Prosedur Tender dalam pelaksanaan tender suatu proyek, pemilik proyek (Obligee)
mengundang rekanan dengan cara pengiriman surat, pengumuman atau memasang iklan di surat
kabar.
Para rekanan akan datang untuk membeli dokumen tender yang berisi:
> Instruksi umum / khusus kepada penawar
> Syarat — syarat kontrak
> Daftar kuantitas harga
> Spesifikasi teknis dan gambar
> Bentuk surat penawaran, kontrak, surat Jaminan Penawaran
Biodata principal yang disyaratkan dapat disusulkan, namun yang paling penting adalah
jangan sampai terlambat untuk mengikuti tender. Prosedur tender dilakukan untuk menentukan
pemenang berdasarkan harga penawaran yang paling rendah, tetapi dapat dipertanggung
jawabkan.
Risiko dalam Bid Bond baru timbul setelah ditentukannya pemenang tender, risko
tersebut adalah :
• Bila pemenang tender mengundurkan diri
• Bila pemenang tender tidak dapat menyerahkan jaminan pelaksanaan setelah
keluarnya SPK
Jaminan Penawaran hanya berlaku pada saat pelelangan saja. Jika kontraktor pemenang
telah memperoleh Jaminan Pelaksanaan, maka Jaminan Penawaranasli harus dikembalikan ke
Surety Company. Demikian pula peserta tender lainnya yang kalah dalam pelelangan juga wajib
mengembalikan Jaminan Penawaran asli.
Fungsi Jaminan Penawaran
• Sebagai syarat dalam pelelangan suatu proyek dengan tujuan agar peserta tender
bersungguh sungguh untuk mendapatkan proyek yang ditenderkan
• Itikad baik dari principal, yaitu jika principal memenangkan tender maka dalam waktu
yang ditentukan ia akan menandatangani kontrak pelaksanaan (kontrak konstruksi)
dengan melengkapi persyaratan dari obligee untuk menyediakan jaminan pelaksanaan
(Performance bond) dari pemberi jaminan
• Kontraktor sebagai pemenang tender dapat dijamin oleh Surety Company bila
dikenakan sanksi karena mengundurkan diri
Isi Jaminan Penawaran
• Janji bahwa Surety Company dan Principal akan memberikan ganti rugi kepada
Obligee bila Principal tidak memenuhi kewajibannya untuk melanjutkan kontrak
yang diperolehnya melalui tender
• Bila Obligee telah menerima baik penawaran dan jaminan yang diberikan oleh
Principal dan telah memenuhi syarat-syarat dalam dokumen penawaran yang
dilanjutkan dengan penanda tanganan kontrak dengan Obligee, maka Jaminan
Penawaran berakhir secara otomatis
• Bila Principal tidak melanjutkan penanda tanganan kontrak atau mengundurkan diri
(wanprestasi), maka Jaminan Penawaran dicairkan oleh Obligee
• Besarnya kerugian yang menjadi tanggung jawab Surety Company adalah selisih
antara jumlah harga penawaran pemenang I dan II, maksimum sebesr nilai jaminan
• Jangka waktu atau masa berlakukan Jaminan Penawaran
a) JAMINAN PELAKSANAAN ( PERFORMANCE BOND )
Jaminan Pelaksanaan atau Performance Bond adalah jaminan yang diterbitkan oleh
Surety Company untuk menjamin Obligee bahwa kesanggupan Principal dengan bersungguh-
sungguh untuk menyelesaikan pekerjaan yang diberikan oleh Obligee sesuai dengan ketentuan-
ketentuan yang diperjanjikan dalam kontrak pekerjaan. Apabila Principal tidak melaksanakan
kewajibannya sesuai dengan kontrak atau gagal (wanprestasi principal) maka Surety Company
akan memberikan ganti rugi kepada Obligee maksimum sebesar nilai jaminan.
Jaminan Pelaksanaan ini berlaku di Indonesia sesuai dengan Keppres RI No. 80 tahun
2003 dimana karena sifat jaminan ini Conditional maka kerugian tersebut diperhitungkan dengan
:
• Melibatkan pihak lain untuk meneruskan pekerjaan yang belum selesai
• Menghitung perkiraan biaya untuk meneruskan pekerjaan tersebut sampai selesai
Besarnya nilai Jaminan (Penal Sum) Pelaksanaan adalah persentase tertentu dari nilai
kontrak proyek itu sendiri yaitu antara 5% s/d 10% dari nilai proyek.
Apabila pada saat berakhirnya kontrak ternyata masih ada kewajiban yang belum
dipenuhi oleh Principal maka Jaminan Pelaksanaan dapat diperpanjang sesuai dengan
kesepakatan antara Obligee dan Principal yang dituangkan dalam addendum kontrak.