0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
47 tayangan13 halaman

Desain Penyediaan Air Baku Kernain

Diunggah oleh

randuch3
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
47 tayangan13 halaman

Desain Penyediaan Air Baku Kernain

Diunggah oleh

randuch3
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

URAIAN SINGKAT KEGIATAN

Kementerian : Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat


Unit Eselon I : Direktorat Jenderal Sumber Daya Air
Program : Ketahanan Sumber Daya Air
Sasaran Program : Meningkatnya ketersediaan air melalui pengelolaan
sumber daya air secara terintegrasi
Satuan Kerja : Balai Wilayah Sungai Kalimantan IV Samarinda
Program : Ketahanan Sumber Daya Air
Kegiatan : Pengembangan Jaringan Air Tanah dan Air Baku
Klasifikasi RO : CBR. Dukungan Teknis
Rincian Output : Dukungan teknis bidang air tanah dan air baku
yang disusun
Paket Pekerjaan : Detail Engineering Desain Penyediaan Air Baku
Sungai Riko - Kernain
Output : 1 (satu) dokumen
Outcome : 1 (satu) dokumen

1. LATAR BELAKANG
Guna memenuhi pemenuhan kebutuhan air baku dilakukan pembangunan Embung
Bandara VVIP yang terletak di Kabupaten Penajam Paser Utara dengan rancana
pengambilan 4,7 liter/detik. Sesuai surat Ditjen Perhubungan udara kebutuhan
operasional bandara VVIP Sebesar 2,3 liter/detik. Skenario awal pengambilan
embung bandara adalah 10 liter/detik (2,3 liter/detik untuk Bandara dan sisanya
untuk memenuhi pengembangan aero city) dimana pada bulan kering (tanpa hujan)
volume tersebut akan habis dalam kurun waktu 2,5 bulan. Sementara itu rencana
pengembangan Area Bandara VVIP oleh Bank Tanah seluas 3.815 ha juga
memerlukan alternatif penyediaan air baku. Memperhatikan hal tersebut, maka akan
ditempuh strategi Embung Bandara VVIP digunakan sebagai waduk lapangan
sementara dalam pemenuhan kebutuhan air dalam jangka panjang akan dilakukan
suplesi dari Sungai Kremain yang berjarak ¬+11 km dari embung bandara VVIP.
Sungai Riko-Kernain dari hasil Analisa pendahuluan memiliki keandalan Q90 sebesar
200 lt/dt dan pengukuran sesaat sebesar 288 lt/dt dapat dijadikan sumber air untuk
pemenuhan aero city, bandara VVIP dan Kecamatan Penajam pada khususnya.
Untuk meningkatkan keberlanjutan pemanfaatan SDA serta mengurangi risiko daya
rusak air di Bandara VVIP dan daerah di sekitarnya, maka Balai Wilayah Sungai
Kalimantan IV Samarinda sebagai kepanjangan tangan Pemerintah dari Kementerian
Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, yang merupakan unit pelaksana teknis
pengelolaan sumber daya air di wilayah Kalimantan Timur melalui PPK Perencanaan
dan Program akan melaksanakan pekerjaan “Detail Engineering Desain Penyediaan
Air Baku Sungai Riko - Kernain” dengan pembiayaan dari APBN TA. 2024. .

2. RUANG LINGKUP KEGIATAN


Ruang lingkup keseluruhan Detail Engineering Desain Penyediaan Air Baku Sungai Riko - Kernain
adalah sebagai berikut:
I. KEGIATAN PERSIAPAN, meliputi :
- Mobilisasi personil, peralatan dan bahan.
- Penyediaan kantor/studio lengkap dengan peralatan yang diperlukan untuk
pelaksanaan pekerjaan seperti : komputer, laptop, printer A3 dan A4, plotter,
peralatan tulis / barang habis pakai dan biaya komunikasi internet selama
masa pelaksanaan pekerjaan.
- Penyediaan fasilitas transportasi termasuk kendaraan bermotor roda 2 dan 4
untuk pelaksanaan kegiatan lapangan maupun untuk inspeksi pekerjaan
lapangan.
- Inventarisasi data atau informasi teknis maupun non-teknis yang menunjang
pelaksanaan pekerjaan desain.
- Peninjauan lapangan (site visit)
- Pengumpulan data seperti studi yang pernah dilakukan, peta topografi yang
ada, data geologi, dan lain-lain.
- Pembuatan Dokumen Program Mutu/Rencana Mutu Kontrak.

II. KEGIATAN STUDI PENDAHULUAN


Kegiatan pendahuluan melingkupi kegiatan sebagai berikut
1) Kegiatan pengumpulan data
Pengumpulan data ini dilakukan di kantor sebelum melaksanakan kegiatan
survei dan pengukuran langsung di lapangan. Survei yang dilakukan pada
tahap ini adalah survei visual.
- Inventarisasi data Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) pada lokasi rencana kegiatan;
- Inventarisasi pola wilayah sungai dan rencana pengelolaan sumber daya air;
- Inventarisasi data peta topografi areal sekitar rencana kegiatan;
- Inventarisasi data Hidrologi, Klimatologi, Hidrometri dan Hidrogeologi;
- Inventarisasi gambaran umum dan khusus tentang daerah layanan dan lingkungan sekitar
rencana kegiatan;
- Inventarisasi data mengenai material konstruksi di sekitar area rencana kegiatan yang
memungkinkan untuk dapat digunakan pada pembangunan;
- Inventarisasi data bangunan air, bangunan hidrolik dan elektrik eksisting;
- Inventarisasi data mengenai penyediaan infrastruktur, tata guna lahan, dan tutupan lahan
eksisting;

2) Kegiatan Analisis Data Sekunder


- Analisis desk studi berdasarkan data-data sekunder
- Analisis identifikasi validitas data-data yang tersedia dan hubungan keterkaitan data satu
dengan data yang lain

3) Kegiatan Survey Pendahuluan


- Survei visual terhadap kondisi topografi wilayah, rencana bangunan pengambilan, areal
rencana lahan dan aksesibilitas proyek;
- Survei lokasi sumber air terhadap kuantitas, kualitas, kontinuitas dan potensi terjadinya
banjir;
- Status status lahan yang tidak dalam sengketa dan aman

4) Hasil yang diharapkan


Berupa laporan pendahuluan yang cakupannya tidak terbatas pada :
- Rencana Kerja Detail dan pola pengembangan proyek yang akan dilaksanakan ( command
area dan batas-batasnya);
- Rencana garis besar seluruh laporan kegiatan dari awal studi hingga rencana tahap
pelaksanaan
- Form-form dan quisioner yang akan digunakan pada saat inventarisasi data;
- Hasil analisa pendahuluan termasuk perhitungan ketersediaan air dan sumber airnya
disertai kesesuaian lahan, ketersediaan masyarakat, topografi memungkinkan untuk trase
dengan gravitasi;
- Perhitungan kelayakan proyek berdasarkan data eksisting dan prognosis masa datang.

III. KEGIATAN KAJIAN KELAYAKAN


Kajian kelayakan pada studi ini dimaksudkan untuk mengetahui kelayakan dari
rencana desain bangunan. Pada kegiatan kajian kelayakan dibutuhkan analisis,
namun tidak terbatas pada kegiatan sebagai berikut:
- Penentuan alternatif rencana lokasi bangunan utama berupa bangunan pengambilan suplesi,
bangunan transmisi dan pelengkapnya;
- Analisis data topografi dan data pengukuran topografi mencakup kegiatan interpretasi citra
satelit, pembuatan peta-peta (peta situasi 1:25.000 dan 1:5.000 dengan selang kontur 1 m);
- Analisis hidrologi untuk memperkirakan jumlah air rata-rata yang tersedia serta jumlah air di
musim kering serta kebutuhan air untuk air baku dan peruntukan lainnya jika diperlukan;
- Analisis tata guna lahan disesuaikan dengan rencana umum tata ruang wilayah yang
dilengkapi peta kesesuaian lahan dengan skala 1:250.000;
- Analisis geologi teknik dan mekanika tanah untuk mengidentifikasi stabilitas pondasi dan
lereng;
- Analisis kondisi sosio ekonomi dan lingkungan di alternatif rencana
- Analisis kelayakan dari alternatif rencana lokasi bangunan.

IV. KEGIATAN SURVEY TEKNIS, meliputi :


- Pekerjaan Survey Pemetaan Topografi

- Pekerjaan Survey Hidrologi, Hidrometri dan Survey untuk penyusunan


dokumen lingkungan

- Pekerjaan Survey Geologi dan Soil Investigasi

- Pekerjaan Survey Sosial dan Ekonomi

a. Survey Pemetaan Melakukan kegiatan pengukuran lokasi pengambilan


Topografi
air baku dan jaringan transmisi yang direncanakan.
Jenis kegiatan tersebut antara lain :
- Kegiatan survey pemetaan ini melakukan
pengukuran dengan alat ukur yang berupa
waterpass dan total station yang menghasilkan data
pengukuran, data pengukuran ini dianalisa sehingga
menghasilkan koordinat dan elevasi titik-titik yang
bisa menghasilkan gambar kontur dari daerah yang
di ukur.
- Pengukuran wajib diikatkan pada titik ikat/titik
referensi yang terdaftar di BIG atau instansi lain
yang berwenang. Pengamatan dilakukan dengan
menggunakan GPS Geodetic untuk melaksanakan
kegiatan tersebut.
- Pengukuran kerangka horizontal terdiri dari polygon
utama dan cabang sedangkan untuk pengukuran
detail lapangan dengan polygon raai menggunakan
alat Theodolite/Total station.
- Pengukuran sipat datar/levelling berupa Poligon
Kerangka Dasar Vertikal yang terdiri dari polygon
utama dan cabang sedangkan untuk pengukuran
detail lapangan dengan polygon raai menggunakan
alat Waterpass
- Kegiatan ini menghasilkan peta situasi dari area
pengambilan dan jaringan transmisi dengan skala
1:2.000 dan peta detail rencana bangunan
pelengkap dengan skala 1:500 (Dalam
mengusulkan usulan teknis penyedia jasa
menyebutkan metode apa yang digunakan untuk
kegiatan pemetaan ini)
- Pemasangan patok-patok tetap (BM/CP) dan patok-
patok sementara yang jumlahnya ditentukan sesuai
dengan kondisi di lapangan dan kebutuhan data
untuk desain sesuai dengan arahan direksi.
- Pelaporan meliputi buku laporan topografi dimana
didalamnya termasuk buku ukur dan deskripsi BM.

b. Survey Hidrologi, Kegiatan ini berisikan informasi data lapangan dari


Hidrometri dan
kondisi hidrologi, hidrometri dan pada daerah
Survey untuk
survey. Kegiatan yang dilakukan pada survey ini
penyusunan
dokumen antara lain :
lingkungan a) Untuk Pengukuran Debit sesaat pada aliran sungai
menggunakan alat ukur. Apabila pengambilan sampel di
daerah rawa atau genangan air tidak mengalir lainnya
maka tidak perlu dilakukan pengukuran debit sesaat,
selain itu jika lokasi pekerjaan pada lokasi pengukuran
dilokasi pasang surut boleh tidak dilakukan. Pengukuran
debit sesaat sesuai kesepakatan dengan direksi
pekerjaan.

b) Pengambilan Sampel Air sebanyak 10 titik untuk


pengujian kualitas air yang dilakukan disesuaikan dengan
jenis dan parameter kualitas air yang dibutuhkan dalam
penentuan perencanaan material desain bangunan.
Pengujian kualitas air dilakukan secara in situ dan di
Laboratorium Uji Kualitas Air.

c) Pengambilan sampel sedimen sungai yang diambil ada 2


(dua) jenis yaitu sampel sedimen dasar dan layang.
Pengambilan sedimen dasar (bed load) dilakukan di 10
titik kemudian dilakukan pengujian laboratorium (grain
size análisis) untuk menentukan gradasi butiran untuk
keperluan analisa gerusan di lokasi bangunan.
Pengambilan sedimen layang dilakukan bersamaan
dengan pengukuran debit sungai di 10 titik untuk
kemudian dilakukan pengujian laboratorium untuk
menentukan jumlah kandungan sedimen dalam sampel
tersebut.

d) Pengambilan sampel untuk dasar penyusunan dokumen


ijin lingkungan berupa sampel rona lingkungan awal (fisik
kimia), sampel kualitas udara dan tingkat kebisingan,
sampel kualitas tanah, serta sampel biologi dan biota
perairan pada 5 titik yang tersebar di sumber
pengambilan dan jaringan transmisi air baku.

e) Untuk data curah hujan minimal 10 tahun terakhir dan


disahkan oleh instansi yang mengelola data tersebut.

c. Survey Soil Tujuan penelitian dan penyelidikan mekanika tanah adalah


Investigasi untuk meneliti, mempelajari dan menyelidiki keadaan fisik,
keseimbangan dan perubahan dari tanah, baik dengan
ataupun tanpa tekanan dan dari hasil drilling yang dilakukan
didapat gambaran mengenai lapisan bawah tanah. Selain itu
hasil dari survey ini digunakan pula untuk menganalisa
keamanan terhadap kedudukan dan kedalaman pondasi
bangunan di rencana lokasi bangunan.
a) Dilakukan survey soil investigasi dengan Boring Mesin
dengan total kedalaman 80 meter dan Test SPT sebanyak
40 sampel.
b) Dari hasil pengambilan sampel UDS & DS pada titik yang
ditentukan diambil sampel sebanyak 40 sampel.
c) Sondir dilakukan untuk mendampingi bor mesin dan
dilakukan hingga mencapai nilai perlawanan konus 250
kg/cm2 sebanyak 20 titik.
d) Untuk soil investigasi hasil boring disimpan pada core box
dan ditandai pada kedalaman berapa sampel tersebut
diambil.
e) Penyelidikan borrow area untuk material timbunan yang
berupa pengambilan sumuran uji/testpit dan pengeboran
tangan/hand bor masing-masing pada 10 titik lubang.
f) Uji yang dilakukan dapat menyesuaikan kondisi di
lapangan dan kondisi kebutuhan data untuk desain.
g) Untuk Pekerjaan Laboratorium terhadap sampel yang
diambil dan dilakukan analisa terhadap :
1) Index Properties
• Water content (Wh)
• weight Density
• Atterberg Limit (LL, PL, PI)
• Triaxial test UU
• Compaction/proctor
• Uji Permeabilitas
2) Engineering Properties
• Unconfined Compression Test
• Direct Share Test
• Consolidation Test
• Hidrometer & sieve Analysis

Untuk Laboratorium penguji sampel hasil Soil


Investigasi digunakan Laboratorium uji Mekanika
Tanah / Soil Investigasi.

d. Survey Sosial dan Setiap pembangunan prasarana dan sarana fisik oleh
Ekonomi
pemerintah harus tetap memperhatikan dan
melibatkan masyarakat dalam pengambilan keputusan
sehingga multiplier effect pembangunan itu dirasakan
manfaatnya oleh masyarakat. Diharapkan masyarakat
merasakan ikut serta dalam perencanaan
pembangunan prasarana dan sarana fisik
tersebut dan pada akhirnya masyarakat juga ikut
merasa bertanggung jawab untuk memelihara dan
menjaga kelangsungan proyek pembangunan
tersebut.
Metode yang digunakan merupakan pengumpulan data
primer berupa survey lapangan, wawancara dan rona
awal lingkungan dan data sekunder lainnya. Hasil yang
diharapkan adalah analisis kajian dampak lingkungan
dan sosial ekonomi sekaligus cara penganggulangan
dalam meminimalisasi dampak yang terjadi sehingga
yang dapat mendukung kajian kelayakan dari
perencanaan pembangunan tersebut.

V. KEGIATAN PERENCANAAN TEKNIS (Detail Engineering)


Dalam perencanaan teknis, penyedia jasa harus memperhatikan standar
perencanaan serta pedoman dan kriteria desain yang dikeluarkan oleh
Lembaga/instansi berwenang. Meliputi rincian kegiatan sebagai berikut :
1. Kajian Awal Melakukan kajian mengenai kesesuaian antara studi yang
dilakukan dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW)
pada daerah yang ditinjau.
2. Kajian Analisis kajian perencanaan dilakukan dengan
Perencanaan menggunakan data primer (hasil pengukuran di
lapangan) yang didukung oleh data sekunder, antara lain:
- Analisis Data Hidrologi dan klimatologi mencakup
Analisis river runoff dan surface runoff , Analisis debit
maksimum-minimum dan debit andalan, analisis
frekuensi banjir dan debit banjir Analisis sedimen dan
erosi, dan perhitungan neraca air (supply-demand)
yang didasarkan pada masterplan wilayah sungai;
- Analisa Hidraulika Bangunan, untuk menghitung profil
muka air sungai dalam kondisi eksisting dan setelah
adanya bangunan, yang dapat dilakukan dengan
menggunakan software HEC-RAS atau software legal
lainnya.
- Analisis kekuatan tanah (mekanika tanah), daya
dukung pondasi dan identifikasi sumber material
konstruksi dan borrow area sebagai ketersediaan
bahan bangunan.
- Analisa Stabilitas Bangunan, berupa menghitung
stabilitas timbunan agar didapat dimensi yang
ekonomis dengan menggunakan material yang ada.
Tetapi tetap aman ditinjau dalam berbagai macam
kondisi. Selain itu juga menghitung stabilitas dinding
penahan pada bangunan pengambilan dan bangunan
lainnya.
- Analisa Struktur, Menghitung struktur bangunan yang
terbuat dari material baja atau beton bertulang atau
komposit, sehingga struktur dapat memenuhi kriteria
perencanaan
- Analisis ekonomi berupa Economic
perhitungan
Internal Rate of Return (EIRR), Benefit Cost Ratio
untuk lokasi bangunan utama dan daerah
pengembangan dan perhitungan Net present value
(NPV).
- Analisis aspek sosial untuk memastikan penduduk
akan mendukung pelaksanaan proyek dan masalah
bisa diatasi tanpa kesulitan tinggi
- Analisis dampak proyek terhadap lingkungan

3. Perencanaan - Perencanaan dan Perancangan Lansekap dilakukan


Teknis secara sistematik untuk menghasilkan penataan
Bangunan dan lansekap yang ideal, tepat guna sesuai dengan
Perancangan kebutuhan di masa mendatang meliputi inventarisasi,
Lansekap analisis, sintesis, konsep, dan disain
- Inventarisasi serta pengumpulan data yang
dibutuhkan meliputi aspek fisik, berupa letak dan luas,
batas, topografi tapak, tanah, air, vegetasi, hidrologi,
iklim, titik pandang, aspek sosial, ekonomi, dan teknik
- Perencanaan, perancangan dan disain mencakup
hardscape dan softscape; hardscape meliputi
komponen infrastruktur fisik, softscape meliputi
komponen tanam tumbuh (RTH)
- Penentuan konsep dan disain lansekap bangunan
secara arsitektural sesuai dengan fungsi dan
kegunaannya, yang meliputi konsep ruang, sirkulasi,
utilitas, dan tata hijau.
- Penataan dan Desain landscape sejalan dengan
konsep pembangunan IKN serta kearifan lokal

4. Pembuatan Detail rinci meliputi kegiatan :


Detail ❖ Penggambaran Desain
Engineering - Album gambar desain harus disajikan sesuai
Desain Rinci dengan urutan standar perencanaan dan kriteria
perencanaan.
- Seluruh gambar desain harus dirinci secara
lengkap, untuk digunakan sebagai dokumen lelang
dan pelaksanaan konstruksi.
- Semua gambar desain digambar menggunakan
computer (software AutoCAD) dan dicetak dengan
ukuran kertas A3.
❖ Perhitunga BoQ dan RAB
- Daftar kuantitas pekerjaan terinci yang
menguraikan kuantitas (volume) masing-masing
item bangunan
- Perkiraan biaya konstruksi pekerjaan (RAB) yang
didesain harus dihitung berdasarkan kuantitas
pekerjaan, analisa harga satuan pekerjaan, metode
pelaksanaan pekerjaan dan spesifikasi teknik.
❖ Penyusunan Spesifikasi Teknik, Metode Pelaksanaan
dan Pedoman OP
- Spesifikasi khusus harus dibuat untuk menjelaskan
tentang lokasi pekerjaan, titik tinggi patok tetap
dan hal-hal lain. Juga harus dijelaskan setiap jenis
pekerjaan yang tidak tercakup dalam spesifikasi
standar yang dibuat untuk pekerjaan tersebut
antara lain bangunan dengan teknologi khusus.
- Metode Pelaksanaan Pekerjaan harus disusun
sebagai pedoman/acuan untuk mengatur tata cara
serta urutan pelaksanaan pekerjaan dari awal
hingga akhir pekerjaan.
- Pedoman Operasi dan Pemeliharaan disusun
sebagai pedoman/acuan untuk mengatur
pelaksanaan kegiatan O&P Sungai secara tepat
guna, praktis yang dapat dipakai/dioperasikan oleh
masyarakat dan petugas nantinya serta memberi
penjelasan tentang operasi dan pemeliharaan
khusus.
5. Penyusunan Dalam setiap rencana kegiatan konstruksi harus
dokumen ijin
mendapatkan ijin lingkungan dari instansi terkait. Izin
lingkungan
Lingkungan adalah izin yang diberikan kepada setiap
orang yang melakukan Usaha dan/atau Kegiatan yang
wajib Amdal atau UKL-UPL dalam rangka perlindungan
dan pengelolaan lingkungan hidup sebagai prasyarat
memperoleh izin Usaha dan/atau Kegiatan.
Izin Lingkungan dapat diajukan melalui pemeriksaan UKL-
UPL atau penilaian Amdal sesuai ketentuan dalam
Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor
P.38/MENLHK/SETJEN/KUM.1/7/2019 tentang Jenis
Rencana Usaha dan / atau Kegiatan yang Wajib Memiliki
Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup. Analisis
Mengenai Dampak Lingkungan Hidup, yang selanjutnya
disebut Amdal, adalah kajian mengenai dampak penting
suatu Usaha dan/atau Kegiatan yang direncanakan pada
lingkungan hidup yang diperlukan bagi proses
pengambilan keputusan tentang penyelenggaraan Usaha
dan/atau Kegiatan. Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup
dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup, yang
selanjutnya disebut UKL-UPL, adalah pengelolaan dan
pemantauan terhadap Usaha dan/atau Kegiatan yang
tidak berdampak penting terhadap lingkungan hidup yang
diperlukan bagi proses pengambilan keputusan tentang
penyelenggaraan Usaha dan/atau Kegiatan.

No Jenis Skala/ Alasan Kategor Alasan Ilmiah


Kegiatan Besaran Ilmiah i AMDAL Kategori
Khusus AMDAL
1 Pengambil >250 a. potensi Kategori
an air liter/detik konflik B Deskripsi
bersih dari setara pengguna kegiatan tidak
danau, dengan an air kompleks
Sungai, kebutuha dengan Kajian dampak
mata air n air pengguna tidak kompleks
atau minum an air namun sangat
sumber air untuk lainnya perlu
permukaan 250.000 b. memperhatikan
lainnya (dua gangguan dampak konflik
- debit ratus lima neraca air pemanfaatan air
pengambil puluh dan persepsi
an ribu) Masyarakat
Sambung Tidak
an Rumah membutuhkan
(SR) data rona
lingkungan yang
kompleks

Dari tabel tersebut dapat ditentukan kegiatan Penyediaan


Air Baku dari Sungai Riko-Kernain dengan pengambilan
air baku sekitar 10 Liter/detik tidak termasuk kategori
Amdal, sehingga hanya diperlukan UKL/UPL atau SPPL
atau sesuai dengan jenis arahan dokumen lingkungan
yang direkomendasikan oleh Dinas Lingkungan Hidup
setempat.

Penyedia Jasa yang menangani pekerjaan ini harus mengadakan diskusi dengan
tenaga ahli yang terlibat (intern) maupun kepada Direksi guna memperoleh
masukan. Diskusi yang harus dilaksanakan selama pelaksanaan pekerjaan
adalah :
1. Presentasi Presentasi laporan pendahuluan dilakukan berdasarkan
Pendahuluan hasil survey pendahuluan yang dilakukan dan didalam
presentasi ini dipaparkan rencana kerja berikut jadwal
rencana kerja konsultan. Presentasi ini dilaksanakan
dihadapan Direksi, Dinas/Instansi dan semua Stakeholder
yang terkait. Tanggapan dan saran yang berguna harus
dituangkan dalam Laporan Pendahuluan. Jadwal presentasi
mengikuti jadwal yang dibuat oleh Direksi Pekerjaan.

2. Presentasi Presentasi Interim berupa presentasi hasil kemajuan


Interim pekerjaan yang berupa hasil pekerjaan survey dan
investigasi baik di lapangan maupun laboratorium.
Presentasi ini dilaksanakan dihadapan Direksi,
Dinas/Instansi dan semua Stakeholder yang terkait.
Tanggapan dan saran yang berguna harus dituangkan
dalam Laporan interim dan menjadi acuan dalam
pembuatan laporan draft akhir. Jadwal presentasi
mengikuti jadwal yang dibuat oleh Direksi Pekerjaan.
3. Presentasi Presentasi yang dilakukan merupakan paparan terhadap
Akhir hasil akhir perencanaan desain yang dilakukan, Presentasi
ini dilaksanakan dihadapan Direksi, Dinas/Instansi dan
semua Stakeholder yang terkait. Tanggapan dan saran
yang berguna harus dituangkan dalam Laporan Akhir

4. Pertemuan Pertemuan yang dilakukan merupakan paparan desain


Konsultasi kepada masyarakat sekitar di lokasi pekerjaan untuk
Masyarakat mengetahui aspirasi masyarakat / stakeholder. Tanggapan
dan saran harus dituangkan dalam laporan akhir. PKM
dilaksanakan sebanyak 1 kali sebelum Presentasi Draft
Akhir dilaksanakan

Anda mungkin juga menyukai