Tinjauan Pustaka Pemasaran dan Manajemen
Tinjauan Pustaka Pemasaran dan Manajemen
2.1.1 Pemasaran
Pemasaran bukan hanya sekedar menjual produk saja, akan tetapi pemasaran juga
12
Sedangkan Menurut Kotler dan Amstrong diterjemahkan oleh Bob Sabran
pelanggan dan membangun hubungan yang kuat dengan pelanggan dengan tujuan
memuaskan kebutuhan pelanggan akan barang dan jasa. Selain itu, pemasaran
sebagai seni dan ilmu memilih pasar sasaran dan mendapatkan, menjaga, dan
13
Berdasarkan definisi diatas maka dapat disimpulkan bahwa manajemen
pemasaran merupakan sebagai seni ilmu pengetahuan untuk memeilih pasar dan
penyaluran barang dan jasa untuk menciptakan suatu added value bagi
perusahaan.
Bauran retail (retail mix) menurut Utami (2010:86) adalah pemasaran yang
promosi dan tata ruang, desain toko, lokasi toko, dan pengelolaan barang
dagangan.
promotion mix.
14
1. Produk
baik terhadap suatu toko apabila toko tersebut dapat menyediakan barang
yang dibutuhkan dan diinginkan oleh konsumen. Oleh karena itu, paritel
2. Harga
gambaran dan pengalaman bertansaksi. Tingkat harga pada suatu toko dapat
akan dijual aturan harga dalam bauran ritel, karakteristik barang dagangan,
terdapat tiga macam strategi hara yang pada umumnya digunakan sebagai
15
3. Promosi
produk yang dijual dari keuntngan dan manfaat yang diperolehnya. Para
dipasar. Ada tiga macam alat promosi yang sering digunakan oleh peritel,
yaitu:
Iklan
Penjualan langsung
Promosi penjualan
4. Pelayanan
pengiriman barang
16
penerimaan pesanan melalui telepon atau pos.
pelayanan antara toko satu dengan yang lain, sehingga dapat disimpulkan
5. Fasilitas Fisik
penting yang dapat lebih menonjolkan citra dari suatu toko yaitu arsitektur
yang baik, desain ekterior dan interior yang menarik, sumber daya manusia
yang memadai, penyediaan barang yang baik, lambang dan logo penepatan
lokasi toko, dan nama toko yang menarik perhatian. Nama toko berperan
dapat dijadikan pusat bisnis atau bukan dan bagaimana arus lalu lintasnya.
Arus lalu lintas mempengaruhi penepatan lokasi toko ritel karena dapat
berbelanja.
17
Lokasi toko
Desain toko. Desain dari sebuah toko dibagi kedalam dua bagian, yaitu:
a. Desain eksterior
Merupakan penampilan luar dari sebuah toko yang harus dapat menarik
b. Desain interior
6. Lokasi
Lokasi merupakan stuktur fisik dari sebuah toko yang merupakan komponen
utama yang terlihat dalam bentuk kesan sebuah toko yang dilakukan peritel
faktor utama dalam pemilihan toko oleh seorang konsumen, hal ini juga
mengurangi fleksibelitas masa depan ritel itu sendiri. Apakah ritel menyewa
18
permanen. Kedua, lokasi akan memengaruhi pertumbuhan ritel dimasa
depan, era yang dipilih haruslah mampu untuk tumbuh dari segi ekonomi
adalah kondisi sosio ekonomi sekitarnya, seperti arus lalu lintas, biaya
tersebut.
19
PRODUK
Keluasan dan Kedalaman
serta keragaman produk
PERSONALIA
Pelayanan pelanggan PROMOSI
dan penjualan Periklanan, publisitas dan
pribadi hubungan masyarakat
PASAR
SASARAN
LOKASI
PRESENTASI Site dan lokasi
perdagangan
Tata letak dan suasana
HARGA
Gambar 2.1
Bauran Ritel
Sumber: Utami (2010:90)
2.2 Produk
Menurut Kotler dan Armstrong yang di alih bahas oleh Bob Sabran
memberikan nilai bagi pelanggan sasaran. Penawaran ini menjadi dasar bagi
pelanggan.
20
Sedangkan menurut Kotler & Keller yang diterjemahkan oleh Bob Sabran
(2009:4) produk adalah segala sesuatu yang ditawarkan kepada pasar untuk
produk merupakan semua hal yang dapat di tawarkan kepada pasar untuk menarik
keberwujudan, dan kegunaan konsumen atau industri. Menurut Kotler dan Keller
sebagai berikut:
keberwujudan:
21
lama biasanya memerlukan penjualan personal dan jasa, menuntut margin
yang lebih tinggi, dan memerlukan garasi penjual yang lebih banyak.
3. Jasa (service)
Adalah produk yang tak berwujud, tidak dapat dipisahkan, bervasiasi, dan
1. Produk Konsumen
a. Produk konsumen (consumer product) adalah produk dan jasa yang di beli
menggolongkan produk dan jasa ini lebih jauh berdasarkan bagaimana cara
sehari-hari, produk belanja, produk khusus dan produk yang tak di cari.
permen, surat kabar, dan makanan cepat saji. Produk kebutuhan sehari-hari
c. Produk belanja (shopping product) adalah produk dan jasa konsumen yang
22
harga, dan gaya produk secara cermat. ketika membeli produk dan jasa
utama.
yang diinginkan.
e. Produk yang tak dicari (unsought product) adalah produk konsumen yang
keberadaan produk itu melalui iklan. Contoh : klasifikasi produk dan jasa
yang dikenal tetapi tak dicari adalah asuransi jiwa, jasa praperencanaan
pemakanan, dan donor darah untuk Palang Merah. Sesuai sifatnya, produk
tak dicari memerlukan banyak klan, penjualan pribadi, dan usaha pemasaran
lainnya.
23
2. Produk Industri (Industrial product)
merupakan produk yang di beli untuk pemrosesan lebih lanjut atau untuk
produk konsumen dan produk industri di dasarkan pasa tujuan untuk apa
produk itu dibeli. Tiga kelompok produk dan jasa industri meliputi :
a. Bahan dan suku cadang mencakup bahan mentah serta bahan dan suku
(2005:104), yaitu:
1. Atribut prodok
oleh atribut produk yaitu seperti mutu produk, sifat produk, dan rancangan
produk.
24
a. Mutu produk : kemampuan produk untuk melaksanakan fungsinya:
untuk
distribusikan.
yang sabar dalam jangka panjang, terutama untuk iklan, promosi, dan
kemasan.
3. pengemasan (packaging)
4. Pelabelan (labelling)
almunium oil. Pelabelan dapat dilakukan pula secara terpisah dari bahan
25
kertas atau bahan plastik yang ditempelkan pada konsumen produk yang
berikut:
1. Produk inti (Core product) adalah inti atau dasar yang sesungguhnya dari
produk yang ingin diperoleh atau didapatkan oleh seorang pembeli atau
26
2.2.4 Keragaman Produk
oleh bisnis ritel. Dengan adanya keragaman produk yang baik, perusahaan ritel
kualitas produk yang ditawarkan juga ketersediaan produk tersebut setiap saat
ditoko.
Sedangkan menurut Kotler dan Keller yang diterjmahkan oleh Bob Sabran
sekumpulan dari keseluruhan lini produk dan jenis produk yang ditawarkan oleh
Variety
27
Width or Breath
berbagaimacam produknya.
Depth
misalnya baju yang dijual di departemen store tidak hanya dari satu merek
Costistensy
Produk yang sudah sesuai dengan keinginan konsumen harus tetap dijaga
Balance
Harga suatu nilai yang dibuat untuk menjadi patokan nilai suatu barang,
Assauri (2011:223).
28
Menurut Kotler & Armstrong) yang diterjemahkan oleh Bob Sabran
(2008:345) harga adalah sejumlah uang yang ditagihkan atas suatu produk atau
jasa, atau jumlah dari nilai yang ditukarkan para pelanggan untuk memperoleh
Sabran (2009:67) harga adalah salah satu elemen bauran pemasaran yang
yang di tagihkan oleh suatu produk atau jasa sehingga harga merupakan unsur
penting dalam sebuah perusahaan di mana dengan adanya harga maka perusahan
akan mendapatkan income bagi keberlangsungan perusahaan, selain itu harga juga
menjadi alat proses pertukaran terhadap suatu barang atau jasa oleh konsumen.
1. Bagi Perekonomian
Harga produk mempengaruhi tingkat upah, sewa, bunga dan laba. Harga
29
modal dan kewirausahaan (penawaran). dan siapa yang akan membeli barang
2. Bagi Konsumen
dan kualitas. Selain itu persepsi konsumen terhadap kualitas produk jyga
3. Bagi Perusahaan
determinan utama bagi permintaan pasar atas produk yang bersngkutan, harga
setiap barang atau jasa yang dihasilkan memiliki jumlah tujuan dan sasaran yang
akan dicapai dari setiap kebijakan yang diambil. Adapun tujuan penetapan harga
30
5. Mencapai keuntungan yang ditargetkan.
6. Mempromosikan produk.
Strategi untuk menetapkan harga produk sering berubah ketika produk itu
menjadi bagian dari bauran produk. Menurut Kotler & Amstrong yang
diterjemhkan oleh Sabran ( 2009:6), terdapat lima situasi penetapan harga bauran
produk:
evaluasi pelanggan tentang berbagai fitur yang berbeda, dan harga pesaing.
masalah yang sulit. Perusahaan harus memutuskan barang mana yang akan di
Contohnya yaitu produk terkait seperti konsol game dan tinta printer. Produsen
produk utama sering menetapkan harga yang rendah untuk produk utama dan
31
4. Penetapan Harga Produk Sampingan
yang mungkin tidak akan di beli konsumen jika di jual terpisah, tetapi harga
1. Keterjangkauan Harga
jangkau oleh para konsumennya. Harga yang sesuai dan terjangkau tentunya
produk yang mereka hasilkan, misalnya jika harganya tinggi maka kualitas
produk yang diberikan pun memiliki kualitas yang tinggi sehingga konsumen
32
3. Daya Saing Harga
Manfaat produk yang dimiliki harus sesuai dengsn harga yang diberikan oleh
perusahaan terhadap produk mereka. Ada baiknya jika harga yang tinggi
mengenai konsep perilaku konsumen yang dikemukakan oleh para ahli berikut
sumber daya mereka yang tersedia (waktu, uang, usaha) guna membeli barang-
perasaan yang mereka alami serta tindakan yang mereka lakukan dalam proses
konsumsi.
33
Sedangkan menurut Kotler dan Keller yang diterjemahkan oleh Bob Sabran
barang, jasa, ide atau pengalaman untuk memuaskan kebutuhan dan keinginan
1. Faktor budaya
mejadi besar dan cukup makmur, para perusahaan sering merancang program
kadang-kadang bentuk sistem kasta dimana para anggota kasra yang berbeda
diasuh dengan mendapatkan peran tertntu dan mereka tidak dapat mengubah
minat dan perlilaku. Kelompok sosial tidak hanya ditentukan oleh suatu faktor
34
2. Faktor Sosial
Membership group ini terdiri dari dua yaitu primary groups (keluarga,
teman, tetangga dan rekan kerja) dan secondary groups yang lebih
b. Family Influence
telah memeriksa peran dan pengaruh suami, istri dan anak dalam
35
ditentukan berdasarkan peran dan statusnya. Dengan kata lain setiap
3. Faktor Persoanl
a. Economic Situation
b. Lifestyle
36
individu memiliki gambaran diri yang kompleks dan perilaku seseorang
Orang-orang mengubah barang dan jas yang sering dibeli dengan siklus
e. Occuption
yang datang ke tempat kerja, para eksekutif membeli makan siang dari
siangnya dari rumah atau membeli dari restoran cepat saji terdekat.
4. Faktor Psyhological
a. Motivation
biologis seperti lapar, haus dan rasa ketidk nyamanan. Kebutuhan yang
37
menjadi motof jika ia di dorong hingga mencapai level itensitas yang
seseorang betindak.
b. Learning
Oleh karena itu penting bagi perusahaan dalam merangsang minat beli agar
Menurut Kotler dan Keller yang dialih bahasakan oleh Bob Sabran,
38
Sedangkan menurut Schiffman dan Kanuk dialih bahaskan oleh Kasip
bahwa individu akan melakukan tindakan khusus atau perlilaku terhadap objek
suatu hal penting karena minat berhubungan dengan sikap seseorang dalam
2.5.2 Minat Beli Melalui Teori AIDA (Attention, Interest, Desire, Action)
Pemasaran dapat menggunakan model hirarki respon kognif, afektif , dan perilaku
39
Desire, Action) akan memperjelas konsep perubahan, sikap, dan perlikau dalam
berikut:
Perhatian
Tahap
Kesadaran Penerimaan
Kognitif
Pengetahuan ResponKognitif
Tahap
Preperensi
Afektif
Keinginan
Percobaan
Tahap
Gambar 2.2
Model Hierarki Responden
40
Sumber: Kotler dan Keller (2009:178)
Teori AIDA (Attention, Interest, Desire, and Action) merupakan suatu
pesan yang harus mendapatkan perhatian, menjadi keterkaitan, menjadi minat, dan
mengambil tindakan. Teori ini menyampaikan akan kualitas dari pesan yang baik.
Kognitif Perhatian
Afektif Minat
Keinginan
Perilaku Tindakan
Gambar 2.3
Hierarki Tanggapan Model AIDA
Sumber: Kotler dan Keller (2009:178)
41
2.5.3 Dimensi Minat Beli
Menurut Kotler dan Keller yang diterjemahkan oleh (2009 :178) terdapat
beberapa tahap yang harus di lewati oleh konsumen dalam melakukan pembelian,
yaitu:
a. Perhatian (Attention)
b. Ketertarikan (Interest)
c. Keinginan (Desire)
d. Tindakan (Action)
perusahaan.
Pada tahap ini calon konsumen yang telah mengunjungi perusahaan akan
tawarkan.
42
2.5.4 Hubungan Antara Variabel
Suatu produk tidak terlepas dari pengaruh suatu harga agar produk
mempunyai nilai jual sehingga menurut Kotler dan Keller (2009:23) perusahaan
harga bauran produk dibedakan menjadi penetapan harga feature pilihan dan
lepas dari melihat keragaman produk yang lengkap yang disediakan sehinggan
muncul terhadap minat beli konsumen menurut Hendra Fure (2013) keberagaman
terhadap minat beli. Produk dibeli oleh konsumen karena dapat memenuhi
kebutuhan tertentu atau memberi manfaat tertentu. Dalah hal ini keberagaman
produk dapat dilihat dari kategori produk yang tersedia di perusahaan retail atau
43
[Link] Hubungan Harga dengan Minat Beli
Secara umum harga sangat berperan penting dalam mentukan nilai dari
suatu produk yang akan di jual sehingga dapat mempengaruhi kepada minat beli
signifikan dan positif terhadap minat beli semakin tinggi harga, orang akan
belinya pada berbagai jenis barang atau jasa. (Dinawan 2010 :34) menjadikan
membeli suatu produk sekaligus dijadikan sebagai suatu indikator level of quality.
44
2.6 Peneliti Terdahulu
Lokasi,
Keberagaman Lokasi, Keberagaman
Produk, Harga, dan Produk, Harga, dan
Kualitas Pelayanan kualitas pelayanan secara
1. Fure, H Pengaruhnya 2013 bersama berpengaruh
Terhadap Minat Beli signifikan terhadap minar
Pada Pasar beli pada pasar tradisonal
Tradisional Bersehati Calaca.
Bersehati Calsaca.
Pengaruh Promosi Promosi berpengaruh
Muhammad dan Harga Terhadap positif terhadap minat beli.
Fakhru Minat Beli Harga berpengaruh positif
2. Rizky NST Perumahan Obama 2014 pada minat beli, Variabel
dan Hanifa PT. Nailah Adi promosi dan harga secara
Yasin Kurnia Sei Mencirin bersama-sama berpengaruh
Medan terhadap minat beli
Dari hasil penelitian ini
Pengaruh Harga dan didapatkkan variabel
Citra Suci Keragaman Produk Harga (X1) dan
3. 2015
Mantauv Terhadap Kepuasan Keragaman Produk (X2)
Konsumen berpengaruh signifikan
terhadap kepuasan (Y).
Sumber : Jurnal Penelitian Terdahulu
45
2.7 Kerangka Pemikiran
penting, karena pemasaran merupakan salah satu kegitan yang dilakukan untuk
Keragaman Produk dan (X2) Harga dengan Variabel (Y) yaitu minat beli.
dagangan merupakan merupakan daya tarik tersendiri bagi sebuah ritel. Yang
Harga merupakan salah satu bagian yang sangat penting dalam pemasaran
suatu produk karena harga adalahsatu dari empat bauran pemasaran atau
atau jasa. Perusahaan harus melihat kondisi-kondisi yang sedang terjadi baik itu
kondisi dari konsumen maupun dari perusahaan, Menurut Kotler dan Amstrong
(2008:278) yang diterjemahkan oleh Bob Sabran ada empat indikator yang
46
mencerminkan harga yaitu, keterjangkauan harga. Kesesuaian harga dengan
Dimensi yang kuat dapat digunakan sebagai dasar minat beli konsumen
Keller (2009:160) yang di alih bahasakan oleh Bob Sabran, minat beli merupakan
Dari uraian kerangka pemikiran, maka dapat disusun bagan kerangka berpikir
pada gambar:
47
MANAJEMEN
PEMASARAN
PERILAKU KONSUMEN
BAURAN RITEL
Budaya
\ - Produk Sosial
- Harga Personal
- Promosi Psyhological
- Layanan
- Fasilitas fisik lokasi Kotler dan Keller
(2009:166)
Utami (2010:90)
Minat Beli
Keluasan dan
kedalaman serta 1. Attention
keragaman produk 2. Interest
3. Desire
4. Action
KERAGAMAN HARGA
PRODUK
Kotler dan Keller
- Keterjangkauan Harga
DALAM RITEL (2009:179)
- Kesesuaian Harga
- Variety dengan Kualitas Produk
- Widh of Breadh - Daya Saing Harga
- Depth - Kesesuaian Harga
- Cosistency dengan Manfaat
Utami (2010:90)
Kotler dan Armstrong
(2009:278)
48
Gambar 2.4
Kerangka Pemikiran
KEBERAGAMAN PRODUK
(X1)
- Variety
- Width of Breath
- Depth
- Consistency MINAT BELI
1. Attention
2. Interest
3. Desire
HARGA
4. Action
(X2)
Kotler dan Keller (2008:178)
S- Keterjangkauan Harga
- Kesesuaian Harga dengan
Kualitas Produk
- Daya Saing Harga
- Kesesuaian Harga dengan
Manfaat
Gambar 2.5
Minat Beli
49
2.9 Hipotesis
dalam bentuk kalimat pernyataan. Jadi hipotesis juga dapat dinyatakan sebagai
Supermarket.
50