0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
24 tayangan31 halaman

Prosedur Izin Tempat Penimbunan Berikat

Dokumen ini menjelaskan layanan dan prosedur untuk mendapatkan izin tempat penimbunan berikat, gudang berikat, toko bebas bea, dan pusat logistik berikat. Setiap jenis izin memerlukan pengajuan permohonan melalui portal INSW, dokumen pendukung, dan pemeriksaan lokasi oleh pejabat Bea dan Cukai. Jangka waktu penyelesaian izin bervariasi, dengan keputusan persetujuan atau penolakan diterbitkan setelah pemaparan proses bisnis oleh pemohon.

Diunggah oleh

fabcityindonesia
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
24 tayangan31 halaman

Prosedur Izin Tempat Penimbunan Berikat

Dokumen ini menjelaskan layanan dan prosedur untuk mendapatkan izin tempat penimbunan berikat, gudang berikat, toko bebas bea, dan pusat logistik berikat. Setiap jenis izin memerlukan pengajuan permohonan melalui portal INSW, dokumen pendukung, dan pemeriksaan lokasi oleh pejabat Bea dan Cukai. Jangka waktu penyelesaian izin bervariasi, dengan keputusan persetujuan atau penolakan diterbitkan setelah pemaparan proses bisnis oleh pemohon.

Diunggah oleh

fabcityindonesia
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Layanan Kategori Tempat Penimbunan Berikat (TPB)

N Nama Layanan Persyaratan Pelayanan Sistem, Mekanisme Jangka Waktu Produk Pelayanan
o Dan Prosedur Penyelesaian
1 Pelayanan Izin Izin Penyelenggara Kawasan Berikat 1. Pemohon mengajukan permohonan beserta a. Pemeriksaan lokasi Surat Keputusan
Penetapan Tempat a. Portal INSW yang terintegrasi dengan sistem dokumen pendukung melalui portasl INSW. paling lama 3 (tiga) hari Persetujuan Izin
Sebagai Kawasan OSS; 2. Pejabat Bea dan Cukai meneliti dokumen kerja sejak permohonan Pengusaha Kawasan
Berikat (KB) b. Permohonan Izin Penyelenggara Kawasan permohonan. diajukan secara Berikat
Berikat;
3. Kepala Kantor Wilayah meminta KPPBC untuk lengkap.
c. Surat Rekomendasi pemberian Izin
Penyelenggara Kawasan Berikat dari KPPBC melakukan pemeriksaan lokasi. b. Surat Keputusan
dalam hal disampaikan secara manual; 4. Pejabat Bea dan Cukai pada KPPBC melakukan Persetujuan/Surat
d. Berita Acara Pemeriksaan Dokumen dan Lokasi pemeriksaan lokasi. Penolakan Izin
dari KPPBC; dan 5. Pejabat Bea dan Cukai pada KPPBC menerbitkan Pengusaha Kawasan
e. Perusahaan yang mengajukan izin Berita Acara Pemeriksaan Lokasi dan Berikat terbit paling
Penyelenggara Kawasan Berikat, harus menyampaikan kepada Kepala Kantor Wilayah. lama 1 (satu) jam
mengirimkan berkas kelengkapan dalam bentuk
6. Kepala Kantor Wilayah menerbitkan Undangan setelah Presentasi.
digital (softcopy), berupa:
1) Nomor induk berusaha; Pemaparan Proses Bsinis kepada Pemohon.
2) Izin usaha perdagangan, izin usaha 7. Pemohon melakukan pemaparan proses bisnis.
pengelolaan Kawasan, izin usaha industri, 8. Pejabat Bea dan Cukai menerbitkan Berita Acara
atau izin lain yang berkaitan dengan Pemaparan Proses Bisnis
penyelenggaraan Kawasan; 9. Kepala Kantor Wilayah menerbitkan Surat
3) Hasil konfirmasi status wajib pajak sesuai Penolakan atau Surat Keputusan Persetujuan Izin
dengan aplikasi yang menunjukkan valid;
Pengusaha Kawasan Berikat.
4) bukti kepemilikan atau penguasaan suatu
kawasan, tempat, atau bangunan yang
mempunyai batas-batas yang jelas berikut
peta lokasi/tempat dan rencana tata
letak/denah yang akan dijadikan Kawasan
Berikat; dan
5) surat pengukuhan sebagai Pengusaha Kena
Pajak dan bukti telah menyampaikan Surat
Pemberitahuan Tahunan Pajak Penghasilan
tahun pajak terakhir.
Izin Pengusaha Kawasan Berikat atau PDKB
a. Portal INSW yang terintegrasi dengan
sistem OSS;
b. Permohonan Izin Pengusaha Kawasan
Berikat atau PDKB;
c. Surat Rekomendasi pemberian Izin Pengusaha
Kawasan Berikat atau PDKB dari KPPBC
dalam hal disampaikan secara manual;
d. Berita Acara Pemeriksaan Dokumen dan
Lokasi dari KPPBC; dan
e. Perusahaan yang mengajukan izin Pengusaha
Kawasan Berikat atau PDKB, harus mengirimkan
berkas kelengkapan dalam bentuk digital
(softcopy), berupa:
1) Nomor induk berusaha;
2) Izin usaha industri;
3) Hasil konfirmasi status wajib pajak sesuai
dengan aplikasi yang menunjukkan valid;
4) bukti kepemilikan atau penguasaan suatu
tempat atau bangunan yang mempunyai
batas-batas yang jelas berikut peta
lokasi/tempat dan rencana tata letak/denah;
5) surat pengukuhan sebagai Pengusaha Kena
Pajak dan bukti telah menyampaikan Surat
Pemberitahuan Tahunan Pajak Penghasilan
tahun pajak terakhir; dan
6) surat rekomendasi dari Penyelenggara
Kawasan Berikat dalam hal Perusahaan
mengajukan permohonan izin PDKB.
2 Pelayanan Izin Izin Penyelenggara Gudang Berikat 1. Pemohon mengajukan permohonan beserta a. Pemeriksaan lokasi Surat Keputusan
Penetapan Tempat a. Portal INSW yang terintegrasi dengan sistem dokumen pendukung melalui portasl INSW. paling lama 3 (tiga) hari Persetujuan Izin
Sebagai Gudang OSS; 2. Pejabat Bea dan Cukai meneliti dokumen kerja sejak permohonan Pengusaha Gudang
Berikat (GB) b. Permohonan Izin Penyelenggara Gudang Berikat; permohonan. diajukan secara Berikat
c. Surat Rekomendasi pemberian Izin 3. Kepala Kantor Wilayah meminta KPPBC untuk lengkap.
Penyelenggara Gudang Berikat dari KPPBC melakukan pemeriksaan lokasi. b. Surat Keputusan
dalam hal disampaikan secara manual; 4. Pejabat Bea dan Cukai pada KPPBC melakukan Persetujuan/Surat
d. Berita Acara Pemeriksaan Lokasi dari KPPBC; pemeriksaan lokasi. Penolakan Izin
dan 5. Pejabat Bea dan Cukai pada KPPBC menerbitkan Pengusaha Gudang
e. Perusahaan yang mengajukan izin Berita Acara Pemeriksaan Lokasi dan Berikat terbit paling
Penyelenggara Kawasan Berikat, harus menyampaikan kepada Kepala Kantor Wilayah. lama 1 (satu) jam
mengirimkan berkas kelengkapan dalam bentuk 6. Kepala Kantor Wilayah menerbitkan Undangan setelah Presentasi
digital (softcopy), berupa: Pemaparan Proses Bsinis kepada Pemohon.
1) Nomor induk berusaha; 7. Pemohon melakukan pemaparan proses bisnis.
2) Izin usaha perdagangan, izin usaha industry, 8. Pejabat Bea dan Cukai menerbitkan Berita Acara
atau izin lain yang berkaitan dengan Pemaparan Proses Bisnis.
penyelenggaraan Gudang atau tempat; 9. Kepala Kantor Wilayah menerbitkan Surat
3) Hasil konfirmasi status wajib pajak sesuai Penolakan atau Surat Keputusan Persetujuan Izin
dengan aplikasi yang menunjukkan valid; Pengusaha Gudang Berikat
4) bukti kepemilikan atau penguasaan suatu
kawasan, tempat, atau bangunan yang
mempunyai batas-batas yang jelas berikut
peta lokasi/tempat dan rencana tata
letak/denah yang akan dijadikan Gudang
Berikat; dan
5) surat pengukuhan sebagai Pengusaha Kena
Pajak dan telah menyampaikan Surat
Pemberitahuan Tahunan Pajak Penghasilan
tahun pajak terakhir.

Izin Pengusaha Gudang Berikat atau PDGB


a. Portal INSW yang terintegrasi dengan
sistem OSS;
b. Permohonan Izin Pengusaha Gudang
Berikat atau PDGB;
c. Surat Rekomendasi pemberian Izin Pengusaha
Gudang Berikat atau PDGB dari KPPBC dalam
hal disampaikan secara manual;
d. Berita Acara Pemeriksaan Lokasi dari
KPPBC; dan
e. Perusahaan yang mengajukan izin Pengusaha
Gudang Berikat atau PDGB, harus
mengirimkan berkas kelengkapan dalam bentuk
digital (softcopy), berupa:
1) Nomor induk berusaha;
2) Izin usaha perdagangan, izin usaha industry,
atau izin lain yang dipersamakan dengan
izin usaha industry;
3) Hasil konfirmasi status wajib pajak sesuai
dengan aplikasi yang menunjukkan valid;
4) bukti kepemilikan atau penguasaan suatu
kawasan, tempat, atau bangunan yang
mempunyai batas-batas yang jelas
berikut peta lokasi/tempat dan rencana
tata letak/denah yang akan dijadikan
Gudang Berikat; dan
5) surat pengukuhan sebagai Pengusaha
Kena Pajak dan telah menyampaikan Surat
Pemberitahuan Tahunan Pajak Penghasilan
tahun pajak terakhir.
6) surat rekomendasi dari Penyelenggara
Gudang Berikat dalam hal Perusahaan
mengajukan permohonan izin PDKB
3Pelayanan Izin a. Portal INSW yang terintegrasi dengan sistem 1. Pemohon mengajukan permohonan beserta a. Pemeriksaan lokasi Surat Keputusan
Penetapan Tempat OSS; dokumen pendukung melalui portasl INSW. paling lama 3 (tiga) hari Persetujuan Izin Toko
Sebagai Toko Bebas b. Permohonan Izin Pengusaha Toko Bebas Bea; 2. Pejabat Bea dan Cukai meneliti dokumen kerja sejak permohonan Bebas Bea
Bea c. Surat Rekomendasi pemberian Izin Pengusaha permohonan. diajukan secara
Toko Bebas Bea dari KPPBC; 3. Kepala Kantor Wilayah meminta KPPBC untuk lengkap.
d. Berita Acara Pemeriksaan Lokasi dari KPPBC; melakukan pemeriksaan lokasi. b. Surat Keputusan
e. Formulir penilaian hasil pemaparan; dan 4. Pejabat Bea dan Cukai pada KPPBC melakukan Persetujuan/Surat
pemeriksaan lokasi. Penolakan Izin Toko
f. Perusahaan yang mengajukan izin Pengusaha 5. Pejabat Bea dan Cukai pada KPPBC menerbitkan Bebas Bea terbit paling
Toko Bebas Bea, harus mengirimkan berkas Berita Acara Pemeriksaan Lokasi dan lama 1 (satu) jam
kelengkapan dalam bentuk softcopy berupa menyampaikan kepada Kepala Kantor Wilayah. setelah Presentasi.
hasil scan, berupa: 6. Kepala Kantor Wilayah menerbitkan Undangan
1) profil perusahaan; Pemaparan Proses Bsinis kepada Pemohon.
2) bukti kepemilikan atau penguasaan suatu 7. Pemohon melakukan pemaparan proses bisnis.
kawasan, tempat, atau bangunan yang 8. Pejabat Bea dan Cukai menerbitkan Berita
memiliki batas-batas yang jelas, termasuk Acara Pemaparan Proses Bisnis.
didalamnya perjanjian sewa menyewa, 9. Kepala Kantor Wilayah menerbitkan Surat
apabila tempat yang bersangkutan adalah Penolakan atau Surat Keputusan Persetujuan
tempat yang di sewa dari pihak lain; Izin Toko Bebas Bea.
3) denah lokasi/tempat;
4) surat izin tempat usaha dan surat izin usaha
perdagangan;
5) surat pengukuhan sebagai Pengusaha Kena
Pajak dan telah menyampaikan Surat
Pemberitahuan Tahunan Pajak Penghasilan
tahun pajak terakhir bagi yang sudah wajib
menyampaikan Surat Pemberitahuan
Tahunan;
6) surat keterangan tidak memiliki tunggakan
pajak, bea masuk, bea keluar, dan cukai;
7) dokumen pendayagunaan sistem pencatatan
sediaan barang (IT Inventory) dan sistem
Closed Circuit Television (CCTV) Pengusaha
Toko Bebas Bea yang dapat diakses secara
realtime dan daring oleh DJBC dan DJP
antara lain petunjuk manual atau cetak layar
(print screen);
8) bukti identitas diri penanggung jawab badan
usaha berupa Kartu Tanda Penduduk (KTP),
Kartu Izin Tinggal Terbatas (KITAS), Kartu
Izin Tinggal Tetap (KITAP);
9) Angka Pengenal Importir (API);
10) Dokumen pendayagunaan alat pemindai
sidik jari elektronik;
11) dokumen pendayagunaan alat pembaca
kartu kendali elektronik; dan
12) Nomor Pokok Pengusaha Barang Kena
Cukai (NPPBKC) dalam hal pengusaha
TBB menjual Barang Kena Cukai.
4 Pelayanan Izin Izin Penyelenggara PLB 1. Pemohon mengajukan permohonan beserta a. Pemeriksaan lokasi Surat Keputusan
Penetapan a. Portal INSW yang terintegrasi dengan dokumen pendukung melalui portasl INSW. paling lama 3 (tiga) hari Persetujuan Izin
Tempat Sebagai sistem OSS; 2. Pejabat Bea dan Cukai meneliti kerja sejak Pusat Logistik Berikat
Pusat Logistik b. Permohonan Izin Penyelenggara PLB; dokumen permohonan. permohonan diajukan
Berikat (PLB) c. Surat Rekomendasi pemberian Izin
3. Kepala Kantor Wilayah meminta KPPBC secara lengkap.
Penyelenggara PLB dari KPPBC dalam
hal disampaikan secara manual; untuk melakukan pemeriksaan lokasi. b. Surat Keputusan
d. Berita Acara Pemeriksaan Lokasi dari 4. Pejabat Bea dan Cukai pada KPPBC melakukan Persetujuan/Surat
KPPBC; dan pemeriksaan lokasi. Penolakan Izin Pusat
e. Perusahaan yang mengajukan izin 5. Pejabat Bea dan Cukai pada KPPBC menerbitkan Logistik Berikat terbit
Penyelenggara PLB, harus mengirimkan Berita Acara Pemeriksaan Lokasi dan paling lama 1 (satu)
berkas kelengkapan dalam bentuk digital menyampaikan kepada Kepala Kantor Wilayah. jam setelah Presentasi.
(softcopy), berupa:
6. Kepala Kantor Wilayah menerbitkan Undangan
1) Bukti kepemilikan Akses Kepabeanan;
2) Surat Izin usaha seperti izin usaha Pemaparan Proses Bsinis kepada Pemohon.
transportasi, izin usaha pergudangan 7. Pemohon melakukan pemaparan proses bisnis.
atau izin usaha forwarding dari instansi 8. Pejabat Bea dan Cukai menerbitkan Berita
terkait lain; Acara Pemaparan Proses Bisnis.
3) bukti kepemilikan atau penguasaan suatu 9. Kepala Kantor Wilayah menerbitkan Surat
kawasan, tempat, atau kawasan yang
Penolakan atau Surat Keputusan Persetujuan
mempunyai batas dan luas yang jelas,
berikut peta lokasi/tempat dan rencana tata Izin Pusat Logistik Berikat.
letak/denah yang akan dijadikan PLB berupa
Sertifikat Hak Milik atas nama PLB, Sertifikat
Hak Guna atas nama PLB atau kontrak
sewa menyewa atas lahan dan/atau
bangunan yang ditandasahkan oleh pejabat
yang berwenang;
4) bukti memiliki SPI yang baik;
5) surat pengukuhan sebagai Pengusaha Kena
Pajak dan bukti telah menyampaikan Surat
Pemberitahuan Tahunan Pajak Penghasilan
tahun pajak terakhir bagi yang sudah wajib
menyampaikan Surat Pemberitahuan
Tahunan, serta telah menyampaikan Surat
Pemberitahuan Masa PPN terakhir bagi
yang sudah wajib menyampaikan Surat
Pemberitahuan Tahunan;
6) surat keterangan tidak memiliki tunggakan
Pajak, Bea Masuk, Bea Keluar dan Cukai;
7) profil perusahaan yang memuat informasi
paling sedikit mengenai perkiraan
investasi dan jumlah tenaga kerja;
8) sertifikat Authorized Economic Operator
(AEO) dan/atau sertifikasi lain yang
menunjukkan kinerja dan/atau manajemen
perusahaan yang baik yang diterbitkan oleh
badan atau Lembaga yang berwenang.
9) Surat keterangan memiliki pengalaman
manajemen logistik dan/atau memiliki
sumber daya manusia lulusan manajemen
logistik dan rantai pasok.

Izin Pengusaha PLB


a. Portal INSW yang terintegrasi dengan
sistem OSS;
b. Permohonan Izin Pengusaha PLB;
c. Surat Rekomendasi pemberian Izin Pengusaha
PLB dari KPPBC dalam hal disampaikan
secara manual;
d. Berita Acara Pemeriksaan Lokasi dari
KPPBC; dan
e. Perusahaan yang mengajukan izin Pengusaha
PLB, harus mengirimkan berkas kelengkapan
dalam bentuk digital (softcopy), berupa:
1) Bukti kepemilikan Akses Kepabeanan;
2) Surat Izin usaha seperti izin usaha
transportasi, izin usaha perdagangan,
izin usaha pergudangan, atau izin usaha
forwarding dari instansi terkait lain;
3) bukti kepemilikan atau penguasaan suatu
tempat, bangunan, atau kawasan yang
mempunyai batas dan luas yang jelas,
berikut peta lokasi/tempat dan rencana tata
letak/denah yang akan dijadikan PLB berupa
Sertifikat Hak Milik atas nama PLB, Sertifikat
Hak Guna atas nama PLB atau kontrak
sewa menyewa atas lahan dan/atau
bangunan yang ditandasahkan oleh pejabat
yang berwenang;
4) bukti memiliki SPI yang baik dan dokumen
pendayagunaan Sistem Informasi Persediaan
Berbasis Komputer (IT Inventory) dan sistem
penelusuran barang (traceability) dalam
pengelolaan barang pada PLB;
5) surat pengukuhan sebagai Pengusaha Kena
Pajak dan bukti telah menyampaikan Surat
Pemberitahuan Tahunan Pajak Penghasilan
tahun pajak terakhir bagi yang sudah wajib
menyampaikan Surat Pemberitahuan
Tahunan, serta telah menyampaikan Surat
Pemberitahuan Masa PPN terakhir bagi
yang sudah wajib menyampaikan Surat
Pemberitahuan Tahunan;
6) surat keterangan tidak memiliki tunggakan
Pajak, Bea Masuk, Bea Keluar dan Cukai;
7) profil perusahaan yang memuat informasi
paling sedikit mengenai perkiraan investasi,
daftar jenis barang yang ditimbun, perkiraan
volume penimbunan per tahun, daftar calon
pemasok (supplier), daftar calon pembeli
(buyer), disertai status perusahaan industry
atau sejenisnya dan jumlah tenaga kerja;
8) sertifikat Authorized Economic Operator
(AEO) dan/atau sertifikasi lain yang
menunjukkan kinerja dan/atau manajemen
perusahaan yang baik yang diterbitkan oleh
badan atau Lembaga yang berwenang;
9) surat keterangan memiliki pengalaman
manajemen logistic dan/atau memiliki
sumber daya manusia lulusan manajemen
logistic dan rantai pasok atau dalam hal
tidak memiliki dapat bekerjasama dengan
pihak lain yang ditegaskan dengan nota
kesepahaman;
10) perjanjian kerja sama (memorandum of
understanding) dan izin usaha
perusahaan dari calon pembeli (buyer).

Izin PDPLB
a. Portal INSW yang terintegrasi dengan
sistem OSS;
b. Permohonan Izin PDPLB;
c. Surat Rekomendasi pemberian Izin PDPLB dari
KPPBC dalam hal disampaikan secara manual;
d. Berita Acara Pemeriksaan Lokasi dari
KPPBC; dan
e. Perusahaan yang mengajukan izin PDPLB,
harus mengirimkan berkas kelengkapan dalam
bentuk digital (softcopy), berupa:
1) Bukti kepemilikan Akses Kepabeanan;
2) Surat Izin usaha seperti izin usaha
transportasi, izin usaha pergudangan
atau izin usaha forwarding dari instansi
terkait lain;
3) bukti kepemilikan atau penguasaan suatu
tempat, bangunan, atau kawasan yang
mempunyai batas dan luas yang jelas,
berikut peta lokasi/tempat dan rencana tata
letak/denah yang akan dijadikan PLB berupa
Sertifikat Hak Milik atas nama PLB, Sertifikat
Hak Guna atas nama PLB atau kontrak
sewa menyewa atas lahan dan/atau
bangunan yang ditandasahkan oleh pejabat
yang berwenang;
4) dokumen pendayagunaan Sistem Informasi
Persediaan Berbasis Komputer (IT Inventory)
dan sistem penelusuran barang (traceability)
dalam pengelolaan barang pada PLB;
5) surat pengukuhan sebagai Pengusaha Kena
Pajak dan bukti telah menyampaikan Surat
Pemberitahuan Tahunan Pajak Penghasilan
tahun pajak terakhir bagi yang sudah wajib
menyampaikan Surat Pemberitahuan
Tahunan, serta telah menyampaikan Surat
Pemberitahuan Masa PPN terakhir bagi yang
sudah wajib menyampaikan Surat
Pemberitahuan Tahunan;
6) surat keterangan tidak memiliki tunggakan
Pajak, Bea Masuk, Bea Keluar dan Cukai;
7) profil perusahaan yang memuat informasi
paling sedikit mengenai perkiraan investasi,
daftar jenis barang yang ditimbun, perkiraan
volume penimbunan per tahun, daftar calon
pemasok (supplier), daftar calon pembeli
(buyer), disertai status perusahaan industry
atau sejenisnya dan jumlah tenaga kerja;
8) surat keterangan memiliki pengalaman
manajemen logistic dan/atau memiliki
sumber daya manusia lulusan manajemen
logistic dan rantai pasok atau dalam hal tidak
memiliki dapat bekerjasama dengan pihak
lain yang ditegaskan dengan nota
kesepahaman;surat rekomendasi dari
Penyelenggara PLB; dan
9) surat rekomendasi dari Penyelenggara PLB;
dan
10) perjanjian kerja sama (memorandum of
understanding) dan izin usaha perusahaan
dari calon pembeli (buyer).
5 Pelayanan 1. Pengusaha Kawasan Berikat atau PDKB memiliki 1. Pemohon mengajukan permohonan izin penetapan Surat Persetujuan/Penolakan Surat Persetujuan
Penetapan Kawasan profil risiko layanan rendah. sebagai Kawasan Berikat Mandiri beserta dokumen Penetapan Kawasan Berikat Penetapan Kawasan
Berikat Sebagai 2. Pengusaha Kawasan Berikat atau PDKB memiliki pendukung. Mandiri diterbitkan paling Berikat Mandiri
Kawasan Berikat hasil konfirmasi status wajib pajak sesuai aplikasi 2. Pejabat Bea dan Cukai melakukan penelitian lama 5 (lima) hari kerja sejak
Mandiri
yang menunjukkan valid. dokumen: dokumen diterima secara
3. Pengusaha Kawasan Berikat atau PDKB a. dalam hal tidak memenuhi syarat, menyiapkan lengkap dan benar
memenuhi kriteria sebagai berikut: Surat Penolakan Penetapan Kawasan Berikat
a. memiliki sertifikat Authorized Economic Mandiri.
Operator (AEO) dan/atau sertifikasi lain yang b. dalam hal memenuhi syarat, menyiapkan Surat
menunjukkan kinerja dan/atau manajemen Persetujuan Penetapan Kawasan Berikat
perusahaan yang baik yang diterbitkan oleh Mandiri.
badan atau lembaga yang berwenang; 3. Kepala Kantor menerbitkan Surat Persetujuan/
b. telah mendayagunakan teknologi informasi Penolakan Penetapan Kawasan Berikat Mandiri
untuk pengelolaan pemasukan dan kepada Pemohon
pengeluaran barang (IT inventory) sesuai
kriteria dan dapat diintegrasikan dengan
SKP;
c. memiliki kegiatan dengan volume yang tinggi
dan memerlukan layanan kepabeanan dan
d. Cukai 24 (dua puluh empat) jam 7 (tujuh)
hari; dan/atau
e. pertimbangan lain oleh Kepala Kantor
Pabean berdasarkan Manajemen Risiko
6 Permohonan a. Portal INSW yang terintegrasi dengan sistem 1. Pemohon mengajukan permohonan perubahan izin a. Paling lama 1 (satu) jam Surat Keputusan
Perubahan OSS. Kawasan Berikat melalui portal INSW. yang dimulai sejak Persetujuan
Penetapan Izin b. Permohonan perubahan data Izin Pengusaha 2. Kepala Kantor Wilayah menerima permohonan dan pemaparan dinyatakan Perubahan Izin
Perusahaan Kawasan Berikat. melakukan penelitian dokumen permohonan: selesai sampai dengan Pengusaha Kawasan
Penerima Fasilitas
c. Kelengkapandokumenyangmendukung a. dalam hal diperlukan pemeriksaan lokasi, diterbitkannya Surat Berikat
Kawasan Berikat
perubahan data dalam Izin Kawasan Berikat. Kepala Kantor Wilayah meminta Kepala KPPBC Penolakan/Keputusan
d. Berita Acara Pemeriksaan Lokasi dari KPPBC untuk melakukan pemeriksaan lokasi. Persetujuan Perubahan
(dalam hal diperlukan pemeriksaan lokasi). b. dalam hal tidak diperlukan pemeriksaan lokasi, Data Izin Pengusaha
e. Permohonan sebagaimana dimaksud pada poin b Kepala Kantor Wilayah menerbitkan Undangan Kawasan Berikat
diajukan dalam hal: Pemaparan Proses Bisnis kepada Pemohon. (apabila perlu dilakukan
1) terjadi perubahan nama, alamat, dan/atau 3. Pejabat Bea dan Cukai pada KPPBC melakukan pemaparan proses
NPWP Pengusaha Kawasan Berikat; pemeriksaan lokasi. bisnis); atau
2) terjadi perubahan nama, dan/atau alamat 4. Pejabat Bea dan Cukai pada KPPBC menerbitkan b. Paling lama 1 (satu) hari
pemilik/penanggung jawab Kawasan Berikat; Berita Acara Pemeriksaan Lokasi dan kerja yang dimulai sejak
3) terjadi perubahan luas lokasi Kawasan menyampaikan kepada Kepala Kantor Wilayah. Permohonan Perubahan
Berikat; 5. Kepala Kantor Wilayah menerbitkan Undangan Data Izin Pengusaha
4) penambahan tempat penyerahan bagi Pemaparan Proses Bisnis kepada Pemohon. Kawasan Berikat
Kawasan Berikat dalam kota; 6. Pemohon melakukan pemaparan proses bisnis. dinyatakan lengkap
5) terjadi perubahan jenis barang yang ditimbun 7. Pejabat Bea dan Cukai menerbitkan Berita Acara sampai dengan
di Kawasan Berikat; dan/atau Pemaparan Proses Bisnis. diterbitkannya Surat
6) perubahan jangka waktu izin Kawasan 8. Kepala Kantor Wilayah menerbitkan Surat Keputusan Persetujuan
Berikat. Penolakan/Keputusan Persetujuan Perubahan Izin Perubahan Data Izin
Pengusaha Kawasan Berikat. Pengusaha Kawasan
Berikat (apabila tidak
perlu dilakukan
pemeriksaan lokasi dan
pemaparan proses
bisnis).

7 Permohonan a. Portal INSW yang terintegrasi dengan sistem 1. Pemohon mengajukan permohonan perubahan izin a. Paling lama 1 (satu) jam Surat Keputusan
Perubahan OSS; pengusaha Toko Bebas Bea melalui portal INSW. yang dimulai sejak Persetujuan
Penetapan Izin Toko b. Permohonan perubahan data Izin Pengusaha 2. Kepala Kantor Wilayah menerima permohonan dan pemaparan dinyatakan Perubahan Izin
Bebas Bea Toko Bebas Bea; melakukan penelitian dokumen permohonan: selesai sampai dengan Pengusaha Toko
c. Kelengkapan dokumenyangmendukung c. dalam hal diperlukan pemeriksaan lokasi, diterbitkannya Surat Bebas Bea
perubahan data dalam Izin Toko Bebas Bea; Kepala Kantor Wilayah meminta Kepala KPPBC Penolakan/Keputusan
untuk melakukan pemeriksaan lokasi. Persetujuan Perubahan
d. Surat Rekomendasi perubahan data Izin Toko d. dalam hal tidak diperlukan pemeriksaan lokasi, Data Izin Pengusaha
Bebas Bea dari KPPBC; Kepala Kantor Wilayah menerbitkan Undangan Toko Bebas Bea
e. Berita Acara Pemeriksaan Lokasi dari KPPBC Pemaparan Proses Bisnis kepada Pemohon. (apabila perlu dilakukan
(dalam hal diperlukan pemeriksaan lokasi); dan 3. Pejabat Bea dan Cukai pada KPPBC melakukan pemaparan proses
f. Permohonan sebagaimana dimaksud pada poin b pemeriksaan lokasi. bisnis); atau
diajukan dalam hal: 4. Pejabat Bea dan Cukai pada KPPBC menerbitkan b. Paling lama 1 (satu) hari
1) terjadi perubahan nama, alamat, dan/atau Berita Acara Pemeriksaan Lokasi dan kerja yang dimulai sejak
NPWP Pengusaha Toko Bebas Bea; menyampaikan kepada Kepala Kantor Wilayah. Permohonan Perubahan
2) terjadi perubahan nama, dan/atau alamat 5. Kepala Kantor Wilayah menerbitkan Undangan Data Izin Pengusaha
pemilik/penanggung jawab Toko Bebas Bea; Pemaparan Proses Bisnis kepada Pemohon. Toko Bebas Bea
3) terjadi perubahan luas lokasi Toko Bebas 6. Pemohon melakukan pemaparan proses bisnis. dinyatakan lengkap
Bea; 7. Pejabat Bea dan Cukai menerbitkan Berita Acara sampai dengan
4) penambahan tempat penyerahan bagi Toko Pemaparan Proses Bisnis. diterbitkannya Surat
Bebas Bea dalam kota; 8. Kepala Kantor Wilayah menerbitkan Surat Keputusan Persetujuan
5) terjadi perubahan jenis barang yang ditimbun Penolakan/Keputusan Persetujuan Perubahan Izin Perubahan Data Izin
di Toko Bebas Bea; dan/atau Pengusaha Toko Bebas Bea. Pengusaha Toko Bebas
6) perubahan jangka waktu izin Toko Bebas Bea (apabila tidak perlu
Bea. dilakukan pemeriksaan
lokasi dan pemaparan
proses bisnis).

8 Permohonan a. Portal INSW yang terintegrasi dengan sistem 1. Pemohon mengajukan permohonan perubahan izin a. Paling lama 1 (satu) jam Surat Keputusan
Perubahan OSS; pengusaha Gudang Berikat melalui portal INSW. yang dimulai sejak Persetujuan
Penetapan Izin b. Permohonan perubahan data Izin Pengusaha 2. Kepala Kantor Wilayah menerima permohonan dan pemaparan dinyatakan Perubahan Izin
Perusahaan Gudang Berikat; melakukan penelitian dokumen permohonan: selesai sampai dengan Pengusaha Gudang
Penerima Fasilitas
c. Kelengkapandokumenyangmendukung a. dalam hal diperlukan pemeriksaan lokasi, diterbitkannya Surat Berikat
Gudang Berikat
perubahan data dalam Izin Gudang Berikat; Kepala Kantor Wilayah meminta Kepala KPPBC Penolakan/Keputusan
d. Surat Rekomendasi perubahan data Izin Gudang untuk melakukan pemeriksaan lokasi. Persetujuan Perubahan
Berikat dari KPPBC; b. dalam hal tidak diperlukan pemeriksaan lokasi, Data Izin Pengusaha
e. Berita Acara Pemeriksaan Lokasi dari KPPBC Kepala Kantor Wilayah menerbitkan Undangan Gudang Berikat (apabila
(dalam hal diperlukan pemeriksaan lokasi); dan Pemaparan Proses Bisnis kepada Pemohon. perlu dilakukan
f. Permohonan sebagaimana dimaksud pada poin b 3. Pejabat Bea dan Cukai pada KPPBC melakukan pemaparan proses
diajukan dalam hal: pemeriksaan lokasi. bisnis); atau
1) terjadi perubahan nama, alamat, dan/atau 4. Pejabat Bea dan Cukai pada KPPBC menerbitkan b. Paling lama 1 (satu) hari
NPWP Pengusaha Gudang Berikat; Berita Acara Pemeriksaan Lokasi dan kerja yang dimulai sejak
2) terjadi perubahan nama, dan/atau alamat menyampaikan kepada Kepala Kantor Wilayah. Permohonan Perubahan
pemilik/penanggung jawab Gudang Berikat; 5. Kepala Kantor Wilayah menerbitkan Undangan Data Izin Pengusaha
3) terjadi perubahan luas lokasi Gudang Pemaparan Proses Bisnis kepada Pemohon. Gudang Berikat
Berikat; 6. Pemohon melakukan pemaparan proses bisnis. dinyatakan lengkap
4) penambahan tempat penyerahan bagi 7. Pejabat Bea dan Cukai menerbitkan Berita Acara sampai dengan
Gudang Berikat dalam kota; Pemaparan Proses Bisnis. diterbitkannya Surat
5) terjadi perubahan jenis barang yang ditimbun 8. Kepala Kantor Wilayah menerbitkan Surat Keputusan Persetujuan
di Gudang Berikat; dan/atau Penolakan/Keputusan Persetujuan Perubahan Izin Perubahan Data Izin
6) perubahan jangka waktu izin Gudang Berikat Pengusaha Gudang Berikat. Pengusaha Gudang
Berikat (apabila tidak
perlu dilakukan
pemeriksaan lokasi dan
pemaparan proses
bisnis).

9 Permohonan a. Portal INSW yang terintegrasi dengan sistem 1. Pemohon mengajukan permohonan perubahan izin a. Paling lama 1 (satu) jam Surat Keputusan
Perubahan OSS; pengusaha Pusat Logistik Berikat melalui portal yang dimulai sejak Persetujuan
Penetapan Izin b. Permohonan perubahan data Izin Pengusaha INSW. pemaparan dinyatakan Perubahan Izin
Perusahaan Pusat Logistik Berikat; 2. Kepala Kantor Wilayah menerima permohonan dan selesai sampai dengan Pengusaha Pusat
Penerima Fasilitas
c. Kelengkapan dokumen yang mendukung melakukan penelitian dokumen permohonan: diterbitkannya Surat Logistik Berikat
Pusat Logistik
Berikat (PLB) perubahan data dalam Izin Pusat Logistik Berikat; c. dalam hal diperlukan pemeriksaan lokasi, Penolakan/Keputusan
d. Surat Rekomendasi perubahan data Izin Pusat Kepala Kantor Wilayah meminta Kepala KPPBC Persetujuan Perubahan
Logistik Berikat dari KPPBC; untuk melakukan pemeriksaan lokasi. Data Izin Pengusaha
e. Berita Acara Pemeriksaan Lokasi dari KPPBC d. dalam hal tidak diperlukan pemeriksaan lokasi, Pusat Logistik Berikat
(dalam hal diperlukan pemeriksaan lokasi); dan Kepala Kantor Wilayah menerbitkan Undangan (apabila perlu dilakukan
f. Permohonan sebagaimana dimaksud pada poin b Pemaparan Proses Bisnis kepada Pemohon. pemaparan proses
diajukan dalam hal: 3. Pejabat Bea dan Cukai pada KPPBC melakukan bisnis); atau
1) terjadi perubahan nama, alamat, dan/atau pemeriksaan lokasi. b. Paling lama 1 (satu) hari
NPWP Pengusaha Pusat Logistik Berikat; 4. Pejabat Bea dan Cukai pada KPPBC menerbitkan kerja yang dimulai sejak
2) terjadi perubahan nama, dan/atau alamat Berita Acara Pemeriksaan Lokasi dan Permohonan Perubahan
pemilik/penanggung jawab Pusat Logistik menyampaikan kepada Kepala Kantor Wilayah. Data Izin Pengusaha
Berikat; 5. Kepala Kantor Wilayah menerbitkan Undangan Gudang Berikat
3) terjadi perubahan luas lokasi Pusat Logistik Pemaparan Proses Bisnis kepada Pemohon. dinyatakan lengkap
Berikat; 6. Pemohon melakukan pemaparan proses bisnis. sampai dengan
4) penambahan tempat penyerahan bagi Pusat 7. Pejabat Bea dan Cukai menerbitkan Berita Acara diterbitkannya Surat
Logistik Berikat dalam kota; Pemaparan Proses Bisnis. Keputusan Persetujuan
5) terjadi perubahan jenis barang yang ditimbun 8. Kepala Kantor Wilayah menerbitkan Surat Perubahan Data Izin
di Pusat Logistik Berikat; dan/atau Penolakan/Keputusan Persetujuan Perubahan Izin Pengusaha Pusat
6) perubahan jangka waktu izin Pusat Logistik pengusaha Pusat Logistik Berikat. Logistik Berikat
Berikat pemaparan proses
bisnis).

10 Pemasukan Barang a. Formulir BC 4.0 yang telah diisi dengan lengkap 1. Pemohon mengajukan dokumen BC 4.0 secara a. Dalam hal atas BC 4.0 Surat Persetujuan
Dari Tempat Lain dengan menggunakan aplikasi CEISA TPB. lengkap melalui SKP. ditetapkan SPJM BC Penyelesaian
Dalam Daerah b. SPPB BC 4.0 2. SKP melakukan penelitian pemblokiran/pembekuan: 4.0, maka paling lama 3 Dokumen BC 4.0
Pabean Ke TPB (BC c. SKP. a. Dalam hal sedang diblokir/dibekukan, SKP (tiga) hari kerja (SPPD BC 4.0)
4.0)
d. Faktur Pajak (bagi pengusaha kena pajak yang menerbitkan respon Nota Pemberitahuan Penyelenggara/Pengusa
menyerahkan barang kena pajak) Penolakan (NPP). ha TPB harus
b. b. Dalam hal tidak diblokir/dibekukan, SKP menyerahkan hardcopy
melakukan proses penelitian dokumen BC 4.0 dokumen BC 4.0 dan
lebih lanjut. dokumen pelengkapnya
3. SKP melakukan penelitian kelengkapan data untuk dilakuka
dokumen BC 4.0: perekaman pada SKP.
a. Dalam hal tidak sesuai, SKP menerbitkan b. Dalam hal atas BC 4.0
respon Nota Pemberitahuan Penolakan ditetapkan pemeriksaan
(NPP) kepada Pemohon dan Pemohon fisik (SPPF BC 4.0),
melakukan perbaikan data dokumen BC 4.0 maka jangka waktunya
kemudian mengirimkan kembali data paling lama 1 (satu) hari
dokumen BC 4.0 yang telah diperbaiki. kerja sejak
b. Dalam hal sesuai, SKP menerbitkan nomor diserahkannya hardcopy
dan tanggal pendaftaran dokumen BC 4.0 dan dokumen BC 4.0 dan
menetapkan jalur pemasukan barang. dokumen pelengkapnya
sampai dengan
Dalam hal ditetapkan jalur hijau: perekaman hasil
1. SKP menerbitkan respon SPPB BC 4.0 kepada pemeriksaan fisik dalam
Pemohon.
SKP
2. Pemohon menerima respon SPPB BC 4.0.
c. Jangka waktu
3. Pemohon melakukan pemasukan barang dengan pemeriksaan fisik
mencocokkan merek, nomor, ukuran, jumlah, dan disesuaikan dengan
jenis kemasan atau petikemas serta identitas sarana jumlah dan jenis
pengangkut dengan data yang tercantum pada barang yang diperiksa
SPPB BC 4.0
4. Pemohon melaporkan hasil pemasukan barang
dengan melakukan perekaman pada aplikasi yang
terhubung dengan SKP:
a. Dalam hal tidak sesuai, Pejabat Bea dan
Cukai melakukan penelitian lebih lanjut.
b. Dalam hal sesuai, Pemohon melakukan
pengawasan pembongkaran dan
penimbunan barang.
5. Pemohon melakukan perekaman hasil kegiatan
pembongkaran dan penimbunan barang pada SKP:
a. Dalam hal sesuai, SKP menerbitkan SPPD
BC 4.0 kepada Pemohon.
b. Dalam hal tidak sesuai, Pejabat Bea dan Cukai
melakukan pemeriksaan fisik barang.
6. Pemohon mengajukan dokumen pelengkap
pabean kepada Pejabat Bea dan Cukai.
7. Pejabat Bea dan Cukai melakukan pemeriksaan
fisik barang dan mengambil contoh, potongan, atau
foto barang jika diperlukan.
8. Pejabat Bea dan Cukai membuat Laporan Hasil
Pemeriksaan dan Berita Acara Pemeriksaan
Fisik Barang.
9. Pejabat Bea dan Cukai dan Pemohon
menandatangani Berita Acara Pemeriksaan
Fisik Barang.
10. Pejabat Bea dan Cukai melakukan penelitian
kesesuaian antara hasil pemeriksaan fisik dan
dokumen BC 4.0 serta melakukan perekaman
hasil penelitian pada SKP:
a. Dalam hal sesuai, SKP menerbitkan SPPD
BC 4.0 kepada Pemohon.
b. Dalam hal tidak sesuai:
1) kedapatan barang termasuk dalam kategori
barang yang mendapat fasilitas, SKP
menerbitkan SPPD BC 4.0 setelah
dilakukan perubahan data pada dokumen
BC 4.0 sesuai hasil pemeriksaan oleh
Pemohon.
2) kedapatan barang tidak termasuk dalam
kategori barang yang mendapat fasilitas,
SKP menerbitkan SPPD BC 4.0 setelah
dilakukan perubahan data pada dokumen
BC 4.0 sesuai hasil pemeriksaan oleh
Pemohon dan/atau dokumen BC 4.0 dapat
dibatalkan berdasarkan kewenangan
Kepala Kantor.
11. Pemohon mencatat hasil pemeriksaan fisik dokumen
BC 4.0 pada IT Inventory perusahaan.
12. Pemohon menerima SPPD BC 4.0

Dalam hal ditetapkan jalur merah:


1. SKP menerbitkan SPJM BC 4.0 kepada Pemohon.
2. Pemohon melakukan pemasukan barang dengan
mencocokkan merek, nomor, ukuran, jumlah, dan
jenis kemasan atau petikemas serta identitas sarana
pengangkut dengan data yang tercantum pada
SPJM BC 4.0
3. Pemohon melaporkan hasil pemasukan barang
dengan melakukan perekaman pada SKP:
a. Dalam hal tidak sesuai, Pejabat Bea dan Cukai
melakukan penelitian lebih lanjut.
b. Dalam hal sesuai, Pemohon menyerahkan
SPJM BC 4.0 yang telah diberi catatan
pengeluaran barang oleh Pejabat Bea dan
Cukai dan Pejabat Bea dan Cukai
melakukan pemeriksaan fisik barang.
4. Pemohon mengajukan dokumen pelengkap
pabean kepada Pejabat Bea dan Cukai.
5. Pejabat Bea dan Cukai melakukan pemeriksaan fisik
barang dan mengambil contoh, potongan, atau foto
barang jika diperlukan.
6. Pejabat Bea dan Cukai membuat Laporan Hasil
Pemeriksaan dan Berita Acara Pemeriksaan Fisik
Barang.
7. Pejabat Bea dan Cukai dan Pemohon
menandatangani Berita Acara Pemeriksaan Fisik
Barang.
8. Pejabat Bea dan Cukai melakukan penelitian
kesesuaian antara hasil pemeriksaan fisik dan
dokumen BC 4.0 serta melakukan perekaman hasil
penelitian pada SKP:
a. Dalam hal sesuai, SKP menerbitkan SPPD BC
4.0 kepada Pemohon.
b. Dalam hal tidak sesuai, Pejabat Bea dan Cukai
mengajukan perubahan dokumen BC 4.0 sesuai
dengan hasil pemeriksaan fisik.
9. Pemohon mencatat hasil pemeriksaan fisik dokumen
BC 4.0 pada IT Inventory perusahaan.
10. Pemohon menerima SPPD BC 4.0
11 Pemasukkan a. Formulir PPK-PLB yang telah diisi dengan Dalam hal pada PLB tidak ditempatkan Pejabat Bea dan Paling lama 1 (satu) hari Surat Persetujuan
Kembali Barang Asal lengkap. Cukai kerja sejak pembongkaran Penyelesaian
Pusat Logistik b. SKP 1. Pemohon mengajukan dokumen Pemberitahuan selesai dilaksanakan sampai Dokumen BC 4.0
Berikat Dari Lokasi Pemasukan Kembali Barang Asal PLB dari lokasi dengan perekaman pada (SPPD BC 4.0)
Penerima Fasilitas Di penerima fasilitas di TLDDP ke PLB (PPK-PLB) SKP dalam hal barang
Tempat Lain Dalam melalui SKP. sesuai
Daerah Pabean Ke
2. Pemohon melakukan pelekatan tanda pengaman
Pusat Logistik
Berikat (PPK-PLB) dan pemasukan kembali terhadap barang.
3. Pemohon melaporkan hasil pemasukan barang
dengan melakukan perekaman pemasukan kembali
barang pada SKP:
a. Dalam hal hasil pemasukan barang tidak sesuai,
dilakukan penelitian lebih lanjut sesuai dengan
prosedur penelitian.
b. Dalam hal hasil pemasukan barang sesuai,
Pemohon melakukan pelepasan tanda
pengaman, pembongkaran dan penimbunan
barang di PLB.
4. Pemohon melaporkan hasil kegiatan pembongkaran
dan penimbunan barang di PLB dengan melakukan
perekaman pada SKP:
a. Dalam hal hasil pembongkaran barang
kedapatan tidak sesuai, dilakukan penelitian
lebih lanjut sesuai dengan prosedur penelitian
b. b. Dalam hal hasil pembongkaran barang
kedapatan sesuai, Pemohon dapat
mempergunakan barang.
Dalam hal pada PLB ditempatkan Pejabat Bea dan Cukai

1. Pemohon mengajukan dokumen Pemberitahuan


Pemasukan Kembali Barang Asal PLB dari lokasi
penerima fasilitas di TLDDP ke PLB (PPK-PLB)
melalui SKP.
2. SKP memberikan persetujuan dan memberikan
perintah untuk melakukan pelekatan tanda
pengaman.
3. Pemohon melakukan pelekatan tanda pengaman
dan pemasukan kembali terhadap barang.
4. Pemohon melaporkan hasil pemasukan kembali
barang dengan melakukan perekaman pada SKP.
5. Pejabat Bea dan Cukai mengawasi kegiatan
pemasukan kembali barang:
a. Dalam hal hasil pemasukan barang tidak sesuai,
SKP meneruskan informasi kepada unit
pengawasan untuk proses penelitian lebih lanjut.
b. Dalam hal hasil pemasukan barang sesuai, SKP
memberikan respon kepada Pemohon untuk
melakukan pelepasan tanda pengaman dan
melakukan pembongkaran penimbunan barang
di PLB.
6. Pejabat Bea dan Cukai mengawasi kegiatan
pembongkaran dan penimbunan barang di PLB,
serta melakukan perekaman hasil pengawasan
pembongkaran dan penimbunan barang di PLB pada
SKP:
a. Dalam hal hasil pembongkaran barang
kedapatan tidak sesuai, dilakukan penelitian
lebih lanjut sesuai dengan prosedur penelitian.
b. Dalam hal hasil pembongkaran barang
kedapatan sesuai, Pemohon dapat
mempergunakan barang.

12 Perpindahan Barang a. Form PPB-PLB yang telah diisi dengan lengkap. Dalam hal pada PLB tidak ditempatkan Pejabat Bea dan Paling lama 1 (satu) hari Persetujuan
Dari Lokasi Pusat b. SKP. Cukai kerja sejak pembongkaran penggunaan barang
Logistik Berikat Ke selesai dilaksanakan sampai
Lokasi Pusat Logistik 1. Pemohon mengajukan dokumen Pemberitahuan dengan perekaman
Berikat Lainnya Pemindahan Barang Dalam Satu Pusat Logistik pada SKP dalam hal
Yang Masih Dalam Berikat (PPB-PLB) melalui SKP. barang sesuai
Satu Izin Pusat
2. Pemohon melakukan pelekatan tanda pengaman
Logistik Berikat
(PPB-PLB) dan pemindahan barang berdasarkan persetujuan
perpindahan barang dari SKP.
3. Pemohon melaporkan hasil pemasukan barang
dengan melakukan perekaman pemindahan
barang pada SKP:
a. Dalam hal hasil pemasukan barang tidak sesuai,
dilakukan penelitian lebih lanjut sesuai dengan
prosedur penelitian.
b. Dalam hal hasil pemasukan barang sesuai,
Pemohon melakukan pelepasan tanda
pengaman, pembongkaran dan
penimbunan barang di PLB.
4. Pemohon melaporkan hasil kegiatan
pembongkaran dan penimbunan barang di PLB
dengan melakukan perekaman pada SKP:
a. Dalam hal hasil pembongkaran barang
kedapatan tidak sesuai, dilakukan penelitian
lebih lanjut sesuai dengan prosedur penelitian
b. Dalam hal hasil pembongkaran barang
kedapatan sesuai, Pemohon dapat
mempergunakan barang.

Dalam hal pada PLB ditempatkan Pejabat Bea dan Cukai


1. Pemohon mengajukan dokumen Pemberitahuan
Pemindahan Barang Dalam Satu Pusat Logistik
Berikat (PPB-PLB) melalui SKP.
2. Pemohon melakukan pelekatan tanda pengaman
dan pemindahan barang berdasarkan persetujuan
perpindahan barang dari SKP.
3. Pejabat Bea dan Cukai mengawasi
kegiatan pemasukan kembali barang:
a. Dalam hal hasil pemasukan barang tidak sesuai,
dilakukan penelitian lebih lanjut sesuai dengan
prosedur penelitian.
b. Dalam hal hasil pemasukan barang sesuai,
Pemohon melakukan pelepasan tanda
pengaman, pembongkaran dan
penimbunan barang di PLB.
4. Pejabat Bea dan Cukai mengawasi
kegiatan pembongkaran barang.
5. Pejabat Bea dan Cukai melakukan perekaman hasil
pengawasan pembongkaran dan penimbunan
barang di PLB pada SKP:
a. Dalam hal hasil pembongkaran barang
kedapatan tidak sesuai, dilakukan penelitian
lebih lanjut sesuai dengan prosedur penelitian.
b. Dalam hal hasil pembongkaran barang
kedapatan sesuai, Pemohon dapat
mempergunakan barang

13 Pelayanan a. Dokumen BC 2.6.2 beserta dokumen pelengkap Dalam hal pada TPB tidak ditempatkan Pejabat Bea dan Paling lama 1 (satu) hari Surat Persetujuan
Pemasukan Kembali b. Surat Persetujuan Cukai kerja sejak pembongkaran Penyelesaian
Barang Eks c. Dokumen BC 2.6.1 ketika pengeluaran 1. Pemohon mengajukan dokumen BC 2.6.2 secara selesai dilaksanakan sampai Dokumen BC 2.6.2
Pengeluaran lengkap melalui SKP. dengan perekaman pada (SPPD BC 2.6.2)
Sementara Dari 2. SKP melakukan penelitian pemblokiran: SKP dalam hal barang
Tempat Lain Dalam a. Dalam hal sedang diblokir, SKP menerbitkan sesuai
Daerah Pabean Ke
NPP.
TPB (BC 2.6.2)
b. Dalam hal tidak diblokir, SKP melakukan
penelitian dokumen BC 2.6.2
3. SKP melakukan penelitian data dokumen BC 2.6.2:
a. Dalam hal tidak sesuai, SKP menerbitkan NPP
dan Pemohon melakukan perbaikan dokumen
BC 2.6.2 sesuai respon NPP.
b. Dalam hal sesuai, SKP memberikan nomor
pendaftaran dokumen BC 2.6.2 dan
menetapkan jalur pemasukan barang.

Dalam hal ditetapkan jalur hijau


1. SKP menerbitkan respon SPPB BC 2.6.2
kepada Pemohon.
2. Pemohon menerima respon SPPB BC 2.6.2
untuk pemasukan kembali barang ke TPB.
3. Pemohon melakukan pemasukan barang dengan
mencocokkan merek, nomor, ukuran, jumlah, dan
jenis kemasan atau petikemas serta identitas sarana
pengangkut dengan data yang tercantum dalam
SPPB BC 2.6.2.
4. Pemohon melaporkan hasil pemasukan barang
dengan melakukan perekaman pada aplikasi yang
terhubung dengan SKP:
a. Dalam hal tidak sesuai, SKP meneruskan
informasi kepada unit pengawasan untuk
proses penelitian lebih lanjut. SKP memberikan
informasi kepada Pemohon untuk tidak
melakukan pembongkaran dan penimbunan
sampai dengan penelitian lebih lanjut selesai.
b. Dalam hal sesuai, SKP memberikan informasi
kepada Pemohon untuk melakukan
pembongkaran dan penimbunan barang di
TPB. Pemohon melakukan pengawasan
pembongkaran dan penimbunan barang di TPB
dan melaporkan hasil kegiatan dengan
melakukan perekaman pada aplikasi yang
terhubung dengan SKP.
1) Dalam hal hasil pembongkaran barang
tidak sesuai:
- SKP memberikan informasi kepada
Pemohon untuk tidak mempergunakan
barang dan menginformasikan kepada
Pejabat Bea dan Cukai untuk
melakukan pemeriksaan fisik
- Pejabat Bea dan Cukai
menerbitkan SPPF BC 2.6.2 dan
Surat Perintah Pemeriksaan Fisik.
- Pejabat Bea dan Cukai melakukan
prosedur pemeriksaan fisik
2) Dalam hal hasil pembongkaran barang
sesuai, SKP menerbitkan Surat Persetujuan
Penyelesaian Dokumen BC 2.6.2 (SPPD BC
2.6.2)

Dalam hal ditetapkan jalur merah


1. SKP menerbitkan respon SPJM BC 2.6.2
kepada Pemohon.
2. Pemohon menerima respon SPJM BC 2.6.2 untuk
pemasukan kembali barang ke TPB.
3. Pemohon melakukan pemasukan barang dengan
mencocokkan merek, nomor, ukuran, jumlah, dan
jenis kemasan atau petikemas serta identitas sarana
pengangkut dengan data yang tercantum dalam
SPJM BC 2.6.2.
4. Pemohon melaporkan hasil pemasukan barang
dengan melakukan perekaman pada aplikasi yang
terhubung dengan SKP:
c. Dalam hal tidak sesuai, SKP meneruskan
informasi kepada unit pengawasan untuk
proses penelitian lebih lanjut.
d. Dalam hal sesuai:
1) SKP memberikan informasi kepada Pejabat
Bea dan Cukai untuk melakukan
pengawasan pembongkaran, dan
penimbunan barang di TPB.
2) SKP menunjuk Pejabat Bea dan Cukai
untuk menerbitkan Surat Perintah
Pemeriksaan Fisik BC 2.6.2 (SPPF BC
2.6.2)
3) Pejabat Bea dan Cukai melakukan
pemeriksaan fisik barang.
4) Pemohon menyerahkan SPJM BC 2.6.2
kepada Pejabat Bea dan Cukai.
5) Pejabat Bea dan Cukai melakukan
pengawasan dan penimbunan barang di
TPB.
6) Pejabat Bea dan Cukai melakukan
perekaman barang pada SKP.
5. SKP menerbitkan Surat Persetujuan Penyelesaian
Dokumen BC 2.6.2 (SPPD BC 2.6.2)

14 Pelayanan a. Formulir BC 2.7 dan dokumen pelengkap pabean Dalam hal pada TPB tidak ditempatkan Pejabat Bea dan Paling lama 1 (satu) hari Surat Persetujuan
Pemasukan Barang dari TPB asal yang telah mendapatkan Cukai kerja sejak pembongkaran Penyelesaian
Dari Tempat persetujuan keluar dari Pejabat Bea dan Cukai 1. Pemohon menerima respon SPPB BC 2.7 untuk dan penimbunan selesai Dokumen BC 2.7
Penimbunan Berikat yang mengawasi TPB asal pemasukan barang dari TPB melalui SKP dilaksanakan sampai dengan (SPPD BC 2.7)
Lainnya Ke Tempat 2. Pemohon melakukan pemasukan barang dengan penerbitan SPPD BC 2.7
b. SKP
Penimbunan Berikat mencocokan:
(BC 2.7 MASUK)
a. nomor, jenis, dan keutuhan tanda pengaman
b. merek, nomor, ukuran, jumlah dan jenis
kemasan atau peti kemas serta identitas sarana
pengangkut dengan data yang tercantum dalam
SPPB BC 2.7
3. Pemohon melaporkan hasil pemasukan barang
dengan melakukan perekaman melalui SKP:
a. Dalam hal hasil pemasukan barang tidak sesuai,
dilakukan penelitian lebih lanjut sesuai dengan
prosedur penelitian
b. Dalam hal hasil pemasukan barang sesuai,
Pemohon melakukan pelepasan tanda
pengaman dan melakukan pembongkaran dan
penimbunan serta barang di TPB.
4. Pemohon melakukan pengawasan pembongkaran
dan penimbunan serta barang di TPB.
5. Pemohon melaporkan hasil pembongkaran
dan penimbunan barang di TPB dengan
melakukan perekaman melalui SKP:
a. Dalam hal hasil pembongkaran dan penimbunan
barang tidak sesuai, dilakukan penelitian lebih
lanjut sesuai dengan prosedur penelitian
b. b. Dalam hal hasil pembongkaran dan
penimbunan barang sesuai, SKP menerbitkan
SPPD BC 2.7 kepada Pemohon.

Dalam hal pada TPB ditempatkan Pejabat Bea dan Cukai


1. Pemohon menerima respon SPPB BC 2.7
untuk pemasukan barang dari TPB melalui SKP
2. Pemohon melakukan pemasukan barang
dengan mencocokan:
a. nomor, jenis, dan keutuhan tanda pengaman
b. merek, nomor, ukuran, jumlah dan jenis
kemasan atau peti kemas serta identitas
sarana pengangkut dengan data yang
tercantum dalam SPPB BC 2.7
3. Pemohon melaporkan hasil pemasukan barang
dengan melakukan perekaman melalui SKP:
a. Dalam hal hasil pemasukan barang tidak sesuai,
dilakukan penelitian lebih lanjut sesuai dengan
prosedur penelitian
b. Dalam hal hasil pemasukan barang sesuai,
Pejabat Bea dan Cukai melakukan pelepasan
tanda pengaman dan melakukan pembongkaran
dan penimbunan serta barang di TPB.
4. Pejabat Bea dan Cukai melakukan pengawasan
pembongkaran dan penimbunan serta barang
di TPB.
5. Pejabat Bea dan Cukai melaporkan hasil
pembongkaran dan penimbunan barang di TPB
dengan melakukan perekaman melalui SKP:
a. Dalam hal hasil pembongkaran dan
penimbunan barang tidak sesuai, dilakukan
penelitian lebih lanjut sesuai dengan
prosedur penelitian
b. Dalam hal hasil pembongkaran dan
penimbunan barang sesuai, SKP menerbitkan
SPPD BC 2.7 kepada Pemohon.
15 Pengeluaran a. Formulir BC 4.1 yang telah diisi dengan lengkap Dalam hal pada TPB tidak ditempatkan Pejabat Bea Paling lama 1 (satu) hari Surat Persetujuan
Barang Asal dengan menggunakan aplikasi CEISA TPB. dan Cukai kerja sejak pemuatan Penyelesaian
Tempat Lain Dalam b. SKP. 1. Pemohon mengajukan dokumen BC 4.1 (stuffing) barang ke dalam Dokumen BC 4.1
Daerah Pabean secara lengkap melalui SKP. sarana pengangkut sampai
(SPPD BC 4.1)
Dari Tpb Ke Tempat 2. SKP melakukan penelitian pemblokiran: dengan penerbitan SPPD
Lain Dalam Daerah BC 4.1
a. Dalam hal sedang diblokir, SKP menerbitkan
Pabean (BC 4.1)
NPP.
b. Dalam hal sedang tidak diblokir, SKP
melakukan proses penelitian lebih lanjut.
3. SKP melakukan penelitian data dan
kelengkapan dokumen BC 4.1
a. Dalam hal hasil penelitian dokumen tidak
sesuai, SKP menerbitkan NPP dan Pemohon
melakukan perbaikan dokumen BC 4.1.
b. Dalam hal hasil penelitian dokumen sesuai, SKP
menerbitkan nomor dan tanggal pendaftaran
dokumen BC 4.1 dan menetapkan jalur
pengeluaran barang.
4. SKP melakukan penetapan jalur
pengeluaran barang:
a. Dalam hal ditetapkan jalur hijau, SKP
menerbitkan SPPB BC 4.1
b. Dalam hal ditetapkan jalur merah, SKP
menerbitkan SPJM BC 4.1 kepada Pemohon.
5. Pemohon menerima respon SPJM BC 4.1 dan
menyerahkan dokumen pelengkap pabean kepada
Pejabat Bea dan Cukai.
6. Pemohon menyatakan kesiapan barang untuk
dilakukan proses pemeriksaan fisik barang oleh
Pejabat Bea dan Cukai.
7. Pejabat Bea dan Cukai melakukan pemeriksaan fisik
barang, mengambil contoh barang jika diperlukan.
8. Pejabat Bea dan Cukai membuat Laporan
Hasil Pemeriksaan (LHP) dan membuat Berita
Acara Pemeriksaan Fisik Barang.
9. Pejabat Bea dan Cukai dan Pemohon
menandatangani Berita Acara Pemeriksaan
Fisik Barang.
10. Pejabat Bea dan Cukai melakukan penelitian
kesesuaian antara dokumen BC 4.1, dokumen
pelengkap pabean, LHP dan BAPFB dan
melakukan perekaman hasil penelitian pada SKP:
a. Dalam hal sesuai, SKP menerbitkan SPPB BC
4.1 kepada Pemohon.
b. Dalam hal tidak sesuai, Pejabat Bea dan Cukai
melakukan pemeriksaan fisik lanjutan secara
mendalam.
11. Pemohon melakukan perubahan data dokumen BC
4.1 sesuai dengan hasil pemeriksaan fisik.
12. SKP menerbitkan SPPB BC 4.1 kepada Pemohon.
13. Pemohon melakukan pemuatan (stuffing) barang
ke dalam sarana pengangkut.
14. Pemohon melaporkan pelaksanaan
pengawasan stuffing barang dengan melakukan
perekaman merek, nomor, ukuran, jumlah dan
jenis kemasan/petikemas, dan/atau nomor
sarana pengangkut pada SKP.
15. Pemohon melakukan pengeluaran barang dengan
mencocokkan jumlah dan jenis kemasan/petikemas
dan/atau nomor sarana pengangkut.
16. Pemohon melakukan perekaman pelaksanaan
pengeluaran barang dari TPB pada SKP.

Dalam hal pada TPB ditempatkan Pejabat Bea dan Cukai


1. Pemohon mengajukan dokumen BC 4.1
secara lengkap melalui SKP.
2. SKP melakukan penelitian pemblokiran:
a. Dalam hal sedang diblokir, SKP
menerbitkan NPP.
b. Dalam hal sedang tidak diblokir, SKP
melakukan proses penelitian lebih lanjut.
3. SKP melakukan penelitian data dan
kelengkapan dokumen BC 4.1
a. Dalam hal hasil penelitian dokumen tidak
sesuai, SKP menerbitkan NPP dan Pemohon
melakukan perbaikan dokumen BC 4.1.
b. Dalam hal hasil penelitian dokumen sesuai,
SKP menerbitkan nomor dan tanggal
pendaftaran dokumen BC 4.1 dan menetapkan
jalur pengeluaran barang.
4. SKP melakukan penetapan jalur
pengeluaran barang:
a. Dalam hal ditetapkan jalur hijau,
SKP menerbitkan SPPB BC 4.1
b. Dalam hal ditetapkan jalur merah, SKP
menerbitkan SPJM BC 4.1 kepada Pemohon.
5. Pemohon menerima respon SPJM BC 4.1 dan
menyerahkan dokumen pelengkap pabean kepada
Pejabat Bea dan Cukai.
6. Pemohon menyatakan kesiapan barang untuk
dilakukan proses pemeriksaan fisik barang oleh
Pejabat Bea dan Cukai.
7. Pejabat Bea dan Cukai melakukan pemeriksaan fisik
barang, mengambil contoh barang jika diperlukan.
8. Pejabat Bea dan Cukai membuat Laporan Hasil
Pemeriksaan (LHP) dan membuat Berita Acara
Pemeriksaan Fisik Barang.
9. Pejabat Bea dan Cukai dan Pemohon
menandatangani Berita Acara Pemeriksaan Fisik
Barang.
10. Pejabat Bea dan Cukai melakukan penelitian
kesesuaian antara dokumen BC 4.1, dokumen
pelengkap pabean, LHP dan BAPFB dan melakukan
perekaman hasil penelitian pada SKP:
a. Dalam hal sesuai, SKP menerbitkan SPPB BC
4.1 kepada Pemohon.
b. b. Dalam hal tidak sesuai, Pejabat Bea dan
Cukai melakukan pemeriksaan fisik lanjutan
secara mendalam.
11. Pemohon melakukan perubahan data dokumen BC
4.1 sesuai dengan hasil pemeriksaan fisik.
12. SKP menerbitkan SPPB BC 4.1 kepada Pemohon.
13. Pemohon melakukan pemuatan (stuffing) barang ke
dalam sarana pengangkut.
14. Pejabat Bea dan Cukai melaporkan pelaksanaan
pengawasan stuffing barang dengan melakukan
perekaman merek, nomor, ukuran, jumlah dan jenis
kemasan/petikemas, dan/atau nomor sarana
pengangkut pada SKP.
15. Pejabat Bea dan Cukai melakukan pengeluaran
barang dengan mencocokkan jumlah dan jenis
kemasan/petikemas dan/atau nomor sarana
pengangkut.
16. Pejabat Bea dan Cukai melakukan perekaman
pelaksanaan pengeluaran barang dari TPB pada
SKP.
17. SKP menerbitkan SPPD BC 4.1

16 Pelayanan a. Formulir BC 2.6.1 yang telah diisi secara lengkap Dalam hal pada TPB tidak ditempatkan Pejabat Bea dan Jangka waktu penyelesaian Surat Persetujuan
Pengeluaran Barang dengan menggunakan aplikasi BC 2.6.1. Cukai adalah paling lama: Penyelesaian
Dari Tempat b. Surat Persetujuan Kepala Kantor. 1. Pemohon mengajukan dokumen BC 2.6.1 secara a. Dalam hal pengeluaran Dokumen BC 2.6.1
Penimbunan Berikat c. Bukti Penerimaan Jaminan. lengkap melalui SKP. barang ditetapkan jalur (SPPD BC 2.6.1)
Dengan d. Perjanjian antara Pengusaha Tempat 2. SKP melakukan penelitian pemblokiran: hijau, maka seluruh
Menggunakan
Penimbunan Berikat dengan pengusaha c. Dalam hal sedang diblokir, SKP menerbitkan pelaksanaan kegiatan
Jaminan Dengan
pelaksana subkontrak NPP. dilaksanakan oleh
Menggunakan
Sistem Pertukaran /perbaikan/peminjam mesin. d. Dalam hal tidak diblokir, SKP Penyelenggara/Pengusa
Data Elektronik (BC melakukan penelitian dokumen BC 2.6.1 ha TPB dengan
2.6.1) 3. SKP melakukan penelitian data dokumen BC 2.6.1: melakukan perekaman
c. Dalam hal tidak sesuai, SKP menerbitkan NPP dengan menggunakan
dan Pemohon melakukan perbaikan dokumen aplikasi yang terhubung
BC 2.6.1 sesuai respon NPP. dengan SKP.
d. Dalam hal sesuai, SKP memberikan nomor b. Dalam hal
pendaftaran BC 2.6.1 dan menetapkan jalur pengeluaran barang
pengeluaran barang. ditetapkan jalur merah:
4. SKP melakukan penetapan jalur 1) 10 (sepuluh) menit
pengeluaran barang: sejak Pejabat yang
a. Dalam hal ditetapkan jalur hijau, SKP mengawasi TPB
menerbitkan SPPB BC 2.6.1 kepada Pemohon. menerima
b. Dalam hal ditetapkan jalur merah, SKP dokumen BC 2.6.1
menerbitkan SPJM BC 2.6.1 kepada Pemohon. dan dokumen
5. Pemohon menerima respon SPJM BC 2.6.1 dan pelengkap sampai
menyerahkan dokumen pelengkap pabean dan dengan
Bukti Penerimaan Jaminan kepada Pejabat Bea dan merekamnya
Cukai. dalam SKP dan
6. Pemohon menyatakan kesiapan barang untuk menyerahkan
dilakukan proses pemeriksaan fisik barang kepada Pejabat
oleh Pejabat Bea dan Cukai. pemeriksa barang.
7. Pejabat Bea dan Cukai melakukan pemeriksaan fisik 2) Pelaksanaan
barang, mengambil contoh barang jika diperlukan, pemeriksaan fisik
membuat Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) dan tergantung pada
membuat Berita Acara Pemeriksaan Fisik Barang. jumlah, jenis dan
8. Pejabat Bea dan Cukai dan Pemohon kesiapan barang.
menandatangani Berita Acara Pemeriksaan 3) 15 (lima belas)
Fisik Barang. menit sejak
9. Pejabat Bea dan Cukai melakukan penelitian selesainya
kesesuaian antara dokumen BC 2.6.1, dokumen pemeriksaan fisik
pelengkap pabean, LHP dan BAPFB dan barang sampai
melakukan perekaman hasil penelitian pada SKP: dengan Pejabat
a. Dalam hal tidak sesuai dan tidak tercantum pemeriksa barang
pada surat persetujuan, dokumen BC 2.6.1 merekam Laporan
tidak dapat diproses lebih lanjut. Hasil Pemeriksaan
b. Dalam hal tidak sesuai dan tercantum (LHP) dan Berita
pada surat persetujuan: Acara Pemeriksaan
1) kedapatan jumlah dan/atau jenis kurang Fisik Barang
dari yang diberitahukan dalam dokumen BC (BAPFB) pada SKP
2.6.1, SKP menerbitkan Nota dan menyerahkan
Pembetulan BC 2.6.1 dan SPPB BC kepada Pejabat
2.6.1 kepada Pemohon. yang mengawasi
2) kedapatan jumlah dan/atau jenis lebih dari TPB.
yang diberitahukan dalam dokumen BC 4) 10 (sepuluh) menit
2.6.1, SKP menerbitkan SPPB BC 2.6.1 sejak Pejabat yang
kepada Pemohon dan pengeluaran mengawasi TPB
disesuaikan dengan dokumen BC 2.6.1 menerima LHP dan
c. Dalam hal sesuai, SKP menerbitkan SPPB BC BAPFB sampai
2.6.1 dengan pemberian
10. Pemohon melakukan pemuatan (stuffing) barang persetujuan/penola
ke dalam sarana pengangkut. kan pada SKP atau
11. Pemohon melaporkan pelaksanaan 5) Dalam hal:
pengawasan stuffing barang dengan melakukan a) termasuk
perekaman merek, nomor, ukuran, jumlah dan kategori layanan
jenis kemasan/petikemas, dan/atau nomor merah, 10
sarana pengangkut pada SKP. (sepuluh) menit
12. Pemohon melakukan pengeluaran barang dengan sejak Pejabat
mencocokkan jumlah dan jenis kemasan/petikemas yang
dan/atau nomor sarana pengangkut. mengawasi TPB
13. Pemohon melakukan perekaman pelaksanaan merekam
pengeluaran barang dari TPB pada SKP. merek, nomor,
ukuran, jumlah
Dalam hal pada TPB ditempatkan Pejabat Bea dan Cukai dan jenis
1. Pemohon mengajukan dokumen BC 2.6.1 secara kemasan/petike
lengkap melalui SKP.
mas dan/atau
2. SKP melakukan penelitian pemblokiran:
nomor sarana
a. Dalam hal sedang diblokir, SKP menerbitkan pengangkut
NPP.
sampai dengan
b. Dalam hal tidak diblokir, SKP menyatakan
melakukan penelitian dokumen BC 2.6.1
barang selesai
3. SKP melakukan penelitian data dokumen BC 2.6.1:
keluar pada
a. Dalam hal tidak sesuai, SKP menerbitkan NPP
SKP
dan Pemohon melakukan perbaikan dokumen
(penerbitan
BC 2.6.1 sesuai respon NPP.
SPPD BC
b. Dalam hal sesuai, SKP memberikan nomor
2.6.1).
pendaftaran BC 2.6.1 dan menetapkan jalur
b) termasuk
pengeluaran barang.
kategori
4. SKP melakukan penetapan jalur
layanan kuning
pengeluaran barang:
atau kategori
a. Dalam hal ditetapkan jalur hijau, SKP
layanan hijau,
menerbitkan SPPB BC 2.6.1 kepada Pemohon.
b. Dalam hal ditetapkan jalur merah, SKP maka
menerbitkan SPJM BC 2.6.1 kepada Pemohon. perekaman
5. Pemohon menerima respon SPJM BC 2.6.1 dan merek, nomor,
menyerahkan dokumen pelengkap pabean dan ukuran, jumlah
Bukti Penerimaan Jaminan kepada Pejabat Bea dan dan jenis
Cukai. kemasan/petike
6. Pemohon menyatakan kesiapan barang untuk mas dan/atau
dilakukan proses pemeriksaan fisik barang nomor sarana
oleh Pejabat Bea dan Cukai. pengangkut
7. Pejabat Bea dan Cukai melakukan pemeriksaan fisik sampai dengan
barang, mengambil contoh barang jika diperlukan, menyatakan
membuat Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) dan barang selesai
membuat Berita Acara Pemeriksaan Fisik Barang. keluar pada
8. Pejabat Bea dan Cukai dan Pemohon aplikasi yang
menandatangani Berita Acara Pemeriksaan terhubung
Fisik Barang. dengan SKP
9. Pejabat Bea dan Cukai melakukan penelitian dilakukan oleh
kesesuaian antara dokumen BC 2.6.1, dokumen Penyelenggara/
pelengkap pabean, LHP dan BAPFB dan Pengusaha
melakukan perekaman hasil penelitian pada SKP: TPB.
a. Dalam hal tidak sesuai dan tidak tercantum
pada surat persetujuan, dokumen BC 2.6.1
tidak dapat diproses lebih lanjut.
b. Dalam hal tidak sesuai dan tercantum
pada surat persetujuan:
1) kedapatan jumlah dan/atau jenis kurang
dari yang diberitahukan dalam dokumen BC
2.6.1, SKP menerbitkan Nota
Pembetulan BC 2.6.1 dan SPPB BC
2.6.1 kepada Pemohon.
2) 2) kedapatan jumlah dan/atau jenis lebih
dari yang diberitahukan dalam dokumen
BC 2.6.1, SKP menerbitkan SPPB BC 2.6.1
kepada Pemohon dan pengeluaran
disesuaikan dengan dokumen BC 2.6.1
c. Dalam hal sesuai, SKP menerbitkan SPPB BC
2.6.1
10. Pemohon melakukan pemuatan (stuffing) barang
ke dalam sarana pengangkut.
11. Pejabat Bea dan Cukai melaporkan pelaksanaan
pengawasan stuffing barang dengan melakukan
perekaman merek, nomor, ukuran, jumlah dan jenis
kemasan/petikemas, dan/atau nomor sarana
pengangkut pada SKP.
12. Pejabat Bea dan Cukai melakukan pengeluaran
barang dengan mencocokkan jumlah dan jenis
kemasan/petikemas dan/atau nomor sarana
pengangkut.
13. Pejabat Bea dan Cukai melakukan perekaman
pelaksanaan pengeluaran barang dari TPB pada
SKP.

17 Pelayanan a. Surat permohonan secara tertulis dengan 1. Pemohon mengajukan surat permohonan Paling lama 5 (lima) hari Surat Persetujuan BC
Permohonan dilampiri: pengeluaran barang dari TBB ke TBB lainnya (BC kerja sejak dokumen 2.7
Pengeluaran Barang 1) Dokumen pemasukan asal barang; 2.7) permohonan diterima
Dari Toko Bebas 2) Daftar rincian barang yang akan dikeluarkan; 2. Pejabat Bea dan Cukai menerima, meneliti: lengkap sampai dengan
Bea Ke Toko Bebas persetujuan pengeluaran
3) Fotocopy Surat Keputusan penetapan TBB a. Dalam hal diperlukan pemeriksaan, Tim
Bea Lainnya (BC oleh Kepala Kantor.
2.7) tujuan. Pemeriksa melakukan pemeriksaan untuk
b. Pemeriksaan fisik dalam rangka permohonan memastikan jumlah dan jenis barang sesuai
pengeluaran dilakukanberdasarkan manajemen dengan dokumen BC 2.7, dan kemudian
resiko. membuat BA Pemeriksaan.
b. Dalam hal tidak diperlukan pemeriksaan,
Pejabat Bea dan Cukai membuat Surat
Persetujuan BC 2.7
3. Pejabat Bea dan Cukai mengawasi pengeluaran
barang.

18 Pengeluaran Barang a. Form BC 2.7 beserta dokumen pelengkap Dalam hal pada TPB tidak ditempatkan Pejabat Bea dan a. Dalam hal tanpa Surat Persetujuan
Dari Tempat b. SKP Cukai pemeriksaan fisik maka Pengeluaran Barang
Penimbunan Berikat 1. Pemohon mengajukan permohonan dokumen BC seluruh pelaksanaan BC 2.7 (SPPB BC
Ke Tempat 2.7 melalui SKP. kegiatan dilaksanakan 2.7)
Penimbunan Berikat 2. SKP melakukan penelitian pemblokiran: oleh
Lainnya Dengan a. dalam hal diblokir, SKP menerbitkan Nota
Menggunakan Penyelenggara/Pengusa
Pemberitahuan Penolakan (NPP) ha TPB dengan
Sistem Pertukaran
Data Elektronik (BC b. b. dalam hal tidak diblokir, melakukan proses melakukan perekaman
2.7 KELUAR) penelitian lebih lanjut dengan menggunakan
3. SKP melakukan penelitian data BC 2.7. aplikasi yang terhubung
a. dalam hal tidak sesuai, SKP menerbitkan respon dengan SKP.
Nota Pemberitahuan Penolakan (NPP) (menyesuaikan apabila
b. dalam hal sesuai, SKP memberikan nomor dan terdapat Pejabat Bea
tanggal pendaftaran BC 2.7 dan Cukai atau tidak)
4. SKP melakukan penetapan jalur pengeluaran b. Dalam hal dengan
barang: pemeriksaan fisik:
a. dalam hal ditetapkan jalur hijau, SKP 1) 10 (sepuluh) menit
menerbitkan Surat Persetujuan Pengeluaran sejak Pejabat yang
Barang BC 2.7 (SPPB BC 2.7) Mengawasi TPB
b. Dalam hal ditetapkan jalur merah, SKP menerima dokumen
menerbitkan SPJM BC 2.7, permintaan BC 2.7 dan
dokumen pelengkap pabean dan dokumen
tembusan SPPF BC 2.7 kepada Pemohon. pelengkap sampai
5. Pemohon menyerahkan dokumen pelengkap pabean dengan
dan menyatakan kesiapan untuk dilakukan proses merekamnya dalam
pemeriksaan fisik barang kepada Pejabat Bea dan SKP dan
Cukai. menyerahkan
6. Pejabat Bea dan Cukai melakukan pemeriksaan fisik kepada Pejabat
barang, mengambil contoh barang jika diperlukan. Pemeriksa Barang.
7. Pejabat Bea dan Cukai membuat Laporan 2) Pelaksanaan
Hasil Pemeriksaan (LHP) dan membuat Berita pemeriksaan fisik
Acara Pemeriksaan Fisik Barang. tergantung pada
8. Pejabat Bea dan Cukai dan Pemohon jumlah, jenis dan
menandatangani Berita Acara Pemeriksaan kesiapan barang.
Fisik Barang. 3) 15 (lima belas)
9. Pejabat Bea dan Cukai melakukan penelitian menit sejak
kesesuaian antara dokumen BC 2.7, dokumen selesainya
pelengkap pabean, LHP dan BAPFB dan melakukan pemeriksaan fisik
perekaman hasil penelitian pada SKP: barang sampai
a. Dalam hal sesuai, SKP menerbitkan SPPB BC dengan Pejabat
2.7 kepada Pemohon. Pemeriksa Barang
b. Dalam hal tidak sesuai dan kedapatan jumlah merekam Laporan
dan/atau jenis kurang dari yang diberitahukan Hasil Pemeriksaan
pada dokumen BC 2.7, SKP menerbitkan (LHP) dan Berita
Nota Pembetulan dokumen BC 2.7 dan Acara Pemeriksaan
SPPBC BC 2.7 kepada Pemohon. Fisik Barang
c. Dalam hal tidak sesuai dan kedapatan jumlah (BAPFB) pada SKP
dan/atau jenis lebih dari yang diberitahukan dan menyerahkan
pada dokumen BC 2.7, SKP menerbitkan kepada Pejabat
SPPBC BC 2.7 kepada Pemohon dan yang Mengawasi
pengeluaran barang disesuaikan dengan TPB.
dokumen BC 2.7. 4) Pelaksanaan
10. Pemohon melakukan pemuatan (stuffing) barang stuffing dan
ke dalam sarana pengangkut. pemasangan
11. Pemohon melaporkan pelaksanaan tanda pengaman
pengawasan stuffing barang dengan melakukan tergantung pada
perekaman merek, nomor, ukuran, jumlah dan jumlah dan/atau
jenis kemasan/petikemas, dan/atau nomor jenis barang.
sarana pengangkut pada SKP. 5) 10 (sepuluh) menit
12. Pemohon melakukan pengeluaran barang dengan sejak Pejabat yang
mencocokkan jumlah dan jenis kemasan/petikemas mengawasi TPB
dan/atau nomor sarana pengangkut. merekam merek,
13. Pemohon melakukan perekaman pelaksanaan nomor, ukuran,
pengeluaran barang dari TPB pada SKP. jumlah dan jenis
kemasan/petikemas
Dalam hal pada TPB ditempatkan Pejabat Bea dan Cukai dan/atau nomor
1. Pemohon mengajukan permohonan dokumen BC sarana pengangkut
2.7 melalui SKP. sampai dengan
2. SKP melakukan penelitian pemblokiran: menyatakan barang
a. dalam hal diblokir, SKP menerbitkan Nota selesai keluar pada
Pemberitahuan Penolakan (NPP) SKP dalam hal
b. dalam hal tidak diblokir, melakukan proses termasuk kategori
penelitian lebih lanjut
layananmerah atau
3. SKP melakukan penelitian data BC 2.7.
kategori layanan
a. dalam hal tidak sesuai, SKP menerbitkan kuning.
respon Nota Pemberitahuan Penolakan (NPP)
b. dalam hal sesuai, SKP memberikan nomor
dan tanggal pendaftaran BC 2.7
4. SKP melakukan penetapan jalur
pengeluaran barang:
a. dalam hal ditetapkan jalur hijau, SKP
menerbitkan Surat Persetujuan Pengeluaran
Barang BC 2.7 (SPPB BC 2.7)
b. Dalam hal ditetapkan jalur merah, SKP
menerbitkan SPJM BC 2.7, permintaan
dokumen pelengkap pabean dan
tembusan SPPF BC 2.7 kepada Pemohon.
5. Pemohon menyerahkan dokumen pelengkap pabean
dan menyatakan kesiapan untuk dilakukan proses
pemeriksaan fisik barang kepada Pejabat Bea dan
Cukai.
6. Pejabat Bea dan Cukai melakukan pemeriksaan fisik
barang, mengambil contoh barang jika diperlukan.
7. Pejabat Bea dan Cukai membuat Laporan
Hasil Pemeriksaan (LHP) dan membuat Berita
Acara Pemeriksaan Fisik Barang.
8. Pejabat Bea dan Cukai dan Pemohon
menandatangani Berita Acara Pemeriksaan
Fisik Barang.
9. Pejabat Bea dan Cukai melakukan penelitian
kesesuaian antara dokumen BC 2.7, dokumen
pelengkap pabean, LHP dan BAPFB dan melakukan
perekaman hasil penelitian pada SKP:
a. Dalam hal sesuai, SKP menerbitkan SPPB BC
2.7 kepada Pemohon.
b. Dalam hal tidak sesuai dan kedapatan jumlah
dan/atau jenis kurang dari yang diberitahukan
pada dokumen BC 2.7, SKP menerbitkan
Nota Pembetulan Dokumen BC 2.7 dan
SPPBC BC 2.7 kepada Pemohon.
c. Dalam hal tidak sesuai dan kedapatan jumlah
dan/atau jenis lebih dari yang diberitahukan
pada dokumen BC 2.7, SKP menerbitkan
SPPBC BC 2.7 kepada Pemohon dan
pengeluaran barang disesuaikan dengan
dokumen BC 2.7.
10. Pemohon melakukan pemuatan (stuffing) barang
ke dalam sarana pengangkut.
11. Pejabat Bea dan Cukai melaporkan pelaksanaan
pengawasan stuffing barang dengan melakukan
perekaman merek, nomor, ukuran, jumlah dan
jenis kemasan/petikemas, dan/atau nomor sarana
pengangkut pada SKP.
12. Pejabat Bea dan Cukai melakukan pengeluaran
barang dengan mencocokkan jumlah dan jenis
kemasan/petikemas dan/atau nomor sarana
pengangkut.
13. Pejabat Bea dan Cukai melakukan perekaman
pelaksanaan pengeluaran barang dari TPB
pada SKP.
19 Pelayanan Pengusaha TPB untuk mendapat persetujuan 1. Pemohon mengajukan dokumen permohonan Paling lama 5 (lima) hari Surat Persetujuan
Pemusnahan Barang pemusnahan barang di dalam TPB mengajukan pemusnahan beserta dokumen pendukung kerja sejak dokumen Pemusnahan.
Dan/Atau Bahan dengan dilampiri: 2. Pejabat Bea dan Cukai meneliti dokumen permohonan pemusnahan
Yang Berada Di 1) daftar rincian barang yang akan dirusak; permohonan beserta dokumen pendukung beserta dokumen pelengkap
Tempat Penimbunan 2) keterangan mengenai alasan perusakan dan diterima
3. Pejabat Bea dan Cukai melakukan pencacahan
Berikat cara perusakan; dan secara lengkap dan benar
barang dengan disaksikan Pemohon sampai dengan penerbitan
3) dokumen asal barang
4. Pejabat Bea dan Cukai membuat Berita Acara Surat
Pencacahan: Persetujuan/Penolakan
a. dalam hal permohonan disetujui, Pejabat Bea Pemusnahan.
dan Cukai membuat Surat Persetujuan
Pemusnahan Barang
b. dalam hal permohonan ditolak, Pejabat Bea dan
Cukai membuat Surat Penolakan Pemusnahan
Barang
5. Kepala Kantor menerbitkan Surat Persetujuan/
Penolakan Pemusnahan Barang
6. Pemohon menerima Surat Persetujuan/Penolakan
Pemusnahan Barang
7. Dalam hal mendapat Surat Persetujuan
Pemusnahan Barang, Pemohon mengeluarkan
barang dari TPB ke lokasi pemusnahan di bawah
pengawasan Pejabat Bea dan Cukai
8. Pejabat Bea dan Cukai memuat Berita Acara
Pemusnahan Barang
9. Pejabat Bea dan Cukai dan Pemohon
menandatangani Berita Acara Pemusnahan Barang

20 Pelayanan Surat pemberitahuan tertulis kepada Kepala Kantor 1. Pemohon mengajukan surat pemberitahuan tertulis Jangka waktu penyelesian Laporan Hasil
Pengawasan mengenai akan dilaksanakannya pencacahan. kepada Kepala Kantor mengenai akan pelayanan pencacahan Pencacahan
Pencacahan Barang dilaksanakannya pencacahan barang (stock opname) TPB
(Stock Opname) 2. Pemohon melakukan pencacahan barang. menyesuaikan waktu yang
Tempat Penimbunan telah ditetapkan pada Surat
3. Pejabat Bea dan Cukai melakukan pengawasan dan
Berikat Pemberitahuan dari
membuat Laporan Hasil Pencacahan. Pemohon.

 Biaya/tarif : Tidak dipungut biaya


 Penanganan Pengaduan, Saran dan Masukan :

1. Pengaduan, Saran, dan Masukan dapat disampaikan secara on line melalui Sistem Pengaduan Masyarakat (SIPUMA)
di [Link] atau ke email [Link]@[Link]
2. Pengaduan, saran, dan masukan langsung via saluran telepon ke (021) 1500 225 (Bravo Bea Cukai) atau faksimile ke (021) 4890966 dan Surat d.a.
Direktur Kepatuhan Internal Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Jl. Ahmad Yani By Pass - Rawamangun, Jakarta Timur Jakarta – 13230
3. Menyampaikan pengaduan, saran, dan masukan langsung melalui Unit Kepatuhan Internal di Unit Kerja ybs atau melalui saluran pengaduan
masing-masing unit kerja

Anda mungkin juga menyukai