0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
8 tayangan24 halaman

Ciri dan Klasifikasi Kingdom Monera

Dokumen ini membahas tentang kingdom Monera dan Protista, termasuk klasifikasi, ciri-ciri, dan peran penting dalam kehidupan manusia. Kingdom Monera terdiri dari archaebacteria dan eubacteria, sementara Protista dibagi menjadi kelompok mirip hewan, jamur, dan tumbuhan. Selain itu, dijelaskan juga peran bakteri dalam lingkungan, bioteknologi, dan kesehatan.

Diunggah oleh

Harni Harny
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
8 tayangan24 halaman

Ciri dan Klasifikasi Kingdom Monera

Dokumen ini membahas tentang kingdom Monera dan Protista, termasuk klasifikasi, ciri-ciri, dan peran penting dalam kehidupan manusia. Kingdom Monera terdiri dari archaebacteria dan eubacteria, sementara Protista dibagi menjadi kelompok mirip hewan, jamur, dan tumbuhan. Selain itu, dijelaskan juga peran bakteri dalam lingkungan, bioteknologi, dan kesehatan.

Diunggah oleh

Harni Harny
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Selain itu, kingdom monera juga termasuk kingdom yang jumlah organismenya terbanyak di

muka bumi ini. Saking banyaknya jumlah kingdom monera, pada tahun 1990, Carl Woese
akhirnya membagi klasifikasi monera menjadi dua subkingdom,
yaitu archaebacteria dan eubacteria. Pembagian keduanya berdasarkan struktur dinding sel,
membran plasma, cara gerak, dan materi genetiknya.
Ciri-Ciri Kingdom Monera

Setelah mengetahui pengertian monera, ada baiknya kamu memahami tentang ciri-ciri
kingdom monera. Berikut merupakan ciri-cirinya, antara lain:
Bentuk Sel Bervariasi
Bentuk sel pada kelompok monera sangat bervariasi. Ada yang berbentuk batang (basil),
bulat (coccus), atau spiral.
Memiliki Sel Prokariotik

Sebagian besar anggota monera termasuk organisme prokariotik, yaitu organisme yang
memiliki inti sel dan organel tetapi tidak memiliki membran (selaput) inti sel.
Dinding Sel terdiri dari Peptidoglikan

Dinding sel peptidoglikan merupakan salah satu bentuk dinding sel yang tahan terhadap
tekanan osmotik hingga 25 kali tekanan atmosfer.
Memiliki Bahan Genetik Nukleoid

Organisme pada kingdom monera memiliki nukleoid, yaitu bahan genetik dalam sitoplasma
berupa DNA yang tidak terbungkus atau tidak dilapisi oleh membran. Nukleoid pada monera
hanya bisa dilihat pada massa kekentalannya yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan
kekentalan sitoplasma di sekitarnya.
Banyak Spesies Bakteri Mengandung Plasmid

Banyak spesies bakteri pada monera yang mengandung plasmid, yaitu molekul pada DNA
yang berbentuk sirkuler (melingkar) menyerupai cincin.
Klasifikasi Monera
Awalnya, monera terbagi menjadi dua kelompok, yaitu bakteri dan alga biru (cyanophyta).
Kini, kingdom monera terbagi lagi menjadi 2 kelompok besar,
yaitu archaebacteria dan eubacteria.
Eubacteria
Eubacteria merupakan kelompok monera atau bakteri sejati yang tidak memiliki inti sel.
Kelompok bakteri ini lah yang kerap kamu jumpai di lingkungan sekitar, seperti di air, udara,
bahkan pada tubuh makhluk hidup. Secara struktur tubuh, eubacteria terdiri atas tiga bagian
penting, yaitu membran sel, sitoplasma, dan organel sel.
Archaebacteria
Istilah archaebacteria berasal dari bahasa yunani “Archalo“ yang berarti kuno.
Jadi, archaebacteria merupakan kelompok monera atau bakteri yang kuno atau tertua yang
hidup di bumi ini.

Kelompok ini hanya bisa kamu temukan di tempat yang ekstrem, seperti tempat yang sangat
panas atau tempat yang berkadar garam dan asam sangat tinggi. Contohnya, di bawah
kawah gunung berapi, atau di lahan gambut.
Peran Bakteri Dalam Kehidupan Manusia
Seperti yang sudah dibahas di awal tadi, bakteri masuk dalam kingdom monera yang
memiliki peranan dalam kehidupan manusia. Ada peranan bakteri yang menguntungkan dan
juga yang merugikan.

Bakteri yang merugikan biasanya bersifat parasit atau patogen yaitu bisa menyebabkan
timbulnya penyakit. Sementara bakteri yang menguntungkan justru memberikan manfaat
bagi kehidupan manusia, baik di sektor lingkungan, kesehatan, maupun bioteknologi atau
industri. Mari kita bahas peran bakteri yang menguntungkan di beberapa bidang, antara lain:

Peran Bakteri dalam Bidang lingkungan

 Membantu proses fiksasi nitrogen, dilakukan oleh bakteri nitrifikasi, seperti


bakteri Azotobacter, Clostridium, dan Pasteurianum.
 Membantu proses fotosintesis, dilakukan oleh bakteri fotoautotrof.
 Membantu proses kemosintesis, dilakukan oleh bakteri kemosintetik.
 Membantu proses simbiosis. Dalam hal ini, bakteri membantu pencernaan makanan yang
ada dalam perut sapi dengan cara menghasilkan enzim selulosa untuk membantu mencerna
selulosa dalam perut sapi.
 Membantu proses bioremediasi, dilakukan oleh bakteri Alcanivorax, Marinobacter,
dan Neptumonas.

Peran Bakteri dalam Bidang Bioteknologi dan Industri

 Pembuatan yoghurt dibantu oleh bakteri Lactobacillus Bulgaricus.


 Pembuatan minuman probiotik (yakult) dibantu oleh bakteri Lactobacillus Casei.
 Pembuatan keju dibantu oleh bakteri Streptococcus Lactis.
 Pembuatan nata de coco dibantu oleh bakteri Acetobacter Xylinum.
 Pembuatan mineral tembaga dibantu oleh bakteri Thiobacillus, Sulfolobus.
 Membantu dalam proses pembuatan insulin buatan.

Peran Bakteri dalam Bidang Kesehatan

 Bakteri Mikroflora atau Mikrobiota normal dapat memberi nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh
kita, seperti vitamin K.
 Bakteri Streptomyces Griseus dapat menghasilkan antibiotik streptomisin.
 Bakteri Streptomyces Aureofaciens dapat menghasilkan antibiotik aureomisin.
 Bakteri Streptomyces Rimosus dapat menghasilkan antibiotik tetrasiklin.

PENGERTIAN PROTISTA
Protista adalah kingdom yang terdiri dari satu sel atau banyak sel dan memiliki membrane
inti (organisme eukariot) serta bersel tunggal. Protista dapat di kelompokkan menjadi tiga
bagian yaitu menyerupai hewan (protozoa), menyerupai tumbuhan (Ganggang) dan
menyerupai jamur. Sebagian besar Protista hidup di air, karena tidak memiliki pelindung
untuk menjaga tubuhnya dari hawa kering. Kingdom Protista adalah kingdom yang
sederhana karena hanya tersusun atas satu sel sehingga dapat di kelompokan dalam
kingdom sendiri. Tetapi ada juga yang multiseluler akan tetapi masih sangat sederhana
dibandingkan dengan organisme lainnya.

CIRI-CIRI KINGDOM PROTISTA


Protista umumnya mempunyai ukuran Mikroskopis dan makrokopis: Organisme yang
berukuran mikroskopis adalah organisme yang berukuran sekitar 5 μm – 3 mm. selain itu
juga ada yang berukuran makroskopis dengan ukuran Panjang mencapai 60 meter bahkan
lebih. Berikut ini ciri-ciri lainnya dari kingdom Protista Grameds:

 Umumnya Uniseluler: Kingdom Protista tersusun atas satu sel atau uniseluler. Tetapi ada
juga yang multi seluler atau sel banyak. Dalam penelitian kingdom Protista yang bersel
banyak atau multiseluler akan hidup secara berkelompok (membentuk Koloni).
 Tipe Sel Eukariotik: Protista memiliki membran inti sehingga disebut sebagai sel
eukariotik. Sel yang sudah bermembran inti, namun Protista merupakan makhluk hidup
prokariotik yang paling sederhana tetapi jauh lebih kompleks dalam hal struktur, fungsi,
tingkah laku dan ekologinya bila dibandingkan dengan Archaebacteria dan Eubacteria.
 Hidup Bebas atau Simbiosis: Kingdom Protista dapat hidup bebas dengan cara
menguntungkan satu sama lain. Tetapi juga dapat bersifat parasite bagi organisme
lainnya. Jika bersifat parasite maka akan mengakibatkan banyak penyakit di sekitarnya.
 Habitat Umumnya di Tempat Lembab: Seperti sudah di jelaskan diatas bahwa Protista ini
hidup di air atau tempat lembab. Bukan hanya di air tawar tetapi di laut juga yang kadar
garamnya banyak Protista juga dapat hidup. Protista yang hidup di laut sebagian besar
bertindak sebagai fitoplankton yang merupakan kontributor utama dalam penyediaan
energi jaring-jaring makanan.
 Bersifat Aerob dan Anaerob: Bersifat aerob karena memerlukan oksigen untuk proses
respirasi yang bertempat pada mitokondria. Bersifat anaerob karena tidak memerlukan
oksigen pada respirasi dengan bersimbiosis bersama bakteri yang bersifat aerob.
 Bersifat Heterotrof dan Bersifat heterotrop karena memperoleh makanan dengan
mengabsorsi molekul organik dan sebagian lagi bersifat fotoautotrof karena memiliki
kloroplas sebagai tempat untuk menangkap energi matahari.
 Bersifat Motil: Ada sebagian Protista yang mempunyai alat gerak seperti flagel atau bulu
cambuk, silia atau rambut getar, dan pseudopodia atau kaki semu. Dengan demikian
Protista dapat di sebut dengan motil yang bergerak bebas.

KLASIFIKASI PROTISTA
PROTISTA MIRIP HEWAN (PROTOZOA)
Protista yang mirip dengan hewan memiliki ciri – ciri tertentu, diantaranya merupakan hewan
yang bersel satu atau dikenal dengan Uniseluler dengan ukuran tubuh hanya 10-200 µm,
Tidak memiliki dinding sel, Pada umumnya bersifat heterotrof, hanya sebagian kecil saja
yang bersifat autotroph, Hidup bebas atau sebagai parasit bagi organisme lain, Reproduksi
secara seksual atau aseksual, Pada umumnya memiliki alat gerak. Protozoa kemudian
diklasifikasikan berdasarkan alat geraknya ke dalam empat kelompok, yaitu:

FILUM RHIZOPODA (SARCODINA)


Pergerakan Rhizopoda dilakukan dengan menggunakan kaki semu (pseudopodia).
Rhizopoda tidak memiliki bentuk tetap karena selalu berubah-ubah sesuai dengan
pergerakannya. Selain berfungsi untuk bergerak, kaki semu juga berfungsi untuk
menangkap makanannya. Setelah makanan tersebut dicerna, zat sisa hasil pencernaan
akan memadat dan menepi pada ujung tubuh kemudian keluar dari tubuh. Karena tidak
dapat menghasilkan makanan sendiri, maka rhizopoda termasuk organisme heterotrof.
Rhizopoda berkembangbiak dengan membelah diri secara langsung (pembelahan biner).
Contoh anggota filum rhizopoda adalah Amoeba.

FILUM CILIATA
Filum Ciliata (Ciliophora atau Infusiora): Sesuai dengan namanya, Ciliata bergerak dengan
menggunakan silia (bulu getar). Selain berfungsi sebagai alat gerak, silia yang terdapat di
seluruh bagian tubuhnya juga berfungsi untuk menggerakan makanan agar dapat masuk
melalui mulutnya. Karena tidak dapat menghasilkan makanan sendiri, maka Ciliata termasuk
organisme heterotrof. Ciliata biasanya memiliki dua inti sel yang disebut makronukleus
(berukuran lebih besar) dan mikronukleus (berukuran lebih kecil). Reproduksi aseksual
dilakukan dengan membelah diri, dan seksual dilakukan dengan konjugasi (saling
menempelkan tubuh dan bertukar inti). Contoh anggota filum ini adalah paramecium sp.

FILUM FLAGELLATA
Filum Flagellata (Mastigophora): Flagella berasal dari bahasa latin yang artinya cambuk.
Mastifophora berasal dari bahasa Yunani yaitu “mastig) yang artinya cambuk, dan “phora”
yang berarti gerakan. Sebagian besar flagellata memiliki dua cambuk di bagian belakang
tubuhnya, sehingga saat bergerak terlihat seperti didorong dari belakang. Flagellata dapat
ditemukan di laut, air, tawar, juga bersimbiosis dengan makhluk hidup lain, ataupun hidup
menumpang atau secara parasite.

FILUM SPOROZOA
Sporozoa (Apicomplexa): Sporozoa (Sporo = biji, zoa = hewan) merupakan organisme
uniseluler yang tidak memiliki alat gerak. Organisme ini bergerak dengan melakukan
kontraksi seluruh sel. Seluruh Sporozoa hidup secara parasit, dan makanan diserap
langsung dari inangnya. Reproduksi sporozoa dapat berlangsung secara seksual maupun
aseksual. Secara seksual terjadi dengan pertemuan mikrogamet dan makrogamet dalam
tubuh inang. Sedangkan aseksual dilakukan dengan pembelahan sel. Contoh sporozoa
adalah plasmodium vivax, malaria, dan ovale yang merupakan penyebab penyakit malaria
pada manusia.

PROTISTA MIRIP JAMUR


Protista mirip jamur merupakan protista dengan ciri berikut: Bersifat eukariotik, Tidak
memiliki klorofil, Dapat menghasilkan spora, Bersifat heterotrof. Protista mirip jamur bukan
merupakan bagian dalam kingdom Fungi karena struktur tubuh dan cara reproduksi yang
berbeda dengan kelompok Fungi. Protista mirip jamur diklasifikasikan ke dalam tiga filum,
yaitu:

MYXOMYCOTA (JAMUR LENDIR)


Myxomycota disebut juga jamur lendir plasmodial. Semua anggota Myxoycota bersifat
heterotrof karena tidak bisa melakukan fotosintesis sehingga tidak mampu menghasilkan
makanan sendiri. Biasanya jamur lendri plasmodium memiliki pigmen warna yang terang,
dapat berwarna kuning atau oranye.

Plasmodium dapat tumbuh hingga diameternya mencapai satuan sentimeter (cm), namun
demikian mereka merupakan organisme uniseluler, ukuran tubuhnya besar karena
kelompok ini dapat memiliki banyak nukleus. Habitat myxomycota dapat ditemukan di hutan
basah, kayu lapuk, dan tanah lembab. Dalam siklus hidupnya terdapat kumpulan sel
amoeboid yang disebut plasmodium.

Sel amoeboid merupakan sel-sel yang dapat hidup bebas yang dihasilkan oleh jamur lendir.
Plasmodium dapat memakan bakteri, hama, spora dan komponen organik lainnya, makanan
kemudian dicerna dengan mekanisme fagositosis. Ketika makanan kurang, maka sel – sel
ini akan bergabung membentuk sesuatu seperti lendir. Kemudian massa yang seperti lendir
ini akan mencari lingkungan baru yang lebih mendukung kebutuhannya.

Pergerakan massa tersebut dilakukan dengan kontraksi dari masing-masing sel yang
bergabung tadi. Ketika habitatnya kering dan tidak dapat memberikan makanan, maka
plasmodium akan berhenti tumbuh dan berkembang, serta akan berdiferensiasi menjadi
suatu tahapan siklus hidup yang berfungsi untuk reproduksi seksual.
ACRASIOMYCOTA
Acrasiomycota merupakan jamur lendiri seluler. Berbeda dengan myxomycota yang
merupakan jamur lendir plasmodium. Perbedaan dasar keduanya adalah Acrasiomycota
merupakan organisme haploid (hanya memiliki satu set kromosom), hanya zigotnya saja
yang bersifat diploid (memiliki dua set kromosom). Sedangkan Myxomycota menjalani
hidupnya lebih dominan sebagai organisme diploid. Selain itu Acrasiomycota atau jamur
lendir seluler memiliki tubuh yang berfungsi untuk menghasilkan spora saat reproduksi
aseksual. Acrasiomycota tidak memiliki siklus hidup berflagel.

OOMYCOTA
OOMYCOTA (jamur air): Sebenarnya nama jamur air untuk Oomycota kurang tepat, karena
itu merupakan salah satu spesies fillum ini. “Oomycota” berasal dari kata “Oo” yang artinya
telur dan “Mycota” yang artinya jamur. Sebagian besar oomycota hidup sebagai pengurai
dan berperan penting di habitat perairan. Beberapa anggotanya juga hidup sebagai parasit.
Reproduksi Oomycota dapat terjadi secara aseksual maupun seksual. Secara Aseksual
mereka akan membentuk zoospora yang apabila jatuh pada lingkungan yang sesuai akan
menjadi organisme baru. Sedangkan secara seksual dengan pertemuan gamet jantan dan
gamet betina.

PROTISTA MIRIP TUMBUHAN (ALGAE)


Protista mirip tumbuhan yang uniseluler sering disebut fitoplankton, sedangkan protista mirip
tumbuhan multiseluler sering disebut alga. Sama seperti namanya, protista mirip tumbuhan,
baik alga maupun fitoplankton mampu melakukan fotosintesis. Fitoplankton memiliki
peranan penting dalam memberikan oksigen ke atmosfer melalui proses fotosintesis yang
dilakukan. Ciri-ciri Algae diantaranya:

 Bersifat uniseluler atau multiseluler.


 Ukuran tubuh bervariasi, mulai dari algae mikroskropis dengan ukuran 8 µm hingga algae
makroskropis dengan ukuran 60 m.
 Bentuk tubuh tetap karena adanya dinding sel.
 Algae uniseluler dapat hidup soliter ataupun membentuk koloni.
 Memiliki beberapa jenis klorofil (klorofil a, klorofil b, klorofil c, dan klorofil d) yang
tersimpan dalam kloroplas.
 Memiliki pigmen fotosintetik selain klorofil (xantofil [kuning], fikosianin [biru], fukosantin
[cokelat], fikoeritrin [merah], dan karotenoid).
 Memiliki bentuk kloroplas yang bervariasi (spiral, cakram, jala, mangkung, bulat, dan
lainnya).
 Dapat hidup seperti plankton, neuston, atau bentos.
 Bereproduksi secara aseksual (dengan pembelahan biner, fragmentasi, dan
pembentukan spora vegetatif) atau seksual (dengan konjugasi, singami, dan anisogami).
Protista mirip tumbuhan diklasifikasikan ke dalam tujuh filum, yaitu:

EUGLENOPHYTA
Filum Euglenophyta merupakan organisme uniseluler yang flagella (bulu cambuk), Bintik
mata yang dapat menangkap cahaya (disebut stigma), dan kloroplas. Beberapa anggota
filum Euglenophyta dapat hidup secara autotrof (menghasilkan makanan sendiri) maupun
heteretrof (memburu makanan). Ketika cahaya cukup, maka mereka akan hidup secara
autotrof, sedangkan ketika cahaya melemah, mereka akan hidup secara heterotrof.
Biasanya ditemukan di perairan dan berkembangbiak dengan cara membelah diri.
Euglenophyta merupakan salah satu protista yang mirip tumbuhan (mampu berfotosintesis)
dan juga mirip hewan (dapat melakukan pergerakan aktif).

CHRYSOPHYTA
Chrysophyta (Alga Emas): Filum Chrysophyta merupakan organisme yang anggotanya
memiliki variasi bentuk dan struktur. Alga biasanya berwarna cokelat-keemasan. Habitatnya
banyak di air tawar dan tanah lembab, juga dapat ditemukan di lautan. Pigmen warna yang
dominan terdapat pada tubuh Chrysophyta adalah karoten dan fikosantin sehingga
tubuhnya berwarna cokelat-keemasan. Namun juga dapat memiliki klorofil yang memberikan
warna hijau.

PYRROPHYTA
Pyrrophyta atau Dinoflagellata (Ganggang Api), Penamaannya ganggang api muncul karena
beberapa ciri anggota protista mirip tumbuhan kelompok ini, contohnya mereka tampak
bersinar ketika malam hari. Beberapa pyrrophyta jumlahnya akan meningkat pesat pada
waktu tertentu, misalnya ketika air hangat dan kaya nutrisi sehingga membuat lautan tampak
berwarna merah kecoktlatan (red tide). Ketika muncul red tide, kondisi air akan miskin
oksigen, juga kadang-kadang menjadi beracun sehingga ketika fenomena ini terjadi banyak
makhluk hidup lain yang mati.

Sebenarnya warna ganggang api dapat beranekaragam, hijau, kuning, cokelat dan lainnya,
warna ini tergantung kepada pigmen yang lebih dominan dalam menyusun tubuhnya.
Biasanya ganggang api memiliki pigmen klorofil a dan c, santofil, dinosatin dan fikobilin.
Spesies dinoglagellata biasanya merupakan organisme uniseluler namun ada juga yang
multiseluler. Ganggang api ini memiliki dua flagellata yang dapat membuat gerakan
memutar sehingga sering juga disebut dinoflagellata (dino = pusaran air). Ganggang api
umumnya merupakan organisme fotoautotrof, tetapi ada juga spesies yang hidup sebagai
parasit.

PHAEOPHYTA
Phaeophyta (ganggang cokelat) adalah kelompok protista mirip tumbuhan yang memiliki
pigmen dominan berupa karoten, yaitu fukosantin, sehingga memberikan warna cokelat
pada tubuhnya. Penamaan ganggang ini sesuai dengan ciri-cirinya, “phaeophyta” berasal
dari “phaeios” bahasa Yunani yang artinya cokelat. Selain fukosatin, ganggang cokelat juga
memiliki pigmen klorofil a, c, dan santofil.

Anggota dari Phaeophyta yang telah dikenali lebih dari 1000 spesies. Hampir semua
ganggang cokelat hidup di pinggir pantai, mereka kebanyakan merupakan organisme
multiseluler yang berbentuk seperti benang. Struktur phaeophyta sangat mirip dengan
tumbuhan seutuhnya karena memiliki akar, batang dan daun. Reproduksinya secara
aseksual dengan membelah diri menghasilkan zoospora atau secara fragmentasi.
Sedangkan secara seksual dengan menghasilkan gamet jantan dan betina.

BACILLARIOPHYTA
Bacillariophyta (Diatom) Filum ini merupakan filum yang memiliki anggota paling banyak
dibandingkan kelompok lain pada protista mirip tumbuhan. Spesiesnya yang telah dikenali
berjumlah sekitar 10.000. Secara umum Bacillariophyta merupakan organisme uniseluler
yang tidak begerak dan hidup sebagai plankton. Diatom dapat berbentuk seperti benang,
bulat, atau segitiga. Diatom memiliki struktur tubuh yang sangat khas, yaitu bagian tubuhnya
terdiri atas kotak (hipoteka) dan tutup (epiteka), antara kotak dan tutup tersebut terdapat
celah yang disebut rafe. Dinding selnya mengandung pektin dan silikat, apabila organisme
ini mati, maka cangkang tersebut akan membentuk tanah. Diatom memiliki harga jual
lumayan karena dapat dimanfaatkan untuk berbagai hal.

RHODOPHYTA
Rhodophyta (Alga Merah) merupakan filum yang memiliki pigmen dominan fikobilin yaitu
fikoeitrin sehingga memberikan warna merah pada tubuhnya, namun rhodophyta juga
memiliki pigmen fikosianin yang memberikan warna biru (tidak dominan). Anggota filum ini
yang telah dikenali berkisar sekitar 4000 spesies yang umumnya merupakan organisme
multiseluler. Kebanyakan rhodophyta hidup di laut, dan sebagian kecil dapat ditemukan di
air tawar. Reproduksinya dapat berlangsung secara aseksual dan seksual. Secara aseksual
rhodophyta dengan membentuk tetraspora. Sedangkan secara seksual langsung dengan
gamet jantan dan betina.

CHLOROPHYTA
Chlorophyta (Alga Hijau) Sesuai dengan namanya, Chlorophyta memiliki tubuh berwarna
kehijauan. Pigmen dominan penyusun tubuhnya adalah klorofil, selain itu mereka juga
memiliki sedikit karotin (pigmen kuning). Dalam tubuh alga hijau klorofil berkumpul dalam
suatu tempat yang disebut kloroplas. Bentuk kloroplas pada masing – masing anggotanya
bervariasi, ada yang berbentuk bulat, bentuk spiral, seperti bintang, dan lain-lain.
Chlorophyta merupakan organisme uniseluler yang dapat berkoloni membentuk organisme
multiseller sederhana. Mereka sering ditemukan hidup pada habitat yang berair. Karena
memiliki klorofil, alga hijau merupakan makhluk hidup autotrof yang menghasilkan makanan
melalui proses fotosintesis. Reproduksi dapat terjadi secara aseksual (melalui pembelahan
biner) maupun secara seksual (melalui Konjugasi).

MANFAAT PROTISTA
Zooplankton di ekosistem perairan sebagian besar adalah protista berklorofil yang berguna
sebagai makanan ikan dan arthropoda air. Selain itu berikut ini beberapa manfaat yang
masuk dalam kategori Protista:

 Entamoeba coli di dalam usus besar mamalia ikut berperan dalam proses pembusukan
sisa makanan.
 Foraminifera mempunyai kerangka luar dari zat kapur dan fosilnya dalam jumlah tertentu
dapat membentuk endapan tanah globigerina yang dapat digunakan sebagai petunjuk
adanya minyak bumi.
 Radiolaria mempunyai kerangka dari zat kersik. Radiolaria yang mati akan meninggalkan
cangkangnya dan membentuk tanah radiolaria yang dapat digunakan sebagai bahan
penggosok.
 Paramaecium dapat juga digunakan sebagai organisme indikator terjadinya pencemaran
air oleh zat organik.
 Chlorella selain berperan sebagai produsen di ekosistem perairan, juga dapat digunakan
sebagai bahan dasar pembuatan protein sel tunggal (PST).

DAMPAK BURUK PROTISTA


Selain protista menguntungkan bagi kehidupan manusia, ada beberapa yang merugikan,
antara lain:

 Entamoeba histolytica hidup di dalam liang usus manusia, menyebabkan kerusakan


jaringan pada usus dan diare.
 Entamoeba hartmani hidup di dalam liang usus manusia, penyebab disentri tetapi
efeknya tidak lebih parah dari Entamoeba histolytica.
 Entamoeba gingivalis hidup di dalam rongga mulut manusia, ada disela-sela gigi atau di
leher gigi, tenggorokan, dan tonsil. Tidak bersifat patotenik akan tetapi dapat
memperparah terjadinya radang gusi.
 Trypanosoma gambiense menyebabkan penyakit tidur pada manusia (sleeping sickness
atau trypanosomiasis). Protista ini hidup di dalam darah manusia. Vektor perantaranya
adalah lalat tse-tse dari jenis Glossina tachionides.
 Trypanosoma evansi menyebabkan penyakit surrah pada ternak sapi, kuda, dan kerbau.
Banyak berjangkit di daerah tropis termasuk Indonesia. Vektor perantaranya adalah lalat
dari genus Tabanus.
 Leishmaania donovani menyebabkan penyakit kala azar pada manusia. Penderita
biasanya demam berkepanjangan, hati, dan limfa membesar, serta terjadinya ulcers atau
luka pada ususnya.

Kingdom Plantae atau yang lebih dikenal dengan tumbuhan ialah salah satu organisme
eukariotik multiseluler yang mempunyai dinding sel dan klorofil. Klorofil yaitu zat hijau daun
yang fungsinya untuk fotosintesis yang sehingga tumbuhan mampu membuat makanannya
sendiri atau yang sifatnya autotrof. Inilah yang membedakan antara Kingdom Plantae dan
Kingdom Animalia. Perbedaan lainnya dari Kingdom Plantae tidak bisa bergerak bebas
seperti Kingdom Animalia.

Ciri-Ciri Kingdom Plantae (Tumbuhan)


Kingdom Plantae mempunyai ciri-ciri khusus yang menjadikan Kingdom yang satu ini
berbeda dengan Kingdom Animalia. Ciri-ciri tersebut yaitu sebagai berikut :

 Pada dinding sel yang tersusun oleh selulosa.


 Mempunyai klorofil yang fungsinya untuk fotosintesis.
 Karena mempunyai klorofil, oleh karena itu kingdom plantae yang bersifat autotrof
(bisa membuat makanan sendiri) dengan bantuan cahaya sinar matahari.
 Eukariot
 Bersifat Multiseluler
 Dapat menyimpan cadangan makanan dalam bentuk amilum (pati)
 Dapat mengalami pergiliran keturunan dalam siklus hidupnya.

Klasifikasi Kingdom Plantae (Tumbuhan)


Kingdom Plantae mempunyai klasifikasinya sendiri. Klasifikasi ini membantu kita untuk bisa
membedakan antara spesies yang satu dengan spesies yang lain dalam Kingdom Plantae.
1. Tumbuhan Lumut (Bryophyta)
Tumbuhan lumut yaitu suatu kumpulan tumbuhan kecil, yang hidup di darat dan biasanya
tumbuh ditempat lembab, tidak mmepunyai akar, batang dan daun sejati, serta tidak
mempunyai pembuluh pengangkut (xilem dan floem), merupakan sebuah tumbuhan
peralihan antara tumbuhan ber-talus (Talofita) dengan tumbuhan ber-kormus (kormofita) dan
mengalami suatu pergiliran keturunan
Ciri-Ciri Tumbuhan Lumut (Bryophyta)

 Talofita yaitu tumbuhan yang tidak bisa dibedakan antara akar, batang dan daun.

 Kormofita yaitu suatu tumbuhan yang sudah bisa dibedakan antara akar, batang dan
daun

 Tumbuhan lumut disebut juga dengan tumbuhan peralihan karena ada berupa
tumbuhan yang masih berupa talus (lembaran, yakni lumut hati), tetapi ada juga
yang sudah mempunyai struktur tubuh mirip dengan akar, batang dan daun sejati
(lumut daun).
 tumbuhan lumut juga merupakan suatu tumbuhan pelopor (vegetasi perintis), yang
tumbuh disuatu tempat sebelum tumbuhan lain mampu tumbuh

 Tumbuhan ini berukuran : makroskopis 1-2 cm, dan ada juga yang mencapai 40 cm.

 Tumbuhan ini tubuh nya berbentuk : mempunyai dua bentuk generasi, yakni
generasi Gametofit dan generasi Sporofit.

Jenis-Jenis Tumbuhan Lumut (Bryophyta)


Tumbuhan lumut ialah tumbuhan talus, yang hidupnya ditempat lembab dan autotrof.
Tumbuhan lumut terbagi menjadi 3 : Lumut hati, lumut tanduk dan lumut daun.
1. Hepaticopsida (lumut hati)

 Jenis lumut ini berbentuk talus, berlobus seperti berbentuk hati manusia

 jenis lumut ini merupakan lumut berumah dua (deoceus)

 Pada reproduksi aseksual dengan cara fragmentasi, dalam pembentukan gemmacup


(kuncup) dan spora

 Gemmacup yaitu struktur khas yang terdapat pada suatu gametofit yang berupa
mangkok yang mengandung suatu kumpulan lumut kecil.

 Gemma bisa lepas dan tersebar oleh air yang kemudian tumbuh menjadi lumut baru.

 Dalam Reproduksi seksual terjadi dengan fertilisasi antara spema dan ovum

 Jenis lumut ini membentuk zigot.

Contohnya : Marchantia polimorpha


2. Anthocerotopsida (lumut tanduk)

 Lumut tanduk disebut juga dengan Anthoceropsida .

 Pada Gametofitnya mirip dengan lumut hati, sedengakan perbedaannya terletak


pada sporofitnya.

 Sporofit lumut tanduk memiliki kapsul memanjang yang tumbuh seperti tanduk dari
gametofit.

Contohnya : Anthoceros laevis (lumut tanduk).


3. Bryopsida (lumut daun)

 Bryopsida ialah lumut sejati karena yang bentuk tubuhnya mirip dengan tumbuhan
kecil yang mempunyai bagian akar (rizoid), batang dan daun.

 Hidupnya yang berkelompok untuk membentuk hamparan tebal seperti beludru.

Contohnya : Polytrihcum dan Spagnum


Manfaat Tumbuhan lumut (Bryophyta)
 Beberapa spesies Sphagnum bisa digunakan untuk obat kulit dan mata.

 Pada beberapa tumbuhan lumut yang tumbuh di hutan hujan bisa digunakan sebagai
penahan erosi dan untuk menyerap air

 Bisa digunakani untuk ornamen tata ruang

 Marchantia nya sebagai obat penyakit hati

2. Tumbuhan Paku (Pterydophyta)


Tumbuhan Paku ialah suatu tumbuhan yang sudah mempunyai akar, batang dan daun
sejati, yang berkembang biak dengan spora (kormofita berspora), dan mempunyai pembuluh
angkut xilem dan floem, mempunyai klorofil juga, berakar serabut dan mengalami suatu
pergiliran keturunan
Ciri-Ciri Tumbuhan Paku (Pterydophyta)

 Pada akar, batang, dan daun bisa di bedakan

 Spora yang dihasilkan pada sporofil, terutama pada bawah daunnya

 Daun muda nya tumbuh menggulung

Jenis-Jenis Tumbuhan Paku (Pterydophyta)


Klasifikasi : Tumbuhan paku terbagi menjadi 4 kelas, yaitu :
1. Paku purba (Psilopsida)

 Jenis tumbuhan paku ini Spesiesnya hampir punah, yang tersisa 10 – 13 spesies

 Jenis tumbuhan paku ini menghasilkan satu jenis spora (homospora)

 Pada gametofitnya tidak mempunyai klorofil, nutrisi yang diperoleh dari simbiosis
dengan jamur

Contohnya : Rynia dan psilotum


2. Paku kawat (Lycopsida)

 jumlah spesiesnya lebih kurang 1000

 Bisa menghasilkan dua jenis spora (heterospora)

 Pada Sporangium terdapat pada strobilus yang berbentuk kerucut

 Pada Gametofit tidak berklorofil

 Gametofit ada yang uniseksual dan biseksual

Contohnya : Selaginela dan Lycopodium


3. Paku ekor kuda (Spenopsida)

 jumlah spesies nya lebih kurang 15 spesies

 Habitat nya pada tempat yang lembab daerah subtropis

 Jenis ini juga dsebut dengan ekor kuda karena bentuknya batang yang seperti ekor
kuda

 Sporangium berupa strobilus

 Jenis merupakan paku homospora

 Pada gametofit mempunyai klorofi

 Gametofit biseksual

Contohnya : Equisetum
4. Paku sejati ( Pteriopsida)

 Jenis yang satu ini jumlah nya paling banyak, kurang lebih 12.000 spesies

 Mempunyai akar, batang dan daun sejati

 Pada daun mudanya tumbuh menggulung (circinnatus)

Contohnya : semanggi (Marsilea crenata) , suplir (Adiantum cuneatum)


Manfaat Tumbuhan Paku

 Bisa dijadikan tanaman hias

 Bisa menjadi sayur-sayuran

 Sebagai pupuk hijau pada tanaman padi

 Selaginella plana juga bisa sebagai obat luka

3. Tumbuhan Berbiji (Spermatophyta)


Kata spermatophyta berasal dari bahasa Yunani yaitu sperma=biji , phyton=tumbuhan
kelompok tumbuhan yang hidup di darat, mempunyai akar, batang dan daun sejati,
tracheophyta, autotrof, serta dapat menghasilkan biji.
Ciri-Ciri Tumbuhan Berbiji (Spermatophyta)

 Mempunyai bunga/organ biji yang dihasilkan oleh strobilus atau bunga


 Jika biji tertutup disebut dengan Angiospermae dan yang terbuka disebut dengan
Gymnospermae.

Jenis-Jenis Tumbuhan Berbiji (Spermatophyta)


1. Tumbuhan berbiji terbuka (gymnospernae)
Gymnospernae ialah suatu tumbuhan yang bijinya tidak ditutupi oleh bakal buah.
Ciri-ciri tumbuhan biji terbuka adalah:

 Pada umumnya perdu atau pohon, tidak ada yang berupa herba Batang dan akar
berkambium yang sehingga bisa tumbuh membesar
 Mempunyai bentuk perakaran tunggang
 Daunnya sempit, tebal dan kaku
 Pada tulang daun tidak beraneka ragam
 Tidak mempunyai bunga sejati
 Pada Alat perkembangbiakannya yang berbentuk kerucut yang disebut dengan
strobilus atau runjung.
 Pada bakal biji tersusun dalam strobilus
 Pada Alat kelamin terpisah, serbuk sari terdapat dalam strobilus jantan dan sel telur
terdapat dalam strobilus betina.
 bakal biji nya tidak dilindungi oleh daun buah/berbiji terbuka

Tumbuhan Berbiji Terbuka Dibagi Menjadi 4 Kelas Yaitu :

 Cycadinae Ciri khasnya yaitu batangnya tidak bercabang, daunnya majemuk,


tersusun sebagai tajuk di puncak pohon. Merupakan tumbuhan berumah dua, yang
artinya mempunyai strobilus jantan saja atau strobilus betina saja. Contohnya: Zamia
furfuracea, Cycas revoluta dan Cycas rumphii (pakis haji)

 Ginkgoinae Jenis tumbuhan ini merupakan tumbuhan asli dari daratan Cina. Tinggi
pohon ini bisa mencapai 30 meter, daun nya berbentuk kipas dan mudah gugur.
Serbuk sari dan bakal biji nya dihasilkan oleh individu yang berlainan. Anggota
kelompok ini hanya ada satu species yakni Ginkgo biloba.

 Coniferinae Coniferales yang berarti tumbuhan pembawa kerucut, karena pada alat
perkembangbiakan jantan dan betina berupa strobilus yang berbentuk kerucut.
Tumbuhan yang termasuk kelompok ini mempunyai ciri selalu hijau sepanjang tahun
(evergreen). Contohnya : Agathis alba (damar), Pinus merkusii (pinus), Cupressus
sp.,Araucaria sp., Sequoia sp., Juniperus sp. dan Taxus sp.

 Gnetinae Jenis tumbuhan ini anggota kelompok nya berupa perdu, liana (tumbuhan
pemanjat) dan pohon. Daunnya yang berbentuk oval/lonjong dan duduk daun nya
berhadapan dengan bentuk urat daun menyirip. Pada xilem ini terdapat trakea dan
floem tidak mempunyai sel pengiring. Strobilus tidak berbentuk kerucut, tetapi sudah
bisa disebut dengan “bunga”. Contohnya : yang terkenal dari kelompok ini yaitu
Gnetum gnemon (melinjo).

2. Tumbuhan berbiji tertutup (Angiospermae)


Tumbuhan biji tertutup ialah tumbuhan yang bijinya terdapat pada dalam bakal buah.
Ciri-Ciri Tumbuhan berbiji tertutup (Angiospermae)

 Hidupnya sebagai pohon, perdu, semak, yang merambat atau herba/terna


 Daunnya berbentuk pipih dan lebar dengan susunan tulang daun menyirip, menjari,
melengkung atau sejajar
 Mempunyai bunga sejati dengan sebuah perhiasan bunga yang berupa kelopak dan
mahkota bunga dan pada alat perkembangbiakannya berupa putik dan benang sari
Tumbuhan biji tertutup terbagi menjadi dua kelas yang berdasarkan jumlah keping bijinya,
yaitu:
1. Dikotil

 Mmepunyai dua daun lembaga ( dikotiledon)


 Pada batang umumnya bercabang
 Pada tulang daunnya menjari atau menyirip
 Mmepunyai kambium sehingga pada akar dan batang bertambah besar, jaringan ikat
pembuluh xilem dan floem pada akar dan batang tersususn dalam suatu lingkaran
 Mempunyai suatu sistem akar tunggang
 Bunganya mempunyai bagian – bagian dengan kelipatan 4 atau 5, yang bentuknya
beraturan dengan bunga yang mencolok

Contoh tumbuhan Dikotil adalah sebagai berikut :

 Yang pertama Suku getah-getahan (Euhorbiaceae), misalnya: tumbuhan singkong,


jarak, karet, dan puring

 Yang kedua Suku polong-polongan (Leguminosae), misalnya: pada tumbuhan putri


malu, petai, flamboyan, kembang merak, kacang kedelai,kacang tanah dan lain
sebagainya.

 Yang ketiga Suku terung-terungan (Solanaceae), misalnya: pada tumbuhan kentang,


terong, tomat, cabai, kecubung, dan lain sebagainya.

 Yang keempat Suku jeruk-jerukan (Rutaceae), misalnya: pada tumbuhan jeruk


manis, jeruk bali

 Yang kelima Suku kapas-kapasan (Malvaceae), misalnya: pada tumbuhan kembang


sepatu, kapas

 Yang keenam Suku jambu-jambuan (Mirtaceae), misalnya: pada tumbuhan cengkih,


jambu biji, jambu air, jambu monyet, jamblang, dan lain sebagainya.

 Dan yang terakhir Suku komposit (Compositae), misalnya: pada tumbuahan bunga
matahari, bunga dahlia, bunga krisan

2. Monokotil

 Mempunyai satu daun lembaga (kotiledon)

 Pada batangnya tidak bercabang atau bercabang sedikit, ruas-ruas batang jelas

 Pada Daunnya biasanya berpelepah dan berupa daun tunggal

 Mempunyai tulang daun sejajar ataumelengkung

 Tidak berkambium, pada jaringan xilem dan floem pada akar dan batang tersusun
tersebar

 Mempunyai suatu sistem akar serabut


 Bunga nya mempunyai bagian-bagian dengan jumlah yang berkelipatan 3,
bentuknya tidak beraturan, warna tidak mencolok

Contoh tumbuhan monokotil adalah sebagai berikut :

 Yang pertama Suku rumput-rumputan (Graminae), misalnya: pada tumbuhan padi,


jagung, bambu, rumput, tebu, gandum dan lain sebagainya.

 Yang kedua Suku pinang-pinangan (Palmae), misalnya: pada tumbuhan kelapa,


rotan, kelapa sawit, aren, salak dan lain sebaginya.

 Yang ketiga Suku jahe-jahean (Zingiberaceae), misalnya: pad atumbuhan kunyit,


jahe, lengkuas

 Yang keempat Suku nanas-nanasan (Bromeliaceae), misalnya: pada tumbuhan


nanass

 Dan yang terakhir Suku anggrek-anggrekan (Orcidaceae), misalnya: pada tumbuhan


anggrek bulan, anggrek macan, anggrek yang tumbuh di hutan irian jaya dan lain
sebagainya.

Itulah ulasan tentang Kingdom Plantae : Pengertian, Ciri, Klasifikasi, Dan Jenis Beserta
Contohnya Secara Lengkap Semoga apa yang diulas diatas bermanfaat bagi pembaca.
Sekian dan terimakasih.

Kingdom Animalia adalah klasifikasi taksonomi organisme yang tidak memiliki


dinding sel serta kloroplas sehingga mereka bergantung pada organisme lain
untuk makanan. Selain itu, Organisme yang tergolong dalam kingdom animalia
adalah eukariota. Ciri-ciri kingdom animalia adalah sebagai berikut.

 Makhluk eukariotik (inti ditutupi membran)


 Organisme Multiseluler (banyak sel)
 Memiliki sel otot untuk penggerak dan sel saraf untuk rangsangan
(respon)
 Tidak mempunyai dinding sel
 Memerlukan Oksigen
 Tidak bisa memproduksi makanan sendiri (Heterotrof)
 Tidak berplastida dan klorofil
 Bentuk Dewasanya selalu diploid (2n)
 Reproduksi Umumnya Seksual, namun beberapa filum juga
menggunakan reproduksi aseksual
 Ukuran bervariasi (mikro – makro besar)
 Sangat bergerak aktif
 Merespon rangsangan dengan cepat
Pengertian Kingdom Animalia

Hanya dengan membaca namanya, kamu pasti sudah tahu bahwa yang termasuk
dalam kingdom Animalia adalah berbagai hewan yang ada di muka bumi. Anggota
kingdom Animalia merupakan organisme yang mempunyai banyak sel serta bersifat
eukariotik.
Untuk bertahan hidup, animalia tidak dapat memproduksi makanannya sendiri seperti yang
dilakukan oleh kingdom Plantae, tapi mereka adalah makhluk yang heterotrof, yaitu
mendapat makanan dengan memakan organisme lain.

Mereka biasanya hidup bebas di habitatnya masing-masing. Seperti daratan, berbagai jenis
air, rawa-rawa dan beberapa tempat lainnya. Namun ada juga yang hidupnya sebagai
parasit di dalam tubuh organisme lain. Hal yang menjadi pembeda antara hewan dengan
makhluk hidup lainnya adalah, organisme dari kingdom Animalia ini tidak
mempunyai dinding sel.
Ciri – Ciri Animalia

Sebelum lanjut pada pembahasan berikutnya, kamu harus tahu terlebih dahulu tentang ciri-
ciri yang ada pada kingdom Animalia:
1. Terdiri atas banyak selatau multiseluler
2. termasuk organisme heterotrof
3. berkembang biak secara seksualdan aseksual
4. Sebagian besar mampu bergerak aktif

Klasifikasi Kingdom Animalia

Hewan dibagi menjadi dua kelompok besar, yaitu vertebrata dan invertebrata. Tahukah
kamu apa artinya? Jadi, vertebrata adalah hewan yang memiliki tulang belakang, sedangkan
invertebrata adalah hewan yang tidak memiliki tulang belakang.

Vertebrata
Hewan bertulang belakang ini juga dibagi lagi menjadi beberapa kelas, yaitu:

 Superkelas Agnatha (Cyclostomata)


Ciri dari hewan dengan jenis ini adalah tubuhnya yang mirip ikan, namun tidak bersisik,
tidak berahang juga tak mempunyai sirip. Contohnya adalah belut laut atau lamprey.

 Kelas Chondricthyes (ikan bertulang rawan)


Ikan dari kelas ini memiliki skeleton yang berasal dari tulang rawan. Tidak memiliki tutup
insang (operkulum) dan celah insang terlihat dari luar. Memiliki ekor yang tidak simetris,
tidak memiliki gelembung renang, dan fertilisasi secara internal. Contohnya adalah ikan hiu
dan ikan pari.

 Kelas Osteichthyes (ikan bertulang sejati)


Ikan dari kelas ini memiliki skeleton yang sebagian atau seluruhnya berasal dari tulang
keras. Mulutnya berahang dan insang tertutup oleh tutup insang (operkulum). Memiliki ekor
simetris, kebanyakan fertilisasi secara eksternal, dan memiliki gelembung renang.
Contohnya adalah ikan air laut seperti kakap dan ikan air tawar seperti ikan mujair.

 Kelas Amphibia
Hewan ini dikenal mampu hidup di dua lingkungan yaitu darat dan air serta bersifat
poikiloterm. Sebagian besar hewan dari kelas ini bernapas menggunakan paru-paru dan
[Link] ada pula yang menggunakan insang untuk bernapas. Contoh dari kelas
ini adalah katak, kodok, dan salamander.

 Kelas Reptilia
Merupakan jenis hewan yang dapat hidup di daerah kering. Kelas ini sangat dipengaruhi
oleh keadaan suhu lingkungan karena bersifat poikiloterm. Beberapa diantaranya bergerak
dengan melata dan bertahan dari ancaman dengan memutuskan bagian tertentu dari
tubuhnya. Contoh kelas reptilia ini adalah cicak, ular, dan buaya.

 Kelas Aves
Burung adalah sebutan lain dari aves yaitu bagian dari kingdom Animalia yang berbulu dan
mempunyai pelatuk. Ada yang bisa terbang, ada pula yang tidak. Kelas aves bereproduksi
secara ovipar (bertelur). Contoh dari burung yang tidak bisa terbang adalah penguin dan
burung unta, yang mampu terbang jarak pendek adalah ayam, sedangkan yang mampu
terbang jauh dan tinggi adalah burung elang.
 Kelas Mamalia
Merupakan salah satu kelas hewan yang anggotanya cukup sering ditemui di sekitaran
manusia. Kelas ini disebut mamalia karena memiliki kelenjar susu. Hewan ini terbagi ke
dalam tiga kelompok, yaitu mamalia bertelur seperti platypus, mamalia berkantung seperti
kangguru, dan mamalia vivipar yang dapat melahirkan keturunan, seperti kucing, anjing,
harimau dan lain-lain.

Invertebrata
Seperti yang telah Burhan sebutkan, Invertebrata merupakan keseluruhan hewan yang tidak
mempunyai tulang belakang pada struktur tubuhnya. Beberapa filum hewan dalam kingdom
Animalia yang tidak bertulang belakang adalah:
 Hewan Berpori (Phylum Porifera)
Hewan ini dikenal dengan istilah spons. Ciri-cirinya mempunyai banyak sel dengan tubuh
berpori, tubuhnya melekat pada dasar perairan (sesil), memiliki sistem saluran air, dan
hidupnya di laut maupun di perairan tawar.

Cara reproduksinya aseksual, yaitu dengan membentuk tunas maupun secara seksual
dengan membentuk gamet jantan dan betina. Contohnya adalah Clathrina sp. ditunjukkan
pada gambar di bawah ini.

Sumber: Wikimedia Commons


 Hewan Berongga (Phylum Coelenterata)
Hewan ini mempunyai tentakel untuk menangkap mangsa, memiliki rongga gastrovaskuler,
pada lapisan epidermis terdapat sel penyekat (nematokist), memiliki dua macam fase hidup
yakni polip dan medusa, habitatnya adalah di dalam lautan ataupun perairan tawar, dan
reproduksi secara aseksual maupun seksual. Contohnya adalah ubur-ubur atau Aurelia
aurita ditunjukkan pada gambar di bawah ini.

Sumber: Wikimedia Commons


 Cacing Pipih (Phylum Platyhelminthes)
Bentuk tubuhnya pipih, belum memiliki rongga tubuh, mempunyai satu lubang sebagai
sistem saraf dan pencernaan. Biasanya hidup di air laut maupun air tawar, beberapa bisa
menjadi parasit dalam tubuh hewan lain ataupun manusia. Merupakan cacing hemafrodit
yakni yang memiliki alat kelamin ganda. Contohnya adalah Planaria sp. ditunjukkan pada
gambar di bawah ini.

Sumber: Wikimedia Commons


 Cacing Benang atau Cacing Gilig (Phylum Nemathelminthes)
Tubuhnya licin dan berkutikula (dilapisi lilin). Memiliki pengait di sekitar mulutnya. Habitatnya
di air laut, air tawar ataupun tanah yang basah, namun sebagian besar adalah parasit dalam
tubuh hewan lain, tumbuhan juga manusia.

Merupakan hewan yang memiliki satu kelamin dalam satu individu (gonokoris). Contohnya
adalah cacing tambang (Necator americana) dan cacing kremi (Oxyuris
vermicularis) ditunjukkan pada gambar di bawah ini.

Oxyuris vermicularis
Sumber: Wikimedia Commons
 Cacing Gelang (Annelida)
Merupakan kelompok cacing yang sudah memiliki alat pencernaan yang sempurna. Alat
reproduksi hemafrodit atau diosius (berumah dua). Hidup di laut ataupun di perairan tawar,
dan hidup di tanah lembab. Contoh dari filum ini adalah cacing tanah (Lumbricus sp.),
kelabang laut (Nereis sp.), dan lintah (Hirudo javanica).

Hirudo medicinalis
Sumber: Wikimedia Commons
 Hewan Lunak (Mollusca)
Sesuai dengan namanya, filum ini memiliki tubuh yang lunak dan tidak bersegmen.
Sebagian besar anggotanya bercangkang dengan bentuk yang amat beragam. Tubuhnya
memiliki kaki, mantel dan massa viseral. dapat hidup di darat, air laut, juga air
tawar. Contohnya adalah kerang, cumi-cumi, dan bekicot.

Bekicot gunung

Sumber: Wikimedia Commons


 Hewan Kaki Beruas (Arthropoda)
Mempunyai kaki dan tubuh beruas yang terdiri dari kepala, dada dan perut. Memiliki
kerangka luar (eksokeleton) yang keras dari kitin, Mampu hidup bebas dan bernapas
melalui paru-paru berbuku, insang, ataupun trakea. Mengalami metamorfosis sempurna
ataupun tidak sempurna. Contohnya adalah udang, laba-laba, kaki seribu, dan belalang.

Udang Ronggeng

Sumber: Wikimedia Commons


 Hewan Berkulit Duri (Echinodermata)
Merupakan hewan yang ubuhnya berkulit duri. dan biasa hidup di dasar laut. Tubuh hewan
dewasa bersimetri radial, sedangkan larvanya bersimetri bilateral dan tidak bersegmen.
Bergerak dengan sistem ambulakral. Reproduksi secara seksual dan aseksual. Contohnya
adalah bintang laut, timun laut, landak laut, bintang mengular, dan lili laut.

Bulu babi
Sumber: Wikimedia Commons
Hewan sebagai makhluk hidup yang jumlahnya cukup banyak di bumi terbagi ke dalam dua
kelompok, yaitu yang memiliki tulang belakang dan yang tidak memiliki tulang belakang.
Setiap kelompok itu dibagi lagi ke dalam beberapa kelompok tertentu yang berdasarkan
struktur tubuh, sistem pernapasan, habitat dan beberapa parameter lainnya.

Semoga pembahasan Burhan tentang kingdom Animalia ini cukup jelas dan dapat kamu
pahami, ya.
Contoh Soal Kingdom Animalia

Anggita, mahasiswa tingkat akhir Biologi ITB, mengambil topik penelitian tugas akhir tentang
suatu organisme di salah satu lokasi pertambangan NTB. Dalam penelitiannya, dia akan
menganalisis keanekaragaman organisme yang bagian tubuhnya dibagi menjadi 3, yaitu
kepala, dada, dan abdomen serta memiliki 3 pasang kaki.

Setiap hari selama tiga bulan, dia harus mengamati lokasi penelitian dan melakukan
pengambilan sampel atau data yang dibutuhkan untuk mendukung skripsinya tersebut.
Organisme tersebut bertelur di permukaan air, oleh karena itu, dia mengambil sampel
telurnya di perairan dekat lokasi pertambangan. Organisme betina akan meletakkan telur-
telurnya di dekat permukaan air atau di dedaunan tanaman air yang mengapung, seperti
eceng gondok atau rumput dekat perairan.

Telur yang menetas menjadi organisme muda akan keluar dari cangkang dan menuju ke
dasar perairan. Organisme muda ini bernapas dengan insang yang ada di ujung perut dan
memakan segala macam materi di perairan (bersifat omnivora). Organisme muda tersebut
akan merayap keluar dari permukaan air melalui ranting dedaunan tumbuhan air.

Tahap dewasa, organisme tersebut memiliki dua pasang sayap, kepala dapat bergerak,
memiliki mata majemuk besar terpisah yang tersusun atas mata-mata tunggal, mulut
mandibulata tipe mulut pengunyah, antena pendek, toraks besar dan kuat, dan memiliki
abdomen yang ramping. Organisme dewasa tersebut adalah …, yang dimasukkan ke dalam
filum …, kelas …, dan ordo ….

A. siput, Moluska, Gastropoda, Stylomatophora

B. laba-laba, Athropoda, Arachnida, Araneae

C. kupu-kupu, Arthropoda, Myriapoda, Spirostreptida.

D. capung, Arthropoda, Insecta, Odonata

E. nyamuk, Arthropoda, Insecta, Diptera

Jawaban: D
Organisme yang dijadikan topik penelitian Anggita memiliki tiga bagian tubuh (kepala, dada,
perut) dan memiliki tiga pasang kaki. Berdasarkan soal yang dipaparkan, organisme dewasa
yang telah melakukan fertilisasi, betinanya akan bertelur di permukaan air, kemudian
menetas menjadi organisme muda dan menuju dasar perairan serta makan segala macam
yang ada di perairan.
Setelah beberapa minggu, organisme muda tersebut akan menuju permukaan perairan dan
menjadi organisme dewasa yang memiliki sayap dua pasang, kepala dapat bergerak,
memiliki mata majemuk besar terpisah yang tersusun atas mata-mata tunggal, mulut
mandibulata tipe mulut pengunyah, antena pendek, toraks besar dan kuat, dan memiliki
abdomen yang ramping.

Berdasarkan karakteristik organisme dewasa tersebut dan tahap perkembangannya, maka


organisme tersebut merupakan capung, yang dimasukkan ke dalam filum Arthropoda, kelas
Insecta, dan ordo Odonata.

Analisis:
Opsi a, siput tidak memiliki bagian anggota tubuh, yaitu kepala, dada, dan perut; dan tidak
memiliki kaki, tetapi bergerak dengan kaki perut serta telur ditetaskan mayoritas di tanaman
atau tanah.

Opsi b, laba-laba tidak memiliki antena; memiliki kelisera; memiliki enam


pasang appendages, kelisera sebagai taring, pedipalpus (berfungsi dalam penginderaan,
pertahanan, makan, reproduksi), dan empat pasang kaki berjalan serta telur tidak diletakkan
di permukaan air.
Opsi c, menunjukkan kupu-kupu, memiliki ciri bagian tubuh dibagi menjadi tiga (kepala,
dada, perut), memiliki satu pasang kaki, tipe mulut penghisap dan pengait, dan larva tidak
dikeluarkan induk betina di permukaan air, melainkan di ranting, batang atau bawah daun.

Opsi e, nyamuk memiliki satu pasang kaki, memiliki antena, bersayap, tipe mulut penusuk
dan penghisap serta tubuh tidak ramping.

Jadi, jawaban yang tepat adalah D.

Pengertian Fungi

Jika dilihat sekilas, jamur memiliki bentuk seperti tumbuhan. Namun ternyata jamur
bukanlah termasuk ke dalam dunia tumbuhan (plantae), karena jamur tidak memiliki klorofil
sehingga tidak dapat menghasilkan makanan sendiri melalui proses yang bernama
fotosintesis.

Sebetulnya, jika dilihat dari cara jamur mendapatkan makanan, jamur lebih cenderung
seperti hewan yang sifatnya heterotrof atau mendapatkan makanan dari sumber maupun
organisme lain.

Terdapat lebih dari 50.000 spesies jamur yang ada di dunia ini, dengan sifat atau karakter
yang tidak sama antara satu dengan yang lainnya. Mikologi adalah ilmu tentang jamur, yang
berasal dari bahasa Yunani, mykos yang berarti cendawan atau salah satu jenis jamur
berbentuk payung.
Ciri-Ciri Fungi

Sekarang, Burhan akan kasih tau kamu tentang ciri dari makhluk hidup dengan bentuk yang
menyerupai payung ini, yaitu:
1. Mempunyai hifa (benang tunggal atau bercabang), kumpulan hifa disebut miselium
2. Menghasilkan spora
3. Tidak memiliki klorofil untuk berfotosintesis
4. Berkembangbiak secara seksual dan aseksual
5. Dinding sel jamur tersusun atas kitin, glukan, selolosa, dan mannan.
Reproduksi Fungi

Di penjelasan sebelumnya, Burhan telah menyebutkan bahwa perkembangbiakan kingdom


Fungi bisa dilakukan secara seksual maupun aseksual. Tahukah kamu bagaimana
mekanisme reroduksi tersebut? Mari simak penjelasan ini dengan baik.
Campbell (2003) menyebutkan bahwa, secara aseksual, jamur dapat membelah diri dan
membentuk spora, kemudian spora tersebut akan terbawa angin dan air lalu spora tersebut
berkecambah di tempat lembab maupun di atas permukaan yang sesuai.

Sementara itu, Pelczar (1986) mengatakan, selain spora yang dihasilkan dengan cara
aseksual, terdapat spora yang dihasilkan jamur secara seksual, yaitu dari meleburnya dua
nukleus. Jenis-jenis spora yang dihasilkan secara seksual, yaitu:

 Askospora
Terbentuk dalam kantung yang bernama askus.

 Basidiospora
Dihasilkan di atas struktur dengan bentuk gada, yang dikenal dengan istilah basidium.

 Zigospora
Jika dua ujung dari hifa serasi secara seksual, maka zigospora ini akan terbentuk.

 Oospora
Terbentukdalam oogonium atau struktur reproduksi betina, lalu pembuahan atau oosfer
terjadi oleh gamet jantan dengan menghasilkan oospora.

Klasifikasi Fungi

Selanjutnya, jamur-jamur ini akan dikelompokan menjadi beberapa kategori berdasarkan


bentuknya, yaitu:

Khamir (yeast)
Dikenal juga dengan sebutan ragi.

Sumber: Wikimedia Commons


Kapang (mold)
Jika kamu pernah melihat jamur yang bentuknya seperti benang, maka makhluk hidup itulah
yang disebut kapang.

Cendawan (mushroom)
Jamur yang memiliki tubuh buah dan tersusun atas banyak sel.
Selain itu, fungi juga terbagi dalam beberapa divisi berdasarkan cara
perkembangbiakannya, diantaranya:

Zygomycota
Tubuh Zygomycota terdiri atas hifa yang bersekat melintang maupun yang tidak bersekat
melintang. Hifa dari Zygomycota memliki banyak cabang. Kebanyakan jamur jenis ini hidup
di tanah, bangkai atau organisme yang sudah mati lainnya. Selain itu, Zygomycota dapat
hidup dalam berbagai makanan seperti roti, tempe ataupun nasi. Zygomycota berkembang
biak secara aseksual melalui spora, sedangkan secara seksual dengan zygospora. Contoh
dari Zygomycota adalah jamur Rhizopus oryzae ditunjukkan pada gambar di bawah ini yang
merupakan jamur yang membantu dalam pembentukan tempe.

Sumber: Wikimedia Commons


Ascomycota
Ascomycota memiliki anggota yang berukuran mikroskopis maupun makroskopis. Ciri khas
dari Ascomycota adalah mampu menghasilkan askospora atau spora askus. Askospora
digunakan sebagai alat perkembangbiakan seksual pada Ascomycota sedangkan secara
aseksual dilakukan dengan cara pembentukan tunas, fragmentasi, maupun pembentukan
konidia. Ragi atau Saccharomyces cerevisiae merupakan contoh dari Ascomycota. Ragi
mampu mengoonversi gula menjadi alkohol dan kabondioksida.
Basidiomycota
Sebagian besar anggota dari Basidiomycota merupakan jamur yang berukuran
makroskopis. amur dari divisi Basidiomycota mudah dikenali karena bentuknya yang mirip
seperti payung. Dari sekitar 25.000 spesies jamur payung ini, ada yang bisa dimakan, tapi
ada pula yang mengandung racun.
Basidiomycota memiliki hifa yang bersekat melintang dengan satu hingga dua inti
(dikariotik). Dari hifa dikarotik ini akan muncul tubuh buah (basidiokarp) yang berbentuk
payung.

Reproduksi aseksual dilakukan dengan membentuk konidia sedangkan reproduksi seksual


dilakukan dengan membentuk basidiospora. Contoh dari jamur Basidiomycota adalah jamur
tiram atau Pleurotus yang seringkali digunakan sebagai bahan makanan.
Sumber: Wikimedia Commons

4. Deuteromycota
Jika sebelumnya kita telah mengetahui alat perkembangbiakan seksual dari setiap divisi
jamur, maka divisi Deutromycota ini terbentuk sebagai divisi sementara karena tidak semua
jamur telah diketahui cara perkembangbiakan seksualnya. Kira-kira terdapat sekitar 1500
jenis jamur yang belum diketahui cara perkembangbiakan seksualnya.

Akibatnya ilmuan tidak dapat menggolongkan jamur yang belum diketahui cara
perkembangbiakannya ke dalam divisi jamur yang sudah ada seperti Zygomycota,
Ascomycota, Basidiomycta. Sebagai contoh, pada mulanya jamur oncom atau Monila
sitophila digolongkan ke dalam Deutromycota.
Namun setelah diketahui alat perkembangbiakannya, maka jamur oncom digolongkan ke
dalam divisi Ascomycota dan namanya berubah menjadi Neurospora sitophila.
Peranan Fungi dalam Kehidupan
Setiap makhluk yang hidup itu, pasti punya perannya masing-masing termasuk kingdom
fungi ini. Beberapa contohnya sudah Burhan sebutkan di atas. Pada intinya, jamur memiliki
peranan yang cukup penting dalam kehidupan. Fungi bisa digunakan
dalam bidang pertanian sebagai agen pemfiksasi nitrogen, sebagai antibiotik, vitamin obat,
hingga sebagai sumber makanan dan agen pembantu dalam proses fermentasi.
Penjelasan tentang kingdom Fungi di atas sudah kamu pelajari. Beberapa jenis dari fungi
ini ada yang merugikan dan juga merusak organisme lain, namun banyak juga diantaranya
yang menguntungkan manusia.
Contoh Soal Kingdom Fungi

Setiap pagi Mona Ratuliu selalu menyiapkan sarapan untuk anak-anaknya. Menu sarapan
anak-anaknya hari ini adalah roti. Namun, saat akan mengambil roti pada tempat
penyimpanan, ternyata roti tersebut sudah berubah warna menjadi kehijauan seperti
ditunjukkan pada Gambar di bawah ini.

Jika diamati lebih dalam, struktur berwarna hijau pada roti tersebut, terlihat benang-benang
tegak dengan sporangium pada ujungnya memiliki struktur hifa senositik, septa hanya
ditemukan di bagian tubuh yang memiliki alat reproduksi, dan reproduksi seksual
menghasilkan zigospora yang terbentuk dalam sporangiofor.

Berdasarkan ciri-ciri tersebut, parasit dalam roti tersebut dikelompokkan ke dalam fungi ….

A. Zygomycotina

B. Ascomycotina

C. Basidiomycotina

D. Deuteromycotina

E. Mikoriza

Jawaban: A
Pembahasan:
Berdasarkan ciri-ciri yang diamati lebih dalam, yaitu pada roti tersebut
muncul benang-benang tegak dengan sporangium pada ujungnya,
memiliki struktur hifa senositik, septa hanya ditemukan di bagian
tubuh yang memiliki alat reproduksi, dan bereproduksi seksual
membentuk zigosporangium yang menghasilkan zigospora yang
terbentuk dalam sporangiofor, maka jamur tersebut dimasukkan ke
dalam kelompok Zygomycotina, yaitu jamur Mucor sp.
Analisis:
1. Ascomycotina memiliki ciri komposisi dinding sel dari kitin, hifa bersekat, membentuk badan buah disebut askokarp,
jumlah inti haploid, jenis spora vegetatif adalah konidiospora, jenis spora generatif adalah askospora, reproduksi
seksual dengan konjugasi, mempunyai sel uniseluler dan multiseluler.
2. Basidiomycotina memiliki ciri makroskopis, hifa bersepta, mengandung inti haploid, membentuk tubuh buah seperti
payung (terdiri dari bagian batang dan tudung) disebut basidiokarp, bagian bawah tudung terlihat ada lembaran-
lembaran tempat terbentuknya basidium, reproduksi seksual dengan membentuk basidiospora, jarang melakukan
reproduksi aseksual dengan fragmentasi hifa.
3. Deuteromycotina memiliki ciri mikroskopis, hifa bersekat, bersifat parasit dan ada juga yang saprofit di sampah,
reproduksi aseksual dengan konidia, sedangkan reproduksi seksualnya belum diketahui, patogen hewan
ternak/[Link].
4. Mikoriza merupakan simbiosis mutualisme fungi dengan akar tumbuhan.
Jadi, jawaban yang tepat adalah A.

Anda mungkin juga menyukai