0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan14 halaman

Peran Guru PAI dalam Karakter Religius Siswa

Penelitian ini mengeksplorasi peran guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam membentuk karakter religius siswa di Sekolah Dasar Negeri 011, Sangatta Utara. Dengan menggunakan metode kualitatif, penelitian ini menunjukkan bahwa keteladanan guru dan program pembiasaan di sekolah berkontribusi signifikan terhadap pengembangan nilai-nilai religius siswa. Penanaman karakter religius dianggap penting untuk menghadapi tantangan globalisasi yang dapat mengurangi nilai-nilai moral di kalangan generasi muda.

Diunggah oleh

renosupriandi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan14 halaman

Peran Guru PAI dalam Karakter Religius Siswa

Penelitian ini mengeksplorasi peran guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam membentuk karakter religius siswa di Sekolah Dasar Negeri 011, Sangatta Utara. Dengan menggunakan metode kualitatif, penelitian ini menunjukkan bahwa keteladanan guru dan program pembiasaan di sekolah berkontribusi signifikan terhadap pengembangan nilai-nilai religius siswa. Penanaman karakter religius dianggap penting untuk menghadapi tantangan globalisasi yang dapat mengurangi nilai-nilai moral di kalangan generasi muda.

Diunggah oleh

renosupriandi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

An-Nafis: Jurnal Ilmiah Keislaman dan Kemasyarakatan

Vol 1 No 1 April 2022


Page 63-76
E-ISSN 2829-4122

Peran Guru PAI dalam Membentuk Karakter Religius Siswa

Muh. Yusuf*, Rizal Awaludin, Eko Nursalim

Sekolah Tinggi Agama Islam Sangatta, Indonesia


Email: yusufpinrang098@[Link]*, hamrzal101@[Link],
ekonursalim99@[Link]

ABSTRACT
This research is motivated by the influence of globalisation so that the lack of
religious character in public elementary schools. One of the formal education
institutions that hold religious character cultivation activities is public elementary
school 011, North Sangatta sub-district, East Kutai district. This research method is
qualitative field with data collection techniques in the form of observation and
interviews. Character cultivation has an important meaning in the field of education,
especially in relation to religious character. Therefore, this article aims to explore the
impact of Islamic Religious Education (PAI) teachers in shaping students' religious
character. This research uses a qualitative approach, focusing on understanding the
distinctive features of the phenomenon, including causes, effects, relationships, and all
intrinsic factors. The article explores how the role of Islamic Education teachers in
shaping students' religious character is exemplified through the exemplary work of
the teachers themselves and the implementation of habituation programmes at
school, which contribute to the development of strong religious values among
students.
Keywords: Teacher, Islamic Education, religious character

ABSTRAK
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya pengaruh globalisasi sehingga minimnya
karakter religius di sekolah dasar negeri. Lembaga pendidikan formal yang
mengadakan kegiatan penanaman karakter religius salah satunya adalah sekolah
dasar negeri 011, kecamatan Sangatta Utara, kabupaten Kutai Timur. Metode
penelitian ini bersifat kualitatif lapangan dengan teknik pengumpulan data berupa
observasi dan wawancara. Penanaman karakter memiliki arti penting dalam bidang
pendidikan, terutama dalam kaitannya dengan karakter religius. Oleh karena itu,
artikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi dampak guru Pendidikan Agama Islam
(PAI) dalam membentuk karakter religius siswa. Penelitian ini menggunakan
pendekatan kualitatif, dengan fokus pada pemahaman tentang ciri-ciri khas dari
fenomena ini, termasuk sebab, akibat, hubungan, dan semua faktor intrinsik. Artikel
ini menggali bagaimana peran guru PAI dalam membentuk karakter religius siswa
yang dicontohkan melalui keteladanan guru itu sendiri dan pelaksanaan program
pembiasaan di sekolah, yang berkontribusi pada pengembangan nilai-nilai religius
yang kuat di kalangan siswa.
Kata Kunci: Guru, Pendidikan Agama Islam, Karakter Religius.
Muh. Yusuf dkk: Peran Guru PAI dalam Membentuk Karakter Religius Siswa

PENDAHULUAN
Pendidikan, sebagai bidang yang terkait dengan kemajuan masyarakat dan
pengembangan pribadi manusia, membutuhkan fokus yang lebih tinggi di era
globalisasi saat ini.1 Masalah pergaulan remaja memerlukan perhatian khusus dari
berbagai pemangku kepentingan termasuk pemerintah, orang tua, dan masyarakat
luas.2
Di era kemajuan pendidikan saat ini, banyak pihak yang berkontribusi
terhadap keberhasilan pendidikan, terutama dalam menanamkan nilai-nilai agama
pada anak-anak. Salah satu tokoh kunci yang memegang tanggung jawab penting
dalam pendidikan agama dan moral adalah guru. Pendekatan yang penting dalam
menumbuhkan nilai-nilai agama adalah dengan menumbuhkan kebiasaan
beribadah, seperti salat zuhur berjamaah, salat duha, dan membaca Al Qur'an.3
Institusi pendidikan berfungsi sebagai lembaga yang memfasilitasi proses
pendidikan, dengan tujuan utama untuk meningkatkan karakter seseorang melalui
interaksi dengan sekitar lingkungannya.4 Sesuai dengan pandangan Muhammad
Fathurrahman dan Sulistyorini, pendidikan pada dasarnya adalah menanamkan
nilai-nilai yang berfungsi sebagai prinsip-prinsip penuntun yang membentuk dan
menentukan arah eksistensi manusia, yang pada akhirnya menuntun individu untuk
meningkatkan nasib dan peradabannya.
Tanpa pendidikan yang memadai, diyakini bahwa manusia masa kini tidak
ada bedanya dengan manusia di masa lalu, karena mereka sangat tertinggal dalam
hal kualitas hidup dan proses pemberdayaan jika dibandingkan dengan masyarakat
kontemporer.5
Lembaga pendidikan, selain keluarga, merupakan lingkungan yang sangat
penting dalam membentuk karakter religius siswa. Sekolah memainkan peran
penting dalam mengimplementasikan pendidikan karakter karena banyaknya
waktu yang dihabiskan anak di sekolah. Oleh karena itu, pengalaman dan
pengajaran yang diterima di sekolah sangat berdampak pada internalisasi karakter
mereka.6
Sekolah memainkan peran penting dalam membentuk karakter dan perilaku
etis anak-anak, berfungsi sebagai sumber pengetahuan dan memupuk kebiasaan

1 Eva Dewi, “Potret Pendidikan Di Era Globalisasi Teknosentrisme Dan Proses Dehumanisasi,”
Sukma: Jurnal Pendidikan 3, no. 1 (2019): 93–116.
2 Ali Taufik and Tatang Apendi, “Analisis Dampak Negatif Pergaulan Anak Remaja Di Era

Globalisasi Dengan Kemajuan Teknologi,” Wacana Akademika: Majalah Ilmiah Kependidikan 5, no. 1
(2021): 26–33.
3 Dadan Suryana, Pendidikan Anak Usia Dini Teori Dan Praktik Pembelajaran (Prenada Media,

2021).
4 Kusni Ingsih et al., Pendidikan Karakter: Alat Peraga Edukatif Media Interaktif (Deepublish,

2018).
5 Nanih Machendrawaty and Agus Ahmad Safei, Pengembangan Masyarakat Islam (PT Remaja

Rosdakarya Offset–bandung, 2001).


6 La Hadisi, “Pendidikan Karakter Pada Anak Usia Dini,” Al-TA’DIB: Jurnal Kajian Ilmu

Kependidikan 8, no. 2 (2015): 50–69.


64
Jurnal An-Nafis Vol. 1, No. 1 April 2022
Homepage [Link]
Muh. Yusuf dkk: Peran Guru PAI dalam Membentuk Karakter Religius Siswa

yang bermanfaat. Untuk mencapai hal ini, sekolah menanamkan nilai-nilai agama
untuk menumbuhkan individu yang taat di antara para siswa, sehingga memandu
pertumbuhan dan perkembangan moral mereka.7
Dalam dunia pendidikan, seorang guru memiliki banyak peran seperti
pendidik, pembimbing, konselor, fasilitator, motivator, dan organisator. Mereka
bertanggung jawab untuk menciptakan lingkungan belajar yang optimal yang
menyenangkan, memikat, dan menumbuhkan rasa aman. Tugas seorang guru juga
mencakup membimbing siswa ke arah yang benar dan memberikan mereka
kebebasan untuk berpikir secara aktif, kreatif, dan inovatif untuk mengeksplorasi
dan meningkatkan kemampuan mereka.
Setiap orang tua menginginkan anak-anak mereka memiliki kualitas dan
kebajikan yang mengagumkan. Menurut filsuf kuno Aristoteles, karakter yang baik
dapat didefinisikan sebagai cara hidup yang melibatkan pengambilan keputusan
yang tepat dan memperlakukan diri sendiri dan orang lain dengan integritas dan
rasa hormat. 8 Imam Al-Ghozali menggambarkan pendidikan sebagai sebuah
perjalanan transformatif yang membentuk individu sejak lahir hingga akhir
hayatnya. Proses ini melibatkan pemberian pengetahuan dan keterampilan melalui
pendekatan yang bertahap dan disengaja, dengan tanggung jawab utama berada di
pundak orang tua dan masyarakat. Tujuan akhir dari pendidikan ini adalah untuk
membimbing individu mencapai kesempurnaan spiritual dan hubungan yang lebih
dekat dengan Allah.9
Oleh karena itu, menanamkan pendidikan karakter pada individu-individu
muda sangat penting untuk menumbuhkan generasi masa depan dengan nilai-nilai
etika yang kuat, yang penting untuk menjadi warga negara yang bertanggung jawab.
Guru, yang berperan sebagai tokoh penting dalam domain ini, memainkan peran
penting dalam membina karakter siswa. Mereka bertanggung jawab untuk
mengatur dan membimbing siswa, membina lingkungan yang menumbuhkan
kecintaan untuk belajar, dan memprioritaskan pengembangan kebajikan religius
pada siswa.
Pendidikan agama merupakan aspek integral dari kerangka kerja
pendidikan nasional yang lebih luas, yang memikul tanggung jawab untuk
memenuhi tujuan pendidikan nasional. Institusi pendidikan memainkan peran
penting dalam membentuk karakter, nilai, dan moral anak-anak, sehingga secara
signifikan mempengaruhi perkembangan mereka secara keseluruhan.10 Pendidikan
agama memiliki posisi yang signifikan dalam membentuk karakter dan nilai
manusia, yang mencakup aspek alam, agama, dan masyarakat. Dengan mempelajari

7 Syamsul Hadi Syamsul Hadi, “Pembelajaran Sosial Emosional Sebagai Dasar Pendidikan
Karakter Anak Usia Dini,” Jurnal Teknodik, 2011, 227–40.
8 Jerome Frank, Hukum Dan Pemikiran Modern (Nuansa Cendekia, 2023).
9 Mohamad Mustari, Administrasi Dan Manajemen Pendidikan Sekolah (Prodi S2 Studi Agama-

Agama UIN Sunan Gunung Djati Bandung, 2022).


10 Hamzah B Uno, Landasan Pendidikan (Bumi Aksara, 2022).

65
Jurnal An-Nafis Vol. 1, No. 1 April 2022
Homepage [Link]
Muh. Yusuf dkk: Peran Guru PAI dalam Membentuk Karakter Religius Siswa

dan menginternalisasi ajaran agama, individu dapat menemukan solusi untuk


kehidupan dunia dan akhirat. Pendidikan agama sangat penting dalam menciptakan
individu holistik yang percaya dan meneladani ajaran-ajaran tersebut. Keberhasilan
siswa dalam sistem pendidikan sangat dipengaruhi oleh kehadiran dan dedikasi
para pendidiknya, seperti yang diutarakan oleh Lailatussaadah.
Pendidikan Agama Islam adalah upaya yang disengaja dan terstruktur yang
bertujuan untuk membekali siswa dengan pengetahuan, pemahaman, kekaguman,
dan keyakinan terhadap prinsip-prinsip Islam. Selain itu, pendidikan ini juga
memberikan bimbingan untuk menumbuhkan rasa hormat terhadap individu yang
menganut agama yang berbeda untuk memupuk kerukunan antar umat beragama,
yang pada akhirnya bermuara pada persatuan dan kesatuan bangsa. 11 Pendidikan
Agama Islam adalah komponen penting dalam pengembangan karakter di sekolah,
karena memainkan peran penting dalam menumbuhkan nilai-nilai moral siswa.
Dengan memprioritaskan pengajaran Pendidikan Agama Islam yang efektif, yang
dianggap sangat penting, kita dapat berhasil memupuk perkembangan karakter
siswa.
Tujuan utama dari pelajaran PAI (Pendidikan Agama Islam) dan Budi Pekerti
(Pendidikan Karakter) adalah untuk meningkatkan nilai-nilai moral dengan cara
menanamkan nilai-nilai tersebut secara mendalam di dalam hati dan jiwa setiap
Muslim. Jika digabungkan dengan bimbingan dari para pendidik yang terampil,
terutama guru yang menjadi panutan, menanamkan kebiasaan yang baik akan
menjadi pendekatan yang sangat efektif untuk membekali para siswa dengan
pendidikan yang menyeluruh yang mencakup etika, kepercayaan diri, dan
pengembangan sosial.
Pendekatan pendidikan keteladanan (al-tarbiyah bi al-qudwah) dianggap
sebagai metode yang sangat penting dan tak terpisahkan yang memiliki pengaruh
signifikan terhadap keseluruhan proses pendidikan. Hal ini tidak hanya berlaku
untuk pendidikan Islam, dengan komponen-komponennya yang rumit, tetapi juga
untuk berbagai sistem pendidikan di seluruh dunia. Namun demikian, sangat
penting untuk menyadari bahwa seseorang dapat memperoleh kebiasaan yang
terpuji dan akhlak yang mulia melalui contoh-contoh positif, yang dikenal sebagai
qudwah hasanah. Sebaliknya, contoh-contoh negatif juga dapat menjadi sumber
untuk memahami kebiasaan-kebiasaan yang tercela dan akhlak yang tidak pantas.12
Di antara berbagai bentuk teknik pendidikan (wasa'il al-tarbiyah), salah satu
yang paling penting adalah metode keteladanan (al tarbiyah bi al-qudwah).
Pendekatan ini, seperti yang disoroti oleh cendekiawan kontemporer Muhammad
Quthb. Meningkatkan kemampuan spiritual dan menumbuhkan kreativitas, inovasi,
daya tanggap, dan pemikiran yang berorientasi pada masa depan di antara

11 Novianti Muspiroh, “Integrasi Nilai Islam Dalam Pembelajaran IPA (Perspektif Pendidikan

Islam),” Jurnal Pendidikan Islam 28, no. 3 (2013): 484–98.


12 H Samsul Munir Amin, Ilmu Akhlak (Amzah, 2022).

66
Jurnal An-Nafis Vol. 1, No. 1 April 2022
Homepage [Link]
Muh. Yusuf dkk: Peran Guru PAI dalam Membentuk Karakter Religius Siswa

individu-individu memiliki arti penting dalam pendidikan berbasis agama. Kualitas-


kualitas ini harus dipupuk dengan cara yang selaras dengan ketakwaan dan
mengejar keridhaan Allah.13
Pendidikan karakter melibatkan upaya yang disengaja dan strategis untuk
menanamkan prinsip-prinsip dan nilai-nilai etika secara mendalam dalam diri
individu, memastikan bahwa prinsip-prinsip dan nilai-nilai tersebut secara efektif
diterjemahkan ke dalam tindakan dan perilaku yang positif.14 Kepemilikan karakter
yang baik oleh anak-anak pasti mengarah pada perwujudan perilaku positif.
Hubungan antara karakter dan perilaku ini terkait erat dengan pengaruh eksternal
seperti keluarga, sekolah, dan masyarakat. Nilai-nilai agama, di antara berbagai nilai
moral lainnya, merupakan komponen integral dari pendidikan karakter.
Nilai-nilai religius mencakup keyakinan dan prinsip yang berhubungan
dengan Tuhan Yang Maha Esa. Nilai-nilai ini menjadi nyata dalam ucapan dan
perbuatan seseorang, yang berfungsi sebagai aspek dasar yang meresap ke dalam
semua aspek kehidupan.15 Karakter mengacu pada kualitas, sifat, atau kepribadian
yang khas dari seorang individu yang berkembang melalui internalisasi beragam
kebajikan. Kebajikan-kebajikan ini berfungsi sebagai kerangka kerja bagi cara
pandang, pikiran, sikap, dan perilaku seseorang.16 Karakter religius adalah perilaku
dan sikap individu yang patuh dalam melaksanakan ajaran agama yang dianutnya,
toleran terhadap pelaksanaan ibadah agama yang dianutnya, serta berusaha hidup
rukun dengan pemeluk agama lain.
Di Indonesia, sangat penting bagi setiap warga negara untuk memeluk salah
satu agama yang diakui secara resmi seperti yang diamanatkan oleh Pancasila. Oleh
karena itu, menjadi sangat penting bagi setiap orang untuk dengan sepenuh hati
menjalankan prinsip-prinsip dan ajaran agama yang mereka pilih. Penanaman
karakter religius memiliki arti penting bagi siswa, terutama mengingat
perkembangan zaman yang sering kali mengarah pada penurunan nilai-nilai moral
dan etika. Oleh karena itu, diharapkan para siswa dapat menunjukkan perilaku yang
terpuji sesuai dengan norma-norma masyarakat dan ajaran agama.
Guru yang bertanggung jawab atas keberhasilan pembelajaran PAI harus
menyadari bahwa tujuan mereka lebih dari sekedar mengajarkan konten kognitif.
Selain itu, sangat penting bagi mereka untuk menanamkan rasa pemahaman kepada
siswa mengenai pentingnya pendidikan agama, sehingga mereka dapat menerapkan
pengetahuan yang mereka peroleh dalam kehidupan sehari-hari. Di sinilah
kreativitas guru menjadi sangat penting, karena pembelajaran PAI seharusnya tidak

13 Imam Musbikin, Penguatan Pendidikan Karakter: Referensi Pembelajaran Untuk Guru Dan
Siswa SMA/MA (Nusamedia, 2019).
14 Warni Tune Sumar, Strategi Pemimpin Dalam Penguatan Iklim Sekolah Berbasis Budaya

Kearifian Lokal:(Budaya Huyula) (Deepublish, 2018).


15 Imam Subqi, “Pola Komunikasi Keagamaan Dalam Membentuk Kepribadian Anak,” INJECT

(Interdisciplinary Journal of Communication) 1, no. 2 (2016): 165–80.


16 S Pd I Sukatin and M Shoffa Saifillah Al-Faruq, Pendidikan Karakter (Deepublish, 2021).

67
Jurnal An-Nafis Vol. 1, No. 1 April 2022
Homepage [Link]
Muh. Yusuf dkk: Peran Guru PAI dalam Membentuk Karakter Religius Siswa

terbatas pada empat dinding kelas. Para pendidik harus mencari metode untuk
menginspirasi dan memfasilitasi pembelajaran agama di luar waktu pembelajaran
formal, dengan memasukkan kegiatan keagamaan dan menumbuhkan suasana
religius dalam lingkungan sekolah.
Karakter mengacu pada nilai-nilai etika dan perilaku yang ditampilkan
seseorang terhadap penciptanya, diri sendiri, sesama manusia, lingkungan, dan
negaranya. Nilai-nilai ini terlihat jelas dalam pola pikir, cara pandang, perasaan,
ekspresi, dan perilaku seseorang, yang semuanya dipengaruhi oleh standar agama,
peraturan, etika, adat istiadat, dan praktik.17
Tujuan dari pendidikan karakter adalah untuk mengembangkan kemampuan
dasar individu untuk berpikir cerdas, bertindak secara etis, dan berkontribusi
secara positif kepada diri sendiri, keluarga, dan Masyarakat.18
Penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Ulfa Nurul Sangadah (2017) yang
berjudul "Peran Guru Pendidikan Agama Islam dan Orang Tua dalam Membentuk
Kedisiplinan Ibadah Siswa Kelas XI IPA di SMA Negeri 1 Rembang Kabupaten
Purbalingga" dengan hasil penelitian yang menunjukkan bahwa peran guru
Pendidikan Agama Islam dalam proses pembentukan kepribadian siswa di SMA
sudah cukup baik. Hal ini terlihat pada sikap dan tingkah laku siswa yang sudah
memiliki akhlak yang baik. Sedangkan penelitian ini lebih memfokuskan pada
peran guru dalam menanamkan nilai-nilai Agama dan Moral pada anak usia dini di
TK. 19 Pada penelitian sebelumnya yang telah disebutkan memiliki kesamaan
dengan penelitian ini yakni bagaimana peran guru dalam membentuk karakter
peserta didik.
Penelitian lain juga yang dilakukan oleh Edi Kuswanto dengan judul
“Peranan Guru PAI dalam Pendidikan Akhlak di Sekolah” menyatakan bahwa Dalam
pendidikan moral di sekolah, guru memiliki peran yang sangat dominan, sedangkan
peran yang dapat dilakukan oleh guru adalah sebagai berikut: 1) peran sebelum
proses pembelajaran adalah: guru sebagai desainer instruksional, guru sebagai
penjaga system nilai (teladan) serta guru pengganti orang tua; 2) peran dalam
proses pembelajaran adalah: organizer, fasilitator, motivator, inovator dan mentor;
3) peran setelah proses pembelajaran adalah: evaluator.20 Penelitian ini juga
memiliki kesamaan dengan yang dilakukan oleh penulis yakni membahas tentang
peran seorang guru PAI dalam membentuk karakter atau akhlak peserta didik.

17 Agung Pramujiono et al., Kesantunan Berbahasa, Pendidikan Karater, Dan Pembelajaran Yang
Humanis (Indocamp, 2020).
18 Sodiq Anshori, “Kontribusi Ilmu Pengetahuan Sosial Dalam Pendidikan Karakter,” Edueksos

Jurnal Pendidikan Sosial & Ekonomi 3, no. 2 (2016).


19 Ulfa Nurul Sangadah, “Peran Guru Pendidikan Agama Islam Dan Orang Tua Dalam

Membentuk Kedisiplinan Ibadah Siswa Kelas XI IPA Di SMA Negeri 1 Rembang Kabupaten
Purbalingga” (IAIN, 2017).
20 Edi Kuswanto, “Peranan Guru PAI Dalam Pendidikan Akhlak Di Sekolah,” Mudarrisa: Jurnal

Kajian Pendidikan Islam 6, no. 2 (2014): 194–220.


68
Jurnal An-Nafis Vol. 1, No. 1 April 2022
Homepage [Link]
Muh. Yusuf dkk: Peran Guru PAI dalam Membentuk Karakter Religius Siswa

METODE PENELITIAN
Pelaksanaan penelitian ini, peneliti menggunakan metode penelitian
kualitatif.21 Penelitian kualitatif merupakan penelitian lapangan (field research)
karena data yang dihasilkan berupa kata-kata tertulis atau lisan dari obyek dan
perilaku yang dapat diamati. Sedangkan desaindalam penelitian ini menggunakan
desain deskriptif kualitatif, deskriptif kualitatif digunakan untuk meneliti masalah-
masalah yang membutuhkan studi mendalam mengenai suatu penelitian.22 Teknik
pengumpulan data mengunakan tekhik wawancara, observasi, dan dokumentasi.
Selanjutnya dilakukan analisis data menggunakan metode analisis deskriptif
kualitatif, yaitu berupa pemaparan data secara tertulis mengenai data-data
terkait.23
Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran yang komprehensif
mengenai upaya yang dilakukan oleh SD N 011 Sangatta Utara dalam menanamkan
nilai-nilai karakter religius kepada para siswanya. Penelitian ini menggunakan
penelitian kualitatif, yang berfokus pada pemahaman aspek-aspek unik dari sebuah
fenomena, termasuk penyebab, efek, hubungan, dan semua faktor yang melekat.
Penelitian ini menggunakan pendekatan fenomenologi, karena meneliti isu-isu dan
fenomena yang terjadi dalam konteks SDN 011 Sangatta Utara. Subjek penelitian
adalah seorang guru agama di sekolah tersebut. Untuk mengumpulkan informasi
yang dapat diandalkan, penelitian ini menggunakan berbagai metode pengumpulan
data, termasuk observasi dan wawancara. Analisis data dalam penelitian ini
bersifat kualitatif, yang melibatkan interpretasi data yang tidak dapat dinilai secara
numerik (non statistik). Analisis data wawancara diuraikan secara kualitatif
dengan menggunakan metode deduktif, yang melibatkan penarikan kesimpulan
atau keputusan yang bersifat khusus dari kesimpulan atau keputusan yang bersifat
umum.

HASIL DAN PEMBAHASAN


1. Peran Guru PAI dalam Membentuk Karakter Religius Siswa di SDN 011
Sangatta Utara
Pengaruh guru PAI dalam membentuk karakter religius siswa sangat
signifikan. Dalam perannya sebagai pendidik, guru harus menunjukkan perilaku
yang dapat diteladani, menanamkan nilai-nilai moral dalam pelajaran mereka,
sadar diri dan terbuka untuk mengakui kesalahan, memenuhi tanggung jawab

21 Dr Sugiyono, “Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif Dan R&D,”


2013.
22 Farida Nugrahani and Muhammad Hum, “Metode Penelitian Kualitatif,” Solo: Cakra Books 1,

no. 1 (2014): 3–4.


23 Bakhrudin All Habsy, “Seni Memehami Penelitian Kuliatatif Dalam Bimbingan Dan Konseling:

Studi Literatur,” Jurnal Konseling Andi Matappa 1, no. 2 (2017): 90–100.


69
Jurnal An-Nafis Vol. 1, No. 1 April 2022
Homepage [Link]
Muh. Yusuf dkk: Peran Guru PAI dalam Membentuk Karakter Religius Siswa

mereka dengan penuh tanggung jawab dan kesadaran, serta menunjukkan


kesopanan dan kesantunan, di antara hal-hal lainnya24.
Oleh karena itu, perilaku dan pola pikir siswa di lingkungan sekolah sangat
erat kaitannya dengan pengaruh dan teladan yang diberikan oleh para guru
mereka. Siswa sering kali mencerminkan sikap dan tindakan yang ditunjukkan
oleh para pendidik mereka, seperti halnya anak-anak yang sering kali menjadi
cerminan orang tua mereka dan masyarakat yang mencerminkan para
pemimpinnya. Keterkaitan antara guru dan murid ini menghasilkan pertukaran
ide dan perilaku yang saling menguntungkan. Akibatnya, hasil akhir dari
pengalaman belajar siswa pada akhirnya akan menentukan apakah mereka
mengalami kemajuan positif dalam hal pengetahuan, keterampilan, dan sikap
mereka secara keseluruhan.
Oleh karena itu, pendidikan Islam menawarkan berbagai teknik yang dapat
digunakan untuk membentuk karakter religius siswa. Metode-metode ini,
seperti pendekatan keteladanan dan pembiasaan, diimplementasikan oleh guru
PAI di SDN 011 Sangatta Utara untuk mendorong pengembangan nilai-nilai
moral dan identitas agama siswa.
Metode keteladanan adalah memberikan contoh atau teladan yang positif
kepada siswa dalam kehidupan sehari-hari. Teknik ini berfungsi sebagai cetak
biru perilaku dalam mencapai tujuan pendidikan. Siswa secara alami cenderung
meniru guru mereka, dan praktik ini harus dijunjung tinggi oleh semua
profesional pendidikan. Hal ini terutama disebabkan oleh kecenderungan
psikologis siswa untuk meniru, tidak hanya sifat-sifat yang diinginkan tetapi
juga sifat-sifat yang tidak diinginkan25.
Berdasarkan penjelasan sebelumnya, jelaslah bahwa memberikan teladan
atau contoh yang positif kepada siswa dapat mempengaruhi perkembangan
agama mereka secara positif. Oleh karena itu, sangat penting bagi semua
pendidik untuk secara konsisten menunjukkan perilaku yang baik saat mereka
berinteraksi dengan siswa mereka setiap hari. Karena siswa memiliki
kecenderungan alami untuk meniru perilaku, perkataan, dan sikap guru
mereka, maka menjadi sangat penting bagi para guru untuk menjadi teladan
yang positif.
Guru dan sekolah juga harus mengadopsi teknik pembiasaan ketika
membentuk karakter religius siswa. Jika siswa secara konsisten terpapar dan
didorong untuk menunjukkan sifat-sifat terpuji, sifat-sifat ini akan tertanam
kuat dan diingat oleh siswa dalam tindakan mereka. Oleh karena itu, penting

24 Jessy Amelia, “Peran Keteladanan Guru Pai Dalam Pembentukan Karakter Religius Siswa SMP

Negeri 07 Lubuk Linggau” (UIN Fatmawati Sukarno, 2021).


25 Ali Mustofa, “Metode Keteladanan Perspektif Pendidikan Islam,” CENDEKIA: Jurnal Studi

Keislaman 5, no. 1 (2019): 23–42.


70
Jurnal An-Nafis Vol. 1, No. 1 April 2022
Homepage [Link]
Muh. Yusuf dkk: Peran Guru PAI dalam Membentuk Karakter Religius Siswa

untuk menciptakan lingkungan di mana siswa dibiasakan untuk mewujudkan


sifat-sifat terpuji26.
Berdasarkan pernyataan tersebut, dapat disimpulkan bahwa guru harus
menggunakan teknik pembiasaan dalam membentuk karakter religius siswa.
Hal ini dikarenakan siswa cenderung meniru dan mencontoh sikap, perilaku,
dan tutur kata positif yang ditampilkan oleh guru mereka. Oleh karena itu,
sangat penting bagi guru untuk secara konsisten mencontohkan sifat-sifat
tersebut karena siswa akan menirunya.
a. Keteladanan Guru dalam Pembentukan Karakter Religius Siswa
Menjadi teladan berarti menunjukkan perilaku terpuji yang selaras dengan
nilai-nilai kebaikan dan kebenaran, sehingga dapat diterima dengan baik oleh
semua orang. Sangat penting bagi para pendidik untuk secara aktif menunjukkan
perilaku seperti itu karena berfungsi sebagai katalisator untuk menginspirasi
siswa agar berusaha dengan tekun untuk mencapai tujuan mereka. Perilaku
teladan harus dilakukan oleh berbagai orang dewasa dalam lingkungan
pendidikan, termasuk kepala sekolah, guru, staf, dan anggota komite sekolah.
Perilaku teladan ini dihargai karena memberikan contoh positif bagi individu
yang berada di bawah bimbingan mereka, yaitu para siswa.
Sebagai seorang pendidik, kewajiban dan peran utama seorang guru
meliputi mendidik dan memberikan pengetahuan, dengan tujuan akhir untuk
memfasilitasi pertumbuhan siswa menjadi individu yang utuh. Dalam ranah
perjalanan pembelajaran, fungsi utama guru lebih dari sekadar mengajar,
mereka juga berperan sebagai pemandu. Sangat penting bagi guru untuk
memiliki pemahaman yang komprehensif tentang karakteristik individu setiap
siswa, baik dari segi fisik maupun psikologis. Pemahaman ini termasuk
mengenali dan memahami tahap perkembangan siswa, yang mencakup
kebutuhan, sifat pribadi, kemampuan, dan kesejahteraan mental mereka27.
Nilai religius adalah nilai karakter yang berhubungan erat dengan Tuhan
Yang Maha Esa. Kata “religius” berasal dari bahasa Inggris “religioun,” sebuah
kata benda yang berarti kepercayaan pada kekuatan yang lebih tinggi yang
mengatur manusia. Istilah “religius” berasal dari kata “religi” dan berkaitan
dengan kecenderungan alami dan keyakinan dari kepercayaan seseorang. Nilai-
nilai religius mencakup hubungan seseorang dengan pencipta mereka, yang
dicontohkan melalui ajaran-ajaran yang terinternalisasi yang tercermin dalam
sikap dan perilaku sehari-hari. Menurut Kementerian Pendidikan Nasional,
agama dianggap sebagai fondasi moral yang mendasar bagi masyarakat. Hal ini
mencakup ketaatan dalam menjalankan ajaran agama yang dianutnya,

26 Vebri Angdreani, Idi Warsah, and Asri Karolina, “Implementasi Metode Pembiasaan: Upaya

Penanaman Nilai-Nilai Islami Siswa SDN 08 Rejang Lebong,” At-Ta’lim: Media Informasi Pendidikan
Islam 19, no. 1 (2020): 1–21.
27 Ismail Darimi, “Peningkatan Kompetensi Pedagogik Guru PAI Dalam Pembelajaran,” Jurnal

MUDARRISUNA: Media Kajian Pendidikan Agama Islam 5, no. 2 (2015): 309–24.


71
Jurnal An-Nafis Vol. 1, No. 1 April 2022
Homepage [Link]
Muh. Yusuf dkk: Peran Guru PAI dalam Membentuk Karakter Religius Siswa

menunjukkan sikap toleran terhadap pelaksanaan ibadah agama lain, serta


membina kerukunan dengan pemeluk agama lain.
Selain itu, Ngainum Naim memberikan penjelasan yang mendalam
tentang pengertian nilai religius, yang melibatkan pengakuan dan penerapan
ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari. Berdasarkan pengertian yang
diberikan oleh banyak ahli, dapat disimpulkan bahwa nilai-nilai religius
mencakup prinsip-prinsip yang berasal dari doktrin agama yang dianut
seseorang, yang kemudian dimanifestasikan dalam tindakan sehari-hari.
Akhmad Muhaimin Azzet menekankan perlunya para mahasiswa untuk
mengembangkan pola pikir dan perilaku yang berpedoman pada nilai-nilai
ketuhanan atau ajaran agama masing-masing. Diharapkan para mahasiswa
dapat memahami dan menerapkan ajaran-ajaran tersebut dalam kehidupan
sehari-hari. Mengembangkan hubungan yang kuat dengan Tuhan melalui
karakter seseorang dapat mengarah pada peningkatan keseluruhan dalam
kehidupan seseorang, karena ajaran agama tidak hanya mengajarkan individu
untuk memiliki hubungan yang harmonis dengan Tuhan tetapi juga dengan
orang lain. Namun, sangat disayangkan bahwa tidak semua orang, meskipun
memiliki afiliasi agama, memiliki sifat-sifat karakter yang mencerminkan
individu yang religius28.
Hal ini terjadi karena tidak adanya pengakuan dan persetujuan atas
keberagaman. Lebih menyedihkan lagi ketika afiliasi keagamaan seseorang
hanya sebatas permukaan, tanpa ada upaya yang tulus untuk
mempersonifikasikan ajaran agamanya dalam perilaku, penampilan, dan
tindakan sehari-hari. Karakter religius mencakup nilai-nilai yang berhubungan
dengan Allah SWT, diri sendiri, sesama, lingkungan, dan kebangsaan. Nilai-nilai
tersebut diwujudkan dalam bentuk pikiran, sikap, perasaan, perkataan, dan
perbuatan yang sesuai dengan norma-norma agama, hukum, tata krama, budaya,
dan adat istiadat29.
b. Program Pembiasaan Siswa di Sekolah
Untuk menumbuhkan karakter religius, program pembiasaan siswa yang
diterapkan di SDN 011 SANGATTA UTARA antara lain dengan menanamkan
kebiasaan salat Dzuhur dan Ashar berjamaah.
Penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Nurrotun Nangimah dengan judul
“Peran Guru Pai Dalam Pendidikan Karakter Religius Siswa SMA N 1 Semarang”
Mengungkapkan bahwa Peran guru PAI dalam pendidikan karakter religius
Peran guru PAI dalam pendidikan karakter religius siswa SMA Negeri 1

28 Achmad Yusuf, Pesantren Multikultural Model Pendidikan Karakter Humanis-Religius Di

Pesantren Ngalah Pasuruan-Rajawali Pers (PT. RajaGrafindo Persada, 2021).


29 Jimmy Oentoro, Indonesia Satu, Indonesia Beda, Indonesia Bisa (Gramedia Pustaka Utama,

2013).
72
Jurnal An-Nafis Vol. 1, No. 1 April 2022
Homepage [Link]
Muh. Yusuf dkk: Peran Guru PAI dalam Membentuk Karakter Religius Siswa

Semarang terdiri dari 5 peran guru yaitu: Pengajar, Pendidik, Teladan,


Motivator dan Sumber belajar.30
2. Faktor Pendukung dan Penghambat Pembentukan Karakter Religius Siswa
Dalam melakukan pembentukan karakter religius pada peserta didik tentu
ada saja faktor pendukung maupun penghambat. Oleh karena itu, penulis
menjabarkan hal tersebut sebagai berikut:
a. Faktor-faktor yang berkontribusi terhadap perkembangan karakter siswa
berasal dari keluarga, lingkungan, dan sekolah. Sangat penting bagi sekolah dan
orang tua untuk bekerja sama dalam menumbuhkan karakter religius pada siswa.
Kolaborasi antara kedua entitas ini sangat penting dalam memastikan keberhasilan
penanaman nilai-nilai religius.
b. Faktor-faktor yang menghambat perkembangan karakter religius siswa
dapat dipengaruhi oleh berbagai elemen. Di antaranya adalah keluarga yang lalai
dalam memperhatikan sikap dan perilaku anak, sehingga sulit untuk membimbing
para siswa. Selain itu, pengaruh teman sebaya, lingkungan tempat tinggal, dan
teknologi juga dapat menyebabkan siswa ingin mengadopsi kebiasaan-kebiasaan
gaul, seperti membawa ponsel ke sekolah. Kurangnya keterlibatan orang tua dapat
menghambat pembentukan karakter religius pada siswa, karena orang tua
mungkin mengabaikan perilaku buruk anak-anak mereka dan membiarkannya
terus berlanjut. Akibatnya, anak-anak cenderung menyimpang dari perilaku yang
seharusnya. Oleh karena itu, sangat penting bagi guru dan sekolah untuk
berkolaborasi dalam mengembangkan karakter siswa. Pengembangan karakter
religius pada siswa tidak bisa hanya dilakukan oleh sekolah, kerja sama dan
keterlibatan keluarga juga sama pentingnya. Keluarga adalah faktor yang paling
signifikan dalam membentuk karakter siswa karena siswa dilahirkan dan
menghabiskan lebih banyak waktu dengan keluarga mereka.
Penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Melinda Pridayani dan Ahmad
Rifauzi (2022) yang berjudul “Faktor Pendukung dan Penghambat Pelaksanaan
ProgramPenguatan Pendidikan Karakter Religius Terhadap Siswa” Mengugkapkan
bahwa ada Empat faktor yang mendukung implementasi karakter religius adalah:
tersedianya buku yang memperkuat karakter siswa, kemauan siswa, dukungan
kegiatan keagamaan, serta sarana dan prasarana yang memadai. Faktor-faktor ini
diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap peningkatan karakter religius
siswa. Di sisi lain, terdapat lima faktor penghambat, yaitu lingkungan, teman
sebaya, penggunaan handphone yang berlebihan, kesadaran diri siswa, dan
kurangnya pengawasan guru.31

30 Nurrotun Nangimah, “Peran Guru PAI Dalam Pendidikan Karakter Religius Siswa SMA N 1
Semarang,” Skripsi Sarjana. Fakultas Ilmu Tarbiyah Dan Keguruan Universitas Islam Negeri
Walisongo Semarang, 2018.
31 Melinda Pridayani and Ahmad Rivauzi, “Faktor Pendukung Dan Penghambat Pelaksanaan

Program Penguatan Pendidikan Karakter Religius Terhadap Siswa,” An-Nuha 2, no. 2 (2022): 329–
41.
73
Jurnal An-Nafis Vol. 1, No. 1 April 2022
Homepage [Link]
Muh. Yusuf dkk: Peran Guru PAI dalam Membentuk Karakter Religius Siswa

Penelitian lain juga yang dilakukan oleh Apriliana Krisnawanti dengan judul
“Kerjasama Guru Dengan Orang Tua Membentuk Karakter Disiplin Kelas V SD Negri
Gembongan” mengungkapkan bahwa Faktor yang mendukung upaya guru
diantaranya adalah keterlibatan orang tua mendukung upaya guru dalam membina
kerjasama dan juga tersedianya sarana dan prasarana di sekolah yang dapat
dimanfaatkan. oleh guru dalam membina kerjasama dengan orang tua.
Sedangkan Faktor yang menghambat upaya guru diantaranya adalah
kurangnya kesadaran orang tua akan pendidikan dan perkembangan. karakter
disiplin siswa, kurangnya komunikasi antara orang tua dan guru, dan sebagian
orang tua belum bisa meluangkan waktunya untuk mengahadiri pertemuan atau
paguyuban.32

SIMPULAN
Para guru memainkan peran penting dalam menanamkan nilai-nilai agama
kepada para siswa, karena keteladanan mereka sangat mempengaruhi mereka.
Salah satu cara yang dapat dilakukan oleh para guru untuk menunjukkan hal ini
adalah dengan berdoa bersama dengan murid-muridnya. Dengan memberikan
contoh yang baik melalui tindakan mereka sendiri, para guru menunjukkan
perilaku terpuji, termasuk kerendahan hati, kesabaran, ketulusan, kejujuran,
ketergantungan pada Tuhan, dan menghindari perilaku negatif. Sangat penting bagi
para pendidik untuk menumbuhkan karakter yang baik dalam diri mereka. Hal ini
karena siswa melihat segala sesuatu yang dilakukan guru sebagai teladan, yang
membuat mereka mencerminkan dan meniru sikap, tindakan, dan perilaku guru,
yang mencakup watak bawaan, ekspresi verbal, dan perilaku. Program pembiasaan
siswa di sekolah ini secara konsisten mengikuti jadwal harian, yang meliputi salat
Dhuha, salat Dzuhur berjamaah, dan infak. Selain itu, ada kegiatan bulanan seperti
Kultum Jum'at dan ekstrakurikuler Rohis, serta acara tahunan untuk memperingati
hari-hari besar Islam dan mempromosikan nilai-nilai agama siswa. Tujuannya
adalah untuk menanamkan fondasi agama yang kuat di antara para siswa.

DAFTAR PUSTAKA
Amelia, Jessy. “Peran Keteladanan Guru Pai Dalam Pembentukan Karakter Religius
Siswa SMP Negeri 07 Lubuk Linggau.” UIN Fatmawati Sukarno, 2021.
Amin, H Samsul Munir. Ilmu Akhlak. Amzah, 2022.
Angdreani, Vebri, Idi Warsah, and Asri Karolina. “Implementasi Metode
Pembiasaan: Upaya Penanaman Nilai-Nilai Islami Siswa SDN 08 Rejang
Lebong.” At-Ta’lim: Media Informasi Pendidikan Islam 19, no. 1 (2020): 1–21.
Anshori, Sodiq. “Kontribusi Ilmu Pengetahuan Sosial Dalam Pendidikan Karakter.”
Edueksos Jurnal Pendidikan Sosial & Ekonomi 3, no. 2 (2016).

32 Apriliana Krisnawanti, “Kerjasama Guru Dengan Orang Tua Membentuk Karakter Disiplin

Siswa Kelas V SD Negeri Gembongan,” Basic Education 5, no. 18 (2016): 1–737.


74
Jurnal An-Nafis Vol. 1, No. 1 April 2022
Homepage [Link]
Muh. Yusuf dkk: Peran Guru PAI dalam Membentuk Karakter Religius Siswa

Darimi, Ismail. “Peningkatan Kompetensi Pedagogik Guru PAI Dalam


Pembelajaran.” Jurnal MUDARRISUNA: Media Kajian Pendidikan Agama Islam
5, no. 2 (2015): 309–24.
Dewi, Eva. “Potret Pendidikan Di Era Globalisasi Teknosentrisme Dan Proses
Dehumanisasi.” Sukma: Jurnal Pendidikan 3, no. 1 (2019): 93–116.
Frank, Jerome. Hukum Dan Pemikiran Modern. Nuansa Cendekia, 2023.
Habsy, Bakhrudin All. “Seni Memehami Penelitian Kuliatatif Dalam Bimbingan Dan
Konseling: Studi Literatur.” Jurnal Konseling Andi Matappa 1, no. 2 (2017):
90–100.
Hadi, Syamsul Hadi Syamsul. “Pembelajaran Sosial Emosional Sebagai Dasar
Pendidikan Karakter Anak Usia Dini.” Jurnal Teknodik, 2011, 227–40.
Hadisi, La. “Pendidikan Karakter Pada Anak Usia Dini.” Al-TA’DIB: Jurnal Kajian Ilmu
Kependidikan 8, no. 2 (2015): 50–69.
Ingsih, Kusni, Juli Ratnawati, Imam Nuryanto, and Sih Darmi Astuti. Pendidikan
Karakter: Alat Peraga Edukatif Media Interaktif. Deepublish, 2018.
Krisnawanti, Apriliana. “Kerjasama Guru Dengan Orang Tua Membentuk Karakter
Disiplin Siswa Kelas V SD Negeri Gembongan.” Basic Education 5, no. 18
(2016): 1–737.
Kuswanto, Edi. “Peranan Guru PAI Dalam Pendidikan Akhlak Di Sekolah.”
Mudarrisa: Jurnal Kajian Pendidikan Islam 6, no. 2 (2014): 194–220.
Machendrawaty, Nanih, and Agus Ahmad Safei. Pengembangan Masyarakat Islam.
PT Remaja Rosdakarya Offset–bandung, 2001.
Musbikin, Imam. Penguatan Pendidikan Karakter: Referensi Pembelajaran Untuk
Guru Dan Siswa SMA/MA. Nusamedia, 2019.
Muspiroh, Novianti. “Integrasi Nilai Islam Dalam Pembelajaran IPA (Perspektif
Pendidikan Islam).” Jurnal Pendidikan Islam 28, no. 3 (2013): 484–98.
Mustari, Mohamad. Administrasi Dan Manajemen Pendidikan Sekolah. Prodi S2 Studi
Agama-Agama UIN Sunan Gunung Djati Bandung, 2022.
Mustofa, Ali. “Metode Keteladanan Perspektif Pendidikan Islam.” CENDEKIA: Jurnal
Studi Keislaman 5, no. 1 (2019): 23–42.
Nangimah, Nurrotun. “Peran Guru PAI Dalam Pendidikan Karakter Religius Siswa
SMA N 1 Semarang.” Skripsi Sarjana. Fakultas Ilmu Tarbiyah Dan Keguruan
Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang, 2018.
Nugrahani, Farida, and Muhammad Hum. “Metode Penelitian Kualitatif.” Solo: Cakra
Books 1, no. 1 (2014): 3–4.
Oentoro, Jimmy. Indonesia Satu, Indonesia Beda, Indonesia Bisa. Gramedia Pustaka
Utama, 2013.
Pramujiono, Agung, S H Suhari, Reza Rachmadtullah, Tri Indrayanti, and Bramianto
Setiawan. Kesantunan Berbahasa, Pendidikan Karater, Dan Pembelajaran Yang
Humanis. Indocamp, 2020.
Pridayani, Melinda, and Ahmad Rivauzi. “Faktor Pendukung Dan Penghambat
75
Jurnal An-Nafis Vol. 1, No. 1 April 2022
Homepage [Link]
Muh. Yusuf dkk: Peran Guru PAI dalam Membentuk Karakter Religius Siswa

Pelaksanaan Program Penguatan Pendidikan Karakter Religius Terhadap


Siswa.” An-Nuha 2, no. 2 (2022): 329–41.
Sangadah, Ulfa Nurul. “Peran Guru Pendidikan Agama Islam Dan Orang Tua Dalam
Membentuk Kedisiplinan Ibadah Siswa Kelas XI IPA Di SMA Negeri 1
Rembang Kabupaten Purbalingga.” IAIN, 2017.
Subqi, Imam. “Pola Komunikasi Keagamaan Dalam Membentuk Kepribadian Anak.”
INJECT (Interdisciplinary Journal of Communication) 1, no. 2 (2016): 165–80.
Sugiyono, Dr. “Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif Dan
R&D,” 2013.
Sukatin, S Pd I, and M Shoffa Saifillah Al-Faruq. Pendidikan Karakter. Deepublish,
2021.
Sumar, Warni Tune. Strategi Pemimpin Dalam Penguatan Iklim Sekolah Berbasis
Budaya Kearifian Lokal:(Budaya Huyula). Deepublish, 2018.
Suryana, Dadan. Pendidikan Anak Usia Dini Teori Dan Praktik Pembelajaran.
Prenada Media, 2021.
Taufik, Ali, and Tatang Apendi. “Analisis Dampak Negatif Pergaulan Anak Remaja Di
Era Globalisasi Dengan Kemajuan Teknologi.” Wacana Akademika: Majalah
Ilmiah Kependidikan 5, no. 1 (2021): 26–33.
Uno, Hamzah B. Landasan Pendidikan. Bumi Aksara, 2022.
Yusuf, Achmad. Pesantren Multikultural Model Pendidikan Karakter Humanis-
Religius Di Pesantren Ngalah Pasuruan-Rajawali Pers. PT. RajaGrafindo
Persada, 2021.

76
Jurnal An-Nafis Vol. 1, No. 1 April 2022
Homepage [Link]

Anda mungkin juga menyukai