ANALISA DAMPAK LALU LINTAS RUKO HERRYADI
Abstrak — Kabupaten Karawang sebagaimana terlihat mempunyai
permasalahan yang cukup serius di bidang transportasi khususnya lalu lintas.
Sehubungan dengan itu akan dibangun gedung baru yaitu Ruko HERRYADI yang
berlokasi di Jl. Raya Karawang - Cikampek Desa Purwasari Kecamatan Purwasari
Karawang. Dengan adanya rencana pembangunan tersebut tentunya akan terjadi
bangkitan lalu lintas baru di kawasan tersebut dan kemudian akan memberikan tambahan
volume lalu lintas yang membebani jalan – jalan sekitar Jl. Raya Karawang - Cikampek
yang mana pada kondisi saat ini (eksisting) sudah mulai menunjukkan terjadinya
kemacetan khususnya pada jam sibuk.
Mengacu pada kondisi tersebut dan Peraturan Daerah Kabupaten Karawang
Nomor 12 Tahun 2006 tentang Analisis Dampak Lalu Lintas (ANDALALIN) Ruko
HERRYADI memenuhi kriteria kewajiban untuk melakukan studi Analisis Dampak Lalu
Lintas (ANDALALIN) sebagai upaya pengendalian dan menentukan teknik manajemen
dan rekayasa lalu lintas, untuk meminimalisir terjadinya penurunan tingkat pelayanan dan
kinerja ruas jalan maupun persimpangan.
1.1. PENDAHULUAN
Analisis Dampak Lalu Lintas, untuk selanjutnya disebut Andalalin adalah
Studi / Kajian mengenai dampak lalu lintas dari suatu kegiatan dan/atau usaha tertentu
yang hasilnya dituangkan dalam bentuk dokumen Andalalin atau Perencanaan
Pengaturan Lalu Lintas. Hal ini dikaitkan bahwa setiap perubahan guna lahan akan
mengakibatkan berubahan didalam sistem transportasinya. Mall yang besar, stadion,
kawasan pemukiman (hunian) atau pusat kegiatan yang baru akan menimbulkan
bangkitan lalu lintas dan mempengaruhi lalu lintas yang ada disekitar pusat kegiatan baru
tersebut. Dengan adanya kegiatan andalalin maka dapat diperhitungkan seberapa besar
bangkitan perjalanan baru yang memerlukan rekayasa lalu lintas dan manajemen lalu
lintas untuk mengatasi dampaknya.
Pembangunan suatu kawasan atau bangunan baru akan berdampak langsung
terhadap lalu lintas disekitar kawasan tersebut. Untuk itu diperlukan data historis lalu
lintas yang digunakan sebagai dasar untuk menetapkan pengaruh dari kawasan baru
terhadap jalan – jalan disekitarnya. Andalalin ini akan digunakan untuk memperkirakan
kondisi lalu lintas mendatang baik untuk kondisi tanpa adanya pembangunan kawasan
maupun dengan pembangunan kawasan.
ANALISA DAMPAK LALU LINTAS RUKO HERRYADI 1
Sehubungan dengan itu akan dibangun gedung baru yaitu Ruko HERRYADI
yang berlokasi di Jl. Raya Karawang - Cikampek Desa Purwasari Kecamatan Purwasari
Karawang sebagaimana terlihat pada Lampiran Gambar 1. Dengan adanya rencana
pembangunan tersebut tentunya akan terjadi bangkitan lalu lintas baru di kawasan
tersebut dan kemudian akan memberikan tambahan volume lalu lintas yang membebani
jalan - jalan sekitar Jl. Raya Karawang - Cikampek yang mana pada kondisi saat ini
(eksisting) sudah mulai menunjukkan terjadinya kemacetan khususnya pada jam sibuk.
Selanjutnya untuk meminimalisir terjadinya kemacetan lalu lintas akibat
adanya Ruko HERRYADI, maka perlu dilakukan studi berupa kajian teknis tentang
dampak dari pembangunan Ruko HERRYADI terhadap pengaruh kemacetan serta usulan
berupa alternatif penanganannya.
Mengacu pada kondisi tersebut dan Peraturan Daerah Kabupaten Karawang
Nomor 12 Tahun 2006 tentang Analisis Dampak Lalu Lintas (ANDALALIN) Ruko
HERRYADI memenuhi kriteria kewajiban untuk melakukan studi Analisis Dampak Lalu
Lintas (ANDALALIN) maka pihak pengembang dari Ruko HERRYADI menunjuk CV.
Anugrah Bersama untuk melakukan studi analisis dampak lalu lintas (ANDALALIN)
sebagai upaya pengendalian dan menentukan teknik manajemen dan rekayasa lalu lintas,
untuk meminimalisir terjadinya penurunan tingkat pelayanan dan kinerja ruas jalan
maupun persimpangan. Selanjutnya untuk lebih singkatnya mengenai pengertian dari
andalalin dapat dilihat pada point – point berikut ini :
1. Analisis Dampak Lalu Lintas (ANDALALIN) adalah suatu studi khusus yang
menilai efek-efek yang ditimbulkan oleh lalu lintas yang dibangkitkan oleh suatu
pengembangan kawasan terhadap jaringan transportasi di sekitarnya;
2. Studi Andalalin Terbatas adalah studi yang meliputi kajian terhadap sirkulasi lalu
lintas di bagian dalam kawasan sampai dengan jalan sekeliling kawasan yang
dikembangkan, yang merupakan jalan akses ke kawasan tersebut; dan
3. Studi Andalalin adalah studi yang meliputi kajian terhadap jaringan jalan yang
terpengaruh oleh pengembangan kawasan, sejauh radius tertentu.
1.2. LATAR BELAKANG
Kabupaten Karawang mempunyai permasalahan yang cukup serius di bidang
transportasi khususnya lalu lintas. Permasalahan kemacetan lalu lintas, yang secara
konsep sudah terencana dalam program KITNP (Karawang Integrated Transportation
Network Planning) yang telah ditangani oleh Dinas Perhubungan Kabupaten Karawang.
Kemacetan lalu lintas yang terjadi hampir merata di seluruh kawasan Kabupaten
Karawang dapat disebabkan oleh beberapa faktor utama :
ANALISA DAMPAK LALU LINTAS RUKO HERRYADI 2
1. Pesatnya pertumbuhan lalu lintas harian rata - rata (LHR) per tahun tidak sepadan
dengan penambahan kapasitas ruas jalan yang ada di Kabupaten Karawang;
2. Belum selesainya proyek pembangunan jalan lingkar tengah dan jalan lingkar luar
di bagian barat dan timur kawasan Kabupaten Karawang, sehingga arus lalu lintas
masih terkonsentrasi di bagian tengah pusat kota, serta belum terwujudnya Jalan
Arteri Sekunder yang membelah kota menuju kawasan barat Kabupaten
Karawang;
3. Budaya kurang tertib dan tidak mematuhi peraturan lalu lintas bagi pemakai jalan
akan berdampak langsung terhadap kemacetan lalu lintas;
4. Pengaruh adanya pengembangan suatu kawasan yang semula frekuensi lalu
lintasnya rendah menjadi padat;
5. Pengaruh - pengaruh lainnya seperti adanya PKL (Pedagang Kaki Lima) yang
menggunakan daerah lebar manfaat jalan sebagai lahan berdagang; dan
6. Kerusakan jalan yang tidak tertangani dengan segera akan menyebabkan laju
kendaraan terhambat, sehingga mengakibatkan kemacetan lalu lintas.
1.3. MAKSUD DAN TUJUAN
Maksud dari pelaksanaan Analisis Dampak Lalu Lintas (ANDALALIN) adalah
untuk dapat mengantisipasi dampak - dampak yang diprediksikan akan ditimbulkan oleh
suatu kawasan pengembangan dalam hal ini Ruko HERRYADI terhadap lalu lintas di
sekitarnya. Kemudian yang di jadikan sebagai tujuan dari pekerjaan atau kegiatan
andalalin adalah untuk:
1. Memprediksi dampak yang ditimbulkan suatu pembangunan kawasan;
2. Menentukan bentuk peningkatan/perbaikan yang diperlukan untuk
mengakomodasikan perubahan yang terjadi akibat pengembangan baru;
3. Menyelaraskan keputusan-keputusan mengenai tata guna lahan dengan kondisi
lalu lintas, jumlah dan lokasi akses, serta alternatif peningkatan/perbaikan;
4. Mengidentifikasi masalah-masalah yang dapat mempengaruhi putusan
pengembang dalam meneruskan proyek yang diusulkan; dan
5. Sebagai alat pengawasan dan evaluasi terhadap pelaksanaan manajemen dan
rekayasa lalu lintas.
1.4. RUANG LINGKUP PEKERJAAN
Lingkup pekerjaan Konsultan adalah melaksanakan pekerjaan studi/kajian
dampak lalu lintas akibat Pembangunan Ruko HERRYADI sebagai langkah awal untuk
mengetahui dampak yang ditimbulkan akibat pembangunan serta cara pemecahannya di
ANALISA DAMPAK LALU LINTAS RUKO HERRYADI 3
kemudian hari, sehingga dampak terhadap lalu lintas yang timbul dapat diminimalisir
sekecil mungkin. Lingkup verja studi meliputi:
1. Pengumpulan data sekunder ringkasan pembangunan berisi resume
Pembangunan Ruko HERRYADI, data pola perjalanan (tingkat bangkitan
perjalanan dan asal tujuan perjalanan dari studi sebelumnya);
2. Pengumpulan data primer kondisi prasarana lalu lintas (ruas jalan dan
persimpangan) dan tata guna lahan di sepanjang jalan, pencacahan lalu lintas,
pengukuran kinerja lalu lintas eksisting, serta tingkat bangkitan perjalanan
pembanding;
3. Analisis kondisi eksisting daerah studi yang meliputi: lokasi rencana
pembangunan, kondisi infrastuktur transportasi, dan kondisi lalu lintas;
4. Penaksiran kondisi lalu lintas dengan dan tanpa pembangunan Ruko HERRYADI
yang dimulai dengan analisis bangkitan lalu lintas, sebaran lalu lintas, dan
pembebanan lalu lintas serta pendekatan mikro rekayasa lalu lintas, pejalan kaki,
dan angkutan umum; dan
5. Upaya penanggulangan, berisi penanggulangan kondisi lalu lintas pada
persimpangan, akses fasilitas henti angkutan umum dan pejalan kaki, serta parkir.
1.5. MANFAAT
Manfaat yang akan diperoleh dari studi ini adalah dihasilkan cara pemecahan
masalah dan rekomendasi pada saat beroperasinya pembangunan Ruko HERRYADI
hingga periode 5 (lima) tahun setelah dioperasikannya Ruko HERRYADI. Dengan
demikian, rekomendasi yang akan disampaikan dalam studi ini akan digunakan sebagai
acuan bagi Pemerintah Kabupaten Karawang melalui Dinas terkait untuk menangani
dampak lalu lintas yang timbul akibat adanya bangkitan lalu lintas setelah beroperasinya
Ruko HERRYADI tersebut
ANALISA DAMPAK LALU LINTAS RUKO HERRYADI 4
2.1. GAMBARAN UMUM WILAYAH STUDI
Gambaran umum wilayah studi dimaksudkan untuk mengetahui gambaran
atau beberapa informasi mengenai rencana pembangunan Ruko HERRYADI, sebagai
tindakan atau langkah awal guna melakukan kajian selanjutnya. Adapun beberapa
informasi mengenai gambaran umum wilayah studi tersebut akan dijelaskan pada sub
bab berikut.
2.1.1. Lokasi Studi
Lokasi rencana pembangunan Ruko HERRYADI berada di Desa Kondangjaya
Kecamatan Karawang Timur Karawang. Lokasi Desa Kondangjaya Kecamatan Karawang
Timur Karawang berdekatan dengan beberapa ruas jalan dan juga berdekatan dengan
beberapa persimpangan yang mana diperkirakan akan berpengaruh langsung terhadap
rencana pembangunan Ruko HERRYADI ini. Pada kegiatan atau studi ini merencanakan
evaluasi terhadap kinerja jaringan jalan disekitar Ruko HERRYADI yang meliputi :
1. Jl. Raya Karawang – Cikampek;
2. Jalan Lingkar Luar Klari – Tanjungpura
3. Persimpangan Jl. Desa Pagadungan – Jl. Desa ;
Beberapa persimpangan dan ruas jalan di atas adalah persimpangan dan ruas
jalan yang diperkirakan terpengaruh langsung akibat pembangunan Ruko HERRYADI,
untuk lebih jelasnya mengenai lokasi persimpangan dan ruas jalan yang di evaluasi dapat
dilihat pada Lampiran Gambar 2.
2.1.2. Batas Wilayah Studi
Lokasi persil rencana pembangunan Ruko HERRYADI berada di Jl. Raya
Karawang - Cikampek No. 269-271 Desa Kondangjaya Kecamatan Karawang Timur
Karawang. Kondisi lahan untuk lokasi proyek merupakan tanah kosong dan disekitar
lokasi rencana pembangunan Ruko HERRYADI didominasi untuk perdagangan jasa dan
perumahan. Secara lebih terperinci, lokasi rencana pembangunan Ruko HERRYADI
berbatasan dengan:
1. Sisi utara dibatasi oleh : Gudang;
2. Sisi selatan dibatasi oleh : Jln. Suroto Kunto;
3. Sisi timur dibatasi oleh : Pemukiman; dan
4. Sisi barat dibatasi oleh : Jln. Desa (Kp. Peundeuy)
Ruas jalan dan bangunan-bangunan tersebut merupakan batas wilayah dari
rencana pembangunan Ruko HERRYADI, untuk lebih jelasnya mengenai batas wilayah
Ruko HERRYADI dapat dilihat pada Gambar 2.1 berikut.
ANALISA DAMPAK LALU LINTAS RUKO HERRYADI 5
Sumber : Google Earth
Gambar 2.1; Batas Wilayah Rencana Ruko HERRYADI
2.1.3. Penggunaan Lahan Ruko HERRYADI
Tata ruang dan tata guna lahan di sekitar lokasi rencana Ruko HERRYADI
didominasi untuk perdagangan jasa dan perumahan. Lokasi Pembangunan Ruko
HERRYADI terletak di Jl. Raya Karawang - Cikampek Desa Purwasari Kecamatan
Purwasari, yang mana berdasarkan Rencana Tata Ruang Wilayah Karawang 2014
diperuntukan untuk kegiatan perdagangan jasa. Dengan kondisi tersebut tentunya akan
berpengaruh terhadap pola pergerakan lalu lintas orang maupun lalu lintas barang.
Ruko HERRYADI mempunyai aktifitas atau diperuntukan untuk Toko/hunian.
Rencana pembangunan Ruko HERRYADI berdiri diatas bekas bangunan lapangan
footsal dengan luas lahan ± 1.565 m² dengan perincian sebagai berikut :
- Luas Tanah : ± 1.565 m²
- Terpotong GS : ± 263,90 m²
- Sisa : ± 2.997,50 m²
Kemudian untuk lebih jelasnya mengenai peruntukan lahan di sekitar Ruko
HERRYADI dapat dilihat pada Lampiran Gambar 3.
ANALISA DAMPAK LALU LINTAS RUKO HERRYADI 6
2.2. SISTEM LALU LINTAS WILAYAH STUDI
Sistem lalu lintas yang akan dijelaskan pada sub bab berikut ini antara lain
mengenai jaringan jalan yang ada pada sekitar wilayah studi, angkutan umum yang
melewati sekitar wilayah studi, perparkiran, fasilitas untuk pejalan kaki atau trotoar dan
rambu – rambu lalu lintas yang tersedia di sekitar wilayah studi pada saat ini.
2.2.1. Sistem Jaringan Jalan
Sistem jaringan jalan merupakan satu kesatuan jaringan jalan yang terdiri dari
sistem jaringan jalan primer dan sistem jaringan jalan sekunder yang terjalin dalam
hubungan hierarki. Sistem jaringan jalan disusun dengan mengacu pada rencana tata
ruang wilayah dan dengan memperhatikan keterhubungan antar kawasan dan / atau
dalam kawasan perkotaan, dan kawasan perdesaan. Sistem jaringan jalan dibagi menjadi
dua bagian yaitu sistem jaringan jalan primer dan jaringan jalan sekunder, untuk lebih
jelasnya sebagai berikut:
1. Sistem jaringan jalan primer
Sistem jaringan jalan primer disusun berdasarkan rencana tata ruang dan
pelayanan distribusi barang dan jasa untuk pengembangan semua wilayah di
tingkat nasional, dengan menghubungkan semua simpul jasa distribusi yang
berwujud pusat-pusat kegiatan sebagai berikut:
- menghubungkan secara menerus pusat kegiatan nasional, pusat
kegiatan wilayah, pusat kegiatan lokal sampai ke pusat kegiatan
lingkungan; dan
- menghubungkan antarpusat kegiatan nasional.
Jalan Arteri Primer, menghubungkan kota jenjang kesatu, yang terletak
berdampingan, atau menghubungkan kota jenjang ke satu dengan kota
jenjang kedua.
a. Didesain paling rendah dengan kecepatan 60 km/jam;
b. Lebar badan jalan tidak kurang dari 8 meter;
c. Kapasitas lebih besar dari volume lalu lintas rata – rata;
d. Lalu lintas jarak jauh tidak boleh terganggu oleh lalu lintas ulang alik, lalu
lintas lokal dan kegiatan lokal;
e. Jumlah jalan masuk, jalan arteri primer, dibatasi secara efisien sehingga
kecepatan 60 km/jam dan kapasitas besar tetap terpenuhi; dan
f. Persimpangan pada jalan arteri primer harus dapat memenuhi ketentuan
kecepatan dan volume lalu lintas.
ANALISA DAMPAK LALU LINTAS RUKO HERRYADI 7
Jalan Kolektor Primer, menghubungkan kota jenjang kedua dengan kota
jenjang kedua, atau menghubungkan kota jenjang ke satu dengan kota jenjang
ketiga, atau menghubungkan kota jenjang kedua dengan kota jenjang ketiga.
a. Didesain untuk kecepatan paling rendah 40 km/jam;
b. Lebar badan jalan tidak kurang dari 7,00 meter;
c. Kapasitas sama atau lebih besar dari volume lalu lintas rata – rata;
d. Jumlah jalan masuk dibatasi, dan direncanakan sehingga dapat dipenuhi
kecepatan paling rendah 40 km/jam; dan
e. Jalan kolektor primer, tidak terputus walaupun memasuki kota.
Jalan Lokal Primer, menghubungkan kota jenjang ke tiga dengan kota
jenjang ketiga, atau menghubungkan kota jenjang kedua dengan persil, atau
menghubungkan jenjang ketiga dengan persil.
a. Didesain berdasarkan kecepatan rencana paling rendah 20 km/jam;
b. Lebar badan jalan tidak kurang dari 6,00 meter; dan
c. Jalan lokal primer tidak terputus, walaupun memasuki desa.
2. Sistem jaringan jalan sekunder
Sistem jaringan jalan sekunder disusun berdasarkan rencana tata ruang
wilayah kabupaten / kota dan pelayanan distribusi barang dan jasa untuk
masyarakat di dalam kawasan perkotaan yang menghubungkan secara
menerus kawasan yang mempunyai fungsi primer, fungsi sekunder kesatu,
fungsi sekunder kedua, fungsi sekunder ketiga, dan seterusnya sampai ke
persil.
Jalan Arteri Sekunder, menghubungkan kawasan primer dengan kawasan
sekunder kesatu, atau menghubungkan kawasan sekunder kesatu dengan
kawasan sekunder kedua.
a. Didesain berdasarkan kecepatan paling rendah 30 km/jam;
b. Kapasitas sama atau lebih besar dari volume lalu lintas;
c. Lebar badan jalan rata – rata tidak kurang dari 8 meter;
d. Pada jalan arteri sekunder, lalu lintas cepat tidak boleh terganggu oleh lalu
lintas lambat; dan
e. Persimpangan jalan dengan pengaturan tertentu harus memenuhi
kecepatan tidak kurang dari 30 km/jam.
Jalan Kolektor Sekunder, menghubungkan kawasan sekunder kedua dengan
kawasan sekunder kedua, atau menghubungkan kawasan sekunder kedua
dengan kawasan sekunder ketiga.
ANALISA DAMPAK LALU LINTAS RUKO HERRYADI 8
a. Didesain berdasarkan kecepatan paling rendah 20 km/jam; dan
b. Lebar badan jalan tidak kurang dari 7,00 meter.
Jalan Lokal Sekunder, menghubungkan kawasan sekunder kesatu denga
perumahan, atau menghubungkan kawasan sekunder kedua dengan
perumahan, atau menghubungkan kawasan kawasan sekunder ketiga dengan
perumahan.
a. Didesain berdasarkan kecepatan paling rendah 10 km/jam;
b. Lebar badan jalan tidak kurang dari 5,00 meter;
c. Dengan kecepatan paling rendah 10 km/jam, bukan diperuntukkan untuk
roda tiga atau lebih; dan
d. Yang tidak diperuntukkan kendaraan roda tiga atau lebih harus mempunyai
lebar jalan tidak kurang dari 3,50 meter.
Pada sekitar wilayah studi dalam hal ini adalah Ruko HERRYADI jaringan jalan
sekitar didominasi oleh jaringan jalan arteri dan lokal, adapun beberapa ruas
jalan disekitar wilayah studi yang ditinjau adalah sebagai berikut :
1. Ruas Jl. Karawang - Cikampek masuk kategori jalan arteri primer;
2. Ruas Jl. Desa pagadungan masuk kategori jalan kolektor sekunder;
3. Ruas Jl. Desa masuk kategori jalan arteri sekunder;
Untuk lebih jelasnya mengenai jaringan jalan yang ada pada sekitar wilayah
studi dapat dilihat pada Lampiran Gambar 4.
2.2.2. Angkutan Umum
Angkutan umum adalah pemindahan orang dan/atau barang dari suatu tempat
ke tempat lain dengan menggunakan kendaraan umum dengan dipungut bayaran baik
langsung maupun tidak langsung. Beberapa istilah dalam angkutan umum adalah sebagai
berikut (berdasarkan KM 35 Tahun 2013) :
1. Trayek adalah lintasan kendaraan umum untuk pelayanan jasa angkutan orang
dengan kendaraan umum yang mempunyai asal – tujuan perjalanan tetap,
lintasan tetap dan jadwal tetap maupun tidak berjadwal;
2. Jaringan trayek adalah kumpulan dari trayektrayek yang menjadi satu kesatuan
jaringan pelayanan angkutan orang; dan
3. Terminal, adalah prasarana transportasi jalan untuk keperluan memuat dan
menurunkan orang dan/atau barang serta mengatur kedatangan dan
pemberangkatan kendaraan umum, yang merupakan salah satu wujud simpul
jaringan transportasi.
ANALISA DAMPAK LALU LINTAS RUKO HERRYADI 9
Salah satu sarana perkotaan yang penting untuk dimiliki oleh sebuah kota
adalah keberadaan angkutan umum sebagai moda transportasi bagi penduduk/warga
kota untuk melakukan pergerakannya dalam struktur ruang kota. Transportasi angkutan
umum bagi suatu kota besar seperti Karawang mutlak adanya karena kompleksitas
kebutuhan perjalanan ke tempat pendidikan, ke tempat kerja, ke pusat-pusat pendidikan
maupun perjalanan yang bertujuan sosial kemanusiaan. Oleh karena itu perlu di analisa
dan diatur sebaik mungkin penggunaan rute jalan yang sama antar beberapa angkutan
umum yang ada.
Ruas jalan di sekitar wilayah Pembangunan Ruko HERRYADI dilalui oleh
kendaraan penumpang umum dalam kota. Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai
angkutan umum yang melayani ruas jalan sekitar wilayah studi maka nantinya pada tahap
Analisis Kinerja Lalu Lintas akan dilakukan survey terhadap angkutan umum yang
melewati atau mempunyai jalur di depan lokasi Ruko HERRYADI, yaitu pada ruas Jl.
Raya Karawang - Cikampek .
2.2.3. Parkir
Yang dimaksud parkir adalah keadaan tidak bergerak pada suatu kendaraan
yang bersifat sementara karena ditinggalkan oleh pengemudinya. Secara hukum dilarang
untuk parkir di tengah jalan raya, namun parkir di sisi jalan umumnya diperbolehkan.
Fasilitas parkir dibangun bersama-sama dengan kebanyakan gedung, untuk memfasilitasi
kendaraan pemakai gedung. Termasuk dalam pengertian parkir adalah setiap kendaraan
yang berhenti pada tempat - tempat tertentu baik yang dinyatakan dengan rambu lalu
lintas ataupun tidak, serta tidak semata - mata untuk kepentingan menaikkan dan/atau
menurunkan orang dan/atau barang.
Ada tiga jenis utama parkir, yang berdasarkan mengaturan posisi kendaraan,
yaitu parkir paralel, parkir tegak lurus, dan parkir miring. Fasilitas parkir untuk umum di
luar badan jalan dapat berupa taman parkir dan/atau gedung parkir. Penetapan lokasi dan
pembangunan fasilitas parkir untuk umum, dilakukan dengan memperhatikan rencana
umum tata ruang daerah, keselamatan dan kelancaran lalu lintas, kelestarian lingkungan,
dan kemudahan bagi pengguna jasa.
Beberapa kebijakan parkir yang diterapkan diberbagai negara antara lain:
1. Kebijakan tarip parkir yang ditetapkan berdasarkan lokasi dan waktu,
semakin dekat dengan pusat kegiatan/kota tarip lebih tinggi, demikian juga
semakin lama semakin tinggi. Kebijakan ini diarahkan untuk
mengendalikan jumlah pemarkir dipusat kota/pusat kegiatan dan
mendorong penggunaan angkutan umum;
ANALISA DAMPAK LALU LINTAS RUKO HERRYADI 10
2. Kebijakan pembatasan ruang parkir, terutama didaerah pusat kota ataupun
pusat kegiatan. Kebijakan ini biasanya dilakukan pada parkir dipinggir jalan
yang tujuan utamanya untuk melancarkan arus lalu lintas, serta
pembatasan ruang parkir diluar jalan yang dilakukan melalui IMB/Ijin
Mendirikan Bangunan; dan
3. Kebijakan penegakan hukum yang tegas terhadap pelanggar ketentuan
dilarang parkir dan dilarang berhenti serta pemarkir diluar tempat yang
ditentukan untuk itu.
Lahan untuk parkir kendaraan merupakan hal yang tidak dapat diabaikan
didalam perencanaan suatu kota. Lahan parkir tersebut dimaksudkan untuk
mengantisipasi penggunaan pada kawasan-kawasan yang mempunyai beragam kegiatan
yang ditempatkan dalam ruang yang tidak terlepas dari keterbatasan lahan yang tersedia
atau kurangnya lahan parkir kendaraan. Pada kondisi saat ini ruas jalan di sekitar lokasi
Pembangunan Ruko HERRYADI yaitu di Jl. Raya Karawang - Cikampek banyak dijumpai
tempat parkir diluar gedung (on street) kendaraan roda empat dikarenakan kawasan studi
merupakan daerah yang mempunyai aktifitas kegiatan sebagai perdagangan jasa, dimana
banyak kendaraan memerlukan waktu tunggu untuk melakukan aktifitasnya. Hal ini
tentunya sangat berpengaruh terhadap kapasitas jalan dan kecepatan perjalanan di Jl.
Raya Karawang - Cikampek .
ANALISA DAMPAK LALU LINTAS RUKO HERRYADI 11
Gambar 2.2; Parkir Tepi Jalan Pada Ruas Jl. Raya Karawang - Cikampek
2.2.4. Trotoar
Trotoar adalah jalur pejalan kaki yang umumnya sejajar dengan jalan dan lebih
tinggi dari permukaan perkerasan jalan untuk menjamin keamanan pejalan kaki yang
bersangkutan. Para pejalan kaki berada pada posisi yang lemah jika mereka bercampur
dengan kendaraan, maka mereka akan memperlambat arus lalu lintas. Oleh karena itu,
salah satu tujuan utama dari manajemen lalu lintas adalah berusaha untuk memisahkan
pejalan kaki dari arus kendaraan bermotor, tanpa menimbulkan gangguangangguan yang
besar terhadap aksesibilitas dengan pembangunan trotoar.
ANALISA DAMPAK LALU LINTAS RUKO HERRYADI 12
Perlu tidaknya trotoar dapat diidentifikasikan oleh volume para pejalan kaki
yang berjalan dijalan, tingkat kecelakaan antara kendaraan dengan pejalan kaki dan
pengaduan/permintaan masyarakat. Fasilitas pejalan kaki berupa trotoar ditempatkan di:
1. Daerah perkotaan secara umum yang tingkat kepadatan penduduknya tinggi;
2. Jalan yang memiliki rute angkutan umum yang tetap;
3. Daerah yang memiliki aktifitas kontinyu yang tinggi, seperti misalnya jalan-jalan
dipasar dan pusat perkotaaan;
4. Lokasi yang memiliki kebutuhan/permintaan yang tinggi dengan periode yang
pendek, seperti misalnya stasiun-stasiun bis dan kereta api, sekolah, rumah sakit,
lapangan olah raga; dan
5. Lokasi yang mempunyai permintaan yang tinggi untuk hari-hari tertentu, misalnya
lapangan/gelanggang olah raga, masjid.
Selain itu dengan adanya trotoar juga sering membawa dampak yang
negative, yaitu timbulnya PKL, parkir liar maupun kegiatan lain yang menyalah gunakan
fungsi dari trotoar. Hal ini perlu ditinjau lebih lanjut agar trotoar berfungsi sebagaimana
mestinya.
Dengan adanya rencana Pembangunan Ruko HERRYADI keberadaan trotoar
sangat diperlukan karena ditinjau dari fungsi bangunan, nantinya dengan dioperasikannya
Ruko Rich Palace tentu banyak dijumpai pejalan kaki. Pada saat ini ketersediaan fasilitas
pejalan kaki dalam hal ini trotoar pada sekitar wilayah studi yang ditinjau adalah sebagai
berikut.
1. Ruas Jl. Raya Karawang - Cikampek : Tersedia
2. Ruas Jl. Kupang Indah Raya : Tidak Tersedia
3. Akses Jalan TOL Karawang Timar – Cikampek : Tersedia
4. Ruas Jl. Raya Karawang - Cikampek : Tersedia & Tidak Tersedia
5. Ruas Jl. Citra Kebun Mas : Tidak Tersedia
6. Ruas Jl. Karaba II : Tidak Tersedia
7. Ruas Jl. Desa Kp. Peundeuy : Tidak Tersedia
ANALISA DAMPAK LALU LINTAS RUKO HERRYADI 13
Gambar 2.3 – 2.6; Photo – photo Area Parkir di sekitar lokasi kegiatan
ANALISA DAMPAK LALU LINTAS RUKO HERRYADI 14
2.2.5. Rambu Lalu Lintas
Secara umum Pengertian rambu-rambu adalah salah satu alat perlengkapan
jalan dalam bentuk tertentu yang memuat lambang, huruf, angka, kalimat dan/atau
perpaduan diantaranya, yang digunakan untuk memberikan peringatan, larangan,
perintah dan petunjuk bagi pemakai jalan. Berdasarkan jenis pesan yang disampaikan,
rambu lalu lintas dapat dikelompokkan menjadi rambu-rambu sebagai berikut :
1. Rambu peringatan adalah rambu yang memperingatkan adanya bahaya agar para
pengemudi berhati-hati dalam menjalankan kendaraannya.
Misalnya: Rambu yang menunjukkan adanya lintasan kereta api, atau adanya
simpangan berbahaya bagi para pengemudi;
2. Rambu petunjuk dalah rambu yang memberikan petunjuk atau keterangan kepada
pengemudi atau pemakai jalan lainnya, tentang arah yang harus ditempuh atau
letak kota yang akan dituju lengkap dengan nama dan arah letak itu berada; dan
3. Rambu larangan dan perintah adalah rambu ini untuk melarang/memerintah
semua jenis lalu lintas tertentu untuk memakai jalan, jurusan atau tempattempat
tertentu. Misalnya:
a. Rambu dilarang berhenti;
b. Kendaraan harus lewat jalur tertentu; dan
c. Semua kendaraan dilarang lewat.
Menurut cara pemasangan dan sifat pesan yang akan disampaikan maka
secara garis besar sistem perambuan dapat dikelompokkan atas:
1. Rambu tetap; dan
2. Rambu tidak tetap.
Yang dimaksud dengan rambu tetap adalah semua jenis rambu yang
ditetapkan menurut Surat Keputusan Menteri Perhubungan yang dipasang secara tetap,
sedangkan rambu tidak tetap adalah rambu yang dipasang dan berlaku hanya beberapa
waktu, dapat ditempatkan sewaktu - waktu dan dapat dipindah - pindahkan.
Rambu – rambu lalu lintas yang sudah ada sudah cukup baik tetapi penerapan
atas hal diatas sangat kurang (banyak yang melanggar rambu lalu lintas). Hal ini perlu
diperhatikan dengan seksama karena pada umumnya perilaku masyarakat yang kurang
mematuhi rambu – rambu lalu lintas sehingga kemacetan yang terjadi sering terjadi
karena masalah ini. Adapun rambu – rambu yang ada di sekitar Wilayah Studi adalah
sebagai berikut:
1. Rambu larangan parkir;
2. Rambu petunjuk mengikuti lajur yang wajib dilewati;
3. Dan lain-lain
ANALISA DAMPAK LALU LINTAS RUKO HERRYADI 15
Dengan adanya pembangunan Ruko HERRYADI yang mana mempunyai
fungsi sebagai Rumah Toko/hunian, maka perubahan atau penambahan rambu – rambu
lalu lintas perlu ditinjau lebih lanjut.
Untuk prediksi perubahan atau penambahan rambu – rambu lalu lintas akan
dijelaskan pada Dokumen Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas. Rambu – rambu lalu
lintas yang tersedia di sekitar wilayah studi pada saat ini dapat dilihat pada gambar
dokumentasi berikut.
Gambar 2.7; Rambu Lalu Lintas Ruas Jl. Raya Karawang - Cikampek
Gambar 2.8; Rambu Lalu Lintas Bundaran Satelit
2.3. ASAL DAN TUJUAN PERJALANAN
Asal dan tujuan perjalanan dilihat dari pola pergerakan lalu lintas pada jaringan
jalan yang menghubungkan zona - zona Lalu lintas di sekitar lokasi Royal Square . Dalam
hal ini wilayah kajian dibagi menjadi 4 (empat) zona lalu lintas, yaitu :
Zona 1 adalah pergerakan lalu lintas asal dan tujuan dari dan ke wilayah-wilayah yang
berkemungkinan melewati Jl. Karawang - Cikampek;
Zona 2 adalah pergerakan lalu lintas asal dan tujuan dari dan ke wilayah-wilayah yang
berkemungkinan melewati Jl. Raya Karawang - Cikampek – Karawang Kota;
ANALISA DAMPAK LALU LINTAS RUKO HERRYADI 16
Zona 4 adalah pergerakan lalu lintas asal dan tujuan dari dan ke wilayah-wilayah yang
berkemungkinan melewati Jl. Desa Kp. Pagadungan;
Pembagian zona studi dapat dilihat pada gambar 2.9.
Gambar 2.9; Asal Tujuan Perjalanan Antar Zona Yang Ditinjau
METODOLOGI
3.1. UMUM
Pada pekerjaan ini, konsultan menimbang perlunya menyusun metodologi
studi. Metodologi ini diharapkan mampu digunakan untuk memadukan seluruh proses
pekerjaan secara sistematis dengan tujuan tercapainya sasaran dan tujuan studi.
Pendekatan studi yang dipergunakan konsultan berturut - turut adalah metoda
pengumpulan data, metodologi analisis pemodelan transportasi, serta metode
pendekatan mikro analisis kinerja sistem transportasi.
3.2. PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA
3.2.1. Pengumpulan Data Sekunder
Tahap awal dari pekerjaan ini ialah mengumpulkan data sekunder berupa data
resume usulan Pembangunan Ruko HERRYADI, data jaringan jalan, data tata guna lahan
sekitar, serta tingkat bangkitan perjalanan dari tataguna lahan serupa dengan yang
diusulkan untuk daerah Karawang.
Data tersebut dipergunakan untuk menentukan wilayah kajian atau daerah
dampak, membangun model jeringan jalan serta menentukan langkah kerja lebih lanjut
dalam rangka survey-survey lalu lintas primer.
ANALISA DAMPAK LALU LINTAS RUKO HERRYADI 17
3.2.2. Survey-Survey Primer
Survey yang dilakukan pada kegiatan Studi Analisis Dampak Lalu Lintas
Pembangunan Ruko HERRYADI ini meliputi kelompok survey Inventarisasi (Inventory
Survey), kelompok survey Pencacahan Lalu Lintas (Traffic Counting Survey), dan
kelompok survey Tarikan Perjalanan (Trips Attraction Survey), serta kelompok survey
Asal Tujuan Perjalanan (Origin Destination Survey). Kemudian metode yang digunakan
pada survey yang dilakukan tersebut yaitu dengan penghitungan, pengukuran (walking
measures/whellmeter), pencatatan secara manual, dan wawancara kepada responden
atau pencatatan plat nomor kendaraan yang melintas di titik survey.
Kelompok Survey Inventarisasi meliputi survey-survey Inventarisasi Jaringan
Jalan (Road and Traffic Control Devices Inventories), Inventarisasi Geometrik
Persimpangan (Junction Geometric Inventory), serta Inventarisasi Pengaturan Sinyal
(Signal Plan Inventory). Untuk survey Pencacahan Lalu Lintas meliputi Survey
Pencacahan Lalu Lintas Membelok (Classified Turning Movement Count). Sedangkan
untuk kelompok Survey Tarikan Perjalanan dilakukan dengan menghitung jumlah keluar
masuk pengunjung dalam satuan orang/jam maupun kendaraan/jam pada gedung
pembanding. Dan untuk kelompok Survey Asal dan Tujuan Perjalanan dilakukan dengan
melakukan pencatatan plat nomor kendaraan untuk mengetahui kemungkinan lokasi -
lokasi yang merupakan pembangkit perjalanan yang melakukan perjalanan menuju
Pembangunan Ruko HERRYADI.
Gambar. 3.1; Pola Pikir Pengumpulan dan Pengolahan Data
ANALISA DAMPAK LALU LINTAS RUKO HERRYADI 18
Secara garis besar, jenis dan metode survey selengkapnya disajikan pada Tabel
3.1. berikut:
No Jenis Survey Metoda Survey Lama Waktu
1 2 3 4
1. Inventory Surveys
a. Roadway Inventory Pengukuran dan pencatatan kondisi 1 Hari
maupun dimensi geometrik JaIan
b. Intersection Inventory Pengukuran dan pencatatan kondlisi 1 hari
maupun dimensi geometrik persimpangan
2. Traffic Counting Surveys
Classified Turning Penghitungan manual dan pencatatan 8 jam selama 1 hari
Movement Count secara komulatif (Antara Selasa - Kamis)
Dan 8 jarn selama 1
hari pada hari (Antara
Sabtu - Minggu)
3. Trip Attraction Surveys
I. LICENSE PLAT Pencatatan nomor plat kendaraan di titik – 8 Jam
SURVEY titik keluar masuk persimpangan
II. TRIP ATTRACTION Pencatatan kendaraan keluar - masuk di 8 jam
SURVEY persimpangan
Tabel 3.1. Jenis dan Metoda Survey Pekerjaan Analisis Dampak Lalu Lintas
Pembangunan Ruko HERRYADI
3.2.3. Pelaksanaan Survey
Dalam proses pelaksanaan survey yang dilakukan pada kegiatan Studi
Analisis Dampak Lalu Lintas Pembangunan Ruko HERRYADI meliputi beberapa tahap
sebagai berikut :
1. Persiapan Survey Pada tahap kegiatan pelaksanaan survey lapangan
diawali dengan persiapan yang meliputi penyiapan alat – alat survey,
pelatihan tenaga surveyor, penetapan lokasi definitif titik-titik survey, dan
alokasi waktu serta pembagian titik bagi surveyor.
2. Survey Pendahuluan Sebelum tahap survey lapangan dilaksanakan,
terlebih dahulu dilakukan peninjauan lapangan dan survey pendahuluan.
Maksud dilaksanakannya survey pendahuluan ini ialah untuk :
- Menyiapkan perlengkapan survey, yang mencakup peta lokasi,
peralatan survey dan formulir survey.
- Mempelajari peta lokasi dan cara pengisian formulir survey.
- Menguji coba pengisian formulir survey.
3. Metoda Survey
a. Survey Inventarisasi Jalan (Roadway Inventory); Survey ini
dimaksudkan untuk mendapatkan data inventarisasi tentang elemen
penampang melintang jalan, pengaturan lalu lintasnya, dan tata guna
lahan pinggir jalan. Dari data inventarisasi ini selanjutnya akan ditaksir
ANALISA DAMPAK LALU LINTAS RUKO HERRYADI 19
kapasitas ruas jalan serta pola pengaturan lalu lintasnya. Metoda
yang dipergunakan di dalam survey ini ialah dengan melakukan
pengukuran dan pencatatan di dalam sketsa peta lokasi yang sudah
disediakan. Pengukuran elemen penampang melintang dilakukan tiap
25 meter. Alat bantu ukur yang dipergunakan adalah walking
measures/wheel meter.
b. Survey Inventarisasi Geometrik Persimpangan (Junction Inventory);
Survey ini dimaksudkan untuk mendapatkan data inventarisasi
tentang properti geometrik persimpangan dan pengaturan lalu
lintasnya serta tata guna lahan di sekitar lokasi persimpangan.
Berdasarkan data inventarisasi ini selanjutnya dapat ditaksir arus
jenuh dari tiap pendekat (lengan simpang) serta pola pengaturan lalu
lintasnya. Metoda yang dipergunakan di dalam survey ini ialah dengan
melakukan pengukuran dan pencatatan di dalam sketsa peta lokasi
yang sudah disediakan. Alat bantu ukur yang dipergunakan adalah roll
meter/wheel meter.
c. Survey Pencacahan Lalu Lintas Persimpangan (Classified Turning
Movement Counting); Survey pencacahan lalu lintas persimpangan
dilakukan untuk mendapatkan data volume gerakan membelok,
distribusi gerakan lalu lintas, dan volume (membelok) jam
perencanaan. Pencacahan lalu lintas dilakukan terpisah untuk
masing-masing lengan dan arah lalu lintas. Untuk mendapatkan
variasi volume dalam sehari telah dilaksanakan survey pada hari kerja
(antara selasa – kamis) selama 8 jam dan pada hari libur (antara
sabtu – minggu) selama 8 jam. Mengacu pada MKJI (Manual
Kapasitas Jalan Indonesia) 1997 untuk jalan perkotaan maka di dalam
survey ini kendaraan dikelompokkan ke dalam 4 kelas sebagai
berikut:
- LV (Light Vehicle) Kendaraan Ringan Kendaraan bermotor ber as
dua dengan 4 roda dan dengan jarak as 2,0-3,0 m (meliputi: mobil
penumpang, oplet, mikrobis, pick-up dan truk kecil sesuai sistim
klasifikasi Bina Marga).
- HV (Heavy Vehicle) Kendaraan Berat Kendaraan bermotor
dengan lebih dari 4 roda (meliputi bis, truk 2 as, truk 3 as dan truk
kombinasi sesuai sistim klasifikasi Bina Marga).
ANALISA DAMPAK LALU LINTAS RUKO HERRYADI 20
- MC (Motor Cycle) Sepeda Motor Kendaraan bermotor dengan 2
atau 3 roda (meliputi sepeda motor dan kendaraan roda 3 sesuai
sistim klasifikasi Bina Marga).
- UM (Un Motorize) Kendaraan Tak Bermotor Kendaraan dengan
roda yang digerakkan oleh orang atau hewan (meliputi : sepeda,
becak, kereta kuda, dan kereta dorong sesuai sistim klasitikasi
Bina Marga). Catatan: Dalam manual ini kendaraan tak bermotor
tidak dianggap sebagai bagian dari arus lalu lintas tetapi sebagai
unsur hambatan samping.
d. Survey Asal Tujuan Perjalanan (Origin Destination Survey)
- Surveyor melakukan wawancara kepada pengguna jalan di titik
survey yang ditentukan. Apabila pada titik survey tersebut sangat
sulit untuk dilakukan survey wawancara mengingat kondisi lalu
lintas yang padat maka survey asal tujuan perjalanan dapat
dilakukan dengan cara pencatatan plat nomor kendaraan,
sebagaimana dijelaskan pada opsi berikut.
- Surveyor melakukan pencatatan plat nomor kendaraan pada
lokasi yang di tentukan, hal ini dilakukan untuk menangkap
pergerakan yang terjadi di sekitar Pembangunan Ruko
HERRYADI Karawang.
e. Survey Tarikan Perjalanan (Trip Attraction Survey)
- Surveyor melakukan survey kedatangan dan keluarnya kendaraan
pada gedung pembanding, dalam hal ini dilakukan pada gedung
Sommerset Suroto kunto. Dipilih pembanding gedung tersebut
karena mempertimbangkan dari fungsi atau aktifitas gedung
hampir serupa dengan rencana pembangunan gedung Ruko
HERRYADI dan selain itu lokasinya berdekatan.
3.3. PENGEMBANGAN MODEL
Dalam melakukan analisis transportasi digunakan beberapa model
perhitungan, tergantung pada ketersediaan data yang akan dipergunakan dalam
perangkat lunak (Software). Model transportasi ini akan memberikan suatu gambaran lalu
lintas pada daerah yang di studi.
Pendekatan makro dimulai dengan penaksiran intensitas tata guna lahan
Pembangunan Ruko HERRYADI yang didapatkan dari pengembang Ruko HERRYADI.
Dari data tersebut selanjutnya diestimasi bangkitan perjalanan, distribusi perjalanan,
ANALISA DAMPAK LALU LINTAS RUKO HERRYADI 21
pemilihan moda dan pembebanan lalu lintas baik pada jalan - jalan di sekitar lokasi
maupun pada akses keluar - masuk lokasi. Pembebanan perjalanan di sekitar lokasi
ditambahkan dengan lalu lintas dasar (base-traffic) untuk mendapatkan beban yang nyata
pada daerah pengaruh dengan dibangunnya Ruko HERRYADI
Gambar 3.2 Pola Pikir Pemodelan Analisis Dampak Lalu Lintas
ANALISA DAMPAK LALU LINTAS RUKO HERRYADI 22
Tahapan pemodelan sebagai berikut :
a. Perkiraan Bangkitan Perjalanan (Trip Attraction); Tahap awal dari
tahapan proses pemodelan (modelling) ini adalah bangkitan perjalanan
(Trip Generation) yang di dalam hal ini sesuai dengan kategori tata guna
lahan daerah hunian dipergunakan konsep tarikan perjalanan (Trip
Attraction). Dengan mengambil asumsi adanya keterkaitan antara
intensitas tata guna lahan dengan jumlah perjalanan keluar masuk lokasi,
maka dapat ditentukan hubungan matematis yang menggambarkan tingkat
tarikan perjalanan ke lokasi tersebut.
b. Distribusi Perjalanan (Trip Distribution); Trip Distribution pada intinya
adalah tahapan untuk mendapatkan matriks asal - tujuan (O-D Matrix,
Origin-Destination Matrix) yang akan digunakan dalam proses selanjutnya.
Dasar distribusi yang digunakan adalah dengan proses skim, yaitu berupa
penentuan minimum path jarak tempuh perjalanan proporsional terhadap
intensitas tata guna lahan daerah pengaruh kegiatan.
c. Pembebanan Perjalanan (Trip/Traffic Assignment); Tahapan terakhir
adalah Trip/Traffic Assignment. Tahapan ini menggunakan perangkat lunak
paket program KAJI. Tahapan ini akan menghasilkan indikator kinerja lalu
lintas yang meliputi derajat kejenuhan, tundaan dan panjang antrian serta
volume kendaraan di tiap ruas jalan yang kemudian divalidasi dengan
volume lalu lintas hasil survey.
3.4. ANALISIS KINERJA RUAS JALAN DAN PERSIMPANGAN
Untuk dapat mengetahui dan memahami permasalahan transportasi dan lalu
lintas pada daerah studi, pada tahap lanjutan, konsultan akan melakukan analisis kinerja
jaringan jalan baik tanpa pembangunan Ruko HERRYADI Karawang maupun dengan
pembangunan Ruko HERRYADI Karawang. Analisis kinerja jaringan yang dilakukan oleh
konsultan disini terdiri atas analisis kinerja ruas jalan dan kinerja simpang untuk daerah
eksternal dan analisis antrian pada jalan akses. Oleh karena itu dalam analisis kinerja
jaringan eksisting ini, parameter yang digunakan antara lain adalah nisbah volume-
kapasitas (V/C ratio), derajat kejenuhan (degree of saturation), panjang antrian (queue),
dan besar hambatan (delay).
3.5. ANALISIS PENANGANAN DAMPAK
Tahapan analisis penanganan dampak ialah tahapan di mana skema yang
diusulkan dikaji ke-efektifannya dengan parameter mikro rekayasa lalu lintas. Analisis
ANALISA DAMPAK LALU LINTAS RUKO HERRYADI 23
yang dilakukan terdiri dari analisis jaringan jalan eksternal lokasi dan analisis internal
lokasi. Kajian eksternal lokasi meliputi kajian terhadap usulan perbaikan geometrik serta
pengendalian persimpangan, penanganan ruas jalan, penyediaan fasilitas angkutan
umum, serta penyediaan fasilitas pejalan kaki. Sedangkan analisis internal lokasi
ditekankan pada kajian usulan akses keluar-masuk serta parkir.
3.6. REKOMENDASI
Rekomendasi terhadap alternatif penanganan dampak terbaik yang
disampaikan dengan dilengkapi rencana teknik manajemen lalu lintas yang
direkomendasikan.
4. PEMBAHASAN
4.1. BANGKITAN PERJALANAN
Setelah terbangun dan dioperasikannya Ruko HERRYADI yang berfungsi
sebagai kegiatan perdagangan maka akan menimbulkan tarikan maupun bangkitan
kendaraan. Dengan munculnya bangkitan perjalanan tersebut tentunya volume lalu lintas
yang ada saat ini akan bertambah dan selanjutnya menjadi beban lalu lintas tambahan
pada persimpangan maupun ruas jalan disekitar wilayah studi.
Model atau teknik asumsi yang digunakan sebagai penentu besarnya
bangkitan dari Ruko HERRYADI adalah dengan metode perbandingan dari Persimpangan
Lingkar Luar Tanjungpura - Klari yang berlokasi di Jl. Raya Karawang - Cikampek
sebagai asumsi kegiatan apartemen yang mana saat ini sudah beroperasi,
Berikut ini adalah ringkasan data maksimum kendaraan masuk dan keluar
pada Persimpangan Lingkar Luar Tanjungpura - Klari di Jl. Raya Karawang - Cikampek ,
Karawang :
- Puncak pagi kendaraan masuk sebesar 37 smp/jam (pukul 07:15 s/d 08:15)
dan kendaraan keluar sebesar 96 smp/jam (pukul 06:45 s/d 07:45);
- Puncak siang kendaraan masuk sebesar 24 smp/jam (pukul 12:45 s/d 13:45)
dan kendaraan keluar sebesar 16 smp/jam (pukul 13:00 s/d 14:00); dan
- Puncak pagi kendaraan masuk sebesar 52 smp/jam (pukul 17:15 s/d 18:15)
dan kendaraan keluar sebesar 36 smp/jam (pukul 17:45 s/d 18:45).
Jumlah
Lokasi Bangkitan Perjalanan
Unit
Persimpangan lingkar Tanjung pura 135 96 smp/jam = 0,711
Arah Tanjung Pura (smp/jam)/unit
Jalan Suroto Kunto Arah Karawang Kota 301 214 smp/jam
Jalan Suroto Kunto arah Cikampek 206 146 smp/jam
Total Bangkitan 360 smp/jam
ANALISA DAMPAK LALU LINTAS RUKO HERRYADI 24
Tahap selanjutnya untuk mengetahui besarnya perkiraan kendaraan yang
masuk dan keluar Ruko HERRYADI maka jumlah kendaraan masuk dan keluar dari
Persimpangan Lingkar Luar Tanjungpura - Klari tersebut di olah menjadi bangkitan per
satuan unit (per kamar). Selain Ruko HERRYADI di sekitar lokasi studi (Jl. Raya
Karawang - Cikampek ) juga terdapat rencana pembangunan baru yang berfungsi
sebagai Ruko, yaitu rencana pembanguan Ruko HERRYADI. Mengacu pada hal tersebut
maka jumlah bangkitan perjalanan yang di perhitungkan adalah bangkitan akibat dari
pembangunan 2 (dua) pusat kegiatan tersebut. Analisa perhitungan bangkitan perjalanan
disajikan pada tabel berikut. Pada tabel diatas menunjukkan besarnya jumlah bangkitan
perjalanan setelah Ruko The Vasa dan Ruko HERRYADI dioperasikan. Tahapan dari
analisa selanjutnya adalah mendistribusikan jumlah bangkitan perjalanan pada jaringan
jalan sekitar wilayah studi berdasarkan proporsi volume lalu lintas yang ada pada saat ini
atau kondisi eksisting.
4.2. DISTRIBUSI PERJALANAN
Distribusi perjalanan (Trip Distribution) berkaitan dengan distribusi jumlah
perjalanan (trip) antara satu zona dengan zona lain (O-D Matrice, Origin- Destination
Matrice). Trip Distribution pada intinya adalah tahapan untuk mendapatkan prediksi
matriks asal-tujuan di tahun – tahun mendatang yang mana akan digunakan dalam
proses selanjutnya.
Prediksi dilakukan untuk periode 2 (dua) tahun yang akan datang atau
tepatnya pada tahun 2014 dan 5 (lima) tahun setelah 2014 yaitu tahun 2017. Prediksi
tahun 2014 diasumsikan sebagai lama waktu pembangunan/masa konstruksi dari
pembangunan Ruko HERRYADI tersebut adalah selama kurang lebih 2 (dua) tahun,
prediksi tahun 2017 adalah masa waktu dimana Ruko HERRYADI sudah mulai
beroperasi.
Selain itu prediksi juga dilakukan dengan melakukan peramalan terhadap
volume lalu lintas yang terjadi, yaitu dengan cara melakukan analisa terhadap
pertumbuhan lalu lintas di Kabupaten Karawang pada umumnya.
4.3. VOLUME LALU LINTAS JAM PUNCAK
Setelah mengetahui besaran dari pertumbuhan lalu lintas pertahun dan
besarnya bangkitan perjalanan akibat suatu pusat kegiatan baru maka kemudian
selanjutnya untuk prediksi asal tujuan perjalanan antar zona 2 (dua) tahun yang akan
datang (tahun 2014) dengan pembangunan kawasan pada sekitar wilayah studi. Dengan
ANALISA DAMPAK LALU LINTAS RUKO HERRYADI 25
data matrik asal dan tujuan perjalanan antar zona selanjutnya dilakukan analisa kinerja
lalu lintas
4.4. ANALISIS V/C DI LOKASI KRITIS
Dengan menggunakan media komputer untuk melakukan running program
CONTRAM 8 maka diperoleh hasil pembebanan lalu lintas untuk kondisi dengan
pembangunan kawasan. Berikut adalah ringkasan hasil eksekusi CONTRAM 8, yaitu
kinerja lalu lintas dengan pembangunan kawasan, setelah adanya pengaruh aktifitas dari
rencana pembangunan Ruko HERRYADI.
Pada analisa kondisi eksisting (tahun 2010) hampir pada semua jam puncak
persimpangan dan bundaran mempunyai nilai V/C Rasio berada di atas nilai V/C Rasio
yang disyaratkan untuk jalan perkotaan (V/C Rasio ≤ 0,85) bahkan ada yang melampaui
jauh melebihi V/C Rasio yang disyaratkan (V/C Rasio ≤ 2,00).
4.5. TINGKAT PELAYANAN DI LOKASI KRITIS
Berikut ini, tingkat pelayanan yang jelek (E atau F) dipengeruhi oleh beberapa
faktor yang salah satunya ditandai dengan harga DS ≤ 1. Oleh karena itu dalam analisa
perbaikan diusahakan agar mempunyai nilai DS < 1. Berikut adalah tabel unt uk
menentukan tingkat pelayanan berdasarkan nilai DS.
Tingkat Karakteristik Batas
Pelayanan Lingkup V/C
arus bebas dengan kecepatan tinggi pengemudi dapat 0,00 – 0,20
A
memilih kecepatan yang diinginkan tanpa hambatan
Arus stabil, tetapi kecepatan operasi mulai dibatasi oleh 0,20 - 0,44
B kondisi lalu lintas, pengemudi memiliki kebebasan yang
cukup untuk memilih kecepatan
Arus stabil, tetapi kecepatan dan gerak kendaraan 0,45 - 0,74
C
dikendalikan, pengemudi dibatasi dalam memilih kecepatan
Arus mendekati tidak stabil kecepatan masih dikendalikan, 0,75 - 0,84
D
V/C masih dapat ditolerir
Volume lalu lintas mendekati / berada pada kapasitas, arus 0,85 – 1,00
E
tidak stabil, kecepatan terkadang terhenti
Arus yang dipaksakan atau macet, kecepatan rendah, volume > 1,00
F diatas kapasitas, antrian panjang dan terjadi hambatan –
hambatan besar
Karakteristik Tingkat Pelayanan (Level of Service LOS) Berdasarkan V/C
Rasio atau DS Dari data V/C Rasio atau Derajat Kejenuhan (DS) pada masing – masing
ruas jalan kondisi dengan pembangunan kawasan sebagaimana pada tabel diatas
selanjutnya dapat diketahui Tingkat Pelayanan dari masing – masing ruas jalan tersebut.
ANALISA DAMPAK LALU LINTAS RUKO HERRYADI 26
5.1. PERMASALAHAN POKOK
Pembangunan Rumah Toko di Kabupaten Karawang seperti misalnya Ruko
HERRYADI Sangat membantu menurunkan angka pengangguran terutama di Kabupaten
Karawang, akan tetapi pembangunan tersebut juga dapat membawa dampak - dampak
yang negatif dalam hal ini dari segi transportasi khususnya lalu lintas.
Setelah melakukan survey pada sekitar wilayah studi dan mempertimbangkan
hasil analisa maka akar permasalahan pokok yang terjadi dan dimungkinkan akan terjadi
setelah adanya Ruko HERRYADI dapat diuraikan sebagai berikut :
1. Munculnya parkir di luar gedung yang menggunakan lebar manfaat jalan
sebagai tempat parkir (on street parking) di sekitar wilayah studi
khususnya di ruas jalan menuju Ruko HERRYADI, jika parkir yang
disediakan oleh Ruko HERRYADI tidak mencukupi atau kendaraan
penghuni maupun pengunjung tidak tertampung di dalam gedung Ruko
HERRYADI;
2. Menimbulkan antrian kendaraan pada ruas jalan menuju akses masuk
Ruko HERRYADI yaitu tepatnya pada ruas Jl. Raya Karawang -
Cikampek ;
3. Kondisi arus lalu lintas sekitar Ruko HERRYADI sebagian sudah
mendekati titik jenuh bahkan ada yang sudah melampaui, khususnya
pada periode prediksi tahun 2014 dan 2017. Artinya besarnya
pertumbuhan volume kendaraan yang tinggi tidak sebanding dengan
besarnya kapasitas jalan maupun persimpangan yang ada;
4. Hampir seluruh ruas maupun persimpangan jalan di Kabupaten
Karawang tidak tersedia lahan yang cukup untuk dilakukan pelebaran
perkerasan jalan, sehingga untuk melakukan pelebaran sangat sulit
karena memerlukan dana yang sangat besar dan waktu yang relative
cukup lama;
5. Meningkatnya volume kendaraan pada sekitar wilayah studi yang cukup
tinggi memicu terjadinya peningkatan derajat kejenuhan (V/C Rasio)
pada ruas jalan maupun persimpangan sedangkan kondisi geometrik
pada ruas jalan maupun persimpangan tidak mengalami perubahan,
sehingga dengan terjadinya peningkatan volume kendaraan tersebut
mengakibatkan kapasitas jalan menjadi berkurang pada masing –
masing ruas jalan maupun persimpangan dan selanjutnya
berkemungkinan besar berdampak terhadap terjadinya kemacetan.
ANALISA DAMPAK LALU LINTAS RUKO HERRYADI 27
6. Tidak menutup kemungkinan nantinya pengguna jasa Ruko HERRYADI
ada yang berjalan kaki, hal tersebut akan menganggu arus lalu lintas jika
tidak disediakan adanya fasilitas atau sarana bagi pejalan kaki;
7. Timbulnya angkutan umum yang mangkal / ngetem (berhenti untuk
menurunkan maupun menaikkan penumpang) di depan Ruko
HERRYADI atau tepatnya pada ruas Jl. Raya Karawang - Cikampek ;
dan
8. Timbulnya pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan sekitar Ruko
HERRYADI.
5.2. KONSEP PEMECAHAN MASALAH
Konsep pemecahan masalah atau usulan perbaikan yaitu berupa alternatif
perbaikan yang diusulkan untuk mengatasi masalah yang diperkirakan timbul akibat
dibangunnya Ruko HERRYADI. Adapun konsep pemecahan masalah yang diusulkan
adalah sebagai berikut :
1. Di dalam kawasan Ruko HERRYADI;
2. Di luar kawasan Ruko HERRYADI; dan
3. Di wilayah sekitar Ruko HERRYADI;
6. KESIMPULAN
Berdasarkan beberapa hasil analisa yang seperti dijelaskan pada bab
sebelumnya maka pada bab ini akan menerangkan mengenai ringkasan atau kesimpulan
dari hasil analisa tersebut, adapun beberapa point yang menjadi kesimpulan adalah
sebagai berikut :
1. Ruko HERRYADI diperuntukan sebagai Toko. Ruko HERRYADI berdiri
diatas bekas bangunan pemukiman dengan luas lahan ± 1.565 m² dengan
perincian sebagai berikut:
- Luas Tanah : ± 1.565 m²
- Terpotong GS : ± 263,90 m²
- Sisa : ± 2.997,50 m²
2. Ruko HERRYADI menyediakan tempat parkir di dalam gedung sejumlah
134 SRP R4 dan 110 SRP R2. V/C Rasio atau Derajat Kejenuhan pada
ruas jalan di sekitar wilayah studi tanpa pengembangan kawasan dapat di
lihat sebagaimana tabel 6.1 untuk hari selasa dan 6.2 untuk hari minggu
3. Permasalahan pokok dimungkinkan akan terjadi setelah adanya Ruko
HERRYADI dapat diuraikan sebagai berikut :
ANALISA DAMPAK LALU LINTAS RUKO HERRYADI 28
- Munculnya parkir di luar gedung yang menggunakan lebar manfaat
jalan sebagai tempat parkir (on street parking) di sekitar wilayah studi
khususnya di ruas jalan menuju Ruko HERRYADI, jika parkir yang
disediakan oleh Ruko HERRYADI tidak mencukupi atau kendaraan
penghuni maupun pengunjung tidak tertampung di dalam gedung Ruko
HERRYADI;
- Menimbulkan antrian kendaraan pada ruas jalan menuju akses masuk
Ruko HERRYADI yaitu tepatnya pada ruas Jl. Raya Karawang -
Cikampek ;
- Kondisi arus lalu lintas sekitar Ruko HERRYADI sebagian sudah
mendekati titik jenuh bahkan ada yang sudah melampaui, khususnya
pada periode prediksi tahun 2014 dan 2017. Artinya besarnya
pertumbuhan volume kendaraan yang tinggi tidak sebanding dengan
besarnya kapasitas jalan maupun persimpangan yang ada;
- Hampir seluruh ruas maupun persimpangan jalan di Kabupaten
Karawang tidak tersedia lahan yang cukup untuk dilakukan pelebaran
perkerasan jalan, sehingga untuk melakukan pelebaran sangat sulit
karena memerlukan dana yang sangat besar dan waktu yang relative
cukup lama;
- Meningkatnya volume kendaraan pada sekitar wilayah studi yang
cukup tinggi memicu terjadinya peningkatan derajat kejenuhan (V/C
Rasio) pada ruas jalan maupun persimpangan sedangkan kondisi
geometrik pada ruas jalan maupun persimpangan tidak mengalami
perubahan, sehingga dengan terjadinya peningkatan volume
kendaraan tersebut mengakibatkan kapasitas jalan menjadi berkurang
pada masing – masing ruas jalan maupun persimpangan dan
selanjutnya berkemungkinan besar berdampak terhadap terjadinya
kemacetan.
- Tidak menutup kemungkinan nantinya pengguna jasa Ruko
HERRYADI ada yang berjalan kaki, hal tersebut akan menganggu arus
lalu lintas jika tidak disediakan adanya fasilitas atau sarana bagi
pejalan kaki;
- Timbulnya angkutan umum yang mangkal / ngetem (berhenti untuk
menurunkan maupun menaikkan penumpang) didepan Ruko
HERRYADI atau tepatnya pada ruas Jl. Raya Karawang - Cikampek ;
dan
ANALISA DAMPAK LALU LINTAS RUKO HERRYADI 29
- Timbulnya pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan sekitar Ruko
HERRYADI.
4. Rekomendasi Manajemen Lalu Lintas Ruko HERRYADI :
- Akses kendaraan menuju dan meninggalkan Ruko HERRYADI
menggunakan sistem atau satu arah (antara kendaraan masuk dan
keluar terpisah) sehingga diharapkan tidak terjadi konflik;
- Adanya peningkatan jalan pada ruas Jl. Raya Karawang - Cikampek
(depan lokasi Ruko HERRYADI) berupa pengaspalan bahu jalan;
- Ruko HERRYADI menyediakan fasilitas parkir untuk pengguna Toko di
dalam area Ruko HERRYADI;
- Pemberian informasi akan kondisi lalu lintas pada ruas jalan, agar
pengguna jalan dapat memilih rute yang lebih lancar;
- Penyediaan sarana angkutan umum (taksi) bagi penghuni dan
pengunjung Ruko HERRYADI.
- Penyediaan fasilitas pejalan kaki (trotoar) dan pembenahan fasilitas
tempat penyeberangan orang pada tempat tertentu apabila nantinya
banyak dijumpai pejalan kaki yang menyeberang;
- Pemberian informasi kepada pengguna jalan berupa rambu-rambu dan
petunjuk di dalam persil, dan di depan persil dan di sekitar persil; dan
- Pembenahan desain geometrik pada simpang simpang di sekitar Ruko
HERRYADI sebagai upaya memperlancar arus kendaraan.
5. Rekomendasi Rekayasa Lalu Lintas Ruko HERRYADI :
a. Penyediaan akses (pintu) keluar dan masuk dengan rencana sebagai
berikut:
- Pintu 1 yaitu pintu yang digunakan untuk akses masuk kendaraan
roda empat (R4) dan roda dua (R2) diletakkan pada posisi sebelah
timur tapak bangunan dengan lebar 6 meter;
- Pintu 2 yaitu pintu yang digunakan untuk akses keluar untuk
kendaraan roda empat (R4) dan roda dua (R2) diletakkan pada
posisi sebelah barat tapak bangunan dengan lebar 4 meter.
b. Pengaspalan bahu jalan di depan lokasi Ruko HERRYADI dengan
mutu aspal dan kelas jalan harus disamakan dengan ketentuan dari
Dinas Perhubungan dan Dinas PU Karawang.
c. Penyediaan tempat parkir bagi pengguna Toko beserta rambu rambu
dan petunjuk parkir;
ANALISA DAMPAK LALU LINTAS RUKO HERRYADI 30
d. Pemasangan papan informasi pada bundaran Satelit yang berisi
informasi kondisi lalu lintas pada ruas jalan HR Muhammad;
e. Penyediaan pangkalan taksi sebanyak minimal 8 SRP di dalam persil
Ruko HERRYADI;
f. Pengecatan marka jalan pada jalan di depan persil Ruko HERRYADI;
g. Pengadaan dan pemasangan warning light dan rambu lalu lintas di luar
kompleks yang terdiri dari :
- Rambu larangan masuk 2 bh
- Rambu larangan berhenti : 2 bh
- Rambu larangan parkir : 2 bh
- Rambu petunjuk masuk kawasan : 2 bh
- Rambu petunjuk keluar kawasan : 1 bh
- Warning light : 1 bh
ANALISA DAMPAK LALU LINTAS RUKO HERRYADI 31