Pengaruh Kualitas Layanan di Hotel Bandung
Pengaruh Kualitas Layanan di Hotel Bandung
bebas atau independent variabel yaitu Service Quality (X) yang memiliki yang
Reliability.
adalah variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab berubahnya atau
Unit analisis dalam penelitian ini adalah tamu yang menginap di The
Hotel Bandung.
Penelitian ini dilakukan pihak The Majesty Hotel Bandung dan waktu
penelitian adalah kurang dari satu tahun maka metode penelitian yang digunakan
adalah metode cross sectional. Cross sectional menurut Husein Umar (2001:45)
yaitu: ”metode penelitian dengan cara mempelajari objek dalam satu kurun
pendekatan yang dilaukan untuk mencapai suatu hal. Menurut Sugiyono (2012:2)
yang dimaksud dengan metode penelitian adalah: “cara ilmiah untuk mendapatkan
data dengan tujuan dan kegunaaan tertentu. Data yang diperoleh melalui
penelitian itu adalah data empiris yang mempunyai kriteria tertentu yaitu valid
(ketepatan).”
gambaran dari variabel penelitian. Melalui jenis penelitian deskriptif maka dapat
metode yang digunakan adalah explanatory survey. Menurut Ker Linger dalam
Sugiyono (2008:7)
populasi besar maupun kecil, tetapi data yang dipelajari adalah data-data dari
psikologis.
variabel utama yaitu variabel independen (bebas) adalah service quality yang
empiris (indikator, item) yang menunjuk langsung pada hal-hal yang dapat
diamati atau diukur”. Secara lebih rinci operasionalisasi variabel dalam penelitian
TABEL 3.1
OPERASIONAL VARIABEL
Variabel/Sub Sub No
Konsep Indikator Ukuran Skala
Variabel Variabel Item
Service Quality Seberapa jauh perbedaan antara kenyataan dan harapan pelanggan atas
(X1) pelayanan yang mereka terima/ peroleh.
Parasuraman dalam Lovelock (2011:406)
Tangible Tangible adalah Penampilan Front Office : Ordinal C.1.1
(Penampilan Tingkat penataan
fasilitas fisik), loby room hotel
meliputi fasilitas Tingkat Ordinal C.1.2
fisik, penampilan staff
perlengkapan front office
pegawai dan department
sarana
komunikasi .
Lovelock Housekeeping :
(2011:406) Tingkat Ordinal C.1.3
penampilan dan
kelengkapan
keindahan kamar
dan penataan
kamar
Tingkat
keindahan
penampilan staff Ordinal C.1.4
housekeeping
department
F&B :
Tingkat
penampilan set Ordinal C.1.5
up table untuk
setiap menu
makanan yang
disediakan
Tingkat
penampilan staff
Ordinal C.1.6
f&b department
F&B :
C.2.13
Tingkat
kecepatan Ordinal
memberikan
pesanan tamu
Kesesuaian Front Office : C.2.14
Tingkat Ordinal
kesesuaian
menyediakan
kamar yang
diinginkan tamu
Housekeeping :
Tingkat C.2.15
kesesuaian Ordinal
standar
kebersihan
kamar untuk
tamu
F&B
Tingkat C.2.16
kesesuaian menu Ordinal
yang disajikan
dengan makanan
yang dipesan
tamu
Responsivenees Respon atau Kesigapan Front Office :
kesigapan Tingkat Ordinal C.3.17
karyawan dalam kesigapan
membantu menangani
pelanggan dan kebutuhan tamu
memeberikan di front desk
pelayanan yang
cepat dan Housekeeping : Ordinal C.3.18
tanggap, yang Tingkat
meliputi: kesigapan
kesigapan menangani
karyawan dalam kebutuhan tamu
melayani selama didalam
pelanggan, kamar
kecepatan
karyawan dalam F&B : Ordinal C.3.19
menangani Tingkat
transaksi, dan kesigapan
penanganan merespon
keluhan keluhan dan
pelanggan keinginan tamu
Parasuraman
dalam Lovelock
(2011:406)
F&B Ordinal
Tingkat C.4.25
kepercayaan
tamu terhadap
karyawan dalam
menyediakan
makanan yang
sesuai dengan
keinginan
Housekeeping
tingkat kualitas C.4.27
Ordinal
dalam
membersihkan
kamar tamu
F&B
Tingkat kualitas C.4.28
Ordinal
makanan yang
disajukan untuk
tamu
Keputusa Tingkat
menginap melalui keputusan Ordinal D.3.6
travel agent menginap
melalui travel
Keputusan agent
menginap via Tingkat
telepon keputusan Ordinal D.3.7
menginap
melalui reservasi
telepon
ditawarkan
Keputusan Tingakt D.5.11
menginap Keputusan Ordinal
berdasarkan menginap
harga potongan berdasarkan
yang di tawarkan harga potongan
yang di tawarkan
Metode Keputusan Tingkat
pembayaran menginapa Keputusan Ordinal D.6.12
dengan menginapa
melakukan dengan
pembayaran melakukan
melalui kartu pembayaran
kredit melalui kartu
kredit
Keputusan Tingkat
menginap dengan Keputusan Ordinal D.6.13
melakukan menginap
pembayaran tunai dengan
melakukan
pembayaran
tunai
Sumber data penelitian adalah sumber data yang diperlukan untuk sebuah
penelitian. Sumber data tersebut dapat diperoleh, baik secara langsung (data
primer) maupun tidak langsung (data sekunder) yang berhubungan dengan objek
penelitian
penelitian. Dalam penelitian ini yang menjadi sumber data primer adalah seluruh
data yang diperoleh dari kuesioner yang disebarkan kepada sejumlah responden
yang sesuai dengan target sasaran dan dianggap mewakili seluruh populasi data
sumber-sumber dasar yang merupakan bukti atau saksi utama dari kejadian yang
lalu”. Sedangkan menurut David A. Aaker (2004:759) data primer adalah “data
tidak berhubungan langsung dengan objek penelitian tetapi membantu dan dapat
memberikan informasi untuk pra penelitian. Di dalam penelitian ini yang menjadi
sumber data sekunder adalah literatur, artikel, serta situs di internet yang
catatan-catatan yang jaraknya telah jauh dari sumber orisinil (M. Nazir, 2007:50).
collected for some purpose other than the present research purposes”. Artinya
adalah data yang telah dikumpulkan untuk beberapa tujuan selain dari tujuan
penelitian saat ini. Lebih jelasnya mengenai data dan sumber data yang akan
TABEL 3.2
JENIS DAN SUMBER DATA
Jenis Data Kategori
Sumber Data
Data
1. Jumlah wisatawan mancanegara
sekunder Disbudpar 2011
(wisman) di Indonesia 2009-2011
2. Jumlah wisatawan nusantara sekunder Disbudpar Provinsi Jawa Barat
(wisnus) ke Indonesia 2009-2011 2011
3. Jumlah hotel berbintang di Bandung sekunder Disbudpar Provinsi Jawa Barat
2006-2011 2011
4. Tanggapan tamu terhadap service Primer Tamu Hotel Majesty Bandung
quality di hotel Majesty
[Link] Populasi
atas objek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan
oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulan”. Populasi bukan
hanya sekedar orang tetapi meliputi seluruh karakteristik atau sifat yang dimiliki
adalah tamu individual yang berkunjung ke Majesty Hotel selama satu tahun,
yaitu pada tahun 2011 sebanyak 5.274 (sumber manajemen The Majesty Hotel
2012).
[Link] Sampel
karena keterbatasan waktu dan biaya. Oleh karena itu, peneliti dapat mengambil
karakteristik yang dimiliki oleh populasi tertentu”. Sampel dalam penelitian ini
adalah sebagian dari pengunjung The Majesty Hotel. Untuk menghitung sample
sebagai berikut:
N 5.274
n n=
1 Ne 2
1 + (5.274) (0.1)2
Keterangan: 5.274
n=
n = Sampel 53,74
N = Populasi n= 98.139 = dibulatkan menjadi 100
e = taraf kesalahan
Jadi jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 100 responden
yang mana di ambil dari rumus SLOVIN, responden berdasarkan penelitian diatas
dibulatkan menjadi 100 responden yang akan dijadikan sampel untuk penelitian
ini.
pengambilan sampel yang memberikan peluang yang sama bagi setiap unsur
memberikan peluang atau kesempatan yang sama bagi setiap unsur atau anggota
teknik penentuan sampel berdasarkan kebetulan, yaitu siapa saja yang secara
sampel, bila dipandang orang yang kebetulan ditemui itu cocok sebagai sumber
data”. Sampling Insidental digunakan pada penelitian ini karena cocok dengan
sampel yang akan diteliti, yaitu tamu yang menginap di The Majesty Hotel yang
berasal dari jenis tamu individu atau FIT (free individual traveller). Teknik
1. Wawancara
2. Observasi
langsung terhadap objek yang diteliti yaitu The Majesty Hotel Bandung
3. Kuisioner
4. Studi Literatur
variabel yang diteliti yaitu service quality (X) dan keputusan menginap
TABEL 3.3
TEKNIK PENGUMPULAN DATA DAN SUMBER DATA
No Teknik Pengumpulan Sumber Data
Data
1 Observasi Tamu yang menginap di The Majesy
Hotel Bandung
2 Kuisioner Tamu yang menginap di The Majesy
Hotel Bandung
3 Wawancara Tamu yang menginap di The Majesy
Hotel Bandung
4 Studi Literatur Service Quality dan Keputusan
Menginap
Sumber: Hasil Pengolahan Data, 2011
Pada suatu penelitian data adalah hal yang terpenting karena data
pembentuan hipotesis. Benar tidaknya data akan sangat menentukan mutu hasil
persyaratan penting yaitu valid dan reliabel. Penelitian ini menggunakan data
ordinal. Oleh karena itu, semua data ordinal yang terkumpul terlebih dahulu
interval (MSI). Pengujian validitas dan realibilitas pada penelitian ini dilakukan
adalah ”Suatu ukuran yang menunjukan tingkat kevalidan dan kesahihan suatu
instrumen”. Suatu instrumen yang valid atau sah mempunyai validitas yang tinggi.
validitas dengan cara mengkorelasikan antar skor yang diperoleh dari masing-
masing item berupa pertanyaan dengan skor totalnya. Skor total ini merupakan
nilai yang diperoleh dari penjumlahan semua skor item. Korelasi antar skor item
dengan skor totalnya harus signifikan. Berdasarkan ukuran statistik, bila ternyata
skor semua item yang disusun berdasarkan dimensi konsep berkorelasi dengan
skor totalnya, maka dapat dikatakan bahwa alat ukur tersebut mempunyai
validitas.
dengan skor total memakai rumus teknik korelasi product moment , yang
n XY X Y
r
n X X n Y Y
2 2 2 2 (Sugiyono, 2011: 183)
Keterangan :
dengan melihat besarnya koefisien korelasi. Berikut ini adalah pedoman untuk
TABEL 3.4
PEDOMAN UNTUK MEMBERIKAN INTERPRETASI KOEFISIEN
KORELASI
Interval Koefisien Tingkat Hubungan
0,00 – 0,199 Sangat rendah
0,20 – 0,399 Rendah
0,40 – 0,5999 Sedang
0,60 – 0,7999 Kuat
0,80 – 1,000 Sangat Kuat
Sumber : Sugiyono (2010:184)
skor faktor dengan skor total, maka langkah selanjutnya adalah melakukan
perbandingan antara rhitung dengan rtabel. Berikut ini keputusan pengujian validitas
instrumen :
1. Jika rhitung > rtabel, maupun nilai probabilitas statistik < (level of significant
2. Jika rhitung < rtabel, maupun nilai probabilitas statistik > (level of significant
windows. Output yang dihasilkan dari pengolahan SPSS merupakan data rhitung.
Untuk mengetahui apakah nilainya signifikan atau tidak, maka dilakukan uji
korelasi dengan membandingkan rhitung dengan rtabel. Agar memperoleh nilai yang
signifikan, maka rhitung harus lebih besar dari rtabel (dilihat dari tabel r product
moment dengan taraf signifikansi 5% dan derajat kebebasan n-2, dimana n-2
diperoleh hasil pengujian validitas dari itrm pertanyaan yang diajukan peneliti.
TABEL 3.5
HASIL PENGUJIAN VALIDITAS VARIABEL (X) SERVICE QUALITY DAN
VARIABEL (Y) KEPUTUSAN MENGINAP
No. Sig Keterangan
Pernyataan rhitung rtabel
Item
Tangible (X1)
C.1.1 Tingkat penataan loby room hotel 0,812 0,361 0,000 Valid
Tingkat penampilan staff front office
C.1.2 0,431 0,361 0,017 Valid
department
Tingkat penampilan dan kelengkapan
C.1.3 0,411 0,361 0,024 Valid
keindahan kamar dan penataan kamar
Tingkat keindahan penampilan staff
C.1.4 0,651 0,361 0,000 Valid
housekeeping department
Tingkat penampilan set up table untuk
C.1.5 0,464 0,361 0,010 Valid
setiap menu makanan yang disediakan
C.1.6 penampilan staff f&b department 0,478 0,361 0,006 Valid
Reliability (X2)
C.2.7 Tingkat ketepatan memberikan informasi 0,475 0,361 0,008 Valid
C.2.8 Tingkat ketepatan pembayaran check out 0,651 0,361 0,000 Valid
Tingkat ketepatan membersihkan kamar
C.2.9 0,464 0,361 0,010 Valid
tamu
C.2.10 Tingkat ketepantan membuat pesanan tamu 0,393 0,361 0,031 Valid
Tingkat kecepatan menanggapi complain
C.2.11 0,450 0,361 0,013 Valid
tamu
Tingkat kecepatan membersihkan kamar
C.2.12 0,680 0,361 0,000 Valid
tamu
Tingkat kecepatan memberikan pesanan
C.2.13 0,454 0,361 0,012 Valid
tamu
C.2.14 Tingkat kesesuaian menyediakan kamar 0,457 0,361 0,011 Valid
Assurance (X4)
Tingkat pengetahuan produk hotel untuk
C.4.20 seluruh karyawan front office 0,431 0,361 0,017 Valid
variabel Service Quality menunjukkan bahwa dari 31 item pernyataan ada 1 item
pernyataan yang tidak valid, karena skor r hitung lebih kecil dari r tabel yang
bernilai 0,361. Untuk variabel Y menunjukkan hasil uji validitas, dimana tidak
ada pernyataan yang tidak valid dikarenakan skor r hitung lebih besar dari skor r
tidak valid, maka perlu dilakukan pengujian ulang tanpa memasukkan item
TABEL 3.6
HASIL PENGUJIAN VALIDITAS VARIABEL (X) SERVICE QUALITY DAN
VARIABEL (Y) KEPUTUSAN MENGINAP
No. Sig Keterangan
Pernyataan rhitung rtabel
Item
Tangible (X1)
C.1.1 Tingkat penataan loby room hotel 0,812 0,361 0,000 Valid
Tingkat penampilan staff front office
C.1.2 0,431 0,361 0,017 Valid
department
Tingkat penampilan dan kelengkapan
C.1.3 0,411 0,361 0,024 Valid
keindahan kamar dan penataan kamar
Tingkat keindahan penampilan staff
C.1.4 0,651 0,361 0,000 Valid
housekeeping department
Tingkat penampilan set up table untuk
C.1.5 0,464 0,361 0,010 Valid
setiap menu makanan yang disediakan
C.1.6 penampilan staff f&b department 0,478 0,361 0,006 Valid
Reliability (X2)
C.2.7 Tingkat ketepatan memberikan informasi 0,475 0,361 0,008 Valid
C.2.8 Tingkat ketepatan pembayaran check out 0,651 0,361 0,000 Valid
Tingkat ketepatan membersihkan kamar
C.2.9 0,464 0,361 0,010 Valid
tamu
C.2.10 Tingkat ketepantan membuat pesanan tamu 0,393 0,361 0,031 Valid
Tingkat kecepatan menanggapi complain
C.2.11 0,450 0,361 0,013 Valid
tamu
Tingkat kecepatan membersihkan kamar
C.2.12 0,680 0,361 0,000 Valid
tamu
Tingkat kecepatan memberikan pesanan
C.2.13 0,454 0,361 0,012 Valid
tamu
Tingkat kesesuaian menyediakan kamar
C.2.14 0,457 0,361 0,011 Valid
yang diinginkan tamu
Tingkat kesesuaian standar kebersihan
C.2.15 0,590 0,361 0,001 Valid
kamar untuk tamu
Tingkat kesesuaian menu yang disajikan
C.2.16 0,680 0,361 0,000 Valid
dengan makanan yang dipesan tamu
Responsivenees (X3)
Tingkat kesigapan menangani kebutuhan
C.3.17 0,633 0,361 0,000 Valid
tamu di front desk
Tingkat kesigapan menangani kebutuhan
C.3.18 0,680 0,361 0,000 Valid
tamu selama didalam kamar
Tingkat kesigapan merespon keluhan dan
C.3.19 keinginan tamu 0,680 0,361 0,000 Valid
Assurance (X4)
Tingkat pengetahuan produk hotel untuk
C.4.20 seluruh karyawan front office 0,431 0,361 0,017 Valid
Tabel 3.6 menunjukkan hasil pengujian uji validitas, dimana semua item
pernyataan valid karena skor r hitung lebih besar jika di bandingkan dengan r
tabel yag bernilai 0,361. Dengan demikian, maka proses selanjutnya adalah
instrumen cukup dapat dipercaya untuk digunakan sebagai alat pengumpulan data,
karena instrumen tersebut sudah baik. Instrumen yang sudah dapat dipercaya,
yang reliabel akan menghasilkan data yang dapat dipercaya juga. Reliable artinya
berkenaan dengan derajat konsistensi dan stabilitas data atau temuan. Dalam
pandangan positifistik, suatu data dinyatakan reliabel apabila dua atau lebih
peneliti dalam objek yang sama menghasilkan data yang sama atau peneliti sama
dalam waktu berbeda menghasilkan data yang sama, atau sekelompok data bila
alpha, yaitu:
Keterangan:
r11 = reliabilitas instrumen
k = banyaknya butir pertanyaan
= varians total
= jumlah varians butir tiap pertanyaan
Jumlah varian butir dapat dicari dengan cara mencari nilai varians tiap
n = jumlah sampel
= jumlah varians
X = nilai skor yang dipilih (total nilai
(Husein Umar, 2008:172) dari nomor-nomor butir pertanyaan)
Cronbach alpha lebih besar atau sama dengan 0,70 (Hair, Anderson, Tatham &
2) Klik variabel view, lalu isi kolom name dengan variabel-variabel penelitian
penelitian), coloum, align, (left, center, right, justify) dan isi juga kolom
3) Kembali ke data view, lalu klik analyze pada toolbar pilih Reliability Analyze
5) Akan dihasilkan output, apakah data tersebut valid serta reliabel atau tidak
TABEL 3.7
HASIL PENGUJIAN RELIABILITAS VARIABEL (X) SERVICE QUALITY
DAN VARIABEL (Y) KEPUTUSAN MENGINAP
alpha
No Variabel Hasil Keterangan
cronbach
1 Service Quality 0,70 0,832 Reliabel
dan menganalisis data tersebut. Tujuan pengolahan data adalah untuk memberikan
keterangan yang berguna, serta untuk menguji hipotesis yang telah dirumuskan
dalam penelitian ini. Dengan demikian, teknik analisis data diarahkan pada
Jenis data yang terkumpul dalam penelitian ini adalah data ordinal.
dengan bantuan statistik untuk mengolah data yang terkumpul dari sejumlah
kuesioner.
penelitian, yaitu memberikan keterangan dan data mengenai Service Quality yang
variabel bebas atau variabel X adalah Servicve Quality yang memliki lima sub
menginap tamu. Sehingga penelitian ini akan diteliti pengaruh Service Quality (X)
1. Menyusun Data
n
%= X 100
N
Dimana:
n = nilai yang diperoleh
N = jumlah seluruh nilai
100 = konstanta
terkumpul.
3. Tabulasi Data
TABEL 3.8
SKOR ALTERNATIF JAWABAN
Alternatif Sangat Tinggi Cukup Rendah Sangat
Jawaban Tinggi tinggi rendah
Positif 5 4 3 2 1
Sumber: Modifikasi dari Uma Sekaran (2006:51)
Penelitian ini digambarkan dua jenis yang terdiri dari analisis yaitu analisis
deskriptif khususnya bagi variabel yang bersifat kualitatif dan analisis kuantitatif
rata data sampel atau populasi tanpa diuji signifikasinya. Melalui analisis korelasi
dan membuat perbandingan rata-rata data sampel atau populasi tanpa perlu diuji
menjadi mudah dipahami dalam bentuk informasi yang lebih ringkas. Analisis
adanya tanpa bermaksud membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum atau
generalisasi.
Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis
korelasi dan analisis regresi berganda. Regresi berganda digunakan untuk melihat
(X2), Responsiveness X3), Assurance (X4), dan Emphaty (X5) terhadap keputusan
Skala yang digunakan dalam penelitian ini adalah ordinal scale yaitu skala
Skala ordinal ini perlu ditransformasi menjadi skala interval dengan menggunakan
tersebut.
Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi
adalah suatu alat analisis peramalan nilai pengaruh dua atau lebih variabel bebas
(X) terhadap variabel terikat (Y) untuk membuktikan ada atau tidaknya hubungan
kausal antara dua variabel bebas atau lebih. Adapun untuk pengolahan data
a. Masukan data dalam SPSS pada data view, dan pada variable view dalam
X1.4 dan X1.5 sebagai variabel bebas ke kolom independent. Klik method
linear berganda, merupakan suatu model statistik yang sesuai jika masalah
pengukuran metrik (interval atau rasio), yang diduga dapat diprediksi oleh
rasio).
mengetahui kondisi diwaktu yang akan datang dengan suatu dasar keadaan
sekarang atau ingin melihat kondisi waktu lalu dengan dasar keadaan dimana
sifat ini merupakan prediksi atau perkiraan (Irianto, 2006:156). Arti kata
prediksi bukanlah merupakan hal yang pasti tetapi merupakan suatu keadaan
(Sugiyono, 2010:204).
Keterangan:
Emphaty)
variabel dependen, lebih jelasnya dapat dilihat pada Gambar 3.1 berikut:
X1.1
X1.2
Y
X1.3
X1.4
X1.5
GAMBAR 3.1
REGRESI BERGANDA
Keterangan :
X1.1 = Tangible
X1.2 = Reliability
X1.3 = Responsiveness
X1.4 = Assurance
X1.5 = Emphaty
Y = Keputusan menginap
tidaknya hubungan lebih dari dua variabel melalui koefisien regresinya. Uji
hipotesis pada penelitian ini dilakukan secara simultan dan parsial dengan rumus
sebagai berikut :
Uji secara simultan yaitu uji statistik bagi koefisien regresi yang
Keterangan
R = Nilai Korelasi
k = Jumlah Variabel Bebas
n = Jumlah subjek (sampel)
Uji secara parsial yaitu uji statistik bagi koefisien regresi dengan
hanya satu koefisien regresi yang mempengaruhi Y, uji ini menggunakan uji t
a. Masukan data dalam SPSS pada data view, dan pada variabel view
digunakan. Teknik analisis regresi yang digunakan dalam penelitian ini adalah
berikut:
independent
inflation factor (VIF) dengan bantuan SPSS 18 for windows yang menurut
independent
kotak independent
Ho : bi = 0 ;
Tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara Service Quality yang terdiri
Hi : bi ≠ 0 ;
Terdapat pengaruh yang signifikan antara Service Quality yang terdiri dari