skor :

90

Jawaban : ( 5 )

Kebiasaan tidak mencontek, melakukan tugas dengan baik . mengakui kesalahan yang
dilakukan dan ada rata-rata 2 siswa yang tidak mengatakan yang sebenarnya

1.1.6. Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap peduli

Siswa terbiasa mengamalkan perilaku berikut

(1) membantu orang lain,

(2) menjenguk orang sakit,

(3) merawat fasilitas umum,

(4) membuang sampah pada tempatnya,

(5) menggunakan listrik dan air dengan hemat dan


(6) merawat tanaman dan menjaga lingkungan

Skor :

90

Jawaban : ( 6 )

Sudah menjadi kebiasaan siswa mengamalkan perilaku membantu orang tua, menjenguk
orang sakit, membuang sampah pada tempatnya, menggunakan listrik dan air dengan hemat
dan merawat tanaman dan menjaga lingkungan, perlu mengingatkan untuk 4 siswa yang
kurang peduli dalam perawatan fasilitas umum.

1.1.7. Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap percaya diri

Siswa terbiasa mengamalkan perilaku berikut

(1) aktif dalam kegiatan kesiswaan,

(2) percaya diri tampil di depan umum,

(3) berani berpendapat dan

(4) tidak mudah putus asa

Skor :

90

Jawaban : ( 7 )

Sudah menjadi kebiasaan siswa mengamalkan perilaku aktif dalam kegiatan kesiswaan,
percaya diri tampil didepan umum, tidak mudah putus asa , tetapi masih ada 7 siswa yang
belum berani berpendapat

1.1.8. Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap bertanggungjawab

Siswa terbiasa mengamalkan perilaku berikut

(1) tidak menyalahkan orang lain,

(2) bersedia meminta maaf,

(3) tidak merusak barang milik orang lain,

(4) melaksanakan tugas individu dan kelompok dengan baik,

(5) menerima resiko dan tindakan yang dilakukan dan


(6) menepati janji

Skor :

90

Jawaban : ( 8 )

Sudah menjadi kebiasaan siswa berperilaku, tidak menyalahkan orang lain, bersedia meminta
maaf, melaksanakan tugas individu dan kelompok dengan baik, menerima resiko dan
tindakan yang dialkukan, tidak merusak barang milik orang lain dan perlu mengingatkan
untuk 5 siswa yang belum bisa menepati janji

1.1.9. Memiliki perilaku pembelajar sejati sepanjang hayat

Siswa terbiasa mengamalkan perilaku berikut

(1) mengenali potensi diri,

(2) gemar menulis (buku, puisi, artikel, dan lainnya),

(3) gemar membaca,

(4) mampu berinisiatif dan

(5) memiliki sikap ingin tahu

Skor :

85

Jawaban : ( 9 )

Sudah menjadi kebiasaan siswa berperilaku, mengenali potensi diri, gemar menulis (buku,
puisi, artikel, dan lainnya), mampu berinisiatif dan memiliki sikap ingin tahu dan perlu
pembinaan kepada 28 siswa tentang pentingnya gemar membaca

1.1.10. Memiliki perilaku sehat jasmani dan rohani

Siswa terbiasa mengamalkan perilaku berikut

(1) gemar berolahraga,

(2) menjaga kebersihan diri,

(3) mengonsumsi makanan sehat,

(4) tidak menggunakan narkoba,


(5) tidak mengonsumsi minuman keras,

(6) tidak merokok,

(7) tidak terlibat tindak pornografi/pornoaksi dan

(8) berpikir positif

Skor :

90

Jawaban : ( 10 )

Sudah menjadi kebiasaan siswa berperilaku, menjaga kebersihan diri, mengonsumsi makanan
sehat, tidak menggunakan narkoba, tidak mengonsumsi minuman keras, tidak merokok, tidak
terlibat tindak pornografi/pornoaksi dan berpikir positif, tetapi ada 10 siswa yang butuh
perhatian khusus tentang pentingnya kegiatan berolahraga

1.2 Lulusan memiliki kompetensi pada dimensi pengetahuan

1.2.1. Memiliki pengetahuan faktual, prosedural, konseptual, metakognitif

Siswa mampu menerapkan aktivitas

A. pengetahuan faktual berikut

(1) mengingat,

(2) menunjukkan,

(3) menyebutkan dan

(4) menyalin;

Skor :

90

Jawaban : ( 11 )

• pengetahuan faktual meliputi; mengingat, menunjukan dan menyebutkan tetapi ada 9 siswa
butuh bimbangan khusus dalam menyalin tulisan

B. pengetahuan konseptual berikut

(1) mengklasifikasikan;

(2) mengidentifikasi,
(3) menyimpulkan dan

(4) menunjukkan contoh

Skor :

90

Jawaban : ( 12 )

pengetahuan konseptual; mengklasifikan, menyimpulkan; menunjukan contoh tapi ada 8


siswa yang belum mampu mengidentifikasi

C. pengetahuan prosedural berikut

(1) menentukan langkah-langkah yang diperlukan untuk menyelesaikan suatu masalah,

(2) mengurutkan suatu tindakan dalam menyelesaikan masalah,

(3) menerapkan atau menggunakan simbol, keadaan, dan proses untuk menyelesaikan
masalah matematika,

(4) menjelaskan atau membenarkan satu cara menyelesaikan masalah yang diberikan

Skor :

90

Jawaban : ( 13 )

pengetahuan prosedural; menentukan langkah-langkah yang diperlukan untuk menyelesaikan


suatu masalah, mengurutkan suatu tindakan dalam menyelesaikan masalah, menerapkan atau
menggunakan simbol, keadaan, dan proses untuk menyelesaikan masalah matematika, akan
tetapi ada 20 siswa yang belum mampu menjelaskan atau membenarkan satu cara
menyelesaikan masalah yang diberikan

D. pengetahuan metakognitif berikut

(1) mengetahui kekuatan dan kelemahan diri,

(2) mengetahui manfaat ilmu yang dipelajari,

(3) menerapkan pengetahuan untuk menyelesaikan masalah kontekstual dan

(4) menerapkan strategi dalam memecahkan masalah

Skor :

90
Jawaban : ( 14 )

pengetahuan metakognitif; mengetahui kekuatan dan kelemahan diri, mengetahui manfaat


ilmu yang dipelajari, menerapkan pengetahuan untuk menyelesaikan masalah kontekstual dan
ada 20 siswa yang perlu bimbingan dalam menerapkan strategi dalam memecahkan masalah

1.3 Lulusan memiliki kompetensi pada dimensi keterampilan

1.3.1. Memiliki keterampilan berpikir dan bertindak kreatif

Siswa memiliki keterampilan berpikir dan bertindak melalui pengalaman pembelajaran dan
kegiatan meliputi

(1) menulis dalam bahasa dan gaya sendiri

(2) menggunakan TIK dalam berkomunikasi

(3) memodifikasi karya yang ada dan

(4) membuat kreasi sendiri sesuai dengan fasilitas yang tersedia

Skor :

90

Jawaban : ( 15 )

Siswa memiliki ketrampilan dan bertindak melalui pengalaman pembelajaran dan kegiatan
meliputi menulis dalam bahasa dan gaya sendiri menggunakan TIK dalam berkomunikasi
memodifikasi karya yang ada Akan tetapi seluruh siswa perlu bimbangan dalam membuat
kreasi sendiri dikarenakan fasilitas belum memadai

1.3.2. Memiliki keterampilan berpikir dan bertindak produktif

Siswa memiliki keterampilan berpikir dan bertindak melalui pengalaman pembelajaran dan
kegiatan meliputi

(1) membaca cepat dan membuat rangkuman dari informasi tertulis,

(2) membuat karya-kreasi inovatif

(3) tidak meniru karya orang lain

Skor :

90

Jawaban : ( 16 )
Siswa memiliki keterampilan berpikir dan bertindak melalui pengalaman pembelajaran dan
kegiatan meliputi membaca cepat dan membuat rangkuman dari informasi tertulis, membuat
karya-kreasi inovatif dan sekitar 20 siswa perlu bimbingan di karenakan meniru karya orang
lain

1.3.3. Memiliki keterampilan berpikir dan bertindak kritis

Siswa memiliki keterampilan berpikir dan bertindak melalui pengalaman pembelajaran dan
kegiatan meliputi

(1) bertanya dengan kritis

(2) melakukan telaah secara kritis terhadap teks atau buku

(3) menjaga kebersihan sekolah

Skor :

90

Jawaban : ( 17 )

Siswa memiliki keterampilan berpikir dan bertindak melalui pengalaman pembelajaran dan
kegiatan meliputi bertanya dengan kritis (melakukan telaah secara kritis terhadap teks atau
buku akan tetapi untuk kelas kecil yaitu kelas 1 – 3 masih perlu bimbingan dalam menjaga
kebersihan sekolah

1.3.4. Memiliki keterampilan berpikir dan bertindak mandiri

Siswa memiliki keterampilan berpikir dan bertindak melalui pengalaman pembelajaran dan
kegiatan meliputi

(1) dengan menggunakan sumber buku teks

(2) dengan menggunakan sumber buku selain buku teks

(3) dengan menggunakan sumber media massa cetak

(4) Penyelesaian tugas akademik

Skor :

90

Jawaban : ( 18 )

Siswa memiliki keterampilan berpikir dan bertindak melalui pengalaman pembelajaran dan
kegiatan meliputi dengan menggunakan sumber buku teks dengan menggunakan sumber
buku selain buku teks, Penyelesaian tugas akademik akan tetapi sebanyak 20 siswa butuh
bimbingan cara menggunakan sumber media massa cetak

1.3.5. Memiliki keterampilan berpikir dan bertindak kolaboratif

Siswa memiliki keterampilan berpikir dan bertindak melalui pendekatan ilmiah meliputi

(1) mengamati,

(2) menanya,

(3) mengumpulkan informasi dari berbagai sumber,

(4) melakukan analisis,

(5) mengkomunikasikan hasil analisis yang telah dilakukan,

(6) menyelenggarakan perlombaan dan kegiatan di luar kelas,

(7) pengembangan organisasi kesiswaan dan-atau kepanitiaan

Skor :

90

Jawaban : ( 19 )

Siswa memiliki keterampilan berpikir dan bertindak melalui pendekatan ilmiah meliputi
mengamati menanya mengumpulkan informasi dari berbagai sumbermelakukan analisis
mengkomunikasikan hasil analisis yang telah dilakukan dan akan tetapi kelas 1 dan 2 masih
perlu bimbingan dalam menyelenggarakan perlombaan dan kegiatan di luar kelas
pengembangan organisasi kesiswaan dan-atau kepanitiaan

1.3.6. Memiliki keterampilan berpikir dan bertindak komunikatif

Siswa memiliki keterampilan berpikir dan bertindak melalui pendekatan ilmiah meliputi

(1) menyampaikan pendapat secara santun dan mudah dipahami

(2) menyimak informasi dan menyampaikan kembali dengan kalimat sendiri

(3) menyampaikan gagasan/ide dalam bentuk tulisan

Skor :

90

Jawaban : ( 20 )
Siswa memiliki keterampilan berpikir dan bertindak melalui pendekatan ilmiah meliputi
menyampaikan pendapat secara santun dan mudah dipahami menyimak informasi dan
menyampaikan kembali dengan kalimat sendiri akan tetapi masih terdapat 20 siswa yang
belum berani menyampaikan gagasan/ide dalam bentuk tulisan

2. Standar Isi

2.1 Perangkat pembelajaran sesuai rumusan kompetensi lulusan

2.1.1. Memuat karakteristik kompetensi sikap

Seluruh guru menyusun perangkat pembelajaran untuk menghayati dan mengamalkan:

(1) ajaran agama yang dianutnya,

(2) perilaku jujur,

(3) perilaku disiplin,

(4) perilaku santun,

(5) perilaku peduli,

(6) perilaku bertanggung jawab,

(7) perilaku percaya diri,

(8) perilaku sehat jasmani dan rohani,

(9) perilaku pembelajar sepanjang hayat.

Skor :

90

Jawaban : ( 21 )

Seluruh guru menyusun perangkat pembelajaran untuk menghayati dan mengamalkan: ajaran
agama yang dianutnya, , , perilaku santun, perilaku peduli, perilaku bertanggung jawab,
perilaku percaya diri, perilaku sehat jasmani dan rohani, perilaku pembelajar sepanjang hayat.
Tapi masih ada 1 guru yang belum berperilaku kurang disiplin dalam menyusun perangkat
pembelajaran.

2.1.2. Memuat karakteristik kompetensi pengetahuan

Seluruh guru menyusun perangkat pembelajaran untuk memahami, menerapkan,


menganalisis dan mengevaluasi:
(1) pengetahuan faktual,

(2) pengetahuan konseptual,

(3) pengetahuan prosedural,

(4) pengetahuan metakognitif,

Skor :

90

Jawaban : ( 22 )

Seluruh guru menyusun perangkat pembelajaran untuk memahami, menerapkan,


menganalisis dan mengevaluasi: pengetahuan faktual pengetahuan konseptual, pengetahuan
prosedural, akan tetapi ada 1 guru yang belum menerapkan pengetahuan metakognitif kepada
siswa

2.1.3. Memuat karakteristik kompetensi keterampilan

Seluruh guru menyusun perangkat pembelajaran untuk menunjukkan keterampilan berfikir


dan bertindak:

(1) kreatif,

(2) produktif,

(3) kritis,

(4) mandiri,

(5) kolaboratif,

(6) komunikatif.

Skor :

90

Jawaban : ( 23 )

Seluruh guru menyusun perangkat pembelajaran untuk menunjukkan keterampilan berfikir


dan bertindak: kreatif, produktif, kritis,mandiri, akan tetapi masih ada 1 guru yang belum bisa
kolaboratif dan komunikatif.
2.1.4. Menyesuaikan tingkat kompetensi siswa

Menyesuaikan

(1) karakteristik mata pelajaran,

(2) tingkat keingintahuan siswa baik itu pada tingkat dasar, teknis, spesifik, detil, dan/atau
kompleks,

(3) bidang kajian pembelajaran bedasarkan bakat dan minat siswa untuk memecahkan
masalah meliputi bidang: ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan/atau humaniora.

Skor :

90

Jawaban : ( 24 )

Menyesuaikan karakteristik mata pelajaran, tingkat keingintahuan siswa baik itu pada tingkat
dasar, teknis, spesifik, detil, dan/atau kompleks, bidang kajian pembelajaran bedasarkan
bakat dan terdapat 1 guru yang butuh bimbingan dalam pengembangan minat siswa untuk
memecahkan masalah meliputi bidang: ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan/atau
humaniora

2.1.5. Menyesuaikan ruang lingkup materi pembelajaran

(1) Menyesuaikan dengan perkembangan siswa pada jenjang SD/MI yaitu pada konteks diri
sendiri, keluarga, sekolah, masyarakat dan lingkungan alam seki-tar, bangsa, dan negara.

(2) Menyesuaikan dengan perkembangan siswa pada jenjang SMP/MTs yaitu pada konteks
diri sendiri, keluarga, sekolah, masyarakat dan lingkungan alam sekitar, bangsa, negara, dan
kawasan regional.

(3) Menyesuaikan dengan perkembangan siswa pada jenjang SMA /SMK yaitu pada konteks
diri sendiri, keluarga, sekolah, masyarakat dan lingkungan alam sekitar, bangsa, negara,
kawasan regional, dan internasional.

Skor :

90

Jawaban : ( 25 )

Menyesuaikan dengan perkembangan siswa pada jenjang SD/MI yaitu pada konteks diri
sendiri, keluarga, sekolah, masyarakat dan lingkungan alam seki-tar, bangsa, dan negara akan
tetapi masih ada 1 guru perlu bimbingan untuk di kegiatan tersebut
2.2 Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan dikembangkan sesuai prosedur

2.2.1. Melibatkan pemangku kepentingan dalam pengembangan kurikulum

Sekolah

(1) memiliki tim yang bertugas mengembangkan kurikulum sekolah,

(2) meliputi seluruh guru mata pelajaran, konselor (guru Bimbingan dan Konseling), dan
komite sekolah atau penyelenggara pendidikan dibuktikan dengan dokumen penugasan dan

(3) memiliki pedoman pengembangan kurikulum yang diketahui tim pengembang kurikulum
sekolah sebagai dasar pengembangan.

Skor :

90

Jawaban : ( 26 )

SSekolah memiliki tim yang bertugas mengembangkan kurikulum sekolah, meliputi seluruh
guru mata pelajaran, konselor (guru Bimbingan dan Konseling), dan komite sekolah atau
penyelenggara pendidikan dibuktikan dengan dokumen penugasan dan memiliki pedoman
pengembangan kurikulum yang diketahui tim pengembang kurikulum sekolah sebagai dasar
pengembangan. Akan tetapi untuk sekolah kami belum memiliki guru bimbingan konselor.

2.2.2. Mengacu pada kerangka dasar penyusunan

Sekolah mengacu pada

(1) visi, misi, dan tujuan sekolah,


(2) organisasi muatan kurikuler sekolah,
(3) aturan beban belajar siswa dan beban kerja guru pada tingkat kelas,
(4) kalender pendidikan sekolah,
(5) silabus muatan atau mata pelajaran muatan lokal dan
(6) rencana pelaksanaan pembelajaran setiap muatan pembela-jaran.

Skor :

90

Jawaban : ( 27 )

Sekolah mengacu pada (1) visi, misi, dan tujuan sekolah, (2) organisasi muatan kurikuler
sekolah, (3) aturan beban belajar siswa dan beban kerja guru pada tingkat kelas, (4) kalender
pendidikan sekolah, (5) silabus muatan atau mata pelajaran muatan lokal dan (6) rencana
pelaksanaan pembelajaran setiap muatan pembela-jaran.
2.2.3. Melewati tahapan operasional pengembangan

Sekolah melewati

(1) tahapan analisis ketentuan peraturan perundang-undangan mengenai kurikulum; analisis


konteks untuk kebutuhan siswa, sekolah, dan lingkungan serta analisis ketersediaan sumber
daya pendidikan,

(2) tahapan Penyusunan kerangka dasar,

(3) tahapan penetapan yang dilakukan kepala sekolah berdasarkan hasil rapat dewan pendidik
sekolah dengan melibatkan komite sekolah serta

(4) tahapan pengesahan yang dilakukan oleh pemerintah daerah sesuai dengan
kewenangannya.

Skor :

90

Jawaban : ( 28 )

Sekolah melewati tahapan analisis ketentuanperaturan perundang-undangan mengenai


kurikulum; analisis konteks untuk kebutuhan siswa, sekolah, dan lingkungan serta analisis
ketersediaan sumber daya pendidikan, tahapan Penyusunan kerangka dasar, tahapan
penetapan yang dilakukan kepala sekolah berdasarkan hasil rapat dewan pendidik sekolah
dengan melibatkan komite sekolah serta tahapan pengesahan yang dilakukan oleh pemerintah
daerah sesuai dengan kewenangannya

2.2.4. Memiliki perangkat kurikulum tingkat satuan pendidikan yang dikembangkan

Sekolah memiliki perangkat

(1) Pedoman kurikulum;

(2) Pedoman muatan lokal;

(3) Pedoman kegiatan ektrakurikuler;

(4) Pedoman pembelajaran;

(5) Pedoman penilaian hasil belajar oleh pendidik;

(6) Pedoman sistem kredit semester;

(7) Pedoman bimbingan dan konseling;

(8) Pedoman evaluasi kurikulum;


(9) Pedoman pendampingan pelaksanaan kurikulum;

(10) Pedoman pendidikan kepramukaan yang dapat diakses oleh warga sekolah.

Skor :

90

Jawaban : ( 29 )

Sekolah memiliki perangkat (1) Pedoman kurikulum; Pedoman muatan lokal; Pedoman
kegiatan ektrakurikuler; Pedoman pembelajaran; Pedoman penilaian hasil belajar oleh
pendidik;; Pedoman bimbingan dan konseling; Pedoman evaluasi kurikulum; Pedoman
pendampingan pelaksanaan kurikulum; Akan tetapi sekolah tidak memiliki pedoman sistem
kredit semester.

2.3 Sekolah melaksanakan kurikulum sesuai ketentuan

2.3.1. Menyediakan alokasi waktu pembelajaran sesuai struktur kurikulum yang


berlaku

A. Sekolah jenjang SD menyediakan

(1) durasi sebanyak 35 menit untuk setiap satu jam pembelajaran;

(2) alokasi waktu Kelas I 30 jam pelajaran; Kelas II 32 jam pelajaran; Kelas III 34 jam
pelajaran; Kelas IV, V, dan VI 36 jam pelajaran untuk setiap minggu

(3) alokasi per semester Kelas I, II, III, IV, V 18-20 minggu; Kelas VI 18-20 minggu
(semester ganjil); 14-16 minggu (semester genap); dan

(4) Beban Belajar per tahun dialokasikan 36-40 minggu.

Skor :

90

Jawaban : ( 30 )

Sekolah jenjang SD menyediakan durasi sebanyak 35 menit untuk setiap satu jam
pembelajaran;alokasi waktu Kelas I 30 jam pelajaran; Kelas II 32 jam pelajaran; Kelas III 34
jam pelajaran; Kelas IV, V, dan VI 36 jam pelajaran untuk setiap minggu (3) alokasi per
semester Kelas I, II, III, IV, V 18-20 minggu; Kelas VI 18-20 minggu (semester ganjil); 14-
16 minggu (semester genap); dan (4) Beban Belajar per tahun dialokasikan 36-40 minggu .
B. Sekolah jenjang SMP menyediakan

(1) durasi sebanyak 40 menit untuk setiap satu jam pembelajaran;

(2) alokasi waktu Kelas VII, VIII dan IX 38 jam pelajaran untuk setiap minggu

(3) alokasi per semester Kelas VII dan VIII 18-20 minggu; Kelas IX 18-20 minggu (semester
ganjil); 14-16 minggu (semester genap);); dan

(4) Beban Belajar per tahun dialokasikan 36-40 minggu.

Skor :

Jawaban : ( 31 )

C. Sekolah jenjang SMA/SMK menyediakan

(1) durasi sebanyak 45 menit untuk setiap satu jam pembelajaran;

(2) alokasi waktu Kelas X 42 jam pelajaran; Kelas XI dan XII 44 jam pelajaran. [ Kelas X, XI
dan XII 48 jam pelajaran (khusus SMK)] untuk setiap minggu

(3) alokasi per semester Kelas X dan XI 18-20 minggu, Kelas XII 18-20 minggu (semester
ganjil); 14-16 minggu (semester genap); dan

(4) Beban Belajar per tahun dialokasikan 36-40 minggu

Skor :

Jawaban : ( 32 )

2.3.2. Mengatur beban belajar bedasarkan bentuk pendalaman materi

Bentuk pendalaman materi yang diatur berupa kegiatan pengarahan materi, penugasan
terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur.

(1) Beban belajar penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri untuk SD, paling banyak 40%
dari waktu kegiatan tatap muka mata pelajaran yang bersangkutan.

(2) Beban belajar penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri untuk SMP, paling banyak 50%
dari waktu kegiatan tatap muka mata pelajaran yang bersangkutan.

(3) Beban belajar penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri untuk SMA/SMK, maksimal
60% dari waktu kegiatan tatap muka mata pelajaran.

Skor :

90
Jawaban : ( 33 )

Bentuk pendalaman materi yang diatur berupa kegiatan pengarahan materi, penugasan
terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur. Beban belajar penugasan terstruktur dan
kegiatan mandiri untuk SD, paling banyak 40% dari waktu kegiatan tatap muka mata
pelajaran yang bersangku-tan

2.3.3. Menyelenggarakan aspek kurikulum pada muatan lokal

Menyelenggarakan minimal 2 dari 4 aspek yang disediakan untuk mata pelajaran seni
budaya, prakarya, dan kewirausahaan.

Skor :

90

Jawaban : ( 34 )

Menyelenggarakan minimal 2 dari 4 aspek yang disediakan untuk mata pela-jaran seni
budaya, prakarya, dan masih butuh bimbingan tentang kewirausahaan

2.3.4. Melaksanakan kegiatan pengembangan diri siswa

Sekolah

(1) menyediakan layanan ekstrakurikuler wajb yaitu Pendidikan Kepramukaan;

(2) terdapat program kegiatan ekstrakurikuler berupa kegiatan kagamaan, kegiatan krida,
latihan olahbakat dan latihan olah-minat;

(3) terdapat program kegiatan ekstrakurikuler berupa Kegiatan Ilmiah Remaja (KIR),
kegiatan penguasaan keilmuan dan kemampuan akademik, penelitian, kelompok pencinta
teknologi informasi dan komunikasi, rekayasa, dan lainnya

(4) terdapat pengalaman pembelajaran dalam bentuk praktik di laboratorium. penelitian


sederhana, studi wisata, seminar atau workshop, peragaan atau pameran, pementasan karya
seni dan lainnya dan

(5) menyediakan bimbingan karier

Skor :

90

Jawaban : ( 35 )

Sekolah menyediakan layanan ekstrakurikuler wajb yaitu Pendidikan Kepramukaan; terdapat


program kegiatan ekstrakurikuler berupa kegiatan kagamaan, kegiatan krida, latihan
olahbakat dan latihan olah-minat akan tetapi masih ada yang belum atau paham tentang
kegiatan ekstrakurikuler berupa Kegiatan Ilmiah Remaja (KIR), kegiatan penguasaan
keilmuan dan kemampuan akademik, penelitian, kelompok pencinta teknologi informasi dan
komunikasi, rekayasa, dan lainnya terdapat pengalaman pembelajaran dalam bentuk praktik
di laboratorium. penelitian sederhana, studi wisata, seminar atau workshop, peragaan atau
pameran,

3. Standar Proses

3.1 Sekolah merencanakan proses pembelajaran sesuai ketentuan

3.1.1 Mengacu pada silabus yang telah dikembangkan

Silabus dikembangkan dengan memuat komponen yang meliputi:

(1) identitas mata pelajaran,

(2) identitas sekolah,

(3) kompetensi inti,

(4) kompetensi dasar,

(5) materi pokok,

(6) kegiatan pembelajaran,

(7) penilaian,

(8) alokasi waktu,

(9) sumber belajar dan

(10) menjadi dasar pengembangan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran.

Skor :

80

Jawaban : ( 36 )

Silabus sudah sesuai dengan komponen nasional 1 – 8

3.1.2. Mengarah pada pencapaian kompetensi

Silabus dikembangkan
(1) berdasarkan Standar Kompetensi Lulusan dan Standar Isi untuk satuan pendidikan dasar
dan menengah sesuai dengan pola pembelajaran pada setiap tahun ajaran dan

(2) memuat

(a) Tujuan pembelajaran yang dirumuskan berdasarkan kompetensi dasar, dengan


menggunakan kata kerja operasional yang dapat diamati dan diukur, yang mencakup sikap,
pengetahuan, dan keterampilan;

(b) Kompetensi Dasar sesuai dengan silabus.

(c) Indikator pencapaian kompetensi mencakup pengetahuan, sikap dan ketrampilan.

(d) Materi dan metode pembelajaran yang menyesuaikan rumusan indikator pencapaian
kompetensi

Skor :

85

Jawaban : (37)

Silabus sudah sesuai dan dikembangkan dengan komponen dan semua indikator

3.1.3. Menyusun dokumen rencana dengan lengkap dan sistematis

Seluruh guru menyusun silabus

(1) setiap mata pelajaran yang diampunya,

(2) bekerjasama dengan Kelompok Kerja Guru (KKG), Musyawarah Guru Mata Pelajaran
(MGMP), Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP), atau Perguruan Tinggi

(3) menyusun RPP yang terdiri atas komponen Identitas sekolah, Identitas mata pelajaran,
Kelas/semester, Materi pokok, Alokasi waktu, Tujuan pembelajaran, Kompetensi dasar dan
indikator pencapaian kompetensi, Materi pembelajaran, Metode pembelajaran, Media
pembelajaran, Sumber belajar, Langkah-langkah pembelajaran dan Penilaian hasil
pembelajaran;

(4) disusun berdasarkan KD atau subtema yang dilaksanakan kali per-temuan atau lebih;

(5) memperhatikan prinsip penyusunan RPP.

Skor :

90
Jawaban :(38)

Seluruh guru menyusun silabus akan tetapi masih ada 1 guru yang belum menggunakan
media seperti guru maple

3.1.4. Mendapatkan evaluasi dari kepala sekolah dan pengawas sekolah

Dievaluasi oleh kepala sekolah dan pengawas dan memiliki dokumen evaluasi/telaah RPP.

Skor :

90

Jawaban (39)

Dievaluasi oleh kepala sekolah dan pengawas dan memiliki dokumen evaluasi/telaah RPP.

3.2 Proses pembelajaran dilaksanakan dengan tepat

3.2.1. Membentuk rombongan belajar dengan jumlah siswa sesuai ketentuan

Rasio siswa per rombel maksimum 28 siswa per rombel untuk SD, 32 siswa per rombel untuk
SMP dan 36 siswa per rombel untuk SMA/SMK.

Skor :

80

Jawaban : ( 40 )

Rasio siswa masih kurang dari rombel yaitu rata - rata 28/ rombel

3.2.2. Mengelola kelas sebelum memulai pembelajaran

Seluruh guru

(1) menjelaskan kepada siswa silabus mata pelajaran tiap awal semester;

(2) memulai sesuai dengan waktu yang dijadwalkan;

(3) menyiapkan siswa secara psikis dan fisik untuk mengikuti proses pembelajaran;

(4) memotivasi siswa belajar sesuai manfaat dan aplikasi materi ajar dalam kehidupan sehari-
hari;

(5) mengajukan pertanyaan yang mengaitkan pengetahuan sebelumnya dengan materi yang
akan dipelajari;
(6) menjelaskan tujuan pembelajaran atau kompetensi dasar yang akan dicapai; dan

(7) menyampaikan cakupan materi dan penjelasan uraian kegiatan sesuai silabus.

Skor :

85

Jawaban : ( 41 )

Semua pendidik sudah melaksanakan tahapan dalam pembelajaran

3.2.3. Mendorong siswa mencari tahu

Seluruh guru

(1) berpusat pada siswa;

(2) mengembangkan rasa keingintahuan dan pemahaman baru bedasarkan pertanyaan siswa
sendiri;

(3) menerapkan modus belajar berbasis penyingkapan/penelitian.

Skor :

90

Jawaban : ( 42 )

Semua pendidik mendorong siswa mencari tahu tetapi ada 1 guru yang belum mendorong
siswa untuk menerapkan modus belajar berbasis penyingkapan

3.2.4. Mengarahkan pada penggunaan pendekatan ilmiah

Seluruh guru mendorong siswa untuk

(1) melakukan pengamatan;

(2) mengajukan pertanyaan yang dapat dija-wab dengan pendekatan ilmiah;

(3) mengumpulkan informasi untuk menjawab per-tanyaan yang dikemukakan;

(4) menggunakan alat dan perlengkapan yang sesuai;

(5) untuk mengolah dan menganalisa data dan informasi yang telah dikumpulkan;

(6) menarik kesimpulan;


(7) memikirkan dengan kritis dan masuk akal untuk membuat penjelasan bedasarkan bukti
yang ditemukan

(8) menyampaikan dan mempertahankan hasil mereka kepada sesama siswa.

Skor :

85

Jawaban : ( 43 )

Semua pendidik mengarahkan pada penggunaan pendekatan ilmiah akan tetapi ada 3 siswa
per kelas yang belum berani dalam menyampaikan dan mempertahankan hasil kepada sesama
siswa.

3.2.5. Melakukan pembelajaran berbasis kompetensi

Seluruh guru

(1) berfokus pada hasil pembelajaran yang mampu ditunjukkan oleh siswa;

(2) memfasilitasi siswa yang mampu menunjukkan penguasaan hasil pembelajaran terkait KD
yang diharapkan untuk mencapai KD selanjutnya;

(3) menyediakan akses materi pembelajaran kepada siswa untuk dapat mengembangkan
kompetensi mereka secara mandiri;

(4) melakukan penilaian sumatif secara berkala untuk mengidentifikasi hasil pembelajaran
siswa

(5) fleksibel dalam lama ketuntasan pembelajaran setiap siswa dalam menguasai KD yang
diharapkan.

Skor :

85

Jawaban : ( 44 )

Semua pendidik melakukan pembelajaran berbasis kompetensi akan tetapi ada 2 guru yang
belum menuntaskan KD ysng diharapkan

3.2.6. Memberikan pembelajaran terpadu

(1) Pembelajaran tematik terpadu di SD disesuaikan dengan tingkat perkem-bangan siswa.

(2) Proses pembelajaran di SMP disesuaikan dengan karakteristik kompetensi yang mulai
memperkenalkan mata pelajaran dengan mempertahankan te-matik terpadu pada IPA dan
IPS.
(3) Karakteristik proses pembelajaran di SMASMK berbasis mata pelajaran

Skor :

90

Jawaban : ( 45 )

Semua pendidik sudah memberikan pembelajraan terpadu sesuai dengan tingkat


perkembangan di SD

3.2.7. Melaksanakan pembelajaran dengan jawaban yang kebenarannya multi dimensi;

Seluruh guru

(1) berfokus pada siswa;

(2) berperan sebagai fasilitator;

(3) bekerjasama dalam kelompok;

(4)memulai dengan memberikan permasalahan kepada siswa untuk dipecahkan atau


dipelajari lebih lanjut dalam bentuk skenario atau studi kasus yang menyerupai kehidupan
nyata;

(5) mengajak siswa melakukan penelitian yang diperlukan dan berdiskusi untuk berbagi dan
meringkas hasil temuan mereka dan menyajikan hasil kesimpulan yang berisikan satu atau
lebih solusi/jawaban atas hasil temuan atau bahkan tidak ada solusi/jawaban yang ditemukan.

Skor :

85

Jawaban : ( 46 )

Semua pendidik melaksanakan pembelajaran dengan jawaban yang kebenarannya multi


dimensi akan tetapi 2 guru belum mengajak siswa untuk melaksanakan penelitian

3.2.8. Melaksanakan pembelajaran menuju pada keterampilan aplikatif

Seluruh guru

(1) berfokus pada siswa dan karya/produk akhir yang dihasilkan;

(2) berperan sebagai fasilitator;

(3) mengajak siswa bekerjasama dalam kelompok;


(4) memulai dengan menentukan tujuan menciptakan karya/produk akhir dan men-
gidentifikasi penggunanya;

(5) mengajak siswa menyelesaikan karya/produk akhir, dan menunjukkan karya mereka dan
mengevaluasi penggunaannya.

Skor :

80

Jawaban : ( 47 )

Semua pendidik melaksanakan pembelajaran ketrampilan aplikatif tetapi ada 3 guru yang
belum bisa menyelesaikan produk akhir dan mengevaluasi penggunaannya.

3.2.9. Mengutamakan pemberdayaan siswa sebagai pembelajar sepanjang hayat

Seluruh guru

(1) mengajarkan pada siswa untuk lebih menyadari dan menghargai proses yang mereka lalui;

(2) menunjukkan bagaimana mengelola proses yang dilalui sebagai pembelaja-ran yang lebih
efektif untuk hidup mereka;

(3) membantu siswa untuk menyiapkan diri dalam menyusun strategi bagi diri mereka sendiri
untuk sukses mencapai tujuan mereka;

(4) Mengenalkan dalam merumuskan strategi, memonitor dan mengevaluasi atas


pembelajaran yang dilalui oleh siswa.

Skor :

90

Jawaban : ( 48 )

Semua pendidik mengutamakan pemberdayaan siswa sebagai pembelajar sepanjang hayat


akan tetapi banyak yang belum mampu merumuskan startegi

3.2.10. Menerapkan prinsip bahwa siapa saja adalah guru, siapa saja adalah siswa, dan
di mana saja adalah kelas.

Seluruh guru

(1) mengajak siswa berpastisipasi secara aktif;

(2) mengajak siswa belajar dalam kelompok-kelompok kecil;


(3) memberi kesempatan untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan yang mereka miliki;

(4) memberikan pekerjaan rumah yang menuntut siswa untuk berkolaborasi dengan
lingkungan keluarga dan masyarakat.

Skor :

90

Jawaban : ( 49 )

Semua guru menerapkan prinsip siapa saja adalah guru, siapa saja adalah siswa dan dimana
saja adalah kelas, akan tetapi ada 1 guru belum bisa berkolaborasi dengan lingkungan
masyarakat

3.2.11. Mengakui atas perbedaan individual dan latar belakang budaya siswa.

Seluruh guru

(1) memberikan penguatan dan umpan balik terhadap respon dan hasil belajar siswa selama
proses pembelajaran berlangsung;

(2) menyesuaikan pengaturan tempat duduk siswa dan sumber daya lain sesuai dengan
karakteristik;

(3) menyesuaikan materi pelajaran dengan kecepatan dan kemampuan belajar siswa.

Skor :

80

Jawaban : ( 50 )

Semua guru Mengakui atas perbedaan individual dan latar belakang budaya siswa. Akan
tetapi ada 2 guru yang belum melakukan strategi pendekatan bagaimana cara menyesuaikan
kecepatan kemampuan belajar siswa .

3.2.12. Menerapkan metode pembelajaran sesuai karakteristik siswa

Seluruh guru menerapkan metode pembelajaran antara lain:

(1) ceramah,

(2) demonstrasi,

(3) diskusi,

(4) belajar mandiri,


(5) simulasi,

(6) curah pendapat,

(7) studi kasus,

(8) seminar,

(9) tutorial,

(10) deduktif, dan

(11) induktif.

Skor :

90

Jawaban : ( 51 )

Semua guru Menerapkan metode pembelajaran sesuai karakteristik siswa akan tetapi ada 2
guru yang belum menerapkan metode deduktif dan induktif .

3.2.13. Memanfaatkan media pembelajaran dalam meningkatkan efisiensi dan


efektivitas pembelajaran

Seluruh guru memanfaatkan media pembelajaran berupa alat bantu proses pembelajaran
berupa hasil karya inovasi guru maupun yang sudah tersedia.

Skor :

85

Jawaban : ( 52 )

Semua guru Memanfaatkan media pembelajaran dalam meningkatkan efisiensi dan


efektivitas pembelajaran akan tetapi masih ada 2 guru yang bekum memanfaatan media
pembelajaran.

3.2.14. Menggunakan aneka sumber belajar

Sumber belajar dapat berupa:

(1) buku,

(2) media cetak dan elektronik,

(3) alam sekitar, atau


(4) sumber belajar lain yang relevan.

Skor :

90

Jawaban : ( 53 )

Semua guru Menggunakan aneka sumber belajar akan tetapi masih ada beberapa guru yang
belum menguasai TIK

3.2.15. Mengelola kelas saat menutup pembelajaran

Seluruh guru

(1) mengevaluasi seluruh rangkaian aktivitas pembelajaran dan hasil-hasil yang diperoleh
untuk selanjutnya secara bersama menemukan manfaat langsung maupun tidak langsung dari
hasil pembelajaran yang telah berlangsung;

(2) Memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran.

(3) Melakukan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pemberian tugas, baik tugas individual
maupun kelompok.

(4) Menginformasikan rencana kegiatan pembelajaran untuk pertemuan berikutnya dan

(5) mengakhiri pembelajaran sesuai jadwal yang ditetapkan.

Skor :

90

Jawaban : (54)

Semua guru Mengelola kelas saat menutup pembelajaran Akan tetapi masih banyak siswa
yang belum berani mengutarakan pendapat

3.3 Pengawasan dan penilaian otentik dilakukan dalam proses pembelajaran

3.3.2. Memanfaatkan hasil penilaian otentik

Guru memanfaatkan hasil penilaian otentik untuk

(1) merencanakan program remedial, pengayaan, atau pelayanan konseling;

(2) sebagai bahan untuk memperbaiki proses pembelajaran sesuai Standar Penilaian
Pendidikan.
Skor :

90

Jawaban : (55)

Semua guru Memanfaatkan hasil penilaian otentik melalui perencanaan remedial dan
pengayaan.

3.3.3. Melakukan pemantauan proses pembelajaran

Dilakukan

(1) oleh kepala satuan pendidikan dan pengawas secara berkala dan berkelanjutan;

(2) pada tahap perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian hasil pembelajaran serta

(3) melalui diskusi kelompok terfokus, pengamatan, pencatatan, perekaman, wawancara, dan
dokumentasi.

Skor :

90

Jawaban : (56)

Semua guru Melakukan pemantauan proses pembelajaran akan tepai masih ada 2 guru yang
belum melalui kegiatan perekaman wawancara ataupun dokumentasi

3.3.4. Melakukan supervisi proses pembelajaran kepada guru

Kepala sekolah/guru senior yangdiberi wewenang oleh kepla sekolah melakukan pengawasan
dalam bentuk supervisi proses pembelajaran terhadap guru

(1) setiap tahun;

(2) dibuktikan dengan memeriksa dokumen bukti pelaksanaan supervisi proses pembelajaran;

(3) dilakukan pada tahap perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian hasil pembelajaran yang

(4) ditindaklanjuti dengan cara: pemberian contoh, diskusi, konsultasi, atau pelatihan.

Skor :

90

Jawaban : (57)
Kepala Sekolah melakukan Melakukan supervisi proses pembelajaran kepada guru

3.3.5. Mengevaluasi proses pembelajaran

Evaluasi hasil pembelajaran

(1) dilakukan saat proses pembelajaran dan di akhir satuan pelajaran dengan

(2) menggunakan metode dan alat: tes lisan/perbuatan, dan tes tulis.

Skor :

85

Jawaban : (58)

Semua guru sudah mengevaluasi proses pembelajarn menggunaan metode tes lisan dan tulis

3.3.6. Menindaklanjuti hasil pengawasan proses pembelajaran

Hasil kegiatan pemantauan, supervisi, dan evaluasi proses pembelajaran

(1) disusun dalam bentuk laporan untuk kepentingan tindak lanjut pengembangan keprofesian
pendidik secara berkelanjutan;

(2) dilakukan dalam bentuk: Penguatan dan penghargaan kepada guru yang menunjukkan
kinerja yang memenuhi atau melampaui standar dan

(3) pemberian kesempatan kepada guru untuk mengikuti program Pengembangan


Keprofesian Berkelanjutan (PKB).

Skor :

90

Jawaban : (59)

Kepala sekolah Menindaklanjuti hasil pengawasan proses pembelajaran akan tetapi ada 2
guru yang belum mengikuti PKB

4. Standar Penilaian Pendidikan

4.1 Aspek penilaian sesuai ranah kompetensi

4.1.1. Mencakup ranah sikap, pengetahuan dan keterampilan

Penilaian dilakukan oleh pendidik untuk


(1) memperoleh informasi deskriptif mengenai perilaku siswa;

(2) mengukur penguasaan pengetahuan siswa dan

(3) mengukur kemampuan siswa menerapkan pengetahuan dalam melakukan tugas tertentu.

Skor :

90

Jawaban : (60)

Penilaian dilakukan oleh pendidik untuk memperoleh informasi deskriptif mengenai perilaku
siswa; mengukur penguasaan pengetahuan siswa dan masih ada 1 guru yang belum bisa
mengukur kemampuan siswa menerapkan pengetahuan dalam melakukan tugas tertentu.

4.1.2. Memiliki bentuk pelaporan sesuai dengan ranah

Hasil penilaian

(1) pencapaian pengetahuan dan keterampilan siswa disampaikan dalam bentuk angka
dan/atau deskripsi;

(2) aspek sikap dilakukan dengan mendeskripsikan perilaku siswa.

Skor :

90

Jawaban : (61)

Hasil penilaian pencapaian pengetahuan dan keterampilan siswa disampaikan dalam bentuk
angka dan/atau deskripsi; aspek sijap yang dilakukan dengan mendiskripsikan perilaku siswa.

4.2 Teknik penilaian obyektif dan akuntabel

4.2.1. Menggunakan jenis teknik penilaian yang obyektif dan akuntabel

Penilaian

(1) didasarkan pada prosedur penilaian, kriteria penilaian, dan dasar pengambilan keputusan

(2) dapat diketahui oleh pihak yang berkepentingan

(3) dapat dipertanggungjawabkan dalam bentuk laporan

Skor :

90
Jawaban : ( 62 )

Penilaian didasarkan pada prosedur penilaian, kriteria penilaian, dan dasar pengambilan
keputusan dapat diketahui oleh pihak yang berkepentingan dapat dipertanggungjawabkan
dalam bentuk laporan

4.2.2. Memiliki perangkat teknik penilaian lengkap

Instrumen penilaian yang digunakan oleh pendidik

(1) dalam bentuk penilaian berupa tes, pengamatan, penugasan perseorangan atau kelompok,
dan bentuk lain yang sesuai dengan karakteristik kompetensi dan tingkat perkembangan
siswa

(2) memenuhi persyaratan substansi, konstruksi, dan bahasa, serta memiliki bukti validitas
empirik

(3) Memiliki prosedur penilaian, kriteria penilaian, dan dasar pengambilan keputusan yang
dapat diketahui oleh pihak yang berkepentingan.

Skor :

90

Jawaban : (63)

Instrumen penilaian yang digunakan oleh pendidik dalam bentuk penilaian berupa tes,
pengamatan, penugasan perseorangan atau kelompok, dan bentuk lain yang sesuai dengan
karakteristik kompetensi dan tingkat perkembangan siswa memenuhi persyaratan substansi,
konstruksi, dan bahasa, serta memiliki bukti validitas empirik Memiliki prosedur penilaian,
kriteria penilaian, dan dasar pengambilan keputusan yang dapat diketahuioleh pihak yang
berkepentingan.

4.3 Penilaian pendidikan ditindaklanjuti

4.3.1. Menindaklanjuti hasil pelaporan penilaian

Ditindaklanjuti untuk

(1) memperbaiki proses pembelajaran;

(2) melakukan perbaikan dan/atau penjaminan mutu pendidikan pada tingkat satuan
pendidikan;

(3) menetapkan kriteria ketuntasan minimal serta kriteria dan/atau kenaikan kelas siswa.
Skor :

90

Jawaban : (64)

Ditindaklanjuti untuk memperbaiki proses pembelajaran; melakukan perbaikan dan/atau


penjaminan mutu pendidikan pada tingkat satuan pendidikan; menetapkan kriteria ketuntasan.

4.3.2. Melakukan pelaporan penilaian secara periodik

Sekolah

(1) melaporkan hasil belajar kepada orang tua siswa, komite sekolah , dan institusi di atasnya;

(2) menyampaikan kepada peserta-didik dan orang tua dalam bentuk rapor dan/atau paspor
keterampilan yang berisi tentang skor disertai dengan deskripsi capaian kompetensi

(3) memiliki dokumen laporan hasil penilaian pada setiap akhir semes-ter atau tahun dalam
bentuk laporan prestasi belajar siswa;

(4) melaporkan hasil penilaian pendidikan pada akhir semester dan akhir tahun ditetapkan
dalam rapat dewan pendidik .

Skor :

90

Jawaban : (65)

Sekolah melaporkan hasil belajar kepada orang tua siswa, komite sekolah , dan institusi di
atasnya; menyampaikan kepada peserta-didik dan orang tua dalam bentuk rapor dan/atau
paspor keterampilan yang berisi tentang skor disertai dengan deskripsi capaian kompetensi
memiliki dokumen laporan hasil penilaian pada setiap akhir semes-ter atau tahun dalam
bentuk laporan prestasi belajar siswa; melaporkan hasil penilaian pendidikan pada akhir
semester dan akhir tahun ditetapkan dalam rapat dewan pendidik .

4.4 Instrumen penilaian menyesuaikan aspek

4.4.1. Menggunakan instrumen penilaian aspek sikap

Penilaian aspek sikap dilakukan melalui observasi/pengamatan dan teknik penilaian lain yang
relevan.

Skor :

90
Jawaban : (66)

Penilaian aspek sikap dilakukan melalui observasi/pengamatan dan teknik penilaian lain yang
relevan

4.4.2. Menggunakan instrumen penilaian aspek pengetahuan

Penilaian aspek pengetahuan dilakukan melalui tes tertulis, tes lisan, dan penugasan sesuai
dengan kompetensi yang dinilai;

Skor :

90

Jawaban : (67)

Penilaian aspek pengetahuan dilakukan melalui tes tertulis, tes lisan, dan penugasan sesuai
kompetensi yang dinilai.

4.4.3. Menggunakan instrumen penilaian aspek keterampilan

Penilaian keterampilan dilakukan melalui praktik, produk, proyek, portofolio, dan/atau teknik
lain sesuai dengan kompetensi yang dinilai.

Skor :

90

Jawaban : (68)

Penilaian keterampilan dilakukan melalui praktik, produk, proyek, , dan/atau teknik lain
sesuai dengan kompetensi yang dinilai.

4.5 Penilaian dilakukan mengikuti prosedur

4.5.1. Melakukan penilaian berdasarkan penyelenggara sesuai prosedur

Terdapat penilaian hasil belajar

(1) oleh pendidik;

(2) oleh sekolah dan

(3) oleh pemerintah

Skor :

90
Jawaban : (69)

Terdapat penilaian hasil belajar oleh pendidik; oleh sekolah dan oleh pemerintah dan masih
ada 5 orang tua wali murid yang belum bisa mengakses penilaian tersebut

4.5.2. Melakukan penilaian berdasarkan ranah sesuai prosedur

Penilaian

A. aspek sikap dilakukan melalui tahapan:

(1) mengamati perilaku siswa selama pembelajaran;

(2) mencatat perilaku siswa dengan menggunakan lembar observasi/pengamatan;

(3) menindaklanjuti hasil pengamatan; dan

(4) mendeskripsikan perilaku siswa.

Skor :

90

Jawaban : ( 70 )

Penilaian [a] aspek sikap dilakukan melalui tahapan: mengamati perilaku siswa selama
pembelajaran;menindaklanjuti hasil pengamatan; dan mendeskripsikan perilaku siswa dan
masih ada 2 guru yang belum mencatat perilaku siswa dengan menggunakan lembar
observasi/pengamatan

B. aspek pengetahuan dilakukan melalui tahapan:

(1) menyusun perencanaan penilaian;

(2) mengembangkan instrumen penilaian;

(3) melaksanakan penilaian;

(4) memanfaatkan hasil penilaian; dan

(5) melaporkan hasil penilaian dalam bentuk angka dengan skala 0-100 dan deskripsi.

Skor :

90

Jawaban : (71)

aspek pengetahuan dilakukan melalui tahapan: menyusun perencanaan penilaian;


mengembangkan instrumen penilaian; melaksanakan penilaian; memanfaatkan hasil
penilaian; dan melaporkan hasil penilaian dalam bentuk angka dengan skala 0-100 dan
deskrips

C. aspek keterampilan dilakukan melalui tahapan:

(1) menyusun perencanaan penilaian;

(2) mengembangkan instrumen penilaian;

(3) melaksanakan penilaian;

(4) memanfaatkan hasil penilaian; dan

(5) melaporkan hasil penilaian dalam bentuk angka dengan skala 0-100 dan deskripsi.

Skor :

90

Jawaban : (72)

aspek keterampilan dilakukan melalui tahapan: menyusun perencanaan penilaian.

4.5.3. Menentukan kelulusan siswa berdasarkan pertimbangan yang sesuai

Kenaikan kelas dan kelulusan siswa dari satuan pendidikan

(1) ditetapkan melalui rapat dewan pendidik dan

(2) mepertimbangkan penyelesaian seluruh program pembelajaran; Ujian sekolah; Ujian


sekolah berstandar nasional, Penilaian sikap, Penilaian pengetahuan, dan Penilaian
keterampilan.

Skor :

85

Jawaban : (73)

Menentukan kenaikan kelas dan kelulusan merupakan hasil rapat dewan pendidik

5. Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan

5.1 Ketersediaan dan kompetensi guru sesuai ketentuan

5.1.1. Berkualifikasi minimal S1/D4


(1) Untuk SD harus memiliki kualifikasi akademik pendidikan minimum diploma empat (D-
IV) atau sarjana (S1) dalam bidang pendidikan SD/MI (D-IV/S1 PGSD/PGMI) atau psikologi
yang diperoleh dari program studi yang tera-kreditasi.

(2) Untuk SMP/SMA/SMK (pada kelompok mata pelajaran normatif dan adaptif) harus
memiliki kualifikasi akademik pendidikan minimum diploma empat (D-IV) atau sarjana (S1)
program studi yang sesuai dengan mata pelajaran yang diajarkan/diampu, dan diperoleh dari
program studi yang terakreditasi.

Skor :

90

Jawaban : (74)

Standar pendidik dan tenaga Kependidikan SD Minimum D IV atau S1

5.1.2. Rasio guru kelas terhadap rombongan belajar seimbang

(1) Guru pada SD terdiri atas guru kelas dan guru mata pelajaran yang penu-gasannya
ditetapkan oleh masing-masing satuan Pendidikan sesuai dengan keperluan serta rasio
minimal jumlah siswa adalah 20:1.

(2) Guru pada SMP dan SMA mengajar dengan rasio minimal jumlah siswa adalah 20:1.

(3) Guru pada SMK mengajar dengan rasio minimal jumlah siswa adalah 15:1.

Skor :

90

Jawaban : (75)

Rasio guru kelas terhadap rombongan belajar seimbang untuk SD jumlah siswa 20 : 1 Guru
SMP dan SMA mengajar dengan rasio minimal jumlah siswa 20 : 1 Untuk guru SMK
mengajar dengan rasio minimal 15:1

5.1.3. Tersedia untuk tiap mata pelajaran

(1) Guru mata pelajaran pada SD mencakup guru mata pelajaran agama dan akhlak mulia
serta guru mata pelajaran pendidikan jasmani, olah raga, dan kesehatan.

(2) Guru pada SMP dan SMA terdiri atas guru mata pelajaran yang penugasannya ditetapkan
oleh masing-masing satuan pendidikan sesuai dengan keperluan.

(3) Guru pada SMK terdiri atas guru mata pelajaran dan instruktur bidang kejuruan yang
penugasannya ditetapkan oleh masing-masing satuan pendidi-kan sesuai dengan keperluan.
Skor :

90

Jawaban : (76)

Setiap lembaga tersedia guru mapel agama dan PJOK

5.1.4. Bersertifikat pendidik

Guru memiliki sertifikat profesi guru sesuai jenjang pendidikannya

Skor :

30

Jawaban : ( 77 )

Guru memiliki sertifikat profesi guru sesuai jenjang pendidikannya tetapi masih ada 6 guru
yang belum mempunyai sertifikat pendidik guru

5.1.5. Berkompetensi pedagogik minimal baik

Guru memiliki nilai UKG baik yang mampu:

(1) mengintegrasikan karakteristik siswa dari aspek fisik, agama dan moral, sosial, kultural,
emosional, dan intelektual dalam pembelajaran;

(2) Memilih teori belajar dan prinsip-prinsip pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik
siswa;

(3) merancang kegiatan pembelajaran siswa berdasarkan kurikulum;

(4) menyelenggarakan pembelajaran yang mendidik;

(5) menggunakan teknologi informasi dan komunikasi serta bahan ajar untuk kepentingan
penyelenggaraan kegiatan pengembangan yang mendidik dan

(6) kompetensi pedagogik lainnya.

Skor :

90

Jawaban : (78)

Guru memiliki nilai UKG baik yang mampu: mengintegrasikan karakteristik siswa dari aspek
fisik, agama dan moral, sosial, kultural, emosional, dan intelektual dalam pembelajaran;
Memilih teori belajar dan prinsip-prinsip pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik
siswa; merancang kegiatan pembelajaran siswa berdasarkan kurikulum; menyelenggarakan
pembelajaran yang mendidik; menggunakan teknologi informasi dan komunikasi serta bahan
ajar untuk kepentingan penyelenggaraan kegiatan pengembangan yang mendidik dan
kompetensi pedagogik lainnya. Tetapi masih ada 2 guru yang memiliki nilai UKG kurang
baik

5.1.6. Berkompetensi kepribadian minimal baik

Guru memiliki nilai UKG baik yang mampu:

(1) bertindak sesuai dengan norma agama, hukum, sosial, dan kebudayaan nasional
Indonesia;

(2) menampilkan diri sebagai pribadi yang jujur, berakhlak mulia, dan teladan bagi siswa dan
masyarakat;

(3) menampilkan diri sebagai pribadi yang mantap, stabil, dewasa, arif, dan berwibawa;

(4) menunjukkan etos kerja, tanggung jawab yang tinggi, rasa bangga men-jadi guru, dan rasa
percaya diri;

(5) menjunjung tinggi kode etik profesi guru.

Skor :

90

Jawaban : (79)

Guru memiliki nilai UKG baik yang mampu: bertindak sesuai dengan norma agama, hukum,
sosial, dan kebudayaan nasional Indonesia; menampilkan diri sebagai pribadi yang jujur,
berakhlak mulia, dan teladan bagi siswa dan masyarakat; menampilkan diri sebagai pribadi
yang mantap, stabil, dewasa, arif, dan berwibawa; menunjukkan etos kerja, tanggung jawab
yang tinggi, rasa bangga men-jadi guru, dan rasa percaya diri; menjunjung tinggi kode etik
profesi guru. Tetapi masih ada3 guru yang memiliki nilai UKG kurang baik

5.1.7. Berkompetensi profesional minimal baik

Guru memiliki nilai UKG baik yang mampu:

(1) menguasai materi, struktur, konsep, dan pola pikir keilmuan yang men-dukung mata
pelajaran yang diampu;

(2) menguasai kompetensi inti dan kompetensi dasar mata pelajaran yang di-ampu;

(3) mengembangkan materi pembelajaran yang diampu secara kreatif;

(4) mengembangkan keprofesionalan secara berkelanjutan dengan melakukan tindakan


reflektif;
(5) memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk berkomunikasi dan
mengembangkan diri.

Skor :

90

Jawaban : (80)

Guru memiliki nilai UKG baik yang mampu: menguasai materi, struktur, konsep, dan pola
pikir keilmuan yang men-dukung mata pelajaran yang diampu; menguasai kompetensi inti
dan kompetensi dasar mata pelajaran yang di-ampu; mengembangkan materi pembelajaran
yang diampu secara kreatif; (4) mengembangkan keprofesionalan secara berkelanjutan
dengan melakukan tindakan reflektif; memanfaatkan akan tetapi ada 2 guru yang belum bisa
menggunakan Teknologi informasi

5.1.8. Berkompetensi sosial minimal baik

Guru memiliki nilai UKG baik yang mampu:

(1) komunikasi sesama guru dibuktikan melalui pengamatan asesor selama visitasi

(2) Komunikasi guru dengan tenaga kependidikan dibuktikan melalui pengamatan asesor
selama visitasi.

(3) Komunikasi guru dengan siswa dibuktikan melalui wawancara, observasi kelas, dan
melihat hasil supervisi kepala sekolah.

(4) Komunikasi guru dengan orangtua dibuktikan melalui dokumen pertemuan berkala guru
dengan orangtua dan catatan guru BK.

(5) Komunikasi guru dengan masyarakat dibuktikan melalui dokumen per-temuan guru
dengan masyarakat.

Skor :

85

Jawaban : (81)

Guru memiliki nilai kurang baik, saat mengikuti UKG nilainya masih dibawah standar

5.2 Ketersediaan dan kompetensi kepala sekolah sesuai ketentuan

5.2.1. Berkualifikasi minimal S1/D4

Memiliki kualifikasi akademik sarjana (S1) atau diploma empat (D-IV) kependidikan atau
nonkependidikan pada perguruan tinggi yang terakreditasi
Skor :

100

Jawaban : (82)

Menjadi KS Minimal berpendidikan S1

5.2.2. Berusia sesuai kriteria saat pengangkatan

Berusia setinggi tingginya 56 tahun saat diangkat sebagai kepala sekolah

Skor :

90

Jawaban : (83)

Karena menjadi Kepala Sekolah minim satu periode

5.2.3. Berpengalaman mengajar selama yang ditetapkan

Memiliki pengalaman mengajar sekurang-kurangnya 5 (lima) tahun menurut jenjang sekolah


masing-masing.

Skor :

80

Jawaban : (84)

Tujuannya sebagai kepala Sekolah bisa membina dalam pendidikan

5.2.4. Berpangkat minimal III/c atau setara

Memiliki pangkat serendah-rendahnya III/c bagi pegawai negeri sipil (PNS) dan bagi non-
PNS disetarakan dengan kepangkatan yang dikeluarkan oleh yayasan atau lembaga yang
berwenang.

Skor :

85

Jawaban : ( 85)

Untuk menjadi KS minimal berpangkat III C


5.2.5. Bersertifikat pendidik

Memiliki sertifikasi pendidik yang dikeluarkan oleh lembaga pendidik dan tenaga
kependidikan

Skor :

90

Jawaban : (86)

Bersertifikat pendidik merupakan syarat menjadi Kepala Sekolah

5.2.6. Bersertifikat kepala sekolah

Memiliki sertifikat kepala sekolah yang diterbitkan oleh lembaga yang ditetapkan Pemerintah

Skor :

90

Jawaban : (87)

Kepala Sekolah wajib memiliki sertifikat Kepala Sekolah

5.2.7. Berkompetensi kepribadian minimal baik

Hasil UKKS baik yang mampu

(1) berakhlak mulia,

(2) memiliki integritas kepribadian sebagai pemimpin.

(3) memiliki keinginan yang kuat dalam pengembangan diri sebagai kepala sekolah;

(4) bersikap terbuka dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsi;

(5) mengendalikan diri dalam menghadapi masalah dalam pekerjaan sebagai kepala sekolah;

(6) memiliki bakat dan minat jabatan sebagai pemimpin pendidikan.

Skor :

90
Jawaban : (88)

Hasil kompetensi kepribadian minimal baik, hasil UKKS baik dan mampu mengembangkan
diri sebagai kepala Sekolah

5.2.8. Berkompetensi manajerial minimal baik

Hasil UKKS baik yang mampu

(1) menyusun perencanaan sekolah untuk berbagai tingkatan perencanaan;

(2) mengembangkan organisasi sekolah sesuai dengan kebutuhan;

(3) memimpin sekolah dalam rangka pendayagunaan sumber daya sekolah secara optimal;

(4) mengelola perubahan dan pengembangan sekolah menuju organisasi pembelajar yang
efektif;

(5) menciptakan budaya dan iklim sekolah yang kondusif dan inovatif bagi pembelajaran
siswa;

(6) mengelola pendayagunaan sumber daya manusia secara optimal;

(7) melakukan monitoring, evaluasi, dan pelaporan pelaksanaan program kegiatan sekolah
dengan prosedur yang tepat, serta merencanakan tindak lanjutnya

(8) kompetensi manajerial lainnya

Skor :

90

Jawaban : (89)

Hasil UKKS baik mampu menyusun perencanaan sekolah mengembangkan organisasi


sekolah, memimpin sekolah, mengelola perubahan sekolah, menuju pembelajaran yang
efektif menciptakan budaya sekolah yang kondusif dan inofatif mengelola sumber daya yang
optimal

5.2.9. Berkompetensi kewirausahaan minimal baik

Hasil UKKS baik yang mampu

(1) menciptakan inovasi yang berguna bagi pengembangan sekolah;

(2) bekerja keras untuk mencapai keberhasilan sekolah sebagai organisasi pembelajar yang
efektif;

(3) memiliki motivasi yang kuat untuk sukses dalam melaksanakan tugas pokok dan
fungsinya sebagai pemimpin sekolah;
(4) pantang menyerah dan selalu mencari solusi terbaik dalam menghadapi kendala yang
dihadapi sekolah;

(5) memiliki naluri kewirausahaan dalam mengelola kegiatan produksi/jasa sekolah sebagai
sumber belajar siswa.

Skor :

90

Jawaban : (90)

Ukks baik mampu berinovasi dalam pengembangan sekolah, capaian keberhasilan sekolah
sebagai organisasi pembelajaran efektif, punya motivasi kuat untuk sukses dalam tupoksinya,
pantang putus asa mengatasi hambatan dan barnaluri kewirausahaan dalam kegiatan sekolah
sebagai sumber belajar

5.2.10. Berkompetensi supervisi minimal baik

Hasil UKKS baik yang mampu

(1) merencanakan program supervisi akademik dalam rangka peningkatan profesionalisme


guru;

(2) melaksanakan supervisi akademik terhadap guru dengan menggunakan pendekatan dan
teknik supervisi yang tepat;

(3) menindaklanjuti hasil supervisi akademik terhadap guru dalam rangka peningkatan
profesionalisme guru.

Skor :

85

Jawaban : (91)

Ukks baik mampu memperagakan supervisi akademik peningkatan profesi dapat meningkat
profesinya

5.2.11. Berkompetensi sosial minimal baik

Hasil UKKS baik yang mampu

(1) bekerja sama dengan pihak lain untuk kepentingan sekolah;

(2) berpartisipasi dalam kegiatan sosial kemasyarakatan dan

(3) memiliki kepekaan sosial terhadap orang atau kelompok lain.


Skor :

90

Jawaban : (92)

Hasil UKKS baik artinya mampu bekerja sama dengan pihak lain untuk kepentingan terhadap
kelompok lain

5.3 Ketersediaan dan kompetensi tenaga administrasi sesuai ketentuan

5.3.1. Tersedia Kepala Tenaga Administrasi

Memiliki kepala TAS (Tenaga Administrasi Sekolah).

Skor :

Jawaban : (93)

Belum memiliki Kepala TAS

5.3.2. Memiliki Kepala Tenaga Administrasi berkualifikasi minimal SMK/sederajat

(1) Kepala TAS SD berpendidikan minimal lulusan SMK atau yang sederajat, program studi
yang relevan dengan pengalaman kerja sebagai tenaga administrasi sekolah minimal 4
(empat) tahun.

(2) Kepala TAS SMP berpendidikan minimal lulusan D3 atau yang sederajat, pro-gram studi
yang relevan, dengan pengalaman kerja sebagai tenaga administrasi sekolah minimal 4
(empat) tahun

(3) Kepala TAS SMA/SMK berpendidikan S1 program studi yang relevan dengan
pengalaman kerja sebagai tenaga administrasi sekolah minimal 4 (empat) ta-hun, atau D3 dan
yang sederajat, program studi yang relevan, dengan pengalaman kerja sebagai tenaga
administrasi sekolah minimal 8 (delapan) tahun

Skor :

Jawaban : (94)

Belum memiliki Kepala TAS

5.3.3. Memiliki Kepala Tenaga Administrasi bersertifikat

Memiliki sertifikat kepala tenaga administrasi sekolah dari lembaga yang ditetapkan oleh
pemerintah.
Skor :

Jawaban : (95)

Belum memiliki Kepala TAS

5.3.4. Tersedia Tenaga Pelaksana Urusan Administrasi

Sekolah memiliki tenaga pelaksana urusan administrasi yang meliputi:

(1) Pelaksana Urusan Administrasi Kepegawaian diangkat apabila jumlah pendidik dan
tenaga kependidikan minimal 50 orang;

(2) Pelaksana Urusan Administrasi Keuangan;

(3) Pelaksana Urusan Administrasi Sarana dan Prasarana;

(4) Pelaksana Urusan Administrasi Hubungan Sekolah dengan Masyarakat diangkat apabila
sekolah memiliki minimal 9 (sembilan) rombongan belajar;

(5) Pelaksana Urusan Administrasi Persuratan dan Pengarsipan;

(6) Pelaksana Urusan Administrasi Kesiswaan diangkat apabila sekolah memiliki minimal 9
(sembilan) rombongan belajar

(7) Pelaksana Urusan Administrasi Kurikulum diangkat apabila sekolah memiliki minimal 12
rombongan belajar;

(8) Pelaksana Urusan Administrasi Umum untuk SD;

(9) Penjaga Sekolah;

(10) Tukang Kebun diangkat apabila luas lahan kebun minimal 500 m2.;

(11) Tenaga Kebersihan;

(12) Pengemudi diangkat apabila sekolah memiliki kendaraan roda empat;

(13) Pesuruh

Skor :

85

Jawaban : (96)

Tersedia administrasi keuangan, sarpras hubungan sekolah dengan masyarakat, persuratan,


pengarsipan, kesiswaan
5.3.5. Memiliki Tenaga Pelaksana Urusan Administrasi berpendidikan sesuai ketentuan

(1) Pelaksana Urusan Administrasi Kepegawaian berpendidikan minimal lulusan


SMA/MA/SMK/MAK atau yang sederajat,

(2) Pelaksana Urusan Administrasi Keuangan berpendidikan minimal lulusan SMK/MAK,


program studi yang relevan, atau SMA/MA dan memiliki sertfikat yang relevan.

(3) Pelaksana Urusan Administrasi Sarana dan Prasarana berpendidikan minimal lulusan
SMA/MA/SMK/MAK atau yang sederajat.

(4) Pelaksana Urusan Administrasi Hubungan Sekolah dengan Masyarakat ber-pendidikan


minimal lulusan SMA/MA/SMK/MAK atau yang sederajat.

(5) Pelaksana Urusan Administrasi Persuratan dan Pengarsipan berpendidikan minimal


lulusan SMK/MAK, program studi yang relevan.

(6) Pelaksana Urusan Administrasi Kesiswaan berpendidikan minimal lulusan


SMA/MA/SMK/MAK atau yang sederajat.

(7) Pelaksana Urusan Administrasi Kurikulum berpendidikan minimal lulusan


SMA/MA/SMK/MAK atau yang sederajat.

(8) Pelaksana Urusan Administrasi Umum untuk SD/MI/SDLB berpendidikan minimal


SMK/MAK/SMA/MA atau yang sederajat.

(9) Penjaga Sekolah berpendidikan minimal lulusan SMP/MTs atau sederajat.

(10) Tukang Kebun berpendidikan minimal lulusan SMP/MTs atau sederajat.

(11) Tenaga Kebersihan berpendidikan minimal lulusan SMP/MTs atau yang sede-rajat.

(12) Pengemudi berpendidikan minimal lulusan SMP/MTs atau yang sederajat, memiliki SIM
yang sesuai.

(13) Pesuruh berpendidikan minimal lulusan SMP/MTs atau yang sederajat.

Skor :

85

Jawaban : (97)

Pelaksanaan administrasi ke pegawaian SD Sudah memenuhi syarat Lulusan sudah sesuai


ketentuan Lulusan pelaksana sarpras sudah sesuai
5.3.6. Berkompetensi kepribadian minimal baik

Memiliki

(1) integritas dan akhlak mulia;

(2) etos kerja;

(3) mengendalikan diri;

(4) rasa percaya diri;

(5) fleksibilitas;

(6) ketelitian;

(7) kedisiplinan;

(8) kreativitas dan inovasi;

(9) tanggung jawab

Skor :

90

Jawaban : (98)

Memiliki integritas dan akhlak mulia; etos kerja; mengendalikan diri; rasa percaya diri;
fleksibilitas; ketelitian; kedisiplinan; kreativitas dan inovasi; tanggung jawab dan masih
terdapat 2 guru dan tenaga pendidik yang belum memliki kedisplinan

5.3.7. Berkompetensi sosial minimal baik

Kepala tenaga administrasi sekolah memiliki kompetensi:

(1) Bekerja sama dalam tim;

(2) memberikan layanan prima;

(3) memiliki kesadaran berorganisasi;

(4) berkomunikasi efektif;

(5) membangun hubungan kerja

Skor :

85
Jawaban : (99)

Kepala tenaga administrasi sekolah memiliki kompetensi: Bekerja sama dalam tim;
memberikan layanan prima; memiliki kesadaran berorganisasi; berkomunikasi efektif;
membangun hubungan kerja akan tetapi di SD tidak memilik Kepala Tenaga Administrasi
yang ada hanya operator sekolah

5.3.8. Berkompetensi teknis minimal baik

A. Kepala tenaga administrasi sekolah dan pelaksana urusan memiliki kompetensi:

(1) melaksanakan administrasi kepegawaian, keuangan, sarana dan prasarana, hubungan


sekolah dengan masyarakat, persuratan dan pengarsipan, kesiswaan, kurikulum, layanan
khusus;

(2) menerapkan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK).

Skor :

85

Jawaban : (100)

Kepala tenaga administrasi sekolah dan pelaksana urusan memiliki kompetensi:


melaksanakan administrasi kepegawaian, keuangan, sarana dan prasarana, hubungan sekolah
dengan masyarakat, persuratan dan pengarsipan, kesiswaan, kurikulum, layanan khusus;
menerapkan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK )Petugas layanan khusus memiliki
kompetensi: Menguasai kondisi keamanan sekolah; Menguasai teknik pengamanan sekolah;
Menerapkan prosedur operasi standar pengamanan sekolah; menguasai penggunaan peralatan
pertanian dan atau perkebunan , pemeliharaan tanaman, teknik-teknik kebersihan, teknik
mengemudi, teknik perawatan kendaraan,prosedur pengiriman dokumen dinas. akan tetapi di
SD tidak memilik Kepala Tenaga Administrasi yang ada hanya operator sekolah

B. Petugas layanan khusus memiliki kompetensi:

(1) Menguasai kondisi keamanan sekolah;

(2) Menguasai teknik pengamanan sekolah;

(3) Menerapkan prosedur operasi standar pengamanan sekolah;

(4) menguasai penggunaan peralatan pertanian dan atau perkebunan, pemeliharaan tanaman,
teknik-teknik kebersihan, teknik mengemudi, teknik perawatan kendaraan, prosedur
pengiriman dokumen dinas.

Skor :

85

Jawaban : (102)
Kepala tenaga administrasi sekolah dan pelaksana urusan memiliki kompetensi:
melaksanakan administrasi kepegawaian, keuangan, sarana dan prasarana, hubungan sekolah
dengan masyarakat, persuratan dan pengarsipan, kesiswaan, kurikulum, layanan khusus;
menerapkan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK )Petugas layanan khusus memiliki
kompetensi: Menguasai kondisi keamanan sekolah; Menguasai teknik pengamanan sekolah;
Menerapkan prosedur operasi standar pengamanan sekolah; menguasai penggunaan peralatan
pertanian dan atau perkebunan , pemeliharaan tanaman, teknik-teknik kebersihan, teknik
mengemudi, teknik perawatan kendaraan,prosedur pengiriman dokumen dinas. akan tetapi di
SD tidak memilik Kepala Tenaga Administrasi yang ada hanya operator sekolah

5.3.9. Berkompetensi manajerial minimal baik

Kepala tenaga administrasi sekolah memiliki kompetensi:

(1) mendukung pengelolaan standar nasional pendidikan;

(2) menyusun program dan laporan kerja;

(3) mengorganisasikan staf;

(4) mengembangkan staf;

(5) mengambil keputusan,

(6) menciptakan iklim kerja kondusif,

(7) mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya,

(8) membina staf,

(9) mengelola konflik,

(10) menyusun laporan

Skor :

85

Jawaban : (103)

Kepala tenaga administrasi belum memiliki yang ada hanya operator Sekolah

5.4 Ketersediaan dan kompetensi laboran sesuai ketentuan

5.4.1. Tersedia Kepala Tenaga Laboratorium

Sekolah memiliki kepala laboran


Skor :

Jawaban : (104)

Sekolah memiliki kepala laboran untuk tingkat SD tidak memiliki Laboran

5.4.2. Memiliki Kepala Tenaga Laboratorium berkualifikasi sesuai

Minimal sarjana (S1) untuk jalur guru/Minimal diploma tiga (D3) untuk jalur laboran/teknisi.

Skor :

Jawaban : (105)

Sekolah memiliki kepala laboran untuk tingkat SD tidak memiliki Laboran

5.4.3. Memiliki Kepala Tenaga Laboratorium bersertifikat

Memiliki sertifikat kepala laboratorium sekolah dari perguruan tinggi atau lembaga lain yang
ditetapkan oleh pemerintah.

Skor :

Jawaban : (106)

Sekolah memiliki kepala laboran untuk tingkat SD tidak memiliki Laboran

5.4.4. Tersedia Kepala Tenaga Laboratorium berpengalaman sesuai

Minimal 3 tahun sebagai pengelola praktikum untuk jalur guru dan minimal 5 tahun sebagai
laboran atau teknisi untuk jalur guru.

Skor :

Jawaban : (107)

Sekolah memiliki kepala laboran untuk tingkat SD tidak memiliki Laboran

5.4.5. Tersedia Tenaga Teknisi Laboran

Memiliki tenaga teknisi laboratorium


Skor :

Jawaban :(108)

Sekolah memiliki kepala laboran untuk tingkat SD tidak memiliki Laboran

5.4.6. Memiliki Tenaga Teknisi Laboran berpendidikan sesuai ketentuan

(1) Minimal lulusan program diploma dua (D2) yang relevan dengan peralatan laboratorium,
yang diselenggarakan oleh perguruan tinggi yang ditetapkan oleh pemerintah dan

(2) Memiliki sertifikat teknisi laboratorium sekolah dari perguruan tinggi atau lembaga lain
yang ditetapkan oleh pemerintah

Skor :

Jawaban : (109)

Sekolah memiliki kepala laboran untuk tingkat SD tidak memiliki Laboran

5.4.7. Tersedia Tenaga Laboran

Memiliki tenaga teknisi laboratorium

Skor :

Jawaban : (110)

Sekolah memiliki kepala laboran untuk tingkat SD tidak memiliki Laboran

5.4.8. Memiliki Tenaga Laboran berpendidikan sesuai ketentuan

(1) Minimal lulusan program diploma satu (D1) yang relevan dengan jenis laboratorium,
yang diselenggarakan oleh perguruan tinggi yang ditetapkan oleh pemerintah dan

(2) memiliki sertifikat laboran

Skor :

Jawaban : (111)

Sekolah memiliki kepala laboran untuk tingkat SD tidak memiliki Laboran


5.4.9. Berkompetensi kepribadian minimal baik

Memiliki kompetesi:

(1) menampilkan diri sebagai pribadi yang dewasa, mantap, dan berakhlak mulia dan

(2) menunjukkan komitmen terhadap tugas

Skor :

Jawaban : (112)

Sekolah memiliki kepala laboran untuk tingkat SD tidak memiliki Laboran

5.4.10. Berkompetensi sosial minimal baik

Memiliki kompetesi:

(1) bekerja sama dalam pelaksanaan tugas dan

(2) berkomunikasi secara lisan dan tulisan

Skor :

Jawaban : (113)

Sekolah memiliki kepala laboran untuk tingkat SD tidak memiliki Laboran

5.4.11. Berkompetensi manajerial minimal baik

Memiliki kompetesi:

(1) merencanakan kegiatan dan pengembangan laboratorium sekolah;

(2) mengelola kegiatan laboratorium sekolah;

(3) membagi tugas teknisi dan laboran laboratorium sekolah;

(4) memantau sarana dan prasarana laboratorium sekolah;

(5) mengevaluasi kinerja teknisi dan laboran serta kegiatan laboratorium sekolah

Skor :

0
Jawaban : (114)

Sekolah memiliki kepala laboran untuk tingkat SD tidak memiliki Laboran

5.4.12. Berkompetensi profesional minimal baik

Memiliki kompetesi:

(1) menerapkan gagasan, teori, dan prinsip kegiatan laboratorium sekolah;

(2) memanfaatkan laboratorium untuk kepentingan pendidikan dan penelitian di sekolah;

(3) menyiapkan kegiatan laboratorium sekolah;

(4) merawat peralatan dan bahan di laboratorium sekolah;

(5) merawat ruang laboratorium sekolah;

(6) mengelola bahan dan peralatan laboratorium sekolah;

(7) melayani kegiatan praktikum;

(8) menjaga kesehatan dan keselamatan kerja di laboratorium sekolah

Skor :

Jawaban : (115)

Sekolah memiliki kepala laboran untuk tingkat SD tidak memiliki Laboran

5.5 Ketersediaan dan kompetensi pustakawan sesuai ketentuan

5.5.1. Tersedia Kepala Tenaga Pustakawan

Memiliki kepala tenaga pustakawan

Skor :

Jawaban : (116)

Untuk SD Belum memiliki pustakawan hanya petugas perpus

5.5.2. Memiliki Kepala Tenaga Pustakawan berkualifikasi sesuai

(1) Serendah-rendahnya diploma empat (D4) atau sarjana (S1) untuk jalur guru
(2) Berkualifikasi diploma dua (D2) Ilmu Perpustakaan dan Informasi bagi pustakawan

(3) Berkualifikasi diploma dua (D2) non-Ilmu Perpustakaan dan Informasi bagi yang bukan
pustakawan

Skor :

80

Jawaban : (117)

Memiliki kepala tenaga pustakawan untuk SD hanya petugas perpus

5.5.3. Memiliki Kepala Tenaga Pustakawan bersertifikat

Memiliki sertifikat kompetensi pengelolaan perpustakaan sekolah dari lem-baga yang


ditetapkan oleh pemerintah untuk jalur guru dan yang bukan pustakawan

Skor :

80

Jawaban : (118)

Memiliki kepala tenaga pustakawan untuk SD hanya petugas perpus belum bersertifikat

5.5.4. Memiliki Kepala Tenaga Pustakawan berpengalaman sesuai

Minimal 3 tahun untuk guru dan minimal 4 tahun di perpustakaan sekolah untuk yang bukan
pustakawan

Skor :

80

Jawaban : (119)

Memiliki kepala tenaga pustakawan untuk SD hanya petugas perpus

5.5.5. Tersedia Tenaga Pustakawan

Memiliki sekurang-kurangnya satu tenaga perpustakaan sekolah

Skor :

80

Jawaban : (120)

Memiliki kepala tenaga pustakawan untuk SD hanya petugas perpus


5.5.6. Memiliki Tenaga Pustakawan berpendidikan sesuai ketentuan

(1) berkualifikasi SMA atau yang sederajat

(2) bersertifikat kompetensi pengelolaan perpustakaan sekolah dari lembaga yang ditetapkan
oleh pemerintah.

Skor :

85

Jawaban : (121)

berkualifikasi SMA atau yang sederajat bersertifikat kompetensi pengelolaan perpustakaan


sekolah dari lembaga yang ditetapkan oleh pemerintah.

5.5.7. Berkompetensi manajerial minimal baik

A. Kepala Tenaga pustakawan memiliki kompetensi:

(1) Memimpin tenaga perpustakaan sekolah;

(2) Merencanakan program perpustakaan sekolah;

(3) Melaksanakan program perpustakaan sekolah;

(4) Memantau pelaksanaan program perpustakaan sekolah;

(5) Mengevaluasi program perpustakaan sekolah;

Skor :

85

Jawaban : (122)

Memiliki kepala tenaga pustakawan untuk SD hanya petugas perpus

B. Tenaga pustakawan memiliki kompetensi:

(1) Melaksanakan kebijakan;

(2) Melakukan perawatan koleksi;

(3) Melakukan pengelolaan anggaran dan keuangan

Skor :

85
Jawaban : (123)

Memiliki kepala tenaga pustakawan untuk SD hanya petugas perpus yang berkompetensi

5.5.8. Berkompetensi pengelolaan informasi minimal baik

Memiliki kompetensi:

(1) Mengembangkan koleksi perpustakaan sekolah;

(2) Mengorganisasi informasi;

(3) Memberikan jasa dan sumber informasi;

(4) Menerapkan teknologi informasi dan komunikasi

Skor :

85

Jawaban : (124)

Memiliki kepala tenaga pustakawan untuk SD hanya petugas perpus yang berkomptensi

5.5.9. Berkompetensi kependidikan minimal baik

Memiliki kompetensi:

(1) Memiliki wawasan kependidikan;

(2) Mengembangkan keterampilan memanfaatkan informasi;

(3) Mempromosikan perpustakaan;

(4) memberikan bimbingan literasi informasi

Skor :

80

Jawaban : (125)

Memiliki kepala tenaga pustakawan untuk SD hanya petugas perpus yang berkomptensi

5.5.10. Berkompetensi kepribadian minimal baik

Memiliki kompetensi:

(1) Memiliki integritas yang tinggi dan


(2) Memiliki etos kerja yang tinggi

Skor :

80

Jawaban : (126)

Memiliki kepala tenaga pustakawan untuk SD hanya petugas perpus yang berkomptensi

5.5.11. Berkompetensi sosial minimal baik

Memiliki kompetensi:

(1) Membangun Hubungan sosial dan

(1) Membangun Komunikasi

Skor :

80

Jawaban : (127)

Memiliki kepala tenaga pustakawan untuk SD hanya petugas perpus yang berkomptensi

5.5.12. Berkompetensi pengembangan profesi minimal baik

Memiliki kompetensi:

(1) Mengembangkan ilmu,

(2) Menghayati etika profesi,

(3) Menunjukkan kebiasaan membaca

Skor :

80

Jawaban : (128)

Memiliki kepala tenaga pustakawan untuk SD hanya petugas perpus yang berkomptensi

6. Standar Sarana dan Prasarana Pendidikan

6.1 Kapasitas daya tampung sekolah memadai

6.1.1. Memiliki kapasitas rombongan belajar yang sesuai dan memadai


(1) Satu SD/MI memiliki minimum 6 rombongan belajar dan maksimum 24 rom-bongan
belajar.

(2) Satu SMP/MTs memiliki minimum 3 rombongan belajar dan maksimum 24 rombongan
belajar.

(3) Satu SMA/MA memiliki minimum 3 rombongan belajar dan maksimum 27 rombongan
belajar.

(4) Satu SMK/MAK memiliki sarana dan prasarana yang dapat melayani minimum 3
rombongan belajar dan maksimum 48 rombongan belajar.

Skor :

90

Jawaban : (129)

Satu SD/MI memiliki minimum 6 rombongan belajar

6.1.2. Rasio luas lahan sesuai dengan jumlah siswa

Luas lahan minimum

(1) dapat menampung sarana dan prasarana untuk melayani jumlah rombongan belajar
minimum,

(2) memenuhi ketentuan rasio minimum luas lahan terhadap siswa,

(3) adalah seratus per tiga puluh dikalikan luas lantai dasar bangunan ditambah infrastruktur,
tempat bermain/berolahraga/upacara, dan luas lahan praktik.

Skor :

90

Jawaban : (130)

Luas lahan minimum dapat menampung sarana dan prasarana untuk melayani jumlah
rombongan belajar minimum, memenuhi ketentuan rasio minimum luas lahan terhadap siswa,
adalah seratus per tiga puluh dikalikan luas lantai dasar bangunan ditambah infrastruktur,
tempatbermain/berolahraga/upacara, dan luas lahan praktik.

6.1.3. Kondisi lahan sekolah memenuhi persyaratan

Lahan

(1) terhindar dari potensi bahaya yang mengancam kesehatan dan keselamatan jiwa, serta
memiliki akses untuk penyelamatan dalam keadaan darurat,
(2) Kemiringan rata-rata kurang dari 15%, tidak berada di dalam garis sem-padan sungai dan
jalur kereta api,

(3) terhindar dari gangguan-gangguan pencemaran air, kebisingan dan pencemaran udara,

(4) memiliki status hak atas tanah, dan/atau memiliki izin pemanfaatan dari pemegang hak
atas tanah sesuai ketentuan peraturan perundang-un-dangan yang berlaku untuk jangka waktu
minimum 20 tahun.

Skor :

90

Jawaban : (131)

Lahan terhindar dari potensi bahaya yang mengancam kesehatan dan keselamatan jiwa, serta
memiliki akses untuk penyelamatan dalam keadaan darurat, Kemiringan rata-rata kurang dari
15%, tidak berada di dalam garis sem-padan sungai dan jalur kereta api, terhindar dari
gangguan-gangguan pencemaran air, kebisingan dan pencemaran udara, memiliki status hak
atas tanah, dan/atau memiliki izin pemanfaatan akan tetapi SD Kami terletak di jalan
Kabuptaen sehingga terjadi kebisingan waktu kegiatan belajar-mengajar

6.1.4. Rasio luas bangunan sesuai dengan jumlah siswa

Luas lantai bangunan

(1) dihitung berdasarkan banyak dan jenis program keahlian, serta banyak rombongan belajar
di masing-masing program keahlian dan

(2) memenuhi ketentuan rasio minimum luas lantai terhadap siswa.

Skor :

90

Jawaban : (132)

Luas lantai bangunan dihitung berdasarkan banyak dan jenis program keahlian, serta banyak
rombongan belajar di masing-masing program keahlian dan memenuhi ketentuan rasio
minimum luas lantai terhadap siswa

6.1.5. Kondisi bangunan sekolah memenuhi persyaratan

Tata bangunan

(1) dengan koefisien dasar bangunan tidak melebihi 30 %, koefisien lantai bangunan,
koefisien ketinggian maksimum dan jarak bebas bangunan sesuai Peraturan Daerah,

(2) memenuhi persyaratan keselamatan memiliki konstruksi yang stabil, kukuh, tahan gempa
dan kekuatan alam lainnya,
(3) dilengkapi sistem proteksi pasif dan/atau proteksi aktif untuk mencegah dan
menanggulangi bahaya kebakaran dan petir,

(4) memenuhi persyaratan kesehatan,

(5) memenuhi persyaratan kenyamanan,

(6) dilengkapi sistem keamanan

(7) dilengkapi instalasi listrik dengan daya minimum 900 watt untuk SD, 1300 watt untuk
SMP dan SMA serta 2200 watt untuk SMK.

(8) dapat bertahan minimum 20 tahun

(9) dilengkapi izin mendirikan bangunan dan izin penggunaan sesuai ketentuan peraturan
perundang-undangan yang berlaku

(10) Pemeliharaan ringan dan pemeliharaan berat dilakukan berkala.

Skor :

90

Jawaban : (133)

Tata bangunan dengan koefisien dasar bangunan tidak melebihi 30 %, koefisien lantai
bangunan, koefisien ketinggian maksimum dan jarak bebas bangunan sesuai Peraturan
Daerah, memenuhi persyaratan keselamatan memiliki konstruksi yang stabil, kukuh, tahan
gempa dan kekuatan alam lainnya, dilengkapi sistem proteksi pasif dan/atau proteksi aktif
untuk mencegah dan menanggulangi bahaya kebakaran dan petir, memenuhi persyaratan
kesehatan, memenuhi persyaratan kenyamanan, dilengkapi sistem keamanan dilengkapi
instalasi listrik dengan daya minimum 900 watt untuk SD, 1300 watt untuk SMP dan SMA
serta 2200 watt untuk SMK. dapat bertahan minimum 20 tahun dilengkapi izin mendirikan
bangunan dan izin penggunaan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku
Pemeliharaan ringan dan pemeliharaan berat dilakukan berkala. Akan tetapi masih ada 3
bangunan yang kurang layak dikarenakan masih mengggunakan atap asbes dan beton yang
sudah mengelupas

6.1.6. Memiliki ragam prasarana sesuai ketentuan

A. Ruang pembelajaran umum meliputi:

(1) Memiliki ruang kelas;

(2) Memiliki laboratorium IPA untuk SD, SMP dan SMK;

(3) Memiliki ruang perpustakaan;

(4) Memiliki tempat bermain/lapangan;


(5) Memiliki laboratorium biologi untuk SMA dan SMK;

(6) Memiliki laboratorium fisika untuk SMA dan SMK

(7) Memiliki laboratorium kimia untuk SMA dan SMK

(8) Memiliki laboratorium komputer untuk SMA dan SMK;

(9) Memiliki laboratorium bahasa untuk SMA dan SMK.

Skor :

85

Jawaban : (134)

Ruang pembelajaran umum meliputi: Memiliki ruang kelas; (2) Memiliki laboratorium IPA
untuk SD, SMP dan SMK; akan tetapi untuk SD belum ada laboratorium IPA ( tempat )
untuk semua alat di taruh diperpus

B. Ruang penunjang meliputi:

(1) ruang pimpinan;

(2) ruang guru;

(3) ruang UKS;

(4) tempat ibadah;

(5) jamban;

(6) gudang;

(7) ruang sirkulasi;

(8) ruang tata usaha untuk SMP, SMA dan SMK;

(9) ruang konseling untuk SMP, SMA dan SMK;

(10) ruang organisasi kesiswaan untuk SMP, SMA dan SMK;

(11) kantin;

(12) tempat parkir;

(13) unit kewirausahaan dan bursa kerja untuk SMK

Skor :
90

Jawaban : (135)

Ruang pembelajaran umum meliputi: Memiliki ruang kelas; (2) Memiliki laboratorium IPA
untuk SD, SMP dan SMK; akan tetapi untuk SD belum ada laboratorium IPA ( tempat )
untuk semua alat di taruh diperpus

6.2 Sekolah memiliki sarana dan prasarana pembelajaran yang lengkap dan layak

6.2.1. Memiliki ruang kelas sesuai standar

(1) Jumlah minimum ruang kelas sama dengan banyak rombongan belajar kecuali untuk
SMK adalah 60% dari jumlah rombongan belajar;

(2) rasio minimum luas ruang kelas adalah 2 m2/siswa.

Skor :

85

Jawaban : (136)

Jumlah minimum ruang kelas sama dengan banyak rombongan belajar kecuali untuk SMK
adalah 60% dari jumlah rombongan belajar; (2) rasio minimum luas ruang kelas adalah 2
m2/siswa.

[Link] laboratorium IPA sesuai standar

[Hanya untuk SD, SMP dan SMK]

Sekolah menyediakan laboratorium IPA yang

(1) dapat menampung minimum satu rombongan belajar, kecuali SMK cukup menampung
setengah rombongan belajar;

(2) rasio minimum luas ruang laboratorium IPA untuk SMP adalah 2,4 m2/siswa dan untuk
SMK adalah 3 m2/siswa;

(3) tersedia air bersih.

Skor :

90

Jawaban : (137)

Hanya untuk SD, SMP dan SMK] Sekolah menyediakan laboratorium IPA yang (1) dapat
menampung minimum satu rombongan belajar, akan tetapi untuk SD Belum memiliki Lab
IPA
6.2.3. Memiliki ruang perpustakaan sesuai standar

Sekolah menyediakan ruang perpustakaan yang

(1) Luas minimum sama dengan luas uang kelas, kecuali SMK minimum 96 m2;

(2) terletak di bagian sekolah yang mudah dicapai sekelompok ruang kelas;

(3) dilengkapi sarana terdiri dari: buku, perabot, media pendidikan, perlengkapan lainnya.

Skor :

90

Jawaban : (138)

Sekolah menyediakan ruang perpustakaan yang Luas minimum sama dengan luas uang kelas,
kecuali SMK minimum 96 m2; terletak di bagian sekolah yang mudah dicapai sekelompok
ruang kelas; dilengkapi sarana terdiri dari: buku, perabot, media pendidikan, perlengkapan
lainnya. Akan tetapi belum ada penambahan buku baru

6.2.4. Memiliki tempat bermain/lapangan sesuai standar

Sekolah menyediakan tempat bermain/lapangan yang

(1) rasio minimum 3 m2/siswa;

(2) terdapat ruang bebas untuk tempat berolahraga;

(3) sebagian ditanami pohon penghijauan;

(4) berada pada tempat yang tidak mengganggu proses pembelajaran di kelas;

(5) tidak digunakan untuk tempat parkir;

(6) dilengkapi sarana peralatan Pendidikan dan perlengkapan lain minimal yang tersedia
dalam jumlah minimal sesuai deskripsi kondisinya.

Skor :

90

Jawaban : (139)

Sekolah menyediakan tempat bermain/lapangan yang (1) rasio minimum 3 m2/siswa; (2)
terdapat ruang bebas untuk tempat berolahraga; (3) sebagian ditanami pohon penghijauan; (4)
berada pada tempat yang tidak mengganggu proses pembelajaran di kelas; (5) tidak
digunakan untuk tempat parkir; (6) dilengkapi sarana peralatan Pendidikan dan perlengkapan
lain minimal yang tersedia dalam jumlah minimal sesuai deskripsi kondisinya. Akan tetapi
masih ada sarana yang belum lengkap di kegiatan Outdor daikarenakan luas lahan yang
kurang memadai

6.2.5. Memiliki laboratorium biologi sesuai standar

[Hanya untuk SMA dan SMK]

Menampung

(1) minimum setengah rombongan belajar SMK dan minimum satu rombongan belajar SMA
dan

(2) rasio minimum 2,4 m2/siswa SMK dan 3 m2/siswa SMK;

(3) dilengkapi sarana perabot; peralatan pendidikan, media Pendidian; dan perlengkapan lain
minimal yang tersedia dalam jumlah minimal sesuai deskripsi kondisinya.

Skor :

Jawaban : (140)

6.2.6. Memiliki laboratorium fisika sesuai standar

[Hanya untuk SMA dan SMK]

(1) Dapat menampung minimum setengah rombongan belajar SMK dan minimum satu
rombongan belajar SMA dan

(2) rasio minimum 2,4 m2/siswa SMA dan 3 m2/siswa SMK;

(3) dilengkapi sarana perabot; peralatan pendidikan, media Pendidian; Bahan habis pakai; dan
perlengkapan lain minimal yang tersedia dalam jumlah minimal sesuai deskripsi kondisinya.

Skor :

Jawaban : (141)

6.2.7. Memiliki laboratorium kimia sesuai standar

[Hanya untuk SMA dan SMK]

(1) Dapat menampung minimum satu rombongan belajar SMA dan minimum setengah
rombongan belajar SMK;

(2) rasio minimum 2,4 m2/siswa SMA dan 3 m2/siswa SMK;

(3) dilengkapi sarana perabot; peralatan pendidikan, media Pendidian; Bahan habis pakai; dan
perlengkapan lain minimal yang tersedia dalam jumlah minimal sesuai deskripsi kondisinya.
Skor :

Jawaban : (142)

6.2.8. Memiliki laboratorium komputer sesuai standar

[Hanya untuk SMA dan SMK]

Sekolah menyediakan laboratorium komputer yang

(1) dapat menampung minimum satu rombongan belajar yang bekerja dalam ke-lompok per 2
siswa SMA dan minimum setengah rombongan belajar;

(2) rasio minimum 2 m2/siswa SMA dan 3 m2/siswa SMK;

(3) luas minimum 30 m2 untuk SMA dan 64 m2 termasuk luas ruang penyimpanan dan
perbaikan 16 m2 bagi SMK;

(4) lebar minimum 5 m untuk SMA dan 8 m untuk SMK;

(5) dilengkapi sarana, meliputi: Perabot, Peralatan pendidikan; Media Pendidikan;


Perlengkapan.

Skor :

Jawaban : (143)

6.2.9. Memiliki laboratorium bahasa sesuai standar

[Hanya untuk SMA dan SMK]

A. Sekolah menyediakan laboratorium bahasa yang

(1) dapat menampung minimum satu rombongan belajar SMA dan minimum setengah
rombongan SMK,

(2) rasio minimum 2 m2/siswa SMA dan 3 m2/siswa SMK,

(3) luas minimum 30 m2 untuk SMA dan 64 m2 untuk SMK,

(4) lebar minimum 5 m untuk SMA dan minimimum 8 m untuk SMK,

Skor :

Jawaban : (144)

B. dilengkapi sarana meliputi:

(1) Perabot minimal yang tersedia dalam rasio minimal jumlah per siswa sesuai deskripsi
kondisinya,
(2) Peralatan pendidikan minimal yang tersedia dalam rasio minimal jumlah per siswa sesuai
deskripsi kondisinya,

(3) Media pendidian minimal yang tersedia dalam jumlah minimal sesuai deskripsi
kondisinya,

(4) Perlengkapan lain minimal yang tersedia dalam jumlah minimal sesuai deskripsi
kondisinya.

Skor :

Jawaban : (145)

6.2.10. Kondisi ruang kelas layak pakai

Kondisi ruang kelas termasuk dalam kategori baik dalam sistem Dapodik

Skor :

90

Jawaban : (146)

Kondisi ruang kelas termasuk dalam kategori baik dalam sistem Dapodik akan tetapi masih
ada 3 kelas yang kurang memadai

6.2.11. Kondisi laboratorium IPA layak pakai

Kondisi laboratorium IPA termasuk dalam kategori baik dalam sistem Dapodik

Skor :

Jawaban : (147)

6.2.12. Kondisi ruang perpustakaan layak pakai

Kondisi ruang perpustakaan termasuk dalam kategori baik dalam sistem Dapodik

Skor :

85

Jawaban : (148)

Kondisi ruang perpustakaan termasuk dalam kategori baik dalam sistem Dapodik akan tetapi
kurangnya fasilitas di dalam perpustakaan

6.2.13. Kondisi tempat bermain/lapangan layak pakai

Kondisi tempat bermain/lapangan termasuk dalam kategori baik dalam sistem Dapodik
Skor :

Jawaban : (149)

6.2.14. Kondisi laboratorium biologi layak pakai

Kondisi laboratorium biologi termasuk dalam kategori baik dalam sistem Dapodik

Skor :

Jawaban : (150)

6.2.15. Kondisi laboratorium fisika layak pakai

Kondisi laboratorium fisika termasuk dalam kategori baik dalam sistem Dapodik

Skor :

Jawaban : (151)

6.2.16. Kondisi laboratorium kimia layak pakai

Kondisi laboratorium kimia termasuk dalam kategori baik dalam sistem Dapodik

Skor :

Jawaban : (152)

6.2.17. Kondisi laboratorium komputer layak pakai

Kondisi laboratorium komputer termasuk dalam kategori baik dalam sistem Dapodik

Skor :

Jawaban : (153)

6.2.18. Kondisi laboratorium bahasa layak pakai

Kondisi laboratorium bahasa termasuk dalam kategori baik dalam sistem Dapodik

Skor :

Jawaban : (154)

6.3 Sekolah memiliki sarana dan prasarana pendukung yang lengkap dan layak

6.3.1. Memiliki ruang pimpinan sesuai standar

Sekolah menyediakan ruang pimpinan dengan


(1) luas minimum 12 m2 kecuali untuk SMK adalah 18 m2;

(2) lebar minimum 3 m;

(3) mudah diakses oleh guru dan tamu sekolah, dapat dikunci dengan baik;

Dilengkapi sarana perabot dan perlengkapan lain minimal yang tersedia dalam jumlah
minimal sesuai deskripsi kondisinya.

Skor :

85

Jawaban : (155)

Sekolah belum menyediakan ruang pimpinan dengan (1) luas minimum 12 m2 kecuali
untuk SMK adalah 18 m2; (2) lebar minimum 3 m; (3) mudah diakses oleh guru dan
tamu sekolah, dapat dikunci dengan baik; Dilengkapi sarana perabot dan perlengkapan
lain minimal yang tersedia dalam jumlah minimal sesuai deskripsi kondisinya akan
tetapi luas ruang pimpinan kurang dari 12 M2

6.3.2. Memiliki ruang guru sesuai standar

Sekolah menyediakan ruang guru dengan

(1) rasio minimum luas ruang guru 4 m2/pendidik;

(2) luas minimum: Untuk SD 32 m2. Untuk SMP 48 m2. Untuk SMA 72 m2. Untuk SMK 56
m2.

(3) mudah dicapai dari halaman sekolah ataupun dari luar lingkungan sekolah, serta dekat
dengan ruang pimpinan;

(4) dilengkapi sarana perabot dan perlengkapan lain minimal yang tersedia dalam jumlah
minimal sesuai deskripsi kondisinya.

Skor :

85

Jawaban : (156)

Sekolah menyediakan ruang guru dengan rasio minimum luas ruang guru 4 m2/pendidik; (2)
luas minimum: Untuk SD 32 m2. Untuk SMP 48 [Link] SMA 72 m2. Untuk SMK 56 m2.
mudah dicapai dari halaman sekolah ataupun dari luar lingkungan sekolah, serta dekat
dengan ruang pimpinan; dilengkapi sarana perabot akan tetapi untuk luas guru masih belum
terpenuhi dikarenakan jumlah guru dan sarana di kantor

6.3.3. Memiliki ruang UKS sesuai standar


Sekolah menyediakan ruang UKS dengan

(1) luas minimum 12 m2;

(2) dapat dimanfaatkan sebagai ruang konseling untuk SD;

(3) dilengkapi sarana perabot dan perlengkapan lain minimal yang tersedia dalam jumlah
minimal sesuai deskripsi kondisinya.

Skor :

90

Jawaban : (157)

Sekolah menyediakan ruang UKS dengan luas minimum 12 m2; dapat dimanfaatkan sebagai
ruang konseling untuk SD; dilengkapi sarana perabot dan perlengkapan lain minimal yang
tersedia dalam jumlah minimal sesuai deskripsi kondisinya. Akan tetapi ruang UKS yang ada
di SD belum memenuhi standar dikarena terbatasnya lahan

6.3.4. Memiliki tempat ibadah sesuai standar

Sekolah menyediakan tempat ibadah dengan

(1) jumlah sesuai dengan kebutuhan;

(2) luas minimum 12 m2 kecuali SMK luas minimum adalah 24 m2;

(3) dilengkapi sarana antara lain: lemari/rak 1 buah, Perlengkapan ibadah yang disesuaikan
dengan kebutuhan, Jam dinding 1 buah/tempat.

Skor :

90

Jawaban : (158)

Sekolah menyediakan tempat ibadah dengan jumlah sesuai dengan kebutuhan; luas minimum
12 m2 kecuali SMK luas minimum adalah 24 m2; dilengkapi sarana antara lain: lemari/rak 1
buah, Perlengkapan ibadah yang disesuaikan dengan kebutuhan, Jam dinding 1 buah/tempat
akan tetapi masih ada prasana yang belum terpenuhi misalnya alat ibadah

6.3.5. Memiliki jamban sesuai standar

Sekolah menyediakan jamban

(1) minimum 1 unit untuk setiap 60 siswa pria SD dan 40 siswa pria SMP, SMA dan SMK;

(2) minimum 1 unit untuk setiap 50 siswa wanita SD dan 30 siswa pria SMP, SMA dan
SMK;
(3) minimum 1 unit untuk guru;

(4) Jumlah minimum setiap sekolah 3 unit;

(5) luas minimum 1 unit jamban 2 m2;

(6) berdinding, beratap, dapat dikunci, dan mudah dibersihkan;

(7) tersedia air bersih di setiap unit jamban.

Skor :

85

Jawaban : (159)

Sekolah menyediakan jamban (minimum 1 unit untuk setiap 60 siswa pria SD dan 40 siswa
pria SMP, SMA dan SMK; minimum 1 unit untuk setiap 50 siswa wanita SD dan 30 siswa
pria SMP, SMA dan SMK; minimum 1 unit untuk guru; Jumlah minimum setiap sekolah 3
unit; luas minimum 1 unit jamban 2 m2; berdinding, beratap, dapat dikunci, dan mudah
dibersihkan; tersedia air bersih di setiap unit jamban. Akan tetapi jumlah jamban tidak
terpenuhi dikarenakan terdiri dari 1 jamban siswa putra dan 1 jamban siswa putri

6.3.6. Memiliki gudang sesuai standar

Sekolah menyediakan gudang dengan

(1) luas minimum Gudang SD 18 m2, gudang SMP dan SMA 21 m2 dan gudang SMK adalah
24 m2;

(2) dapat dikunci;

(3) dilengkapi sarana meliputi: lemari 1 buah berukuran memadai, rak 1 buah berukuran
memadai; meja kerja 1 buah yang kuat, stabil, dan aman untuk gudang SMK, kursi
kerja/stool 1 buah yang kuat, stabil, dan aman untuk gudang SMK.

Skor :

85

Jawaban : (160)

Sekolah memiliki gudang akan tetapi luas gedung masih belum standar dan hanya sebagai
tempat penyimpanan barang bekas saja

6.3.7. Memiliki ruang sirkulasi sesuai standar

Sekolah menyediakan ruang sirkulasi dengan

(1) luas minimum 30% dari luas total seluruh ruang pada bangunan,
(2) koridor tanpa dinding pada lantai atas bangunan bertingkat dilengkapi pagar pengaman
dengan tinggi 90-110 cm;

(3) bangunan bertingkat dengan panjang lebih dari 30m dilengkapi minimum dua buah
tangga;

(4) jarak tempuh terjauh untuk mencapai tangga pada bangunan bertingkat tidak lebih dari
25m;

(5) Tangga yang memiliki lebih dari 16 anak tangga harus dilengkapi bordes dengan lebar
minimum sama dengan lebar tangga.

Skor :

90

Jawaban : (161)

Sekolah menyediakan ruang sirkulasi udara dan bangunan sekolah bertingkat akan tetapi
tinggi pengaman sudah sesuai tetapi besi pengaman sudah mulai usang dan tidak kokoh

6.3.8. Memiliki ruang tata usaha sesuai standar

[Hanya untuk SMP, SMA dan SMK]

Sekolah menyediakan ruang tata usaha yang

(1) Rasio minimum luas ruang tata usaha 4 m2/petugas; Luas minimum 16 m2 untuk SMP dan
SMA, untuk SMK adalah 32 m2;

(2) mudah dicapai dari halaman sekolah ataupun dari luar lingkungan sekolah serta dekat
dengan ruang pimpinan dan

(3) dilengkapi sarana terdiri dari perabot dan perlengkapan lain minimal yang tersedia dalam
jumlah minimal sesuai deskripsi kondisinya.

Skor :

Jawaban : (162)

6.3.9. Memiliki ruang konseling sesuai standar

Sekolah menyediakan ruang konseling yang

(1) dapat memanfaatkan ruang UKS untuk SD

Luas minimum 9 m2 untuk SMP dan SMA, untuk SMK adalah 12 m2;

(2) memberikan kenyamanan suasana dan menjaminprivasi siswa,


(3) dilengkapi sarana terdiri dari perabot, peralatan konseling dan perlengkapan lain minimal
yang tersedia dalam jumlah minimal sesuai deskripsi kondisinya.

Skor :

90

Jawaban : (163)

Sekolah menyediakan ruang UKS dengan luas yang sesuai akan tetapi ruang tersebut tidak
mempunyai sirkulasi udara yang baik dikarenakan sarana yang terlalu banyak

6.3.10. Memiliki ruang organisasi kesiswaan sesuai standar

[Hanya untuk SMP, SMA dan SMK]

Sekolah menyediakan ruang organisasi kesiswaan yang

(1) luas minimum ruang organisasi kesiswaan 9 m2 untuk SMP dan SMA, untuk SMK
minimum adalah 12 m2;

(2) dilengkapi sarana terdiri meja 1 buah yang kuat, stabil, dan mudah dipindahkan, kursi 4
buah yang kuat, stabil, dan mudah dipindahkan, papan tulis 1 buah, lemari 1 buah yang dapat
dikunci, kotak kontak 1 buah untuk mendukung operasioanal peralatan yang memerlukan
daya listrik, jam dinding dan tempat sampah

Skor :

Jawaban : (164)

6.3.11. Menyediakan kantin yang layak

Sekolah menyedikan kantin yang

(1) menempati area tersendiri;

(2) luas total minimum 12 m2;

(3) memperhatikan aspek kebersihan, kesehatan, keamanan;

(4) memiliki sanitasi yang baik;

(5) menyediakan makanan dan minuman yang sehat dan bergizi untuk warga sekolah.

Skor :

85

Jawaban : (165)
Sekolah Menyediakan kantin terpisah, kebersihan terjaga, sanitasi yang baik dan
menyediakan makanan bergizi akan tetapi luas kantin tidak memenuhi standar dikarenakan
luas lahan yang belum sesuai

6.3.12. Menyediakan tempat parkir yang memadai

Sekolah menyediakan tempat parkir yang

(1) menempati area tersendiri,

(2) mengikuti standar yang ditetapkan dengan peraturan daerah atau peraturan nasional,

(3) memiliki sistem pengamanan,

(4) dilengkapi dengan rambu-rambu lalu lintas sesuai dengan keperluan,

(5) dijaga oleh petugas khusus parkir.

Skor :

Jawaban : (166)

Sekolah belum menyediakan tempat parkir, mengikuti standar yang diterapkan oleh perda,
dan mempunyai sistem keamanan akan tetapi masih belum dilengkapi dengan rambu-rambu
lalu lintas dan dijaga oleh petugas khusus parkir

6.3.13. Menyediakan unit kewirausahaan dan bursa kerja

[Khusus SMK]

Sekolah menyediakan

(1) wahana kewirausahaan yang memiliki: ruang produksi/jasa, sistem usaha sendiri,
pembukuan yang tertib dan transparan, Sumber Daya Manusia, profit; serta

(2) Memiliki Bursa Kerja Khusus (BKK) dengan kegiatan: kerjasama dengan DUDI,
memasarkan lulusan, melakukan seleksi, penyaluran lulusannya ke dunia kerja yang relevan.

Skor :

Jawaban : (167)

6.3.14. Kondisi ruang pimpinan layak pakai

Kondisi ruang pimpinan termasuk dalam kategori baik dalam sistem Dapodik
Skor :

Jawaban : (168)

Sekolah belum memiliki ruang pimpinan

6.3.17. Kondisi tempat ibadah layak pakai

Kondisi tempat ibadah termasuk dalam kategori baik dalam sistem Dapodik

Skor :

90

Jawaban : (169)

Kondisi tempat ibadah dalam kategori baik akan tetapi sarana belum mencukupi

6.3.15. Kondisi ruang guru layak pakai

Kondisi ruang guru termasuk dalam kategori baik dalam sistem Dapodik

Skor :

90

Jawaban : (170)

Kondisi ruang guru baik akan tetapi masih ada kerusakan di tembok

6.3.16. Kondisi ruang UKS layak pakai

Kondisi ruang UKS termasuk dalam kategori baik dalam sistem Dapodik

Skor :

90

Jawaban : (171)

Kondisi ruang UKS dalam kategori baik akan tetapi sirkulasi udara masih kurang baik dan
peralatan kurang lengkap

6.3.18. Kondisi jamban sesuai standar

Kondisi jamban termasuk dalam kategori baik dalam sistem Dapodik


Skor :

90

Jawaban : (172)

Kondisi jamban sudah baik tetapi masih kurang memenuhi syarat karena jumlah
perbandingan tidak sesuai

6.3.19. Kondisi gudang layak pakai

Kondisi gudang termasuk dalam kategori baik dalam sistem Dapodik

Skor :

90

Jawaban : (173)

Kondisi gudang dalam kondisi baik akan tetapi luas lahan tidak sesuai yang diterapkan oleh
pemerintah daerah

6.3.20. Kondisi ruang sirkulasi layak pakai

Kondisi ruang sirkulasi termasuk dalam kategori baik dalam sistem Dapodik

Skor :

90

Jawaban : (174)

Kondisi ruang sirkulasi sangat baik akan tetapi masih membutuhkan perawatan dikarenakan
sudah banyak yang usang

6.3.21. Kondisi ruang tata usaha layak pakai

Kondisi ruang tata usaha termasuk dalam kategori baik dalam sistem Dapodik

Skor :

80

Jawaban : (175)

Sekolah tidak mempunyai ruang tata usaha

6.3.22. Kondisi ruang konseling layak pakai

Kondisi ruang konseling termasuk dalam kategori baik dalam sistem Dapodik
Skor :

80

Jawaban : (176)

Sekolah tidak mempunyai ruang konseling

6.3.23. Kondisi ruang organisasi kesiswaan layak pakai

Kondisi ruang organisasi kesiswaan termasuk dalam kategori baik dalam sistem Dapodik

Skor :

Jawaban : (177)

Sekolah tidak mempunyai ruang konseling

7. Standar Pengelolaan Pendidikan

7.1 Sekolah melakukan perencanaan pengelolaan

7.1.1. Memiliki visi, misi, dan tujuan yang jelas sesuai ketentuan

Sekolah

(1) memiliki visi, misi, dan tujuan sekolah

(2) merumuskan berdasarkan masukan dari warga sekolah, komite sekolah, dan pihak-pihak
pemangku kepentingan, serta selaras dengan tujuan pendidikan nasional;

(3) memutuskan dalam rapat dewan pendidik yang dipimpin oleh kepala sekolah;

(4) menyosialisasikan kepada semua warga sekolah dan pihak-pihak pemangku kepentingan;

(5) meninjau kembali secara berkala sesuai dengan perkembangan pendidikan.

Skor :

90

Jawaban : (178)

Sekolah memiliki Visi, misi dan Tujuan Sekola merumuskan berdasarkan masukan dari
warga sekolah, komite sekolah, dan pihak-pihak pemangku kepentingan, serta selaras dengan
tujuan pendidikan nasional; memutuskan dalam rapat dewan pendidik yang dipimpin oleh
kepala Sekolah akan tetapi banyak warga yang belum mengakses visi, misi dan tujuan
Sekolah
7.1.2. Mengembangkan rencana kerja sekolah ruang lingkup sesuai ketentuan

Sekoah

(1) membuat rencana kerja jangka menengah dan rencana kerja tahunan;

(2) menyusun sesuai rekomendasi hasil evaluasi diri sekolah;

(3) memutuskan dalam rapat dewan pendidik dengan memperhatikan masukan dari komite
sekolah dan ditetapkan oleh kepala sekolah;

(4) menuangkan dalam dokumen tertulis yang mudah dibaca dan dipahami oleh pihak-pihak
yang terkait.

Skor :

90

Jawaban : (179)

Sekolah membuat rencana kerja jangka menengah dan rencana kerja tahunan; menyusun
sesuai rekomendasi hasil evaluasi diri sekolah; memutuskan dalam rapat dewan pendidik
dengan memperhatikan masukan dari komite sekolah dan ditetapkan oleh kepala sekolah;
menuangkan dalam dokumen tertulis yang mudah dibaca dan dipahami oleh pihak- pihak
yang terkait. Akan tetapi banyak warga sekolah yang belum bisa cara mengakses tersebut

7.1.3. Melibatkan pemangku kepentingan sekolah dalam perencanaan pengelolaan


sekolah

Sekolah

(1) melibatkan masukan pemangku kepentingan termasuk komite sekolah menjadi dasar
perumusan visi; misi; tujuan sekolah;

(2) menyosialisasikan kepada warga sekolah dan segenap pihak yang berkepentingan terkait
visi, misi dan tujuan sekolah.

Skor :

90

Jawaban : (180)

Sekolah melibatkan masukan pemangku kepentingan termasuk komite sekolah menjadi dasar
perumusan visi; misi; tujuan sekolah; menyosialisasikan kepada warga sekolah dan segenap
pihak yang berkepentingan terkait visi, misi dan tujuan sekolah. Akan teapi banyak warga
sekolah yang belum mengerti tentang visi, misi dan tujuan sekolah
7.2 Program pengelolaan dilaksanakan sesuai ketentuan

7.2.1. Memiliki pedoman pengelolaan sekolah lengkap

Sekolah

A. memiliki pedoman yang mengatur aspek pengelolaan meliputi

(1) KTSP;

(2) Kalender pendidikan/ akademik;

(3) struktur organisasi sekolah;

(4) Pembagian tugas di antara guru.

(5) Pembagian tugas di antara tenaga kependidikan.

(6) Peraturan akademik.

(7) Tata tertib sekolah.

(8) Kode etik sekolah

(9) Biaya operasional sekolah;

B. meninjau kembali pedoman tersebut secara berkala sesuai dengan perkem-bangan


masyarakat.

Skor :

90

Jawaban : (181)

Sekolah memiliki pedoman yang mengatur aspek pengelolaan meliputi KTSP; Kalender
pendidikan/ akademik; struktur organisasi sekolah; Pembagian tugas di antara
[Link] tugas di antara tenaga kependidikan. Peraturan akademik. Tata tertib
sekolah. Kode etik sekolah Biaya operasional sekolah; meninjau kembali pedoman tersebut
secara berkala sesuai dengan perkem-bangan masyarakat. Akan tetapi sekolah masih belum
rutin meninjau kembali pedoman tersebut secara berkala

7.2.2. Menyelenggarakan kegiatan layanan kesiswaan

Sekolah

(1) menyusun dan menetapkan petunjuk pelaksanaan operasional mengenai proses


penerimaan siswa meliputi kriteria calon siswa, mekanisme penerimaan siswa sekolah
dilakukan dan orientasi siswa baru yang bersifat akademik dan pengenalan lingkungan tanpa
kekerasan dengan pengawasan guru.
(2) Memberikan layanan konseling kepada siswa oleh guru kelas atau guru BK.

(3) melaksanakan kegiatan ekstra dan kokurikuler untuk para siswa;

(4) melakukan pembinaan prestasi unggulan;

(5) melakukan pelacakan terhadap alumni.

(6) mempertanggung-jawabkan pelaksanaan pada rapat dewan pendidik dan/atau sekolah


dalam bentuk laporan pada akhir tahun ajaran yang disampaikan sebelum penyusunan
rencana kerja tahunan berikutnya.

Skor :

90

Jawaban : (182)

Sekolah memiliki pedoman yang mengatur aspek pengelolaan meliputi KTSP; Kalender
pendidikan/ akademik; struktur organisasi sekolah; Pembagian tugas di antara
[Link] tugas di antara tenaga kependidikan. Peraturan akademik. Tata tertib
sekolah. Kode etik sekolah Biaya operasional sekolah; meninjau kembali pedoman tersebut
secara berkala sesuai dengan perkem-bangan masyarakat. jawabkan pelaksanaan pada rapat
dewan pendidik dan/atau sekolah dalam bentuk laporan pada akhir tahun ajaran yang
disampaikan sebelum penyusunan rencana kerja tahunan berikutnya. Akan tetapi banyak
siswa yang jarang meminta bimbingan konseling

7.2.3. Meningkatkan dayaguna pendidik dan tenaga kependidikan

Sekolah memiliki program pendayagunaan pendidik dan tenaga kependidikan dikembangkan


sesuai dengan kondisi sekolah antar lain

(1) memberikan penghargaan untuk pendidik dan tenaga kependidikan dan

(2) menilai kinerja pendidik dan tenaga kependidikan.

Skor :

90

Jawaban : (183)

Sekolah memiliki program pendayagunaan pendidik dan tenaga kependidikan dikembangkan


sesuai dengan kondisi sekolah antar lain memberikan penghargaan untuk pendidik dan tenaga
kependidikan dan menilai kinerja pendidik dan tenaga kependidikan. Akan tetapi untuk
tenaga kependidikan tidak ada penilian secara tertulis

7.2.4. Melaksanakan kegiatan evaluasi diri

Sekolah melakukan
(1) evaluasi diri terhadap kinerja sekolah;

(2) evaluasi proses pembelajaran secara periodik, sekurang-kurangnya dua kali dalam
setahun, pada akhir semester akademik;

(3) evaluasi program kerja tahunan secara periodik sekurang-kurangnya satu kali dalam
setahun, pada akhir tahun anggaran sekolah berdasar pada data dan infor-masi yang sahih.

Skor :

90

Jawaban : (184)

Sekolah melakukan evaluasi diri terhadap kinerja sekolah; evaluasi proses pembelajaran
secara periodik, sekurang-kurangnya dua kali dalam setahun, pada akhir semester akademik;
evaluasi program kerja tahunan secara periodik sekurang-kurangnya satu kali dalam setahun,
pada akhir tahun anggaran sekolah berdasar pada data dan informasi yang sahih. Akan tetapi
jarang dilakukan evaluasi program tahunan

7.2.5. Membangun kemitraan dan melibatkan peran serta masyarakat serta lembaga
lain yang relevan

Sekolah

(1) melibatkan warga sekolah dalam pengelolaan akademik

(2) melibatkan masyarakat pendukung sekolah dalam pengelolaan nonakademik

(3) menjalin kemitraan dengan lembaga lain yang relevan, berkaitan dengan input, proses,
output, dan pemanfaatan lulusan baik itu dilakukan dengan lembaga pemerintah atau
nonpemerintah;

(4) melibatkan peran serta masyarakat dan kemitraan untuk mendukung program sekolah

Skor :

90

Jawaban : (185)

Sekolah melibatkan warga sekolah dalam pengelolaan akademik melibatkan masyarakat


pendukung sekolah dalam pengelolaan non- akade-mik menjalin kemitraan dengan lembaga
lain yang relevan, berkaitan dengan in- put, proses, output, dan pemanfaatan lulusan baik itu
dilakukan dengan lem-baga pemerintah atau non-pemerintah; melibatkan peran serta
masyarakat dan kemitraan untuk mendukung program sekolah akan tetapi kemitraan
sementara baru berupa kesehatan

7.2.6. Melaksanakan pengelolaan bidang kurikulum dan kegiatan pembelajaran


Sekolah

(1) menetapkan petunjuk pelaksanaan operasional yang mengatur mekanisme penyampaian


ketidakpuasan siswa dan penyelesaiannya mengenai penilaian hasil belajar;

(2) menyusun peraturan akademik, pedoman tata-tertib, kode etik, norma

Skor :

90

Jawaban : (186)

Sekolah menetapkan petunjuk pelaksanaan operasional yang mengatur mekanisme


penyampaian ketidakpuasan siswa dan penyelesaiannya mengenai penilaian hasil belajar;
menyusun peraturan akademik, pedoman tata-tertib, kode etik, norma akan tetapi banyak
siswa yang belum menyampaikan ketidakpuasannya

7.3 Kepala sekolah berkinerja baik dalam melaksanakan tugas kepemimpinan

7.3.1. Berkepribadian dan bersosialisasi dengan baik

Kepala sekolah yang memperoleh nilai UKKS baik dengan mampu

(1) bertanggung jawab dalam membuat keputusan anggaran sekolah;

(2) bertanggung jawab atas perencanaan partisipatif mengenai pelaksanaan kurikulum;

(3) berkomunikasi untuk menciptakan dukungan intensif dari orang tua siswa dan
masyarakat;

(4) memberi teladan dan menjaga nama baik lembaga, profesi, dan kedudukan sesuai dengan
kepercayaan yang diberikan kepadanya;

(5) memberi contoh/teladan/tindakan yang bertanggung jawab.

Skor :

90

Jawaban : (187)

Kepala sekolah yang memperoleh nilai UKKS baik dengan mampu bertanggung jawab dalam
membuat keputusan anggaran sekolah; bertanggung jawab atas perencanaan partisipatif
mengenai pelaksanaan kurikulum; berkomunikasi untuk menciptakan dukungan intensif dari
orang tua siswa dan masyarakat; memberi teladan dan menjaga nama baik lembaga, profesi,
dan kedudukan sesuai dengan kepercayaan yang diberikan kepadanya; memberi
contoh/teladan/tindakan yang bertanggung jawab. akan tetapi banyak masyarakat yang belum
bisa mengakses kegiatan Kepala Sekolah
7.3.2. Berjiwa kepemimpinan

Kepala sekolah yang memperoleh nilai UKKS baik dengan mampu

(1) membangun tujuan bersama;

(2) melibatkan guru, komite sekolah dalam pengambilan keputusan penting sekolah serta
penyelenggara sekolah;

(3) menjalin kerja sama dengan orang tua siswa dan masyarakat, dan komite sekolah

(4) menanggapi kepentingan dan kebutuhan komunitas yang beragam, dan

(5) memobilisasi sumber daya masyarakat;

Skor :

90

Jawaban : (188)

Kepala sekolah yang memperoleh nilai UKKS baik dengan mampu (1) membangun tujuan
bersama; melibatkan guru, komite sekolah dalam pengambilan keputusan penting sekolah
serta penyelenggara sekolah; menjalin kerja sama dengan orang tua siswa dan masyarakat,
dan komite sekolah menanggapi kepentingan dan kebutuhan komunitas yang be-ragam, dan
memobilisasi sumber daya masyarakat; akan tetapi banyak masyarakat yang belum bisa
mengakses kegiatan Kepala Sekolah

7.3.3. Mengembangkan sekolah dengan baik

Kepala sekolah yang memperoleh nilai UKKS baik dengan mampu

(1) mengembangkan motivasi pendidik dalam mengembangkan kompetensi.

(2) membantu, membina, dan mempertahankan lingkungan sekolah dan pro-gram


pembelajaran yang kondusif bagi proses belajar siswa dan pertumbuhan profesional para guru
dan tenaga kependidikan;

(3) meningkatkan mutu pendidikan dan

(4) menciptakan lingkungan pembelajaran yang efektif bagi siswa

Skor :

90

Jawaban : (189)

Kepala sekolah yang memperoleh nilai UKKS baik dengan mampu mengembangkan
motivasi pendidik dalam mengembangkan kompetensi. membantu, membina, dan
mempertahankan lingkungan sekolah dan pro-gram pembelajaran yang kondusif bagi proses
belajar siswa dan per- tumbuhan profesional para guru dan tenaga kependidikan;
meningkatkan mutu pendidikan dan menciptakan lingkungan pembelajaran yang efektif bagi
siswa akan tetapi banyak masyarakat yang belum bisa mengakses kegiatan Kepala Sekolah

7.3.4. Mengelola sumber daya dengan baik

Kepala sekolah yang memperoleh nilai UKKS baik dengan mampu

(1) mengambil keputusan berbasis data;

(2) menjamin manajemen organisasi dan pengoperasian sumber daya sekolah untuk
menciptakan lingkungan belajar yang aman, sehat, efisien, dan efektif;

Skor :

90

Jawaban : (190)

7.3.5. Berjiwa kewirausahaan

Kepala sekolah berjiwa kewirausahaan dengan

(1) menjabarkan visi, misi dan tujuan ke dalam target mutu yang akan dicapai;

(2) menganalisis tantangan, peluang, kekuatan, dan kelemahan sekolah;

(3) membuat rencana kerja strategis dan rencana kerja tahunan untuk pelaksa-naan
peningkatan mutu;

(4) meningkatkan kreasi dan inovasi dalam mengembangkan kurikulum;

(5) memfasilitasi pengembangan, penyebarluasan, dan pelaksanaan visi pem-belajaran yang


dikomunikasikan dengan baik dan didukung oleh komunitas sekolah; dan

(6) menjaga dan meningkatkan motivasi kerja pendidik dan tenaga kependidikan dengan
menggunakan sistem pemberian penghargaan atas prestasi dan sangsi atas pelanggaran
peraturan dan kode etik;

Skor :

90

Jawaban : (191)

Kepala sekolah berjiwa kewirausaahn dengan menjabarkan visi, misi dan tujuan ke dalam
target mutu yang akan dicapai; menganalisis tantangan, peluang, kekuatan, dan kelemahan
sekolah; membuat rencana kerja strategis dan rencana kerja tahunan untuk pelaksa-naan
peningkatan mutu; meningkatkan kreasi dan inovasi dalam mengembangkan kurikulum;
memfasilitasi pengembangan, penyebarluasan, dan pelaksanaan visi pem-belajaran yang
dikomunikasikan dengan baik dan didukung oleh komunitas sekolah; dan menjaga dan
meningkatkan motivasi kerja pendidik dan tenaga kependidikan dengan menggunakan sistem
pemberian penghargaan atas prestasi dan sangsi atas pelanggaran peraturan dan kode etik;
akan tetapi sekolah kami belum bisa kearah kewirausahaan

7.3.6. Melakukan supervisi dengan baik

Kepala sekolah melaksanakan monitoring atau supervisi dengan baik melalui

(1) mengembangkan sistem penilaian dalam memantau perkembangan belajar siswa dan

(2) melaksanakan dan merumuskan program supervisi, serta memanfaatkan hasil supervisi
untuk meningkatkan kinerja sekolah;

Skor :

90

Jawaban : (192)

Kepala sekolah melaksanakan monitoring atau supervisi dengan baik melalui


mengembangkan sistem penilaian dalam memantau perkembangan belajar siswa dan
melaksanakan dan merumuskan program supervisi, serta memanfaatkan hasil supervisi untuk
meningkatkan kinerja sekolah; akan tetapi banyak warga yang belum bisa mengakses
program tersebut

7.4 Sekolah mengelola sistem informasi manajemen

7.4.1. Memiliki sistem informasi manajemen sesuai ketentuan

Sekolah mengelola sistem informasi manajemen yang memadai

(1) untuk mendukung administrasi pendidikan yang efektif, efisien dan akuntabel;

(2) menyediakan fasilitas informasi yang efisien, efektif dan mudah diakses;

(3) menugaskan seorang guru atau tenaga kependidikan untuk melayani per-mintaan
informasi maupun pemberian informasi atau pengaduan dari masyarakat berkaitan dengan
pengelolaan sekolah baik secara lisan maupun tertulis dan semuanya direkam dan
didokumentasikan;

(4) melaporkan data informasi sekolah yang telah terdokumentasikan kepada Dinas
Pendidikan Kabupaten/Kota.

Skor :

90

Jawaban : (193)
Sekolah mengelola sistem informasi manajemen yang memadai untuk mendukung
administrasi pendidikan yang efektif, efisien dan akuntabel; menyediakan fasilitas informasi
yang efisien, efektif dan mudah diakses; menugaskan seorang guru atau tenaga kependidikan
untuk melayani per-mintaan informasi maupun pemberian informasi atau pengaduan dari
masyarakat berkaitan dengan pengelolaan sekolah baik secara lisan maupun tertulis dan
semuanya direkam dan didokumentasikan; melaporkan data informasi sekolah yang telah
terdokumentasikan kepada Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota. Akan tetapi banyak warga
sekitar yang belum bisa mengakses laporan tersebut.

8. Standar Pembiayaan

8.1 Sekolah memberikan layanan subsidi silang

8.1.1. Membebaskan biaya bagi siswa tidak mampu

Sekolah

(1) memiliki biaya yang dialokasikan untuk membantu siswa tidak mampu berupa:
pengurangan dan pembebasan biaya pendidikan, pemberian bea siswa, dan bentuk biaya
lainnya

(2) meniadakan pungutan biaya operasional lain (biaya yang dikeluarkan oleh siswa selain
uang sekolah yang relevan) kepada siswa tidak mampu yang meliputi: biaya ujian; biaya
praktikum; biaya perpisahan; biaya study tour;

(3) menetapkan pendidikan gratis bagi seluruh siswa sesuai peraturan

Skor :

90

Jawaban : (194)

Sekolah memiliki biaya yang dialokasikan untuk membantu siswa tidak mampu berupa:
pengurangan dan pembebasan biaya pendidikan, pemberian bea siswa, dan bentuk biaya
lainnya meniadakan pungutan biaya operasional lain (biaya yang dikeluarkan oleh siswa
selain uang sekolah yang relevan) kepada siswa tidak mampu yang meliputi: biaya ujian;
biaya praktikum; biaya perpisahan; biaya study tour; menetapkan pendidikan gratis bagi
seluruh siswa sesuai peraturan akan tetapi sekolah belum memiliki biaya yang dialokasikan
untuk membantu siswa tidak mampu

8.1.2. Memiliki daftar siswa dengan latar belakang ekonomi yang jelas

(1) Terdapat data siswa tidak mampu,

(2) terdapat data siswa penerima beasiswa,

(3) Terdapat data riil pemasukan pembayaran dari orangtua siswa yang ada pada buku
kas/laporan keuangan.
Skor :

90

Jawaban : (195)

Sekolah memiliki ; Terdapat data siswa tidak mampu, terdapat data siswa penerima beasiswa,
Terdapat data riil pemasukan pembayaran dari orangtua siswa yang ada pada buku
kas/laporan keuangan akan tetapi sekolah kami tidak menarik iuran biaya yang dibebankan
kepada orang tua

8.1.3. Melaksanakan subsidi silang untuk membantu siswa kurang mampu

(1) Menetapkan uang sekolah (iuran bulanan) dengan mempertimbangkan kemampuan


ekonomi orangtua siswa.

(2) melakukan bantuan subsidi silang pengurangan dan pembebasan biaya pendidi-kan (SPP)

(3) pemberian beasiswa

Skor :

90

Jawaban : (196)

Menetapkan uang sekolah (iuran bulanan) dengan mempertimbangkan kemampuan ekonomi


orangtua siswa. melakukan bantuan subsidi silang pengurangan dan pembebasan biaya
pendidi-kan (SPP) pemberian beasiswa akan tetapi sekolah kami tidak menarik iuran biaya
yang dibebankan kepada orang tua

8.2 Beban operasional sekolah sesuai ketentuan

8.2.1. Memiliki biaya operasional non personil sesuai ketentuan

(1) Memiliki standar biaya yang diperlukan untuk membiayai kegiatan operasional
nonpersonalia selama 1 (satu) tahun;

(2) terdapat standar biaya operasi nonpersonalia per sekolah/program keahlian, per
rombongan belajar, dan per siswa, serta besaran presentase minimum biaya alat tulis sekolah
(ATS) dan bahan dan alat habis pakai (BAHP),

Skor :

85

Jawaban : (197)

Memiliki standar biaya yang diperlukan untuk membiayai kegiatan operasional nonpersonalia
selama 1 (satu) tahun; terdapat standar biaya operasi nonpersonalia per sekolah/program
keahlian, per rombongan belajar, dan per siswa, serta besaran presentase minimum biaya alat
tulis sekolah (ATS) dan bahan dan alat habis pakai (BAHP), akan tetapi besaran anggaran
tidak sesuai dengan jumlah siswa

8.3 Sekolah melakukan pengelolaan dana dengan baik

8.3.1. Mengatur alokasi dana yang berasal dari APBD/APBN/Yayasan/sumber lainnya

Sekolah

(1) menyusun pedoman pengelolaan biaya investasi dan operasional;

(2) memiliki pedoman pengelolaan keuangan terkait sumbangan pendidikan atau dana dari
masyarakat;

(3) menetapkan besarnya dana yang digali dari masyarakat sebagai biaya operasional dengan
melibatkan berbagai pihak terkait;

(4) mengelola dana dari masyarakat sebagai biaya personal secara transparan, dan akuntabel
yang ditunjukkan dalam RKAS;

(5) melaporkan secara periodik kepada komite atau yayasan atau diaudit secara internal dan
eksternal.

Skor :

90

Jawaban : (198)

Sekolah menyusun pedoman pengelolaan biaya investasi dan operasional; memiliki pedoman
pengelolaan keuangan terkait sumbangan pendidikan atau dana dari masyarakat; menetapkan
besarnya dana yang digali dari masyarakat sebagai biaya operasional dengan melibatkan
berbagai pihak terkait; mengelola dana dari masyarakat sebagai biaya personal secara
transparan, dan akuntabel yang ditunjukkan dalam RKAS; melaporkan secara periodik
kepada komite atau yayasan atau diaudit secara internal dan eksternal. Akan tetapi sekolah
tidak pernah menetapkan besarnya dana yang digali dari masyarakat

8.3.2. Memiliki laporan pengelolaan dana

Memiliki pembukuan biaya operasional berupa

(1) buku kas umum yang berisi-kan seluruh transaksi dengan didukung catatan dari buku
pembantu kas yang mencatat tiap transaksi tunai;

(2) Buku pembantu bank yang mencatat tiap transaksi melalui bank (baik cek, giro maupun
tunai) serta
(3) buku pembantu pajak yang mencatat semua transaksi yang harus dipun-gut pajak serta
memonitor pungutan dan penyetoran pajak yang dipungut selaku wajib pungut pajak
ditandatangani oleh Bendahara dan Kepala Sekolah.

Skor :

90

Jawaban : (199)

Memiliki pembukuan biaya operasional berupa buku kas umum yang berisi-kan seluruh
transaksi dengan didukung catatan dari buku pembantu kas yang mencatat tiap transaksi
tunai; Buku pembantu bank yang mencatat tiap transaksi melalui bank (baik cek, giro
maupun tunai) serta buku pembantu pajak yang mencatat semua transaksi yang harus dipun-
gut pajak serta memonitor pungutan dan penyetoran pajak yang dipungut selaku wajib pungut
pajak ditandatangani oleh Bendahara dan Kepala Sekolah.

8.3.3. Memiliki laporan yang dapat diakses oleh pemangku kepentingan

(1) Terdapat laporan pertanggungjawaban pengelolaan keuangan,

(2) berisi komponen-komponen biaya operasional yang telah dibelanjakan selama satu tahun
sesuai dengan disertai bukti pelaporan,

(3) dapat dipertanggungjawabkan dan dilaporkan kepada orangtua siswa, masyarakat, dan
pemerintah atau yayasan, yang disertai dengan bukti-bukti dan

(4) dapat diakses oleh pemangku kepentingan tersebut.

Skor :

90

Jawaban : (200)

Terdapat laporan pertanggungjawaban pengelolaan keuangan, berisi komponen- komponen


biaya operasional yang telah dibelanjakan selama satu tahun sesuai dengan disertai bukti
pelaporan, dapat dipertanggungjawabkan dan dilaporkan kepada orangtua siswa, masyarakat,
dan pemerintah atau yayasan, yang disertai dengan bukti-bukti dan dapat diakses oleh
pemangku kepentingan tersebut.

Kesimpulan

Tidak ada data untuk ditampilkan

Rekomendasi

Judul : Rekomendasi 8 SNP SDS Nusantara


Isi :

Memberikan pendampingan untuk beberapa siswa pentingnya perilaku berbuat baik,


melengkapi perangkat pembelajaran, pendidik harus membuat laporan dan mengikuti
kegiatan KKG, memaksimalkan tenaga pendidik dan tenaga kependidikan yang tersedia
walaupun jumlah pendidik kurang, memaksimalkan sarana dan prasarana yang tersedia,
punya perencanaan sekolah yang dapat diakses semua pihak, mengalokasikan dana untuk
siswa yang kurang mampu dalam pembelajaran daring

Tindak Lanjut :

Kepala Sekolah,Guru tenaga pendidik dan kependidikan serta komite sekolah,paguyupan


kelas ,dan orang tua/wali murid agar bekerja sama untuk pengembangan sekolah dengan
mengacu 8 standart agar peningkatan mutu pembelajaran serta mutu pendidikan bisa
meningkat.

Anda mungkin juga menyukai