0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
20 tayangan6 halaman

Pengantar Materi Matriks Matematika

Dokumen ini menjelaskan tentang matriks, termasuk pengertian, jenis-jenis, operasi, determinan, dan invers matriks. Matriks digunakan dalam berbagai aplikasi, terutama dalam ilmu komputer dan pemrograman. Selain itu, dokumen ini juga memberikan contoh soal untuk memperdalam pemahaman tentang materi matriks.

Diunggah oleh

agussalim
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
20 tayangan6 halaman

Pengantar Materi Matriks Matematika

Dokumen ini menjelaskan tentang matriks, termasuk pengertian, jenis-jenis, operasi, determinan, dan invers matriks. Matriks digunakan dalam berbagai aplikasi, terutama dalam ilmu komputer dan pemrograman. Selain itu, dokumen ini juga memberikan contoh soal untuk memperdalam pemahaman tentang materi matriks.

Diunggah oleh

agussalim
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Matriks – Pengertian, Operasi, Determinan,

Invers, dan Contoh Soal


Matriks adalah materi yang mencakup operasi matriks,
determinan matriks, dan invers matriks.
Tahukah kamu bahwa matriks Matematika digunakan dalam sistem komputer, Sobat?
Pemanfaatan matriks antara lain pada bidang keamanan komputer serta untuk pemrograman
yang membutuhkan array dalam Ilmu Komputer. Selain itu, enkripsi data dapat dilakukan
dengan menggunakan beragam operasi matriks. Jadi, Sobat Pintar yang ingin menjadi seorang
programer atau masuk ke Jurusan Teknik Informatika akan sering banget menjumpai materi
matriks ini.

Nah, sekarang ayo kita pelajari bersama materi matriks Matematika yang dimulai dari pengertian
matriks hingga contoh soalnya dari materi Belajar Pintar.

Pengertian dan Jenis-jenis Matriks


Nah, sudah disebutkan di awal nih, bahwa matriks adalah susunan bilangan-bilangan berbentuk
persegi panjang yang diatur dalam baris atau kolom dengan dibatasi kurung. Bilangan yang
tersusun dalam matriks disebut elemen/unsur matriks. Baris adalah susunan bilangan-bilangan
yang mendatar (horizontal), sedangkan kolom adalah susunan bilangan-bilangan yang tegak
(vertikal). Ordo matriks adalah banyaknya elemen baris dan banyaknya elemen kolom dari suatu
matriks. Jika sebuah matriks memiliki i baris dan j kolom, maka matriks tersebut berordo i x j,
dapat dituliskan Ai.j.

Jenis-jenis Vektor Matematika


Matriks terbagi menjadi beberapa jenis, diantaranya:

1. Matriks nol, matriks yang seluruh elemennya adalah bilangan nol.


2. Matriks baris, matriks yang hanya memiliki satu baris, berordo 1 x j.
3. Matriks kolom, matriks yang hanya memiliki satu kolom, berordo i x 1.
4. Matriks persegi, matriks yang banyaknya baris sama dengan banyaknya kolom, berordo i x i.
5. Matriks diagonal, matriks persegi yang semua elemennya nol, kecuali pada diagonal
utamanya.
6. Matriks segitiga atas, matriks persegi yang semua elemen di bawah diagonal utamanya adalah
nol.
7. Matriks segitiga bawah, matriks persegi yang semua elemen di atas diagonal utamanya adalah
nol.
8. Matriks identitas, matriks persegi yang elemen pada diagonal utamanya adalah satu,
sedangkan elemen lainnya adalah nol.

Dua matriks dikatakan sama (A=B) apabila mempunyai ordo yang sama dan elemen-elemen
yang letaknya sama (bersesuaian) besarnya sama.

Operasi Matriks
Sobat Pintar tahu kan, kalau dua matriks dapat dioperasikan? Nah, Operasi matriks dapat
dilakukan hanya jika memenuhi syarat dan ketentuannya. Operasi matriks sendiri meliputi :
penjumlahan dan pengurangan dua matriks, perkalian matriks dengan bilangan skalar, perkalian
dua matriks, dan transpose matriks.

Penjumlahan dan Pengurangan Matriks

Syarat penjumlahan dan pengurangan matriks yaitu : jika terdapat dua matriks, misal matriks A
dan B, yang memiliki ordo sama, maka elemen-elemen yang seletak dapat dijumlahkan atau
dikurangkan. Jumlah matriks A dan matriks B dapat dinyatakan dengan A+B, sedangkan selisih
matriks A dan matriks B dapat dinyatakan dengan A – B.

Contoh :
Perkalian Skalar pada Matriks

Pada operasi perkalian skalar, sebuah matriks dikalikan dengan bilangan skalar. Jika diketahui A
merupakan suatu matriks dan K merupakan bilangan real, maka hasil perkalian K dengan matriks
A adalah matriks yang diperoleh dengan mengalikan setiap elemen A dengan K.

Contoh :

Perkalian Dua Matriks

Berbeda dengan perkalian skalar yang hanya mengalikan setiap elemen matriks dengan bilangan
skalar, perkalian dua matriks memiliki aturan tersendiri. Syarat dua buah matriks, misal matriks
A dan matriks B, dapat dikalikan adalah jika banyaknya kolom matriks A sama dengan
banyaknya baris matriks B.

Bentuk perkalian antar matriks secara umum, yaitu :

Untuk mencari hasil kali matriks A dengan matriks B ialah dengan mengalikan elemen pada
baris-baris matriks A dengan elemen pada kolom-kolom matriks B, kemudian jumlahkan hasil
perkalian antara baris dan kolom tersebut.

Contoh matriks :

Transpose Matriks
Transpose suatu matriks, misal matriks A, yang dilambangkan dengan At adalah sebuah matriks
yang disusun dengan cara menukarkan baris matriks A menjadi kolom matriks At dan kolom
matriks A menjadi baris matriks At.

Contoh :

Sobat Pintar, bingung PR matematika?

Determinan Matriks
Determinan suatu matriks didefinisikan sebagai selisih antara perkalian elemen-elemen pada
diagonal utama dengan perkalian elemen-elemen pada diagonal sekunder. Determinan matriks
hanya dapat ditentukan pada matriks persegi. Determinan dari matriks A dapat dituliskan
det(A) atau |A|.

Untuk menentukan determinan dari sebuah matriks, terdapat dua aturan berdasarkan ordonya,
yaitu ordo 2x2 dan ordo 3x3.

Determinan Matriks Ordo 2x2

Determinan matriks persegi dengan ordo 2x2 dapat dihitung dengan cara berikut:

Determinan Matriks Ordo 3x3

Determinan matriks persegi dengan ordo 3x3 dapat dihitung dengan menggunakan dua cara,
yaitu kaidah Sarrus dan ekspansi kofaktor. Namun, cara yang paling sering digunakan dalam
menentukan determinan matriks ordo 3x3 adalah dengan kaidah Sarrus.

Langkah-langkah mencari determinan matriks ordo 3x3 dengan kaidah Sarrus:

1. Meletakkan kolom pertama dan kolom kedua di sebelah kanan garis vertikal determinan.
2. Jumlahkan hasil kali elemen-elemen yang terletak pada diagonal utama dengan hasil kali
elemen-elemen yang sejajar diagonal utama pada arah kanan kemudian kurangi dengan jumlah
hasil kali elemen-elemen yang terletak pada diagonal samping dengan elemen-elemen yang
sejajar dengan diagonal samping.
|A| = (a.e.i) + (b.f.g) +( c.d.h) – (c.e.g) – (a.f.h) – (b.d.i)

|A| = (a.e.i + b.f.g + c.d.h) – (c.e.g + a.f.h + b.d.i)

Invers Matriks
Invers matriks adalah kebalikan (invers) dari sebuah matriks yang apabila matriks tersebut
dikalikan dengan inversnya, akan menjadi matriks identitas. Invers matriks dilambangkan
dengan A-1. Suatu matriks dikatakan memiliki invers jika determinan dari matriks tersebut tidak
sama dengan nol.

Untuk menentukan invers dari sebuah matriks, terdapat dua aturan berdasarkan ordonya, yaitu
ordo 2x2 dan ordo 3x3.

Invers Matriks Ordo 2x2

Invers matriks persegi dengan ordo 2x2 dapat dicari dengan cara sebagai berikut:

Invers Matriks Ordo 3x3

Untuk mencari invers matriks pada ordo 3x3, dapat digunakan metode eliminasi Gauss Jordan.

Secara sistematis, eliminasi Gauss Jordan dapat dinyatakan sebagai berikut:

Matriks persegi A dieliminasi menggunakan operasi aljabar sampai membentuk matriks


identitas. Operasi yang dilakukan pada matriks A juga dilakukan pada matriks identitas sehingga
jika matriks A sudah menjadi matriks identitas, maka matriks identitas akan berubah menjadi
invers dari matriks A.
Sekarang sudah tahu dong, apa itu matriks, jenis-jenis matriks, operasi pada matriks, serta apa itu
determinan dan invers matriks. Coba Sobat perhatikan contoh soal matriks berikut ini!

Contoh Soal Matriks

A. -196
B. -188
C. 21
D. 188
E. 196

Jawaban:

A. 196

Pembahasan:

Anda mungkin juga menyukai