Profitabilitas dan Leverage Harga Saham
Profitabilitas dan Leverage Harga Saham
Disusun Oleh:
Erfina Udin
NIM. 20121305
SKRIPSI
Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Meraih Derajat Sarjana Akuntansi
2025
LEMBAR PERSETUJUAN
Disetujui untuk diajukan dalam ujian seminar tutup pada tanggal, 25 Januari 2025
Dr. Mursalam Salim, S.E., [Link], CSRS., CSRA Iriana Auliyah, S.E., [Link]
NIDN. 1213067201 NIDN.1413019602
Mengetahui,
Ketua Program Studi Akuntansi
ii
KATA PENGANTAR
Segala puji dan syukur dipanjatkan atas Kehadirat Allah SWT, yang telah
ini sehingga dapat diselesaikan tepat pada waktunya. Penelitian ini berjudul
Adapun tujuan dari pembuatan skripsi ini untuk memenuhi salah satu syarat
dalam mencapai gelar Sarjana Ekonomi pada Program Studi Akuntansi, Fakultas
Sehubungan dengan selesainya karya akhir ini tidak terlepas dari doa,
penulis. Karena itu pada kesempatan ini penulis menyampaikan ucapan terima
1. Kedua orang tua saya yang selalu memberikan doa, dukungan dan motivasi.
2. Bapak Dr. Ir. Didik S.S. Mabui, S.T., M.T., IPM, selaku Rektor Universitas
3. Bapak Dr. Mursalam Salim, S.E., [Link] selaku Dekan Fakultas Ekonomi dan
Yapis Papua.
iii
Papua atas kesempatan dan fasilitas yang diberikan selama menempuh
pendidikan S-1.
5. Bapak Dr. Mursalam Salim, S.E., [Link] selaku Dosen Pembimbing 1 dan
6. Segenap Dosen Program Studi Akuntansi dan Para Staf Program Studi
Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis pada Universitas Yapis Papua yang
Saya menyadari sepenuhnya bahwa skripsi ini masih banyak kekurangan dan jauh
dari kesempurnaan. Oleh karena itu, kritik dan saran dari semua pihak terkait dapat
sebelumnya dan dapat bermanfaat bagi penulis sendiri maupun bagi pembaca.
Erfina Udin
iv
DAFTAR ISI
v
4.1. Deskripsi Variabel .......................................................................................... 36
4.2. Analisis Data .................................................................................................. 36
4.3. Uji Hipotesis .................................................................................................. 42
4.4. Pembahasan .................................................................................................... 44
BAB V PENUTUP ............................................................................................... 46
5.1. Kesimpulan .................................................................................................... 46
5.2. Saran ............................................................................................................... 46
Daftar Pustaka ..................................................................................................... 47
Lampiran ............................................................................................................. 50
vi
DAFTAR TABEL
vii
DAFTAR GAMBAR
viii
DAFTAR LAMPIRAN
ix
BAB I
PENDAHULUAN
Pada era globalisasi, pasar modal membawa peranan yang cukup penting dalam
kegiatan perekonomian, bahkan pasar modal juga dapat dipandang sebagai salah
Indonesia sangat meningkat pada tahun 2009, bahkan pasar modal Indonesia
merupakan yang terbaik di ASEAN dan menempati peringkat ke-2 di Asia Pasifik
meskipun beberapa kali mengalami fluktuasi yang cukup berat seperti saat krisis
global tahun 2008. Pasar modal adalah tempat di mana instrumen keuangan jangka
sumber daya dari mereka yang memiliki surplus (seperti investor) ke mereka yang
membutuhkannya (seperti perusahaan dan pemerintah) (M. Putri & Noor, 2022).
Pasar modal bukan hanya tentang perdagangan saham dan obligasi, namun
juga mencakup berbagai instrumen keuangan lainnya seperti reksa dana, ETF, opsi,
dan futures. Fungsi keuangan pasar modal menyediakan dana yang diperlukan oleh
para investor dan issuer tanpa harus adanya keterlibatan secara langsung pihak–
pihak tersebut dalam kepemilikan aktiva riil yang diperlukan untuk investasi
tersebut (Halim, 2015). Pasar modal juga mencakup institusi seperti bursa efek,
1
2
Bursa efek memang merupakan elemen penting dalam pasar modal. Bursa efek
adalah tempat di mana transaksi jual beli instrumen keuangan seperti saham dan
Indonesia, bursa efek utamanya adalah Bursa Efek Indonesia (BEI) atau yang
dikenal juga dengan nama Indonesia Stock Exchange (IDX). BEI merupakan pasar
BEI memiliki peran penting dalam menggerakkan pasar modal dan ekonomi
telah memberikan pengaruh yang besar, Covid ini berdampak pada penurunan
IHSG. IHSG merupakan indeks yang menunjukkan pergerakan harga saham secara
umum yang tercatat di bursa efek yang menjadi acuan tentang perkembangan
kegiatan di pasar modal. IHSG ini bisa digunakan untuk menilai situasi pasar secara
umum atau mengukur apakah harga saham mengalami kenaikan atau penurunan.
IHSG terdiri dari sembilan indeks sektoral, yaitu: (1) pertanian, (2) pertambangan,
(3) industri dasar dan kimia, (4) berbagai industri, (5) industri barang konsumsi, (6)
properti dan real estate, (7) transportasi dan infrastruktur, (8) keuangan, dan (9)
perdagangan, jasa dan investasi (Bursa Efek Indonesia, 2020). Data pertumbuhan
IHSG dalam 5 tahun terakhir dapat dilihat pada tabel di bawah ini:
3
7200
7190
7000
6850
6800
6600 6581
IHSG
6400
6299
6200
6000 5979
5800
2019 2019.5 2020 2020.5 2021 2021.5 2022 2022.5 2023
Tahun
(IHSG) di Bursa Efek Indonesia untuk periode 2019-2023. Grafik ini menunjukkan
pergerakan IHSG yang dipengaruhi oleh berbagai faktor ekonomi dan pasar
sepanjang lima tahun terakhir. Pada tahun 2019, IHSG berada di angka 6.299,
Namun, pada tahun 2020, IHSG mengalami penurunan signifikan hingga mencapai
pasar seiring dengan penanganan pandemi yang mulai membaik. Kemudian, pada
2022, IHSG terus meningkat menjadi 6.850, mencerminkan tren positif yang terjadi
pasar saham. Pada tahun 2023, IHSG mencapai 7.190, mencatatkan angka tertinggi
4
investor yang semakin kuat terhadap kondisi ekonomi Indonesia serta sektor-sektor
yang ada di dalamnya termasuk sektor konsumsi, terutama industri makanan dan
minuman.
Kebutuhan akan produk-produk ini cenderung tetap stabil bahkan dalam kondisi
ekonomi yang sulit. Meskipun banyak sektor usaha mengalami kesulitan selama
yang mengesankan. Pada kuartal I-2021, pertumbuhan industri ini mencapai 2,45%,
bahwa sektor ini memiliki potensi untuk menarik minat investor dan memperkuat
menyoroti sektor industri makanan dan minuman (mamin), yang secara konsisten
menunjukkan ciri pertumbuhan yang stabil dan potensi pertumbuhan yang tinggi,
Industri mamin memiliki daya tarik investasi yang kuat karena sifatnya yang
menjadi kunci bagi investor untuk mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan dari
dan likuiditas akan menyediakan landasan yang kuat bagi pengambilan keputusan
saat ini dan di masa yang akan datang, serta stabilitas dari keuntungan yang akan
saham. Oleh karena itu, faktor harga saham menjadi sangat penting bagi para pelaku
Harga saham merupakan harga yang terbentuk melalui aktivitas permintaan dan
penawaran yang dilakukan oleh para investor. Harga saham ini sifatnya fluktuatif,
sehingga bisa berubah ubah setiap waktu. Harga saham dapat dikatakan sebagai
dengan adanya transaksi jual beli saham di pasar modal. Terjadinya transaksi
tertentu. Prestasi perusahaan bisa dikaji dari kinerja keuangan perusahaan yang
diolah dari laporan keuangan yang dikeluarkan secara periodik. Harga saham
6
merupakan harga pada saham yang terjadi di pasar pada saat tertentu yang terbentuk
oleh mekanisme pasar, yaitu permintaan dan penawaran (Zuhri et al., 2020).
profitabilitas dan leverage. Profitabilitas adalah salah satu faktor kunci yang secara
bagi pertumbuhan masa depan dan stabilitas perusahaan. Tingkat profitabilitas yang
yang lebih baik (Sasongko & Shaliza, 2018). Perusahaan dengan profitabilitas yang
tinggi cenderung memiliki harga saham yang lebih tinggi karena investor percaya
bahwa mereka dapat menghasilkan pengembalian yang lebih besar atas investasi
mereka. Penelitian ini menggunakan proksi Return On Asset (ROA) sebagai rasio
profitabilitas.
(Bandawaty & Nurfitria, 2022) dan (Fajriati & Zarkasyi, 2022) menyatakan bahwa
Return On Asset (ROA) berpengaruh positif terhadap harga saham. Hasil yang
sama juga ditunjukkan oleh penelitian (Pradanimas & Sucipto, 2022), (L. A. Putri
& Ramadhan, 2023) dan (Kaharuddin et al., 2022) terdapat pengaruh profitabilitas
terhadap harga saham pada Perusahaan Manufaktur Sub Sektor Makanan dan
Minuman di Bursa Efek Indonesia. Sementara hasil yang berbeda ditemukan pada
penelitian yang dilakukan oleh (Marlina et al., 2022) dan (Zuhri et al., 2020)
juga meningkatkan risiko finansial. Investor sering menilai tingkat leverage suatu
perusahaan, terutama dalam menghadapi fluktuasi pasar atau kondisi ekonomi yang
tidak stabil. Oleh karena itu, harga saham perusahaan dengan leverage yang tinggi
cenderung lebih sensitif terhadap perubahan kondisi pasar dan ekspektasi keuangan
(Setiawan et al., 2021). Penelitian ini menggunakan proksi Debt to Equity Ratio
Penelitian yang sesuai dengan rasio leverage telah dilakukan oleh (Partomuan
& Simamora, 2021) dan (Fajriati & Zarkasyi, 2022) yang menyatakan bahwa Debt
Perusahaan Sub Sektor Makanan dan Minuman di Bursa Efek Indonesia. Sementara
hasil yang berbeda pada penelitian yang dilakukan oleh (Maylani Pratiwi & Rizca
Amelia, 2020), (Gunawan et al., 2020), (Zuhri et al., 2020) dan (Pradanimas &
Sucipto, 2022) menemukan bahwa DER berpengaruh negatif dan tidak signifikan
yang telah dilakukan, penelitian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang
lebih mendalam tentang rasio profitabilitas dan rasio leverage. Sehingga, penulis
Dari latar belakang masalah yang sudah dipaparkan di atas, dapat kita ambil
diantaranya:
ini adalah:
1. Bagi Peneliti
hubungan antara rasio profitabilitas dan leverage dengan harga saham pada
2. Bagi Mahasiswa
Mahasiswa akan dapat menggunakan hasil penelitian ini sebagai referensi untuk
harga saham.
dapat mengubah sikap mereka terhadap uang dan keuangan dalam konteks
menjadi lebih sadar akan pentingnya analisis keuangan yang cermat dan
minuman.
BAB II
TINJAUAN LITERATUR
Penelitian Terdahulu
barang primer yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dalam rentang waktu dari
tahun 2016 hingga 2021”. Metode analisis yang diterapkan dalam penelitian ini
dependen. Selain itu, penelitian ini juga mencoba untuk mengukur kekuatan dan
arah hubungan antara variabel-variabel tersebut. Hasil temuan dari penelitian ini
menunjukkan bahwa Earning Per Share (EPS) berpengaruh negatif dan tidak
signifikan terhadap harga saham, Return On Asset (ROA) berpengaruh positif dan
tidak signifikan terhadap harga saham sedangkan Price Earning Ratio (PER)
perusahaan ritel yang diselidiki. Hal ini mengindikasikan bahwa investor cenderung
Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang pada tahun 2022 dengan
11
12
Penelitian dilakukan dalam rentang waktu dari tahun 2015 hingga 2020. Penelitian
ini bertujuan untuk memahami dinamika pasar modal serta faktor-faktor yang
penelitian yang digunakan melibatkan analisis data sekunder dari laporan keuangan
dan leverage, sementara variabel intervening adalah nilai perusahan dan variabel
analisis yang diterapkan dalam penelitian ini adalah regresi statistik dengan nilai
langsung maupun tidak langsung melalui nilai perusahaan sebagai mediator. Hasil
negatif dan signifikan terhadap harga saham perusahaan sektor industri barang
Penelitian yang dilakukan oleh Laras Auditria Putri dan Muhammad Iqbal
Ramadhan di Universitas Airlangga pada tahun 2023 dengan judul “Pengaruh Rasio
kedua rasio ini memengaruhi perilaku harga saham di pasar modal. Metode
penilaian yang digunakan melibatkan analisis data sekunder yang diperoleh dari
13
penelitian ini menunjukkan bahwa rasio likuiditas dan rasio profitabilitas memiliki
pengaruh positif yang signifikan terhadap harga saham. Artinya, semakin tinggi
rasio likuiditas dan rasio profitabilitas suatu perusahaan, maka akan cenderung
Penelitian yang dilakukan oleh Nadya Clarissa Demor, Paulina Van Rate dan
Dedy N. Baramuli di Universitas Sam Ratulangi Manado pada tahun 2021 dengan
judul penelitian “Pengaruh Current Ratio, Debt to Equity, Return On Equity, Net
Profit Margin dan Earning Per Share Terhadap Harga Saham Perusahaan Sub
Sektor Food and Beverage di Bursa Efek Indonesia Periode 2015-2019”. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa Current Ratio, Net Profit Margin dan Earning Per
Share berpengaruh positif dan signifikan terhadap harga saham. Sedangkan Debt to
Equity Ratio dan Return On Equity berpengaruh negatif dan tidak signifikan
terhadap harga saham perusahaan sub sektor Food and Beverage di Bursa Efek
likuiditas, profitabilitas dan leverage terhadap harga saham (studi pada perusahaan
sub sektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun
14
2016-2020). Hasil temuan dari penelitian ini menunjukan bahwa likuiditas (CR)
tidak memiliki pengaruh terhadap harga saham dikarenakan tingkat likuiditas yang
rendah sehingga tidak menarik minat investor untuk menanamkan modal sehingga
dan leverage secara simultan berpengaruh terhadap harga saham pada sub sektor
Penelitian yang dilakukan oleh Tri Marlina dan Resti Fitria Nur Anggraini
dengan judul penelitian yaitu “pengaruh profitabilitas dan likuiditas terhadap harga
saham sebelum dan saat pandemi Covid-19. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui perbedaan pengaruh profitabilitas (ROA dan NPM) dan likuiditas (CR
dan QR) terhadap harga saham sebelum dan selama masa pandemi covid-19.
Analisis data menggunakan regresi linier berganda dan juga uji beda yaitu uji t
sampel berpasangan dan uji peringkat bertanda Wilcoxon. Sehingga, hasil yang
diperoleh ROA dan CR secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap harga
Secara simultan ROA, NPM, CR dan QR berpengaruh terhadap harga saham. Tidak
Teori
tentang prospek perusahaan untuk masa yang akan datang (Houston, 2016).
yang didapat oleh investor terkait kondisi atau prospek perusahaan dari pada
tindakan yang dilakukan oleh internal perusahaan yang tidak bisa diamati secara
bagi pihak luar. Menurut (Houston et al, 2016) Signalling theory merupakan
Akuntan Indonesia (IAI) dalam PSAK No.1 tahun 2015 (2015:1) menyebutkan
bahwa, “Laporan keuangan adalah suatu penyajian yang terstruktur dari posisi
struktur yang menyajikan posisi keuangan dan kinerja keuangan dalam sebuah
entitas yang bertujuan untuk menyajikan informasi yang dibutuhkan bagi pihak
tahun 2015 (2015:2) bahwa laporan keuangan yang berguna bagi pemakai
1. Dapat dipahami
2. Relevan
digunakan untuk mengevaluasi peristiwa masa lalu, dan masa depan, serta dapat
3. Keandalan
Informasi juga harus andal (reliabel), yakni informasi yang bebas dari
4. Dapat Dibandingkan
perusahaan.
Menurut (Ross, 2015), rasio keuangan merupakan suatu alat yang dapat
pengeluaran prestasi yang baik, serta struktur modal yang sehat, sehingga tujuan
Secara garis besar, saat ini dalam praktik setidaknya ada lima jenis rasio
keuangan yang sering digunakan untuk menilai kondisi keuangan dan kinerja
perusahaan. Kelima jenis rasio keuangan tersebut adalah rasio likuiditas, rasio
leverage, rasio aktivitas, rasio profitabilitas, dan rasio penilaian atau rasio
penelitian ini adalah, rasio profitabilitas yaitu Return On Asset (ROA), dan rasio
keberhasilan suatu entitas bisnis. Profitabilitas, sebagai hasil akhir dari berbagai
18
mana semakin besar aktivitas penjualan dan investasi, semakin tinggi pula rasio
keuntungan atau laba pada periode waktu tertentu. Rasio profitabilitas ini
atau laba yang dihasilkan dalam suatu periode dengan jumlah aktiva, penjualan
sendiri merupakan rasio untuk mengukur laba bersih sesudah pajak dengan
modal sendiri. Semakin tinggi rasio ini, semakin baik. Artinya posisi pemilik
dengan cara penjualan bersih dikurangi harga pokok penjualan. Rasio ini
cara laba operasional dibagi penjualan. Rasio ini merupakan cara untuk
finansial suatu perusahaan. Dalam penelitian ini jenis rasio profitabilitas yang
sejumlah aset atau dana oleh sebuah perusahaan, di mana penggunaan tersebut
leverage yang ekstrem, di mana perusahaan terjebak dalam tingkat utang yang
tinggi dan sulit untuk melepaskan beban utang tersebut (Kaharuddin et al.,
2022).
dalam memanfaatkan aktiva atau dana yang memiliki beban tetap untuk
yang diperoleh melebihi biaya tetap yang dikeluarkan (Bramaputra et al., 2022).
ekuitas atau modalnya dapat dianggap memiliki tingkat leverage yang tinggi.
besarnya dana yang berasal dari hutang. Kreditur lebih menyukai jika Debt to
Asset Ratio rendah karena tingkat keamanan dananya menjadi semakin baik.
21
menunjukkan proporsi relatif antara ekuitas dan hutang yang digunakan untuk
membiayai aset perusahaan. Debt to Equity Ratio (DER) atau rasio hutang
terhadap ekuitas ini dihitung dengan cara mengambil total kewajiban hutang
Rasio ini bertujuan untuk mengukur berapa bagian dari setiap rupiah
modal sendiri yang dijadikan jaminan utang jangka panjang dengan cara
dalam pengukuran leverage. Karena Debt to Equity Ratio (DER) fungsi untuk
mengetahui setiap rupiah modal sendiri yang dijadikan untuk jaminan hutang.
Bagi kreditur, semakin besar Debt to Equity Ratio (DER) akan semakin tidak
semakin besar Debt to Equity Ratio (DER) maka akan semakin baik, apabila
hutang digunakan secara tepat. Rasio ini juga memberikan petunjuk umum
Harga saham merujuk pada nilai sebuah saham yang terjadi dalam pasar
bursa pada waktu tertentu, yang ditetapkan oleh para pelaku pasar dan
dipengaruhi oleh permintaan dan penawaran saham terkait dalam pasar modal.
Artinya, harga saham mencerminkan nilai intrinsik dari saham itu sendiri.
perubahan baik naik maupun turun. Fluktuasi harga saham disebabkan oleh
seperti kondisi ekonomi, sosial, politik, dan rumor-rumor yang beredar (Br
Purba, 2019).
tinggi, biasanya dividen yang dibayarkan juga tinggi, hal ini dapat berdampak
positif terhadap harga saham di pasar bursa, dan menarik minat investor untuk
Kerangka Teoritis
profitabilitas dan leverage terhadap harga saham pada perusahaan industri makanan
dan minuman di Bursa Efek Indonesia dalam periode 2019-2023. Kerangka teoritis
23
akan didasarkan pada dua konsep utama yang relevan dengan penelitian ini.
Profitabilitas yang tinggi cenderung mencerminkan kinerja yang baik dan dapat
berkontribusi positif terhadap harga saham. Kedua, leverage mengacu pada tingkat
menghasilkan imbal hasil yang lebih tinggi bagi pemegang saham. Oleh karena itu,
yang lebih baik tentang faktor-faktor yang memengaruhi harga saham dalam
konteks industri yang spesifik ini. Adapun kerangka berpikir dalam penelitian ini
adalah:
Profitabilitas
Return On Asset (ROA)
H1
Harga Saham
(Y)
Leverage H2
Debt To Ratio (DER)
suatu perusahaan. Hal ini ditunjukkan oleh laba yang dihasilkan dari penjualan
24
2017).
Hal ini didukung penelitian yang dilakukan oleh (Pradanimas & Sucipto,
2022), (Putri & Ramadhan, 2023), (Fajriati & Zarkasyi, 2022) dan (Kaharuddin
harga saham. Pada dasarnya, semakin tinggi nilai ROA maka semakin tinggi
tinggi profitabilitas, semakin tinggi pula deviden dan akan meningkatkan harga
saham. Hal ini juga merupakan pengertian umum di mana jika perusahaan
untuk mengukur sejauh mana aktiva perusahaan dibiayai dengan utang. Data
yang digunakan untuk analisis leverage adalah neraca dan laporan laba rugi,
semakin besar pula jumlah hutang yang digunakan dan semakin besar risiko
(Sutrisno, 2017).
25
(Sugiarto & Lubis, 2017) menyatakan bahwa debt to equity ratio (DER)
yang tinggi menunjukkan komposisi total hutang semakin besar dibanding total
modal sendiri yang akan berdampak pada semakin besar pula beban yang
ataupun kerugian bagi perusahaan, sehingga nilai rasio DER pada perusahaan
Hal ini didukung penelitian yang dilakukan oleh (Partomuan & Simamora,
2021) dan (Fajriati & Zarkasyi, 2022) yang menyatakan bahwa DER
METODE PENELITIAN
leverage terhadap harga saham pada perusahaan industri makanan dan minuman di
Bursa Efek Indonesia. Dengan menggunakan metode ini, peneliti akan mencoba
variabel, sampel, periode, dan objek yang berbeda dari penelitian sebelumnya.
26
27
suatu penelitian. Peneliti menggunakan data time series selama 5 tahun dari
3.4.1. Populasi
Populasi adalah keseluruhan dari subjek penelitian, sedangkan sampel
elemen yang akan diteliti yang memiliki ciri sama, bisa berupa individu dari
suatu kelompok, peristiwa, atau sesuatu yang akan diteliti. Populasi dalam
penelitian ini adalah 95 perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dan
(BEI).
2023.
diperoleh sebanyak 130 pengamatan. Berikut ini adalah daftar sampel penelitian
Tabel 3. 1
Daftar Sampel Perusahaan Industri Makanan dan Minuman
No Keterangan Jumlah
Populasi: Perusahaan makanan dan minuman yang
95
terdaftar di BEI
Pengambilan sampel berdasarkan kriteria (purposive
sampling):
1 Perusahaan yang tidak terdaftar di BEI secara berturut-
(39)
turut dari tahun 2019-2023
2 Perusahaan yang tidak melaporkan laporan keuangan
(3)
periode tahun 2019-2023
3 Perusahaan tdk menggunakan Rp (2)
4 Perusahaan tidak mendapatkan laba (25)
Sampel Penelitian 26
Total Sampel (n x periode penelitian) (26 x 5 tahun) 130
Sumber: Data diolah (2025)
dan posisi di pasar. Hal ini memungkinkan peneliti untuk memilih perusahaan
yang dapat mewakili variasi yang ada dalam populasi serta mengoptimalkan
1. Data Primer
Data Primer ialah jenis dan sumber data penelitian yang diperoleh secara
kelompok. Jadi data yang didapatkan secara langsung. Data primer yang
terdaftar di Bursa Efek Indonesia, seperti laporan keuangan tahunan dan laporan
aktivitas.
2. Data Sekunder
peneliti secara tidak langsung melalui media perantara (diperoleh atau dicatat
oleh pihak lain). Data sekunder yang digunakan diperoleh dari situs Bursa Efek
teoritis penelitian.
diperoleh melalui situs resmi Bursa Efek Indonesia (BEI) yaitu [Link].
Selama tahun 2019 hingga tahun 2023 serta data-data terkait yang dijadikan sebagai
Variabel independen dalam penelitian ini adalah kinerja keuangan yang mana
yaitu:
bersih dari total asetnya (Brigham & Ehrhardt, 2011). Sehingga secara
Laba Bersih
𝑅𝑒𝑡𝑢𝑟𝑛 𝑂𝑛 𝐴𝑠𝑠𝑒𝑡 (𝑅𝑂𝐴) = × 100%
Total Asset
2. Debt to Equity Ratio (X2) Debt to Equity Ratio adalah rasio yang
Total Hutang
𝐷𝑒𝑏𝑡 𝑡𝑜 𝐸𝑞𝑢𝑖𝑡𝑦 𝑅𝑎𝑡𝑖𝑜 (𝐷𝐸𝑅) = Total Ekuitas × 100%
akibat karena adanya variabel bebas. Variabel dependen dalam penelitian ini
penutupan harian, harga tertinggi atau terendah dalam periode tertentu, atau
nilai residual apakah distribusi normal atau tidak. Pengujian ini juga bertujuan
b. Uji Multikolinearitas
ini digunakan (1) nilai toleransi dan (2) Varians Inflasi Faktor (VIF). Kedua
variabel independen lain, jika nilai toleransi yang rendah sama dengan nilai VIF
yang tinggi dan mempunyai kolinearitas yang tinggi. Nilai ambang batas yang
c. Uji Heteroskedastisitas
terdapat ketidaksamaan varians di dalam grafik scatterplot dan uji park dari
jika uji t setiap variabel independen tidak signifikan pada taraf 0,05 atau p >
mengandung heteroskedastisitas
Y = α + βX1 + βX2 + e
Di mana:
Y = Harga Saham
α = Nilai Konstanta
β = Koefisien Variabel
e = error
hitung dengan t table. Pengujian ini dilakukan dengan syarat sebagai berikut:
dependen.
3.9.2 Uji F
Uji F menguji asumsi mengenai tepatnya model regresi untuk
2019) uji signikan simultan pada dasarnya menunjukkan apakah semua variabel
1) Bila fhitung < ftabel maka H0 diterima dan ditolak Ha, artinya bahwa secara
dependen.
2) Bila fhitung > ftabel, maka H0 ditolak dan menerima Ha, artinya bahwa
dependen.
35
dependen Ghozali (2019). Dinyatakan dalam persentase dengan nilai antara 0 <
Dinyatakan dalam persentase dengan nilai antara 0 < R2 < 1. Nilai R2 yang
dependen.
36
BAB IV
Leverage yang masing-masing diukur dengan Return on Asset (ROA) dan Debt to
Descriptive Statistics
Minimu Maximu Std.
N m m Mean Deviation
Profitabilitas 130 .001 .416 .09683 .064374
Leverage 130 .103 4.935 .76574 .662748
Harga Saham 130 50.000 958.000 352.93133 254.098146
Valid N 130
(listwise)
Sumber: data diolah menggunakan SPSS 26 (2025)
nilai rata-rata sebesar 0,76574 lebih besar daripada standar deviasinya (0,662748),
Harga saham memiliki nilai rata-rata sebesar 352,93133 lebih besar daripada
standar deviasinya (254,098146). Hal ini menunjukkan bahwa data yang digunakan
a. Uji Normalitas
atau tidak yang di mana dalam penelitian ini menggunakan uji Kolmogorov-
37
smirnov test yang mengasumsikan bahwa (Asymp, Sig > 0.05) dapat dikatakan
distribusi normal dan apabila (Asymp, Sig < 0.05) maka tidak terjadi ditribusi
normal.
N 130
Normal Parametersa,b Mean .0000000
Std. Deviation 248.06294335
Most Extreme Differences Absolute .119
Positive .119
Negative -.079
Test Statistic .119
Asymp. Sig. (2-tailed) .060c
a. Test distribution is Normal.
b. Calculated from data.
c. Lilliefors Significance Correction.
Sumber: Data diolah menggunakan SPSS 26 (2025)
Kolmogorov-Smirnov Test diperoleh nilai Sig adalah 0,060 yang berarti data
tersebut memiliki nilai Signifikansi Asimtotik lebih besar dari 0,05 (Asymp, Sig
> 0,05). Sehingga disimpulkan bahwa data yang digunakan dalam penelitian ini
berdistribusi normal.
38
terbalik). Grafik histogram yang baik adalah grafik yang memulai garis kurva
pada sumbu y dari angka 0, sehingga hasil uji normalitas pada grafik histogram
baris dan mengikuti garis diagonal berarti nilai residual tidak berdistribusi
normal.
b. Uji Multikolinearitas
sebesar 1,090 lebih kecil dari 10 (1,090 < 10), maka variabel profitabilitas
2. Nilai VIF untuk variabel leverage (DER) mempunyai nilai VIF sebesar
1,090 lebih kecil dari 10 (1,090 < 10), maka variabel leverage dapat
c. Uji Heteroskedasitas
mana dalam penelitian ini menggunakan korelasi Spearman’s rho yang artinya
menggunakan tingkat signifikansi 0.05 dengan uji 2 sisi. Jika korelasi antara
pola yang jelas, dan titik menyebar di atas dan dibawah angka 0 pada sumbu Y
dalam hal ini menunjukkan tidak terjadi masalah heteroskedastisitas pada model
Unstandardized
Model Standardized Coefficients
Coefficients
B Std. Error Beta t Sig
1 (Constant) 423,53 53.930 7.853 .000
Profitabilit -60.412 357.009 -.015 -.169 .866
as
Leverage -84.562 34.677 -221 -2.439 .016
Sumber: Data diolah menggunakan SPSS 26 (2025)
Profitabilitas (X1) dan Leverage (X2). Jika variabel independen tidak ada
yang berarti bahwa setiap kenaikan satu satuan variabel leverage maka
Coefficientsa
Standardize
d
Unstandardized Coefficient Collinearity
Coefficients s Statistics
Si Tolera
Model B Std. Error Beta t g. nce VIF
1 (Constant) 423.533 53.930 7.85 .00
3 0
Profitabilit -60.412 357.009 -.015 - .86 .917 1.090
as .169 6
Leverage -84.562 34.677 -.221 - .01 .917 1.090
2.43 6
9
a. Dependent Variable: Harga Saham
Sumber: Data diolah menggunakan SPSS 26 (2025)
(X1) terhadap harga saham (Y) adalah 0.866 > 0.05 artinya bahwa
profitabilitas yang diukur dengan ROA tidak ada pengaruh terhadap harga
terhadap harga saham (Y) adalah 0.016 < 0.05 artinya bahwa Leverage
4.3.2 Uji F
Uji F adalah uji statistik yang digunakan untuk menguji apakah variabel
Berdasarkan tabel 4.6 hasil uji F dapat dilihat nilai Fhitung adalah 3,127
dengan tingkat signifikansi 0,047 yang di mana tingkat signifikansi lebih kecil
daripada 0,05. Hal ini berarti semua variabel independen (ROA dan DER)
terikatnya. Nilai koefisien determinasi dapat dilihat pada tabel dibawah ini:
44
yaitu 0,1%. Berarti pengaruh profitabilitas dan leverage terhadap harga saham
hanya 0,1% sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar model ini.
[Link]
nilai ROA terhadap harga saham memiliki nilai signifikansi sebesar 0,866 yang
lebih besar dari 0,05 (0,866 > 0,05). Hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa
makanan dan minuman di Bursa Efek Indonesia. Hal ini menunjukkan hipotesis
Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang telah dilakukan oleh
(Zuhri et al., 2020) dan (Islavella & Sari, 2022) yang menunjukkan bahwa ROA
Hasil uji penelitian juga sejalan dengan penelitian (Rizqi Nurul Aziza et
al., 2021) yang menyatakan tidak adanya pengaruh ROA terhadap harga saham.
Hal ini memiliki arti bahwa setiap terjadi penurunan maupun peningkatan ROA
45
(Marlina et al., 2022) juga memperoleh hasil bahwa ROA tidak berpengaruh
terhadap harga saham. Hal ini menunjukkan bahwa semakin baik tingkat
semakin tingginya harga saham, karena para investor tidak hanya melihat
nilai DER terhadap harga saham memiliki nilai signifikansi sebesar 0,016 yang
lebih besar dari 0,05 (0,016 < 0,05). Hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa
Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang telah dilakukan oleh
(Partomuan & Simamora, 2021) dan (Fajriati & Zarkasyi, 2022) yang
Hal ini terjadi karena bisnis dengan rasio utang yang tinggi sering kali
baik, hal ini akan berdampak pada kenaikan harga saham di masa depan.
46
BAB V
PENUTUP
5.1. Kesimpulan
Return On Asset (ROA) dan leverage yang diproksikan Debt to Equity Ratio (DER)
terhadap harga saham perusahaan industri makanan dan minuman di Bursa Efek
5.2. Saran
dengan variabel lainnya selain variabel yang telah diteliti agar informasi mengenai
pengaruh terhadap harga saham lebih lengkap, selain itu dapat memperpanjang
DAFTAR PUSTAKA
Arihta, T. S., Damanik, D. C., Manalu, S. H., & Khairani, R. (2020). Pengaruh
Return On Asset (Roa), Return On Equity (Roe), Current Ratio (Cr) Terhadap
Harga Saham Pada Perusahaan Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia
Periode 2015-2018. Ekonomis: Journal Of Economics And Business, 4(2),
426. Https://[Link]/10.33087/Ekonomis.V4i2.187
Bandawaty, E., & Nurfitria, I. P. (2022). Pengaruh Profitabilitas Terhadap Harga
Saham. In Kinerja Jurnal Ekonomi Dan Bisnis (Vol. 5, Issue 1).
Br Purba Neni Marlina. (2019). Pengaruh Profitabilitas, Likuiditas, Dan Leverage
Terhadap Return Saham Perusahaan Manufaktur Di Bei. Jurnal Politeknik
Caltex Riau, 12, 67–76. Http://[Link]/[Link]/Jakb/
Bramaputra, E. D., Musfitria, A., Triastuti, Y., Studi, P., Stie, A., & Depok, G.
(2022). Pengaruh Likuiditas, Leverage, Pertumbuhan Perusahaan, Dan
Profitabilitas Terhadap Kebijakan Dividen Pada Perusahaan Manufaktur
Makanan Minuman Yang Terdaftar Pada Bursa Efek Indonesia Periode 2013-
2015. 3, 424.
Fajriati, I., & Zarkasyi, M. W. (2022). Pengaruh Likuiditas, Profitabilitas, Dan
Leverage Terhadap Harga Saham (Studi Empiris Pada Perusahaan Sub-Sektor
Makanan Dan Minuman Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Tahun 2016-
2020). Costing:Journal Of Economic, Business And Accounting, 5, 969–980.
[Link]
Ghozali, I. (2019). Analisis Multivariate Dengan Program Ibm Spss 25 (Edisi Ke-
8). Universitas Diponegoro.
Gunawan, J., Funny, F., Marcella, C., Evelyn, E., & Sitorus, J. S. (2020). Pengaruh
Cr (Current Ratio), Der (Debt To Equity Ratio), Eps (Earning Per Share) Dan
Financial Distress (Altman Score) Terhadap Harga Saham Pada Perusahaan
Sektor Industri Dasar Dan Kimia Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia.
Owner, 4(1), 1. Https://[Link]/10.33395/Owner.V4i1.176
Halim, A. (2015). Pasar Modal: Teori Dan Aplikasi (Salemba Empat).
Hery. (2015). Analisis Laporan Keuangan. . Grasindo.
Houston, G. L. (2016). Signaling Theory: A Framework For The Study Of
Information And Evolution. Oxford University.
Islavella, N., & Sari, N. R. (2022). Pengaruh Return On Asset (Roa), Return On
Equity (Roe), Current Ratio Dan Cash Ratio Terhadap Harga Saham
Perusahaan Pertambangan Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia (Periode
2019-2021). Jurnal Riset Akuntansi Aksioma, 21(1), 67–80.
Https://[Link]/10.29303/Aksioma.V21i1.159
Juwita, R., & Ratih, S. (2021). Pengaruh Rasio Profitabilitas, Rasio Leverage, Rasio
Likuiditas Dan Pertumbuhan Penjualan Terhadap Return Saham Pada
Perusahaan Food Dan Beverage Di Bursa Efek Indonesia Tahun 2017-2019.
Jurnal Indonesia Sosial Sains, 2. Http://[Link]/
Kaharuddin, S. A. N., Fajriah, Y., & H. Ridjal, S. (2022). Pengaruh Profitabilitas,
Leverage, Dan Likuiditas Terhadap Harga Saham Pada Perusahaan
Manufaktur Sub Sektor Makanan Dan Minuman Di Bursa Efek Indonesia.
Jurnal Mirai Management, 7(3), 145–162.
Https://[Link]/10.37531/Mirai.V7i3.2492
Kasmir. (2019). Manajemen Keuangan (Edisi Revisi). Rajawali Persada.
48
LAMPIRAN
Lampiran 1. Penelitian Terdahulu
Peneliti
Judul Variabel Alat
No dan Tahun Kesimpulan
Penelitian Penelitian Analisis
Penelitian
1. Arihta et al, Pengaruh Return X1 : ROA Regresi Penelitian
2020 On Asset (ROA), X2 : ROE Linier menyimpulkan
Return On Equity X3 : CR Berganda bahwa Return
(ROE), Y : Harga Saham On Asset (ROA)
Current Ratio secara parsial
(CR) terhadap berpengaruh
Harga Saham pada dan signifikan
Perusahaan terhadap harga
yang Terdaftar Di saham. Return
Bursa Efek On Asset (ROA)
Indonesia Periode dan Current
2015-2018 Ratio (CR) tidak
berpengaruh
dan tidak
signifikan
terhadap harga
saham.
Peneliti
Judul Variabel Alat
No dan Tahun Kesimpulan
Penelitian Penelitian Analisis
Penelitian
terhadap
kebijakan
dividen.
Peneliti
Judul Variabel Alat
No dan Tahun Kesimpulan
Penelitian Penelitian Analisis
Penelitian
5. Fajriati & Pengaruh X1 : Likuiditas Regresi Likuiditas,
Zarkasyi Likuiditas, X2 : Profitabilitas Linier profitabilitas,
2022 Profitabilitas, Dan X3 : Leverage Berganda dan leverage
Leverage Y : Harga Saham memiliki
Terhadap Harga pengaruh
Saham (Studi signifikan
Empiris Pada terhadap harga
Perusahaan Sub- saham
Sektor Makanan perusahaan
Dan Minuman makanan dan
Yang Terdaftar Di minuman.
Bursa Efek
Indonesia Tahun
2016-2020)
Peneliti
Judul Variabel Alat
No dan Tahun Kesimpulan
Penelitian Penelitian Analisis
Penelitian
Yang Terdaftar Di perusahaan
Bursa Efek pertambangan
Indonesia (Periode yang terdaftar di
2019-2021) Bursa Efek
Indonesia
selama periode
2019-2021.
10. Koto & Analisis Faktor- X1 : Total Aset Analisis Hasil penelitian
Ridho 2019 Faktor Yang X2 : Laba Deskripti variabel total
Mempengaruhi X3 : Suku Bunga f aset, laba, suku
Harga Saham X4 : EPS bunga, dan
Industri Makanan Y : Harga Saham earning per
Dan Minuman Di share secara
Indonesia bersama-sama
memberikan
pengaruh
sebesar 71,5%
kepada harga
saham,
sedangkan
sisanya sebesar
28,6 %,
dijelaskan oleh
54
Peneliti
Judul Variabel Alat
No dan Tahun Kesimpulan
Penelitian Penelitian Analisis
Penelitian
variabel lain
yang tidak
dimasukan ke
dalam model
estimasi. Hasil
pengujian
secara parsial
menunjukkan
bahwa hanya
EPS dan suku
bunga yang
menunjukkan
pengaruh
signifikan,
walaupun
keduanya
berada pada
arah yang
berlawanan.
Peneliti
Judul Variabel Alat
No dan Tahun Kesimpulan
Penelitian Penelitian Analisis
Penelitian
13. Maylani et The Influence of X1 : CR Regresi Current Ratio,
al, 2020 Current Ratio (Cr), X2 : DER Linier Debt to Equity
Debt To Equity X3 : EPS Berganda Ratio, Earning
Ratio (Der), And Y : Harga Saham Per Share tidak
Earning Per Share memiliki
(Eps) On Stock pengaruh positif
Prices At Pt. dan signifikan
Indofood Sukses terhadap harga
Makmur Tbk. saham. Namun,
secara bersama-
sama (simultan)
terhadap harga
saham pada PT.
Indofood
Sukses Makmur
Tbk periode
2009-2018.
Peneliti
Judul Variabel Alat
No dan Tahun Kesimpulan
Penelitian Penelitian Analisis
Penelitian
16. Putri & Pengaruh rasio X1 : Likuiditas Regresi Hasil penelitian
Ramadhan likuiditas dan rasio X2 : Profitabilitas Linier ini menemukan
2023 profitabilitas Y : Harga Saham Berganda bahwa earning
terhadap harga per share,
saham profitabilitas
yang
diproksikan
dengan return
on equity, dan
sales growth
memiliki
pengaruh positif
dan signifikan
terhadap nilai
perusahaan,
sedangkan
leverage yang
diproksikan
dengan debt to
equity ratio
memiliki
pengaruh
negatif tidak
signifikan
terhadap nilai
perusahaan
17. Putri & Noor Pengaruh earning X1 : Earning Per Regresi Earning per
2022 per share, Share Linier Share,
profitabilitas, X2 : Profitabilitas Berganda profitabilitas,
leverage, dan sales X3 : Leverage leverage, dan
growth terhadap X4 : Sales Growth sales growth
nilai perusahaan Y : Nilai memiliki
pada industri Perusahaan pengaruh positif
makanan dan signifikan
minuman yang terhadap nilai
terdaftar dalam perusahaan.
bursa efek
Indonesia (BEI)
Peneliti
Judul Variabel Alat
No dan Tahun Kesimpulan
Penelitian Penelitian Analisis
Penelitian
yang signifikan
terhadap harga
saham. ROA
dan EPS secara
simultan
berpengaruh
terhadap harga
saham
perusahaan
sektor pertanian
di BEI periode
2014-2019.
Peneliti
Judul Variabel Alat
No dan Tahun Kesimpulan
Penelitian Penelitian Analisis
Penelitian
saham. Net
profit margin
(NPM) terdapat
pengaruh yang
signifikan
terhadap harga
saham. Debt to
quity ratio
(DER) tidak
terdapat
pengaruh yang
signifikan
terhadap harga
saham dan
secara simultan
return on assets
(ROA), net
profit margin
(NPM) dan debt
to equity ratio
(DER)
mempunyai
pengaruh yang
signifikan
terhadap harga
saham sebesar
19.4%
59
Harga Saham
No. Perusahaan
2019 2020 2021 2022 2023
1 AALI 90.5714 773.57 552.86 328.57 150.20
2 ADES 79.29 65.86 50.67 50.00 50.00
3 BISI 206.57 201.29 290.80 273.50 415.50
4 BUDI 134.00 157.00 232.00 275.00 262.00
5 CAMP 595.71 624.29 492.29 319.00 117.57
6 CEKA 495.00 568.00 958.00 846.00 757.00
7 CLEO 111.00 118.00 379.00 434.00 464.00
8 CPIN 141.00 200.00 375.00 246.00 185.00
9 DLTA 50.00 50.00 450.00 450.00 450.00
10 DSNG 381.00 480.00 691.00 915.00 355.00
11 GOOD 912.14 230.00 228.00 200.00 948.75
12 ICBP 346.29 281.14 216.00 195.00 72.57
13 INDF 938.00 112.00 822.00 747.00 777.00
14 JPFA 181.71 236.00 258.67 288.00 278.00
15 KEJU 589.29 105.00 131.00 112.00 788.00
16 LSIP 167.14 366.57 661.43 261.14 195.29
17 MLBI 641.43 714.29 294.74 109.00 121.00
18 MYOR 452.57 859.29 661.00 577.50 485.33
19 ROTI 276.00 234.00 175.00 175.00 175.00
20 SKBM 280.00 264.00 322.00 375.00 178.00
21 SKLT 112.00 114.71 232.57 170.71 57.71
22 SSMS 74.00 94.71 90.25 74.00 50.86
23 STTP 154.00 276.00 345.00 660.00 615.00
24 TBLA 289.00 284.86 204.00 155.17 79.29
25 TGKA 277.00 243.00 353.00 569.00 572.00
26 ULTJ 126.00 569.14 928.33 920.71 836.67
61
0.087
2021 100,066,615,090 1,147,260,611,704
2
0.112
2022 121,257,336,904 1,074,777,460,412
8
2023 127,426,464,539 1,088,726,193,209 0.117
0.154
2019 215,459,200,242 1,393,079,542,074
7
0.116
2020 181,812,593,992 1,566,673,828,068
1
0.110
6 CEKA 2021 187,066,990,085 1,697,387,196,209
2
0.128
2022 220,704,543,072 1,718,287,453,575
4
0.081
2023 153,574,779,624 1,893,560,797,758
1
2019 130,756,461,708 1,245,144,303,719 0.105
0.101
2020 132,772,234,495 1,310,940,121,622
3
2021 180,711,667,020 1,348,181,576,913 0.134
7 CLEO
0.115
2022 195,598,848,689 1,693,523,611,414
5
0.133
2023 305,879,961,825 2,296,227,711,688
2
0.123
2019 3,632,174,000,000 29,353,041,000,000
7
0.123
2020 3,845,833,000,000 31,159,291,000,000
4
0.102
8 CPIN 2021 3,619,010,000,000 35,446,051,000,000
1
0.073
2022 2,930,357,000,000 39,847,545,000,000
5
0.056
2023 2,318,088,000,000 40,970,800,000,000
6
0.222
2019 317,815,177,000 1,425,983,722,000
9
0.100
2020 123,465,762,000 1,225,580,913,000
7
9 DLTA 0.143
2021 187,992,998,000 1,308,722,065,000
6
2022 230,065,807,000 1,307,186,367,000 0.176
0.165
2023 199,611,841,000 1,208,050,010,000
2
0.015
2019 178,164,000,000 11,620,821,000,000
3
10 DSNG
0.033
2020 478,171,000,000 14,151,383,000,000
8
63
0.053
2021 739,649,000,000 13,712,160,000,000
9
0.078
2022 1,206,587,000,000 15,357,229,000,000
6
2023 841,665,000,000 16,178,278,000,000 0.052
0.086
2019 435,766,359,480 5,063,067,672,414
1
0.037
2020 245,103,761,907 6,570,969,641,033
3
11 GOOD 0.072
2021 492,637,672,186 6,766,602,280,143
8
0.071
2022 521,714,035,585 7,327,371,934,290
2
2023 601,467,293,291 7,427,707,902,688 0.081
0.138
2019 5,360,029,000,000 38,709,314,000,000
5
103,588,325,000,00 0.071
2020 7,418,574,000,000
0 6
118,066,628,000,00 0.066
12 ICBP 2021 7,900,282,000,000
0 9
115,305,536,000,00 0.049
2022 5,722,194,000,000
0 6
119,267,076,000,00
2023 8,465,123,000,000
0 0.071
0.061
2019 5,902,729,000,000 96,198,559,000,000
4
163,136,516,000,00 0.053
2020 8,752,066,000,000
0 6
11,203,585,000,00 179,356,193,000,00 0.062
13 INDF 2021
0 0 5
180,433,300,000,00 0.050
2022 9,192,569,000,000
0 9
11,493,733,000,00 186,587,957,000,00 0.061
2023
0 0 6
0.070
2019 1,883,857,000,000 26,650,895,000,000
7
0.038
2020 1,002,376,000,000 25,951,760,000,000
6
0.074
14 JPFA 2021 2,130,896,000,000 28,589,656,000,000
5
0.045
2022 1,490,931,000,000 32,690,887,000,000
6
0.027
2023 945,922,000,000 34,109,431,000,000
7
0.147
15 KEJU 2019 98,047,666,143 666,313,386,673
1
64
0.179
2020 121,000,016,429 674,806,910,037
3
0.188
2021 144,700,268,968 767,726,284,113
5
0.136
2022 117,370,750,383 860,100,358,989
5
2023 80,342,415,257 828,378,354,007 0.097
0.024
2019 252,630,000,000 10,225,322,000,000
7
0.063
2020 695,490,000,000 10,922,788,000,000
7
0.083
16 LSIP 2021 990,445,000,000 11,851,182,000,000
6
0.083
2022 1,035,285,000,000 12,417,013,000,000
4
0.060
2023 760,673,000,000 12,514,203,000,000
8
0.416
2019 1,206,059,000,000 2,896,950,000,000
3
0.098
2020 285,617,000,000 2,907,425,000,000
2
17 MLBI 0.227
2021 665,850,000,000 2,922,017,000,000
9
0.274
2022 924,906,000,000 3,374,502,000,000
1
2023 1,066,467,000,000 3,407,442,000,000 0.313
0.107
2019 2,039,404,206,764 19,037,918,806,473
1
0.106
2020 2,098,168,514,645 19,777,500,514,550
1
0.060
18 MYOR 2021 1,211,052,647,953 19,917,653,265,528
8
0.088
2022 1,970,064,538,149 22,276,160,695,411
4
0.135
2023 3,244,872,091,221 23,870,404,962,472
9
0.050
2019 236,518,557,420 4,682,083,844,951
5
0.037
2020 168,610,282,478 4,452,166,671,985
9
0.067
19 ROTI 2021 281,340,682,456 4,191,284,422,677
1
0.104
2022 432,247,722,254 4,130,321,616,083
7
0.084
2023 333,300,420,963 3,943,518,425,042
5
65
0.000
2019 957,169,058 1,820,383,352,811
5
0.003
2020 5,415,741,808 1,768,660,546,754
1
0.015
20 SKBM 2021 29,707,421,605 1,970,428,120,056
1
0.042
2022 86,635,603,936 2,042,199,577,083
4
0.001
2023 2,306,736,526 1,839,622,473,747
3
0.056
2019 44,943,627,900 790,845,543,826
8
0.054
2020 42,520,246,722 773,863,042,440
9
0.095
21 SKLT 2021 84,524,160,228 889,125,250,792
1
0.072
2022 74,865,302,076 1,033,289,474,829
5
0.060
2023 78,089,597,225 1,282,739,303,035
9
2019 12,081,959,000 11,845,204,657,000 0.001
0.045
2020 580,854,940,000 12,775,930,059,000
5
0.110
2021 1,526,870,874,000 13,850,610,076,000
22 SSMS 2
0.132
2022 1,848,118,978,000 13,969,704,123,000
3
0.044
2023 526,650,286,000 11,810,444,633,000
6
0.167
2019 482,590,522,840 2,881,563,083,954
5
0.182
2020 628,628,879,549 3,448,995,059,882
3
23 STTP 0.157
2021 617,573,766,863 3,919,243,683,748
6
2022 624,524,005,786 4,590,737,849,889 0.136
0.167
2023 917,794,022,711 5,482,234,635,262
4
0.038
2019 661,034,000,000 17,363,003,000,000
1
2020 680,730,000,000 19,431,293,000,000 0.035
0.037
2021 791,916,000,000 21,084,017,000,000
24 TBLA 6
0.033
2022 801,440,000,000 23,673,644,000,000
9
0.023
2023 612,218,000,000 25,883,325,000,000
7
66
0.130
2019
122,136,752,135 935,392,483,850 6
0.130
2020
125,161,736,939 961,711,929,702 1
0.121
5 CAMP 2021
124,445,640,572 1,022,814,971,132 7
0.141
2022
133,323,429,397 941,454,031,015 6
0.142
2023
136,086,922,155 952,639,271,054 9
0.231
2019
261,784,845,240 1,131,294,696,834 4
0.242
2020
305,958,833,204 1,260,714,994,864 7
0.223
6 CEKA 2021
310,020,233,374 1,387,366,962,835 5
0.108
2022
168,244,583,827 1,550,042,869,748 5
2023
251,275,135,465 1,642,285,662,293 0.153
0.624
2019
478,844,867,693 766,299,436,026 9
0.465
2020
416,194,010,942 894,746,110,680 2
0.346
7 CLEO 2021
346,601,683,606 1,001,579,893,307 1
2022
508,372,748,127 1,185,150,863,287 0.429
0.516
2023
781,642,680,910 1,514,585,030,778 1
2019
8,281,441,000,000 21,071,600,000,000 0.393
0.334
2020
7,809,608,000,000 23,349,683,000,000 5
0.295
2021
298,548,048,000 1,010,174,017,000 5
0.306
2022
306,410,502,000 1,000,775,865,000 2
0.292
2023
273,635,750,000 934,414,260,000 8
2.114
2019
7,889,229,000,000 3,731,592,000,000 2
1.271
2020
7,920,634,000,000 6,230,749,000,000 2
0.951
10 DSNG 2021
6,686,697,000,000 7,025,463,000,000 8
2022
7,197,089,000,000 8,160,140,000,000 0.882
0.819
2023
7,288,850,000,000 8,889,428,000,000 9
0.830
2019
2,297,546,907,499 2,765,520,764,915 8
1.270
2020
3,676,532,851,880 2,894,436,789,153 2
1.232
11 GOOD 2021
3,735,944,249,731 3,030,658,030,412 7
1.186
2022
3,975,927,432,106 3,351,444,502,184 3
0.900
2023
3,518,496,516,469 3,909,211,386,219 1
1.028
2020
1,474,019,000,000 1,433,406,000,000 3
1.658
2021
1,822,860,000,000 1,099,157,000,000 4
2.144
2022
2,301,227,000,000 1,073,275,000,000 1
1.448
2023
2,015,987,000,000 1,391,455,000,000 8
2019
9,137,978,611,155 9,899,940,195,318 0.923
0.754
2020
8,506,032,464,592 11,271,468,049,958 7
0.753
18 MYOR 2021
8,557,621,869,393 11,360,031,396,135 3
0.735
2022
9,441,466,604,896 12,834,694,090,515 6
2023
8,588,315,775,736 15,282,089,186,736 0.562
2019
1,589,486,465,854 3,092,597,379,097 0.514
0.379
2020
1,224,495,624,254 3,227,671,047,731 4
0.470
19 ROTI 2021
1,341,864,891,951 2,849,419,530,726 9
0.540
2022
1,449,163,077,319 2,681,158,538,764 5
0.647
2023
1,550,086,849,761 2,393,431,575,281 6
0.757
2019
784,562,971,811 1,035,820,381,000 4
0.838
2020
806,678,887,419 961,981,659,335 6
0.985
20 SKBM 2021
977,942,627,046 992,485,493,010 3
0.901
2022
968,233,866,594 1,073,965,710,489 6
0.723
2023
772,343,255,862 1,067,279,217,885 7
1.079
2019
410,463,595,860 380,381,947,966 1
0.901
2020
366,908,471,713 406,954,570,727 6
21 SKLT
0.640
2021
347,288,021,564 541,837,229,228 9
0.749
2022
442,535,947,408 590,753,527,421 1
72
0.570
2023
465,795,522,143 816,943,780,892 2
1.911
2019
7,776,637,385,000 4,068,567,272,000 4
2020
7,905,143,639,000 4,870,786,420,000 1.623
1.267
22 SSMS 2021
7,743,102,311,000 6,107,507,765,000 8
1.167
2022
7,525,735,291,000 6,443,968,832,000 9
2023
9,820,482,573,000 1,989,962,060,000 4.935
0.341
2019
733,556,075,974 2,148,007,007,980 5
0.290
2020
775,696,860,738 2,673,298,199,144 2
0.187
23 STTP 2021
618,395,061,219 3,300,848,622,529 3
0.168
2022
662,339,075,974 3,928,398,773,915 6
0.130
2023
634,723,259,687 4,847,511,375,575 9
2022 16,841,410,000,00
0 6,832,234,000,000 2.465
0.168
2019
953,283,000,000 5,655,139,000,000 6
0.830
2020
3,972,379,000,000 4,781,737,000,000 7
0.441
26 ULTJ 2021
2,268,730,000,000 5,138,126,000,000 5
0.266
2022
1,553,696,000,000 5,822,679,000,000 8
0.125
2023
836,988,000,000 6,686,968,000,000 2
74
Descriptive Statistics
Minimu Maximu Std.
N m m Mean Deviation
Profitabilitas 130 .001 .416 .09683 .064374
Leverage 130 .103 4.935 .76574 .662748
Harga Saham 130 50.000 958.000 352.93133 254.098146
Valid N 130
(listwise)
75
N 130
Normal Parametersa,b Mean .0000000
Std. Deviation 248.06294335
Most Extreme Differences Absolute .119
Positive .119
Negative -.079
Test Statistic .119
Asymp. Sig. (2-tailed) .060c
a. Test distribution is Normal.
b. Calculated from data.
c. Lilliefors Significance Correction.
2. Uji Multikolinearitas
Coefficientsa
Collinearity Statistics
Model
Tolerance VIF
1 (Constant)
Profitabilitas .917 1.090
Leverage .917 1.090
a. Dependent Variable: Harga Saham
76
ANOVAa
Sum of Mean
Model Squares df Square F Sig.
1 Regressi 390953.04 2 195476.5 3.127 .047b
on 3 21
Residual 7938043.8 127 62504.28
78 3
Total 8328996.9 129
21
a. Dependent Variable: Harga Saham
b. Predictors: (Constant), Leverage, Profitabilitas
79
Lampiran 12.
Daftar Riwayat Hidup
Riwayat Pendidikan
1. Sekolah Dasar SD YPKP 1 Sentani, 2008-2014
2. Sekolah Menengah Pertama SMP Negeri 1 Sentani, 2014-2017
3. Sekolah Menengah Atas SMA Negeri 1 Sentani, 2017-2020
4. S-1 Akuntansi, Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas
Yapis Papua, 2020-2025
Pengalaman Organisasi
1. ...................................
2. ...................................
3. ...................................
Pengalaman Lain
1. ...................................
2. ...................................
3. ...................................
Prestasi yang Pernah Diraih
1. ...................................
2. ...................................
3. ...................................