0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
10 tayangan6 halaman

Teknik Dasar Senam Irama

Senam irama adalah gerakan senam yang dilakukan dengan irama musik, melibatkan unsur keluwesan, kesinambungan gerakan, dan ketepatan irama. Senam ini dapat dilakukan dengan atau tanpa alat, dan merupakan cabang senam artistik yang dipertandingkan di tingkat internasional. Unsur penting dalam senam irama meliputi kelentukan, keseimbangan, dan kontinuitas gerakan untuk mencapai keindahan tubuh dan kebugaran.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
10 tayangan6 halaman

Teknik Dasar Senam Irama

Senam irama adalah gerakan senam yang dilakukan dengan irama musik, melibatkan unsur keluwesan, kesinambungan gerakan, dan ketepatan irama. Senam ini dapat dilakukan dengan atau tanpa alat, dan merupakan cabang senam artistik yang dipertandingkan di tingkat internasional. Unsur penting dalam senam irama meliputi kelentukan, keseimbangan, dan kontinuitas gerakan untuk mencapai keindahan tubuh dan kebugaran.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

SENAM IRAMA

Senam irama adalah gerakan senam ataupun gerakan bebas yang dibarengi dengan musik atau
nyanyian sesuai dengan irama yang mengikutinya. Adapun unsur-unsur yang terdapat dalam senam
irama meliputi: keluwesan, kesinambungan gerakan, dan ketepatan irama. Rangkaian senam irama
dapat dilakukan dengan cara berjalan, berlari, melompat, loncat, serta ayunan, dan putaran tangan.

Senam irama atau disebut juga senam ritmik adalah gerakan senam yang dilakukan dengan
irama musik, atau latihan bebas yang dilakukan secara berirama. Senam ritmik dapat dilakukan dengan
menggunakan alat ataupun tanpa alat. Alat yang sering digunakan adalah ganda, simpai, tongkat, bola,
pita dan topi.
Senam irama atau senam ritmik adalah salah satu cabang senam artistik dimana seorang atlet atau
sekelompok atlet senam mempertunjukkan koreografinya yang kental dengan nuansa akrobatik, balet
dan tari modern dengan atau tanpa alat bantu senam yang berupa bola (ball), pita (ribbon), tali (rope),
gada (club), dan simpai (hoop).
Senam irama ini merupakan senam yang dipertandingkan dalam olimpiade dan pertandingan senam
irama internasional, sementara itu senam aerobik misalnya, merupakan senam yang dilakukan untuk
sekedar menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh dimana dalam senam ini sekelompok peserta
melakukan gerakan senam dengan dipandu oleh seorang pemandu senam.

Unsur-unsur yang diperlukan dalam senam irama adalah :


1. Kelentukan
2. Keseimbangan
3. Keluwesan
4. Fleksibilitas
5. Kontinuitas
6. Ketepatan

Dengan irama kita perlu menguasai teknik gerakan pada senam irama agar mencapai gerakan
yang serasi dan bermanfaat bagi jasmani dan rohani. Hal ini sesuai dengan tujuan senam yaitu
membentuk keindahan tubuh, kebugaran dan kekuatan. Ada tiga hal yang harus ditekankan pada
senam irama, yaitu:
1. Ketepatan musik/irama
2. Kelentukan (fleksibilitas)
3. Kontinuitas gerakan

Gerakan Dasar Senam Irama


1. Gerakan Langkah Kaki
Gerakan langkah kaki meliputi sebagai berikut :

a. Langkah biasa (looppas)


Berdiri dengan sikap [Link] kaki kiri dan kedua lengan di samping
[Link] kaki kanan dan jatuhkan pada tumit, dilanjutkan melangkah dengan kaki kiri
[Link] gerakan melangkah biasa harus diperhatikan faktor-faktor sebagai berikut.

1) Kaki mengeper pada sendi lutut.


2) Gerakan dilakukan dengan rileks.
3) Gerakan disesuaikan dengan irama.

Gunakan irama 2/4 (dd), 3/4 (ddd), 4/4 (dddd) diambil sikap tegak, langkah kaki kiri, kedua lengan
lepas di samping badan. Pada bilangan “satu” langkahkan kaki kanan ke depan dengan meletakkan
tumit di depan telapak kaki kiri lalu baru ujung jari kaki yang terakhir. Bilangan “dua” ganti langkah kaki
[Link], di dalam melangkah lutut harus mengeper, tumit harus dijatuhkan.

b. Langkah rapat
Berdiri dengan sikap tegak. Langkahkan kaki kanan di depan kaki kiri. Kemudian, melangkahkan
kaki kiri di depan kaki kanan, dilanjutkan kedua kaki rapat. Langkah kaki rapat dilakukan dengan
hitungan 1 kanan, hitungan 2 kiri, dan hitungan 3 rapat.

Secara prinsip, sikap langkah jatuh pada tumit dengan ketentuan sebagai berikut.
1) Gerakan kaki mengeper pada lutut.
2) Dilakukan dengan rileks dan luwes.
3) Gerakan disesuaikan dengan irama.
c. Langkah keseimbangan (ballanspas)
Berdiri dengan sikap tegak. Hitungan satu, melangkahkan kaki kiri ke depan. Hitungan dua, kaki
kanan menyusul melangkah ke depan. Sebelum kaki kanan menapak (tumit masih terangkat) kaki kiri
mundur diikuti kaki kanan mundur merapat.

Secara prinsip, langkah ini dilakukan sebagai berikut:


1) Tidak ada saat berhenti;
2) Dilakukan dengan gerakan kaki mengeper;
3) Lebih tepat gunakan irama 3/4 atau 4/4.
4) Langkah depan (galoppas)

Sikap tegak anjur kiri. Pada hitungan 1, silangkan kaki kiri dimuka kaki kanan. Kraissprong dapat
pula dilakukan kebelakang. Langkah silang ini dilakukan dengan irama 2/4.

d. Langkah depan (galoppas)


1) Langkah ini diawali dengan posisi badan berdiri tegak.
2) Pada aba aba pertama kaki kiri diletakkan didepan kaki kanan.
3) Kemudian lakukan gerakan menyilang dibagian belakang dengan langkah irama 2/4.
4) Kemudian kaki kanan dalam posisi tegak dilangkahkan kedepan.
5) Kemudian diikuti dengan langkahan kaki kiri lalu kaki kanan lagi.
6) Gerakan tersebut dilakukan secara bergantian.

e. Langkah silang (kruispas)


1) Langkah ini diawali sikap badan berdiri.
2) Pada aba aba pertama kaki kiri diletakkan kedepan dengan posisi menyilang.
3) Pada aba aba kedua kaki kanan melangkah ke arah samping kanan. Pada jenis langkah ini
menggunakan ritme 2/4 atau dd.

2. Gerakan Ayunan Tangan


a. Ayunan satu lengan ke depan belakang
1) Sikap permulaan berdiri tegak, melangkah, kedua lengan lurus ke depan.
2) Hitungan 1: ayun lengan kiri ke belakang diikuti kedua lutut mengeper.
3) Hitungan 2: ayunkan kembali tangan kiri ke depan.
4) Hitungan 3-4: sama dengan hitungan 1 – 2 hanya dilakukan dengan tangan kanan.
5) Lakukan Pembelajaran ini 6 x 4 hitungan dengan irama 4/4

b. Ayunan satu lengan ke samping


1) Sikap permulaan berdiri tegak, ayunkan kedua lengan ke samping kanan
2) Hitungan 1: ayunkan lengan kiri dari depan ke samping kiri diikuti kedua lutut mengeper.
3) Hitungan 2: ayunkan kembali lengan kiri ke depan.
4) Hitungan 3-4, lengan kanan melakukan gerakan seperti tangan kiri pada hitungan 1 dan 2.

c. Ayunan Satu Lengan Ke Samping Bersamaan Dengan Memindahkan Berat Badan


1) Sikap permulaan berdiri tegak, ayunkan kedua lengan ke samping kanan.
2) Hitungan 1: ayunkan lengan kiri ke kiri.
3) Hitungan 2: ayunkan lengan kanan ke kiri bersamaan dengan memindahkan berat badan ke kiri
dan kedua lutut mengeper.
4) Hitungan 3: ayunkan lengan kanan kembali ke kanan.
5) Hitungan 4: ayunkan lengan kiri ke kanan bersamaan memindahkan berat badan ke kanan,
kedua lutut mengeper

d. Ayunan Dua Lengan Ke Depan Belakang


1) Sikap permulaan berdiri, kaki kiri melangkah, kedua lengan lurus ke depan.
2) Hitungan 1: ayunkan kedua lengan ke belakang.
3) Hitungan 2: ayunkan kembali ke depan.
4) Hitungan 3-4, putar kedua lengan melalui bawah di samping badan.
5) Hitungan 5,6,7,8: Pembelajaran sama dengan Pembelajaran 1,2,3,4, tetapi arahnya berlawanan.

e. Ayunan Dua Lengan Silang Di Depan Badan


1) Sikap permulaan tegakkan kaki kiri ke samping kiri, kedua tangan direntangkan.
2) Hitungan 1: ayunkan kedua lengan silang di depan badan.
3) Hitungan 2: ayunkan kedua lengan kembali.
4) Hitungan 3: ayunkan kedua lengan silang di belakang badan.
5) Hitungan 4: ayunkan kedua lengan kembali.
6) Hitungan 5,6,7,8, diulang gerakan hitungan 1,2,3, dan 4.
f. Variasi Gerakan Langkah Ke Depan dan Gerakan Tangan ke Atas
1) Sikap permulaan tegak, langkahkan kaki kiri, kedua lengan ke samping.
2) Hitungan 1: langkahkan kaki kiri ke depan, ayun kedua lengan lurus ke atas.
3) Hitungan 2: pindahkan berat badan ke belakang sambil membungkukkan badan ke depan, ujung
tangan ke bawah.
4) Hitungan 3: tegak kembali.
5) Hitungan 4: kaki kiri dirapatkan dan kedua lengan kembali ke sikap semula.
6) Hitungan 5,6,7, dan 8 sama hanya ganti kaki kiri.

3. Kombinasi Gerakan Langkah Kaki dan Gerakan Ayunan Lengan


a. Gerakan Ayunan Satu Lengan Ke Belakang dan Ke Depan
1) Sikap awal
Berdiri tegak, langkahkan kaki kiri menyilang bergantian dan kedua lengan lurus ke depan.
2) Gerakannya
a) Hitungan 1 : Lengan kiri diayunkan kebelakang
b) Hitungan 2 : Lengan kiri diayunkan ke depan.
c) Hitungan 3 : Lengan kanan diayunkan ke belakang.
d) Hitungan 4 : Lengan kanan diayunkan ke depan
e) Pandangan selalu mengikuti ayunan lengan.
3) Sikap akhir
Kembali ke sikap semula.

b. Gerakan Ayunan Dua Lengan ke Belakang dan ke Depan.


1) Sikap awal
Berdiri tegak, langkahkan kaki kiri, dan kedua lengan lurus ke depan.
2) Gerakannya
a) Hitungan 1 : Kedua lengan diayunkan ke belakang samping kiri.
b) Hitungan 2 : Kedua lengan diayunkan kembali ke depan..
c) Hitungan 3 : Kedua lengan diayunkan ke belakang samping kanan.
d) Hitungan 4 : Kedua lengan diayunkan kembali ke depan.
e) Pandangan selalu mengikuti ayunan lengan.
3) Sikap akhir
Kembali ke sikap semula.

c. Gerakan Ayunan Lengan Silang dan Rentang di Depan Badan


1) Sikap awal
Berdiri tegak, langkahkan kaki kiri, dan kedua lengan direntangkan.
2) Gerakannya
1) Hitungan 1 : Kedua lengan disilangkan di depan dada.
2) Hitungan 2 : Kedua lengan terentang setinggi bahu.
3) Hitungan 3 : Arahkan pandangan ke bahu kanan secara bergantian.
3) Sikap akhir
Kembali ke sikap semula.

d. Gerakan Ayunan Lengan Melingkar Di Atas Kepala


1) Sikap awal
Berdiri tegak, langkahkan kaki kiri, dan kedua lengan lurus ke depan.
2) Gerakannya
a) Hitungan 1 : Kedua lengan diayunkan ke kanan melingkar ke dalam satu lingkaran di atas
kepala.
b) Hitungan 2 : Berdiri tegak, langkahkan kaki kanan dan kedua lengan lurus ke depan.
c) Hitungan 3 : Kedua lengan diayunkan ke kiri melingkar ke dalam satu lingkaran di atas kepala.
d) Hitungan 4 : Berdiri tegak, langkahkan kaki kiri dan kedua lengan lurus ke depan.
3) Sikap akhir
Kembali ke sikap semula.

e. Gerakan Ayunan Satu Lengan Horizontal ke Kiri dan ke Kanan


1) Sikap awal
Berdiri tegak, langkahkan kaki kiri, dan kedua lengan direntangkan
2) Gerakannya
a) Hitungan 1 : Lengan kiri diayun ke kanan di depan badan.
b) Hitungan 2 : Lengan kiri diayun ke kiri (sikap semula).
c) Hitungan 3 : Lengan kanan diayun ke kiri di depan badan.
d) Hitungan 4 : Lengan kanan diayun ke kanan (sikap semula)
e) Setiap ayunan diikuti dorongan panggul.
2) Sikap akhir
Kembali ke sikap semula.

f. Gerakan Ayunan Kedua Lengan Ditarik Ke Dada Dan Didorong Ke Depan


1) Sikap awal
Berdiri tegak, langkahkan kaki kiri, dan kedua lengan lurus ke depan.
2) Gerakannya
a) Hitungan 1 : Kedua lengan diluruskan di depan dada.
b) Hitungan 2 : Kedua lengan ditarik di depan dada.
c) Hitungan 3 : Kedua lengan didorong ke depan (sikap semula)
d) Setiap ayunan diikuti dorongan panggul.
3) Sikap akhir
Kembali ke sikap semula.

g. Gerakan Ayunan Dua Tangan Setinggi Bahu


1) Sikap awal
Berdiri tegak, langkahkan kaki kiri ke samping kiri dan kedua lengan lurus ke samping kanan.
2) Gerakannya
a) Hitungan 1 : Kedua lengan diayunkan ke kiri.
b) Hitungan 2 : Kedua lengan diayunkan ke kanan.
c) Hitungan 3 : Kedua lengan diayun melingkar satu lingkaran ke kiri di atas kepala.
d) Hitungan 4 : Kedua lengan lurus ke samping kiri.
e) Setiap gerakan ini diulang, ayunan lengan dari samping kiri.
3) Sikap akhir
Kembali ke sikap semula

h. Gerakan Ayunan Satu Lengan Ke Kaki Kanan dan Kiri Secara Bergantian
1) Sikap awal
Berdiri tegak, langkahkan kaki kiri ke samping kiri dan kedua tangan direntangkan.
2) Gerakannya
a) Hitungan 1 : Tangan kanan diayun menyentuh ujung kaki kiri dan badan membungkuk.
b) Hitungan 2 : Tangan kembali diayun ke sikap semula.
c) Gerakan dilakukan bergantian dengan tangan kiri.
3) Sikap akhir
Kembali ke sikap semula.

Senam Irama Dengan Alat


Sesuai dengan laju dan perkembangan cabang-cabang olahraga, begitu pula dengan cabang
olahraga senam irama, dulu disebut Rhytmic Gymnastics (senam irama) pada masa sekarang disebut
modern Rhytmic Gymnastics. Pada senam irama modern ini selain mempertandingkan rangkaian
Senam Irama Modern tanpa alat tangan, alat lima alat yang dipertandingkan baik secara perorangan
maupun secara beregu. Alat tersebut terdiri atas: bola (balls), tali (ropes), simpai (hoops), pita (ribbons)
dan gada (clubs).
Kelima permainan itu boleh dimainkan secara perorangan dan boleh secara [Link] alat
mempunyai karakteristik masing-masing.

Bola (balls)
Ukuran bola tidak terlalu besar juga tidak terlalu kecil, asal dapat dipegang oleh jari-jari tangan
dan dapat dikuasai agar tidak mudah jatuh. Bola boleh terbuat dari karet atau plastik. Kompetisi berat
bola 400gr, lingkarannya 18-20 cm.
Cara memainkannya: Bola boleh dilempar ke atas kemudian ditangkap lagi, boleh digelundungkan baik
di lantai maupun pada tubuh si pesenam sendiri.

Tali (ropes)
Tali seluruhnya terbuat dari bahan yang halus, tidak ada tempat memegang yang [Link]
tali disesuaikan dengan tinggi pesenam itu sendiri. Cara mengukurnya, tengah-tengah tali diinjak oleh
salah satu kaki si pesenam kedua ujung tali dipegang oleh tangan kiri dan kanan kemudian ujung tali
yang dipegang diletakkan di depan bahu.
Cara memainkannya: Tali dipegang ujungnya baik satu tangan maupun oleh kedua tangan. Tali
bebas untuk dimainkan, boleh dilewatkan ke atas kepala atau ke bawah telapak kaki sambil loncat,
boleh di lempar ke atas, yang penting tali itu tetap dikuasai dan dimainkan selama waktu rangkaian yang
sudah ditentukan.
Simpai (hoops)
Boleh dibuat dari kayu atau plastik ataupun dari bahan [Link] sebuah simpai tidak lebih
dari 300 gram, warnanya bebas boleh putih, kuning atau warna campuran (belang-belang). . tidak
termaksud tongkat untuk orang dewasa diameter atau garis tengahnya. 80-90 cm diukur dari sebelah
dalam.
Cara memainkannya: Dalam penampilan simpai boleh dipegang oleh satu tangan ataupun dua
tangan. Sebelum dapat memainkan simpai dengan baik harus dikuasai macam-macam cara
pegangnya. Misalnya: Reguler grip, Reserve grip, Inside grip, Outsite grip dan mixed grip. Simpai boleh
dilempar, boleh digelundungkan, menurut teknik dan peraturan-peraturan yang berlaku.

Pita (ribbons)
Terbuat dari bahan yang halus seperti kain saten. Panjang pita 6 meter tidak termaksud tongkat
(stick) untuk [Link] pita termaksud tongkat (stick) untuk pegangan 35 [Link] untuk
pegangan terbuat dari kayu, bamboo atau bahan lain, misalnya fiber glass. Panjang stick 50-60 cm.
Diameter stick 1 [Link], memutar, mempuat angka delapan, berbelit-belit seperti ular, spiral dan
macam-macam lemparan.

Gada (clubs)
Terbuat dari kayu atau bahan plastik, bentuk gada hampir sama dengan botol. Panjang gada 40-
50 cm. Berat gada 150 gram.
Latihan dengan gada: Mengayun, memutar, memukul, melempar dan menangkap.
Dari kelima alat masing-masing di dalam melakukan rangkaian diiringi music. Lapangan yang
dipergunakan untuk suatu rangkaian senam irama ialah lantai yang ditutup oleh matras yang berukuran
12 X 12 cm.

Prinsip Gerakan-Gerakan Dalam Senam Irama


Karena sifat tekanan seperti hal-hal tersebut di atas itu lebih banyak dimiliki oleh putri, maka
senam irama umumnya dilakukan oleh putri.

1. Irama
Pada dasarnya irama telah dikenal oleh mahasiswa semasa di Sekolah Menengah Pertama maupun
di sekolah Menengah Atas, misalnya irama: 2/3, 3/4, 4/4 dan sebagainya.

2. Kelentukan tubuh dalam gerakan (flexibilitas).


Prinsip kelentukan dalam gerakan akan diperoleh berkat latihan yang tekun dan akan makan waktu
yang cukup lama.

3. Kontinuitas Gerakan
Kontinuitas gerakan akan diperoleh dari rangkaian gerak-gerak senam yang telah disusun dalam
bentuk rangkaian yang siap ditampilkan. Ini membutuhkan latihan yang tekun dan cukup [Link]
demi terciptanya keserasian dalam gerak irama harus dikuasai secara matang.

Komponen Kesegaran Jasmani Dalam Senam


Komponen-Komponen Kesegaran Jasmani Yang Terdapat Dalam Senam Kesegaran jasmani
pada hakekatnya bukan sesuatu keadaan yang berdiri sendir, melainkan lebih merupakan perpaduan
dari beberapa [Link] atau membeda-bedakan komponen-komponen itu saaatu sama
lain hanya mungkin dalam perbincangan teori, karena selalu saja ada bagian-bagian yang tak dapat
dipisahkan. Ada empat komponen dasar yang mutlak diperlukan dalam memelihara dan meningkatkan
kesegaran jasmani serta sikap tubuh yang baik yaitu kekuatan otot, kelentukan, daya tahan dan
[Link] komponen dasar tersebut dapat dilakukan melalui kegiatan senam.

1. Kekuatan otot
Kekuatan otot yang dalam bahasa Inggris disebut “Muscular Streengght” merupakan
komponen dasar yang penting dalam menyelesaikan tugas-tugas fisik yang memerlukan pengerahan
tenaga. Kekuatan ialah kemampuan mengerahkan tenaga dalam melawan bebanatau tahanan. Otot-
otot yang kurang diberi pekerjaan atau kurang terlatih cendrung menjadi lemah, kendor, kurang
tenaga. Namun dengan latihan dan kerja yang teratur dan berkesinambungan maka otot-otot akan
menjadi kuat.
Dengan senam yang direncanakan kekuatan dapat dikembangkan serta tegangan otot
diperbaiki. Kekuatan penting dalam kegiatan manusia, selain itu juga untuk memelihara bentuk tubuh
dan sikap yang baik. Namun perlu diingat bahwa tidak setiap pekerjaan memerlukan kekuatan otot
yang sama. Karena itu tidak sepatutnya kita berharap agar setiap orang memiliki kekkuatan yang
sesuai dengan jenis [Link]-pola kegiatan yang menggunakan kekuatan otot contohnya
ialah menari beban seperti pada tarik tambang atau menarik pedati, mendorong benda berat,
menjinjing dan menjunjung.
Pola kegiatan lain yang menggunakan kekuatan yang dipadukan dengan kecepatan, contohnya
menendang bola dengan keras. Perpaduan kekuatan dan kecepatan disebut “power” memang
peranan penting dalam keterampilan [Link]-otot terdiri atas sejumlah fibrin (serabut otot)
yang secara genetis jumlahnya tidak ssama bagi setiap [Link] fibril yang lebih banyak
mempunyai potensi fungsional lebih tinggi dari yang [Link] dapat lebih kuat, bila sama-sama
[Link] yang terlatih menjadi lebih besar, fibril-fibril lebih gemuk dan menjadi lebih [Link]
otot ada hubungannya dengan kekuatan dan daya tahannya.

2. Kelentukan
Kelentukan ialah derajat kemampuan gerak pada berbagai persendiaan atau beberapa
[Link] gerakan melipat siku hanya bekerja satu persendiaanyaitu persendian
[Link] pada gerakan membungkuk yang bekerja adalah sejumlah persendiaan, yaitu tulang-
tulang leher, punggung, pinggang.
Kelentukan merupakan syarat mutlak untuk mengerahkan kekuatan dengan derajat kemungkinan
gerak penus secara efisien. Sebagai contoh misalnya gerakan mengambil bola (cock) rendah dekat
net pada permainan bulu tangkis, di mana pemain harus melangkahkan kaki secara penuh sambil
menyodorkan tangan ke depan. Walaupun pada gerakan ini kekuatan dan kecepatan bekerja, tetapi
peranan kelentukan sangat menentukan.

3. Daya tahan
Daya tahan sering diberi batasan sebagai kemampuan secara jasmaniah seseorang untuk
melakukan suatu pekerjaan tertentu dalam waktu yang cukup panjang tanpa sesudahnya mengalami
kelelahan yang berlebihan, dalam arti pulih dalam waktu yang wajar. Daya tahan adalah kemampuan
menunda kelelahan yang akan menyertai kerja fisik. Batasan ini sebenarnya sama pengertiannya
dengan yang terdahulu.
Daya tahan ada bermacam-macam seperti daya tahan mengetik selama lima jam dalam sehari,
seharian mendaki bukit, berlari satu setengah kilo meter dan lain-lain. Namun demikian daya tahan
itu secara praktis menyangkut kemampuan kerja sistem cardio vascular respiratory (sistem
peredaran darah dan pernafasan) yang disebut juga ergosistem sekunder.

4. Daya tahan otot


Daya tahan otot ialah daya tahan setempat (lokal) pada otot yang bekerja untuk sesuatu
[Link] tahan otot bergantung pada dua hal yaitu kekuatan otot dan pengerahan (suplai)
darah terhadap kelompok-kelompok otot [Link]-otot dengan kekuatan yang lebih besar
mempunyai daya tahan yang lebih besar pula. Dengan kata lain yang lebih kuat kerjanya lebih
efisien dan kelelahan dikurangi. Sebagai contoh misalnya seseorang yang tangannya berotot kuat
akan dapat melakukan gerakan push up lebih banyak jumlahnya dibandingkan dengan berotot
kurang kuat.

5. Daya tahan cardio vascular respiratory


Daya tahan ini menyangkut kemampuan tubuh untuk mengerahkan daerah yang mengandung O2
dan nutrisi kejaringan tubuh yang aktif, serta menyangkut sisa-sisa metabolism kea lat-alat
[Link] semua berhubungan dengan kekuatan dan tonus (tegangan) [Link] paru-
paru, peredaran darah dan mobilisasi cadangan energi dalam menghadapi tekanan yaitu latihan
jasmani dan kerja. Jantung adalah otot seperti otot-otot yang lain bila terlatih menjadi lebih kuat
dansebagai akibatnya dapat memompa darah lebih banyak, dengan demikian maka denyut nadi
lebih tenang.
Jantung yang lebih kuat lebih cepat bereaksi terhadap kegiatan jasmani yang meningkat, tetapi juga
lebih cepat menurun kea rah normal [Link] daya tahan cardio vascular respiratory
selain memperkuat jantung yang berarti melancarkan peredaran darah juga mempengaruhi
kapasitas vital yaitu jumlah O2 yang dapat diambil oleh paru-paru pada saat bernafas, sehingga
tarikan nafas pada saat istirahat tidak dalam.

6. Relaksasi
Komponen keempat dari pada kesegaran jasmani adalah relaksasi. Komponen ini sebenarnya
bersifat jasmaniah dan rohaniah. Secara jasmaniah maka relaksasi adalah kemampuan melepaskan
ketegangan yang berlebihan pada saraf otot. Ketegangan yang berlebihan pada saraf dan otot dapat
disembuhkan dengan berolahraga yang mengandung unsur [Link] dan otot harus berada
dalam tegangan yang optimal.

Anda mungkin juga menyukai