BUKU JAWABAN TUGAS MATA KULIAH
TUGAS 3
Nama Mahasiswa : Dafa Kurnia Ghani
Nomor Induk Mahasiswa/ NIM : 857030606
Kode/Nama Mata Kuliah : Hak Asasi Manusia / PKNI4317
Kode/Nama UPBJJ : 20 Bandar Lampung
Kelas :B
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
UNIVERSITAS TERBUKA
1) Hubungan antara hukum dan HAM, dimaksud setiap negara yang
menghormati HAM merupakan negara hukum dalam arti materiil atau
substansial. Apa maksudnya? Jelaskan argumen saudara!
Jawaban :
Hubungan antara HAM dan hukum, tentunya setiap negara yang
menghormati HAM merupakan negara hukum dalam arti materiil atau
substansial. Apabila negara yang dijalankan itu tidak memperhatikan nilai
substansi yang ada berarti negara dijalankan secara regresif, sehingga
kecenderungannya akan mempertahankan status quo. Dengan demikian
dalam negara hukum seharusnya HAM diatur berdasarkan hukum,
sehingga penghormatan dan penegakan HAM itu dapat ditegakkan secara
pasti.
Pada tahun 1965 di Bangkok diadakan pertemuan para ahli hukum.
Pertemuan tersebut diselenggarakan oleh International Commission of
Justice yang memperluas adanya syarat suatu rule of law, yaitu:
1. adanya perlindungan konstitusional.
2. adanya kekuasaan kehakiman yang bebas dan tidak memihak.
3. pemilihan umum yang bebas.
4. kebebasan untuk menyatakan pendapat.
5. kebebasan untuk berserikat atau berorganisasi.
6. pendidikan warga negara/civil education (Miriam Budiarjo, 1985:60).
Terciptanya keserasian atau sinergisme antara cita-cita harapan
hukum di masyarakat selain dipengaruhi oleh budaya dan pendidikan
masyarakat juga dipengaruhi adanya pengaruh dunia internasional. Karena
itu perjalanan hukum selalu berusaha menjawab tantangan dan kondisi
perubahan masyarakat, termasuk dinamika masyarakat secara luas.
Sejalan dengan perkembangan dinamika sejarah dunia internasional,
instrumen- instrumen HAM semakin berkembang dalam berbagai
konvensi dan kovenannya. Perlindungan HAM itu dijadikan sebagai
standar norma untuk melakukan hubungan dengan pihak negara luar
khususnya negara-negara Barat. Isu HAM kemudian dijadikan sebagai isu
internasional atau isu dalam percaturan negara-negara di dunia.
Pada masa pemerintahan orde baru, sebagai reaksi terhadap isu
perkembangan HAM dunia, maka dibentuklah Komisi Nasional Hak Asasi
Manusia (Komnas HAM) pada tahun 1993. Perubahan sikap yang diambil
pemerintah saat itu ditujukan untuk mengimbangi konstelasi politik dunia,
yang mulai menunjukkan kehancurannya kekuatan komunis dan
munculnya dominasi Barat.
Bertumpuknya berbagai masalah atau persoalan yang terjadi pada
masa pemerintahan orde baru seperti KKN, kekecewaan dan
ketidakpercayaan masyarakat terhadap pemerintahan orde baru memicu
terjadinya aksi besar-besaran mahasiswa dan komponen masyarakat
lainnya untuk mengusung reformasi.
Secara Materiil negara menjunjung tinggi hak-hak warga negaranya dan
memberikan perlindungan hukum atas pemenuhan hak-hak warga negara
sebagaimana di atur dalam konstitusi yaitu antara lain:
1. Hak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak.
2. Hak untuk membentuk keluarga dan melanjutkan keturunan melalui
perkawinan yang sah.
3. Hak atas kelangsungan hidup.
4. Hak untuk mengembangkan diri dan melalui pemenuhan kebutuhan
dasarnya dan berhak mendapat pendidikan, ilmu pengetahuan dan
teknologi, seni dan budaya demi meningkatkan kualitas hidupnya demi
kesejahteraan hidup manusia.
5. Hak untuk memajukan dirinya dalam memperjuangkan haknya secara
kolektif untuk membangun masyarakat, bangsa, dan negaranya, Hak
atas pengakuan, jaminan, perlindungan, dan kepastian hukum yang
adil serta perlakuan yang sama di depan hukum.
6. Hak untuk mempunyai hak milik pribadi Hak untuk hidup, hak untuk
tidak disiksa, hak kemerdekaan pikiran dan hati nurani,hak beragama,
hak untuk tidak diperbudak, hak untuk diakui sebagai pribadi di
hadapan hukum, dan hak untuk tidak dituntut atas dasar hukum yang
berlaku surut adalah hak asasi manusia yang tidak dapat dikurangi
dalam keadaan apapun.
2) Dinamika perkembangan HAM baik dalam ranah internasional dan
nasional merupakan perjalanan penting bagaimana HAM ditegakkan dan
diterima sebagai perlindungan bagi setiap individu diseluruh dunia tanpa
terkecuali. Jelaskan perkembangan HAM yang anda ketahui di beberapa
negara di dunia!
Jawaban:
Pengertian kewajiban asasi manusia menurut salah satu tokoh yang
bernama Prof. Darji Darmodiharjo, HAM adalah hak-hak dasar yang telah
dibawa manusia sejak lahir sebagai anugrah dari Tuhan Yang Maha Esa.
Hak hak asasi tersebut menjadi dasar dari adanya hak dan kewajiban yang
lain. Hak sendiri adalah bentuk kuasa untuk menerima. Sedangkan
kewajiban adalah sebuah beban untuk memberikan sesuatu yang sudah
semestinya diberikan oleh pihak tertentu dan dapat dituntut secara paksa.
Sejarah hak asasi manusia berawal dari dunia Barat (Eropa). Seorang
filsuf Inggris pada abad ke-17, John Locke, merumuskan adanya hak
alamiah (natural rights) yang melekat pada setiap diri manusia, yaitu hak
atas hidup, hak kebebasan, dan hak milik. Pada waktu itu, hak masih
terbatas pada bidang sipil (pribadi) dan politik. Sejarah perkembangan hak
asasi manusia ditandai adanya tiga peristiwa penting di dunia Barat, yaitu
Magna Charta, Revolusi Amerika, dan Revolusi Prancis.
Adapun perkembangan HAM di berbagai negara dapat beragam.
Sebagai contoh, beberapa negara telah mengalami kemajuan dalam
memperkuat perlindungan HAM, sementara negara lain mungkin
menghadapi tantangan. Di beberapa negara maju, seperti di Eropa,
perkembangan legislatif dan kebijakan telah meningkatkan perlindungan
HAM, sedangkan di beberapa negara berkembang, masih ada isu-isu
terkait pelanggaran HAM.
Penting juga untuk dicatat bahwa setiap negara memiliki konteks dan
tantangan uniknya sendiri dalam memajukan HAM. Keterlibatan
organisasi internasional seperti PBB seringkali menjadi faktor yang
memengaruhi dinamika perkembangan HAM secara global.
HAM atau Hak Asasi Manusia adalah hak dasar atau hak pokok yang
dibawa oleh manusia sejak lahir dan menjadi kodrat yang sudah melekat
pada setiap manusia serta tidak dapat diganggu gugat adanya, hal ini
karena HAM merupakan anugerah dari Tuhan YME. 3. Reformasi
konstitusi dipandang merupakan kebutuhan.
3) Reformasi konstitusi khususnya mengenai HAM menegaskan secara
eksplisit bahwa Indonesia adalah negara hukum. Di dalamnya diatur
pengakuan terhadap prinsip supremasi hukum dan konstitusi serta adanya
jaminan-jaminan hak asasi manusia. Jelaskan pendapat saudara!
Jawaban :
Menurut Pendapat saya adalah bahwa reformasi konstitusi yang
menegaskan eksplisit tentang hak asasi manusia (HAM) dan prinsip
supremasi hukum adalah langkah positif menuju memperkuat fondasi
negara hukum di Indonesia. Hal ini mencerminkan komitmen untuk
melindungi hak-hak dasar individu dan menempatkan hukum dan
konstitusi sebagai pilar utama dalam sistem negara. Dengan adanya
jaminan-jaminan HAM, diharapkan dapat memberikan perlindungan yang
lebih kuat terhadap kebebasan dan martabat setiap warga negara.
Reformasi konstitusi dipandang merupakan kebutuhan dan agenda
yang harus dilakukan karena UUD 1945 sebelum perubahan dinilai tidak
cukup untuk mengatur dan mengarahkan penyelenggaraan negara sesuai
harapan rakyat, terbentuknya good governance, serta mendukung
penegakan demokrasi dan hak asasi manusia.
Konstitusi adalah sebagai sumber hukum tertinggi yang ada dalam
sebuah negara. Konstitusi berhubungan dengan pemerintahan antara
penguasa dan rakyat. Bagian formil konstitusi juga memuat masalah
kekuasaan sekaligus batasan kekuasaan masing-masing badan-badan
penyelenggara negara. Bagaimana konsep HAM di dalam konstitusi?
Pengaturan HAM dalam UUD NRI 1945 mengatur hak- hak dasar setiap
warga negara di dalam bidang sosial, ekonomi, politik, budaya, sipil, serta
hak atas pembangunan. Setiap warga negara seimbang antara hak dan
kewajibannya. Pengaturan mengenai HAM dalam UUD NRI 1945 adalah
seimbang antara hak dan kewajiban. Konstitusi sebagai hukum tertinggi
lahir untuk melindungi hak-hak asasi manusia. Konstitusi merupakan
kesepakatan tentang prinsip-prinsip dasar penyelenggaraan negara serta
hak-hak warga negara yang harus dilindungi.
4) Penyelesaian kasus atau sebuah pelanggaran internasional hingga pada
proses pengadilan yaitu melalui beberapa tahapan. Tahapan ini harus
diikuti oleh pihak-pihak yang terlibat dalam peradilan HAM Internasional.
Demikian juga, Beberapa pihak berhak mengadukan kasus pelanggaran
HAM internasional. Pihak- pihak mana yang dianggap memiliki hak?
Jelaskan pendapat saudara!
Jawaban :
Dalam konteks pelanggaran HAM internasional, pihak-pihak yang
dianggap memiliki hak untuk mengadukan kasus biasanya melibatkan
negara-negara dan individu. Negara-negara dapat mengajukan kasus
pelanggaran HAM internasional melalui berbagai forum, seperti
Mahkamah Internasional atau pengadilan regional yang bersangkutan.
Selain itu, individu atau kelompok masyarakat juga dapat memiliki
hak untuk mengadukan kasus pelanggaran HAM internasional. Ini dapat
dilakukan melalui mekanisme seperti Pengadilan Kejahatan Internasional
atau melalui laporan kepada badan-badan HAM internasional yang
relevan.
Penting untuk dicatat bahwa pihak-pihak yang berhak mengadukan
kasus pelanggaran HAM internasional dapat bervariasi tergantung pada
yurisdiksi dan mekanisme hukum yang terlibat.
Adapun proses penyelesaian pelanggaran HAM menurut undang-undang
pengadilan HAM adalah sebagai berikut:
1. Penangkapan
2. Penahanan
3. Penyelidikan
4. Penyidikan
5. Penuntutan
6. Sumpah
7. Pemeriksaan
5) Indonesia telah banyak menetapkan peraturan perundangan yang
berspektif HAM dan dilakukan ratifikasi instrumen HAM internasional
yaitu berupa undang- undang, keputusan dan instruksi presiden. Salah
satunya adalah ratifikasi Undang- undang perlindungan untuk anak.
Undang- undang apa saja yang memberi perlindungan anak? Bagaimana
isi Undang- undang ini mengatur?
Jawaban :
Di Indonesia, salah satu undang-undang yang memberikan
perlindungan kepada anak adalah Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014
tentang Perlindungan Anak. Undang-undang ini mengatur berbagai aspek
perlindungan anak, termasuk hak-hak anak, pemenuhan kebutuhan dasar
anak, perlindungan dari kekerasan, eksploitasi, dan perlindungan khusus
bagi anak yang berhadapan dengan hukum. Beberapa poin utama dalam
Undang-Undang Perlindungan Anak melibatkan hak anak untuk hidup,
tumbuh, dan berkembang secara optimal, hak atas identitas, pendidikan,
kesehatan, serta perlindungan dari eksploitasi dan kekerasan. Undang-
undang ini juga menetapkan tanggung jawab pemerintah dan masyarakat
dalam melindungi hak-hak anak.
Penting untuk dicatat bahwa rincian lebih lanjut mengenai isi
undang-undang ini dapat ditemukan secara langsung dalam teks resmi
Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 atau melalui sumber-sumber
hukum yang terkait.