0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan20 halaman

Rencana Program Gizi Puskesmas 2024

Dokumen ini adalah Rencana Aksi Program Gizi UPTD Puskesmas Lubuk Rukam yang bertujuan untuk meningkatkan kesehatan masyarakat melalui perbaikan gizi dan pencegahan kekurangan gizi. Program ini berfokus pada kelompok rentan seperti bayi, balita, ibu hamil, dan remaja perempuan, serta melibatkan berbagai strategi dan kebijakan kesehatan. Selain itu, dokumen ini juga mencakup analisis situasi dan identifikasi masalah terkait pencapaian program gizi di wilayah tersebut.

Diunggah oleh

filosopiah
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan20 halaman

Rencana Program Gizi Puskesmas 2024

Dokumen ini adalah Rencana Aksi Program Gizi UPTD Puskesmas Lubuk Rukam yang bertujuan untuk meningkatkan kesehatan masyarakat melalui perbaikan gizi dan pencegahan kekurangan gizi. Program ini berfokus pada kelompok rentan seperti bayi, balita, ibu hamil, dan remaja perempuan, serta melibatkan berbagai strategi dan kebijakan kesehatan. Selain itu, dokumen ini juga mencakup analisis situasi dan identifikasi masalah terkait pencapaian program gizi di wilayah tersebut.

Diunggah oleh

filosopiah
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PLANNING OF ACTION ( POA ) PROGRAM GIZI

TAHUN 202….
UPTD PUSKESMAS LUBUK RUKAM KECAMATAN PENINJAUAN

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG


Pembangunan jangka panjang bidang kesehatan sejalan dengan Visi
Departemen Kesehatan RI yaitu menuju Indonesia sehat 2015 dan
selanjutnya dijabarkan dalam Misi Depkes yaitu memelihara dan
meningkatkan pelayanan kesehatan yang bermutu, merata dan
terjangkau dengan semakin mendorong kemandirian masyarakat untuk
hidup sehat.
Dalam melaksanakan misi tersebut diatas maka, ada beberapa
strategi yang diterapkan yaitu terciptanya paradigma sehat,
profesionalisme, JPKM dan desentralisasi. Kebijakan Pemerintah Republik
Indonesia yang dalam hal ini juga tertuang dalam bentuk keputusan
Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 128 tahun 2004 tentang
Kebijakan Dasar Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas).
Puskesmas merupakan bagian integral dan terpenting dari
pembangunan Kesehatan [Link] mencapai kondisi tersebut
perlu diselenggarakan berbagai upaya kesehatan secara menyeluruh,
berjenjang dan terpadu serta berkesinambungan.
Puskesmas merupakan salah satu unit fungsional terdepan yang
memberikan pelayanan kesehatan secara langsung kepada masyarakat
dengan 7 program pokok dan 16 program inovatif sebagai usaha poko
kesehatan ( Basic Health Service ) yang dilaksanakan baik didalam
maupun diluar gedung, utamanya program prioritas dalam rangka
meningkatkan jangkauan Mutu Pelayanan Kesehatan Dasar dan
pemanfaatan fasilitas pelayanan kesehatan dengan tidak
mengesampingkan peningkatan sumber daya.
Dalam melaksanakan kegiatannya Puskesmas mengacu pada empat
azas penyelenggaraan, yaitu azas pertanggungjawaban wilayah, azas
pemberdayaan masyarakat, azas keterpaduan, dan azas
[Link] mempunyai kewenangan untuk melakukan
pengelolaan program kegiatannya, untuk itu perlu didukung kemampuan

1
manajemen yang baik. Manajemen puskesmas merupakan suatu
rangkaian kegiatan yang bekerja secara sinergik yang meliputi
perencanaan, penggerakan serta pengendalian, pengawasan dan
penilaian.
Upaya perbaikan gizi masyarakat merupakan salah satu amanat
Undang-undang Kesehatan Nomor 36 tahun 2009. Upaya perbaikan gizi
ditujukan untuk peningkatan mutu gizi perseorangan dan masyarakat
yang dilakukan pada seluruh siklus kehidupan sejak dalam kandungan
sampai lanjut usia, dengan prioritas pada kelompok rawan, yaitu bayi
dan balita, remaja perempuan, ibu hamil dan ibu menyusui.

1.2 TUJUAN
1.2.1 Tujuan Umum :
 Mencegah terjadi kekurangan gizi
 Menurunkan angka stanting pada balita

1.2.2 Tujuan Khusus :


 Mengetahui gambaran tentang program wajib program Gizi
 Identifikasi permasalahan yang ada di program gizi
 Melaksanakan, dan melakukanevaluasi dari masalah
Rencana Tindak Lanjut yang telah ditetapkan

2
BAB 2
ANALISA SITUASI

2.1 DATA UMUM


Nomor Kode Puskesmas : 1011573/16010200011
Nama Puskesmas : UPTD Puskesmas LubukRukam
Alamat : Jalan .K.H. Muhamad Barlian Desa
Lubuk Rukam Kecamatan Peninjauan
Kecamatan : Peninjauan
Kabupaten : OganKomering Ulu
Propinsi : Sumatera Selatan
Tahun : 2024

UPTD Puskesmas Lubuk Rukam yang didirikan pada tahun 2006


merupakan pecahan dari wilayah kerja UPTD Puskesmas Peninjauan.
Dimana Puskesmas Peninjaun sendiri memiliki wilayah kerja yang sangat
luas, jadi untuk lebih meng-efektifkan kinerja Dinas Kesehatan
Kabupaten Ogan Komering Ulu maka didirikanlah UPTD Puskesmas
Lubuk Rukam.

2.2 DATA KHUSUS


2.1.1 Keadaan Geografis
Puskesmas Lubuk Rukam merupakan salah satu Puskesmas di
Kabupaten Ogan Komering Ulu yang terletak di daerah dataran
rendah dengan Luas wilayah 80.800 Ha, iklim26-29 C.
Batas-batas wilayah Kecamatan Lubuk Batang yaitu:
 Sebelah Selatan: Berbatasan dengan Kecamatan Rambang Lubai
Muara Enim
 Sebelah Selatan : Bebatasan dengan Kecamatan Baturaja Timur
 Sebelah Timur : Berbatasan dengan Kecamatan Peninjauan
 Sebelah Barat : Berbatasan dengan Kecamatan Semidang Aji

UPTD Puskesmas Lubuk Rukam membawahi sebagian wilayah


Kecamatan Peninjauan dengan 7 Desa, dari Desa Kepayang sampai
dengan Desa Bindu. UPTD Puskesmas Lubuk Rukam berdiri melalui
dana anggaran APBD Kabupaten OKU tahun 2004/2005 dan diserah
terima oleh Pemerintah Daerah ke Dinas Kabupaten OKU pada tahun

3
2006 dan mulai beroperasi menjadi Puskesmas Lubuk Rukam pada
bulan Mei 2006.
Pada awalnya berdiri sebuah Puskesmas Pembantu (PUSTU)
pada tahun 1985, yang bertempat di desa Lubuk Rukam, dipimpin
oleh Eliyasmi, di bawah naungan Puskesmas Peninjauan yang
dipimpin oleh Dr. Komariah. Pada tahun 2002, PUSTU dipimpin oleh
H. Sugito hingga tahun 2005. Tahun 2006, Status PUSTU berubah
menjadi Puskesmas Lubuk Rukam, tetap dibawah pimpinan [Link]
hingga Mei 2006. Pada bulan Juni 2006 sampai Oktober 2008,
Pimpinan UPTD Puskesmas Lubuk Rukam dipegang oleh Paisol, SKM.
Dan pada bulan Nopember 2008 sampai Juni 2012, Pimpinan UPTD
Puskesmas Lubuk Rukam kembali dipegang oleh [Link]. Pada bulan
Juli 2012 sampai Juli 2013, Pimpinan UPTD Puskesmas Lubuk Rukam
dipegang oleh Febrianto, SKM. Kemudian pada bulan Juli 2013 sampai
bulan Desember 2014 UPTD Puskesmas Lubuk Rukam dipimpin oleh
Erlina, SKM. Pada bulan Februari 2015 sampai dengan bulan
desember 2016 UPTD Puskesmas Lubuk Rukam dipimpin oleh
Sutaryo, SKM. Pada bulan Januari 2017 sampai bulan Februari 2023 di
pimpin oleh Dedy Munandar, SKM,. MM., setelah masa
kepemimpinannya telah habis kepemimpinan UPTD Puskesmas Lubuk
Rukam sampai sekarang dilanjutkan oleh Dwi Retno Pranandari, SST
dengan status UPTD Puskesmas Non Perawatan.

Dalam rangka memenuhi kebutuhan masyarakat,UPTD


Puskesmas Lubuk Rukam memiliki 5 upaya kesehatan masyarakat
esensial :
1. Promosi Kesehatan : Promosi Hidup Bersih dan Sehat
2. Kesehatan Lingkungan : Bimbingan Teknis Penyehatan
Pemukiman
3. Kesehatan Ibu Anak dan KB : ANC, MTBS, Imunisasi, KB
4. Gizi : Pencegahan Kebutaan, Pemantauan Status Gizi
5. Pemberantasan Penyakit Menular : Diare, ISPA, TB Paru
6. Pelayanan Keperawatan Kesehatan Masyarakat
Dan 7 upaya Kesehatan masyarakat Pengembangan yaitu :
1. Kesehatan Lansia
2. Kesehatan Jiwa dan PIS PK
3. Kesehatan Gigi Masyarakat dan UKS
4. Kesehatan Olahraga

4
5. Kesehatan Kerja
6. Kesehatan Indera
7. Kesehatan Tradisional Komplementer

Dalam rangka pelayanan kesehatan pada masyarakat, maka


kegiatan berpedoman pada visi dan misi serta Standar Prosedur
Pelayanan yang sesuai standar.

2.3 GAMBARAN UMUM


Gambaran umum wilayah kerja [Link] Lubuk Rukam terdiri
dari :
1. Lokasi Gedung
Lokasi gedung terletak di ujung desa Lubuk Rukam dengan luas area
bangunan kurang lebih 4500 m2 dengan luas bangunan Puskesmas
622 m2 dari jalan lintas Baturaja–Peninjauan. tahun 2024 Jumlah
penduduk 13.468.

2. Data Penduduk Berdasarkan Desa Tahun 2024

JENIS
JUMLAH KELAMIN
NO DESA KK WUS
PENDUDUK PUS
LK PR
1 KEPAYANG 2753 1426 1327 698 1034 475
2 KEDONDONG 639 324 315 162 240 110
3 BELIMBING 1291 672 619 327 485 223
4 DURIAN 1486 738 748 377 558 256
5 ESPE TIGA 1431 738 693 363 537 247
6 LUBUK RUKAM 3426 1795 1631 869 1286 591
7 BINDU 2442 1236 1206 619 917 421
JUMLAH 13468 6929 6539 3416 5056 2323

3. Mata Pencaharian
Berdasarkan keadaan sosial ekonomi mata pencaharian penduduk
masyarakat Kecamatan Lubuk Rukam diantaranya :
 Buruh Kasar  Pensiunan
 Aparatur Sipil Negara  Pengrajin
 Pedagang  Petani
5
 Sopir

4. Letak Geografis
UPTD Puskesmas Lubuk Rukam terletak di Kecamatan
Peninjauan, Kabupaten Ogan Komering Ulu, Provinsi Sumatera
[Link] wilayah kerja UPTD Puskesmas Lubuk Rukam, adalah:
a. Sebelah Selatan : UPTD Puskesmas Lubuk Batang.
b. Sebelah Utara : UPTD Puskesmas Peninjauan.
c. Sebelah Timur : UPTD Puskesmas Karya Mukti.
d. Sebelah Barat : PT. Mitra Ogan.
Seperti kebanyakan daerah lain di Indonesia, wilayah kerja
UPTD Puskesmas Lubuk Rukam beriklim tropis. Sekitar + 90%
perkebunan di wilayah kerja UPTD Puskesmas Lubuk Rukam adalah
perkebunan karet, sedangkan sisanya adalah perkebunan sawit,
perkebunan sayur-mayur, dan persawahan yang diusahakan oleh
rakyat maupun perusahaan swasta.

5. Jumlah Sarana Kesehatan


SARANA KESEHATAN
NO
PUSKESMAS PUSTU POSKESDES POSYANDU
1 Lubuk Rukam Kepayang Kepayang Indah Seroja 1
2 Kepayang dalam Seroja 2
3 Kedondong Kamboja
4 Belimbing Belimbing Indah
5 Kandang Macan Melati
6 Durian Tiara Senja
7 Espetiga Espetiga Tanjung
8 Lubuk Rukam Rukam Berduri 1
9 Lubuk Rukam Rukam Berduri 2
10 Talang Bali Melati
11 Bindu Teratai
12 Talang Kemang Kemang indah
TOTAL 2 12 12

6. Jumlah Tenaga Kesehatan 93 Orang, digolongkan berdasarkan :


 PNS : 30 Orang
 PPPK : 30 Orang
 Tenaga Kontrak : 33
Orang

6
7. Data Sarana pendidikan di wilayah Kecamatan Lubuk Rukam
 Taman Kanak-kanak (TK) : 3 (8 Swasta)
 PAUD : 7 (7 Swasta)
 Sekolah Dasar (SD) : 8 (8 Negeri dan 1 Swasta)
 Sekolah Lanjut Tingkat Pertama (SLTP) : 3 (2 Negeri dan 1 Swasta)
 Sekolah Lanjut Tingkat Atas (SLTA) : 2 (1 Negeri dan 1 Swasta)

8. Data Morbiditas
a. Jumlah 10 penyakit terbesar
NO. NAMA PENYAKIT JUMLAH (%)
1 Gastristis 1293 28.31%
2 Influenza 826 18.08%
3 Hipertensi esensial 777 17.01%
4 Artritis reumatoid 516 11.30%
5 Migran 295 6.46%
6 Demam tifoid 251 5.49 %
7 Diare tanpa dehidrasi 203 4.44%
8 Bronkitis akut (usia >15 tahun) 137 3,00%
9 Vertigo 136 2,98%
10 Konjungtivitis alergi 134 2.93%
JUMLAH 4568 100%

7
BAB 3
ANALISIS MASALAH

3.1 Identifikasi Masalah


Dengan melihat pencapaian program gizi tahun 2023 masih
ditemukan beberapa permasalahan yang disajikan pada tabel berikut :
Targe Pencapaia
No Upaya Masalah
t n

1 Persentase Balita 6-11 80% 89 % -


bulan mendapatkan
kapsul vit.A dosis tinggi

2 Persentase Balita 12-59 80% 89,8% -


bulan mendapatkan
kapsul vit.A dosis tinggi
Masih ada 47,6% ibu hamil yang
3 Persentase ibu hamil 94% 46,4% tidak mendapatkan tablet
mendapat 90 tablet tambah darah
tambah darah

4 Persentase remaja putri 32% 43,8% -


mendapat tablet tambah
darah

5 Persentase balita kurus 85% 97% -


mendapatkan PMT
Masih ada 1,7% ibu hamil KEK
6 Persentase ibu hamil 85% 83,3% yang tidak mendapatkan tablet
KEK yang mendapat tambah darah
makanan tambahan

7 Persentase balita gizi 65% 100% -


buruk mendapat
perawatan

8 Persentase balita 75% Masih ada 14,6% balita yang


60,4%
ditimbang berat tidak ditimbang
badanya D/S

9 Persentase balita naik


81% 97,4% -
berat badanya N/D

10 Persentase balita bawah Masih ada 18,2% balita dibawah


31% 12,8%
garis merah (BGM) garis merah

Cakupan rumah tangga


11 mengkonsumsi garam 85% 100% -
beryodium

12 Ibu Hamil Kurang Energi


13% 83,3% -
Kronik (KEK)

13 Persentase bayi 0-6 50% 24,1% Masih ada 25,9% bayi 0-6 bulan

8
bulan mendapatkan
ASI Ekslusif tidak mendapatkan ASI Ekslusif

14 Persentase bayi baru


88% 88,8% -
lahir mendapat IMD

15 Balita Pendek (Stunting) 18,4% 21,2% -

Dari tabel di atas masih ada permasalahan dalam program gizi


1) 47,6% ibu hamil yang tidak mendapatkan tablet tambah darah
2) 1,7% ibu hamil KEK yang tidak mendapatkan tablet tambah darah
3) 14,6% balita yang tidak ditimbang
4) 18,2% balita dibawah garis merah
5) 25,9% bayi 0-6 bulan tidak mendapatkan ASI Ekslusif

3.2 Menetapkan Urutan Prioritas Masalah


Mengingat adanya keterbatasan kemampuan dalam mengatasi
masalah secara sekaligus atau adanya keterkaitan satu masalah
dengan masalah lainnya, maka perlu dipilih prioritas masalah dengan
menggunakan metode USG. Penetapan masalah prioritas tersebut
dipandang dari segi Urgency (tingkat urgensi), Seriousness (tingkat
keseriusan) dan Growth (tingkat perkembangan) yang disajikan dalam
tabel berikut

Tabel 3.2 Penetapan Prioritas Masalah

URUTAN
MASALAH U S G U+S+ PERIORITAS
G MASALAH

Masih ada 47,6% ibu hamil


yang tidak mendapatkan 4 4 3 11 1

tablet tambah darah


Masih ada 1,7% ibu hamil KEK
yang tidak mendapatkan 3 4 3 10 2

tablet tambah darah


Masih ada 14,6% balita yang
3 2 3 8 3
tidak ditimbang

Masih ada 18,2% balita 2 2 2 6 4


dibawah garis merah

Masih ada 25,9% bayi 0-6


bulan tidak mendapatkan ASI
Ekslusif

9
3.3 Perumusan Masalah

 Masih ada 23,6%bayi umur 0-6 bln yg belum mendapatkan asi


ekslusif.
 Masih ada 32,7% balita yg tidak ditimbang berat badanya D/S
 Masih 5,2%ibu hamil yg tidak mendapatkan tablet tambah darah
 Masih 5,4% balita yg tidak mendapatkan kapsul vit.a

3.4 Mencari Akar Penyebab Masalah


Upaya pencarian akar penyebab masalah dengan menelusuri
faktor penyebab yang berpengaruh terhadap masalah tersebut baik
secara langsung maupun tidak langsung dengan menggunakan alat
analisis Ishikawaatau diagram tulang ikan (Fish Bone Diagram).
Beberapa akar penyebab masalah tersebut dikelompokkan dalam faktor
Man (manusia), Money (dana), Material (bahan), Methode (metode),
Equipment (alat) dan Environment (lingkungan) yang dapat dilihat
dalam diagram berikut:

10
BAYI UMUR 0-6 BULAN MENDAPATKAN ASI EKSKLUSIF

SARANA MANUSIA
Kurangnya
pengetahuan
tentang manfaat
Media asi ekslusif
Penyuluhan
kurang Budaya pemberian
memadai susu formula belum
dapat dihilangkn

Masih ada 23,6 %bayi


umur 0-6 bln yg belum
mendapatkan asi ekslusif

Kurangnya
dukungan dari
keluarga
Penyuluhan
tentang
manfaat asi
ekslusif

LINGKUNGAN METODE

11
BALITA DITIMBANG BERAT BADANNYA D/S

SARANA MANUSIA
Alat posyandu
kurang lengkap
Kader kurang aktif

Kurangnya
dana untuk
petugas

Masih ada 32,7


% balita tidak
ditimbang berat
Kurangnya dukungan dari badannya D/S
lintas sektor

Kurangnya Kegiatan
pendekatan petugas posyandu
posyandu dengan membosanka
n
masyarakat
LINGKUNGAN METODE

D B M

12
Pemecahan masalah
Alternatif Pemecahan Alternatif Pemecahan
No Prioritas Masalah Penyebab Masalah
Masalah Terpilih
1. Masih ada 23,6% bayi umur 0-6  Kurang nya informasi tentang  Edukasi kepada ibu tentang Penyuluhan dan edukasi
bulan yang belum mendapatkan manfaat ASI Eksklusif manfaat ASI Eksklusif yang kepada orangtua tentang
ASI Eksklusif.  Kebiasaan masyarakat yang diberikan kepada bayi ASI Eksklusif.
memberikan air minum saat bayi  Penyuluhan dan konseling
haus edukasi gizi tentang
 Pemberian susu formula kepada ketentuan konsumsi susu
bayi dengan alasan ASI tidak formula pada usia bayi serta
keluar. apa boleh dan tidak boleh
terkait pemberian makanan
atau minuman lain selain ASI
pada bayi usia <6 bulan.

2. Masih ada 32,7% balita yang  Kader kurang aktif  Menghimbau kader untuk Menghimbau kader untuk
tidak ditimbang berat badan nya  Kegiatan posyandu aktif menyebarkan informasi berperan aktif dalam
(D/S) membosankan kegiatan posyandu terselenggaranya kegiatan
 Alat posyandu kurang lengkap  Mengusulkan untuk posyandu di desa.
 Anak yang sudah mendapatkan pengadaan alat
imunisasi lengkap tidak hadir lagi  Menyampaikan informasi
posyandu bahwa posyandu berlaku
untuk anak usia 0-59 bulan.

13
BAB 4
RENCANA USULAN KEGIATAN

4.1 Rencana Usulan Kegiatan

Setelah prioritas masalah dapat ditentukan dan diperoleh prioritas


pemecahan masalah sebagai hasil dari kajian data dan informasi yang
ada, maka tahap selanjutnya menyusun Rencana Usulan Kegiatan (RUK)
dengan memperhatikan berbagai kebijakan yang berlaku. Dalam hal ini
kegiatan yang akan diusulkan disesuaikan dengan satuan belanja dana
BOK (Dana Operasional Kesehatan). Rencana belanja per kegiatan dan
RUK dan RPK yang telah disusun dituangkan dalam bentuk

14
RENCANA USULAN KEGIATAN PROGRAM GIZI
PUSKESMAS LUBUK RUKAM
TAHUN 202….

Upaya Target Kebutuhan Sumber


Penanggung Mitra Waktu Kebutuhan Indikator
No Kesehata Kegiatan Tujuan Sasaran Sasara Sumber Pembiayaa
jawab Kerja Pelaksanaan Anggaran Kinerja
n n Daya n

Meningkatk
penyuluhan Kepala
Meningakatk Seluruh ibu an cakupan
tentang asi desa ,Bida
Program an cakupan hamil yg ada 292 ibu Pemegang ATK, 0-6 bln yg
1 n 2 Kali/ Tahun DISESUAIKAN BOK
Gizi ekslusif asi ekslusif di 7 desa 9 hamil Program gizi Proyektor mendapatk
[Link]
poskesdes an asi
posyandu
ekslusif
Meningkatk
Pendistribu
Mencegah Seluruh ibu an cakupan
sian tablet Kepala
terjadinya hamil yg ada 292 ibu Pemegang ATK, ibu hamil
2 tambah desa,bidan 6 kali/tahun BOK
anemi pada di 7 desa 9 hamil program gizi Tablet FE yg
darah untuk desa
ibu hamil poskesdes mendapkan
ibu hamil
tablet Fe

Meningkatk
RT bias
3 an cakupan
Pemeriksaa membedaka Kepala
Seluruh RT 7 Pemegang ATK,petugas RT yg
n garam n garam 90 kk , tes desa,bidan 2 kali / tahun BOK
desa program gizi menkonsu
beryodium beryodium ioudium. desa
msi garam
dan tidak
yodium
beryodium
Pendistribu Mencegah Seluruh 328 Pemegang ATK,petugas Kepala 2 kali/tahun Meningkatk BOK
4 sian tablet terjadinya remaja putri remaja program gizi ,tablet sekolah,gu an cakupan
fe remaja anemi pada 4 sekolah putri [Link] ru. remaja
si/kendaran
putri remaja putri putri yg
mendapatk

15
an tablet fe

Bayi
Pendistribu Meningkatk
Untuk balita
5 sian ATK,Petugas Kepala an
memperbaik Bayi balita yg dibawah
PMT/makan Pemegang ,PMT,Transp desa,bidan cakupan
i cakupan kurus 9 garis 2 kali/tahun BOK
tambahan program gizi ortasi/ desa,kader balita kurus
gizi pada poskesdes merah/ kendaraan posyandu
untuk bayi mendapatk
bayi balita gizi
balita an PMT
kurang
Gizi buruk
untuk
Kepala ditemukan
Pelacakan menemukan bayi Pengukur
6 Seluruh bayi Pemegang desa,bidan yg
gizi balita yang balita di BB,Penguku 2 kali/ tahun BOK
balita Program gizi desa,kader mendapatk
buruk/BGM kekurangan 4 desa r TB,ATK.
posyandu an
gizi
perawatan
1358
Meningkatk
Mencegah bayi ATK,vit A
Bayi balita 6- Bidan an cakupan
Sweeping terjadinya balita 6- Pemegang [Link] A desa,kader BOK
7 59 bln di 7 2 kali/tahun 6-59 bln
vitamin.A kekurangan 59 bln program gizi merah,kend
desa araan posyandu dapat
vitamin,A di 7
vitamin A
desa

8 Pemantauan Memantau Balita usia 0- 1493 Pemegang Pengukur Bidan 3 kali/ tahun Meningkat
Status Gizi pertumbuhan 59 bulan balita program gizi BB,Pengukur [Link] kan
balita dengan 0-59 TB,ATK. cakupan
r posyandu
kunjungan bulan D/S BOK
posyandu (D/S) di 7
desa

Pendistribu Meningkatka Ibu hami kek 293 ibu Pemegang ATK,petugas Bidan 2 kali/tahun Meningkatk BOK
9 sian PMT n cakupan di 9 hamil di program gizi ,kendaraan. desa, an cakupan
bumil Kek gizi pada ibu poskesdes poskesd ibu hamil

16
KEK yg
hamil yg KEK es mendapatk
an PMT

17
BAB 5
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 KESIMPULAN

 Setiap kegiatan harus ada jadwal yang sudah pasti


 Setiap kegiatan harus sesuai dengan rencana yang sudah
ditetapkan
 Keberhasilan sebuah kegiatan selalu di dukung oleh kekompakan
tim (lintas sektor dan lintas Sektoral )

5.2 SARAN
Peran lintas sektor dan lintas program perlu ditingkatkan guna
tercapaianya tujuan program yang sudah ditetapkan dan disepakati
bersama

18
BAB 6
PENUTUP

Pembuatan PLANNING Of Action ( POA ) dilakukan dengan dasar


pencapaian program [Link] kegiatan program gizi yang sudah
dilakukan di Puskesmas Mangaran dengan bersumber daya masyarakat.
Program gizi ini merupakan pedoman pelaksanaan dari berbagai program
di dalam kegiatan pelayanan kesehatan dasar bagi masyarakat, terutama
di wilayah Puskesmas Pembantu (Pustu), Polindes , Ponkesdes dalam
berbagai Upaya Kesehatan Bersumber daya Masyarakat ( UKBM ) dan
dalam melakukan pembinaan program promosi kesehatan. Oleh karena itu
dalam pembentukan maupun pengembangan UKBM yang dilaksanakan
oleh masyarakat sebagai bentuk partisipasinya , hendaknya selalu
mendapat bimbingan/ pembinaan dari petugas kesehatan baik dari
petugas kesehatan desa/ kelurahan setempat maupun dari Puskesmas
serta dari Dinas Kesehatan.
Rencana Kegiatan Operasional ini bersifat dinamis, artinya dapat
disempurnakan kembali bila ada masukan untuk penyempurnaan.

Demikian yang dapat disampaikan dalam penyusunan POA tahun


2022 dengan satu harapan bahwa dalam pelaksanaan kegiatan /
pelayanan kesehatan dapat berhasil guna dan berdaya guna.

19
20

Anda mungkin juga menyukai