Surety Bond merupakan perjanjian tambahan terhadap perjanjian pokok
(kontrak/perjanjian) antara Principal dan Obligee, yang menyebutkan apabila Principal gagal
atau tidak dapat memenuhi kewajibannya terhadap Obligee maka Surety akan membayar kepada
Obligee kerugian Yang diderita dengan maksimal sebesar nilai Surety Bond.
Selain itu, Surety bond adalah salah satu bentuk perjanjian tertulis antara tiga pihak, dimana
penjamin (Surety) memberikan jaminan kepada pihak Kedua (Principal) untuk kepentingan
pihak Ketiga (Obligee). Dalam perjanjian tersebut disepakatkan bahwa apabila pihak yang
dijamin (Principal) lalai atau gagal menyelesaikan kewajibannya terhadap pihak Ketiga
(Obligee) atas apa yang diperjanjikan, pihak Surety akan menggantikan kedudukan principal
untuk menyelesaikan pekerjaan atau membayar sejumlah klaim sesuai dengan nilai kerugian
berdasarkan perjanjian yang telah disepakati. Dengan menyelesaikan/pembayaran oleh Surety,
tidak menghilangkan kewajiban Principal untuk membayar kembali kepada Surety sebesar nilai
yang telah dibayarkan kepada Obligee (recovery klaim).
Perikatan dalam Surety Bond adalah tanggung renteng atau tanggung menanggung dimana
pihak penjamin (Surety) akan membayar kerugian dengan uang tunai apabila telah jelas adanya
kerugian dan untuk itu telah ada tuntutan klaim. Disisi lain Principal dengan adanya Persetujuan
Ganti Rugi kepada Surety (Indemnity Agreement) akan membayar kembali kepada Surety yaitu
jumlah kerugian yang telah dibayarkan oleh Surety kepada Obligee.
Jaminan hanya akan dicairkan setelah diketahui sebab-sebab dari pencairan tersebut dan
Penjamin hanya wajib mengganti sebesar kerugian yang diderita oleh Obligee.
1 Iandasan Hukum Surety Bond
• Keputusan Presiden Nomor 14 tahun 1979
• Surat Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 271/KMK.011/1980
tentang Penunjukan Bank dan Lembaga Keuangan Non Bank yang dapat menerbitkan
Jaminan
• Keputusan Presiden Nomor 14.A tahun 1980
• Keppres Nomor 29 Tahun 1984
• Keputusan Menteri Keuangan Nomor 761/KMK.013/1992 tentang Bank-Bank yang
dapat menerbitkan Surat Jaminan Bank (Bank Garansi) dan Lembaga Keuangan Non
Bank (Perusahaan Asuransi) yang dapat menerbitkan Surety Bond.
• Menteri Keuangan Nomor 951/KMK.01/1993 menunjuk 14 Perusahaan Asuransi yang
dapat menerbitkan Surety Bond
• Keputusan pressiden Nomor 80 Tahun 2003.
B. Jenis-jenis, Karakteristik dan Sifat Surety Bond
a. Jenis – Jenis Surety Bond
a) JAMINAN PENAWARAN ( BID BOND )
Jaminan penawaran merupakan jaminan yang diperlukan oleh principal apabila principal
akan mengikuti tender suatu proyek konstruksi yang dibiayai oleh obligee atau pemilik proyek.
Adapun jaminan penawaran ini adalah sebagai langkah pertama yang disyaratkan oleh obligee
kepada para calon principal yang ingin mengikuti tender pelelangan sesuai dengan design,
spesifikasi dan lain-lain mengenai proyek yang akan direncanakan untuk dibangun. Pada hasil
Keputusan Presiden RI No.80 tahun menjelaskan, besarnya nilai jaminan adalah persentase
tertentu dari nilai penawaran Principal (nilai jaminan tidak mencerminkan nilai proyek itu
sendiri), nilai jaminan tersebut Penal Sum yang merupakan nilai maksimum dalam Bid Bond dan
berkisar antara 1% s/d 3% dari nilai penawaran Proyek.
Dengan itu, setiap peserta lelang harus melampirkan suatu jaminan kesungguhan bahwa
ia apabila ia menang lelang/tender ia tidak akan mundur. Untuk itulah surety company menjamin
kepada obligee bahwa ia akan membayar kerugian apabila principal menang tender
mengundurkan diri dengan alasan apapun. Jaminan tender hanya berlaku pada saat pelelangan
dan apabila Principal yang dinyatakan oleh Obligee sebagai pemenang telah mendapatkan
Jaminan Pelaksanaan maka Jaminan Tender Asli harus dikembalikan kepada Surety Company.
Kepada peserta tender lainnya yang telah dinyatakan kalah tender, wajib mengembalikan
Jaminan kepada Surety Company.