ANALISA PROSES INTERASKSI (API)
PADA NY. T DENGAN GANGGUAN ISOLASI SOSIAL
DIRUANG LARASATI RSJD DR. ARIF ZAINUDIN
Disusun Untuk Memenuhi Tugas Praktik Klinik Keperawatan Jiwa
Disusun Oleh :
DWI OKTAFIANA
SN241076
PROGRAM STUDI PROFESI NERS PROGRAM PROFESI
FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS KUSUMA HUSADA SURAKARTA
TAHUN AKADEMIK 2024/2025
ANALISIS PROSES INTERAKSI/API
Inisial klien : Ny.T
Umur : 48 Tahun
Strategi Pelaksanan : SP 1 (mengajarkan pasien cara berkenalan dengan orang
lain)
Status Interaksi Ke : Ke I (Fase Perkenalan)
Lingkungan : Di Ruang LarasatiRSJD DR. Arif Zainudin
Tengah duduk berhadapan, suasana tenang dan ada
beberapa pasien yang sedang mengobrol dengan
mahasiswa
Deskripsi Klien : Pasien menggunakan pakaian rumah sakit dengan rapi,
kondisi tampak bersih dan rambutnya rapi terurai
Tujuan Interaksi : Dapat membina hubungan saling percaya antara perawat
dengan klien
Tanggal/Jam : 10 Maret 2025
Ruang : Larasati
Komunikasi Verbal Teknik Komuikasi Non Analisa Berpusat Pada Analisa Berpusat Rasional
Komunikasi Verbal Perawat Pada Klien
Terapeutik
Perawat Jiwa
Fase Orientasi
P: “Selamat pagi ibu” Giving broad P: Tersenyum, duduk Perawat membuka Klien mau Dengan mambuka
opening disamping pasien percakapan dengan klien menjawab perawat percakapan
K: “Pagi mbak” walaupun masih diharapkan bisa
K: Menunduk kebawah ragu terbina hubungan
saling percaya antara
perawat dan klien
P: “Bu perkenalkan nama Encourage P: Tersenyum, kepada Klien mau diajak Klien menanggapi Dengan
saya Okta, saya description of pasien sambil berkenalan dengan perkenalan perawat memperkenalkan diri
mahasiswa dari perception mengulurkan tangan perawat dan mau berjabat pada klien diharapkan
universitas kusuma untuk perkenalan tangan. klien mau berkenalan
husada Surakarta yang dengan perawat
magang disini. Boleh K: Menatap ke arah
saya tau nama ibu siapa” perawat dan
mengulurkan tangan
K: “Saya T**”
P: “Ibu mau ngga ngobrol Offering Sel P: Menatap pasien Klien mau untuk Klien mau dan dapat Dengan memberikan
– ngobrol biar ngga sambil tersenyum berinteraksi dengan kooperatif sampai penawaran klien akan
bosen disini?” perawat kegiatan selesai merasa dihargai
K: Menatap ke arah
K: “iya mbak” bawah dan memainkan
kuku
P: “Bagaimana perasaan Encourage P: menatap dan klien mampu klien mau untuk Mencari tahu suasana
Ibu hari ini?” deskription of tersenyum sambil mengungkapkan berkomunikasi hati klien saat ini agar
perception memegang pundak perasannya saat ini dengan perawat interaksi dapat
K: biasa saja pasien berjalan dengan baik
K: menatap ke arah
lain
Fase Kerja
P: “Kalau boleh tau Fokusing P: menatap kearah Mengidentifikasi Belum mengerti Menggali data untuk
kenapa Ibu T ngga (Mendengar pasien permasalahan klien permasalahan yang menentukan masalah
keluar? Itu teman – aktif) dihadapi
teman diluar semua lagi K: menatap kearah lain
senam”
K: “ngga mba disini aja”
P: “kenapa bu ngga enak Fokusing P: memandang klien Mengidentifikasi koping Klien belum mampu Berharap klien dapat
badan? Mau tak menunjukkan perhatian klien untuk mengatasi mengungkapkan membuka diri
temenin?” K: menatap arah lain permasalahan yang permasalahannya
dihadap
K: “pengen disini aja, iya
gapapa”
P: “Ibu tak perhatiin Giving broad P: menatap kearah Mengidentifikasi Klien mencoba Berharap klien dapat
beberapa hari ini kok opening pasien permasalahan klien, menceritakan membuka diri
sering menyendiri? perawat bertanya dengan permasalahannya
Kenapa mba? Kalau mau K: menatap kearah hati-hati
cerita boleh kok tak perawat dan terkadang
dengerin” melihat kearah lain
K: engga og mbak
gapapa
P: “Ibu ngga ada temen Giving broad P: menatap kearah Mengidentifikasi Klien mencoba Berharap klien dapat
ngobrol ya? Kalau opening pasien permasalahan klien, menceritakan membuka diri
dipanti punya temen perawat bertanya dengan permasalahannya
ngga?” K: menatap kearah hati-hati
perawat dan terkadang
K: ada 1, 2. Tapi kalau melihat kearah lain
ngga penting – penting
banget ngga ngobrol,
saya lebih senang sendiri
mba
P: “kalau begitu ayo Encouraging P: memandang klien Perawat memberikan Berharap klien dapat Memberikan
mencoba berkenalan formulation of menunjukkan perhatian kesempatan kepada klien membuka diri untuk kesempatan kepada
dengan teman sekamar plan of action K: menatap perawat untuk menentukan berkenalan klien untuk
biar kamu punya teman pilihannya. mengantisipasi
ngga terus – terusan alternative dari
sendiri ya bu” tindakan untuk masa
yang akan datang dan
K: “ngga mau mba, saya membuka diri.
suka sendiri”
P: “gapapa bu nanti kan Encouraging P: memandang klien Perawat memberikan Berharap klien dapat Memberikan
kalau banyak teman formulation of menunjukkan perhatian kesempatan kepada klien membuka diri untuk kesempatan kepada
mbaknya ngga kesepian plan of action K: menatap perawat untuk menentukan berkenalan klien untuk
lagi, ayo dicoba” pilihannya. mengantisipasi
alternative dari
K: “iya mbak” tindakan untuk masa
yang akan datang dan
membuka diri.
P : “Nah. Bagus sekali, Giving P: perawat Perawat memberikan Klien tampak Memberikan
ibu sudah bisa recognition memberikan penghargaan kepada senang mendengar penghargaan
melakukannya.” penghargaan kepada klien karena dapat bahwa dia sudah merupakan teknik
klien dengan penuh melakukan suatu bisa berkenalan untuk memberikan
perhatian tindakan dengan orang lain pengakuan
K: iya mba tanpa rasa takut
K: Memandang
perawat
P: “Ibu tidak boleh takut Menyimpulkan P: meyakinkan klien Perawat membawa poin Klien tampak Memberi kesempatan
yaa sama orang lain, penting dari diskusi senang mendengar kepada klien untuk
Nanti kenalan ya sama K: memandang untuk meningkatkan bahwa dia sudah mengklarifikasi
teman-temen yang lain, perawat dengan pemahaman bisa berkenalan komunikasi
tidak usah takut atau seksama dengan orang lain
minder. Jangan suka tanpa rasa takut
menyendiri ya bu, Itu
sudah berani berkenalan
sama yang lain. Tidak
apa apa kan?
K: seneng mbak
P: “Baik, bagaimana Attemping to P: Menatap Klien Perawat mengakhiri Klien senang pasien Evaluasi subjektif
perasaan Ibu setelah transalate into tersenyum komunikasi hari ini mau mengikuti penting untuk
berbincang-bincang dan feeling sampai selesai mengetahui
berkenalan dengan K: Melihat perawat keberhasilan BHSP
teman-teman bu? memperhatikan
pertanyaan
K: “seneng mbak”
P: Baik bu sangat bagus Giving P: menatap klien Klien senang dapat Klien dapat Diharapkan klien
sekali, mbak sudah mau recognition dengan tersenyum mendemonstrasikan mempraktikkan melaksanakan latihan
untuk membuka diri dan dengan baik dengan baik dengan efektif dan
berkenalan dengan orang (Memberi K: menatap perawat efsien sehingga
lain, nanti berkenalan ya pujian) harapannya bisa
sama yang lain. Besok mencapai target yang
tak tanya lagi. telah ditetapkan
K: “ iya mbak nanti
berkenalan sama yang
lain”
Fase Terminasi
P: “besok kita berbincang Giving board P: menatap klien Perawat membuat K menerima Kontrak berikutnya
bincang lagi ya bu? opening dengan tersenyum kontrak waktu dengan tawaran perawat harus ditentukan dan
Apakah ibu mau? ” klien untuk interaksi harus mendapatkan
K: menatap perawat selanjutnya perawat persetujuan dari klien
K: ya saya mau mba senang Klien mau agar klien dapat
menerima kontrak waktu mengingat kontrak
untuk interaksi waktu
selanjutnya
P: “Hari ini kita sampai Encourage P: tersenyum ke arah Berharap besok pasien Pasien mau untuk Salam penutup
disini dulu ya bu. description of Klien masih mau diajak melanjutkan merupakan akhir fase
terimakasih atas perception berbincang-bincang interaksi besok yang harus dilakukan
kesediaan mbak sudah K: melihat ke arah untuk meningkatkan
mau ngobrol dengan perawat dengan hubungan saling
saya, saya pamit dulu ya tersenyum percaya.
selamat pagi.”
K: “iya mbak, selamat
pagi”