Universitas Negeri Yogyakarta
Etika profesi &
• Tujuan APD Keselamatan
• Persyaratan APD Kerja
Konstruksi
• Perbedaan Pada Pekerjaan Tanah
• Pekerjaan Struktur
• Pekerjaan High rise building
• Tanda-tanda K3
Dosen Pengampu : Hendra Dewata
Mahasiswa : Susanto
Nim : 21505244046
1. Tujuan APD ( Alat Pelindung Diri )
Tujuan penggunaan alat pelindung diri (APD) adalah untuk melindungi pemakainya dari bahaya di
tempat kerja, kecelakaan, dan penyakit. APD juga dapat membantu menurunkan risiko penularan
penyakit.
Tujuan penggunaan APD
• Mencegah kecelakaan dan sakit akibat kerja
• Melindungi pekerja dari jatuhnya benda berat, luka dari mesin produksi, atau paparan bahan kimia
• Menurunkan risiko penularan penyakit yang sangat infeksius
• Memberikan perlindungan pada sumber-sumber produksi sehingga dapat meningkatkan efisiensi
dan produktivitas
• Mengurangi jumlah absen karena sakit
1. Tujuan APD ( Alat Pelindung Diri )
Jenis APD
• Sarung tangan
• Safety shoes
• Kacamata pelindung
• Baju pelindung
• Alat pelindung telinga (ear muff atau ear plug)
• Helm
• Masker
Penggunaan APD
• APD harus disesuaikan dengan potensi bahaya yang ada di tempat kerja
• APD harus dilepaskan secara berurutan dan dengan melakukan cuci tangan setiap kali selesai
melepaskan satu atribut
• Jika Anda mengalami keluhan kesehatan yang berkaitan dengan pekerjaan atau penggunaan APD
yang tidak tepat, segeralah periksakan diri ke dokter
2. Persyaratan APD ( Alat Pelindung Diri )
Apa Standar OSHA untuk Penggunaan APD ?
Mari kita definisikan OSHA terlebih dahulu, OSHA merupakan singkatan dari Occupational Safety and
Health Administration. OSHA memiliki peraturan yang mengharuskan pemberi kerja untuk
menyediakan Alat Pelindung Diri ( APD ) kepada karyawan yang terpapar bahaya.
OSHA memiliki standar untuk penggunaan APD yang ditemukan dalam standar industri umum untuk
alat pelindung diri Administrasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (OSHA) peraturan 29 CFR
1910.132.
Menurut OSHA, “Pengusaha harus menyediakan APD setiap kali karyawan terpapar bahaya yang
mengharuskan penggunaannya. Jenis dan jumlah APD yang diperlukan akan bergantung pada bahaya
tertentu.”
2. Persyaratan APD ( Alat Pelindung Diri )
Syarat APD :
1. Memiliki desain yang aman
Peralatan atau perlengkapan pelindung tidak boleh memiliki bagian yang menonjol yang dapat tersangkut, tertusuk, atau
tergores pada kulit. Peralatan atau perlengkapan tersebut harus terpasang dengan baik sehingga tidak bergeser atau
terlepas.
2. Berukuran sesuai
APD harus memiliki ukuran yang tepat bagi orang yang akan mengenakannya. APD harus nyaman digunakan dan pas di
badan agar tidak mengganggu gerakan pemakainya.
3. Gunakan bahan yang aman
Bahan yang digunakan dalam APD harus diuji dan terbukti aman untuk digunakan oleh manusia. Bahan tersebut juga
harus cukup tahan lama untuk menahan keausan akibat penggunaan berulang.
4. Mudah dibersihkan
APD harus mudah dibersihkan dan didisinfeksi sehingga dapat terbebas dan aman dari kontaminan serta bahaya biologis
yang dapat menyebabkan infeksi.
5. Harus diberi tanda yang jelas
APD harus diberi tanda yang jelas berupa nama produsen, merek dagang, atau simbol lain yang menunjukkan identitas
produsen.
3. Perbedaan APD pada pekerjaan tanah
Alat Pelindung Diri (APD) yang digunakan untuk pekerjaan tanah meliputi helm, sepatu safety, masker, sarung tangan, dan
kacamata.
Jenis APD untuk pekerjaan tanah
• Helm safety: Melindungi kepala dari benturan benda keras, panas matahari, dan cuaca ekstrem
• Sepatu safety: Melindungi kaki dari tumpahan bahan, benda tajam, dan bahaya jatuh
• Masker: Melindungi pernafasan dan mulut
• Sarung tangan: Melindungi tangan dari benda tajam, kasar, berdebu, kotor, panas, dan benda berisiko melukai lainnya
• Kacamata pelindung: Melindungi mata dari debu, partikel berbahaya, panas, dan uap
• Sumbat telinga: Melindungi telinga dari kebisingan
Tips penggunaan APD
• Pastikan APD yang digunakan layak pakai
• Pahami cara menggunakan APD dengan benar
• Kenakan APD sesuai dengan persyaratan yang telah dibuat
APD merupakan komponen penting dalam menjaga keselamatan dan keamanan pekerja. APD berfungsi untuk mengisolasi
sebagian atau seluruh tubuh dari potensi bahaya
3. Perbedaan APD pada pekerjaan tanah
4. APD pada pekerjaan struktur
Untuk pekerjaan pada bidang konstruksi • Pelindung tangan
berikut ini adalah jenis – jenis APD nya: Sarung tangan (gloves) untuk melindungi tangan dari kontak dengan
• Pelindung kepala bahan kimia, tergores, atau luka akibat sentuhan dengan benda tajam.
Untuk pekerjaan konstruksi pelindung tangan yang digunakan adalah
Helm yang berguna untuk melindungi kepala
impact hand glove (sarung tangan anti hantaman).
dari benda jatuh atau benturan
• Pelindung kaki
• Pelindung mata dan wajah
Safety shoes untuk melindungi kaki dari benda tajam, panas atau
Kacamata pelindung (protective goggles)
cairan
untuk melindungi mata dari debu, serbuk
kayu, percikan logam, bahan kimia, dan • Pakaian Pelindung
partikel lain yang membahayakan. Pakaian pelindung ini dapat berupa rompi atau atau pakian yang
• Pelindung telinga menggunakan lengan panjang agar pekerja terhidar dari paparan
panas secara langsung. Rompi juga bisa ditambahkan dengan bahan
Sumbat telinga (ear plug) atau penutup
reflective agar terlihat ketika bekerja pada malam hari.
telinga (ear muff) untuk melindungi telinga
dari kebisingan atau tekanan akibat • Alat pelindung bekerja pada ketinggian
dentuman keras Alat ketinggian ini berupa body harness yang bisa digunakan pada
pekerjaan ketinggan untuk memastikan pekerjaan yang aman bagi
para pekerja.
4. APD pada pekerjaan struktur
5. APD pada pekerjaan High Risk Building
Alat Pelindung Diri (APD) yang digunakan pada APD digunakan untuk mengurangi paparan terhadap bahaya di
pekerjaan konstruksi berisiko tinggi meliputi: lokasi kerja. APD juga membantu melindungi kesehatan pekerja
dari paparan polutan atau partikel berbahaya.
• Helm safety untuk melindungi kepala dari
Untuk memastikan pekerja menggunakan APD yang sesuai,
benturan
pengusaha harus:
• Kacamata pengaman atau goggles untuk
• Memberikan informasi, instruksi, dan pelatihan yang
melindungi mata
memadai tentang penggunaan APD
• Masker pernapasan atau respirator untuk
• Memastikan APD yang disediakan mematuhi peraturan
melindungi pernafasan
perundang-undangan
• Earmuff atau earplug untuk melindungi
• Memeriksa APD secara berkala oleh orang yang kompeten
pendengaran
untuk mengecek kerusakan
• Sarung tangan safety untuk melindungi tangan
• Memastikan APD yang digunakan sesuai dengan standar
• Sepatu boots untuk melindungi kaki
dan regulasi yang berlaku
• Rompi dan jas yang mudah terlihat
Formulir Penilaian Bahaya APD dapat digunakan untuk
• Pelindung wajah
menentukan APD yang dibutuhkan.
• Sabuk pengaman
5. APD pada pekerjaan High Risk Building
6. Tanda / Rambu K3
Dalam dunia konstruksi dan proyek, Jenis-Jenis Rambu K3
keselamatan dan kesehatan kerja (K3) [Link] Peringatan
menjadi prioritas utama. Salah satu cara 1. Fungsi: Memberikan peringatan tentang potensi bahaya yang ada di s
untuk memastikan keselamatan di tempat ekitar area proyek.
2. Contoh: Rambu "Awas Bahaya Listrik", "Hati-hati Terjatuh", dan "Awas
kerja adalah dengan penggunaan rambu- Bahan Kimia Berbahaya".
rambu K3. Rambu-rambu ini tidak hanya 3. Warna: Umumnya berwarna kuning dengan simbol hitam.
memberikan petunjuk atau peringatan [Link] Larangan
kepada pekerja, tetapi juga membantu 1. Fungsi: Menginformasikan tentang tindakan yang dilarang untuk dilak
ukan di area tertentu.
dalam menciptakan lingkungan kerja yang 2. Contoh: "Dilarang Merokok", "Dilarang Memasuki Area Tanpa Izin", da
aman dan terorganisir dengan baik. n "Dilarang Menggunakan Api Terbuka".
3. Warna: Biasanya berwarna merah dengan simbol putih atau hitam.
Pengertian Rambu K3 [Link] Perintah
Rambu K3 adalah tanda atau simbol yang 1. Fungsi: Menyampaikan instruksi yang wajib diikuti oleh pekerja atau o
rang yang berada di area proyek.
digunakan untuk memberikan informasi, 2. Contoh: "Wajib Menggunakan Helm", "Wajib Menggunakan Masker",
peringatan, atau instruksi terkait dan "Gunakan Pelindung Telinga".
3. Warna: Umumnya berwarna biru dengan simbol putih.
keselamatan dan kesehatan kerja di suatu
[Link] Petunjuk
proyek. Rambu-rambu ini dirancang untuk
1. Fungsi: Memberikan informasi penting tentang lokasi atau prosedur te
mudah dikenali dan dipahami oleh semua rtentu yang harus diketahui oleh pekerja.
orang di tempat kerja, termasuk pekerja, 2. Contoh: "Titik Berkumpul Saat Darurat“, "Jalur Evakuasi", dan "Lokasi
Kotak P3K".
pengunjung, dan manajemen. 3. Warna: Biasanya berwarna hijau dengan simbol putih.
6. Tanda / Rambu K3
Standar dan Peraturan Pentingnya Rambu K3 di Proyek
Di Indonesia, rambu-rambu K3 harus • Mencegah Kecelakaan Kerja Rambu-rambu K3 memainkan
mematuhi standar yang ditetapkan oleh peran penting dalam mencegah kecelakaan kerja dengan
peraturan perundang-undangan. Salah satu memberikan peringatan dini kepada pekerja tentang bahaya
acuan yang digunakan adalah Peraturan yang mungkin terjadi.
Menteri Tenaga Kerja (Permenaker) No. 05
• Mengurangi Risiko Cedera Dengan mematuhi rambu-rambu
Tahun 1996 tentang Sistem Manajemen K3.
yang ada, pekerja dapat menghindari tindakan berbahaya yang
Selain itu, standar internasional seperti ISO
dapat menyebabkan cedera atau bahkan kematian.
7010 juga sering digunakan untuk
• Memastikan Kepatuhan terhadap Peraturan Penggunaan
memastikan keseragaman dan kemudahan
rambu-rambu K3 membantu perusahaan dalam memenuhi
dalam memahami rambu-rambu K3 di
kewajiban hukum terkait keselamatan dan kesehatan kerja,
berbagai proyek.
sehingga menghindari sanksi atau denda.
• Meningkatkan Kesadaran K3 Rambu-rambu ini juga berfungsi
untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya K3 di kalangan
pekerja, yang pada akhirnya menciptakan budaya kerja yang
lebih aman.
6. Tanda / Rambu K3
Penempatan Rambu K3
Penempatan rambu K3 harus dilakukan dengan strategis agar mudah terlihat dan dipahami oleh semua
orang di lokasi proyek. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penempatan rambu K3 antara lain:
• Tinggi Rambu: Rambu harus ditempatkan pada ketinggian yang dapat dilihat dengan mudah oleh
pekerja.
• Kondisi Lingkungan: Rambu tidak boleh terhalang oleh objek lain dan harus tahan terhadap kondisi
lingkungan, seperti cuaca ekstrem.
• Pencahayaan: Rambu harus cukup terang atau diberi penerangan tambahan jika ditempatkan di area
dengan cahaya rendah.
Rambu-rambu K3 di proyek adalah komponen vital dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman dan
terhindar dari risiko kecelakaan. Penggunaan dan penempatan rambu yang tepat tidak hanya mematuhi
peraturan yang berlaku tetapi juga berkontribusi pada keselamatan dan kesehatan seluruh tenaga kerja di
lokasi proyek. Dengan memahami dan mematuhi rambu-rambu K3, kita dapat menciptakan budaya
keselamatan yang kuat dan berkelanjutan di tempat kerja.
6. Tanda / Rambu K3
Rambu Arahan
Rambu Waspada
Rambu Perhatian / Notice Rambu Larangan
Universitas Negeri Yogyakarta
TERIMA KASIH