0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan10 halaman

Pengertian dan Manfaat Membaca

Dokumen ini membahas pentingnya membaca dalam pendidikan dan penguasaan ilmu pengetahuan serta teknologi. Membaca dianggap sebagai proses yang melibatkan interaksi antara pembaca dan teks, dengan berbagai jenis dan aspek yang mempengaruhi pemahaman. Selain itu, strategi membaca seperti SQ3R dan teknik skimming serta scanning juga dijelaskan untuk meningkatkan kemampuan membaca.

Diunggah oleh

Kikirezkyandriani
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan10 halaman

Pengertian dan Manfaat Membaca

Dokumen ini membahas pentingnya membaca dalam pendidikan dan penguasaan ilmu pengetahuan serta teknologi. Membaca dianggap sebagai proses yang melibatkan interaksi antara pembaca dan teks, dengan berbagai jenis dan aspek yang mempengaruhi pemahaman. Selain itu, strategi membaca seperti SQ3R dan teknik skimming serta scanning juga dijelaskan untuk meningkatkan kemampuan membaca.

Diunggah oleh

Kikirezkyandriani
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB I

INTRODUCTION

A. LATAR BELAKANG
Seiring dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi di era globalisasi,
terutama dalam teknologi percetakan maka begitu banyak informasi yang terdapat
pada sebuah buku. Didalam sebuah jenjang pendidikan membaca merupakan prioritas
yang harus dikuasai oleh setiap siswa, siswa harus lebih banyak membaca agar
memperoleh informasi-informasi terbaru yang belum pernah didapatkan sebelumnya.
Oleh karena itu, membaca adalah jendela dunia, siapapun yang membuka jendela
tersebut dapat melihat dan mengetahui segala sesuatu yang terjadi baik yang ada
disekitarnya maupun tidak, baik peristiwa yang terjadi pada masa lampau, sekarang
bahkan yang akan datang. Banyak manfaat yang didapatkan dari kegiatan membaca,
jadi sudah menjadi keharusan bagi siswa untuk melakukannya sebagai dasar
kebutuhan, dengan itu siswa akan mendapatkan segala informasi yang mereka
butuhkan.
Apabila siswa membaca atas dasar kebutuhan bukan karena keterpaksaan maka
otomatis siswa bisa mendapatkan informasi secara maksimal. Bagi siswa, membaca
tidak hanya berperan dalam menguasai bidang study yang hanya dipelajari saja akan
tetapi, membaca juga berperan dalam mengetahui berbagai macam kemajuan ilmu
pengetahuan dan teknologi yang terus berkembang pesat. Membaca merupakan satu
dari empat kemampuan bahasa pokok, dan merupakan satu bagian atau komponen
dari komunikasi tulisan.
Adapun kemampuan bahasa pokok atau keterampilan berbahasa dalam kurikulum
disekolah mencakup 4 segi, yaitu:
1. Keterampilan menyimak/mendengarkan (listening skill)
2. Keterampilan berbicara (speaking skill)
3. Keterampilan membaca (reading skill)
4. Keterampilan menulis (writing skill)
BAB II

REVIEW OF LITERATURE
A. Kajian Teori
1. Pengertian membaca
Membaca adalah suatu proses yang dilakukan oleh pembaca untuk memperoleh
pesan yang hendak disampaikan oleh penulis melalui media kata-kata/bahasa tulis
(H.G. Tarigan, 1986:7). Secara singkatnya dapat dikatakan bahwa membaca adalah
memahami arti atau makna yang terkandung didalam sebuah bacaan yang tertulis.
Melalui membaca, pembaca mendapatkan informasi-informasi baru yang
bermanfaat bagi kehidupan. Melalui membaca juga, para pembaca mampu membuka
jendela dunia dan mengetahui apa daja yang terjadi di sekitar mereka. Untuk mampu
membaca dengan baik, maka cara membaca perlu diperhatikan. Ada beberapa yang
perlu diperhatikan seperti kemampuan oral, kesadaran akan fonem dan bunyi,
kelancaran dalam membaca, kosakata, pemahaman awal, pemahaman motivasi dan
tujuan, integtasi antara membaca dan menulis, teks, assessment, unsur budaya dan
latihan (Pang dkk, 2003:6-20).
Dari proses membaca yang telah kita lakukan maka otomatis kita akan
mengetahui sesuatu hal yang sebelumnya tidak kita ketahui atau bahkan dari proses
membaca tersebut kita dapat memberikan informasi kepada orang lain. Membaca juga
akan memberikan wawasan yang luas terhadap pengetahuan kita. Banyak sekali
manfaat dari membaca tapi tidak menjamin bahwa kita bisa menjadikan itu sebagai
rutinitas kita. Membaca mempunyai peran sosial yang amat penting dalam kehidupan
manusia.
Strategi membaca yang di pergunakan untuk setiap bahan bacaan pasti akan
berbeda-beda sesuai dengan keperluan yang dibutuhkan. Pembaca fleksibel adalah
pembaca yang pandai memilih dan menerapkan strategi yang tepat dalam dalam
menghadapi erbagai macam bahan bacaan. Membaca merupakan proses pengenalan
kata dan memadukan arti kata dalam kalimat dan struktur bacaan sehingga hasil
akhirnya yaitu seseorang mmapu menemukan intisari dari bacaan tersebut.
Dalam segala aspek kehidupan, tentu saja kita tidak akan lepas dari yang namanya
membaca arau reading. Untuk lebih jelasnya pengertian membaca bisa kita pahami
dari pendapat beberapa tokoh.
1. Menurut Anthony, Pearson, dan Raphael (1992:284)
Mengatakan bahwa membaca merupakan suatu proses rekonstruksi makna
melalui interaksi yang dinamis antara pengetahuan si pembaca, informasi yang
tersaji dalam bahasa tulis, dan konteks bacaan.
2. Departemen Pendidikan dan Budaya (DEPDIKBUD)
Depdikbud (1985:11) mengatakan bahwa membaca merupakan proses pengolahan
bacaan secara kritis, kreatif yang dilakukan dengan tujuan memperoleh
pemahaman yang bersifat menyeluruh tentang bacaan itu, dan penilaian terhadap
keadaan, nilai, fungsi, dan dampak bacaan itu.
3. Thorndike
Thorndike (1967:127) berpendapat bahwa membaca ialah suatu proses berfikir
atau bernalar.
4. Hodgson
Hodgson mengemukakan bahwa membaca ialah suatu proses yang dilakukan serta
digunakan oleh pembaca untuk memperoleh pesan yang disampaikan penulis
melalui media bahasa tulis. Dalam hal ini, membaca selain sebagai proses juga
bertujuan.
5. Richard C. Anderson
Membaca adalah proses membentuk arti dari teks-teks tertulis
6. Juel
Juel (dalam Sandajaja, 2005) mengartikan bahwa membaca adalah proses untuk
mengenal kata dan memadukan arti kata dalam kalimat dan struktur bacaan,
sehingga hasil akhir dari proses membaca adalah seseorang mampu membuat
intisari dari bacaan.
Membaca merupakan suatu hal yang didalamnya melibatkan banyak hal, tidak
hanya sekedar bersuara, dan melafalkan sebuah tulisan tetapi dalam hal ini
membaca juga melibatkan aktivitas visual, berfikir, psikolinguistik, dan
metakognitif, sebagai proses visual.
Menurut klien, pengertian membaca meliputi 3 hal:
1. Membaca sebagai suatu proses
Meksudnya adalah bahwa sebuah informasi yang kita peroleh dari artikel atau
teks dan pengetahuan yang dimiliki oleh pembaca menjadi peran utama dalam
membentuk makna sehingga disitulah yang menjadi sebuah proses untuk
menemukan sebuah informasi atau pesan yang terkandung dalam sebuah
artikel atau teks.
2. Membaca adalah strategi
Maksudnya adalah pembaca memggunakan berbagai strategi yangsesuai
dengan teks dan konteks dalam rangka mengkonstruksi makna
3. Membaca merupakan interaktif
Maksudnya adalah membaca dikatakan interaktif apabila ada suatu unsur
keterlibatan antara pembaca dan teks yang dibaca. Teks yang dibaca sebaiknya
mudah difahami (readable) isinya sehingga terjadi interaksi antara pembaca
dan teks.

Ketika seseorang sedang meningkatkan kemampuannya dalam membaca (reading


comprehension) kita akan diberi kesempatan untuk meningkatkan wawasan akan pentingnya
ilmu pengetahuan.

2. Jenis-Jenis Reading yang Diungkapkan oleh Dr. M.R. Patel dan Pravin M. Jain
(2008:117-123):
a. Intensive reading adalah membaca teks atau beberapa bagian dalam bacaan. Kegiatan
membaca intensive reading dilakukan dengan cara mencari informasi yang spesifik.
Intinya, siswa membaca demi mendapatkan ilmu pengetahuan.
b. Extensive reading
Materi extensive reading ini dapat dipilih pada level kesulitan terendah dari intensive
reading. Tujuan dari extensive reading ini adalah melatih siswa utuk membaca secara
langsung dan lancar pada bahasa sasaran untuk kesenangan tapa bantuan dari guru.
c. Aloud reading
Reading aloud atau juga membaca dengan keras memiliki peran yang sangat penting
dalam dunia pengajaran bahasa inggris. Guru harus tahu bahwa pengajaran reading
aloud ini harus diberikan pada level utama karena kegiatan membaca jenis ini adalah
basis pelafalan kata
d. Silent reading
Silent reading atau membaca lirih ini adalah skill adalah skill yang sangat penting.
Kegiatan reading ini harus digunakan untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam
membaca. Silent reading dilakukan untuk memperoleh banyak informasi. Guru harus
membuat siswa membaca dengan lirih sehinggasiswa dapat membaca tanpa hambatan
apapun.
3. Aspek-Aspek Dalam Membaca

Proses membaca terdiri dari beberapa aspek. Aspek-aspek tersebut diantarannya


adalah:

1. Aspek sensori
Aspek sensori adalah kemampuan untuk memahami simbol-simbol tulisan
2. Aspek perceptual
Aspek perceptual adalah kemampuan menginterpretasi apa yang dilihat sebagai
simbol
3. Aspek skemata
Kemampuan menghubungkan informasi tertulis dengan struktur pengetahuan yang
telah ada.
4. Aspek berfikir
Kemampuan membuat evaluasi dari apa yang telah dipelajari, kemampuan ini berbeda
untuk tiap individu.
5. Aspek afektif
Aspek yang berkenaan dengan minat pembaca dalam proses kegiatan membaca.

Kelima aspek diatas harus bekerja secara harmonis agar menghasilkan pemahaman
membaca yang baik, pada saat membaca mata mengenali kata, sementara pikiran
menghubungkan dengan maknanya. Makna kata dihubungkan satu sama lain menjadi makna
frase, klausa, kalimat dan pada akhirnya makna dalam seluruh bacaan. Pemahaman akan
makna bacaan tidak akan mungkin terjadi tanpa pengetahuan yang telah dimiliki
sebelumnnya, misalnya konsep-konsep yang terdapat dalam bacaan, tetang bentuk kata-kata,
struktur kalimat, ungkapan, dan sebagainya. Singkatnya yaitu pada waktu membaca pikiran
sekaligus memperoleh informasi grafonik yang menyangkut hubungan antara tulisan dengan
bunyi bahasa, informasi sintaksis yaitu yang berhubungan dengan struktur kalimat serta
informasi semantik yang menyangkut aspek makna.

Aspek membaca menurut Hurlock yang dikatan di dalam bukunya dibedakan menjadi
dua, yaitu spek kognitif dan aspek afektif.

a.) Aspek kognitif


Aspek kognitif adalah aspek yang didasari pada konsep perkembangan dimasa anak-
anak mengenai hal-hal yang menghubungkan dengan minat seorang anak.
Contoh: ketika seorang melakukan aktifitas membaca tentu saja mengharapkan
sesuatu yang akan didapat dari aktivitas membaca tersebut, sehingga seseorang yang
memiliki minat membaca akan mengerti dan mendapatkan banyak manfaat dari
aktifitas membaca yang dilakukannya. Maka dengan kepuasan yang diperoleh maka
seseorang tersebut akan menjadikan aktivitas membaca sebagai suatu hobi yang akan
dilakukan secara terus menerus.
b.) Aspek afektif
Aspek afektif adalah aspek emosi yang merupakan konsep yang menampakkan aspek
kognitif yang ditampilkan terhadap aktifitas yang diminati sehinggan akan terbangun
sendiri seperti dalam aspek kognitif. Aspek afektif dari pengalaman pribadi , sikap
orang tua, guru dan kelompok yang menukung terhadap aspek yang diminati.
Seseorang yang memiliki minat membaca yang tinggi akinat dari kepuasaan dan
manfaat yang didapat maka seseorang tersebut akan sangat fokus terhadap aktifitas
membaca.

4. Analisis Suatu Bacaan Menggunakan Metode SQ3R


1. Survai : meninjaui, emneliti gambaran umum buku
Contoh:
a. Bagian awal
 Judul buku : phonetic
 Judul bacaan yang dipilih : jenis phonetic
 Pengarang : Marsono
 Penerbit : Gajah Mada University Press
 Kota terbit : Yogyakarta
 Tahun terbit : 1999
 Tebal buku : 139 halaman
b. Bagian isi
Bagian dari sub-bab yang dipilih
 Jenis phonetic : phonetic organis, phonetic akustis, phonetic auditoris
c. Bagian penutup
 Daftar pustaka
 Indeks
2. Questions : membuat pertanyaan dari bacaan
1. Apa saja jenis-jenis phonetic?
2. Apa yang dimaksud dengan phonetic organis?
3. Apa yang dimaksud dengan phonetic akustis?
4. Apa yang dimaksud phonetic auditoris?
3. Reading : kegiatan membaca untuk memperlancar proses membaca dan
mengtahui isi bacaan tersebut telah terlewati.
4. Recite : menceritakan kembali isi bacaan dengan bahasa kita secara
ringkas/ikhtisar bacaan.
a. Phonetic organis/artikulatoris/fisiologis ialah phonetic yang mempelajari
mekanisme alat-alat bicara yang adadalam tubuh manusia, menghasilkan
bunyi bahasa. Bagaimana bunyi bahasa diklasifikasikan berdasarkan
artikulasinnya. Phonetic jenis ini banyak berkaitan dengan linguistick
b. Phonetic akustis
Phonetic akustis adalah mempelajari bunyi bahasa dari segi bunyi sebagai
gejala fisis. Misalnya menyelidiki frekuensi getaran, amplitudo, intrnsitas, dan
fimbrenya. Phonetic jenis ini berkaitan dengan fisika dalam laboratorium
fonetis. Phonetic inu berfungsi untuk pembuatan telepon, dan perekam
piringan hitam.
c. Phonetic auitoris
Phonetic auditoris yaitu mempeajari mekanisme telinga menerima bunyi
bahasa sebagai getaran udara. Biang phonetic jenis ini biasanya dimasukkan
kedalam neurologi ilmu kedokteran
5. Review : memeriksa ulang bagian yang telah dibaca dan dipahami
a.) Judul bacaan : jenis phonetic
b.) Ringkasan pokok : pokok penting bacaan
 Phonetic organis : mempelajari alat-alat bicara
 Phonetic akustis : mempelajari segi bunyi sebagai gejala fisis
 Phonetic auditoris : mempelajari mekanisme penerimaan buni bahasa
6. Membaca Dengan Teknik
a.) Skimming
Skimming adalah membaca cepat dengan melompati kata yang tidak peting seperti
preposisi dan mengabaikan kata-kata sulit tidak diketahui. Membaca skimming
bertujuan untuk mendapatkan gambaran umum tentang bahasa dalam teks atau bisa
juga mencari jawaban untuk pertanyaan mencari topik utama teks tersebut (main
topic).
b.) Scanning
Dengan teknik scanning, kita tidak perlu lagi membaca teks melainkan hanya dengan
memindainnya. Anda harus menggerakkan mata anda dengan cepat dari aats kebawah
dan berhenti pada kata kunci yang berkaitan dengan pertanyaan dalam soal, seperti
nomor, tanggal, vocabulary tertentu dan lain sebagainnya.
7. Kerangka Befikir

Berdasarkan kajian teori diatas maka dapat dirumuskan kerangka berfikir sebagai
berikut: Kebiasaan membaca adalah sebuah aktivitas atau kegaiatan yang dilakukan
seseorang secara rutin yang kemudian akan membentuk sebuah budaya baca.
BAB III
CONCLUTION AND SUGGESTION
Membaca merupakan suatu aktivitas, kegiatan, proses dan kemampuan
seseorang yang melibatkan berbagai faktor, baik faktor yang datang dalam diri
pembaca dan faktor luar. Dalam pengertian awam membaca adalah suatu
proses yang dilakukan seseorang untuk mendapatkan informasi-informasi baru
yang sebelumnya belum didapatkan yang kemudian nantinya bisa disampaikan
kepada orang lain. Dalam menganalisis suatu bacaan kita mengenal yang
namanya SQ3R. Begitupun dengan jenis-jenis reading terbagi menjadi 4 yaitu:
1. Intensif reading
2. Extensive reading
3. Aloud reading
4. Silent reading

Aspek-aspek reading yaitu :

1. Aspek sensori
2. Aspek perceptual
3. Aspek skemata
4. Aspek berfikir
5. Aspek afektif
DAFTAR PUSTAKA

Arikunto, Suharsimi, and Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan. “Praktek. Jakarta: Rineka
Cipta.” (2006)

Mulyati, Y. (2015). Keterampilan Berbahasa Indonesia SD.

Wahyuni, Heni, and Siliwangi Bandung. “KOLERASI ANTARA KEBIASAAN


MEMBACA DEGAN KEMAMPUAN MEMBACA PEMAHAMAN”

Anda mungkin juga menyukai