0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
6 tayangan5 halaman

Program Semester Bahasa Indonesia Kelas VII

Dokumen ini adalah program semester untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia di SMP Negeri 25 Kerinci, kelas VII semester 2. Program ini mencakup kompetensi inti dan dasar yang berfokus pada pemahaman dan pengolahan teks fiksi, nonfiksi, surat, puisi, dan fabel. Terdapat juga rencana evaluasi melalui ulangan harian dan UAS semester 2.

Diunggah oleh

yunikacharlinda.p
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
6 tayangan5 halaman

Program Semester Bahasa Indonesia Kelas VII

Dokumen ini adalah program semester untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia di SMP Negeri 25 Kerinci, kelas VII semester 2. Program ini mencakup kompetensi inti dan dasar yang berfokus pada pemahaman dan pengolahan teks fiksi, nonfiksi, surat, puisi, dan fabel. Terdapat juga rencana evaluasi melalui ulangan harian dan UAS semester 2.

Diunggah oleh

yunikacharlinda.p
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PROGRAM SEMESTER

BAHASA INDONESIA

Nama Sekolah : SMP NEGERI 25 KERINCI

Kelas / Semester : VII (TUJUH) / 2

Nama Guru : YUNIKA CHARLINDA PUTRI,[Link]

NIP / NIK : ______________________


PROGRAM SEMESTER
TAHUN PELAJARAN 20 ......... / 20 .........

Satuan Pendidikan : SMP / MTs


Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
Kelas / Semester : VII / 2
Kompetensi Inti :
KI 1 : Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya
KI 2 : Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif
dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya.
KI 3 : Memahami pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena
dan kejadian tampak mata.
KI 4 : Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis,
membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori.
Januari Februari Maret April Mei Juni
KOMPETENSI DASAR MATERI POKOK AW
1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5
3.9 Menemukan unsur- unsur Literasi buku fiksi dan nonfiksi 1x6 jp
dari buku fiksi dan nonfiksi  Unsur-unsur buku
yang dibaca
 Cara membaca buku dengan
SQ3R, yaitu:
4.9 Membuat peta pikiran/ 1. Survey atau meninjau,
rangkuman alur tentang isi
buku nonfiksi/ buku fiksi 2. Question atau bertanya,
yang dibaca 3. Read atau membaca,
4. Recite atau menuturkan,
5. Review atau mengulang
 Cara membuat rangkuman

3.10 Menelaah hubungan unsur-  Hubungan antarunsur buku 1x6 jp


unsur dalam buku fiksi dan  Langkah menyusun tanggapan
nonfiksi terhadap buku yang dibaca
4.10 Menyajikan tanggapan
terhadap isi buku fiksi
nonfiksi yang dibaca

3.11 Mengidentifikasi informasi Surat pribadi dan surat dinas 1x6 jp


(kabar, keperluan,  Informasi isi surat pribadi,
permintaan, dan/atau surat dinas
permohonan) dari surat
pribadi dan surat dinas yang  Isi surat pribadi dan dinas
dibaca dan didengar.  Simpulan isi surat pribadi dan
4.11 Menyimpulkan isi (kabar, dinas
keperluan, permintaan, dan/
atau permohonan) surat
pribadi dan surat dinas yang
dibaca atau diperdengarkan

3.12 Menelaah unsur- unsur dan  Unsur-unsur surat pribadi dan 1x6 jp
kebahasaan dari surat pribadi dinas
dan surat dinas yang dibaca  Kebahasaan surat priadi dan
dan didengar. dinas
4.12 Menulis surat (pribadi dan  Cara menulis surat pribadi dan
dinas) untuk kepentingan dinas
resmi dengan memperhatikan
struktur teks, kebahasaan, dan
isi.
3.13 Mengidentifikasi informasi Puisi rakyat 2x6 jp
(pesan, rima, dan pilihan  Ciri puisi rakyat (pantun,
kata) dari puisi rakyat gurindam, syair)
(pantun, syair, dan bentuk
puisi rakyat setempat) yang  Cara menyimpulkan isi pada
dibaca dan didengar. pantun, gurindam, dan syair

4.13 Menyimpulkan isi puisi


rakyat (pantun, syair, dan
bentuk puisi rakyat setempat)
yang disajikan dalam bentuk
tulis

3.14 Menelaah struktur dan  Pola pengembangan isi 2x6 jp


kebahasaan puisi rakyat pantun, gurindam, dan syair
(pantun, syair, dan bentuk  Variasi kalimat perintah,
puisi rakyat setempat) yang saran, ajakan, larangan dalam
dibaca dan didengar. pantun
4.14 Mengungkapkan gagasan,
perasaan, pesan dalam bentuk
puisi rakyat secara lisan dan
tulis dengan memperhatikan
struktur, rima, dan
penggunaan bahasa

3.15 Mengidentifikasi informasi Fabel/ legenda 1x6 jp


tentang fabel/legenda daerah  Ciri cerita fabel/ legenda
setempat yang dibaca dan  Langkah memahami isi cerita
didengar. fabel
4.15 Menceritakan kembali isi  Langkah menceritakan kembali
isi fabel/ legenda
fabel/ legenda daerah
setempat
3.16 Menelaah struktur dan  Struktur teks fabel/legenda: 1x6 jp
kebahasaan fabel/legenda
- orientasi
daerah setempat yang dibaca
dan didengar. - komplikasi
- resolusi
4.16 Memerankan isi - koda
fabel/legenda daerah  Teknik penggambaran tokoh
setempat yang dibaca dan
didengar.  Pemeranan isi fabel/legenda
daerah setempat
ULANGAN HARIAN
UAS SEMESTER 2
JUMLAH ALOKASI WAKTU

Pelompek, Januari 2021


Mengetahui,
Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran

DIRMAN, [Link], [Link].I YUNIKA CHARLINDA PUTRI, [Link]


NIP. 197504022007011007

Common questions

Didukung oleh AI

Understanding the narrative structure of fables and legends enhances students' interpretative skills by teaching them to recognize and analyze story elements, improving their ability to perceive and articulate thematic messages and character developments within various cultural contexts .

The curriculum incorporates letter writing by having students identify information from personal and official letters, analyze linguistic elements, and compose these letters for official purposes while considering text structure and language use .

Cultural heritage plays a crucial role by emphasizing traditional forms such as pantun, syair, and local fables/legends. This inclusion promotes cultural appreciation and awareness, aiding students in understanding and preserving their cultural identity while enhancing language and critical thinking skills .

Teaching pantun and syair presents challenges such as conveying their specific structural and rhyming rules. The educational value lies in promoting appreciation of cultural heritage, enhancing language skills through poetic expressions, and encouraging creativity in expressing ideas and feelings .

Integrating ethical values within the language curriculum is significant because it helps develop students' character, contributing to their moral and social development. It reinforces positive attitudes such as honesty, discipline, and empathy, ensuring they can interact effectively and ethically in various environments .

The Bahasa Indonesia curriculum for seventh-grade students emphasizes key competencies such as appreciating and embodying religious teachings, and displaying honest, disciplined, responsible, caring (tolerance, teamwork), courteous, and confident behavior in interactions within their social and natural environments .

The SQ3R method helps students understand texts by structuring their reading process: Surveying to get an overview, Questioning to engage with the material, Reading to gather information, Reciting to reinforce memory, and Reviewing to consolidate understanding .

The curriculum teaches analysis of fables and legends by identifying their narrative structure (including orientation, complication, resolution, and coda), and developing techniques for character depiction and storytelling through reading and listening .

Students are encouraged to express ideas and feelings in traditional poetry forms by focusing on structure, rhyme, and language use. This involves creating pantun, syair, and other local poetic forms, ensuring they understand how to convey messages succinctly and artfully .

The curriculum suggests using mind mapping and follow-up summarization processes after comprehensively reading non-fiction books to ensure students can effectively capture and convey the main ideas and details .

Anda mungkin juga menyukai