TUGAS INDIVIDU
SATUAN ACARA PENYULUHAN
SYIFA NAILIS SABIILA
NPM : 235140167
KELAS : K1
MATA KULIAH PENDIDIKAN & PROMOSI KESEHATAN
PROGRAM STUDI KEPERAWATAN
FAKULTAS KESEHATAN
UNIVERSITAS MITRA INDONESIA
TAHUN 2024
PENYULUHAN KESEHATAN MENTAL PADA ANAK SEKOLAH
Pokok bahasan : Kesehatan mental
Sub pokok bahasan : Jenis - jenis masalah kesehatan mental pada remaja
Sasaran : Anak sekolah sekolah
Waktu : 49menit. pukul 08.00 sd. 08.20
Tanggal : 21 Desember 2024
Tempat : SMA N 1 Bandar lampung
Pelaksana : Syifa
Perencanaan
1. Tujuan instruksional umum (TIU)
Tujuan umum penyuluhan ini yaitu sosialisasi kesehatan mental untuk
menghindari mispresepsi.
2. Tujuan instruksional kusus (TIK)
- Memahami makna sesungguhnya Kesehatan mental
- Mengenal jenis jenis gangguan mental dan gejalanya
- Sosialisasi fasilitas Kesehatan dan dukungan sumber daya yang
tersedia untuk Kesehatan mental.
- Mengetahui penanganan yang tepat saat terasa gangguan pada
Kesehatan mental
- Menegtahui pengobatan atau terapi untuk mengurangi gangguan
- Memahami respon terbaik terhadan gangguan mental diri maupun
orang lain
- Menjaga lingkungan sosial yang baik demi mendukung Kesehatan
mental Bersama.
3. Materi
Definisi Kesehatan mental
Kesehatan mental adalah mental yang sehat dimana emosi dan
psikologis seseorang berada dalam kondisi tenang dan tentram,
menyadari kemampuannya sendiri, mengatasi tekanan hidup, dan
mampu berkontribusi dalam kehidupan sosisalnya, serta dapat
menikmati hidup dengan baik.
Ciri ciri mental yang sehat
1. Merasa senang terhadap dirinya
2. Mampu menghadapi situasi
3. Mampu mengatasi kekecewaan dalam hidup.
4. Puas dengan kehidupannya sehari-hari.
5. Mempunyai harga diri yang wajar.
6. Menilai dirinya secara realistis, tidak berlebihan dan tidak pula
merendahkan.
Penyebab terjadinya gangguan mental
1. Cedera pada kepala.
2. Faktor genetik atau riwayat keluarga dengan gangguan
kesehatan mental.
3. Kekerasan dalam rumah tangga atau bentuk pelecehan lainnya.
4. Riwayat kekerasan saat kanak-kanak.
5. Gangguan senyawa kimia otak atau gangguan pada otak.
6. Diskriminasi dan stigma.
7. Kehilangan orang yang sangat dekat.
8. Stres berat dalam jangka waktu lama.
9. Isolasi sosial atau kesepian.
10. Lingkungan perumahan yang buruk.
11. Trauma signifikan, seperti pertempuran militer atau
kecelakaan serius.
Gangguan jiwa tidak dapat ditangani hanya dengan psikolog, tapi
harus ditangani dengan dokter psikiatri. Orang yang merasakan
gangguan suasana hati tidak boleh self diagnose atau asal
mendiagnosa sendiri.
Apa itu ODGJ?
ODGJ mengalami gangguan kejiwaan yang menyebabkan perubahan
pada cara berpikir, perasaan, emosi, hingga perilaku mereka sehari-
hari. Gejala yang dialami oleh ODGJ juga bisa membuat mereka sulit
berinteraksi dengan orang lain.
Apa yang dapat kita lakukan saat merasakan gejala gangguan
Kesehatan jiwa?
1. Kenali tanda-tandanya
Ketika merasakan gejala awal serangan panik, kenali tanda-
tandanya seperti jantung berdebar, berkeringat, sesak napas,
dan mual.
2. Mengendalikan rasa takut
Jangan biarkan rasa takut mengendalikan pikiran anda. Yakinkan
diri bahwa serangan ini akan segera berakhir. Katakan pada diri
sendiri bahwa gejala yang Anda alami disebabkan oleh
kecemasan.
3. Meminta bantuan orang terdekat
Jika gejala serangan panik muncul saat anda bersama teman
atau keluarga, mintalah mereka untuk membantu anda.
Berbicaralah secara jujur tentang apa yang Anda rasakan agar
merasa lebih tenang.
4. Mengendalikan pernapasan
Aturlah pernapasan menjadi lebih pelan, dalam, dan teratur.
Tarik napas melalui hidung dan keluarkan napas melalui mulut.
Fokus pada pernapasan dan gunakan hitungan untuk menarik
napas.
5. Menutup mata sejenak
Bila anda merasa kewalahan, tutup mata sejenak. Ini dapat
membantu anda mengurangi rangsangan dari lingkungan
sekitar dan merasa lebih tenang.
6. Gunakan teknik relaksasi otot
Latihan relaksasi otot progresif dapat membantu mengurangi
ketegangan dan kecemasan.
7. Membayangkan tempat yang menyenangkan
Bayangkan diri anda berada di tempat yang menyenangkan,
seperti pantai atau taman. Ini dapat membantu meredakan
gejala emosional.
Jenis jenis gangguan mental, dan gejalanya.
Ada ratusan klasifikasi diagnose gangguan jiwa. Berikut beberapa
contohnya.
1. Depression disorder (depresi)
Depresi adalah gangguan suasana hati (mood) yang ditandai
dengan perasaan sedih yang mendalam dan kehilangan minat
terhadap hal-hal yang disukai. Seseorang dinyatakan mengalami
depresi jika sudah 2 minggu merasa sedih, putus harapan, atau
tidak berharga. Depresi bisa menyerang siapa saja, termasuk
Wanita, pria, pekerja, tunawisma, bahkan pejabat. Penderita
depresi tidak memerlukan rawat jalan dan harus mendapatkan
penanganan agar tidak semakin parah. Adapun gejala depresi
yaitu:
- Sudak tidak lagi bersemangat melakukan hal hal yang
disukainya, bahkan tidak bersemangat melakukan apapun.
- Mengurung diri dan menjauh dari kehidupan sosial.
- Tidak pernah merasa senang, pikirannya selalu bersedih.
- Kehilangan nafsu makan
- Sangat ingin mengakhiri hidup
- Menyakiti diri sendiri, bahkan mencoba untuk bunuh diri.
Gambar 1: pasien depresi sangat mungkin menyakiti diri sendiri bahkan
bunuh diri.
2. Bipolar disorder
Gangguan bipolar adalah gangguan mental yang ditandai
dengan perubahan drastis pada suasana hati. Penderita
gangguan ini bisa merasa sangat gembira atau euforia,
kemudian berubah menjadi sangat sedih. Gangguan bipolar
dapat diderita seumur hidup sehingga memengaruhi aktivitas
penderitanya. Pasien bipolar memerlukan rawat jalan dan
penanganan dokter spesialis. Gejala Bipolar yaitu:
Episode Manik: Perasaan gembira berlebihan, semangat yang
menggebu-gebu, dan sulit tidur.
Episode Depresi: Berkurangnya minat pada kegiatan, perasaan
bersalah berlebihan, dan keinginan untuk bunuh diri.
Obat - obatan: Penyeimbang saraf emosi, antidepresan, dan
antipsikotik.
Psikoterapi: Interpersonal and social rhythm therapy (IPSRT),
cognitive behavioral therapy (CBT), dan psikoedukasi. Terapi
Elektrokonvulsif (ECT) dan stimulasi magnet transkranial (TMS).
3. Narcissistic Personality Disorder (NPD)
NPD adalah gangguan kesehatan mental yang ditandai dengan
pola perilaku grandiositas, kebutuhan akan pengaguman yang
berlebihan, dan kurangnya empati terhadap orang lain. Orang
dengan NPD sering kali memiliki pandangan yang sangat tinggi
tentang diri mereka sendiri, merasa lebih penting daripada orang
lain, dan kurang peka terhadap perasaan orang lain. Pasien
bipolar memerlukan rawat jalan dan penanganan dokter
spesialis. Berikut beberapa ciri khas NPD:
- Merasa sangat penting atau superior tanpa prestasi yang
sesuai.
- Terobsesi dengan fantasi tentang kesuksesan, kekuasaan,
kecerdasan, kecantikan, atau cinta sempurna.
- Percaya bahwa dirinya adalah “spesial” dan hanya dapat
dimengerti oleh atau bergaul dengan orang-orang atau
lembaga-lembaga khusus.
- Memiliki kebutuhan yang berlebihan untuk dikagumi.
- Memiliki rasa hak yang tidak wajar atas perlakuan khusus.
- Memanfaatkan orang lain untuk mencapai tujuan pribadinya.
- Tidak memiliki empati dan tidak mau mengakui atau
mengidentifikasi dengan perasaan dan kebutuhan orang lain.
- Sering merasa iri atau percaya bahwa orang lain iri padanya.
- Menunjukkan perilaku arogan atau sombong.
4. Obsessive-Compulsive Disorder (OCD)
OCD adalah gangguan mental yang ditandai dengan adanya
pikiran obsesif yang tidak diinginkan dan perilaku kompulsif yang
berulang. Pikiran obsesif adalah pikiran, gambaran, atau
dorongan yang terus-menerus muncul dan tidak diinginkan, yang
menyebabkan kecemasan atau ketidaknyamanan yang
signifikan. Perilaku kompulsif adalah perilaku yang dilakukan
berulang kali sebagai respons terhadap pikiran obsesif, dengan
tujuan untuk mencegah atau mengurangi kecemasan atau situasi
yang ditakuti. namun, perilaku ini sering tidak rasional dan tidak
efektif. Pasien bipolar memerlukan rawat jalan dan penanganan
dokter spesialis. Adapun Gejala OCD yaitu:
Obsesi: Pikiran atau impuls yang berulang dan tidak diinginkan,
yang sulit dikendalikan.
Kompulsi: Tindakan berulang yang dilakukan untuk mengurangi
kecemasan yang ditimbulkan oleh obsesi.
Terapi perilaku kognitif (CBT) Terutama terapi paparan dan
pencegahan respons (ERP). Farmakoterapi antidepresan
terutama yang mempengaruhi serotonin, seperti inhibitor
reuptake serotonin selektif (SSRI).
5. PTSD (Post-Traumatic Stress Disorder)
PTSD adalah gangguan mental yang muncul setelah seseorang
mengalami atau menyaksikan peristiwa yang bersifat traumatis
atau sangat tidak menyenangkan. Gejala utama PTSD meliputi
ingatan yang tidak diinginkan tentang peristiwa traumatis,
kecenderungan untuk mengelak dari hal-hal yang mengingatkan
pada trauma, pemikiran dan perasaan negatif, serta perubahan
perilaku dan emosi. Pasien bipolar memerlukan rawat jalan dan
penanganan dokter spesialis.
Gambar 2: seorang tantara mengalami PTSD pasca peperangan.
6. Dissociative Trance Disorder
DTD Diduga dipicu oleh trauma psikologis. Gejalanya meliputi
hilang ingatan, perasaan terputus dari diri sendiri dan emosi,
serta persepsi terhadap orang dan hal-hal di sekitar yang
terdistorsi. Orang awam menyebutnya kesurupan. Penanganan
DTD di rumah sakit jiwa biasanya menggunakan injeksi
antipsikotik.
7. Skizofernia
Skizofrenia adalah gangguan mental yang terjadi dalam jangka
waktu panjang, gangguan tersebut menyebabkan penderita
mengalami halusinasi, delusi atau waham, kekacauan berpikir,
dan perubahan perilaku. Penderita skizofrenia pada umumnya
mengalami kesulitan untuk membedakan antara kenyataan
dengan pikiran yang ada. Tepatnya, orang awam mengenalnya
sebagai gila.
Bagaimana cara menjaga kesehatan psikologis?
1. Berpikir dan memberikan afirmasi positif untuk diri sendiri.
2. Mengelola stres dengan baik.
3. Rutin berolahraga.
4. Menjaga hubungan baik dengan orang lain.
5. Tidur dan istirahat cukup.
6. Mengapresiasi diri setiap hari
7. Rekreasi untuk menenangkan pikiran bila diperlukan
8. Mencari bantuan tenaga medis profesional jika dibutuhkan.
4. Kegiatan penyuluhan
N Tahapan Intervensi Sasaran Waktu
o
1
Moderator membuka
penyuluhan (salam,
2
Pembukaan perkenalan, menyebutkan peserta
menit
tema penyuluhan &
pematerinya)
2
Pemapara Pemateri menjelaskan 15
Peserta
materi materi Kesehatan mental menit
3
Sesi tanya Moderator memandu sesi 15
Peserta
jawab tanya jawab menit
4
Moderator memandu
rangkaian dorprize, peserta 10
Dorprize / kuis peserta
yang menang akan diberi menit
hadiah
5
Moderator membacakan
notulensi & kesimpulan,
2
penutup sedikit evaluasi dan Peserta
menit
mengapresiasi peserta, lalu
menutup.
6 Pelaksa
5
dokumentasi Foto bersama na &
menit
peserta
5. Metode
Bertasarkan Teknik penyampaiannya, metode yang digunakan adalah
metode penyuluhan langsung. Sedangkan berdasarkan sasarannya,
metode yang digunakan yaitu penyuluhan sosial pada kelompok.
(Siswa/I SMA N 1 Bandar lampung).
6. Media
Power point
Projector
Laptop
Leaflet / brosur.
7. Evaluasi
Pemateri mengajukan beberapa pertanyaan secara langsung kepada
peserta tentang materi penyuluhan yang telah diberikan. Bila peserta
dapat menjawab 50% dari pertanyaan yang diajukan, maka
penyuluhan dikatakan berhasil.
Pertanyaan :
1. Apa yang dimaksud mental health / Kesehatan mental? jelaskan
secara sederhana.
2. Apa yang harus dilakukan saat merasakan gejala gangguan
Kesehatan jiwa?
3. sebutkan jenis kondisi gangguan mental yang kamu ketahui.
4. Siapa yang boleh memberikan diagnosa?
5. sebutkan hal hal yang bisa akita lakukan untuk menjaga kesehatan
mental.