Perlindungan Hukum Cryptocurrency di Indonesia
Perlindungan Hukum Cryptocurrency di Indonesia
2614-6061
[Link].2527-4295 Vol.10 No.2 Edisi Mei 2022
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kedudukan cryptocurrency menurut hukum positif di
Indonesia dan perlindungan hukum terhadap investor yang melakukan investasi cryptocurrency di Indonesia.
Penelitian ini merupakan jenis penelitian hukum normatif dengan menggunakan pendekatan konseptual dan
pendekatan perundang-undangan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa, Pertama, Kedudukan cryptocurrency
di Indonesia berdasarkan hukum positif di Indonesia adalah tidak dapat dijadikan sebagai alat pembayaran yang
sah di Indonesia sebagaimana diatur dalam Pasal 21 ayat (1) UU No 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang, yang
mengatakan bahwa alat pembayaran yang wajib digunakan dan diakui secara sah di NKRI hanya menggunakan
Mata Uang Rupiah. Hal ini juga ditegaskan dengan PBI 18/40/PBI/2016 tentang Penyelenggaraan Pemrosesan
Transaksi Pembayaran dan dalam PBI 19/12/PBI/2017 tentang Penyelenggaraan Teknologi Finansial. Akan
tetapi cryptocurrency dapat digunakan sebagai instrument investasi sebagaimana diatur dalam UU No 10 Tahun
2011 tentang Perubahan Atas UU No 32 Tahun 1997 tentang Perdangangan Berjangka Komoditi. Kedua,
Perlindungan hukum bagi investor cryptocurrency secara preventif diatur dalam UU Perdagangan dan UU
Perlindungan Konsumen, dimana menegaskan untuk kegiatan perdagangan yang menggunakan sistem
elektronik wajib menyediakan data dan/atau informasi secara lengkap dan benar. Selanjutnya dalam kegiatan e-
commerce dilindungi oleh UU ITE. Kemudian secara represif, penyelesaian perselisihan dalam transaksi
cryptocurrency diatur dalam Pasal 22 PerBappebti No 5 Tahun 2019 tentang Ketentuan Teknis Penyelenggaraan
Pasar Fisik Aset Kripto di Bursa Berjangka, bahwa penyelesaian sengketa dilakukan dengan musyawarah untuk
mencapai mufakat, apabila tidak mencapai mufakat, apabila tidak mencapai mufakat, para pihak dapat
menyelesaikan melalui Badan Arbitase Perdagangan Berjangka Komoditi (BAKTI) dan Pengadilan Negeri
sesuai yang tertuang pada penjanjian antara para pihak.
Jurnal Education and development Institut Pendidikan Tapanuli Selatan Hal. 697
[Link].2614-6061
[Link].2527-4295 Vol.10 No.2 Edisi Mei 2022
Siaran pers Nomor 20/4/DKom. tentang Bank Pedagang Fisik Aset Kripto tidak serta merta
Indonesia menegaskan bahwa cryptocurrency memberikan pemahaman yang baik kepada
termasuk Bitcoin tidak diaukui sebagai alat pelanggan. Pelanggan Aset Kripto yang sudah
pembayaran yang sah, sehingga dilarang digunkan terlanjur menandatangani perjanjian dianggap telah
sebagai alat pembayaran di Indonesia. Pemilikan menerima setiap resiko yang akan muncul dimasa
cryptocurrency sangat berisiko dan sarat akan yang akan datang. Perjanjian jual beli antara
spekulasi karena tidak ada otoritas yang bertanggung pelanggan dan pedagang seringkali disengketakan
jawab, tidak terdapat administrator resmi, tidak karena dianggap tidak sah akibat beberapa klausula
terdapat underlying asset yang mendasari harga yang tidak dimengerti oleh pelanggan.
cryptocurrency serta nilai perdagangan sangat
fluktuatif sehingga rentan terhadap risiko 2. METODE PENELITIAN.
penggelembungan (bubble) serta rawan digunakan Jenis penelitian ini, yaitu penelitian hukum
sebagai sarana pencucian uang dan pendanaan normatif. Pendekatan yang digunakan dalam
terrorisme, sehingga dapat mempengaruhi kestabilan penelitian ini, yaitu (1) pendekatan undang-undang
system keuangan dan merugikan masyarakat. Oleh (statute approah) dan (2) pendekatan konseptual
karena itu, Bank Indonesia memperingatkan kepada (conceptual approach). Jenis dan Sumber datanya
seluruh pihak agar tidak menjual, membeli dan berasal dari data sekunder (data kepustakaan dan
memperdangankan cryptocurrency. dokumen hukum), dan bahan hukumnya, yaitu bahan
Menteri Keuangan Sri Mulyani tidak hukum primer, sekunder dan tersier. Teknik
melarang penggunaan Bitcoin untuk investasi dan pengumpulan datanya, menggunakan studi dokumen.
investasi ini merupakan pilihan dari masing-masing Analisis bahan hukum menggunakan interpretasi
personal namun segala resiko yang timbul (penafsiran) dan penyimpulan secara deduktif.
ditanggung penggunanya. Hal ini kemudian menjadi
dilema bagi masyarakat yang dimana pemerintah 3. HASIL DAN PEMBAHASAN
belum menentukan langkah bagaimana merumuskan 1. Kedudukan Cryptocurrency Menurut Hukum
peraturan tertulis terkait peredaran dan Positif Di Indonesia
pengawasannya, lantas bagaimanakah formulasi a. Cryptocurrency Dalam Perdagangan
kebijakan dan aspek perlindungan terhadap investor Internasional
atau pengguna dalam transaksi sehubungan investasi 1) United Nation Commision on International
cryptocurrency riskan dan rentan akan sasaran Trade Law
kejahatan dunia maya (cybercrime). United Nation Commision on International
Setidaknya ada 10.000 jenis mata uang kripto Trade Law (UNCITRAL) adalah salah satu badan
yang saat ini diperdagangkan. Namun demikian, khusus Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) yang
untuk di Indonesia sendiri, ada 229 aset kripto yang bertanggung jawab dalam perdagangan internasional
telah terdaftar di Badan Pengawas Perdagagan dan investasi. Oleh karena itu, UNCITRAL dapat
Berjangka Komoditi (Bappebti). Berikut jenis-jenis dikatakan sebagai organisasi public internasional.
mata uang kripto terpopuler atau memiliki UNCITRAL adalah lembaga yang sampai saat ini
kapitalisasi pasar terbesar dalam dollar AS, yakni: 1) telah mengatur mengenai transaksi atau perdagangan
Bitcoin, 2) Ethereum, 3) Binance coin, 4) Cardano, 5) internasional melalui perkembangan teknologi
Degocoin, 6) Litecoin. Masing-masing aset kripto informasi berupa internet atau media elektronik
tersebut memiliki karakterisitik yang khas. lainnya. UNCITRAL berperan dalam
Peraturan baru yang dikeluarkan oleh mengharmonisasi hukum tiap negara mengenai
Bappebti dinilai masih kurang dalam sisi transaksi perdagangan yang bersifat elektronik atau
perlindungan konsumen yakni terkait prosedur electronic commerce (e-commerce) internasional
komplain oleh investor bila terjadi suatu kerugian dengan membuat suatu Model Law. Model Law
dimana penjualnya bukan sebuah perusahaan berarti dibuatnya aturan-aturan itu tetapi tidak
(institusi) melainkan lebih kepada individu-individu mengikat negara-negara, jadi negara-negara tersebut
yang menjual aset mereka. Aspek perlindungan bebas untuk mengikuti seluruh isi aturan, sebagian,
hukum bagi investor perlu di atur dalam peraturan atau bahkan menolak Model Law tersebut. Aturan
Bappebti agar para investor dapat mengetahui tersebut dapat dikatakan hanya menjadi pedoman
prosedur pelaporan apabila dirugikan akibat tindak untuk membantu negara-negara di dalam membuat
kriminal dalam internet atau cyber crime. perundangan nasionalnya.
Pedagang Fisik Aset Kripto seperti PT. 2) World Trade Organization
Indodax dalam website-nya tidak bertanggung jawab World Trade Organization (WTO) didirikan
atas kepemilikan dan resiko dari transaksi pada tanggal 1 Januari 1995, berdasarkan Marrakesh
perdagangan aset kripto serta penggunaannya Agreement Establishing the World Trade
menjadi tanggung jawab pengguna masing-masing. Organization. Hukum dasar WTO dapat dibagi
Tidak hanya itu, masalah lain seperti pemberitahuan dalam 5 kategori, yaitu peraturan non-diskriminasi;
akan resiko atas tidak adanya underlying asset yang pengaturan akses pasar; peraturan perdagangan yang
mendasari penerbitan transaksi aset kripto oleh tidak adil; pengaturan hubungan antara liberalisasi
Jurnal Education and development Institut Pendidikan Tapanuli Selatan Hal. 698
[Link].2614-6061
[Link].2527-4295 Vol.10 No.2 Edisi Mei 2022
Jurnal Education and development Institut Pendidikan Tapanuli Selatan Hal. 699
[Link].2614-6061
[Link].2527-4295 Vol.10 No.2 Edisi Mei 2022
Jurnal Education and development Institut Pendidikan Tapanuli Selatan Hal. 700
[Link].2614-6061
[Link].2527-4295 Vol.10 No.2 Edisi Mei 2022
atas penetapan cryptocurrency sebagai komoditi, Internasional, Sistem Informasi Perdagangan dan
seperti soal perusahaan exchanger, wallet dan wewenang pemerintah di bidang Perdagangan,
mining. Peraturan lebih lanjut ini akan melibatkan Komite Perdagangan Nasional, pengawasan, serta
berbagai kementerian dan lembaga seperti Bank penyidikan.
Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Berkaitan dengan Perdagangan melalui Sistem
soal perpajakannya pun akan diatur melalui Elektronik dewasa ini peredaraan cryptocurrency
Direktorat Jenderal Pajak karena cryptocurrency yang dianggap oleh sebagian kaum netizen Indonesia
adalah asset dan dapat dikenakan pajak keuntungan sebagai tren bisnis yang kekinian dipakai atau di
modal setiap kali Bitcoin dibeli, dijual, atau gunakan sebagai alat atau sarana investasi oleh
diperdagangkan. Adanya pelibatan banyak pihak penggunanya dengan cara menukarkan nilai Rupiah
tersebut karena penetapan cryptocurrency sebagai kedalam cryptocurrency tersebut dengan
komoditas perdagangan di bursa berjangka harus memanfaatkan spekulasi fluktuasi harga. Pemerintah
mendapatkan pertimbangan dan persetujuan dari sudah membuat regulasi terkait perdagangan melalui
kementerian dan lembaga yang berkaitan dengan dunia maya dengan diberlakukannya UU
perdagangan di bursa berjangka dan pengenaan perdagangan. Dapat kita perhatikan bahwa
pajaknya. Pelaku usaha mengusulkan perdagangan pemerintah membuat aturan tersebut guna
cryptocurrency dikenakan pajak final seperti halnya menciptakan kondusifitas di lingkungan masyarakat
perdagangan di bursa pasar modal. Peraturan lebih Indonesia. Terdapat ketentuan pada UU perdagangan
lanjut ini juga mengatur soal upaya mencegah tersebut terkait bagaimana perlakuan hukum terhadap
pencucian uang dan pendanaan terorisme atau penyelenggara yang melakukan bisnis melalui sistem
kejahatan lainnya melalui kripto. elektronik.
2. Perlindungan Hukum Terhadap Investor 2) Pengaturan dan Perlindugan Hukum
Yang Melakukan Investasi Cryptocurrency Di Cryptocurrency Ditinjau dari Undang-Undang
Indonesia Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas
a. Perlindungan Hukum Investasi Cyprtocurrency Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008
1) Pengaturan dan Perlindungan Hukum tentang Informasi dan Transaksi Elektronik
Ditinjau Dari Undang-Undang Nomor 7 Dalam upaya pemerintah memberikan
Tahun 2014 tentang Perdagangan perlindungan terhadap masyarakat dari gangguan
Perdagangan sebagai penggerak utama keamanan dan kenyamanan sebagai akibat
perekonomian tidak harus terbatas pada arus penyalahgunaan Informasi Elektronik dan Transaksi
perekonomian yang berhubungan dengan transaksi Elektronik, maka dewasa ini pemerintah membuat
Barang dan/atau Jasa yang dilakukan oleh Pelaku produk hukum baru dengan memberlakukan UU No
Usaha saja melainkan regulasinya pun harus jelas 19 tahun 2016 tentang ITE yang merupakan
sehingga dapat memberikan perlindungan, perbaikan dari UU No 11 tahun 2008 tentang ITE.
kemanfaataan dan kepastian hukum bagi pelaku Di dalam Undang-Undang ITE yang baru ini
usaha di bidang perdagangan. Undang-Undang terdapat peran pemerintah dalam melakukan
Perdagangan perupakan produk hukum baru, pencegahan penyebarluasan dan penggunaan
sebelumnnya sejak Indonesia merdeka belum pernah Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik
dibuat UU perdangan secara menyeluruh. Ada yang memiliki muatan yang dilarang dan melanggar
terdapat produk hukum yang setara undang-undang hukum. Kemudian dalam kegiatan e-commerce
di bidang Perdagangan namun masih bersifat farsial, dikenal adanya dokumen elektronik yang
seperti Undang-Undang tentang Barang, Undang- kedudukannya setara dengan dokumen yang dibuat di
Undang tentang Pergudangan, Undang-Undang atas kertas, dalam upaya perlindungan hukum ini
tentang Perdagangan Barang-Barang Dalam pemerintah memperhatikan dari sisi keamanan dan
Pengawasan, Undang-Undang tentang Sistem Resi kepastian hukum dalam pemanfaatan teknologi
Gudang, dan Undang-Undang tentang Perdagangan informasi, media, dan komunikasi supaya
Berjangka Komoditi. berkembang secara optimal dengan cara melalui
Kini telah dibuat dan diberlakukan ketentuan metode pendekatan dalam aspek hukum, aspek
UU Perdagangan yang dirasa telah sesuai dengan teknologi, aspek sosial, budaya, dan etika, hal ini
perkebangan Perdagangan di era globalisasi pada diterapkan untuk mengatasi gangguan keamanan
masa kini dan masa yang akan datang. Pengaturan dalam penyelenggaraan sistem secara elektronik,
dalam Undang-Undang tersebut bertujuan pendekatan hukum bersifat mutlak karena tanpa
meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional, kepastian hukum, persoalan pemanfaatan teknologi
lingkup pengaturan di undang-undang tersebut informasi menjadi tidak optimal.
meliputi Perdagangan Dalam Negeri, Perdagangan Berkaitan dengan cryptocurrency yang kini
Luar Negeri, Perdagangan Perbatasan, Standardisasi, beredar di indonesia, yang menurut pemerintah jika
Perdagangan melalui Sistem Elektronik, pelindungan dijadikan alat atau sarana pembayaran di Indonesia
dan pengamanan Perdagangan, pemberdayaan tidak sah sehubungan negara kita sidah memiliki
koperasi serta usaha mikro, kecil, dan menengah, acuan dan aturan tentang mata uang yaitu dengan
pengembangan Ekspor, Kerja Sama Perdagangan satuan mata uang rupiah, maka peran pemerintah
Jurnal Education and development Institut Pendidikan Tapanuli Selatan Hal. 701
[Link].2614-6061
[Link].2527-4295 Vol.10 No.2 Edisi Mei 2022
melakukan perlindungan dengan cara membuat tentang Perlindungan Konsumen sudah sejalan
regulasi yang harus sesuai dengan perkembangan dengan kebutuhan hukum.
produk elektronik tersebut. Negara atau pemerintah dapat menggunakan
Dalam hal ini sudah diwujudkan dalam bentuk kewenangannya untuk memformulasikan atau
UU ITE yang baru yaitu UU No 19 tahun 2016 membuat peraturan-peraturan berkelanjutkan sesuai
tenatang perubahan atas UU No 11 tahun 2008 dengan dinamika perkembangan jaman dengan
tentang ITE untuk menjawab permasalahan hukum maksud memberikan rasa aman, nyaman, tentram,
dalam peredaran cryptocurrency di Indonesia, namun sejahtera, bermanfaatan, berkeadilan dan
persoalan tidak selesai disitu ketika upaya dari memberikan kepastian hukum bagi investor atau
pemerintah dalam meminimalisir jika terjadinya pengguna mata uang virtual currency terkait status
kerugian yang di derita investor atau pengguna yang jelas di Indonesia. Dari segi kemanfaatannya
cryptocurrency, kiranya pemerintah memberikan jika cryptocurrency dikelola sebagaimana aturan
penegasan boleh atau tidak boleh produk elektronik hukum yang jelas dan pasti maka terdapat nilai
tersebut beredar di Indonesia, jika tidak boleh maka manfaat atau keuntungan bagi negara dengan
pemerintah harus tegas menggunakan peredaran cryptocurrency Indonesia yakni dapat
kewenangannya memutus akses suapaya tidak masuk berkurangnya peredaran uang keretas di Indonesia.
ke Indonesia. b. Analisis Perlindungan Hukum Bagi Investor
3) Pengaturan dan Perlindungan Hukum Pada Transaksi Cryptocurrency
Ditinjau Dari Undang-Undang Nomor 8 Menurut Philipus M. Hadjon, bahwa ada dua
Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen macam sarana perlindungan hukum, yaitu
Investor atau pengguna transaksi bisnis atau perlindungan hukum preventif dan perlindungan
perdagangan cryptocurrency dapat juga di hukum represif. Perlindungan hukum yang preventif
kategorikan sebagai konsumen. Sebagai konsumen bertujuan untuk mencegah terjadinya permasalahan
sangat perlu mendapat perlindungan dari negara. atau sengketa. Perlindungan hukum yang represif
Memperhatikan Pasal 1 UURI No. 8 Tahun 1999 yang bertujuan untuk menyelesaikan permasalahan
tentang Perlindungan Konsumen yang menyatakan atau sengketa yang timbul. Kedua perlindungan
“Perlindungan Konsumen adalah segala upaya hukum tersebut dijelaskan sebagai berikut.
yang menjamin adanya kepastian hukum untuk 1. Perlindungan Hukum Preventif
memberi perlindungan kepada konsumen.” Bitcoin sebagai Aset Kripto di Bursa
Berkaitan dengan penggunaan dan peredaran Perdagangan Berjangka, oleh karena perlindungan
mata Cryptocurrency di Indonesia dan secara preventif dalam transaksi perdagangan aset
memperhatikan penegasan atau pernyataan dari kripto bitcoin diatur dalam Peraturan Badan
Pemerintah yakni Bank Indonesia sebagai bank Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi Nomor
sentral serta dengan memperhatikan UURI No. 7 5 Tahun 2019 tentang Ketentuan Teknis
tahun 2011 tentang mata uang sangat diperlukan Penyelenggaraan Pasar Fisik Aset Kripto (Crypto
kepastian hukum guna mengatur kejelasan terhadap Aset) di Bursa Berjangka Ketetentuan Teknis
penggunaan dan peredarannya di Indonesia. Penyelenggaraan Pasar Fisik Aset Kripto (Crypto
Secara umum dikenal adanya empat hak dasar Aset) di Bursa Berjangka. Bentuk perlindungan
konsumen yaitu: hukum tersebut antara lain:
1) Hak untuk mendapatkan keamanan (the right to a. Pasal 2 Ayat (1) bahwa Perdagang aset kripto
safety) harus memperhatikan:
2) Hak untuk mendapatkan informasi (the right to be 1) Prinsip tata kelola perusahaan yang baik dalam
informed) mengedepankan kepentingan Anggota Bursa
3) Hak untuk memilih (the right to choose) Berjangka, Pedagang Fisik Aset Kripto, dan
4) Hak untuk didengar (the right to be heard) Pelanggan Aset Kripto untuk memperoleh harga
Memperhatikan UU Nomor 8 Tahun 1999 yang wajar dan sesuai,
Tentang Perlindungan Konsumen dinilai sangat 2) Tujuan pembentukan Pasar Aset Kripto sebagai
penting adanya pengaturan kebijakan yang sarana pembentukan harga yang transparan dan
berkelanjutan oleh Negara (Bank Indonesia) menyerahkan serah terima fisik serta
mengenai penggunaan dan peredaran Cryptocurrency dipergunakan sebagai referensi harga di Bursa
di Indonesia. Sebab, melihat beberapa permaslahan Berjangka,
yang terjadi di dunia internasional terkait peredaran 3) Kepastian hukum,
dan transaksi Cryptocurrency sehingga (Negara) 4) Perlindungan pelanggan aset kripto,
Bank Indonesia perlu membentuk suatu regulasi 5) Memfasilitasi inovasi, pertumbuhan, dan
terkait pengaturan guna dapat melindungi investor perkembangan kegiatan usaha perdagangan aset
atau konsumen. kripto.
Berkaitan dengan kepemilikan atau sebagai b. Pasal 3 Ayat (1) bahwa aset kripto yang wajib
investor Cryptocurrency jika di hubungkan dengan diperdagangkan sesuai dengan mekanisme yang
bentuk perlindungan konsumen maka asas-asas yang diatur dalam Peraturan badan ini.
tercantum di dalam Pasal 2 UURI No. 8 tahun 1999
Jurnal Education and development Institut Pendidikan Tapanuli Selatan Hal. 702
[Link].2614-6061
[Link].2527-4295 Vol.10 No.2 Edisi Mei 2022
c. Pasal 3 Ayat (2) aset kripto dapat diperdagangkan kelayakan (fit and proper test) Bappebti. Dalam
apabila memenuhi persyaratan paling sedikit Pasal 8 Huruf (a) diatur bahwa pedagang fisik
sebagai berikut: Aset Kripto wajib wajib memenuhi ketentuan
1) Berbasis disytibuted ledger technology; keuangan dengan mempertahankan rasio total
2) Berupa aset ultilitas (ultilytas crypto) dan aset hutang atau total ekuitas (debt to equity ratio)
kripto beragun aset (cypto Backed Asset); dengan perbandingan 2:1 (dua banding satu).
3) Nilai kapitalitas pasar (market cap) masuk Dalam Perubahan Pasal 8 diatur bahwa Pedagang
kedalam pringkat 500 (lima ratus) besar Fisik Aset Kripto harus memiliki standar
kapitalisasi pasar Aset Kripto (crypto market cap) operasional prosedur (SOP) menimal mengatur
untuk Kripto Aset ultilitas; tentang pemasaran dan menerimaan pelanggan
4) Masuk dalam transaksi bursa Aset Kripto terbesar aset kripto, pelaksanaan transaksi, penegndalian
di dunia; dan pengawasan internal, penyelesaian
5) Memilik manfaat ekonomi seperti perpajakan, perselisihan pelanggan aset kripto dan penerapan
menumbuhkan indutri informatika dan program anti pencucian uang serta pendanan
kompetensi tenaga ahli dibidang informatika terorisme serta proliferasi senjata pemusnah
(digital talent); dan massal.
6) Telah dilakukan penilaian resikonya, termasuk Demi mencegah masuknya uang hasil tindak
resiko pencucian uang dan pendanan terorisme kejahatan pencucian uang atau money laudrering,
serta proliferasi senjata pemusnah massal. pendanaan teroris serta proliferasi senjata pemusnah
7) Pasal 15 Ayat (1) bahwa aset kripto milik massal dalam transaksi aset kripto, Badan Pengawas
pelanggan wajib dijaga keamanannya oleh Perdagangan Berjangka mengeluarkan Peraturan
Pedagang Fisik Aset Kripto. Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi
8) Pasal 15 Ayat (2) diatur bahwa pedagang aset Nomor 6 Tahun 2020 tentang Penerapan Program
kripto wajib menyimpan paling sedikit 70 % total Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan
aset kripto yang dikelola secara Ofline atau di of Terorisme terkait Penyelengaraan Pasar Fisik
cold storage. Komoditi di Bursa Berjangka. Dengan tujuan untuk
Selain itu, perlindungan hukum secara mewujudkan kegiatan perdagangan berjangka yang
preventif dalam transaksi perdagangan bitcoin teratur, wajar, efisien, efektif dan transparan serta
sebagai aset kripto juga di perkuat dalam Peraturan dalam suasana persaingan usaha yang sehat terutama
Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi menciptkan industri perdagangan berjangka dan
Nomor 9 Tahun 2019 tentang Perubahan Atas terlindungi dari praktik tindak pidana pencucian uang
Peraturan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka dan pendanaan terorisme serta proliferasi senjata
Komoditi Nomor 5 Tahun 2019 tentang Ketentuan pemusnahan massal sesuai dengan prinsip umum
Teknis Penyelenggaraan Pasar Fisik Aset Kripto yang berlaku secara internasional sesuai standar
(Crypto Aset) di Bursa Berjangka, tentang financial Action Task Force (FAT). Dalam Pasal 2
Ketetentuan Teknis Penyelenggaraan Pasar Fisik peraturan ini, dijelaskan bahwa dalam
Aset Kripto (Crypto Aset) di Bursa Berjangka penyelenggaraan pasar fisik, ketentuan sebagaimana
meliputi: diatur dalam Bappebti diantaranya:
a. Pasal 1 Ayat (1) tentang perubahan Pasal 5, a. Penerapan program anti pencucian uang dan
dimana ketentuan tersebut mengatur setiap pencegahan pendanaan terorisme dalam pialang
pedagang fisik Aset Kripto harus memiliki berjangka.
pelaporan untuk menampung transaksi b. Pedoman pelaksanaan pemblokiran serta merta
perdagangan, yang dilakukan oleh suatu lembaga oleh pialang Berjangka atas dana yang dimiliki
independen dengan sumber daya manusia yang dan yang dikuasai oleh orang atau korporasi yang
memiliki Certified Information Sistem Auditor identitasnya tercantum dalam daftar terduga
(CISA) yang telah memiliki persetujuan oleh teroris dan organisasi teroris.
Bappebti. c. Pedoman pelaksanaan pemblokiran serta merta
b. Pasal 1 Ayat (2) tentang perubahan pada Pasal 6, oleh pialang Berjangka atas dana yang dimiliki
ketentuan tersebut mengatur bahwa pedagang dan yang dikuasai oleh orang atau korporasi yang
Aset Kripto harus memiliki sistem elektronik identitasnya tercantum dalam proliferasi senjata
penjamin dan penyelesaian yang terpercaya, serta pemusnahan massal.
terkoneksi dengan bursa berjangka, pedagang Selain peraturan Bappebti, Undang-Undang
Aset Kripto dan tempat pengelolaan penyimpanan Nomor 8 Tahun 1999 tentang perlindungan
Aset Kripto. konsumen memberikan perlindungan hukum secara
c. Pasal 1 Ayat (3) tentang perubahan Pasal 8 yang preventif yakni:
mengatur bahwa pedagang Aset Kripto harus a. Pasal 9 Ayat (1), pelaku usaha dilarang
memiliki calon anggota direksi, anggota dewan menawarkan, mempromosikan, mengiklankan
komisaris, pemegang saham, pengendali (benefit suatu barang atau jasa secara tidak benar dan
ownery). Dalam ketentuan ini, diatur bahwa seolah oleh menggunakan kata-kata yang
pedagang Aset Kripto wajib uji kepatuhan dan berlebihan seperti aman, tidak berbahaya, tidak
Jurnal Education and development Institut Pendidikan Tapanuli Selatan Hal. 703
[Link].2614-6061
[Link].2527-4295 Vol.10 No.2 Edisi Mei 2022
mengandung resiko dan efek sampingan tanpa menggunakan jaringan internet. hal ini sebgaaimana
keterangan yang lengkap serta menawarkan diatur dalam Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008
sesuatu yang mengandung janji yang belum pasti. tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE)
b. Pasal 10, pelaku usaha dalam menawarkan barang dan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).
atau jasa yang ditunjukan untuk diperdagangkan 1) Scam Atau Penipuan Online.
dilarang menawarkan, mempromosikan, 2) Hacking.
mengiklankan, dan emmbuat pernyataan yang 3) Penggelapan.
tidak benar atau menyesatkan mengenai kondisi, Kerugian Secara Perdata dimungkinkan terjadi
tanggungan, jaminan, hak atau ganti rugi atas dalam transaksi aset kripto yang meliputi:
suatu barang dan jasa. 1) Akibat Perbuatan Melawan Hukum.
c. Pasal 16, pelaku usaha dalam menawarkan barang 2) Akibat Wanprestasi
atau jasa melaui pesanan dilarang untuk tidak b. Penyelesaian Perselisihan Dalam Transaksi
menepati pesanan dan/atau kesepakatan waktu Bitcoin Sebagai Aset Kripto
penyelesaian susuatu dengan yang dijanjikan, Transaksi bitcoin sebagai aset kripto dapat
tidak menepati janji atas suatu pelayanan dan/atau disebut transaski bisnis. Oleh karenanya, dalam dunia
prestasi. bisnis yang mempertemukan kepentingan banyak
d. Pasal 19 Ayat (1), Pelaku usaha bertanggung pihak yang mengakibatkan potensi sengketa dan
jawab memberikan ganti rugi atas kerusakan, perselisihan tidak dapat dihindarkan. Sengketa bisnis
pencemaran, dan/atau kerugian konsumen akibat dapat diselesaikan dengan dua cara yaitu litigasi dan
barang atau jasa yang dihasilkan atau non litigasi.
diperdagangkan. 1) Litigasi
Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 Litigasi adalah penyelesaian sengketa antara
tentang Informasi dan Transaksi Elektronik juga para pihak yang dilakukan dimuka pengadilan
memberikan perlindungan secara ex-ante yakni pada berdasarkan proses hukum acara perdana maupun
Pasal 9, setiap pelaku usaha yang menawarkan hukum acara pidana di Indonesia. Menurut penulis,
produk elektronik harus menyedikan informasi yang transaksi bitcoin dimungkinkan juga terjadi sengketa
lengkap dan benar berkaitan dengan syarat kontrak, secara perdata yakni wanprestasi dan Perbuatan
produsen, dan produk yang ditawarkaan. melawan hukum. Wanprestasi terjadi karena salah
Terkait resiko dan hubungan dengan keadaan satu pihak dalam transaksi bitcoin tidak menyerahkan
memaksa diatur dalam Pasal 1244 KUHPerdata prestasinya, serta perbuatan melawan hukum dalam
menyebutkan bahwa penjual harus dihukum untuk transaksi bitcoin sebagai aset kripto terjadi karena
mengganti rugi dan bunga jika pembeli tidak dapat adanya unsur tindak pidana cyber crime maupun
membuktikan bahwa tidak dilaksanakannya penggelapan dana.
perikataan dan tidak tepatnya waktu dalam perikatan. Cyber crime meliputi hacking dan scam
Dari ketentuan Pasal 1244 KUHPerdata dapat ditarik (penipuan online), yang terjadi karena transaksi
3 (tiga) unsur yang harus dipenuhi dalam keadilan bitcoin menggunakan jaringan internet. Selain itu,
memaksa yaitu: transaksi bitcoin juga rentan terjadi tindak pidana
a. Tidak memenuhi prestasi; penggelapan, karena dana nasabah (investor)
b. Ada sebab yang terletak diluar kesalahan; tersimpan pada wallet (dompet digital) yang
c. Faktor penyebab yang terletak diluar kesalahan; terhubung dengan platform exchanger dari pedagang
d. Keadilan dapat dipertanggung jawab kepada fisik aset kripto dimungkinkan terjadinya pengalihan
penjual. atau pemindahan dana yang dilakukan oleh pedagang
2. Perlindungan Hukum Represif fisik aset kripto. Sehingga mengakibatkan kerugian
Perlindungan secara represif adalah bagi pelanggan aset kripto yakni nasabah (investor)
perlindungan yang diberikan setelah terjadinya atau member dari platform exchanger yang
sengketa. Perlindungan hukum represif merupakan ditawarkan oleh pedagang fisik aset kripto.
perlindungan akhir berupa sanksi seperti denda, Selain itu, penyelesaian sengketa secara
penjara, dan hukuman yang diberikan apabila terjadi litigasi juga diatur dalam Bappebti Nomor 5 Tahun
sengketa. Perlindungan hukum represif diberikan 2019 tentang Ketentuan Teknis Penyelenggaraan
kerugian yang di alami oleh pihak-pihak dalam Pasar Fisik Aset Kripto (Crypto Aset) di Bursa
transaksi bitcoin sebagai aset kripto dalam bursa Berjangka, Pasal 22 menyatakan bahwa penyelesaian
berjangka. sengketa dalam transaksi aset kripto dilakukan
Adapun jenis kerugian dan penyelesaian dengan musyawarah untuk mencapai mufakat,
sengketa dalam transaski bitcoin digolongkan yaitu: apabila tidak mencapai mufakat antara para pihak
a. Kerugian Dalam Transaksi Bitcoin Sebagai dapat menyelesaikan Pengadilan Negeri sesuai yang
Aset Kripto tertuang pada penjanjian antara para pihak.
Kerugian secara pidana dalam transaksi 2) Non Litigasi
bitcoin sebagai aset kripto dimungkinkan terjadi Penyelesaian sengketa secara non litigasi
tindak pidana cryber crime dan penggelapan dana diatur dalam Pasal 22 Peraturan Badan Pengawas
pada aset kripto, karena transaksi bitcoin Perdagangan Berjangka Komoditi Nomor 5 Tahun
Jurnal Education and development Institut Pendidikan Tapanuli Selatan Hal. 704
[Link].2614-6061
[Link].2527-4295 Vol.10 No.2 Edisi Mei 2022
2019 tentang Ketentuan Teknis Penyelenggaraan Nomor 10 Tahun 2011 tentang Perubahan Atas
Pasar Fisik Aset Kripto (Crypto Aset) di Bursa Undang-Undang Nomor 32 Tahun 1997 tentang
Berjangka, bahwa penyelesaian sengketa dalam Perdangangan Berjangka Komoditi (UU
transaksi aset kripto dilakukan dengan musyawarah Perdangangan Berjangka).
untuk mencapai mufakat, apabila tidak mencapai Perlindungan hukum bagi investor
mufakat antara para pihak dapat menyelesaikan cryptocurrency secara preventif diatur dalam UU
melalui Badan Arbitase Perdagangan Berjangka Perdagangan dan UU Perlindungan Konsumen,
Komoditi (BAKTI). BAKTI adalah lembaga yang dimana menegaskan untuk kegiatan perdagangan
menyelesaikan sengketa diluar pengadilan melalui yang menggunakan sistem elektronik wajib
mekanisme Arbitase khusus untuk sengketa-sengketa menyediakan data dan/atau informasi secara lengkap
perdata berkenaan dengan Perdagangan Berjangka dan benar. Selanjutnya dalam kegiatan e-commerce
Komoditi, Sistem Resi Gudang dan transaksi dilindungi oleh UU ITE. Kemudian secara represif,
transaksi yang diatur Badan Pengawas Berjangka penyelesaian perselisihan dalam transaksi
Komoditi (Bappebti). cryptocurrency diatur dalam Pasal 22 PerBappebti
Proses penyelesaian sengketa atau perselisihan No 5 Tahun 2019 tentang Ketentuan Teknis
dalam transaksi bitcoin dapat diselesaikan melalui Penyelenggaraan Pasar Fisik Aset Kripto di Bursa
Badan Penyelesaian Sengketa (BPSK), karena Berjangka, bahwa penyelesaian sengketa dilakukan
nasabah (investor) dianggap sebagai konsumen. dengan musyawarah untuk mencapai mufakat,
Konsumen yang merasa dirugikan oleh pelaku usaha apabila tidak mencapai mufakat, apabila tidak
dapat meminta jasa konsultasi kepada Badan mencapai mufakat, para pihak dapat menyelesaikan
Penyelesaian Sengketa (BPSK). Dari hasil konsultasi melalui Badan Arbitase Perdagangan Berjangka
tersebut, BPSK menyarankan konsumen untuk Komoditi (BAKTI) dan Pengadilan Negeri sesuai
melakukan Negosiasi, atau menempuh cara yang tertuang pada penjanjian antara para pihak.
Konsiliasi, Mediasi dan Arbitase. Tugas dan Saran
wewenang Badan Penyelesaian Sengketa (BPSK) Kepada pemerintah, melihat banyaknya
diiatur dalam Pasal 52 Undang-Undang Republik masyarakat Indonesia yang menggunakan
Indonesia Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan cryptocurrency di Indonesia sudah sebaiknya
Konsumen, bahwa Badan Penyelesaian Sengketa dilakukan revisi atau perubahan tekait Undang-
(BPSK) melaksanakan penanganan dan penyelesaian Undang yang mengatur mengenai Investasi
sengketa konsumen dengan cara melalui mediasi, cryptocurrency. Investasi yang tergolong baru ini
atau arbitase, atau konsiliasi, dimana putusan Badan memerlukan perlindungan agar masyarakat yang
Arbitase Perdagangan Berjangka Komoditi (BAKTI) melakukan kegiatan investasi cryptocurrency dapat
dan Badan Penyelesaian Sengketa (BPSK) dalam merasakan rasa aman dan nyaman. Kemudian
upaya penyelesaian sengeketa dan perselisihan pada pemerintah seharusnya melakukan tindak lanjut bagi
transaski bitcoin bersifat final dan mengikat para kasus-kasus cryptocurrency yang ada di Indonesia
pihak. saat ini agar dapat menjadi acuan atau yurisprudensi
di masa mendatang apabila terjadi kasus-kasus
4. KESIMPULAN serupa.
Simpulan Kepada masyarakat lebih berhati-hati dengan
Kedudukan cryptocurrency di Indonesia memahami mekanisme dan resiko dalam transaksi
berdasarkan hukum positif di Indonesia adalah tidak cryptocurrency serta dapat memastikan jenis aset
dapat dijadikan sebagai alat pembayaran yang sah di kripto yang secara legal telah ditetapkan oleh
Indonesia sebagaimana diatur dalam Pasal 21 ayat (1) Bappebti. Pentingnya menyamakan tujuan,
Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata komitemen, perspektif antara para pembuat kebijakan
Uang, yang mengatakan bahwa alat pembayaran dan para pihak dalam transaksi aset kripto terhadap
yang wajib digunakan dan diakui secara sah di perlindungan hukum terhadap para pihak meliputi
Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia hanya investor (pembeli) dan investor (penjual).
menggunakan Mata Uang Rupiah. Selanjutnya Bank
Indonesia menegaskan bahwa sebagai otoritas sistem 5. DAFTAR PUSTAKA
pembayaran, Bank Indonesia melarang seluruh Buku
penyelenggara jasa sistem pembayaran dan Abdul Atsar, (2019) Buku Ajar Hukum Perlindungan
penyelenggara Teknologi Finansial di Indonesia baik Konsumen, Deepublish, Yogyakarta.
Bank dan Lembaga Selain Bank untuk memproses Ade Maman Suherman, (2014), Hukum Perdagangan
transaksi pembayaran dengan cryptocurrency, Internasional Lembaga Penyelesaian
sebagaimana diatur dalam PBI 18/40/PBI/2016 Sengketa WTO dan Negara Berkembang,
tentang Penyelenggaraan Pemrosesan Transaksi Sinar Grafika, Jakarta.
Pembayaran dan dalam PBI 19/12/PBI/2017 tentang Budi Suharyanto, (2012), Tindak Pidana Teknologi
Penyelenggaraan Teknologi Finansial. Akan tetapi Informasi (Cybercrime): Urgensi Pengaturan
cryptocurrency dapat digunakan sebagai instrument dan Celah Hukumnya, Rajawali Pres, Jakarta.
investasi sebagaimana diatur dalam Undang-Undang
Jurnal Education and development Institut Pendidikan Tapanuli Selatan Hal. 705
[Link].2614-6061
[Link].2527-4295 Vol.10 No.2 Edisi Mei 2022
Dimaz Anka Wijaya, (2016), Memahami Bitcoin & Harmonnisasi Hukum Transaksi Perdagangan
Cryptocurrency, Puspatara, Medan. Elektronik (E-Commerce) Internasional,
Muhaimin, (2020), Metode Penelitian Hukum, Jurnal Penelitian, Fakultas Hukum,
Universitas Mataram Press, Mataram. Universitas Udayan.
Iswi Hariyani, Cita Yustisia Selfiyani, dkk, (2018), Suci Sedya Utami,
Penyelesaian Sengketa Bisnis: Litigasi, [Link]
Negosiasi, Konsultasi, Pendapat Mengikat, qzN-menkeu-investasi-bitcoinpilihan-berisiko
Mediasi, Konsiliasi, Adjudikasi, Arbitrase, diakses pada tanggal 29 Agustus 2018
dan Penyelesaian sengketa Daring, PT. World Bank, Cryptocurrencies and Blockchain,
Gramedia Pustaka Utama, Jakarta. Publikasi Internasional, (2018),
Jurnal/Artikel [Link]
Aan Kurnia, Putu Sudarma Sumadi, (2018), 93821525702130886/pdf/Cryptocurrenciesan
“Penggunaan Bitcoin Sebagai Alat [Link]
Pembayaran Berdasarkan Undang-Undang Peraturan Perundang-Undangan
No 7 Tahun 2011 Tentang Mata Uang”, Jurnal Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang
Kertha Semaya Program Kekhususan Hukum Perlindungan Konsumen, Lembaran Negara
Bisnis Fakultas Hukum Universitas Udayana, Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 22,
[Link] Tambahan Lembaran Negara Republik
/article/view/42087, diakses pada tanggal 3 Indonesia Nomor 3821.
Oktober 2018 Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2007 tentang
Agusman, (2018), “Bank Indonesia Memperingatkan Penanaman Modal, Lembaran Negara
Kepada Seluruh Pihak Agar Tidak Menjual, Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 67,
Membeli atau Memperdagangkan Virtual Tambahan Lembaran Negara Republik
Currency”, [Link] Indonesia Nomor 4272.
media/siaran-pers/Pages/sp_200418.aspx, Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata
diakses pada tanggal 3 Oktober 2018 Uang, Lembaran Negara Republik Indonesia
Dyah Permata Budi, (2018), Perlindungan Hukum Tahun 2011 Nomor 64, Tambahan Lembaran
Preventif Terhadap Ekspresi Budaya Negara Republik Indonesia Nomor 5223.
Tradisional Di Daerah Yogyakarta Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2011 tentang
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 28 Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 32
Tahun 2014 Tentang Hak Cipta. Journal of Tahun 1997 tentang Perdagangan Berjangka
Intellectual Propert. Vol. 1. No. 1 Tahun 2018, Komoditi, Lembaran Negara Republik
Universitas Janabadra, Yogyakarta. Indonesia Tahun 2011 Nomor 79, Tambahan
Dony Lesmana, (2016), Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor
[Link] 5232.
6/133/mata-uang-digital cryptocurrency- Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang
resmi-masuk-indonesia-1479638752 diakses Perubahan Atas Undang-undang Nomor 11
tanggal 16 Mei 2018 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi
[Link], „[Link] Tidak Bekerjasama Elektronik, Lembaran Negara Republik
dengan Website MMM‟, (Indodax Information Indonesia Tahun 2016 Nomor 251, Tambahan
2016) [Link] Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor
tidak-bekerjasama-dengan-website-mmm/ 5952.
Diakses pada 7 Mei 2019. Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 99 Tahun
International Finance Corporation, Blockchain: 2018 tentang Kebijakan Umum
Opportunities for Private Enterprises Penyelenggaraan Perdagangan Berjangka Aset
Emerging Markets, Publikasi Internasional, Kripto (Crypto Asset).
(2019), [Link] Peraturan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka
/wps/wcm/connect/publications_ext_content/if Komoditi Nomor 5 Tahun 2019 tentang
c_external_publication_site/publication Ketentuan Teknis Penyelenggaraan Pasar
s_listing_page/blockchain+report. Fisik Aset Kripto (Crypto Aset).
Ni Putu Dewi Lestari, Ni Made Are Yuliartini,
(2014), Peran United Nations Commission on
International Trade Law (UNCITRAL) dalam
Jurnal Education and development Institut Pendidikan Tapanuli Selatan Hal. 706