0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan5 halaman

Jaminan Pembayaran Uang Muka dan Pemeliharaan

Dokumen ini menjelaskan tentang fungsi dan isi dari Jaminan Pembayaran Uang Muka dan Jaminan Pemeliharaan yang diterbitkan oleh Surety Company untuk melindungi Obligee dari risiko ketidakmampuan Principal dalam mengembalikan uang muka atau memperbaiki kerusakan setelah proyek selesai. Jaminan ini mencakup kewajiban Surety Company untuk mengganti kerugian maksimum sesuai nilai jaminan dan dapat diperpanjang sesuai kesepakatan. Selain itu, terdapat karakteristik dan jenis-jenis surety bond yang berkaitan dengan kontrak konstruksi dan perizinan.

Diunggah oleh

adearansyah14
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan5 halaman

Jaminan Pembayaran Uang Muka dan Pemeliharaan

Dokumen ini menjelaskan tentang fungsi dan isi dari Jaminan Pembayaran Uang Muka dan Jaminan Pemeliharaan yang diterbitkan oleh Surety Company untuk melindungi Obligee dari risiko ketidakmampuan Principal dalam mengembalikan uang muka atau memperbaiki kerusakan setelah proyek selesai. Jaminan ini mencakup kewajiban Surety Company untuk mengganti kerugian maksimum sesuai nilai jaminan dan dapat diperpanjang sesuai kesepakatan. Selain itu, terdapat karakteristik dan jenis-jenis surety bond yang berkaitan dengan kontrak konstruksi dan perizinan.

Diunggah oleh

adearansyah14
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Fungsi Jaminan Pemlayaran Uang Muka

• Sebagai syarat bila Principal mengambil uang muka untuk tujuan memperlancar
pembiayaan proyek yang dikerjakannya
• Jika Principal gagal melaksanakan pekerjaan sehingga tidak dapat mengembalikan
uang muka yang telah diterimanya, maka Surety Company akan membayar kepada
Obligee sebesar sisa uang muka yang belum dilunasinya.

Isi Jaminan Pembayaran Uang Muka

• Janji Surety Company dan Principal untuk mengembalikan uang muka yang telah
diterima Principal sebelum pekerjaan selesai, sesuai dengan kontrak yang telah ditanda
tanganinya
• Jika Principal telah melaksanakan pengembalian uang muka kepada Obligee, maka
Jaminan Pembayaran Uang Muka otomatis berakhir
• Pada saat jatuh tempo pembayaran uang muka belum dilunasi, maka Jaminan
Pembayaran Uang Muka dapat diperpanjang sesuai dengan kesepakatan Obligee dan
Principal
• Jika Principal lalai tidak mengembalikan uang muka, maka Surety Company akan
mengganti jumlah uang tersebut, maksimum sebesar nilai jaminan yang tercantum
dalam Jaminan Pembayaran Uang Muka dengan diperhitungkan tingkat prestasi kerja
yang telah dicapai oleh Principal
• Pengajuan ganti rugi atas jaminan kepada Surety Company diajukan dalam jangka
waktu tertentu setelah berakhirnya Jaminan Pembayaran Uang Muka.

a) JAMINAN PEMELIHARAAN (MAINTENANCE BOND)


Jaminan Pemeliharaan atau yang disebut juga Maintenance Bond diterbitkan oleh Surety
Company untuk menjamin Obligee bahwa principal akan sanggup untuk memperbaiki
kerusakan-kerusakan pekerjaan setelah pelaksanaan pekerjaan selesai sesuai dengan yang
diperjanjikan dalam kontrak. Apabila Principal gagal memperbaiki kerusakan-kerusakan
dan/atau kekurangan maka Surety Company akan mengganti biaya yang dikeluarkan untuk
memperbaiki kerusakan maksimum sebesar nilai jaminan.

Besarnya nilai jaminan adalah persentase tertentu dari nilai kontrak proyek itu sendiri
sebesar 5% dimana pada saat Principal telah menyelesaikan 100% atas proyeknya dan
diterbitkan Berita Acara Serah Terima Pekerjaan I. Apabila setelah jangka waktu masa
pemeliharaan sudah berakhir dan Principal tidak memenuhi kewajibannya maka Jaminan
Pemeliharaan (Maintenance Bond) ini akan tetap berlaku sampai pada batas waktu yang
ditetapkan oleh Obligee dan Principal. Kadang-kadang dalam pelaksanaannya Maintenance
Bond sering diartikan sebagai pengganti retainage money (uang yang ditahan). Atau dengan kata
lain dapat diartikan sebagai Release of Retention Money Bond ( Jaminan atas Pelepasan Uang).

Fungsi Jaminan Pemeliharaan

• Sebagai pengganti dari sejumlah uang retensi sebesar 5% dari nilai proyek yang
ditahan oleh Obligee
• Jika Principal gagal memperbaiki kerusakan / kekurangan setalah proyek selesai
dikerjakan, maka Surety Company akan mengganti biaya perbaikan tersebut,
maksimal sebesar nilai jaminan.

Isi Jaminan Pemeliharaan

• Surety Company dan Principal berjanji untuk memberikan ganti rugi kepada Obligee
apabila Principal gagal atau tidak memenuhi kewajibannya untuk memperbaiki
kekurangan / kerusakan yang mungkin timbul selama masa pemeliharaan, sesuai
dengan surat Jaminan Pemeliharaan yang dibuat Surety Company kepada Obligee
• Jika Principal mengganti / memperbaiki seluruh kekuangan / kerusakan yang timbul
pada protek yang terjadi selama masa pemeliharaan, maka Jaminan Pemeliharaan akan
berakhir
• Jika jangka waktu pemeliharaan telah berakhir dan Principal tidak memenuhi
kewajibannya, maka Jaminan Pemeliharaan tetap berlaku sampai batas waktu yang
telah ditetapkan oleh Obligee dan Principal
• Pengajuan ganti rugi kepada Surety berdasarkan jaminan dilakukan dalam jangka
waktu tertentu setelah berakhirnya Jaminan Pemaliharaan.

a. Karateristik Dari Surety Bond


1. Construction Contract Bonds (Jaminan Kontrak Konstruksi)

Surety Bond merupakan suatu produk inovatif yang ditawarkan oleh perusahaan asuransi
sebagai upaya pengambilalihan potensi resiko kerugian yang mungkin dapat dialami oleh salah
satu pihak, umumnya pemilik proyek (bouheer) atas kepercayaan yang diberikan kepada pihak
lain (kontraktor) dalam pelaksanaan kontrak pemborongan yang telah disepakati oleh mereka.
Jaminan tertulis tersebut secara hukum akan menimbulkan kewajiban bagi perusahaan asuransi
selaku penjamin (surety) terhadap pihak penerima jaminan (obligee/Kreditur) sebagai
konsekuensi terhadap wan prestasi dari pihak yang dijamin (principal / debitur) tersebut.

Suretyship adalah jaminan yang bersifat indemnitas, dimana surety selaku penjamin
diposisikan sama sebagai principal debitur yang secara tanggung renteng berkewajiban
menyelesaikan kewajiban kepada obligee (kreditur, dimana posisi surety akan otomatis secara
sejajar dengan debitur utama ketika debitur utama tidak dapat menyelesaikan kewajibannya
kepada kreditur sebagaimana tercantum dalam pasal 1316 Kitab Undang-undang Hukum Perdata
yang pada intinya merupakan suatu perjanjian dimana pemberi jaminan (garant) menjamin
bahwa seorang pihak ketiga akan berbuat sesuatu yang biasanya tetapi tidak selalu dan harus
berupa tindakan menutup suatu perjanjian tertentu.

2. Bonds Involved in Construction Contract (jaminan yang terkait pada


kontrak konstruksi
Merupakan jaminan yang berkaitan dengan kontrak konstruksi, tergantung dari keperluan
dan kesepakatan pada pihak yang terkait apakah jaminan ini akan dimasukkan dalam kontrak
konstruksi atau tidak. Jaminan tersebut adalah jaminan pengadaan, jaminan pembayaran upah
kerja dan material dan jaminan penjualan dengan pembayaran angsuran.

3. Custom Bonds (Jaminan Pembayaran Bea Masuk)

Dalam peraturan tentang kepabeanan disebutkan bahwa semua barang-barang yang


dimasukkan untuk dipakai di Indonesia akan dikenakan bea masuk, kecuali yang dengan tegas
dibebaskan dalam peraturan. Ketentuan tersebut menjelaskan bahwa semua barang-barang yang
masuk ke Indonesia dapat dibebaskan dari bea masuk apabila ada pemberian jaminan dari
importir kepada pemerintah untuk memenuhi kewajibannya.

4. License and Permit Bonds (jaminan lisensi dan perizinan)

Jaminan ini diterbitkan oleh pemberi jaminan (surety) untuk mendapatkan sesuatu perizinan
melakukan suatu kegiatan yang berdasarkan suatu peraturan resmi dari pemerintah harus ada ijin
sesuai dengan ketentuan dalam peraturan yang bersangkutan. Bila ia lalai atau gagal maka
seseorang atau bahan hukum tersebut akan dikenakan sanksi. Atas kelalaian atau kegagalan
tersebut maka pemberi jaminan akan membayar ganti kerugian maksimum sempai batas jumlah
penjamian.

5. Court Bonds (Jaminan perkara di pengadilan)

Jaminan ini adalah jaminan yang diterbikan oleh pemberi jaminan (surety) kepada mereka
yang berperkara di pengadilan. Seperti antara lain terhadap penggugat atau penuntut umum yang
meminta suatu jaminan terhadap suatu benda yang dipersengketakan agar aman keberadaannya
dan dapat menjadi miliknya dalam keadaan utuh apabila pengadilan memutuskan bahwa ia yang
menjadi milik benda tersebut secara sah.
C. Sifat Dari Surety Bond

Surety Bond tergolong dalam financial guarantee , yang pada umumnya dilakukan oleh
perbankan. Dengan dilibatkannya perusahaan asuransi turut menangani bisnis ini, maka dalam
prakteknya pemberian jaminan dilaksanakan dengan 2 (dua) sifat, yaitu:

1. Jaminan Bersyarat (Conditional Bond)

Jaminan hanya akan dicairkan setelah diketahui sebab-sebab dari pencairan tersebut dan
Penjamin hanya wajib mengganti sebesar kerugian yang diderita oleh Obligee Surety Bond
bersifat conditional karena penerbitan yang dilakukan oleh perusahaan asuransi berbeda dengan
Bank Garansi yang memiliki hak istimewa tanpa meminta agunan. Hal ini dimungkinkan karena
perusahaan asuransi sebagai Penjamin dapat melakukan penyebaran risiko (reasuransi) serta
didukung dengan adanya perjanjian ganti rugi kepada Surety (Indemnity Agreement to Surety)

Perjanjian ganti rugi tersebut ditandatangani oleh Principal bersama indemnitornya


sebelum atau pada saat diterbitkan jaminan. Hal tersebut dimaksudkan bahwa setiap pencairan
jaminan yang dibayarkan kepada Obligee harus dipertanggungjawabkan kepada semua pihak,
dan atas dasar itulah maka Principal dan indemnitornya bersedia membayar kembali pencairan
yang telah dilaksanakan.

Anda mungkin juga menyukai