0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan4 halaman

Arti Kasih dalam Etika Paulus

Dokumen ini membahas unsur-unsur etika dalam ajaran Paulus, yang menekankan kasih sebagai prinsip utama dan teladan Kristus sebagai panduan moral. Selain itu, Paulus juga menguraikan kebajikan yang harus dikembangkan dan dosa-dosa yang harus dihindari, serta pentingnya akal budi dalam pengambilan keputusan etis. Etika Kristen dalam surat-surat lain juga mengedepankan kasih dan peringatan terhadap perilaku yang tidak sesuai dengan ajaran iman.

Diunggah oleh

nyongkifangidae57
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan4 halaman

Arti Kasih dalam Etika Paulus

Dokumen ini membahas unsur-unsur etika dalam ajaran Paulus, yang menekankan kasih sebagai prinsip utama dan teladan Kristus sebagai panduan moral. Selain itu, Paulus juga menguraikan kebajikan yang harus dikembangkan dan dosa-dosa yang harus dihindari, serta pentingnya akal budi dalam pengambilan keputusan etis. Etika Kristen dalam surat-surat lain juga mengedepankan kasih dan peringatan terhadap perilaku yang tidak sesuai dengan ajaran iman.

Diunggah oleh

nyongkifangidae57
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

C.

Usur-unsur kuat dalam ajran etis paulus

Doromgam yang utama adalah kasih (agape). Yesus merumuskan hukum taurat sebagai kasih. Paulus
berkatabahwa kasih Allah “kalau dicurahkan kedalam hati kita melalui roh yang telah dikaruniakan”. Pola
kasih manusia adalah Allah. Kasih kepda sesama sangat mempengaruhi sikap serta hubungan antara
manusia, dan orang kristen yang wajib mengasihi harus menyesuaikan keputusan moral dengan kasih itu.
Kasih itu dapat mencegah seseorang untuk berbuat salah; banyak pernyataan dalam 1 kor 13 itu berbentuk
negatif. Secara keseluruhan, Paulus menganggap kasih itu sebagai pencegah yang tangguh dan pendorong
yang kuat.

Dorongan moral lain ialah kuasa keteladanan, dan khususnya teladan Kristus. Dalam surat-suratnya,
Paulus sangat kurang menyebutkan teladan dari hidup Yesus. tetapi ia beranggapan bahwa sikap Kristus
yang merendakan diri-Nya merupakan pola panutan bagi kehidupan orang kristen. dalam 1 korintus 6:12
dst; 10:23 dst. Paulus menguraikan asas “segala sesuatu halal, tetapi bukanlah semuanya berguna” yang
sangat membantu membuat keputusan etis yang tepat, klau diterapkan seperti semestinya. Menerapkan
asas “segala sesuatu halal” secara ketat akan menghasilkan suatu etika yang kaku serta mengabaikan
masalah-masalah pribadi. Tetapi paulus tidak memberikan kebebasan yang satu untuk mengorbankan
perasaan pihak lain. Unsurlain dalam etika Paulus ialah bahwanya menegnai akal budi dan pemahaman.
Hal ini tidak terjadinya dengan sendirinya untuk mencapainya orang harus memakai akal budinya dan
membuat keputusan-keputusan etis. Paulus mengharapkan agar orang yang dikuasai roh, yang
memikirkan “perkara yang diatas”, akan memperoleh pengertian yang tepat mengenai makna hidupnya
yang “tersembunyi bersama Kristus dalam Allah”. Pengudusan membawa serta wawasan baru tentang
kehendak Allah yang diterapkan secara praktis, seperti yang diperlihatkan dalam roma 12 dan 13.

Prinsip persekutuan juga mempengaruhi etika Paulus karena semua orang percaya adalah anggota jemaat,
maka prilaku pribdi mereka mempengaruhi jemaat. Kiasan mengenai tubuh sering dipakai dan
mengandung dampak-dampak etis misalnya dlam roma 12:4 dst., dalam kiasan itu diikuti langsung
dengan peringatan etis, yang bukan saja menyangkut pribadi seseorang tetapi melibatkan orang lain juga.

B. Istilah-istilah etis yang dipakai Paulus

 Kabajikan yng wajib dikembangkan


Kebajikan teologis utama seperti kasih, sukcita dan damai ditempatkan pada bagian awal dari
daftar dalam galatia 5:22-23. Kebajikan lain merupakan wujud dari ketiga kebajikan utama ini.
Secara keseluruhan kebajikan-kebajikan ini diperlihatkan dalam kehidupan Yesus yang sempurna
meskipun paulsu tidak berkata demikian tetapi meyebutkannya sebagai pekerjaan roh. Karena
semua orang kristen dikuasai oleh roh, maka dapat diharapkan bahwa semua orang kristen akan
memeprlihatkan kebajikan-kebajikan tersebut.
Dalam filipi 4:8 sangat berharga bagi pemikiran kristen yang pasti mempengaruhi segala
[Link] Paulus, pola pemikiran berperan penting dalam pembentukan watak
kristen. daftar kolose 3:12-16 hampir sama dengan daftar dalam Galatia 5 : belaskasihan,
kemuran, kerendahan hati, kelemah lembutan, kesabaran, dan diatas semuanya kasih. Selain
istilah-istilah tersebut banyak printah lain dalam surat-surat Paulus. Misalnya, sederetan nasehat
yang tercatan dalam roma 12 dan 13. Dalam Efesus 4:2 sikap rendah hati, lemah lembut, sabar
dan murah hati dalam kasih kesemuanya dianjurkan seperti dalam daftar kolose. Dalam 1
tesalonika 5 nasehat yang di nyatakan berhubungan erat dengan nasehat sebelumnya: “hiduplah
selalu dalam damai seorang dengan yang lain” (1 tes 5:13). Dalam surt-surt pengembalaan
nasihat di tujukan pada orang kaya (1 tim 6:17), laki-laki dan perempuan usia lanjut (tit 2 :6-10).
Penekanannya ialah kesungguhan dan kesederhanaan, juga iman dan kasih yang sehat.
 Kejahatan yang harus di hindari
(1) Dosa-dosa seksual. Tidak mengherankan jika paulus banyak berbcara tentang dosa-dosa
seksual, mengingat latar belakang meluasnya ketunasisalaan seksual pada zaman nya.
Kebejatan seksual bukan saja tersebar luas, tetapi malah justru d terima baik oleh masyarakat.
Dalam efesus 5:3 paulus mendesak orang kristen karena tidak pantas. Etika kristen sudah
berfungsih sebagai benteng pertahanan bagi kemurnian akhlak dalam hubungan seksual dan
walaupun pendapat umum dalam suatu masyarakat menentang kemurnian tersebut, namun
orang kristen yang tetap berpegang pada PB haus mengikuti pola-polanya.
(2) Dosadalam berbicara. Tidak mengherankan apabila kejahatan batinia di hubungkan dengan
dosa dalam berbicara, karena perkataan seseorang sering mngungkapkan wataknya. Dalam
roma 1:29 bst. Paulus menyebutkan tentang pengumpat, pemfitnah, orang yang congkak,
sombong; sifat sifat ini semuanya terungkap pada waktu berbicara.
(3) Dosa sosial. Bayak dosa dalam berbicara mempengaruhi orang lain. Ada juga kejahatan-
kejahatan lain yang berdampak langsung pada masyarakat. Pencurian di kutuki ( ef 4:28),
materialisme tidak mendapat dukungan dalam ajran paulus, namun ini bukan berarti bahwa
seseorang berhak mengambil milik orang lain. Kejahatan lainnya berdampak sosial ialah
kemabukan. Ini di sebutkan misalnya dalam 1 kor 5 :11; 6:10, galatia 5:21 dan secara khusus
di larang bagi calon pengatur jemaat (1 tim 3:3 ; tit 1 :7).
(4) Dosa pementingan diri. Selueu teologi paulus menentang sikap mementingkan diri.
Seseorang yang dapat berkat “Aku telah di salibkan dengan kristus: namun aku hidup, tetapi
bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan kristus yang hidup dalam aku” (gal2 :19-20).
Dalam fiipi 2:3 paulus berkata “(jangan) mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang
sia-sia. Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seseorang menganggap yang lain
lebih utama dari pada dirinya sendiri”.

37.6 Surat Ibrani


Uraian tema Imam Besar tidak bersifat teoritis melainkan bersifat praktis. Para pembacanya
di peringatkan agar waspada terhadap kemurtadan. Orang murtad, “tidak mungkin di baharui
hingga merekabertobat” (ibr 6:5),orang yang menginjak Anak Allah akan menghina Roh
kudus hanya dapat mengharapan hukuman ( ibr 10:29). Allah sendiri di ungkapkan sebagai
api menghanguskan (ibr 12:9), dan karena itu masalah moral kita hadapi bersama dan tak
boleh di anggap remeh.
Sifat pentig yang lain ialah kesabaran yang di hubungkan dengan iman (ibr :12). Istilah
(makrothumia) berarti “ sabar dalam derita”. suatu kebijakan lain ialah ketaatan. Peringatan
keras ibrani 3 dan 4 terhadap ketidak taatan, yang hampir disamakan dengan ketidak
kepercayaan. Beberapa perintah etika dinyatakan dalam penutupan surat ini. Ada anjuran
untuk memberikan tumpangan, ajakan untuk memelihara kasih persaudaraan, anjuran untuk
memelihara kemurnian serta perkawinan, nasihat tentang uang dan harta benda, peringatan
terhadap berbagai tebu mengenai makanan, serta anjuran untuk berbuat baik.
37.7 Surat Yakobus
Surat ini merupakan surat yang paling praktis dalam PB maka mungkin kita mengharapkan
adanya suatu uraian teratur mengenai prinsip-prinsip etika. Tetapi Yakobus tidak memberikan
gambaran yang sistematis. Dalam suatu prikop (Yak 3:13-18). Yakobus mengemukakan sifat-
sifat hikmat yang dapat dihubungkan dengan watak Yesus, sekalipun ini tidak dinyatakan
yaitu murni, pendamai, peramah, penurut, belaskasihan. Hal ini sejajar dengan buah roh
dalam Galatia 5:22, meskipun Yakobus tidak menyebutkan roh itu. Sikap-sikap jenis ini
berasal dari hkmat duniawi yang oleh oleh Yakobus dicela sebagai “dari nafsu manusia, dari
setan-setan” (Yak 3:15). Pendapat Yakobus sejalan engan hikmat PL yang berkata bahwa
“permulaan hikmat ialah takut akan Tuhan”.
Surat Yakobus memberikan nasihat yang khusus mengenai bahya-bahaya berbicara. Setiap
orang hendaklah lambat untuk berkata-kata dan juga lambat dalam marah (Yak 1:19). Dalam
Yakobus 3:1-12, lidah disebutkan sebagai “sesuatu yang buas, yang tidak terkuasai, dan
penuh racun yang mematikan “ (Yak 3:8). Tak seorangpun dapat menjinakan, namun
demikian Yakobus menyatakan janganlahdari mulut yang satu keluar berkat dan kutuk (Yak
3:10).

37.8 Surat-surat lain


Dalam bagian pembukaan (1 ptr 1:3-9), disebutkan beberapa kebijakan yang menentukan
nada keseluruhan surat, seperti pengharapan, iman, sukacita, kasih. Dalam bagian paling
panjang yang menggambarkan pola kehidupan kristen dipakai 3 istilah yaitu: homofrones
(seia sekata’), sumpahtheis (‘seperasaan’) dan eusplangkhnoi (‘penyayang’), yang hanya
ditemukan disini dalam PB, meskipun ada kata lain dengan arti sama. Orang kristen juga
harus tegas menolak dosa. Tipu muslihat, kemunafikan, keringkian dan fitnah di sebutkan
secara khusus dalam 1 ptr 2:1. Orang orang kristen jangan menuruti hawa nafsu yang
menguasai mereka pada waktu kebodohan ( 1 ptr 1:14), dan harus menjauhkan diri dari
keinginan daging yang berjuang melawan jiwa (ptr 2:11). Beberapa beberapa jenis hawa
nafsu itu di singgung dalam 1 ptr 4:3 yaitu kemabikan, pesta pora, perjamuan minum, dan
persembahan berhala.
Surat 2 petrus dan yudas kedua-duanya tampak berjuang melawan keadaan yang serupa,
memerangi ajaran yang mengatakan bahwa orang-orang kristen tidak usah hidup suci.
Peringatan yang di berikan dalam surat 2 petrus dan yudas sejajar dengan ajaran PB yang
lain, dan membuktikan gambaran tentang dunia tempat berkembangnya jemaat kristen yang
kekurangan patokan moral.
Surat satu yohanes kaya akan ajaran etis, dan sseperti halnya dalam tulisan PB lainnya, ajaran
etisnya berhubungan dengan ajaran teologis. Yohanes mennyajikan etika kristen. segi khas
dalam teologi yohanes ialah agape(kaasih) Allah adalah kasih (1 yoh 4:8, 16), dia lebih
dahulu mengasihi kita, dan kaasih kita kepadanya berasal dari prakarsa itu (1 yoh 4:10, 19).
Kasih yang ada pada kita ialah pemberian-Nya ( 1 yoh 3:1).
Dalam surat ini di sajikan asas etika, bukan perintah etis yang khusus, orang beriman yang di
anggap sudah mengetahui perbedaan antara terang dan gelap, di anjurkan untuk berjalan
dalam terang (1 yoh 1:7), seolah-olah perbedaannya dengan berjalan dalam gelap tidak
memerlukan penggambaran lebih lanjut. Orang percaya di harapkan mengetahui perbedaan
antara kebenaran dan kepalsuan.
Pemakaian ini memberi kesan bahwa dalam petik pendusta melampaui pengertian tengtang
seseorang yang menyatakan sesuatu yang tidak benar, tetapi ornag yang menyinpan dari
kebenaran ilahi dan yang bertindak munafik. Yohanes menyiratkan bahwa mreka yang
beriman mungkin saja samabesar dustanya seperti mereka yang tidak beriman. Segala sesuatu
yang tidak memajukan kebenaran adalah dusta.

37.9 Kitab Wahyu


Pembaca di hadapkan pada seruan akan balas dendan (why 6:10), kemudian masa depam
seluruhnya terpusat pada penghakiman, sehingga nampaknya kasih dan keramahan kurang di
tekankan. Tujuannya bukan untuk menguraikan persyaratan bagi kehidupan kristen, tetapi
akhir jamanlah yang merupakan pusat perhatiannya.
Dalam surat-suat kepada ketujuh jemaat (why1-3), ada yang di puji ada juga yang di kecam
tentang persoalan etika. Ketekunan sering di sebutkan (why 2:3, 3;2:19 ; 3;10), suatu sikap
yang pasti di perlukan pada waktu mengalami aniaya (bnd. Why 1:9 ; 13:10 ; 14:12). Ada
sanjungan khusu bagi orang martir (why 6:9 dst ; 20:4). Yang memberi kesan bahwa
kesetiaan pada kebenaran di nilai tinggi ( teristimewa kalau kebangkitan pertama [why 20:5]
terbatas bagi orang martir suatu tafsiran yang mungkin). Beberapa kejahatan yang harus di
jauhi ialah zina (why 2:14, 21), ketakutan, ketidak percayaan, kekejian, pembunuhan,
sundal, sihir, persembahan berhala dan dusta (why 21:8), karena orang-orang yang
melakukan kejahatan itu akan mati untuk kedua kali. Pengecut atau penakut yang berarti
orang yang tidak berpendirian moral, khusu di sebut, karena pada masa penganiayayan luas,
sikap itu dapat mengakibatkaan kemurtatanan. kata ebdelugmenoi ( orang-orang keji) dalam
wahyu 21:8 adalah istilah umum bagi perbuatan bengis bagi orang kafir.

Anda mungkin juga menyukai