BAB II
KAJIAN PUSTAKA
A. Penelitian Yang Relevan
Bagian ini memuat uraian secara sistematis mengenai hasil penelitian
terdahulu prior reseach tentang persoalan yang dikaji. Pada bagian ini akan
dikemukakan penenlitian yang telah dibahas sebelumnya yang mempunyai
relavansi atau kesamaan dengan penelitian ini. Setelah melakukan telaah pustaka
ditemukan beberapa penelitian tentang sistem pelayanan pemerintah Kecamatan
Teor.
Skripsi,Andi Supriadi (2012) dengan judul skripsinya “Anilisis kualitas
pelayanan publik di kantor kecamatan gunung sari kabupaten serang”(studi kasus
di kantor camat gunung sari kabupaten serang) dengan jenis penilitian deskriptif
kualitatif. Dalam penilitian ini menjelaskan tentang kualitas pelayanan di
kecamatan gunung sari kabupaten serang yang di nilai masi kurang memuaskan,
karena kesenjangn anatara harapan masyarakat sebagai penguna layanan dan nilai
yang diterima masyarkat terhadap pelayanan tersebut tidak seimbang. Serta perlu
adanya peningkatna kenerja dari aparat pelayanan publik agar lebih maksismal.13
Skripsi, Darlis (2014) dengan judul”strategi peningkatan motivasi kerja
pegawai kantor camat dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat” (Studi
Kasus di Sekretariat Kecamatan Panton Reu Kabupaten Aceh Barat),ini meneliti
13
Andi Spriadi (2012) dengan judul skripsinya “analisis Kualitas pelayanan publik di kantor
kecamatan gunung sari kabupaten serang”(studi kasus di kantor camat gunung sari kabupaten
serang)
10
11
tentang bagaimana strategi peningkatan motivasi kerja pegawai dalam
penyelenggaraan pemerintahan di Kecamatan. Untuk proses awal dengan
menggunakan teknik wawancar memperoleh hasil bahwa strategi yang digunakan
oleh. Camat Panton Reu dalam memotivasi pegawai adalah dengan pendelegasia
wewenang, komunikasi, pengakuan, dan partisipasi. Kenyataannya dilapangan,
strategi yang diterapkan masih belum dapat meningkatkan motivasi kerja pegawai
Skripsi, Mathius Simorangkir (2018) dengan judul” Kepemimpinan camat
dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik di kecamatan sipoholon kabupaten
tapanuli utara.( study kasus di kantor camat sipoholon kabupaten tapanuli utara
)ini bertujuan untuk mengetahui dan memahami bagaimana Kepemimpinan
Camat dalam Meningkatkan Kualitas Pelayanan Publik di Kecamatan Sipoholon
Kabupaten Tapanuli Utara dan mengetahui masalah-masalah yang ada di kantor
Kecamatan Sipoholon Kabupaten Tapanuli Utara dalam Meningkatkan Kualitas
Pelayanan Publik.1415
Perbedaan pada skripsi di atas, meniliti tentang pola komunikasi pegawai
kantor camat teor dalam efektivitas pelayanan terhadap masyarakat di Kecamatan
Teor, beberapa judul diatas sangat terdapat perbedaan dengan judul skripsi yang
di bahas oleh penulis, sebab yang penulis bahas adalah Pola Komunikasi Pegawai
Kantor Camat Teor Dalam Efektifitas Pelayanan Terhadap Masyarakat (Studi
Kasus Di Kantor Camat Kecamatan Teor Kabupaten Seram Bagian Timur). Yang
membahas tentang masalah yang terjadi di kecamatan tersebut mengenai
Bagaiman pola komunikasi pegawai Kantor Camat dalam efektifitas pelayanan
terhadap masyarakat.
14
Mathius Simorangkir ( 2018 ) dengan judul” Kepemimpinan camat dalam meningkatkan
kualitas pelayanan publik di kecamatan sipoholon kabupaten tapanuli utara.( study kasus di
kantor camat sipoholon kabupaten tapanuli utara )
12
B. Kajian Teori
1. Pengertian Komunikasi Organisasi
Definisi komunikasi banyak ragamnya,dikemukakan orang untuk
memberikan batasan terhadap apa sebenarnya komunikasi itu, sesuai dari sudut
pandang mereka masing-masing.15 Menurut penuju,komunikasi ialah sistem aliran
yang menghubungkan dan kinerja antar bagian dalam organisasi sehingga
menghasilkan suatu sinergi. Menurut Louis Forsdale dalam Muhammad,
komunikasi ialah suatu proses memberikan signal menurut aturan tertentu,
sehingga dengan cara ini suatu sistem dapat didirikan, dipelihara, dan diubah.
Dari penjelasan di atas dapat dibuat kesimpulan bahwa komunikasi ialah
suatu sistem aliran maupun proses memberikan signal kepada seseorang sehingga
suatu saat sistem kapan saja bisa berubah.
Menurut Schein, organisasi ialah suatu koordinasi rasional kegiatan
sejumlah orang untuk mencapai beberapa tujuan umum melalui pembagian
pekerjaan dan fungsi melalui hierarki otoritas dan tanggung jawab (Muhammad,
2017). Selanjutnya menurut Kochler, organisasi ialah sistem hubungan yang
terstruktur yang mengkoordinasi usaha suatu kelompok orang untuk mencapai
tujuann tertentu (Muhammad, 2017). Berdasarkan definisi-definisi di atas dapat
disimpulkan organisasi merupakan suatu sistem individu yang stabil yang saling
bekerja secara bersama-sama untuk mencaapai tujuan bersama lewat suatu
struktur hierarki dan pembagian kerja.
15
Khomaria romli,komunikasi organisasi lengkap,(jakarta :grasindo 2011),
13
Menurut Wiryanto (2005), komunikasi organisasi ialah pengiriman dan
pener h.1imaan berbagai pesan organisasi di dalam kelompok formal maupun
informal dari suatu organisasi. Pace dan Faules dalam (Mulyana, 2001:31-32)
mengemukakan definisi fungsional komunikasi organsisasi sebagai pertunjukan
dan penafsiran pesan di antara unit-unit komunikasi dari suatu organisasi tertentu.
Redding dan Sanborn dalam (Muhammad, 2017:65) mengatakan bahwa
komunikasi organisasi ialah pengiriman dan penerimaan pesan informasi dalam
organisasi yang kompleks.16
Menurut Pace dan Faules (2001: 31-33),komunikasi organisasi merupakan
perilaku keorganisasian yang terjadi dan bagaimana mereka yang terlibat dalam
proses itu bertransaksi dan memberi makna atas apa yang terjadi. Sedangkan
menurut Goldhaber dalam (Muhammad, 2017) memberikan definisi komunikasi
organisasi berikut,“organizational communications is the process of creating and
exchanging messages within a network of interdependent relationship to cope
with en vironmental uncertainty”. komunikasi organisasi ialah proses
menciptakan dan saling menukar pesan dalam satu jaringan hubungan yang saling
tergantung satu sama lain untuk mengatasi lingkungan yang tidak pasti atau yang
selalu berubah ubah.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa komunikasi organisasi
merupakan proses pengiriman dan penerimaan pesan dalam satu jaringan
sehingga adanya hubungan yang berkaitan dengan satu sama lain yang bekerja
secara bersama-sama untuk mengatasi lingkungan yang selalu berubah-ubah
16
Arni Muhammad, komunikasi organisasi (Jakarta bumi aksara 2007), cet ke-8,h.26
14
2. Pola Komunikasi Organisasi
Komunikasi atau communication dalam bahasa Inggris berasal dari kata
latin communis yang berarti sama, communico, communicatio,atau communicare
yang berarti membuat sama (to make common). Istilah pertama (communis) paling
sering disebut sebagai asal kata komunikasi, yang merupakan akar dari kata-kata
pikiran, suatu makna, atau suatu pesan dianut secara sama.17 Akan tetapi definisi-
definisi kontemporer menyarankan bahwa komunikasi merujuk pada cara berbagi
hal-hal tersebut, seperti dalam kalimat “kita berbagi pikiran,” kita mendiskusikan
makna dan kita mengirimkan pesan”.18
Astrid Susanto mengemukakan, perkataan komunikasi berasal dari kata
communicare yang dalam bahasa latin mempunyai arti berpartisipasi atau
memberitahukan, menyampaikan pesan, informasi, gagasan dan pendapat yang
dilakukan oleh seseorang kepada orang lain dengan mengharapkan feedback.19
Selain itu, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah pengiriman dan
penerimaan pesan atau berita antara dua orang atau lebih sehingga pesan yang
dimaksud dapat dipahami.20 Komunikasi merupakan sarana paling utama dalam
kehidupan manusia, yang berarti tak seorang pun yang dapat menarik diri dari
proses ini baik dalam fungsinya sebagai individu maupun makhluk sosial.
Komunikasi itu sendiri ada dimana-mana seperti di rumah, sekolah, kantor, rumah
17
Deddy Mulyana, Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar (Bandung: Remaja Rosdakarya,
2002), h. 41.
18
Onong Uchjana Effendy,Ilmu Komunikasi: Teori dan Praktek,(Bandung: Remaja
Rosdakarya, h. 4
19
Phil Astrid Susanto, Komunikasi Teori dan Praktek (Bandung: Bina Cipta, 1980), h.
29.
20
Tim Penyusun Kamus Psat Bahasa, Kamus Besar Bahasa Indonesia (Jakarta: Pusat
Bahasa Departemen Pendidikan Nasional, 2008), h. 585.
15
sakit, dan di semua tempat yang melakukan sosialisasi. Artinya hampir seluruh
kegiatan manusia selalu tersentuh [Link] pakar menilai bahwa
komunikasi adalah suatu kebutuhan yang sangat fundamental bagi seseorang
dalam hidup bermasyarakat. ini baik dalam fungsinya sebagai individu maupun
makhluk sosial. Komunikasi itu sendiri ada dimana-mana seperti di rumah,
sekolah, kantor, rumah sakit, dan di semua tempat yang melakukan sosialisasi.
Artinya hampir seluruh kegiatan manusia selalu tersentuh [Link]
pakar menilai bahwa komunikasi adalah suatu kebutuhan yang sangat
fundamental bagi seseorang dalam hidup bermasyarakat. 21
Berdasarkan beberapa pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa
komunikasi adalah penyampaian informasi dan pengertian dari seseorang kepada
orang lain untuk mencapai tujuan tertentu. Komunikasi adalah proses
penyampaian suatu pesan oleh seseorang kepada orang lain untuk memberitahu
atau mengubah sikap, pendapat atau perilaku, baik secara langsung maupun tidak
langsung melalui media.
Pola dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah sistem. Adapun yang
dimaksud dengan sistem adalah seperangkat unsur-unsur yang saling berkaitan
sehingga membentuk suatu totalitas.22
Sistem menurut Endang Saifuddin Anshari adalah: Suatu keseluruhan
yang terdiri atas (yang di bina oleh) beberapa unsur yang satu dengan yang
21
Hafied Canga ra, Pengantar Ilmu Komunikasi (Jakarta: PT. Rajagrafindo Utama,
2007), h. 1.
22
Depdikbud, Kamus Besar Bahasa Indonesia, h. 849.
16
lainnya berhubungan secara korelatif: saling mendukung, saling menopang, saling
mengukuhkan, saling menjelaskan.23
Pola komunikasi dalam judul ini ialah sistem penyampaian pesan
komunikasi dari komunikator kepada komunikan dengan maksud untuk merubah
pendapat, sikap maupun perilaku [Link] penyampaian pesan
didasarkan pada penggunaan sejumlah teori-teori komunikasi dalam
menyampaikan pesan langsung ataupun melalui perantara media [Link]
komunikasi disampaikan melalui lambang (symbol) komunikasi dalam bahasa
verbal maupun nonverbal serta media komunikasi lainnya seperti media teknologi
informasi, media audio visual, surat kabar, majalah dan lain-lain.
Menurut Syaiful Bahri Djamarah bahwa pola komunikasi dapat dipahami
sebagai pola hubungan antara dua orang atau lebih dalam pengiriman dan
penerimaan pesan dengan cara yang tepat sehingga pesan yang dimaksud dapat
dipahami.24
Pola komunikasi dapat dipahami sebagai pola pengiriman dan penerimaan
pesan yang melibatkan antara dua orang atau lebih dengan cara yang tepat
sehingga pesan yang dimaksud dapat di pahami sehingga menimbulkan efek atau
respon.
Pola komunikasi dan aktifitas organisasi atau suatu perusahaan sangat
tergantung pada tujuan, gaya manajemen, dan iklim organisasi yang bersangkutan,
artinya bahwa komunikasi itu tergantung pada kekuatan-kekuatan yang bekerja
23
Endang Saifuddin Anshari, Wawasan Islam Pokok-pokok Pikiran Tentang Islam dan
Umatnya,(Jakarta: CV. Rajawali, 1982), h. 194.
24
Djamarah Syaiful Bahri, Pola Komunikasi Orang Tua dan Anak Dalam Keluarga, (
Jakarta: Rineka Cipta, 2004), h. 1
17
dalam organisasi tersebut, yang ditujukan oleh mereka yang melakukan
pengiriman dan penerimaan pesan, dalam artian komunikasi pimpinan dan
karyawan.
Pola komunikasi dilakukan dalam usaha untuk menemukan cara terbaik
dalam berinteraksi ketika penyampaian pesan. Walaupun sebenarnya tidak ada
cara yang benar-benar paling baik secara universal di bidang komunikasi
dikarenakan informasi dapat dikirimkan dengan tujuan yang berbeda-beda. Cara
yang paling efektif dalam mengkomunikasikan pesan-pesan tergantung pada
faktor situasional, seperti, kecepatan, ketelitian, biaya, dan keterbatasan waktu.
a. Komuniasi Dari Atas Ke Bawah
Aliran komunikasi dari atasan kebawah terkait dengan tanggung jawab dan
wewenang seseorang dalam suatu organisasi. Seorang manajer menggunakan jalur
komunikasi ke bawah dengan tujuan mengarahkan, mengkoordinasikan dan
mengendalikan berbagai kegiatan yang ada dilevel bawah. Komunikasi dari atas
ke bawah berbentuk perintah, intruksi dan prosedur yang harus dijalankan para
bawahan. Menurut Katz dan Kahn sebagaimana dikutip Sri Astuti Pratminingsih,
komunikasi dari atas ke bawah mempunyai lima tujuan pokok, yaitu:
1. Tujuan memberikan pengarahan atau intruksi kerja tertentu.
2. Untuk memberikan informasi tentang prosedur dan praktik harus
dilaksanakan.
3. Untuk memberikan informasi tentang prosedur dan praktik
organisasional.
18
4. Untuk memberikan umpan balik pelaksanaan kerja kepada para
karyawan.
5. Untuk menyajikan informasi mengenai hal ideology dalam membantu
b. Komunikasi Dari Bawah Ke Atas
Dalam struktur organisasi komunikasi dari bawah ke atas (botton up atau
upward communication) berarti alur informasi berasal dari bawah menuju ke
atasan. Untuk memecahkan masalah-masalah yang terjadi dalam suatu organisasi
dan mengambil keputusan secara tepat, sudah sepantasnya bila ibu camat
memperhatikan dan mendengarkan aspirasi yang berasal dari satafnya. Dengan
kata lain, partisipasi bawahan dalam proses pengambilan keputusan akan sangat
membantu dalam pencapaian tujuan organisasi.25 Untuk mencapai keberhasilan
organisasi, para atasan atau pimpinan harus mempercayai bawahannya.
Komunikasi kebawah dalam sebuah organisasi berarti bahwa informasi mengalir
dari jabatan berotoritas lebih tinggi kepada mereka yang berotoritas lebih rendah
(Nurani Soyomukti:2010). Informasi yang biasa dikomunikasikan dengan cara ini
misalnya:
1) Mengenai bagaimana melakukan pekerjaan
2) Mengenai dasar pemikiran untuk melakukan pekerjaan
3) Mengenaik kebijakan dan praktik organisasi
4) Informasi untuk mengembangkan rasa memiliki tugas
Menurut Smith sebagaimana dikutip Arni, Muhammad (2014) komunikasi
ke atas atau komunikasi dari bawah ke atas berfungsi sebagai balikan bagi
25
Endang Lestari dan Maliki, Komunikasi Yang Efektif: Bahan Ajar Diktat Prajabatan
Golongan III (Cet. II; Jakarta: Lembaga Administrasi Negara, 2003), h. 8.
19
pimpinan memberikan petunjuk tentang keberhasilan suatu pesan yang
disampaikan kepada bawahan dan dapat memberikan stimulus kepada karyawan
untuk berpartisipasi dalam merumuskan pelaksanaan kebijaksanaan bagi
departemennya atau organisasinya.. Misalkan seorang bawahan memberikan
informasi yang negativ, seperti munculnya kegagalan di bidang pemasaran,
kebocoran anggaran, menumpuknya utang, dan sejenisnya di dalam organisasi.
3. Pengertian pelayanan
Pelayanan merupakan salah satu ujung tombak dari upaya pemuasan
pelanggan dan sudah merupakan keharusan yang wajib dioptimalkan baik oleh
individu maupun organisasi, karena dari bentuk pelayanan yang diberikan
tercermin kualitas individu atau organisasi yang memberikan pelayanan.
Pada hakikatnya pelayanan merupakan sebuah rangkaian kegiatan, maka
dari itu proses melayani itu harus berlangsung secara rutin dan tidak putus-putus.
Proses dalam pelayanan itu dilakukan sehubungan dengan agar terpenuhinya
semua keputusan antara pemberi dan penerima pelayanan. Pelayanan adalah
setiap aktivitas yang memberikan keuntungan dalam sebuah perkumpulan atau
kelompok, dan menawarkan kepuasan meskipun hasilnya tidak terikat pada suatu
produk secara fisik.26
Menurut Ratminto dan Atik, Pelayanan adalah suatu proses bantuan
kepada orang lain dengan cara-cara tertentu yang memerlukan kepekaan dan
hubungan interpersonal agar terciptanya kepuasan dan keberhasilan. Setiap
pelayanan menghasilkan (produk), baik berupa barang dan jasa. Hasil pelayanan
26
Sinambela, L. P., Reformasi Pelayanan Publik Teori, Kebijakan, Implementasi,
(Jakarta: Bumi Aksara, 2011), h. 4
20
berupa jasa tidak dapat diinventarisasi, ditumpuk, atau digudangkan melainkan
hasil tersebut diserahkan secara langsung kepada pelanggan atau konsumen.
Dalam hal pelayanan diberikan dengan tidak optimal maka pelayanan tidak dapat
diulangi, karena pelayanan diberikan secara langsung kepada pelanggan. 27
Pelayanan adalah suatu aktivitas atau serangkaian aktivitas yang bersifat
tidak kasat mata (tidak dapat diraba) yang terjadi sebagai akibat adanya interaksi
antara konsumen dengan karyawan atau hal-hal lain yang dimaksudkan untuk
memecahkan permasalahan konsumen/pelanggan.
Berdasarkan beberapa pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa
pelayanan adalah kegiatan atau aktivitas yang diberikan oleh pemberi pelayanan
sehingga dapat dirasakan oleh penerima layanan melalui hubungan antara
penerima dan pemberi pelayanan yang menggunakan peralatan berupa organisasi
atau lembaga perusahaan.
4. Pegertian Publik
Publik merupakan sekelompok orang yang memiliki sudut pandang yang
sama dan harapan yang sama, maksudnya setiap orang mempunyai pandangan
yang sama terhadap suatu hal yang bersifat umum. Sementara istilah publik
berasal dari bahasa Inggris publik yang berarti umum, masyarakat, negara. Kata
publik sebenarnya sudah diterima menjadi bahasa Indonesia baku menjadi publik
yang berarti umum, orang banyak atau ramai28
27
Ratminto dan Atik Manajemen Pelayanan: Pengembangan Model Konseptual,
Penerapan Citizen’s Charter dan Standar Pelayanan Minimal. (Yogyakarta: Pustaka Pelajar,
2003).
28
Sinambela, L. P., Reformasi Pelayanan Publik h. 5
21
Publik adalah sejumlah manusia yang memiliki kebersamaan berfikir,
perasaan, harapan, sikap, dan tindakan yang benar dan baik berdasarkan nilai-nilai
norma yang mereka miliki.29
Berdasarkan beberapa pendapat ahli di atas, dapat disimpulkan bahwa
publik merupakan sekelompok orang yang mempunyai kepentingan yang sama
dan harapan sama dimana kepentingan tersebut berhubungan dengan kepentingan
orang banyak.
5. Pengertian Pelayanan Publik
Pelayanan publik pada dasarnya ialah memberikan kepuasan bagi
penerima layanan, dekat dengan penerima layanan dan memberikan hal yang
menyenangkan bagi masyarakat atau penerima layanan. Tujuan dari pelayanan
publik yaitu memuaskan atau memenuhi keinginan, harapan penerima layanan. 30
Oleh karenanya, pelayanan publik juga dapat diartikan sebagai pelayanan atau
pemberian terhadap masyarakat berupa fasilitas-fasilitas umum. Pemberian
pelayanan tersebut dapat berupa jasa dan non jasa oleh organisasi publik kepada
masyarakat.
Pelayanan publik pada hakikatnya adalah melayani kepentingan
masyarakat secara umum. Pelayanan publik diberikan kepada setiap masyarakat
dengan tujuan agar semua masalah atau keperluan dari masyarakat tersebut dapat
terselesaikan. Pelayanan publik yang diberikan kepada warga negara adalah sama
tanpa pandang bulu dan diberikan dengan pelayanan yang maksimal.
29
Syafie I.L Ilmu admistrasi public,( Jakarta :Rineka cipta, 1999)h 18
30
Winarsih dan ratminto,A. S.,manejemen pelayanan, (Yogyakarta: Pustaka
pelajar,2006)h.4
22
Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara (KEMENPAN)
Nomor 63 tahun 2003 mendefinisikan pelayanan umum sebagai segala bentuk
pelayanan yang dilaksanakan oleh instansi pemerintah di pusat, daerah, dan di
lingkungan BUMN atau BUMD dalam bentuk barang dan atau jasa, baik dalam
rangka upaya pemenuhan kebutuhan masyarakat maupun dalam rangka
pelaksanaan ketentuan peraturan perundang-undangan.31
Terwujudnya batasan dan hubungan yang jelas tentang hak, tanggung
jawab, kewajiban, dan kewenangan seluruh pihak yang terkait dengan
penyelenggaraan pelayanan publik.
Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 menyatakan bahwa pelayanan
publik merupakan rangkaian kegiatan dalam rangka pemenuhan kebutuhan
masyarakat berdasarkan peraturan perundang-undangan bagi setiap warga negara
dan penduduk atas barang dan jasa yang disediakan oleh penyelenggara pelayanan
publik.32 Tujuan dari Pelayanan Publik menurut Undang-Undang Nomor 25
Tahun 2009 ialah terwujudnya batasan dan hubungan yang jelas tentang hak,
tanggung jawab, kewajiban, dan kewenangan seluruh pihak yang terkait dengan
penyelenggaraan pelayanan publik.33
Banyak para ahli yang memberikan definisi tentang pelayanan publik.
Pelayanan publik adalah serangkaian aktivitas yang dilakukan oleh birokrasi
publik untuk memenuhi kebutuhan warga pengguna. Pengguna yang dimaksudkan
31
Aprilia Malik, Siswidiyanto, Endah Setyowati, Perencanaan Program Akta Online
dalam Meningkatkan Pelayanan Akta Kelahiran (Studi pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan
Sipil Kabupaten Banyuwangi, Jurnal Administrasi Publik (JAP), Voll. No.5 Maret 2012.h.5
32
Undang-Undang No. 25 Tahun 2009, Tentang Pelayanan Publik. Diakses pada 15
April 2020.
33
Ibid.
23
disini adalah warga negara yang membutuhkan pelayanan publik, seperti
pembuatan KTP, akta nikah, akta kelahiran, akta kematian, surat izin usaha,
sertifikat tanah, Izin mendirikan Bnagunan (IMB), izin gangguan (HO), izin
mengambil air tanah, berlangganan air minum, listrik dan sebagainya. 34
Pelayanan umum adalah sebuah usaha yang dilakukan oleh kelompok,
seseorang atau birokrasi dalam rangka memberikan bantuan kepada masyarakat
semata-mata untuk mencapai suatu tujuan tertentu.35 Pelayanan publik adalah
memberikan layanan.(melayani) keperluan orang atau masyarakat yang
mempunyai kepentingan pada organisasi tertentu sesuai dengan aturan pokok dan
tata cara yang telah ditetapkan.36
6. Jenis-Jenis Pelayanan Publik
Pelayanan publik yang wajib diberikan oleh pemerintah diklasifikasikan
dalam dua kategori, pemerintah sebagai penyelenggara layanan juga harus
memberikan pelayanan umum kepada masyarakatnya. Mengingat kebutuhan dan
masalah masyarakat yang berbeda-beda, maka jenis-jenis pelayanan yang
dibutuhkan oleh masyarakat juga berbeda. Organisasi publik hendaknya
memperhatikan kriteria-kriteria pelayanan publik yang mengacu pada Kepuasan
Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara No. 81 Tahun 1993 yang telah
diubah dengan Keputusan Menpan No. 63 Tahun 2003 yang terdapat
pengelompokan pelayanan umum ke dalam tiga bagian yaitu: (1) Kelompok
Pelayanan Administrasi, (2) Kelompok Pelayanan Barang, dan (3) Kelompok
34
Dwiyanto, A., Mewujudkan Good Governance Melayani Publik, (Yogyakarta: UGM
Press, 2006), h.67
35
Moenir, H.A.S., Manajemen Pelayanan Umum di Indonesia, (Jakarta: Bumi Aksara,
2002, h. 7
36
Sinambela, L. P., Reformasi Pelayanan Publik. h. 5.
24
Pelayanan Jasa.37 Bentuk pelayanan publik yang diberikan kepada masyarakat
dapat dibedakan menjadi beberapa jenis, yaitu:38
1. Pelayanan Barang, ialah jenis pelayanan yang menghasilkan bermacam
bentuk atau produk barang yang dapat digunakan oleh publik, seperti
tenaga listrik, air bersih, e-KTP, dan lain-lain.
2. Pelayanan Jasa, ialah jenis pelayanan yang menghasilkan bermacam
bentuk jasa yang dibutuhkan oleh publik, seperti pemeliharaan kesehatan,
pendidikan, penyelenggaraan transportasi, pos, dan lain-lain.
3. Pelayanan Administratif, merupakan jenis pelayanan yang menghasilkan
bermacam bentuk dokumen resmi yang dibutuhkan oleh publik, seperti
akta kelahiran, identitas kewarganegaraan, dan sebagainya.
Berdasarkan pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa pelayanan yang
dibutuhkan oleh setiap masyarakat berbeda-beda, tergantung dari permasalahan
yang dihadapi oleh masyarakat tersebut. Sebagai pelayan publik, pemerintah
harus mampu memberikan pelayanan yang prima kepada setiap masyarakat tanpa
perbedaan. Jenis pelayanan yang ditawarkan kepada warga dapat berbeda-beda
sesuai dengan kebutuhan warga, namun manajemen penyelenggaraan layanan
tersebut harus didasarkan pada prinsip dan nilai yang sama. 39
37
Yusriadi, Reformasi Birokrasi dalam Pelayanan Publik, (Yogyakarta: Deepublish,
2018), h. 89.
38
Ayu Tri Wardhani, Kualitas Pelayanan Di Rumah Sakit Umum Daerah Syekh Yusuf
Gowa, 2015.
39
Agus Dwiyanto, Manajemen Pelayanan Publik: Peduli Inklusif dan Kolaborasi,
(Yogyakarta: Gajah Mada University Press, 2017, h. 166.
25
7. Unsur-Unsur Pelayanan Publik
Adapun unsur-unsur pelayanan:40
a. Penyedia layanan, ialah pihak yang dapat memberikan suatu layanan
tertentu pada konsumen, baik berupa layanan dalam bentuk penyediaan
dan penyerahan barang atau jasa.
b. Penerima layanan, ialah konsumen atau customer yang menerima
berbagai layanan dari penyedia layanan.
c. Jenis layanan, ialah layanan yang diberikan oleh penyedia layanan
kepada pihak yang membutuhkan layanan.
d. Kepuasan pelanggan, dalam memberikan layanan penyedia layanan
harus mengacu pada tujuan pelayanan, yaitu kepuasan pelanggan.
C. Kerangka Pikir
Pelayanan publik pada dasarnya menyangkut aspek kehidupan yang sangat
luas. Dalam kehidupan bernegara, maka pemerintah memiliki fungsi memberikan
berbagai pelayanan publik yang diperlukan oleh masyarakat, mulai dari pelayanan
dalam bentuk aturan ataupun pelayanan-pelayanan lain dalam rangka memenuhi
kebutuhan masyarakat. Namun pada kenyataannya pelayanan saat ini masih
kurang dari yang diharapkan oleh masyarakat, Masih banyak masalah yang terkait
dengan kualitas pelayanan publik. Maka dari proses Pengukuran Kualitas
Pelayanan tersebut dapat dilihat dalam pelaksanaan pelayanan publik di Kantor
Camat Teor Kabupaten Seram Bagian Timur.
40
[Link]. Tinjauan Pustaka. Kualitas Pelayanan Dinas Perhubungan
Dalam Memperpanjang Surat Izin Trayek Angkatan Umum. [Link]. Tinjauan
Pustaka. Kualitas Pelayanan Dinas Perhubungan Dalam Memperpanjang Surat Izin Trayek
Angkatan Umum.
26
Menurut Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 menyatakan bahwa
pelayanan publik merupakan rangkaian kegiatan dalam rangka pemenuhan
kebutuhan masyarakat berdasarkan peraturan perundang-undangan bagi setiap
warga negara dan penduduk atas barang dan jasa yang disediakan oleh
penyelenggara pelayanan publik.
Secara sistematis dapat dibuat skema kerangka pemikiran dalam penelitian
ini sebagai berikut:
Komunikasi Organisasi
Pelayanan
1. Internal 2. External
Adalah pelayayan yang di Hakekat pelayanan publik adalaha
berikan oleh sebuah unit organisasi pemberian pemenuhan layanan kepada
atau orang yang bekerja pada unit masyarakat yang merupakan perwujudan
organisasi tersebut ke unit-unit lain kewajiban pemerintah sebagai abdi
atau ke pegawai lain di dalam masyarakat.
sebuah organisasi.
Pelayanan Publik
Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009
menyatakan bahwa pelayanan publik merupakan
rangkaian kegiatan dalam rangka pemenuhan
kebutuhan masyarakat berdasarkan peraturan
perundang-undangan bagi setiap warga negara dan
penduduk atas barang dan jasa yang disediakan
oleh penyelenggara pelayanan publik.