Modul Ajar IPAS Kelas 6: Bumi Terancam
Modul Ajar IPAS Kelas 6: Bumi Terancam
AJAR
IPAS s
e l a
K
BAB 7
Bumi Kita
Terancam Bahaya
IDENTITAS MODUL
CAPAIAN PEMBELAJARAN
Pemahaman IPAS (sains dan sosial) Ilmu pengetahuan mengambil peran penting dalam
mengembangkan teori-teori yang membantu kita memahami bagaimana dunia kita
bekerja. Lebih jauh lagi, ilmu pengetahuan telah membantu kita mengembangkan
teknologi dan sistem tata kelola yang mendukung terciptanya kehidupan yang lebih baik.
Dengan menguasai ilmu dapat melakukan banyak hal untuk menyelesaikan permasalahan
atau menghadapi tantangan yang ada. Memiliki pemahaman IPAS merupakan bukti ketika
seseorang memilih dan mengintegrasikan pengetahuan ilmiah yang tepat untuk
menjelaskan serta memprediksi suatu fenomena atau fakta dan menerapkan
pengetahuan tersebut dalam situasi yang berbeda. Pengetahuan ilmiah ini berkaitan
dengan fakta, konsep, prinsip, hukum, teori dan model yang telah ditetapkan oleh para
ilmuwan. Keterampilan proses Dalam profil Pelajar Pancasila, disebutkan bahwa peserta
didik Indonesia yang bernalar kritis mampu memproses informasi baik kualitatif maupun
kuantitatif secara objektif, informasi, mengevaluasi, dan menyimpulkannya. Dengan
memiliki keterampilan proses yang baik maka profil tersebut dapat dicapai. Keterampilan
proses adalah sebuah
membangun proses antara
keterkaitan intensional dalam melakukan
berbagai informasi,diagnosa terhadap situasi,
menganalisis
memformulasikan permasalahan, mengkritisi suatu eksperimen dan menemukan
perbedaan dari alternatif-alternatif yang ada, mencari opini yang dibangun berdasarkan
informasi yang kurang lengkap, merancang investigasi, menemukan informasi,
menciptakan model, mendebat rekan sejawat menggunakan fakta, serta membentuk
argumen yang koheren (Linn, Davis, & Bell 2004). Inkuiri sangat direkomendasikan sebagai
bentuk pendekatan dalam pengajaran karena hal ini terbukti membuat peserta didik lebih
terlibat dalam pembelajaran (Anderson, 2002).
Dalam pengajaran IPAS, terdapat dua pendekatan pedagogis: pendekatan deduktif dan
induktif (Constantinou [Link], 2018). Peran guru dalam pendekatan deduktif adalah
menyajikan suatu konsep berikut logika terkait dan memberikan contoh penerapan. Dalam
pendekatan ini, peserta didik diposisikan sebagai pembelajar yang pasif (hanya menerima
materi). Sebaliknya, dalam pendekatan induktif, peserta didik diberikan kesempatan yang
lebih leluasa untuk melakukan observasi, melakukan eksperimen dan dibimbing oleh guru
untuk membangun konsep berdasarkan pengetahuan yang dimiliki (Rocard, [Link]., 2007).
Pembelajaran berbasis inkuiri memiliki peran penting dalam pendidikan sains (e.g.
Blumenfeld et al., 1991; Linn, Pea, & Songer, 1994; National Research Council, 1996; Rocard
et al., 2007). Hal ini didasarkan pada pengakuan bahwa sains secara esensial didorong oleh
pertanyaan, proses yang terbuka, kerangka berpikir yang dapat dipertanggungjawabkan,
dan dapat diprediksi. Oleh karenanya peserta didik perlu mendapatkan pengalaman
personal dalam menerapkan inkuiri saintifik agar aspek fundamental IPAS ini dapat
membudaya dalam dirinya (Linn, Songer, & Eylon, 1996; NRC, 1996). Menurut Ash (2000)
dan diadopsi dari Murdoch (2015), sekurang-kurangnya ada enam keterampilan inkuiri yang
perlu dimiliki peserta didik.
Mengamati
Mengamati sebuah fenomena dan peristiwa merupakan awal dari proses inkuiri yang akan
terus berlanjut ke tahapan berikutnya. Pada saat melakukan pengamatan, peserta didik
memperhatikan
serta fenomena dan peristiwa dengan saksama, mencatat,
membandingkan
dan informasi yang dikumpulkan untuk melihat persamaan
perbedaannya. Pengamatan bisa dilakukan langsung atau menggunakan instrumen lain
seperti kuesioner, wawancara.
Mempertanyakan dan memprediksi
Peserta didik didorong untuk mengajukan pertanyaan tentang hal-hal yang ingin diketahui
pada saat melakukan pengamatan. Pada tahap ini peserta didik juga menghubungkan
pengetahuan yang dimiliki dengan pengetahuan baru yang akan dipelajari sehingga bisa
memprediksi apa yang akan terjadi dengan hukum sebab akibat.
Merencanakan dan melakukan penyelidikan Setelah mempertanyakan dan membuat
prediksi berdasarkan pengetahuan dan informasi yang dimiliki, peserta didik membuat
rencana dan menyusun langkah-langkah operasional berdasarkan referensi yang benar.
Peserta didik dapat menjawab pertanyaan dan membuktikan prediksi dengan melakukan
penyelidikan. Tahapan ini juga mencakup identifikasi dan inventarisasi faktor-faktor
operasional baik internal maupun eksternal di lapangan yang mendukung dan menghambat
kegiatan.
Mengevaluasi dan refleksi
Pada tahapan ini peserta didik menilai apakah kegiatan yang dilakukan sesuai dengan
tujuan yang direncanakan atau tidak. Pada akhir siklus ini, peserta didik juga meninjau
kembali proses belajar yang dijalani dan hal-hal yang perlu dipertahankan dan/atau
diperbaiki pada masa yang akan datang. Peserta didik melakukan refleksi tentang
bagaimana pengetahuan baru yang dimilikinya dapat bermanfaat bagi diri sendiri,
orang lain, dan lingkungan sekitar dalam perspektif global untuk masa depan
berkelanjutan.
Mengomunikasikan hasil
Peserta didik melaporkan hasil secara terstruktur melalui lisan atau tulisan,
menggunakan bagan, diagram maupun ilustrasi, serta dikreasikan ke dalam media
digital
lalu dan non-digital untuk mendukung penjelasan. Peserta didik
mengomunikasikan hasil temuannya dengan mempublikasikan hasil laporan dalam
berbagai media, baik digital dan atau non digital. Pelaporan dapat dilakukan
berkolaborasi dengan berbagai pihak.
PEMAHAMAN BERMAKNA
Setelah belajar bab ini, peserta didik diharapkan bisa Memahami dampak pengaruh
aktivitas manusia terhadap lingkungan
Setelah belajar bab ini, peserta didik diharapkan bisa Mencari tahu permasalahan
pada lingkungan yang diakibatkan oleh manusia dan Memberikan Solusi Sederhana.
Mengusulkan langkah atau tindakan yang dapat mengurangi dampak negatif pada
lingkungan.
PERTANYAAN PEMANTIK
Topik A
1. Perubahan apa yang pernah terjadi di lingkunganku?
2. Apa saja aktivitas manusia yang berpengaruh terhadap lingkungan?
Topik B
Apa saja aktivitas manusia yang mengakibatkan permasalahan lingkungan?
Topik C
1. Tindakan apa saja yang dapat kita lakukan untuk menjaga Bumi?
2. Bagaimana cara mengajak orang-orang di sekitar untuk berkontribusi dalam
mengurangi dampak negatif pada Bumi?
MATERI POKOK
Topik A
Perubahan pada Lingkungan
Topik B
Pengaruh Aktivitas Manusia pada Lingkungan; Pemanasan Global
Topik C
Upaya Mengatasi Permasalahan Lingkungan
KEGIATAN PEMBELAJARAN
PEMBELAJARAN TOPIK A
Kegiatan Awal
Guru mengajak peserta didik berdoa dengan bimbingan Guru untuk menambah
keimananan dan wawasan pengetahuan Sampaikan kepada peserta didik bahwa pada
topik ini mereka akan mempelajari mengenai sistem tata surya, sebuah sistem yang
sangat besar sampai sulit untuk diamati dengan mata kita langsung. Dampaknya
tanpa kita sadari selalu kita rasakan dan terlihat. Kita akan mempelajari banyak
tentang benda-benda yang ada di luar angkasa dan bagaimana sistem tata surya
mengatur benda-benda ini. Sampaikan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai dalam
bab ini dan elaborasikan dengan apa yang ingin diketahui peserta didik tentang Bumi
dan antariksa.
Mengasosiasi/ mencoba
Peserta didik mempresentasikan hasil kerja kelompok atau individu secara klasikal,
mengemukakan pendapat atas presentasi yang dilakukan kemudian ditanggapi
kembali oleh kelompok atau individu yang mempresentasikan
Mengomunikasikan
Peserta didik dan guru melakukan tanya jawab terkait materi yang belum dipahami.
Guru dan peserta didik membuat kesimpulan terkait materi yang telah dipelajari.
Menanya
Guru memberikan kesempatan untuk mengidentifikasi sebanyak mungkin hal yang
belum dipahami, dimulai dari pertanyaan faktual sampai ke pertanyaan yang
bersifat hipotetik. Pertanyaan ini harus tetap berkaitan dengan materi yang
diajarkan.
Mengekplorasi/ menalar
Peserta didik bersama orang tua mendiskusikan, mengumpulkan informasi,
kemudian melalaui siswa mempresentasikan ulang, dan saling bertukar informasi
dengan siswa lain mengenai materi yang diajarkan. Sebelum guru memberi tahu
jawabannya.
Mengasosiasi/ mencoba
Peserta didik mempresentasikan hasil kerja kelompok atau individu secara klasikal,
mengemukakan pendapat atas presentasi yang dilakukan kemudian ditanggapi
kembali oleh kelompok atau individu yang mempresentasikan
Mengomunikasikan
Peserta didik dan guru melakukan tanya jawab terkait materi yang belum
dipahami.
Guru dan peserta didik membuat kesimpulan terkait materi yang telah dipelajari.
Pembelajaran Diferensiasi
Untuk siswa yang berminat belajar dan mengeksplorasi topik ini lebih jauh,
disarankan untuk membaca materi menganalisis tata cara thaharah dari berbagai
referensi dan literatur lain yang relevan.
Guru dapat menggunakan alternatif metode dan media pembelajaran sesuai dengan
kondisi
lebih masing-masing agar pelaksanaan pembelajaran menjadi
menyenangkan (joyfull learning) sehingga tujuan pembelajaran bisa tercapai. Untuk
siswa yang kesulitan belajar topik ini, disarankan untuk belajar kembali tata cara pada
pembelajaran di dalam dan atau di luar kelas sesuai kesepataan antara guru dengan
siswa. Siswa juga disarankan untuk belajar kepada teman sebaya.
Asesmen Awal
Untuk mengukur pengetahuan dan keterampilan peserta didik, guru memberikan
pertanyaan kepada peserta mengenai materi yang telah dipelajari baik secara lisan
maupun tulis.
Contoh istrumen:
·Apa yang kamu ketahui tentang materi yang telah dipelajari ?
·Pemetaan Penguasaan Kompetensi Peserta didik hasil asesmen awal
Asesmen Formatif (Selama Proses Pembelajaran)
Asesmen formatif dilakukan oleh guru selama proses pembelajaran berlangsung,
khususnya saat siswa melakukan kegiatan diskusi, presentasi dan refleksi tertulis.
· Teknik Asesmen : Observasi, Unjuk Kerja
· Bentuk Instrumen : Pedoman/lembar observasi
· Lembar kerja pengamatan kegiatan pembelajaran dengan metode tanya jawab dan
tikraran
Assesmen Sumatif
Asesmen Pengetahuan Teknik Asesmen:
Tes : Tertulis
Non Tes : Observasi Jika ada
Bentuk Instrumen:
Asesmen tidak tertulis : Rubrik Observasi Sesuai Materi Bab
Asesmen
: Jawaban tertulis
singkat
Asesmen Keterampilan
Teknik Asesmen : Kinerja
Bentuk Instrumen : Lembar Kinerja Pesera Didik
Pengayaan
Pengayaan diberikan kepada peserta didik yang telah mencapai kompetensi dan
tujuan pembelajaran.
Guru memberikan pertanyaan-pertanyaan yang lebih variatif dengan menambah
keluasan dan kedalaman materi yang mengarah pada high order thinking
Program pengayaan dilakukan di luar jam belajar efektif.
Remedial
Remedial diberikan kepada peserta didik yang belum mencapai kompetensi dan
tujuan pembelajaran Guru melakukan pembahasan ulang terhadap materi yang
telah diberikan dengan cara/metode yang berbeda untuk memberikan
pengalaman belajar yang lebih memudahkan peserta didik dalam memaknai dan
menguasai materi ajar misalnya lewat diskusi dan permainan. Program remedial
dilakukan di luar jam belajar efektif.
REFLEKSI
REFLEKSI GURU
Agar proses belajar selanjutnya lebih baik lagi, mari lakukan refleksi diri dengan
menjawab pertanyaan berikut.
1. Apa yang sudah berjalan baik di dalam kelas? Apa yang saya sukai dari kegiatan
pembelajaran kali ini? Apa yang tidak saya sukai?
2. Pelajaran apa yang saya dapatkan selama pembelajaran?
3. Apa yang ingin saya ubah untuk meningkatkan/memperbaiki pelaksanaan/ hasil
pembelajaran?
4. Dengan pengetahuan yang saya dapat/miliki sekarang, apa yang akan saya
lakukan jika harus mengajar kegiatan yang sama di kemudian hari?
5. Kapan atau pada bagian mana saya merasa kreatif ketika mengajar? Mengapa?
6. Pada langkah keberapa peserta didik paling belajar banyak?
7. Pada momen apa peserta didik menemui kesulitan saat mengerjakan tugas akhir
mereka?
8. Bagaimana mereka mengatasi masalah tersebut dan apa peran saya pada saat
itu?
BAHAN BACAAN
Aktivitas Manusia yang Mengancam Bumi Bumi tempat tinggal kita terdiri atas
beberapa elemen. Tanah merupakan tempat manusia beraktivitas sehari-hari. Perairan
dengan segala manfaatnya serta udara yang merupakan salah satu kunci kenapa
manusia bisa tinggal di Bumi. Jika salah satu elemen ini terganggu maka akan
berpengaruh juga pada elemen lainnya. Nah, sekarang kita akan belajar lebih lanjut dan
mencari tahu apa saja aktivitas manusia yang mengancam Bumi kita ini. Apakah kalian
pernah mendengar tentang pemanasan global? Akhir-akhir ini, banyak orang
membicarakan tentang pemanasan global atau global warming karena dampaknya
sangat berbahaya bagi kelangsungan Bumi kita. Pemanasan global merupakan proses
pemanasan yang terjadi pada Bumi dan terlihat dari peningkatan rata-rata suhu Bumi
yang mencapai 10°C. Peningkatan suhu ini menyebabkan perubahan iklim, seperti
cuaca ekstrim, musim dingin yang lebih pendek, dan musim panas yang lebih panjang
hingga menimbulkan kekeringan. Lalu, apa sih penyebab terjadinya pemanasan global?
Aktivitas manusia menggunakan alat transportasi mesin serta beroperasinya pabrik
menyumbang banyak karbon dioksida. Mungkin kalian tahu bahwa karbon dioksida
seharusnya dapat diserap pepohonan sehingga tidak membahayakan Bumi. Sayangnya,
saat ini banyak hutan yang gundul sehingga jumlah pohon dan jumlah karbon dioksida
tidak berimbang. Hal ini menyebabkan karbon dioksida terperangkap di atmosfer Bumi
dan terjadilah efek rumah kaca. Apa itu efek rumah kaca? Rumah kaca adalah sebuah
bangunan yang dinding dan atapnya terbuat dari kaca. Di dalam rumah kaca, udara
panas akan terperangkap. Walaupun musim dingin tiba, para petani tetap bisa
bercocok tanam di dalam rumah kaca yang hangat. Nah, apa yang terjadi pada Bumi
mirip seperti rumah kaca. Gas metana dan karbon dioksida pada atmosfer Bumi yang
dapat memerangkap panas Matahari sehingga Bumi terasa hangat. Oleh karena itu,
fenomena ini disebut efek rumah kaca.
Fenomena efek rumah kaca sebenarnya berperan penting dalam kelangsungan hidup
kita. Tanpa efek ini, Bumi akan menjadi tempat yang sangat dingin. Sayangnya, jika
jumlah gas karbon dioksida dan metana semakin banyak maka semakin panas juga
kondisi Bumi. Penyebab lain pemanasan global, yaitu kentut sapi. Hah! Kok bisa? Ada
milyaran ekor sapi di Bumi ini. Ketika sapi kentut, mereka mengeluarkan gas metana.
Gas metana bersama karbon dioksida yang dihasilkan mesin terperangkap di atmosfer
Bumi dan membuat suhu Bumi meningkat. Coba, kalian bayangkan berapa banyaknya
gas metana yang dihasilkan kentut sapi. Apakah kalian pernah membakar sampah
plastik? Ternyata, membakar sampah plastik merupakan ancaman juga bagi manusia
dan Bumi. Gas yang dihasilkan dari proses pembakaran ini merupakan racun jika
terhirup manusia. Efeknya bisa ringan seperti batuk hingga menyebabkan kanker.
Selain itu, proses pembakaran ini juga menghasilkan karbon dioksida yang merupakan
salah satu penyebab menipisnya lapisan ozon. Penipisan ozon ini menyebabkan suhu
Bumi meningkat dan berakibat pada mencairnya es di kutub Lapisan tanah menjadi
terlihat ketika es mencair. Warna putih salju berganti menjadi warna tanah yang coklat.
Beruang kutub pun kesulitan bersembunyi saat akan menangkap mangsa karena
warna bulunya kontras dengan warna tanah. Anjing laut dengan mudah melihat
beruang kutub dan segera menghindar ketika akan dijadikan mangsa. Sampah plastik
juga susah diurai sehingga mencemari tanah. Bahkan, jika sampah dibuang ke sungai
dan sampai ke laut, dapat menimbulkan dampak yang lebih berbahaya. Hewan seperti
ikan, penyu, atau burung laut dapat memakan sampah plastik ini sehingga dapat
mengakibatkan kematian. Sampah berupa tali juga dapat membelit tubuh hewan ini
sehingga mereka akan kesulitan bergerak untuk mencari mangsa
BAHAN BACAAN GURU
Efek Rumah Kaca Bumi merupakan habitat dan tempat tinggal semua makhluk hidup.
Namun, semakin hari Bumi semakin memanas akibat pemanasan global. Pemanasan
global adalah suatu fenomena global yang dipicu oleh aktivitas manusia terutama yang
berkaitan dengan penggunaan bahan fosil dan kegiatan alih guna lahan. Kegiatan ini
menghasilkan gas-gas yang semakin lama semakin banyak jumlahnya di atmosfer,
terutama gas karbon dioksida (CO2) dan metana yang disebut sebagai gas rumah kaca.
Efek rumah kaca terjadi karena peningkatan suhu Bumi akibat suhu panas yang
terjebak di dalam atmosfer. Proses ini mirip seperti rumah kaca yang berfungsi menjaga
kehangatan suhu tanaman di dalamnya. Peningkatan suhu dalam rumah kaca terjadi
karena adanya pantulan sinar Matahari oleh bendabenda di dalam rumah kaca yang
terhalang oleh dinding kaca sehingga udara panas tidak dapat keluar (terperangkap).
Pada atmosfer Bumi, gas rumah kaca berperan seperti kaca dan memerangkap panas
matahari dalam Bumi. Sebenarnya, efek rumah kaca membuat Bumi lebih hangat
sehingga nyaman untuk ditinggali pada kondisi normal. Namun, jika konsentrasi gas
rumah kaca terus bertambah maka efek rumah kaca akan meningkat dan
menyebabkan Bumi semakin panas. Laporan NASA menyebutkan bahwa suhu Bumi
saat ini sudah melonjak 7ºC lebih panas dibanding 5 ribu tahun silam. NASA juga
memprediksi, Bumi akan memanas hingga 6ºC pada abad berikutnya. Angka kenaikan
tersebut memang tampak sedikit jika hanya dilihat sekilas. Namun, pemanasan global
bukanlah fenomena sepele.
BAHAN BACAAN GURU
Efek pemanasan global yang dapat kita lihat dan rasakan, di antaranya melelehnya
es di kutub, meningkatnya permukaan air laut, terjadinya gelombang panas, rusaknya
ekosistem laut, semakin sering terjadinya banjir, dan kesehatan tubuh yang menurun.
Permasalahan lingkungan merupakan tanggung jawab kita bersama. Saatnya, kita
memulai untuk melakukan hal-hal positif demi mengurangi pemanasan global ini. Di
antaranya dengan melakukan reboisasi, yaitu proses penanaman kembali hutan yang
telah ditebang dan memperbanyak lahan hijau. Dengan begitu, CO2 akan diserap
tumbuhan dan mengurangi dampak pemanasan global. Kita juga bisa mengurangi
pemakaian plastik untuk menghindari tumpukan limbah plastik yang bisa
menghasilkan gas metana. Sampah plastik belakangan ini menjadi masalah besar
bagi Indonesia. Dikutip dari [Link], total volume sampah kantong plastik di
Indonesia tercatat mencapai 64 juta ton per tahun, di mana 3,2 juta ton per tahun
masuk ke laut. Dengan kondisi ini, Indonesia tercatat sebagai negara penyumbang
sampah plastik di laut terbesar kedua di dunia. Sungguh kenyataan yang
menyedihkan. Ini menunjukkan besarnya ancaman bagi kelestarian ekosistem di laut.
Padahal, dua per tiga wilayah Indonesia berupa lautan. Banyak orang yang
menganggap bahwa sampah plastik yang ditemukan di pesisir pantai merupakan
tanggung jawab penduduk pesisir pantai ataupun para wisatawan yang memang
kurang disiplin. Namun, permasalahan sampah merupakan tanggung jawab bersama.
Walaupun tinggal jauh dari pantai, sampah yang kita hasilkan bisa hanyut ke sungai
dan menuju ke laut. Artinya, setiap orang bertanggung jawab dengan sampah yang
dihasilkan. Perlu adanya sebuah sistem pembuangan sampah yang baik serta upaya
mengurangi jumlah sampah, khususnya plastik.
Keadaan Bumi kita sedang tidak baik. Jumlah plastik tersebar di darat dan lautan yang
produksi serta konsumsinya tidak dapat lagi dihentikan. Peristiwa-peristiwa tersebut
merupakan dampak dari aktivitas manusia di Bumi yang selama ini kurang
memerhatikan lingkungan. Aktivitas manusia sehari-hari baik secara langsung maupun
tidak langsung dapat memicu terjadinya pemanasan global dan bencana alam lainnya.
Oleh karena itu, kita sebagai penghuni Bumi berkewajiban untuk menjaga Bumi yang
semakin tua ini. Ada banyak cara yang dapat dilakukan generasi kita untuk mencegah
Bumi dari kerusakan dengan mengubah kebiasaan sehari-hari. Hal ini bisa langsung
dimulai dari lingkungan terdekat kita. Misalnya, menggunakan lahan terbuka untuk
ditanami tumbuhan hijau, mengurangi sampah dan memilahnya berdasarkan jenisnya
(organik dan anorganik), menggunakan botol minum isi ulang, dan sebagainya.
Kesadaran ini akan melahirkan komunitas- komunitas lingkungan yang menjadi salah
satu motor penggerak kegiatan cinta lingkungan
UJI PEMAHAMAN
Perhatikan grafik tingkat kenaikan suhu Bumi selama 140 tahun terakhir
ini ! 1. Apa yang kalian lihat dari grafik di atas? 2. Adakah perbedaan
peningkatan suhu Bumi di tahun 1920 dan tahun 2000? 3. Faktor apa
yang menyebabkan terjadinya hal tersebut? 4. Bagaimana pengaruhnya
terhadap Bumi dan kehidupan manusia?
DAFTAR PUSTAKA
Sumber Buku AA Prasetya. 2019. Benua dan Samudera. Sleman: Sentra Edukasi
Media. Abdullah, H. 2017. Asia dan Benua-Benua Lain di [Link]: Istana
Media. Anggari, St. Angi et al. 2018. Globalisasi Buku Tematik Terpadu Kurikulum
2013. Jakarta: Kemdikbud Antika, Onny Budi. [Link] dan Ira Purwaningsih, [Link]. 2020.
Ilmu Pengetahuan Sosial Modul Tema 12: Dunia dalam Genggamanku. Jakarta:
Kemdikbud Childcraft International. 1986. The How and Why Library: World and
Space. Widyatmaka, S. Jakarta: PT Tira Pustaka. Gelman, Rochel, Kimberly
Brenneman. 2004. Science Learning Pathways for Young Children. Early Childhood
Research Quarterly. 19: 150–158. Hwa, Kwa Siew, [Link]. 2010. My Pals Are Here!
Science Student’s Book. Level 5. Malaysia: Marshall Cavendish Education. Karitas,
Diana. 2017. Buku Tematik Terpadu Kurikulum 2013: Ekosistem. Jakarta:
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Kementerian Pendidikan dan
Kebudayaan. 2017. Sejarah Indonesia untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas XI Semester 1.
Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Kementerian
Pendidikan dan Kebudayaan. 2018. Hebatnya Pahlawan Zaman Old: Ilmu
Pengetahuan Sosial (IPS) Paket A Setara SD/MI Kelas V. Jakarta: Kementerian
Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Kementerian Pendidikan dan
Kebudayaan. 2018. Persatuan dalam Perbedaan: Buku Tematik Terpadu Kurikulum
2013 Tema 2. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.
Kingfisher. 2012. The Grolier World Atlas. London: Macmillan Publishers. Leng, Ho
Peck. 2017. Marshall Cavendish Activity book Stage 5. Singapore: Marshall Cavendish
Education. Leng, Ho Peck. 2017. Marshall Cavendish Pupil’s Book. Stage 5. Singapore:
Marshall Cavendish Education. Loxley, Peter, Lyn Dawes, Linda Nicholls, dan Babd
Dore. 2010. Teaching Primary Science. Pearson Education Limited Marshall
Cavendish Education. 2010. My Pals are Here! Science 4B Teacher’s Guide. Singapore:
PENCEMARAN LINGKUNGAN
Lengkapi tabel tentang tanda-tanda terjadinya pencemaran berikut!
1.
2.
3.
Kerusakan
bumi
Pasangkan dan Tuliskan Penyebab terjadinya
Pencemaran tersebut
Banjir
Tanah
Longsor
Tsunami
Gunung
Meletus
Gempa
Bumi
Upaya Pencegahan Pemanasan Global
di Indonesia
Cara Menjaga
Lingkungan
Nama: Kelas:
Lingkungan Sekitarku
Bagaimana kondisi lingkunganmu? Apakah kamu tinggal di
dataran tinggi atau dataran rendah? Apakah kamu berada di
lingkungan yang padat penduduk? Ceritakanlah hal-hal lain yang
berkaitan dengan keadaan lingkungan sekitarmu.
Nama: Kelas:
Masalah
Lingkungan
Berdasarkan apa yang Anda ketahui dan pahami,
jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut.
Pencemaran
Lingkungan
Berdasarkan pemahaman Anda tentang pencemaran
lingkungan, jawablah pertanyaan berikut.
PENCEMARAN LINGKUNGAN
Tuangkan informasi yang Ananda peroleh mengenai definisi dari Pencemaran
Lingkungan serta tuliskan ciri-ciri udara, air dan tanah yang tercemar dalam
diagram berikut!
PENCEMARAN
LINGKUNGAN
Pencemaran Tanah Pencemaran Udara
Berikan tanda ceklist ( ) pada kolom "Setuju" atau "tidak setuju" sesuai dengan
pemahaman Ananda
Tidak
Pernyataan Setuju
Setuju
Sampah dapat menyebabkan pencemaran air dan
tanah
Air yang bersih memiliki ciri tidak berbau dan tidak
berasa
Air yang memiliki warna dan berbau boleh dikonsumsi/
diminum
Tanah yang subur memiliki derajat keasaman tanah
(pH) yang sangat tinggi
Tanah yang tercemar mengakibatkan pertumbuhan
mikroorganisme dan jamur terganggu
4 Fakta Tentang
PEMANASAN
GLOBAL
Peningkatan Pencairan
Suhu Es
Individu
Masyarakat
Pemerintah