TUGAS TUTORIAL WEBINAR 1
NAMA : ROSEU ROSINATI
NIM : 857507019
MATA KULIAH : PEMBELAJARAN MATEMATIKA SD / PDGK4406
JAWABAN
1. Mengajarkan matematika melalui metode konstruktivis memungkinkan siswa untuk
memperdalam pengetahuan mereka melampaui hafalan, mengembangkan konteks yang
bermakna untuk memahami konten, dan mengambil alih proses pembelajaran sebagai
peserta aktif daripada hanya menjadi pengamat. Percayai datanya. Strategi pembelajaran
konstruktivistik sangat sesuai untuk pembelajaran matematika di SD karena pendekatan ini
mendorong siswa untuk membangun pemahaman secara mandiri berdasarkan pengalaman
dan pengetahuan yang sudah mereka miliki. Beberapa alasan mengapa strategi ini cocok
dalam pembelajaran matematika di SD adalah:
1) belajar dari Pengalaman: Pembelajaran konstruktivistik berfokus pada pengalaman
langsung dan pemecahan masalah nyata. Siswa SD dapat belajar matematika dengan
lebih baik ketika mereka berkesempatan untuk mengaitkan konsep matematika dengan
kehidupan sehari-hari mereka, seperti menghitung uang, mengukur panjang, atau
membagi benda
2) Pengembangan Pemahaman Konseptual: Konstruktivisme menekankan pemahaman
konsep secara mendalam. Siswa SD belajar memahami konsep matematika dengan
membangun pengertian secara bertahap, bukan sekadar menghafal rumus. Ini penting
karena pemahaman yang kuat di usia dini menjadi dasar yang kokoh untuk pembelajaran
matematika lebih lanjut.
3) Aktivitas Kolaboratif: Strategi konstruktivistik sering melibatkan aktivitas kelompok dan
diskusi. Di SD, kerja kelompok membantu siswa berbagi pemikiran dan menjelaskan
konsep satu sama lain. Dengan cara ini, siswa tidak hanya belajar dari guru tetapi juga
dari teman-temannya, yang memperkaya pemahaman mereka tentang materi
4) Pengembangan Kemampuan Berpikir Kritis dan Kreatif: Pendekatan ini mendorong
siswa untuk berpikir kritis dan menemukan solusi dengan cara mereka sendiri. Dalam
matematika, ini dapat berupa mencari berbagai cara untuk menyelesaikan masalah atau
memecahkan soal secara kreatif. Hal ini membantu mengembangkan kemampuan
berpikir logis dan analitis yang penting dalam matematika.
5) Pembelajaran Bermakna dan Menyenangkan: Di SD, pembelajaran yang bermakna akan
lebih mudah diingat dan dipahami. Strategi konstruktivistik yang sering melibatkan alat
peraga, permainan, atau kegiatan eksploratif membuat pembelajaran matematika menjadi
lebih menarik dan relevan bagi siswa, sehingga mereka lebih termotivasi untuk belajar.
2. Pak Andri bisa menggunakan strategi pembelajaran konstruktivistik dengan pendekatan
berbasis aktivitas yang memungkinkan siswa untuk memahami konsep luas lingkaran
melalui eksplorasi fisik. Langkah-langkah strategi pembelajaran konstruktivistik fisik serta
media yang bisa digunakan:
1) eksperimen dengan Benda Berbentuk Lingkaran
Media: Kertas karton berbentuk lingkaran, gunting, dan pensil.
Langkah: Pak Andri bisa meminta siswa untuk menggambar dan menggunting lingkaran
dari kertas karton. Siswa kemudian dapat membagi lingkaran menjadi beberapa bagian
(misalnya, 8 atau 16 potongan seperti irisan pizza). Potongan-potongan tersebut bisa
disusun ulang menjadi bentuk yang menyerupai persegi panjang atau hampir persegi.
Dari bentuk ini, Pak Andri dapat menunjukkan bahwa luas lingkaran dapat didekati
dengan formula: π x r²
2) Menggunakan Alat Peraga Manipulatif
Media: Alat peraga seperti tali, penggaris, atau pita meteran.
Langkah: Pak Andri bisa mengajak siswa mengukur diameter lingkaran dengan tali atau
pita meteran. Kemudian, siswa bisa memotong tali sepanjang setengah lingkaran untuk
mengukur radiusnya. Dengan eksperimen ini, siswa bisa menemukan hubungan antara
jari-jari, diameter, dan luas lingkaran.
3) Menggunakan Geoboard atau Alat Digital
Media: Geoboard fisik (papan berpaku) atau aplikasi geoboard digital.
Langkah: Pak Andri bisa meminta siswa untuk membentuk lingkaran pada geoboard dan
menghitung luas perkiraan dengan cara menghitung jumlah satuan persegi di dalam
lingkaran. Ini memberikan gambaran bahwa luas lingkaran mendekati .
4) Diskusi Kelompok dan Refleksi
Setelah kegiatan, Pak Andri bisa mengadakan diskusi kelompok untuk membahas hasil
pengamatan siswa dan bagaimana mereka menemukan hubungan antara radius dan luas
lingkaran. Pak Andri bisa memandu mereka untuk membuat kesimpulan bersama-sama.
3. Terlampir
4. Sebelum menjawab pertanyaannya, hitung keliling atau panjang seluruh kawat yang
dibutuhkan untuk membungkus balok tersebut, yang merupakan jumlah dari semua sisi-sisi
luar balok.
Diketahui :Panjang balok = x+7 cm
Lebar balok :x+5cm
Tinggi balok :x cm
Langkah-Langkah Penyelesaian
a. Panjang seluruh kawat yang diperlukan untuk mengelilingi balok adalah jumlah keliling
dari semua tepi balok. Balok memiliki 12 rusuk (4 panjang, 4 lebar, dan 4 tinggi), jadi:
Panjang kawat=4×(panjang+lebar+tinggi)
Substitusi nilai panjang, lebar, dan tinggi:
Panjang kawat=4×((x+7)+(x+5)+x)
Mensederhanakan nilai di dalam tanda kurung terlebih dahulu:
=4×(3x+12)
Kemudian kalikan dengan 4:
=12x+48
Jadi, panjang seluruh kawat dalam bentuk paling sederhana adalah: 12x+48 cm
b. Diketahui Panjang Kawat 120 cm
Sehingga:
12x+48=120
Nilai x Kurangkan 48 dari kedua sisi:
12x=72
Bagi kedua sisi dengan 12:
x=6
Jadi nilai x adalah 6
c. Menentukan Panjang, Lebar, dan Tinggi Balok
Panjang = x+7=6+7=13x+7=6+7=13 cm
Lebar = x+5=6+5=11x+5=6+5=11 cm
Tinggi = x=6x=6 cm
Sehingga:
Nilai x adalah 6.
Panjang balok = 13 cm
Lebar balok = 11 cm
Tinggi balok = 6 cm
5. Terlampir