Nama : Mohamad Panji Prasetya
Nim : 231105030056
Kelas : AKS 02
Matkul : Akuntansi Manajemen
Dosen pengampu : Ravika Mutiara Savitrah, SE., [Link]., CRP., CIAPA, CRMPA.,
CTIA.
Resume ke 2 ABC dan ABM
1. Definisi ABC (Activity-Based Costing)
ABC adalah metode pengalokasian biaya yang menekankan identifikasi dan
pengukuran aktivitas dalam organisasi. Metode ini menyalurkan biaya ke produk
atau jasa berdasarkan sejauh mana aktivitas tersebut digunakan. Dengan demikian,
ABC memberikan gambaran yang lebih realistis tentang biaya overhead
dibandingkan metode konvensional.
2. Manfaat ABC
Akurasi Biaya: Menyediakan data biaya yang lebih tepat dengan mengaitkan
biaya overhead secara langsung ke aktivitas yang menyebabkan biaya tersebut.
Pengendalian dan Efisiensi: Memungkinkan manajemen mengidentifikasi area
yang memerlukan perbaikan atau penghematan biaya.
Evaluasi Profitabilitas: Menyediakan informasi yang lebih detail untuk
menentukan profitabilitas tiap produk atau jasa.
Pengambilan Keputusan Strategis: Membantu dalam menetapkan harga,
meningkatkan efisiensi operasional, dan merencanakan investasi.
[Link] ABC
Aktivitas dalam ABC mencakup berbagai proses yang terjadi dalam organisasi,
mulai dari pengadaan bahan baku hingga distribusi produk. Prosesnya meliputi:
Identifikasi aktivitas utama dalam seluruh proses produksi atau layanan.
Pengelompokan aktivitas ke dalam cost pools (kelompok biaya).
Penentuan cost driver untuk masing-masing aktivitas, sehingga setiap biaya
dapat dialokasikan dengan tepat berdasarkan penggunaan aktivitas tersebut.
4. Cost Driver
Cost driver adalah faktor yang menyebabkan terjadinya biaya dalam aktivitas,
seperti jumlah jam kerja, penggunaan mesin, atau jumlah transaksi. Dengan
memahami cost driver, perusahaan dapat mengetahui hubungan sebab-akibat antara
aktivitas dan biaya yang dikeluarkan, sehingga alokasi biaya ke produk atau jasa
menjadi lebih akurat.
5. Tahap-tahap Penerapan ABC
Penerapan ABC umumnya melalui beberapa tahap, yaitu:
Identifikasi Aktivitas: Menguraikan semua aktivitas yang dilakukan dalam
proses operasional.
Pembentukan Cost Pools: Mengelompokkan biaya berdasarkan aktivitas yang
serupa.
Penentuan Cost Driver: Menetapkan faktor yang paling tepat sebagai penggerak
biaya untuk tiap kelompok.
Pengumpulan Data Biaya: Mengumpulkan data secara detail terkait biaya yang
terjadi.
Alokasi Biaya: Mendistribusikan biaya ke produk atau jasa berdasarkan
intensitas penggunaan aktivitas.
6. Biaya Produk
Biaya produk mencakup seluruh pengeluaran yang diperlukan dalam proses
produksi, mulai dari biaya langsung seperti bahan baku dan tenaga kerja hingga
biaya tidak langsung seperti overhead. Dengan menggunakan ABC, perusahaan
dapat menghitung biaya produk secara lebih tepat, karena overhead dialokasikan
berdasarkan aktivitas yang benar-benar dilakukan, bukan hanya berdasarkan
volume produksi.
7. Kelemahan Sistem ABC
Meskipun memiliki banyak manfaat, sistem ABC juga memiliki beberapa
kelemahan:
Kompleksitas Implementasi: Memerlukan pemetaan aktivitas yang mendetail
dan analisis yang kompleks.
Kebutuhan Data yang Tinggi: Memerlukan data yang rinci dan sistem informasi
yang canggih.
Biaya Implementasi dan Pemeliharaan: Penerapan awal dan pemeliharaan
sistem ABC dapat menghabiskan biaya yang tidak sedikit.
Tidak Selalu Efektif untuk Semua Perusahaan: Perusahaan dengan struktur
biaya yang sederhana mungkin tidak mendapatkan manfaat yang signifikan dari
sistem ini.
8. Definisi ABM (Activity-Based Management)
ABM adalah penerapan informasi dan analisis dari sistem ABC untuk tujuan
manajerial. Fokus utama ABM adalah mengidentifikasi aktivitas yang tidak efisien,
mengoptimalkan proses, dan meningkatkan nilai tambah. Dengan ABM, perusahaan
dapat mengelola biaya secara proaktif dan mengidentifikasi peluang peningkatan
kinerja.
9. Aktivitas ABM
Aktivitas dalam ABM melibatkan:
Evaluasi dan analisis mendalam terhadap setiap aktivitas untuk menemukan
inefisiensi.
Identifikasi aktivitas yang tidak memberikan nilai tambah atau bahkan
menimbulkan pemborosan.
Penerapan langkah-langkah perbaikan dan restrukturisasi proses agar lebih
efisien dan produktif.
Monitoring berkala untuk memastikan bahwa perbaikan tetap
berkesinambungan.
10. Decision Making (Pengambilan Keputusan)
Data yang dihasilkan dari sistem ABC dan ABM sangat penting dalam proses
pengambilan keputusan. Informasi ini membantu:
Menentukan harga jual yang kompetitif berdasarkan biaya yang sebenarnya.
Mengoptimalkan penggunaan sumber daya dan meminimalkan pemborosan.
Menyusun strategi perbaikan proses atau restrukturisasi operasional.
Mengelola portofolio produk atau jasa dengan mengutamakan yang paling
menguntungkan.
11. PVA (Profit Volume Analysis)
PVA adalah alat analisis yang mengevaluasi hubungan antara biaya, volume
penjualan, dan laba. Dengan menggunakan PVA, perusahaan dapat:
Menentukan titik impas (break-even point) secara akurat.
Mengukur dampak perubahan volume penjualan terhadap profitabilitas.
Merencanakan strategi pemasaran dan penjualan untuk mencapai target
keuntungan.
Melakukan simulasi untuk memahami skenario keuangan yang berbeda
dalam pengambilan keputusan strategis.