MikroTik RouterBOARD
Teori
MikroTik RouterBOARD adalah perangkat jaringan berbasis RouterOS yang digunakan untuk
mengatur koneksi internet, keamanan jaringan, serta manajemen lalu lintas data. MikroTik memiliki
berbagai fitur seperti Firewall, Routing, Wireless, dan manajemen bandwidth, sehingga cocok untuk
implementasi dalam berbagai skala jaringan.
1. Internet Gateway
Konsep
Internet Gateway adalah pintu gerbang utama yang menghubungkan jaringan lokal (LAN) ke internet.
MikroTik berperan sebagai perantara yang mengatur lalu lintas data dari jaringan lokal ke ISP
(Internet Service Provider).
Teori
Internet Gateway memungkinkan perangkat dalam jaringan untuk berbagi satu koneksi internet
melalui teknik NAT (Network Address Translation) yang menerjemahkan alamat IP lokal ke alamat IP
publik.
Topologi
Konfigurasi
/ip address add address=[Link]/24 interface=ether2
/ip firewall nat add chain=srcnat out-interface=ether1 action=masquerade
/ip dhcp-client add interface=ether1
/ip dhcp-server dhcp-setup=eth2
Pengujian
Ping Test: Uji konektivitas ke internet.
Browsing Test: Coba akses situs web dari klien yang terhubung.
2. Firewall
Konsep
Firewall adalah sistem keamanan yang digunakan untuk mengontrol lalu lintas jaringan berdasarkan
aturan yang telah ditentukan. Firewall di MikroTik memungkinkan penyaringan lalu lintas
berdasarkan IP, port, dan protokol.
Teori
Firewall mencegah akses yang tidak sah dan melindungi jaringan dari serangan eksternal. Dengan
menggunakan filtering dan NAT, keamanan jaringan dapat ditingkatkan.
Topologi
Konfigurasi
# 1. Dapatkan IP situs dengan nslookup atau ping
# Contoh: nslookup [Link]→ hasilnya [Link]
# 2. Tambahkan rule firewall untuk blokir situs berdasarkan IP
/ip firewall filter add chain=forward dst-address=[Link] action=drop
Pengujian
Firewall : cek situs yang di blokir ( contoh [Link])
3. Wireless
Konsep
Wireless networking memungkinkan perangkat terhubung tanpa kabel menggunakan gelombang
radio. MikroTik dapat dikonfigurasi sebagai Access Point (AP)
Teori
Wireless network menggunakan standar keamanan seperti WPA2-PSK untuk mencegah akses yang
tidak sah dan memastikan kecepatan koneksi yang optimal.
Topologi
Konfigurasi
# 1. Aktifkan Wireless & Set Mode AP
/interface wireless set wlan1 mode=ap-bridge ssid=MyWiFi band=2ghz-b/g/n
# 2. Konfigurasi Keamanan WPA2-PSK
/interface wireless security-profiles set [find default=yes] authentication-types=wpa2-psk wpa2-pre-
shared-key=Password123 mode=dynamic-keys
# 3. Tambahkan IP Address untuk Wireless Interface
/ip address add address=[Link]/24 interface=wlan1
# 4. Tambahkan DHCP Client (Untuk Mengambil IP dari ISP via ether1)
/ip dhcp-client add interface=ether1 disabled=no
# 5. Tambahkan DHCP Server
/ip dhcp-server add interface=wlan1 address-pool=dhcp_pool disabled=no
# 6. Tambahkan NAT agar klien dapat akses internet
/ip firewall nat add chain=srcnat out-interface=ether1 action=masquerade
# 7. Tambahkan Queue untuk membatasi bandwidth setiap klien
/queue simple add name="Limit WiFi" target=[Link]/24 max-limit=2M/2M
Pengujian
SSID Test: Pastikan SSID terlihat di perangkat lain.
Speed Test: Uji kecepatan koneksi.
4. Switching
Konsep
Switching adalah teknik jaringan yang memungkinkan perangkat dalam jaringan yang sama untuk
berkomunikasi secara efisien. MikroTik mendukung fitur switching melalui perangkat keras yang
memiliki beberapa port Ethernet.
Teori
Switching memungkinkan distribusi lalu lintas data tanpa perlu routing, sehingga meningkatkan
kecepatan dan efisiensi jaringan lokal.
Topologi
Konfigurasi
# 1. Tambahkan Vlan di router 1
/interface ether1 name=vlan10 id=10
/interface ether1 name=vlan20 id=20
# 2. Tambahkan ip vlan
/ip address add address=[Link]/24 interface=vlan10
/ip address add address=[Link]/24 interface=vlan20
# 3. DHCP SERVER
/ip dhcp-server dhcp-setup=vlan10
/ip dhcp-server dhcp-setup=vlan20
# 1. Buat Bridge di router 2
/interface bridge add name=bridge1
# 2. Tambahkan port yang akan di switching ke dalam bridge
/interface bridge port add bridge=bridge1 interface=ether1
/interface bridge port add bridge=bridge1 interface=ether2
/interface bridge port add bridge=bridge1 interface=ether3
# 3. Switch
/interface vlan=add id=10 port=ether1, ether2
/interface vlan=add id=20 port=ether1, ether3
# 4. Switch Port
/interface port=ether1 mode=secure header=add if missing
/interface port=ether2 mode=secure header=always strip id=10
/interface port=ether3 mode=secure header=always strip id=20
Pengujian
Cek ip apakah sudah dapat di laptop
Ping Test: ping ip router 1 dari laptop
5. Routing
Konsep
Routing adalah proses pengiriman paket data dari satu jaringan ke jaringan lain. MikroTik
mendukung routing statis dan routing dinamis untuk mengelola lalu lintas jaringan secara efisien.
Teori
Routing Statis: Jalur jaringan dikonfigurasi secara manual oleh administrator.
Routing Dinamis: Jalur jaringan diperbarui secara otomatis berdasarkan protokol seperti
OSPF
Topologi
Routing
Konfigurasi
Routing static
# Konfigurasi Router 1 (R1)
# 1. Tambahkan IP Address
/ip address add address=[Link]/30 interface=ether1 # Koneksi ke R2
/ip address add address=[Link]/24 interface=ether2
# 2. DHCP SERVER
/ip dhcp-server dhcp-setup=eth2
# 3. Tambahkan Routing ke Jaringan di R2
/ip route add dst-address=[Link]/24 gateway=[Link]
# Konfigurasi Router 2 (R2)
# 1. Tambahkan IP Address
/ip address add address=[Link]/30 interface=ether1 # Koneksi ke R1
/ip address add address=[Link]/24 interface=ether2
# 2. DHCP SERVER
/ip dhcp-server dhcp-setup=eth2
# 3. Tambahkan Routing ke Jaringan di R1
/ip route add dst-address=[Link]/24 gateway=[Link]
Routing OSPF
# Konfigurasi Router 1 (R1)
# 1. Tambahkan IP Address
/ip address add address=[Link]/30 interface=ether1 # Koneksi ke R2
/ip address add address=[Link]/24 interface=ether2
# 2. Aktifkan OSPF dan Tambahkan Network
/routing ospf instance add=ok
/routing ospf areas add=ok
/routing ospf interface add interface=ether1 networks=[Link]/30
/routing ospf interface add interface=ether2 networks=[Link]/24
# Konfigurasi Router 2 (R2)
# 1. Tambahkan IP Address
/ip address add address=[Link]/30 interface=ether1 # Koneksi ke R1
/ip address add address=[Link]/24 interface=ether2
# 2. Aktifkan OSPF dan Tambahkan Network
/routing ospf instance add=ok
/routing ospf areas add=ok
/routing ospf interface add interface=ether1 networks=[Link]/30
/routing ospf interface add interface=ether2 networks=[Link]/24
Pengujian
Cek tabel routing: Pastikan jalur routing sudah benar.
Cek status OSPF: Ping antar perangkat 1 dan 2
Traceroute Test: Lakukan traceroute untuk melihat jalur paket data.
Dengan pemahaman yang baik, MikroTik dapat digunakan untuk membangun jaringan yang stabil,
aman, dan efisien.