SATUAN ACARA PENYULUHAN
“Macam-Macam Alat Kontasepsi ”
Disususn oleh : Ratna Wulandari
NIM: 202116131
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN ADILA
PROGRAM STUDI KEBIDANAN PROGRAM DIII
KOTA BANDAR LAMPUNG
TAHUN 2023
SATUAN ACARA PENYULUHAN
Topik : Keluarga Berencana
Sub Topik : Macam-Macam Alat Kontasepsi
Hari/ Tanggal : Kamis, 01 Februari 2024
Waktu : 30 Menit
Tempat : Balai Desa, Desa Bayas Jaya, Dusun 02 Kecamatan Way
Khilau, Kabupaten Pesawaran
Penyuluh/Pembicara : Ratna Wulandari
Peserta/Sasaran : PUS di Desa Bayas Jaya, Kecamatan Way Khilau,
Kabupaten Pesawaran
Karakteristik : PUS di Desa Bayas Jaya, Dusun 02 Kecamatan Way
Khilau, Kabupaten Pesawaran
Jumlah : 30 Orang
Tujuan Umum : Diharapkan setelah mengikuti penyuluhan Keluarga
Berencana secara Umum sasaran dapat mengetahui dan
memahami manfaat KB, macam-macam alat kontasepsi
dan mau menggunakan alat kotrasepsi sehingga dapat
meningkatkan cakupan KB agar NKKBS ( normal kelurga
kecil bahagia sejahtera) dapat terwujud.
Tujuan khusus : Pada ahir pertemuan diharapkan peserta dapat :
1. Menjelaskan pengertian dari KB.
2. Menjelaskan manfaat KB.
3. Menjelaskan macam-macam alat kontasepsi
Materi : Terlampir
1. Pengertian KB.
2. Manfaat KB
3. Macam –macam alat Kontasepsi.
Metode : Ceramah dan tanya jawab
Media : LCD,Power Point, leafleat.
No Waktu Kegiatan penyuluh Respon
1. Pembukaan (3 menit) 1. Mengucapkan salam 1. Menjawab salam
2. Memperkenalkan diri 2. Mendengarkan
3. Menjelaskan tujuan dan 3. Memperhatikan
kegiatan yang akan
dilaksanakan
4. Menyampaikan kontak
waktu yang akan
digunakan.
5. Memberi gambaran
informasi yang akan
disampaikan.
2. Proses (20 menit) 1. Menjelaskan pengertian 1. Mendengarkan
dari KB. 2. Memperhatikan
3. Menyimak
2. Menjelaskan manfaat KB.
3. Menjelaskan macam-
macam alat kontasepsi.
3. Evaluasi (5 menit) 1. Memberikan kesempatan 1. Mendengarkan
peserta untuk bertanya 2. Memperhatikan
2. Memberikan pertanyaan 3. Menjawab
kepada beberapa peserta pertanyaan
secara lisan. 4. Memberi
3. Memberikan doorprize pertanyaan
pada peserta yang
bertanya dan menjawab
pertanyaaan.
4. Penutup (2 menit) 1. Memberikan pujian 1. Mendengarkan
2. Menyimpulkan hasil 2. Memperhatikan
penyuluhan 3. Menjawab salam
3. Mengucapkan salam
Lampiran
Pendahuluan
A. Latar belakang
Berdasarkan hasil sensus penduduk tahun 2020 indonesia merupakan
negara dengan jumlah penduduk terbesar ke-4 di dunia. Menurt data statistik ,
jumlah penduduk indonesia pada maret 2020 adalah 273.523.615 jiwa dengan
kepadatan penduduk 151 jiwa per km2. (Databoks, 2022)
Tingginya jumlah penduduk di indonesia ini tentunya dapat memberikan
dampak positif dan negatif. Salah satu dampak negatif yang ditimbulkan
bertambahnya pengangguran, kriminalitas, pengikisan moralmasyarakat yang
diakibatkan oleh banyaknya populasi induvidu yang tidak dibarengi oleh
pemenuhan kebutuhan kerja yang dapat menyerap tenaga kerja secara penuh.
(Putri, 2022)
Salah satu cara untuk mengedalikan permasalahan kependudukan dari
aspek medis, adalah melalui perencanaan kelurga/ kontrasepsi. Kontrasepsi
dipakai untuk memenuhi hak setiap individu, merencanakan kapan dan berapa
jumlah anak yang diinginkan, dan mencegah kehamilan yang tidak diinginkan.
Penggunaan alat kontrasepsi yang tepat dapat mengurangi resiko kematian ibu dan
bayi, sehingga meningkatkan aksebilitas dan kualitas program kelurga berencana
(KB). (Harwijayanti, 2023)
Kontasepsi dalam KB memiliki banyak metode, jenis ataupun cara secara
umum dibagi menjadi dua bagian yaitu Metode Kontasepsi Sederhana dan juga
Metode Kontasepsi moderen. Metode Kontasepsi Sederhana dibagi menjadi dua
yaitu tanpa Alat (Alami) dan dengan Alat.(Ari, 2014)
B. Materi
1. Pengertian Keluarga Berencana dan Kotrasepsi .
Keluarga Berencana (KB) adalah suatu usaha yang bertujuan untuk
meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat melalui pendewasaan
usia pernikahan (PUP), pengaturan kelahiran, pembinaan konsep keluarga
kecil, bahagia dan sejahtera. Kontrasepsi adalah upaya mencega, mengatur
atau menunda kehamilan yang bersifat sementara ataupun menetap.
Kontasepsi dapat digunakan tanpa menggunakan alat, secara mekanis,
menggunakan alat/obat atau dengan oprasi.(Harwijayanti, 2023)
Perencanaan keluarga adalah upaya manajemen yang baik terhadap
kelahiran anak, jarak usia yang ideal, dan persiapan persalinan untuk
menciptakan keluarga yang berkualitas. Pengelolaan kehamilan dapat
dilakukan melalui promosi, mengatur kehamilan, dapat digunakan cara, alat,
dan obat kontrasepsi. Layanan kontrasepsi mencakup pemberian atau
pemasangan kontrasepsi dan tindakan terkait lainnya yang dilakukan di
fasilitas layanan kontrasepsi untuk calon dan akseptor KB. Pelaksanaan
layanan kontrasepsi harus memperhatikan agama, norma budaya, etika, dan
kesehatan.(BKKBN, 2022)
2. Manfaat Kontasepsi dan KB
Manfaat kontrasepsi meliputi:
a. Menunda kehamilan
b. Mengatur jarak kehamilan.
c. Meghentikan kehamilan.
Manfaat KB meliputi:
a. Pencegahan masalah kesehatan terkait kehamilan dapat dilakukan
dengan menggunakan metode kontrasepsi.
b. Penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Anak.
c. Membantu Mencegah Virus Imunodefisiensi Manusia (HIV)/ Sindrom
Imunodefisiensi Didapat (AIDS).
d. Meningkatkan otonomi masyarakat dan meningkatkan kualitas
pendidikan adalah tujuan utama Program Perencanaan Keluarga.
e. Mengurangi angka kehamilan pada remaja dapat mengurangi risiko
kelahiran bayi prematur atau bayi dengan berat lahir rendah (BBLR).
(Harwijayanti, 2023)
3. Metode Kontasepsi Sederhana.
Metode Kontasepsi sederhana dibagi menjadi dua yaitu : metode
sederhana tanpa alat ( kontrasepsi Alamiah), dan metode sederhana dengan
alat .
A. Metode Sederhana Tanpa Alat ( Kontrasepsi Alamiah)
1) Metode Kalender
Metode kalender menggunakan prinsip pantang berkala yaitu
tidak melakukan persetubuhan pada masa subur istri.
Untuk menentukan masa subur istri digunakan 3 patokan
yaitu 1) ovulasi terjadi 14 + 2 hari sebelum haid yang akan
datang, 2) sperma dapat hidup dan membuahi selama 48 jam
setelah ejakulasi dan, 3) ovum dapat hidup 24 jam setelah
ovulasi. Jadi apabila konsepsi ingin dicegah hal itu harus
dihindari sekurang-kurangnya selama 3 hari atau 72 jam
yaitu 48 jam sebelum ovulasi dan 24 jam sesudah ovulasi.
Cara menentukan masa aman yaitu mencatat siklus haid
selama tiga bulan terakhi tentukan lama siklus haid terpendek
dan terpanjang. Kemudian siklus haid terpendek dikurangi 18
hari dan siklus haid terpanjang dikurangi 11 hari 2 angka
yang diperoleh merupakan rentang masa subur dalam jangka
waktu subur tersebut pasangan suami istri harus pantang
melakukan hubungan seksual sedangkan di luar waktu
tersebut merupakan masa aman.(Ari, 2014)
2) Metode Pantang Berkala
Pada prinsipnya metode pantang berkala sama halnya dengan
metode kalender yaitu satu prinsipnya adalah tidak
melakukan hubungan seksual pada masa subur,
Patokan masa subur adalah sebagai berikut :
a) ovulasi terjadi 14±2 hari sebelum haid yang akan
datang,
b) sperma dapat hidup dan membuahi selama 48 jam
setelah ejakulasi.
c) ovum dapat hidup selama 24 jam setelah ovulasi. Jadi
korintus dihindari selama tubuh 72 jam yaitu 48 jam
sebelum ovulasi dan 24 jam sebelum ovulasi.(Ari,
2014)
3) Metode Suhu Basal
Menjelang ovulasi suhu basal tubuh akan turun dan kurang
lebih 24 jam setelah ovulasi suhu basal akan naik lagi sampai
lebih tinggi. Hal ini dapat digunakan untuk menentukan
waktu ovulasi. Suhu basal dicatat dengan teliti setiap hari.
Suhu basal diukur waktu pagi segera setelah bangun tidur dan
sebelum melakukan aktivitas.
Namun suhu basal tubuh dapat pula meningkat pada
beberapa kondisi seperti infeksi ketegangan dan waktu tidur
yang tidak teratur.
Dianjurkan agar tidak melakukan hubungan seksual sampai
terlihat suhu tetap tinggi pada tiga hari (pagi hari) berturut-
turut.(Ari, 2014)
Efek samping : pantang berkala yang terlalublama dapat
menimbulkan frustasi . hal ini dapat diatasi dengan
pemakaian kondom atau tablet vagina saat berhubungan
seksual.
Daya guna teortitis adalah 15 kehamilan per 100 wanita per
tahun.
4) Metode Lendir Serviks
Metode ovulasi didasarkan pada pengenalan terhadap perubahan
lendir serviks selama siklus menstruasi yang menggambarkan masa
subur dalam siklus dan waktu fertilitas maksimal dalam masa
subur. Perubahan radio serviks selama siklus menstruasi dibagi
menjadi tiga yang
Pola infertil dasar: terjadi beberapa hari setelah menstruasi
di mana wanita memiliki pola kering pada vulva yang tidak
berubah disebut sebagai masa tidak subur.
Fase praovulasi : terjadi perubahan dari sensasi kering
menjadi lengket tiga hari setelah puncak masih merupakan
hari-hari subur.
Pasca ovulasi dimulai dari hari keempat setelah masa
puncak sampai menstruasi disebut hari-hari tidak subur.
(Ari, 2014)
5) Metode Simtomtermal
Metode sintomtermal merupakan gabungan dari metode lendir
serviks dan suhu bassal. Masa subur dapat ditentukan dengan
mengamati suhu tubuh dan lendir serviks.
Setelah darah haid berhenti hubungan seksual dapat
dilakukan pada malam hari pada hari kering dengan
berselang sehari selama masa tidak subur.
Masa subur mulai ketika ada perasaan basah atau muncul
lendir, yaitu ber pantang melakukan hubungan seksual
sampai masa subur berakhir.
Pantang melakukan hubungan seksual sampai hari puncak
atau perubahan suhu telah terjadi.
Apabila aturan ini tidak megidentifikasi hari yang sama
sebagai hari akhir masa subur, sellau ikuti aturan yang paling
konservatif, yaitu aturan yang megidentifikasi masa subur
yang paling panjang (Ari, 2014)
6) Koitus Interuptus
Pengertian Coitus interuptus atau senggama terputus adalah
metode keluarga berencana tradisional/ alamiah, di mana pria
mengeluarkan alat kelaminnya (penis) dari vagina sebelum
mencapai ejakulasi.
Cara kerja : alat kelamin pria atau penis dikeluarkan sebelum
ejakulasi sehingga sperma tidak masuk ke dalam vagina dan
kehamilan dapat dicegah.
Indikasi
a) Pria yang ingin berpartisipasi aktif dalam Keluarga
Berencana
b) Pasangan yang taat beragama atau mempunyai alasan
filosofi untuk tidak menggunakan metode metode lain.
c) Pasangan yang memerlukan kontrasepsi dengan segera.
d) Pasangan yang memerlukan metode sementara sambil
menunggu metode yang lain.
e) Pasangan yang membutuhkan metode pendukung
Kontraindikasi
a) Pria dengan pengalaman ejakulasi dini
b) Pria yang sulit melakukan sanggama terputus
c) Pria yang memiliki kelainan fisik atau psikologis.
d) Perempuan yang mempunyai pasangan yang sulit bekerja
sama.
e) Pasangan yang kurang dapat saling berkomunikasi
f) Pasangan yang tidak bersedia melakukan metode ini
Teknik Melakukan Coitus Interuptus yaitu :
a) Sebelum melakukan hubungan seksual, pasangan harus
saling membangun kerjasama dan pengertian terlebih dahulu.
Keduanya harus mendiskusikan dan sepakat untuk
menggunakan metode senggama terputus.
b) Sebelum melakukan hubungan seksual, suami harus
mengosongkan kandung kemih dan membersihkan ujung
penis untuk menghilangkan sperma dari ejakulasi
sebelumnya.
c) Apabila merasa akan ejakulasi, suami segera mengeluarkan
penisnya dari vagina pasangannya dan mengeluarkan sperma
di luar vagina.
d) Pastikan tidak ada tumpahan sperma selama senggama.
e) Pastikan suami tidak terlambat melaksanakannya.
f) Senggama dianjurkan tidak dilakukan pada masa subur.
(Wahyuni, 2022)
Keuntungan: mencegah kehamilan, tidak mengganggu produksi
ASI, tidak ada efek samping, dapat digunakan setiap waktu ,tidak
membutuhkan biaya.
Keterbatasan: efektivitas bergantung pada kesediaan pasangan,
Memutus kenikmatan dalam hubungan seksual.(Ari, 2014)
B. Metode Kontasepsi Sederhana dengan Alat
1) Kondom
Mekanisme kerja: menghalangi masuknya sperma ke dalam
vagina sehingga pembuahan dapat dicegah.
Jenis kondom: kondom kulit dibuat dari usus domba kondom
karet lebih elastis dan murah sehingga lebih banyak digunakan.
Daya guna : secara teoritis kegagalan kondom hanya terjadi jika
kondom tersebut sobek karna kurang hati-hati, pelumas kurang,
atau karena tekanan pada waktu ejakulasi.
Keuntungan: murah mudah didapat tidak memerlukan
pengawasan dan mengurangi kemungkinan penularan penyakit
kelamin.
Efek samping : pada sejumlah kecil kasus terdapat reaksi alergi
terhadap kondom karet
Petunjuk penggunaaan kondom
a) Gunakan kondom sebelum penis mendekati genetali
eksternal wanita
b) Priksa kondom terlebih dahulu.
c) Gunakan kondom pada penis yang sedang ereksi
sepanjang penis sampai mencabut rambut pubis di
pangkal penis.
d) Apabila kondom memeiliki ujung datar, sisakan ruang
kosong ½ inci untuk menampung semen.
e) Pastikan terdapat pelumas yang adekuat pada baguian
luar kondom karena jika tidak kondom rentan terhadap
sobek.
f) Setelah ejakulasi, pria segera mencabut penisnya
sebelum kembali menjadi lemas.
g) Lepaskan kondom dari penis menjauh dari wanita tanpa
menumpahkan semen lalu buang.(Ari, 2014)
2) Barier Intravagina ( Kondom Wanita)
Kondom untuk wanita tidak hanya berfungsi mencegah
kehamilan tetapi juga merupakan alat yang efektif melawan HIV
gonore klamidia dan trikomoniasis apabila digunakan dengan
benar. Memasukkan kondom wanita tekan cincin kondom yang
berada di dalam ujung tertutup kondom kemudian ujung
berselubung tertutup dimasukkan ke dalam vagina sedalam
mungkin untuk memasukkannya melewati tulang pubis.
Keluhan yang muncul pada penggunaan kondom ini adalah
pasangan suami istri dapat merasakan cincin bagian dalam pada
kondom cincin bagian luar menekan ke dalam vagina wanita
selubung kondom terbawa dan bergerak-gerak bersama penis
dan cincin luar kondom bergerak masuk bersama penis selama
hubungan seksual.(Ari, 2014)
3) Spermisida
Supermisida adalah bahan kimia nonoksinol yang digunakan
untuk menonaktifkan atau membunuh sperma. Dikemas dalam
bentuk aerosol busa tablet vagina suppositoria atau dissolvable
film dan krim.
Cara kerja : menyebabkan sel membran seperma terpecah,
memperlambat pergerakan seperma, dan menurunkan kemapuan
pembuahan sel telur.
Keuntungan: efektif seketika, tidak mengganggu produksi ASI,
mendukung metode lain, tidak mengganggu kesehatan, tidak
mempunyai pengaruh sistemik, mudah digunakan tidak perlu
resep dokter, meningkatkan lubirikasi selama hubungan seksual,
melindungi dari IMS.
Keterbatasan :efektivitas sebagai kontrasepsi bergantung pada
kepatuhan mengikuti cara penggunaan, Pengguna harus
menunggu 10 sampai 15 menit setelah dipasang sebelum
melakukan hubungan seksual, efektifitas aplikasi hanya 1
sampai 2 jam.(Ari, 2014)
4. Metode Kontasepsi Moderen
1) Kontasepsi Oral ( Pil)
Profil: efektif dan reversible, harus diminum setiap hari, pada bulan
pertama pemakaian efek samping berupa mual dan perdarahan
bercak yang tidak berbahaya dan segera akan hilang efek samping
sering terjadi, dapat digunakan oleh semua perempuan usia
reproduksi baik yang sudah mempunyai anak maupun belum dapat ,
mulai diminum setiap saat bila yakin sedang tidak hamil tidak,
dianjurkan pada ibu menyusui, dapat dipakai sebagai kontrasepsi
darurat.
Jenis-jenis: 1) monofasik pil yang tersedia dalam kemasan 21 tablet
yang mengandung hormon aktif estrogen dan progesteron dalam
dosis yang sama dengan 7 tablet tanpa hormon aktif atau plasebo
2) Bifasik mengandung 2 dosis yang berbeda 3) trifase mengandung
3 dosis yang berbeda.
Keterbatasan : Mahal dan membosankan, Mual, Perdarahan bercak,
Pusing, Nyeri payudara, BB naik, Berhenti haid, tidak mencegah
IMS.
Keuntungan : Mencegah kehamilan, resiko terhadap kesehatan
sangat kecil, Tidak mengganggu hubungan seksual, Siklus haid
teratur, Dapat digunakan jangka panjang, Dapat digunakan sejak
remaja hingga menopause, Mudah dihentikan setiap saat, Kesuburan
segera kembali setelah penggunaan pil dihentikan, Dapat digunakan
sebagai kontrasepsi darurat.
Perbedaan Pil Kombinasi dan Mini pil : Pil kombinasi mengandung
estrogen dan progestin, sedangkan pil mini hanya mengandung
progestin, Dosis progesteron pada pil mini cenderung lebih sedikit
ketimbang pil kombinasi, Pil kombinasi bekerja dengan dua cara,
yaitu mencegah pelepasan sel telur dari ovarium dan mempertebal
lapisan lendir pada serviks dan endometrium. Oleh karena itu,
sperma pun tidak bertemu sel telur dan pembuahan tidak terjadi, Pil
mini bekerja dengan cara menebalkan lendir di sekitar leher rahim,
sehingga sperma tak bisa masuk ke dalam, mini pil tidak
mempengaruhi produksi ASI
Kontra indikasi
a) Kehamilan (diketahui atau dicurigai)
b) Terombofeblitis
c) Gangguan tromboemboli
d) Penyakit pembuluh darah otak atau penyakit arteri koroner
e) Kerusakan hati kerusakan fungsi hati atau hepatitis akut.
f) Tumor maligna atau benigna
g) Perdarahan genetalia abnormal
h) Sakit kepala migrain
i) Wanita perokok usia di atas 35 tahun
j) Diabetes melitus.
Indikasi
a) Berada pada usia reproduksi
b) Tidak memiliki anak ataupun yang belum memiliki anak.
c) Gemuk atau kurus
d) Menginginkan metode kontrasepsi dengan efektivitas tinggi.
e) Setelah melahirkan dan tidak menyusui.
f) Pasca keguguran
g) Perempuan yang anemia karena haid berlebih.
h) Perempuan dengan nyeri haid hebat.
i) Memiliki siklus haid tidak teratur.
j) Memiliki riwayat kehamilan ektopik.
Waktu mulai menggunakan pil kombinasi
a) Setiap saat selagi hit untuk meyakinkan kalau perempuan
tersebut tidak hamil.
b) Hadi pertama sampai hari ketujuh siklus haid.
c) Boleh menggunakan pada hari ke 8 tetapi perlu menggunakan
metode kontrasepsi lain misalnya kondom mulai hari
kedelapan sampai hari ke-14 atau tidak melakukan hubungan
seksual sampai anda telah menghabiskan paket pil tersebut.
d) Setelah melahirkan
e) Apabila berhenti menggunakan kontrasepsi injeksi dan ingin
beralih dengan pilu kombinasi will dapat segera diberikan
tanpa perlu menunggu haid.
Instruksi pada klien
a) Sebaiknya pil diminum setiap hari lebih baik pada waktu yang
sama setiap hari.
b) Pil pertama dimulai pada hari pertama sampai hari ketujuh
siklus haid.
c) Sangat dianjurkan penggunaan pada hari pertama haid.
d) Beberapa paket will berjumlah 28 butir yang lain 21 butir
apabila menggunakan paket yang berjumlah 28 jika pil habis
makan da mulai minum pil pada paket yang baru
namun,apabila menggunakan paket 21 jika api habis sebaiknya
tunggu satu minggu baru kemudian mulai minum pil dari paket
yang baru.
e) Apabila muntah dalam waktu 2 jam setelah menggunakan pil
ambil pil yang lain atau gunakan metode kontrasepsi yang lain.
f) Apabila muntah hebat atau di diare terjadi lebih dari 24 jam
setelah menggunakan pil maka pil dapat diteruskan.
g) Apabila muntah dan diare berlangsung sampai 2 hari atau lebih
maka cara penggunaan pil mengikuti cara penggunaan pil lupa.
h) Apabila lupa minum satu feel hari ke satu sampai 21 sebaiknya
minum pil tersebut segera setelah ingat walaupun harus minum
dua pil pada hari yang sama (Ari, 2014)
2) Suntik/Injeksi
Profil : Sangat efektif, Aman dapat dipakai oleh semua perempuan
dalam usia reproduksi, Kembalinya kesuburan lebih lambat rata-rata
4 bulan, Cocok untuk masa laktasi karena tidak menekan produksi
ASI ( Suntik 1 bulan).
Jenis : 1)Depo mondoroksi progesteron asetat di MPA mengandung
150 mg yang diberikan setiap 3 bulan dengan cara disuntikkan
intramuskular di daerah bokong. 2) Depo noretisteron anantat depo
noristerat mengandung 200 mg noretinrontrat diberikan setiap 2
bulan dengan cara disuntik intramuskular. 3) Cyclofeam disuntikkan
setiap 1 bulan sekali secara intramuskular.
Keuntungan: Mencegah kehamilan jangka panjang, tidak
berpengaruh pada hubungan seksual, tidak mempengaruhi ASI
(suntik 1 bulan)
Keterbatasan : Sering ditemukan gangguan haid, Pasien bergantung
pada pelayanan kesehatan, Tidak dapat dihentikan sewaktu-waktu
Tidak melindungi dari IMS.
Indikasi kontrasepsi suntik
a) Usia reproduksi
b) Telah memiliki anak
c) Menghendaki kontrasepsi jangka panjang dan yang memiliki
efektivitas tinggi.
d) Menyusui dan membutuhkan kontrak sosial sesuai.
e) Setelah melahirkan dan tidak menyusui
f) Setelah keguguran
g) Perokok
h) Sering lupa menggunakan pil kontrasepsi
Kontra indikasi
a) Hamil atau dicurigai hamil
b) Memiliki riwayat perdarahan per vagina yang belum jelas
penyebabnya.
c) Tidak dapat menerima terjadinya gangguan haid
d) Menderita kanker payudara atau riwayat kanker payudara
e) Menderita diabetes melitus(Ari, 2014)
3) Subkutis/ Implan
Profil implan
a) Efektif 5 tahun untuk nuorplan dan tiga tahun untuk jadieba
indoplant atau implanon
b) Nyaman untuk digunakan
c) Dapat digunakan oleh semua perempuan dalam usia
reproduksi.
d) Pemasangan dan pencabutan perlu pelatihan.
e) Kesuburan segera kembali setelah implan dicabut.
f) Efek samping utama berupa perdarahan tidak teratur
perdarahan bercak dan aminore.
g) Aman dipakai pada masa laktasi.
Jenis: 1) Norplan terdiri atas 6 batang dengan lama kerjanya 5 tahun
2) Implanon terdiri atas satu batang lama kerjanya 3 tahun 3) Jadena
dan indoplan terdiri atas dua batang dengan lama kerja 3 tahun
Cara kerja implan
a) Lendir serviks menjadi kental
b) Mengganggu proses pembentukan endometrium sehingga sulit
terjadi implementasi.
c) Mengurangi transportasi sperma
d) Menekan ovulasi..
Keuntungan : Pengembalian tingkat kesuburan setelah pencabutan,
Tidak memerlukan pemeriksaan dalam, Bebas dari pengaruh
estrogen, Tidak mengganggu aktivitas seksual, Tidak mengganggu
produksi ASI dapat dicabut setiap saat sesuai kebutuhan,
Mengurangi nyeri haid, Mengurangi jumlah haid, Melindungi
terjadinya kanker endometrium
Keterbatasan : Nyeri kepala, Peningkatan atau penurunan berat
badan, Nyeri payudara, Mual, Pusing, Perubahan perasaan, Tidak
melindungi dari IMS
Indikasi menggunakan implan.
a) Telah memiliki anak ataupun yang belum.
b) Perempuan pada usia reproduksi.
c) Menghendaki kontrasepsi yang memiliki efektivitas tinggi
dan menge pencegahan kehamilan jangka panjang.
d) Menyusui dan membutuhkan kontrasepsi.
e) Pascapersalinan dan tidak menyusui.
f) Pascakeguguran.
g) Tidak mengiginkan anak lagi, tetapi menolak sterilisasi.
h) Riwayat kehamilan ektopik.
i) Tekanan darah di bawah 180/110 mmHg, dengan masalah
pembekuan atau anemia bulan sabit (sickle cell).
j) Perempuan yang tidak boleh menggunakan kontrasepsi
hormonal mengandung estrogen.
k) Perempuan yang sering lupa menggunakan pil.
Kontraindikasi implan
a) Hamil atau diduga hamil.
b) Perempuan dengan perdarahan pervaginam yang belum
jelas penyebaboya
c) Memiliki benjolan/kanker payudara atau riwayat kanker
payudara
d) Perempuan yang tidak dapat menerima perubahan pola
haid yang terjadi
e) Memiliki miom uterus dan kanker payudara
f) Mengalami gangguan toleransi glukosa.
(Ari, 2014)
4) Inta Uterine Devices ( IUD/AKDR)
Jenis KB ini memiliki efektivitas yang tinggi dan kesuburan dapat
segera kembali setelah kb dilepas. Alat kontrasepsi dalam rahim ini
untuk pasangan yang ingin mencegah kehamilan dalam jangka
panjang.
Alat kontrasepsi IUD berbentuk plastik yang memiliki bentuk seperti
huruf T atau disebut Copper T dan dipasang di dalam rain rahim
untuk mencegah kehamilan.
Efek samping : Perdarahan yang tidak teratur selama beberapa
bulan, Periode menstruasi yang lebih cepat atau lama, Sporting,
Kejang selama 2- 3 hari setelah pemasangan.
Keuntungan : Jangka waktu pemakaian lama yaitu 10 tahun, Aman
untuk ibu menyusui, Kkesuburan kembali dengan cepat setelah IUD
dilepas, Mengurangi resiko kanker, Tidak menyebabkan kenaikan
berat bada, Dapat digunakan perempuan yang tidak dapat
menggunakan kontrasepsi hormonal.(Ari, 2014)
5) Tubektomi ( Metode Oprasi Wanita –MOP)
Tubektomi pada wanita adalah setiap tindakan yang dilakukan pada
kedua saluran telur wanita yang mengakibatkan orang yang
bersangkutan tidak akan mendapat keturunan lagi kontrasepsi ini
hanya digunakan untuk jangka panjang walaupun kadang kadang
masih bisa di pulihkan kembali seperti semula.
Tindakan tersebut awalnya disebut sterilisasi dilakukan terutama atas
indikasi medis misalnya kelainan jiwa kemungkinan kehamilan
dapat membahayakan jiwa ibu seperti penyakit keturunan meledak
nya jumlah penduduk dunia telah mengubah konsep ini sehingga
tindakan tersebut kini dilakukan untuk membatasi jumlah anak.
Indikasi Tubectome yaitu : 1)umur termuda 25 tahun dengan empat
anak hidup 2) umur 30 tahun dengan tiga anak hidup 3) umur 35
tahun dengan dua anak hidup.(Ari, 2014)
6) Vasektomi ( Metode Oprasi Pria – MOP)
Vasektomi adalah proses operasi pemotongan vas deferens (saluran
berbentuk tabung kecil di dalam skrotum yang membawa sperma
dari testikel menuju penis).
Metode KB pria ini juga dikenal dengan istilah sterilisasi. Vasektomi
bertujuan untuk mencegah pembuahan dan kehamilan karena
tertutupnya akses sperma menuju air mani. Vasektomi adalah
metode kontrasepsi yang bersifat permanen, tapi tidak akan
memengaruhi kemampuan laki-laki dalam ejakulasi dan orgasme.
(Ari, 2014)
C. EVALUASI
1. Jenis : Buatan
2. Bentuk : lisan
3. Jumlah : 4 Pertanyaan
4. Pertanyaan :
a. Jelaskan pengertian KB dan Kontrasepsi ?
b. Sebutkan manfaat Kotrasepsi ?
c. Sebutkan 3 metode kontasepsi sederhana ?
d. Sebutkan 3 metode kontasepsi moderen ?
5. Jawaban :
a. Keluarga Berencana (KB) adalah suatu usaha yang bertujuan untuk
meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat melalui
pendewasaan usia pernikahan (PUP), pengaturan kelahiran,
pembinaan konsep keluarga kecil, bahagia dan sejahtera.
Kontrasepsi adalah upaya mencega, menhgatur atau menunda
kehamilan yang bersifat sementara ataupun menetap. Kontasepsi
dapat digunakan tanpa menggunakan alat, secara mekanis,
menggunakan alat/obat atau dengan oprasi.
b. Manfaat kontasepsi :Menunda kehamilan, Mengatur jarak
kehamilan, Meghentikan kehamilan.
c. Metode kontasepsi sederhana yaitu: kondom, kalender, Suhu Basal.
d. Metode kontasepsi metode yaitu: Pil , Suntik, IUD.
DAFTAR PUSTAKA
Ari, S. (2014) Pelayanan Keluarga Berencana. 4th edn. Jakarta selatan: Salemba
Medika.
BKKBN (2022) ‘Modul 4 Program Keluarga Berencana dan Kesehatan
Reproduksi Revisi 2022’, pp. 39–40.
Databoks (2022) ‘Jumlah Penduduk Indonesia ke-4 Terbanyak di Negara G20’,
20(2020), pp. 2020–2021.
Harwijayanti, P.B. dkk. (2023) Pelayanan Kontasepsi dan KB. 1st edn. Edited by
N. Sulung. Padang Sumatra Barat: PT. Global Eksekutif Teknologi.
Putri, R.N. dkk. (2022) Pelayanan Keluarga Berencana. 1st edn. Edited by
S.M.R. Oktavianis. Padang Sumatra Barat: PT. Global Eksekutif
Teknologi.