70 RUMUS RASIO
Nama : Anisa Melyana Pratama
NIM : 030223047
Kelas : Reguler 02
Mata Kuliah : Pengantar Manajemen Keuangan
Jurusan : Manajemen Semester 04
I. Rasio Likuiditas (Liquidity Ratios)
Rasio ini mengukur kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban jangka
pendeknya (kurang dari satu tahun).
1) Current Ratio (Rasio Lancar)
𝐴𝐾𝑇𝐼𝑉𝐴 𝐿𝐴𝑁𝐶𝐴𝑅
Rumus : 𝐾𝐸𝑊𝐴𝐽𝐼𝐵𝐴𝑁 𝐿𝐴𝑁𝐶𝐴𝑅
Tujuan: Mengukur kemampuan perusahaan membayar utang jangka pendek
dengan aset lancarnya.
Dipengaruhi oleh: Perubahan nilai kas, setara kas, piutang usaha, persediaan, dan
utang jangka pendek.
Mempengaruhi: Kepercayaan kreditor jangka pendek, kemampuan operasional
sehari-hari, dan fleksibilitas keuangan jangka pendek.
2) Quick Ratio / Acid-Test Ratio (Rasio Cepat)
𝐴𝑘𝑡𝑖𝑣𝑎 𝐿𝑎𝑛𝑐𝑎𝑟−𝑃𝑒𝑟𝑠𝑒𝑑𝑖𝑎𝑎𝑛
Rumus : 𝑘𝑒𝑤𝑎𝑗𝑖𝑏𝑎𝑛 𝑙𝑎𝑛𝑐𝑎𝑟
Tujuan: Mengukur kemampuan perusahaan membayar utang jangka pendek
tanpa mengandalkan penjualan persediaan.
Dipengaruhi oleh: Perubahan nilai kas, setara kas, piutang usaha, dan utang
jangka pendek.
Mempengaruhi: Kepercayaan kreditor jangka pendek (lebih konservatif dari
current ratio), dan gambaran likuiditas yang lebih riil.
1
3) Cash Ratio (Rasio Kas)
𝐾𝑎𝑠 𝑑𝑎𝑛 𝑆𝑒𝑡𝑎𝑟𝑎 𝐾𝑎𝑠
Rumus: 𝐾𝑒𝑤𝑎𝑗𝑖𝑏𝑎𝑛 𝐿𝑎𝑛𝑐𝑎𝑟
Tujuan: Mengukur kemampuan perusahaan membayar utang jangka pendek
dengan kas dan setara kas yang paling likuid.
Dipengaruhi oleh: Perubahan nilai kas, setara kas, dan utang jangka pendek.
Mempengaruhi: Tingkat keamanan finansial jangka pendek yang sangat
konservatif.
4) Operating Cash Flow Ratio (Rasio Arus Kas Operasi terhadap Kewajiban
Lancar)
𝐴𝑟𝑢𝑠 𝐾𝑎𝑠 𝑂𝑝𝑒𝑟𝑎𝑠𝑖
Rumus : 𝐾𝑒𝑤𝑎𝑗𝑖𝑏𝑎𝑛 𝐿𝑎𝑛𝑐𝑎𝑟
Tujuan: Mengukur kemampuan perusahaan membayar utang jangka pendek
dengan kas yang dihasilkan dari operasi bisnis utama.
Dipengaruhi oleh: Profitabilitas, efisiensi pengelolaan modal kerja, dan waktu
pembayaran utang.
Mempengaruhi: Kepercayaan kreditor, keberlanjutan pembayaran utang jangka
pendek, dan kesehatan finansial operasional.
5) Interval Measure (Ukuran Interval)
𝐴𝑘𝑡𝑖𝑣𝑎 𝐿𝑎𝑛𝑐𝑎𝑟−𝑃𝑒𝑟𝑠𝑒𝑑𝑖𝑎𝑎𝑛
Rumus : 𝑃𝑒𝑛𝑔𝑒𝑙𝑢𝑎𝑟𝑎𝑛 𝐻𝑎𝑟𝑖𝑎𝑛 𝑅𝑎𝑡𝑎−𝑅𝑎𝑡𝑎 𝑂𝑝𝑒𝑟𝑎𝑠𝑖𝑜𝑛𝑎𝑙
Tujuan: Mengukur berapa hari perusahaan dapat beroperasi dengan aktiva
lancarnya tanpa menghasilkan pendapatan baru.
Dipengaruhi oleh: Tingkat aktiva lancar dan efisiensi pengendalian biaya
operasional.
Mempengaruhi: Tingkat ketahanan finansial jangka pendek perusahaan dalam
menghadapi gangguan operasional.
2
II. Rasio Solvabilitas (Solvency Ratios)
Rasio ini mengukur kemampuan perusahaan untuk memenuhi semua kewajibannya,
baik jangka pendek maupun jangka panjang.
6) Debt to Assets Ratio (Rasio Utang terhadap Total Aset)
𝑇𝑂𝑇𝐴𝐿 𝑈𝑇𝐴𝑁𝐺
Rumus : 𝑇𝑂𝑇𝐴𝐿 𝐴𝑆𝐸𝑇
Tujuan: Mengukur proporsi aset perusahaan yang didanai oleh utang.
Dipengaruhi oleh: Perubahan total utang dan total aset perusahaan.
Mempengaruhi: Tingkat risiko keuangan perusahaan, kemampuan untuk
mendapatkan pinjaman tambahan, dan fleksibilitas keuangan jangka panjang.
7) Debt to Equity Ratio (Rasio Utang terhadap Ekuitas)
𝑇𝑂𝑇𝐴𝐿 𝑈𝑇𝐴𝑁𝐺
Rumus : 𝑇𝑂𝑇𝐴𝐿 𝐸𝐾𝑈𝐼𝑇𝐴𝑆
Tujuan: Mengukur proporsi pendanaan perusahaan yang berasal dari utang
dibandingkan dengan ekuitas pemegang saham.
Dipengaruhi oleh: Perubahan total utang dan total ekuitas perusahaan.
Mempengaruhi: Tingkat risiko keuangan perusahaan (semakin tinggi rasio,
semakin tinggi risiko), dan struktur modal perusahaan.
8) Equity Multiplier / Financial Leverage (Pengganda Ekuitas / Leverage
Keuangan)
𝑇𝑂𝑇𝐴𝐿 𝐴𝑆𝐸𝑇
Rumus : Atau 1 + Debt to Equity Ratio
𝑇𝑂𝑇𝐴𝐿 𝐸𝐾𝑈𝐼𝑇𝐴𝑆
Tujuan: Mengukur seberapa besar aset perusahaan didanai oleh ekuitas. Semakin
tinggi rasionya, semakin besar penggunaan utang untuk mendanai aset.
Dipengaruhi oleh: Perubahan total aset dan total ekuitas perusahaan.
Mempengaruhi: Tingkat risiko keuangan dan potensi pengembalian investasi
(leverage yang tinggi dapat memperbesar keuntungan atau kerugian).
9) Times Interest Earned (TIE) Ratio (Rasio Kali Pendapatan Bunga)
𝐿𝐴𝐵𝐴 𝑆𝐸𝐵𝐸𝐿𝑈𝑀 𝐵𝑈𝑁𝐺𝐴 𝐷𝐴𝑁 𝑃𝐴𝐽𝐴𝐾 (𝐸𝐵𝐼𝑇)
Rumus : 𝐵𝐸𝐵𝐴𝑁 𝐵𝑈𝑁𝐺𝐴
3
Tujuan: Mengukur kemampuan perusahaan untuk membayar beban bunga dari
laba operasinya.
Dipengaruhi oleh: Perubahan laba operasi dan beban bunga.
Mempengaruhi: Kepercayaan kreditor (terutama pemegang obligasi), dan
kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban bunga.
10) Fixed Charge Coverage Ratio (Rasio Cakupan Beban Tetap)
𝐸𝐵𝐼𝑇+𝐵𝐸𝐵𝐴𝑁 𝑆𝐸𝑊𝐴
Rumus : 𝐵𝐸𝐵𝐴𝑁 𝐵𝑈𝑁𝐺𝐴+𝐵𝐸𝐵𝐴𝑁 𝑆𝐸𝑊𝐴
Tujuan: Mengukur kemampuan perusahaan untuk membayar beban tetapnya,
termasuk bunga dan sewa.
Dipengaruhi oleh: Perubahan laba operasi, beban bunga, dan beban sewa.
Mempengaruhi: Kepercayaan kreditor dan kemampuan perusahaan untuk
memenuhi seluruh kewajiban tetapnya.
11) Debt Service Coverage Ratio (DSCR) (Rasio Cakupan Layanan Utang)
𝐿𝐴𝐵𝐴 𝐵𝐸𝑅𝑆𝐼𝐻+𝐵𝐸𝐵𝐴𝑁 𝐵𝑈𝑁𝐺𝐴+𝐷𝐸𝑃𝑅𝐸𝑆𝐼𝐴𝑆𝐼
Rumus : 𝑃𝐸𝑀𝐵𝐴𝑌𝐴𝑅𝐴𝑁 𝑃𝑂𝐾𝑂𝐾 𝑈𝑇𝐴𝑁𝐺+𝑃𝐸𝑀𝐵𝐴𝑌𝐴𝑅𝐴𝑁 𝐵𝑈𝑁𝐺𝐴
Tujuan: Mengukur kemampuan perusahaan untuk membayar seluruh kewajiban
utangnya (pokok dan bunga) dari laba operasinya.
Dipengaruhi oleh: Laba bersih, beban bunga, depresiasi, pembayaran pokok
utang, dan pembayaran bunga.
Mempengaruhi: Kepercayaan kreditor dan kemampuan perusahaan untuk
melunasi utangnya secara keseluruhan.
III. Rasio Profitabilitas (Profitability Ratios)
Rasio ini mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan keuntungan.
12) Gross Profit Margin (Marjin Laba Kotor)
𝐿𝐴𝐵𝐴 𝐾𝑂𝑇𝑂𝑅
Rumus : 𝑃𝐸𝑁𝐷𝐴𝑃𝐴𝑇𝐴𝑁 𝑃𝐸𝑁𝐽𝑈𝐴𝐿𝐴𝑁
Tujuan: Mengukur persentase laba kotor terhadap pendapatan penjualan,
menunjukkan efisiensi dalam mengelola biaya pokok penjualan.
Dipengaruhi oleh: Harga jual, biaya pokok penjualan, dan volume penjualan.
4
Mempengaruhi: Laba bersih, kemampuan menutup biaya operasi, dan daya saing
harga.
13) Operating Profit Margin (Marjin Laba Operasi)
𝐿𝐴𝐵𝐴 𝑂𝑃𝐸𝑅𝐴𝑆𝐼 ( 𝐸𝐵𝐼𝑇)
Rumus :
𝑃𝐸𝑁𝐷𝐴𝑃𝐴𝑇𝐴𝑁 𝑃𝐸𝑁𝐽𝑈𝐴𝐿𝐴𝑁
Tujuan: Mengukur persentase laba operasi terhadap pendapatan penjualan,
menunjukkan efisiensi dalam mengelola biaya operasional.
Dipengaruhi oleh: Harga jual, biaya pokok penjualan, biaya operasional, dan
volume penjualan.
Mempengaruhi: Laba bersih, kemampuan membayar beban bunga dan pajak, dan
efisiensi operasional inti.
14) Net Profit Margin (Marjin Laba Bersih)
𝐿𝐴𝐵𝐴 𝐵𝐸𝑅𝑆𝐼𝐻
Rumus : 𝑃𝐸𝑁𝐷𝐴𝑃𝐴𝑇𝐴𝑁 𝑃𝐸𝑁𝐽𝑈𝐴𝐿𝐴𝑁
Tujuan: Mengukur persentase laba bersih terhadap pendapatan penjualan,
menunjukkan profitabilitas keseluruhan setelah semua biaya dan pajak.
Dipengaruhi oleh: Harga jual, biaya pokok penjualan, biaya operasional, beban
bunga, pajak, dan pendapatan/beban non-operasional.
Mempengaruhi: Laba ditahan, dividen, dan kemampuan investasi kembali.
15) Return on Assets (ROA) (Tingkat Pengembalian Aset).
𝐿𝐴𝐵𝐴 𝐵𝐸𝑅𝑆𝐼𝐻
Rumus : 𝑇𝑂𝑇𝐴𝐿 𝐴𝑆𝐸𝑇
Tujuan: Mengukur seberapa efektif perusahaan menggunakan asetnya untuk
menghasilkan laba.
Dipengaruhi oleh: Laba bersih dan total aset.
Mempengaruhi: Efisiensi penggunaan aset, daya tarik bagi investor, dan
pertumbuhan perusahaan.
16) Return on Equity (ROE) (Tingkat Pengembalian Ekuitas)
𝐿𝐴𝐵𝐴 𝐵𝐸𝑅𝑆𝐼𝐻
Rumus: 𝑇𝑂𝑇𝐴𝐿 𝐸𝐾𝑈𝐼𝑇𝐴𝑆
5
Tujuan: Mengukur tingkat pengembalian investasi bagi pemegang saham.
Dipengaruhi oleh: Laba bersih dan total ekuitas.
Mempengaruhi: Daya tarik bagi investor, harga saham, dan kemampuan
perusahaan untuk meningkatkan nilai pemegang saham.
17) Return on Invested Capital (ROIC) (Tingkat Pengembalian Modal Investasi)
𝐿𝐴𝐵𝐴 𝑆𝐸𝑇𝐸𝐿𝐴𝐻 𝑃𝐴𝐽𝐴𝐾 (𝑁𝑂𝑃𝐴𝑇)
Rumus : 𝑇𝑂𝑇𝐴𝐿 𝑀𝑂𝐷𝐴𝐿 𝐼𝑁𝑉𝐸𝑆𝑇𝐴𝑆𝐼
NOPAT = Laba Operasi × ( 1 – Tarif Pajak )
Total Modal Investasi = Total Ekuitas + Total Utang Jangka Panjang
Tujuan: Mengukur tingkat pengembalian yang dihasilkan dari modal yang
diinvestasikan dalam bisnis.
Dipengaruhi oleh: Laba operasi, tarif pajak, total ekuitas, dan total utang jangka
panjang.
Mempengaruhi: Efisiensi penggunaan modal jangka panjang dan daya tarik bagi
investor jangka panjang.
18) EBITDA Margin (Marjin EBITDA)
𝐸𝐵𝐼𝑇𝐷𝐴
Rumus : 𝑃𝐸𝑁𝐷𝐴𝑃𝐴𝑇𝐴𝑁 ( 𝑅𝐸𝑉𝐸𝑁𝑈𝐸 )
Tujuan: Mengukur profitabilitas operasional sebelum memperhitungkan biaya
non-tunai dan pendanaan.
Dipengaruhi oleh: Pendapatan penjualan dan biaya operasional (tidak termasuk
depresiasi dan amortisasi).
Mempengaruhi: Analisis profitabilitas inti bisnis dan perbandingan antar
perusahaan dengan struktur modal dan aset yang berbeda.
IV. Rasio Aktivitas (Activity Ratios)
Rasio ini mengukur seberapa efisien perusahaan menggunakan asetnya untuk
menghasilkan penjualan.
19) Inventory Turnover (Perputaran Persediaan)
𝐻𝐴𝑅𝐺𝐴 𝑃𝑂𝐾𝑂𝐾 𝑃𝐸𝑁𝐽𝑈𝐴𝐿𝐴𝑁
Rumus : 𝑅𝐴𝑇𝐴−𝑅𝐴𝑇𝐴 𝑃𝐸𝑅𝑆𝐸𝐷𝐼𝐴𝐴𝑁
6
Tujuan: Mengukur seberapa sering persediaan terjual dan diganti dalam suatu
periode.
Dipengaruhi oleh: Harga pokok penjualan dan tingkat persediaan.
Mempengaruhi: Efisiensi pengelolaan persediaan, risiko persediaan usang, dan
kebutuhan modal kerja.
20) Days Inventory Outstanding (DIO) / Average Age of Inventory (Rata-rata Usia
Persediaan)
𝑅𝐴𝑇𝐴−𝑅𝐴𝑇𝐴 𝑃𝐸𝑅𝑆𝐸𝐷𝐼𝐴𝐴𝑁
Rumus : 𝐻𝐴𝑅𝐺𝐴 𝑃𝑂𝐾𝑂𝐾 𝑃𝐸𝑁𝐽𝑈𝐴𝐿𝐴𝑁 × 365
Tujuan: Mengukur rata-rata jumlah hari persediaan disimpan sebelum dijual.
Dipengaruhi oleh: Tingkat persediaan dan harga pokok penjualan.
Mempengaruhi: Kebutuhan modal kerja, biaya penyimpanan, dan risiko
persediaan usang.
21) Accounts Receivable Turnover (Perputaran Piutang Usaha)
𝑃𝐸𝑁𝐷𝐴𝑃𝐴𝑇𝐴𝑁 𝑃𝐸𝑁𝐽𝑈𝐴𝐿𝐴𝑁 𝐾𝑅𝐸𝐷𝐼𝑇
Rumus : 𝑅𝐴𝑇𝐴−𝑅𝐴𝑇𝐴 𝑃𝐼𝑈𝑇𝐴𝑁𝐺 𝑈𝑆𝐴𝐻𝐴
Tujuan: Mengukur seberapa cepat perusahaan mengumpulkan piutang usahanya.
Dipengaruhi oleh: Penjualan kredit dan tingkat piutang usaha.
Mempengaruhi: Efisiensi penagihan piutang, risiko piutang tak tertagih, dan
kebutuhan modal kerja.
22) Days Sales Outstanding (DSO) / Average Collection Period (Rata-rata Periode
Penagihan)
𝑅𝐴𝑇𝐴−𝑅𝐴𝑇𝐴 𝑃𝐼𝑈𝑇𝐴𝑁𝐺 𝑈𝑆𝐴𝐻𝐴
Rumus : 𝑃𝐸𝑁𝐷𝐴𝑃𝐴𝑇𝐴𝑁 𝑃𝐸𝑁𝐽𝑈𝐴𝐿𝐴𝑁 𝐾𝑅𝐸𝐷𝐼𝑇 × 365
Tujuan: Mengukur rata-rata jumlah hari yang dibutuhkan untuk mengumpulkan
pembayaran dari pelanggan.
Dipengaruhi oleh: Tingkat piutang usaha dan penjualan kredit.
Mempengaruhi: Kebutuhan modal kerja dan risiko piutang tak tertagih.
23) Accounts Payable Turnover (Perputaran Utang Usaha)
𝐻𝐴𝑅𝐺𝐴 𝑃𝑂𝐾𝑂𝐾 𝑃𝐸𝑁𝐽𝑈𝐴𝐿𝐴𝑁
Rumus :
𝑅𝐴𝑇𝐴 𝑅𝐴𝑇𝐴 𝑈𝑇𝐴𝑁𝐺 𝑈𝑆𝐴𝐻𝐴
7
Tujuan: Mengukur seberapa cepat perusahaan membayar utang usahanya kepada
pemasok.
Dipengaruhi oleh: Harga pokok penjualan dan tingkat utang usaha.
Mempengaruhi: Hubungan dengan pemasok dan pengelolaan arus kas keluar.
24) Days Payable Outstanding (DPO) / Average Payment Period (Rata-rata Periode
Pembayaran)
𝑅𝐴𝑇𝐴−𝑅𝐴𝑇𝐴 𝑈𝑇𝐴𝑁𝐺 𝑈𝑆𝐴𝐻𝐴
Rumus : 𝐻𝐴𝑅𝐺𝐴 𝑃𝑂𝐾𝑂𝐾 𝑃𝐸𝑁𝐽𝑈𝐴𝐿𝐴𝑁 × 365
Tujuan: Mengukur rata-rata jumlah hari yang dibutuhkan perusahaan untuk
membayar pemasoknya.
Dipengaruhi oleh: Tingkat utang usaha dan harga pokok penjualan.
Mempengaruhi: Pengelolaan arus kas keluar dan hubungan dengan pemasok.
25) Fixed Assets Turnover (Perputaran Aset Tetap)
𝑃𝐸𝑁𝐷𝐴𝑃𝐴𝑇𝐴𝑁 𝑃𝐸𝑁𝐽𝑈𝐴𝐿𝐴𝑁
Rumus : 𝑅𝐴𝑇𝐴−𝑅𝐴𝑇𝐴 𝐴𝑆𝐸𝑇 𝑇𝐸𝑇𝐴𝑃
Tujuan: Mengukur seberapa efisien perusahaan menggunakan aset tetapnya untuk
menghasilkan penjualan.
Dipengaruhi oleh: Pendapatan penjualan dan nilai aset tetap.
Mempengaruhi: Efisiensi investasi dalam aset tetap dan kapasitas produksi.
26) Total Assets Turnover (Perputaran Total Aset)
𝑃𝐸𝑁𝐷𝐴𝑃𝐴𝑇𝐴𝑁 𝑃𝐸𝑁𝐽𝑈𝐴𝐿𝐴𝑁
Rumus : 𝑅𝐴𝑇𝐴−𝑅𝐴𝑇𝐴 𝑇𝑂𝑇𝐴𝐿 𝐴𝑆𝐸𝑇
Tujuan: Mengukur seberapa efisien perusahaan menggunakan seluruh asetnya
untuk menghasilkan penjualan.
Dipengaruhi oleh: Pendapatan penjualan dan total aset.
Mempengaruhi: Efisiensi penggunaan seluruh sumber daya perusahaan.
27) Working Capital Turnover (Perputaran Modal Kerja)
𝑃𝐸𝑁𝐷𝐴𝑃𝐴𝑇𝐴𝑁 𝑃𝐸𝑁𝐽𝑈𝐴𝐿𝐴𝑁
Rumus : 𝑅𝐴𝑇𝐴−𝑅𝐴𝑇𝐴 𝑀𝑂𝐷𝐴𝐿 𝐾𝐸𝑅𝐽𝐴
8
Modal Kerja = Aktiva Lancar – Kewajiban Lancar
Tujuan: Mengukur seberapa efisien perusahaan menggunakan modal kerjanya
untuk menghasilkan penjualan.
Dipengaruhi oleh: Pendapatan penjualan dan modal kerja.
Mempengaruhi: Efisiensi pengelolaan aktiva lancar dan kewajiban lancar.
V. Rasio Keuangan Lainnya
Rasio-rasio ini mencakup berbagai aspek keuangan perusahaan yang tidak termasuk
dalam kategori sebelumnya.
A, Rasio Pasar (Market Ratios)
Rasio ini menghubungkan nilai pasar saham perusahaan dengan data keuangannya.
28) Earnings Per Share (EPS) (Laba Per Saham)
𝐿𝐴𝐵𝐴 𝐵𝐸𝑅𝑆𝐼𝐻
Rumus : 𝐽𝑈𝑀𝐿𝐴𝐻 𝑅𝐴𝑇𝐴−𝑅𝐴𝑇𝐴 𝑆𝐴𝐻𝐴𝑀 𝐵𝐸𝑅𝐸𝐷𝐴𝑅
Tujuan: Mengukur laba bersih yang dihasilkan untuk setiap lembar saham yang
beredar.
Dipengaruhi oleh: Laba bersih dan jumlah saham beredar.
Mempengaruhi: Harga saham, daya tarik bagi investor, dan penilaian perusahaan.
29) Price to Earnings (P/E) Ratio (Rasio Harga terhadap Laba)
𝐻𝐴𝑅𝐺𝐴 𝑃𝐴𝑆𝐴𝑅 𝑃𝐸𝑅 𝑆𝐴𝐻𝐴𝑀
Rumus : 𝐿𝐴𝐵𝐴 𝑃𝐸𝑅 𝑆𝐴𝐻𝐴𝑀
Tujuan: Mengukur berapa kali investor bersedia membayar untuk setiap rupiah
laba perusahaan.
Dipengaruhi oleh: Harga pasar saham dan laba per saham.
Mempengaruhi: Penilaian perusahaan oleh pasar, ekspektasi pertumbuhan laba,
dan perbandingan dengan perusahaan sejenis.
30) Dividend Payout Ratio (Rasio Pembayaran Dividen)
𝐷𝐼𝑉𝐼𝐷𝐸𝑁 𝑃𝐸𝑅 𝑆𝐴𝐻𝐴𝑀 𝑇𝑂𝑇𝐴𝐿 𝐷𝐸𝑉𝐼𝐷𝐸𝑁
Rumus : Atau
𝐿𝐴𝐵𝐴 𝑃𝐸𝑅 𝑆𝐴𝐻𝐴𝑀 𝐿𝐴𝐵𝐴 𝐵𝐸𝑅𝑆𝐼𝐻
Tujuan: Mengukur persentase laba bersih yang dibayarkan sebagai dividen kepada
pemegang saham.
Dipengaruhi oleh: Dividen per saham (atau total dividen) dan laba per saham (atau
laba bersih).
9
31) Dividend Yield (Imbal Hasil Dividen)
𝐷𝐼𝑉𝐼𝐷𝐸𝑁 𝑃𝐸𝑅 𝑆𝐴𝐻𝐴𝑀
Rumus : 𝐻𝐴𝑅𝐺𝐴 𝑃𝐴𝑆𝐴𝑅 𝑃𝐸𝑅 𝑆𝐴𝐻𝐴𝑀
Tujuan: Mengukur tingkat pengembalian dividen terhadap harga saham saat ini.
Dipengaruhi oleh: Dividen per saham dan harga pasar saham.
Mempengaruhi: Daya tarik bagi investor yang mencari pendapatan dividen.
32) Price to Book Value (P/BV) Ratio (Rasio Harga terhadap Nilai Buku)
𝐻𝐴𝑅𝐺𝐴 𝑃𝐴𝑆𝐴𝑅 𝑃𝐸𝑅 𝑆𝐴𝐻𝐴𝑀
Rumus : 𝑁𝐼𝐿𝐴𝐼 𝐵𝑈𝐾𝑈 𝑃𝐸𝑅 𝑆𝐴𝐻𝐴𝑀
𝑇𝑂𝑇𝐴𝐿 𝐸𝐾𝑈𝐼𝑇𝐴𝑆
Nilai Buku Per Saham = 𝐽𝑈𝑀𝐿𝐴𝐻 𝑆𝐴𝐻𝐴𝑀 𝐵𝐸𝑅𝐸𝐷𝐴𝑅
Tujuan: Membandingkan nilai pasar saham dengan nilai buku aset bersih
perusahaan per saham.
Dipengaruhi oleh: Harga pasar saham dan nilai buku per saham.
Mempengaruhi: Penilaian perusahaan, identifikasi potensi undervalue atau
overvalue, dan perbandingan dengan perusahaan sejenis.
33) Price to Sales (P/S) Ratio (Rasio Harga terhadap Penjualan)
𝐻𝐴𝑅𝐺𝐴 𝑃𝐴𝑆𝐴𝑅 𝑃𝐸𝑅 𝑆𝐴𝐻𝐴𝑀
Rumus : 𝑃𝐸𝑁𝐷𝐴𝑃𝐴𝑇𝐴𝑁 𝑃𝐸𝑅 𝑆𝐴𝐻𝐴𝑀
𝑃𝐸𝑁𝐷𝐴𝑃𝐴𝑇𝐴𝑁 𝑃𝐸𝑁𝐽𝑈𝐴𝐿𝐴𝑁
Pendapatan Per Saham = 𝐽𝑈𝑀𝐿𝐴𝐻 𝑆𝐴𝐻𝐴𝑀 𝐵𝐸𝑅𝐸𝐷𝐴𝑅
Tujuan: Membandingkan nilai pasar saham dengan pendapatan penjualan
perusahaan per saham. Berguna untuk perusahaan yang belum menghasilkan laba.
Dipengaruhi oleh: Harga pasar saham dan pendapatan per saham.
Mempengaruhi: Penilaian perusahaan, terutama untuk perusahaan dengan
pertumbuhan tinggi atau belum menguntungkan.
34) Market Capitalization (Kapitalisasi Pasar)
Rumus: Harga Pasar Per Saham × Jumlah Saham Beredar
Tujuan: Menentukan nilai total pasar dari ekuitas perusahaan.
Dipengaruhi oleh: Harga pasar saham dan jumlah saham beredar.
10
Mempengaruhi: Ukuran perusahaan, bobot dalam indeks pasar, dan daya tarik
bagi investor institusional.
35) Enterprise Value to EBITDA (EV/EBITDA)
𝑁𝐼𝐿𝐴𝐼 𝑃𝐸𝑅𝑈𝑆𝐴𝐻𝐴𝐴𝑁
Rumus :
𝐿𝐴𝐵𝐴 𝑆𝐸𝐵𝐸𝐿𝑈𝑀 𝐵𝑈𝑁𝐺𝐴,𝑃𝐴𝐽𝐴𝐾,𝐷𝐸𝑃𝑅𝐸𝑆𝐼𝐴𝑆𝐼,𝐷𝐴𝑁 𝐴𝑀𝑂𝑅𝑇𝐼𝑆𝐴𝑆𝐼
Tujuan: Mengukur nilai perusahaan relatif terhadap laba operasional kasnya.
Lebih komprehensif dari P/E karena memperhitungkan utang dan kas.
Dipengaruhi oleh: Kapitalisasi pasar, total utang, kas dan setara kas, serta
EBITDA.
Mempengaruhi: Penilaian perusahaan secara keseluruhan, terutama dalam
konteks merger dan akuisisi.
B. Rasio Arus Kas (Cash Flow Ratios)
Rasio ini menganalisis kemampuan perusahaan menghasilkan dan mengelola arus
kas.
36) Operating Cash Flow to Net Income (Rasio Arus Kas Operasi terhadap Laba
Bersih)
𝐴𝑅𝑈𝑆 𝐾𝐴𝑆 𝐷𝐴𝑅𝐼 𝑂𝑃𝐸𝑅𝐴𝑆𝐼
Rumus : 𝐿𝐴𝐵𝐴 𝐵𝐸𝑅𝑆𝐼𝐻
Tujuan: Mengukur kualitas laba bersih dengan melihat proporsi laba yang
dihasilkan dari aktivitas operasi kas.
Dipengaruhi oleh: Perbedaan antara laba bersih dan arus kas operasi
(misalnya, perbedaan waktu pengakuan pendapatan dan pengeluaran).
Mempengaruhi: Kualitas pelaporan keuangan dan kemampuan perusahaan
menghasilkan kas dari labanya.
37) Free Cash Flow to Equity (FCFE) (Arus Kas Bebas untuk Ekuitas)
Rumus: Arus Kas dari Operasi − Belanja Modal + Perubahan Utang Bersih
Tujuan: Mengukur kas yang tersedia bagi pemegang saham setelah semua
pengeluaran operasional dan investasi.
Dipengaruhi oleh: Arus kas operasi, belanja modal, dan perubahan utang
bersih.
11
Mempengaruhi: Kemampuan membayar dividen, membeli kembali saham,
dan melakukan investasi tanpa pendanaan eksternal.
38) Free Cash Flow to Firm (FCFF) (Arus Kas Bebas untuk Perusahaan)
Rumus: Arus Kas dari Operasi + Beban Bunga × (1 − Tarif Pajak) −
Belanja Modal
Tujuan: Mengukur kas yang tersedia bagi seluruh penyedia dana perusahaan
(pemegang saham dan kreditor) setelah semua pengeluaran operasional dan
investasi.
Dipengaruhi oleh: Arus kas operasi, beban bunga, tarif pajak, dan belanja
modal.
Mempengaruhi: Kemampuan membayar utang, dividen, dan melakukan
investasi.
39) Cash Flow Adequacy Ratio (Rasio Kecukupan Arus Kas)
𝐴𝑅𝑈𝑆 𝐾𝐴𝑆 𝐷𝐴𝑅𝐼 𝑂𝑃𝐸𝑅𝐴𝑆𝐼
Rumus : 𝑃𝐸𝑁𝐺𝐸𝐿𝑈𝐴𝑅𝐴𝑁 𝑀𝑂𝐷𝐴𝐿+𝑃𝐸𝑀𝐵𝐴𝑌𝐴𝑅𝐴𝑁 𝐷𝐸𝑉𝐼𝐷𝐸𝑁+𝑃𝐸𝑀𝐵𝐴𝑌𝐴𝑅𝐴𝑁 𝑈𝑇𝐴𝑁𝐺
Tujuan: Mengukur kemampuan perusahaan menghasilkan cukup kas dari
operasi untuk menutupi pengeluaran modal, dividen, dan pembayaran utang.
Dipengaruhi oleh: Arus kas operasi, pengeluaran modal, dividen, dan
pembayaran utang.
Mempengaruhi: Keberlanjutan keuangan jangka panjang dan kemampuan
memenuhi kewajiban.
40) Cash Flow to Debt Ratio (Rasio Arus Kas terhadap Total Utang)
𝐴𝑅𝑈𝑆 𝐾𝐴𝑆 𝐷𝐴𝑅𝐼 𝑂𝑃𝐸𝑅𝐴𝑆𝐼
Rumus : 𝑇𝑂𝑇𝐴𝐿 𝑈𝑇𝐴𝑁𝐺
Tujuan: Mengukur kemampuan perusahaan membayar kembali total utangnya
dengan arus kas operasinya.
Dipengaruhi oleh: Arus kas operasi dan total utang.
Mempengaruhi: Solvabilitas dan risiko keuangan perusahaan.
12
C. Rasio Pertumbuhan (Growth Ratios)
Rasio ini mengukur tingkat pertumbuhan berbagai aspek keuangan perusahaan dari waktu
ke waktu.
41) Revenue Growth Rate (Tingkat Pertumbuhan Pendapatan)
𝑃𝐸𝑁𝐷𝐴𝑃𝐴𝑇𝐴𝑁 𝑇𝐴𝐻𝑈𝑁 𝐼𝑁𝐼−𝑃𝐸𝑁𝐷𝐴𝑃𝐴𝑇𝐴𝑁 𝑇𝐴𝐻𝑈𝑁 𝐿𝐴𝐿𝑈
Rumus : 𝑃𝐸𝑁𝐷𝐴𝑃𝐴𝑇𝐴𝑁 𝑇𝐴𝐻𝑈𝑁 𝐿𝐴𝐿𝑈
Tujuan: Mengukur persentase perubahan pendapatan perusahaan dari satu periode
ke periode berikutnya.
Dipengaruhi oleh: Penjualan produk/layanan baru, perubahan harga, dan
perubahan volume penjualan.
Mempengaruhi: Persepsi investor tentang prospek perusahaan dan nilai saham.
42) Net Income Growth Rate (Tingkat Pertumbuhan Laba Bersih)
𝐿𝐴𝐵𝐴 𝐵𝐸𝑅𝑆𝐼𝐻 𝑇𝐴𝐻𝑈𝑁 𝐼𝑁𝐼−𝐿𝐴𝐵𝐴 𝐵𝐸𝑅𝑆𝐼𝐻 𝑇𝐴𝐻𝑈𝑁 𝐿𝐴𝐿𝑈
Rumus : 𝐿𝐴𝐵𝐴 𝐵𝐸𝑅𝑆𝐼𝐻 𝑇𝐴𝐻𝑈𝑁 𝐿𝐴𝐿𝑈
Tujuan: Mengukur persentase perubahan laba bersih perusahaan dari satu periode
ke periode berikutnya.
Dipengaruhi oleh: Pertumbuhan pendapatan, pengendalian biaya, dan faktor-
faktor lain yang mempengaruhi laba bersih.
Mempengaruhi: Persepsi investor tentang profitabilitas dan efisiensi perusahaan.
43) Earnings Per Share (EPS) Growth Rate (Tingkat Pertumbuhan Laba Per Saham)
𝐸𝑃𝑆 𝑇𝐴𝐻𝑈𝑁 𝐼𝑁𝐼−𝐸𝑃𝑆 𝑇𝐴𝐻𝑈𝑁 𝐿𝐴𝐿𝑈
Rumus : 𝐸𝑃𝑆 𝑇𝐴𝐻𝐴𝑁 𝐿𝐴𝐿𝑈
Tujuan: Mengukur persentase perubahan laba per saham perusahaan dari satu
periode ke periode berikutnya.
Dipengaruhi oleh: Pertumbuhan laba bersih dan perubahan jumlah saham beredar.
Mempengaruhi: Daya tarik bagi investor dan penilaian perusahaan.
44) Dividend Growth Rate (Tingkat Pertumbuhan Dividen)
𝐷𝐼𝑉𝐼𝐷𝐸𝑁 𝑃𝐸𝑅 𝑆𝐴𝐻𝐴𝑀 𝑇𝐴𝐻𝑈𝑁 𝐼𝑁𝐼−𝐷𝐼𝑉𝐼𝐷𝐸𝑁 𝑃𝐸𝑅 𝑆𝐴𝐻𝐴𝑀 𝑇𝐴𝐻𝑈𝑁 𝐿𝐴𝐿𝑈
Rumus : 𝐷𝐼𝑉𝐼𝐷𝐸𝑁 𝑃𝐸𝑅 𝑆𝐴𝐻𝐴𝑀 𝑇𝐴𝐻𝑈𝑁 𝐿𝐴𝐿𝑈
13
Tujuan: Mengukur persentase perubahan dividen per saham perusahaan dari satu
periode ke periode berikutnya.
Dipengaruhi oleh: Kebijakan dividen perusahaan dan pertumbuhan laba.
Mempengaruhi: Daya tarik bagi investor yang mencari pendapatan dividen dan
sinyal kesehatan keuangan perusahaan.
45) Assets Growth Rate (Tingkat Pertumbuhan Aset)
𝑇𝑂𝑇𝐴𝐿 𝐴𝑆𝐸𝑇 𝑇𝐴𝐻𝑈𝑁 𝐼𝑁𝐼−𝑇𝑂𝑇𝐴𝐿 𝐴𝑆𝐸𝑇 𝑇𝐴𝐻𝑈𝑁 𝐿𝐴𝐿𝑈
Rumus : 𝑇𝑂𝑇𝐴𝐿 𝐴𝑆𝐸𝑇 𝑇𝐴𝐻𝑈𝑁 𝐿𝐴𝐿𝑈
Tujuan: Mengukur persentase perubahan total aset perusahaan dari satu periode
ke periode berikutnya.
Dipengaruhi oleh: Investasi baru, akuisisi, dan pelepasan aset.
Mempengaruhi: Kapasitas operasional dan potensi pertumbuhan pendapatan.
46) Equity Growth Rate (Tingkat Pertumbuhan Ekuitas)
𝑇𝑂𝑇𝐴𝐿 𝐸𝐾𝑈𝐼𝑇𝐴𝑆 𝑇𝐴𝐻𝑈𝑁 𝐼𝑁𝐼−𝑇𝑂𝑇𝐴𝐿 𝐸𝐾𝑈𝐼𝑇𝐴𝑆 𝑇𝐴𝐻𝑈𝑁 𝐿𝐴𝐿𝑈
Rumus : 𝑇𝑂𝑇𝐴𝐿 𝐸𝐾𝑈𝐼𝑇𝐴𝑆 𝑇𝐴𝐻𝑈𝑁 𝐿𝐴𝐿𝑈
Tujuan: Mengukur persentase perubahan total ekuitas perusahaan dari satu
periode ke periode berikutnya.
Dipengaruhi oleh: Laba ditahan dan penerbitan saham baru.
Mempengaruhi: Struktur pendanaan dan potensi pertumbuhan berkelanjutan.
D. Rasio Efisiensi (Efficiency Ratios) - Tambahan
Beberapa rasio aktivitas juga mencerminkan efisiensi. Berikut beberapa tambahan yang
fokus pada efisiensi biaya.
47) Cost of Goods Sold (COGS) to Revenue Ratio (Rasio Harga Pokok Penjualan
terhadap Pendapatan)
𝐻𝐴𝑅𝐺𝐴 𝑃𝑂𝐾𝑂𝐾 𝑃𝐸𝑁𝐽𝑈𝐴𝐿𝐴𝑁
Rumus : 𝑃𝐸𝑁𝐷𝐴𝑃𝐴𝑇𝐴𝑁 𝑃𝐸𝑁𝐽𝑈𝐴𝐿𝐴𝑁
Tujuan: Mengukur persentase pendapatan yang digunakan untuk biaya produksi
barang atau jasa.
Dipengaruhi oleh: Biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, dan biaya
overhead produksi.
Mempengaruhi: Marjin laba kotor dan profitabilitas keseluruhan.
14
48) Operating Expenses to Revenue Ratio (Rasio Beban Operasi terhadap
Pendapatan)
𝐵𝐸𝐵𝐴𝑁 𝑂𝑃𝐸𝑅𝐴𝑆𝐼
Rumus : 𝑃𝐸𝑁𝐷𝐴𝑃𝐴𝑇𝐴𝑁 𝑃𝐸𝑁𝐽𝑈𝐴𝐿𝐴𝑁
Beban Operasi = Beban Penjualan + abaeban Umum dan Administrasi.
Tujuan: Mengukur persentase pendapatan yang digunakan untuk biaya
operasional.
Dipengaruhi oleh: Biaya pemasaran, biaya gaji administrasi, biaya sewa, dan
biaya operasional lainnya.
Mempengaruhi: Marjin laba operasi dan profitabilitas keseluruhan.
49) Interest Expense to Revenue Ratio (Rasio Beban Bunga terhadap Pendapatan)
𝐵𝐸𝐵𝐴𝑁 𝐵𝑈𝑁𝐺𝐴
Rumus : 𝑃𝐸𝑁𝐷𝐴𝑃𝐴𝑇𝐴𝑁 𝑃𝐸𝑁𝐽𝑈𝐴𝐿𝐴𝑁
Tujuan: Mengukur persentase pendapatan yang digunakan untuk membayar
beban bunga.
Dipengaruhi oleh: Tingkat utang dan tingkat suku bunga.
Mempengaruhi: Laba sebelum pajak dan profitabilitas bersih.
50) Tax Expense to Pre-Tax Income Ratio (Rasio Beban Pajak terhadap Laba Sebelum
Pajak)
𝐵𝐸𝐵𝐴𝑁 𝑃𝐴𝐽𝐴𝐾
Rumus :
𝐿𝐴𝐵𝐴 𝑆𝐸𝐵𝐸𝐿𝑈𝑀 𝑃𝐴𝐽𝐴𝐾
Tujuan: Mengukur tarif pajak efektif perusahaan.
Dipengaruhi oleh: Kebijakan pajak dan keuntungan atau kerugian yang tidak
dikenakan pajak.
Mempengaruhi: Laba bersih dan perbandingan profitabilitas antar perusahaan
dengan tarif pajak yang berbeda.
E. Rasio Struktur Modal (Capital Structure Ratios) - Tambahan
Beberapa rasio solvabilitas telah mencakup aspek ini. Berikut beberapa tambahan yang
lebih spesifik.
15
51) Long-Term Debt to Equity Ratio (Rasio Utang Jangka Panjang terhadap Ekuitas)
𝑈𝑇𝐴𝑁𝐺 𝐽𝐴𝑁𝐺𝐾𝐴 𝑃𝐴𝑁𝐽𝐴𝑁𝐺
Rumus : 𝑇𝑂𝑇𝐴𝐿 𝐸𝐾𝑈𝐼𝑇𝐴𝑆
Tujuan: Mengukur proporsi pendanaan jangka panjang perusahaan yang berasal
dari utang dibandingkan dengan ekuitas.
Dipengaruhi oleh: Perubahan utang jangka panjang dan total ekuitas.
Mempengaruhi: Risiko keuangan jangka panjang dan fleksibilitas pendanaan.
52) Short-Term Debt to Total Debt Ratio (Rasio Utang Jangka Pendek terhadap Total
Utang)
𝑈𝑇𝐴𝑁𝐺 𝐽𝐴𝑁𝐺𝐾𝐴 𝑃𝐸𝑁𝐷𝐸𝐾
Rumus: 𝑇𝑂𝑇𝐴𝐿 𝑈𝑇𝐴𝑁𝐺
Tujuan: Mengukur proporsi total utang perusahaan yang jatuh tempo dalam waktu
dekat.
Dipengaruhi oleh: Perubahan utang jangka pendek dan total utang.
Mempengaruhi: Risiko likuiditas jangka pendek.
53) Debt to Capital Ratio (Rasio Utang terhadap Modal)
𝑇𝑂𝑇𝐴𝐿 𝑈𝑇𝐴𝑁𝐺
Rumus :
𝑇𝑂𝑇𝐴𝐿 𝑈𝑇𝐴𝑁𝐺+𝑇𝑂𝑇𝐴𝐿 𝐸𝐾𝑈𝐼𝑇𝐴𝑆
Tujuan: Mengukur proporsi pendanaan perusahaan yang berasal dari utang
terhadap total modal (utang dan ekuitas).
Dipengaruhi oleh: Perubahan total utang dan total ekuitas.
Mempengaruhi: Risiko keuangan dan struktur pendanaan perusahaan.
F. Rasio Penilaian (Valuation Ratios) - Tambahan
Beberapa rasio pasar telah mencakup ini. Berikut beberapa tambahan yang berfokus pada
nilai aset.
54) Tobin's Q
𝑁𝐼𝐿𝐴𝐼 𝑃𝐴𝑆𝐴𝑅 𝐸𝐾𝑈𝐼𝑇𝐴𝑆+𝑁𝐼𝐿𝐴𝐼 𝐵𝑈𝐾𝑈 𝑈𝑇𝐴𝑁𝐺
Rumus : 𝐵𝐼𝐴𝑌𝐴 𝑃𝐸𝑁𝐺𝐺𝐴𝑁𝑇𝐼𝐴𝑁 𝐴𝑆𝐸𝑇
16
Tujuan: Membandingkan nilai pasar perusahaan dengan biaya penggantian
asetnya. Rasio > 1 menunjukkan aset lebih berharga di pasar daripada biaya
penggantiannya.
Dipengaruhi oleh: Harga saham, jumlah saham beredar, nilai buku utang, dan
estimasi biaya penggantian aset.
Mempengaruhi: Keputusan investasi dan indikasi apakah perusahaan undervalued
atau overvalued.
55) Asset Turnover to Fixed Assets Ratio
𝑃𝐸𝑁𝐷𝐴𝑃𝐴𝑇𝐴𝑁 𝑃𝐸𝑁𝐽𝑈𝐴𝐿𝐴𝑁
Rumus : 𝑁𝐼𝐿𝐴𝐼 𝐵𝑈𝐾𝑈 𝐴𝑆𝐸𝑇 𝑇𝐸𝑇𝐴𝑃
Tujuan: Mirip dengan Fixed Assets Turnover, tetapi menggunakan nilai buku aset
tetap dan dapat memberikan perspektif yang berbeda.
Dipengaruhi oleh: Pendapatan penjualan dan nilai buku aset tetap.
Mempengaruhi: Efisiensi penggunaan aset tetap dalam menghasilkan pendapatan.
G. Rasio Keuangan Industri Spesifik (Industry-Specific Financial Ratios)
Beberapa industri memiliki rasio keuangan unik yang penting untuk analisis. Berikut
beberapa contoh:
56) Load Factor (Industri Penerbangan)
𝐽𝑈𝑀𝐿𝐴𝐻 𝑃𝐸𝑁𝑈𝑀𝑃𝐴𝑁𝐺−𝐾𝐼𝐿𝑂𝑀𝐸𝑇𝐸𝑅
Rumus : 𝐾𝐴𝑃𝐴𝑆𝐼𝑇𝐴𝑆 𝐾𝑈𝑅𝑆𝐼−𝐾𝐼𝐿𝑂𝑀𝐸𝑇𝐸𝑅
Tujuan: Mengukur persentase kursi pesawat yang terisi.
Dipengaruhi oleh: Jumlah penumpang dan kapasitas kursi yang tersedia.
Mempengaruhi: Pendapatan per penerbangan dan efisiensi operasional.
57) Revenue Per Available Room (RevPAR) (Industri Perhotelan)
𝑇𝑂𝑇𝐴𝐿 𝑃𝐸𝑁𝐷𝐴𝑃𝐴𝑇𝐴𝑁 𝐾𝐴𝑀𝐴𝑅
Rumus : Atau Tingkat Hunian × Rata – Rata Tarif
𝐽𝑈𝑀𝐿𝐴𝐻 𝐾𝐴𝑀𝐴𝑅 𝑇𝐸𝑅𝑆𝐸𝐷𝐼𝐴
Harian ( HDR )
Tujuan: Mengukur kinerja pendapatan kamar hotel.
Dipengaruhi oleh: Tingkat hunian dan tarif kamar.
17
Mempengaruhi: Profitabilitas dan efisiensi operasional hotel.
58) Same-Store Sales Growth (Industri Ritel)
Rumus :
𝑃𝐸𝑁𝐽𝑈𝐴𝐿𝐴𝑁 𝑇𝑂𝐾𝑂 𝑌𝐴𝑁𝐺 𝑆𝐴𝑀𝐴 𝑇𝐴𝐻𝑈𝑁 𝐼𝑁𝐼 − 𝑃𝐸𝑁𝐽𝑈𝐴𝐿𝐴𝑁 𝑇𝑂𝐾𝑂 𝑌𝐴𝑁𝐺 𝑆𝐴𝑀𝐴 𝑇𝐴𝐻𝑈𝑁 𝐿𝐴𝐿𝑈
𝑃𝐸𝑁𝐽𝑈𝐴𝐿𝐴𝑁 𝑇𝑂𝐾𝑂 𝑌𝐴𝑁𝐺 𝑆𝐴𝑀𝐴 𝑇𝐴𝐻𝑈𝑁 𝐿𝐴𝐿𝑈
Tujuan: Mengukur pertumbuhan penjualan di toko yang telah beroperasi selama
periode waktu tertentu.
Dipengaruhi oleh: Permintaan konsumen, strategi pemasaran, dan faktor
ekonomi.
Mempengaruhi: Kesehatan bisnis inti dan efektivitas strategi pertumbuhan.
59) Churn Rate (Industri Berlangganan)
𝐽𝑈𝑀𝐿𝐴𝐻 𝑃𝐸𝐿𝐴𝑁𝐺𝐺𝐴𝑁 𝑌𝐴𝑁𝐺 𝐵𝐸𝑅𝐻𝐸𝑁𝑇𝐼 𝐵𝐸𝑅𝐿𝐴𝑁𝐺𝐺𝐴𝑁𝐴𝑁
Rumus : 𝐽𝑈𝑀𝐿𝐴𝐻 𝑇𝑂𝑇𝐴𝐿 𝑃𝐸𝐿𝐴𝑁𝐺𝐺𝐴𝑁 𝐴𝑊𝐴𝐿 𝑃𝐸𝑅𝐼𝑂𝐷𝐸
Tujuan: Mengukur tingkat kehilangan pelanggan selama periode waktu tertentu.
Dipengaruhi oleh: Kepuasan pelanggan, harga, dan persaingan.
Mempengaruhi: Pertumbuhan pendapatan dan retensi pelanggan.
60) Loan-to-Deposit Ratio (LDR) (Industri Perbankan)
𝑇𝑂𝑇𝐴𝐿 𝑃𝐼𝑁𝐽𝐴𝑀𝐴𝑁
Rumus : 𝑇𝑂𝑇𝐴𝐿 𝐷𝐸𝑃𝑂𝑆𝐼𝑇𝑂
Tujuan: Mengukur seberapa besar bank menggunakan dana deposito untuk
memberikan pinjaman.
Dipengaruhi oleh: Jumlah pinjaman dan deposito.
Mempengaruhi: Likuiditas bank dan potensi pendapatan bunga.
H. Rasio Keuangan untuk Nirlaba (Financial Ratios for Non-Profits)
Organisasi Nirlaba Juga Menggunakan Rasio Keuangan Yang Disesuaikan.
18
61) Program Expense Ratio
𝑃𝐸𝑁𝐺𝐸𝐿𝑈𝐴𝑅𝐴𝑁 𝑃𝑅𝑂𝐺𝑅𝐴𝑀
Rumus : 𝑇𝑂𝑇𝐴𝐿 𝑃𝐸𝑁𝐺𝐸𝐿𝑈𝐴𝑅𝐴𝑁
Tujuan: Mengukur proporsi pengeluaran yang langsung mendukung misi
organisasi.
Dipengaruhi oleh: Pengeluaran untuk program dan total pengeluaran organisasi.
Mempengaruhi: Efektivitas organisasi dalam mencapai misinya dan daya tarik
bagi donatur.
62) Administrative Expense Ratio ( Rasio Beban Administratif )
𝑇𝑂𝑇𝐴𝐿 𝐵𝐸𝐵𝐴𝑁 𝐴𝐷𝑀𝑁𝐼𝑆𝑇𝑅𝐴𝑇𝐼
Rumus : 𝑃𝐸𝑁𝐷𝐴𝑃𝐴𝑇𝐴𝑁 𝑃𝐸𝑁𝐽𝑈𝐴𝐿𝐴𝑁
Tujuan: Mengukur efisiensi biaya operasional: Rasio ini menunjukkan proporsi
pendapatan penjualan yang digunakan untuk menutupi beban administrasi dan
umum perusahaan. Beban administrasi mencakup biaya-biaya yang tidak terkait
langsung dengan produksi atau penjualan, seperti gaji staf kantor, biaya sewa
kantor, biaya perlengkapan kantor, biaya hukum, biaya akuntansi, dan lain-lain.
Dipengaruhi oleh : peningkatan gaji staf administrasi, kenaikan biaya sewa kantor,
peningkatan biaya perjalanan dinas, peningkatan biaya konsultasi, investasi dalam
sistem administrasi baru, atau peningkatan beban penyusutan aset kantor.
Mempengaruhi : proporsi pendapatan yang digunakan untuk biaya administrasi
semakin besar, yang akan mengurangi laba operasi (EBIT) dan pada akhirnya laba
bersih perusahaan.
63) Fundraising Efficiency Ratio
𝑇𝑂𝑇𝐴𝐿 𝐾𝑂𝑁𝑇𝑅𝐼𝐵𝑈𝑆𝐼
Rumus : 𝐵𝐼𝐴𝑌𝐴 𝑃𝐸𝑁𝐺𝐺𝐴𝐿𝐴𝑁𝐺𝐴𝑁 𝐷𝐴𝑁𝐴
Tujuan: Mengukur efektivitas upaya penggalangan dana organisasi.
Dipengaruhi oleh: Jumlah kontribusi yang diterima dan biaya yang dikeluarkan
untuk penggalangan dana.
Mempengaruhi: Keberlanjutan keuangan organisasi dan efisiensi penggalangan
dana.
19
64) Working Capital to Total Expenses
𝐴𝐾𝑇𝐼𝑉𝐴 𝐿𝐴𝑁𝐶𝐴𝑅−𝐾𝐸𝑊𝐴𝐽𝐼𝐵𝐴𝑁 𝐿𝐴𝑁𝐶𝐴𝑅
Rumus : 𝑇𝑂𝑇𝐴𝐿 𝑃𝐸𝑁𝐺𝐸𝐿𝑈𝐴𝑅𝐴𝑁
Tujuan: Mengukur ketersediaan sumber daya lancar untuk menutupi pengeluaran
operasional.
Dipengaruhi oleh: Aktiva lancar, kewajiban lancar, dan total pengeluaran
organisasi.
Mempengaruhi: Likuiditas jangka pendek organisasi.
I. Analisis Du Pont (Du Pont Analysis)
Analisis Du Pont memecah Return on Equity (ROE) menjadi beberapa komponen untuk
memahami pendorong profitabilitas.
65) Du Pont Analysis (3-Step)
Rumus : Net Profit Margin × Total Assets Turnover × Equity Multiplier
𝐿𝐴𝐵𝐴 𝐵𝐸𝑅𝑆𝐼𝐻 𝑃𝐸𝑁𝐷𝐴𝑃𝐴𝑇𝐴𝑁 𝑃𝐸𝑁𝐽𝑈𝐴𝐿𝐴𝑁 𝑇𝑂𝑇𝐴𝐿 𝐴𝑆𝐸𝑇
× × =
𝑃𝐸𝑁𝐷𝐴𝑃𝐴𝑇𝐴𝑁 𝑃𝐸𝑁𝐽𝑈𝐴𝐿𝐴𝑁 𝑇𝑂𝑇𝐴𝐿 𝐴𝑆𝐸𝑇 𝑇𝑂𝑇𝐴𝐿 𝐸𝐾𝑈𝐼𝑇𝐴𝑆
𝐿𝐴𝐵𝐴 𝐵𝐸𝑅𝑆𝐼𝐻
= ROE
𝑇𝑂𝑇𝐴𝐿 𝐸𝐾𝑈𝐼𝑇𝐴𝑆
Tujuan: Mengidentifikasi faktor-faktor utama yang mempengaruhi ROE:
profitabilitas (net profit margin), efisiensi penggunaan aset (total assets turnover),
dan leverage keuangan (equity multiplier).
Dipengaruhi oleh: Faktor-faktor yang mempengaruhi masing-masing komponen
(pendapatan, biaya, aset, utang, ekuitas).
Mempengaruhi: Pemahaman yang lebih mendalam tentang kinerja ROE dan area
yang perlu ditingkatkan.
66) Du Pont Analysis (5-Step)
𝐿𝐴𝐵𝐴 𝐵𝐸𝑅𝑆𝐼𝐻 𝐿𝐴𝐵𝐴 𝑆𝐸𝐵𝐸𝐿𝑈𝑀 𝑃𝐴𝐽𝐴𝐾 𝐸𝐵𝐼𝑇
Rumus : × ×
𝐿𝐴𝐵𝐴 𝑆𝐸𝐵𝐸𝐿𝑈𝑀 𝑃𝐴𝐽𝐴𝐾 𝐸𝐵𝐼𝑇 𝑃𝐸𝑁𝐷𝐴𝑃𝐴𝑇𝐴𝑁 𝑃𝐸𝑁𝐽𝑈𝐴𝐿𝐴𝑁
𝑃𝐸𝑁𝐷𝐴𝑃𝐴𝑇𝐴𝑁 𝑃𝐸𝑁𝐽𝑈𝐴𝐿𝐴𝑁 𝑇𝑂𝑇𝐴𝐿 𝐴𝑆𝐸𝑇
× ×
𝑇𝑂𝑇𝐴𝐿 𝐴𝑆𝐸𝑇 𝑇𝑂𝑇𝐴𝐿 𝐸𝐾𝑈𝐼𝑇𝐴𝑆
Tax Burden × Interest Burden × EBIT Margin × Asset Turnover ×
Financian Leverage = ROE
20
Tujuan: Memecah ROE lebih lanjut dengan memasukkan pengaruh pajak dan
beban bunga.
Dipengaruhi oleh: Tarif pajak, beban bunga, efisiensi operasional, efisiensi
penggunaan aset, dan leverage keuangan.
Mempengaruhi: Analisis yang lebih rinci tentang dampak kebijakan pajak dan
pendanaan terhadap ROE.
J. Rasio Periode Holding (Holding Period Ratios)
Rasio ini mengukur berapa lama perusahaan menahan aset atau kewajiban. Beberapa
rasio aktivitas termasuk dalam kategori ini.
67) Inventory Holding Period (sama dengan Days Inventory Outstanding - DIO)
𝑅𝐴𝑇𝐴−𝑅𝐴𝑇𝐴 𝑃𝐸𝑅𝑆𝐸𝐷𝐼𝐴𝐴𝑁
Rumus : 𝐻𝐴𝑅𝐺𝐴 𝑃𝑂𝐾𝑂𝐾 𝑃𝐸𝑁𝐽𝑈𝐴𝐿𝐴𝑁 × 365
Tujuan: Mengukur rata-rata jumlah hari persediaan disimpan sebelum dijual.
Dipengaruhi oleh: Tingkat persediaan dan harga pokok penjualan.
Mempengaruhi: Kebutuhan modal kerja, biaya penyimpanan, dan risiko
persediaan usang.
68) Receivables Holding Period (sama dengan Days Sales Outstanding - DSO)
𝑅𝐴𝑇𝐴−𝑅𝐴𝑇𝐴 𝑃𝐼𝑈𝑇𝐴𝑁𝐺 𝑈𝑆𝐴𝐻𝐴
Rumus : 𝑃𝐸𝑁𝐷𝐴𝑃𝐴𝑇𝐴𝑁 𝑃𝐸𝑁𝐽𝑈𝐴𝐿𝐴𝑁 𝐾𝑅𝐸𝐷𝐼𝑇 × 365
Tujuan: Mengukur rata-rata jumlah hari yang dibutuhkan untuk mengumpulkan
pembayaran dari pelanggan.
Dipengaruhi oleh: Tingkat piutang usaha dan penjualan kredit.
Mempengaruhi: Kebutuhan modal kerja dan risiko piutang tak tertagih.
69) Payables Holding Period (sama dengan Days Payable Outstanding - DPO)
𝑅𝐴𝑇𝐴−𝑅𝐴𝑇𝐴 𝑈𝑇𝐴𝑁𝐺 𝑈𝑆𝐴𝐻𝐴
Rumus : 𝐻𝐴𝑅𝐺𝐴 𝑃𝑂𝐾𝑂𝐾 𝑃𝐸𝑁𝐽𝑈𝐴𝐿𝐴𝑁 × 365
Tujuan: Mengukur rata-rata jumlah hari yang dibutuhkan perusahaan untuk
membayar pemasoknya.
Dipengaruhi oleh: Tingkat utang usaha dan harga pokok penjualan.
Mempengaruhi: Pengelolaan arus kas keluar dan hubungan dengan pemasok.
21
K. Rasio Modal Kerja (Working Capital Ratios) - Tambahan
70) Net Working Capital (Modal Kerja Bersih)
Rumus: Aktiva Lancar − Kewajiban Lancar
Tujuan: Mengukur selisih antara aset lancar dan kewajiban lancar, menunjukkan
likuiditas operasional jangka pendek perusahaan. Meskipun bukan rasio dalam
bentuk pembagian, ini adalah ukuran penting terkait likuiditas.
Dipengaruhi oleh: Perubahan nilai kas, setara kas, piutang usaha, persediaan, dan
utang jangka pendek.
Mempengaruhi: Kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban jangka
pendek dan mendanai operasi sehari-hari.
22