0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan15 halaman

Perpecahan Cekoslowakia 1990

Dokumen ini membahas peristiwa kontemporer dunia, termasuk runtuhnya Jerman Timur, perpecahan Yugoslavia, dan penghapusan apartheid di Afrika Selatan. Selain itu, dijelaskan juga tentang perpecahan Uni Soviet dan dampaknya terhadap negara-negara bekas anggota. Sejarah kontemporer ditandai oleh kompleksitas peristiwa dan interpretasi yang masih relevan hingga saat ini.

Diunggah oleh

adireyhan116
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan15 halaman

Perpecahan Cekoslowakia 1990

Dokumen ini membahas peristiwa kontemporer dunia, termasuk runtuhnya Jerman Timur, perpecahan Yugoslavia, dan penghapusan apartheid di Afrika Selatan. Selain itu, dijelaskan juga tentang perpecahan Uni Soviet dan dampaknya terhadap negara-negara bekas anggota. Sejarah kontemporer ditandai oleh kompleksitas peristiwa dan interpretasi yang masih relevan hingga saat ini.

Diunggah oleh

adireyhan116
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PERISTIWA KONTEMPORER DUNIA

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Sejarah merupakan segala hal atau kejadian yang berhubungan dengan
peristiwa masa lalu serta penemuan, koleksi, organisasi,dan suatu penyajian
informasi mengenai peristiwa yang berkaitan dengan masa lalu.
Istilah sejarah ini meliputi kosmik, geologi,dan sejarah makhluk hidup,
tetapi seringkali secara umum diartikan sebagai sejarah manusia. Sejarah juga
diartikan Sebagai sebuah bidang ilmu yang melakukan kajian secara sistematis
mengenai seluruh perkembangan proses perubahan dan dinamika kehidupan
masyarakat di masa lalu. Sejarah dapat dilihat berdasarkan jenisnya, wilayah,
waktu hingga tujuan.
Sejarah kontemporer adalah sejarah mutakhir yang jejak jejak-jejak
peristiwa masih relatif dekat dan dirasakan kehadirannya sekarang. Sejarah
kontemporer secara politik didominasi oleh perang dingin (1945-1991) antara
Amer serikat dan Uni Soviet yang pengaruhnya terasa di seluruh dunia.
Ciri dari suatu genre sejarah kontemporer adalah kompleksitas dari
peristiwa dan interpretasinya. Hal itu terjadi bukan karena semua dokumen,
arsip,dan sumber primer lainnya belum bisa dibuka dan dipelajari oleh umum
dengan demikian belum bisa dilakukan rekonstruksi sejarah secara utuh, tetapi
juga karena beberapa tokoh pelaku sejarahnya masih hidup. Hal yang terakhir
ini seringkali mengundang perdebatan sejarah yang berkepanjangan sebab ada
beberapa memori kolektif atau pribadi,karena pertimbangan politik dan
kekuasaan yang bersifat kekinian sering di tonjolkan untuk hal-hal yang
menyenangkan di satu sisi,dan sengaja diheningkan untuk hal-hal yang kurang
menyenangkan disisi lain.
2. Tujuan
• Membahas tentang Bagaimana runtuhnya Jerman Timur
• Membahas tentang terjadinya perpecahan Yugoslavia
• Membahas tentang terjadinya perpecahan Cekoslowakia
BAB II
Pembahasan
A. Runtuhnya Vietnam Selatan
1. Latar Belakang peristiwa
Vietnam dijajah oleh Tiongkok sejak tahun 110 SM sampai mencapai
kemerdekaan pada tahun 938. Setelah bebas dari belenggu penjajahan
Tiongkok, Vietnam selalu menentang dan mengecam serangan pihak asing.
Pada abad ke-19, Vietnam menjadi wilayah jajahan Prancis. Prancis
menguasai Vietnam setelah melakukan beberapa perang kolonial di Indochina
mulai dari tahun 1840-an. Ekspansi kekuasaan Prancis disebabkan keinginan
untuk menyaingi kebangkitan Britania Raya dan kebutuhan untuk mendapatkan
hasil bumi seperti rempah-rempah untuk menggerakkan industri di Prancis
untuk menyaingi penguasaan industri Britania Raya.
2. Kronologi Runtuhnya Vietnam Selatan:
1).Serangan Musim Semi Vietnam Utara (1975):
Vietnam Utara melancarkan serangan besar-besaran yang dikenal sebagai
Kampanye Ho Chi Minh. Pasukan Vietnam Utara menyerang daerah-daerah
strategis di Vietnam Selatan, seperti Pleiku dan Huế
2). Keberhasilan Cepat Vietnam Utara:
Pasukan Vietnam Selatan tidak mampu mempertahankan wilayah
mereka. Kekalahan besar terjadi di Central Highlands. Moril pasukan Vietnam
Selatan runtuh, ditambah dengan korupsi dan lemahnya kepemimpinan di
pemerintahan.
3). Kejatuhan Saigon:
Pada tanggal 30 April 1975, Saigon (ibu kota Vietnam Selatan) jatuh ke
tangan Vietnam Utara. Peristiwa ini dikenal sebagai Kejatuhan Saigon.
Helikopter AS mengevakuasi personel Amerika dan ribuan warga Vietnam
Selatan dari atap Kedutaan Besar AS.
4).Penyatuan Vietnam:
Setelah Saigon jatuh, Vietnam Utara dan Selatan bersatu menjadi
Republik Sosialis Vietnam pada Juli 1976.
Nama Saigon diganti menjadi Ho Chi Minh City, menghormati pemimpin
revolusioner Vietnam Utara.
3. Tokoh-Tokoh Yang Terlibat
1).Le Duan (sekjen komite partai pekerja Vietnam).
2).Lydon B. Johnson (pemegang wewenang Operasi Rolling Thunder).
3).Ho Chi Minh (pendiri Vietnam).
4).Richard Nixon ( tokoh dibalik penarikan pasukan AS dari Vietnam).
5).Ngo Dinh Diem (presiden pertama di Vietnam Selatan).
6). John F Keneddy (presiden ke -35 AS).
7). Vo Nguyen Giap ( tokoh dibalik perdamaian antara Vietnam dan AS).
8).William Westmoreland ( pemimpin komando Bantuan Militer Amerika
Serikat di Vietnam atau MACV).
Dampak:
Krisis Kemanusiaan: Ribuan warga Vietnam Selatan melarikan diri dari negara
tersebut, banyak yang menjadi “boat people.”
Akhir Perang Dingin di Asia Tenggara: Vietnam menjadi negara komunis
yang didukung Uni Soviet, memperkuat pengaruh blok Timur di kawasan
tersebut.
Penderitaan Ekonomi: Penyatuan ini diiringi dengan program sosialisasi
ekonomi yang menyebabkan kemiskinan dan kelaparan. Peristiwa ini menjadi
salah satu momen penting dalam sejarah Asia Tenggara dan Perang Dingin.
B. Hapusnya Apartheid di Afrika Selatan
1. Latar Belakang peristiwa
Apartheid adalah kebijakan politik raisal yang diterapkan di Afrika Selatan
pada tahun 1948. Dalam sistem Apartheid, terdapat pemisahan hak dan
kewajiban antara ras kulit putih dan ras kulit hitam yang disahkan melalui
undang-undang. Akar politik apartheid bermula awal abad ke-20 Masehi.
Politik pemisahan ras di Afrika Selatan dimulai setelah perang Boer.
Hukum apartheid dicanangkan pertama kali di Afrika Selatan, yang pada
tahun 1930-an dikuasai oleh dua bangsa kulit putih,koloni Inggris di cafe Town
dan Namibia dan para Afrikaner Boer (Petani Afrikaner ) yang mencari emas /
keberuntungan di tanah kosong Afrika Selatan dibagian timur atau disebut
Transvaal ( sekarang kota Pretoria dan johannesburg).
Setelah perang Boer selesai, penemuan emas terjadi di beberapa daerah
Afrika Selatan,para penambang ini tiba-tiba menjadi sangat kaya,dan kemudian
sepakat untuk mengakhiri perang diantara mereka,dan membentuk persatuan
Afrika Selatan.
Ketika Uni Afrika Selatan dibentuk pada tahun 1910 dibawah kendali
inggris, orang Eropa di Afrika Selatan membentuk struktur dan kebijakan politik
radial baru di negara tersebut. Kebijakan rasial dan deskriminatif dapat terlihat
ketika inggris memberlakukan pembatasan terhadap hak legislatif masyarakat
kulit hitam di Afrika Selatan.
Melalui kebijaksanaan ini, penduduk Afrika Selatan digolongkan menjadi
empat golongan besar,yaitu kulit putih atau keturunan Eropa,suku bangsa
Bantu (salah satu suku bangsa di Afrika Selatan),orang asia yang kebanyakan
adalah orang Pakistan dan India,dan orang kulit Berwarna atau berdarah
campuran, diantaranya kelompok Melayu cape.
Pemisahan suku yang dilakukan di Afrika Selatan ini mendapat tanggapan dunia
internasional.
2. Penghapusan Apartheid
Tuntutan penghapusan Aperthaid di Afrika Selatan muncul dari dalam negeri
maupun masyarakat internasional.
Dalam buku Nelson Mandela: The Authorised Biography (2016) karya Anthony
Sampson, tuntutan penghapusan Apartheid dari dalam negeri muncul melalui
golongan kulit hitam dan beberapa golongan kulit putih yang peduli nasib
masyarakat Afrika.
Gerakan penghapusan apartheid mulai digaungkan oleh tokoh-tokoh nasional
Afrika Selatan pada tahun 1960-an.
Berikut beberapa tokoh-tokoh Afrika Selatan yang memperjuangkan
penghapusan apartheid :
• Nelson Mandela
• Desmond Tutu
• Frederick W de Klerk
• Chris Hani
Tuntutan penghapusan apartheid dari masyarakat Internasional berlangsung
sekitar tahun 1980-an. Afrika Selatan beberapa kali dilarang mengikuti event
internasional seperti olimpiade dan kejuaraan dunia karena masih menerapkan
apartheid.
Dampak Penghapusan Apartheid Penghapusan politik Apartheid di Afrika
Selatan memiliki dampak yang sangat besar di segala aspek kehidupan.
Beberapa dampak dari penghapusan sistem Aparthaid di Afrika Selatan, yaitu:
• Masyarakat kulit hitam dan kulit putih di Afrika Selatan dapat hidup
berdampingan tanpa adanya pembatasan rasial
• Menyebarnya paham anti rasialisme di dunia internasional
• Munculnya kesetaraan terhadap kaum kulit hitam di seluruh dunia
• Afrika Selatan mampu menerapkan pembaruan-pembaruan yang berdasar
pada keberagaman
C. Perpecahan USSR (Uni Soviet)
1. Latar belakang peristiwa
pada abad ke-19 M, imperium Rusia kerap disebut sebagai teladan
terburuk di Eropa. Rakyatnya terbelakang, telat mengalami industrialisasi, serta
masih kentalnya praktik perhambaan (serfom). Di Eropa Barat, sistem feodal
itu sudah ditinggalkan sejak abad ke-14.
Kala itu, Rusia masih berbentuk kerajaan besar alias kekaisaran.
Pemimpinnya bergelar Tsar, gelar penguasa monarki yang merujuk kepada
kaisar.
Dengan tujuan menyingkirkan label buruk itu, pemimpin kedua Rusia
yakni Tsar Alexander II mengeluarkan putusan yang menghapus praktik
perhambaan pada 1861. Namun, hal itu tidak cukup membuat kaum petani
merasa teremansipasi.
Pada kenyataannya, kebijakan tersebut memang berbanding terbalik
dengan fakta di lapangan. Kaum petani dibebaskan tetapi tak diberi hak atas
tanah. Proyeksi penguasa kala itu ternyata adalah untuk menggerakkan para
petani agar beralih menjadi pekerja industri.
Lambat laun, kaum tani mulai muak, lebih-lebih mereka yang
menyatakan diri sebagai kaum radikal. Mereka bersatu dan membentuk Partai
Buruh Sosial Demokrat Rusia. Pada perkembangannya, tubuh partai terbelah
menjadi dua kubu: Menshevik dan Bolshevik.

Sejak pembentukan partai itu, mereka mulai mengorganisir massa dan


melakukan perlawanan. Upaya revolusi dilakukan dengan tujuan
menggulingkan kekuasaan Tsar. Hingga 1917, setidaknya ada tiga revolusi yang
meletus.
Pertama terjadi pada 1905, ketika kaum tani berhasil memaksa Tsar
mendirikan Parlemen Duma. Revolusi kedua memaksa monarki tumbang dan
digantikan dengan republik (1917). Revolusi ketiga, sering disebut sebagai
Revolusi Bolshevik, berhasil menyelamatkan Rusia dari kediktatoran militer.
2. Penyebab Terbentuknya Uni Soviet
Revolusi 1917 tidak hanya terjadi satu kali. Penggulingan Tsar, yang
dilakukan pada Februari -dalam kalender lawas Rusia disebutkan Maret- tahun
itu, belum membuat kaum revolusioner puas. Kegagalan Pemerintahan
Provisional, yang mengambil alih tampuk kuasa sementara, dalam
menghentikan perang disinyalir sebagai penyebab [Link]
Provisional, yang berasal dari kubu Menshevik, terus ditekan oleh rivalnya yakni
golongan partai Bolshevik. Kala itu, di tengah keadaan negara yang terombang
ambing, kaum Bolshevik berkembang sangat pesat. Mereka bahkan berubah
dari organisasi di bawah partai menjadi partai massa.
Pada September 1917, Bolshevik melakukan penyerangan, berupaya
menggulingkan Pemerintahan Provisional. Upaya tersebut sempat dicegah oleh
Perdana Menteri yang menjabat kala itu yakni Alexander [Link],
tembok pertahanan Pemerintahan Provisional tak bertahan lama. Dua bulan
kemudian, Bolshevik berhasil mengambil alih kontrol Petrograd (sekarang St.
Petersburg) dan mengakhiri pemerintahan yang dipimpin kaum
[Link] terjal mesti dihadapi para pejuang revolusi Rusia kala itu.
Mereka mendapat serangkaian tekanan dari negara lain seperti Prancis, Inggris,
Amerika Serikat, hingga Jerman.
Perang Sipil pun pecah. Tidak dalam waktu singkat. Konfrontasi kaum
komunis dan anti-komunis berlangsung hingga empat tahun lamanya.
Kubu komunis berhasil memenangkan perang dan secara resmi
memproklamirkan berdirinya Uni Soviet pada 22 Desember 1922, dengan
menunjuk Vladimir Lenin sebagai pemimpin pertama.
3. Pecahnya Uni Soviet
Perpecahan Uni Soviet dimulai pada tahun 1960an. Lebih tepatnya ketika
pemerintahan Mikhail Gorbachev mengalami masalah akibat beban
tanggungan dalam dan luar negeri yang harus diselesaikan serta
ketidakmampuan dalam menyelesaikan masalah tersebut. Gorbachev
menerapkan suatu kebijakan dan pemikiran baru yang membuat pemerintahan
merosot seperti Democratizatsia, Perestroika, Glasnot, Zakonost.
Pemikiran Gorbachev ini terkait dengan pembaruan Uni Soviet yang
mendapatkan serangan dari kelompok konservatif yang dinilai bertolak
belakang dengan ideologi komunisme. Pada prakteknya, konsep yang
diterapkan justru menjadi awal kehancuran total Uni Soviet. Selain mendapat
serangan dari dalam, negara ini juga mengalami serangan ekonomi dari
Amerika Serikat, tepatnya pada masa kepemerintahan Ronald Reagan. Dengan
begitu, kekuatan Uni Soviet di Eropa Timur hilang. Gorbachev memutuskan
untuk melepas kekuasaannya pada 24 Agustus 1991, hanya beberapa hari
setelah kegagalan kudeta. Dengan mundurnya Gorbachev dari kepemimpinan,
maka semakin gencar saja kehancuran Uni Soviet.
Sementara itu keruntuhan ini menandai ikut runtuhnya pengaruh
komunis internasional. Hal ini, secara tidak langsung membuat Amerika Serikat
memenangkan perang dingin dengan seterusnya itu. Banyaknya negara yang
berbeda adat di bawah Uni Soviet pada akhirnya mendapatkan jati diri dan
kebebasannya dalam menyelenggarakan pemerintahan dan kedaulatan sesuai
kepribadian warganya sendiri. Mereka mendirikan negara baru yang sidah tidak
lagi terikat dengan sosialis-komunis. Setelah pecahnya Uni Soviet pada tahun
1991, 15 republik independen berpisah. Sebagai negara terbesar, penduduk
terbanyak, dan secara ekonomi paling berkembang, Republik Sosialis Federasi
Soviet Rusia mengganti namanya menjadi Federasi Rusia dan melanjutkan
status hukum dan negara penerus dari Uni Soviet.
Faktor-faktor Yang Menyebabkan Runtuhnya Uni Soviet
• Munculnya ketidakpuasan sistem komunisme
• sistem penerapan sentralistik yang diterapkan menyebabkan susahnya
pemerataan kesejahteraan.
• korupsi di kalangan partai komunis dan pemerintahan
• Munculnya gerakan separatisme di negara-negara bawahan Uni Soviet
• presiden Michael Gorbachev dan Boris Yeltsin gagal melakukan perbaikan
sistem pemerintahan komunis di Uni Soviet.
Daftar Negara-Bangsa Anggota Uni Soviet
1. Armenia
2. Azerbaijan
3. Belarusia
4. Estonia
5. Georgia
6. Kazakhstan
7. Kyrgyzstan
8. Latvia
9. Lithuania
[Link]
[Link]
[Link]
[Link]
[Link]
[Link]
D. Runtuhnya Jerman Timur
1. Latar belakang Reunifikasi Jerman
Kekalahan Jerman saat Perang Dunia II mengakibatkan negara ini terbagi
menjadi empat zona pendudukan di bawah kekuasaan Amerika Serikat, Inggris,
Perancis, dan Uni Soviet. Pembagian tersebut diatur dalam Perjanjian Postdam
yang disepakati pada 2 Agustus 1945. Antara 1947 dan 1949, tiga zona Barat
yang masing-masing diduduki oleh Amerika Serikat, Inggris, dan Perancis
digabungkan, membentuk Republik Federal Jerman (Jerman Barat). Sementara
Jerman Timur yang diduduki oleh Uni Soviet menjadi Republik Demokratik
Jerman.
Perpecahan semakin terasa saat dilakukan pembatasan wilayah dengan
membangun Tembok Berlin pada 1961. Hingga pada 1980-an, kekuatan politik
dan ekonomi Uni Soviet mulai melemah. Sejalan dengan itu, intervensi mereka
atas politik Blok Timur terus berkurang. Situasi semakin memburuk saat
kebijakan Glasnost (keterbukaan politik) dan Perestroika (restrukturisasi
ekonomi) yang diterapkan oleh Sekretaris Jenderal Uni Soviet, Mikhail
Gorbachev, mengalami kegagalan.
Hal itu kemudian mendorong rakyat Jerman Timur untuk melakukan
pemberontakan dan revolusi demi lepas dari Uni Soviet. Beberapa peristiwa
yang mendorong bersatunya Jerman antara lain kemajuan pesat di Jerman
Barat yang menimbulkan keinginan Jerman Timur bergabung.
2. Kronologi Reunifikasi Jerman
Pada 1989, terjadi demonstrasi besar-besaran oleh masyarakat Jerman Timur
dan peruntuhan Tembok Berlin. Hancurnya tembok pembatas yang oleh
Churchill disebut sebagai “Tirai Besi” ini menjadi tanda runtuhnya rezim
komunis di Jerman Timur.
Meski perbatasan masih dijaga ketat, ribuan orang Jerman Timur mulai
berani melarikan diri ke Jerman Barat. Peristiwa tersebut mendorong diadakan
pemilihan umum bebas pertama di Jerman Timur pada 18 Maret 1990. Wakil
rakyat terpilih kemudian diberi mandat untuk berunding dengan Jerman Barat
membahas tentang pernyatuan kembali. Jerman Timur, Jerman Barat, Britania
Raya, Prancis, Amerika Serikat dan Uni Soviet segera mengadakan pertemuan
untuk membahas mengenai syarat-syarat Penyatuan kembali Jerman.
Pertemuan diselenggarakan di sejumlah tempat, seperti di Berlin Timur,
Paris, Bonn, dan [Link] antara negara-negara tersebut melahirkan
Perjanjian Dua Plus Empat atau Perjanjian Penyelesaian Akhir, yang secara
resmi memberikan kedaulatan penuh kepada Negara Jerman. Pada 22-23
Agustus 1990, Parlemen Rakyat atau Volkskammer memutuskan bahwa
Republik Demokratik Jerman akan bergabung dengan Republik Federal Jerman.
Perwakilan kedua Jerman kemudian menandatangi Perjanjian Persatuan atau
Einigungsvertrag pada 31 Agustus 1990. Pada sidang Volkskammer yang
diadakan pada 20 September 1990, parlemen sepakat tentang reunifikasi.
Realisasi penyatuan Jerman secara resmi terwujud pada 3 Oktober 1990,
bertempat di Gedung Reichstag.
Dengan begitu, Republik Demokratik Jerman tidak ada lagi dan 16 juta
warganya resmi bergabung dengan Jerman Barat, membentuk negara Republik
Federal Jerman yang baru dan bersatu.
Faktor-faktor Pendorong Reunifikasi Jerman
• kegagalan kebijakan Glasnot dan perestroika di Uni Soviet.
• pemerintah komunis Jerman Timur yang otoriter.
• kemajuan Jerman Barat.
Tokoh-Tokoh yang terlibat
1. Helmut Kohl
2. Hans Morrow
E. Perpecahan Yugoslavia
1. Latar Belakang Peristiwa
Yugoslavia adalah sebuah negara yang pernah eksis pada tahun 1943
hingga [Link] harfiah nama Yugoslavia memiliki arti Slavia selatan.
Dikarenakan negara tersebut terletak di semenanjung Balkan kawasan Eropa
timur.
Pembubaran Yugoslavia disebabkan oleh serentetan gejolak dan konflik
politik pada awal tahun 1990-an. Mengikuti krisis politik pada tahun 1980-an,
republik anggota dan republik federal sosialis Yugoslavia terpecah belah , tetapi
masalah-masalah yang tak tertangani mengakibatkan perang antaretnis
Yugoslavia yang sengit. Perang ini memberi dampak terutama kepada Bosnia
dan Kroasia
2. Kronologi perpecahan Yugoslavia
Pecahnya Yugoslavia adalah sebuah proses di mana Republik Federal
Sosialis Yugoslavia dipecah menjadi republik-republik konstituen, dan selama
proses tersebut perang Yugoslavia dimulai. Proses ini umumnya dimulai dengan
kematian Josip Broz Tito pada tanggal 4 Mei 1980 dan secara resmi berakhir
ketika dua republik terakhir yang tersisa ( SR Serbia dan SR Montenegro )
memproklamasikan Republik Federal Yugoslavia pada tanggal 27 April 1992.
Pada saat itu perang Yugoslavia masih berlangsung, dan FR Yugoslavia terus
ada hingga tahun 2003, ketika berganti nama dan direformasi sebagai serikat
negara Serbia dan Montenegro . Persatuan ini berlangsung hingga tanggal 5
Juni 2006 ketika Montenegro memproklamasikan kemerdekaan. Bekas provinsi
otonom Yugoslavia Kosovo kemudian memproklamasikan kemerdekaan dari
Serbia pada bulan Februari 2008.
3. Krisis Ekonomi dan Nasionalisme (1980–1990)
Tito meninggal pada tahun 1980, menyebabkan ketegangan antar
republik. Krisis ekonomi yang parah memperburuk ketegangan politik dan
etnis. Munculnya nasionalisme di berbagai republik, terutama di Kroasia dan
Serbia. Slobodan Milošević naik ke tampuk kekuasaan di Serbia, memperkuat
dominasi Serbia dalam pemerintahan federal.
4. Referendum dan Deklarasi Kemerdekaan (1991–1992)
(1991)
Slovenia dan Kroasia mendeklarasikan kemerdekaan pada 25 Juni 1991.
Perang singkat terjadi di Slovenia (Perang Sepuluh Hari), tetapi Serbia menarik
pasukannya. Perang Kroasia dimulai antara pasukan Kroasia dan Tentara Rakyat
Yugoslavia (JNA) yang didukung Serbia.
(1992)
Bosnia dan Herzegovina mengadakan referendum kemerdekaan pada
Maret, yang ditolak oleh etnis Serbia di wilayah tersebut. Perang Bosnia pecah
antara pasukan Bosnia, Serbia Bosnia (Republika Srpska), dan Kroasia Bosnia.
5. Perang dan Kekacauan (1992–1995
Perang Bosnia menjadi konflik paling brutal, dengan pembersihan etnis
dan genosida di Srebrenica (1995). Intervensi NATO dimulai setelah serangan
terhadap warga sipil di Sarajevo. Perjanjian Dayton (1995) mengakhiri perang
Bosnia, membagi negara itu menjadi Federasi Bosnia-Kroasia dan Republika
Srpska.
6. Akhir Yugoslavia (1999–2006
1999: Kosovo berjuang untuk kemerdekaan dari Serbia, memicu
intervensi NATO dan serangan udara terhadap Serbia. 2003: Yugoslavia secara
resmi berganti nama menjadi Serbia dan Montenegro. 2006: Montenegro
memisahkan diri melalui referendum, menandai akhir dari negara Yugoslavia.
2008: Kosovo mendeklarasikan kemerdekaan dari Serbia, tetapi masih
diperdebatkan secara internasional.
F. perpecahan CEKOSLOWAKIA
1. Latar Belakang Masalah
Setelah perang dunia l dan ll ,banyak negara di dunia yang mengalami
perubahan baik Itu pemisahan, penyatuan hingga pemisahan, penyatuan
hingga penghapusan. Sebelum perang dunia l ada beberapa negara besar
seperti Jerman,Italia,inggris,dan Austria- Hongaria. Setelah perang dunia l
banyak negara-negara baru yang muncul setelah Jerman kalah perang.
Sebelum gendering perang dunia ll dimulai, beberapa negara membentuk
suatu kelompok persekutuan.
Puncaknya Jerman berhasil menguasai sebagian negara di kawasan
Eropa tengah. Cekoslowakia menjadi sasaran empuk dan saat itu negara ini
takluk di tangan Jerman. Cekoslowakia adalah suatu negara yang penduduknya
terdiri dari kaum Bohemia dan Slovak. Awalnya negara ini adalah bagian dari
negara Austria – Hongaria yang terpecah belah menjadi beberapa negara salah
satunya Cekoslowakia. Karena faktor sejarah dua kaum ini pun bersatu.
Cekoslowakia merupakan sebuah negara yang berdaulat,baik dipandang
menurut aspek manapun. Cekoslowakia beribu kota di praha. Negara ini
mengalami “Disolution” atau pemisahan menjadi dua negara yaitu, Republik
Ceko dan Slovakia.
Sejarah panjang bagi negara ini dalam memutuskan untuk melakukan
pemecahan. Sejarah mencatat, perjalanan panjang bagi Cekoslowakia dari
sejak tahun dimana negara ini mendapat pengaruh komunis pada masa Perang
Dingin. Setelah pecahnya perang dunia l Cekoslowakia merupakan negara
tempat memproduksi senjata dan merupakan gudang senjata. Pada perang
dunia ke-2 negara ini jatuh ditangan jerman. Jerman menjadikan negara ini
bersama dengan Polandia sebagai negara boneka untuk menyimpan
persenjataannya dalam usahanya mengalahkan Rusia. Setelah perang dunia ll
selesai, Cekoslowakia menjadi negara bebas yang mendapat pengaruh dari
Rusia dalam pemerintahannya. Namun, setelah perang dingin usai
Cekoslowakia merubah pemerintahannya menjadi sebuah pemerintahan yang
berbentuk republik.
Jika dilihat sejarah/Track Recordnya di kancah dunia,negara ini adalah
salah satu negara yang berpotensi menjadi negara yang [Link], selain
pernah menjadi tempat menyimpan persenjataan dunia. Dalam suatu artikel
dalam situs [Link] yang isinya bahwa Tim sepak bola Cekoslowakia
pernah menjadi Runner Up piala dunia sebanyak 2 kali yakni pada tahun 1934
dan 1962. (Gioh, 2023)
2. Sejarah Terbentuknya Negara Cekoslowakia
Hampir sebagian besar dari kita mungkin belum mengetahui jika negara
Cekoslowakia pernah ada di daratan Eropa.
• Negara Cekoslowakia terbentuk sekitar akhir perang dunia l atau tepatnya
pada bulan Oktober 1918 dan menjadi sebuah negara yang berdaulat di Eropa
tengah.
• Terbentuknya negara Cekoslowakia merupakan penggabungan antara dua
negara yakni Ceko dan Slowakia.
• Ceko sendiri berada di bagian barat sedangkan Slowakia berada di bagian
timur. Setelah bergabung menjadi negara Cekoslowakia,negara ini memiliki ibu
kota di Praha yang saat ini telah menjadi ibu kota dari negara ceko.
Terbentuknya negara Cekoslowakia berawal dari runtuhnya kekuasaan
austria-hongaria pada tahun 1918. Untuk semakin memperlemah kekuatan
dari Austria- Hongaria sehingga mereka tidak lagi memberikan ancaman
kedepannya,para negara sekutu yang memenangkan perang dunia l, mulai
memecah wilayah Austria- Hongaria menjadi beberapa bagian negara kecil dan
salah satu negara kecil itu yakni Cekoslowakia.
Perpecahan Cekoslowakia pada tahun 1990-an merupakan peristiwa
sejarah dunia terkait bidang pemerintahan.
Latar belakang perpecahan Cekoslowakia berawal dari serangkaian
kondisi yang membuat masyarakat memberi tuntutan kepada pemerintah.
Berikut penjelasannya. (Wikipedia, 2022)
3. Kondisi Awal Cekoslowakia
Semula, Cekoslowakia merupakan negara yang maju. Namun, seiring
pertambahan waktu, negara tersebut mengalami kemunduran akibat sistem
ekonomi yang terpusat.
Kondisi tersebut kemudian membuat masyarakat mempunyai gagasan
dan menuntut pemerintah untuk melakukan reformasi. Sekitar tahun 1968, Uni
Soviet menginvasi Cekoslowakia.
4. Dubcek Tergantikan dengan Gustáv Husák
Alexander Dubcek terpilih menjadi sekretaris tertinggi partai komunis
pada tahun 1968. Ketika menjabat, Dubcek pernah melakukan banyak
kebijakan yang salah satunya adalah melonggarkan pengawasan kepada media.
Namun, setelah invasi dari Uni Soviet, Cekoslowakia selalu diawasi
sehingga Dubcek tidak bebas untuk menerapkan kebijakan. Oleh karena itu,
Dubcek mundur sehingga kepemimpinannya digantikan oleh Gustáv Husák.
Gustáv Husák merupakan seorang yang pro terhadap komunis. Sejak
masa kepemimpinannya, administrasi Cekoslowakia terbagi menjadi dua, yakni
Republik Sosialis Ceko serta Republik Sosialis Slovakia.
5. Separatisme Cekoslowakia
Pembagian administrasi Cekoslowakia ternyata turut memicu
separatisme. separatisme merujuk pada tindakan pemisahan akibat tuntutan
budaya, etnik, dan agama ketika kelompok tertentu ingin memisahkan diri dari
tanah besar (negara induk).
Demonstrasi untuk menuntut reformasi politik pun terjadi pada tahun
1989 dan dikenal sebagai Revolusi Beludru. Setelah Revolusi Beludru,
Cekoslowakia melaksanakan pemilu multipartai pertamanya pada tahun 1990.
Selain itu, Revolusi Beludru ternyata memicu perdebatan di antara
parlemen Ceko dan Slowakia. Kondisi tersebut akhirnya membuat Ceko dan
Slowakia terpecah menjadi yang negara berdiri sendiri-sendiri pada 1 Januari
1993.
Kesimpulannya, ada banyak hal yang menjadi latar belakang perpecahan
Cekoslowakia. Beberapa penyebabnya, antara lain Revolusi Beludru, serta
perdebatan antara parlemen Ceko dengan Slowakia. (AA)
6. Proses Perpecahan
A. Federalisasi Tahun 1969
Pada tahun 1969, Cekoslowakia diubah menjadi federasi dengan
pembagian kekuasaan antara Republik Sosialis Ceko dan Republik Sosialis
Slowakia.
Meskipun langkah ini bertujuan untuk meredakan ketegangan etnis,
struktur federal tidak sepenuhnya berhasil dalam menyelesaikan perbedaan
antara kedua wilayah.
B. Negosiasi Politik (1992)
Pada awal tahun 1992, pemimpin politik dari kedua wilayah mulai
melakukan negosiasi mengenai masa depan negara federal.
Václav Klaus (Ceko) dan Vladimír Mečiar (Slowakia) sepakat bahwa
perpecahan adalah solusi terbaik untuk menyelesaikan perbedaan secara
damai. (Kharti, 2019)
C. Deklarasi Kemerdekaan
Pada tanggal 31 Desember 1992, parlemen federal Cekoslowakia
dibubarkan secara resmi.
Keesokan harinya, pada 1 Januari 1993, Republik Ceko dan Slowakia
secara resmi menjadi dua negara independen tanpa konflik militer atau
kekerasan. (Kharti, 2019)
D. Dampak Perpecahan
Dampak perpecahan Cekoslowakia pada tahun 1993 menjadi dua negara,
Republik Ceko dan Slovakia, memiliki beberapa implikasi penting baik secara
politik, sosial, maupun ekonomi. Berikut adalah beberapa dampak utama dari
perpecahan tersebut:
1. Pengembangan Sistem Demokrasi
Perpecahan ini memicu berkembangnya sistem demokrasi dan liberal di
kedua negara. Setelah pemisahan, baik Ceko maupun Slovakia mulai
menerapkan reformasi politik yang memberikan kebebasan lebih kepada
masyarakat untuk berpartisipasi dalam proses pemerintahan.
2. Identitas Nasional yang Kuat
Perpecahan memperkuat identitas nasional masing-masing negara.
Republik Ceko fokus pada modernisasi ekonomi dan integrasi ke dalam
struktur Eropa Barat, sementara Slovakia menonjolkan aspek budaya dan
tradisionalnya serta berusaha untuk memperkuat posisi ekonominya di
Eropa Tengah.
3. Hubungan Internasional
Setelah perpecahan, kedua negara tetap menjalin hubungan baik dan
berkomitmen untuk bekerja sama di berbagai bidang. Keduanya
bergabung dengan Uni Eropa pada tahun 2004 dan NATO pada tahun
1999, yang menunjukkan komitmen mereka terhadap integrasi
internasional.
4. Dampak Sosial
Meskipun perpecahan berlangsung damai, ada beberapa dampak sosial
seperti migrasi penduduk antara kedua negara serta perubahan dalam
hubungan antar keluarga yang terpisah oleh perbatasan baru. Hal ini
menciptakan dinamika baru dalam interaksi sosial antara warga negara
Ceko dan Slovakia.
5. Pendidikan dan Kebudayaan
Perpecahan juga memberikan peluang bagi masing-masing negara untuk
mengembangkan sistem pendidikan dan kebudayaan yang lebih sesuai
dengan identitas nasional mereka. Ini termasuk penguatan bahasa
nasional dan pelestarian warisan budaya yang unik untuk masing-masing
negara.
Secara keseluruhan, perpecahan Cekoslowakia menjadi contoh penting
tentang bagaimana dua entitas dapat memisahkan diri secara damai meskipun
terdapat latar belakang sejarah yang kompleks. Proses ini menunjukkan bahwa
dialog politik dan pemahaman akan perbedaan dapat menghasilkan solusi yang
menguntungkan bagi semua pihak yang terlibat (Kompas, 2024)
DAFTAR PUSTAKA
Gioh, C. C. (2023, Desember 10). Latar Belakang Perpecahan Cekoslowakia, Sejarah Berdiri hingga
Terbagi Jadi 2 Negara. Retrieved from iNews:
[Link]
berdiri-hingga-terbagi-jadi-2-negara

Kharti, I. S. (2019, Mei 2). Peristiwa Kontemporer Dunia: Perpecahan Cekoslowakia | Sejarah Kelas
12. Retrieved from Ruang guru: [Link]
dunia-perpecahan-cekoslovakia

Kompas. (2024, Maret 13). Dampak Perpecahan Cekoslowakia beserta Latar Belakangnya. Retrieved
from [Link]: [Link]
cekoslowakia-beserta-latar-belakangnya-22LLXAoETvg

Wikipedia. (2022, Maret 10). Cekoslowakia. Retrieved from Wikipedia:


[Link]

Anda mungkin juga menyukai