0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
11 tayangan3 halaman

Pembaruan Islam: Respons dan Tokoh Kunci

Gerakan pembaruan dalam Islam muncul sebagai respons terhadap kemunduran umat Islam di berbagai bidang dan bertujuan untuk menyesuaikan ajaran Islam dengan perkembangan zaman. Tokoh-tokoh seperti Muhammad Abduh dan Jamaluddin Al-Afghani berperan penting dalam mendorong kebangkitan Islam, meskipun gerakan ini menghadapi tantangan dari kelompok tradisional dan pengaruh Barat. Pembaruan ini terus berkembang dan memiliki dampak signifikan dalam pendidikan, politik, sosial, dan ekonomi umat Islam.

Diunggah oleh

Ahmad Rijaludin
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
11 tayangan3 halaman

Pembaruan Islam: Respons dan Tokoh Kunci

Gerakan pembaruan dalam Islam muncul sebagai respons terhadap kemunduran umat Islam di berbagai bidang dan bertujuan untuk menyesuaikan ajaran Islam dengan perkembangan zaman. Tokoh-tokoh seperti Muhammad Abduh dan Jamaluddin Al-Afghani berperan penting dalam mendorong kebangkitan Islam, meskipun gerakan ini menghadapi tantangan dari kelompok tradisional dan pengaruh Barat. Pembaruan ini terus berkembang dan memiliki dampak signifikan dalam pendidikan, politik, sosial, dan ekonomi umat Islam.

Diunggah oleh

Ahmad Rijaludin
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

MATERI AJAR SKI KELAS 11

BAB 6: GERAKAN PEMBARUAN DALAM ISLAM

A. PENDAHULUAN

Gerakan pembaruan dalam Islam muncul sebagai respons terhadap kemunduran umat
Islam di berbagai bidang, seperti politik, ekonomi, sosial, dan pendidikan. Pembaruan
ini bertujuan untuk mengembalikan kejayaan Islam dengan menyesuaikan ajaran
Islam dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar syariat.

B. LATAR BELAKANG MUNCULNYA GERAKAN PEMBARUAN


Gerakan pembaruan dalam Islam muncul karena beberapa faktor, antara lain:
1. Kemunduran Politik dan Kekuasaan Islam – Kolonialisme Barat menguasai
banyak wilayah Muslim.
2. Kelemahan Ekonomi – Umat Islam tertinggal dalam bidang perdagangan dan
industri.
3. Keterbelakangan dalam Pendidikan – Sistem pendidikan tradisional kurang
berkembang.
4. Krisis Sosial dan Budaya – Adanya perpecahan internal dan pengaruh
budaya asing yang merusak nilai-nilai Islam.
5. Munculnya Tantangan Modernisasi – Perkembangan teknologi dan ilmu
pengetahuan menuntut umat Islam untuk beradaptasi.

C. TOKOH-TOKOH GERAKAN PEMBARUAN DALAM ISLAM


Beberapa tokoh penting dalam gerakan pembaruan Islam antara lain:
1. Muhammad bin Abdul Wahhab (1703-1792 M)
 Berasal dari Najd, Arab Saudi.
 Mengusung gerakan Wahabi yang menekankan pemurnian akidah dan kembali
kepada ajaran Islam yang murni berdasarkan Al-Qur’an dan Hadis.
 Menentang bid’ah, khurafat, dan takhayul dalam praktik keagamaan.

2. Jamaluddin Al-Afghani (1838-1897 M)


 Berasal dari Afghanistan.
 Mengusung Pan-Islamisme, yaitu persatuan umat Islam melawan kolonialisme
Barat.
 Mendorong umat Islam untuk bangkit dalam ilmu pengetahuan dan politik.

3. Muhammad Abduh (1849-1905 M)


 Murid Jamaluddin Al-Afghani yang berasal dari Mesir.
 Menekankan pentingnya rasionalisme dalam memahami Islam.
 Mengembangkan reformasi pendidikan dan menekankan ijtihad dalam hukum
Islam.

4. Rasyid Rida (1865-1935 M)


 Pengikut Muhammad Abduh.
 Mengembangkan pemikiran modernisasi Islam melalui majalah Al-Manar.
 Mengkritik sistem pemerintahan Islam yang tidak sesuai dengan prinsip syariat.

5. Sir Sayyid Ahmad Khan (1817-1898 M)


 Berasal dari India.
 Mengembangkan pendidikan modern bagi umat Islam melalui pendirian
Aligarh Muslim University.
 Mendorong umat Islam untuk menerima ilmu pengetahuan dan teknologi
modern.

6. Ibnu Taimiyah (1263-1328 M)


 Seorang ulama yang mengkritik praktik-praktik yang menyimpang dalam Islam.
 Menekankan pentingnya kembali kepada ajaran Islam yang murni.

D. PEMIKIRAN DAN PENGARUH GERAKAN PEMBARUAN


Gerakan pembaruan dalam Islam memberikan pengaruh besar dalam berbagai
bidang:

1. Pendidikan
 Pendirian sekolah dan universitas modern di dunia Islam.
 Penekanan pada ilmu pengetahuan, teknologi, dan agama secara seimbang.

2. Politik
 Munculnya kesadaran nasionalisme Islam dan perjuangan melawan
kolonialisme.
 Upaya penerapan sistem pemerintahan yang lebih demokratis dan berbasis
syariat.

3. Sosial dan Keagamaan


 Peningkatan kesadaran akan pentingnya persatuan umat Islam.
 Penghapusan praktik-praktik yang dianggap menyimpang dari ajaran Islam.

4. Ekonomi
 Pengembangan ekonomi Islam dengan sistem keuangan berbasis syariah.
 Mendorong umat Islam untuk aktif dalam perdagangan dan industri.

E. TANTANGAN DAN PERKEMBANGAN GERAKAN PEMBARUAN


Meskipun memberikan dampak positif, gerakan pembaruan Islam juga menghadapi
beberapa tantangan, seperti:
1. Penolakan dari Kelompok Tradisional – Sebagian ulama dan masyarakat
menolak modernisasi dalam Islam.
2. Pengaruh Barat yang Kuat – Modernisasi sering kali diiringi oleh westernisasi
yang bertentangan dengan nilai Islam.
3. Perpecahan di Kalangan Umat Islam – Adanya perbedaan pendapat dalam
menafsirkan konsep pembaruan.

Namun, gerakan pembaruan terus berkembang hingga saat ini, dengan munculnya
organisasi Islam modern seperti Ikhwanul Muslimin, Muhammadiyah, Nahdlatul
Ulama, dan Hizbut Tahrir yang membawa misi pembaruan dalam berbagai aspek
kehidupan.

F. KESIMPULAN
Gerakan pembaruan dalam Islam merupakan upaya untuk mengatasi kemunduran
umat Islam di berbagai bidang dengan menyesuaikan ajaran Islam dengan
perkembangan zaman. Tokoh-tokoh pembaruan seperti Muhammad Abduh,
Jamaluddin Al-Afghani, dan Rasyid Rida berperan besar dalam mendorong kebangkitan
Islam. Gerakan ini terus berkembang dan menghadapi berbagai tantangan, tetapi
tetap memiliki dampak besar dalam kemajuan umat Islam.
IBRAH
Dengan memahami adanya gerakan pembaruan Islam telah melewati sejarah
panjang, maka seharusnya kita memiliki sikap sebagai berikut :
1. Memiliki semangat ukhuwah kebangsaan dan keislaman, dalam menjalin hubungan
silaturrahim dengan sesama masyarakat muslim di seluruh dunia.
2. Memiliki sikap, perkataan, dan tindakan yang menyebabkan orang lain merasa
senang dan aman atas kehadiran dirinya.
3. Menunjukkan upaya sungguh-sungguh dalam mengatasi berbagai hambatan
belajar, tugas dan menyelesaikan tugas dengan sebaik-baiknya.
4. Pembaruan Islam diwujudkan dalam bentuk memperbaharui lembaga-lembaga
pendidikan yang mampu mencetak generasi baru yang berwawasan luas dan
rasional dalam memahami agama sehingga mampu menghadapi tantangan
zaman.
5. Meningkatkan peranan wanita dalam bidang pendidikan, sosial dan pembangunan
sumber daya manusia.
6. Mengembangkan budaya literasi, yaitu dengan membiasakan membaca berbagai
bacaan yang memberikan ilmu dan kebaikan, khususnya tentang ilmu sejarah
peradaban Islam.

RANGKUMAN
1. Pembaruan dalam Islam adalah upaya-upaya untuk menyesuaikan paham
keagamaan Islam dengan dengan perkembangan baru yang ditimbulkan kemajuan
ilmu pengetahuan dan teknologi modern. Dalam bahasa Arab, gerakan pembaruan
Islam disebut tajdid. Secara harfiah, tajdid berarti pembaruan dan pelakunya
disebut mujaddid.
2. Istilah tajdid itu sendiri memiliki arti lain yang lebih luas, di antaranya adalah
reformasi, purifikasi, modernisme dan sebagainya. Istilah yang beragam itu
mengindikasikan bahwa hal itu terdapat variasi entah pada aspek metodologi,
doktrin maupun solusi, dalam gerakan tajdid yang muncul di dunia Islam
3. Pembaruan dalam Islam dipelopori oleh beberapa tokoh, di antaranya; Muhamad
Ali Pasha (1765-1849 M), Jamaluddin Al-Afghani (1838-1897 M), Muhammad Abduh
(1849-1905 M), Muhammad Rasyid Ridha (1865-1935 M) Muhammad Iqbal (1877-
1938 M)
4. Awal kegagalan Islam dalam mengikuti perkembangan modern salah satunya
disebabkan hilangnya semangat ijtihad. Munculnya kelompok muslim yang
menganggap pintu ijtihad telah tertutup. Pemahaman ini melahirkan sikap statis
(jumud) dalam pemikiran umat Islam, karena kegiatan ijtihad dianggap tertutup.
Hukum Islam tidak bersifat statis, tetapi dinamis dan berkembang sesuai dengan
perkembangan zaman.
5. Al-Afghani menganjurkan pembentukan suatu ikatan politik yang mempersatukan
seluruh umat Islam berupa gerakan Pan-Islamisme. Pan-Islamisme menghendaki
persatuan umat Islam sebagai kekuatan bersama untuk membebaskan dirinya dari
penjajahan dan membangun kekuatan bersama.

Anda mungkin juga menyukai