0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
49 tayangan12 halaman

Rumah Tadisional Fala Kancing (Kelurahan Fitu, Ternate Selatan)

Makalah ini membahas tentang Rumah Tradisional Fala Kancing di Maluku Utara, yang merupakan contoh arsitektur tradisional yang dilestarikan. Penelitian ini mencakup karakteristik, sejarah, dan budaya pembangunan rumah tersebut, serta metode pengumpulan data melalui wawancara dan pengukuran langsung. Rumah Fala Kancing, yang dibangun tanpa paku, melambangkan warisan budaya dan potensi pariwisata di daerah tersebut.

Diunggah oleh

Yusran BPR 17
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
49 tayangan12 halaman

Rumah Tadisional Fala Kancing (Kelurahan Fitu, Ternate Selatan)

Makalah ini membahas tentang Rumah Tradisional Fala Kancing di Maluku Utara, yang merupakan contoh arsitektur tradisional yang dilestarikan. Penelitian ini mencakup karakteristik, sejarah, dan budaya pembangunan rumah tersebut, serta metode pengumpulan data melalui wawancara dan pengukuran langsung. Rumah Fala Kancing, yang dibangun tanpa paku, melambangkan warisan budaya dan potensi pariwisata di daerah tersebut.

Diunggah oleh

Yusran BPR 17
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

ARSITEKTUR KEPULAUAN MALUKU UTARA

Rumah Tadisional Fala Kancing ( Kelurahan Fitu, Ternate Selatan )

Di Susun oleh:

1. Yusran Amir
2. Salman Nanlohi
3. Amarul Ajwar A. Kalabo
4. Jekris Andi Dimes

PROGRAM STUDI ARSITEKTUR


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS KHAIRUN TERNATE
TAHUN 2021
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT Tuhan Yang Maha ESA yang telah memberikan rahmat dan
hidayah-Nya sehingga saya dapat menyelesaikan tugas makalah yang berjudul Rumah
Tradisional Fala Kancing ini tepat pada waktunya.

Adapun tujuan dari penulisan dari makalah ini adalah untuk memenuhi tugas Dosen pada Mata
Kulliah Arsitektur Kepulauan Maluku Utara. Selain itu, makalah ini juga bertujuan untuk
menambah wawasan tentang Rumah Fala Kancing bagi para pembaca dan juga bagi penulis.

kami mengucapkan terima kasih kepada Pak Maulana Ibrahim [Link].D,selaku Dosen
Arsitektur Kepulauan Maluku Utara yang telah memberikan tugas ini sehingga dapat menambah
pengetahuan dan wawasan sesuai dengan bidang studi yang kami tekuni.

kami juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membagi sebagian
pengetahuannya sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini.

Kami menyadari, makalah yang kami tulis ini masih jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu,
kritik dan saran yang membangun akan kami nantikan demi kesempurnaan makalah ini.

Ternate 19 April 2021

Penulis
DAFTAR ISI
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang

Rumah tradisional merupakan rumah yang dibangun dengan cara yang sama dari
generasi kegenerasi dan tanpa atau dikit sekali mengalami perubahan. Rumah tradisional
dapat juga dikatakan sebagai rumah yang dibangun dengan memperhatikan kegunaan, serta
fungsi sosial dan arti budaya dibalik corak atau gaya bangunan. Penilaian kategori rumah
tradisonal dapat juga dilihat dari kebiasaan-kebiasaan masyarakat ketika rumah tersebut
didirikan misalnya seperti untuk upacara adat. Rumah tradisional ialah ungkapan bentuk
rumah karya manusia yang merupakan salah satu unsur kebudayaan yang tumbuh atau
berkembang bersamaan dengan tumbuh kembangnya kebudayaan dalam masyarakat. Ragam
hias arsitektur pada rumah tradisional merupakan hal yang tidak dapat dipisahkan. Rumah
tradisional merupakan komponen penting dari unsur fisik cerminan budaya dan kecendrungan
sifat budaya yang terbentuk dari tradisi dalam masyarakat. Rumah tradisional ialah sebagai
hasil karya seni para aksitektur tradisional. Dari rumah tradisional masyarakat dapat
melambangkan cara hidup, ekonomi dan lain-lain. Di Indonesia setiap daerah mempunyai
rumah tradisional yang beragam karena beragamnya budaya dalam setiap daerah yang ada di
Indonesia.

Layaknya provinsi lain di Tanah Air, Maluku juga punya ciri khas daerah dan budaya
tersendiri. Salah satunya adalah arsitektur rumah adat Maluku yang unik dan patut dilestarikan

Warisan budaya yang dimiliki Maluku memang menakjubkan. Sebagai rekaman dasar,
tentunya warisan budaya juga dapat dimanfaatkan untuk kepentingan menggali ilmu
pengetahuan, sejarah, dan kebudayaan, serta berdampak pada bidang ekonomi dan
pariwisata. Jika terus dilestarikan, warisan budaya seperti rumah adat khas penduduk Maluku
pun bisa menarik wisatawan secara masif.

Salah satunya rumah tradisional Maluku Utara yaitu Rumah Fala Kancing atau dalam
artian bahasa Indonesia adalah rumah kancing, di sebut rumah kancing atau Fala kancing di
karenakan pada struktur rumah tersebut di gunakan dengan cara mengancing ( pen ) dan tidak
sama sekali memakai paku.
1.2 Rumusan Masalah

Adapun rumusan masalah dalam makalah ini:

- Bagaimana karakterristik rumah Fala Kancing


- Sejarah rumah Fala Kancing
-Adat dan budaya pembangunan rumah Fala Kancing

1.3 Tujuan Pembahasan

Tujuan dalam pembahasan Rumah Fala Kancing

- Mengetahui karakterristik rumah Fala Kancing


- Mengetahui sejarah rumah Fala Kancing
- Mengetahui adat dan budaya dalam menbangun rumah Fala Kancing
BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Pengertian Rumah Tradisional

Rumah tradisional merupakan rumah yang dibangun dengan cara yang sama dari
generasi kegenerasi dan tanpa atau dikit sekali mengalami perubahan. Rumah tradisional
dapat juga dikatakan sebagai rumah yang dibangun dengan memperhatikan kegunaan, serta
fungsi sosial dan arti budaya dibalik corak atau gaya bangunan.

2.2 Pengertian Rumah Fala Kancing

Fala Kanci (Rumah Kancing), disebut rumah kancing karena sistem struktur rumah ini
menggunakan sistem struktur rangka kayu yang tersambung dengan tidak menggunakan
paku. Rumah jenis ini sudah mulai jarang ditemukan, biasa terdapat di pesisir pantai dan di
pegunungan.
BAB III
METODOLAGI PENILITIAN

3.1 Lokasih Penilitian

Lokasih penilitian berada di RW 01, RT 001, Dusun 1( satu ). Kelurahan Fitu, Kecamatan Kota
Ternate Selatan, Maluku Utara. Pemilik rumah Din ( Om Din ).

Gambar 1.1. peta lokasi

Lokasi /rumah Fala Kancing

Kimia Farma Fitu

Bengkal cahaya maju

Kantor Lurah Fitu


Gambar 1.2 lokasi dan tampak pada rumah Fala Kancing

3.2 Metode Penitian

Metode penilitian yang di pakai dalam penyusunan makalah ini yaitu dengan studi
pustaka, dan pada pengumpulan data melalui artikel, internet, turun langsung ke lapangan
untuk mewawancarai si pemilik rumahdan langsung mengukur besaran /luasan ruma Fala
Kancing.

Gambar 1.3. proses pengumpulan data ( wawancara dan pengukuran rumah Fala Kancing )
BAB IV

PEMBAHASAN

4.1 Arsitektur Tradisional Fala Kanci

Rumah yang dijadikan objek penelitian yaitu rumah Bapak Din, yang terletak di Kelurahan
Fitu. Rumah ini merupakan salah satu rumah tradisional Fala Kanci yang terdapat di Kota Ternate,
yang masih ada hingga sekarang.
Tampak Depan (sumber: dokumentasi probadi 2021)

Tampak samping Kanan (sumber: dokumentasi probadi 2021)


Tampak Samping Kiri (sumber: dokumentasi probadi 2021)

Penjelasan Struktur Rumah Fala Kancing

1. Pondasi
Pada pembutan pondasi di gunakan batu gunung dan di eratkan mengunakan kapur
(kalero dalam bahasa Ternate)

2. Dinding
Struktur pada dinding / pembuatan dinding, pertama di dirikan struktur rumah/ rangkah
rumah kemudin di berikan anyaman bambu kemudin di lapisi dengan kapur ( kalero )
yang telah di bakar.

3. Atap
Untuk pengunaan pada stuktur atap di gunakan struktur kayu pada umumnya dan pada
penutup atap di gunakan atap ijuk ( katu ).
4.2 Sejarah Bangunan

Dibangun sekitaran tahun 1940-an, rumah ini pertama dimiliki oleh orang tua dari bapak Din,
Bapak Din adalah anaktungal sehingga rumah ini di wariskan kepada bapak Din, di rawat higga
sekarang dan masih berdirih kokoh, rumah ini memiliki beberapa perubahan yang pertama,
perubahan pada material atap dan struktur atap ( pergantian struktur atap dan penutup atap dari
atap ijuk/katu ke-atap seng, penggantian atap seng sekitaran pada tahun 80-an ). Yang kedua pada
lantai ( yang dulunya lantai tanah yang di keraskan dan sekarang di gantikan dengan semen
selanjutnya di gantikan dengan tehel hingga sekarang). Yang ke tiga yaitu perubahan pada bangunan
dan penanbahan ruang, ruang tamu dan ruang keluarga di gambungkan menjadi ruang tamu dan
penambahan ruangan padan bagiang belakang yaitu ruang keluaga, satu buah kamar tidur, ruang
makan, dapur dan wc/km.

4.3 Sosisal

Anda mungkin juga menyukai