0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan78 halaman

Kognitif Anak Melalui Papan Flanel

Skripsi ini membahas pengembangan kemampuan kognitif anak melalui media papan flanel di Taman Kanak-kanak Kasih Bunda, Kampung Kalipapan. Penelitian deskriptif kualitatif ini menunjukkan bahwa guru dapat mengembangkan kemampuan kognitif anak dengan memilih tema, menyiapkan item papan flanel, mengatur posisinya, dan memberikan contoh kegiatan. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa metode ini efektif diterapkan pada anak usia dini.

Diunggah oleh

afiafitriafirdausi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan78 halaman

Kognitif Anak Melalui Papan Flanel

Skripsi ini membahas pengembangan kemampuan kognitif anak melalui media papan flanel di Taman Kanak-kanak Kasih Bunda, Kampung Kalipapan. Penelitian deskriptif kualitatif ini menunjukkan bahwa guru dapat mengembangkan kemampuan kognitif anak dengan memilih tema, menyiapkan item papan flanel, mengatur posisinya, dan memberikan contoh kegiatan. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa metode ini efektif diterapkan pada anak usia dini.

Diunggah oleh

afiafitriafirdausi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN KOGNITIF ANAK MELALUI MEDIA

PAPAN FLANEL DI TAMAN KANAK-KANAK KASIH BUNDA


KAMPUNG KALIPAPAN KECAMATAN NEGERI AGUNG
KABUPATEN WAY KANAN

Skripsi

Diajukan untuk Melengkapi Tugas-tugas dan Memenuhi Syarat-syarat


guna Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan ([Link])
dalam Ilmu Tarbiyah dan Keguruan

Oleh:

LAKSMIATI MARTHA CAHYANA


NPM: 1311070120

Jurusan: Pendidikan Islam Anak Usia Dini

FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN


UNIVERSITAS ISLAM NEGERI RADEN INTAN LAMPUNG
1439H/2018 M
2

MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN KOGNITIF ANAK MELALUI MEDIA


PAPAN FLANEL DI TAMAN KANAK-KANAK KASIH BUNDA
KAMPUNG KALIPAPAN KECAMATAN NEGERI AGUNG
KABUPATEN WAY KANAN

Skripsi

Diajukan untuk Melengkapi Tugas-tugas dan Memenuhi Syarat-syarat


guna Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Islam ([Link].I)
dalam Ilmu Tarbiyah dan Keguruan

Oleh:

LAKSMIATI MARTHA CAHYANA


NPM: 1311070120

Jurusan: Pendidikan Islam Anak Usia Dini

Pembimbing I : Dr. Hj. Eti Hadiati, [Link]


Pembimbing II : Syafrimen, [Link]., Ph.D

FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN


UNIVERSITAS ISLAM NEGERI RADEN INTAN LAMPUNG
1439 H/2018 M
3

ABSTRAK

MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN KOGNITIF ANAK MELALUI MEDIA


PAPAN FLANEL DI TAMAN KANAK-KANAK KASIH BUNDA
KAMPUNG KALIPAPAN KECAMATAN NEGERI AGUNG
KABUPATEN WAY KANAN

Oleh:
LAKSMIATI MARTHA CAHYANA
Kemampuan Kognitif adalah kemampuan dalam proses berpikir yang berpacu
pada kegiatan mental. Salah satu media yang dapat mengembangkan kemampuan
kognitif adalah media papan flanel. Media Papan Flanel adalah media papan datar
yang dilapisi oleh kain berbulu/ kain flanel yang diatasnya diletakkan potongan-
potongan kata, huruf, angka, gambar maupun simbol untuk mempermudah proses
pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimanakah upaya
guru dalam mengembangkan kemampuan kognitif anak melalui media papan flanel di
Taman Kanak-kanak Kasih Bunda Kampung Kalipapan Kecamatan Negeri Agung
Kabupaten Way Kanan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang
melibatkan satu orang guru. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi dan
dokumen analisis. Data dianalisis secara kualitatif dengan menggunakan cara reduksi
data, display data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
upaya guru dalam mengembangkan kemampuan kognitif melalui media papan flanel
adalah sebagai berikut: (i) Memilih tema dan kegiatan yang akan dilakukan, (ii)
Memilih dan menyiapkan item papan flanel yang sesuai, (iii) Mengatur letak atau
posisi papan flanel agar terlihat jelas oleh anak, dan (iv) Mencontohkan kegiatan
yang akan dilakukan serta memberikan kesempatan pada anak untuk mencoba. Ini
menunjukkan bahwa keempat cara mengembangkan kognitif anak melalui media
papan flanel dapat diterapkan pada anak usia dini.
Kata Kunci: Kemampuan Kognitif, Media Papan Flanel.
4
5
6

MOTTO





Artinya: “apabila telah ditunaikan shalat, Maka bertebaranlah kamu di muka bumi;
dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu
beruntung.” (Q.S Al-Jumu’ah: 10)1

1
Departemen Agama RI, Al-Qur’an dan Terjemahan, (Surabaya:Mekar Surabaya), h. 809.
7

PERSEMBAHAN

Teriring rasa tulus, ikhlas, dan syukur kepada Allah SWT, kupersembahkan

karya yang sederhana ini sebagai tanda bakti dan cintaku kepada orang yang selalu

memberi mana dalam hidupku, terutama untuk:

1. Ayahanda Sutisna dan Ibunda Ermawati yang tercinta, yang telah mengasuh,

merawat, mendidik dan membesarkanku dengan kasih sayang, serta dalam

setiap sujud tahajudnya selalu mendoakan keberhasilanku.

2. Kakakku Larasati Citra Cahyana serta adik-adikku Lestari Sukma Apriliana,

Lutfia Novi Rahmawati dan Ridho Farhan Adrori yang selalu membantu,

memberi motivasi, dan semangat serta turut mendoakan keberhasilanku.

3. Almamaterku Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri

Raden Intan Lampung yang telah mendewasakan dalam berpikir dan

bertindak.

4. Teman-teman seperjuangan jurusan PIAUD angkatan 2013, khususnya

Awallya Septiana Putri, Komaria, Ida Nurhasanah, Nur Fadilah, Dian

Apriyana yang selalu memberikan semangat dan bersama kalian ku maknai

arti persahabatan.
8

RIWAYAT HIDUP

Laksmiati Martha Cahyana, lahir di Kampung Kalipapan pada tangggal 17

Maret 1996. Penulis merupakan putri kedua dari lima bersaudara buah hati pasangan

Ayahanda Sutisna dengan Ibunda Ermawati.

Sebelum masuk jenjang perguruan tinggi, penulis mengawali pendidikan di :

1. Taman Kanak-kanak IKI PTPN 7 Unit Tulung Buyut selesai pada tahun 2001

2. Sekolah Dasar Negeri 2 Kalipapan selesai pada tahun 2007

3. Sekolah Menengah Pertama Negeri 3 Negeri Agung selesai pada tahun 2010

4. Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Negeri Agung selesai pada tahun 2013

5. Universitas Islam Negeri Raden intan Bandar Lampung, penulis mengambil

pogram S1 di Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Jurusan Pendidikan Islam

Anak Usia Dini pada tahun 2013.


9

KATA PENGANTAR

Syukur alhamdulillah yang tidak terkira penulis ucapkan kehadirat Allah

SWT, karena dengan limpahan karunia, taufik serta hidayah-Nya lah skripsi ini dapat

terselesaikan dengan baik. Shalawat serta salam senantiasa tercurahkan kepada

Rasulullah SAW, beserta keluarga dan sahabatnya.

Dalam penulisan skripsi ini penulis menyadari sepenuhnya akan kekurangan

dan keterbatasan ilmu pengetahuan, namun, atas bimbingan dari berbagai pihak ,

semua kesulitan dan hambatan bisa teratasi oleh karena itu penulis mengucapkan

terima kasih kepada yang terhormat:

1. Prof. Dr. H. Chairul Anwar, [Link]., selaku Dekan Fakultas Tarbiyah dan

Keguruan UIN Raden intan Lampung yang telah memberikan kemudahan

dalam berbagai hal sehingga penulisan skripsi ini berjalan dengan baik.

2. Ibu Dr. Hj. Meriyati, [Link]., selaku ketua jurusan PIAUD Fakultas Tarbiyah

dan Keguruan yang telah memberi berbagai pengarahan kepada penulis dalam

penyusunan skripsi ini.

3. Dr. Hj. Eti Hadiati, [Link]., sebagai dosen peembimbing I dan Syafrimen,

[Link].,Ph.D, sebagai dosen pembimbing II yang telah memberikan bimbingan

dan pengarahan demi terselesainya skripsi ini.

4. Bapak/Ibu dosen Fakultas Tarbiyah dan Keguruan yang telah ikhlas

membimbing dan mendidik serta memberikan ilmu pengetahuan kepada


10

penulis dan juga para staf KASUBAG yang telah banyak membantu untuk

terselesaikannya skripsi ini.

5. Seluruh Staff Perpustakaan UIN Raden Intan Lampung dan Perepustakaan

Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Raden Intan Lampung yang telah

melayani pinjaman sumber referensi buku dalam menyelsaikan skripsi ini.

6. Ibu Ermawati, [Link].I., selaku kepala Taman Kanak-kana Kasih Bunda

Kampung Kalipapan Kecamatan Negeri Agung kabupaten Way Kanan.

7. Serta berbagai pihak yang tidak bisa penulis sebutkan satu persatu, yang telah

ikut serta memberikan bantuan baik materi maupun moril.

Semoga bantuan dan amal mereka akan memperoleh pahala yang berlipat ganda dari

Allah SWT. Selanjutnya dalam penulisan skripsi ini, penulis menyadari akan adanya

kekurangan dan masih jauh dari kata sempurna, oleh karena itu kritik dan saran yang

membangun sangatlah penulis harapkan. Semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi

diri penulis pribadi dan berguna bagi bangsa dan agama.

Bandar Lampung, 28Maret 2018


Penulis

Laksmiati Martha Cahyana


1311070120
11

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ........................................................................................... i


ABSTRAK ........................................................................................................... ii
HALAMAN PERSETUJUAN............................................................................ iii
HALAMAN PENGESAHAN ............................................................................. iv
MOTTO ............................................................................................................... v
PERSEMBAHAN ................................................................................................ vi
RIWAYAT HIDUP ............................................................................................. vii
KATA PENGANTAR ......................................................................................... viii
DAFTAR ISI ........................................................................................................ x
DAFTAR TABEL................................................................................................ xii
DAFTAR LAMPIRAN ....................................................................................... xiii
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah............................................................................ 1
B. Identifikasi Masalah .................................................................................. 12
C. Batasan Masalah........................................................................................ 13
D. Rumusan Masalah ..................................................................................... 13
E. Tujuan Penelitian ...................................................................................... 13
F. Manfaat Penelitian .................................................................................... 14

BAB II LANDASAN TEORI


A. Kemampuan Kognitif
1. Pengertian Kemampuan Kognitif ........................................................ 15
2. Tahap Perkembangan Kognitif ........................................................... 18
3. Karakteristik Perkembangan Kognitif................................................. 19
4. Pentingnya Perkembangan Kognitif ................................................... 20
5. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Kognitif .............. 21

B. Media
1. Pengertian Media ................................................................................ 23
2. Jenis-jenis Media................................................................................. 25
3. Prinsip-prinsip Media .......................................................................... 26
4. Fungsi dan Manfaat Media.................................................................. 27

C. Papan Flanel
1. Pengertian Papan Flanel ..................................................................... 29
2. Kegunaan Media Papan Flanel............................................................ 31
3. Kelebihan dan Kelemahan Media Papan Flanel ................................. 32
12

D. Mengembangkan Kemampuan Kognitif melalui Media Papan Flanel ..... 33

BAB III METODOLOGI PENELITIAN


A. Metode Penelitian................................................................................ 38
B. Jenis Penelitian .................................................................................... 39
C. Subjek/Sumber Data............................................................................ 41
D. Lokasi Penelitian ................................................................................. 41
E. Teknik Pengumpulan Data .................................................................. 41
F. Instrument Penelitian .......................................................................... 45
G. Teknik Analisis Data ........................................................................... 45

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN


A. Hasil Penelitian ......................................................................................... 48
B. Pembahasan .............................................................................................. 55

BAB V KESIMPULAN, SARAN, DAN PENUTUP


A. Kesimpulan ............................................................................................... 59
B. Saran.......................................................................................................... 60
C. Penutup...................................................................................................... 61

DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN-LAMPIRAN
13

DAFTAR TABEL

Tabel 1. Indikator Perkembangan Kognitif Anak Usia 4-5 tahun ........................ 4

Tabel [Link] kognitif sepanjang kanak-kanak awal..................................... 7


14

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1 Profil Taman Kanak-kanak Kasih Bunda Kampung Kalipapan


Lampiran2 Kisi-kisi observasi Mengembangkan Kemampuan Kognitif Anak di
Taman Kanak-kanak Kasih Bunda Kampung Kalipapan Kecamatan
Negeri Agung Kabupaten Way Kanan.
Lampiran 3 Hasil Observasi Akhir Perkembangan Kemampuan Kognitif Anak
melalui Media Papan Flanel di Taman Kanak-kanak Kasih Bunda
Kampung Kalipapan Kecamatan Negeri Agung Kabupaten Way
Kanan.
Lampiran 4 Lembar Observasi Guru dalam Mengembangkan Kemampuan
Kognitif Anak di di Taman Kanak-kanak Kasih Bunda Kampung
Kalipapan Kecamatan Negeri Agung Kabupaten Way Kanan.
Lampiran 5 Kisi-kisi Observasi Langkah-langkah penggunaan Media Papan
Flanel di di Taman Kanak-kanak Kasih Bunda Kampung Kalipapan
Kecamatan Negeri Agung Kabupaten Way Kanan.
Lampiran 6 Kerangka wawancara dengan guru di Taman Kanak-kanak Kasih
Bunda Kampung Kalipapan Kecamatan Negeri Agung Kabupaten
Way Kanan.
Lampiran 7 Hasil Wawancara dengan Guru elompok A di di Taman Kanak-kanak
Kasih Bunda Kampung Kalipapan Kecamatan Negeri Agung
Kabupaten Way Kanan.

Lampiran 7 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Harian (RPPH) TK Kasih Bunda


Lampiran 8 Dokumentasi

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah


15

Anak Usia Dini adalah individu yang sedang mengalami proses pertumbuhan

dan perkembangan yang sangat pesat, bahkan dikatakan sebagai lompatan

perkembangan.2 Setiap anak di dunia memiliki berbagai kecerdasan dalam tingkat

dan indikator yang berbeda-beda. Hal ini menunjukkan bahwa semua anak pada

hakikatnya adalah cerdas. Kajian tentang anak selalu menarik sehingga memunculkan

berbagai pandangan hakikat seorang anak yang sebenarnya. Bahkan, dalam Al-Qur-

an Allah telah menyerukan tentang anak, seperti dalam Surat Al-Kahf ayat 46 yang

berbunyi sebagi berikut:

           

  

Artinya: “harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia tetapi


amalan-amalan yang kekal lagi saleh adalah lebih baik pahalanya di sisi
Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan.” 3 (Q.S Al-Kahfi :46)
Dari ayat Al-Qur’an di atas maka dapat disimpulkan bahwa anak merupakan

anugerah dan juga tiitipan dari Allah SWT. Namun tergantung kepada orang tua dan

juga lingkungannya bagaimana cara mereka dalam mendidiknya.

Dalam Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan

Nasional Pasal 1 angka 14 menyatakan bahwa Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)

adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan

usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk

2
Mulyasa, Manajemen PAUD, (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya), h. 20.
3
Departemen Agama RI, Al-Qur’an dan Terjemahan, (Surabaya: Mekar Surabaya), h. 408.
16

membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki

kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut.4

Sementara itu National Association for the Education of Young Children

(NAEYC) membagi anak usia dini menjadi 0-3 tahun, 3-5 tahun, dan 6-8 tahun

dimana pada masa ini anak mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang sangat

cepat dalam berbagai aspek. Oleh sebab itu, proses pembelajaran yang diberikan

sebagai suatu upaya pembinaan bagi anak usia dini harus disesuai dengan

karakteristik setiap tahapan perkembangan anak.5

Usia 0-6 tahun merupakan masa dimana informasi yang diterima anak akan

dianggap dan disimpan dalam otak. Masa ini juga sering disebut dengan golden age.

Masa ini datang sekali dan tidak dapat diulang lagi dan sangat menentukan untuk

mengembangkan kualitas manusia selanjutnya. Benyamin S. Blom, mengemukakan

bahwa perkembangan intelektual anak terjadi sangat pesat pada tahun-tahun

kehidupan anak. Sekitar 50% variabilitas kecerdasan terjadi ketika anak berusia 4

tahu, peningkatan 30% berikutnya terjadi pada usia 8 tahun dan 20% sisanya pada

pertengahan atau akhir dasawarsa kedua.6

Mengingat masa usia dini merupakan masa yang sangat potensial untuk

dikembangkan berbagai potensinya, maka pada masa ini saat yang tepat bagi anak

4
Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 58 Tahun 2009 Tentang
Standar Pendidikan AnakUsiaDini, h. 3.
5
Soegeng Santoso, Dasar-dasar Pendidikan TK, (Jakarta: Universitas Terbuka, 2011), h. 1.3.
6
Ani Tri Astuti, 2016, Peningkatan Kemampuan Penjumlahan Menggunakan Media Papan
Flanel Pada Anak Kelompok B1 Tk Aba Gading Lumbung,Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Edisi 7
Tahun Ke-5, h.828.
17

untuk memperoleh stimulasi pendidikan. Stimulasi pendidikan ini diharapkan akan

dapat mengembangkan seluruh aspek perkembangan anak seperti aspek

perkembangan moral-agama, fisikmotorik, sosial-emosional, bahasa, termasuk aspek

perkembangan kognitif.7

Perkembangan kognitif adalah masa proses berpikir, termasuk mengingat,

berpikir kritis yang mendasar, mulai dari anak-anak, pemuda hingga dewasa. Ada

beberapa cara yang dilakukan dalam perkembangan kognitif, salah satunya dengan

cara bermain. Hal ini dapat membantu anak dalam perkembangan intelegensi dan

ingatan, kemudian pemikiran masa lalu, sekarang dan masa depan.8

Perkembangan kognitif sangat diperlukan untuk pengembangan kemampuan

kognitif. Misalnya mengelompokkan, mengenal bilangan, mengenal bentuk geometri,

mengenal ukuran, mengenal konsep ruang, mengenal konsep waktu, mengenal

berbagai pola, dan lain-lain yang bisa diterapkan dalam kehidupannya sehari-hari.9

Piaget menyatakan bahwa anak secara aktif membangun pemahamannya

mengenai dunia dan melalui empat tahap perkembangan kognitif. Setiap tahap

7
Siska Nopayana, Deti Rostika, Helmi Ismail, 2015, Upaya Meningkatkan Pemahaman
KonsepBilangan Beserta Lambang Bilangan Pada Anak Melalui Media Papan Flanel Modifikasi,
Antologi UPI, Volume, Nomor, Juni, h. 4.
8
Saghir Ahmad, Abid Hussain Ch, Ayesha Batool, Khadiha Sittar, Misbah Malik, 2016, Play
and Cognitive Development Formal Operational Perspektif of Piaget’s Theory, Journal of Education
and Practice, Vol. 07, No. 28, h. 72.
9
Ramaikis Jawati, 2013, Peningkatan Kemampuan Kognitif Anak Melalui Permainan Ludo
Geometri Di Paud Habibul Ummi II, Dini Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan
Universitas Negeri Padang, Spektrum Pls Vol. I, No.1, April, h. 253.
18

memiliki kaitan dengan usia dan mengandung cara berpikir tertentu, cara yang

berbeda dalam memahami dunia.10 Tahap-tahapnnya adalah sebagai berikut:

a. Tahap Sensorimotor (0-2 tahun), Pada tahap ini bayi menggunakan

kemampuan perasaan dan motor untuk memahami dunia. Berawal dari refleks

dan berakhir dengan kombinasi kompleks dari kemampuan sensorimotor.11

b. Tahap Praoprasional (2-7 tahun), pada tahap ini anak-anak mulai melukiskan

dunia dengan kata-kata dan gambar-gambar. mereka membentuk konsep yang

stabil dan mulai [Link] saat bersamaan, dunia kognitif anak didominasi

oleh egosentrisme dan keyakinan magis.12

c. Tahap Operasional Konkret (7-11 tahun), Pada tahap ini anak dapat

melakukan operasi yang melibatkan objek-objek dan juga dapat bernalar

secara logis sejauh hal itu di teterapkan dengan contoh-contoh yang spesifik

atau konkret.

d. Tahap Operasional Formal (11- Dewasa), dalam tahap ini individu melampaui

pengalaman-pengalaman konkret dan berpikir secara abstrak dan lebih logis,

dalam aspek memecahkan masalah, mereka dapat bekerja secara lebih

sistematis dengan mengembangkan hipotesis mengenai mengapa sesuatu itu

terjadi seperti itu kemudian menguji hipotesis tersebut.13

10
John W Santrock, Live Span Development-Perkembangan Masa Hidup, terj. Benedictine
Wisdyasinta,(Jakarta: Erlangga, 2016), h. 27-28.
11
Yuliani Nurani Sujiono, dkk, Metode Pengembangan Kognitif, (Jakarta: Universitas
Terbuka, 2011), h. 3.7.
12
Ibid, Santrock, h. 248.
13
Ibid,. h. 29.
19

Sebagaimana dijelaskan diatas bahwa perkembangan kognitif anak usia 4-5

tahun berada dalam tahap praoperasional (2-7 tahun). Periode ini ditandai dengan

berkembangnya kemampuan menggunakan sesuatu untuk mewakili sesuatu yang lain

dengan menggunakan simbol-simbol.14 Pada tahap ini anak belajar menggunakan dan

mempresentasikan objek dengan gambaran dan kata-kata. Pemikirannya masih

bersifat egosentris, dan dapat menglasifikasikan suatu objek dengan satu ciri.15

Dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 137 tahun 2014 tentang
Standar Pendidikan Anak Usia Dini di lingkup perkembangan kognitif untuk anak
usia 4-6 tahun terdiri atas: 1) belajar dan pemecahan masalah, mencakup kemampuan
memecahkanmasalah sederhana dalam kehidupan sehari-hari dengan cara fleksibel
dan diterima sosial serta menerapkan pengetahuan atau pengalaman dalam konteks
yang baru; 2) berpikir logis, mencakup berbagai perbedaan, klasifikasi, pola,
berinisiatif, berencana, dan mengenal sebab-akibat; 3) berpikir simbolik, mencakup
kemampuan menngenal, menyebutkan, menggunakan konsep bilangan, mengenal
huruf, serta mampu mempresentasikan berbagai benda dan imajinasinya dalam
bentuk gambar.

Tabel 1
Indikator Pencapaian Perkembangan Kognitif Anak Usia 4-5 Tahun

No. Lingkup Tingkat Pencapaian Perkembangan Anak


Perkembangan
1 Belajar dan 1. Mengenal benda berdasarkan fungsi (pisau untuk
Pemecahan memotong, pensil untuk menulis)
Masalah 2. Menggunakan benda-benda sebagai permainan
simbolik (kursi sebagai mobil)
3. Mengenal konsep sederhana dalam kehidupan sehari-
hari (gerimis, hujan, gelap, terang, temaram, dsb)

14
Masitoh, Dkk, Strategi Pembelajaran TK, (Jakarta: Universitas Terbuak, 2011), h. 2.13.
15
Yudrik Jahja, Psikologi Perkembangan, (Jakarta: Kencana, 2011), h. 116.
20

4. Mengetahui konsep banyak dan sedikit


5. Mengkreasikan sesuatu sesuai dengan idenya sendiri
yang terkait dengan berbagai pemecahan masalah
6. Mengamati benda dan gejala dengan rasa ingin tahu
7. Mengenal pola kegiatan dan menyadari pentingnya
waktu
8. Memahami posisi/kedudukan dalam keluarga, ruang,
lingkungan sosial (misal: sebagai peserta
didik/anak/teman)
2 Berfikir Logis 1. Mengklasifikasikan benda berdasarkan fungsi, bentuk
atau warna atau ukuran
2. Mengenal gejala sebab-akibat yang terkait dengan
dirinya
3. Mengklasifikasikan benda ke dalam kelompok yang
sama atau kelompok yang sejenis atau kelompok yang
berpasangan dengan 2 variasi
4. Mengenal pola (misal, AB-AB dan ABC-ABC) dan
mengulanginya
5. Mengurutkan benda berdasarkan 5 seriasi ukuran atau
warna
3 Berfikir Simbolik 1. Membilang banyak benda satu sampai sepuluh
2. Mengenal konsep bilangan
3. Mengenal lambang bilangan
4. Mengenal lambang huruf
Sumber: Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia No. 137 Tahun
2014 tentang Standar Pendiddikan Anak Usia Dini.

Adapun beberapa kemampuan perkembangan yang ada dalam kognitif anak

usia 4-5 tahun menurut Piaget adalah sebagai berikut, perkembangan kognitif pra-

operasional: menggunakan simbol, memahami identitas, memahami sebab akibat

mampu mengklasifikasi, memahami angka, empati dan teori pikiran.16

Tabel 2

Kemajuan kognitif sepanjang kanak-kanak awal

16
Dianne E. Papalia, Et All, Human Development (Psikologi Perkembangan), (Jakarta:
Kencana, 2010), h. 324.
21

No. Kemajuan Nilai Penting

1 Menggunakan simbol Anak tidak harus berada dalam kontak


sensorikmotorik dengan objek, orang, atau
peristiwa untuk memikirkan hal tersebut.
Anak dapat membayangkan objek atau orang
tersebut memiliki sifat yang bebeda dengan
yang sebenarnya.
2 Memahami identitas Anak memahami bahwa perubahan dipermukaan
tidak mengubah karakteer alamiah sesuatu.
3 Memahami sebab- Anak memahami bahwa peristiwa memiliki sebab.
akibat
4 Mampu mengklasifikasi Anak mengorganisir objek, orang, dan peristiwa
kedalam kategori yang memiliki makna.
5 Memahami angka Anak dapat menghitung dan bekerja dengan
angka.
6 Empati Anak menjadi lebih mampu membayangkan apa
yang dirasakan orang lain.
7 Teori pikiran Anak menjadi lebih sadar akan aktivitas mental
dan fungsi pikiran
Sumber: Diane E. Papalia, Et All dalam buku Human Development (Psikologi
Perkembangan) Ed. 9

Dalam membangun pengetahuan pada anak tidak terlepas dari peran guru.

Peran guru yang diharapkan adalah guru yang mampu membangun pengetahuan pada

anak dengan memberikan kesempatan seluas-luasnya pada anak untuk bereksplorasi,

sehingga anak mampu membangun pengetahuan dari apa yang dilakukannya. 17

Guru sebagai komponen yang bertanggung jawab dalam proses dan misi

pendidikan. Sejak awal guru harus mampu berperan sebagai pelaku pendidikan, yaitu

sebagai observator, motivator, fasilitator sekaligus sebagai evaluator dalam proses

17
Yuliani Nurani Sujiono, dkk, Metode Pengembangan Kognitif, (Jakarta: Universitas
Terbuka, 2011), h. 5.28.
22

pembelajaran. Efektivitas dan mutu dalam pembelajaran haruslah mencapai tujuan

pendidikan sebagaimana yang telah ditetapkan. 18

Guru merupakan motor dalam melaksanakan pembelajaran di Taman Kanak-

kanak. Kepiawaian guru memilih dan menggunakan strategi pembelajaran akan

sangat menentukan keberhasilan belajar anak. Guru harus mampu memilih dan

menggunakan strategi yang memungkinkan anak belajar dan berkembang,

menyenangkan bagi anak, dapat melibatkan seluruh inderanya, sehingga belajar anak

menjadi bermakna.19

Guru hendaknya memiliki pemahaman yang baik tentang alat permainan yang

digunakan untuk pembelajaran, karena alat permainan ini selain untuk memenuhi

naluri bermain anak juga sebagai sumber belajar yang sangat diperlukan untuk

mengembangkan aspek-aspek perkembangan anak.20 Oleh karena itu, guru harus

memilih strategi dan media pembelajaran yang tepat sehingga dapat memberikan

pengalaman belajar yang menarik dan mengesankan bagi anak.

Yuliani Nurani berpendapat bahwa kedudukan seorang guru dalam

mengembangkan media untuk mengembangkan kemampuan kognitif anak memang

sangat strategis dan menentukan. Strategis karena guru akan menentukan kedalaman

18
Mukthar Latif, dkk, Orientasi Baru Pendidikan Anak Usia Dini Teori dan Aplikasi, (Jakarta:
Kencana, 2013), h. 5.
19
Masitoh, dkk, Strategi Pembelajaran TK, (Jakarta: Universitas Terbuka, 2011), h. 5.19.
20
Badru Zaman, dkk,Media dan Sumber Belajar TK, (Tangerang Selatan: Universitas
Terbuka, 2012), h. 6.
23

dan keluasan penggunaan media. Menentukan karena gurulah yang memilah dan

memilih bahan ajar yang akan disajikan kepada anak dalam bentuk media.21

Briggs berpendapat bahwa media pembelajaran adalah segala alat fisik yang

dapat menyajikan pesan serta merangsang siswa untuk belajar. Sedangkan menurut

Asosiasi Pendidikan Nasional (National Education Association/NEA) media adalah

bentuk-bentuk komunikasi baik tercetak maupun audiovisual serta peralatannya.

Media hendaknya dapat dimanipulasi, dapat dililhat, didengar dan dibaca.22

Menurut Mukthar Latif, jika dikaitkan dengan pendidikan anak usia dini

media pembelajaran berarti segala sesuatu yang dapat dijadikan bahan (software) dan

alat (hardware) untuk bermain yang membuat AUD mampu memperoleh

pengetahuan, keterampilan dan menentukan sikap.23

Dalam kaitannya dengan pengembangan kognitif anak, media apapun yang

akan digunakan dalam proses belajar mengajar di taman kanak-kanak adalah untuk

belajar sambil bermain. Penggunaaan media yang menyentuh aspek kogitif juga harus

mampu mengimbangi aspek afeksi. Keseimbangan antara apek afektif dan kognitif

sangat penting bagi perkembangan jiwa anak. Media yang digunakan dalam

pengembangan kognitif anak usia dini pada dasarnnya merupakan media yang tidak

21
Ibid.,Yuliani Nurani S, Dkk., h. 8.1.
22
Arief S. Sadiman, Dkk, Media Pendidikan: Pengertian, Pengembangan dan
Pemanfaatanya, (Depok: Rajawali, 2012), h. 6.
23
Mukhtar Latif, dkk, Orientasi Baru Pendidikan Anak Usia Dini Teori dan Aplikasi,(Jakarta:
Kencana, 2013), h. 152.
24

berbahaya, menyenangkan dan bisa membantu guru menghubungkan satu hal dengan

hal lainnya.24

Menurut Yuliani Nurani Sujiono, syarat-syarat media yang digunakan dalam

pengembangkan kognitif yaitu: menarik/ menyenangkan baik warna maupun bentuk,

tumpul (tidak tajam) bentuknya, ukuran disesuaikan anak usia TK, tidak

membahayakan anak, dan dapat dimanipulasi.25

Menurut oleh Munadi, papan flanel adalah media grafis yang efektif sekali

untuk menyajikan pesan-pesan tertentu kepada sasaran tertentu pula.26 Papan flanel

memuat potongan karakter cerita, objek, huruf, dan angka. potongan karakter dan

objek dari sebuah cerita digunakan pada papan flanel untuk menggambarkan sebuah

cerita saat menceritakan atau menceritakannya kembali. Selain itu, potongan itu

digunakan dalam mengajarkan tentang (1) bentuk, ukuran, dan warna; (2)

korespondensi simbol suara-suara dan (3) angka dan konsep bilangan sederhana.27

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan sebelumnya oleh Siska

Nopayana, Deti Rostika, Helmi Ismail, Upaya Meningkatkan Pemahaman Konsep

Bilangan Beserta Lambang Bilangan Pada Anak Melalui Media Papan Flanel

Modifikasi, ternyata sebagian anak masih terlihat bingung dan mengalami kesulitan

24
Yuliani Nurani Sujiono., h. 8.9.
25
Ibid., h. 8.13
26
Siska Nopayana, Deti Rostika, Helmi Ismail, 2015, Upaya Meningkatkan Pemahaman
Konsep Bilangan Beserta Lambang Bilangan Pada Anak Melalui Media Papan Flanel Modifikasi,
Antologi UPI Volume, Nomor, Juni, h. 4-5.
27
Jo M. Stanchfield, 1971, The Development Of Pre-Reading Skills In an Experimental
Kindergarten Program The Development Of Pre-Reading Skills In An Experimental Kindergarten
Program. [Link], h. 6-7.
25

dalam memahami konsep bilangan beserta lambang bilangan. Anak-anak cenderung

diam bahkan menjawab dengan lama ketika ditanyai sejumlah benda dengan lambang

bilangannya. Hal ini disebabkan oleh media yang digunakan guru kurang bervariatif

dan kurang menarik bagi anak khususnya untuk mengajarkan anak dalam memahami

konsep bilangan beserta lambangnya. 28

Berdasarkan observasi awal yang penulis lakukan di Taman Kanak-kanak

Kasih Bunda Kampung Kalipapan upaya guru dalam mengembangkan kemampuan

kognitif anak melalui media papan flanel sudah dilakukan tetapi masih belum mampu

mengembangkan kemampuan kognitif anak dengan baik. Hal tersebut disebabkan

karena anak kurang memperhatikan dan memahami informasi yang disampaikan oleh

guru. Sehingga indikator pencapaian perkembangan kognitif yang diharapkan masih

belum berkembang dengan baik.29

Berdasarkan hasil prasurvey yang dilakukan peneliti, di TK Kasih Bunda

Kampung Kalipapan guru belum mampu mengembangkan kemampuan kognitif anak

secara keseluruhan. Hal ini terlihat pada saat guru mengajak anak menghitung jumlah

gambar sebagian anak ada yang belum mengetahui lambang bilangannya, anak masih

belum memahami konsep bilangan, bentuk atau warna atau ukuran.30 Berdasarkan

paparan diatas maka peneliti menggunakan media papan flanel berbentuk gambar,

28
Siska Nopayana, Deti Rostika, Helmi Ismail,2015, Upaya Meningkatkan Pemahaman
Konsep Bilangan Beserta Lambang Bilangan Pada Anak Melalui Media Papan Flanel Modifikasi
Antologi UPI Volume, Nomor, Juni, h. 4.
29
Observasi, di kelompok A Taman Kanak-kanak Kasih Bunda Kampung Kalipapan
Kecamatan Negeri Agung Kabupaten Way Kanan, 18 Juli 2017.
30
Hasil observasi, di kelompok A Taman Kanak-kanak Kasih Bunda Kampung Kalipapan
Kecamatan Negeri Agung Kabupaten Way Kanan, 18 Juli 2017.
26

angka, huruf dan bentuk lain untuk mengatasi permasalahan dalam perkembangan

kognitif dengan menggunakan media papan flanel.

Berdasarkan paparan diatas, maka peneliti mengambil judul

“Mengembangkan Kemampuan Kognitif melalui Media Papan Flanel di Taman

Kanak-kanak Kasih Bunda Kampung Kalipapan Kecamatan Negeri agung Kabupaten

Way Kanan”.

B. Identifikasi Masalah

Berdasarkan pada latar belakang masalah diatas, maka dapat diidentifikasikan

masalah sebagai berikut:

1. Adanya perbedaan kecerdasan pada setiap anak.

2. Anak kurang memperhatikan dan memahami informasi yang disampaikan

oleh guru.

3. Sebagian anak masih mengalami kesulitan dalam memahami konsep bilangan

beserta lambang bilangan anak masih belum memahami konsep bilangan,

bentuk atau warna atau ukuran.

4. Pengunaan media papan flanel sudah dilakukan, tetapi masih belum mampu

mengembangkan kemampuan kognitif anak dengan baik.

B. Batasan Masalah
27

Agar penelitian ini berjalan efektif maka perlu adanya pembatasan dalam

permasalahan agar tidak terlalu meluas. Pembatasan masalah dalam penelitian ini

yaitu mengenai penerapan media Papan Flanel untuk mengembangkan Kemampuan

Kognitif pada anak usia dini, dengan subjek yang akan diteliti adalah satu orang guru

kelompok A di Taman Kanak-kanak Kasih Bunda Kampung Kalipapan Kecamatan

Negeri Agung Kabupaten Way Kanan, yang diselenggarakan pada semester ganjil

Tahun Ajaran 2017/2018.

C. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah dan identifikasi masalah diatas, maka

rumusan masalah dalam penelitian ini adalah “Bagaimanakah Upaya Guru dalam

Mengembangkan Kemampuan Kognitif Melalui Media Papan Flanel di Taman

Kanak-Kanak Kasih Bunda Kampung Kalipapan Kecamatan Negeri Agung

Kabupaten Way Kanan?

D. Tujuan Penelitian

Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk melihat bagaimana upaya guru dalam

mengembangkan kemampuan kognitif anak melalui media Papan Flanel di Taman

Kanak-kanak Kasih Bunda Kampung Kalipapan Kecamatan Negeri Agung

Kabupaten Way Kanan.

E. Manfaat Penelitian
28

1. Secara Teoritis

Secara teoritis hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat dan menjadi

masukan serta referensi pembaca ataupun peneliti selanjutnya tentang

mengembangkan kemampuan kognitif anak terutama melalui media Papan Flanel

pada jenjang Pendidikan Anak Usia Dini.

2. Secara Praktis

Setelah diadakan penelitian di Tman Kanak-kanak Kasih Bunda Kampung

Kalipapan Kecamatan Negeri Agung Kabupaten Way Kanan secara praktis

diharapkan dapat bermanfaat untuk:

a. Guru: Penelitian ini diharapkan menjadi masukan bagi pendidik/guru untuk

dapat secara optimal membantu mengembangkan kemampuan kognitif anak

melalui media papan flanel.

b. Anak: diharapkan kemampuan kognitif anak dapat berkembang secara

optimal melalui media Papan Flanel.


29

BAB II

LANDASAN TEORI

A. Kemampuan Kognitif

1. Pengertian Kemampuan Kognitif

Menurut Woolfolk yang dikutip oleh Daniati, kognitif merupakan

kemampuan untuk memperoleh dan menggunakan pengetahuan dalam rangka

memecahkan masalah dan beradaptasi dengan lingkungan.31 Sedangkan menurut

krause, Bochner, dan Duchnese, perkembangan kognitif adalah kemampuan

seseorang dalam berpikir, mempertimbangkan, memahami dan mengingat

tentang segala hal disekitar kita yang melibatkan proses mental seperti menyerap,

mengorganisasi dan mencerna segala informasi.32

Menurut ,Thurstone kognitif merupakan penjelmaan dari kemampuan

primer, yaitu kemampuan berbahasa (verbal comprehension), mengingat

(memory), nalar atau berpikir logis (reasoning), pemahaman ruang (spatial

factor), bilangan (numerical ability), menggunakan kata-kata (word fluency),

serta mengamati dengan cepat dan cermat ( perceptual speed).33

Menurut Henmon, kognitif dan pengetahuan disebut intelegensi. Menurut

Alfred Binet, terdapat tiga aspek kemampuan dalam intelegensi yaitu: 1)


31
Rahma Daniati, Peningkatan Kemampuan Kognitif Anak Melalui Permainan Flanel Es
Krim , jurnal Spektrum PLS, Vol. 1 No. 1 April 2013 h. 239
32
Salmiati Nurbaity, dan Desy Mulia Sari, Upaya Guru Dalam Membimbing Perkembangan
Kognitif Ana Usia Dini (Suatu penelitian di Taman kanak-kanak islam terpadu Ar-Rahmah kota
Banda Aceh) , journal ISSN 2355-102X, Vol. III No. 1 maret 2016, h. 45.
33
Yuliani Nurani S, Dkk, Metode Pengembangan Kognitif,(Jakarta: Universitas Terbuka,
2011), h. 1.7.
30

konsentrasi, kemampuan memusatkan kepada suatu masalah yang harus

dipecahkan, 2) adaptasi, penyesuaian terhadap masalah yang dihadapinya atau

fleksibel dalam menghadapi masalah, dan 3) bersikap kritis.34

Menurut Kurniasih, kemampuan kognitif mencakup kemampuan

mengidentifikasi, mengelompokkan, mengurutkan, menngamati, membedakan,

meramalkan, menentukan hubungan sebab akibat, membandingkan dan menarik

kesimpulan.35 Kemampuan kognitif adalah konstruksi yang menggambarkan

mental atau otak seseorang dan kemampuan mental itu meliputi banyak

kemampuan perencanaaan, pemecahan masalah, pemikiran abstrak, belajar cepat

dan belajar dari pengalaman.36

Kemampuan kognitif merupakan salah satu bidang pengembangan yang

ada di TK. Pengemabangan kemampuan ini diarahkan agar anak mampu

menyelesaikan masalah sederhana dalam kehidupan sehari-harinya,

mengembangkan daya ciptanya dan mengenal kondisi-kondisi yang terjadi di

lingkungan sekitarnya. Menurut Chaplin kemampuan konigtif adalah suatu

proses berfikir, daya menghubungkan, kemampuan menilai, dan

mempertimbangkan.37

34
Ibid., h. 1.14.
35
Ibid., h. 14.
36
Eleanor Sautele, John Hattie, Daniel N. Arifin, Personality, 2015, Resielence, Self-
Regulation, an Cognitive Ability, Revelant to Teacher Selection, journal of teacher education, vol. 40,
h, 57
37
Nurhidayah, I Nyoman Wirya, Putu Rahayu Ujianti, 2016, Penerapan Metode Bercerita
Berbantuan MediaPapan Flanel Untuk Meningkatkan KemampuanBerbicara Di TK Kamila
Singaraja, Jurnal PAUDUniversitas Pendidikan Ganesha Vol. 4 No. 2, h 4.
31

Menurut Depdikbud, kemampuan kognitif adalah pengemabangan

kemampuan dasar yang telah dimiliki anak secara ilmiah, misalnya

meningkatkan kemampuan anak dari berpikir secara konkret kepada berpikir

secara abstrak. Pada dasarnya kemampuan kognitif sangat penting ditingkatkan

agar anak mampu melakukan eksplorasi terhadap dunia sekitar melalui panca

inderanya. Proses kognisi meliputi berbagai aspek, seperti persepsi, ingatan,

pikiran, simbol, penalaran,dan pemecahan masalah.38

Kemampuan kognitif adalah kemampuan yang dimiliki seesorang dalam

memecahkan suatu masalah melalui proses berpikir, menghubungkan, menilai,

serta mempertimbangkan dalam menyesuaikan diri untuk mencapai tujuan.

Kemampuan kognitif diarahkan agar anak mampu mengembangkan daya

persepsinya berdasarkan apa yang dilihat, didengar dan dirasakan, sehingga anak

akan memiliki pemahaman yang utuh dan komprehensif. Selain itu, anak juga

diarahkan agar mampu memahami simbol-simbol yang tersebar di dunia sekitar,

seperti simbol bilangan.39

Berdasarkan pemaparan diatas dapat disimpulkan bahwa kemampuan

kognitif adalah kemampuan dasar yang telah dimiliki seseorang dalam proses

berpikir yang mengacu pada kegiatan mental yang mencakup: berpikir,

mengingat persepsi, penalaran, dan pemecahan masalah.


38
Ni Putu Erna Hartati, I Nyoman Wirya, Didith Pramunditya Ambara, 2014,Penerapan
Metode Bermain Berbantuan Media MagnetUntuk Meningkatkan Kemampuan Kognitif Anak Di
TkSanta Maria, Jurnal Pg-Paud Universitas Pendidikan Ganesha Vol.2 No. 1, h. 2.
39
Rini Priliantini Sugianto Dan Deti Rostika, 2013, Upaya Meningkatkan Kemampuan
Kognitif Anak Dalam Pengenalan Konsep Bilangan Melalui Permainan Kartu Angka Di Taman
Kanak-kanak , PG-PAUD Cibiru Volume 1 Nomor 3 Oktober, h. 5.
32

2. Tahap Perkembangan Kognitif

Piaget berpendapat bahwa ada empat tahapan dalam perkembangan

kognitif, yaitu:

a. Tahap sensorimotor, berlangsung mulai dari lahir hingga usia 2 tahun.

Dalam tahap ini bayi membangun pemahaman mengenai dunianya dengan

mengordinasikan pengalaman-pengalaman sensoris dengan tindakan-

tindakan fisik dan motorik.

b. Tahap praoperasional, berlangsung kurang lebih dari usia 2 hingga 7

tahun. Dalam tahap ini anak mulai melukiskan dunianya dengan kata-kata

dan gambar-gambar, melampaui hubungan sederhana antara informasi

sensoris dan tindakan fisik.

c. Tahap operasi konkret, berlangsung kurang lebih dari usia 7 hingga 11

tahun. Dalam tahap ini anak dapat melakukan operasi yang melibatkan

objek-objek dan juga dapat bernalar secara logis, sejauh hal itu diterapkan

dengan contoh-contoh yang spesifik atau konkret.

d. Tahap operasi formal, berlangsung antara usia 11 hingga 25 tahun dan

terus berlangsung hingga masa dewasa. Dalam tahap ini, individu

melampaui pengalaman-pengalaman konkret dan berpikir secara abstrak

dan lebih logis.40

40
John W. Santrock, Life-Span Development Perkembangan Masa-Hidup,Terj. Benedictine
Wisdyasinta, (Jakarta: Erlangga, 2012), h. 28.
33

3. Karakteristik Perkembangan Kognitif

Menurut Piaget, anak usia TK berada pada tahapan pra-operasional

dimana anak belum menguasai mental secara logis. Periode ini ditandai dengan

berkembangnya kemampuan menggunakan sesuatu untuk mewakili sesuatu yang

lain dengan menggunakan simbol-simbol. Melalui kemapuan tersebut anak

mampu berimajinasi atau berfantasi tentang berbagai hal.

Sependapat dengan pendapat diatas Yusuf mengemukakan bahwa

perkembangan kognitif anak masa prasekolah adalah sebagai berikut:

a. Mampu berpikir dengan menggunakan simbol.

b. Berpikirnya masih dibatasi oleh persepsi. Mereka meyakini apa yang

dilihatnya dan berfokus pada satu dimensi terhadap satu objek dalam

waktu yang sama. Cara berpikir mereka bersifat memusat.

c. Berpikir masih kaku.

d. Anak sudah mulai mengerti dasar-dasar mengelompokkan sesuatu atas

dasar satu dimensi, seperti kesamaan warna, bentuk, dan ukuran.41

Adapun beberapa kemampuan perkembangan yang ada dalam kognitif

anak usia 4-5 tahun menurut Piaget adalah sebagai berikut, perkembangan

kognitif pra-operasional: menggunakan simbol, memahami identitas, memahami

sebab akibat mampu mengklasifikasi, memahami angka, empati dan teori

41
Masitoh, Dkk, Strategi Pembelajaran TK, (Jakarta: Universitas Terbuka, 2011), h. 2.13.
34

pikiran.42 Pada penelitian ini peneliti memfokuskan pada indikator menurut

piaget, karena terdapat beberapa indikator yang sesuai dengan permasalahan

yang ada, yaitu: mampu mengklasifikasikan dan memahami angka.

4. Pentingnya Pengembangan Kognitif

Piaget menyatakan bahwa, pentingnya guru meningkatkan kemampuan

kognitif pada anak sebagai berikut:

a. Agar anak mampu mengembangkan daya persepsinya berdasarkan apa

yang ia lihat, dengar dan rasakan sehingga anak akan memiliki

pemahaman yang utuh dan komprehensif.

b. Agar anak mampu melatih ingatannya terhadap semua peristiwa dan

kejadian yang pernah dialaminya.

c. Agar anak mampu mengembangkan pemikiran-pemikirannya dalam

rangka menghubungkan suatu peristiwa dengan peristiwa lainnya.

d. Agar anak memahami berbagai simbol-simbol yang tersebar didunia

sekitarnya.

e. Agar anak mampu melakukan panalaran-penalaran baik yang terjadi

secara proses alamiah (spontan) ataupun melalui proses ilmiah

(percobaan).

42
Dianne E. Papalia, Et All, Human Development (Psikologi Perkembangan), (Jakarta:
Kencana, 2010), h. 324.
35

f. Agar anak mampu memecahkan persoalan hidup yang dihadapinya

sehingga pada akhirnya akan menjadi individu yang mampu menolong

dirinya sendiri.43

5. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Kognitif

Faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan kognitif dapat

dijelaskan sebagai berikut:

a. Faktor Hereditas/Keturunan

Teori hereditas atau nativisme pertama kali dipelopori oleh seorang ahli

fisafat Schopenhauer. Dia berpendapat bahwa manusia lahir sudah

membawa potensi-potensi tertentu yang tidak dapat dipengaruhi

lingkungan. Berdasarkan teorinya, taraf intelegensi sudah ditentukan sejak

anak dilahirkan, sejak faktor lingkungan tak berarti pengaruhnya.

b. Faktor Lingkungan

Teori lingkungan atau empirisme dipelopori oleh John Locke. Dia

berpendapat bahwa manusia dilahirkan sebenarnya suci atau tabularasa.

Menurut pendapatnya, perkembangan manusia sangatlah ditentukan oleh

lingkungannya. Berdasarkan pendapat John Locke tersebut perkembangan

taraf intelegensi sangatlah ditentukan oleh pengalaman dan pengetahuan

yang diperolehnyadari lingkungan hidupnya.

43
Yuliani Nurani Sujiono, Metode Pengembangan Kognitif, (Jakarta: Universitas Terbuka,
2011), h. 1.22.
36

c. Kematangan

Tiap organ (fisik maupun psikis) dapat dikatakan telah matang jika ia

telah mencapai kesanggupan menjalankan fungsinya masing-masing.

Kematangan berhubungan erat dengan usia kronologis (usia kalender).

d. Pembentukan

Pembentukan ialah segala keadaan di luar diri seseorang yang

mempengaruhi perkembangan intelegensi. Pembentukan dapat dibedakan

menjadi pembentukan sengaja (sekolah/formal) dan pembentukan tidak

sengaja (pengaruh alam sekitar/informal).

e. Minat dan Bakat

Minat mengarahkan perbuatan kepada suatu tujuan dan merupakan

dorongan bagi perbuatan itu. Apa yang menarik minat seseorang

mendorongnya untuk berbuat lebih giat dan lebih baik lagi. Sedangkan

bakat diartikan sebagai kemampuan bawaan, sebagai potensi yang masih

perlu dikembangkan dan dilatih agar dapat terwujud.

f. Kebebasan

Kebebasan, yaitu kebebasan manusia berpikir divergen (menyebar) yang

berarti bahwa manusia itu dapat memilih metode-metode tertentu dalam

memecahkan masalah-masalah, juga bebas dalam memilih masalah sesuai

dengan kebutuhannya.44

44
Ibid., h. 1.25-1.27.
37

B. Media

1. Pengertian Media

Menurut Sadiman Arief S dkk, media adalah perantara atau pengantar

pesan dari pengirim ke penerima pesan. Sadiman menyatakan kata media berasal

dari bahasa Latin dan merupakan bentuk jamak dari kata medium yang secara

harfiah berarti perantara atau pengantar.45 Terkait dengan pembelajaran, media

adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyampaikan pesan dari

pengirim pesan kepada penerima pesan sehingga dapat merangsang pikiran,

perasaan dan perhatian anak didik untuk tercapainya tujuan pendidikan.46

Sedangkan menurut Gagne menyatakan bahwa media adalah berbagai

jenis komponen dalam lingkungan siswa yang dapat merangsangnya untuk

belajar. Sehingga media pembelajaran adalah alat bantu dalam kegiatan belajar

mengajar yang dapat merangsang minat dan membangkitkan motivasi anak didik

dalam mengikuti proses pembelajaran.47

Briggs berpendapat bahwa media pembelajaran adalah segala alat fisik

yang dapat menyajikan pesan serta merangsang siswa untuk belajar. Sedangkan

menurut Asosiasi Pendidikan Nasional (National Education Association/NEA)

Media adalah bentuk-bentuk komunikasi baik tercetak maupun audiovisual serta

45
Ni Wayan Misiyanti, Desak Putu Parmiti, I Nyoman WiryA. 2014, Penerapan Metode
Demonstrasi Berbantuan Media Konkret Melalui Kegiatan Kolase Untuk Meningkatkan
Perkembangan Motorik Halus. Jurnal Pg-Paud Universitas Pendidikan Ganesha. Vol. 2 No 1, h. 3
46
Nurbiana Dhieni, dkk, 2011, Metode Pengembangan Bahasa, Jakarta: Universitas Terbuka,
h 10.3.
47
Komang Srianis, Ni Ketut Suarni, Putu Rahayu Ujianti.2014, Penerapan Metode Bermain
Puzzle Geometri Untuk Meningkatkan Perkembangan Kognitif Anak Dalam Mengenal Bentuk, Jurnal
Pg-Paud Universitas Pendidikan Ganesha. Vol. 2 No 1, h. 4-5
38

peralatannya. Media hendaknya dapat dimanipulasi, dapat dilihat, didengar dan

dibaca.48

Menurut Mukthar Latif, jika dikaitkan dengan pendidikan anak usia dini

media pembelajaran berarti segala sesuatu yang dapat dijadikan bahan (software)

dan alat (hardware) untuk bermain yang membuat AUD mampu memperoleh

pengetahuan, keterampilan, dan menentukan sikap.49

Dari beberapa pendapat diatas, penulis menyimpulkan bahwa media

adalah alat atau perantara untuk menyampaikan pesan dari pengirim pesan

(pendidik) kepada penerima pesan (peserta didik) sehingga anak mampu

memperoleh pengetahuan, keterampilan dan menentukan sikap serta dapat

merangsang minat dan memotivasi siswa dalam pembelajaran.

Menurut Hamalik, pemakaian media pembelajaran dapat membangkitkan

keinginan dan minat yang baru, membangkitkan motivasi dan rangsangan

kegiatan belajar, bahkan membawa pengaruh-pengaruh psikologis terhadap

siswa.50 Tujuan penggunaan media juga untuk mempermudah guru

48
Arief S. Sadiman, Dkk, Media Pendidikan: Pengertian, Pengembangan dan
Pemanfaatanya, (Depok: Rajawali, 2012), h. 6.
49
Mukhtar Latif, dkk,Orientasi Baru Pendidikan Anak Usia Dini Teori dan Aplikasi,(Jakarta:
Kencana, 2013), h. 152.
50
Ni Putu Erna Hartati, I Nyoman Wirya, Didith Pramunditya Ambara. 2014,penerapan
Metode Bermain Berbantuan Media Magnet Untuk Meningkatkan Kemampuan Kognitif Anak Di Tk
Santa Maria, Jurnal Pg-Paud Universitas Pendidikan Ganesha. Volume 2 No 1.
39

menyampaikan informasi kepada anak didiknya. Sehingga proses pembelajaran

dapat berjalan dengan baik.51

2. Jenis-jenis Media

Ada tiga jenis media yang biasa dipakai dalam kegiatan pembelajaran,

diantaranya:

a. Media visual/media grafis adalah media yang hanya dapat dilihat. Media

visual terdiri atas media yang dapat diproyeksikan (projected visual) dan

media yang tidak dapat diproyeksikan (non-projected visual). Beberapa

contoh media grafis yang digunakan sebagai media pembelajran

diantaranya gambar/ foto, sketsa, diagram, bagan/chart, grafik, kartun,

poster, peta/globe, papan flannel, dan papan bulletin.

b. Media audio berkaitan dengan indera pendengaran. Pesan yang

disampaikan dituangkan kedalam lambing-lambang auditif, baik verbal

(lisan) maupun nonverbal. Ada beberapa jenis media yang dapat

dikelompokkan dalam media audio yaitu radio, alat perekam pita

magnetik, piringan hitam, dan laboratorium bahasa.52

c. Media Audiovisual, media ini merupakan kombinasi dari media audio dan

media visual atau biasa disebut dengan media pandang-dengar. Contoh

51
Nurhidayah, I Nyoman Wirya, Putu Rahayu Ujianti, 2016, Penerapan Metode Bercerita
Berbantuan MediaPapan Flanel Untuk Meningkatkan KemampuanBerbicara Di TK Kamila
Singaraja,Jurnal PAUDUniversitas Pendidikan Ganesha Vol. 4 No. 2, h 5.
52
Mukthar Latif, dkk, Orientasi Baru Pendidikan Anak Usia Dini Teori dan Aplikasi,(Jakarta:
Kencana, 2013), h. 152-155.
40

dari media audio-visual ini diantaranya program televisi/video

pendidikan/intruksional, program slide suara, dan sebagainya. 53

3. Prinsip-prinsip Media Pembelajaran

Dalam pembuatan media pembelajaran ada beberapa prinsip yang harus

diperhatikan:

a. Media pembelajran yang dibuat hendaknya multiguna. Maksutnya adalah

bahwa media tersebut dapat digunakan untguk pengembangan berbagai

aspek perkembangan anak.

b. Bahan mudah didapat dilingkungan sekitar lembaga PAUD dan murah

atau bisa dibuat dari bahan bekas/sisa.

c. Tidak menggunakan bahan yang berbahaya bagi anak.

d. Dapat menimbulkan kreatifitas, dapat dimainkan sehingga menambah

kesenangan bagi anak, menimbulkan daya khayal dan imajinasi serta

dapat digunakan untuk bereksperimen dan berekplorasi.

e. Sesuai dengan tujuan dan fungsi sarana.

f. Dapat digunakan secara individual, kelompok, dan klasikal.

g. Dibuat sesuai dengan tingkat perkembangan anak.54

53
Badru Zaman, Dkk, Media dan Sumber Belajar TK, (Tangerang Selatan: Universitas
Terbuka, 2012), h. 4.21.
54
Mukthar Latif, dkk, Orientasi Baru Pendidikan Anak Usia Dini Teori dan Aplikasi, (Jakarta:
Kencana, 2013), h. 158.
41

4. Fungsi dan Manfaat Media

Menurut Degeng, secara garis besar fungsi media adalah: (1) menghindari

terjadinya verbalisme, (2) membangkitkan minat/ motivasi, (3) menarik perhatian

peserta didik, (4) mengatasi keterbatasan; ruang, waktu, dan ukuran, (5)

mengaktifkan peserta didik dalam kegiatan belajar, dan (6) mengefektifkan

pemberian rangsangan untuk belajar.55

Menurut Badru Zaman, Media pembelajaran berfungsi mempercepat

proses belajar. Hal ini mengandung arti bahwa dengan media pembelajaran anak

dapat menangkap tujuan dari bahan ajar lebih mudah dan lebih cepat. Media

pembelajaran juga berfungsi untuk meningkatkan kualitas proses pembelajaran.56

Selain terdapat banyak fungsi, banyak manfaat yang diperoleh dengan

memanfaatkan media dalam pembelajaran yaitu:

a. Pesan/informasi pembelajaran dapat disampaikan dengan lebih jelas,

menarik, konkret dan tidak hanya dalam bentuk kata-kata tertulis atau

lisan belaka (verbalistis).

b. Mengatasi keterbatasan ruang, waktu, dan daya indra.

c. Meningkatkan sikap aktif siswa dalam belajar.

d. Menimbulkan kegairahan dan motivasi dalam belajar.

55
Ali Mudlofir dan Evi Fatimatur R,Desain Pembelajaran Inovatif dari Teori ke Praktik,
(Jakarta: Rajawali Pers, 2016), h. 128.
56
Badru Zaman, Dkk, Media dan Sumber Belajar TK, Tangerang Selatan: Universitas
Terbuka, 2012), h. 4.12.
42

e. Memungkinkan interaksi yang lebih langsung antara siswa dengan

lingkungan dan kenyataan.

f. Memungkinkan siswa belajar sendiri-sendiri menurut kemampuan dan

minatnya.

g. Memberikan perangsang, pengalaman, dan persepsi yang sama bagi

siswa.57

Sudjana dan Rivai mengemukakan manfaat media pembelajaran dalam

proses belajar siswa yaitu:

a. Pembelajaran akan lebih menarik perhatian siswa sehingga dapat

menumbuhkan motivasi belajar.

b. Bahan pembelajaran akan lebih jelas maknanya sehingga dapat lebih

dipahami oleh siswa dan memungkinkannya menguasai dan mencapai

tujuan pembelajaran.

c. Metode mengajar akan lebih bervariasi, tida semata-mata komunikasi

verbal.

d. Siswa dapat lebih banyak melakukan kegiatan belajar sebab tidak hanya

mendengarkan uraian guru, tetapi juga aktivitas lain seperti mengamati,

melakukan, mendemonstrasikan, memerankan dan lain-lain.58

57
Badru Zaman dan Cucu Eliyawati, Media Pembelajaran Anak Usia Dini, (Bandung: UPI,
2010), h. 4.
58
Azhar Arsyad, Media Pembelajaran, (Jakarta: Rajawali Pers, 2011), h. 24.
43

C. Papan Flanel

1. Pengertian Papan Flanel

Papan flannel adalah media grafis yang efektif sekali untuk menyajikan

pesan-pesan tertentu kepada sasaran tertentu pula. Papan berlapis kain flannel ini

dapat dilipat sehingga praktis. Gambar gambar yang akan disajikan dapat

dipasang dan dicopot dengan mudah sehingga dapat dipakai berkali-kali. Selain

gambar, dikelas-kelas permulaan sekolah dasar atau taman kanak-kanak, papan

flannel ini dipakai pula untuk menempelkan huruf dan angka-angka.59

Menurut Sudjana dan Rivai, Media papan flanel adalah suatu papan yang

dilapisi oleh kain flanel atau kain berbulu dimana nantinya pada papan tersebut

diletakkan potongan gambar- gambar atau simbol lain. Sedangkan menurut

Ibrahim dkk, media papan flanel adalah suatu papan yang dilapisi kain flanel atau

kain yang berbulu dimana padanya diletakkan potongan gambar-gambar atau

simbol lain.60

Menurut Mulyani Sumantri dan Johar Permana, media papan adalah

media pelajaran dengan papan sebagai bahan baku utamanya yang dapat

dirancang secara memanjang maupun secara melebar. Kemudian papan flanel

adalah papan yang dilapisi kain flanel untuk melekatkan sesuatu diatasnya,

misalnya dalam kegiatan membaca permulaan, papan flanel dipakai untuk

59
Arief S. Sadiman, Dkk, Media Pendidikan: Pengertian, Pengembangan dan
Pemanfaatanya,(Depok: Rajawali, 2012), h. 48.
60
Muh. Kholid N L, Sulthoni, 2016,The Influence Of Smart Flanel Board Media Toward The
Ability Of Summation Numeracy Chilldren With Intellectual Disability, jurnal P3lb, Volume 3, Nomor 2,
Desember, h. 167.
44

menempelkan huruf, kata, kalimat sederhana yang sudah dilapisi potongan kertas

amplas sehingga dapat memudahkan proses pembelajaran.61

Papan flanel biasanya terdiri dari pelat datar yang sepotong kain flanel,

lembut, atau bahan lain yang aman. Objek yang akan ditampilkan juga telah

diletakkan punggungnya sepotong bahan seperti flanel, bahan alternatif lain yang

enak atau yang sesuai. Item yang akan ditampilkan dapat dilampirkan ke papan

tampilan hanya dengan menempatkannya di papan tulis, di lokasi manapun, dan

dengan lembut menggosok item yang ditampilkan.62

Papan flannel adalah papan yang berlapis kain flannel, sehingga gambar

yang akan disajikan dapat dipasang, dilipat dan dilepas dengan mudah dan dapat

dipakai berkali-kali.63 Media papan flanel terdiri dari dua bagian yang meliputi:

(1) papan flanel, berfungsi sebagai alas dasar tempat meletakkan item-item

flanel, (2) items flanel, yang berfungsi sebagai alat penyampai berbentuk simbol

dan gambar.64

Berdasarkan paparan diatas, dapat penulis simpulkan bahwa media papan

flanel adalah media papan datar yang dilapisi oleh kain flannel yang di atasnya di

61
Ria Anggraeni, 2015, upaya Meningkatkan Kemampuan Membaca Permulaan Melalui
Penggunaan Media Papan Flanel Pada Anak, Jurnal Pendidikan Guru Paud Edisi 5 Tahun Ke-4, h. 4.
62
Gates, 1997, United States Patent [45] Sept. 6, 1977v
63
Komang Rahma Noviani, I Nyoman Wirya, Didith Pramunditya Ambara, 2014, Penerapan
Metode Demonstrasi BerbantuanMedia Papan Flannel Untuk MeningkatkanKemampuan Bahasa
Pada Anak,Jurnal PG-PAUDUniversitas Pendidikan Ganesha Vol. 2 No 1, h 4.
64
Dharma Patria, Tomas Iriyanto, 2014, Penggunaan Media Papan Flanel Untuk
Meningkatkan Hasil Belajar Mengenal Bilangan 1 Sampai 10 Siswa Kelas I SDLB, Jurnal P3LB,
Volume 1, Nomor 2, Desember, h. 133.
45

letakkan potongan-potongan kata, huruf, angka, gambar maupun simbol untuk

mempermudah proses pembelajaran.

2. Kegunaan Papan Flanel

Mulyani Sumantri dan Johar Permana kegunaan papan flanel antara lain:

a. Memvisualisasikan suatu gagasan melalui penempatan huruf-huruf,

gambar-gambar, warna-warna, dan simbol-simbol lainnya.

b. Sebagai arena permainan untuk melatih keberanian dan keterampilan

peserta didik dalam memilih bahan tempel yang cocok.

c. Menyalurkan bakat dan minat peserta didik dalam menggambar, mewarnai,

membuat karya tulis, dan lain-lain.65

Sedangkan menurut Yuliani Nurani Sujiono, kegunaan dari papan flanel

adalah:

a. memperkenalkan konsep bilangan.

b. menanamkan pengertian tentang banyak, sedikit, sama banyak.

c. alat untuk menanamkan pengertian penambahan dan pengurangan.

d. latihan membilang.

e. mengenalkan lambang bilangan.

f. bercerita dengan papan flanel.66

65
Ria Anggraeni, 2015, Upaya Meningkatkan Kemampuan Membaca PermulaanMelalui
Penggunaan Media Papan Flanel Pada Anak, Jurnal Pendidikan Guru PAUD Edisi 5 Tahun ke-4, h. 4.
66
Ibid, Yuliani Nurani Sujiono., h. 8.33.
46

Maka berdasarkan pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa media papan

flannel mempunyai banyak kegunaan terutama untuk mengembangkan kognitif

anak khususnya dalam pengenalan konsep bilangan, angka, pengukuran dan

penjumlahan.

3. Kelebihan dan Kelemahan Media Papan Flanel

Menurut Musfiqon, flannel board adalah media grafis yang efektif untuk

menyajikan pesan-pesan tertentu kepada sasaran tertentu pula.67 Sedangkan

menurut Sulistyo karakteristik papan flanel yaitu pembuatan dan pemakaian

mudah, ukuran dapat kecil, sedang, atau besar, dapat di-bawa atau digantung di

dinding, bahan-bahan dapat digunakan berkali-kali serta bahan mudah di dapat.68

Menurut Zaman berpendapat bahwa, keunggulan media papan flannel


yaitu :

a. karena kesederhanaan papan flannel sehingga dapat dibuat sendiri oleh


guru,
b. dapat dipersiapkan terlebih dahulu dengan teliti sesuai tema yang akan
disampaikan,
c. dapat memusatkan perhatian dan konsentrasi anak terhadap suatu masalah
yang dibicarakan,
d. dapat menghemat waktu pembelajaran karena segala sesuatu dapat
dipersiapkan dan peserta didik dapat melihat sendiri secara langsung,
e. menarik karena berupa kain flannel yang berbentuk-bentuk sesuai isi
cerita,
f. anak dapat langsung melihat objek nyata dan dapat diamati dengan
langsung. Sehingga penggunaan media papan flannel dapat membantu
anak dalam memahami alur cerita yang dapat membantu fantasi dan
imajinasi serta keaktifan belajar anak, sehingga dapat membantu guru

67
Musfiqon, Pengembangan Media Dan Sumber Pembelajaran, (Jakarta: Prestasi Pustaka,
2012), h. 87.
68
Sulistyo, Pengantar Ilmu Perpustakaan,(Jakarta: Gramedia, 2011), h. 26.
47

untuk menyampaikan pesan atau kegiatan pembelajaran kepada anak


untuk mencapai tujuan pembelajaran.69

Namun setiap kelebihan pasti ada kekurangannya, untuk kekurangannya

dari papan flannel adalah Sulistyo, Sunarmi & Widodo, kekurangan dari papan

flannel adalah memerlukan keterampilan dan ketekunan, mudah rusak apabila

tidak dipelihara dengan baik.70 Kelemahan media papan flanel sebenarnya tidak

terlalu pada peralatan fisiknya, tetapi lebih banyak pada kurangnya persiapan dan

kurangnya keterampilan guru dalam menggunakannya. 71

D. Mengembangkan Kemampuan Kognitif Melalui Media Papan Flanel

Menurut Yuliani Nurani Sujiono, syarat-syarat media yang digunakan dalam

mengembangkan kognitif yaitu: menarik atau menyenangkan baik warna maupun

bentuk, tumpul, tidak tajam bentuknya, ukurannya disesuaikan anak usia TK, tidak

membahayakan anak dan dapat dimanipulasi.72

Media papan flanel dipilih karena item yang digunakan memiliki warna yang

menarik, dapat dilihat, disentuh, serta mudah ditempel dan dilepas. Penggunaan

papan flanel dapat membuat pembelajaran yang disajikan lebih efisien dan menarik

perhatian anak sehingga anak dapat termotivasi untuk mengikuti pembelajaran

69
Ni Made Dwi Wulandari, Ida Bagus Surya Manuaba, I Komang Ngurah Wiyasa, 2016,
Penerapan Model Picture And Picture BerbantuanPapan Flannel Untuk Meningkatkan Kemampuan
Bahasa Anak Kelompok B2,Jurnal Pg-Paud Universitas Pendidikan Ganesha, Vol.4, No. 1, h. 5.
70
Sulistyo, E.T, Sunarmi,& Widodo, J,Media Pendidikan Dan Pembelajaran
Kelas,(Surakarta: UNS Press, 2011), h. 27.
71
Dharma Patria, Tomas Iriyanto, 2014, Penggunaan Media Papan Flanel Untuk
Meningkatkan Hasil Belajar Mengenal Bilangan 1 Sampai 10 Siswa Kelas I SDLB,Jurnal P3LB,
Volume 1, Nomor 2, Desember, h. 133.
72
Yuliani Nurani Sujiono, dkk, Metode Pengembangan Kognitif, (Jakarta: Universitas
Terbuka, 2011), h. 8.9.
48

penjumlahan. Melalui penggunaan media papan flanel maka anak akan memperoleh

informasi tentang simbol-simbol dalam penjumlahan yakni angka dan tanda yang

digunakan. Anak juga belajar dengan gambar yang disajikan di atas angka sehingga

belajar dengan gambar sebelum menuju ke simbol abstrak berupa angka (lambang

bilangan).73

Yuliani Nurani Sujiono, berpendapat bahwa media papan flanel merupakan

salah satu media yang dapat digunakan untuk mengembangkan kemampuan kognitif

dalam hal mengenalkan konsep bilangan, menanamkan pengertian banyak, sedikit,

sama banyak, menanamkan pengertian penambahan dan pengurangan, latihan

membilang, serta mengenalkan lambang bilangan. 74

Sependapat dengan pendapat diatas, Khadijah menjelaskan bahwa media

papan flanel merupakan salah satu media yang dapat digunakan dalam kegiatan

bermain sambil belajar dalam pendidikan anak usia dini untuk mengembangkan

kemampuan kognitif anak dalam memperkenalkan konsep bilangan serta bercerita

dengan menggunakan papan flanel.75

Menurut Ani Tri Astuti, penggunaan papan flanel ini mendukung anak untuk

meningkatkan kemampuan kognitifnya dengan melihat, mengamati gambar, serta

berpartisipasi dalam menggunakan media. Anak juga memahami konsep penjumlahan

dan mendorong anak untuk berpikir, bukan hanya sekedar ingatan. Berdasarkan hasil
73
Ani Tri Astuti , 2016, Peningkatan Kemampuan Penjumlahan Menggunakan Media Papan
Flanel Pada Anak Kelompok B1 Tk Aba Gading Lumbung , Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Edisi 7
Tahun Ke-5, h.830.
74
Ibid, Yuliani Nurani Sujiono., h. 8.33.
75
Khadijah, Pengembangan Kognitif Anak Usia Dini, (Medan: Perdana Publishing, 2016), h.
127.
49

penelitian yang dilakukakannya di TK ABA Gading Lumbung, menunjukkan bahwa

penggunaan papan flanel dapat meningkatkan kemampuan kognitif anak dalam

penjumlahan yang meliputi anak dapat mengenal lambang angka 1-10, menyebutkan

angka 1-10 dan menjumlahkan angka 1-10.76

Menurut penelitian yang dilakukan Putri dan Elisabeth pada anak kelompok A

di TK Rukun Lestari Kecamatan Karang Pilang Kota Surabaya, menunjukkan bahwa

media papan flanel berpengaruh terhadap kemampuan kognitif anak dalam mengenal

lambang bilangan. Dengan adanya simbol (lambang bilangan) serta gambar yang ada

di media papan flanel dapat mempermudah anak usia 4-5 tahun dalam menyebutkan

bilangan 1-10, menunjuk lambang bilangan 1-10 serta memasangkan lambang

bilangan dengan benda 1-10 dengan menggunakan media papan flanel.77

Dari beberapa pendapat diatas, dapat disimpulkan bahwa media papan flanel

merupakan media yang dapat mengembangkan kemampuan kognitif anak usia dini

terutama dalam memperkenalkan konsep bilangan, lambang bilangan, pengukuran,

dan penjumlahan.

Menurut Badru Zaman, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar

penggunaan media dapat dipersiapkan dengan baik, yaitu:

1. pelajari materi atau bahan ajar yang akan disampaikan.

76
Ani tri Astuti, Peningkatan Kemampuan Penjumlahan Menggunakan Media Papan Flanel
Pada Anak Kelompok B1 TK ABA Gading Lumbung, Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Edisi 7 Tahun
ke-5 2016, h. 834.
77
Putri Catur Hasmiyani Elisabeth Christiana, Pengaruh Media Papan Flanel Terhadap
Kemampuan Mengenal Lambang Bilangan Anak Kelompok A, PG-PAUD, Fakultas Ilmu Pendidikan,
Universitas Negeri Surabaya, h. 4.
50

2. Siapkan peralatan yang diperlukan untuk menggunakan media yang

dimaksut.

3. Tetapkan apakah media akan digunakan secara individual atau kelompok.

4. Atur setting agar anak dapat melihat/ mendengar pesan-pesan

pembelajaran dengan baik.78

Menurut Ibrahim dkk, petunjuk dalam menggunakan Papan Flanel terbagi


menjadi delapan tahap yaitu:
1. Letakkan papan flanel setengah garis mata anak, agar anak dapat melihat
dengan jelas.
2. Items hendaknya dibuat cukup besar untuk dapat dilihat murid yang duduk di
belakang.
3. Jangan terlalu banyak menempel items pada saat pembelajaraaan
pembelajaran, agar tidak membingungkan murid.
4. Letakkan item yang penting saja dan letakkan secara sitematis.
5. Siapkan item-item itu sebelum pelajaran dalam urutan yang teratur, sesuai
dengan urutan sajian yang akan di berikan.
6. Cobakan item itu satu-persatu, agar segera dapat diketahui apakah items dapat
menempel dengan baik.
7. Warna alas papan flanel hendaknya warna muda dengan items menggunakan
warna tua agar terjadi kontras yang setinggi-tingginya.
8. Sebaiknya papan sedikit dicondongkan kebelakang dan pada waktu
menempelkan items hendaknya sedikit ditekan dan geser kebawah agar
menempel dengan kokoh.79

Menurut Sukiman, langkah-langkah dan cara penggunaan papan flanel dalam


proses pembelajaran yaitu sebagai brerikut:

1. Gambar yang telah diberikan kain flanel disiapkan terlebih dahulu.


2. Siapkan papan flanel dan gantungan papan flanel tersebut di depan kelas atau
pada bagian yang mudah terlihat oleh pembelajar.

78
Badru Zaman, Dkk, Media dan Sumber Belajar TK, (Tangeeerang Selatan: Universitas
Terbuka, 2012), h. 5.17.
79
Dharma Patria, Tomas Iriyanto, 2014, Penggunaan Media Papan Flanel Untuk
Meningkatkan Hasil Belajar Mengenal Bilangan 1 Sampai 10 Siswa Kelas I SDLB, Jurnal P3LB,
Volume 1, Nomor 2, Desember, h. 132.
51

3. Ketika guru akan menerangkan bahan pelajaran dengan menggunakan


gambar, maka gambar dapat ditempelkan pada papan flanel yang telah dilapisi
kain flanel.

Adapun langkah-langkah persiapan yang harus diperhatikan dalam


penggunaan papan flanel yaitu sebagai berikut:

a) Persiapan diri: tentukan pokok pembelajaran yang disesuaikan dengan


flanelgraft/papan flanel.
b) Siapkan peralatan: siapkan gambar-gambar juga perekat yang terdapat pada
bagian belakang.
c) Siapkan tempat penyajian: papan harus ada ditengah-tengah peserta didik dan
dapat dilihat dari semua arah.
d) Siapkan peserta didik, karena ukuran flanelgraft atau papan flanel tidak terlalu
besar maka cocok untuk digunakan pada kelompok kecil.80

Dari beberapa pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa langkah-langkah

penggunaan media papan flanel adalah sebagai berikut:

a. Menentukan pokok pembelajaran atau tema yang disesuaikan dengan papan

flanel.

b. Memilih item dan menyiapkan item papan flanel sesuai dengan tema.

c. Mengatur letak atau posisi papan flanel agar dapat terlihat dengan jelas.

d. Mengatur posisi duduk peserta didik.

e. Menerangkan kegiatan pembelajaran dengan menggunakan papan flanel.

80
Sukiman, 2012, Pengembangan Media Pembelajaran, (Yogyakarta: Pedagogia), h. 109-110.
52

BAB III
METODE PENELITIAN

A. Metode Penelitian

Secara umum metode penelitian dapat diartikan sebagai kegiatan yang secara

sistematis, direncanakan oleh para peneliti untuk memecahkan permasalahan

yang hidup dan berguna bagi masyarakat maupun peneliti sendiri.81 Karena fokus

penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran di lapangan tentang

mengembangkan kemampuan kognitif anak melalui media papan flanel di Taman

Kanak-kanak Kasih Bunda Kampung Kalipapan Kecamatan Negeri Agung

Kabupaten Way Kanan maka peneliti ini menggpunakan penelitian kualitatif

deskriptif.

Menurut Suharsimi Arikunto, penelitian kualitatif disebut dengan penelitian

yang apa adanya dalam situasi normal yang tidak memanipulasi keadaan atau

kondisi.82 Sedangkan deskriftif adalah upaya menginterprestasikan kondisi yang

sekarang atau terjadi dengan kata lain untuk memperoleh informasi mengenai

keadaan saat ini.83

Penelitian kualitatif deskriftif merupakan penelitian yang menjawab

pertanyaan apa dengan penjelasan yang lebih terperinci mengenai gejala seperti

yang dimaksudkan dalam suatu permasalahan penelitian yang bersangkutan.

81
Sukardi, metodologi penelitian pendidikan (Jakarta: Bumi Aksara, 2003), h. 17
82
Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian,(Jakarta, Renika Cipta, 2002), h 117
83
Mardalis, Metode Penelitian Suatu Pendekatan Proposal, (Jakarta, Bumi Aksara, 2004), h
26
53

Selain itu, pengertian deskriptif adalah upaya menginterprestasikan kondisi yang

terjadi dengan tujuan memperoleh informasi mengenai objek penelitian.84

Selain pendapat diatas, menurut Sukmadinata dasar penelitan kualitatif adalah

konstruktivisme yang berasumsi bahwa kenyataan itu berdimensi jamak,

interaktif dan suatu pertukaran pengalaman sosial yang diinterprestasikan oleh

setiap individu. Peneliti kualitatif percaya bahwa kebenaran adalah dinamis dan

dapat ditemukan hanya melalui penelaahan terhadap orang-orang melalui

interaksinya dengan situasi sosial mereka.85

Menurut Sugiono, penelitian kualitatif juga mengkaji perspektif partisipan

dengan strategi-strategi yang bersifat interaktif dan fleksibel. Penelitian kualitatif

ditunjukan untuk memahami fenomena-fenomena sosial dari sudut pandang

partisipan. Dengan demikian arti atau pengertian penelitian kualitatif tersebut

adalah penelitian yang digunakan untuk meneliti pada kondisi objek alamiah

dimana peneliti merupakan instrumen kunci.86

B. Jenis Penelitian

Dalam prosesnya penelitian ini mengangkat data dan permasalahan yang ada

tentang Bagaimanakah Mengembangkan Kemampuan Kognitif Anak melalui

Media Papan Flanel di Taman Kanak-Kanak Kasih Bunda Kampung Kalipapan

84
Ibid,Mardalis, h 87
85
Sukmadinata, Metode Penelitian, (Jakarta, Karya Press, 2009), h 78
86
Sugiyono, Proses Metode Penelitian, (Semarang, ANF Bina Karsa, 2010), h 82
54

Kecamatan Negeri Agung Kabupaten Way Kanan sehingga jenis penelitian ini

menggunakan analisis deskriptif dengan pendekatan kualitatif.

Penelitian kualitatif adalah penelitian yang menggunakan format deskriptif

berupa kata-kata tertulis atau uraian dari orang-orang dan pelaku yang dapat

diamati87. Metode penelitian kualitatif adalah metode penelitian yang

berlandasakan pada filsafat postpositivisme, digunakan untuk meneliti pada

kondisi obyek yang alamiah (sebagai lawannya adalah eksperimen).

Penelitian adalah sebagai instrument kunci, pengambilan sampel sumber

data dilakukan secara purposive dan snowball, teknik pengumpulan dengan

gabungan, analisis data dan bersifat induktif/kualitatif, dan hasil penelitian

kualitatif lebih menekankan makna dari pada generalisasi88.

Sedangkan menurut John W. Creswell yang dikutip oleh Hamid Patilima,

penelitian kualitatif adalah: sebuah proses penyelidikan untuk memahami masalah

sosial berdasarkan pada penciptaan gambar holistik yang dibentuk dengan kata-

kata, melaporkan pandangan informan secara terperinci dan disusun dalam sebuah

latar ilmiah89. Selanjutnya Bogdan dan Taylor mendefinisikan penelitian kualitatif

adalah sebagai prosedur penelitian yang menghasilkan data berupa kata-kata

tertulis atau lisandari orang-orang dan pelaku yang diamati.

87
Tohirin, Metode Penelitian Kualitatif Dalam Pendidikan Dan Bimbingan Konseling,
(Jakarta: Rajawali Press, 2012), h 2
88
Ibid,Sugiyono,h 115
89
Hamid Pattilima, Metode Pengembangan Kualitiatif, (Bandung: Alpabeta, 2005), h 56
55

C. Subjek/Sumber Data

Subjek penelitian ini adalah 1 orang tenaga pendidik/ guru di Taman Kanak-

kanak Kasih Bunda Kampung Kalipapan. Penentuan subjek dilakukan saat

peneliti mulai memasuki lapangan dan selama penelitian berlangsung. Sebagai

objek peneliti yaitu media papan flanel. Adapun penulis mengambil 1 orang guru

sebagai subjek/sumber data karena mereka peneliti anggap menguasai dan

memahami tentang objek yang akan diteliti, selain itu juga mereka tergolong

masih sedang terlibat pada kegiatan yang tengah diteliti.

D. Lokasi Penelitian

Dalam penelitian ini peneliti memilih Media Papan Flanel di Taman Kanak-

kanak Kasih Bunda Kampung Kalipapan Kecamatan Negeri Agung Kabupaten

Way Kanan sebagai obyek penelitian, alasannya karena peneliti ingin melihat

bagaimanakah upaya guru dalam mengembangkan kemampuan Kognitif anak

melalui media papan.

E. Teknik Pengumpulan Data

1. Observasi (Pengamatan)

Observasi adalah teknik pengumpulan data yang dilakukan melalui suatu

pengamatan, dengan disertai pencatatan-pencatatan terhadap keadaan atau


56

perilaku objek sasaran.90 Sedangakan meurut Sutrisno Hadi, observasi yang

dimaksud dalam penelitian ini adalah cara mengumpulkan data dengan jalan

melakukan pengamatan dan pencatatan dengan sistematis terhadap fenomena-

fenomena yang dimilki.

Dengan demikian observasi merupakan pengumpulan data melalui

pengamatan secara langsung terhadap objek yang akan diteliti Jenis observasi

yang diterapkan adalah observasi partisipan yaitu: “suatu proses pengamatan

yang dilakukan observer dengan terlibat langsung didalam kegiatan sehari-hari

orang yang sedang diamati atau digunakan sebagai sumber penelitian.

Adapun hal-hal yang akan diobservasi adalah tentang bagaimanakah guru

mengembangkan kemampuan kognitif anak melalui media papan flanel.

Peneliti mencatat semua hal yang diperlukan dan yang terjadi selama

pelaksanaan tindakan berlangsung. Pengamatan ini dilakukan dengan

lembar observasi yang diisi dengan tanda chek list (√) pada kolom yang

sesuai dengan hasil pengamatan.

Lembar observasi ini dijadikan pedoman oleh peneliti agar saat melakukan

obervasi lebih terarah, terukur sehingga hasil data yang telah didapatkan

mudah untuk diolah.

90
Usman dan Setiadi Purnimo [Link] Penelitian Sosial. (Jakarta,Bumi
Aksara,2012)Hlm 64
57

2. Wawancara (Interview)

Teknik wawancara dalam teknik pengumpulan data dan informasi

memudahkan peneliti untuk dapat menggali tidak saja apa yang diketahui dan

dialami subjek, tetapi juga apa yang tersembunyi jauh di dalam diri subjek

penelitian. Kedua,apa yang ditanyakan kepada informan bisa mencakup hal-hal

yang bersifat lintas waktu yang berkaitan dengan masa lampau, masa sekarang

dan masa mendatang”.91 Menurut Sugiyono bahwa wawancara dapat dilakukan

secara terstruktur, semi terstruktur, maupun tidak terstruktur di antaranya

adalah sebagai berikut:

a. Wawancara terstruktur

Wawancara terstruktur digunakan sebagai teknik pengumpulan data,

apabila peneliti telah mengetahui dengan pasti tentang informasi apa yang

akan diperoleh, oleh karena itu pengumpulan data telah menyiapkan

instrumen penelitian berupa pertanyaan-pertanyaan tertulis yang alternatif

jawaban pun telah disiapkan.

b. Wawancara semi terstruktur

Jenis wawancara ini sudah termasuk dalam kategori in-dept interview

(wawancara secara mendalam) dimana dalam pelaksanaannya lebih bebas

bila dibandingkan dengan wawancara terstruktur. Tujuan dari wawancara ini

nuntuk menemukan permasalahan secara lebih terbuka dan lebih luas.

91
Op Cit, Hamid Pattilima, Hlm 74-75
58

c. Wawancara tidak terstruktur

Wawancara tidak terstruktur adalah “wawancara yang bebas dimana

peneliti tidak menggunakan pedoman wawancara yang telah tersusun secara

sistematis dan lengkap untuk pengumpulan datanya Pedoman wawancara

hanya berupa garis-garis besar permasalahan yang akan ditanya. 92

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa wawancara adalah suatu

cara pengumpulan data dengan cara berdialog atau tanya jawab dengan

orang dapat memberikan keterangan. Oleh karena itu jenis wawancara yang

digunakan peneliti adalah “wawancara semi berstruktur”.93 Artinya peneliti

mengajukan pertanyaan-pertanyaan secara lebih bebas dan leluasa, tanpa

terikat oleh suatu susunan pertanyaan yang telah dipersiapkan sebelumnya.

Adapun sasaran dari wawancara yang peneliti lakukan kepada 1 orang

tenaga pendidik kelompok A yang ada di TK Kasih Bunda Kampung

Kalipapan karena mereka dianggap yang paling mengetahui perkembangan

anak khususnya dalam kognitif anak dan dari hasil wawancara yang

dilakuakan didapatkan informasi bahwa di TK Kasih Bunda ini masih

sangat kurang dalam mengembangkan kognitif anak.

3. Dokumen Analisis

Dokumen analisis merupakan salah satu teknik pengumpulan data

dalam melakukan peneltian, maksudnya adalah pengambilan data melalui

92
Sugiyono. Memahami penelitian Kualitatif..(Bandung;Alfabeta.2008)Hlm 194-197
93
[Link],Hlm 75
59

dokumen tertulis maupun elektronik dari tempat penelitian. Dokumen

diperlukan untuk mendukung kelengkapan dari data penelitian. Adapun

dokumen analisis yang digunakan penulis dalam melakukan penelitian ini

adalah RKH (Rencana Kegiatan Harian).

F. Instrumen Penelitian

Instrumen penelitian merupakan alat atau fasilitas yang digunakan oleh

peneliti dalam mengumpulkan data agar lebih cermat, lengkap, dan sistematis,

sehingga lebih mudah diolah. Instrumen dalam penelitian ini digunakan untuk

melihat seberapa keberhasilan media papan flannel memberikan dampak dalam

mengembangkan kemampuan kognitif.

Dalam penelitian deskriptif kualitatif ini instrumen yang digunakan ialah

lembar observasi (check list) pada saat proses kegiatan. Lembar observasi berisi

indikator-indikator tentang bagaimanakah mengembangkan kemampuan kognitif

anak melalui media papan flanel. Dalam pedoman observasi digunakan peneliti

agar saat melakukan obervasi lebih terarah, terukur sehingga hasil data yang

telah didapatkan mudah untuk diolah.

G. Teknik Analisis Data

Dalam penelitian ini dijelaskan mengenai teknik yang digunakan dalam

mengambil data dan analisis data. Dari semua data yang telah diperoleh dalam

penelitian, baik saat melakukan observasi yang menggunakan kisi-kisi sebagai

bahan acuan dan lembar observasi yang data nya tentang kognitif anak serta
60

diperkuat dengan hasil wawancara yang dilakukan peneliti dengan guru yang ada

di TK Kasih Bunda dan RKH (Rencana Kegiatan Harian) yang menjadi dokumen

analisis saat melakukan penelitian, Dan semua data tersebut dianalisis karena

penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif jadi terdapat tiga langkah yaitu,

reduksi data, penyajian data, verifikasi atau penarikan kesimpulan.

1. Reduksi data

Reduksi data adalah merangkum, memilih hal-hal pokok, memfokuskan

pada hal-hal yang penting, dicari tema dan polanya dan membuang yang tidak

perlu. Dengan demikian data yang telah direduksi akan memberikan gambaran

yang lebih jelas, dan mempermudah peneliti untuk melakukan pengumpulan

data selanjutnya dan mencarinya bila diperlukan.94

Dalam kaitan ini peneliti mereduksi data-data yang telah didapat dari

hasil observasi dan wawancara dan dirangkum satu per satu agar memudahkan

peneliti dalam memfokuskan data. Data yang tidak terkaitdengan permsalah

tidak disajikan dalam bentuk laporan.

2. Display Data

Setelah data direduksi maka langkah selanjutnya adalah menyajikan data

(Display Data). Data-data yang berupa tulisan tersebut disusun kembali secara

baik dan akurat untuk dapat memperoleh kesimpulan yang valid sehingga

94
Sugiyono, Op Cit.H.338
61

lebih memudahkan peneliti dalam memahami. Penyajian data dalam

penelitian kualitatif berbentuk uraian yang singkat dan jelas.

3. Menarik kesimpulan/Verifikasi

Penarikan kesimpulan merupakan bagian dari aktivitas data. Aktivitas ini

dimaksudkan untuk memberikan makna terhadap hasil analisis, menjelaskan

pola urutan dan mencari hubungan diantara dimensi-dimensi yang diuraikan.

Disamping itu, kendati data telah disajikan bukan berarti proses analisis data

sudah final, akan tetapi masih ada tahapan berikutnya yaitu penarikan

kesimpulan dan verifikasi yang merupakan pernyataan singkat sekaligus

merupakan jawaban dari persoalan yang dikemukakan dengan ungkapan lain

adalah hasil temuan penelitian ini betul-betul merupakan karya ilmiah yang

mudah dipahami dan dicermati.

Kesimpulan peneliti dari penelitian yang telah dilakukan adalah masih

kurangnya perkembangan kognitif anak maka dari itu pendidik harus

menguasai media yang sesuai dan yang mampu mengembangkan kemampuan

kognitif anak salah satunya dengan menggunakan media papan flannel.


62

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Penelitian

Pada bab ini penulis akan membahas pengolahan dan analisis data yang telah

diperoleh dari hasil penelitian yang telah dilakukan. Data yang dikumpulkan dalam

penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Data sekunder diperoleh dengan

cara menggunakan metode interview dan dokumentasi. Adapun data primer yang

dimaksudkan untuk mendapatkan hasil dari penelitian diperoleh dengan cara

observasi.

Sehubungan dengan penggunaan metode tersebut, penulis meneliti cara guru

mengembangkan kemampuan kognitif melalui media papan flanel di Taman Kanak-

kanak Kasih Bunda Kampung Kalipapan Kecamatan Negeri Agung Kabupaten Way

Kanan untuk mendapatkan data yang valid. Adapun jumlah guru yang penulis teliti

dalam penelitian ini adalah 1 orang guru yang mengajar kelompok usia 4-5 tahun.

Kegiatan yang menggunakan media papan flanel dilakukan di dalam kelas

untuk mengembangkan kemampuan kognitif anak kelompok A di Taman Kanak-

kanak Kasih Bunda, ternyata menghasilakan perkembangan kognitif anak cukup baik.

Berikut ini peneliti menyajikan pembahasan dan analisis data sebagai langkah

selanjutnya dalam penarikan kesimpulan, sebagai berikut:


63

Hasil observasi, wawancara serta dokumentasi yang dilakukan oleh peneliti

pada proses mengembangkan kemampuan kognitif anak melalui media papan flanel.

Memilih tema dan


kegiatan yang
akan dilakukan

Upaya Guru
Mencontohkan
dalam
kegiatan yang akan Memilih dan
Mengembangkan
dilakukan serta menyiapkan item
kemampuan
memberikan papan flanel yang
kognitif melalui
kesempatan pada sesuai
media papan
anak untuk
flanel
mencoba

Mengatur letak
atau posisi papan
flanel agar
terlihat jelas oleh
anak

1. Menentukan Pokok Kegiatan atau Tema yang Disesuaikan dengan Papan

Flanel.

Peneliti telah melakukan observasi pada tanggal 31 Oktober 2017,

observasi dikakuan kepada satu orang guru yaitu ibu Heni Marginingsih.

Hasil observasi yang dilakukan di Taman Kanak-kanak Kasih Bunda


64

Kampung Kalipapan Kecamatan Negeri Agung Kabupaten Way Kanan yakni

guru telah menentukan pokok kegiatan atau tema dan subtema dari kegiatan

yang akan ditentukan. Berdasarkan tema tersebut guru memilih media yang

sesuai untuk mengembangkan kemampuan kognitif anak yaitu dengan

menggunakan media papan flanel.

Hal ini senada dengan hasil wawancara peneliti kepada guru kelompok

A yang ada di Taman Kanak-kanak Kasih Bunda Kampung Kalipapan

Kecamatan Negeri Agung Kabupaten Way Kanan, dapat diketahui bahwa

sebelum melakukan kegiatan guru sudah menentukan tema yang akan di

gunakan dalam kegiatan. Tema sudah tercantum dalam RPPH yang telah

dirancang guru.

2. Memilih item dan menyiapkan item papan flanel sesuai dengan tema.

Hasil observasi yang dilakukan kepada guru di Taman Kanak-kanak

Kasih Bunda Kampung Kalipapan Kecamatan Negeri Agung Kabupaten Way

Kanan yakni sebelum kegiatan dimulai guru terlebih dahulu memilih item

yang disesuaikan dengan tema yang ada. Setelah guru memilih item yang

sesuai dengan tema, item tersebut dicobakan satu persatu ke papan flanel agar

item yang dipilih dapat menempel pada papan flanel dengan baik. Item yang

tidak menempel biasanya dikarenakan kain kasar yang ada di belakang item

sudah tidak bisa menempel dengan baik hal tersebut dapat menyebabkan item

jadi mudah terjatuh dan susah menempel pada papan flanel sehingga item

tidak bisa digunakan.


65

Hal ini senada dengan hasil wawancara dengan guru kelompok A di

Taman Kanak-kanak Kasih Bunda Kampung Kalipapan Kecamatan Negeri

Agung Kabupaten Way Kanan yang mengatakan bahwa item pada papan

flanel memang dipilih dengan menyesuaikan tema dan terlebih dahulu

dicobakan satu-persatu sebelum digunakan dalam kegiatan pembelajaran.

3. Mengatur Letak atau Posisi Papan Flanel

Hasil observasi yang dilakukan kepada guru di Taman Kanak-kanak

Kasih Bunda Kampung Kalipapan Kecamatan Negeri Agung Kabupaten Way

Kanan yakni pada saat sebelum kegiatan dimulai guru lebih dahulu mengatur

letak atau posisi papan flanel sebelum kegiatan belajar-mengajar dimulai. Hal

ini dilakukan setiap kali guru akan melakukan kegiatan belajar menggunakan

media papan flanel. Ini menunjukkan bahwa dalam pengaturan posisi papan

flanel sudah dilakukan dengan baik, akan tetapi letak atau posisi papan flanel

terlalu tinggi dan tidak sejajar dengan garis mata anak sehingga setiap anak

dapat kurang melihat dengan jelas media yang dipakai oleh guru dan membuat

anak kesulitan dalam mencoba menggunakan papan flanel.

Hal ini senada dengan wawancara dengan guru kelompok A di Taman

Kanak-kanak Kasih Bunda Kampung Kalipapan Kecamatan Negeri Agung

Kabupaten Way Kanan mengatakan bahwa pengaturan letak atau posisi papan

flanel dilakukan setiap akan melakukan kegiatan, papan flanel harus

diletakkan pada posisi yang benar sehingga setiap anak dapat melihatnya.
66

4. Mengatur Posisi Duduk Peserta Didik

Hasil observasi yang dilakukan kepada guru di Taman Kanak-kanak

Kasih Bunda Kampung Kalipapan Kecamatan Negeri Agung Kabupaten Way

Kanan dalam mengembangkan kemampuan kognitif anak melaui media papan

flanel guru tidak mengatur posisi duduk anak, hanya meja diposisikan seperti

huruf U kemudian anak dibiarkan memilih sendiri dimana ia akan duduk.

Pengaturan posisi duduk anak yang tidak dilakukan oleh pihak guru

menandakan kurangnya persiapan serta kurangnya keterampilan yang dimiliki

guru dalam menggunakan media papan flanel sehingga saat kegiatan dimulai

anak kesulitan untuk melihat dan memahami dengan jelas karena terhalang

oleh posisi guru saat sedang mengajar.

Hal ini senada dengan hasil wawancara yang dilakukan kepada guru

kelompok B di Taman Kanak-kanak Kasih Bunda Kampung Kalipapan

Kecamatan Negeri Agung Kabupaten Way Kanan, bahwa posisi duduk anak

saat kegiatan pembelajaran yang menggunakan papan flanel memang meja

sudah di susun seperti huruf U.

5. Menerangkan Kegiatan dan Melakukan Tanya Jawab Kepada Anak

dengan Menggunakan Media Papan Flanel

Hasil observasi yang dilakukan kepada guru di Taman Kanak-kanak

Kasih Bunda Kampung Kalipapan Kecamatan Negeri Agung Kabupaten Way

Kanan dalam mengembangkan kemampuan kognitif anak melalui media

papan flanel guru terlebih dahulu menerangkan kegiatan pembelajaran yang


67

akan dilakukan. Guru mengenalkan media papan flanel dengan

memperlihatkan ite-item yang digukan satu-persatu, selain itu juga diajarkan

cara penggunaan papan flanel. Anak diajak menghitung angka 1-10

selanjutnya guru mengajak anak untuk menghitung jumlah gambar, dengan

memberikan contoh guru menempelkan tiga buah wortel kemudian guru

menanyakan kepada anak berapa jumlah semua bunga yang ada di papan

setelah itu guru mengajak anak bersama-sama menghitung jumlah wortel dan

disampingnya ditempelkan angka 3. Setelah anak memahami cara bermain

guru memberikan kesempatan pada anak secara bergantian menjawab

pertanyaan yang ia berikan.

Hal ini senada dengan hasil wawancara kepada guru kelompok B di

Taman Kanak-kanak Kasih Bunda Kampung Kalipapan Kecamatan Negeri

Agung Kabupaten Way Kanan, bahwa saat melakukan kegiatan guru selalu

menerangkan terlebih dahulu kegiatan yang akan dilakukan dengan

memberikan contoh, kemudian guru melakukan tanya jawab dengan

menggunakan media papan flanel.


68

Dari hasil observasi dan wawancara maka dapat disimpulkan bahwa

guru telah menerangkan kegiatan dan memberikan kesempatan pada anak

dengan mengajukan pertanyaan pada saat kegiatan berlangsung, agar anak

dapat memahami kegiatan yang dilakukan dan agar mendapatkan hasil yang
69

maksimal dalam kegiatan mengembangkan kemampuan kognitif anak melalui

media papan flanel.

B. Pembahasan

Berkaitan dengan analisis data yang bersifat deskriptif, maka pada bagian ini

penelitian uraikan hasil observasi, wawancara dan dokumentasi dari upaya guru dam

Mengembangkan Kemampuan kognitif Anak melaui Media Papan Flanel di Taman

Kanak-kanak Kasih Bunda Kampung Kalipapan Kecamatan Negeri Agung

Kabupaten Way Kanan, bahwa guru telah: 1) Menentukan pokok kegiatan atau tema

yang disesuaikan dengan papan flanel dalam mengembangkan kemampuan kognitif

anak, 2) Memilih item dan menyiapkan item papan flanel sesuai dengan tema, 3)

Mengatur letak atau posisi papan flanel agar dapat terlihat dengan jelas, 4)

Menerangkan kegiatan untuk mengembangkan kemampuan kognitif anak dengan

menggunakan media papan flannel.

Guru dalam mengembangkan kemampuan kognitif telah melakukan

beberapa tahap diantaranya menentukan pokok kegiatan atau tema, kemudian

memilih item dan menyiapkan item yang sesuai dengan tema. Item yang digunakan

berupa angka, macam bentuk, gambar dan lain sebagainya. Hal ini dapat

mengembangkan kemampuan kognitif anak dengan melakukan kegiatan menghitung

dan menjumlah bentuk. Hal ini sependapat dengan pendapat Stanfield, potongan/item
70

digunakan dalam mengajarkan tentang (1) bentuk, ukuran, dan warna;(2)

korespondensi simbol suara-suara dan (3) angka dan konsep bilangan sederhana.95

Penataan letak atau posisi papan flanel oleh guru sudah dilakukan dengan

baik. Papan flanel diletakkan di depan sehingga anak dapat dengan mudah melihat

dengan jelas. Sedangkan dalam penataan posisi duduk peserta didik tidak diatur oleh

guru sehingga terkadang anak kurang jelas dalam memperhatikan guru yang sedang

menjelaskan kegiatan hal tersebut dikarenakan kurangnya persiapan dan kurangnya

keterampilan guru daam menggunakan media papan flanel. Seperti pendapat Soegeng

santoso, bahwa meja dan kursi disesuaikan dengan anak dan fleksibel penataannya.

Kadang meja dan kursi dapat digeser untuk memberikan kesempatan pada anak

berkelompok dengan siswa yang berbeda-beda.96

Anak usia 4-6 tahun masih sangat perlu arahan serta bimbingan dari orang

tua maupun guru disekolah seperti dalam kegiatan mengembangkan kemampuan

kognitif melalui media papan flanel, sebelumnya guru telah menerangkan dan

memberikan contoh terlebih dahulu kepada anak agar mempermudah anak dalam

memahami kegiatan yang dilakukan. Karena media papan flanel terdapat berbagai

macam gambar, bentuk, angka yang menarik sehingga memudahkan anak dalam

memahaminya. Hal ini sejalan dengan pendapat Bobby Ojose dalam teori Piaget

95
Jo M. Stanchfield, 1971, The Development Of Pre-Reading Skills In an Experimental
Kindergarten Program The Development Of Pre-Reading Skills In An Experimental Kindergarten
Program. [Link], h. 6-7.
96
Soegeng Santoso, Dasar-Dasar Pendidikan TK, (Jakarta: Universitas Terbuka), h. 7.15
71

bahwa, pada tahap pra-operasional perkembangan kognitif anak dengan

menggunakan simbol.97

Guru bukan hanya mempersiapkan kegiatan dan mengatur tata letak papan

flanel saja, tetapi guru juga harus dapat mengamati dan menilai setiap anak pada saat

melakukan kegiatan dengan menggunakan media papan flanel. karena secara individu

kemampuan yang dimiliki oleh masing-masing anak berbeda. Menurut Soegeng,

penilaian mengakui adanya perbedaan individual anak-anak dan memberikan

toleransi terhadap perbedaan gaya dan tingkatan belajar.98

Hal ini sejalan dengan pendapat Hansen, Kirstine, yang mengatakan bahwa,

apabila salah satu bentuk nyata untuk melihat perbedaan anak adalah dengan

memeriksa hasil pencapaian anak karena tingkat pencapaian anak berbeda-beda

sesuai dengan kemampuan anak.99

Dari kegiatan yang telah dilakukan oleh anak khususnya dalam

mengembangkan kemampuan kognitif melalui media papan flanel banyak sekali yang

didapatkan oleh anak bukan hanya dapat mengembangkan konsep bilangan saja akan

tetapi juga dapat pemahaman angka, pengukuran, dan penjumlahan hal ini sejalan

dengan pendapat Yuliani Nurani Sujiono, bahwa kegunaan dari papan flanel adalah

memperkenalkan konsep bilangan, menanamkan pengertian tentang banyak, sedikit,

sama banyak, alat untuk menanamkan pengertian penambahan dan pengurangan,

97
Bobby Ojose, Applying Piaget’s Theory of Cognitive Development to Mathematics
Intructions, Vol. 18, No. 1, 26-30, h. 27.
98
Ibid., Soegeng Santoso., h. 8.4
99
Hansen, Kirstine, The Relationship Between Teacher Perceptions of Pupi Attractiveness and
Academic Ability. British Educational Research Journal, V. 42. No.3.2016, h.37.
72

latihan membilang, mengenalkan lambang bilangan dan bercerita dengan papan

flanel.100

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti bahwa penggunaan

media papan flanel dapat mengembangkan kemampuan kognitif anak di Taman

Kanak-kanak Kasih Bunda Kampung Kalipapan Kecamatan Negeri Agung

Kabupaten Way Kanan.

100
Ibid, Yuliani Nurani Sujiono., h. 8.33.
73

BAB V

KESIMPULAN, SARAN DAN PENUTUP

A. Kesimpulan

Dari pembahasan dan hasil analisis data yang telah peneliti lakukan selama

satu bulan di Taman Kanak-kanak Kasih Bunda Kampung Kalipapan Kecamatan

Naegeri Agung Kabupaten Way Kanan dalam mengembangkan kemampuan kognitif

anak melalui media papan flanel belum dilaksanakan secara optimal.

Adapun yang dilakukan oleh guru dalam mengembangkan kemampuan

kognitif anak melalui media papan flanel, yaitu memilih tema dan kegiatan yang

akan dilakukan, memilih dan menyiapkan item papan flanel yang sesuai, mengatur

letak atau posisi papan flanel agar terlihat jelas oleh anak, dan mencontohkan

kegiatan yang akan dilakukan serta memberikan kesempatan pada anak untuk

mencoba. Dari kelima langkah pengembangan kemampuan kognitif anak melalui

media papan flanel ini hanya empat langkah yang dilakukan guru dan belum

dilakukan seluruhnya, hal tersebut dikarenakan kurangnya keterampilan guru dalam

menggunakan media papan flanel. Akan tetapi, keempat langkah penggunaan media

papan flanel dapat diterapkan pada anak usia dini dan dapat mengembangkan

kemampuan kognitif anak usia dini.

Dengan melakukan kegiatan menggunakan dan langkah-langkah yang sesuai

serta keterampilan dalam menggunakan papan flanel maka melalui penggunaan


74

media papan flanel ini dapat mengembangkan kemampuan kognitif, diantaranya

keterampilan dalam mengenal konsep bilangan, angka, pengukuran dan penjumlahan.

B. Saran

Setelah penulis kemukakan beberapa kesimpulan, maka disini penulis akan

memberikan beberapa saran yang mudah-mudahan bermanfaat dalam

mengembangkan kognitif anak melaui media papan flanel, sebagai berikut:

1. Guru sebaiknya dalam menggunakan media papan flanel dilakukan dengan

membagi anak dalam kelompok kecil, agar setiap anak mendapatkan

kesempatan yang sama saat kegiatan yang mengunakan papan flanel

berlangsung.

2. Guru sebaiknya menguasai terlebih dahulu materi/bahan ajar sebelum

mengajar yang bertujuan agar penggunaan media papan flanel dalam

mengembangkan kemampuan kognitif anak menjadi optimal.

3. Guru sebaiknya menggunakan berbagai metode bervariasi yang dapat menarik

minat anak dalam menggunakan media papan flanel sehingga saat kegiatan

berlangsung anak tidak merasa bosan dan kegiatan belajar menjadi

menyenangkan.

4. Kepala sekola hendaknya memberikan perhatian dengan menyediakan

berbagai alat permainan edukatif lainnya yang dapat membantu

mengembangkan kognitif anak.


75

C. Penutup

Dengan mengucap syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan

petunjuk dan inayahnya sehingga skripsi ini dapat diselesaikan dengan ketentuan

yang berlaku. Meskipun demikian penulis menyadari sepenuhnya bahwa dalam

pembahasan skripsi ini masih terdapat kekeliruan dan kekurangan. Oleh sebab itu

kritik dan saran yang membangun dari pembaca sangat penulis nantikan.

Semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi kita semua khususnya bagi orang

tua yang mengharapkan pendidikan anak-anaknya berhasil dengan baik, terutama

dalam meningkatkan rasa kepercayaan sebagai model awal dalam menghadapi

perkembangan dewasa ini. Atas kekhilafan dan keikhlasan penulis, mohon maaf dan

makhfiroh di hadapan Allah SWT.


76

DAFTAR PUSTAKA

Ali Mudlofir dan Evi Fatimatur R. 2016. Desain Pembelajaran Inovatif dari Teori ke
Praktik. Jakarta: Rajawali Pers.

Ani Tri Astuti. 2016. Peningkatan Kemampuan Penjumlahan Menggunakan Media


Papan Flanel Pada Anak Kelompok B1 Tk Aba Gading Lumbung. Jurnal
Pendidikan Anak Usia Dini Edisi 7 Tahun Ke-5.

Arief S. Sadiman, Dkk. 2012. Media Pendidikan: Pengertian, Pengembangan dan


Pemanfaatanya. Depok: Rajawali.

Azhar Arsyad. 2011. Media Pembelajara., Jakarta: Rajawali Pers.

Badru Zaman dan Cucu Eliyawati. 2010. Media Pembelajaran Anak Usia Dini.
Bandung: UPI.

_______. [Link] dan Sumber Belajar TK. Tangerang Selatan: Universitas


Terbuka.

Dharma Patria, Tomas Iriyanto. 2014. Penggunaan Media Papan Flanel Untuk
Meningkatkan Hasil Belajar Mengenal Bilangan 1 Sampai 10 Siswa Kelas I
[Link] P3LB, Volume 1, Nomor 2, Desember.

Eleanor Sautele, John Hattie, Daniel N. Arifin. Personality. 2015. Resielence, Self-
Regulation, an Cognitive Ability, Revelant to Teacher Selection. journal of
teacher education. vol. 40.

Emzir. 2011. Metode Penelitian Kualitatif. Jakarta: Rajawali Pres.

Gates, 1997, United States Patent [45] Sept.

Imam Gunawan. 2013. Metode Penelitian Kualitatif: Teori dan Praktik. Jakarta:Bumi
aksara.

Jo M. Stanchfield. [Link] Development Of Pre-Reading Skills In an Experimental


Kindergarten Program The Development Of Pre-Reading Skills In An
Experimental Kindergarten Program. Florida. Dec, H 6-7.

John W Santrock. [Link] Span Development-Perkembangan Masa Hidup. Jakarta:


Erlangga.
77

Komang Rahma Noviani, I Nyoman Wirya, Didith Pramunditya Ambara. 2014.


Penerapan Metode Demonstrasi Berbantuan Media Papan Flannel Untuk
Meningkatkan Kemampuan Bahasa Pada Anak. Jurnal PG-PAUD Universitas
Pendidikan Ganesha Vol. 2 No 1.

Komang Srianis, Ni Ketut Suarni, Putu Rahayu [Link] Metode


Bermain Puzzle Geometri Untuk Meningkatkan Perkembangan Kognitif Anak
Dalam Mengenal Bentuk. Jurnal Pg-Paud Universitas Pendidikan Ganesha.
Vol. 2 No 1.

Masitoh, dkk. 2011. Strategi Pembelajaran TK. Jakarta: Universitas Terbuka.

Mukthar Latif, dkk. 2013. Orientasi Baru Pendidikan Anak Usia Dini Teori dan
Aplikasi. Jakarta: Kencana.

Muh. Kholid N L, Sulthoni. [Link] Influence Of Smart Flanel Board Media


Toward The Ability Of Summation Numeracy Chilldren With Intellectual
[Link] P3lb, Volume 3, Nomor 2, Desember.

Musfiqon. [Link] Media Dan Sumber Pembelajaran. Jakarta: Prestasi


Pustaka.

Ni Made Dwi Wulandari, Ida Bagus Surya Manuaba, I Komang Ngurah Wiyasa.
2016. Penerapan Model Picture And Picture Berbantuan Papan Flannel Untuk
Meningkatkan Kemampuan Bahasa Anak Kelompok B2. Jurnal Pg-Paud
Universitas Pendidikan Ganesha, Vol.4, No. 1.

Ni Putu Erna Hartati, I Nyoman Wirya, Didith Pramunditya Ambara. 2014.


Penerapan Metode Bermain Berbantuan Media Magnet Untuk Meningkatkan
Kemampuan Kognitif Anak Di TK Santa Maria. Jurnal Pg-Paud Universitas
Pendidikan Ganesha Vol.2 No. 1.

Ni Wayan Misiyanti, Desak Putu Parmiti, I Nyoman WiryA. 2014. Penerapan


Metode Demonstrasi Berbantuan Media Konkret Melalui Kegiatan Kolase
Untuk Meningkatkan Perkembangan Motorik Halus. Jurnal Pg-Paud
Universitas Pendidikan Ganesha. Vol. 2 No 1.

Nurbiana Dhieni, dkk. 2011. Metode Pengembangan Bahasa. Jakarta: Universitas


Terbuka.

Nurhidayah, I Nyoman Wirya, Putu Rahayu Ujianti. [Link] Metode


Bercerita Berbantuan MediaPapan Flanel Untuk Meningkatkan
KemampuanBerbicara Di TK Kamila [Link] PAUDUniversitas
Pendidikan Ganesha Vol. 4 No. 2.
78

Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 58 Tahun 2009


Tentang Standar Pendidikan Anak Usia Dini.

Ramaikis Jawati. [Link] Kemampuan Kognitif Anak Melalui Permainan


Ludo Geometri Di Paud Habibul Ummi II. Jurusan Pendidikan Luar Sekolah
Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri [Link] Pls Vol. I,
No.1, April.

Ria Anggraeni. 2015. Upaya Meningkatkan Kemampuan Membaca Permulaan


Melalui Penggunaan Media Papan Flanel Pada Anak. Jurnal Pendidikan Guru
Paud Edisi 5 Tahun Ke-4.

Rini Priliantini Sugianto dan Deti Rostika. 2013. Upaya Meningkatkan Kemampuan
Kognitif Anak Dalam Pengenalan Konsep Bilangan Melalui Permainan Kartu
Angka Di Taman Kanak-kanak. PG-PAUD Cibiru Volume 1 Nomor 3 Oktober.

Saghir Ahmad, Abid Hussain Ch, Ayesha Batool, Khadiha Sittar, Misbah Malik.
[Link] and Cognitive Development Formal Operational Perspektif of
Piaget’s Theory. Journal of Education and Practice, Vol. 07, No. 28.

Siska Nopayana, Deti Rostika, Helmi Ismail. 2015. Upaya Meningkatkan


Pemahaman Konsep Bilangan Beserta Lambang Bilangan Pada Anak Melalui
Media Papan Flanel Modifikasi. Antologi UPI, Volume, Nomor, Juni.

Soegeng Santoso. 2011. Dasar-dasar Pendidikan TK. Jakarta: Universitas Terbuka.

Sugiyono. 2008. Memahami penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta.

Sulistyo, E.T., Sunarmi., &Widodo, J. 2011. Media Pendidikan Dan Pembelajaran


Kelas. Surakarta: UNS Press.

Sulistyo. 2011. Pengantar Ilmu Perpustakaan. Jakarta: Gramedia.

Usman dan Setiadi Purnimo Akbar. 2012. Metodologi Penelitian Sosial. Jakarta:
Bumi Aksara.

Yudrik Jahja. [Link] Perkembangan, Jakarta: Kencana.

Yuliani Nurani Sujiono, dkk. 2011. Metode Pengembangan Kognitif. Jakarta:


Universitas Terbuka.

Anda mungkin juga menyukai