0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
9 tayangan86 halaman

Pola Komunikasi di Kantor Camat Teor

Skripsi ini membahas pola komunikasi pegawai di Kantor Camat Teor dan efektivitas pelayanan kepada masyarakat. Penelitian menunjukkan bahwa tidak ada sistem pelayanan yang berjalan dengan baik karena kurangnya pegawai dan sarana prasarana. Tiga pola komunikasi yang digunakan adalah pola komunikasi lingkar, roda, dan menyeluruh, namun pelayanan publik di kantor tersebut masih belum optimal.

Diunggah oleh

Aisah Tuanaya
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
9 tayangan86 halaman

Pola Komunikasi di Kantor Camat Teor

Skripsi ini membahas pola komunikasi pegawai di Kantor Camat Teor dan efektivitas pelayanan kepada masyarakat. Penelitian menunjukkan bahwa tidak ada sistem pelayanan yang berjalan dengan baik karena kurangnya pegawai dan sarana prasarana. Tiga pola komunikasi yang digunakan adalah pola komunikasi lingkar, roda, dan menyeluruh, namun pelayanan publik di kantor tersebut masih belum optimal.

Diunggah oleh

Aisah Tuanaya
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

POLA KOMUNIKASI PEGAWAI KANTOR CAMAT TEOR TERKAIT

EFEKTIVITAS PELAYANAN TERHADAP MASYARAKAT

SKRIPSI

Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Sosial
([Link]) Pada Jurusan/Prodi Komunikasi Dan Penyiaran Islam Institut Agama Islam
Negeri (IAIN) Ambon

NAMA: ABDUL RASID RETTOB


NIM: 170203007

PRODI KOMUNIKASI DAN PENYIARAN ISLAM


FAKULTAS USHULUDDIN DAN DAKWAH
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN)
AMBON 2022
1
i
PERNYATAAN KEASLIAN SKRIPSI

Yang bertandatangan dibawah ini :

Nama : Abdul Rasid Rettob

Nim : 170203007

Prodi : Komunikasi Dan Penyiaran Islam

Menyatakan bahwa skripsi ini benar merupakan hasil penelitian

atau karya sendiri, jika di kemudian hari terbukti bahwa skripsi tersebut

merupakan duplikat, tiruan, plagiat, atau dibantu orang lain secara

keseluruan, maka skripsi ini serta gelar yang diperoleh batal demi

hukum.

Ambon, 26 Desember 2022

Abdul rasid rettob


Nim: 170203007

ii
MOTTO DAN PERSEMBAHAN

Motto
 “Allah tidak akan membebani seseorang melainkan sesuai dengan
kesanggupanya.” {QS. Al Baqarah:286}

 “Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan,maka apa bila


kamu telah selesai (dari semua urusan ), maka kerjakanlah dengan
sungguh-sungguh (urusan) yang lain, dan hanya kepada tuhanmulah
hendaknya kamu berharap.” (QS. Al Insyirah:6-8)
Persembahan:
 Ku persembahkan skripsi ku ini untuk kedua orang tua ku(Ondor Rettob
dan Sumiya Rettob) yang tak henti-hentinya berdoa untuk keselamatan
ku. Terima kasi ayah ibu yang selalu memberiku semangat,motifasi, dan
dorongan yang kuat sehingga saya dapat menyelesaikan study ku di
kampus IAIN Ambon ini.

 Tak lupa pula ku ucapkan terimakasi kepada seluruh keluargaku yang


mana selalu memberikan dukungan, do’a, beserta pengorbanan kalian
sehingga saya dapat menyelesaikan study saya di kampus IAIN Ambon
ini.

 Terimakasi kepada kakak-kakak, dan adik-adik ku (Cici Rettob serta


suaminya, Amma Rettob,Dian Rettob,Ratna Rettob Ratmi Letsoin dan
Rifal Rettob)yang selalu memberiku dukungan serta semangat dan kasih
sayang kalian ke pada ku

 Terimakasi kepada kekasihku yang tercinta(Irmawati Pattimura) yang


selalu memberikan semangat,motivasi serta dukungan sehinga saya dapat
menyelesaikan skripsi ku ini.

 Terimakasi kepada teman-teman ku( Alvian [Link], Alhamid


[Link], Masria Alhaming. [Link], Baripprima [Link] ) yang
suda memberikan dukungan dan dan motovasi kepadaku sehinga saya
dapat menyelesaikan skripsi ku ini.

iii
KATA PENGANTAR

Alhamdulillah, segala puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT


atas berkah dan insyah-Nya dalam memberikan kesehatan, kekuatan dan
ketabahan sehingga penulis dapat menyelesaikan studi dan merampungkan skripsi
ini. Dengan berbagai rasa yang menjadi satu lelah, kesal, dan sedih bahkan rasa
sedikit putus asa yang muncul di beberapa waktu, namun semuanya berakhir
dengan kelegaan dan keharusan sehingga timbul semangat luar biasa. Tidak lupa
salam serta shalawat dihaturkan atas baginda besar Nabi Muhammad SAW,
beserta keluarga para sahabat dan para umatnya yang senantiasa istiqomah
dijalan-Nya. Penulis menyadari bahwasanya manusia tidaklah mungkin hidup
tanpa bantuan orang lain dan tidaklah mungkin terwujud semua usaha tanpa
bantuan orang lain. Dengan ini penulis dalam rangka menyelesaikan tugas, dalam
kerendahan hati ini, penulis mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya
kepada:

1. Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ambon, [Link]. Zainal

Abidin Rahawarin, [Link], beserta. Dr. Ismail Tuanany, M.M, M.H selaku

Wakil Rektor I, Dr. Husin Wattimena, [Link] selaku Wakil Rektor II, dan

Dr. M. Faqih Seknun, M. Pd selaku Wakil Rektor III.

2. Dekan Fakultas Ushuluddin dan Dakwah IAIN Ambon, Dr. Moh. Yamin

Rumra. [Link] beserta Dr. Arman Man Arfa, [Link], [Link] Wakil

Dekan I, Dr. Burhanuddin Tidore, [Link].I selaku Wakil Dekan II, dan Dr.

Syarifuddin, M. Sos.I selaku Wakil Dekan III.

3. Kedua pembimbing karya ilmiah yakni Dra. Gamar [Link].I dan

Nanik Handayani, M. Hum. yang telah sabar membimbing dan

mencurahkan ilmunya kepada penulis demi terselesaikannya skripsi

iv
4. Darma, MM, serta Fadli Pellu, M,Si selaku ketua dan sekertaris prodi

Komunikasi dan Penyiaran Islam.

5. Para Dosen Pengajar Fakultas Ushuluddin dan Dakwah, yang telah

membekali berbagai pengetahuan sehingga penulis menyelesaikan skripsi

ini.

6. Semua pihak yang tak dapat penulis sebutkan satu persatu yang turut serta

membantu baik secara langsung maupun tidak langsung dalam penulisan

skripsi ini.

Kepada mereka penulis tidak dapat memberikan apa-apa, hanya ungkapan


terimakasih serta do’a semoga Allah SWT membalas semua amal kebaikan
mereka dengan sebaik-baiknya balasan, Aamiin.
Pada akhirnya penulis menyadari sepenuhnya bahwa masih banyak
kekurangan dalam penyusunan skripsi ini, karena keterbatasan ilmu yang penulis
miliki. Untuk itu penulis sangat mengharapkan masukan baik berupa saran
maupun kritikan demi kelengkapan dan sempurnya skripsi ini. Harapan penulis
semoga skripsi ini bermanfaat bagi penulis pada khususnya dan bagi pembaca
yang budiman pada umumnya.
ABSTRAK

Nam : Abdul Rasid Rettob


Nim : 170203007
Judul Skripsi : Pola Komunikasi Pegawai Kantor Camat Teor Terkait
Efektivitas Pelayanan Terhadap Masyarakat

Kantor Camat merupakan salah satu kantor instansi pemerintah yang


melayani masyarakat sebagaimana yang diatur dalam Undang-undang Nomor 25
tahun 2009 tentang pelayanan publik. Namun selama dari tahun 2020 sampai
2022 saat ini di kantor camat teor tidak ada sistem pelayanan yang di jalankan
oleh pengawai kantor camat teor kepada masyarakat, di karenakan ketidak adanya
pegawai-pegawai dan sarana prasarana. Di kantor Camat Teor
Pendekatan yang digunakan dalam penyusunan penelitian ini adalah
pendekatan diskripsi kualitatif dengan pendekatan komunikasi, pelayanan dan
sosial selain itu teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini
yaitu observasi dengan mengadakan pengamatan secara langsung pada wilayah
dan objek yang akan diteliti secarah langsung dan wawancara dengan mengajukan
beberapa pertanyaan secara mendalam kepada informan untuk mendapatakan data
atau informasi yang dibutuhkan.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Kantor Camat Teor menggunakan
dari tiga pola komunikasi yaitu, pola komunikasi lingkar, pola komunikasi roda,
pola komunikasi menyeluruh. Sedangkan dari sisi pandangan masyarakat tentang
sistem pelayanan di Kantor Camat Teor belum berjalan dengan baik di karenakan
tidak adanya pegawai-pegawai di tempat dan tidak adanya sarana dan prasarana di
kantor camat teor sehingga masyarakat pun tidak mendapatakan pelayanan dari
camat maupun pegawai-pegawai di kantor camat.

Kata kunci: Pola komunikasi, efektivitas,pelayanan,masyarakat.

v
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL
LEMBARAN PENGESAHAN ...................................................................... I
PERNYATAAN KEASLIAN SKRIPSI ....................................................... II
MOTTO DAN PERSEMBAHAN ................................................................. III
KATA PENGANTAR .................................................................................... IV
ABSTRAK ...................................................................................................... V
DAFTAR ISI ................................................................................................... VI
BAB I PENDAHULUAN ............................................................................... 1
A. Latar Belakang ........................................................................................ 1
B. Rumusan Masalah................................................................................... 7
C. Batasan Masalah ..................................................................................... 8
D. Tujuan Penelitian .................................................................................... 8
E. Manfaat Penelitian .................................................................................. 8
BAB II KAJIAN PUSTAKA ......................................................................... 10
A. Hasil Penelitian Yang Relevan ............................................................... 10
B. Kajian Teori ............................................................................................ 12
1. Pengertian Komunikasi Organisasi .................................................... 12
2. Pola Komunikasi Organisasi .............................................................. 14
3. Pengertian Pelayanan ......................................................................... 19
4. Pengertian Publik ............................................................................... 20
5. Pengertian Pelayanan Publik.............................................................. 21
6. Jenis-Jenis Pelayanan Publik ............................................................. 23
7. Unsur-Unsur Pelayanan Publik .......................................................... 25
C. Kerangka Pikir ........................................................................................ 25
BAB III METODE PENELITIAN ............................................................... 27
A. Jenis dan Pendekatan Penelitian ............................................................. 27
B. Waktu dan Lokasi Penelitian .................................................................. 29
C. Jenis dan Sumber Data Penelitian........................................................... 29
D. Instrument Penelitian .............................................................................. 31

vi
E. Teknik Pengumpulan Data ..................................................................... 32
F. Teknik Analisis Data .............................................................................. 34

[Link] HASIL DAN PEMBAHASAN PENELITIAN .............................. 36


A. Hasil Penelitian ....................................................................................... 36
B. Pembahasan ............................................................................................ 50
BAB. V PENUTUP ......................................................................................... 65
A. Kesimpulan ............................................................................................. 65
B. Saran ....................................................................................................... 66
DAFTAR PUSTAKA ..................................................................................... 67
LAMPIRAN .................................................................................................... 70
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Negara wajib melayani setiap warga Negara untuk memenuhi hak dan

kebutuhan dasarnya dalam kerangka pelayanan publik untuk mewujudkan

kesejahteraan umum yang merupakan tujuan Negara yang teramat dalam Undang-

Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 alenia ke IV.

Penyeleggaraan pelayanan kepada masyarakat merupakan fungsi yang harus

dilaksanakan pemerintah dalam rangka mewujudkan kesejahteraan, sebagai tolak

ukur terselenggaranya tata kelola pemerintahan yang baik atau disebut good

governance.1

Pelayanan adalah aktifitas seseorang,sekelompok dan atau organisasi baik

langsung maupun tidak langsung untuk memenuhi kebutuhan. Penyelenggaraan

pelayanan publik merupakan upaya negara untuk memenuhi kebutuhan dasar dan

hak-hak sipil setiap warga [Link] wajib memberikan pelayanan pada

seluruh warga negara.2 Pelayanan public adalah kegiatan atau rangkaian kegiatan

dalam rangka pemenuhan kebutuhan pelayanan sesuai dengan peraturan

perundang undangan bagi setiap warga Negara dan penduduk atas barang, jasa

dan atau pelayanan administratif yang di sediakan oleh penyelenggaraan

pelayanan publik.3Dan pemberian layanan (melayanai) keperluan

1
Nabilah Hanim, “Penyelenggaraan Pelayanan Administrasi Terpadu Kecamatan
(PATEN)” Skripsi di Universitas Diponegoro Semarang Tahun 2010
2
Dila Firlena dan Amni Z. Rahman, “Implementasi Pelyanan Terpadu Kecamatan
(PATEN)” Skripsi di Universitas Diponegoro Tahun 2011
3
Riant Nugroho, Manajemen Pelayanan Publik, cet-3 (Depok:Rajawali Pers, 2019). h. 21

1
2

orang atau masyarakat yang mempunyai kepentingan pada organisasi itu sesuai

dengan aturan pokok dan tata cara yang telah ditetapkan.4

Berbagai pelayanan administratif, seperti pelayanan KTP, Akte kelahiran,

sertifikat tanah, dan perizinan, merupakan pelayanan yang diselenggarakan untuk

menjamin hak dan kebutuhan dasar warga Negara. Pelayanan KTP dan akte

kelahiran sangat vital dalam kehidupan warga karena keduanya menjamin

keberadaan, identitas warga dan hak-hak sipil lainnya. Pelayanan seperti itu tentu

sangat penting dan menjadi bagian dari pelayanan publik yang harus

diselenggrakan oleh Negara.5

Namun, pada kenyataan kondisi penyelenggaraan pelayanan publik di

Indonesia masih belum efektif dan efisien serta kualitas sumber daya manusia

aparatur yang belum memadai. Penyelenggaraan pelayanan publik pada pelayanan

administrasi masih terdapat masalah. Masalah yang dimaksud yaitu dalam

memberikan pelayanan masih kurang optimal sedangkan sudah sepantasnya wajib

menyelenggarakan pelayanan yang mudah untuk diakses, sesuai kebutuhan warga,

dilaksakan dengan partisipatif serta berdasarkan norma yang berlaku. 6

Masalah diatas menunjukkan perlu adanya perhatian pada

penyelenggaraan pelayanan publik. Dalam memperbaiki penyelenggaraan

pelayanan publik, pemerintah mengeluarkan Undang-Undang Nomor 25 Tahun

2009 tentang pelayanan publik. Kemudian, dalam rangka mempermudah

4
Lijan Poltak Sinambela, dkk, Reformasi Pelayanan Publik, (Jakarta: PT Bumi Aksara
2006) h.5.
5
Didik fakhturnRohman, Imam Hanafi, Minto Hadi. “Implementasi Kebijakan Pelayanan
administrasi Kependudukan Terpadu” Studi Pda Dinas Kependudukan Dan Catatan Sipil Kota
Malang” Vol.1 No.5, Hal, 962-971.
6
Dila Firlena dan Amni Z. Rahman, “implementasi pelyanan terpadu kecamatan
(PATEN),” Skripsi di Universitas Diponegoro Tahun 2011.
3

penyelenggaraan berbagai bentuk pelayanan publik maka terdapat sistem

pelayanan terpadu yang termuat pada Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009

Pasal 9 ayat (1) Kebijakan ini menetapkan adanya system pelayanan admistrasi

agar dapat mendekatkan, mempermudah, dan mempercepat pelayanan terhadap

publik atau masyarakat.7

Pemerintahan dalam melaksanakan pelayanan publik seharusnya

meningkatkan kualitas dan menjamin penyediaan pelayanan publik sesuai dengan

azas-azas umum pemerintahan untuk memberikan perlindungan bagi setiap warga

negara. Sesuai dengan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor

63 Tahun 2003 tentang pedoman umum penyelenggaraan pelayanan publik

dijelaskan bahwa segara bentuk pelayanan yang dilakukan oleh instansi

pemerintah di pusat, di daerah, dan dilingkungan. Badan Usaha Milik Negara atau

jasa, baik dalam rangka upaya pemenuhan kebutuhan masyarakat maupun dalam

rangka pelaksanaan ketentuan peraturan perundang-undangan, termasuk dalam

jajaran pemerintah kecamatan, dimana upaya pemenuhan kebutuhan masyarakat

dalam bidang administrasi kependudukan seperti: pembuatan surat pengantar

untuk membuat KTP, Kartu Keluarga, surat keterangan, dan lain-lain.8

Kantor Camat Kecamatan Teor merupakan salah satu kantor instansi

pemerintah yang melayani masyarakat sebagaimana diatur dalam Undang-undang

Nomor 25 Tahun 2009 tentang pelayanan publik. Penyelenggaraan Pemerintahan

Kecamatan memerlukan adanya seorang pemimpin yang selalu mampu untuk

menggerakkan bawahannya agar dapat melaksanakan tugas dan tanggung


7
Undang undang Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 2009 Tentang Pelayanan Publik
8
Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 63 Tahun 2003 tentang
pedoman umum penyelenggaraan pelayanan publik.
4

jawabnya,berpartisipasi dalam kegiatan pemerintahan,pembangunan dan

kemasyarakatan serta berdayaguna dan berhasil guna. Keberhasilan pembangunan

akan terlihat dari tingginya produktifitas, penduduk makmur dan sejahtera secara

[Link] kepemimpinan dalam efektivitas pencapaian tujuan dapat dilakukan.

Pelayanan publik yang diselenggarakan oleh instansi pemerintah belum

dapat memenuhi kualitas yang diharapkan masyarkat. Hal ini ditandai dengan

masih adanya berbagai keluhan masyarakat mengenai diskriminasi pelayanan.

Sebagai contoh adanya masyarakat yang ketika mengurus KTP (Kartu Tanda

Penduduk) di kantor camat tersebut tidak ada pelayanan,sehinga pelayan tidak

berjalan dengan baik. Selain itu keluhan lain yang diungkapkan pengguna layanan

yaitu adanya ketidak adanya pegawai-pegawai tidak berada di tempat sehinga

masyarakat di kecamatan teor tidak menerima system pelayanan dengan baik.

Dalam suatu kepemimpinan organisasi, terdapat dua unsur penting

yangharus diperhatikan yakni pemimpin dan yang dipimpin. Proses komunikasi

antarkeduanya menentukan keberlangsungan hidup suatu kelompok

[Link] kedua belah pihak tersebut harus ada two way

communications atau komunikasi dua arah dengan kata lain komunikasi timbal

balik. Untuk itu diperlukan kerja sama dengan harapan untuk mencapai cita-cita,

baik cita-cita pribadi dan kelompok guna mencapai tujuan suatu organisasi. Untuk

melancarkan komunikasi yang baik dalam sebuah organisasi, maka seorang

pemimpin, manajer memerlukan pola komunikasi dan kerjasama yang

baik,dimana interaksi diantara bagian-bagian itu berjalan secara harmonis,

dinamis dan pasti.


5

Terjemahan:
Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan Allah) sebagian dari hasil
usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu. dan
janganlah kamu memilih yang buruk-buruk lalu kamu menafkahkan daripadanya, Padahal kamu
sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memincingkan mata terhadapnya. dan
ketahuilah, bahwa Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji([Link]-Baqarah,267).9

Terjemaha:
Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang Fasik membawa suatu berita, Maka
periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa
mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.([Link]-
Hujurat:6)10

Berdasarkan observasi yang dilakukan penulis pada pegawai Kantor

Kecamatan Teor, penulis menemukan masalah terkait pelayanan publik. Masalah

terkait pelayanan publik tersebut yaitu kurangnya fasilitas di dalam kantor dan

ketidak adanya staf-staf pada saat masyarakat buhtu pelayanan, sebagai contoh

ketika masyarakat mengurus Kartu Tanda Penduduk (KTP).Masyarakat harus

kembali ke rumanya masing-masing di karenakan ketidak adanya staf satu pun di

kantor camat sehingga pelayanan di kantor kecamatan tidak berjalan dengan baik

, sehingga masyarakat pun merasa kecewa terhadap ibu camat dan staf-stafnya

9
[Link]-Baqarah,267
10
[Link]- Hujurat,6
6

Komponen standar pelayanan yang terkait dengan proses penyampaian

pelayanan meliputi persyaratan, sistem dan prosedur, jangka waktu pelayanan,

biaya, produk pelayanan, dan penanganan pengaduan. Apabila instansi

pemerintah dan lembaga mampu menerapkan standar kualitas tersebut maka

instansi pemerintah dan lembaga telah memberikan kualitas pelayanan kepada

masyarakat secara baik. Sebelum era reformasi, birokrasi pemerintahan sangat

mendominasi penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik. Pemerintah

lebih dominan bertindak sebagai aktor dalam penyelenggaraan pelayanan publik,

sehingga keterlibatan warga negara dalam pemerintahan sangat terbatas. Seperti

dijelaskan dalam Undang-Undang Nomor 23 tahun 2014 tentang pemerintah

daerah pada prinsipnya mengubah sistem penyelenggaraan pemerintahan daerah,

sehingga daerah diarahkan untuk mempercepat terwujudnya kesejahteraan

masyarakat dengan meningkatkan pelayanan, pemberdayaan dan peran

masyarakat.11

Proses pelayanan publik merupakan hubungan interaksi antara dua unsur

yaitu pihak pemerintah dengan publik atau disebut dengan pelayanan publik

(public service), di manapemerintah sebagai sarana dalam proses

keadministrasian, sedangkan publik sebagai peminta pelayanan. Hendaknya

Birokrasi pemerintah sebagai tumpuan yang berwibawa dalam melayani publik

dan tidak mendominasi publik, tetapi membantu menciptakan kondisi yang

kondusif agar dapat membangkitkan pelayanan yang efektif dan efesien. 12

11
Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik
Indonesia Nomor 15 Tahun 2014.
12
Kurniawan, Transformasi Pelayanan Publik, (Yogyakarta : Pembaruan, 2005), h. 53-
54.
7

Selama ini Kantor Camat Teor tidak ada sistem pelayanan terhadap

masyarakat Teor dengan baik, sehingga masyarakat yang ingin membuat KTP

harus membuang biayah ke kabupaten untuk membuat KTP,(kartu tanda

penduduk) sedangkan yang saya ketahui bahwa tugas dan tanggung jawab di

kantor camat teor itu,untuk melayani keperluan masyarakat berupa pembuatan

KTP,Kartu Keluarga, Surat Tanah,dll,dan ada juga masalah yang terjadi di kantor

camat teor itu tentang fasilitas dalam kantor,yang selama ini tidak pernah ada satu

pun di dalam kantor camat yaitu komputer/leptop,kamera mesin foto copy,

printer,buku tamu,Dan tidak ada pegawai-pegawai camat di tempat sehingga

sistem pelayanan dari pengawai kantor camat tersebut terhadap masyarakat tidak

berjalan dengan baik,Sehingga menimbulkan, sistem pelayan admistrasi di kantor

camat teor tidak berjalan sesuai dengan harapan masyarakat . Sedangakan Kantor

Camat Teor diberikan kewenangan untuk dapat meningkatkan kualitas pelayanan

dalam melayani masyarakat dengan baik,Sedangkan kualitas pelayanan tersebut

tidak berjan baik seperti kantor-kantor camat di kecamatan lain, Sehinga

masyarakat pun mengeluh,kepada ibu camat,kenapa sampai kantor camat teor ini

tidak ada sistem pelayan,dan kenapa ibu camat serta pegawai camat tidak berada

di tempat selama ini dari masa di lantiknya mereka sebagai pegawai kecamatan

teor untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat teor namun mereka tidak

menjalankan tugas dan tanggung jawab mereka dengan baik.

Berdasarkan latar belakang di atas,Penilitian yang berjudul “Pola

Komunikasi Pegawai Kantor Camat Teor Dalam Efektivitas Pelayanan Terhadap

Masyarakat”yang studi kasusnya di Kantor Camat, Kecamatan Teor, ini meniliti


8

tentang bagaimana pola komunikasi pegawai Kantor Camat dalam efektivitas

pelayanan terhadap masyarakat, dan bagaimana pandangan masyarakat dalam

melihat sistem pelayanan di Kantor Camat Teor

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian latar belakang di atas, maka yang menjadi

permasalahan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Bagaimana Pola Komunikasi Pegawai Kantor Camat Teor Dalam Efektivitas

Pelayanan Terhadap Masyarakat ?

2. Bagaimana Pandangan Masyarakat Dalam Melihat Sistem Pelayanan Di

Kantor Camat Teor ?

C. Batasan Masalah

Mengingat luasnya pembahasan tentang pelayanan kantor camat teor,

maka agar pembahasan lebih terfokus peneliti mengemukakan Batasan-batasan

persoalan skripsi ini. Secara lebih spesifik peneliti hanya membatasi pada

masalah“Pola Komunikasi Pegawai Kantor Camat Teor Dalam Efektifitas

Pelayanan Terhadap Masyarakat” (Studi Kasus Di Kantor Camat, Kecamatan

Teor).

D. Tujuan Penelitian

Tujuan diadakanya penelitian ini adalah untuk mengetahui :

1. Untuk mengetahui bentuk pola komunikasi pegawai kantor Camat Teor

dalam efektivitas pelayanan terhadap masyarakat.

2. Untuk mengetahui pandangan masyarakat tentang sistem pelayanan

pegawai camat dalam melayani masyarakat kecamatan teor.


9

E. Manfaat Penelitian

Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat, baik secara teoritis

maupun praktis, diantaranya sebagai berikut:

a. Secara Teoritis

1. Penelitian ini dapat memberikan pengetahuan dan wawasan kepada

pembaca dan masyarakat mengenai bagaimna cara pegawai Kantor

Camat Teor dalam efektivitas pelayanannya.

2. Penelitian ini juga dapat memberikan kontribusi dalam perkembangan

ilmu pengetahuan khusnya mengenai pelayanan Kantor Kecamatan

Teor sebagai peningkatan kualitas layanan masyarakat.

b. Secara Praktis

1. Sebagai masukan buat pemerintah terkhusnya pemerintahan kecamatan

teor dalam melihat sistem pelayanan terhadap masyarakat

2. Diharapkan dapat memberikan pemahaman dan masukan bagi

masyarakat tentang sistem pelayanan di kantor camat kecamatan teor.

a. Manfaat bagi pemerintah

Sebagai masukan untuk memperbaiki kualitas pelayanan yang akan

membangun kepercayaan masyarakat serta mampu memberikan pelayanan yang

berkualitasdi setiap keperluan masyarakat sebagai pengguna layanan.

b. Manfaat bagi masyarakat

Hasil penelitian ini agar menjadi informasi bagi masyarkat tentang tujuan
pelayanan publik sebagai bentuk kewajiban aparatur pemerintah kepada
masyarakat dengan berlandaskan asas transparansi, akuntabilitas, kondisional,
partisipatif, kesamaan hak serta keseimbangan hak dan kewajiban, dalam memberi
kejelasan pelayanan atas kebetuhan masyarakat.
BAB II

KAJIAN PUSTAKA

A. Penelitian Yang Relevan

Bagian ini memuat uraian secara sistematis mengenai hasil penelitian

terdahulu prior reseach tentang persoalan yang dikaji. Pada bagian ini akan

dikemukakan penenlitian yang telah dibahas sebelumnya yang mempunyai

relavansi atau kesamaan dengan penelitian ini. Setelah melakukan telaah pustaka

ditemukan beberapa penelitian tentang sistem pelayanan pemerintah Kecamatan

Teor.

Skripsi,Andi Supriadi (2012) dengan judul skripsinya “Anilisis kualitas

pelayanan publik di kantor kecamatan gunung sari kabupaten serang”(studi kasus

di kantor camat gunung sari kabupaten serang) dengan jenis penilitian deskriptif

kualitatif. Dalam penilitian ini menjelaskan tentang kualitas pelayanan di

kecamatan gunung sari kabupaten serang yang di nilai masi kurang memuaskan,

karena kesenjangn anatara harapan masyarakat sebagai penguna layanan dan nilai

yang diterima masyarkat terhadap pelayanan tersebut tidak seimbang. Serta perlu

adanya peningkatna kenerja dari aparat pelayanan publik agar lebih maksismal.13

Skripsi, Darlis (2014) dengan judul”strategi peningkatan motivasi kerja

pegawai kantor camat dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat” (Studi

Kasus di Sekretariat Kecamatan Panton Reu Kabupaten Aceh Barat),ini meneliti

tentang bagaimana strategi peningkatan motivasi kerja pegawai dalam

penyelenggaraan pemerintahan di Kecamatan. Untuk proses awal dengan


13
Andi Supriadi (2012) dengan judul skripsinya “anilisis kualitas pelayanan publik di
kantor kecamatan gunung sari kabupaten serang”(studi kasus di kantor camat gunung sari
kabupaten serang)

10
11

menggunakan teknik wawancar memperoleh hasil bahwa strategi yang digunakan

oleh. Camat Panton Reu dalam memotivasi pegawai adalah dengan pendelegasia

wewenang, komunikasi, pengakuan, dan partisipasi. Kenyataannya dilapangan,

strategi yang diterapkan masih belum dapat meningkatkan motivasi kerja pegawai

Skripsi, Mathius Simorangkir (2018) dengan judul” Kepemimpinan camat

dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik di kecamatan sipoholon kabupaten

tapanuli utara.( study kasus di kantor camat sipoholon kabupaten tapanuli utara

)ini bertujuan untuk mengetahui dan memahami bagaimana Kepemimpinan

Camat dalam Meningkatkan Kualitas Pelayanan Publik di Kecamatan Sipoholon

Kabupaten Tapanuli Utara dan mengetahui masalah-masalah yang ada di kantor

Kecamatan Sipoholon Kabupaten Tapanuli Utara dalam Meningkatkan Kualitas

Pelayanan Publik.14

Perbedaan pada skripsi di atas, meniliti tentang pola komunikasi pegawai

kantor camat teor dalam efektivitas pelayanan terhadap masyarakat di Kecamatan

Teor, beberapa judul diatas sangat terdapat perbedaan dengan judul skripsi yang

di bahas oleh penulis, sebab yang penulis bahas adalah Pola Komunikasi Pegawai

Kantor Camat Teor Dalam Efektifitas Pelayanan Terhadap Masyarakat (Studi

Kasus Di Kantor Camat Kecamatan Teor Kabupaten Seram Bagian Timur). Yang

membahas tentang masalah yang terjadi di kecamatan tersebut mengenai

Bagaiman pola komunikasi pegawai Kantor Camat dalam efektifitas pelayanan

terhadap masyarakat.

14
Mathius Simorangkir ( 2018 ) dengan judul” Kepemimpinan camat dalam
meningkatkan kualitas pelayanan publik di kecamatan sipoholon kabupaten tapanuli utara.( study
kasus di kantor camat sipoholon kabupaten tapanuli utara )
12

B. Kajian Teori

1. Pengertian Komunikasi Organisasi

Definisi komunikasi banyak ragamnya,dikemukakan orang untuk

memberikan batasan terhadap apa sebenarnya komunikasi itu, sesuai dari sudut

pandang mereka masing-masing.15 Menurut penuju,komunikasi ialah sistem aliran

yang menghubungkan dan kinerja antar bagian dalam organisasi sehingga

menghasilkan suatu sinergi. Menurut Louis Forsdale dalam Muhammad,

komunikasi ialah suatu proses memberikan signal menurut aturan tertentu,

sehingga dengan cara ini suatu sistem dapat didirikan, dipelihara, dan diubah.

Dari penjelasan di atas dapat dibuat kesimpulan bahwa komunikasi ialah

suatu sistem aliran maupun proses memberikan signal kepada seseorang sehingga

suatu saat sistem kapan saja bisa berubah.

Menurut Schein, organisasi ialah suatu koordinasi rasional kegiatan

sejumlah orang untuk mencapai beberapa tujuan umum melalui pembagian

pekerjaan dan fungsi melalui hierarki otoritas dan tanggung jawab (Muhammad,

2017). Selanjutnya menurut Kochler, organisasi ialah sistem hubungan yang

terstruktur yang mengkoordinasi usaha suatu kelompok orang untuk mencapai

tujuann tertentu (Muhammad, 2017). Berdasarkan definisi-definisi di atas dapat

disimpulkan organisasi merupakan suatu sistem individu yang stabil yang saling

bekerja secara bersama-sama untuk mencaapai tujuan bersama lewat suatu

struktur hierarki dan pembagian kerja.

15
Khomaria romli,komunikasi organisasi lengkap,(jakarta :grasindo 2011), h.1
13

Menurut Wiryanto (2005), komunikasi organisasi ialah pengiriman dan

penerimaan berbagai pesan organisasi di dalam kelompok formal maupun

informal dari suatu organisasi. Pace dan Faules dalam (Mulyana, 2001:31-32)

mengemukakan definisi fungsional komunikasi organsisasi sebagai pertunjukan

dan penafsiran pesan di antara unit-unit komunikasi dari suatu organisasi tertentu.

Redding dan Sanborn dalam (Muhammad, 2017:65) mengatakan bahwa

komunikasi organisasi ialah pengiriman dan penerimaan pesan informasi dalam

organisasi yang kompleks.16

Menurut Pace dan Faules (2001: 31-33),komunikasi organisasi merupakan

perilaku keorganisasian yang terjadi dan bagaimana mereka yang terlibat dalam

proses itu bertransaksi dan memberi makna atas apa yang terjadi. Sedangkan

menurut Goldhaber dalam (Muhammad, 2017) memberikan definisi komunikasi

organisasi berikut,“organizational communications is the process of creating and

exchanging messages within a network of interdependent relationship to cope

with en vironmental uncertainty”. komunikasi organisasi ialah proses

menciptakan dan saling menukar pesan dalam satu jaringan hubungan yang saling

tergantung satu sama lain untuk mengatasi lingkungan yang tidak pasti atau yang

selalu berubah ubah.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa komunikasi organisasi

merupakan proses pengiriman dan penerimaan pesan dalam satu jaringan

sehingga adanya hubungan yang berkaitan dengan satu sama lain yang bekerja

secara bersama-sama untuk mengatasi lingkungan yang selalu berubah-ubah

16
Arni Muhammad, komunikasi organisasi (Jakarta bumi aksara 2007), cet ke-8,h.26
14

2. Pola Komunikasi Organisasi

Komunikasi atau communication dalam bahasa Inggris berasal dari kata

latin communis yang berarti sama, communico, communicatio,atau communicare

yang berarti membuat sama (to make common). Istilah pertama (communis) paling

sering disebut sebagai asal kata komunikasi, yang merupakan akar dari kata-kata

pikiran, suatu makna, atau suatu pesan dianut secara sama.17 Akan tetapi definisi-

definisi kontemporer menyarankan bahwa komunikasi merujuk pada cara berbagi

hal-hal tersebut, seperti dalam kalimat “kita berbagi pikiran,” kita mendiskusikan

makna dan kita mengirimkan pesan”.18

Astrid Susanto mengemukakan, perkataan komunikasi berasal dari kata

communicare yang dalam bahasa latin mempunyai arti berpartisipasi atau

memberitahukan, menyampaikan pesan, informasi, gagasan dan pendapat yang

dilakukan oleh seseorang kepada orang lain dengan mengharapkan feedback.19

Selain itu, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah pengiriman dan

penerimaan pesan atau berita antara dua orang atau lebih sehingga pesan yang

dimaksud dapat dipahami.20 Komunikasi merupakan sarana paling utama dalam

kehidupan manusia, yang berarti tak seorang pun yang dapat menarik diri dari

proses ini baik dalam fungsinya sebagai individu maupun makhluk sosial.

Komunikasi itu sendiri ada dimana-mana seperti di rumah, sekolah, kantor, rumah

17
Deddy Mulyana, Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar (Bandung: Remaja Rosdakarya,
2002), h. 41.
18
Onong Uchjana Effendy,Ilmu Komunikasi: Teori dan Praktek,(Bandung: Remaja
Rosdakarya, h. 4
19
Phil Astrid Susanto, Komunikasi Teori dan Praktek (Bandung: Bina Cipta, 1980), h.
29.
20
Tim Penyusun Kamus Psat Bahasa, Kamus Besar Bahasa Indonesia (Jakarta: Pusat
Bahasa Departemen Pendidikan Nasional, 2008), h. 585.
15

sakit, dan di semua tempat yang melakukan sosialisasi. Artinya hampir seluruh

kegiatan manusia selalu tersentuh [Link] pakar menilai bahwa

komunikasi adalah suatu kebutuhan yang sangat fundamental bagi seseorang

dalam hidup bermasyarakat. ini baik dalam fungsinya sebagai individu maupun

makhluk sosial. Komunikasi itu sendiri ada dimana-mana seperti di rumah,

sekolah, kantor, rumah sakit, dan di semua tempat yang melakukan sosialisasi.

Artinya hampir seluruh kegiatan manusia selalu tersentuh [Link]

pakar menilai bahwa komunikasi adalah suatu kebutuhan yang sangat

fundamental bagi seseorang dalam hidup bermasyarakat.21

Berdasarkan beberapa pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa

komunikasi adalah penyampaian informasi dan pengertian dari seseorang kepada

orang lain untuk mencapai tujuan tertentu. Komunikasi adalah proses

penyampaian suatu pesan oleh seseorang kepada orang lain untuk memberitahu

atau mengubah sikap, pendapat atau perilaku, baik secara langsung maupun tidak

langsung melalui media.

Pola dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah sistem. Adapun yang

dimaksud dengan sistem adalah seperangkat unsur-unsur yang saling berkaitan

sehingga membentuk suatu totalitas.22

Sistem menurut Endang Saifuddin Anshari adalah: Suatu keseluruhan

yang terdiri atas (yang di bina oleh) beberapa unsur yang satu dengan yang

21
Hafied Canga ra, Pengantar Ilmu Komunikasi (Jakarta: PT. Rajagrafindo Utama,
2007), h. 1.
22
Depdikbud, Kamus Besar Bahasa Indonesia, h. 849.
16

lainnya berhubungan secara korelatif: saling mendukung, saling menopang, saling

mengukuhkan, saling menjelaskan.23

Pola komunikasi dalam judul ini ialah sistem penyampaian pesan

komunikasi dari komunikator kepada komunikan dengan maksud untuk merubah

pendapat, sikap maupun perilaku [Link] penyampaian pesan

didasarkan pada penggunaan sejumlah teori-teori komunikasi dalam

menyampaikan pesan langsung ataupun melalui perantara media [Link]

komunikasi disampaikan melalui lambang (symbol) komunikasi dalam bahasa

verbal maupun nonverbal serta media komunikasi lainnya seperti media teknologi

informasi, media audio visual, surat kabar, majalah dan lain-lain.

Menurut Syaiful Bahri Djamarah bahwa pola komunikasi dapat dipahami

sebagai pola hubungan antara dua orang atau lebih dalam pengiriman dan

penerimaan pesan dengan cara yang tepat sehingga pesan yang dimaksud dapat

dipahami.24

Pola komunikasi dapat dipahami sebagai pola pengiriman dan penerimaan

pesan yang melibatkan antara dua orang atau lebih dengan cara yang tepat

sehingga pesan yang dimaksud dapat di pahami sehingga menimbulkan efek atau

respon.

Pola komunikasi dan aktifitas organisasi atau suatu perusahaan sangat

tergantung pada tujuan, gaya manajemen, dan iklim organisasi yang bersangkutan,

artinya bahwa komunikasi itu tergantung pada kekuatan-kekuatan yang bekerja

23
Endang Saifuddin Anshari, Wawasan Islam Pokok-pokok Pikiran Tentang Islam dan
Umatnya,(Jakarta: CV. Rajawali, 1982), h. 194.
24
Djamarah Syaiful Bahri, Pola Komunikasi Orang Tua dan Anak Dalam Keluarga, (
Jakarta: Rineka Cipta, 2004), h. 1
17

dalam organisasi tersebut, yang ditujukan oleh mereka yang melakukan

pengiriman dan penerimaan pesan, dalam artian komunikasi pimpinan dan

karyawan.

Pola komunikasi dilakukan dalam usaha untuk menemukan cara terbaik

dalam berinteraksi ketika penyampaian pesan. Walaupun sebenarnya tidak ada

cara yang benar-benar paling baik secara universal di bidang komunikasi

dikarenakan informasi dapat dikirimkan dengan tujuan yang berbeda-beda. Cara

yang paling efektif dalam mengkomunikasikan pesan-pesan tergantung pada

faktor situasional, seperti, kecepatan, ketelitian, biaya, dan keterbatasan waktu.

a. Komuniasi Dari Atas Ke Bawah

Aliran komunikasi dari atasan kebawah terkait dengan tanggung jawab dan

wewenang seseorang dalam suatu organisasi. Seorang manajer menggunakan jalur

komunikasi ke bawah dengan tujuan mengarahkan, mengkoordinasikan dan

mengendalikan berbagai kegiatan yang ada dilevel bawah. Komunikasi dari atas

ke bawah berbentuk perintah, intruksi dan prosedur yang harus dijalankan para

bawahan. Menurut Katz dan Kahn sebagaimana dikutip Sri Astuti Pratminingsih,

komunikasi dari atas ke bawah mempunyai lima tujuan pokok, yaitu:

1. Tujuan memberikan pengarahan atau intruksi kerja tertentu.

2. Untuk memberikan informasi tentang prosedur dan praktik harus

dilaksanakan.

3. Untuk memberikan informasi tentang prosedur dan praktik

organisasional.
18

4. Untuk memberikan umpan balik pelaksanaan kerja kepada para

karyawan.

5. Untuk menyajikan informasi mengenai hal ideology dalam membantu

b. Komunikasi Dari Bawah Ke Atas

Dalam struktur organisasi komunikasi dari bawah ke atas (botton up atau

upward communication) berarti alur informasi berasal dari bawah menuju ke

atasan. Untuk memecahkan masalah-masalah yang terjadi dalam suatu organisasi

dan mengambil keputusan secara tepat, sudah sepantasnya bila ibu camat

memperhatikan dan mendengarkan aspirasi yang berasal dari satafnya. Dengan

kata lain, partisipasi bawahan dalam proses pengambilan keputusan akan sangat

membantu dalam pencapaian tujuan organisasi.25 Untuk mencapai keberhasilan

organisasi, para atasan atau pimpinan harus mempercayai bawahannya.

Komunikasi kebawah dalam sebuah organisasi berarti bahwa informasi mengalir

dari jabatan berotoritas lebih tinggi kepada mereka yang berotoritas lebih rendah

(Nurani Soyomukti:2010). Informasi yang biasa dikomunikasikan dengan cara ini

misalnya:

1) Mengenai bagaimana melakukan pekerjaan

2) Mengenai dasar pemikiran untuk melakukan pekerjaan

3) Mengenaik kebijakan dan praktik organisasi

4) Informasi untuk mengembangkan rasa memiliki tugas

Menurut Smith sebagaimana dikutip Arni, Muhammad (2014) komunikasi

ke atas atau komunikasi dari bawah ke atas berfungsi sebagai balikan bagi

25
Endang Lestari dan Maliki, Komunikasi Yang Efektif: Bahan Ajar Diktat Prajabatan
Golongan III (Cet. II; Jakarta: Lembaga Administrasi Negara, 2003), h. 8.
19

pimpinan memberikan petunjuk tentang keberhasilan suatu pesan yang

disampaikan kepada bawahan dan dapat memberikan stimulus kepada karyawan

untuk berpartisipasi dalam merumuskan pelaksanaan kebijaksanaan bagi

departemennya atau organisasinya.. Misalkan seorang bawahan memberikan

informasi yang negativ, seperti munculnya kegagalan di bidang pemasaran,

kebocoran anggaran, menumpuknya utang, dan sejenisnya di dalam organisasi.

3. Pengertian pelayanan

Pelayanan merupakan salah satu ujung tombak dari upaya pemuasan

pelanggan dan sudah merupakan keharusan yang wajib dioptimalkan baik oleh

individu maupun organisasi, karena dari bentuk pelayanan yang diberikan

tercermin kualitas individu atau organisasi yang memberikan pelayanan.

Pada hakikatnya pelayanan merupakan sebuah rangkaian kegiatan, maka

dari itu proses melayani itu harus berlangsung secara rutin dan tidak putus-putus.

Proses dalam pelayanan itu dilakukan sehubungan dengan agar terpenuhinya

semua keputusan antara pemberi dan penerima pelayanan. Pelayanan adalah

setiap aktivitas yang memberikan keuntungan dalam sebuah perkumpulan atau

kelompok, dan menawarkan kepuasan meskipun hasilnya tidak terikat pada suatu

produk secara fisik.26

Menurut Ratminto dan Atik, Pelayanan adalah suatu proses bantuan

kepada orang lain dengan cara-cara tertentu yang memerlukan kepekaan dan

hubungan interpersonal agar terciptanya kepuasan dan keberhasilan. Setiap

pelayanan menghasilkan (produk), baik berupa barang dan jasa. Hasil pelayanan

26
Sinambela, L. P., Reformasi Pelayanan Publik Teori, Kebijakan, Implementasi,
(Jakarta: Bumi Aksara, 2011), h. 4
20

berupa jasa tidak dapat diinventarisasi, ditumpuk, atau digudangkan melainkan

hasil tersebut diserahkan secara langsung kepada pelanggan atau konsumen.

Dalam hal pelayanan diberikan dengan tidak optimal maka pelayanan tidak dapat

diulangi, karena pelayanan diberikan secara langsung kepada pelanggan. 27

Pelayanan adalah suatu aktivitas atau serangkaian aktivitas yang bersifat

tidak kasat mata (tidak dapat diraba) yang terjadi sebagai akibat adanya interaksi

antara konsumen dengan karyawan atau hal-hal lain yang dimaksudkan untuk

memecahkan permasalahan konsumen/pelanggan.

Berdasarkan beberapa pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa

pelayanan adalah kegiatan atau aktivitas yang diberikan oleh pemberi pelayanan

sehingga dapat dirasakan oleh penerima layanan melalui hubungan antara

penerima dan pemberi pelayanan yang menggunakan peralatan berupa organisasi

atau lembaga perusahaan.

4. Pegertian Publik

Publik merupakan sekelompok orang yang memiliki sudut pandang yang

sama dan harapan yang sama, maksudnya setiap orang mempunyai pandangan

yang sama terhadap suatu hal yang bersifat umum. Sementara istilah publik

berasal dari bahasa Inggris publik yang berarti umum, masyarakat, negara. Kata

publik sebenarnya sudah diterima menjadi bahasa Indonesia baku menjadi publik

yang berarti umum, orang banyak atau ramai28

27
Ratminto dan Atik Manajemen Pelayanan: Pengembangan Model Konseptual,
Penerapan Citizen’s Charter dan Standar Pelayanan Minimal. (Yogyakarta: Pustaka Pelajar,
2003).
28
Sinambela, L. P., Reformasi Pelayanan Publik h. 5
21

Publik adalah sejumlah manusia yang memiliki kebersamaan berfikir,

perasaan, harapan, sikap, dan tindakan yang benar dan baik berdasarkan nilai-nilai

norma yang mereka miliki.29

Berdasarkan beberapa pendapat ahli di atas, dapat disimpulkan bahwa

publik merupakan sekelompok orang yang mempunyai kepentingan yang sama

dan harapan sama dimana kepentingan tersebut berhubungan dengan kepentingan

orang banyak.

5. Pengertian Pelayanan Publik

Pelayanan publik pada dasarnya ialah memberikan kepuasan bagi

penerima layanan, dekat dengan penerima layanan dan memberikan hal yang

menyenangkan bagi masyarakat atau penerima layanan. Tujuan dari pelayanan

publik yaitu memuaskan atau memenuhi keinginan, harapan penerima layanan. 30

Oleh karenanya, pelayanan publik juga dapat diartikan sebagai pelayanan atau

pemberian terhadap masyarakat berupa fasilitas-fasilitas umum. Pemberian

pelayanan tersebut dapat berupa jasa dan non jasa oleh organisasi publik kepada

masyarakat.

Pelayanan publik pada hakikatnya adalah melayani kepentingan

masyarakat secara umum. Pelayanan publik diberikan kepada setiap masyarakat

dengan tujuan agar semua masalah atau keperluan dari masyarakat tersebut dapat

terselesaikan. Pelayanan publik yang diberikan kepada warga negara adalah sama

tanpa pandang bulu dan diberikan dengan pelayanan yang maksimal.

29
Syafie I.L Ilmu admistrasi public,( Jakarta :Rineka cipta, 1999)h 18
30
Winarsih dan ratminto,A. S.,manejemen pelayanan, (Yogyakarta: Pustaka
pelajar,2006)h.4
22

Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara (KEMENPAN)

Nomor 63 tahun 2003 mendefinisikan pelayanan umum sebagai segala bentuk

pelayanan yang dilaksanakan oleh instansi pemerintah di pusat, daerah, dan di

lingkungan BUMN atau BUMD dalam bentuk barang dan atau jasa, baik dalam

rangka upaya pemenuhan kebutuhan masyarakat maupun dalam rangka

pelaksanaan ketentuan peraturan perundang-undangan.31

Terwujudnya batasan dan hubungan yang jelas tentang hak, tanggung

jawab, kewajiban, dan kewenangan seluruh pihak yang terkait dengan

penyelenggaraan pelayanan publik.

Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 menyatakan bahwa pelayanan

publik merupakan rangkaian kegiatan dalam rangka pemenuhan kebutuhan

masyarakat berdasarkan peraturan perundang-undangan bagi setiap warga negara

dan penduduk atas barang dan jasa yang disediakan oleh penyelenggara pelayanan

publik.32 Tujuan dari Pelayanan Publik menurut Undang-Undang Nomor 25

Tahun 2009 ialah terwujudnya batasan dan hubungan yang jelas tentang hak,

tanggung jawab, kewajiban, dan kewenangan seluruh pihak yang terkait dengan

penyelenggaraan pelayanan publik.33

Banyak para ahli yang memberikan definisi tentang pelayanan publik.

Pelayanan publik adalah serangkaian aktivitas yang dilakukan oleh birokrasi

publik untuk memenuhi kebutuhan warga pengguna. Pengguna yang dimaksudkan

31
Aprilia Malik, Siswidiyanto, Endah Setyowati, Perencanaan Program Akta Online
dalam Meningkatkan Pelayanan Akta Kelahiran (Studi pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan
Sipil Kabupaten Banyuwangi, Jurnal Administrasi Publik (JAP), Voll. No.5 Maret 2012.h.5
32
Undang-Undang No. 25 Tahun 2009, Tentang Pelayanan Publik. Diakses pada 15
April 2020.
33
Ibid.
23

disini adalah warga negara yang membutuhkan pelayanan publik, seperti

pembuatan KTP, akta nikah, akta kelahiran, akta kematian, surat izin usaha,

sertifikat tanah, Izin mendirikan Bnagunan (IMB), izin gangguan (HO), izin

mengambil air tanah, berlangganan air minum, listrik dan sebagainya.34

Pelayanan umum adalah sebuah usaha yang dilakukan oleh kelompok,

seseorang atau birokrasi dalam rangka memberikan bantuan kepada masyarakat

semata-mata untuk mencapai suatu tujuan tertentu.35 Pelayanan publik adalah

memberikan layanan.(melayani) keperluan orang atau masyarakat yang

mempunyai kepentingan pada organisasi tertentu sesuai dengan aturan pokok dan

tata cara yang telah ditetapkan.36

6. Jenis-Jenis Pelayanan Publik

Pelayanan publik yang wajib diberikan oleh pemerintah diklasifikasikan

dalam dua kategori, pemerintah sebagai penyelenggara layanan juga harus

memberikan pelayanan umum kepada masyarakatnya. Mengingat kebutuhan dan

masalah masyarakat yang berbeda-beda, maka jenis-jenis pelayanan yang

dibutuhkan oleh masyarakat juga berbeda. Organisasi publik hendaknya

memperhatikan kriteria-kriteria pelayanan publik yang mengacu pada Kepuasan

Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara No. 81 Tahun 1993 yang telah

diubah dengan Keputusan Menpan No. 63 Tahun 2003 yang terdapat

pengelompokan pelayanan umum ke dalam tiga bagian yaitu: (1) Kelompok

Pelayanan Administrasi, (2) Kelompok Pelayanan Barang, dan (3) Kelompok

34
Dwiyanto, A., Mewujudkan Good Governance Melayani Publik, (Yogyakarta: UGM
Press, 2006), h.67
35
Moenir, H.A.S., Manajemen Pelayanan Umum di Indonesia, (Jakarta: Bumi Aksara,
2002, h. 7
36
Sinambela, L. P., Reformasi Pelayanan Publik. h. 5.
24

Pelayanan Jasa.37 Bentuk pelayanan publik yang diberikan kepada masyarakat

dapat dibedakan menjadi beberapa jenis, yaitu:38

1. Pelayanan Barang, ialah jenis pelayanan yang menghasilkan bermacam

bentuk atau produk barang yang dapat digunakan oleh publik, seperti

tenaga listrik, air bersih, e-KTP, dan lain-lain.

2. Pelayanan Jasa, ialah jenis pelayanan yang menghasilkan bermacam

bentuk jasa yang dibutuhkan oleh publik, seperti pemeliharaan kesehatan,

pendidikan, penyelenggaraan transportasi, pos, dan lain-lain.

3. Pelayanan Administratif, merupakan jenis pelayanan yang menghasilkan

bermacam bentuk dokumen resmi yang dibutuhkan oleh publik, seperti

akta kelahiran, identitas kewarganegaraan, dan sebagainya.

Berdasarkan pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa pelayanan yang

dibutuhkan oleh setiap masyarakat berbeda-beda, tergantung dari permasalahan

yang dihadapi oleh masyarakat tersebut. Sebagai pelayan publik, pemerintah

harus mampu memberikan pelayanan yang prima kepada setiap masyarakat tanpa

perbedaan. Jenis pelayanan yang ditawarkan kepada warga dapat berbeda-beda

sesuai dengan kebutuhan warga, namun manajemen penyelenggaraan layanan

tersebut harus didasarkan pada prinsip dan nilai yang sama. 39

37
Yusriadi, Reformasi Birokrasi dalam Pelayanan Publik, (Yogyakarta: Deepublish,
2018), h. 89.
38
Ayu Tri Wardhani, Kualitas Pelayanan Di Rumah Sakit Umum Daerah Syekh Yusuf
Gowa, 2015.
39
Agus Dwiyanto, Manajemen Pelayanan Publik: Peduli Inklusif dan Kolaborasi,
(Yogyakarta: Gajah Mada University Press, 2017, h. 166.
25

7. Unsur-Unsur Pelayanan Publik

Adapun unsur-unsur pelayanan:40

a. Penyedia layanan, ialah pihak yang dapat memberikan suatu layanan

tertentu pada konsumen, baik berupa layanan dalam bentuk penyediaan

dan penyerahan barang atau jasa.

b. Penerima layanan, ialah konsumen atau customer yang menerima

berbagai layanan dari penyedia layanan.

c. Jenis layanan, ialah layanan yang diberikan oleh penyedia layanan

kepada pihak yang membutuhkan layanan.

d. Kepuasan pelanggan, dalam memberikan layanan penyedia layanan

harus mengacu pada tujuan pelayanan, yaitu kepuasan pelanggan.

C. Kerangka Pikir

Pelayanan publik pada dasarnya menyangkut aspek kehidupan yang sangat

luas. Dalam kehidupan bernegara, maka pemerintah memiliki fungsi memberikan

berbagai pelayanan publik yang diperlukan oleh masyarakat, mulai dari pelayanan

dalam bentuk aturan ataupun pelayanan-pelayanan lain dalam rangka memenuhi

kebutuhan masyarakat. Namun pada kenyataannya pelayanan saat ini masih

kurang dari yang diharapkan oleh masyarakat, Masih banyak masalah yang terkait

dengan kualitas pelayanan publik. Maka dari proses Pengukuran Kualitas

Pelayanan tersebut dapat dilihat dalam pelaksanaan pelayanan publik di Kantor

Camat Teor Kabupaten Seram Bagian Timur.

40
[Link]. Tinjauan Pustaka. Kualitas Pelayanan Dinas Perhubungan
Dalam Memperpanjang Surat Izin Trayek Angkatan Umum. [Link]. Tinjauan
Pustaka. Kualitas Pelayanan Dinas Perhubungan Dalam Memperpanjang Surat Izin Trayek
Angkatan Umum.
26

Menurut Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 menyatakan bahwa

pelayanan publik merupakan rangkaian kegiatan dalam rangka pemenuhan

kebutuhan masyarakat berdasarkan peraturan perundang-undangan bagi setiap

warga negara dan penduduk atas barang dan jasa yang disediakan oleh

penyelenggara pelayanan publik.

Secara sistematis dapat dibuat skema kerangka pemikiran dalam penelitian

ini sebagai berikut:

Komunikasi Organisasi

Pelayanan

1. Internal 2. External
Adalah pelayayan yang di Hakekat pelayanan publik adalaha
berikan oleh sebuah unit organisasi pemberian pemenuhan layanan kepada
atau orang yang bekerja pada unit masyarakat yang merupakan perwujudan
organisasi tersebut ke unit-unit lain kewajiban pemerintah sebagai abdi
atau ke pegawai lain di dalam masyarakat.
sebuah organisasi.

Pelayanan Publik
Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009
menyatakan bahwa pelayanan publik merupakan
rangkaian kegiatan dalam rangka pemenuhan
kebutuhan masyarakat berdasarkan peraturan
perundang-undangan bagi setiap warga negara dan
penduduk atas barang dan jasa yang disediakan
oleh penyelenggara pelayanan publik.
BAB III
METODE PENELITIAN

A. Jenis Dan Pendekatan Penelitian

1. JenisPenelitian

Menentukan jenis penelitian sebelum terjun kelapangan adalah sangat

penting. Sebab jenis penelitian merupakan payung yang akan di gunakan

sebagai dasar utama pelaksanaan riset. Oleh karenya penentuan jenis

penelitian didasarkan pada pilihan yang tepat karena akan berimplikasi pada

keseluruhan riset. Dilihat dari jenisnya, penelitian ini adalah penelitian

lapangan (field research), yang mana penelitian ini menitik beratkan pada

hasil pengumpulan data dari informan yang telah di tentukan.

Penelitian lapangan (field Research) adalah penelitian secara langsung

terhadap objek yang diteliti, yaitu dari, ibu camat, staf-staf camat dan

masyarakat dengan tujuan untuk mendapatkan data-data berkaitan dengan

pembahasan penelitian ini.

Sedangkan sifat penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Metode

deskriptif adalah suatu metode dalam meniliti status kelompok manusia, suatu

objek, suatu set kondisi, suatu system pemikiran, ataupun suatu kelas

peristiwa pada masa sekarang. Tujuan dari penelitian deskriptif adalah untuk

membuat deskripsi, gamabaran atau lukisan secara sistematis, factual dan

akurat mengenai fakta-fakta, sifat-sifat serta hubungan antar fenomena yang

diteliti.

27
28

Dalam penelitian ini, peneliti akan berusaha mendeskripsiakan atau

menganalisis sebab akibat tentang fenomena yang ada di,Kantor Camat Teor,

tentang system pelayanan, sesuai dengan latar belakang serta rumusan

masalah yang sudah diuraikan sebelumnya, maka dapat dinyatakan bahwa

penelitian ini menggunakan jenis penelitian ini menggunakan jenis penelitian

kualitatif.

Sedangkan jenis penelitian merupakan penelitian yang datanya

dikumpulkan bukan berupa angka-angka melainkan penelitian yang

menghasilkan data deskriptif berupa hasil dari wawancara, dokumen resmi

dam berkas-berkas perkara.

Oleh sebab itu, hasil dari penelitian ini diharapkan mampu

memberikan suatu gambaran yang utuh dan terorganasir dengan baik tentang

kompetensi-kompotensi tertentu, dengan tujuan peneliti ingin memperoleh

pemahaman yang mendalam di baik fenomena yang berhasil didapat peneliti.

Sehingga penelitian ini dapat memberikan kevali dan terhadap hasil

penelitian.

2. Pendekatan Penelitian

Dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif yang

bersifat deskriptif mendalam, mengikuti proses, dilakukan oleh peneliti

sendiri, tidak boleh diwakilkan atau meyuruh orang lain untuk mengumpulkan

data.41Metode kualitatif sendiri merupakan sebuah metode yang menekankan

pada aspek pemahaman lebih mendalam terhadap suatu masalah dari pada

41
Tim Penyusun Pedoman Penulisan Skripsi, cet ke-1 (Jambi: Syari’ah Press Fakultas
Syari’ah, 2010), h.35
29

melihat sebuah permasalahan.42Artinya yang dikumpulkan bukan berupa

angka-angka melainkan hasil dari naskah wawancara, memo dokumen

pribadi, catatan lapangan dan dokumen resmi lainnya. Penelitian kualitatif

adalah sebuah penelitian riset yang sifatnya deskripsi, cenderung

mmenggunakan analisis dan lebih menampakkan proses.

B. Waktu Dan Lokasi Penelitian

Dalam penelitian tentang “Pola Komunikasi Pegawai Kantor Camat

Teor Dalam Efektifitas Pelayanan Terhadap Masyarakat” peneliti melakukan

seperti wawancara dan observasi (pengamatan) lokasinya bertempat di Kantor

Camat Kecamatan Teor.

Peneliti telah menentukan waktu yang digunakan di dalam melakukan

proses penelitian. Waktu didalam proses penelitian tersebut adalah ketika

pertama kali peneliti Selesai melakukan seminar Propoasal.

C. Jenis Dan Sumber Data Penelitian

1. Jenis data

Dalam penelitian ini peneliti menggunakan dua jenis sumber data yaitu

data Primer dan data Sekunder.

a. Data Primer.

Dalam penelitian ini digunakan data primer yaitu data yang di peroleh

atau dikumpulkan langsung di lapangan oleh yang melakukan penelitian atau

yang bersangkutan memerlukannya. Data primer ini disebut juga sumber data

42
Amarudin, MetodePenelitianSosial, (Yogyakarta: Prana Ilmu, 2016), h. 98
30

yang langsung memberikan data kepada pengumpul data.43Data primer yang

peneliti maksud adalah informasi-informasi yang diperoleh secara langsung

yang dilakukan dengan observasi dan wawancara kepada:

1. Camat dan sekertaris camat

2. Staf-staf kantor camat

3. Masyarakat kecamatan teor

Data primer ini digunakan untuk mendapatkan informasi

mengenai,Pola Komunikasi Pegawai Kantor Camat Teor Dalam Efektifitas

Pelayanan Terhadap Masyarakat

b. Data Sekunder

Merupakan data yang diperoleh melalui pengumpulan atau

pengelolaan data yang bersifat studi dokumentasi atau data yang berbentuk

sudah jadi.44 Adapun sumbernya seperti peraturan Undang-Undang Nomor 25

Tahun 2009 mengenai pelayanan publik yang mengatur tentang prinsip-

prinsip pemerintahan yang baik yang merupakan efektivitas fungsi-fungsi

pemerintahan itu sendiri Data sekunder dalam penelitian ini diperoleh dari

sumber berupa literatur-literatur berupa buku-buku, skripsi, jurnal, laporan

atau data-data yang terkait dengan komunikasi pegawai kantor camat teor

dalam efektifitas pelayanan terhadap masyarakat.

43
Djaman Satori, “MetodologiPenelitianKualitatif”, (Bandung: Alfabeta 2011), h. 42
44
skandar, “MetodologiPenelitian Pendidikan Dan SosialKuantitatif Dan Kualitatif,
(Jakarta: GP Press, 2008), h.23
31

2. Sumber data.

Yang dimaksud dengan sumber data dalam penelitian ini adalah dari

subjek darimana data diperoleh.45 Adapun yang menjadi sumber data dalam

penelitian ini adalah Camat Teor ,Sekertaris camat, staf-staf di kantor camat

Teor Dan Masyarakat Kecamata Teor . Sumber selanjutnya dalam penelitian

ini adalah sumber berupa tulisan, yaitu berupa buku, jurnal, skripsi dan data-

data lainnya.

D. Instrumen Penelitian

Instrumen atau alat penelitian adalah peneliti itu sendiri. Oleh karena

itu peneliti sebagai instrumen juga harus“divaladasi”seberapa jauh peneliti

kualitatif siap melakukan penelitian yang selanjutnya terjung kelapangan.

Adapun alat-alat yang harus disiapkan oleh peneliti untuk di menelitia dalah

sebagai berikut:

1. Pedoman wawancara adalah alat yang digunakan dalam melakukan

wawancara yang dijadikan dasar untuk memperoleh informasi dari

informan yang berupa daftar pertanyaan.

2. Buku catatan dan alat tulis: berfungsi untuk mencatat semua

percakapan dengan sumber data.

3. Tape recorder berfungsi untuk merekam semua percakapan atau

pembicaraan dengan informan.

4. Kamera berfungsi untuk memotret jika peneliti sedang melakukan

pembicaraan dengan informan

45
Arikunto, “ProsedurPenelitianSuatuPendekatanPraktik”, (Jakarta: PT Gramedia
Indonesia, 2002), h. 24.
32

E. Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data yang digunakan penulis dalam penelitian

inia dalah:

1. Observasi,

Observasi adalah pemilihan, pengubahan, pencatatan serangkaian

perilaku dan sesuai yang berkenaan dengan organisasi yang sesuai dengan

tujuan empiris. Akan tetapi,observasi disini diartikan lebih sempit, yaitu

pengamatan dengan cara menggunakan indera penglihatan yang berarti tidak

mengajukan pertanyaaan Kuesioner. Maka peneliti mengamati secara

langsung dilapangan. Objek penelitian ini menggunakan observasi partisipasi,

dimana peneliti melakukan interaksi secara langsung dalam situasi social

dengan subjek penelitian, teknik ini digunakan untuk mengamati dan

memahami peristiwa yang terjadi dilapangan.

2. Wawancara,

Wawancara adalah cara mengumpulkan bahan-bahan keterangan yang

dilaksanakan dengan melakukan Tanya jawab lisan secara sepihak,

berhadapan muka. Wawancara merupakan teknik pengumpulan data yang

sering digunakan dalam penelitian kualitatif. Melaksanakan teknik wawancara

berarti melakukan interaksi komunikasi atau percakapan antara pewawancara

(Interviewer) dan terwawancara (Interviewee) dengan maksud menghimpun


33

informasi dari Interviewee. Interviewee pada penelitian kualitatif adalah

informan yang dari padanya pengetahuan dan pemahaman diperoleh.46

Metode wawancara kualitatif merupakan salah satu teknik yang

digunakan untuk mengumpulkan data dan informasi. Penggunaan metode ini

di dasarkan pada dua alasan, Pertama dengan wawancara peneliti dapat

menggali tidak saja apa yang diketahui dan dialami subyek yang diteliti, akan

tetapi apa yang tersembunyi jauh di dalam diri subjek penelitian. Kedua, apa

yang ditanyakan kepada informan bisa mencakup hal-hal yang bersifat lintas

waktu, yang berkaitan dengan masa lampau, masa sekarang, dan juga masa

mendatang.47

Jenis wawancara yang digunakan dalam penelitian ini adalah

wawancara terstruktur (struktured interview). Dengan wawancara terstruktur

ini peneliti lakukan untuk memperoleh dan mengambil data, dengan

mengadakan Tanya jawab secara langsung dengan responden dan mendengar

langsung serta mencatat dengan teliti apa yang diterangkan oleh responden,

metode ini digunakan untuk memperoleh data atau informasi dari beberapa

sumber data yang bersangkutan diantaranya yaitu, Ibu Camat Teor,Sekertaris

Camat Dan Staf-Stafnya

3. Dokumentasi

Dokumentasi merupakan catatan peristiwa yang sudah berlalu.

Dokumen bisa berbentuk tulisan gambar, atau karya-karya monumental dari

46
Djamaan Satori &Aan K. “MetodologiPenelitianKualitatif”. (Bandung: Alfabeta 2009).
h. 25
47
Patilima. “MetodePenelitianKualitatif”, (Semarang: Alfabeta, 2007).h.25
34

seseorang.48Dalam penelitian ini dokumentasi yang digunakan berupa foto

lapangan dalam kegiatan pengumpulan informasi atau data yang erat

kaitannya dengan pembahasan

F. Teknik Analisis Data

Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik

analisis data kualitatif. Analisis data kualitatif merupakan bentuk penelitian

yang bersifat atau memiliki karakt eristic bahwa datanya dinyatakan dalam

keadaan yang sewajarnya dan sebagaimana adanya. 49

Ada beberapa langkah dalam proses analisis data kualitatif, yaitu:50

1. Penyusunan data

2. Klasifikasi data

3. Pengolahan data

4. Penyimpulan data.

Berdasarkan pendapat tersebut, dalam kaitannya menganalisis data

kualitatif maka langkah-langkah yang ditempuh oleh penelitia dalahs ebagai

berikut:

1. Penyusunan Data

Penyusunan data ini dimaksud untuk mempermudah dalam menilai

apakah data yang dikumpulkan itu sudah memadai atau belum dan data yang

didapat berguna atau tidak dalam penelitian sehingga dilakukan seleksi

penyusunan.

48
Sugiyono, MetodePenelitianKuantitatifKualitatif Dan R & D, (Bandung: Alfabeta,
2009).
49
Hadari Nawawi. “MetodePenelitianBidangSosial”. (Jakarta: Gajah Mada University
Press, 1993).h.174
50
Mohammad Ali, “Strategi Penelitian Pendidikan, (Bandung: Angkasa, 1985), h. 151
35

2. Klasifikasi Data

Klasifikasi data dimaksudkan sebagai usaha untuk menggolongkan

data yang didasarkan pada kategori yang diteliti. Penggolongan ini

disesuaikan dengan sub-sub permasalahan yang telah dibuat sebelumnya

berdasarkan analisa yang terkandung dalam masalah itu sendiri.

3. Pengolahan Data

Setelah semua data dan fakta terkumpul, selanjutnya data tersebut

diseleksi, kemudian diolah sehingga sistematis, jelas dan mudah untuk

dipahami menggunakan teknik analisis data kualitatif.

4. Penyimpulan Data

Kegiatan ini dilakukan dengan cara menghubungkan data atau fakta

yang satu dengan yang lain sehingga dapat ditarik kesimpulan dan jelas

kegunaannya. Langkah ini dilakukan dalam analisis data kualitatif yaitu

penarikan kesimpulan dan verifikasi. Kesimpulan awal yang dikemukakan

masih bersifat sementara, dan akan berubah apabila tidak ditemukan bukti

yang kuat yang mendukung pada tahap pengumpulan data berikutnya.51

Dari keempat metode analisis data diatas maka penulis menyimpulkan

bahwa, terealisasinya keempat metode ini setelah semua data-data yang

diperlukan.

51
Sugiyono, MetodePenelitianKuantitatifKualitatif Dan R & D, (Bandung: Alfabeta,
2009). h 252.
36

BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN PENELITIAN

A. Hasil Penelitian
1. Sejarah Kecamatan Teor

Kecamatan Teor merupakan salah satu Kecamatan dari 16 Kecamatan

yang ada di Kabupaten Seram Bagian Timur. Kecamatan Teor merupakan salah

satu Kecamatan yang terdapat di Kabupaten Seram Bagian Timur yang memiliki

10 desa dan 3 agama, yaitu agama islam,agama katolik,dan agama protestan,yang

berada di lokasi yang sangat strategis. Kantor Camat Kecamatan Teor salah satu

Instansi Pemerintah yang Berada di bawah Bupati dan dipimpin oleh seorang

camat.

Kecamatan Teor merupakan kecamatan yang terletak di sebelah

timur,Kabupaten Seram Bagian Timur yang berjarak sekitar 223 km dari

Kabupaten ke Kecamatan Teor. Luas wilayah Kecamatan Teor tercatat 23,26

kilometer persegi atau 783.645 hektar.

Adapun batas-batas terletak geografis Kecamatan Teor adalah sebagai

berikut:

 Sebelah Timur berbatasan dengan Maluku Tengara.

 Sebelah Barat berbatasan dengan Kecamatan Kesuy.

 Sebelah Utara berbatasan dengan Laut Papua.

 Sebelah Selatan berbatasan dengan Laut Banda.


37

Tabel 1.1
Data Luas Wilayah Kecamatan Teor Dirinci Per Desa 2021
Luas Wilayah
No. Nama Desa
(km)
1 Kilwow 3.420

2 Mamur 1.210

3 Kampung baru 1.315

4 Wermaf kampung tenga 1.110

5 Lapang kampung jawa 2.410

6 Rumalusi 2.520

7 Rumoy duryar 3.360

8 Ker-ker 2.415

9 Karlokin 1.120

10 Kartutin 2.105

Jumlah 13.935.765

Sumber Data:Hasil Wawancara Dengan Ibu Camat Kecamatan Teor

2. Kependudukan

Kependudukan Kecamatan Teor memiliki jumlah penduduk berdasarkan

Kepala Keluarga (KK) sebesar 6,989 jiwa dengan perbandingan penduduk laki-

laki sebesar 3.379 jiwa, sedangkan perempuan sebesar 3.610 jiwa. Berikut penulis

sajikan tabel jumlah penduduk Kecamatan Teor tahun 2021.


38

Tabel 1.2
Jumlah Penduduk Di Kecamatan Teor menurut desa dan jenis kelamin
tahun 2021
Penduduk
No Desa-desa
L P Jumlah
1 Kilwow 625 740 1.365
2 Mamur 350 375 725
3 Kampung baru 425 450 875
4 Wermaf kampung tengga 209 223 432
5 Lapang kampung jawa 360 366 726
6 Rumalusi 230 238 468
7 Rumoy duryar 410 420 830
8 Ker-ker 310 316 626
9 Karlokin 250 266 516
10 Kartutin 210 216 426
Jumlah 6.989

Sumber Data: Badan Pusat Statistik Kecamatan Teor 2020

3. Mata Pencaharian Penduduk Kecamatan Teor

Masyarakat Kecamatan Teor umumnya bermata pencaharian sebagai petani

yang lebih dominan dari pada nelayan, berikut data mata pencaharian masyarakat

Kecamatan Teor.52

52
Arsip Kecamatan Teor Yang Di Ambil Pada Tanggal 17 Desember 2021 di Kantor
Camat Teor
39

Table 1.3
Data mata pencaharian masyarakat kecamatan teor

No Jenis Pekerjaan Laki-Laki Perempuan Jumlah

1 Petani 3.100 1.600 4.700

2 Nelayan 1.500 - 1.500

3 Ojek 15 - 15

4 PNS 15 10 25

5 Kesehatan 10 20 30

6 Perternak 10 - 10

7 Polri - - -

8 Guru 15 20 35

9 Pedagang Keliling - - -

10 TNI - - -

11 Pedagang tetap 25 25 50

Jumlah 6.365

Sumber Data: Arsip Kecamatan Teor Yang Di Ambil Pada Tanggal 18 Desember 2021
di Desa-desa

4. Agama

Kecamatan Teor memiliki tiga (Agama).Yaitu Agama, Islam, Katolik,

Protestan, Penduduknya taat dalam menjalankan perintah agamanya masing-

masing, hal ini terlihat dari seringnya kegiatan-kegiatan keagama di Kecamatan

Teor, namun kerukunan antar umat beragama tetap dijaga dengan baik serta saling

menghargai dan saling tolong-menolong satu dengan yang lain.


40

Tabel 1.3
Jumlah Penduduk Berdasarkan Agama
No Agama Jumlah Jiwa

1 Islam 4.123 Jiwa

2 Katolik 2.036 Jiwa

3 Protestan 830 Jiwa

4 Hindu -

5 Budha -

Jumlah 6.989,Jiwa

5. Sarana Dan Prasarana

Table 1.4
Sarana Dan Prasarana Kecamatan Teor
No Jenis Sarana dan Prasarana Jumlah

1 Masjid 4

2 Kantor camat 1

3 Gerejah 3

4 Kantor desa 10

5 Sekolah Dasar 4

6 Sekolah Menengah Pertama (SMP) 1

7 Sekolah Menengah Atas (SMA) 1

8 Taman Kanak-Kanak -

9 Lapangan Bola 2

Jumlah 26
Sumber Dari:Profil Kecamatan Teor Tahun 2021
41

6. Visi Dan Misi

a. Visi Kecamatan Teor


Visi merupakan wujud atau bentuk masa depan yang diharapkan. Rumusan

visi mencerminkan kebutuhan yang fundamental dan sekaligus merefleksikan

dinamika pembangunan dari berbagai hal, dengan memperhatikan visi Kecamatan

Teor Tahun 2020-2025, yaitu : “Mewujudkan Kecamatan Teor yang nyaman

untuk semua”. Maka dirumuskan Visi dan Misi Kecamatan Teor Tahun 2020-

2025: ”Mewujudkan Kecamatan Teor sebagai pelayan public yang ramah

untuk semua”. Dua pernyataan visi yang ingin dicapai oleh Pemerintah

Kecamatan Teor, yaitu :

1) Pelayan publik yang ramah: Kecamatan Teor sebagai pelayan publik yang

sehari-hari bersentuhan langsung dengan masyarakat akan

mengedepankan pelayanan yang ramah, nyaman dan cepat dalam

pelayanan Pemerintahan, Pembangunan dan Kemasyarakatan. Visi ini

dikaitkan dengan program Bupati Kabupaten Seram Bagian Timur maka

diharapkan seluruh aparat Kecamatan dan Desa-Desa harus menerapkan

pelayanan yang ramah untuk semua.

2) Untuk semua : sebagai pelayan publik yang ramah, Pemerintah Kecamatan

Teor sesuai tugas dan fungsinya dapat melayani semua masyarakat tanpa

membeda-bedakan status social baik perorangan maupun kelompok,

dengan visi ini diharapkan sinegitas antara pemerintah, masyarakat dan

dunia usaha dapat seiring sejalan dalam membangun Kecamatan Teor dan

Kabupaten seram bagian timur dua kali tambah baik..


42

Kecamatan Teor sebagai perangkat daerah Kabupaten Seram Bagian

Timur dapat menjabarkan Visi dan Misi Pemerintah Kabupaten Seram Bagian

Timur sesuai tugas dan fungsinya, maka dirumuskan Misi Pemerintah Kecmatan

Teor sebagi berikut :

1) Peningkatan Pelayanan Publik yang cepat dan ramah

2) Peningkatan Ekonomi Masyarakat melalui UKM

3) Peningkatan Kualitas Lingkungan yang asri dan nyaman

Tujuan yang ingin dicapai berdasarkan visi dan misi di atas adalah sebagai

berikut

1) Meningkatnya pelayanan publik

2) Meningkatnya kesejahtraan ekonomi masyarakat

3) Meningkatnya kualitas lingkungan

Sasaran yang ingin dicapai berdasarkan visi dan misi di atas sebagai

berikut :

1) Meningkatnya pelayanan administrasi perkantoran.

2) Meningkatnya sarana dan prasarana aparatur.

3) Meningkatnya disiplin aparatur.

4) Meningkatnya SDM aparatur kecamatan dan desa.

5) Meningkatnya pengembangan sistem pelaporan capaian kinerja dan

keuangan.

6) Meningkatnya kebersihan dan keindahan lingkungan.

7) Meningkatnya Peran serta Masyarakat Dalam Pembangunan

8) Meningkatnya peran kecamatan dan desa


43

9) Meningkatnya UKM melalui fasilitasi pelayanan KBT

10) Meningkatnya infrastruktur kecamatan dan desa.

11) Meningkatnya ketertiban dan keamanan dalam masyarakat.

12) Meningkatnya kesejahteraan sosial masyarakat kecamatan.53

7. Kepagawain

Kegiatan pemerintahan di Kecamatan Teor dilaksanakan oleh sebanyak 7

orang aparat pegawai negeri, berasal dari berbagai dinas/instansi pemerintah, yang

terdiri atas 3 orang laki-laki dan 4 orang perempuan. Kegiatan pemerintahan di

Kantor Camat Teor dilaksanakan oleh seorang Camat, satu orang Sekretaris

Camat dan 5 orang staf yang terdiri dari PNS, tenaga kontrak dapat dilihat pada

table di bawah ini:

Tabel 1.5
Jumlah Pegawai Berdasarkan Bidang

N
Nama Nip Jabatan
o
198508252006022002
1 Indra Adhyanti [Link] CAMAT

197311062011011001
2 Ismail [Link] SEKCAM

Rahim [Link] 198302242007011002


3 JFU

Hadidja Lestaluhu 197310302008042001


4 JFU

Safia [Link] 1990082820190320013


5 JFU

53
Profil Kecamatan Teor Tahun 2020
44

Parawati Lestaluhu 196703162014112001


6 JFU

Aris Budianto Rolas 197612222008011011


7 JFU

8. Struktur Organisasi Kantor Camat Teor

Camat
Indra Adhyanti [Link]
198508252006022002

Sekertaris
Ismail Renwarin. [Link]
197311062011011001

JFU JFU

Rahim [Link] Hadidja Lestaluhu


198302242007011002 197310302008042001

JFU JFU JFU

Safia [Link] Parawati Lestaluhu Aris Budianto Rolas


1990082820190320013 196703162014112001 197612222008011011
45

Sumber:Profil Kantor Camat Teor Tahun 2020

9. Tugas Pokok Dan Fungsi Camat Dan Stafnya


Berdasarkan peraturan Daerah Kabupaten seram bagian timur Nomor 3

Tahun 2009 tentang Pembentukan dan Susunan Organisasi Kecamatan dalam

rangka pelaksanaan tugas dan kewenangan kecamatan, Camat dibantu oleh

perangkat Kecamatan yang terdiri dari Sekertaris,seksi-seksi dan kelompok-

kelompok jabatan fungsional tertentu yang berada dibawah dan bertanggung

jawab kepada camat. uraian tugas masing-masing seksi adalah sebagai berikut:

a. Camat

1. Memimpin kecamatan dalam penyelenggaraan pembinaan

pemerintahan, ekonomi dan pembangunan serta pembinaan

kehidupan bermasyarakat dalam wilayah kerjanya.

2. Mengkoordinasikan penerapan dan penegakan peraturan perundang

undagan.

3. Mengkoordinasikan pemeliharaan sarana prasarana dan fasilitas

pelayanan umum.

4. Mengkoordinasikan penyelenggaraan kegiatan pemerintahan

ditingkat kecamatan.

5. Membina penyelenggaraan pemerintahan Desa-desa

6. Melaksanakan pelayanan masyarakat.

7. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Bupati sesuai tugas

dan fungsinya.
46

b. Sekertaris Camat

1. Membantu Camat dalam melaksanakan tugas pembinaan

administrasi kepada seluruh perangkat kecamatan.

2. Mengumpulkan, mengolah dan menganalisa data yang berkaitan

dengan penyusunan rencana kegiatan sesuai dengan tugasnya.

3. Melakukan Koordinasi terhadap segala kegiatan yang dilakukan

oleh perangkat kecamatan dalam rangka menyelenggarakan

administrasi pemerintahan.

4. Menyiapkan bahan penyusunan dan pengusulan anggaran.

5. Menyusun pertanggung jawaban atas penerimaan dan pengeluaran

keuangan kecamatan.

6. Melakukan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Camat Teor

c. Sub Bagian Funsional Umum dan kepagawaian

1. Melakukan urusan surat-menyurat,pengadaan pengarsipan surat

serta kebutuhan rapat. Mempersiapakan bahan rencana perjalanan

Dinas Camat.

2. Mengumpulkan mengolah dan menyusun data pegawai,kenaikan

pangkat dan urusan kepegawaian lainnya.

3. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Sekretaris Camat

d. Sub Funsional Umum Bagian Keuangan Dan Perlengkapan.

1. Melaksanakan dan mengatur keuangan.

2. Merencanakan keuangan kecamatan.


47

3. Membuat laporan keuangan anggaran belanja kecamatan setiap

bulan triwulan dan tahunan.

4. Melaksanakan dan mengatur urusan sarana dan prasarana

perlengkapan kantor.

5. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Sekretaris Camat.

e. Seksi Fungsional Umum Pemerintahan Dan Kependudukan

1. Menghimpun,mensistemasikan dan mengolah serta mengevalausi

data permasalahan yang berhubungan dengan bidang pemerintahan.

2. Melakukan hubungan kerja dan koordinasi dengan unit kerja terkait

dalam rangka kelancaran tugas.

3. Menyiapkan bahan dalam rangka pembinaan kesatuan bangsa,

kerukunan umat beragama dan perlindungan masyarakat.

4. Menyelesaikan perselisihan antar Desa-desa.

5. Menyiapkan bahan dalam rangka pemberian rekomendasi dan

permohonan perizinan.

6. Menyiapkan bahan untuk melaksanakan kegiatan kependudukan

dan Catatan Sipil

7. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Camat.


48

f. Seksi fungsional umum Ketentraman dan Ketertiban

1. Menyiapkan bahan-bahan dalam rangka penyelenggaraan

pembinaan ketentraman dan ketertiban umum.

2. Melakukan pembinaan tata tertib dan perizinan termasuk

pembinaan aparat ketertiba

g. Seksi Fungsional Umum Kesejahteraan Sosial

1. Menghimpun dan mengolah data serta mengevaluasi permasalahan

yang berhubungan dengan kesejahteraan sosial

2. Menyiapkan bahan penyusunan program pembinaan dan

kebudayaan serta ketenagakerjaan

3. Menyiapkan data penyusunan pembinaan program Organisasi

Kemasyarakatan dan Kepemudaan.

4. Mengkoordinasikan dan memantau pelaksanaan pemberian bantuan

sosial.

5. Melaksanakan tugas yang diberikan oleh Camat.

10. Pola Komunikasi Pegawai Kantor Camat Teor Dalam Efektifitas


Pelayanan Terhadap Masyarakat
Hasil penelitian diperoleh dari observasi dan wawancara langsung ke

lokasi yang menjadi tempat penelitian. Proses wawancara dilakukan pada pihak

yang dianggap reprensif terhadap objek masalah dalam penelitian. Dari hasi

wawancara tersebut informan mengemukakan beberapa pola komunikasi sebagai

berikut.
49

a. Pola Komunikasi Lingkar

Pola lingkar memungkinkan semua anggota bisa berkomunikasi satu

dengan yang lainnya hanya melalui sejenis sistem pengulangan [Link]

seorang anggota pun yang dapat berhubungan langsung dengan semua anggota

lainnya, demikian pula tidak ada anggota yang memiliki akses langsung terhadap

seluruh informasi yang diperlukan untuk memcahkan suatu persoalan.

Berdasarkan dari hal tersebut peneliti kemudian mewawancarai Inda A.

Rumakway. [Link] selaku Camat Teor mengatakan bahwa :

“Di Kantor Camat Teor kita selalu mengadakan rapat dengan para staff
setiap hari senin, untuk membahas dan menanyakan di setiap bidang
masalah apa yang sedang terjadi di Kantor. Jadi kami menghilangkan
egoisme hirarki demi tercapainya tujuan pelayanan prima di kantor camat
teor, hal ini penting karena sebagai pelayan publik yang baik tentu dalam
internal kecamatan harus ada komunikasi yang baik”54
Berdasarkan dari hasil wawancara di atas terkait dengan pola komunikasi

ligkaran, dapat disimpulkan bahwa pada Kantor Camat Teor menggunakan pola

komunikasi lingkaran disaat melakukan rapat kordinasi guna untuk mencapai

tujuan organisasi yang disepakati bersama setiap bidang agar pekerjaan dapat

terselesaikan tanpa adanya kesalahan. Kegiatan rapat dilakukan setiap minggu

yaitu pada hari Senin. Selanjutnya wawancara dengan informan berikutnya yaitu

Ismail Renwarin. [Link] selaku Sekretaris Camat Teor mengatakan bahwa :

“Berkaitan dengan pola komunikasi lingkaran, kita di Kantor Camat Teor


setiap pagi itu kami kalau memang sempat kami biasa melakukan semacam
breafing singkat untuk semacam mengecek kehadiran meskipun ada absensi
online sehingga disitu juga pada saat breafing kita berkomunikasi dan
berinteraksi antara sesama”55

54
Wawancara dengan camat,Inda [Link]
55
Wawancara dengan sekertaris camat,Ismail [Link],17 Desember 2021
50

Berdasarkan dari hasil wawancara di atas terkait dengan pola komunikasi

lingkar, dapat disimpulkan bahwa setiap pagi dengan menyesuaikan kondisi

sering dilaksanakan pertemuan singkat (breafing) sebagai wadah untuk

berinteraksi sesama pegawai sesaat sebelum memlulai pekerjaan. Selanjutnya

Rahim [Link] salah seorang staf Kantor Kecamatan Teor mengatakan

bahwa :

“Yang saya pahami terkait dengan pola komunikasi lingkaran ya seperti itu,
setiap pegawai dapat melaksanakan komunikasi bertukar informasi dalam
sebuah pertemuan atau rapat yang dilakukan untuk bertukar pendapat dan
saling berinteraksi seperti itu”56
Berdasarkan dari hasil wawancara di atas terkait dengan pola komunikasi

lingkar, dapat disimpulkan yang bersangkutan memahami bahwa pola komunikasi

lingkar dalam organisasi adalah saat setiap pegawai terlibat di dalam kegiatan

pertemuan atau rapat-rapat tertentu untuk membahas permasalahan terkait dengan

pekerjaan. Selanjutnya Hadidja Lestaluhu salah seorang staf Kantor Camat Teor

mengatakan bahwa :

“Untuk pola komunikasi lingkaran, biasa melakukan semacam breafing


sehingga disitu juga pada kita berkomunikasi dan berinteraksi antara
sesama”57
Berdasarkan dari hasil wawancara di atas terkait dengan pola komunikasi

lingkar, dapat disimpulkan bahwa setiap pagi dilaksanakan pertemuan singkat

(breafing) sebagai wadah untuk berinteraksi. Berdasarkan dari beberapa

keterangan informan berkaitan dengan dengan pola komunikasi lingkar, dapat

disimpulkan bahwa kegiatan pertemuan, rapat singkat yang dilaksanakan rutin

56
Wawancara dengan staf kantor camat. 19 Desember 2021
57
Wawancara dengan staf kantor camat. 19 Desember 2021
51

oleh Kantor Camat Teor menjadi wujud adanya pola komunikasi lingkar antara

pegawai karena masing-masing terlibat untuk berkomunikasi.

b. Pola Komunikasi Roda

Pola roda adalah pola yang mengarahkan seluruh informasi kepada

individu yang menduduki posisi sentral. Orang yang dalam posisi central

menerima kontak dan informasi yang disediakan oleh anggota organisasi lainnya

dan memecahkan masalah dengan saran dan persetujuan anggota lainnya. Di

Kantor Camat Teor juga menggunakan pola komunikasi roda yakni pemimpin

memiliki kekuasaan penuh dalam mengontrol setiap pegawainya. Dalam hal ini

dia satu-satunya orang yang dapat mengirim dan menerima pesan dari semua

anggota. Berdasarkan dari hal tersebut peneliti kemudian mewawancarai Ismail

[Link] selaku Sekretaris Camat Teor mengatakan bahwa :

“Dalam hal ini, informasi yang ada di Kantor Camat Teor diperoleh dari
pimpinan kita yaitu Ibu Camat. Beliau memberikan informasi secara tulisan.
disini yang dimaksud adalah secara tulisan melalui media yang dikirim
melalui grup Whatsapp. Komunikas melalui Whatsapp ini merupakan
pemamfaatan teknologi dimana kita berada di era tehnologi yang
berkembang pesat maka kita harus gunakan sebagai penunjang komunikasi,
nah kalau misalnya ada perintah langsung dari Bupati namun kondisi saya
lagi perjalanan dinas maka hal yang paling tepat adalah melempar di group
Whatshapp supaya teman-teman yang ada dikantor bisa langsung
mengeksekusinya”58
Berdasarkan dari hasil wawancara di atas terkait dengan pola komunikasi

roda, dapat disimpulkan bawa sebagian besar komunikasi organisasi berlangsung

dari orang ke orang dan hanya melibatkan sumber pesan dan si penerima pesan.

Cukup sering seorang pemimpin mengirimkan informasi ke group Whatsapp

maka secara langsung sudah tersampaikan kepada semua pegawai staff di waktu

58
Wawancara dengan sekertaris kantor camat Ismail Renwarin S. Ag, 17 Desember 2021
52

yang bersamaan. Untuk itu di Kantor Camat Teor membentuk sistem yang dapat

memudahkan informasi itu dapat tersalurkan kepada semua pegawai staff

sekaligus dalam waktu yang bersamaan (group Whatsapp). Selanjutnya PL salah

seorang Staf Kantor Kecamatan Teor mengatakan bahwa :

“Berdasarkan pendapat saya, untuk hal ini (komunikasi roda) wujudnya di


lingkungan kerja kita di Kecamatan Teor, seperti dari pimpinan (Ibu Camat)
memberikan instruksi ke setiap Kasi yang kemudian dari situlah diberikan
lagi kepada kami jajaran staf”59
Berdasarkan dari hasil wawancara diatas terkait dengan pola komunikasi

roda, dapat disimpulkan bahwa arahan dan informasi yang berasal dari pimpinan

(Ibu Camat) terlebih dahulu disampaikan kepada setiap Kepala Seksi yang

nantinya akan menjelaskannya kembali kepada setiap staf yang ada dijajaran

bidang-bidangnya. Hal tersebut menjadi salah satu perampingan pengefektifan

pola komunikasi organisasi. Selanjutnya wawancara dengan informan berikutnya

yaitu Rahim [Link] salah satu staf Kecamatan Teor mengatakan bahwa :

“Dimasa sekarang yang serba memanfaatkan jaringan internet dan teknologi


untuk pola roda dalam komunikasi organisasi dapat terlaksana dengan lebih
mudah karena dengan memanfaatkan grup whatssapp informasi dari
pimpinan (Ibu Camat) dapat langsung diterima oleh setiap unsur yang
bergabung dalam grup tersebut. Kami juga staf tergabung dalam grup itu”60
Berdasarkan dari hasil wawancara di atas terkait dengan pola komunikasi

roda, dapat disimpulkan bahwa dengan pemanfaatan dan penggunaan jaringan

internet pola roda dalam komunikasi organisasi dapat berlangsung lebih efektif

dan praktis dengan menyebarkan informasi melalui grup whatsapp yang ada. Aris

Budiato Rolas salah seorang staf Kantor Camat Teor mengatakan bahwa :

59
Wawancara dengan staf kantor camat. 19 Desember 2021
60
Wawancara dengan staf kantor camat. 19 Desember 2021
53

“Komunikas melalui Whatsapp ini merupakan pemamfaatan teknologi


dimana kita harus gunakan sebagai penunjang komunikasi, Jadi kalua ada
perintah teman-teman yang ada dikantor bisa langsung mengeksekusinya” 61
Berdasarkan dari hasil wawancara di atas terkait dengan pola komunikasi

roda, dapat disimpulkan bahwa sebagian besar komunikasi organisasi berlangsung

dari orang ke orang mengirimkan informasi ke group Whatsapp. Berdasarkan dari

beberapa keterangan informan berkaitan dengan dengan pola komunikasi roda,

dapat disimpulkan bahwa arahan dan informasi yang berasal dari Ibu Camat

terlebih dahulu disampaikan kepada setiap Kepala Seksi yang nantinya akan

menjelaskannya kembali kepada setiap staf yang ada dijajaran bidang-bidangnya

dan dengan pemanfaatan dan penggunaan jaringan internet pola roda dalam

komunikasi organisasi dapat berlangsung lebih efektif dan praktis.

c. Pola Komunikasi Menyeluruh

Pola komunikasi menyeluruh, dalam model ini bisa dikatakan sebagai

model jaringan komunikasi semua jaringan. Yang artinya semua orang yang ada

dalam kelompok atau organisasi itu bisa berkomunikasi dengan semua anggota

kelompok atau organisasi lain. Berdasarkan dari hal tersebut peneliti kemudian

mewawancarai Inda A. Rumakway. [Link] selaku Camat Teor mengatakan bahwa:

“Untuk hal ini, yaitu komunikasi secara [Link] tersebut wujudnya


kita laksanakan di kehidupan berkantor sehari-hari dalam arti ketika sedang
serius, kita semua berkomunikasi secara serius, dan sebaliknya. Ada wadah
untuk berkomunikasi yang mempertemukan setiap unsur didalam kantor ini,
seperti rapat yang rutin kita laksanakan”.62
Berdasarkan dari hasil wawancara di atas terkait dengan pola komunikasi

menyeluruh, dapat disimpulkan bahwa pola komunikasi ini lebih kepada

bagaimana mengkondisikan situasi dalam berkomunikasi dengan menyesuaikan


61
Wawancara dengan staf kantor camat. 19 Desember 2021
62
Wawancara dengan camat teor. 19 Desember 2021
54

suasana. Berkomunikasi formal jika dibutuhkan dan tidak menutup kemungkinan

untuk berkomunikasi dengan lebih santai jika tidak menyangkut dengan urusan

kantor. Selanjutnya hasil wawancara dengan Safia [Link] salah satu

Staff di Kecamatan Teor mengatakan bahwa :

“Di saat komunikasi berlangsung, kami sebagai pegawai dengan pimpinan


selalu menempatkan komunikasi kami pada tempatnya, ketika dalam
kondisi formal komunikasi kami pun harus formal tapi ketika kami berada
di luar kantor maka tidak ada sekat diantara kami, rasa canggung pun
hilang, karena pimpinan memberikan ruang kepada staf, jadi komunikasi
kami tergantung situasi dan kondisi ”.63
Berdasarkan dari hasil wawancara di atas terkait dengan pola komunikasi

menyeluruh, dapat disimpulkan bahwa, dalam hal ini karena pimpinan merupakan

sosok yang ramah dan mudah akrab ke semua pegawai di kantor dan para pegawai

yang tahu bagaimana menempatkan dirinya. Upaya ini dilakukan sebagai salah

satu upaya untuk memajukan organisasi.

Kebutuhan masyarakat, pelayanan sangatlah penting, baik dalam bentuk

barang publik maupun jasa publik. Menurut Pasal 1 angka (1) Undang-Undang

Nomor 25 Tahun 2009 Tentang Pelayanan Publik, dikatakan bahwa “Pelayanan

publik adalah kegiatan atau rangkaian kegiatan dalam rangka pemenuhan

kebutuhan pelayanan sesuai dengan peraturan perundang-undangan bagi setiap

warga negara dan penduduk atas barang, jasa, dan/atau pelayanan administratif

yang disediakan oleh penyelenggara pelayanan publik”.

Berdasarkan definisi tersebut, terlihat bahwa cakupan pelayanan publik itu

sangat luas, sehingga pendekatan yang dipakai juga dapat secara beragam. Artinya

dari berbagai disiplin ilmu dapat masuk untuk dipakai sebagai pedoman dalam

63
Wawancara dengan staf camat teor. 19 Desember 2021
55

pelaksanaan sekaligus pengawasan atas pelayanan publik Pelayanan publik yang

baik menjadi dambaan setiap warga negara. Untuk itu, maka sudah selayaknya

pihak pemerintah memberikan pedoman bagi terwujudnya pelayanan publik yang

baik tersebut. Bangunan sistem pelayanan publik yang baik menjadi sarana

lancarnya pelaksanaan pelayanan publik dan itu jika didasarkan pada teori sistem

sebagaimana disebut di atas, bahwa di dalamnya terkait berbagai unsur, menjadi

perhatian tersendiri.

Pola komunikasi organisasi adalah gaya di mana cara berkomunikasi yang

berupa penyampaian atau pengiriman informasi dari pengirim kepada penerima

dan dapat dipahami. Maka pola komunikasi organisasi dituntut untuk dapat

mengekspresikan ide-ide yang berkualitas guna untuk memajukan suatu

organisasi. Fakta yang terjadi dalam proses pola komunikasi organisasi di Kantor

Camat Teor terdapat berbagai macam pola dan pendapat yang ada di dalam

organisasi dengan teori yang ada.

Terkait dengan hal tersebut, kita perlu melihat terlebih dahulu dasar

hukum pelayanan publik, di mana sebelum dikeluarkannya Undang-Undang

Nomor 25 Tahun 2009 Tentang Pelayanan Publik, secara legal formal telah

dikeluarkan. Aturan tersebut memperkuat landasan bagi pemberian layanan publik

yang baik dan menguntungkan bagi masyarakat. Banyaknya laporan terkait

pelayanan publik yang buruk atau yang sering disebut dengan maladministrasi,

membuktikan bahwa masih terdapat celah bagi adanya penyimpangan peraturan

perundang-undangan yang berlaku. Hal ini harus dicermati, seberapa banyak


56

kesempatan bagi masyarakat untuk ikut berperan serta mengawasi kinerja

administrator pemberi layanan publik.

1. Komunikasi Antara Pegawai dan Masyarakat


Ada tiga komunikasi yang di gunakan oleh pegawai kantor camat teor

dalam melayani masyarakat yaitu, Komunikasi kelompok, Komunikasi

interpersonal, Komunikasi massa yaitu:

Bisa dilihat dari hasil wawancara dengan Sekertaris Camat Teor Ismail

[Link] menyatakan bahwa:

“Komunikasi yang kami gunakan dalam berkomunikasi dengan masyarakat


ada tiga komunikasi yaitu, komunikasi kelompok,komunikasi interpersonal,
dan komunikasi massa jadi di antara tiga komunikasi itu yang sering kami
gunakan dalam melayani masyarakat di di kecamatan teor, dan di saat
masyarakat yang mau datang mengurus keperluannya di kantor camat ” 64
Berdasarkan dari hasil wawancara di atas terkait dengan ketiga pola

komunikasi tersebut,dapat disimpulkan bahwa,ibu camat dan stafnya dalam proses

pelayanan harus mengunakan ketiga pola komunikasi tersebut guna untuk

menjelaskan kepada masyarakat tentang system pelayanan di kantor camat,guna

untuk masyarakat pun memahami system pelayanan yang ada. Selanjutnya hasil

wawancara dengan Inda A. Rumakway. [Link],sebagai ibu camat kecamata teor

“Sebelum kami melayani masyarakat kami harus memberikan sedikit


pengarahan kepada masyarakat terkait system pelayanan di kantor camat ini
untuk masyarakat pun mengetahui cara pelayanan di kantor camat,namun
kami pun melayani masyarakat tidak lah lama karena saya dan staf saya
jarang berada di kecamatan, sehingga masyarakat pun tidak menerima
pelayanan dari kami dengan baik.”
Berdasarkan dari hasil wawancara di atas dapat di simpulkan bahwa di

kantor camat awalnya ada pelayana namun itun pun tidak bertahan lama di

karenakan ibu camat dan stafnya jarang berada di tempat [Link]


64
Wawancara Sekertaris Camat Ismail Renwarin,17 Desember 2021
57

masyarakat pun tidak menerima pelayanan dari kecamatan sehinnga masyarakat

pun harus membuan biyaya ke kabupaten guna untuk mengurus ktp,Surat Tanah

dan lain-lainnya.

2. Fasilitas
Fasilitas pendukung yang memadai tentu akan sangat mendukun dalam

terciptanya pola komunikasi organisasi yang baik. Peneliti kemudian

mewawancarai salah seorang informan untuk mengetahui aspek fasilitas dalam

menjaga pola komunikasi yang baik. Inda A. Rumakway selaku Camat Teor

mengatakan bahwa :

“Untuk fasilitas, Dikantor kita sekarang ini kurang di lengkapi dengan


fasilitas-fasilitas berupa jaringan internet, mesin foto copy, sehingga proses
pelayanan yang ada tidak berjalan dengan baik .”
Berdasarkan dari hasil wawancara diatas terkait dengan aspek fasilitas

dalam pola komunikasi organisasi dapat disimpulkan bahwa, diligkungan Kantor

Camat Teor tidak tersedia akses layanan internet yang baik sehinga para pegawai

pun tidak betah dalam menjalankan proses pelayanan terhadap. Selanjutnya

wawancara dengan informan berikutnya yaitu Ismail Renwarin [Link] selaku

Sekretaris Camat Teor mengatakan bahwa :

“Kami disini tidak memiliki fasilitas pendukung seperti jaringan wifi,


kemudian tidak ada komputer beserta printer untuk fasilitas teknis. Dan
lebih lanjut untuk fasilitas lain yang ada dalam menjaga pola komunikasi,
kita tentu memfasilitasi setiap pegawai untuk mengeluarkan pendapatnya
disetiap pertemuan yang kita lakukan. Jadi tentu hal-hal yang saya sebutkan
itu belum ada di kantor”
Berdasarkan dari hasil wawancara diatas terkait dengan aspek fasilitas

dalam pola komunikasi organisasi, dapat disimpulkan bahwa. Kantor Camat Teor

masi sangat kekurangan persoalan fasilitas. Selanjutnya Rahim Rumuar S. Sos

salah seorang staf Kantor Camat Teor mengatakan bahwa :


58

“Fasilitas pendukung yang kurang bagus juga, tentu akan mempengaruhi kita
dalam berkomunikasi bahkan mempengaruhi terhadap kelancaran pekerjaan”
Berdasarkan dari hasil wawancara diatas terkait dengan aspek fasilitas

dalam pola komunikasi organisasi, dapat disimpulkan bahwa Fasilitas pendukung

yang kurang bagus juga, tentu akan mempengaruhi kita dalam berkomunikasi

bahkan mempengaruhi terhadap kelancaran pekerjaan. Selanjutnya wawancara

dengan informan berikutnya yaitu Safia Hasan,[Link] salah seorang Staff di

Kantor Kecamatan Teor mengatakan bahwa:

“Untuk faktor tersebut yang menjadi fasilitas pendukung kami seperti jaringan
internet di mana untuk di gunakan dalam mengakses data”
Berdasarkan dari hasil wawancara diatas terkait dengan aspek fasilitas dalam pola
komunikasi organisasi, dapat disimpulkan bahwa untuk keberlangsungan pola
komunikasi organisasi yang berlangsung kembali lagi kepada individu itu sendiri
untuk menyesuaikan waktu untuk berbkomunikasi santai dan serius di waktu-
waktu tertentu untuk membahas pekerjaan.
3. Faktor yang Mempengaruhi Kualitas Pelayanan Publik
Pelayanan yang baik dan optimal mampu memberikan kenyamanan bagi

pengguna layanan dalam proses pelayanan. Faktor yang mempengaruhi kualitas

pelayanan publik merupakan faktor internal dan eksternal yang ada dalam proses

pelayanan.. Dengan petugas yang profesional maka petugas tersebut mampu

melayani pengguna layanan dengan baik dan benar sesuai dengan standar

pelayanan.

Dalam proses pelayanan pasti memiliki faktor yang mempengaruhi

kualitas pelayanan publik, diantaranya yaitu mengenai faktor internal dan faktor

eksternal. Pelayanan di Kantor Kecamatan Teor Kabupaten Seram Bagian Timur

juga mempunyai faktor penghambat dalam melakukan proses pelayanan. Faktor

internal yang mempengaruhi kualitas pelayanan publik di Kantor Kecamatan Teor

Kabupaten Seram Bagian Timur adalah kurangnya tenaga kerja khususnya


59

dibagian pelayanan umum, dan pelayanan-pelayanan yang lain sehingga proses

pelayanan di kantor camat Teor tidak berjalan sampai saat ini sehingga

masyarakat pun tidak pernah menikmati adanya pelayanan di kantor camat teor.

Yang selanjutnya mengenai jaringan internet, di kantor camat teor bulan pernah

adanya sarana prasarana di dalam kantor camat yaitu berupa, jaringan internet,

meja kursi, mesin foto copy,TV, dan alat-alat [Link] itu, sehinga kantor

camat Teor pun tidak bisa menyediyakan pelayanan yang baik buat masyarakat di

kecamatan Teor.

Faktor eksternal yang mempengaruhi kualitas pelayanan publik di Kantor

Kecamatan Teor Kabupaten Seram Bagian Timur yaitu belum adanya prosedur

pelayanan yang jelas serta tidak adanya alur prosedur yang terpampang dibagian

ruangan pelayanan. Sehingga membuat binggung pengguna layanan tentang alur

atau syarat-syarat untuk keperluan yang mereka cari di Kantor Kecamatan Teor

adanya faktor tersebut membuat kualitas pelayanan publik menurun, dengan

begitu sebagai penyedia pelayanan harus dapat mengatasi faktor yang dapat

mempeng aruhi kualitas pelayanan tersebut.

11. Pandangan Masyarakat Dalam Melihat Sistem Pelayanan Di Kantor


Camat Teor
Pemerintah sebagai penyedia layanan publik yang dibutuhkan oleh

masyarakat harus bertanggung jawab dan terus berupaya untuk memberikan

pelayanan yang terbaik demi peningkatan pelayanan publik. Pada dasarnya setiap

permasalahan pasti memiliki landasan teori pendukung atau penghubung untuk

memperkuat masalah. Oleh sebab itu penulis akan menyajikan beberapa teori
60

sehingga dapat membantu proses pemecahan masalah penelitian yang

berhubungan langsung dengan Pelayanan Publik.

Menurut Sampara Lukman yang dikutip oleh Sinambela (2014:5),

pelayanan adalah suatu kegiatan atau urutan kegiatan yang terjadi dalam interaksi

langsung antar seseorang dengan orang lain atau mesin secara fisik, dan

menyediakan kepuasaan pelanggan. Sementara dalam Kamus Besar Bahasa

Indonesia dijelaskan pelayanan sebagai hal, cara, atau hasil pekerjaan melayani.

Dalam pengertian lain, menurut Moenir (2015: 27) pelayanan hakikatnya adalah

serangkaian kegiatan, karena itu merupakan proses. Sebagai proses, pelayanan

berlangsung secara rutin dan berkesinambungan, meliputi seluruh organisasi

dalam masyarakat.

Berdasarkan pemaparan yang di atas dapat dikemukakan beberapa hasil

wawancara dengan Masyarakat di Kecamatan Teor :

Mengenai pendapat tentang pandangan masyarakat kecamata teor terhadap

sistem pelayanan di kantor camat teor yang terjadi dari tahun 2021-2022

yaitu,peniliti mewawancarai Bapak kepala Desa Negeri Admistratif Kampung

Baru (Mahmud Sermaf )65

”Memang dari awal kecamatan di teor itu memang kalo katong liat dari
pandangan masyarakat itu belum berjalan dengan normal ah contohnya
seperti kantor kecamatan di teor camat dan staf-stafnya berada di
kabupaten,ah mungkin dari tahun 2022,Sekcam abng mail ini baru dia
menetap di kantor [Link] kalo ibu camat beserta stafnya itu cama
datang satu minggu kembali lae ke kabupaten jadi masyarakat itu sangat di
rugikan karena pelayanan kecamatan itu kurang minim di wilaya untuk
masyarakat setiap desa setempat.”

65
Wawancara dengan kepala desa negeri admistratif kampung baru,18/12/2021
61

Berdasarkan dari hasil wawancara di atas terkait dengan pandangan

masyarakat terhadap pelayanan di kantor camat, dapat disimpulkan bahwa, dalam

hal ini karena pimpinan dan staf-stafnya jarang berada di tempat sehingga sistem

pelayanan yang ada kurang berjalan dengan baik. Selanjutnya hasil wawancara

dengan Ampera Sermaf salah satu masyarakat mengatakan bahwa :

“Selama ibu camat di pilih menjadi kepalah pemerintahan di kantor camat


teor,pertama masi ada pelayanan selama kurang lebih 1 bulan,ah lepas dari 1
bulan sampai sekaran tidak ada lagi pelayanan dari ibu camat dan stafnya
kepada [Link] camat teor itu kan ibu camat teor dan stafnya kan
tidak ada ditempat jadi ah kantor camat itupun begitu saja tidak ada manfaat
di kantor camat selama ini hampir sudah masuk 2 tahun ini smpai begini kan
kosong jadi katong mau bilang apa lae”66
Berdasarkan dari hasil wawancara diatas terkait dengan pandangan

masyarakat terhadap pelayanan di kantor camat, dapat disimpulkan bahwa, dalam

hal ini karena pimpinan dan staf-stafnya tidak berada di tempat sehingga

masyarakat pun tidak memperoleh pelayan yang ada sehingga masyarakat yang

keperluan untuk membuat surat tanah dan Ktp dan surat-surat yang lain harus

membuang-buang biyayah ke kabupaten. Selanjutnya hasil wawancara dengan

Hasim Maswatu, selaku ketua BPNA desa kampung baru megatakan bahwah:

“Di kantor camat teor pertama itu ada proses pelayayan kurang lebih 1
bulan tetapi setelah ibu camat berangkat ke kabupaten dari situpun pelayan
seng berjalan sampai mau mendekat 2 tahun ini jadi katong ah masyarakat
ini berpikir bahwah kantor camat ini seng ada guna ah makanya katong
berharap ibu camat ada supaya katong bisa bicara dengan ibu camat tentang
kantong punya keluahan ini”67
Berdasarkan hasil wawancara diatas terkait dengan pandangan masyarakat

terhadap pelayanan di kantor camat ,dapat di simpulkan bahwa masyarakat selama

ini tidak merasakan pelayanan di kantor camat teor,jadi harapan masyarakat

66
Wawancara dengan masyarakat ampere sermaf,18/12/2021
67
Wawancara ketua Bpna Negeri adm Kampung Baru,18/12/2021
62

adalah dapat bertemu dengan ibu camat untuk menyampaikan keluhan-keluhan

mereka. Selanjutnya hasil wawancara dengan bapak kepala desa Negeri Wermaf

Kampung tenga Hasir Rumakelrat megatakan bahwah:

“Kalo katong lihat dari sistem pelayayanan di kantor camat dari ibu camat
Inda A. Rumakway setelah di lantik menjadi kepala wilaya di kecamatan
teor,awalnya ada proses pelayayanan yang di jalankan oleh ibu camat dan
stafnya,namun hampir mendekat 1 bulan,ibu camat dan stafnya berangkat ke
kabupaten,ah dari situlah proses pelayanan di kantor camat pun tidak
berjalan lagi sampai saat ini sehinga banyak masyarakat yang komplen
terhadap ibu camat dan stafnya.”68
Berdasarkan hasil wawancara diatas terkait dengan pandangan masyarakat

terhadap pelayanan di kantor camat ,dapat di simpulkan bahwa masyarakat selama

ini tidak merasakan pelayanan di kantor camat teor,di karenakan ibu camat dan

staf-stafnya tidak berada di kecamatan teor terkhusnya di kantor camat sehinga

proses pelayanan yang di harapkan oleh masyarakat untuk mendapatakan

pelayanan baik tidak berjalan sesuai harapan masyarakat.

68
Wawancara dengan bapak kepala desa negeri adm kampung tengga wermaf,hasir
rumakelrat/19/12/2021
63

B. Pembahasan

Kantor Kecamatan Teor di dalam proses pelayanan yang peneliti

mengetahui di lapangan saat wawancara dengan sekertaris camat di kantor camat

tersebut iya mengatakan bahwa,kami saat berkomunikasi dengan staf dalam aspek

pelayanan kami mengunakan tiga pola komunikasi yaitu, pola komunikasi lingkar,

pola komunikasi roda, dan pola komunikasi menyeluruh, karena tiga pola

komunikasi tersebut sanggatlah penting di dalam sistem organisasi di kantor

camat teor. Karena tiga pola komunikasi tersebut sangat berperan penting di

dalam sistem komunikasi di kantor camat.

Pola komunikasi [Link] Syaiful Bahri Djamarah bahwa pola

komunikasi lingkar dapat dipahami sebagai pola hubungan antara dua orang atau

lebih dalam pengiriman dan penerimaan pesan dengan cara yang tepat sehingga

pesan yang dimaksud dapat dipahami pola komunikasi lingkar sangat berperan di

dalam proses pelayana karena memungkinkan ibu camat dan semua staf yang ada

bisa berkomunikasi satu dengan yang lain hanya melalui sejenis sistem

pengulanggan pesan yang di mana pesan tersebut di diskusikan bersama sehingga

dapat memecahkan masalah tersebut. Yang berkaitan dengan kantor camat dan

sistem [Link] staf kepegawaian di kantor camat dapat

menjalankan proses pelayanan dalam melayani masyarakat dengan baik

Menurut Carl I. Hovland,Pola komunikasi roda di kantor camat digunakan

untuk menyampaikan seluruh informasi kepada ibu camat yang menduduki posisi

sentral. Dan kemudian ibu camat menerima kontak informasi yang disediakan

oleh stafnya,Sehinga dapat memecahkan masalah dengan saran dan persetujuan


64

staf-stafnya. Dapat disimpulkan pola komunikasi roda itu sebagian besar

komunikasi organisasi berlangsung dari orang ke orang dan hanya melibatkan

sumber pesan dan si penerima pesan.

Pola komunikasi menyeluruh,menurut Endang Saifuddin Anshari adalah:

Suatu keseluruhan yang terdiri atas (yang di bina oleh) beberapa unsur yang satu

dengan yang lainnya berhubungan secara korelatif: saling mendukung, saling

menopang, saling mengukuhkan, saling menjelaskan. Pola komunikasi

menyeluruh, Kantor Camat Teor ini bisa di katakan model jaringan komunikasi

semua jaringan. Yang artinya ibu camat dapat berkomunikasi dengan semua staf-

stafnya yang ada di kantor camat teor di luar ruang maupun di dalam

[Link] ini peneliti dapat simpulkan bahwa komunikasi ini lebih kepada

bagaimana mengkondisikan setuasi dalam berkomunikasi dengan menyesuaikan

suasana di dalam maupun di luar.

Pandangan masyarakat dalam melihat sistem pelayanan di kantor camat

yaitu, dari pandangan masyarakat itu belum berjalan dengan normal di karenakan

ketidak adanya ibu camat dan para staf-stafnya sehingga masyarakat banyak

mengeluh terkait dengan sistem kepemimpinan ibu camat dan staf-stafnya di

karenakan ketidak hadirnya mereka di Kantor Camat Teor sehinga masyarakat

pun tidak menerima pelayanan di kantor camat setempat dan dari kantor camat

teor di mekarkan kan pada tahun 2013-2014 itu dari camat pertama sampai ibu

camat sekarang ini masyarakat tidak menikmati namanya pelayanan yang baik

dari pimpinan dan staf-staf di kantor camat teor.


BAB V

PENUTUP
A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dikemukakan pada pembahasan

mengenai “Pola Komunikasi Pegawai Kantor Camat Teor Terkait Efektivitas

Pelayanan Terhadap Masyarakat Kecamatan Teor” sebelumnya, maka dapat

ditarik kesimpulan sebagai berikut:

1. Ada tiga pola komunikasi yang digunakan di Kantor Camat Teor yaitu

pola lingkaran, pola roda, dan pola menyeluru. pada Kantor Camat Teor

menggunakan pola komunikasi lingkaran disaat melakukan rapat

koordinasi guna untuk mencapai tujuan organisasi yang disepakati

bersama setiap bidang agar pekerjaan dapat terselesaikan tanpa adanya

[Link] komunikasi roda yakni pemimpin memiliki kekuasaan

penuh dalam mengontrol setiap pegawainya. Dalam hal ini dia satu

satunya orang yang dapat mengirim dan menerima pesan dari semua

anggota. Sedangkan pada pola komunikasi menyeluru ini bisa dikatakan

sebagai model jaringan komunikasi semua jaringan. Yang artinya semua

orang yang ada dalam kelompok atau organisasi itu bisa berkomunikasi

dengan semua anggota kelompok atau organisasi lain. Namun ibu camat

dan staf-stafnya tidak menggunakan ketiga pola komunikasi ini dengan

baik di kantor camat

2. Berdasarkan pandangan masyarakat tentang sistem pelayanan di Kantor

Camat Teor penelitian mengambil kesimpulan bahwah di kantor camat

65
teor itu sistem pelayanannya belum berjalan dengan baik dari kecamatan

teor di mekarkan menjadi 1 kecamatan di kabupaten seram bagian timur

pada tahun 2013-2014 namun dari masa kepemimpinan kepala kecamatan

pertama sampai turun ke ibu camat ini masyarakat belum merasakan dan

menikmati pelayanan yang ada dikantor camat,sehingga masyarakat

banyak yang mengeluh tentang sistem pelayanan yang ada di kantor camat

kecamatan teor.

B. Saran

Berdasarkan hasil analisis dan kesimpulan mengenai “Pola Komunikasi

Pegawai Kantor Camat Teor Dalam Efektivitas Pelayanan Terhadap Masyarakat

” maka saran dari penulis ialah :

1. Agar Kantor Camat Teor Kabupaten Seram Bagian Timur selalu

menciptakan komunikasi yang baik dan lancar yakni para pegawai harus

menjaga hubungan mereka dengan pimpinan, serta para pegawai juga

harus menjaga hubungan dengan pegawai yang lainnya, hal ini dilakukan

agar komunikasi yang disampaikan dapat dimengerti dan terarah sehinga

masyarakat pun mengerti dan pahami tentang sistem pelayanan yang ada

di kantor camat sehingan masyarakat pun merasa puas dengan sistem

pelayanan yang di berikan oleh pimpinan maupun staf yang ada.

2. Disarankan pula agar perlunya pimpinan senantiasa memberikan

kesempatan kepada setiap pegawai agar menerapkan komunikasi

organisasi yakni melalui komunikasi lingkar, komunikasi Roda dan

komunikasi menyeluruh. Diharapkan ibu Camat selaku pimpinan perlu

66
mempertahankan komunikasi organisasi agar semangat kerja pegawai

semakin meningkat. Harus ada inisiatif dari pegawai di Kantor Camat

Teor untuk bekerja lebih semangat lagi yaitu mereka harus disiplin dalam

bekerja, saling bekerjasama dan bertanggung jawab dalam menyelesaikan

tugas yang diberikan.

67
DAFTAR PUSTKA

Arni Muhammad Komunikasi Organisasi (Jakarta Bumi Aksara 2007), Cet Ke-8

Atik Dan Ratminto Manajemen Pelayanan: Pengembangan Model Konseptual,

Penerapan Citizen’s

Astrid , Susanto Phil, Komunikasi Teori dan Praktek (Bandung: Bina Cipta,

1980),

Anshari, Saifuddin Endang Wawasan Islam Pokok-pokok Pikiran Tentang Islam

dan Umatnya,(Jakarta: CV. Rajawali, 1982), h. 194.

Ali Mohammad, “Strategi Penelitian Pendidikan, (Bandung: Angkasa, 1998

Bahri Djamarah Syaiful, Pola Komunikasi Orang Tua dan Anak Dalam Keluarga,

( Jakarta: Rineka Cipta, 2004), h. 1

Charter Dan Standar Pelayanan Minimal. (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2003).

Canga, Hafied ra, Pengantar Ilmu Komunikasi (Jakarta: PT. Rajagrafindo Utama,

2007), h. 1.

Dwiyanto Agus, Manajemen Pelayanan Publik: Peduli Inklusif dan Kolaborasi,

(Yogyakarta: Gajah Mada University Press, 2017,

Depdikbud, Kamus Besar Bahasa Indonesia,

[Link]. Tinjauan Pustaka. Kualitas Pelayanan Dinas

Perhubungan Dal Memperpanjang Surat Izin Trayek Angkatan Umum. 44

[Link]. Tinjauan Pustaka.

Djaman Satori, “Metodologi Penelitian Kualitatif”, (Bandung: Alfabeta 2011),

Darlis,dengan judul”strategi peningkatan motivasi kerja pegawai kantor camat

dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat” (2014)

67
Endah Setyowati ,Siswidiyanto,Aprilia Malik,Perencanaan Program Akta Online

dalam Meningkatkan Pelayanan Akta Kelahiran (JAP), Voll. No.5 Maret

2012.

Effendy,Onong Uchjana Ilmu Komunikasi: Teori dan Praktek,(Bandung: Remaja

Rosdakarya,

Firlena Dila dan Rahman Z. Amni, “Implementasi Pelyanan Terpadu Kecamatan

(PATEN)” Skripsi di Universitas Diponegoro Tahun 2011

Hanim Nabilah, “Penyelenggaraan Pelayanan Administrasi Terpadu


Kecamatan (PATEN)” Skripsi di Universitas Diponegoro Semarang Tahun
2010
Kualitas Pelayanan Dinas Perhubungan Dalam Memperpanjang Surat Izin Trayek

Angkatan Umum.

Mulyana,Deddy Iilmu Komunikasi Suatu Pengantar, (Bandung: PT. Remaja

Rosdakarya, 2007

Maliki Lestari dan Endang, Komunikasi Yang Efektif: Bahan Ajar Diktat Prajabatan

Golongan III (Cet. II; Jakarta: Lembaga Administrasi Negara, 2003), h. 8.

Mulyana,Deddy, Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar (Bandung:

Remaja Rosdakarya, 2002),.

Nugroho Riant , Manajemen Pelayanan Publik, cet-3 (Depok:Rajawali Pers,

2019).

Rohman Didik fakhturn, Imam Hanafi, Minto Hadi. “Implementasi Kebijakan

Pelayanan administrasi Kependudukan Terpadu” Studi Pda Dinas

Kependudukan Dan Catatan Sipil Kota Malang” Vol.1 No.5, Hal, 962-971

68
Roudhonah, Ilmu Komunikasi, (Jakarta: UIN Press, 2007)

Simorangkir, Mathius ( 2018 ) dengan judul” Kepemimpinan camat dalam

meningkatkan kualitas pelayanan publik di kecamatan sipoholon kabupaten

tapanuli utara.( study kasus di kantor camat sipoholon kabupaten tapanuli

utara )

Supriadi,Andi dengan judul “anilisis kualitas pelayanan publik di kantor kecamatan

gunung sari kabupaten serang. (2012).

Sinambela Poltak Lijan,dkk, Reformasi Pelayanan Publik, (Jakarta: PT Bumi Aksara

2006)

Nawawi Hadari. “Metode Penelitian Bidang Sosial”. (Jakarta: Gajah Mada University

Press, 1993

Sinambela, L. P., Reformasi Pelayanan Publik Teori, Kebijakan, Implementasi,

(Jakarta: Bumi Aksara, 2011),

Skandar, “Metodologi Penelitian Pendidikan Dan Sosial Kuantitatif Dan Kualitatif,

(Jakarta: GP Press, 2008),

Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif Dan R & D, (Bandung: Alfabeta,

2009).

Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 Pasal 226 Tentang Pemerintahan Daerah.

Khomaria romli,komunikasi organisasi lengkap,(jakarta :grasindo


2011), h.1

69
LAMPIRAN

Gambar 1.1 Kantor Camat Kecamatan Teor

Gambar 1.2 Kondisi Dalam Kantor Camat Teor

70
Gambar 1.3 Wawancara Dengan Sekertaris Camat Teor,(Ismail Renwarin [Link])

71
Gambar 1.4 Wawancara Dengan Masyarakat Kecamatan Teor( Mahmud Sermaf)

Gambar 1.5 Wawancara Dengan Masyarakat Kecamatan Teor(Ondor Rettob)

Gambar 1.6 Wawancara Dengan Masyarakat Kecamatan Teor( Hasim Maswatu)

72
Gambar 1.7 Wawancara Dengan Masayarakat Kecamatan Teor(Ampera Sermaf)

73
DAFTAR PERTANYAAN WAWANCARA

Daftar Pertanyaan Kepada Pegawai Kantor Camat Teor

1. Bagaimana Pola Komunikasi Di Kantor Camat Teor


2. Faktor Apa Yang Mempengaruhi Sistem Pelayanan Di Kantor Camat Teor
3. Bagaimana Bentuk Komunikasi Pegawai Kantor Camat Teor Dalam
Mengatasi Pelayanan Di Masyarakat
4. Bagaiman Pola Komunikasi Antara Pengawai Dan Masyarakat
5. Apa Yang Anda Lakukan Untuk Mengatasi Faktor Yang Menghabat
Pelayayan Di Kantor Camat Teor

Daftar Pertanyaan Wawancara Dengan Masyarakat Kecamatan Teor

1. Bagaiman Pandangan Anda Terkaitan Dengan Sistem Pelayayan Di Kantor


Camat Teor
2. Bagaimana Komunikasi Anda Dengan Pegawai Di Kantor Camat Teor
3. Bagaiman Pendapat Anda Terkait Sistem Pelayayan Di Kantor Camat Teor
4. Apakah Selama Ini Anda Menerima Pelayayan Dengan Baik Di Kantor Camat
Teor

74
75
76

Anda mungkin juga menyukai