0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
7 tayangan6 halaman

Struktur dan Jenis Litosfer Bumi

Litosfer adalah lapisan batuan yang membentuk kerak bumi dan bagian atas mantel bumi, terdiri dari batuan beku, sedimen, dan metamorf. Tenaga pembentuk muka bumi dibagi menjadi tenaga endogen yang berasal dari dalam bumi dan tenaga eksogen dari luar bumi, yang masing-masing mempengaruhi bentuk permukaan bumi. Vulkanisme melibatkan pergerakan magma yang dapat menghasilkan berbagai bentuk gunung api dan tipe letusan yang berbeda, serta dampak positif dan negatif terhadap lingkungan.

Diunggah oleh

Deandra Darmawangsa
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
7 tayangan6 halaman

Struktur dan Jenis Litosfer Bumi

Litosfer adalah lapisan batuan yang membentuk kerak bumi dan bagian atas mantel bumi, terdiri dari batuan beku, sedimen, dan metamorf. Tenaga pembentuk muka bumi dibagi menjadi tenaga endogen yang berasal dari dalam bumi dan tenaga eksogen dari luar bumi, yang masing-masing mempengaruhi bentuk permukaan bumi. Vulkanisme melibatkan pergerakan magma yang dapat menghasilkan berbagai bentuk gunung api dan tipe letusan yang berbeda, serta dampak positif dan negatif terhadap lingkungan.

Diunggah oleh

Deandra Darmawangsa
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Mengenal Litosfer

Secara etimologi, litosfer diambil dari bahasa Yunani. Yaitu LITHOS yang artinya batuan dan
SPHERE yang artinya lapisan. Maka, litosfer dalah lapisan batuan pembentuk muka bumi.
Teori bumi bulat ini sejalan dengan teori lapisan bumi. Para ilmuwan percaya, bumi
umumnya dibagi menjadi 3 bagian. Litosfer, Asthenosfer, dan Barisfer.

Struktur Lapisan Litosfer


Litosfer memiliki ketebalan kurang lebih ±70km, menjadikannya yang paling tipis
namun luas. Lapisan litosfer tersusun atas 2 bentuk, SiAl:Silisium dan Alumunium, dan
SiMa:Silisium dan Magnesium. Lapisan ini bisa disebut Kerak Bumi.
A. Kerak Samudera: 5-10 km, padat, tersusun dari basalt, selalu menalami subduksi.
Sebagian dasar terdiri atas batuan yg padat dan gelap, Kerak Benua: 30-70 km, lebih ringan
dan lebih tua karena tidak mengalami subduksi. Terdiri dari batuan yg ringan karena
mengandung silika

C. Mantel atas bumi memiliki ketebalan setidaknya 1.700km. Astenosfer tergabung dalam
kelompok mantel atas yang sifatnya lebih cair. Di sinilah magma dihasilkan dan tempat
terjadinya pergerakan lempeng tektonik.

D. Mantel bawah ada di bawah mantel atas dengan ketebalan +- 2.200 km. Tempat ini belum
pernah dijelajah manusia. Panas dari mantel bawah berkontribusi untuk pergerakan lempeng
tektonik.
E. Magma yang keluar saat erupsi berasal dari Astenosfer. Magma ini berpotensi membuat
pulau baru. Magma juga bisa membentuk batuan beku seperti granit atau keluar saat erupsi.
F. Inti bumi disebut juga Barisfer. Terbagi menjadi barisfer luar dan barisfer dalam. Bagian
paling dalam dari bumi ini tersusun atas NiFe (Nikel dan Besi). Lapisan inti luar memiliki
ketebalan 2.080 kilometer dan punya suhu yang sangat panas, yaitu berkisar 3.000-4.500
derajat celcius dan bersifat cair sepanjang waktu. Adapun inti dalam memiliki radius 1.390
kilometer. Bagian ini adalah lapisan yang paling panas, karena suhunya bisa mencapai antara
4.300 hingga 5.400 derajat celcius yang hampir sama dengan panas permukaan Matahari.
Batuan Pembentuk Muka Bumi

1. Batuan Beku, terjadi dari magma yang mengalami proses pendinginan pembekuan.
Berdasarkan tempat pendinginnya ada 3 macam batuan :
a. Batuan tubir (Batuan beku dalam), terbentuk jauh di dalam kulit bumi hanya terdiri
dari kristal. Karena pendinginnya lambat sekali, kristalnya besar besar.
b. Batuan korok (gang/sela), terbentuk di dalam korok gang. Karena dekat ke muka
bumi, pendinginan lebih cepat sehingga terdiri atas kristal besar dan kecil bahkan ada yang
tidak mengkristal misalnya bahan amorf
c. Batuan beku luar (Epusif), merupakan batuan yang membeku di luar kulit bumi, di
mana temperatur turun cepat sekali. dari magma hanya dapat membentuk kristal kecil dan
sebagian ada sama sekali tidak mengkristal dan strukturnya amorf

2. Batuan sedimen atau batuan endapan, biasanya berlapis lapis, karena peristiwanya terjadi
dari proses pelapukan yang kemudian dipengaruhi tenaga oksigen. Menurut proses terjadinya,
Lacuan sedimen dibedakan atas :
a. Batuan sedimen aris atau aeolis. Pengangkutnya angin. Contohnya: tanah los, tanah tuf.
b. Batuan sedimen glasial. Pengangkutnya adalah es. Contohnya: Moraina
c. Batuan sedimen aquatis. Pengangkutnya adalah air. Contohnya: Breksi

3. Batuan metamorf adalah batuan hasil perubahan dari batuan beku dan batuan endapan yang
terjadi akibat proses metamorfosis. Batuan metamorf juga terdiri dari tiga jenis, yaitu:
a. Batuan metamorf kotak, Jenis batuan metamorf yang terbentuk akibat peningkatan suhu
karena kedekatannya dengan magma aktif. Oleh karena itu, area pembentukan batuan
metamorf kontak biasanya tidak terlalu luas.
b. Batuan metamorf dinamo, adalah batuan yang terbentuk akibat tekanan tinggi yang
disertai panas dan tumbukan. Tekanan ini biasanya berasal dari lapisan batuan lain yang
berada di atasnya.
c. Batuan metamorf kontak pneumatalitis, Batuan jenis ini adalah batuan metamorf yang
terbentuk akibat masuknya zat lain ke dalam batuan selama proses metamorfosis
berlangsung.

Faktor penyebab perubahan batuan:


• Suhu yang tinggi
• Tekanan tinggi

• Kombinasi suhu

• Penambahan bahan lain

Kesimpulan : Litosfer adalah lapisan batuan yang membentuk kerak bumi dan bagian
atas mantel bumi. Litosfer terdiri dari batuan beku, batuan sedimen, dan batuan
metamorf.
Tenaga Pembentuk Muka Bumi
Tenaga pembentu muka bumi terbagi menjadi 2 yaitu tenaga endogen dan tenaga eksogen :
1. Tenaga endogen adalah tenaga yang berasal dari dalam bumi dan berperan dalam
membentuk permukaan bumi. Tenaga ini bersifat konstruktif, artinya dapat membentuk dan
mengubah struktur permukaan bumi melalui berbagai proses geologi. Macam macam tenaga
endogen yaitu : vulkanisme, tektonisme, seisme (gunung berapi)
2. Tenaga eksogen adalah tenaga yang berasal dari luar bumi dan bersifat merusak atau
mengubah bentuk permukaan bumi yang telah dibentuk oleh tenaga endogen. Tenaga ini
bekerja melalui proses pelapukan, erosi, sedimentasi, dan mass wasting (gerakan massa
tanah). Mcam macam tenaga eksogen yaitu : pengikisan atau erosi, dan pengendapan

Vulkanisme
Vulkanisme adalah semua peristiwa alam yang berkaitan dengan magma. Magma
adalah batuan cair, pijar, panas sekali dan mengandung gas. Pergerakan magma dari lapisan
dalam litosper, menyusup ke lapisan yang lebih atas atau sampai ke luar permukaan bumi.
Jika gerakan tersebut tetap di bawah permukaan bumi disebut intrusi magna, namun jika
magma itu mencapai permukaan bumi disebut ekstrusi magma. Ekstrusi magma inilah yang
melahirkan gunung api atau vulkan.

Intrusi magma
A. Batolit yaitu bekuan magma yang berada di dapur magma yang luasnya lebih dari 100 km.
B. Lakolit yaitu magma yang menyusup diantara lapisan batuan yang menyebabkan lapisan
batuan di atasnya terangkat sehingga cembung, alasnya rata.
C. Sill yaitu lapisan magma yang tipis menyusup diantara lapisan batuan bagian atasnya rata.
D. Intrusi korok (Gang) yaitu magma yang menyusup menerobos lapisan batuan.
E. Apolisa yaitu semacam intrusi korok, namun lebih kecil, cabang dari korok.
F. Diaterama (pipa kepundan) yaitu magma yang mengisi pipa letusan (pipa kawah).

Ekstruksi magma
Aktivitas magma yang mencapai permukaan bumi disebut ekstrusi atau erupsi. Hal ini
bisa terjadi di darat dan laut, yang berarti lahirnya gunung api bukan di daratan saja tetapi
juga di dasar laut.
3 Bentuk Gunung Api berdasarkan Sifat Erupsi dan Bahan Jenis yang
Dikeluarkan
A. Gunung Api Perisai (Tameng) : Ekstrusinya bersifat efusif, bahan yang
dikeluarkan sangat cair. Lereng gunung api ini sangat landai hanya cembung sedikit seperti
halnya perisai. Contoh : Gunung Kilauea, Mauna Loa, Mauna Kea di Kepulauan Hawai.
B. Gunung Api Maar : Merupakan ekstrusi yang bersifat eksplosif, letusan hanya
sekali dan material letusan membentuk sebuah cekungan dengan tanggul di sekeliling lubang
kepundan, jadi ada kemungkinan menjadi sebuah danau (maar). Contoh : Danau Klakah di
lereng Gunung Lamongan, Danau Eipel di Prancis, Ranu di dataran tinggi Dieng, Danau Atas
di Sumatera Barat.
C. Gunung Api Strato : Ekstrusinya bersifat campuran antara eksplosif dan efusif yang
bergantian secara terus-menerus. Bentuk gunung api ini tampak seperti kerucut dan lerengnya
berlapis-lapis. Bentuk gunung api Strato paling banyak di dunia, dan pada umumnya gunung
api di Indonesia adalah Strato. Contoh : Gunung Kerinci, gunung Dempo, gunung Ciremai,
gunung Merapi.

Tipe letusan gunung berapi

Akibat adanya perbedaan besar tekanan gas, kekentalan magma, kedalaman serta
besarnya dapur magma, kita dapat mengenal beberapa tipe letusan gunung api, antara lain :
1. Tipe Hawai, Lavanya cair encer dengan tekanan gas rendah, dapur magmanya
sangat dangkal, gunung apinya berbentuk perisai.
2. Tipe Stromboli, Lavanya cair encer dengan tekanan gas sedang karena sumber atau
dapur magmanya dangkal, letusan yang terjadi berupa semburan gas membawa magma
disertai bom dan lavili. Contoh : Gunung Stromboli di Italia, gunung Raung di Jawa Timur
3. Tipe Vulkano, Tipe ini mempunyai tekanan gas sedang dan magmanya cair kental.
Tipe ini dibedakan atas 2 macam, yaitu Vulkano lemah; tekanan gas sedang, sumber magma
dangkal. Vulkano kuat; tekanan gas tinggi sumber magma dalam.
4. Tipe Perret (Plinian), Tipe ini ditandai dengan lava cair kental, tekanan gas tinggi,
sumber magma sangat dalam lebih karang 50 km. Letusannya demikian dahsyat, semburan
gas disertai material padat dapat mencapai 85 km bukas seperti terjadi pada letusan Gunung
Krakatau di Selat Sunda pada tahun 1883. Dua pertiga dari badan gunung hancur sehingga
akhirnya membentuk suatu kaldera yang sangat luas.
5. Tipe Merapi Dicirikan dengan lavanya cair kental, sumber magma relatif dangkal,
tekanan gas rendah, letusan berupa semburan gas yang keluar dari sumbat kawah yang retak
atau dari sisi sumbat kawah. Awan panas meluncur di lereng gunung disertai pecahan sumbat
kawah. Contoh: Gunung Merapi di Jawa Tengah meletus tahun 1920, 1930, 1994, 2010.
6. Tipe St. Vincent, Lavanya agak kental, tekanan gas sedang, dan sumber magmanya
dalam. Contoh: Gunung Montague Pelee di Amerika Tengah. Pada waktu gunung itu meletus,
gas pijar keluar dari celah-celah sumbat kawah dengan suhu 200°C, meluncur dengan
kecepatan 1.520 m/detik atau 5.472 km/jam, sehingga kota St. Piere yang berjarak 6 km dari
gunung dapat dicapai oleh awan panas tadi dalam tempo 4 detik. Hampir seluruh penduduk
kota itu meninggal seketika.

Bahan Bahan yang dikeluarkan oleh gunung berapi


Bahan yang dikeluarkan gunung api di kelompokkan atas 3 golongan, yaitu :
A. Bahan padat (efflata), terdiri dari: bom yaitu efflata yang berukuran besar, lapilli yaitu
efflata dengan ukuran kecil seperti kerikil, pasir dan abu vulkanik.
B. Wujud cair, terdiri dari: lava yaitu aluran magma ke permukaan bumi dengan suhu
yang tinggi, dan lahar yaitu lumpur panas merupakan campuran antara lava dengan cair.
C. Wujud gas (ekshalasi) antara lain: gas belerang (HS) disebut solfatar, sumber gas yang
mengeluarkan uap air (H₂O) disebut fumarol, dan sumber gas yang mengeluarkan gas
karbondioksida (CO₂) disebut mofet.

Gejala pasca vulkanisme, manfaat dan permasalahan


Ada beberapa tanda atau gejala yang bisa dipakai sebagai pedoman bahwa gunung api sudah
padam atau hampir padam. Gejala ini disebut parea sulkanisme. Gejala pasca vulkanisme di
tandai dengan kegiatan sebaga berikut :
A. Sumber gas (Ekshalasi) gunung yang mengeluarkan beberapa jenis gas, antara lain :

[Link] belerang (HS) disebut salatar, terdapat di Gunung Welirang Gunung Arjuna,
Gunung Anjarmoro (Jawa Timur).
2. Gas uap air (H₂O) dinamakan firmard terdapat di kawah Kamojang (Jawa Barat),
Pegunungan Dieng Sulawesi Utara.
3. Gas Asam Arang (CO2) dinamakan mofet, terdapat di kawah Timbang dan kawah
Sinila Dieng, Gunung Tangkuban Perahu, Gunung Papandayan, dan kawah Ijen (Jawa
Timur).

B. Keluarnya sumber air panas. Misalnya : Ciater (Jawa Barat).


C. Adanya sumber air mineral (malkan) yang mengandung zat belerang biasanya dipakai
untuk pengobatan. Contoh : Maribaya.
Aktivitas atau kegiatan gunung api akan membawa pengaruh terhadap kehidupan baik
pengaruh yang menguntungkan maupun yang merugikan.
A. Sumber mineral
B. Abu vulkanik
C. Daerah gunung api
D. Dapat dijadikan sebagai objek wisata.
Pengaruh yang merugikan akibat letusan gunung berapi : letusan gunung berapi, kerugian
material, dan aliran lava panas

Anda mungkin juga menyukai