MODUL BELAJAR
AUTODESK REVIT
ARCHITECTURE
Building
Information
Modeling
DAFTAR ISI
DAFTAR ISI i
BAB 1 BERKENALAN DENGAN BIM 1
1.1. Definisi BIM ................................................................................................ 1
1.2. Siapa Saja yang Membutuhkan BIM ........................................................... 3
1.3. Software yang Menggunakan BIM .............................................................. 3
1.4. Mengapa harus BIM ..................................................................................... 3
1.5. Keuntungan BIM .......................................................................................... 4
1.6. Berkenalan dengan Revit ............................................................................. 5
BAB 2 INTERFACE DAN SETTING 6
2.1. Interface Revit .............................................................................................. 6
2.1.1. Revit Aplication Menu ........................................................................... 8
2.1.2. Quick Access Toolbar ............................................................................ 8
2.1.3. Tabs ........................................................................................................ 9
2.1.4. Info Center ............................................................................................ 10
2.1.5. Ribbon .................................................................................................. 10
2.1.6. Option Bar ............................................................................................ 10
2.1.7. Tool ....................................................................................................... 11
2.1.8. Panels .................................................................................................... 11
2.1.9. Properties Palette .................................................................................. 11
BAB 3 REVIT ARCHITECTURE MODELING 12
3.1. Membuat Level .......................................................................................... 12
3.2. Membuat Grid ............................................................................................ 13
3.3. Membuat Dinding (Wall Architecture) ...................................................... 15
3.5. Membuat Lantai Arsitektur (Floor Architectural) ...................................... 23
3.6. Pintu dan Jendela (Door and Window) ...................................................... 30
3.6.1. Membuat Pintu ..................................................................................... 30
3.6.2. Membuat Jendela .................................................................................. 33
3.7. Membuat Kolom Arsitektur (Column Architectural)................................. 37
3.8. Membuat Atap (Roof) ................................................................................ 39
3.8.1. Pembuatan Atap Roof by Foot Print .................................................... 39
3.8.2. Fascia .................................................................................................... 43
3.9. Membuat Pelat DAK Atap (Floor Archiecture) ......................................... 48
3.10. Membuat Profil DAK (Floor Slab Edge) ................................................... 51
i
3.10.1. Membuat Profile DAK ......................................................................... 51
3.10.2. Memasukkan Profile menggunakan Tool Floor Slab Edge .................. 52
3.11. Pembuatan Plafond (Ceiling) ..................................................................... 55
3.11.1. Plafond DAK Teras .............................................................................. 55
3.12. Menambahkan Lampu ................................................................................ 59
3.13. Membuat Tangga dan Railing (Stair and Railing) ..................................... 61
3.13.1. Membuat Tangga .................................................................................. 61
3.13.2. Membuat Railing .................................................................................. 66
3.14. Room .......................................................................................................... 68
3.15. Membuat Tangga menggunakan Tool Model In Place .............................. 71
3.16. Membuat Rabat Beton menggunakan Floor Architectural ........................ 75
3.17. Membuat Saluran Drainase menggunakan Tool Slab Edge ....................... 77
3.18. Site untuk Tanah Dasar .............................................................................. 78
3.19. Rendering ................................................................................................... 81
3.19.1. Image Background................................................................................ 81
3.19.2. Render Revit ......................................................................................... 82
3.20. Volume & Quantity .................................................................................... 87
3.20.1. Volume & Quantity Dinding ................................................................ 87
3.21. Membuat Kop Gambar (Sheet) .................................................................. 93
3.22. Eksport Schedule ke Format Excel ............................................................ 97
ii
BAB 1
BERKENALAN DENGAN BIM
1.1. Definisi BIM
Building Information Modeling (BIM) adalah salah satu teknologi di bidang AEC
(Arsitektur, Engineering dan Construction) yang mampu mensimulasikan seluruh informasi di
dalam proyek pembangunan ke dalam model 3 dimensi.
Pemanfaatan teknologi Building Information Modeling (BIM) ini sudah tidak asing
lagi bagi industri AEC di dunia, termasuk di Indonesia. Selama perjalanannya, BIM telah
mendapatkan respon yang positif dari masyarakat mengingat keuntungan yang ditawarkan di
bidang AEC. Dengan menerapkan BIM dalam dunia konstruksi, baik bagi developer, konsultan
maupun kontraktor akan mampu menghemat waktu pengerjaan, biaya yang dikeluarkan serta
tenaga kerja yang dibutuhkan.
Pemahaman mengenai Building Information Modeling (BIM) sendiri perlu diluruskan
terlebih dahulu, yang mana pengaplikasian BIM itu bukan hanya sekedar menggunakan
perangkat lunak dalam pengerjaan suatu proyek konstruksi. Pengaplikasian BIM tersebut
memang membutuhkan perangkat lunak khusus, seperti Autodesk Revit, ArchiCAD,
AECOSim, dan software lainnya, namun sekedar penerapan software tersebut hanya
menjabarkan kulit luar dari pengaplikasian metode BIM itu sendiri.
1
Gambar 1 Building Information Modeling (BIM)
2
1.2. Siapa Saja yang Membutuhkan BIM
BIM dibutuhkan oleh pihak yang terlibat dalam project skala besar yang melibatkan
team cukup khususnya dalam hal koordinasi serta komunikasi :
o Konsultan Arsitek
o Konsultan MEP
o Konsultan Structure
o Kontraktor
o Owner
1.3. Software yang Menggunakan BIM
Adapun software software yang sudah menggunakan teknologi BIM adalah sebagai
berikut
o Autodesk BIM 360
o Tekla
o Revit
o Navishwork
o ArchiCAD
1.4. Mengapa harus BIM
o Permodelan 3D mempermudah komunikasi sehingga permasalahan dapat dideteksi dengan
cepat.
o Menampilkan informasi: BOM kebutuhan jumlah material, estimasi biaya yang lebih cepat
dan akurat karena data dikeluarkan oleh model yang kita buat.
o Memudahkan kita untuk membagi (sharing data) serta menggunakan data karena kita
menggunakan satu data tunggal untuk bekerja, kita juga dapat mengakses pekerjaan kita
kapan saja baik itu di meja kerja ataupun ketika di lapangan
3
o Dapat menganalisa terlebih dahulu performa bangunan sesuai dengan yang diharapkan.
seperti efek terhadapa beban yang diterima, angin, cahaya, dan panas sehingga lebih hemat
energy.
1.5. Keuntungan BIM
1) Capture Reality, Saat ini, proyek infrastruktur kebanyakan disurvai dengan citra udara
dan elevasi digital, bersama dengan pemindaian laser dari infrastruktur yang ada, secara
akurat menangkap realitas dan sangat menyederhanakan persiapan proyek. Dengan BIM,
perancang mendapatkan manfaat dari semua masukan yang dikompilasi dan dibagikan
dalam model dengan cara yang tidak digital yang belum bisa dikerjakan oleh pekerjaan
manual
2) Pengurahan Sampah dan Limbah, Dengan model bersama, tidak perlu lagi
pengerjaan ulang dan penggandaan gambar untuk berbagai persyaratan dalam
membangun disiplin ilmu. Alat gambar BIM memiliki keuntungan lebih cepat daripada
alat gambar 2D, dan setiap objek terhubung ke database.
3) Maintain Control, Alur kerja berbasis model digital melibatkan bantuan seperti autosave
dan koneksi ke histori proyek sehingga pengguna dapat yakin bahwa mereka telah
menangkap waktu yang dihabiskan untuk mengerjakan model tersebut.
4) Tingkatkan Kolaborasi, Berbagi dan berkolaborasi dengan model lebih mudah daripada
dengan membuat gambar, karena ada banyak fungsi yang hanya mungkin melalui alur
kerja digital. Banyak dari ini menambahkan fungsi manajemen proyek sekarang sedang
dikirim di cloud, seperti solusi BIM 360 Autodesk. Di sini, ada alat untuk berbagai
disiplin ilmu untuk berbagi model proyek kompleks mereka dan untuk
mengoordinasikan integrasi dengan rekan- rekan mereka.
5) Simulasikan dan Visualisasikan, Keuntungan lain dari BIM adalah semakin
banyaknya alat simulasi yang memungkinkan desainer untuk memvisualisasikan hal-hal
seperti sinar matahari selama musim yang berbeda atau untuk menghitung perhitungan
kinerja energi bangunan.
6) Selesaikan Konflik, Toolset BIM membantu mengotomatisasi deteksi benturan elemen
seperti saluran listrik atau keperluan saluran kerja yang mengalir ke balok. Dengan
memodelkan semua hal ini terlebih dahulu, bentrokan ditemukan lebih awal, dan
bentrokan di lokasi yang mahal dapat dikurangi.
4
1.6. Berkenalan dengan Revit
Revit adalah aplikasi pendukung untuk mewujudkan BIM. Dengan memanfaatkan
aplikasi revit kita dapat membuat dokumen 5D yaitu :
1) Gambar 2D
2) Gambar 3D
3) 4D (Gambar 3D + Schedule)
4) 5D (Gambar 4D + Budget/Volume Pekerjaan
5
BAB 2
INTERFACE DAN SETTING
2.1. Interface Revit
Anda mulai dengan membuka program revit, kemudian akan muncul Interface Revit
seperti pada gambar di bawah ini.
Interface revit ini disebut sebagai Recent File Screen atau disebut juga Home Screen.
Recent file screen berisi file contoh project dan file yang telah dibuka sebelumnya.
Layar Recent File Screen dibagi menjadi dua bagian yaitu Project dan Family. Pada
bagian Project berisi semua file dan template yang berhubungan dengan pekerjaan permodelan
bangunan, sedangkan pada bagian Family berisi semua file dan template yang berhubungan
pekerjaan permodelan obyek gambar pendukung bangunan atau yang disebut Family. Obyek
gambar pendukung bangunan ini dapat dikelompokkan sebagai furniture, kolom, pintu dan
lainnya. Melalui interface ini anda dapat mengakses semua file yang tersimpan dan menentukan
template yang akan digunakan untuk permodelan, baik project maupun family.
6
Selanjutnya kita akan berkenaan dengan Main Screen, tempat dimana kita melakukan
permodelan.
Keterangan :
1) Revit Aplication Menu
2) Quick Acces Toolbar
3) Tabs
4) Info Center
5) Ribbon
6) Option Bar
7) Tool
8) Panels
9) Properties Palette
10) Project Browser
11) View Contor Bar
12) Status Bar
7
13) Worksheet Control Bar
14) Design Option Control Bar
2.1.1. Revit Aplication Menu
Application menu ini berfungsi menampilkan menu standar pada revit, seperti open,
save, save as, print, dan exit. Secara default, Revit mengenal dua macam tipe extensi file, *rvt
yang artinya revit project dan *rte yang artinya revit template. Selain itu ada juga *rfa yag
khusus diperuntukkan bagi Revit Family.
2.1.2. Quick Access Toolbar
Pada Quick Acces Toolbar terdapat perintah perintah Revit yang sering digunakan dan
keberadaannya dapat disesuaikan dengan kebutuhan pengguna. Fungsi Quick Acces Toolbar
ini, memudahkan pengguna mengakses tombol perintah Revit yang sering digunakan tanpa
harus berpindah pindah tab ribbon.
Klik pada panah kecil pada sebelah kanan deretan tombol Quick Access Toolbar.
Dalam daftar menu yang muncul, anda dapat menampilkan atau menyembunyikan tombol pada
Quick Access Toolbar.
8
2.1.3. Tabs
Tab terlihat seperti pita yang terbagi atas panel panel yang berisi tombol tombol
perintah pembuatan dan editing obyek gambar pada Revit.
15) Architecture, menyediakan tools untuk kebutuhan arsitektur
16) Structure, menyediakan tools untuk kebutuhan struktural
17) Steel, menyediakan tools untuk desain struktur baja
18) System, menyediakan tools untuk kebutuhan MEP (Mechanical, Electrical, and Plumbing)
19) Insert, untuk memasukkan file dari luar ke dalam project.
20) Annotete, menyediakan kebutuhan 2D dalam project seperti dimensi, garis, dan teks.
21) Analyze, menyediakan kebutuhan dalam analisis struktur dalam suatu project, seperti
pembebanan, perletakan struktur, schedule, dll.
9
22) Massing & Site, untuk membuat gubahan massa dan kontur suatu wilayah.
23) Collaborate, memfasilitasi untuk kolaborasi antar user dalam suatu project.
24) View, menyediakan tools untuk view yang ingin dilihat seperti Visibily graphic, 3D View,
Potongan, schedules, dll.
25) Manage, berisi tool yang digunakan untuk mengatur Revit, seperti unit satuan, material,
informasi project, dll.
26) Add-Ins, berisi tentang aplikasi tambahan dari luar (plugin) yang bisa melengkapi fitur fitur
dari Revit, salah satunya adalah Naviate Rex dan Sofistik Reinforcement.
27) Modify, menyediakan tools untuk memodifikasi suatu object, tools yang disediakan mirip
engan tools autoCAD seperti copy, mirror, array, move, dll.
2.1.4. Info Center
Info center berisi tentang informasi terkait tentang program Revit
2.1.5. Ribbon
2.1.6. Option Bar
Option Bar muncul ketika sebuah perintah telah diaktifkan. Option Bar berfungsi
memunculkan parameter parameter yang dapat diatur dalam membuat atau mengedit obyek
gambar. Berbeda dengan parameter yang terdapat pada properties, parameter pada Option Bar
ini merupakan bagian dari metode pembuatan dan modifikasi obyek gambar. Parameter
parameter ini dapat berupa panjang, lebar, tinggi atau metode penempatan seperti rata kiri,
tengah, kanan dan masih banyak lagi.
Sebagai contoh, ketika perintah Wall aktif, pada Option Bar akan muncul parameter
yang dapat diatur seperti pada gambar berikut
10
2.1.7. Tool
Tool berisi perintah perintah dalam pembuatan obyek di dalam project.
2.1.8. Panels
2.1.9. Properties Palette
Properties palette merupakan sarana dimana kita dapat melihat dan mengubah
parameter setiap obyek gambar yang akan dibuat atau dimodifikasi. Parameter parameter ini
merupakan sifat sifat yang menempel pada obyek gambar yang bersangkutan.
Palet Properties terbagi menjadi tiga yaitu Type Selector, Edit Type, dan Instance
Properties. Pada Type Selector, anda dapat menentukan tipe dan sifat sifat secara individual
pada obyek gambar. Sifat sifat tersebut terdaftar dalam Instance Properties. Setiap perubahan
tipe object pada Type Selector sekaligus akan mengubah sifat sifat dalam Instance Properties.
Tombol Edit Type digunakan untuk mengubah tipe dan sifat gambar sesuai kebutuhan.
Tidak seperti Type Selector yang berlaku individual, pada Edit Type, setiap sifat yang diubah
akan berlaku pada semua obyek dengan tipe yang sama.
11
BAB 3
REVIT ARCHITECTURE MODELING
3.1. Membuat Level
Level merupakan tool dalam revit yang berguna untuk mengatur ketinggian bangunan
atau elevasi bangunan. Mengatur level merupakan Langkah yang pertama kali harus dilakukan
sebelum memulai mendesain sebuah bangunan. Langkah membuat level adalah sebagai berikut
Aktifkan tampilan salah satu view di Project Browser, misalnya view “East”. View yang
aktif akan ditandai dengan tampilan huruf yang tebal.
Secara default, Revit sudah menyediakan 2 level standar yaitu Level 1 dan Level 2.
Untuk membuat Level baru, pilih Tab Architecture – Level
untuk mengganti nama Level dilakukan dengan cara klik 2x pada nama Level tersebut. Jika
muncul pesan warning seperti ini, pilih YES agar pergantian nama Level pada Lembar
Kerja juga terganti pada Level di Project Browser.
12
Buatlah Nama Level dan ketinggian seperti pada gambar dibawah.
3.2. Membuat Grid
Grid merupakan tool yang digunakan untuk membuat garis as bangunan atau acuan
penempatan bangunan. Langkah membuat grid adalah sebagai berikut
Aktifkan salah satu View Plan yang ada di Floor Plan Project Browser, sebagai Latihan
buka “Level 1” di Floor Plan.
Untuk membuat grid baru masuk ke tab Architecture-Grid
Pilih tombol Line lalu dalam lembar kerja buat sebuah garis vertical seperti berikut.
Buatlah grid dan jarak antar grid seperti pada gambar dibawah
13
Pada garis garis grid yang dibuat, garis yang telah dibuat, diberi nomor secara berurutan
secara otomatis, ini merupakan salah satu fitur revit yang mempermudah dalam pembuatan
dokumen kerja.
Buat juga grid untuk grid horizontal, seperti tampak pada gambar.
14
3.3. Membuat Dinding (Wall Architecture)
Dalam Revit ada tige jenis Wall, yaitu Basic Wall, Stacked Wall dan Curtain Wall.
Basic Wall merupakan jenis dinding paling sederhana yang terdiri atas beberapa lapisan
dinding seperti dinding bata, plesteran atau cat dinding.
Curtain wall merupakan jenis dinding yang berupa panel panel dan grid.
Stacked wall merupakan basic Wall yang ditumpuk secara vertical.
Dalam Latihan ini akan menggunakan Basic Wall (dinding bata merah), Langkah
langkah sebagai berikut.
o Pastika view yang terbuka view Floor Plan Level 1
o Pilih tab Architecture – Wall – Wall:Architectural
o Akan aktif Ribbon Tab “Modify | Place Wall”, terdapat berbagai macam tools untuk
membuat sketch dindingnya, pilih “Line”.
15
o Pada Option Bar, ganti “Unconnected” menjadi Level 2, yang berarti ketinggian Level
berasal dari Level 1 menuju Level 2.
o Pada Type Properties, terdapat berbagai macam jenis Wall yang disediakan oleh Revit, pilih
“Generic – 200 mm”, lalu pilih Edit Type.
o Buat tipe dinding yang baru dengan memilih Duplicate, beri nama “Pas. Bata 15 cm”.
16
o Untuk mengatur lapisan material dinding pilih “Edit” pada parameter Structure,
o pilih Insert untuk menambahkan Layer
o atur Thickness pada masing masing Layer
o atur Function tiap layer.
o Gunakan perintah UP and Down untuk mengatur Posisi Layer.
o Atur material pada masing masing lapisan dengan memilih kotak persegi pada kolom
Material.
o Material no. 1 (Finishing),
Cat Interior (White)
17
Cat Eksterior (Beige)
o Material no. 2 (Plesteran)
18
o Material no. 3 (Batu Merah)
o Setelah mengatur jenis material, gunakan tool “Line” untuk mensketsa bentuk wall/dinding
sesuai yang kita inginkan, untuk Lantai 1 adalah sebegai berikut
o Lantai 1
19
o Lantai 2
Untuk memudahkan pengerjaan lantai tipikal, maka kita bisa menfaatkan copy typical
yang diesiakan oleh revit, dengan cara :
Seleksi semua dinding
Akan aktif tab ribbon : Modify | Wall , pilih Copy to Clipboard lalu pilih Paste
Aligned to Selected Level – pilih Level 2
Maka, dinding pada level 1, akan tercopy ke level 2.
Lalu sesuaikan sketa dinding pada lantai 2, sesuai denah yang anda rencanakan.
Sebagai contoh hasilnya adalah sebagai berikut.
20
Instance Properties dari Wall Architecture
Saran dan Rekomendasi
o Perbedaan paling mendasar antara wall strutural dan architectural wall ada pada
fungsi pembuatan rebar. Rebar hanya bisa dibuat dengan menggunakan wall
structural. Tapi jika anda sudah terlanjut menggunakan wall architectural dan ingin
21
mengubah fungsinya menjadi wall structure (include rebar) maka perlu
mengaktifkan fungsi structure yang ada di Instance Properties (centang Structural)
o Saat menggambar dinding di lantai 2, aktifkan Underlay yang berada di Instance
Properties agar dinding yang dibuat pada lantai 1 dapat terlihat di lantai 2.
o Jika salah dalam menentukan Location Line pada dinding bisa menggunakan
symbol Flip untuk merubah posisi interior dan exterior dari dinding.
22
3.5. Membuat Lantai Arsitektur (Floor Architectural)
Langkah selanjutnya adalah membuat lantai. Lantai di revit terbagai atas 3 jenis yaitu
Floor Architecture, Floor Structure, dan Floor Slab Edge.
Langkah Langkah dalam pembuatan lantai adalah sebagai berikut
Sebelum membuat lantai, ubah dulu tampilan View menjadi level Lantai 1, masuk ke tab
ribbon Archictecture, kemudian klik tool Floor – Floor Architectural
Pada properties, anda pilih lantai Generic 150 mm. Pada kasus ini, kita akan membut 2
jenis pola lantai, lantai 40x40 cm (dalam ruangan) dan 20x20 cm (km/wc).
23
dapun property dan masing masing tipe adalah sebagai berikut
o Pola Lantai 40x40 cm
o Pola Lantai 20x20 cm
24
o Spesi lantai
o Rabat beton
25
o Pasir Urug
Adapun susunan dari setiap material tersebut adalah sebagai berikut
o Pola Lantai 40x40 cm
26
o Pola Lantai 20x20 cm
Buat sketsa lantai 1 dengan pola lantai 40x40 cm adalah sebagai berikut
Untuk lantai 2, bisa menggunakan cara Copi Tipical ke Lantai 2, akan tetapi untu Lantai 2,
perlu dimodifikasi lagi susunan layer setiap material karena pada lantai akan terdapat
Lantai Structural. Propertis material lantai 2 adalah sebagai berikut.
27
Hasil 3d Model setelah memasukkan lantai adalah sebagai berikut
28
Instance Properties dari Floor Architecture
Saran dan Rekomendasi
o Lantai km/wc juga perlu diturunkan elevasinya karena posisi lantai km/wc selalu
dibawah dari level 0. Maka lantai architecture perlu dibuat menjadi beberapa
segmen lantai yang terpisah.
o Perbedaan paling mendasar antara floor architectural dan architectural ada pada
fungsi pembuatan rebar. Rebar hanya bisa dibuat dengan menggunakan floor
structural. Tapi jika anda sudah terlanjut menggunakan floor architectural dan ingin
mengubah fungsinya menjadi lantai structure (include rebar) maka perlu
mengaktifkan fungsi structure yang ada di Instance Properties (centang Structural)
o Untuk membuat kemiringan 1 arah pada lantai dapat menggunakan tool Slope
Arrow yang ada didalam toold Edit Boundary.
29
3.6. Pintu dan Jendela (Door and Window)
Revit memiliki tool khusus untuk meletakkan pintu dan jendela dengan sangat mudah
yaitu door dan window . Ketika meletakkan pintu dan jendela di revit, maka secara
otomatis akan membentuk opening pada dinding.
3.6.1. Membuat Pintu
Pintu memiliki beberapa bagian seperti kusen, daun dan kunci pintu. Secara default revit
sudah menyediakan beberapa jenis pintu yang bisa kita gunakan. Selain itu kita juga dapat
membuat family sesuai yang kita inginkan. Pembahasan custom family door akan dibahas pada
kasus yang berbeda.
Langkah Langkah dalam memasukkan pintu ke dalam project adalah sebagai berikut
Ubah tampilan view menjadi lantai 1 kemudian klik tombol Door.
30
Pada Properties, telah terdapat tipe tipe pintu yang dapat anda gunakan, kali ini kita memilih
pintu M_Single_Flush dengan tipe 0762x2032 mm.
Instance Properties Family Door
Dalam area gambar, anda dekatkan kursor pada dinding seperti pada gambar berikut.
Tampak muncul preview pintu. Tekan tombol spasi keyboard untuk mengubah arah bukaan
pintu. Ketika sudah tepat, klik pada dinding untuk meletakkan pintu.
o Hasil peletakkan pintu di lantai 1 adalah
31
o Hasil peletakkan pintu di lantai 2 adalah
o Cek hasilnya di 3D View
Note :
o Lokasi default family pintu yang sudah disediakan oleh revit bisa ditemukan di
Local Disc C:\ProgramData\Autodesk\RVT 2022\Libraries\English\US\Doors
o Untuk Custom Family Door akan dibahas pada Materi yang berbeda.
32
3.6.2. Membuat Jendela
Jendela memiliki beberapa bagian seperti kusen, daun, kaca, dll. Secara default revit
sudah menyediakan beberapa jenis jendela yang bisa kita gunakan. Selain itu kita juga dapat
membuat family sesuai yang kita inginkan. Pembahasan custom family window akan dibahas
pada kasus yang berbeda.
Langkah Langkah dalam memasukkan family jendela ke dalam project adalah sebagai berikut
Ubah tampilan view menjadi lantai 1 kemudian klik tombol Window
Pada Properties, telah terdapat tipe tipe Jendela yang dapat anda gunakan, kali ini kita
menggunakan tipe jendela yang berbeda, dengan cara memilih Load Family, cari lokasinya
di C:\ProgramData\Autodesk\RVT 2022\Libraries\English\US\Windows, kita akan
funakan tipe M_Window-Single-Hung Double, lalu pilih Open.
33
Akan muncul kotak dialog Specify Types, disini kita diminta untuk menentukan ukuran
window yang akan kita masukkan kedalam project. Sebagai contoh kita pilih tipe 1200x800
mm – OK
Instance Properties Family Window
34
Dalam area gambar, anda dekatkan kursor pada dinding seperti pada gambar berikut.
Tampak muncul preview jendela. Tekan tombol spasi keyboard untuk mengubah arah
bukaan jendela. Ketika sudah tepat, klik pada dinding untuk meletakkan pintu.
o Hasil peletakkan jendela di lantai 1 adalah
o Hasil peletakkan jendela di lantai 2 adalah
o Cek hasilnya di 3D View
35
Note :
o Lokasi default family pintu yang sudah disediakan oleh revit bisa ditemukan di
Local Disc C:\ProgramData\Autodesk\RVT 2022\Libraries\English\US\Doors
o Untuk Custom Family Door akan dibahas pada Materi yang berbeda.
o Jendela depan menggunakan tipe M_Window-Single-Hung Double 1200x800 mm
(elevasi 1300)
o Jendela belakang menggunakan tipe : M_Window-Casement-Double 1400x1800
mm (elevasi 900)
o Jendela km/wc menggunakan tipe : M_Fixed 0406x0610 mm (Elevasi 2000)
36
3.7. Membuat Kolom Arsitektur (Column Architectural)
Kolom di revit terbagi atas 2 macam yaitu kolom arsitektur dan kolom structural,
perbedaan paling mendasar dari kedua kolom tersebut adalah kolom struktur bisa memasukkan
rebar (keperluan pembesian) dan analitycal model (keperluan analisis struktur; biasanya
menggunakan Robot Structural Analisis). Di kasus ini kita akan memasukkan kolom arsitektur,
Langkah langkahnya adalah sebagai berikut
buka view floor plan Lantai 1, lalu Masuk ke tab ribbon Architecture – Column – Column
: Architectural
Pada type selector, terdapat beberapa tipe column yang disediakan revit, pilih Edit Type –
buat tipe baru dengan memilih Duplicate – beri nama K1 400x400 mm
Type Properties dari kolom
37
Letakkan kolom di lantai 1 sesuai pada gambar di bawah
Lalu copi tipical kolom di lantai 1 ke lantai 2, cek hasilnya di 3D View.
38
3.8. Membuat Atap (Roof)
Dalam Revit, terdapat beberapa cara pembuatan atap, salah satunya Roof by Footprint.
Untuk bangunan gedung yang sedang kita kerjakan ini, kita akan menggunakan jenis atap
Pelana dengan bantuan metode Roof by Footprint.
3.8.1. Pembuatan Atap Roof by Foot Print
Buka view Floor Plan Lt.3, Ketika kita membuka view plan level 3, belum ada elemen
elemen yang terlihat seperti dinding, kita harus melakukan perubahan seting underlay, ganti
menjadi level 2 sehingga hasilnya akan seperti ini.
39
Masuk ke ribbon tab Architecture – Roof – Roof by Footprint
Pilih Generic Roof – 400 mm
Lalu pilih edit type, kemudian klik tombol dulicate untuk membuat tipe atap yang baru.
Beri nama atap baru dengan nama Atap
Klik tombol edit pada baris Struture, karena kita akan mengubah struktur atap yang baru.
Dalam kota dialog Edit Assembly, ubah ketebalan atap menjadi 30
Kemudian klik tombol persegi pada kolom material.
40
Dalam kotak dialog material browser, buat material baru lalu cari material Roof dengan tipe
“Standing Seam – Metal – Red”
Lalu klik tombol Rectangle, lalu batlah sketsa apanya seperti pada gambar dibawah. Secara
default, slope akan dibuat pada keseluruhan sisi atap. Untuk mematikan slope pada salah
satu sisi atap, pilih garis boundary atap, lalu uncheck Define Slope.
41
Akhiri perintah pembuatan Roof dengan memilih Finish Edit Mode. Lalu cek hasilnya
dalam bentuk 3D.
Langkah selanjutnya adalah menghubungkan dinding dan atap pada bagian yang terbuka.
Pilih dinding, lalu pilih Attach Top/Base, lalu pilih Roof, sehingga dinding akan diteruskan
menuju elemen atap.
42
3.8.2. Fascia
Fascia merupakan accesoris dari atap, oleh karena itu perintah fascia dikelompokkan
kedalam perintah Roof. Fascia bisa digunakan untuk memasukkan Lisplank pada atap.
Pilih tab Architecture – Roof – Roof Fascia
Kemudian klik tombol Edit Type
Dalam kotak dialog Edit Type, pilih profil Fascia 19x235 mm
Kemudian aplikasikan materialnya.
Dalam area gambar, klik tepi atap untuk menempatkan fascia
43
Lanjutkan penempatan fascia. Hasilnya adalah sebagai berikut
Untuk melihat posisi Fascia secara jelas, buat Section yang memotong keseluruhan
bangunan
44
Untuk mendapatkan posisi atap yang pas, maka bisa memasukkan ketebalan kuda kuda pada
material atap, dengan mengatur ketebalan layer sebagai berikut
45
Hasilnya adalah sebagai berikut
Fascia juga bisa diatur menjadi 2 lapis, langkahnya adalah sebagai berikut
o Buat Fascia dengan acuan Fascia yang sudah dibuat sebelumnya
o Atur nilai vertikal Profile dan Horizontal profile untuk pada Fascia 1 dan Fascia 2
sebagai berikut
46
o Atur Material Lisplank deengan cara memilih lisplank – Edit Type – pada bagian
material pilih by category, atur materialnya sebagai berikut
o Lalu cek hasilnya di 3d view sebagai berikut
Saran dan Rekomendasi
o Jika ingin ukuran profil fascia sesuai yang diinginkan, dapat menggunakan template
family Metric Profile atau mengubah parameter profile fascia yang ada di project
browser – profile – m fascia flat.
47
3.9. Membuat Pelat DAK Atap (Floor Archiecture)
Langkah selanjutnya adalah membuat dak beton. Dak beton akan dibuat menggunakan
Floor Archictecture.
Sebelum membuat dak beton, ubah dulu tampilan View menjadi level Lantai 3, masuk ke
tab ribbon Archictecture, kemudian klik tombol Floor – Floor Architectural
Pada properties, anda pilih lantai Generic 150 mm. lalu pilih edit tipe, beri penamaan “Dak
beton t 10 cm”- pilih structure – lalu atur layer sebagai berikut
Adapun property dan masing masing tipe adalah sebagai berikut
48
Buat sketsa lantai dak betonnya.
Akhiri dengan memilih finish edit mode, lalu hasilnya di 3D View
49
Langkah selanjutnya adalah menurunkan elevasi kolom dengan cara, select semua kolom
K2 30x30 cm – di instance properties ganti nilai top offset menjadi -660. Hasilnya adalah
sebagai berikut
50
3.10. Membuat Profil DAK (Floor Slab Edge)
Untuk mebuat profile di revir ada beberapa cara, salah satunya adalah dengan
menggunakan tool Slab Edge. Slab edge hanya bisa diterapkan pada floor (host). Jika floor
terhapus, maka slab edge yang sudah diterapkan akan ikut terhapus.
3.10.1. Membuat Profile DAK
Pilih New – Family – Metric Profile – open lalu simpan dengan nama profil dak 1.
Buat profile menggunakan tool Line (LI) seperti pada gambar – lalu pilih Load into project.
51
3.10.2. Memasukkan Profile menggunakan Tool Floor Slab Edge
Open 3D view
Masuk ke ribbon tab architecture – Floor – Floor Slab Edge
Di kotak Properties, pilih Edit Type – Duplicate, beri nama : “Profil DAK 1”
Pada bagian Profile, ganti tipe profile nya dengan family yang sudah di load tadi ke dalam
project, lalu atur material sebagai cat eksterior.
52
Lalu letakkan slab edge pada bagian sisi ujung atas dak beton. Hasilnya adalah sebagai
berikut
Buat juga profil dak 2, lalu letakkan ke sisi ujung bawah dak beton. Setelah dak nya dibuat
atur Horizontal Profile menjadi -250. Hasilnya adalah sebagai berikut
53
Saran dan Rekomendasi
o Untuk mempercepat permodelan Ketika menghadapi revisi, Ketika membuat profile,
disarankan untuk membuat family yang Parametric.
54
3.11. Pembuatan Plafond (Ceiling)
Langkah pembuatan ceiling, memiliki cara yang sama dengan floor dan roof, yang
membedakan adalah properties dari masing masing type dan instance properties.
3.11.1. Plafond DAK Teras
Aktifkan tampilan view Ceiling Plan – Level 2
Masuk ke tab ribbon Architecture – Ceiling
Pada properties, pilih tipe ceiling 600x1200 mm
Lalu atur elevasi ceiling sebesar 2750 mm dari level 2
Klik tombol Sketch Ceiling
55
Lalu sketsa sesuai luas bidang dari dak beton
Ruangan yang telah diaplikasikan ceiling akan tampak bergaris garis. Hal ini kareana
surface pattern material ceiling yang bersangkutan. Untuk melihat hasil pembuatan
Ceiling, maka aktifkan Section Box di Properties lalu potong setengah bangunan dari
3D View.
Untuk memotong bagian ceiling yang tidak diperlukan, pilih tan ribbon Architecture –
Component – Model in Place – Ceilings – lalu beri penamaan sesuai yang diinginkan :
Ceiling Void Atap:
56
Pilih Void Form – Void Sweep – pick path – lalu klik ujung ceiling – finish edit mode
– Edit Profile – lalu masuk ke tampilan Section 1, buat sketsa vodeinya sebagai berikut
Akhir pengeditan sketch dengan memilih Finish Edit Mode
Langkah selanjutnya adalah memotong geometry ceiling yang sudah jadi menggunakan
tool Cut geometry
Pilih cut geometry, lalu klik void kemudian klik ceiling – Finih Model
57
Hasilnya adalah sebagai berikut
58
3.12. Menambahkan Lampu
Untuk menambahkan lampu di revit, tidak ada tool khusus, sehingga kita harus
memasukkan lampu (lighting fixtures) melalui tool Place a Component. Lighting fixtures
(lampu) di revit terbagi atas 2 macam, yaitu untuk kebutuhan arsitektur dan kebutuhan MEP.
Pada kasus ini kita akan memasukkan lampu untuk kebutuhan arsitektur.
Langkah Langkah menambkan lampu adalah sebagai berikut
Ubah kembali tampilan view menjadi Ceiling Plan – Level 1. Kemudian klik tombol
Component – Place a Component
Klik tombol load family untuk memasukkan obyak family ke dalam project.
Kemudian anda browse pada folder US Metric dan buka folder Lighting.
59
Pilih internal, karena kita akan memasang lampu untuk keperluan di dalam rumah
Pilih jenis lampu M_Ceiling Light – Flat Round dan klik Open.
Dalam area gambar tempatkan obyek lampu pada ceiling seperti pada gambar dibawah ini.
Note:
Lokasi default family yang digunakan ada di C:\ProgramData\Autodesk\RVT
2022\Libraries\English\US\Lighting\Architectural\Internal lalu pilih jenis family M_Ceiling
Light - Flat Round
60
3.13. Membuat Tangga dan Railing (Stair and Railing)
3.13.1. Membuat Tangga
Dalam materi ini, akan dibahas cara membuat tangga, secara default Ketika sudah membuat
tangga, maka secara otomatis akan mengikut sertakan family railing. Akan tetapi, pada
pembahasan kali ini akan dibahas secara terpisah. Railing akan dibahas pada lantai teras. Stair
di revit berdasarkan materialnya terbagi atas 3 macam:
Assembled Stair - digunakan untuk membuat tangga dengan material baja atau kayu.
Cast in Place Stair – digunakan untuk membuat tangga dengan material beton cor ditempat.
Precast Stair – digunakan untuk membuat tangga dengan material beton pracetak.
Langkah Langkah membuat tangga adalah
Buka view plan Lantai 1. Lalu masuk ke tab ribbon Architecture – Stair
61
Pada Type Selector, terdapat berbagai macam jenis tangga seperti yang sudah dijelaskan
diatas. Karena kita akan menggunakan material tangga yang di cor ditempat, maka pilih
Monolithic Stair
Perhatikan pada Option Bar, terdapat beberapa pilihan tool untuk penempatan sketsa
tangganya. Karena posisi tangga ada di sebelah kiri ruangan, maka Location Line
menggunakan Run:Right
Lalu Tarik garis sketsa tangga, dari grid acuan menuju sisi atas, sampai muncul keterangan
“11 Risers Created, 12 Remaining” maksudnya adalah, revit telah membuat 11 anak
tangga, masih ada 12 tangga yang belum dibuat.
62
Lalu Tarik garis sketsa menuju sebelah kanan untuk membentuk landing sepanjang 300
mm, Tarik ke sisi bawah lagi untuk membentuk tangga bagian atas.
Akhiri perintah dengan memilih Finish Edit Mode.
Untuk mempermudah penglihatan kita, aktifkan selection box, lalu potong setengah
bangunan yang memotong tangga, agar lebih mudah melihat hasil pembuatan tangga.
Bisa terlihat pada 3D View bahwa, masih ada 1 kekurangan anak tangga untuk mencapai
sisi Level 0 pada lantai 2. Selain itu perlu dibuat opening pada floor untuk jalur tangga.
o Untuk mengatur anak tangga, klik tangga – pada properties kita bisa mengurangi
nilai Desired Number untuk menaikan anak tangga 1 pijakan.
63
o Setelah mengganti nilai jumlah anak tangga. Posisi ujung tangga sudah berada pas
di Level 2.
o Langkah selanjutnya adalah membuat opening pada lantai. Pilih Lantai – Edit
Boundary – lalu buat opening sesuai lebar area tangga.
64
o Akhiri dengan memilih Finsih Edit Mode, lalu atur ketinggian tangga -30 terhadap
level 2. Agar posisi struktur tangga berada pada level yang sama terhadap pelat
struktur nantinya. Cek hasilnya di 3D View.
Saran dan Rekomendasi:
o Komponen komponen yang ada di dalam “Edit Stairs” tangga, dapat dipilih secara
terpisah dan memiliki properties nya masing masing.
o Jika menemukan bentuk tangga yang belum tersedia di Revit, dapat menggunakan tool
Model In Place dengan Category Stair.
65
3.13.2. Membuat Railing
Pada dasarnya railing secara otomatis akan ditambahkan Ketika sudah memodelkan stair. Tapi,
kita juga dapat membuat railing tanpa harus membuat stairs terlebih dahulu.
Langkah Langkah membuat railing adalah sebagai berikut
Buka view floor plan lantai 2
Masuk ke tab ribbon Architecture – Railing – Sketch Path
Setelah itu akan aktif Draw Tool untuk mensketsa bentuk Railing. Pada type selector, pilih
type 1100 mm lalu Duplicate dan beri nama “Railing”, Pilih Line lalu buat garis sketsa
railing dengan acian garis grid yang sudah ada
66
Pilih Finish Edit Mode lalu cek hasilnya di 3D View
Pilih Finish Edit Mode lalu cek hasilnya di 3D View
67
3.14. Room
Room dalam Revit berfungsi untuk mengetahui luas desain bangunan, selain itu dengan room
kita juga dapat mengidentifikasi ruangan dengan warna yang berbeda. Langkah Langkah
membuat Room adalah sebagai berikut
Buka view floor plan Level 1
Masuk ke ribbon tab Archiecture – Room
Setelah itu arahkan kursor ke salah satu room, maka secara otomatis akan mengidentifikasi
area boundary room yang berasal dari dinding.
Jika dalam modeling kita, terdapat banyak modeling, maka akan sangat merepotkan jika
meletakkan room satu per satu. Revit sudah menyediakan room tag secara otomatis dengan
memilih “Placement Room Automatically)
68
Hasilnya adalah sebagai berikut
Setelah itu kita berikan penamaan setiap room, dengan cara memilih nama room, lalu ganti
sesuai keinginan. Untuk room level 1 hasilnya adalah sebagai berikut
Langkah selanjutnya adalah membedakan warna room berdasarkan nama roomnya. Masuk
ke tab annotate – Color Fill Legend
69
Setelah memilih tool Color Fill Legend, maka letakkan color fill default di area kosong,
maka akan muncul kotak dialog “Choose Space Type and Color Scheme, lalu atur seperti
pada gambar.
Setelah memilih OK, maka tampilan room legend berubah seperti berikut
Hasil room legend pada lantai level 1 adalah sebagai berikut.
Lakukan hal yang sama untuk room legend pada lantai 2. Hasilnya adalah sebagai berikut.
70
3.15. Membuat Tangga menggunakan Tool Model In Place
Model in place di revit biasa digunakan untuk membuat family langsung didalam project. Tool
ini biasa dipilih untuk membuat family yang sulit untuk dibuat diluar project. Sebagai stude
kasus akan mengambil contoh membuat tangga.
Langkah penggunakan tool model in place adalah
Buka view Level 1
Masuk ke ribbon tab Architecture – Component – Model in Place
71
Setelah itu kita akan dimina untuk menentukan category dari family model in place yang
akan kita buat. Pilih Stair – OK
Lalu beri penamaan, misal “tangga model in place”
Pada tab ribbon Create, ada beberapa jenis tool cara pembuatan family, yaitu extrusion,
blend, revolve, sweep, sweep blend dan void forms. Pada kasus ini kita akan menggunakan
tool sweep.
72
Pilih Sweep – Sketch Path – lalu buat sketsa tangga mengikuti tepi lantai.
Akhiri perintah sketch, lalu pilih Edit Profile untuk membuat bentuk Profile tangga yang
akan dibuat.
Karena posisi level 1 tidak sesuai work plane / bidang kerja tool sweep, maka akan muncul
kotak dialog Go To View untuk menentukan work plane yang sesuai. Pilih Section 3.
Setelah itu buat sketsa seperti berikut.
73
Atur material, agar sama dengan material lantai dengan menggunakan material keramik
40x40 cm. lalu akhiri perintah dengan memilih finish edit mode. Hasilnya adalah sebagai
berikut
74
3.16. Membuat Rabat Beton menggunakan Floor Architectural
Buka view floor plan Level Tanah Dasar.
Gunakan perintah Floor Architectural yang sama seperti membuat lantai keramik, dengan
susunan lapisan sebagai berikut
Lalu buat sketsa lantai rabat beton seperti gambar dengan batas luar adalah garis grid yang
sudah dibuat sebelumnya.
75
Cek hasilnya di 3D View
Dari 3D View bisa dilihat bahwa masih ada bukaan dinding ke rabat beton. Hal ini adalah
kasus yang normal, mengingat area ksoong tersebut harusnya terisi oleh struktur Sloof dan
pondasi, tapi karena sloof dan pondasi belum dimodelkan, sehingga kita harus
menggunakan base offset dinding menjadi -560 agar turun sampai ke level rabat beton.
Hasilnya adalah sebagai berikut
76
3.17. Membuat Saluran Drainase menggunakan Tool Slab Edge
Untuk membuat saluran drainase air hujan pada rabat beton, caranya sama seperti membuat
profile dak beton. Buatlah profile seperti berikut ini menggunakan Family Metric profile
Jadikan profile tersebut menjadi profile untuk membuat drainase air hujan. Lalu tempatkan
pada garis tepi rabat beton. Hasilnya adalah sebagai berikut
77
3.18. Site untuk Tanah Dasar
Buka view Site di floor plan
Masuk ke tab ribbon Massing & Site – Toposurface
Pada Option bar, masukkan nilai -540 agar elevasi site sama dengan elevasi Level tanah
dasar yang sudah dibuat sebelumnya.
Lalu tempatkan titik point elevasi kontur tadi seperti pada gambar
Pilih Finish Surface untuk mengakhiri perintah. Lalu cek hasilnya di 3D View
78
Langkah selanjutnya mengubah jenis material dari toposurface dengan setingan seperti
pada gambar. Select Surface, pada Instance Properties pilih material by Category.
Cek hasilnya di 3D View
Dari 3D View, masih ada yang harus diperbaiki, yaitu surface dan area rabat beton saling
tumpang tindih. Yang perlu kita lakukan adalah memotong area surface pada rabat beton
dengan menggunakan Split Surface
o Massing and Site – Split Surface – lalu Select surface
79
o Lalu buat boundary untuk split surface seperti berikut ini.
o Pilih Finish Edit Mode untuk mengakhiri perintah. Sekarang surface sudah terpisah
menjadi 2, yaitu surface yang ada berada di area rabat beton dan yang berada di di
luar area rabat. Untuk surface yang ada di area Gedung(rabat) dapat dihapus dengan
memilih surface tersebut lalu delete di keyboard. Hasilnya adalah sebagai berikut
80
3.19. Rendering
3.19.1. Image Background
Untuk setingan Render pada materi ini, akan menggunakan background berlatarkan image yang
sudah kita sediakan sebelumnya. Langkah langkahnya adalah sebagai berikut
Buka bowser Mozila Firefox atau sejenisnya, lalu masuk ke situs [Link]
Lalu ketikkan pencarian “architecture elevation background photoshop”
Pilih salah satu image yang anda inginkan, misal Spackman Mossop and Michael. Klik
gambar tersebut lalu save as ke computer.
81
3.19.2. Render Revit
Buka view plan “Site”
Masuk ke tab View – 3D Views – Camera, lalu buat view Camera seperti pada gambar
82
Setelah itu secara otomatis akan terbuka tampilan view dari Camera yang sudah dibuat
sebelumnya.
Setelah itu geser titik point Crop View agar bisa melihat keseluruhan bangunan. Setelah
itu atur Visual Style menjadi realistic. Hasilnya adalah sebagai berikut
83
Langkah selanjutnya adalah membuka kotak dialog untuk perintah Render dengan cara
masuk ke tab view – Render
Akan terbuka kotak dialog Rendering – pada bagian Style ganti menjadi Image. Akan
terbuka kotak dialog Background Image, pilih Browse dan masukkan image yang sudah di
download sebelumnya.
Setelah memasukkan image dan menutup kotak dialog Background Image, maka akan
Kembali ke kotak dialog sebelumnya (Rendering). Hal yang perlu diseting lagi adalah
o Pada bagian Quality Setting pilih Medium
o Resolution pilih Printer
84
o Gunakan nilai DPI 300 DPI
Setelah semua di atur, pilih tombol Render, maka proses rendering akan dimulai.
Hasil renderingnya adalah sebagai berikut
85
Saran dan Rekomendasi
o Setting yang diterapkan pada computer ini menggunakan spesifikasi Core i7, RAM
16 GB dan VGA nVidia Geforce GTX 1650. Untuk spesifikasi computer yang lebih
baik lagi dapat menggunakan setingan high untuk rendering agar mendapatkan
hasil yang lebih maksimal.
o Untuk mendapatkan hasil rendering yang lebih baik, juga dapat di export ke
software yang lain seperti V-Ray, Lumion, Enscape, dll.
o Kita dapat memasukkan komponen komponen site seperti pepohonan dll, melalui
tool Massing & Site – Site Component.
86
3.20. Volume & Quantity
3.20.1. Volume & Quantity Dinding
Buka tab View – Schedule – Material take Off
Akan terbuka kotak dialog New Materiaal Takeoff. Pilih wall untuk Category, karena
volume yang akan dikeluarkan adalah volume wall.
87
Akan terbuka kotak dialog Material Takeoff Properties, pada Tab Fields masukan
parameter parameter apa saja yang ingin dikeluarkan volumenya.
Setelah itu akan terbuka schedule yang sudah dibuat
88
Langkah selanjutnya adalah mengelempokkan schedule yang sudah dibuat berada dalam 1
grup material name yang sama. Lalu cek hasilnya. Schedule sudah dikelompokkan ke
dalam material name yang sama.
89
Untuk mendapatkan total Material Area masuk ke formatting. Pilih parameter Material
Area lalu ganti no calculation menjadi Calculate Total
Langkah selanjutnya adalah memasukkan harga dari setiap material, sebagai contoh untuk
harga pekerjaan pasangan dinding batu merah diambil nilai 200000. Maka isi nilai pada
parameter Material Cost sesuai harga yang sudah di Analisa sebelumnya. Case :
o Batu merah > Rp 200.000 /m2
o Plesteram >Rp 105.000 / m2
o Cat Dinding >Rp 85.000 / m2
90
Setelah itu, kita akan menghitung harga total pekerjaan yang merupakan perkalian antara
volume pekerjaan (Material Area) dan Harga Satuan Pekerjaan (Material Cost). Masuk ke
tab Fields – lalu pilih add calculate parameter
Dengan cara yang sama, ganti parameter total harga di tab formatting menjadi calculate
total. Lalu lihat hasilnya di schedule
91
Untuk mendapatan volume pekerjaan yang lain, dapat dilakukan dengan cara yang sama,
dengan menentukan category yang akan dikeluarkan schedulenya.
92
3.21. Membuat Kop Gambar (Sheet)
Untuk memasukkan gambar ke dalam kop gambar (sheet), kita cukup melakukan klik and drag
gambar (view) ke dalam sheet. Langkah langkahnya adalah sebagai berikut
Langkah pertama adalah menyiapkan family kop gambar.
o Masuk ke tab View – Sheet – akan terbuka kotak dialog New Sheet
93
o Sheet yang tersedia secara default hanya ukuran A0, kita akan memasukkan ko gambar
dengan ukuran kertas A3. Pilih Load – lalu pilih ukuran kertas A3 metric
o Lokasi default family kop gambar : C:\ProgramData\Autodesk\RVT
2022\Libraries\English\US\Titleblocks
o Setelah itu akan terbuka kop gambar yang sudah kita load ke dalam project. Untuk
melihat lokasi kop gambar didalam project, bisa dilihat project browser – Sheet (all)
94
Langkah selanjutnya memasukkan gambar 3d view ke dalam kop. Klik view 3D di project
browser, lalu drag ke dalam kop gambar. Hasilnya adalah sebagai berikut
Setelah membuat 1 sheet, kita bisa membuat sheet baru dengan cara yang sama atau klik
kanan Sheet (all) yang ada di project browser, akan muncul sheet baru.
95
Masukkan juga view Level 1 ke dalam Sheet, hasilnya adalah sebagai berikut
Kita bisa memasukkan view sebanyak banyaknya ke dalam sheet, tetapi 1 view tidak boleh
berada di 2 sheet sekaligus.
Saran dan Rekomendasi
o Jika menginginkan 1 view berada di 2 sheet sekaligus, maka kita perlu melakukan
duplicate view tersebut dengan pemberian nama yang berbeda.
o Untuk mendapatkan kop gambar secara cepat bisa membuat family baru dengan
mengimport kop gambar dari file CAD menggunakan Import CAD.
96
3.22. Eksport Schedule ke Format Excel
Untuk melakukan eksport schedule ke format excel, bisa menggunakan tool default dari revit.
Tetapi pada Langkah ini, akan menggunakan plugin dari Diroot dengan nama Sheet Link
Buka tab Diroot – Sheet Link
Akan terbuka kotak dialog SheetLink. Pilih tab Schedule. Schedule yang sudah dibuat
secara otomatis akan muncul ke dalam tab schedule. Centang schedule yang akan kita
export, maka secara otomatis pada bagian parameter, akan memunculkan parameter
parameter yang sudah dibuat sebelumnya. Pilih Export.
97
Setelah itu muncul pesan warning dari Diroot. Pilih Export to Excel
Setelah itu kita akan diarahkan ke tempat untuk menyimpan file export hasil schedule. Beri
nama pada file yang akan di ecport Lalu pilih save.
Setelah itu file excel schedule tersebut akan terbuka secara otomatis. Berikut hasil dari
export schedule revit menggunakan tool Sheet Link.
98
Saran dan Rekomendasi
o Link untuk download plugin diroots ShitLink
[Link]
pLang=en&os=Win64
o Lebih direkomendasikan menggunakan plugin untuk export import excel dibandingkan
menggunakan bawaan revit, karena work flow menggunakan plugin jauh lebih cepat
jika menggunakan bawaah revit, dan tampilan schedule pada format excel lebih manarik
dan dapat cepat untuk digunakan pada file lain (acuan volume RAB)
99