1.
Pengertian Bilangan Biner
Bilangan biner adalah sistem bilangan yang hanya menggunakan dua angka, yaitu 0 dan 1. Sistem
bilangan ini disebut juga sistem basis 2 (atau base-2), yang berbeda dengan sistem desimal yang kita
gunakan sehari-hari (basis 10), yang terdiri dari angka 0 hingga 9.
Bilangan biner sering digunakan dalam dunia komputer dan teknologi digital, karena dalam sistem
komputer, data disimpan dalam bentuk biner (bit) yang merepresentasikan status ON (1) dan OFF (0).
2. Simbol dalam Bilangan Biner
• 0: Menyatakan kondisi mati (OFF).
• 1: Menyatakan kondisi hidup (ON).
Angka-angka ini disebut bit (singkatan dari binary digit), dan kombinasi beberapa bit akan membentuk
nilai yang lebih besar.
3. Konversi Bilangan Biner
A. Mengonversi Bilangan Desimal ke Biner
Untuk mengonversi bilangan desimal (basis 10) menjadi biner (basis 2), kita menggunakan metode
pembagian dengan 2. Berikut langkah-langkahnya:
Langkah-langkah:
1. Bagi angka desimal dengan 2.
2. Simpan sisa bagi (0 atau 1) sebagai digit biner.
3. Ambil hasil bagi dan ulangi langkah 1 hingga hasil bagi sama dengan 0.
4. Urutkan sisa bagi dari bawah ke atas untuk mendapatkan bilangan biner.
Contoh:
Konversi 13 ke biner.
1. 13 ÷ 2 = 6 sisa 1
2. 6 ÷ 2 = 3 sisa 0
3. 3 ÷ 2 = 1 sisa 1
4. 1 ÷ 2 = 0 sisa 1
Urutkan sisa bagi: 1101.
Jadi, 13 dalam sistem biner adalah 1101.
B. Mengonversi Bilangan Biner ke Desimal
Untuk mengonversi bilangan biner ke desimal, kita menggunakan penjumlahan berdasarkan posisi.
Setiap digit biner memiliki nilai yang bertambah dua kali lipat dari posisi sebelumnya.
Langkah-langkah:
1. Tulis bilangan biner.
2. Mulai dari digit paling kanan (terakhir), kalikan setiap digit biner dengan 2 yang dipangkatkan
sesuai dengan posisinya (dimulai dari 0).
3. Jumlahkan hasil perkalian tersebut.
Contoh:
Konversi 1101 (biner) ke desimal.
1. Mulai dari kanan, tulis digit dan pangkatkan 2 sesuai dengan posisinya:
o 1 × 2³ = 8
o 1 × 2² = 4
o 0 × 2¹ = 0
o 1 × 2⁰ = 1
2. Jumlahkan hasilnya:
8 + 4 + 0 + 1 = 13
Jadi, 1101 dalam sistem desimal adalah 13.
4. Operasi-Operasi Dasar pada Bilangan Biner
A. Penjumlahan Biner
Penjumlahan bilangan biner mengikuti aturan sederhana, mirip dengan penjumlahan desimal. Namun,
karena hanya ada dua digit, hasil penjumlahan di atas 1 akan membawa angka ke kolom berikutnya.
Aturan Penjumlahan Biner:
• 0+0=0
• 1+0=1
• 0+1=1
• 1 + 1 = 10 (bawa 1 ke kolom berikutnya)
Contoh: Menjumlahkan 101 dan 110:
markdown
Copy
101
+ 110
------
1011
Jadi, 101 + 110 = 1011.
B. Pengurangan Biner
Pengurangan biner mirip dengan pengurangan desimal. Jika kita harus mengurangi 0 dengan 1, kita
meminjam dari kolom yang lebih tinggi.
Aturan Pengurangan Biner:
• 1-0=1
• 0-0=0
• 1-1=0
• 0 - 1 = 1 (pinjam 1 dari kolom sebelah kiri)
Contoh: Mengurangi 1101 dengan 101:
1101
- 101
------
1000
Jadi, 1101 - 101 = 1000.
C. Perkalian Biner
Perkalian biner mengikuti aturan yang mirip dengan perkalian desimal, namun lebih sederhana karena
hanya ada dua digit (0 dan 1).
Aturan Perkalian Biner:
• 0×0=0
• 1×0=0
• 0×1=0
• 1×1=1
Contoh: Mengalikan 101 dengan 11:
101
× 11
------
101 (101 × 1)
+ 1010 (101 × 1, geser 1 tempat ke kiri)
------
1111
Jadi, 101 × 11 = 1111.
5. Penggunaan Bilangan Biner dalam Komputer
Bilangan biner sangat penting dalam dunia komputer karena sistem komputer menggunakan logika
biner untuk proses pengolahan data. Semua data, perintah, dan informasi dalam komputer
direpresentasikan dalam bentuk biner, baik itu angka, teks, gambar, atau suara.
Contohnya:
• Bit: Unit terkecil dalam komputer, dapat berupa 0 atau 1.
• Byte: Terdiri dari 8 bit, sering digunakan untuk menyimpan satu karakter dalam teks.
• Operasi Logika: Komputer menggunakan operasi logika seperti AND, OR, dan XOR yang
beroperasi dengan angka biner.
6. Tabel Perbandingan Biner dan Desimal
Desimal Biner
0 0000
1 0001
2 0010
3 0011
4 0100
5 0101
6 0110
7 0111
8 1000
9 1001
10 1010
11 1011
7. Kesimpulan
• Bilangan biner adalah sistem bilangan yang hanya terdiri dari dua angka: 0 dan 1.
• Bilangan biner digunakan secara luas dalam dunia komputer dan teknologi digital.
• Konversi antara bilangan biner dan desimal dapat dilakukan dengan metode pembagian dan
penjumlahan berdasarkan posisi.
• Operasi dasar pada bilangan biner termasuk penjumlahan, pengurangan, dan perkalian.