POLA KOMUNIKASI PEGAWAI KANTOR CAMAT TEOR TERKAIT
EFEKTIVITAS PELAYANAN TERHADAP MASYARAKAT
SKRIPSI
Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Sosial
([Link]) Pada Jurusan/Prodi Komunikasi Dan Penyiaran Islam Institut Agama Islam
Negeri (IAIN) Ambon
NAMA: ABDUL RASID RETTOB
NIM: 170203007
PRODI KOMUNIKASI DAN PENYIARAN ISLAM
FAKULTAS USHULUDDIN DAN DAKWAH
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN)
AMBON 2022
1
i
PERNYATAAN KEASLIAN SKRIPSI
Yang bertandatangan dibawah ini :
Nama : Abdul Rasid Rettob
Nim : 170203007
Prodi : Komunikasi Dan Penyiaran Islam
Menyatakan bahwa skripsi ini benar merupakan hasil penelitian
atau karya sendiri, jika di kemudian hari terbukti bahwa skripsi tersebut
merupakan duplikat, tiruan, plagiat, atau dibantu orang lain secara
keseluruan, maka skripsi ini serta gelar yang diperoleh batal demi
hukum.
Ambon, 26 Desember 2022
Abdul rasid rettob
Nim: 170203007
ii
MOTTO DAN PERSEMBAHAN
Motto
“Allah tidak akan membebani seseorang melainkan sesuai dengan
kesanggupanya.” {QS. Al Baqarah:286}
“Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan,maka apa bila
kamu telah selesai (dari semua urusan ), maka kerjakanlah dengan
sungguh-sungguh (urusan) yang lain, dan hanya kepada tuhanmulah
hendaknya kamu berharap.” (QS. Al Insyirah:6-8)
Persembahan:
Ku persembahkan skripsi ku ini untuk kedua orang tua ku(Ondor Rettob
dan Sumiya Rettob) yang tak henti-hentinya berdoa untuk keselamatan
ku. Terima kasi ayah ibu yang selalu memberiku semangat,motifasi, dan
dorongan yang kuat sehingga saya dapat menyelesaikan study ku di
kampus IAIN Ambon ini.
Tak lupa pula ku ucapkan terimakasi kepada seluruh keluargaku yang
mana selalu memberikan dukungan, do’a, beserta pengorbanan kalian
sehingga saya dapat menyelesaikan study saya di kampus IAIN Ambon
ini.
Terimakasi kepada kakak-kakak, dan adik-adik ku (Cici Rettob serta
suaminya, Amma Rettob,Dian Rettob,Ratna Rettob Ratmi Letsoin dan
Rifal Rettob)yang selalu memberiku dukungan serta semangat dan kasih
sayang kalian ke pada ku
Terimakasi kepada kekasihku yang tercinta(Irmawati Pattimura) yang
selalu memberikan semangat,motivasi serta dukungan sehinga saya dapat
menyelesaikan skripsi ku ini.
Terimakasi kepada teman-teman ku( Alvian [Link], Alhamid
[Link], Masria Alhaming. [Link], Baripprima [Link] ) yang
suda memberikan dukungan dan dan motovasi kepadaku sehinga saya
dapat menyelesaikan skripsi ku ini.
iii
KATA PENGANTAR
Alhamdulillah, segala puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT
atas berkah dan insyah-Nya dalam memberikan kesehatan, kekuatan dan
ketabahan sehingga penulis dapat menyelesaikan studi dan merampungkan skripsi
ini. Dengan berbagai rasa yang menjadi satu lelah, kesal, dan sedih bahkan rasa
sedikit putus asa yang muncul di beberapa waktu, namun semuanya berakhir
dengan kelegaan dan keharusan sehingga timbul semangat luar biasa. Tidak lupa
salam serta shalawat dihaturkan atas baginda besar Nabi Muhammad SAW,
beserta keluarga para sahabat dan para umatnya yang senantiasa istiqomah
dijalan-Nya. Penulis menyadari bahwasanya manusia tidaklah mungkin hidup
tanpa bantuan orang lain dan tidaklah mungkin terwujud semua usaha tanpa
bantuan orang lain. Dengan ini penulis dalam rangka menyelesaikan tugas, dalam
kerendahan hati ini, penulis mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya
kepada:
1. Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ambon, [Link]. Zainal
Abidin Rahawarin, [Link], beserta. Dr. Ismail Tuanany, M.M, M.H selaku
Wakil Rektor I, Dr. Husin Wattimena, [Link] selaku Wakil Rektor II, dan
Dr. M. Faqih Seknun, M. Pd selaku Wakil Rektor III.
2. Dekan Fakultas Ushuluddin dan Dakwah IAIN Ambon, Dr. Moh. Yamin
Rumra. [Link] beserta Dr. Arman Man Arfa, [Link], [Link] Wakil
Dekan I, Dr. Burhanuddin Tidore, [Link].I selaku Wakil Dekan II, dan Dr.
Syarifuddin, M. Sos.I selaku Wakil Dekan III.
3. Kedua pembimbing karya ilmiah yakni Dra. Gamar [Link].I dan
Nanik Handayani, M. Hum. yang telah sabar membimbing dan
mencurahkan ilmunya kepada penulis demi terselesaikannya skripsi
iv
4. Darma, MM, serta Fadli Pellu, M,Si selaku ketua dan sekertaris prodi
Komunikasi dan Penyiaran Islam.
5. Para Dosen Pengajar Fakultas Ushuluddin dan Dakwah, yang telah
membekali berbagai pengetahuan sehingga penulis menyelesaikan skripsi
ini.
6. Semua pihak yang tak dapat penulis sebutkan satu persatu yang turut serta
membantu baik secara langsung maupun tidak langsung dalam penulisan
skripsi ini.
Kepada mereka penulis tidak dapat memberikan apa-apa, hanya ungkapan
terimakasih serta do’a semoga Allah SWT membalas semua amal kebaikan
mereka dengan sebaik-baiknya balasan, Aamiin.
Pada akhirnya penulis menyadari sepenuhnya bahwa masih banyak
kekurangan dalam penyusunan skripsi ini, karena keterbatasan ilmu yang penulis
miliki. Untuk itu penulis sangat mengharapkan masukan baik berupa saran
maupun kritikan demi kelengkapan dan sempurnya skripsi ini. Harapan penulis
semoga skripsi ini bermanfaat bagi penulis pada khususnya dan bagi pembaca
yang budiman pada umumnya.
ABSTRAK
Nam : Abdul Rasid Rettob
Nim : 170203007
Judul Skripsi : Pola Komunikasi Pegawai Kantor Camat Teor Terkait
Efektivitas Pelayanan Terhadap Masyarakat
Kantor Camat merupakan salah satu kantor instansi pemerintah yang
melayani masyarakat sebagaimana yang diatur dalam Undang-undang Nomor 25
tahun 2009 tentang pelayanan publik. Namun selama dari tahun 2020 sampai
2022 saat ini di kantor camat teor tidak ada sistem pelayanan yang di jalankan
oleh pengawai kantor camat teor kepada masyarakat, di karenakan ketidak adanya
pegawai-pegawai dan sarana prasarana. Di kantor Camat Teor
Pendekatan yang digunakan dalam penyusunan penelitian ini adalah
pendekatan diskripsi kualitatif dengan pendekatan komunikasi, pelayanan dan
sosial selain itu teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini
yaitu observasi dengan mengadakan pengamatan secara langsung pada wilayah
dan objek yang akan diteliti secarah langsung dan wawancara dengan mengajukan
beberapa pertanyaan secara mendalam kepada informan untuk mendapatakan data
atau informasi yang dibutuhkan.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Kantor Camat Teor menggunakan
dari tiga pola komunikasi yaitu, pola komunikasi lingkar, pola komunikasi roda,
pola komunikasi menyeluruh. Sedangkan dari sisi pandangan masyarakat tentang
sistem pelayanan di Kantor Camat Teor belum berjalan dengan baik di karenakan
tidak adanya pegawai-pegawai di tempat dan tidak adanya sarana dan prasarana di
kantor camat teor sehingga masyarakat pun tidak mendapatakan pelayanan dari
camat maupun pegawai-pegawai di kantor camat.
Kata kunci: Pola komunikasi, efektivitas,pelayanan,masyarakat.
v
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL
LEMBARAN PENGESAHAN ...................................................................... I
PERNYATAAN KEASLIAN SKRIPSI ....................................................... II
MOTTO DAN PERSEMBAHAN ................................................................. III
KATA PENGANTAR .................................................................................... IV
ABSTRAK ...................................................................................................... V
DAFTAR ISI ................................................................................................... VI
BAB I PENDAHULUAN ............................................................................... 1
A. Latar Belakang ........................................................................................ 1
B. Rumusan Masalah................................................................................... 7
C. Batasan Masalah ..................................................................................... 8
D. Tujuan Penelitian .................................................................................... 8
E. Manfaat Penelitian .................................................................................. 8
BAB II KAJIAN PUSTAKA ......................................................................... 10
A. Hasil Penelitian Yang Relevan ............................................................... 10
B. Kajian Teori ............................................................................................ 12
1. Pengertian Komunikasi Organisasi .................................................... 12
2. Pola Komunikasi Organisasi .............................................................. 14
3. Pengertian Pelayanan ......................................................................... 19
4. Pengertian Publik ............................................................................... 20
5. Pengertian Pelayanan Publik.............................................................. 21
6. Jenis-Jenis Pelayanan Publik ............................................................. 23
7. Unsur-Unsur Pelayanan Publik .......................................................... 25
C. Kerangka Pikir ........................................................................................ 25
BAB III METODE PENELITIAN ............................................................... 27
A. Jenis dan Pendekatan Penelitian ............................................................. 27
B. Waktu dan Lokasi Penelitian .................................................................. 29
C. Jenis dan Sumber Data Penelitian........................................................... 29
D. Instrument Penelitian .............................................................................. 31
vi
E. Teknik Pengumpulan Data ..................................................................... 32
F. Teknik Analisis Data .............................................................................. 34
[Link] HASIL DAN PEMBAHASAN PENELITIAN .............................. 36
A. Hasil Penelitian ....................................................................................... 36
B. Pembahasan ............................................................................................ 50
BAB. V PENUTUP ......................................................................................... 65
A. Kesimpulan ............................................................................................. 65
B. Saran ....................................................................................................... 66
DAFTAR PUSTAKA ..................................................................................... 67
LAMPIRAN .................................................................................................... 70
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Negara wajib melayani setiap warga Negara untuk memenuhi hak dan
kebutuhan dasarnya dalam kerangka pelayanan publik untuk mewujudkan
kesejahteraan umum yang merupakan tujuan Negara yang teramat dalam Undang-
Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 alenia ke IV.
Penyeleggaraan pelayanan kepada masyarakat merupakan fungsi yang harus
dilaksanakan pemerintah dalam rangka mewujudkan kesejahteraan, sebagai tolak
ukur terselenggaranya tata kelola pemerintahan yang baik atau disebut good
governance.1
Pelayanan adalah aktifitas seseorang,sekelompok dan atau organisasi baik
langsung maupun tidak langsung untuk memenuhi kebutuhan. Penyelenggaraan
pelayanan publik merupakan upaya negara untuk memenuhi kebutuhan dasar dan
hak-hak sipil setiap warga [Link] wajib memberikan pelayanan pada
seluruh warga negara.2 Pelayanan public adalah kegiatan atau rangkaian kegiatan
dalam rangka pemenuhan kebutuhan pelayanan sesuai dengan peraturan
perundang undangan bagi setiap warga Negara dan penduduk atas barang, jasa
dan atau pelayanan administratif yang di sediakan oleh penyelenggaraan
pelayanan publik.3Dan pemberian layanan (melayanai) keperluan
1
Nabilah Hanim, “Penyelenggaraan Pelayanan Administrasi Terpadu Kecamatan
(PATEN)” Skripsi di Universitas Diponegoro Semarang Tahun 2010
2
Dila Firlena dan Amni Z. Rahman, “Implementasi Pelyanan Terpadu Kecamatan
(PATEN)” Skripsi di Universitas Diponegoro Tahun 2011
3
Riant Nugroho, Manajemen Pelayanan Publik, cet-3 (Depok:Rajawali Pers, 2019). h. 21
1
2
orang atau masyarakat yang mempunyai kepentingan pada organisasi itu sesuai
dengan aturan pokok dan tata cara yang telah ditetapkan.4
Berbagai pelayanan administratif, seperti pelayanan KTP, Akte kelahiran,
sertifikat tanah, dan perizinan, merupakan pelayanan yang diselenggarakan untuk
menjamin hak dan kebutuhan dasar warga Negara. Pelayanan KTP dan akte
kelahiran sangat vital dalam kehidupan warga karena keduanya menjamin
keberadaan, identitas warga dan hak-hak sipil lainnya. Pelayanan seperti itu tentu
sangat penting dan menjadi bagian dari pelayanan publik yang harus
diselenggrakan oleh Negara.5
Namun, pada kenyataan kondisi penyelenggaraan pelayanan publik di
Indonesia masih belum efektif dan efisien serta kualitas sumber daya manusia
aparatur yang belum memadai. Penyelenggaraan pelayanan publik pada pelayanan
administrasi masih terdapat masalah. Masalah yang dimaksud yaitu dalam
memberikan pelayanan masih kurang optimal sedangkan sudah sepantasnya wajib
menyelenggarakan pelayanan yang mudah untuk diakses, sesuai kebutuhan warga,
dilaksakan dengan partisipatif serta berdasarkan norma yang berlaku. 6
Masalah diatas menunjukkan perlu adanya perhatian pada
penyelenggaraan pelayanan publik. Dalam memperbaiki penyelenggaraan
pelayanan publik, pemerintah mengeluarkan Undang-Undang Nomor 25 Tahun
2009 tentang pelayanan publik. Kemudian, dalam rangka mempermudah
4
Lijan Poltak Sinambela, dkk, Reformasi Pelayanan Publik, (Jakarta: PT Bumi Aksara
2006) h.5.
5
Didik fakhturnRohman, Imam Hanafi, Minto Hadi. “Implementasi Kebijakan Pelayanan
administrasi Kependudukan Terpadu” Studi Pda Dinas Kependudukan Dan Catatan Sipil Kota
Malang” Vol.1 No.5, Hal, 962-971.
6
Dila Firlena dan Amni Z. Rahman, “implementasi pelyanan terpadu kecamatan
(PATEN),” Skripsi di Universitas Diponegoro Tahun 2011.
3
penyelenggaraan berbagai bentuk pelayanan publik maka terdapat sistem
pelayanan terpadu yang termuat pada Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009
Pasal 9 ayat (1) Kebijakan ini menetapkan adanya system pelayanan admistrasi
agar dapat mendekatkan, mempermudah, dan mempercepat pelayanan terhadap
publik atau masyarakat.7
Pemerintahan dalam melaksanakan pelayanan publik seharusnya
meningkatkan kualitas dan menjamin penyediaan pelayanan publik sesuai dengan
azas-azas umum pemerintahan untuk memberikan perlindungan bagi setiap warga
negara. Sesuai dengan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor
63 Tahun 2003 tentang pedoman umum penyelenggaraan pelayanan publik
dijelaskan bahwa segara bentuk pelayanan yang dilakukan oleh instansi
pemerintah di pusat, di daerah, dan dilingkungan. Badan Usaha Milik Negara atau
jasa, baik dalam rangka upaya pemenuhan kebutuhan masyarakat maupun dalam
rangka pelaksanaan ketentuan peraturan perundang-undangan, termasuk dalam
jajaran pemerintah kecamatan, dimana upaya pemenuhan kebutuhan masyarakat
dalam bidang administrasi kependudukan seperti: pembuatan surat pengantar
untuk membuat KTP, Kartu Keluarga, surat keterangan, dan lain-lain.8
Kantor Camat Kecamatan Teor merupakan salah satu kantor instansi
pemerintah yang melayani masyarakat sebagaimana diatur dalam Undang-undang
Nomor 25 Tahun 2009 tentang pelayanan publik. Penyelenggaraan Pemerintahan
Kecamatan memerlukan adanya seorang pemimpin yang selalu mampu untuk
menggerakkan bawahannya agar dapat melaksanakan tugas dan tanggung
7
Undang undang Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 2009 Tentang Pelayanan Publik
8
Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 63 Tahun 2003 tentang
pedoman umum penyelenggaraan pelayanan publik.
4
jawabnya,berpartisipasi dalam kegiatan pemerintahan,pembangunan dan
kemasyarakatan serta berdayaguna dan berhasil guna. Keberhasilan pembangunan
akan terlihat dari tingginya produktifitas, penduduk makmur dan sejahtera secara
[Link] kepemimpinan dalam efektivitas pencapaian tujuan dapat dilakukan.
Pelayanan publik yang diselenggarakan oleh instansi pemerintah belum
dapat memenuhi kualitas yang diharapkan masyarkat. Hal ini ditandai dengan
masih adanya berbagai keluhan masyarakat mengenai diskriminasi pelayanan.
Sebagai contoh adanya masyarakat yang ketika mengurus KTP (Kartu Tanda
Penduduk) di kantor camat tersebut tidak ada pelayanan,sehinga pelayan tidak
berjalan dengan baik. Selain itu keluhan lain yang diungkapkan pengguna layanan
yaitu adanya ketidak adanya pegawai-pegawai tidak berada di tempat sehinga
masyarakat di kecamatan teor tidak menerima system pelayanan dengan baik.
Dalam suatu kepemimpinan organisasi, terdapat dua unsur penting
yangharus diperhatikan yakni pemimpin dan yang dipimpin. Proses komunikasi
antarkeduanya menentukan keberlangsungan hidup suatu kelompok
[Link] kedua belah pihak tersebut harus ada two way
communications atau komunikasi dua arah dengan kata lain komunikasi timbal
balik. Untuk itu diperlukan kerja sama dengan harapan untuk mencapai cita-cita,
baik cita-cita pribadi dan kelompok guna mencapai tujuan suatu organisasi. Untuk
melancarkan komunikasi yang baik dalam sebuah organisasi, maka seorang
pemimpin, manajer memerlukan pola komunikasi dan kerjasama yang
baik,dimana interaksi diantara bagian-bagian itu berjalan secara harmonis,
dinamis dan pasti.
5
Terjemahan:
Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan Allah) sebagian dari hasil
usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu. dan
janganlah kamu memilih yang buruk-buruk lalu kamu menafkahkan daripadanya, Padahal kamu
sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memincingkan mata terhadapnya. dan
ketahuilah, bahwa Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji([Link]-Baqarah,267).9
Terjemaha:
Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang Fasik membawa suatu berita, Maka
periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa
mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.([Link]-
Hujurat:6)10
Berdasarkan observasi yang dilakukan penulis pada pegawai Kantor
Kecamatan Teor, penulis menemukan masalah terkait pelayanan publik. Masalah
terkait pelayanan publik tersebut yaitu kurangnya fasilitas di dalam kantor dan
ketidak adanya staf-staf pada saat masyarakat buhtu pelayanan, sebagai contoh
ketika masyarakat mengurus Kartu Tanda Penduduk (KTP).Masyarakat harus
kembali ke rumanya masing-masing di karenakan ketidak adanya staf satu pun di
kantor camat sehingga pelayanan di kantor kecamatan tidak berjalan dengan baik
, sehingga masyarakat pun merasa kecewa terhadap ibu camat dan staf-stafnya
9
[Link]-Baqarah,267
10
[Link]- Hujurat,6
6
Komponen standar pelayanan yang terkait dengan proses penyampaian
pelayanan meliputi persyaratan, sistem dan prosedur, jangka waktu pelayanan,
biaya, produk pelayanan, dan penanganan pengaduan. Apabila instansi
pemerintah dan lembaga mampu menerapkan standar kualitas tersebut maka
instansi pemerintah dan lembaga telah memberikan kualitas pelayanan kepada
masyarakat secara baik. Sebelum era reformasi, birokrasi pemerintahan sangat
mendominasi penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik. Pemerintah
lebih dominan bertindak sebagai aktor dalam penyelenggaraan pelayanan publik,
sehingga keterlibatan warga negara dalam pemerintahan sangat terbatas. Seperti
dijelaskan dalam Undang-Undang Nomor 23 tahun 2014 tentang pemerintah
daerah pada prinsipnya mengubah sistem penyelenggaraan pemerintahan daerah,
sehingga daerah diarahkan untuk mempercepat terwujudnya kesejahteraan
masyarakat dengan meningkatkan pelayanan, pemberdayaan dan peran
masyarakat.11
Proses pelayanan publik merupakan hubungan interaksi antara dua unsur
yaitu pihak pemerintah dengan publik atau disebut dengan pelayanan publik
(public service), di manapemerintah sebagai sarana dalam proses
keadministrasian, sedangkan publik sebagai peminta pelayanan. Hendaknya
Birokrasi pemerintah sebagai tumpuan yang berwibawa dalam melayani publik
dan tidak mendominasi publik, tetapi membantu menciptakan kondisi yang
kondusif agar dapat membangkitkan pelayanan yang efektif dan efesien. 12
11
Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik
Indonesia Nomor 15 Tahun 2014.
12
Kurniawan, Transformasi Pelayanan Publik, (Yogyakarta : Pembaruan, 2005), h. 53-
54.
7
Selama ini Kantor Camat Teor tidak ada sistem pelayanan terhadap
masyarakat Teor dengan baik, sehingga masyarakat yang ingin membuat KTP
harus membuang biayah ke kabupaten untuk membuat KTP,(kartu tanda
penduduk) sedangkan yang saya ketahui bahwa tugas dan tanggung jawab di
kantor camat teor itu,untuk melayani keperluan masyarakat berupa pembuatan
KTP,Kartu Keluarga, Surat Tanah,dll,dan ada juga masalah yang terjadi di kantor
camat teor itu tentang fasilitas dalam kantor,yang selama ini tidak pernah ada satu
pun di dalam kantor camat yaitu komputer/leptop,kamera mesin foto copy,
printer,buku tamu,Dan tidak ada pegawai-pegawai camat di tempat sehingga
sistem pelayanan dari pengawai kantor camat tersebut terhadap masyarakat tidak
berjalan dengan baik,Sehingga menimbulkan, sistem pelayan admistrasi di kantor
camat teor tidak berjalan sesuai dengan harapan masyarakat . Sedangakan Kantor
Camat Teor diberikan kewenangan untuk dapat meningkatkan kualitas pelayanan
dalam melayani masyarakat dengan baik,Sedangkan kualitas pelayanan tersebut
tidak berjan baik seperti kantor-kantor camat di kecamatan lain, Sehinga
masyarakat pun mengeluh,kepada ibu camat,kenapa sampai kantor camat teor ini
tidak ada sistem pelayan,dan kenapa ibu camat serta pegawai camat tidak berada
di tempat selama ini dari masa di lantiknya mereka sebagai pegawai kecamatan
teor untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat teor namun mereka tidak
menjalankan tugas dan tanggung jawab mereka dengan baik.
Berdasarkan latar belakang di atas,Penilitian yang berjudul “Pola
Komunikasi Pegawai Kantor Camat Teor Dalam Efektivitas Pelayanan Terhadap
Masyarakat”yang studi kasusnya di Kantor Camat, Kecamatan Teor, ini meniliti
8
tentang bagaimana pola komunikasi pegawai Kantor Camat dalam efektivitas
pelayanan terhadap masyarakat, dan bagaimana pandangan masyarakat dalam
melihat sistem pelayanan di Kantor Camat Teor
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang di atas, maka yang menjadi
permasalahan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Bagaimana Pola Komunikasi Pegawai Kantor Camat Teor Dalam Efektivitas
Pelayanan Terhadap Masyarakat ?
2. Bagaimana Pandangan Masyarakat Dalam Melihat Sistem Pelayanan Di
Kantor Camat Teor ?
C. Batasan Masalah
Mengingat luasnya pembahasan tentang pelayanan kantor camat teor,
maka agar pembahasan lebih terfokus peneliti mengemukakan Batasan-batasan
persoalan skripsi ini. Secara lebih spesifik peneliti hanya membatasi pada
masalah“Pola Komunikasi Pegawai Kantor Camat Teor Dalam Efektifitas
Pelayanan Terhadap Masyarakat” (Studi Kasus Di Kantor Camat, Kecamatan
Teor).
D. Tujuan Penelitian
Tujuan diadakanya penelitian ini adalah untuk mengetahui :
1. Untuk mengetahui bentuk pola komunikasi pegawai kantor Camat Teor
dalam efektivitas pelayanan terhadap masyarakat.
2. Untuk mengetahui pandangan masyarakat tentang sistem pelayanan
pegawai camat dalam melayani masyarakat kecamatan teor.
9
E. Manfaat Penelitian
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat, baik secara teoritis
maupun praktis, diantaranya sebagai berikut:
a. Secara Teoritis
1. Penelitian ini dapat memberikan pengetahuan dan wawasan kepada
pembaca dan masyarakat mengenai bagaimna cara pegawai Kantor
Camat Teor dalam efektivitas pelayanannya.
2. Penelitian ini juga dapat memberikan kontribusi dalam perkembangan
ilmu pengetahuan khusnya mengenai pelayanan Kantor Kecamatan
Teor sebagai peningkatan kualitas layanan masyarakat.
b. Secara Praktis
1. Sebagai masukan buat pemerintah terkhusnya pemerintahan kecamatan
teor dalam melihat sistem pelayanan terhadap masyarakat
2. Diharapkan dapat memberikan pemahaman dan masukan bagi
masyarakat tentang sistem pelayanan di kantor camat kecamatan teor.
a. Manfaat bagi pemerintah
Sebagai masukan untuk memperbaiki kualitas pelayanan yang akan
membangun kepercayaan masyarakat serta mampu memberikan pelayanan yang
berkualitasdi setiap keperluan masyarakat sebagai pengguna layanan.
b. Manfaat bagi masyarakat
Hasil penelitian ini agar menjadi informasi bagi masyarkat tentang tujuan
pelayanan publik sebagai bentuk kewajiban aparatur pemerintah kepada
masyarakat dengan berlandaskan asas transparansi, akuntabilitas, kondisional,
partisipatif, kesamaan hak serta keseimbangan hak dan kewajiban, dalam memberi
kejelasan pelayanan atas kebetuhan masyarakat.
BAB II
KAJIAN PUSTAKA
A. Penelitian Yang Relevan
Bagian ini memuat uraian secara sistematis mengenai hasil penelitian
terdahulu prior reseach tentang persoalan yang dikaji. Pada bagian ini akan
dikemukakan penenlitian yang telah dibahas sebelumnya yang mempunyai
relavansi atau kesamaan dengan penelitian ini. Setelah melakukan telaah pustaka
ditemukan beberapa penelitian tentang sistem pelayanan pemerintah Kecamatan
Teor.
Skripsi,Andi Supriadi (2012) dengan judul skripsinya “Anilisis kualitas
pelayanan publik di kantor kecamatan gunung sari kabupaten serang”(studi kasus
di kantor camat gunung sari kabupaten serang) dengan jenis penilitian deskriptif
kualitatif. Dalam penilitian ini menjelaskan tentang kualitas pelayanan di
kecamatan gunung sari kabupaten serang yang di nilai masi kurang memuaskan,
karena kesenjangn anatara harapan masyarakat sebagai penguna layanan dan nilai
yang diterima masyarkat terhadap pelayanan tersebut tidak seimbang. Serta perlu
adanya peningkatna kenerja dari aparat pelayanan publik agar lebih maksismal.13
Skripsi, Darlis (2014) dengan judul”strategi peningkatan motivasi kerja
pegawai kantor camat dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat” (Studi
Kasus di Sekretariat Kecamatan Panton Reu Kabupaten Aceh Barat),ini meneliti
tentang bagaimana strategi peningkatan motivasi kerja pegawai dalam
penyelenggaraan pemerintahan di Kecamatan. Untuk proses awal dengan
13
Andi Supriadi (2012) dengan judul skripsinya “anilisis kualitas pelayanan publik di
kantor kecamatan gunung sari kabupaten serang”(studi kasus di kantor camat gunung sari
kabupaten serang)
10
11
menggunakan teknik wawancar memperoleh hasil bahwa strategi yang digunakan
oleh. Camat Panton Reu dalam memotivasi pegawai adalah dengan pendelegasia
wewenang, komunikasi, pengakuan, dan partisipasi. Kenyataannya dilapangan,
strategi yang diterapkan masih belum dapat meningkatkan motivasi kerja pegawai
Skripsi, Mathius Simorangkir (2018) dengan judul” Kepemimpinan camat
dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik di kecamatan sipoholon kabupaten
tapanuli utara.( study kasus di kantor camat sipoholon kabupaten tapanuli utara
)ini bertujuan untuk mengetahui dan memahami bagaimana Kepemimpinan
Camat dalam Meningkatkan Kualitas Pelayanan Publik di Kecamatan Sipoholon
Kabupaten Tapanuli Utara dan mengetahui masalah-masalah yang ada di kantor
Kecamatan Sipoholon Kabupaten Tapanuli Utara dalam Meningkatkan Kualitas
Pelayanan Publik.14
Perbedaan pada skripsi di atas, meniliti tentang pola komunikasi pegawai
kantor camat teor dalam efektivitas pelayanan terhadap masyarakat di Kecamatan
Teor, beberapa judul diatas sangat terdapat perbedaan dengan judul skripsi yang
di bahas oleh penulis, sebab yang penulis bahas adalah Pola Komunikasi Pegawai
Kantor Camat Teor Dalam Efektifitas Pelayanan Terhadap Masyarakat (Studi
Kasus Di Kantor Camat Kecamatan Teor Kabupaten Seram Bagian Timur). Yang
membahas tentang masalah yang terjadi di kecamatan tersebut mengenai
Bagaiman pola komunikasi pegawai Kantor Camat dalam efektifitas pelayanan
terhadap masyarakat.
14
Mathius Simorangkir ( 2018 ) dengan judul” Kepemimpinan camat dalam
meningkatkan kualitas pelayanan publik di kecamatan sipoholon kabupaten tapanuli utara.( study
kasus di kantor camat sipoholon kabupaten tapanuli utara )
12
B. Kajian Teori
1. Pengertian Komunikasi Organisasi
Definisi komunikasi banyak ragamnya,dikemukakan orang untuk
memberikan batasan terhadap apa sebenarnya komunikasi itu, sesuai dari sudut
pandang mereka masing-masing.15 Menurut penuju,komunikasi ialah sistem aliran
yang menghubungkan dan kinerja antar bagian dalam organisasi sehingga
menghasilkan suatu sinergi. Menurut Louis Forsdale dalam Muhammad,
komunikasi ialah suatu proses memberikan signal menurut aturan tertentu,
sehingga dengan cara ini suatu sistem dapat didirikan, dipelihara, dan diubah.
Dari penjelasan di atas dapat dibuat kesimpulan bahwa komunikasi ialah
suatu sistem aliran maupun proses memberikan signal kepada seseorang sehingga
suatu saat sistem kapan saja bisa berubah.
Menurut Schein, organisasi ialah suatu koordinasi rasional kegiatan
sejumlah orang untuk mencapai beberapa tujuan umum melalui pembagian
pekerjaan dan fungsi melalui hierarki otoritas dan tanggung jawab (Muhammad,
2017). Selanjutnya menurut Kochler, organisasi ialah sistem hubungan yang
terstruktur yang mengkoordinasi usaha suatu kelompok orang untuk mencapai
tujuann tertentu (Muhammad, 2017). Berdasarkan definisi-definisi di atas dapat
disimpulkan organisasi merupakan suatu sistem individu yang stabil yang saling
bekerja secara bersama-sama untuk mencaapai tujuan bersama lewat suatu
struktur hierarki dan pembagian kerja.
15
Khomaria romli,komunikasi organisasi lengkap,(jakarta :grasindo 2011), h.1
13
Menurut Wiryanto (2005), komunikasi organisasi ialah pengiriman dan
penerimaan berbagai pesan organisasi di dalam kelompok formal maupun
informal dari suatu organisasi. Pace dan Faules dalam (Mulyana, 2001:31-32)
mengemukakan definisi fungsional komunikasi organsisasi sebagai pertunjukan
dan penafsiran pesan di antara unit-unit komunikasi dari suatu organisasi tertentu.
Redding dan Sanborn dalam (Muhammad, 2017:65) mengatakan bahwa
komunikasi organisasi ialah pengiriman dan penerimaan pesan informasi dalam
organisasi yang kompleks.16
Menurut Pace dan Faules (2001: 31-33),komunikasi organisasi merupakan
perilaku keorganisasian yang terjadi dan bagaimana mereka yang terlibat dalam
proses itu bertransaksi dan memberi makna atas apa yang terjadi. Sedangkan
menurut Goldhaber dalam (Muhammad, 2017) memberikan definisi komunikasi
organisasi berikut,“organizational communications is the process of creating and
exchanging messages within a network of interdependent relationship to cope
with en vironmental uncertainty”. komunikasi organisasi ialah proses
menciptakan dan saling menukar pesan dalam satu jaringan hubungan yang saling
tergantung satu sama lain untuk mengatasi lingkungan yang tidak pasti atau yang
selalu berubah ubah.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa komunikasi organisasi
merupakan proses pengiriman dan penerimaan pesan dalam satu jaringan
sehingga adanya hubungan yang berkaitan dengan satu sama lain yang bekerja
secara bersama-sama untuk mengatasi lingkungan yang selalu berubah-ubah
16
Arni Muhammad, komunikasi organisasi (Jakarta bumi aksara 2007), cet ke-8,h.26
14
2. Pola Komunikasi Organisasi
Komunikasi atau communication dalam bahasa Inggris berasal dari kata
latin communis yang berarti sama, communico, communicatio,atau communicare
yang berarti membuat sama (to make common). Istilah pertama (communis) paling
sering disebut sebagai asal kata komunikasi, yang merupakan akar dari kata-kata
pikiran, suatu makna, atau suatu pesan dianut secara sama.17 Akan tetapi definisi-
definisi kontemporer menyarankan bahwa komunikasi merujuk pada cara berbagi
hal-hal tersebut, seperti dalam kalimat “kita berbagi pikiran,” kita mendiskusikan
makna dan kita mengirimkan pesan”.18
Astrid Susanto mengemukakan, perkataan komunikasi berasal dari kata
communicare yang dalam bahasa latin mempunyai arti berpartisipasi atau
memberitahukan, menyampaikan pesan, informasi, gagasan dan pendapat yang
dilakukan oleh seseorang kepada orang lain dengan mengharapkan feedback.19
Selain itu, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah pengiriman dan
penerimaan pesan atau berita antara dua orang atau lebih sehingga pesan yang
dimaksud dapat dipahami.20 Komunikasi merupakan sarana paling utama dalam
kehidupan manusia, yang berarti tak seorang pun yang dapat menarik diri dari
proses ini baik dalam fungsinya sebagai individu maupun makhluk sosial.
Komunikasi itu sendiri ada dimana-mana seperti di rumah, sekolah, kantor, rumah
17
Deddy Mulyana, Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar (Bandung: Remaja Rosdakarya,
2002), h. 41.
18
Onong Uchjana Effendy,Ilmu Komunikasi: Teori dan Praktek,(Bandung: Remaja
Rosdakarya, h. 4
19
Phil Astrid Susanto, Komunikasi Teori dan Praktek (Bandung: Bina Cipta, 1980), h.
29.
20
Tim Penyusun Kamus Psat Bahasa, Kamus Besar Bahasa Indonesia (Jakarta: Pusat
Bahasa Departemen Pendidikan Nasional, 2008), h. 585.
15
sakit, dan di semua tempat yang melakukan sosialisasi. Artinya hampir seluruh
kegiatan manusia selalu tersentuh [Link] pakar menilai bahwa
komunikasi adalah suatu kebutuhan yang sangat fundamental bagi seseorang
dalam hidup bermasyarakat. ini baik dalam fungsinya sebagai individu maupun
makhluk sosial. Komunikasi itu sendiri ada dimana-mana seperti di rumah,
sekolah, kantor, rumah sakit, dan di semua tempat yang melakukan sosialisasi.
Artinya hampir seluruh kegiatan manusia selalu tersentuh [Link]
pakar menilai bahwa komunikasi adalah suatu kebutuhan yang sangat
fundamental bagi seseorang dalam hidup bermasyarakat.21
Berdasarkan beberapa pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa
komunikasi adalah penyampaian informasi dan pengertian dari seseorang kepada
orang lain untuk mencapai tujuan tertentu. Komunikasi adalah proses
penyampaian suatu pesan oleh seseorang kepada orang lain untuk memberitahu
atau mengubah sikap, pendapat atau perilaku, baik secara langsung maupun tidak
langsung melalui media.
Pola dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah sistem. Adapun yang
dimaksud dengan sistem adalah seperangkat unsur-unsur yang saling berkaitan
sehingga membentuk suatu totalitas.22
Sistem menurut Endang Saifuddin Anshari adalah: Suatu keseluruhan
yang terdiri atas (yang di bina oleh) beberapa unsur yang satu dengan yang
21
Hafied Canga ra, Pengantar Ilmu Komunikasi (Jakarta: PT. Rajagrafindo Utama,
2007), h. 1.
22
Depdikbud, Kamus Besar Bahasa Indonesia, h. 849.
16
lainnya berhubungan secara korelatif: saling mendukung, saling menopang, saling
mengukuhkan, saling menjelaskan.23
Pola komunikasi dalam judul ini ialah sistem penyampaian pesan
komunikasi dari komunikator kepada komunikan dengan maksud untuk merubah
pendapat, sikap maupun perilaku [Link] penyampaian pesan
didasarkan pada penggunaan sejumlah teori-teori komunikasi dalam
menyampaikan pesan langsung ataupun melalui perantara media [Link]
komunikasi disampaikan melalui lambang (symbol) komunikasi dalam bahasa
verbal maupun nonverbal serta media komunikasi lainnya seperti media teknologi
informasi, media audio visual, surat kabar, majalah dan lain-lain.
Menurut Syaiful Bahri Djamarah bahwa pola komunikasi dapat dipahami
sebagai pola hubungan antara dua orang atau lebih dalam pengiriman dan
penerimaan pesan dengan cara yang tepat sehingga pesan yang dimaksud dapat
dipahami.24
Pola komunikasi dapat dipahami sebagai pola pengiriman dan penerimaan
pesan yang melibatkan antara dua orang atau lebih dengan cara yang tepat
sehingga pesan yang dimaksud dapat di pahami sehingga menimbulkan efek atau
respon.
Pola komunikasi dan aktifitas organisasi atau suatu perusahaan sangat
tergantung pada tujuan, gaya manajemen, dan iklim organisasi yang bersangkutan,
artinya bahwa komunikasi itu tergantung pada kekuatan-kekuatan yang bekerja
23
Endang Saifuddin Anshari, Wawasan Islam Pokok-pokok Pikiran Tentang Islam dan
Umatnya,(Jakarta: CV. Rajawali, 1982), h. 194.
24
Djamarah Syaiful Bahri, Pola Komunikasi Orang Tua dan Anak Dalam Keluarga, (
Jakarta: Rineka Cipta, 2004), h. 1
17
dalam organisasi tersebut, yang ditujukan oleh mereka yang melakukan
pengiriman dan penerimaan pesan, dalam artian komunikasi pimpinan dan
karyawan.
Pola komunikasi dilakukan dalam usaha untuk menemukan cara terbaik
dalam berinteraksi ketika penyampaian pesan. Walaupun sebenarnya tidak ada
cara yang benar-benar paling baik secara universal di bidang komunikasi
dikarenakan informasi dapat dikirimkan dengan tujuan yang berbeda-beda. Cara
yang paling efektif dalam mengkomunikasikan pesan-pesan tergantung pada
faktor situasional, seperti, kecepatan, ketelitian, biaya, dan keterbatasan waktu.
a. Komuniasi Dari Atas Ke Bawah
Aliran komunikasi dari atasan kebawah terkait dengan tanggung jawab dan
wewenang seseorang dalam suatu organisasi. Seorang manajer menggunakan jalur
komunikasi ke bawah dengan tujuan mengarahkan, mengkoordinasikan dan
mengendalikan berbagai kegiatan yang ada dilevel bawah. Komunikasi dari atas
ke bawah berbentuk perintah, intruksi dan prosedur yang harus dijalankan para
bawahan. Menurut Katz dan Kahn sebagaimana dikutip Sri Astuti Pratminingsih,
komunikasi dari atas ke bawah mempunyai lima tujuan pokok, yaitu:
1. Tujuan memberikan pengarahan atau intruksi kerja tertentu.
2. Untuk memberikan informasi tentang prosedur dan praktik harus
dilaksanakan.
3. Untuk memberikan informasi tentang prosedur dan praktik
organisasional.
18
4. Untuk memberikan umpan balik pelaksanaan kerja kepada para
karyawan.
5. Untuk menyajikan informasi mengenai hal ideology dalam membantu
b. Komunikasi Dari Bawah Ke Atas
Dalam struktur organisasi komunikasi dari bawah ke atas (botton up atau
upward communication) berarti alur informasi berasal dari bawah menuju ke
atasan. Untuk memecahkan masalah-masalah yang terjadi dalam suatu organisasi
dan mengambil keputusan secara tepat, sudah sepantasnya bila ibu camat
memperhatikan dan mendengarkan aspirasi yang berasal dari satafnya. Dengan
kata lain, partisipasi bawahan dalam proses pengambilan keputusan akan sangat
membantu dalam pencapaian tujuan organisasi.25 Untuk mencapai keberhasilan
organisasi, para atasan atau pimpinan harus mempercayai bawahannya.
Komunikasi kebawah dalam sebuah organisasi berarti bahwa informasi mengalir
dari jabatan berotoritas lebih tinggi kepada mereka yang berotoritas lebih rendah
(Nurani Soyomukti:2010). Informasi yang biasa dikomunikasikan dengan cara ini
misalnya:
1) Mengenai bagaimana melakukan pekerjaan
2) Mengenai dasar pemikiran untuk melakukan pekerjaan
3) Mengenaik kebijakan dan praktik organisasi
4) Informasi untuk mengembangkan rasa memiliki tugas
Menurut Smith sebagaimana dikutip Arni, Muhammad (2014) komunikasi
ke atas atau komunikasi dari bawah ke atas berfungsi sebagai balikan bagi
25
Endang Lestari dan Maliki, Komunikasi Yang Efektif: Bahan Ajar Diktat Prajabatan
Golongan III (Cet. II; Jakarta: Lembaga Administrasi Negara, 2003), h. 8.
19
pimpinan memberikan petunjuk tentang keberhasilan suatu pesan yang
disampaikan kepada bawahan dan dapat memberikan stimulus kepada karyawan
untuk berpartisipasi dalam merumuskan pelaksanaan kebijaksanaan bagi
departemennya atau organisasinya.. Misalkan seorang bawahan memberikan
informasi yang negativ, seperti munculnya kegagalan di bidang pemasaran,
kebocoran anggaran, menumpuknya utang, dan sejenisnya di dalam organisasi.
3. Pengertian pelayanan
Pelayanan merupakan salah satu ujung tombak dari upaya pemuasan
pelanggan dan sudah merupakan keharusan yang wajib dioptimalkan baik oleh
individu maupun organisasi, karena dari bentuk pelayanan yang diberikan
tercermin kualitas individu atau organisasi yang memberikan pelayanan.
Pada hakikatnya pelayanan merupakan sebuah rangkaian kegiatan, maka
dari itu proses melayani itu harus berlangsung secara rutin dan tidak putus-putus.
Proses dalam pelayanan itu dilakukan sehubungan dengan agar terpenuhinya
semua keputusan antara pemberi dan penerima pelayanan. Pelayanan adalah
setiap aktivitas yang memberikan keuntungan dalam sebuah perkumpulan atau
kelompok, dan menawarkan kepuasan meskipun hasilnya tidak terikat pada suatu
produk secara fisik.26
Menurut Ratminto dan Atik, Pelayanan adalah suatu proses bantuan
kepada orang lain dengan cara-cara tertentu yang memerlukan kepekaan dan
hubungan interpersonal agar terciptanya kepuasan dan keberhasilan. Setiap
pelayanan menghasilkan (produk), baik berupa barang dan jasa. Hasil pelayanan
26
Sinambela, L. P., Reformasi Pelayanan Publik Teori, Kebijakan, Implementasi,
(Jakarta: Bumi Aksara, 2011), h. 4
20
berupa jasa tidak dapat diinventarisasi, ditumpuk, atau digudangkan melainkan
hasil tersebut diserahkan secara langsung kepada pelanggan atau konsumen.
Dalam hal pelayanan diberikan dengan tidak optimal maka pelayanan tidak dapat
diulangi, karena pelayanan diberikan secara langsung kepada pelanggan. 27
Pelayanan adalah suatu aktivitas atau serangkaian aktivitas yang bersifat
tidak kasat mata (tidak dapat diraba) yang terjadi sebagai akibat adanya interaksi
antara konsumen dengan karyawan atau hal-hal lain yang dimaksudkan untuk
memecahkan permasalahan konsumen/pelanggan.
Berdasarkan beberapa pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa
pelayanan adalah kegiatan atau aktivitas yang diberikan oleh pemberi pelayanan
sehingga dapat dirasakan oleh penerima layanan melalui hubungan antara
penerima dan pemberi pelayanan yang menggunakan peralatan berupa organisasi
atau lembaga perusahaan.
4. Pegertian Publik
Publik merupakan sekelompok orang yang memiliki sudut pandang yang
sama dan harapan yang sama, maksudnya setiap orang mempunyai pandangan
yang sama terhadap suatu hal yang bersifat umum. Sementara istilah publik
berasal dari bahasa Inggris publik yang berarti umum, masyarakat, negara. Kata
publik sebenarnya sudah diterima menjadi bahasa Indonesia baku menjadi publik
yang berarti umum, orang banyak atau ramai28
27
Ratminto dan Atik Manajemen Pelayanan: Pengembangan Model Konseptual,
Penerapan Citizen’s Charter dan Standar Pelayanan Minimal. (Yogyakarta: Pustaka Pelajar,
2003).
28
Sinambela, L. P., Reformasi Pelayanan Publik h. 5
21
Publik adalah sejumlah manusia yang memiliki kebersamaan berfikir,
perasaan, harapan, sikap, dan tindakan yang benar dan baik berdasarkan nilai-nilai
norma yang mereka miliki.29
Berdasarkan beberapa pendapat ahli di atas, dapat disimpulkan bahwa
publik merupakan sekelompok orang yang mempunyai kepentingan yang sama
dan harapan sama dimana kepentingan tersebut berhubungan dengan kepentingan
orang banyak.
5. Pengertian Pelayanan Publik
Pelayanan publik pada dasarnya ialah memberikan kepuasan bagi
penerima layanan, dekat dengan penerima layanan dan memberikan hal yang
menyenangkan bagi masyarakat atau penerima layanan. Tujuan dari pelayanan
publik yaitu memuaskan atau memenuhi keinginan, harapan penerima layanan. 30
Oleh karenanya, pelayanan publik juga dapat diartikan sebagai pelayanan atau
pemberian terhadap masyarakat berupa fasilitas-fasilitas umum. Pemberian
pelayanan tersebut dapat berupa jasa dan non jasa oleh organisasi publik kepada
masyarakat.
Pelayanan publik pada hakikatnya adalah melayani kepentingan
masyarakat secara umum. Pelayanan publik diberikan kepada setiap masyarakat
dengan tujuan agar semua masalah atau keperluan dari masyarakat tersebut dapat
terselesaikan. Pelayanan publik yang diberikan kepada warga negara adalah sama
tanpa pandang bulu dan diberikan dengan pelayanan yang maksimal.
29
Syafie I.L Ilmu admistrasi public,( Jakarta :Rineka cipta, 1999)h 18
30
Winarsih dan ratminto,A. S.,manejemen pelayanan, (Yogyakarta: Pustaka
pelajar,2006)h.4
22
Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara (KEMENPAN)
Nomor 63 tahun 2003 mendefinisikan pelayanan umum sebagai segala bentuk
pelayanan yang dilaksanakan oleh instansi pemerintah di pusat, daerah, dan di
lingkungan BUMN atau BUMD dalam bentuk barang dan atau jasa, baik dalam
rangka upaya pemenuhan kebutuhan masyarakat maupun dalam rangka
pelaksanaan ketentuan peraturan perundang-undangan.31
Terwujudnya batasan dan hubungan yang jelas tentang hak, tanggung
jawab, kewajiban, dan kewenangan seluruh pihak yang terkait dengan
penyelenggaraan pelayanan publik.
Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 menyatakan bahwa pelayanan
publik merupakan rangkaian kegiatan dalam rangka pemenuhan kebutuhan
masyarakat berdasarkan peraturan perundang-undangan bagi setiap warga negara
dan penduduk atas barang dan jasa yang disediakan oleh penyelenggara pelayanan
publik.32 Tujuan dari Pelayanan Publik menurut Undang-Undang Nomor 25
Tahun 2009 ialah terwujudnya batasan dan hubungan yang jelas tentang hak,
tanggung jawab, kewajiban, dan kewenangan seluruh pihak yang terkait dengan
penyelenggaraan pelayanan publik.33
Banyak para ahli yang memberikan definisi tentang pelayanan publik.
Pelayanan publik adalah serangkaian aktivitas yang dilakukan oleh birokrasi
publik untuk memenuhi kebutuhan warga pengguna. Pengguna yang dimaksudkan
31
Aprilia Malik, Siswidiyanto, Endah Setyowati, Perencanaan Program Akta Online
dalam Meningkatkan Pelayanan Akta Kelahiran (Studi pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan
Sipil Kabupaten Banyuwangi, Jurnal Administrasi Publik (JAP), Voll. No.5 Maret 2012.h.5
32
Undang-Undang No. 25 Tahun 2009, Tentang Pelayanan Publik. Diakses pada 15
April 2020.
33
Ibid.
23
disini adalah warga negara yang membutuhkan pelayanan publik, seperti
pembuatan KTP, akta nikah, akta kelahiran, akta kematian, surat izin usaha,
sertifikat tanah, Izin mendirikan Bnagunan (IMB), izin gangguan (HO), izin
mengambil air tanah, berlangganan air minum, listrik dan sebagainya.34
Pelayanan umum adalah sebuah usaha yang dilakukan oleh kelompok,
seseorang atau birokrasi dalam rangka memberikan bantuan kepada masyarakat
semata-mata untuk mencapai suatu tujuan tertentu.35 Pelayanan publik adalah
memberikan layanan.(melayani) keperluan orang atau masyarakat yang
mempunyai kepentingan pada organisasi tertentu sesuai dengan aturan pokok dan
tata cara yang telah ditetapkan.36
6. Jenis-Jenis Pelayanan Publik
Pelayanan publik yang wajib diberikan oleh pemerintah diklasifikasikan
dalam dua kategori, pemerintah sebagai penyelenggara layanan juga harus
memberikan pelayanan umum kepada masyarakatnya. Mengingat kebutuhan dan
masalah masyarakat yang berbeda-beda, maka jenis-jenis pelayanan yang
dibutuhkan oleh masyarakat juga berbeda. Organisasi publik hendaknya
memperhatikan kriteria-kriteria pelayanan publik yang mengacu pada Kepuasan
Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara No. 81 Tahun 1993 yang telah
diubah dengan Keputusan Menpan No. 63 Tahun 2003 yang terdapat
pengelompokan pelayanan umum ke dalam tiga bagian yaitu: (1) Kelompok
Pelayanan Administrasi, (2) Kelompok Pelayanan Barang, dan (3) Kelompok
34
Dwiyanto, A., Mewujudkan Good Governance Melayani Publik, (Yogyakarta: UGM
Press, 2006), h.67
35
Moenir, H.A.S., Manajemen Pelayanan Umum di Indonesia, (Jakarta: Bumi Aksara,
2002, h. 7
36
Sinambela, L. P., Reformasi Pelayanan Publik. h. 5.
24
Pelayanan Jasa.37 Bentuk pelayanan publik yang diberikan kepada masyarakat
dapat dibedakan menjadi beberapa jenis, yaitu:38
1. Pelayanan Barang, ialah jenis pelayanan yang menghasilkan bermacam
bentuk atau produk barang yang dapat digunakan oleh publik, seperti
tenaga listrik, air bersih, e-KTP, dan lain-lain.
2. Pelayanan Jasa, ialah jenis pelayanan yang menghasilkan bermacam
bentuk jasa yang dibutuhkan oleh publik, seperti pemeliharaan kesehatan,
pendidikan, penyelenggaraan transportasi, pos, dan lain-lain.
3. Pelayanan Administratif, merupakan jenis pelayanan yang menghasilkan
bermacam bentuk dokumen resmi yang dibutuhkan oleh publik, seperti
akta kelahiran, identitas kewarganegaraan, dan sebagainya.
Berdasarkan pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa pelayanan yang
dibutuhkan oleh setiap masyarakat berbeda-beda, tergantung dari permasalahan
yang dihadapi oleh masyarakat tersebut. Sebagai pelayan publik, pemerintah
harus mampu memberikan pelayanan yang prima kepada setiap masyarakat tanpa
perbedaan. Jenis pelayanan yang ditawarkan kepada warga dapat berbeda-beda
sesuai dengan kebutuhan warga, namun manajemen penyelenggaraan layanan
tersebut harus didasarkan pada prinsip dan nilai yang sama. 39
37
Yusriadi, Reformasi Birokrasi dalam Pelayanan Publik, (Yogyakarta: Deepublish,
2018), h. 89.
38
Ayu Tri Wardhani, Kualitas Pelayanan Di Rumah Sakit Umum Daerah Syekh Yusuf
Gowa, 2015.
39
Agus Dwiyanto, Manajemen Pelayanan Publik: Peduli Inklusif dan Kolaborasi,
(Yogyakarta: Gajah Mada University Press, 2017, h. 166.
25
7. Unsur-Unsur Pelayanan Publik
Adapun unsur-unsur pelayanan:40
a. Penyedia layanan, ialah pihak yang dapat memberikan suatu layanan
tertentu pada konsumen, baik berupa layanan dalam bentuk penyediaan
dan penyerahan barang atau jasa.
b. Penerima layanan, ialah konsumen atau customer yang menerima
berbagai layanan dari penyedia layanan.
c. Jenis layanan, ialah layanan yang diberikan oleh penyedia layanan
kepada pihak yang membutuhkan layanan.
d. Kepuasan pelanggan, dalam memberikan layanan penyedia layanan
harus mengacu pada tujuan pelayanan, yaitu kepuasan pelanggan.
C. Kerangka Pikir
Pelayanan publik pada dasarnya menyangkut aspek kehidupan yang sangat
luas. Dalam kehidupan bernegara, maka pemerintah memiliki fungsi memberikan
berbagai pelayanan publik yang diperlukan oleh masyarakat, mulai dari pelayanan
dalam bentuk aturan ataupun pelayanan-pelayanan lain dalam rangka memenuhi
kebutuhan masyarakat. Namun pada kenyataannya pelayanan saat ini masih
kurang dari yang diharapkan oleh masyarakat, Masih banyak masalah yang terkait
dengan kualitas pelayanan publik. Maka dari proses Pengukuran Kualitas
Pelayanan tersebut dapat dilihat dalam pelaksanaan pelayanan publik di Kantor
Camat Teor Kabupaten Seram Bagian Timur.
40
[Link]. Tinjauan Pustaka. Kualitas Pelayanan Dinas Perhubungan
Dalam Memperpanjang Surat Izin Trayek Angkatan Umum. [Link]. Tinjauan
Pustaka. Kualitas Pelayanan Dinas Perhubungan Dalam Memperpanjang Surat Izin Trayek
Angkatan Umum.
26
Menurut Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 menyatakan bahwa
pelayanan publik merupakan rangkaian kegiatan dalam rangka pemenuhan
kebutuhan masyarakat berdasarkan peraturan perundang-undangan bagi setiap
warga negara dan penduduk atas barang dan jasa yang disediakan oleh
penyelenggara pelayanan publik.
Secara sistematis dapat dibuat skema kerangka pemikiran dalam penelitian
ini sebagai berikut:
Komunikasi Organisasi
Pelayanan
1. Internal 2. External
Adalah pelayayan yang di Hakekat pelayanan publik adalaha
berikan oleh sebuah unit organisasi pemberian pemenuhan layanan kepada
atau orang yang bekerja pada unit masyarakat yang merupakan perwujudan
organisasi tersebut ke unit-unit lain kewajiban pemerintah sebagai abdi
atau ke pegawai lain di dalam masyarakat.
sebuah organisasi.
Pelayanan Publik
Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009
menyatakan bahwa pelayanan publik merupakan
rangkaian kegiatan dalam rangka pemenuhan
kebutuhan masyarakat berdasarkan peraturan
perundang-undangan bagi setiap warga negara dan
penduduk atas barang dan jasa yang disediakan
oleh penyelenggara pelayanan publik.
BAB III
METODE PENELITIAN
A. Jenis Dan Pendekatan Penelitian
1. JenisPenelitian
Menentukan jenis penelitian sebelum terjun kelapangan adalah sangat
penting. Sebab jenis penelitian merupakan payung yang akan di gunakan
sebagai dasar utama pelaksanaan riset. Oleh karenya penentuan jenis
penelitian didasarkan pada pilihan yang tepat karena akan berimplikasi pada
keseluruhan riset. Dilihat dari jenisnya, penelitian ini adalah penelitian
lapangan (field research), yang mana penelitian ini menitik beratkan pada
hasil pengumpulan data dari informan yang telah di tentukan.
Penelitian lapangan (field Research) adalah penelitian secara langsung
terhadap objek yang diteliti, yaitu dari, ibu camat, staf-staf camat dan
masyarakat dengan tujuan untuk mendapatkan data-data berkaitan dengan
pembahasan penelitian ini.
Sedangkan sifat penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Metode
deskriptif adalah suatu metode dalam meniliti status kelompok manusia, suatu
objek, suatu set kondisi, suatu system pemikiran, ataupun suatu kelas
peristiwa pada masa sekarang. Tujuan dari penelitian deskriptif adalah untuk
membuat deskripsi, gamabaran atau lukisan secara sistematis, factual dan
akurat mengenai fakta-fakta, sifat-sifat serta hubungan antar fenomena yang
diteliti.
27
28
Dalam penelitian ini, peneliti akan berusaha mendeskripsiakan atau
menganalisis sebab akibat tentang fenomena yang ada di,Kantor Camat Teor,
tentang system pelayanan, sesuai dengan latar belakang serta rumusan
masalah yang sudah diuraikan sebelumnya, maka dapat dinyatakan bahwa
penelitian ini menggunakan jenis penelitian ini menggunakan jenis penelitian
kualitatif.
Sedangkan jenis penelitian merupakan penelitian yang datanya
dikumpulkan bukan berupa angka-angka melainkan penelitian yang
menghasilkan data deskriptif berupa hasil dari wawancara, dokumen resmi
dam berkas-berkas perkara.
Oleh sebab itu, hasil dari penelitian ini diharapkan mampu
memberikan suatu gambaran yang utuh dan terorganasir dengan baik tentang
kompetensi-kompotensi tertentu, dengan tujuan peneliti ingin memperoleh
pemahaman yang mendalam di baik fenomena yang berhasil didapat peneliti.
Sehingga penelitian ini dapat memberikan kevali dan terhadap hasil
penelitian.
2. Pendekatan Penelitian
Dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif yang
bersifat deskriptif mendalam, mengikuti proses, dilakukan oleh peneliti
sendiri, tidak boleh diwakilkan atau meyuruh orang lain untuk mengumpulkan
data.41Metode kualitatif sendiri merupakan sebuah metode yang menekankan
pada aspek pemahaman lebih mendalam terhadap suatu masalah dari pada
41
Tim Penyusun Pedoman Penulisan Skripsi, cet ke-1 (Jambi: Syari’ah Press Fakultas
Syari’ah, 2010), h.35
29
melihat sebuah permasalahan.42Artinya yang dikumpulkan bukan berupa
angka-angka melainkan hasil dari naskah wawancara, memo dokumen
pribadi, catatan lapangan dan dokumen resmi lainnya. Penelitian kualitatif
adalah sebuah penelitian riset yang sifatnya deskripsi, cenderung
mmenggunakan analisis dan lebih menampakkan proses.
B. Waktu Dan Lokasi Penelitian
Dalam penelitian tentang “Pola Komunikasi Pegawai Kantor Camat
Teor Dalam Efektifitas Pelayanan Terhadap Masyarakat” peneliti melakukan
seperti wawancara dan observasi (pengamatan) lokasinya bertempat di Kantor
Camat Kecamatan Teor.
Peneliti telah menentukan waktu yang digunakan di dalam melakukan
proses penelitian. Waktu didalam proses penelitian tersebut adalah ketika
pertama kali peneliti Selesai melakukan seminar Propoasal.
C. Jenis Dan Sumber Data Penelitian
1. Jenis data
Dalam penelitian ini peneliti menggunakan dua jenis sumber data yaitu
data Primer dan data Sekunder.
a. Data Primer.
Dalam penelitian ini digunakan data primer yaitu data yang di peroleh
atau dikumpulkan langsung di lapangan oleh yang melakukan penelitian atau
yang bersangkutan memerlukannya. Data primer ini disebut juga sumber data
42
Amarudin, MetodePenelitianSosial, (Yogyakarta: Prana Ilmu, 2016), h. 98
30
yang langsung memberikan data kepada pengumpul data.43Data primer yang
peneliti maksud adalah informasi-informasi yang diperoleh secara langsung
yang dilakukan dengan observasi dan wawancara kepada:
1. Camat dan sekertaris camat
2. Staf-staf kantor camat
3. Masyarakat kecamatan teor
Data primer ini digunakan untuk mendapatkan informasi
mengenai,Pola Komunikasi Pegawai Kantor Camat Teor Dalam Efektifitas
Pelayanan Terhadap Masyarakat
b. Data Sekunder
Merupakan data yang diperoleh melalui pengumpulan atau
pengelolaan data yang bersifat studi dokumentasi atau data yang berbentuk
sudah jadi.44 Adapun sumbernya seperti peraturan Undang-Undang Nomor 25
Tahun 2009 mengenai pelayanan publik yang mengatur tentang prinsip-
prinsip pemerintahan yang baik yang merupakan efektivitas fungsi-fungsi
pemerintahan itu sendiri Data sekunder dalam penelitian ini diperoleh dari
sumber berupa literatur-literatur berupa buku-buku, skripsi, jurnal, laporan
atau data-data yang terkait dengan komunikasi pegawai kantor camat teor
dalam efektifitas pelayanan terhadap masyarakat.
43
Djaman Satori, “MetodologiPenelitianKualitatif”, (Bandung: Alfabeta 2011), h. 42
44
skandar, “MetodologiPenelitian Pendidikan Dan SosialKuantitatif Dan Kualitatif,
(Jakarta: GP Press, 2008), h.23
31
2. Sumber data.
Yang dimaksud dengan sumber data dalam penelitian ini adalah dari
subjek darimana data diperoleh.45 Adapun yang menjadi sumber data dalam
penelitian ini adalah Camat Teor ,Sekertaris camat, staf-staf di kantor camat
Teor Dan Masyarakat Kecamata Teor . Sumber selanjutnya dalam penelitian
ini adalah sumber berupa tulisan, yaitu berupa buku, jurnal, skripsi dan data-
data lainnya.
D. Instrumen Penelitian
Instrumen atau alat penelitian adalah peneliti itu sendiri. Oleh karena
itu peneliti sebagai instrumen juga harus“divaladasi”seberapa jauh peneliti
kualitatif siap melakukan penelitian yang selanjutnya terjung kelapangan.
Adapun alat-alat yang harus disiapkan oleh peneliti untuk di menelitia dalah
sebagai berikut:
1. Pedoman wawancara adalah alat yang digunakan dalam melakukan
wawancara yang dijadikan dasar untuk memperoleh informasi dari
informan yang berupa daftar pertanyaan.
2. Buku catatan dan alat tulis: berfungsi untuk mencatat semua
percakapan dengan sumber data.
3. Tape recorder berfungsi untuk merekam semua percakapan atau
pembicaraan dengan informan.
4. Kamera berfungsi untuk memotret jika peneliti sedang melakukan
pembicaraan dengan informan
45
Arikunto, “ProsedurPenelitianSuatuPendekatanPraktik”, (Jakarta: PT Gramedia
Indonesia, 2002), h. 24.
32
E. Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data yang digunakan penulis dalam penelitian
inia dalah:
1. Observasi,
Observasi adalah pemilihan, pengubahan, pencatatan serangkaian
perilaku dan sesuai yang berkenaan dengan organisasi yang sesuai dengan
tujuan empiris. Akan tetapi,observasi disini diartikan lebih sempit, yaitu
pengamatan dengan cara menggunakan indera penglihatan yang berarti tidak
mengajukan pertanyaaan Kuesioner. Maka peneliti mengamati secara
langsung dilapangan. Objek penelitian ini menggunakan observasi partisipasi,
dimana peneliti melakukan interaksi secara langsung dalam situasi social
dengan subjek penelitian, teknik ini digunakan untuk mengamati dan
memahami peristiwa yang terjadi dilapangan.
2. Wawancara,
Wawancara adalah cara mengumpulkan bahan-bahan keterangan yang
dilaksanakan dengan melakukan Tanya jawab lisan secara sepihak,
berhadapan muka. Wawancara merupakan teknik pengumpulan data yang
sering digunakan dalam penelitian kualitatif. Melaksanakan teknik wawancara
berarti melakukan interaksi komunikasi atau percakapan antara pewawancara
(Interviewer) dan terwawancara (Interviewee) dengan maksud menghimpun
33
informasi dari Interviewee. Interviewee pada penelitian kualitatif adalah
informan yang dari padanya pengetahuan dan pemahaman diperoleh.46
Metode wawancara kualitatif merupakan salah satu teknik yang
digunakan untuk mengumpulkan data dan informasi. Penggunaan metode ini
di dasarkan pada dua alasan, Pertama dengan wawancara peneliti dapat
menggali tidak saja apa yang diketahui dan dialami subyek yang diteliti, akan
tetapi apa yang tersembunyi jauh di dalam diri subjek penelitian. Kedua, apa
yang ditanyakan kepada informan bisa mencakup hal-hal yang bersifat lintas
waktu, yang berkaitan dengan masa lampau, masa sekarang, dan juga masa
mendatang.47
Jenis wawancara yang digunakan dalam penelitian ini adalah
wawancara terstruktur (struktured interview). Dengan wawancara terstruktur
ini peneliti lakukan untuk memperoleh dan mengambil data, dengan
mengadakan Tanya jawab secara langsung dengan responden dan mendengar
langsung serta mencatat dengan teliti apa yang diterangkan oleh responden,
metode ini digunakan untuk memperoleh data atau informasi dari beberapa
sumber data yang bersangkutan diantaranya yaitu, Ibu Camat Teor,Sekertaris
Camat Dan Staf-Stafnya
3. Dokumentasi
Dokumentasi merupakan catatan peristiwa yang sudah berlalu.
Dokumen bisa berbentuk tulisan gambar, atau karya-karya monumental dari
46
Djamaan Satori &Aan K. “MetodologiPenelitianKualitatif”. (Bandung: Alfabeta 2009).
h. 25
47
Patilima. “MetodePenelitianKualitatif”, (Semarang: Alfabeta, 2007).h.25
34
seseorang.48Dalam penelitian ini dokumentasi yang digunakan berupa foto
lapangan dalam kegiatan pengumpulan informasi atau data yang erat
kaitannya dengan pembahasan
F. Teknik Analisis Data
Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik
analisis data kualitatif. Analisis data kualitatif merupakan bentuk penelitian
yang bersifat atau memiliki karakt eristic bahwa datanya dinyatakan dalam
keadaan yang sewajarnya dan sebagaimana adanya. 49
Ada beberapa langkah dalam proses analisis data kualitatif, yaitu:50
1. Penyusunan data
2. Klasifikasi data
3. Pengolahan data
4. Penyimpulan data.
Berdasarkan pendapat tersebut, dalam kaitannya menganalisis data
kualitatif maka langkah-langkah yang ditempuh oleh penelitia dalahs ebagai
berikut:
1. Penyusunan Data
Penyusunan data ini dimaksud untuk mempermudah dalam menilai
apakah data yang dikumpulkan itu sudah memadai atau belum dan data yang
didapat berguna atau tidak dalam penelitian sehingga dilakukan seleksi
penyusunan.
48
Sugiyono, MetodePenelitianKuantitatifKualitatif Dan R & D, (Bandung: Alfabeta,
2009).
49
Hadari Nawawi. “MetodePenelitianBidangSosial”. (Jakarta: Gajah Mada University
Press, 1993).h.174
50
Mohammad Ali, “Strategi Penelitian Pendidikan, (Bandung: Angkasa, 1985), h. 151
35
2. Klasifikasi Data
Klasifikasi data dimaksudkan sebagai usaha untuk menggolongkan
data yang didasarkan pada kategori yang diteliti. Penggolongan ini
disesuaikan dengan sub-sub permasalahan yang telah dibuat sebelumnya
berdasarkan analisa yang terkandung dalam masalah itu sendiri.
3. Pengolahan Data
Setelah semua data dan fakta terkumpul, selanjutnya data tersebut
diseleksi, kemudian diolah sehingga sistematis, jelas dan mudah untuk
dipahami menggunakan teknik analisis data kualitatif.
4. Penyimpulan Data
Kegiatan ini dilakukan dengan cara menghubungkan data atau fakta
yang satu dengan yang lain sehingga dapat ditarik kesimpulan dan jelas
kegunaannya. Langkah ini dilakukan dalam analisis data kualitatif yaitu
penarikan kesimpulan dan verifikasi. Kesimpulan awal yang dikemukakan
masih bersifat sementara, dan akan berubah apabila tidak ditemukan bukti
yang kuat yang mendukung pada tahap pengumpulan data berikutnya.51
Dari keempat metode analisis data diatas maka penulis menyimpulkan
bahwa, terealisasinya keempat metode ini setelah semua data-data yang
diperlukan.
51
Sugiyono, MetodePenelitianKuantitatifKualitatif Dan R & D, (Bandung: Alfabeta,
2009). h 252.
36
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN PENELITIAN
A. Hasil Penelitian
1. Sejarah Kecamatan Teor
Kecamatan Teor merupakan salah satu Kecamatan dari 16 Kecamatan
yang ada di Kabupaten Seram Bagian Timur. Kecamatan Teor merupakan salah
satu Kecamatan yang terdapat di Kabupaten Seram Bagian Timur yang memiliki
10 desa dan 3 agama, yaitu agama islam,agama katolik,dan agama protestan,yang
berada di lokasi yang sangat strategis. Kantor Camat Kecamatan Teor salah satu
Instansi Pemerintah yang Berada di bawah Bupati dan dipimpin oleh seorang
camat.
Kecamatan Teor merupakan kecamatan yang terletak di sebelah
timur,Kabupaten Seram Bagian Timur yang berjarak sekitar 223 km dari
Kabupaten ke Kecamatan Teor. Luas wilayah Kecamatan Teor tercatat 23,26
kilometer persegi atau 783.645 hektar.
Adapun batas-batas terletak geografis Kecamatan Teor adalah sebagai
berikut:
Sebelah Timur berbatasan dengan Maluku Tengara.
Sebelah Barat berbatasan dengan Kecamatan Kesuy.
Sebelah Utara berbatasan dengan Laut Papua.
Sebelah Selatan berbatasan dengan Laut Banda.
37
Tabel 1.1
Data Luas Wilayah Kecamatan Teor Dirinci Per Desa 2021
Luas Wilayah
No. Nama Desa
(km)
1 Kilwow 3.420
2 Mamur 1.210
3 Kampung baru 1.315
4 Wermaf kampung tenga 1.110
5 Lapang kampung jawa 2.410
6 Rumalusi 2.520
7 Rumoy duryar 3.360
8 Ker-ker 2.415
9 Karlokin 1.120
10 Kartutin 2.105
Jumlah 13.935.765
Sumber Data:Hasil Wawancara Dengan Ibu Camat Kecamatan Teor
2. Kependudukan
Kependudukan Kecamatan Teor memiliki jumlah penduduk berdasarkan
Kepala Keluarga (KK) sebesar 6,989 jiwa dengan perbandingan penduduk laki-
laki sebesar 3.379 jiwa, sedangkan perempuan sebesar 3.610 jiwa. Berikut penulis
sajikan tabel jumlah penduduk Kecamatan Teor tahun 2021.
38
Tabel 1.2
Jumlah Penduduk Di Kecamatan Teor menurut desa dan jenis kelamin
tahun 2021
Penduduk
No Desa-desa
L P Jumlah
1 Kilwow 625 740 1.365
2 Mamur 350 375 725
3 Kampung baru 425 450 875
4 Wermaf kampung tengga 209 223 432
5 Lapang kampung jawa 360 366 726
6 Rumalusi 230 238 468
7 Rumoy duryar 410 420 830
8 Ker-ker 310 316 626
9 Karlokin 250 266 516
10 Kartutin 210 216 426
Jumlah 6.989
Sumber Data: Badan Pusat Statistik Kecamatan Teor 2020
3. Mata Pencaharian Penduduk Kecamatan Teor
Masyarakat Kecamatan Teor umumnya bermata pencaharian sebagai petani
yang lebih dominan dari pada nelayan, berikut data mata pencaharian masyarakat
Kecamatan Teor.52
52
Arsip Kecamatan Teor Yang Di Ambil Pada Tanggal 17 Desember 2021 di Kantor
Camat Teor
39
Table 1.3
Data mata pencaharian masyarakat kecamatan teor
No Jenis Pekerjaan Laki-Laki Perempuan Jumlah
1 Petani 3.100 1.600 4.700
2 Nelayan 1.500 - 1.500
3 Ojek 15 - 15
4 PNS 15 10 25
5 Kesehatan 10 20 30
6 Perternak 10 - 10
7 Polri - - -
8 Guru 15 20 35
9 Pedagang Keliling - - -
10 TNI - - -
11 Pedagang tetap 25 25 50
Jumlah 6.365
Sumber Data: Arsip Kecamatan Teor Yang Di Ambil Pada Tanggal 18 Desember 2021
di Desa-desa
4. Agama
Kecamatan Teor memiliki tiga (Agama).Yaitu Agama, Islam, Katolik,
Protestan, Penduduknya taat dalam menjalankan perintah agamanya masing-
masing, hal ini terlihat dari seringnya kegiatan-kegiatan keagama di Kecamatan
Teor, namun kerukunan antar umat beragama tetap dijaga dengan baik serta saling
menghargai dan saling tolong-menolong satu dengan yang lain.
40
Tabel 1.3
Jumlah Penduduk Berdasarkan Agama
No Agama Jumlah Jiwa
1 Islam 4.123 Jiwa
2 Katolik 2.036 Jiwa
3 Protestan 830 Jiwa
4 Hindu -
5 Budha -
Jumlah 6.989,Jiwa
5. Sarana Dan Prasarana
Table 1.4
Sarana Dan Prasarana Kecamatan Teor
No Jenis Sarana dan Prasarana Jumlah
1 Masjid 4
2 Kantor camat 1
3 Gerejah 3
4 Kantor desa 10
5 Sekolah Dasar 4
6 Sekolah Menengah Pertama (SMP) 1
7 Sekolah Menengah Atas (SMA) 1
8 Taman Kanak-Kanak -
9 Lapangan Bola 2
Jumlah 26
Sumber Dari:Profil Kecamatan Teor Tahun 2021
41
6. Visi Dan Misi
a. Visi Kecamatan Teor
Visi merupakan wujud atau bentuk masa depan yang diharapkan. Rumusan
visi mencerminkan kebutuhan yang fundamental dan sekaligus merefleksikan
dinamika pembangunan dari berbagai hal, dengan memperhatikan visi Kecamatan
Teor Tahun 2020-2025, yaitu : “Mewujudkan Kecamatan Teor yang nyaman
untuk semua”. Maka dirumuskan Visi dan Misi Kecamatan Teor Tahun 2020-
2025: ”Mewujudkan Kecamatan Teor sebagai pelayan public yang ramah
untuk semua”. Dua pernyataan visi yang ingin dicapai oleh Pemerintah
Kecamatan Teor, yaitu :
1) Pelayan publik yang ramah: Kecamatan Teor sebagai pelayan publik yang
sehari-hari bersentuhan langsung dengan masyarakat akan
mengedepankan pelayanan yang ramah, nyaman dan cepat dalam
pelayanan Pemerintahan, Pembangunan dan Kemasyarakatan. Visi ini
dikaitkan dengan program Bupati Kabupaten Seram Bagian Timur maka
diharapkan seluruh aparat Kecamatan dan Desa-Desa harus menerapkan
pelayanan yang ramah untuk semua.
2) Untuk semua : sebagai pelayan publik yang ramah, Pemerintah Kecamatan
Teor sesuai tugas dan fungsinya dapat melayani semua masyarakat tanpa
membeda-bedakan status social baik perorangan maupun kelompok,
dengan visi ini diharapkan sinegitas antara pemerintah, masyarakat dan
dunia usaha dapat seiring sejalan dalam membangun Kecamatan Teor dan
Kabupaten seram bagian timur dua kali tambah baik..
42
Kecamatan Teor sebagai perangkat daerah Kabupaten Seram Bagian
Timur dapat menjabarkan Visi dan Misi Pemerintah Kabupaten Seram Bagian
Timur sesuai tugas dan fungsinya, maka dirumuskan Misi Pemerintah Kecmatan
Teor sebagi berikut :
1) Peningkatan Pelayanan Publik yang cepat dan ramah
2) Peningkatan Ekonomi Masyarakat melalui UKM
3) Peningkatan Kualitas Lingkungan yang asri dan nyaman
Tujuan yang ingin dicapai berdasarkan visi dan misi di atas adalah sebagai
berikut
1) Meningkatnya pelayanan publik
2) Meningkatnya kesejahtraan ekonomi masyarakat
3) Meningkatnya kualitas lingkungan
Sasaran yang ingin dicapai berdasarkan visi dan misi di atas sebagai
berikut :
1) Meningkatnya pelayanan administrasi perkantoran.
2) Meningkatnya sarana dan prasarana aparatur.
3) Meningkatnya disiplin aparatur.
4) Meningkatnya SDM aparatur kecamatan dan desa.
5) Meningkatnya pengembangan sistem pelaporan capaian kinerja dan
keuangan.
6) Meningkatnya kebersihan dan keindahan lingkungan.
7) Meningkatnya Peran serta Masyarakat Dalam Pembangunan
8) Meningkatnya peran kecamatan dan desa
43
9) Meningkatnya UKM melalui fasilitasi pelayanan KBT
10) Meningkatnya infrastruktur kecamatan dan desa.
11) Meningkatnya ketertiban dan keamanan dalam masyarakat.
12) Meningkatnya kesejahteraan sosial masyarakat kecamatan.53
7. Kepagawain
Kegiatan pemerintahan di Kecamatan Teor dilaksanakan oleh sebanyak 7
orang aparat pegawai negeri, berasal dari berbagai dinas/instansi pemerintah, yang
terdiri atas 3 orang laki-laki dan 4 orang perempuan. Kegiatan pemerintahan di
Kantor Camat Teor dilaksanakan oleh seorang Camat, satu orang Sekretaris
Camat dan 5 orang staf yang terdiri dari PNS, tenaga kontrak dapat dilihat pada
table di bawah ini:
Tabel 1.5
Jumlah Pegawai Berdasarkan Bidang
N
Nama Nip Jabatan
o
198508252006022002
1 Indra Adhyanti [Link] CAMAT
197311062011011001
2 Ismail [Link] SEKCAM
Rahim [Link] 198302242007011002
3 JFU
Hadidja Lestaluhu 197310302008042001
4 JFU
Safia [Link] 1990082820190320013
5 JFU
53
Profil Kecamatan Teor Tahun 2020
44
Parawati Lestaluhu 196703162014112001
6 JFU
Aris Budianto Rolas 197612222008011011
7 JFU
8. Struktur Organisasi Kantor Camat Teor
Camat
Indra Adhyanti [Link]
198508252006022002
Sekertaris
Ismail Renwarin. [Link]
197311062011011001
JFU JFU
Rahim [Link] Hadidja Lestaluhu
198302242007011002 197310302008042001
JFU JFU JFU
Safia [Link] Parawati Lestaluhu Aris Budianto Rolas
1990082820190320013 196703162014112001 197612222008011011
45
Sumber:Profil Kantor Camat Teor Tahun 2020
9. Tugas Pokok Dan Fungsi Camat Dan Stafnya
Berdasarkan peraturan Daerah Kabupaten seram bagian timur Nomor 3
Tahun 2009 tentang Pembentukan dan Susunan Organisasi Kecamatan dalam
rangka pelaksanaan tugas dan kewenangan kecamatan, Camat dibantu oleh
perangkat Kecamatan yang terdiri dari Sekertaris,seksi-seksi dan kelompok-
kelompok jabatan fungsional tertentu yang berada dibawah dan bertanggung
jawab kepada camat. uraian tugas masing-masing seksi adalah sebagai berikut:
a. Camat
1. Memimpin kecamatan dalam penyelenggaraan pembinaan
pemerintahan, ekonomi dan pembangunan serta pembinaan
kehidupan bermasyarakat dalam wilayah kerjanya.
2. Mengkoordinasikan penerapan dan penegakan peraturan perundang
undagan.
3. Mengkoordinasikan pemeliharaan sarana prasarana dan fasilitas
pelayanan umum.
4. Mengkoordinasikan penyelenggaraan kegiatan pemerintahan
ditingkat kecamatan.
5. Membina penyelenggaraan pemerintahan Desa-desa
6. Melaksanakan pelayanan masyarakat.
7. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Bupati sesuai tugas
dan fungsinya.
46
b. Sekertaris Camat
1. Membantu Camat dalam melaksanakan tugas pembinaan
administrasi kepada seluruh perangkat kecamatan.
2. Mengumpulkan, mengolah dan menganalisa data yang berkaitan
dengan penyusunan rencana kegiatan sesuai dengan tugasnya.
3. Melakukan Koordinasi terhadap segala kegiatan yang dilakukan
oleh perangkat kecamatan dalam rangka menyelenggarakan
administrasi pemerintahan.
4. Menyiapkan bahan penyusunan dan pengusulan anggaran.
5. Menyusun pertanggung jawaban atas penerimaan dan pengeluaran
keuangan kecamatan.
6. Melakukan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Camat Teor
c. Sub Bagian Funsional Umum dan kepagawaian
1. Melakukan urusan surat-menyurat,pengadaan pengarsipan surat
serta kebutuhan rapat. Mempersiapakan bahan rencana perjalanan
Dinas Camat.
2. Mengumpulkan mengolah dan menyusun data pegawai,kenaikan
pangkat dan urusan kepegawaian lainnya.
3. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Sekretaris Camat
d. Sub Funsional Umum Bagian Keuangan Dan Perlengkapan.
1. Melaksanakan dan mengatur keuangan.
2. Merencanakan keuangan kecamatan.
47
3. Membuat laporan keuangan anggaran belanja kecamatan setiap
bulan triwulan dan tahunan.
4. Melaksanakan dan mengatur urusan sarana dan prasarana
perlengkapan kantor.
5. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Sekretaris Camat.
e. Seksi Fungsional Umum Pemerintahan Dan Kependudukan
1. Menghimpun,mensistemasikan dan mengolah serta mengevalausi
data permasalahan yang berhubungan dengan bidang pemerintahan.
2. Melakukan hubungan kerja dan koordinasi dengan unit kerja terkait
dalam rangka kelancaran tugas.
3. Menyiapkan bahan dalam rangka pembinaan kesatuan bangsa,
kerukunan umat beragama dan perlindungan masyarakat.
4. Menyelesaikan perselisihan antar Desa-desa.
5. Menyiapkan bahan dalam rangka pemberian rekomendasi dan
permohonan perizinan.
6. Menyiapkan bahan untuk melaksanakan kegiatan kependudukan
dan Catatan Sipil
7. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Camat.
48
f. Seksi fungsional umum Ketentraman dan Ketertiban
1. Menyiapkan bahan-bahan dalam rangka penyelenggaraan
pembinaan ketentraman dan ketertiban umum.
2. Melakukan pembinaan tata tertib dan perizinan termasuk
pembinaan aparat ketertiba
g. Seksi Fungsional Umum Kesejahteraan Sosial
1. Menghimpun dan mengolah data serta mengevaluasi permasalahan
yang berhubungan dengan kesejahteraan sosial
2. Menyiapkan bahan penyusunan program pembinaan dan
kebudayaan serta ketenagakerjaan
3. Menyiapkan data penyusunan pembinaan program Organisasi
Kemasyarakatan dan Kepemudaan.
4. Mengkoordinasikan dan memantau pelaksanaan pemberian bantuan
sosial.
5. Melaksanakan tugas yang diberikan oleh Camat.
10. Pola Komunikasi Pegawai Kantor Camat Teor Dalam Efektifitas
Pelayanan Terhadap Masyarakat
Hasil penelitian diperoleh dari observasi dan wawancara langsung ke
lokasi yang menjadi tempat penelitian. Proses wawancara dilakukan pada pihak
yang dianggap reprensif terhadap objek masalah dalam penelitian. Dari hasi
wawancara tersebut informan mengemukakan beberapa pola komunikasi sebagai
berikut.
49
a. Pola Komunikasi Lingkar
Pola lingkar memungkinkan semua anggota bisa berkomunikasi satu
dengan yang lainnya hanya melalui sejenis sistem pengulangan [Link]
seorang anggota pun yang dapat berhubungan langsung dengan semua anggota
lainnya, demikian pula tidak ada anggota yang memiliki akses langsung terhadap
seluruh informasi yang diperlukan untuk memcahkan suatu persoalan.
Berdasarkan dari hal tersebut peneliti kemudian mewawancarai Inda A.
Rumakway. [Link] selaku Camat Teor mengatakan bahwa :
“Di Kantor Camat Teor kita selalu mengadakan rapat dengan para staff
setiap hari senin, untuk membahas dan menanyakan di setiap bidang
masalah apa yang sedang terjadi di Kantor. Jadi kami menghilangkan
egoisme hirarki demi tercapainya tujuan pelayanan prima di kantor camat
teor, hal ini penting karena sebagai pelayan publik yang baik tentu dalam
internal kecamatan harus ada komunikasi yang baik”54
Berdasarkan dari hasil wawancara di atas terkait dengan pola komunikasi
ligkaran, dapat disimpulkan bahwa pada Kantor Camat Teor menggunakan pola
komunikasi lingkaran disaat melakukan rapat kordinasi guna untuk mencapai
tujuan organisasi yang disepakati bersama setiap bidang agar pekerjaan dapat
terselesaikan tanpa adanya kesalahan. Kegiatan rapat dilakukan setiap minggu
yaitu pada hari Senin. Selanjutnya wawancara dengan informan berikutnya yaitu
Ismail Renwarin. [Link] selaku Sekretaris Camat Teor mengatakan bahwa :
“Berkaitan dengan pola komunikasi lingkaran, kita di Kantor Camat Teor
setiap pagi itu kami kalau memang sempat kami biasa melakukan semacam
breafing singkat untuk semacam mengecek kehadiran meskipun ada absensi
online sehingga disitu juga pada saat breafing kita berkomunikasi dan
berinteraksi antara sesama”55
54
Wawancara dengan camat,Inda [Link]
55
Wawancara dengan sekertaris camat,Ismail [Link],17 Desember 2021
50
Berdasarkan dari hasil wawancara di atas terkait dengan pola komunikasi
lingkar, dapat disimpulkan bahwa setiap pagi dengan menyesuaikan kondisi
sering dilaksanakan pertemuan singkat (breafing) sebagai wadah untuk
berinteraksi sesama pegawai sesaat sebelum memlulai pekerjaan. Selanjutnya
Rahim [Link] salah seorang staf Kantor Kecamatan Teor mengatakan
bahwa :
“Yang saya pahami terkait dengan pola komunikasi lingkaran ya seperti itu,
setiap pegawai dapat melaksanakan komunikasi bertukar informasi dalam
sebuah pertemuan atau rapat yang dilakukan untuk bertukar pendapat dan
saling berinteraksi seperti itu”56
Berdasarkan dari hasil wawancara di atas terkait dengan pola komunikasi
lingkar, dapat disimpulkan yang bersangkutan memahami bahwa pola komunikasi
lingkar dalam organisasi adalah saat setiap pegawai terlibat di dalam kegiatan
pertemuan atau rapat-rapat tertentu untuk membahas permasalahan terkait dengan
pekerjaan. Selanjutnya Hadidja Lestaluhu salah seorang staf Kantor Camat Teor
mengatakan bahwa :
“Untuk pola komunikasi lingkaran, biasa melakukan semacam breafing
sehingga disitu juga pada kita berkomunikasi dan berinteraksi antara
sesama”57
Berdasarkan dari hasil wawancara di atas terkait dengan pola komunikasi
lingkar, dapat disimpulkan bahwa setiap pagi dilaksanakan pertemuan singkat
(breafing) sebagai wadah untuk berinteraksi. Berdasarkan dari beberapa
keterangan informan berkaitan dengan dengan pola komunikasi lingkar, dapat
disimpulkan bahwa kegiatan pertemuan, rapat singkat yang dilaksanakan rutin
56
Wawancara dengan staf kantor camat. 19 Desember 2021
57
Wawancara dengan staf kantor camat. 19 Desember 2021
51
oleh Kantor Camat Teor menjadi wujud adanya pola komunikasi lingkar antara
pegawai karena masing-masing terlibat untuk berkomunikasi.
b. Pola Komunikasi Roda
Pola roda adalah pola yang mengarahkan seluruh informasi kepada
individu yang menduduki posisi sentral. Orang yang dalam posisi central
menerima kontak dan informasi yang disediakan oleh anggota organisasi lainnya
dan memecahkan masalah dengan saran dan persetujuan anggota lainnya. Di
Kantor Camat Teor juga menggunakan pola komunikasi roda yakni pemimpin
memiliki kekuasaan penuh dalam mengontrol setiap pegawainya. Dalam hal ini
dia satu-satunya orang yang dapat mengirim dan menerima pesan dari semua
anggota. Berdasarkan dari hal tersebut peneliti kemudian mewawancarai Ismail
[Link] selaku Sekretaris Camat Teor mengatakan bahwa :
“Dalam hal ini, informasi yang ada di Kantor Camat Teor diperoleh dari
pimpinan kita yaitu Ibu Camat. Beliau memberikan informasi secara tulisan.
disini yang dimaksud adalah secara tulisan melalui media yang dikirim
melalui grup Whatsapp. Komunikas melalui Whatsapp ini merupakan
pemamfaatan teknologi dimana kita berada di era tehnologi yang
berkembang pesat maka kita harus gunakan sebagai penunjang komunikasi,
nah kalau misalnya ada perintah langsung dari Bupati namun kondisi saya
lagi perjalanan dinas maka hal yang paling tepat adalah melempar di group
Whatshapp supaya teman-teman yang ada dikantor bisa langsung
mengeksekusinya”58
Berdasarkan dari hasil wawancara di atas terkait dengan pola komunikasi
roda, dapat disimpulkan bawa sebagian besar komunikasi organisasi berlangsung
dari orang ke orang dan hanya melibatkan sumber pesan dan si penerima pesan.
Cukup sering seorang pemimpin mengirimkan informasi ke group Whatsapp
maka secara langsung sudah tersampaikan kepada semua pegawai staff di waktu
58
Wawancara dengan sekertaris kantor camat Ismail Renwarin S. Ag, 17 Desember 2021
52
yang bersamaan. Untuk itu di Kantor Camat Teor membentuk sistem yang dapat
memudahkan informasi itu dapat tersalurkan kepada semua pegawai staff
sekaligus dalam waktu yang bersamaan (group Whatsapp). Selanjutnya PL salah
seorang Staf Kantor Kecamatan Teor mengatakan bahwa :
“Berdasarkan pendapat saya, untuk hal ini (komunikasi roda) wujudnya di
lingkungan kerja kita di Kecamatan Teor, seperti dari pimpinan (Ibu Camat)
memberikan instruksi ke setiap Kasi yang kemudian dari situlah diberikan
lagi kepada kami jajaran staf”59
Berdasarkan dari hasil wawancara diatas terkait dengan pola komunikasi
roda, dapat disimpulkan bahwa arahan dan informasi yang berasal dari pimpinan
(Ibu Camat) terlebih dahulu disampaikan kepada setiap Kepala Seksi yang
nantinya akan menjelaskannya kembali kepada setiap staf yang ada dijajaran
bidang-bidangnya. Hal tersebut menjadi salah satu perampingan pengefektifan
pola komunikasi organisasi. Selanjutnya wawancara dengan informan berikutnya
yaitu Rahim [Link] salah satu staf Kecamatan Teor mengatakan bahwa :
“Dimasa sekarang yang serba memanfaatkan jaringan internet dan teknologi
untuk pola roda dalam komunikasi organisasi dapat terlaksana dengan lebih
mudah karena dengan memanfaatkan grup whatssapp informasi dari
pimpinan (Ibu Camat) dapat langsung diterima oleh setiap unsur yang
bergabung dalam grup tersebut. Kami juga staf tergabung dalam grup itu”60
Berdasarkan dari hasil wawancara di atas terkait dengan pola komunikasi
roda, dapat disimpulkan bahwa dengan pemanfaatan dan penggunaan jaringan
internet pola roda dalam komunikasi organisasi dapat berlangsung lebih efektif
dan praktis dengan menyebarkan informasi melalui grup whatsapp yang ada. Aris
Budiato Rolas salah seorang staf Kantor Camat Teor mengatakan bahwa :
59
Wawancara dengan staf kantor camat. 19 Desember 2021
60
Wawancara dengan staf kantor camat. 19 Desember 2021
53
“Komunikas melalui Whatsapp ini merupakan pemamfaatan teknologi
dimana kita harus gunakan sebagai penunjang komunikasi, Jadi kalua ada
perintah teman-teman yang ada dikantor bisa langsung mengeksekusinya” 61
Berdasarkan dari hasil wawancara di atas terkait dengan pola komunikasi
roda, dapat disimpulkan bahwa sebagian besar komunikasi organisasi berlangsung
dari orang ke orang mengirimkan informasi ke group Whatsapp. Berdasarkan dari
beberapa keterangan informan berkaitan dengan dengan pola komunikasi roda,
dapat disimpulkan bahwa arahan dan informasi yang berasal dari Ibu Camat
terlebih dahulu disampaikan kepada setiap Kepala Seksi yang nantinya akan
menjelaskannya kembali kepada setiap staf yang ada dijajaran bidang-bidangnya
dan dengan pemanfaatan dan penggunaan jaringan internet pola roda dalam
komunikasi organisasi dapat berlangsung lebih efektif dan praktis.
c. Pola Komunikasi Menyeluruh
Pola komunikasi menyeluruh, dalam model ini bisa dikatakan sebagai
model jaringan komunikasi semua jaringan. Yang artinya semua orang yang ada
dalam kelompok atau organisasi itu bisa berkomunikasi dengan semua anggota
kelompok atau organisasi lain. Berdasarkan dari hal tersebut peneliti kemudian
mewawancarai Inda A. Rumakway. [Link] selaku Camat Teor mengatakan bahwa:
“Untuk hal ini, yaitu komunikasi secara [Link] tersebut wujudnya
kita laksanakan di kehidupan berkantor sehari-hari dalam arti ketika sedang
serius, kita semua berkomunikasi secara serius, dan sebaliknya. Ada wadah
untuk berkomunikasi yang mempertemukan setiap unsur didalam kantor ini,
seperti rapat yang rutin kita laksanakan”.62
Berdasarkan dari hasil wawancara di atas terkait dengan pola komunikasi
menyeluruh, dapat disimpulkan bahwa pola komunikasi ini lebih kepada
bagaimana mengkondisikan situasi dalam berkomunikasi dengan menyesuaikan
61
Wawancara dengan staf kantor camat. 19 Desember 2021
62
Wawancara dengan camat teor. 19 Desember 2021
54
suasana. Berkomunikasi formal jika dibutuhkan dan tidak menutup kemungkinan
untuk berkomunikasi dengan lebih santai jika tidak menyangkut dengan urusan
kantor. Selanjutnya hasil wawancara dengan Safia [Link] salah satu
Staff di Kecamatan Teor mengatakan bahwa :
“Di saat komunikasi berlangsung, kami sebagai pegawai dengan pimpinan
selalu menempatkan komunikasi kami pada tempatnya, ketika dalam
kondisi formal komunikasi kami pun harus formal tapi ketika kami berada
di luar kantor maka tidak ada sekat diantara kami, rasa canggung pun
hilang, karena pimpinan memberikan ruang kepada staf, jadi komunikasi
kami tergantung situasi dan kondisi ”.63
Berdasarkan dari hasil wawancara di atas terkait dengan pola komunikasi
menyeluruh, dapat disimpulkan bahwa, dalam hal ini karena pimpinan merupakan
sosok yang ramah dan mudah akrab ke semua pegawai di kantor dan para pegawai
yang tahu bagaimana menempatkan dirinya. Upaya ini dilakukan sebagai salah
satu upaya untuk memajukan organisasi.
Kebutuhan masyarakat, pelayanan sangatlah penting, baik dalam bentuk
barang publik maupun jasa publik. Menurut Pasal 1 angka (1) Undang-Undang
Nomor 25 Tahun 2009 Tentang Pelayanan Publik, dikatakan bahwa “Pelayanan
publik adalah kegiatan atau rangkaian kegiatan dalam rangka pemenuhan
kebutuhan pelayanan sesuai dengan peraturan perundang-undangan bagi setiap
warga negara dan penduduk atas barang, jasa, dan/atau pelayanan administratif
yang disediakan oleh penyelenggara pelayanan publik”.
Berdasarkan definisi tersebut, terlihat bahwa cakupan pelayanan publik itu
sangat luas, sehingga pendekatan yang dipakai juga dapat secara beragam. Artinya
dari berbagai disiplin ilmu dapat masuk untuk dipakai sebagai pedoman dalam
63
Wawancara dengan staf camat teor. 19 Desember 2021
55
pelaksanaan sekaligus pengawasan atas pelayanan publik Pelayanan publik yang
baik menjadi dambaan setiap warga negara. Untuk itu, maka sudah selayaknya
pihak pemerintah memberikan pedoman bagi terwujudnya pelayanan publik yang
baik tersebut. Bangunan sistem pelayanan publik yang baik menjadi sarana
lancarnya pelaksanaan pelayanan publik dan itu jika didasarkan pada teori sistem
sebagaimana disebut di atas, bahwa di dalamnya terkait berbagai unsur, menjadi
perhatian tersendiri.
Pola komunikasi organisasi adalah gaya di mana cara berkomunikasi yang
berupa penyampaian atau pengiriman informasi dari pengirim kepada penerima
dan dapat dipahami. Maka pola komunikasi organisasi dituntut untuk dapat
mengekspresikan ide-ide yang berkualitas guna untuk memajukan suatu
organisasi. Fakta yang terjadi dalam proses pola komunikasi organisasi di Kantor
Camat Teor terdapat berbagai macam pola dan pendapat yang ada di dalam
organisasi dengan teori yang ada.
Terkait dengan hal tersebut, kita perlu melihat terlebih dahulu dasar
hukum pelayanan publik, di mana sebelum dikeluarkannya Undang-Undang
Nomor 25 Tahun 2009 Tentang Pelayanan Publik, secara legal formal telah
dikeluarkan. Aturan tersebut memperkuat landasan bagi pemberian layanan publik
yang baik dan menguntungkan bagi masyarakat. Banyaknya laporan terkait
pelayanan publik yang buruk atau yang sering disebut dengan maladministrasi,
membuktikan bahwa masih terdapat celah bagi adanya penyimpangan peraturan
perundang-undangan yang berlaku. Hal ini harus dicermati, seberapa banyak
56
kesempatan bagi masyarakat untuk ikut berperan serta mengawasi kinerja
administrator pemberi layanan publik.
1. Komunikasi Antara Pegawai dan Masyarakat
Ada tiga komunikasi yang di gunakan oleh pegawai kantor camat teor
dalam melayani masyarakat yaitu, Komunikasi kelompok, Komunikasi
interpersonal, Komunikasi massa yaitu:
Bisa dilihat dari hasil wawancara dengan Sekertaris Camat Teor Ismail
[Link] menyatakan bahwa:
“Komunikasi yang kami gunakan dalam berkomunikasi dengan masyarakat
ada tiga komunikasi yaitu, komunikasi kelompok,komunikasi interpersonal,
dan komunikasi massa jadi di antara tiga komunikasi itu yang sering kami
gunakan dalam melayani masyarakat di di kecamatan teor, dan di saat
masyarakat yang mau datang mengurus keperluannya di kantor camat ” 64
Berdasarkan dari hasil wawancara di atas terkait dengan ketiga pola
komunikasi tersebut,dapat disimpulkan bahwa,ibu camat dan stafnya dalam proses
pelayanan harus mengunakan ketiga pola komunikasi tersebut guna untuk
menjelaskan kepada masyarakat tentang system pelayanan di kantor camat,guna
untuk masyarakat pun memahami system pelayanan yang ada. Selanjutnya hasil
wawancara dengan Inda A. Rumakway. [Link],sebagai ibu camat kecamata teor
“Sebelum kami melayani masyarakat kami harus memberikan sedikit
pengarahan kepada masyarakat terkait system pelayanan di kantor camat ini
untuk masyarakat pun mengetahui cara pelayanan di kantor camat,namun
kami pun melayani masyarakat tidak lah lama karena saya dan staf saya
jarang berada di kecamatan, sehingga masyarakat pun tidak menerima
pelayanan dari kami dengan baik.”
Berdasarkan dari hasil wawancara di atas dapat di simpulkan bahwa di
kantor camat awalnya ada pelayana namun itun pun tidak bertahan lama di
karenakan ibu camat dan stafnya jarang berada di tempat [Link]
64
Wawancara Sekertaris Camat Ismail Renwarin,17 Desember 2021
57
masyarakat pun tidak menerima pelayanan dari kecamatan sehinnga masyarakat
pun harus membuan biyaya ke kabupaten guna untuk mengurus ktp,Surat Tanah
dan lain-lainnya.
2. Fasilitas
Fasilitas pendukung yang memadai tentu akan sangat mendukun dalam
terciptanya pola komunikasi organisasi yang baik. Peneliti kemudian
mewawancarai salah seorang informan untuk mengetahui aspek fasilitas dalam
menjaga pola komunikasi yang baik. Inda A. Rumakway selaku Camat Teor
mengatakan bahwa :
“Untuk fasilitas, Dikantor kita sekarang ini kurang di lengkapi dengan
fasilitas-fasilitas berupa jaringan internet, mesin foto copy, sehingga proses
pelayanan yang ada tidak berjalan dengan baik .”
Berdasarkan dari hasil wawancara diatas terkait dengan aspek fasilitas
dalam pola komunikasi organisasi dapat disimpulkan bahwa, diligkungan Kantor
Camat Teor tidak tersedia akses layanan internet yang baik sehinga para pegawai
pun tidak betah dalam menjalankan proses pelayanan terhadap. Selanjutnya
wawancara dengan informan berikutnya yaitu Ismail Renwarin [Link] selaku
Sekretaris Camat Teor mengatakan bahwa :
“Kami disini tidak memiliki fasilitas pendukung seperti jaringan wifi,
kemudian tidak ada komputer beserta printer untuk fasilitas teknis. Dan
lebih lanjut untuk fasilitas lain yang ada dalam menjaga pola komunikasi,
kita tentu memfasilitasi setiap pegawai untuk mengeluarkan pendapatnya
disetiap pertemuan yang kita lakukan. Jadi tentu hal-hal yang saya sebutkan
itu belum ada di kantor”
Berdasarkan dari hasil wawancara diatas terkait dengan aspek fasilitas
dalam pola komunikasi organisasi, dapat disimpulkan bahwa. Kantor Camat Teor
masi sangat kekurangan persoalan fasilitas. Selanjutnya Rahim Rumuar S. Sos
salah seorang staf Kantor Camat Teor mengatakan bahwa :
58
“Fasilitas pendukung yang kurang bagus juga, tentu akan mempengaruhi kita
dalam berkomunikasi bahkan mempengaruhi terhadap kelancaran pekerjaan”
Berdasarkan dari hasil wawancara diatas terkait dengan aspek fasilitas
dalam pola komunikasi organisasi, dapat disimpulkan bahwa Fasilitas pendukung
yang kurang bagus juga, tentu akan mempengaruhi kita dalam berkomunikasi
bahkan mempengaruhi terhadap kelancaran pekerjaan. Selanjutnya wawancara
dengan informan berikutnya yaitu Safia Hasan,[Link] salah seorang Staff di
Kantor Kecamatan Teor mengatakan bahwa:
“Untuk faktor tersebut yang menjadi fasilitas pendukung kami seperti jaringan
internet di mana untuk di gunakan dalam mengakses data”
Berdasarkan dari hasil wawancara diatas terkait dengan aspek fasilitas dalam pola
komunikasi organisasi, dapat disimpulkan bahwa untuk keberlangsungan pola
komunikasi organisasi yang berlangsung kembali lagi kepada individu itu sendiri
untuk menyesuaikan waktu untuk berbkomunikasi santai dan serius di waktu-
waktu tertentu untuk membahas pekerjaan.
3. Faktor yang Mempengaruhi Kualitas Pelayanan Publik
Pelayanan yang baik dan optimal mampu memberikan kenyamanan bagi
pengguna layanan dalam proses pelayanan. Faktor yang mempengaruhi kualitas
pelayanan publik merupakan faktor internal dan eksternal yang ada dalam proses
pelayanan.. Dengan petugas yang profesional maka petugas tersebut mampu
melayani pengguna layanan dengan baik dan benar sesuai dengan standar
pelayanan.
Dalam proses pelayanan pasti memiliki faktor yang mempengaruhi
kualitas pelayanan publik, diantaranya yaitu mengenai faktor internal dan faktor
eksternal. Pelayanan di Kantor Kecamatan Teor Kabupaten Seram Bagian Timur
juga mempunyai faktor penghambat dalam melakukan proses pelayanan. Faktor
internal yang mempengaruhi kualitas pelayanan publik di Kantor Kecamatan Teor
Kabupaten Seram Bagian Timur adalah kurangnya tenaga kerja khususnya
59
dibagian pelayanan umum, dan pelayanan-pelayanan yang lain sehingga proses
pelayanan di kantor camat Teor tidak berjalan sampai saat ini sehingga
masyarakat pun tidak pernah menikmati adanya pelayanan di kantor camat teor.
Yang selanjutnya mengenai jaringan internet, di kantor camat teor bulan pernah
adanya sarana prasarana di dalam kantor camat yaitu berupa, jaringan internet,
meja kursi, mesin foto copy,TV, dan alat-alat [Link] itu, sehinga kantor
camat Teor pun tidak bisa menyediyakan pelayanan yang baik buat masyarakat di
kecamatan Teor.
Faktor eksternal yang mempengaruhi kualitas pelayanan publik di Kantor
Kecamatan Teor Kabupaten Seram Bagian Timur yaitu belum adanya prosedur
pelayanan yang jelas serta tidak adanya alur prosedur yang terpampang dibagian
ruangan pelayanan. Sehingga membuat binggung pengguna layanan tentang alur
atau syarat-syarat untuk keperluan yang mereka cari di Kantor Kecamatan Teor
adanya faktor tersebut membuat kualitas pelayanan publik menurun, dengan
begitu sebagai penyedia pelayanan harus dapat mengatasi faktor yang dapat
mempeng aruhi kualitas pelayanan tersebut.
11. Pandangan Masyarakat Dalam Melihat Sistem Pelayanan Di Kantor
Camat Teor
Pemerintah sebagai penyedia layanan publik yang dibutuhkan oleh
masyarakat harus bertanggung jawab dan terus berupaya untuk memberikan
pelayanan yang terbaik demi peningkatan pelayanan publik. Pada dasarnya setiap
permasalahan pasti memiliki landasan teori pendukung atau penghubung untuk
memperkuat masalah. Oleh sebab itu penulis akan menyajikan beberapa teori
60
sehingga dapat membantu proses pemecahan masalah penelitian yang
berhubungan langsung dengan Pelayanan Publik.
Menurut Sampara Lukman yang dikutip oleh Sinambela (2014:5),
pelayanan adalah suatu kegiatan atau urutan kegiatan yang terjadi dalam interaksi
langsung antar seseorang dengan orang lain atau mesin secara fisik, dan
menyediakan kepuasaan pelanggan. Sementara dalam Kamus Besar Bahasa
Indonesia dijelaskan pelayanan sebagai hal, cara, atau hasil pekerjaan melayani.
Dalam pengertian lain, menurut Moenir (2015: 27) pelayanan hakikatnya adalah
serangkaian kegiatan, karena itu merupakan proses. Sebagai proses, pelayanan
berlangsung secara rutin dan berkesinambungan, meliputi seluruh organisasi
dalam masyarakat.
Berdasarkan pemaparan yang di atas dapat dikemukakan beberapa hasil
wawancara dengan Masyarakat di Kecamatan Teor :
Mengenai pendapat tentang pandangan masyarakat kecamata teor terhadap
sistem pelayanan di kantor camat teor yang terjadi dari tahun 2021-2022
yaitu,peniliti mewawancarai Bapak kepala Desa Negeri Admistratif Kampung
Baru (Mahmud Sermaf )65
”Memang dari awal kecamatan di teor itu memang kalo katong liat dari
pandangan masyarakat itu belum berjalan dengan normal ah contohnya
seperti kantor kecamatan di teor camat dan staf-stafnya berada di
kabupaten,ah mungkin dari tahun 2022,Sekcam abng mail ini baru dia
menetap di kantor [Link] kalo ibu camat beserta stafnya itu cama
datang satu minggu kembali lae ke kabupaten jadi masyarakat itu sangat di
rugikan karena pelayanan kecamatan itu kurang minim di wilaya untuk
masyarakat setiap desa setempat.”
65
Wawancara dengan kepala desa negeri admistratif kampung baru,18/12/2021
61
Berdasarkan dari hasil wawancara di atas terkait dengan pandangan
masyarakat terhadap pelayanan di kantor camat, dapat disimpulkan bahwa, dalam
hal ini karena pimpinan dan staf-stafnya jarang berada di tempat sehingga sistem
pelayanan yang ada kurang berjalan dengan baik. Selanjutnya hasil wawancara
dengan Ampera Sermaf salah satu masyarakat mengatakan bahwa :
“Selama ibu camat di pilih menjadi kepalah pemerintahan di kantor camat
teor,pertama masi ada pelayanan selama kurang lebih 1 bulan,ah lepas dari 1
bulan sampai sekaran tidak ada lagi pelayanan dari ibu camat dan stafnya
kepada [Link] camat teor itu kan ibu camat teor dan stafnya kan
tidak ada ditempat jadi ah kantor camat itupun begitu saja tidak ada manfaat
di kantor camat selama ini hampir sudah masuk 2 tahun ini smpai begini kan
kosong jadi katong mau bilang apa lae”66
Berdasarkan dari hasil wawancara diatas terkait dengan pandangan
masyarakat terhadap pelayanan di kantor camat, dapat disimpulkan bahwa, dalam
hal ini karena pimpinan dan staf-stafnya tidak berada di tempat sehingga
masyarakat pun tidak memperoleh pelayan yang ada sehingga masyarakat yang
keperluan untuk membuat surat tanah dan Ktp dan surat-surat yang lain harus
membuang-buang biyayah ke kabupaten. Selanjutnya hasil wawancara dengan
Hasim Maswatu, selaku ketua BPNA desa kampung baru megatakan bahwah:
“Di kantor camat teor pertama itu ada proses pelayayan kurang lebih 1
bulan tetapi setelah ibu camat berangkat ke kabupaten dari situpun pelayan
seng berjalan sampai mau mendekat 2 tahun ini jadi katong ah masyarakat
ini berpikir bahwah kantor camat ini seng ada guna ah makanya katong
berharap ibu camat ada supaya katong bisa bicara dengan ibu camat tentang
kantong punya keluahan ini”67
Berdasarkan hasil wawancara diatas terkait dengan pandangan masyarakat
terhadap pelayanan di kantor camat ,dapat di simpulkan bahwa masyarakat selama
ini tidak merasakan pelayanan di kantor camat teor,jadi harapan masyarakat
66
Wawancara dengan masyarakat ampere sermaf,18/12/2021
67
Wawancara ketua Bpna Negeri adm Kampung Baru,18/12/2021
62
adalah dapat bertemu dengan ibu camat untuk menyampaikan keluhan-keluhan
mereka. Selanjutnya hasil wawancara dengan bapak kepala desa Negeri Wermaf
Kampung tenga Hasir Rumakelrat megatakan bahwah:
“Kalo katong lihat dari sistem pelayayanan di kantor camat dari ibu camat
Inda A. Rumakway setelah di lantik menjadi kepala wilaya di kecamatan
teor,awalnya ada proses pelayayanan yang di jalankan oleh ibu camat dan
stafnya,namun hampir mendekat 1 bulan,ibu camat dan stafnya berangkat ke
kabupaten,ah dari situlah proses pelayanan di kantor camat pun tidak
berjalan lagi sampai saat ini sehinga banyak masyarakat yang komplen
terhadap ibu camat dan stafnya.”68
Berdasarkan hasil wawancara diatas terkait dengan pandangan masyarakat
terhadap pelayanan di kantor camat ,dapat di simpulkan bahwa masyarakat selama
ini tidak merasakan pelayanan di kantor camat teor,di karenakan ibu camat dan
staf-stafnya tidak berada di kecamatan teor terkhusnya di kantor camat sehinga
proses pelayanan yang di harapkan oleh masyarakat untuk mendapatakan
pelayanan baik tidak berjalan sesuai harapan masyarakat.
68
Wawancara dengan bapak kepala desa negeri adm kampung tengga wermaf,hasir
rumakelrat/19/12/2021
63
B. Pembahasan
Kantor Kecamatan Teor di dalam proses pelayanan yang peneliti
mengetahui di lapangan saat wawancara dengan sekertaris camat di kantor camat
tersebut iya mengatakan bahwa,kami saat berkomunikasi dengan staf dalam aspek
pelayanan kami mengunakan tiga pola komunikasi yaitu, pola komunikasi lingkar,
pola komunikasi roda, dan pola komunikasi menyeluruh, karena tiga pola
komunikasi tersebut sanggatlah penting di dalam sistem organisasi di kantor
camat teor. Karena tiga pola komunikasi tersebut sangat berperan penting di
dalam sistem komunikasi di kantor camat.
Pola komunikasi [Link] Syaiful Bahri Djamarah bahwa pola
komunikasi lingkar dapat dipahami sebagai pola hubungan antara dua orang atau
lebih dalam pengiriman dan penerimaan pesan dengan cara yang tepat sehingga
pesan yang dimaksud dapat dipahami pola komunikasi lingkar sangat berperan di
dalam proses pelayana karena memungkinkan ibu camat dan semua staf yang ada
bisa berkomunikasi satu dengan yang lain hanya melalui sejenis sistem
pengulanggan pesan yang di mana pesan tersebut di diskusikan bersama sehingga
dapat memecahkan masalah tersebut. Yang berkaitan dengan kantor camat dan
sistem [Link] staf kepegawaian di kantor camat dapat
menjalankan proses pelayanan dalam melayani masyarakat dengan baik
Menurut Carl I. Hovland,Pola komunikasi roda di kantor camat digunakan
untuk menyampaikan seluruh informasi kepada ibu camat yang menduduki posisi
sentral. Dan kemudian ibu camat menerima kontak informasi yang disediakan
oleh stafnya,Sehinga dapat memecahkan masalah dengan saran dan persetujuan
64
staf-stafnya. Dapat disimpulkan pola komunikasi roda itu sebagian besar
komunikasi organisasi berlangsung dari orang ke orang dan hanya melibatkan
sumber pesan dan si penerima pesan.
Pola komunikasi menyeluruh,menurut Endang Saifuddin Anshari adalah:
Suatu keseluruhan yang terdiri atas (yang di bina oleh) beberapa unsur yang satu
dengan yang lainnya berhubungan secara korelatif: saling mendukung, saling
menopang, saling mengukuhkan, saling menjelaskan. Pola komunikasi
menyeluruh, Kantor Camat Teor ini bisa di katakan model jaringan komunikasi
semua jaringan. Yang artinya ibu camat dapat berkomunikasi dengan semua staf-
stafnya yang ada di kantor camat teor di luar ruang maupun di dalam
[Link] ini peneliti dapat simpulkan bahwa komunikasi ini lebih kepada
bagaimana mengkondisikan setuasi dalam berkomunikasi dengan menyesuaikan
suasana di dalam maupun di luar.
Pandangan masyarakat dalam melihat sistem pelayanan di kantor camat
yaitu, dari pandangan masyarakat itu belum berjalan dengan normal di karenakan
ketidak adanya ibu camat dan para staf-stafnya sehingga masyarakat banyak
mengeluh terkait dengan sistem kepemimpinan ibu camat dan staf-stafnya di
karenakan ketidak hadirnya mereka di Kantor Camat Teor sehinga masyarakat
pun tidak menerima pelayanan di kantor camat setempat dan dari kantor camat
teor di mekarkan kan pada tahun 2013-2014 itu dari camat pertama sampai ibu
camat sekarang ini masyarakat tidak menikmati namanya pelayanan yang baik
dari pimpinan dan staf-staf di kantor camat teor.
BAB V
PENUTUP
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dikemukakan pada pembahasan
mengenai “Pola Komunikasi Pegawai Kantor Camat Teor Terkait Efektivitas
Pelayanan Terhadap Masyarakat Kecamatan Teor” sebelumnya, maka dapat
ditarik kesimpulan sebagai berikut:
1. Ada tiga pola komunikasi yang digunakan di Kantor Camat Teor yaitu
pola lingkaran, pola roda, dan pola menyeluru. pada Kantor Camat Teor
menggunakan pola komunikasi lingkaran disaat melakukan rapat
koordinasi guna untuk mencapai tujuan organisasi yang disepakati
bersama setiap bidang agar pekerjaan dapat terselesaikan tanpa adanya
[Link] komunikasi roda yakni pemimpin memiliki kekuasaan
penuh dalam mengontrol setiap pegawainya. Dalam hal ini dia satu
satunya orang yang dapat mengirim dan menerima pesan dari semua
anggota. Sedangkan pada pola komunikasi menyeluru ini bisa dikatakan
sebagai model jaringan komunikasi semua jaringan. Yang artinya semua
orang yang ada dalam kelompok atau organisasi itu bisa berkomunikasi
dengan semua anggota kelompok atau organisasi lain. Namun ibu camat
dan staf-stafnya tidak menggunakan ketiga pola komunikasi ini dengan
baik di kantor camat
2. Berdasarkan pandangan masyarakat tentang sistem pelayanan di Kantor
Camat Teor penelitian mengambil kesimpulan bahwah di kantor camat
65
teor itu sistem pelayanannya belum berjalan dengan baik dari kecamatan
teor di mekarkan menjadi 1 kecamatan di kabupaten seram bagian timur
pada tahun 2013-2014 namun dari masa kepemimpinan kepala kecamatan
pertama sampai turun ke ibu camat ini masyarakat belum merasakan dan
menikmati pelayanan yang ada dikantor camat,sehingga masyarakat
banyak yang mengeluh tentang sistem pelayanan yang ada di kantor camat
kecamatan teor.
B. Saran
Berdasarkan hasil analisis dan kesimpulan mengenai “Pola Komunikasi
Pegawai Kantor Camat Teor Dalam Efektivitas Pelayanan Terhadap Masyarakat
” maka saran dari penulis ialah :
1. Agar Kantor Camat Teor Kabupaten Seram Bagian Timur selalu
menciptakan komunikasi yang baik dan lancar yakni para pegawai harus
menjaga hubungan mereka dengan pimpinan, serta para pegawai juga
harus menjaga hubungan dengan pegawai yang lainnya, hal ini dilakukan
agar komunikasi yang disampaikan dapat dimengerti dan terarah sehinga
masyarakat pun mengerti dan pahami tentang sistem pelayanan yang ada
di kantor camat sehingan masyarakat pun merasa puas dengan sistem
pelayanan yang di berikan oleh pimpinan maupun staf yang ada.
2. Disarankan pula agar perlunya pimpinan senantiasa memberikan
kesempatan kepada setiap pegawai agar menerapkan komunikasi
organisasi yakni melalui komunikasi lingkar, komunikasi Roda dan
komunikasi menyeluruh. Diharapkan ibu Camat selaku pimpinan perlu
66
mempertahankan komunikasi organisasi agar semangat kerja pegawai
semakin meningkat. Harus ada inisiatif dari pegawai di Kantor Camat
Teor untuk bekerja lebih semangat lagi yaitu mereka harus disiplin dalam
bekerja, saling bekerjasama dan bertanggung jawab dalam menyelesaikan
tugas yang diberikan.
67
DAFTAR PUSTKA
Arni Muhammad Komunikasi Organisasi (Jakarta Bumi Aksara 2007), Cet Ke-8
Atik Dan Ratminto Manajemen Pelayanan: Pengembangan Model Konseptual,
Penerapan Citizen’s
Astrid , Susanto Phil, Komunikasi Teori dan Praktek (Bandung: Bina Cipta,
1980),
Anshari, Saifuddin Endang Wawasan Islam Pokok-pokok Pikiran Tentang Islam
dan Umatnya,(Jakarta: CV. Rajawali, 1982), h. 194.
Ali Mohammad, “Strategi Penelitian Pendidikan, (Bandung: Angkasa, 1998
Bahri Djamarah Syaiful, Pola Komunikasi Orang Tua dan Anak Dalam Keluarga,
( Jakarta: Rineka Cipta, 2004), h. 1
Charter Dan Standar Pelayanan Minimal. (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2003).
Canga, Hafied ra, Pengantar Ilmu Komunikasi (Jakarta: PT. Rajagrafindo Utama,
2007), h. 1.
Dwiyanto Agus, Manajemen Pelayanan Publik: Peduli Inklusif dan Kolaborasi,
(Yogyakarta: Gajah Mada University Press, 2017,
Depdikbud, Kamus Besar Bahasa Indonesia,
[Link]. Tinjauan Pustaka. Kualitas Pelayanan Dinas
Perhubungan Dal Memperpanjang Surat Izin Trayek Angkatan Umum. 44
[Link]. Tinjauan Pustaka.
Djaman Satori, “Metodologi Penelitian Kualitatif”, (Bandung: Alfabeta 2011),
Darlis,dengan judul”strategi peningkatan motivasi kerja pegawai kantor camat
dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat” (2014)
67
Endah Setyowati ,Siswidiyanto,Aprilia Malik,Perencanaan Program Akta Online
dalam Meningkatkan Pelayanan Akta Kelahiran (JAP), Voll. No.5 Maret
2012.
Effendy,Onong Uchjana Ilmu Komunikasi: Teori dan Praktek,(Bandung: Remaja
Rosdakarya,
Firlena Dila dan Rahman Z. Amni, “Implementasi Pelyanan Terpadu Kecamatan
(PATEN)” Skripsi di Universitas Diponegoro Tahun 2011
Hanim Nabilah, “Penyelenggaraan Pelayanan Administrasi Terpadu
Kecamatan (PATEN)” Skripsi di Universitas Diponegoro Semarang Tahun
2010
Kualitas Pelayanan Dinas Perhubungan Dalam Memperpanjang Surat Izin Trayek
Angkatan Umum.
Mulyana,Deddy Iilmu Komunikasi Suatu Pengantar, (Bandung: PT. Remaja
Rosdakarya, 2007
Maliki Lestari dan Endang, Komunikasi Yang Efektif: Bahan Ajar Diktat Prajabatan
Golongan III (Cet. II; Jakarta: Lembaga Administrasi Negara, 2003), h. 8.
Mulyana,Deddy, Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar (Bandung:
Remaja Rosdakarya, 2002),.
Nugroho Riant , Manajemen Pelayanan Publik, cet-3 (Depok:Rajawali Pers,
2019).
Rohman Didik fakhturn, Imam Hanafi, Minto Hadi. “Implementasi Kebijakan
Pelayanan administrasi Kependudukan Terpadu” Studi Pda Dinas
Kependudukan Dan Catatan Sipil Kota Malang” Vol.1 No.5, Hal, 962-971
68
Roudhonah, Ilmu Komunikasi, (Jakarta: UIN Press, 2007)
Simorangkir, Mathius ( 2018 ) dengan judul” Kepemimpinan camat dalam
meningkatkan kualitas pelayanan publik di kecamatan sipoholon kabupaten
tapanuli utara.( study kasus di kantor camat sipoholon kabupaten tapanuli
utara )
Supriadi,Andi dengan judul “anilisis kualitas pelayanan publik di kantor kecamatan
gunung sari kabupaten serang. (2012).
Sinambela Poltak Lijan,dkk, Reformasi Pelayanan Publik, (Jakarta: PT Bumi Aksara
2006)
Nawawi Hadari. “Metode Penelitian Bidang Sosial”. (Jakarta: Gajah Mada University
Press, 1993
Sinambela, L. P., Reformasi Pelayanan Publik Teori, Kebijakan, Implementasi,
(Jakarta: Bumi Aksara, 2011),
Skandar, “Metodologi Penelitian Pendidikan Dan Sosial Kuantitatif Dan Kualitatif,
(Jakarta: GP Press, 2008),
Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif Dan R & D, (Bandung: Alfabeta,
2009).
Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 Pasal 226 Tentang Pemerintahan Daerah.
Khomaria romli,komunikasi organisasi lengkap,(jakarta :grasindo
2011), h.1
69
LAMPIRAN
Gambar 1.1 Kantor Camat Kecamatan Teor
Gambar 1.2 Kondisi Dalam Kantor Camat Teor
70
Gambar 1.3 Wawancara Dengan Sekertaris Camat Teor,(Ismail Renwarin [Link])
71
Gambar 1.4 Wawancara Dengan Masyarakat Kecamatan Teor( Mahmud Sermaf)
Gambar 1.5 Wawancara Dengan Masyarakat Kecamatan Teor(Ondor Rettob)
Gambar 1.6 Wawancara Dengan Masyarakat Kecamatan Teor( Hasim Maswatu)
72
Gambar 1.7 Wawancara Dengan Masayarakat Kecamatan Teor(Ampera Sermaf)
73
DAFTAR PERTANYAAN WAWANCARA
Daftar Pertanyaan Kepada Pegawai Kantor Camat Teor
1. Bagaimana Pola Komunikasi Di Kantor Camat Teor
2. Faktor Apa Yang Mempengaruhi Sistem Pelayanan Di Kantor Camat Teor
3. Bagaimana Bentuk Komunikasi Pegawai Kantor Camat Teor Dalam
Mengatasi Pelayanan Di Masyarakat
4. Bagaiman Pola Komunikasi Antara Pengawai Dan Masyarakat
5. Apa Yang Anda Lakukan Untuk Mengatasi Faktor Yang Menghabat
Pelayayan Di Kantor Camat Teor
Daftar Pertanyaan Wawancara Dengan Masyarakat Kecamatan Teor
1. Bagaiman Pandangan Anda Terkaitan Dengan Sistem Pelayayan Di Kantor
Camat Teor
2. Bagaimana Komunikasi Anda Dengan Pegawai Di Kantor Camat Teor
3. Bagaiman Pendapat Anda Terkait Sistem Pelayayan Di Kantor Camat Teor
4. Apakah Selama Ini Anda Menerima Pelayayan Dengan Baik Di Kantor Camat
Teor
74
75
76