0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan12 halaman

Gerakan Literasi di SDN Palumbonsari IV

Program Gerakan Literasi Sekolah di SD Negeri Palumbonsari IV bertujuan untuk meningkatkan minat baca dan kemampuan menulis siswa melalui berbagai kegiatan, termasuk membaca setiap hari dan menyediakan buku bacaan. Program ini melibatkan guru, orang tua, dan masyarakat untuk menciptakan budaya literasi yang kuat di sekolah. Dengan pendekatan holistik, diharapkan siswa dapat mengembangkan keterampilan literasi dan nilai-nilai budi pekerti luhur sejak dini.

Diunggah oleh

Kadiro ORM
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan12 halaman

Gerakan Literasi di SDN Palumbonsari IV

Program Gerakan Literasi Sekolah di SD Negeri Palumbonsari IV bertujuan untuk meningkatkan minat baca dan kemampuan menulis siswa melalui berbagai kegiatan, termasuk membaca setiap hari dan menyediakan buku bacaan. Program ini melibatkan guru, orang tua, dan masyarakat untuk menciptakan budaya literasi yang kuat di sekolah. Dengan pendekatan holistik, diharapkan siswa dapat mengembangkan keterampilan literasi dan nilai-nilai budi pekerti luhur sejak dini.

Diunggah oleh

Kadiro ORM
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PROGRAM KEGIATAN

GERAKAN LITERASI SEKOLAH

SD NEGERI PALUMBONSARI
IV
KECAMATAN KARAWANG
TIMUR
KAB. KARAWANG
2022
PROGRAM KEGIATAN
GERAKAN LITERASI SEKOLAH
SD NEGERI PALUMBONSARI IV

A. Latar Belakang

Membaca merupakan salah satu fungsi yang paling penting dalam hidup. Semua
proses belajar didasarkan pada kemampuan membaca (Glenn Doman). Dengan
kemampuan membaca yang membudaya dalam diri setiap anak, maka tingkat
keberhasilan di sekolah maupun dalam kehidupan di masyarakat akan membuka
peluang kesuksesan hidup yang lebih baik

Rendahnya reading literacy bangsa kita menyebabkan Sumber Daya Manusia kita
tidak kompetitif karena kurangnya penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi,
sebagai akibat lemahnya minat dan kemampuan membaca dan menulis. Membaca
dan menulis belum menjadi kebutuhan hidup dan belum menjadi budaya bangsa.
Jumlah perpustakaan dan buku buku jauh dari mencukupi kebutuhan tuntutan
membaca sebagai basis pendidikan permasalahan budaya membaca belum dianggap
sebagai critical problem, sementara banyak masalah lain yang dianggap lebih
mendesak.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Peraturan Menteri nomor 23


tahun 2013 meluncurkan sebuah gerakan literasi sekolah untuk menumbuhkan sikap
budi pekerti luhur kepada anak-anak melalui bahasa. Sederhananya, setiap anak di
sekolah dasar diwajibkan membaca buku-buku bacaan cerita lokal dan cerita rakyat
yang memiliki kearifan lokal dalam materi bacaannya sebelum pelajaran kelas
dimulai.

Secara luas, literasi yang dimaksud disini lebih dari sekedar membaca dan menulis.
Ia juga mencangkup bagaimana seseorang berkomunikasi dalam masyarakat.
Literasi juga bermakna praktik dan hubungan sosial yang terkait dengan
pengetahuan, bahasa, dan budaya. (UNESCO, 2003)

Penanaman nilai-nilai budi pekerti luhur ini penting dilakukan sejak dini sebab
proses pendidikan sejatinya bukan hanya untuk mencetak manusia yang cerdas
secara intelektual, tapi juga cerdas emosional dan spiritual. Harus diakui, salah satu
kekeliruan besar dalam sistem pendidikan kita adalah sangat mengedepankan
kecerdasan intelektual, namun mengenyampingkan pelajaran yang mengandung
nilai-nilai moral. Tak heran jika saat ini banyak orang pintar, berpendidikan tinggi,
tapi tak tahu sopan-santun, tak punya sikap tenggang rasa, tak punya empati, dan
semacamnya. Padahal dari buku-buku cerita rakyat misalnya, banyak digambarkan
ucap dan laku nenek moyang kita yang begitu luhur.

Anak-anak yang duduk di bangku sekolah dasar merupakan usia emas sehingga
penting menanamkan nilai-nilai budi pekerti luhur kepada mereka. Gerakan literasi
adalah salah satu cara untuk menanamkan budi pekerti luhur tersebut. Guru
memiliki peran penting dalam merangsang siswa untuk belajar, sehingga dalam
melaksanakan pembelajaran, guru harus menggunakan pendekatan yang
komprehensif serta progresif agar bisa memotivasi rasa ingin tahu siswa dan
memicu mereka untuk berpikir kritis. Hal ini akan berhasil jika guru mampu
mengembangkan pembelajaran yang tepat sehingga pembelajaran yang
dilaksanakan dapat meningkatkan kemampuan literasi dan potensi siswa seutuhnya.
Dalam pengembangan pembelajaran, guru juga harus mampu memilih dan
memanfaatkan bahan ajar, seperti mendorong siswa untuk membaca buku-buku
yang berkualitas, karena membaca sejalan dengan proses berpikir kritis yang
memungkinkan siswa untuk kreatif dan berdaya cipta.

Gerakan literasi akan berhasil jika berjalan secara holistik. Selain guru di sekolah,
orang tua, perpustakaan, pemerintah, dan pihak swasta pun harus bersama-sama
mendukung mewujudkan gerakan literasi. Oleh karena itu maka SDN Palumbonsari
IV ikut berupaya menyukseskan kegiatan tersebut melalui Program Gerakan
Literasi Sekolah di SDN Palumbonsari IV.

B. Tujuan

Tujuan untuk menjadikan sekolah sebagai komunitas yang memiliki komitmen dan
budaya membaca yang tinggi serta miliki kemampuan untuk menulis yang
komprehensif. Program Aksi dari Gerakan Literasi Sekolah adalah :

1. Menawarkan, mengajak atau menunjuk sekolah atau masyarakat sekolah (siswa,


guru, manajemen sekolah, kepala sekolah dan komite) agar dapat melaksanakan
kegiatan gerakan literasi sekolah yang merupakan bentuk aksi/kegiatan;
2. Mengadakan Sosialisasi tentang pemahaman kepada guru, kepala sekolah,
komite atau orang tua siswa tentang apa dan bagaimana gerakan
literasi sekolah;
3. Menyediakan Buku Bacaan Bagi Siswa, merupakan kegiatan yang dirancang
untuk mendapatkan buku bacaan bagi sekolah minimal 3 kali jumlah siswa di
sekolah, setiap kelas di dorong untuk memiliki sudut baca (reading corner),
melalui kerjasama dengan komite sekolah dan wali murid;
4. Program Membaca Setiap Hari, merupakan kegiatan yang dirancang agar setiap
sekolah mengalokasikan waktu minimal 15-30 menit sehari, guna membiasakan
siswa, guru, manajeman sekolah dan kepala sekolah untuk membaca di sekolah
maupun di rumah;
5. One Child Book, merupakan Kegiatan Yang Dirancang Untuk Meningkatkan
Jumlah Dan Jenis Buku Bacaan Di Sekolah, Agar Setiap Siswa Paling Sedikit
Memiliki 1 Buku Untuk Di Baca Di Sekolah/Kelas Maupun Di Rumah,
Diharapkan Orang Tua Membelikan Minimal 1 Buku Untuk Satu
Semester Atau 1 Buku Satu Tahun, Yang Kemudian Disumbangkan Untuk
Perpustakaan Sekolah;
6. Tantangan Membaca, merupakan kegiatan yang dirancang untuk mengejar
target/jumlah tertentu terhadap buku yang dibaca baik tingkat sekolah,
kabupaten/kota maupun tingkat provinsi;
7. Reading Award, merupakan kegiatan yang dirancang untuk memberikan
penghargaan membaca bagi siswa terbanyak membaca buku baik bersakala
tingkat masing masing sekolah, kabupaten/kota maupun tingkat provinsi, hal ini
bertujuan agar meransang siswa agar terus membaca;
8. Pelatihan Menulis, merupakan kegiatan yang dirancang agar setiap sekolah
melatih/mendidik siswa untuk menulis, dengan pemberian tugas untuk menulis
kembali buku yang telah dibaca dalam bentuk resume buku atau resensi buku;
9. Writing Award, merupakan kegiatan yang dirancang untuk memberikan
penghargaan kemampuan menulis bagi siswa terhadap buku yang dibaca baik
bersakala tingkat masing masing sekolah, kabupaten/kota maupun tingkat
provinsi, hal ini bertujuan agar meransang siswa untuk bisa menulis;
10. Program Aksi Lainnya, program aksi/kegiatan lainnya dapat dirancang secara
khusus dalam upaya membudayakan minat baca dan meningkatkan kemampuan
menulis siswa sesuai dengan sasaran dan harapan yang diinginkan.

C. Tahapan
1. Tahap ke-1: Pembiasaan kegiatan membaca yang menyenangkan di ekosistem
sekolah Pembiasaan ini bertujuan untuk menumbuhkan minat terhadap bacaan
dan terhadap kegiatan membaca dalam diri warga sekolah. Penumbuhan minat
baca merupakan hal fundamental bagi pengembangan kemampuan literasi
peserta didik.

2. Tahap ke-2: Pengembangan minat baca untuk meningkatkan kemampuan literasi


Kegiatan literasi pada tahap ini bertujuan mengembangkan kemampuan
memahami bacaan dan mengaitkannya dengan pengalaman pribadi, berpikir
kritis, dan mengolah kemampuan komunikasi secara kreatif melalui kegiatan
menanggapi bacaan pengayaan (Anderson & Krathwol, 2001).
3. Tahap ke-3: Pelaksanaan pembelajaran berbasis literasi Kegiatan literasi pada tahap
pembelajaran bertujuan mengembangkan kemampuan memahami teks dan
mengaitkannya dengan pengalaman pribadi, berpikir kritis, dan mengolah
kemampuan komunikasi secara kreatif melalui kegiatan menanggapi teks buku
bacaan pengayaan dan buku pelajaran (cf. Anderson & Krathwol, 2001). Dalam
tahap ini ada tagihan yang sifatnya akademis (terkait dengan mata pelajaran).
Kegiatan membaca pada tahap ini untuk mendukung pelaksanaan Kurikulum 2013
yang mensyaratkan peserta didik membaca buku nonteks pelajaran yang dapat
berupa buku tentang pengetahuan umum, kegemaran, minat khusus, atau teks
multimodal, dan juga dapat dikaitkan dengan mata pelajaran tertentu sebanyak 6
buku bagi siswa SD, 12 buku bagi siswa SMP, dan 18 buku bagi siswa SMA/SMK.
Buku laporan kegiatan membaca pada tahap pembelajaran ini disediakan oleh wali
kelas.
D. Program Kegiatan Literasi di SDN Palumbonsari IV
No. Program Bentuk Kegiatan Ket
Kegiatan
1 Sosialisasi 1. Memiliki Program Literasi Sekolah
GLS 2. Pemberitahuan lisan atau tertulis
3. Rapat dengan Komite sekolah,orang tua siswa
4. Rapat dengan dewan guru
[Link] spanduk, baligo dll
2 Pelaksanaan 1. Membaca 15 menit setiap hari
GLS 2. Memvalidasi buku yang dibaca siswa
3. Presentasi buku yang telah dibaca
4. Memiliki Jurnal membaca
5. Memberikan permainan mengasah otak kanan
3 Dampak yang 1. Produk literasi (menulis, cerpen, puisi, resensi buku, klipping)
Dihasilkan 2. Sertifikat/piagam/piala hasil karya siswa
3. Kunjungan/peminjam peserta didik ke perpustakaan
meningkat
4 Sarana yang 1. Memiliki Pojok Baca/Taman Baca
Diperlukan 2. Memiliki Perpustakaan Sekolah
[Link] petugas perpustakaan khusus
4. Menggunakan IT/ICT (e Library)
E. Realisasi Program
1. Kegiatan Sosialisasi
a. Program GLS
1) Program Tahunan
No. Program Sasaran Produk
1 Menampilkan story telling pada Siswa
acara kreasi seni akhir tahun
2 Guru mampu membuat kajian Guru
buku/modul bahan ajar dari
berbagai sumber
3 Siswa selesai membaca 2 buku Siswa

2) Program Semester
No. Program Sasaran Produk
1 Guru mampu membuat kajian Guru
buku/modul bahan ajar dari
berbagai sumber
2 Siswa selesai membaca 1 buku Siswa

3) Program Bulanan
No. Program Sasaran Produk
1 Guru mampu membuat status Guru
tentang hasil membaca baik di
WA maupun Mading
2 Siswa membuat cerita hasil Siswa
bacaannya yang ditempel di
Mading

4) Program Mingguan
No. Program Sasaran Produk
1 Membaca 15 menit sebelum Guru
masuk
2 Membaca 15 menit sebelum Siswa
masuk

b. Pemberitahuan Lisan/Tulisan

Mulai hari ini mari kita lakukan Gerakan Literasi Sekolah dengan
cara melalui pembiasaan membaca buku 15 menit sebelum bel
masuk!

Selamat melaksanakan dan sukses selalu!

Karawang, Juli 2022


Kepala Sekolah

c. Rapat dengan komite sekolah dan orang tua siswa


d. Rapat dengan dewan guru

e. Pemasangan spanduk/baligo
Gerakan Literasi Sekolah
SDN PALUMBONSARI IV (Karawang Timur)

2. Pelaksanaan
a. Membaca 15 menit setiap hari
b. Memvalidasi buku yang dibaca siswa
c. Presentasi buku yang dibaca
d. Memiliki jurnal membaca
e. Memberikan permaianan mengasah otak kanan
3. Dampak yang dihasilkan
a. Produk literasi
b. Sertifikat/piagam/piala hasil karya siswa
c. Kunjungan/pinjaman peseta didik ke perpustakaan
4. Sarana
a. Memiliki pojok baca/Taman baca
b. Memiliki perpustakaan sekolah
c. Memiliki petugas perpustakaan khusus
d. Menggunakan IT/ICT
F. Penutup
Demikian program kegiatan Gerakan Literasi Sekolah di SDN Palumbonsari IV.
Semoga program ini dapat terlaksana sesuai harapan.

Karawang, Juli 2019


Kepala Sekolah,

Nining Rusminar, [Link], [Link]


NIP. 19691202 2003122006
Lampiran

(Readathon)

Anda mungkin juga menyukai