0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
6 tayangan33 halaman

Strategi Penanganan Code Blue di RS

Dokumen ini adalah presentasi tentang sistem 'Code Blue' yang disampaikan oleh II Ismail dalam seminar keperawatan, menjelaskan pentingnya penanganan cepat terhadap henti jantung dan henti nafas. Ditekankan bahwa seluruh komponen rumah sakit, baik medis maupun non-medis, harus terlatih dalam sistem ini untuk meningkatkan respons terhadap kegawatan medis. Selain itu, dokumen ini mencakup berbagai aspek pelatihan, prosedur, dan fasilitas yang diperlukan untuk implementasi Code Blue yang efektif.

Diunggah oleh

rood3y
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
6 tayangan33 halaman

Strategi Penanganan Code Blue di RS

Dokumen ini adalah presentasi tentang sistem 'Code Blue' yang disampaikan oleh II Ismail dalam seminar keperawatan, menjelaskan pentingnya penanganan cepat terhadap henti jantung dan henti nafas. Ditekankan bahwa seluruh komponen rumah sakit, baik medis maupun non-medis, harus terlatih dalam sistem ini untuk meningkatkan respons terhadap kegawatan medis. Selain itu, dokumen ini mencakup berbagai aspek pelatihan, prosedur, dan fasilitas yang diperlukan untuk implementasi Code Blue yang efektif.

Diunggah oleh

rood3y
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

CODE BLUE

II ISMAIL

Disampaikan pada seminar keperawatan yang diselenggarakan oleh Ikatan Ners Kardiovaskular Indonesia

ZOOMINAR ZOOMINAR INKAVIN


CURICULUM VITAE
• Name : II Ismail
• Place and date of birth : Tasikmalaya 04 April 1978
• Telephone : Hp 081380009221
ZOOMINAR

• Email : ismail_pjnhk78@[Link]
• Office Address : RS Jantung Harapan Kita
• Current Position : IGD RS Jantung Harapan Kita
EDUCATION TRAINING EXPERIENCES :
AKPER Manggala Husada Jakarta th 2000 • Kardiologi dasar Di RS PJNHK Thn 2001
Universitas Muhammadiah Jakarta 2007 • Pelatihan EKG Di RS PJNHK Thn 2003
Magister Keperawatan UMJ 2018 • Pelatihan ACLS Di RS PJNHK Thn 2015,
WORKING EXPERIENCES: • Pengakuan Pengajar Keperawatan Tingkat Nasional PPNI 2013.
1 RS DHARMAIS Thm 2000-2001 • Pelatihan TOT BTCLS Thn 2009
2. IGD RS PJNHK Thn 2001 – Sekarang • Pelatihan emergency nursing thn 2011
3. Pengajar di DIKLAT RS PJNHK • TOT ACLS AHA 2015 , TOT ACLS PERKI 2018
4. Pengajar di Uiv Muhamadiah • TOT BTCLS HIBGABI 2016, TOT ENIL 2015
5. Yayasan GTC ( Global Training Centre )
6. Fasilitator Pelatihan EKG, BTCLS, Kardiologi Dasar, ICU, Organisasi : INKAVIN
Emergency Nursing, Code Blue, dll
LATAR BELAKANG
• Sudden Cardiac Arrest/ henti jantung dapat terjadi kapan saja, pada siapa
saja dan dimana saja  pertolongan pertama harus dapat dilakukan
oleh seluruh komponen rumah sakit medis dan tenaga non medis
ZOOMINAR

• Diperlukan suatu sistem atau strategi untuk dapat mengatasi kegawatan


medis dan sistem aktivasi bantuan hidup dasar ( CODE BLUE SYTEM)
• Pengenalan secara dini kondisi kegawatan diharapakan dapat mencegah
kematian pada korban dengan kegawatan medis ( EARLY WARNING
SYSTEM)
LATAR BELAKANG
Primary ventricular
fibrillation
0 min

Primary Asystole
ZOOMINAR

Alveolar anoxia 2-3 min Code blue

?
Asphyxia:
(Airway Obstruction) 5-12 min
(Apnea)
Circulatory Arrest

Pulmonary Failure

Shock

Brain Failure

*Safar P. Cerebral resuscitation after cardiac arrest: research initiatives and


future directions. Ann Emerg Med 22:324,1993
LATAR BELAKANG
ZOOMINAR
LATAR BELAKANG
Pertolongan pertama yang cepat dan tepat
pada kondisi henti jantung dan paru (BHD)
ZOOMINAR

diharapkan dapat mengembalikan fungsi


jantung untuk dapat kembali berfungsi
Kebijakan RS dalam penanganan pasien
dengan henti jantung  tidak hanya pada
respons/ aktifasi petugas terhadap pasien
dengan henti jantung
Strategi melibatkan seluruh komponen
rumah sakit  termasuk petugas non
medis
LATAR BELAKANG
SNARS Standar PAP 3.1
Staff klinis dilatih untuk mendetekssi perubahan kondisi pasien
ZOOMINAR

memburuk dan mampu melakukan tindakan

• EP1 Ada regulasi pelaksanaan Early warning


system
• Ada bukti staff klinis dilatih menggunakan EWS
• Ada bukti staff klinis mampu melaksanakan EWS
• Tersedia pencatatan hasiul EWS
LATAR BELAKANG
SNARS Standar PAP 3.2
Pelayanan resusitasi tersedia di seluruh area rumah sakit
ZOOMINAR

• Ada regulasi pelayanan resusitasi yang tersedia dan diberikan


selama 24 jam setiap hari di seluruh area rumah sakit, serta
peralatan medis utk resusitasi dan obat untuk bantuan hidup
dasar terstandar sesuai dengan kebutuhan populasi pasien
• Di seluruh area rumah sakit bantuan hidup dasar diberikan
segera saat dikenali henti jantung paru dan tindak lanjut
diberikan kurang dari 5 menit
• Staf diberikan pelatihan pelayanan resusitasi
LATAR BELAKANG
AKREDITASI NASIONAL KARS :
Penanganan resusitasi pasien harus seragam dan
ZOOMINAR

terdapat di seluruh bagian rumah sakit


(Pelayanan Pasien 3.2, Komite Akreditasi Rumah Sakit)
PENGERTIAN

Code Blue adalah kode panggilan yang menandakan


ZOOMINAR

adanya kondisi kegawatdaruratan pasien henti nafas dan


henti jantung (AHA guideline 2015)
Tahapan pelaksanaan pengawasan kegawatdaruratan
• Pengenalan tanda awal keadaan kondisi kritis akut
(Early Warning System Score)
• Panggilan Code Blue
• Tindakan Resusitasi Jantung Paru
• Pengelolaan pasien pasca Resusitasi Jantung Paru
• Laporan dan evaluasi Code Blue
PENGEMBANGAN CODE BLUE

System code blue saat ini digunakan untuk


ZOOMINAR

melakukan pengelolaan pasien yang mengalami


kondisi kritis akut di rumah sakit

Kondisi kritis akut


Perubahan kondisi fisiologis tubuh yang
merupakan ancaman atau kejadian yang harus
diatasi segera untuk mencegah morbiditas dan
mortalitas
KOMPONEN CODE BLUE
SISTEM
SDM KOMUNIKASI dan
ZOOMINAR

KOORDINASI

KOMITMEN
CODE BLUE - Kebijakan
- SPO

FASILITAS TRANSFORTASI
SDM
Pelaksana Code Blue terdiri atas tenaga medis dan perawat terlatih  Tim
Code Blue
ZOOMINAR

• Mampu mengenali tanda kegawatdaruratanan medis


• Mampu menjelaskan system Code Blue
• Mampu melaksanakan tindakan penatalaksana Bantuan Hidup Dasar dengan
penggunaan AED serta Bantuan Hidup Lanjut.
• Mampu melakukan tindakan Advance airway Breathing dan Breathing Management
• Mampu melakukan tindakan Initial Assesment (pengkajian awal) dan lanjutan pada
kedaruratan medis
• Mampu menjelaskan algoritma berbagai kegawatan jantung
• Mampu melakukan tindakan Transportasi dan Rujukan pasien kritis
• Memahami SPO
SDM
CONTOH
Mengetahui SPO yang berlaku [Link] 1
Mengetahui sistem respon 1. Perawat tidak meninggalkan pasien
ZOOMINAR

2. Perawat 1 sebagai first responder


- Respon awal (responder mengaktifkan code blue di ruangan kepada
perawat lain (perawat 2)
pertama) berasal dari petugas
rumah sakit baik medis B. Perawat 2
ataupun non medis yang 1. Perawat 2 yang mendengar teriakan code blue
langsung mengaktifkan system code blue RS
berada di sekitar korban. dengan menghubungi operator / menelpon /
paging untuk memanggil tim code blue
- Respon kedua (responder 2. Perawat 2 datang ke tempat terjadinya code
kedua) berasal dari tim code blue dengan membawa alat-alat emergency
dan langsung membantu perawat 1 melakukan
blue. BLS
TEAM CODE BLUE
ZOOMINAR
LEADER
• Menerima laporan singkat Airway Management
kejadian ETT insertion Airway &
Breathing set
• Meninjau catatan medis
ZOOMINAR

sebelumnya
• Memimpin jalannya Defibrillation
resusitasi Chest Defibrillator
• Mengatur peran anggota compression
IV line Trolley
tim Fluid emergency
Drugs
DOKTER,
PERAWAT TERLATIH
Team Documentation
leader
AIR WAY & BREATHING
• Mempertahankan jalan Airway Management
Airway &
ETT insertion
napas Breathing set
• Memberikan oksigen
ZOOMINAR

• Memberikan bantuan
napas manual Defibrillation

• Melakukan auskultasi Chest Defibrillator


suara napas compression
IV line Trolley
• Mempersiapkan set Fluid emergency
intubasi endotrakheal / Drugs
LMA
• Melakukan intubasi
Team Documentation
endotrakheal / LMA leader
DOKTER, PERAWAT TERLATIH
CIRCULATION 1
• Memasang papan Airway Management
ETT insertion Airway &
resusitasi Breathing set
ZOOMINAR

• Memeriksa nadi pasien


• Melakukan kompresi Defibrillation
jantung
Chest Defibrillator
• Memasang lead monitor compression
IV line Trolley
EKG, pulse oxymetri Fluid emergency
• Memasang akses intravena Drugs

• Melakukan pengambilan
sampel gas darah Team Documentation
leader

DOKTER, PERAWAT
CIRCULATION 2
• Mempersiapkan obat- Airway Management
ETT insertion Airway &
obatan: adrenalin, SA, Breathing set
ZOOMINAR

amiodaron, lidokain
• Memberikan cairan dan
Defibrillation
obat-obatan
Chest Defibrillator
• Menyiapkan defibrillator compression
IV line Trolley
• Melakukan defibrilasi Fluid emergency
atau kardioversi Drugs

Team Documentation
leader
DOKTER, PERAWAT
DOCUMENTATION
• Mengidentifikasi pasien Airway Management
ETT insertion Airway &
dan penyakitnya Breathing set
ZOOMINAR

• Mencatat kondisi/tanda
vital pasien
Defibrillation
• Mencatat setiap
Chest Defibrillator
tindakan resusitasi compression
IV line Trolley
• Melaporkan kepada Fluid emergency
team leader Drugs
• Membuat laporan
resusitasi
Team Documentation
leader
PERAWAT
CHAIN OF SURVIVAL
ZOOMINAR
SISTEM KOMUNIKASI
Komunikasi dalam penanganan kegawatdaruratan di
rumah sakit merupakan hal yang sangat penting,
ZOOMINAR

untuk itu ada hal – hal yang harus dipenuhi dalam


berkomunikasi, yaitu :
• Komunikasi dilakukan dengan singkat, jelas
• Menggunakan kata sandi Code Blue dan
menyebutkan lokasi ruangan, pasien dewasa / anak.
• Alat – alat komunikasi yang dapat digunakan sebagai
standar :
• Telpon kode darurat contoh :101
KAPAN ! AKTIVASI CODE BLUE
• Melakukan identifikasi awal / triage pasien di • Melakukan identifikasi awal / triage pasien di
ruang perawatan : lingkungan rumah sakit :
ZOOMINAR

 Perawat Pelaksana melakukan obeservasi pasien Seluruh karyawan di rumah sakit yang sudah
yang beresiko mengalami kegawatan dengan mendapatkan pelatihan BLS bertugas :
format NEWSS  Mengidentifikasi pasien atau pengunjung yang
 Dokter ruangan /dokter jaga. Bila ada pasien dicurigai henti jantung dan henti Nafas. c/
yang mengalami kegawatan, dokter jaga ruangan pasien terlihat tiba-tiba jatuh, kejang dan
menghubungi DPJP, mengusulkan pasien terdiam. / pasein ditemukan tergeletak.
dipindah ke ruang ICU`  Segera cek respon dengan memanggil korban,
 Jika pasien mengalami henti jantung dan henti menepuk bahu korban...jika tidak ada respon
nafas segera mengaktifkan Code Blue` segera aktifkan Code Blue.
 Penolong melanjutkan pertolongan ( BLS )
Code blue
Code blue sampai tim Code Blue mengambil alih`
Code blue
AKTIVASI CODE BLUE
ZOOMINAR
ALUR & KOORDINASI
ZOOMINAR
POLA TEAM CODE BLUE
1. Pola Sentralisasi
Tim code blue dengan anggota lengkap stanby untuk seluruh area
ZOOMINAR

RS (banyak gedung)
2. Pola 1 atap
Tim code blue diambil dari petugas yang sedang bertugas ,diambil
dari beberapa ruangan ditambah dokter jaga
3. Pola 1 lantai
Tim code blue terdiri dari dokter jaga dan perawat yang sedang
tugas saat terjadi code blue. Tim code blue (perawat) berasal dari
satu lantai. --> satu lantai terdiri dari beberapa ruang rawat
4. Pola Zona / Wilayah ( Untuk RS yang luas dan gedung banyak)
POLA ZONA
ZOOMINAR
FASILITAS, Sarana dan Prasarana
Sarana yang Dibutuhkan
1. Line telepon khusus di Sentral yang kemudian di-paging
ZOOMINAR

oleh Customer Service.


2. Paging yang dapat terdengar di seluruh area/zona
3. Customer Service pada Sentral yang telah
disosialisasikan mengenai kegawatan
4. Tas Emergensi untuk masing-masing Zona.
5. Tanda/ pin/ untuk Tim Kode Biru bahwa saat itu petugas
tersebut sedang bertugas menjadi TKB.
FASILITAS, Sarana dan Prasarana
NO ALAT/ OBAT/ CAIRAN JUMLAH NO ALAT/ OBAT/ CAIRAN JUM
1 Adrenalin 1mg/amp 10 ampul 33 Handle Laryngoscop Anak/bayi 1 Bu
2 Sulfas Atropin/amp 10 ampul 34 Blade Laryngoscop Dewasa 3 Bu
3 Cordaron 100mg/amp 3 ampule 35 Blade Laryngoscop Anak/bayi 3 Bu
4 [Link] 0,4%/25cc 2 kolf 36 MC. Gill forcep dewasa 1 Bu
5 Mg. Sulfat 20%/25cc 1 kolf 37 MC. Gill forcep Anak/bayi 1 Bu
ZOOMINAR

6 Dormicum 15mg/amp 2 ampule 38 Mandrin/Stilet Dewasa 1 Bu


7 Norcuron/ Tracrium 2 ampule 39 Mandrin/Stilet Anak/bayi 1 Bu
8 Toerniquet 1 Buah 40 Endotracheal Tube No. 3 - 4 @2 2 Bu
9 Plester 1 Buah 41 Endotracheal Tube No. 4,5 - 5 @2 2 Bu
10 Gunting 1 Buah 42 Endotracheal Tube No. 7 - 7,5 @2 2 Bu
11 Heparin/vial 1 ampule 43 Endotracheal Tube No. 8 - 8,5 @2 2 Bu
12 Kapas Alkohol swab 10 Buah 44 Spuit 20 cc 1 Bu
13 Jelly EKG 1 tube 45 Face Mask Dewasa No. 4, 5 2 Bu
14 Xylocain Jelly/tube 1 tube 46 Face Mask Anak/bayi 2 Bu
15 Lanoxin 0.5mg/amp 1 ampule 47 Ambu Bag Dewasa 1 Bu
16 Adenosin Triphosphat 20mg/amp 3 ampule 48 Ambu Bag Anak/bayi 1 Bu
17 Nitroglycerin 10mg/amp 2 ampule 49 Selang oksigen 2 meter 1 Bu
18 Isoptin 5mg/amp 2 ampule 50 Suction Catheter No.12 -14 @2 4 Bu
19 Dextrose 40%/25cc 3 kolf 51 Cairan Ringer Lactate 1 Ko
20 [Link] 25 cc 1 kolf 52 Cairan Infus NaCl 0,9%/500cc/kolf 2 Ko
21 Na Clhoride 0,9% 25cc 3 kolf 53 Cairan Infus D5W 500cc 1 Ko
22 Spuit 2,5cc 5 Buah 54 Cairan Koloid 1 Ko
23 Spuit 5 cc 5 Buah 55 Threeway Biasa 2 Bu
24 Spuit 10 cc 5 Buah 56 Threeway Buntut 2 Bu
25 Spuit 20 cc 2 Buah 57 Transparant Dressing 1 Bu
26 Spuit 50 cc 3 Buah 58 Transfusion Set 1 Se
27 Infus Set 2 Set 59 Oksigen Nasal 1 Bu
28 Suction mulut 1 Buah 60 Oksigen NRM 1 Bu
29 Oropharyngeal Airway (mayo) No.4 1 Buah 61 Stetoscope 1 Bu
30 Oropharyngeal Airway (mayo) No.5 1 Buah 62 Tensimeter Manual 1 Se
31 Sarung tangan steril No. 7 dan 7,5 2 Buah 63 AED 1 Bu
32 Handle Laryngoscop Dewasa 1 Buah 64 Emergensi Bag 1 Bu
CECKLIST SISTEM PENGAKTIFAN CODE BLUE
NO KELENGKAPAN DEFINISI OPERASIONAL ADA TDK KETERANGAN
ADA
1 SDM
Pelatihan SDM SDM RS yang mendapatkan pelatihan BHD, kode biru
Tim Kode Biru SDM yang ditugaskan melakukan Bantuan Hidup Dasar
(BHD) dan Lanjutan (BHL) di lokasi kejadian.
ZOOMINAR

Penanggung Jawab SDM yang ditunjuk sebagai koordinator sistem pelayanan


Program kode biru, melakukan evaluasi alur kode biru
2 SAPRAS
Zona Kode Biru Rumah Adalah area atau kawasan yang digunakan dan dibagi untuk
Sakit
menjadi wilayah Kode Biru  peta area RS yang terbagi dalam
zona2 kode biru

Perlengkapan Emergency Kelengkapan Tim kode biru yang terdiri dari alat dan obat-
obatan emergency ( Kit Emergency)
Sarana lain yang Sarana sistem aktifasi kode biru ( sistem paging)
dibutuhkan / Alat
komunikasi aktifasi kode
biru
3 SISTEM KODE BIRU
Kebijakan /Pedoman/ SPO Kebijakan yang mengatur tatalaksana pengaktifan kode biru
di RS  Tujuan, ruang lingkup, Kriteria kode Biru di RS, Tim
Kode Biru, Zona Kode Biru, alur aktifasi, sarana dan
prasarana
Alur Aktifasi Kode Biru SPO yang merupakan Rangkaian kegiatan yang harus
dilakukan secara berurutan dalam menangani kode biru.
TRANSFORTASI
• Alat untuk transportasi yang simple sesuai rute yang akan ditempuh
• untuk melakkan evakuasi harus tersedia, berupa brankat, long spine
ZOOMINAR

board, scope strechter dan alas resusitasi


KESIMPULAN
1. Code Blue System merupakan salah satu strategi
untuk menurunkan mortalitas
ZOOMINAR

2. Code Blue System ditentukan oleh kesiapan


sistem, fasilitas, dan tenaga medis; serta kerja
sama tim
3. Pencegahan code blue efektif dengan
meggunakan EWSS
ZOOMINAR

Anda mungkin juga menyukai