Kognitif Anak Melalui Papan Flanel
Kognitif Anak Melalui Papan Flanel
Skripsi
Oleh:
Skripsi
Oleh:
ABSTRAK
Oleh:
LAKSMIATI MARTHA CAHYANA
Kemampuan Kognitif adalah kemampuan dalam proses berpikir yang berpacu
pada kegiatan mental. Salah satu media yang dapat mengembangkan kemampuan
kognitif adalah media papan flanel. Media Papan Flanel adalah media papan datar
yang dilapisi oleh kain berbulu/ kain flanel yang diatasnya diletakkan potongan-
potongan kata, huruf, angka, gambar maupun simbol untuk mempermudah proses
pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimanakah upaya
guru dalam mengembangkan kemampuan kognitif anak melalui media papan flanel di
Taman Kanak-kanak Kasih Bunda Kampung Kalipapan Kecamatan Negeri Agung
Kabupaten Way Kanan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang
melibatkan satu orang guru. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi dan
dokumen analisis. Data dianalisis secara kualitatif dengan menggunakan cara reduksi
data, display data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
upaya guru dalam mengembangkan kemampuan kognitif melalui media papan flanel
adalah sebagai berikut: (i) Memilih tema dan kegiatan yang akan dilakukan, (ii)
Memilih dan menyiapkan item papan flanel yang sesuai, (iii) Mengatur letak atau
posisi papan flanel agar terlihat jelas oleh anak, dan (iv) Mencontohkan kegiatan
yang akan dilakukan serta memberikan kesempatan pada anak untuk mencoba. Ini
menunjukkan bahwa keempat cara mengembangkan kognitif anak melalui media
papan flanel dapat diterapkan pada anak usia dini.
Kata Kunci: Kemampuan Kognitif, Media Papan Flanel.
4
5
6
MOTTO
Artinya: “apabila telah ditunaikan shalat, Maka bertebaranlah kamu di muka bumi;
dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu
beruntung.” (Q.S Al-Jumu’ah: 10)1
1
Departemen Agama RI, Al-Qur’an dan Terjemahan, (Surabaya:Mekar Surabaya), h. 809.
7
PERSEMBAHAN
Teriring rasa tulus, ikhlas, dan syukur kepada Allah SWT, kupersembahkan
karya yang sederhana ini sebagai tanda bakti dan cintaku kepada orang yang selalu
1. Ayahanda Sutisna dan Ibunda Ermawati yang tercinta, yang telah mengasuh,
Lutfia Novi Rahmawati dan Ridho Farhan Adrori yang selalu membantu,
bertindak.
arti persahabatan.
8
RIWAYAT HIDUP
Maret 1996. Penulis merupakan putri kedua dari lima bersaudara buah hati pasangan
1. Taman Kanak-kanak IKI PTPN 7 Unit Tulung Buyut selesai pada tahun 2001
3. Sekolah Menengah Pertama Negeri 3 Negeri Agung selesai pada tahun 2010
4. Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Negeri Agung selesai pada tahun 2013
KATA PENGANTAR
SWT, karena dengan limpahan karunia, taufik serta hidayah-Nya lah skripsi ini dapat
dan keterbatasan ilmu pengetahuan, namun, atas bimbingan dari berbagai pihak ,
semua kesulitan dan hambatan bisa teratasi oleh karena itu penulis mengucapkan
1. Prof. Dr. H. Chairul Anwar, [Link]., selaku Dekan Fakultas Tarbiyah dan
dalam berbagai hal sehingga penulisan skripsi ini berjalan dengan baik.
2. Ibu Dr. Hj. Meriyati, [Link]., selaku ketua jurusan PIAUD Fakultas Tarbiyah
dan Keguruan yang telah memberi berbagai pengarahan kepada penulis dalam
3. Dr. Hj. Eti Hadiati, [Link]., sebagai dosen peembimbing I dan Syafrimen,
penulis dan juga para staf KASUBAG yang telah banyak membantu untuk
Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Raden Intan Lampung yang telah
7. Serta berbagai pihak yang tidak bisa penulis sebutkan satu persatu, yang telah
Semoga bantuan dan amal mereka akan memperoleh pahala yang berlipat ganda dari
Allah SWT. Selanjutnya dalam penulisan skripsi ini, penulis menyadari akan adanya
kekurangan dan masih jauh dari kata sempurna, oleh karena itu kritik dan saran yang
membangun sangatlah penulis harapkan. Semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi
DAFTAR ISI
B. Media
1. Pengertian Media ................................................................................ 23
2. Jenis-jenis Media................................................................................. 25
3. Prinsip-prinsip Media .......................................................................... 26
4. Fungsi dan Manfaat Media.................................................................. 27
C. Papan Flanel
1. Pengertian Papan Flanel ..................................................................... 29
2. Kegunaan Media Papan Flanel............................................................ 31
3. Kelebihan dan Kelemahan Media Papan Flanel ................................. 32
12
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN-LAMPIRAN
13
DAFTAR TABEL
DAFTAR LAMPIRAN
BAB I
PENDAHULUAN
Anak Usia Dini adalah individu yang sedang mengalami proses pertumbuhan
dan indikator yang berbeda-beda. Hal ini menunjukkan bahwa semua anak pada
hakikatnya adalah cerdas. Kajian tentang anak selalu menarik sehingga memunculkan
berbagai pandangan hakikat seorang anak yang sebenarnya. Bahkan, dalam Al-Qur-
an Allah telah menyerukan tentang anak, seperti dalam Surat Al-Kahf ayat 46 yang
anugerah dan juga tiitipan dari Allah SWT. Namun tergantung kepada orang tua dan
Nasional Pasal 1 angka 14 menyatakan bahwa Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)
adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan
usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk
2
Mulyasa, Manajemen PAUD, (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya), h. 20.
3
Departemen Agama RI, Al-Qur’an dan Terjemahan, (Surabaya: Mekar Surabaya), h. 408.
16
membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki
(NAEYC) membagi anak usia dini menjadi 0-3 tahun, 3-5 tahun, dan 6-8 tahun
dimana pada masa ini anak mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang sangat
cepat dalam berbagai aspek. Oleh sebab itu, proses pembelajaran yang diberikan
sebagai suatu upaya pembinaan bagi anak usia dini harus disesuai dengan
Usia 0-6 tahun merupakan masa dimana informasi yang diterima anak akan
dianggap dan disimpan dalam otak. Masa ini juga sering disebut dengan golden age.
Masa ini datang sekali dan tidak dapat diulang lagi dan sangat menentukan untuk
kehidupan anak. Sekitar 50% variabilitas kecerdasan terjadi ketika anak berusia 4
tahu, peningkatan 30% berikutnya terjadi pada usia 8 tahun dan 20% sisanya pada
Mengingat masa usia dini merupakan masa yang sangat potensial untuk
dikembangkan berbagai potensinya, maka pada masa ini saat yang tepat bagi anak
4
Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 58 Tahun 2009 Tentang
Standar Pendidikan AnakUsiaDini, h. 3.
5
Soegeng Santoso, Dasar-dasar Pendidikan TK, (Jakarta: Universitas Terbuka, 2011), h. 1.3.
6
Ani Tri Astuti, 2016, Peningkatan Kemampuan Penjumlahan Menggunakan Media Papan
Flanel Pada Anak Kelompok B1 Tk Aba Gading Lumbung,Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Edisi 7
Tahun Ke-5, h.828.
17
perkembangan kognitif.7
berpikir kritis yang mendasar, mulai dari anak-anak, pemuda hingga dewasa. Ada
beberapa cara yang dilakukan dalam perkembangan kognitif, salah satunya dengan
cara bermain. Hal ini dapat membantu anak dalam perkembangan intelegensi dan
berbagai pola, dan lain-lain yang bisa diterapkan dalam kehidupannya sehari-hari.9
mengenai dunia dan melalui empat tahap perkembangan kognitif. Setiap tahap
7
Siska Nopayana, Deti Rostika, Helmi Ismail, 2015, Upaya Meningkatkan Pemahaman
KonsepBilangan Beserta Lambang Bilangan Pada Anak Melalui Media Papan Flanel Modifikasi,
Antologi UPI, Volume, Nomor, Juni, h. 4.
8
Saghir Ahmad, Abid Hussain Ch, Ayesha Batool, Khadiha Sittar, Misbah Malik, 2016, Play
and Cognitive Development Formal Operational Perspektif of Piaget’s Theory, Journal of Education
and Practice, Vol. 07, No. 28, h. 72.
9
Ramaikis Jawati, 2013, Peningkatan Kemampuan Kognitif Anak Melalui Permainan Ludo
Geometri Di Paud Habibul Ummi II, Dini Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan
Universitas Negeri Padang, Spektrum Pls Vol. I, No.1, April, h. 253.
18
memiliki kaitan dengan usia dan mengandung cara berpikir tertentu, cara yang
kemampuan perasaan dan motor untuk memahami dunia. Berawal dari refleks
b. Tahap Praoprasional (2-7 tahun), pada tahap ini anak-anak mulai melukiskan
stabil dan mulai [Link] saat bersamaan, dunia kognitif anak didominasi
c. Tahap Operasional Konkret (7-11 tahun), Pada tahap ini anak dapat
secara logis sejauh hal itu di teterapkan dengan contoh-contoh yang spesifik
atau konkret.
d. Tahap Operasional Formal (11- Dewasa), dalam tahap ini individu melampaui
10
John W Santrock, Live Span Development-Perkembangan Masa Hidup, terj. Benedictine
Wisdyasinta,(Jakarta: Erlangga, 2016), h. 27-28.
11
Yuliani Nurani Sujiono, dkk, Metode Pengembangan Kognitif, (Jakarta: Universitas
Terbuka, 2011), h. 3.7.
12
Ibid, Santrock, h. 248.
13
Ibid,. h. 29.
19
tahun berada dalam tahap praoperasional (2-7 tahun). Periode ini ditandai dengan
dengan menggunakan simbol-simbol.14 Pada tahap ini anak belajar menggunakan dan
bersifat egosentris, dan dapat menglasifikasikan suatu objek dengan satu ciri.15
Dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 137 tahun 2014 tentang
Standar Pendidikan Anak Usia Dini di lingkup perkembangan kognitif untuk anak
usia 4-6 tahun terdiri atas: 1) belajar dan pemecahan masalah, mencakup kemampuan
memecahkanmasalah sederhana dalam kehidupan sehari-hari dengan cara fleksibel
dan diterima sosial serta menerapkan pengetahuan atau pengalaman dalam konteks
yang baru; 2) berpikir logis, mencakup berbagai perbedaan, klasifikasi, pola,
berinisiatif, berencana, dan mengenal sebab-akibat; 3) berpikir simbolik, mencakup
kemampuan menngenal, menyebutkan, menggunakan konsep bilangan, mengenal
huruf, serta mampu mempresentasikan berbagai benda dan imajinasinya dalam
bentuk gambar.
Tabel 1
Indikator Pencapaian Perkembangan Kognitif Anak Usia 4-5 Tahun
14
Masitoh, Dkk, Strategi Pembelajaran TK, (Jakarta: Universitas Terbuak, 2011), h. 2.13.
15
Yudrik Jahja, Psikologi Perkembangan, (Jakarta: Kencana, 2011), h. 116.
20
usia 4-5 tahun menurut Piaget adalah sebagai berikut, perkembangan kognitif pra-
Tabel 2
16
Dianne E. Papalia, Et All, Human Development (Psikologi Perkembangan), (Jakarta:
Kencana, 2010), h. 324.
21
Dalam membangun pengetahuan pada anak tidak terlepas dari peran guru.
Peran guru yang diharapkan adalah guru yang mampu membangun pengetahuan pada
Guru sebagai komponen yang bertanggung jawab dalam proses dan misi
pendidikan. Sejak awal guru harus mampu berperan sebagai pelaku pendidikan, yaitu
17
Yuliani Nurani Sujiono, dkk, Metode Pengembangan Kognitif, (Jakarta: Universitas
Terbuka, 2011), h. 5.28.
22
sangat menentukan keberhasilan belajar anak. Guru harus mampu memilih dan
menyenangkan bagi anak, dapat melibatkan seluruh inderanya, sehingga belajar anak
menjadi bermakna.19
Guru hendaknya memiliki pemahaman yang baik tentang alat permainan yang
digunakan untuk pembelajaran, karena alat permainan ini selain untuk memenuhi
naluri bermain anak juga sebagai sumber belajar yang sangat diperlukan untuk
memilih strategi dan media pembelajaran yang tepat sehingga dapat memberikan
sangat strategis dan menentukan. Strategis karena guru akan menentukan kedalaman
18
Mukthar Latif, dkk, Orientasi Baru Pendidikan Anak Usia Dini Teori dan Aplikasi, (Jakarta:
Kencana, 2013), h. 5.
19
Masitoh, dkk, Strategi Pembelajaran TK, (Jakarta: Universitas Terbuka, 2011), h. 5.19.
20
Badru Zaman, dkk,Media dan Sumber Belajar TK, (Tangerang Selatan: Universitas
Terbuka, 2012), h. 6.
23
dan keluasan penggunaan media. Menentukan karena gurulah yang memilah dan
memilih bahan ajar yang akan disajikan kepada anak dalam bentuk media.21
Briggs berpendapat bahwa media pembelajaran adalah segala alat fisik yang
dapat menyajikan pesan serta merangsang siswa untuk belajar. Sedangkan menurut
Menurut Mukthar Latif, jika dikaitkan dengan pendidikan anak usia dini
media pembelajaran berarti segala sesuatu yang dapat dijadikan bahan (software) dan
akan digunakan dalam proses belajar mengajar di taman kanak-kanak adalah untuk
belajar sambil bermain. Penggunaaan media yang menyentuh aspek kogitif juga harus
mampu mengimbangi aspek afeksi. Keseimbangan antara apek afektif dan kognitif
sangat penting bagi perkembangan jiwa anak. Media yang digunakan dalam
pengembangan kognitif anak usia dini pada dasarnnya merupakan media yang tidak
21
Ibid.,Yuliani Nurani S, Dkk., h. 8.1.
22
Arief S. Sadiman, Dkk, Media Pendidikan: Pengertian, Pengembangan dan
Pemanfaatanya, (Depok: Rajawali, 2012), h. 6.
23
Mukhtar Latif, dkk, Orientasi Baru Pendidikan Anak Usia Dini Teori dan Aplikasi,(Jakarta:
Kencana, 2013), h. 152.
24
berbahaya, menyenangkan dan bisa membantu guru menghubungkan satu hal dengan
hal lainnya.24
tumpul (tidak tajam) bentuknya, ukuran disesuaikan anak usia TK, tidak
Menurut oleh Munadi, papan flanel adalah media grafis yang efektif sekali
untuk menyajikan pesan-pesan tertentu kepada sasaran tertentu pula.26 Papan flanel
memuat potongan karakter cerita, objek, huruf, dan angka. potongan karakter dan
objek dari sebuah cerita digunakan pada papan flanel untuk menggambarkan sebuah
cerita saat menceritakan atau menceritakannya kembali. Selain itu, potongan itu
digunakan dalam mengajarkan tentang (1) bentuk, ukuran, dan warna; (2)
korespondensi simbol suara-suara dan (3) angka dan konsep bilangan sederhana.27
Bilangan Beserta Lambang Bilangan Pada Anak Melalui Media Papan Flanel
Modifikasi, ternyata sebagian anak masih terlihat bingung dan mengalami kesulitan
24
Yuliani Nurani Sujiono., h. 8.9.
25
Ibid., h. 8.13
26
Siska Nopayana, Deti Rostika, Helmi Ismail, 2015, Upaya Meningkatkan Pemahaman
Konsep Bilangan Beserta Lambang Bilangan Pada Anak Melalui Media Papan Flanel Modifikasi,
Antologi UPI Volume, Nomor, Juni, h. 4-5.
27
Jo M. Stanchfield, 1971, The Development Of Pre-Reading Skills In an Experimental
Kindergarten Program The Development Of Pre-Reading Skills In An Experimental Kindergarten
Program. [Link], h. 6-7.
25
diam bahkan menjawab dengan lama ketika ditanyai sejumlah benda dengan lambang
bilangannya. Hal ini disebabkan oleh media yang digunakan guru kurang bervariatif
dan kurang menarik bagi anak khususnya untuk mengajarkan anak dalam memahami
kognitif anak melalui media papan flanel sudah dilakukan tetapi masih belum mampu
karena anak kurang memperhatikan dan memahami informasi yang disampaikan oleh
secara keseluruhan. Hal ini terlihat pada saat guru mengajak anak menghitung jumlah
gambar sebagian anak ada yang belum mengetahui lambang bilangannya, anak masih
belum memahami konsep bilangan, bentuk atau warna atau ukuran.30 Berdasarkan
paparan diatas maka peneliti menggunakan media papan flanel berbentuk gambar,
28
Siska Nopayana, Deti Rostika, Helmi Ismail,2015, Upaya Meningkatkan Pemahaman
Konsep Bilangan Beserta Lambang Bilangan Pada Anak Melalui Media Papan Flanel Modifikasi
Antologi UPI Volume, Nomor, Juni, h. 4.
29
Observasi, di kelompok A Taman Kanak-kanak Kasih Bunda Kampung Kalipapan
Kecamatan Negeri Agung Kabupaten Way Kanan, 18 Juli 2017.
30
Hasil observasi, di kelompok A Taman Kanak-kanak Kasih Bunda Kampung Kalipapan
Kecamatan Negeri Agung Kabupaten Way Kanan, 18 Juli 2017.
26
angka, huruf dan bentuk lain untuk mengatasi permasalahan dalam perkembangan
Way Kanan”.
B. Identifikasi Masalah
oleh guru.
4. Pengunaan media papan flanel sudah dilakukan, tetapi masih belum mampu
B. Batasan Masalah
27
Agar penelitian ini berjalan efektif maka perlu adanya pembatasan dalam
permasalahan agar tidak terlalu meluas. Pembatasan masalah dalam penelitian ini
Kognitif pada anak usia dini, dengan subjek yang akan diteliti adalah satu orang guru
Negeri Agung Kabupaten Way Kanan, yang diselenggarakan pada semester ganjil
C. Rumusan Masalah
rumusan masalah dalam penelitian ini adalah “Bagaimanakah Upaya Guru dalam
D. Tujuan Penelitian
Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk melihat bagaimana upaya guru dalam
E. Manfaat Penelitian
28
1. Secara Teoritis
Secara teoritis hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat dan menjadi
2. Secara Praktis
BAB II
LANDASAN TEORI
A. Kemampuan Kognitif
tentang segala hal disekitar kita yang melibatkan proses mental seperti menyerap,
mental atau otak seseorang dan kemampuan mental itu meliputi banyak
mempertimbangkan.37
34
Ibid., h. 1.14.
35
Ibid., h. 14.
36
Eleanor Sautele, John Hattie, Daniel N. Arifin, Personality, 2015, Resielence, Self-
Regulation, an Cognitive Ability, Revelant to Teacher Selection, journal of teacher education, vol. 40,
h, 57
37
Nurhidayah, I Nyoman Wirya, Putu Rahayu Ujianti, 2016, Penerapan Metode Bercerita
Berbantuan MediaPapan Flanel Untuk Meningkatkan KemampuanBerbicara Di TK Kamila
Singaraja, Jurnal PAUDUniversitas Pendidikan Ganesha Vol. 4 No. 2, h 4.
31
agar anak mampu melakukan eksplorasi terhadap dunia sekitar melalui panca
persepsinya berdasarkan apa yang dilihat, didengar dan dirasakan, sehingga anak
akan memiliki pemahaman yang utuh dan komprehensif. Selain itu, anak juga
kognitif adalah kemampuan dasar yang telah dimiliki seseorang dalam proses
kognitif, yaitu:
tahun. Dalam tahap ini anak mulai melukiskan dunianya dengan kata-kata
tahun. Dalam tahap ini anak dapat melakukan operasi yang melibatkan
objek-objek dan juga dapat bernalar secara logis, sejauh hal itu diterapkan
40
John W. Santrock, Life-Span Development Perkembangan Masa-Hidup,Terj. Benedictine
Wisdyasinta, (Jakarta: Erlangga, 2012), h. 28.
33
dimana anak belum menguasai mental secara logis. Periode ini ditandai dengan
dilihatnya dan berfokus pada satu dimensi terhadap satu objek dalam
anak usia 4-5 tahun menurut Piaget adalah sebagai berikut, perkembangan
41
Masitoh, Dkk, Strategi Pembelajaran TK, (Jakarta: Universitas Terbuka, 2011), h. 2.13.
34
sekitarnya.
(percobaan).
42
Dianne E. Papalia, Et All, Human Development (Psikologi Perkembangan), (Jakarta:
Kencana, 2010), h. 324.
35
dirinya sendiri.43
a. Faktor Hereditas/Keturunan
Teori hereditas atau nativisme pertama kali dipelopori oleh seorang ahli
b. Faktor Lingkungan
43
Yuliani Nurani Sujiono, Metode Pengembangan Kognitif, (Jakarta: Universitas Terbuka,
2011), h. 1.22.
36
c. Kematangan
Tiap organ (fisik maupun psikis) dapat dikatakan telah matang jika ia
d. Pembentukan
mendorongnya untuk berbuat lebih giat dan lebih baik lagi. Sedangkan
f. Kebebasan
dengan kebutuhannya.44
44
Ibid., h. 1.25-1.27.
37
B. Media
1. Pengertian Media
pesan dari pengirim ke penerima pesan. Sadiman menyatakan kata media berasal
dari bahasa Latin dan merupakan bentuk jamak dari kata medium yang secara
adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyampaikan pesan dari
belajar. Sehingga media pembelajaran adalah alat bantu dalam kegiatan belajar
mengajar yang dapat merangsang minat dan membangkitkan motivasi anak didik
yang dapat menyajikan pesan serta merangsang siswa untuk belajar. Sedangkan
45
Ni Wayan Misiyanti, Desak Putu Parmiti, I Nyoman WiryA. 2014, Penerapan Metode
Demonstrasi Berbantuan Media Konkret Melalui Kegiatan Kolase Untuk Meningkatkan
Perkembangan Motorik Halus. Jurnal Pg-Paud Universitas Pendidikan Ganesha. Vol. 2 No 1, h. 3
46
Nurbiana Dhieni, dkk, 2011, Metode Pengembangan Bahasa, Jakarta: Universitas Terbuka,
h 10.3.
47
Komang Srianis, Ni Ketut Suarni, Putu Rahayu Ujianti.2014, Penerapan Metode Bermain
Puzzle Geometri Untuk Meningkatkan Perkembangan Kognitif Anak Dalam Mengenal Bentuk, Jurnal
Pg-Paud Universitas Pendidikan Ganesha. Vol. 2 No 1, h. 4-5
38
dibaca.48
Menurut Mukthar Latif, jika dikaitkan dengan pendidikan anak usia dini
media pembelajaran berarti segala sesuatu yang dapat dijadikan bahan (software)
dan alat (hardware) untuk bermain yang membuat AUD mampu memperoleh
adalah alat atau perantara untuk menyampaikan pesan dari pengirim pesan
48
Arief S. Sadiman, Dkk, Media Pendidikan: Pengertian, Pengembangan dan
Pemanfaatanya, (Depok: Rajawali, 2012), h. 6.
49
Mukhtar Latif, dkk,Orientasi Baru Pendidikan Anak Usia Dini Teori dan Aplikasi,(Jakarta:
Kencana, 2013), h. 152.
50
Ni Putu Erna Hartati, I Nyoman Wirya, Didith Pramunditya Ambara. 2014,penerapan
Metode Bermain Berbantuan Media Magnet Untuk Meningkatkan Kemampuan Kognitif Anak Di Tk
Santa Maria, Jurnal Pg-Paud Universitas Pendidikan Ganesha. Volume 2 No 1.
39
2. Jenis-jenis Media
Ada tiga jenis media yang biasa dipakai dalam kegiatan pembelajaran,
diantaranya:
a. Media visual/media grafis adalah media yang hanya dapat dilihat. Media
visual terdiri atas media yang dapat diproyeksikan (projected visual) dan
c. Media Audiovisual, media ini merupakan kombinasi dari media audio dan
51
Nurhidayah, I Nyoman Wirya, Putu Rahayu Ujianti, 2016, Penerapan Metode Bercerita
Berbantuan MediaPapan Flanel Untuk Meningkatkan KemampuanBerbicara Di TK Kamila
Singaraja,Jurnal PAUDUniversitas Pendidikan Ganesha Vol. 4 No. 2, h 5.
52
Mukthar Latif, dkk, Orientasi Baru Pendidikan Anak Usia Dini Teori dan Aplikasi,(Jakarta:
Kencana, 2013), h. 152-155.
40
diperhatikan:
53
Badru Zaman, Dkk, Media dan Sumber Belajar TK, (Tangerang Selatan: Universitas
Terbuka, 2012), h. 4.21.
54
Mukthar Latif, dkk, Orientasi Baru Pendidikan Anak Usia Dini Teori dan Aplikasi, (Jakarta:
Kencana, 2013), h. 158.
41
Menurut Degeng, secara garis besar fungsi media adalah: (1) menghindari
peserta didik, (4) mengatasi keterbatasan; ruang, waktu, dan ukuran, (5)
proses belajar. Hal ini mengandung arti bahwa dengan media pembelajaran anak
dapat menangkap tujuan dari bahan ajar lebih mudah dan lebih cepat. Media
menarik, konkret dan tidak hanya dalam bentuk kata-kata tertulis atau
55
Ali Mudlofir dan Evi Fatimatur R,Desain Pembelajaran Inovatif dari Teori ke Praktik,
(Jakarta: Rajawali Pers, 2016), h. 128.
56
Badru Zaman, Dkk, Media dan Sumber Belajar TK, Tangerang Selatan: Universitas
Terbuka, 2012), h. 4.12.
42
minatnya.
siswa.57
tujuan pembelajaran.
verbal.
d. Siswa dapat lebih banyak melakukan kegiatan belajar sebab tidak hanya
57
Badru Zaman dan Cucu Eliyawati, Media Pembelajaran Anak Usia Dini, (Bandung: UPI,
2010), h. 4.
58
Azhar Arsyad, Media Pembelajaran, (Jakarta: Rajawali Pers, 2011), h. 24.
43
C. Papan Flanel
Papan flannel adalah media grafis yang efektif sekali untuk menyajikan
pesan-pesan tertentu kepada sasaran tertentu pula. Papan berlapis kain flannel ini
dapat dilipat sehingga praktis. Gambar gambar yang akan disajikan dapat
dipasang dan dicopot dengan mudah sehingga dapat dipakai berkali-kali. Selain
Menurut Sudjana dan Rivai, Media papan flanel adalah suatu papan yang
dilapisi oleh kain flanel atau kain berbulu dimana nantinya pada papan tersebut
Ibrahim dkk, media papan flanel adalah suatu papan yang dilapisi kain flanel atau
simbol lain.60
media pelajaran dengan papan sebagai bahan baku utamanya yang dapat
adalah papan yang dilapisi kain flanel untuk melekatkan sesuatu diatasnya,
59
Arief S. Sadiman, Dkk, Media Pendidikan: Pengertian, Pengembangan dan
Pemanfaatanya,(Depok: Rajawali, 2012), h. 48.
60
Muh. Kholid N L, Sulthoni, 2016,The Influence Of Smart Flanel Board Media Toward The
Ability Of Summation Numeracy Chilldren With Intellectual Disability, jurnal P3lb, Volume 3, Nomor 2,
Desember, h. 167.
44
menempelkan huruf, kata, kalimat sederhana yang sudah dilapisi potongan kertas
Papan flanel biasanya terdiri dari pelat datar yang sepotong kain flanel,
lembut, atau bahan lain yang aman. Objek yang akan ditampilkan juga telah
diletakkan punggungnya sepotong bahan seperti flanel, bahan alternatif lain yang
enak atau yang sesuai. Item yang akan ditampilkan dapat dilampirkan ke papan
Papan flannel adalah papan yang berlapis kain flannel, sehingga gambar
yang akan disajikan dapat dipasang, dilipat dan dilepas dengan mudah dan dapat
dipakai berkali-kali.63 Media papan flanel terdiri dari dua bagian yang meliputi:
(1) papan flanel, berfungsi sebagai alas dasar tempat meletakkan item-item
flanel, (2) items flanel, yang berfungsi sebagai alat penyampai berbentuk simbol
dan gambar.64
flanel adalah media papan datar yang dilapisi oleh kain flannel yang di atasnya di
61
Ria Anggraeni, 2015, upaya Meningkatkan Kemampuan Membaca Permulaan Melalui
Penggunaan Media Papan Flanel Pada Anak, Jurnal Pendidikan Guru Paud Edisi 5 Tahun Ke-4, h. 4.
62
Gates, 1997, United States Patent [45] Sept. 6, 1977v
63
Komang Rahma Noviani, I Nyoman Wirya, Didith Pramunditya Ambara, 2014, Penerapan
Metode Demonstrasi BerbantuanMedia Papan Flannel Untuk MeningkatkanKemampuan Bahasa
Pada Anak,Jurnal PG-PAUDUniversitas Pendidikan Ganesha Vol. 2 No 1, h 4.
64
Dharma Patria, Tomas Iriyanto, 2014, Penggunaan Media Papan Flanel Untuk
Meningkatkan Hasil Belajar Mengenal Bilangan 1 Sampai 10 Siswa Kelas I SDLB, Jurnal P3LB,
Volume 1, Nomor 2, Desember, h. 133.
45
Mulyani Sumantri dan Johar Permana kegunaan papan flanel antara lain:
adalah:
d. latihan membilang.
65
Ria Anggraeni, 2015, Upaya Meningkatkan Kemampuan Membaca PermulaanMelalui
Penggunaan Media Papan Flanel Pada Anak, Jurnal Pendidikan Guru PAUD Edisi 5 Tahun ke-4, h. 4.
66
Ibid, Yuliani Nurani Sujiono., h. 8.33.
46
penjumlahan.
Menurut Musfiqon, flannel board adalah media grafis yang efektif untuk
mudah, ukuran dapat kecil, sedang, atau besar, dapat di-bawa atau digantung di
67
Musfiqon, Pengembangan Media Dan Sumber Pembelajaran, (Jakarta: Prestasi Pustaka,
2012), h. 87.
68
Sulistyo, Pengantar Ilmu Perpustakaan,(Jakarta: Gramedia, 2011), h. 26.
47
dari papan flannel adalah Sulistyo, Sunarmi & Widodo, kekurangan dari papan
tidak dipelihara dengan baik.70 Kelemahan media papan flanel sebenarnya tidak
terlalu pada peralatan fisiknya, tetapi lebih banyak pada kurangnya persiapan dan
bentuk, tumpul, tidak tajam bentuknya, ukurannya disesuaikan anak usia TK, tidak
Media papan flanel dipilih karena item yang digunakan memiliki warna yang
menarik, dapat dilihat, disentuh, serta mudah ditempel dan dilepas. Penggunaan
papan flanel dapat membuat pembelajaran yang disajikan lebih efisien dan menarik
69
Ni Made Dwi Wulandari, Ida Bagus Surya Manuaba, I Komang Ngurah Wiyasa, 2016,
Penerapan Model Picture And Picture BerbantuanPapan Flannel Untuk Meningkatkan Kemampuan
Bahasa Anak Kelompok B2,Jurnal Pg-Paud Universitas Pendidikan Ganesha, Vol.4, No. 1, h. 5.
70
Sulistyo, E.T, Sunarmi,& Widodo, J,Media Pendidikan Dan Pembelajaran
Kelas,(Surakarta: UNS Press, 2011), h. 27.
71
Dharma Patria, Tomas Iriyanto, 2014, Penggunaan Media Papan Flanel Untuk
Meningkatkan Hasil Belajar Mengenal Bilangan 1 Sampai 10 Siswa Kelas I SDLB,Jurnal P3LB,
Volume 1, Nomor 2, Desember, h. 133.
72
Yuliani Nurani Sujiono, dkk, Metode Pengembangan Kognitif, (Jakarta: Universitas
Terbuka, 2011), h. 8.9.
48
penjumlahan. Melalui penggunaan media papan flanel maka anak akan memperoleh
informasi tentang simbol-simbol dalam penjumlahan yakni angka dan tanda yang
digunakan. Anak juga belajar dengan gambar yang disajikan di atas angka sehingga
belajar dengan gambar sebelum menuju ke simbol abstrak berupa angka (lambang
bilangan).73
salah satu media yang dapat digunakan untuk mengembangkan kemampuan kognitif
papan flanel merupakan salah satu media yang dapat digunakan dalam kegiatan
bermain sambil belajar dalam pendidikan anak usia dini untuk mengembangkan
Menurut Ani Tri Astuti, penggunaan papan flanel ini mendukung anak untuk
dan mendorong anak untuk berpikir, bukan hanya sekedar ingatan. Berdasarkan hasil
73
Ani Tri Astuti , 2016, Peningkatan Kemampuan Penjumlahan Menggunakan Media Papan
Flanel Pada Anak Kelompok B1 Tk Aba Gading Lumbung , Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Edisi 7
Tahun Ke-5, h.830.
74
Ibid, Yuliani Nurani Sujiono., h. 8.33.
75
Khadijah, Pengembangan Kognitif Anak Usia Dini, (Medan: Perdana Publishing, 2016), h.
127.
49
penjumlahan yang meliputi anak dapat mengenal lambang angka 1-10, menyebutkan
Menurut penelitian yang dilakukan Putri dan Elisabeth pada anak kelompok A
media papan flanel berpengaruh terhadap kemampuan kognitif anak dalam mengenal
lambang bilangan. Dengan adanya simbol (lambang bilangan) serta gambar yang ada
di media papan flanel dapat mempermudah anak usia 4-5 tahun dalam menyebutkan
Dari beberapa pendapat diatas, dapat disimpulkan bahwa media papan flanel
merupakan media yang dapat mengembangkan kemampuan kognitif anak usia dini
dan penjumlahan.
Menurut Badru Zaman, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar
76
Ani tri Astuti, Peningkatan Kemampuan Penjumlahan Menggunakan Media Papan Flanel
Pada Anak Kelompok B1 TK ABA Gading Lumbung, Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Edisi 7 Tahun
ke-5 2016, h. 834.
77
Putri Catur Hasmiyani Elisabeth Christiana, Pengaruh Media Papan Flanel Terhadap
Kemampuan Mengenal Lambang Bilangan Anak Kelompok A, PG-PAUD, Fakultas Ilmu Pendidikan,
Universitas Negeri Surabaya, h. 4.
50
dimaksut.
78
Badru Zaman, Dkk, Media dan Sumber Belajar TK, (Tangeeerang Selatan: Universitas
Terbuka, 2012), h. 5.17.
79
Dharma Patria, Tomas Iriyanto, 2014, Penggunaan Media Papan Flanel Untuk
Meningkatkan Hasil Belajar Mengenal Bilangan 1 Sampai 10 Siswa Kelas I SDLB, Jurnal P3LB,
Volume 1, Nomor 2, Desember, h. 132.
51
flanel.
b. Memilih item dan menyiapkan item papan flanel sesuai dengan tema.
c. Mengatur letak atau posisi papan flanel agar dapat terlihat dengan jelas.
80
Sukiman, 2012, Pengembangan Media Pembelajaran, (Yogyakarta: Pedagogia), h. 109-110.
52
BAB III
METODE PENELITIAN
A. Metode Penelitian
Secara umum metode penelitian dapat diartikan sebagai kegiatan yang secara
yang hidup dan berguna bagi masyarakat maupun peneliti sendiri.81 Karena fokus
deskriptif.
yang apa adanya dalam situasi normal yang tidak memanipulasi keadaan atau
sekarang atau terjadi dengan kata lain untuk memperoleh informasi mengenai
pertanyaan apa dengan penjelasan yang lebih terperinci mengenai gejala seperti
81
Sukardi, metodologi penelitian pendidikan (Jakarta: Bumi Aksara, 2003), h. 17
82
Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian,(Jakarta, Renika Cipta, 2002), h 117
83
Mardalis, Metode Penelitian Suatu Pendekatan Proposal, (Jakarta, Bumi Aksara, 2004), h
26
53
setiap individu. Peneliti kualitatif percaya bahwa kebenaran adalah dinamis dan
adalah penelitian yang digunakan untuk meneliti pada kondisi objek alamiah
B. Jenis Penelitian
Dalam prosesnya penelitian ini mengangkat data dan permasalahan yang ada
84
Ibid,Mardalis, h 87
85
Sukmadinata, Metode Penelitian, (Jakarta, Karya Press, 2009), h 78
86
Sugiyono, Proses Metode Penelitian, (Semarang, ANF Bina Karsa, 2010), h 82
54
Kecamatan Negeri Agung Kabupaten Way Kanan sehingga jenis penelitian ini
berupa kata-kata tertulis atau uraian dari orang-orang dan pelaku yang dapat
sosial berdasarkan pada penciptaan gambar holistik yang dibentuk dengan kata-
kata, melaporkan pandangan informan secara terperinci dan disusun dalam sebuah
87
Tohirin, Metode Penelitian Kualitatif Dalam Pendidikan Dan Bimbingan Konseling,
(Jakarta: Rajawali Press, 2012), h 2
88
Ibid,Sugiyono,h 115
89
Hamid Pattilima, Metode Pengembangan Kualitiatif, (Bandung: Alpabeta, 2005), h 56
55
C. Subjek/Sumber Data
Subjek penelitian ini adalah 1 orang tenaga pendidik/ guru di Taman Kanak-
objek peneliti yaitu media papan flanel. Adapun penulis mengambil 1 orang guru
memahami tentang objek yang akan diteliti, selain itu juga mereka tergolong
D. Lokasi Penelitian
Dalam penelitian ini peneliti memilih Media Papan Flanel di Taman Kanak-
Way Kanan sebagai obyek penelitian, alasannya karena peneliti ingin melihat
1. Observasi (Pengamatan)
dimaksud dalam penelitian ini adalah cara mengumpulkan data dengan jalan
pengamatan secara langsung terhadap objek yang akan diteliti Jenis observasi
Peneliti mencatat semua hal yang diperlukan dan yang terjadi selama
lembar observasi yang diisi dengan tanda chek list (√) pada kolom yang
Lembar observasi ini dijadikan pedoman oleh peneliti agar saat melakukan
obervasi lebih terarah, terukur sehingga hasil data yang telah didapatkan
90
Usman dan Setiadi Purnimo [Link] Penelitian Sosial. (Jakarta,Bumi
Aksara,2012)Hlm 64
57
2. Wawancara (Interview)
memudahkan peneliti untuk dapat menggali tidak saja apa yang diketahui dan
dialami subjek, tetapi juga apa yang tersembunyi jauh di dalam diri subjek
yang bersifat lintas waktu yang berkaitan dengan masa lampau, masa sekarang
a. Wawancara terstruktur
apabila peneliti telah mengetahui dengan pasti tentang informasi apa yang
91
Op Cit, Hamid Pattilima, Hlm 74-75
58
cara pengumpulan data dengan cara berdialog atau tanya jawab dengan
orang dapat memberikan keterangan. Oleh karena itu jenis wawancara yang
anak khususnya dalam kognitif anak dan dari hasil wawancara yang
3. Dokumen Analisis
92
Sugiyono. Memahami penelitian Kualitatif..(Bandung;Alfabeta.2008)Hlm 194-197
93
[Link],Hlm 75
59
F. Instrumen Penelitian
peneliti dalam mengumpulkan data agar lebih cermat, lengkap, dan sistematis,
sehingga lebih mudah diolah. Instrumen dalam penelitian ini digunakan untuk
lembar observasi (check list) pada saat proses kegiatan. Lembar observasi berisi
anak melalui media papan flanel. Dalam pedoman observasi digunakan peneliti
agar saat melakukan obervasi lebih terarah, terukur sehingga hasil data yang
mengambil data dan analisis data. Dari semua data yang telah diperoleh dalam
bahan acuan dan lembar observasi yang data nya tentang kognitif anak serta
60
diperkuat dengan hasil wawancara yang dilakukan peneliti dengan guru yang ada
di TK Kasih Bunda dan RKH (Rencana Kegiatan Harian) yang menjadi dokumen
analisis saat melakukan penelitian, Dan semua data tersebut dianalisis karena
penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif jadi terdapat tiga langkah yaitu,
1. Reduksi data
pada hal-hal yang penting, dicari tema dan polanya dan membuang yang tidak
perlu. Dengan demikian data yang telah direduksi akan memberikan gambaran
Dalam kaitan ini peneliti mereduksi data-data yang telah didapat dari
hasil observasi dan wawancara dan dirangkum satu per satu agar memudahkan
2. Display Data
(Display Data). Data-data yang berupa tulisan tersebut disusun kembali secara
baik dan akurat untuk dapat memperoleh kesimpulan yang valid sehingga
94
Sugiyono, Op Cit.H.338
61
3. Menarik kesimpulan/Verifikasi
Disamping itu, kendati data telah disajikan bukan berarti proses analisis data
sudah final, akan tetapi masih ada tahapan berikutnya yaitu penarikan
adalah hasil temuan penelitian ini betul-betul merupakan karya ilmiah yang
BAB IV
A. Hasil Penelitian
Pada bab ini penulis akan membahas pengolahan dan analisis data yang telah
diperoleh dari hasil penelitian yang telah dilakukan. Data yang dikumpulkan dalam
penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Data sekunder diperoleh dengan
cara menggunakan metode interview dan dokumentasi. Adapun data primer yang
observasi.
kanak Kasih Bunda Kampung Kalipapan Kecamatan Negeri Agung Kabupaten Way
Kanan untuk mendapatkan data yang valid. Adapun jumlah guru yang penulis teliti
dalam penelitian ini adalah 1 orang guru yang mengajar kelompok usia 4-5 tahun.
kanak Kasih Bunda, ternyata menghasilakan perkembangan kognitif anak cukup baik.
Berikut ini peneliti menyajikan pembahasan dan analisis data sebagai langkah
pada proses mengembangkan kemampuan kognitif anak melalui media papan flanel.
Upaya Guru
Mencontohkan
dalam
kegiatan yang akan Memilih dan
Mengembangkan
dilakukan serta menyiapkan item
kemampuan
memberikan papan flanel yang
kognitif melalui
kesempatan pada sesuai
media papan
anak untuk
flanel
mencoba
Mengatur letak
atau posisi papan
flanel agar
terlihat jelas oleh
anak
Flanel.
observasi dikakuan kepada satu orang guru yaitu ibu Heni Marginingsih.
guru telah menentukan pokok kegiatan atau tema dan subtema dari kegiatan
yang akan ditentukan. Berdasarkan tema tersebut guru memilih media yang
Hal ini senada dengan hasil wawancara peneliti kepada guru kelompok
gunakan dalam kegiatan. Tema sudah tercantum dalam RPPH yang telah
dirancang guru.
2. Memilih item dan menyiapkan item papan flanel sesuai dengan tema.
Kanan yakni sebelum kegiatan dimulai guru terlebih dahulu memilih item
yang disesuaikan dengan tema yang ada. Setelah guru memilih item yang
sesuai dengan tema, item tersebut dicobakan satu persatu ke papan flanel agar
item yang dipilih dapat menempel pada papan flanel dengan baik. Item yang
tidak menempel biasanya dikarenakan kain kasar yang ada di belakang item
sudah tidak bisa menempel dengan baik hal tersebut dapat menyebabkan item
jadi mudah terjatuh dan susah menempel pada papan flanel sehingga item
Agung Kabupaten Way Kanan yang mengatakan bahwa item pada papan
Kanan yakni pada saat sebelum kegiatan dimulai guru lebih dahulu mengatur
letak atau posisi papan flanel sebelum kegiatan belajar-mengajar dimulai. Hal
ini dilakukan setiap kali guru akan melakukan kegiatan belajar menggunakan
media papan flanel. Ini menunjukkan bahwa dalam pengaturan posisi papan
flanel sudah dilakukan dengan baik, akan tetapi letak atau posisi papan flanel
terlalu tinggi dan tidak sejajar dengan garis mata anak sehingga setiap anak
dapat kurang melihat dengan jelas media yang dipakai oleh guru dan membuat
Kabupaten Way Kanan mengatakan bahwa pengaturan letak atau posisi papan
diletakkan pada posisi yang benar sehingga setiap anak dapat melihatnya.
66
flanel guru tidak mengatur posisi duduk anak, hanya meja diposisikan seperti
Pengaturan posisi duduk anak yang tidak dilakukan oleh pihak guru
guru dalam menggunakan media papan flanel sehingga saat kegiatan dimulai
anak kesulitan untuk melihat dan memahami dengan jelas karena terhalang
Hal ini senada dengan hasil wawancara yang dilakukan kepada guru
Kecamatan Negeri Agung Kabupaten Way Kanan, bahwa posisi duduk anak
menanyakan kepada anak berapa jumlah semua bunga yang ada di papan
setelah itu guru mengajak anak bersama-sama menghitung jumlah wortel dan
Agung Kabupaten Way Kanan, bahwa saat melakukan kegiatan guru selalu
dapat memahami kegiatan yang dilakukan dan agar mendapatkan hasil yang
69
B. Pembahasan
Berkaitan dengan analisis data yang bersifat deskriptif, maka pada bagian ini
penelitian uraikan hasil observasi, wawancara dan dokumentasi dari upaya guru dam
Kabupaten Way Kanan, bahwa guru telah: 1) Menentukan pokok kegiatan atau tema
anak, 2) Memilih item dan menyiapkan item papan flanel sesuai dengan tema, 3)
Mengatur letak atau posisi papan flanel agar dapat terlihat dengan jelas, 4)
memilih item dan menyiapkan item yang sesuai dengan tema. Item yang digunakan
berupa angka, macam bentuk, gambar dan lain sebagainya. Hal ini dapat
dan menjumlah bentuk. Hal ini sependapat dengan pendapat Stanfield, potongan/item
70
korespondensi simbol suara-suara dan (3) angka dan konsep bilangan sederhana.95
Penataan letak atau posisi papan flanel oleh guru sudah dilakukan dengan
baik. Papan flanel diletakkan di depan sehingga anak dapat dengan mudah melihat
dengan jelas. Sedangkan dalam penataan posisi duduk peserta didik tidak diatur oleh
guru sehingga terkadang anak kurang jelas dalam memperhatikan guru yang sedang
keterampilan guru daam menggunakan media papan flanel. Seperti pendapat Soegeng
santoso, bahwa meja dan kursi disesuaikan dengan anak dan fleksibel penataannya.
Kadang meja dan kursi dapat digeser untuk memberikan kesempatan pada anak
Anak usia 4-6 tahun masih sangat perlu arahan serta bimbingan dari orang
kognitif melalui media papan flanel, sebelumnya guru telah menerangkan dan
memberikan contoh terlebih dahulu kepada anak agar mempermudah anak dalam
memahami kegiatan yang dilakukan. Karena media papan flanel terdapat berbagai
macam gambar, bentuk, angka yang menarik sehingga memudahkan anak dalam
memahaminya. Hal ini sejalan dengan pendapat Bobby Ojose dalam teori Piaget
95
Jo M. Stanchfield, 1971, The Development Of Pre-Reading Skills In an Experimental
Kindergarten Program The Development Of Pre-Reading Skills In An Experimental Kindergarten
Program. [Link], h. 6-7.
96
Soegeng Santoso, Dasar-Dasar Pendidikan TK, (Jakarta: Universitas Terbuka), h. 7.15
71
menggunakan simbol.97
Guru bukan hanya mempersiapkan kegiatan dan mengatur tata letak papan
flanel saja, tetapi guru juga harus dapat mengamati dan menilai setiap anak pada saat
melakukan kegiatan dengan menggunakan media papan flanel. karena secara individu
Hal ini sejalan dengan pendapat Hansen, Kirstine, yang mengatakan bahwa,
apabila salah satu bentuk nyata untuk melihat perbedaan anak adalah dengan
mengembangkan kemampuan kognitif melalui media papan flanel banyak sekali yang
didapatkan oleh anak bukan hanya dapat mengembangkan konsep bilangan saja akan
tetapi juga dapat pemahaman angka, pengukuran, dan penjumlahan hal ini sejalan
dengan pendapat Yuliani Nurani Sujiono, bahwa kegunaan dari papan flanel adalah
97
Bobby Ojose, Applying Piaget’s Theory of Cognitive Development to Mathematics
Intructions, Vol. 18, No. 1, 26-30, h. 27.
98
Ibid., Soegeng Santoso., h. 8.4
99
Hansen, Kirstine, The Relationship Between Teacher Perceptions of Pupi Attractiveness and
Academic Ability. British Educational Research Journal, V. 42. No.3.2016, h.37.
72
flanel.100
100
Ibid, Yuliani Nurani Sujiono., h. 8.33.
73
BAB V
A. Kesimpulan
Dari pembahasan dan hasil analisis data yang telah peneliti lakukan selama
kognitif anak melalui media papan flanel, yaitu memilih tema dan kegiatan yang
akan dilakukan, memilih dan menyiapkan item papan flanel yang sesuai, mengatur
letak atau posisi papan flanel agar terlihat jelas oleh anak, dan mencontohkan
kegiatan yang akan dilakukan serta memberikan kesempatan pada anak untuk
media papan flanel ini hanya empat langkah yang dilakukan guru dan belum
menggunakan media papan flanel. Akan tetapi, keempat langkah penggunaan media
papan flanel dapat diterapkan pada anak usia dini dan dapat mengembangkan
B. Saran
berlangsung.
minat anak dalam menggunakan media papan flanel sehingga saat kegiatan
menyenangkan.
C. Penutup
petunjuk dan inayahnya sehingga skripsi ini dapat diselesaikan dengan ketentuan
pembahasan skripsi ini masih terdapat kekeliruan dan kekurangan. Oleh sebab itu
kritik dan saran yang membangun dari pembaca sangat penulis nantikan.
Semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi kita semua khususnya bagi orang
perkembangan dewasa ini. Atas kekhilafan dan keikhlasan penulis, mohon maaf dan
DAFTAR PUSTAKA
Ali Mudlofir dan Evi Fatimatur R. 2016. Desain Pembelajaran Inovatif dari Teori ke
Praktik. Jakarta: Rajawali Pers.
Badru Zaman dan Cucu Eliyawati. 2010. Media Pembelajaran Anak Usia Dini.
Bandung: UPI.
Dharma Patria, Tomas Iriyanto. 2014. Penggunaan Media Papan Flanel Untuk
Meningkatkan Hasil Belajar Mengenal Bilangan 1 Sampai 10 Siswa Kelas I
[Link] P3LB, Volume 1, Nomor 2, Desember.
Eleanor Sautele, John Hattie, Daniel N. Arifin. Personality. 2015. Resielence, Self-
Regulation, an Cognitive Ability, Revelant to Teacher Selection. journal of
teacher education. vol. 40.
Imam Gunawan. 2013. Metode Penelitian Kualitatif: Teori dan Praktik. Jakarta:Bumi
aksara.
Mukthar Latif, dkk. 2013. Orientasi Baru Pendidikan Anak Usia Dini Teori dan
Aplikasi. Jakarta: Kencana.
Ni Made Dwi Wulandari, Ida Bagus Surya Manuaba, I Komang Ngurah Wiyasa.
2016. Penerapan Model Picture And Picture Berbantuan Papan Flannel Untuk
Meningkatkan Kemampuan Bahasa Anak Kelompok B2. Jurnal Pg-Paud
Universitas Pendidikan Ganesha, Vol.4, No. 1.
Rini Priliantini Sugianto dan Deti Rostika. 2013. Upaya Meningkatkan Kemampuan
Kognitif Anak Dalam Pengenalan Konsep Bilangan Melalui Permainan Kartu
Angka Di Taman Kanak-kanak. PG-PAUD Cibiru Volume 1 Nomor 3 Oktober.
Saghir Ahmad, Abid Hussain Ch, Ayesha Batool, Khadiha Sittar, Misbah Malik.
[Link] and Cognitive Development Formal Operational Perspektif of
Piaget’s Theory. Journal of Education and Practice, Vol. 07, No. 28.
Usman dan Setiadi Purnimo Akbar. 2012. Metodologi Penelitian Sosial. Jakarta:
Bumi Aksara.