0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
23 tayangan9 halaman

Metode Presentasi Tingkatkan Hasil Belajar

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas XIIA 2 SMA N4 Semarang melalui metode presentasi dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Kristen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan metode presentasi dapat membangkitkan keaktifan siswa, yang tercermin dari peningkatan partisipasi mereka dalam setiap siklus pembelajaran. Penelitian ini diharapkan dapat diterapkan oleh guru lain untuk mengatasi masalah kurangnya keaktifan siswa dalam pembelajaran.

Diunggah oleh

Mazdha Ita
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
23 tayangan9 halaman

Metode Presentasi Tingkatkan Hasil Belajar

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas XIIA 2 SMA N4 Semarang melalui metode presentasi dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Kristen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan metode presentasi dapat membangkitkan keaktifan siswa, yang tercermin dari peningkatan partisipasi mereka dalam setiap siklus pembelajaran. Penelitian ini diharapkan dapat diterapkan oleh guru lain untuk mengatasi masalah kurangnya keaktifan siswa dalam pembelajaran.

Diunggah oleh

Mazdha Ita
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

DIMENSI PENDIDIKAN ISSN: 1858-4868

Universitas PGRI Semarang Vol. 18 No. 3 | November 2022


MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DENGAN MENGGUNAKAN METODE PRESENTASI
PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN DI KELAS XII A2 Th 2021/2022 SMA
NEGERI 4 SEMARANG

Dwi Endang Sujati


dwiendang543@[Link]
SMAN 4 Semarang
Abstrak
Untuk meningkatkan hasil belajar siswa dengan menggunakan metode presentasi pada mata
pelajaran PAK siswa kelas XIIA 2 SMA N4 Semarang .Sudah menjadi rahasia umum bahwa
setiap terjadi proses pembelajaran di kelas ada kecenderungan bahwa siswa sangat tidak aktif
atau pasif dalam menanggapi proses pembelajaran. Hal ini disebabkan oleh banyak faktor,
baik karena kurang menariknya cara guru menjelaskan, jenuhnya siswa karena terlalu panjang
guru menerangkan, atau disebabkan kurang dimengertinya permasalahan yang
[Link] kenyataan ini perlu diadakan penelitian agar dapat dilihat penyebab utama
mengapa terjadi hal seperti itu dan dapat diberikan solusi yang terbaik demi tercapainya hasil
pembelajaran yang baik dan menarik. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode
kualitatif yang dilaksanakan di XIIA2 SMAN4 Semarang. Penelitian dilakukan dengan tujuan
untuk mengetahui bagaimana karakter siswa pada umumnya dan bagaimana caranya
memperbaiki sehingga didapatkan siswa yang aktif dalam proses [Link] hasil
penelitian yang dilakukan, ternyata dengan menggunakan metode presentasi dalam
pembelajaran dapat membangkitkan keaktifan siswa, terbukti dengan presentasi setiap siklus
meningkat.. Aplikasi penelitian ini diharapkan dapat diterapkan baik oleh diri sendiri maupun
oleh teman sejawat apabila mempunyai permasalahan yang sama yaitu kurang aktifnya siswa
dalam mengikuti pembelajaran yang kita [Link] tersebut, atau siswa tersebut akan
dipaksa untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan dalam menghadapi pertanyaan
– pertanyaan yang diberikan oleh siswa lain.

Kata Kunci : metode presentasi, hasil belajar

Abstract
Mproving student learning outcomes by using the presentation method on PAK subjects for
class XIIA 2 SMA N4 Semarang, It is common knowledge that every time there is a learning
process in the classroom there is a tendency that students are very inactive or passive in
responding to the learning process. This is caused by many factors, either because of the
unattractive way the teacher explains, the saturation of the students because the teacher
explains too long, or due to the lack of understanding of the problems being explained. Seeing
this fact, it is necessary to conduct research so that it can be seen the main causes why such
things happen and can be given the best solution for achieving good and interesting learning
outcomes. This research was conducted using a qualitative method which was carried out at
XIIA 2 SMA N4 Semarang, the study was conducted with the aim of knowing how the character
of students in general and how to improve so that students were active in the learning

Dwi Endang Sujati, Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Dengan Menggunakan Metode 66
Presentasi Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Kristen Di Kelas XII A2 Th 2021/2022
SMA Negeri 4 Semarang
DIMENSI PENDIDIKAN ISSN: 1858-4868
Universitas PGRI Semarang Vol. 18 No. 3 | November 2022
process. presentations in learning can arouse student activity, as evidenced by the increasing
presentation of each cycle. This research application is expected to be applied both by oneself
and by colleagues if they have the same problem, namely the lack of active students in
following the learning that we provide.

PENDAHULUAN

Rendahnya tingkat keaktifan siswa dalam kegiatan Proses Belajar Mengajar


merupakan hal yang sering ditemukan dan dialami dalam kegiatan belajar mengajar. Masalah
tersebut merupakan hal yang akan menghambat tercapainya suatu keberhasilan dalam
proses pembelajaran. Dengan kefakuman siswa dan pasifnya siswa dalam Proses Belajar
Mengajar dapat mengakibatkan beberapa hal yang kemungkinan dapat merugikan berbagai
pihak. Bagi siswa sendiri, selain kurang terlatihnya pengetahuan dalam mengemukakan
pendapat juga dapat mengakibatkan kejenuhan ketika dalam kegiatan belajar mengajar, atau
bahkan mengakibatkan kurangnya ilmu pengetahuan yang dapat ditransfer oleh siswa
sendiri.. Di lain pihak guru juga akan merasakan hal yang kurang baik, selain merasakan
keragu-raguan apakah materi yang diberikannya sudah cukup diterima atau sebaliknya tidak
dapat dimengerti oleh para siswa, juga hal lain, bagi guru yang suka membutuhkan dorongan
– dorongan, motivasi waktu menyampaikan materi akan terhambat, sebab dorongan dari
siswa sendiri tidak ada, misalnya penjelasan guru akan lebih bagus dan menarik jika
dibangkitkan dengan berbagai masalah dari siswa yaitu berupa pertanyaan – pertanyaan atau
pendapat – pendapat. Jika keadaan seperti ini dibiarkan tanpa ada respon, kemungkinan saja
nilai pendidikan di sekolah akan rendah dan menjadi sempit. Oleh karena itu penanganan
masalah ini sangat mendesak agar nilai pendidikan dapat meningkat.
Disadari secara cermat bahwa faktor penyebab terjadinya hal ini sangat banyak, maka
perlu mengadakan suatu penelitian dimana letak penghambat itu berada.
Hal utama yang harus dilakukan adalah mengadakan penambahan metode
pembelajaran atau mengadakan suatu perubahan metode pembelajaran, misalnya dengan
mencoba menggunakan metode presentasi. Dengan menggunakan metode presentasi ini
sangat dirasakan akan lebih memicu dan memberikan rangsang terhadap siswa untuk aktif
karena akan adanya keterpaksaan yang muncul secara otomatis yaitu karena merasa malu
oleh siswa lain jika siswa tidak mampu untuk mempresentasikan materi tersebut, atau siswa
tersebut akan dipaksa untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan dalam
menghadapi pertanyaan – pertanyaan yang diberikan oleh siswa lain.
Dari hasil pengamatan di sekolah / di kelas, ternyata begitu banyak permasalahan
yang di temui, seperti : Guru mengajar tanpa menyiapkan administrasi pembelajaran.
Penggunaan metode pada Kegiatan Belajar Mengajar tidak tepat. Kurangnya minat dan
perhatian siswa dalam menerima pelajaran. Pada saat Kegiatan Belajar Mengajar banyak
siswa yang hanya bermain. Guru pada saat mengajar hanya duduk dan diam ditempatnya
saja. Hasil belajar siswa belum mencapai seperti apa yang diharapkan. Penampilan guru yang
tidak menarik. Guru tidak menguasai kelas. Pembelajaran yang tidak [Link]

Dwi Endang Sujati, Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Dengan Menggunakan Metode 67
Presentasi Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Kristen Di Kelas XII A2 Th 2021/2022
SMA Negeri 4 Semarang
DIMENSI PENDIDIKAN ISSN: 1858-4868
Universitas PGRI Semarang Vol. 18 No. 3 | November 2022
dan prasarana tidak menunjang. Tidak terjalin hubunganinteraksi antara guru dan siswa. Guru
hanya memberi tugas mencatat. Tidak menggunakan alat peraga pada saat mengajar.

Dari sekian banyak permasalahan yang ada, dalam Penelitian Tindakan Kelas ini,
peneliti hanya memfokuskan pada salah satu permasalahan saja yaitu Metode
ceramah. Idealnya para siswa yang sudah berada pada tingkat kelas XII dapat lebih aktif dan
agresif dalam pembelajaran dikarenakan tingkat kedewasaan mereka sudah lebih tinggi jika
dibanding dengan keadaan waktu berada di tingkat Sekolah Dasar, Sekolah Menengah
Pertama, akan tetapi pada kenyataannnya para siswa pasif dan tidak aktif. Permasalahan ini
dapat dirumuskan sebagai berikut Apa yang dialami siswa waktu diadakan pembelajaran?
Apakah siswa lebih aktif jika menghadapi pembelajaran yang sudah dikuasainya? Apakah
siswa lebih aktif jika pembelajaran dilakukan dengan metode ceramah? Apa ada perbedaan
antara prestasi siswa yang menggunakan metode tradisional?
Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah menemukan metode
pembelajaran yang dapat merangsang siswa untuk lebih aktif dalam proses pembelajaran.
Tujuan lain unutuk mendapatkan cara – cara lain yang dapat menunjang keberhasilan jika
dipadukan dengan metode pembelajaran yang disajikan. Agar bertambahnya ilmu
pengetahuan ataupun wawasan – wawasan yang dapat mendorong tercapainya keberhasilan
pembelajaran yaitu aktifnya siswa dalam proses pembelajaran. Disamping itu dengan
tercapainya hasil penelitian dapat dimanfaatkan dan dipraktikkan dalam keseharian yaitu
waktu pembelajaran di kelas. Diharapkan keikutsertaan dan peran aktif pada pembelajaran
Pendidikan Agama Kristen. Dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Dalam pembelajaran
Pendidikan Agama Kristen dapat mengubah sikap dan perilaku anak.

TINJAUAN PUSTAKA

Menurut Homrighausen (207:106) Pendidikan Agama Kristen adalah nama salah satu
bidang studi yang bertujuan untuk menyampaikan kebenaran yang dinyatakan Tuhan dalam
Alkitab, Menurut Kurikulum Dasar Pendidikan Agama Kristen yang di terbitkan oleh
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Tahun 1993, Pengertian Pendidikan Agama Kristen
adalah mata pelajaran yang bersumber dari Firman Allah yang terdapat di dalamn Alkitab. (
Kolose 1 : 28-29) dalam LAI Pendidikan Agama Kristen selalu mengupayakan pelayanan
terbaik,karena ia hadir bukan sebagai pilihan program tambahan tetapi wajib yang harus
diikuti oleh siswa yang menganut agama Kristen di sekolah.

METODE PENELITIAN
Sesuai dengan tujuan Penelitian Tindakan Kelas ini yaitu untuk memperoleh gambaran
tentang apakah metode presentasi dapat meningkatkan hasil belajar siswa lewat Proses
Belajar Mengajar mata pelajaran Pendidikan Agama Kristen, maka yang menjadi sasaran
penelitian adalah siswa Kelas XIIA 2 SMA N4 Semarang dengan jumlah siswa 22 orang.

Penelitian ini dijalankan di dalam kelas dengan posisi tempat duduk yang diubah sehingga
mendapat kesan yang lain seperti biasanya.
Dwi Endang Sujati, Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Dengan Menggunakan Metode 68
Presentasi Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Kristen Di Kelas XII A2 Th 2021/2022
SMA Negeri 4 Semarang
DIMENSI PENDIDIKAN ISSN: 1858-4868
Universitas PGRI Semarang Vol. 18 No. 3 | November 2022
Alat atau bahan yang digunakan dalam presentasi ini adalah selembaran yang berisi materi
hasil diskusi masing – masing kelompok yang sudah disebarkan kepada seluruh peserta
presentasi.

Penelitian ini dilaksanakan secara individu yakni oleh peneliti sendiri dan dibantu oleh yang
lain sebagai pengamat. Seperti yang disebutkan di atas bahwa, penelitian ini dilaksanakan
[Link] bentuk penelitian ini adalah penelitian sendiri. Adapun langkah –langkah tindakan
secara garis besar yang akan dilakukan untuk pemecahan masalah adalah sebagi berikut
Mengatur pembagian kelompok. Menyiapkan materi yang diberikan. Menyiapkan
administrasi / perangkat – perangkat pembelajaran yang diperlukan. Memberikan informasi
pada siswa bahwa aka nada kegiatan Penelitian Tindakan Kelas pada hari yang ditentukan.
Melaporkan kepada Kepala Sekolah dan Wali Kelas untuk pelaksanaan kegiatan ini.

Administrasi adalah perangkat pembelajaran yang disiapkan sesuai kebutuhan


(terlampir), dengan sarana yang sudah ada dan tersedia seperti meja, kursi, papan tulis, buku
– buku dan lain – lain, serta materi inti. Pelaksanaan penelitian meliputi dua [Link] siklus
terdapat tahapan perencanaan, tindakan observasi dan refleksi. Perencanaan, Perencanaan
tindakan siklus I meliputi : Penyiapan RPP / Silabus. Skenario pembelajaran. Lembar
Observasi Kegiatan Belajar Mengajar. Perencanaan tindakan siklus II meliputi : Penyiapan RPP
/ Silabus. Skenario pembelajaran. Mengatur kelompok. Lembar observasi Kegiatan Belajar
Mengajar. Pelaksanaan tindakan dilakukan sebanyak tiga (3) kali putaran / [Link]
yang dilaksanakan dalam tahap atau siklus pertama adalah menjelaskan materi pelajaran
tidak berpedoman pada perangkat [Link] atau siklus kedua yaitu menjelaskan
materi pelajaran dengan berpedoman pada perangkat pembelajaran sambil
mempresentasikan.

Tahapan kegiatan ini dilakukan adalah mengobservasi seluruh kegiatan selama


kegiatan proses pembelajaran berlangsung. Kegiatan observasi menggunakan lembar
pengamatan yang telah [Link] refleksi dilaksanakan sebagai upaya untuk
memahami dan memaknai suatu proses dan hasil pembelajaran yang meliputi kegiatan
mengingat dan merenungkan tindakan yang telah dilakukan. Hasil yang di dapat tentang apa
yang harus diperbaiki dari kegiatan tindakan siklus pertama dan kedua.

Langkah – Langkah Tindakan Pemecahan Masalah dan Indikator Keberhasilan.


Penelitian Tindakan Kelas ini dilaksanakan dengan cara menjelaskan materi pelajaran dengan
langkah – langkah sebagai ,berikut. Menyiapkan dan mengarahkan perhatian siswa pada
Kegiatan Belajar Mengajar. Mengadakan kegiatan Tanya jawab. Membentuk pembagian
kelompok. Menugaskan siswa untuk membahas materi yang sudah dibagikan.
Mempresentasikan materi yang sudah dibahas lewat kelompok.

Dari langkah – langkah tersebut diatas kemudian dibuat instrument yang berupa
lembar observasi Kegiatan Belajar Mengajar dalam rangka mengamati keberhasilan dalam
kegiatan belajar mengajar. Sumber data dalam penelitian ini adalah guru dan siswa. Sasaran
penelitian ini adalah guru dengan menggunakan metode presentasi dalam Proses Belajar
Mengajar. Berdasarkan apa yang diteliti, maka jenis data dalam penelitian ini adalah data
kuantitatif yang didapat dari cara observasi pelaksanaan tindakan. Data tentang Proses
Belajar Mengajar pada saat dilaksanakan siklus pertama, kedua dan ketiga, diambil dengan

Dwi Endang Sujati, Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Dengan Menggunakan Metode 69
Presentasi Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Kristen Di Kelas XII A2 Th 2021/2022
SMA Negeri 4 Semarang
DIMENSI PENDIDIKAN ISSN: 1858-4868
Universitas PGRI Semarang Vol. 18 No. 3 | November 2022
menggunakan lembar observasi. Adapun tehnik pengumpulan data dilakukan secara langsung
dalam kelas yakni mengisi lembaran observasi berdasarkan pengamatan.

Dalam penelitian ini, data yang diperoleh dianalisa dengan menggunakan tehnik presentasi,
yaitu jumlah kegiatan yang dilakukan oleh guru atas siswa dalam waktu pengamatan
dibandingkan dengan seluruh kegiatan dengan rumus sebaga berikut :

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN


Perencanaan Penelitian Tindakan Kelas ini, dikembangkan berdasarkan pengalaman
peneliti sebagai guru di SMA Negeri 4 semarang. Pada perencanaan tindakan akan tergambar
seluruh proses pembelajaran yang akan disajikan, waktu yang diperlukan serta langkah –
langkah pelaksanaannya. Pada pelaksanaan Penelitian Tindakan Kelas ini dilakukan
dalam dua kali putaran atau siklus atau dua kali tatap muka. Penelitian Tindakan Kelas ini
dilakukan pada siswa kelas XIIA 2 SMA N4 Semarang yang menjadi subjek penelitian sebanyak
12 orang siswa. Adapun implementasi tindakan adalah sebagai berikut :
Pertemuan Pertama, Materi : Apersepsi, Guru menjelaskan materi pelajaran serta
indikator yang hendak dicapai. Guru memberikan motivasi kepada siswa tentang pentingnya
mempelajari Pelayanan Yesus sambil menggunakan metode presentasi. Guru menjelaskan
tentang metode presentasi pada kegiatan kelompok. Guru menjelaskan materi Makna
Penderitaan Yesus, selanjutnya siswa memperhatikan materi yang dijelaskan. Siswa
membentuk kegiatan kelompok dan membahas materi selanjutnya mempresentasikan
materi tersebut. Setelah alokasi waktu yang diberikan selesai, guru dan siswa membahas
kesulitan – kesulitan dalam materi yang diajarkan. Evaluasi, memberikan penilaian lewat
kegiatan presentasi kelompok. Refleksi, mengkaji refleksi pembelajaran.

Pertemuan Kedua. Materi : Apersepsi, Guru menjelaskan materi pelajaran serta


indikator yang hendak dicapai. Guru memberikan motivasi kepada siswa tentang pentingnya
mempelajari materi Pelayanan Yesus. Guru membagi kelompok berdasarkan pembagian yang
sudah ada. Evaluasi : pada waktu pelaksanaan presentasi dan prosesnya, guru langsung
melakukan penilaian dengan cara mencatat dan menghitung siswa yang mengajukan
pertanyaan, menjawab dan member tanggapan. Refleksi : mengkaji hasil refleksi
pembelajaran.
Pertemuan Ketiga. Materi : Apersepsi. Guru menjelaskan materi pelajaran serta
indikator yang hendak dicapai. Guru memberikan motivasi kepada siswa tentang pentingnya
mempelajari materi Pelayanan Yesus. Guru membagi kelompok berdasarkan pembagian yang
sudah ada. Evaluasi : pada waktu pelaksanaan presentasi dan prosesnya, guru langsung
melakukan penilaian dengan cara mencatat dan menghitung siswa yang mengajukan
pertanyaan, menjawab dan memberi tanggapan. Refleksi : mengkaji hasil refleksi
pembelajaran.
Pemantauan Penelitian.

Dwi Endang Sujati, Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Dengan Menggunakan Metode 70
Presentasi Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Kristen Di Kelas XII A2 Th 2021/2022
SMA Negeri 4 Semarang
DIMENSI PENDIDIKAN ISSN: 1858-4868
Universitas PGRI Semarang Vol. 18 No. 3 | November 2022
Dalam Penelitian Tindakan Kelas ini, yang akan memantau kegiatan pelaksanaan
pembelajaran adalah melalui lembar penelitian. Lembar observasi dibuat agar dapat
menghasilkan peningkatan dalam pendidikan dan pengajaran pada kelas yang menjadi subjek
penelitian.

Refleksi Hasil Penelitian.


Hasil Penelitian Tindakan Kelas ini diperoleh melalui data hasil observasi melalui
pengamatan dalam kegiatan belajar mengajar. Data yang diperoleh dianalisis oleh peneliti
yang hasilnya sebagai berikut :
Tabel 1. Hasil Pembelajaran Secara Konvensional (TO).
JUMLAH JUMLAH SISWA JUMLAH SISWA JUMLAH SISWA
NO KELOMPOK
SISWA BERTANYA MENJAWAB BERPENDAPAT
1. I 8 3 1 1
2. II 8 2 3 1
3. III 8 2 2 1
4. IV 8 3 2 1
JUMLAH 32 10 8 4
PROSENTASE 100% 31,25% 25 % 12, 50%

Dari hasil penelitian awal yang dilakukan lewat tes awal (TO), diperoleh : jumlah siswa
yang bertanya 31,25%, siswa yang menjawab 25%, siswa yang berpendapat 12,50%.
Selanjutnya peneliti membagi tahapan – tahapan penelitian dengan menggunakan 2 (dua)
siklus. Pertemuan Pertama / siklus 1. Dari hasil pengamatan yang dilakukan peneliti maka
didapatkan hasil sebagai berikut : jumlah siswa yang bertanya 43,75%, siswa yang menjawab
15,62% dan siswa yang berpendapat 18,75% dengan tabel sebagai berikut :
Tabel 2. Hasil Pembelajaran Secara Eksperimen.
JUMLAH JUMLAH SISWA JUMLAH SISWA JUMLAH SISWA
NO KELOMPOK
SISWA BERTANYA MENJAWAB BERPENDAPAT
1. I 8 3 1 2
2. II 8 4 2 1
3. III 8 4 1 2
4. IV 8 3 1 1
JUMLAH 32 14 5 6
PROSENTASE 100% 43,75% 15,62 % 18,75%

Dengan demikian dari siklus pertama dapat diketahui adanya peningkatan keaktifan
[Link] dari hasil pengamatan ada beberapa hal yang belum tercapai yaitu
banyaknya siswa yang menjawab pertanyaan dan siswa yang berpendapat mengenai materi

Dwi Endang Sujati, Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Dengan Menggunakan Metode 71
Presentasi Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Kristen Di Kelas XII A2 Th 2021/2022
SMA Negeri 4 Semarang
DIMENSI PENDIDIKAN ISSN: 1858-4868
Universitas PGRI Semarang Vol. 18 No. 3 | November 2022
yang disajikan. Adapun hal lain yang terjadi adalah banyaknya siswa yang tidak ikut diskusi
dan cenderung pasif dalam mengikuti pembelajaran tersebut. Untuk mengurangi masalah
tersebut pada siklus kedua diberikan tambahan perangkat yaitu disediakannya materi yang
luas oleh guru, sehingga siswa dapat meneliti dan mempelajari materi tersebut sebelum
presentasi dijalankan.
Pertemuan Kedua / siklus 2.
Pada waktu melakukan presentasi dan prosesnya, peneliti langsung melakukan
penilaian dengan cara mencatat dan menghitung siswa yang mengajukan pertanyaan,
menjawab dan member tanggapan, dan ini disebut sebagai tes – 2 (t -2). Dari hasil
pengamatan yang dilakukan peneliti maka didapatkan hasil sebagai berikut : jumlah siswa
yang bertanya 50%, siswa yang menjawab 21,81%, dan siswa yang berpendapat 25% dengan
table sebagai berikut :

Tabel 3. Prosentase presentasi siswa dengan materi disediakan Guru dan diadakan
penilaian khusus bagi mereka yang aktif dan sanksi (Nilai 0) bagi yang pasif
JUMLAH JUMLAH SISWA JUMLAH SISWA JUMLAH SISWA
NO KELOMPOK
SISWA BERTANYA MENJAWAB BERPENDAPAT
1. I 8 5 1 2
2. II 8 5 2 2
3. III 8 4 2 2
4. IV 8 3 3 2
JUMLAH 32 17 8 8
PROSENTASE 100% 50,12% 25 % 25%

Dari hasil observasi selama siklus dua berlangsung, didapatkan kondisi berikut ini :
selama pembelajaran dengan metode presentasi siswa lebih banyak aktif baik dengan cara
bertanya, mengemukakan pendapat atau menambah jawaban yang telah diberikan kelompok
lain, suasana kelas menjadi hidup dan siswa antusias dalam mengikuti pembelajaran dengan
metode ini.

SIMPULAN DAN SARAN


Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan hal – hal sebagai berikut : sebelum
dijalankannya metode ceramah siswa cenderung pasif atau tidak aktif dalam mengikuti
pelajaran, dimana jumlah siswa yang mengajukan pertanyaan, menjawab pertanyaan dan
mengemukakan pendapat sangatlah minim. Setelah diadakan pembelajaran dengan metode
presentasi siswa dapat menunjukkan keaktifannya dan lebih aktif ketika terlebih dahulu
diberikan materi atau bahan yang cukup banyak oleh guru, daripada mereka harus mencari
sendiri. Bahkan keaktifan mereka signifikan bertambah ketika diberitahukan bahwa selama

Dwi Endang Sujati, Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Dengan Menggunakan Metode 72
Presentasi Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Kristen Di Kelas XII A2 Th 2021/2022
SMA Negeri 4 Semarang
DIMENSI PENDIDIKAN ISSN: 1858-4868
Universitas PGRI Semarang Vol. 18 No. 3 | November 2022
presentasi dilakukan, guru mengadakan penilaian bagi mereka yang aktif dan sangsi (nilai 0)
bagi mereka yang pasif. Jadi pada akhirnya bahwa pembelajaran dengan menggunakan
metode Peresentasi lebih baik daripada menggunakan metode pembelajaran konvensional
yaitu ceramah.
Saran
Berdasarkan temuan – temuan yang didapat, maka peneliti memberikan saran kepada
pihak sekolah agar lebih memperhatikan cara pembelajaran dengan menggunakan metode
ceramah, misalnya dengan menyediakan alat – alat presentasi yaitu LCD PROJECTOR,
Komputer/ Laptop dan tempat khusus untuk kegiatan cermah.

DAFTAR PUSTAKA
Alma. B, Guru Profesioanl, Alfabeta Bandung, 2008.
Arif s. Sadirman, dkk. 1993. Media Pendidikan. Jakarta. Cv. Grafindo.
Arikunto suharsimin. 1998. Pengelolaan kelas dan Siswa. Jakarta. CV Rajawali.
Hadis. A, Psikologi dalam Pendidikan, Alfabeta bandung, 2008
Homrighausen, E.G, dkk. 2004. Pendidikan Agama Kristen. Jakarta. PT BPK Gunung Mulia.
Hutabarat. O, 2004, Model-model Pembelajaran aktif Pendidikan Agama Kristen SD, SMP,
SMA berbasis Kompetensi, Bina Media Informasi.
Hutabarat. O, dkk, 2006, Pedoman untuk Guru PAK SD-SMA dalam melaksanakan kurikulum
baru, Bina Media Informasi.
Mautang. Th, Pengembangan Profesi. Pedoman Praktis Menyusun Karya Ilmiah, ArtGym
Press, Universitas Negeri Manado, 2005
Munandir. 1987. Rancangan Sistem Pengajaran. Jakarta. Depdikbud, Dikti.
Sudarwan Danim. 1995. Media Komunikasi Pendidikan. Bumi Aksara. Jakarta.
Sudjana. 1989. Metode Penelitian. Bandung. Tarsito.
Winarno Surakhmand. 1994. Pengantar Interaksi Belajar Mengajar. Bandung. Tarsito,
rikulum di SMK EKlesia Jailolo
MOTTO : Melayani dengan setulus hati.

Dwi Endang Sujati, Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Dengan Menggunakan Metode 73
Presentasi Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Kristen Di Kelas XII A2 Th 2021/2022
SMA Negeri 4 Semarang
DIMENSI PENDIDIKAN ISSN: 1858-4868
Universitas PGRI Semarang Vol. 18 No. 3 | November 2022

Dwi Endang Sujati, Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Dengan Menggunakan Metode 74
Presentasi Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Kristen Di Kelas XII A2 Th 2021/2022
SMA Negeri 4 Semarang

Anda mungkin juga menyukai