0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
52 tayangan10 halaman

Sensor Ketinggian Air Arduino UNO

Dokumen ini membahas pengembangan alat pemantauan ketinggian air otomatis menggunakan sensor berbasis Arduino Uno. Penelitian ini bertujuan untuk mengatasi tantangan dalam pengelolaan sumber daya air dengan memberikan informasi akurat tentang ketersediaan air. Hasil pengujian menunjukkan sistem dapat memberikan peringatan berjenjang berdasarkan level air yang terdeteksi, sehingga efektif untuk digunakan di berbagai lingkungan.

Diunggah oleh

Shreya Mojad
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
52 tayangan10 halaman

Sensor Ketinggian Air Arduino UNO

Dokumen ini membahas pengembangan alat pemantauan ketinggian air otomatis menggunakan sensor berbasis Arduino Uno. Penelitian ini bertujuan untuk mengatasi tantangan dalam pengelolaan sumber daya air dengan memberikan informasi akurat tentang ketersediaan air. Hasil pengujian menunjukkan sistem dapat memberikan peringatan berjenjang berdasarkan level air yang terdeteksi, sehingga efektif untuk digunakan di berbagai lingkungan.

Diunggah oleh

Shreya Mojad
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Jupiter: Publikasi Ilmu Keteknikan Industri, Teknik Elektro dan Informatika

Volume 2, Nomor.6 Tahun 2024


e-ISSN: 3031-349X; p-ISSN: 3031-500X, Hal 93-102
DOI: [Link]
Available online at: [Link]

Water Level Sensor Berbasis Arduino UNO R3


Akmal Aziz1*, Muhammad Subhan Aditya2, Sandi Rahyadi3, Apipah Apipah4,
Zada Aulia Munawarah5, Didik Aribowo6
1-6
Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Indonesia

Alamat: Jl. Ciwaru Raya, Cipare, Kec. Serang Kota Serang, Banten 42117
Korespondensi penulis: 2283230003@[Link]*

Abstract. The availability of clean water is essential in daily life and plays an important role in agriculture,
industry, and households. Water resource management faces many challenges such as fluctuations that can cause
waste and shortages. The purpose of this research is to create a device that can automatically monitor water
surface levels. The tool in question is a water level sensor based on Arduino Uno, which consists of a water level
sensor and an Arduino Uno microcontroller. The sensor technology on Arduino can effectively monitor water
usage directly and is known for its ease of use, flexibility, and sensor compatibility. An efficient water monitoring
system provides accurate information about water availability.

Keywords: Arduino, Water Level Sensor, Microcontroller

Abstrak. Ketersediaan air bersih sangat dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari, dan berperan penting dalam
pertanian, industri, dan rumah tangga. Pengelolaan sumber daya air banyak menghadapi tantangan seperti
fluktuasi yang dapat menyebabkan pemborosan dan kekurangan. Adapun tujuan penelitian ini yaitu untuk
membuat suatu alat yang dapat melakukan monitoring ketinggian permukaan air secara otomatis. Alat yang
dimaksud berupa water level sensor berbasis arduino uno yang terdiri dari sensor water level dan mikrokontroler
arduino [Link] sensor pada Arduino secara efektif dapat memantau penggunaan air secara langsung, dan
dikenal karena kemudahan dalam penggunaan, fleksibilitas, dan kompatibilitas dari sensor. Sistem pemantauan
air yang efisien menyediakan informasi yang akurat tentang ketersediaan air.

Kata kunci: Arduino, Water Level Sensor, Mikrokontroller

1. LATAR BELAKANG
Ketersediaan air bersih merupakan hal penting dalam berbagai aspek kehidupan sehari-
hari. Air sangat berpengaruh dalam berbagai sektor, baik pertanian, industri, dan rumah tangga.
Namun, pengelolaan sumber daya air sering kali menghadapi berbagai tantangan, termasuk
fluktuasi tingkat air yang dapat mengakibatkan pemborosan atau bahkan kekurangan air,
teknologi sensor air telah menjadi solusi yang efektif untuk memantau dan mengelola tingkat
penggunaan air secara real-time.
Teknologi mikrokontroler yang digunakan dalam aplikasi sensor air adalah Arduino.
Arduino adalah platform untuk merancang dan membangun aplikasi elektronik. Keunggulan
Arduino terletak pada kemudahan penggunaannya, fleksibilitas, serta dukungannya terhadap
berbagai jenis sensor. Dengan memanfaatkan sensor air, pengguna dapat mengembangkan
sistem pemantauan yang dapat memberikan informasi akurat tentang status ketersediaan air di
suatu lokasi.

Received: September 12,2024; Revised: Oktober 16,2024; Accepted: November 22, 2024; Published: November 25, 2024
Water Level Sensor Berbasis Arduino UNO R3

2. KAJIAN TEORITIS
Sensor
Sensor merupakan komponen yang berfungsi untuk mengubah suatu besaran mekanis,
magnetik, sinar, panas dan kimia menjadi suatu tegangan dan arus listrik, sensor juga dapat
mengubah sebuah sinyal menjadi data analog yang diproses oleh suatu perangkat elektronik
dan dapat digunakan sebagai alat pendetektor pada saat melakukan suatu pengukuran dan
pengendalian. Sensor juga digunakan sebagai peralatan dalam sistem pengaturan otomatis
dalam berbagai bidang kehidupan (Kaleka, 2017).
Sensor Water Level Analog K-0135
Sensor Water level Analog K-0135 merupakan sensor yang memiliki fungsi untuk
mendeteksi ketinggian air melalui output analog dan diproses oleh mikrokontroler.

Gambar 1. Sensor Water Level Analog


Prinsip kerja dari sensor ini yaitu dengan membaca hambatan yang ditimbulkan oleh
air yang mengenai garis-garis pelat pada sensor. Semakin banyak air yang mengenai pelat,
semakin rendah resistansinya. Pada sensor ini memiliki tiga jenis pin : pin negatif (-), pin positif
(+), dan pin data (S).Pin positif merupakan sumber tegangan 5 volt yang dibutuhkan untuk
menyalakan sensor ini, sedangkan pin negatif merupakan ground , dan pin data merupakan pin
yang nantinya akan dihubungkan dengan pin analog pada Arduino. (Habibi, 2018).
Arduino R3
Arduino Uno R3 adalah sebuah jenis mikrokontroler yang menggunakan IC Atmega
328P. Ia memiliki 14 pin input-output digital (dimana 6 bisa digunakan sebagai output PWM),
6 input analog, koneksi USB, colokan listrik, header ICSP, dan tombol reset. Alat ini sudah
dilengkapi semua yang diperlukan untuk mendukung mikrokontroler cukup sambungkan saja
ke laptop dengan menggunakan kabel USB, adaptor AC-ke-DC ataupun baterai
untuk menyalakannya(Agustanti et al., 2022).

Gambar 2. Arduino Uno R3

94 JUPITER - VOLUME.2, NOMOR.6 TAHUN 2024


e-ISSN: 3031-349X; p-ISSN: 3031-500X, Hal 93-102

Buzzer
Buzzer adalah suatu komponen elektronik yang dapat mengubah suatu energi listrik
menjadi suara. Buzzer memiliki beberapa komponen yang meliput kumparan yang terdapat
pada diafragma yang mengalirkan arus yang kemudian membentuk elektromagnet. Kumparan
tersebut kemudian menarik ke dalam atau keluar tergantung dari arah dan putaran dari magnet
tersebut. Ketika suatu kumparan terpasang pada diafragma maka akan menyebabkan setiap
gerakan kumparan akan dapat menggerakan diafragma secara bolak-balik, sehingga
menjadikan udara bergetar dan mengeluarkan suara. (Ramadhan & Triono, 2021).

Gambar 3. Buzzer DC
Project Board
Papan proyek atau Project Board atau Breadboard adalah papan yang memiliki banyak
lubang kecil untuk menghubungkan kaki komponen satu sama lain sesuai dengan jalurnya.
Pada arah Vertikal, semua lubang saling terhubung, tetapi tidak di arah horizontal. Papan
Proyek biasanya digunakan untuk bereksperimen dalam membuat rangkaian elektronik yang
berdaya rendah. Ketika menguji rangkaian dengan menggunakan project board, seseorang
dapat mencoba mengganti nilai komponen atau mengubah rangkaian(Mulyana E & Kharisman
R, 2014).

Gambar 4. Project Board


LCD I2C (Liquid Cristal Display)
LCD I2C (Liquid Crystal Display) 16×2 merupakan suatu perangkat tampilan yang
banyak digunakan untuk memfasilitasi interaksi antara mikrokontroler dan pengguna. Dengan
penampil LCD berukuran 16×2 ini, pengguna dapat memonitor atau memantau sensor dan
jalannya program. Layar pada LCD I2C 16x2 ini dapat terhubung dengan Arduino. Yang
dinamakan I2C merupakan standar komunikasi serial dua arah yang mengandalkan dua saluran
Water Level Sensor Berbasis Arduino UNO R3

yang dirancang khusus untuk proses pengiriman dan penerimaan data. Sistem I2C terdiri dari
saluran SCL (Serial Clock) serta SDA (Serial Data) yang mengantarkan informasi data antara
I2C dan pengontrolnya. Jika kamu tidak menggunakan I2C, kamu masih bisa menunjukkan
teks di layar LCD, tetapi perlu menyambungkan setiap pin dari layar LCD ke Arduino. Jadi
pada penilitian ini kita menggunakan I2C saja.(Arsayli, 2022).

Gambar 5. LCD I2C (Liquid Cristal Display)

3. METODE PENELITIAN
Pada penelitian ini ada berapa tahapan untuk mencapai hasil yang diharapkan, untuk
itu dapat dilihat dalam beberapa tahapan dalam penelitian berikut.
1. Metode yang diterapkan pada penelitian ini menggunakan metode penelitian studi
literatur, sebagai acuan yang digunakan untuk memulai projek yang berjudul water
level sensor dengan arduino untuk mendapatkan hasil yang maksimal.
2. Perancangan desain alat digunakan untuk membuat suatu rancangan dari sistem
kendali otomatis, yang mana membaca hasil sensor water level analog.
3. Pengujian alat digunakan untuk mengetahui tingkat efisiensi dari sistem dan
rancangan untuk alat otomatis pengontrol ketinggian air menggunakan sensor water
level analog.
4. Jenis penelitian Research & Development digunakan dalam penelitian ini. Research
& Devlopment merupakan jenis penelitian yang bertujuan untuk menciptakan suatu
barang atau produk yang kemudian diuji kegunaannya.
Penelitian ini bertujuan untuk berfokus pada penggunaan sistem pendeteksi ketinggian
air sebagai sistem peringatan pada situasi darurat. Sistem ketinggian air menggunakan
komponen berupa hardware dan software, dengan menggunakan mikrokontroller sebagai
pengendali serta pemrosesan data yang diberikan oleh sensor.

96 JUPITER - VOLUME.2, NOMOR.6 TAHUN 2024


e-ISSN: 3031-349X; p-ISSN: 3031-500X, Hal 93-102

Gambar 6. Diagram Alir Penelitian


Rancangan Pembuatan
Rancangan pembuatan adalah langkah perencanaan awal untuk memandu proses
menghasilkan produk, alat, atau sistem. Dalam desain ini, berbagai faktor penting
dipertimbangkan, mulai dari identifikasi kebutuhan dan tujuan pembuatan, hingga pemilihan
komponen atau bahan yang akan digunakan. Selain itu, rancangan pembuatan juga mencakup
pembuatan skema atau diagram yang menunjukkan bagaimana komponen-komponen tersebut
dihubungkan serta langkah-langkah sistematis yang harus dilakukan selama proses pembuatan.
Rancangan ini juga mencakup perencanaan pengujian, yang bertujuan untuk memastikan
bahwa produk akhir berfungsi sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan. Dengan adanya
rancangan pembuatan, proses produksi dapat berjalan lebih efisien dan terarah, serta
meminimalkan kesalahan selama proses pengerjaan.
Water Level Sensor Berbasis Arduino UNO R3

Gambar 7. Blok Diagram


Desain Rangkaian
Adapun dibawah ini merupakan Skema Rangkaian Water Level Sensor dengan
menggunakan sensor Water Level Analog K-0135 dengan mikrokontroler Arduino UNO.

Gambar 8. Skema Rangkaian


Tahapan Pembuatan
a) Langkah pertama menginstal software Arduino IDE sebagai software untuk melakukan
pemograman.
b) Menyiapkan alat dan bahan yang digunakan pada pembuatan water level sensor seperti
pada skema rangkaian.
c) Kemudian, Buat coding pemrograman dengan menggunakan software Arduino IDE.
d) Setelah Arduino Uno R3 dihubungkan dengan menggunakan kabel data ke laptop, lalu
selanjutnya buka software Arduino IDE dengan membuat program seperti berikut :

98 JUPITER - VOLUME.2, NOMOR.6 TAHUN 2024


e-ISSN: 3031-349X; p-ISSN: 3031-500X, Hal 93-102

Gambar 9. Kode Program Arduino


a) Berikut cara merangkainnya, seperti pada gambar 8 sebagai berikut.
1. Sesuaikan pin pada rangkaian arduino uno dengan Kode program yang telah dibuat.
2. Pin sumber 5 volt dari Arduino dihubungkan ke project board +
3. Pin sumber Ground dari Arduino dihubungkan ke project board -
4. Kaki pin SCL dari I2C LCD dihubungkan menuju pin A5 Arduino.
5. Kaki SDA dari I2C LCD dihubungkan menuju pin A4 Arduino.
6. Kaki VCC dari I2C LCD dihubungkan ke sumber + project board
Water Level Sensor Berbasis Arduino UNO R3

7. Kaki GND dari I2C LCD dihubungkan dengan pin GND Arduino.
8. Kaki (S) Sensor Water dihubungkan dengan pin A3 Arduino.
9. Kaki (+) Sensor Water dihubungkan ke sumber + project board.
10. Kaki (-) Sensor Water dihubungkan dengan pin GND Arduino.
11. Kaki (+) Buzzer Alarm dihubungkan ke sumber + project board.
12. Kaki (-) Buzzer Alarm dihubungkan ke sumber - project board.
13. Kaki input pada potensiometer dihubungkan ke sumber + project board.
14. Kaki ground pada Potensiometer dihubungkan ke sumber - project board.
15. Kaki output pada potensiometer dihubungkan ke pin V0 I2C LCD.

4. HASIL DAN PEMBAHASAN


Berikut ini merupakan tabel hasil pengujian dari water level sensor yang dibuat dengan
menggunakan mikrokontroller arduino uno R3. Yang terbagi menjadi empat level pengujian,
yaitu level siaga 1, siaga 2, siaga 3, dan siaga 4, adalah sebagai berikut.
Tabel 1. Hasil Pengujian
Kategori Status LCD Sinyal ADC Sistem komponen
25% Siaga 4 Normal <10 LCD: Aktif
Water level: Aktif
50% Siaga 3 Awas 10-350 LCD: Aktif
Water level: Aktif
75% Siaga 2 Waspada 350-600 LCD: Aktif
Water level: Aktif
100% Siaga 1 Darurat >600 LCD: Aktif
Water level: Aktif
Buzzer: Aktif
Tabel di atas menunjukkan hasil pengujian dari sebuah sistem pemantauan level air
yang menggunakan tampilan LCD, sinyal ADC, indikator level air, dan buzzer sebagai
komponen utamanya. Sistem ini memiliki empat kategori level air yang ditandai dengan
persentase kapasitas, yaitu 25%, 50%, 75%, dan 100%. Setiap kategori memiliki status
peringatan yang berbeda: Siaga 4 untuk 25%, Siaga 3 untuk 50%, Siaga 2 untuk 75%, dan
Siaga 1 untuk 100%. Pada layar LCD, setiap kategori akan menampilkan pesan peringatan
yang sesuai dengan kondisi level air, yakni "Normal" untuk Siaga 4, "Awas" untuk Siaga 3,
"Waspada" untuk Siaga 2, dan "Darurat" untuk Siaga 1. Sistem ini juga menggunakan nilai
sinyal ADC sebagai indikator level air yang diukur oleh sensor. Untuk status Siaga 4 (25%),
nilai sinyal ADC kurang dari 10. Pada status Siaga 3 (50%), nilai sinyal berada dalam rentang
10 hingga 350. Untuk status Siaga 2 (75%), nilai sinyal ADC berada antara 350 hingga 600,
sedangkan pada status Siaga 1 (100%), nilai sinyal mencapai lebih dari atau sama dengan 600.
Komponen yang aktif di setiap level adalah LCD dan indikator level air, sementara buzzer
hanya aktif pada kondisi Darurat (Siaga 1) ketika level air mencapai 100%. Melalui sistem ini,

100 JUPITER - VOLUME.2, NOMOR.6 TAHUN 2024


e-ISSN: 3031-349X; p-ISSN: 3031-500X, Hal 93-102

pengguna dapat memantau kondisi level air dan menerima peringatan berjenjang, sehingga
dapat mengambil tindakan yang sesuai berdasarkan level air yang terdeteksi.

5. KESIMPULAN DAN SARAN


Sistem pengukuran ketinggian air menggunakan water level sensor berbasis Arduino
Uno dirancang dan digunakan sebagai alat yang efektif dan efisien. Hasil analisa menunjukkan
bahwa sistem dapat mengukur ketinggian air secara otomatis dan menerima perubahan level
air dalam waktu singkat. Sehingga alat ini cocok digunakan di berbagai lingkungan, seperti
area rawan banjir dan pengendalian air di beberapa industri. Keunggulan dari sistem ini adalah
desain yang mudah dibuat, biaya yang relatif terjangkau, dan kesederhanaan dalam instalasi
serta perawatan. Dengan pengembangan lebih, sistem ini dapat digunakan secara luas sebagai
solusi pengukuran ketinggian air otomatis di berbagai situasi. Untuk penelitian mendatang,
disarankan untuk meneliti penggunaan sensor yang lebih tahan terhadap pengaruh lingkungan
dan mengembangkan sistem kalibrasi tambahan untuk meningkatkan keakuratan hasil dalam
kondisi yang lebih bervariasi.

DAFTAR REFERENSI

Agustanti, S. P., Hartini, H., Nurhayani, N., & Hartanto, D. D. (2022). Aplikasi mikrokontroler
Arduino Uno dalam rancang bangun kunci pintu menggunakan E-KTP. Jusikom:
Jurnal Sistem Komputer Musirawas, 7(1), 74–88.
[Link]

Anwar, M., & Pratama, D. (2021). Implementasi sensor ultrasonik untuk deteksi ketinggian air
berbasis Arduino Uno. Jurnal Teknik Elektro dan Komputer, 12(3), 145–152.

Arsayli, A. Y. (2022). Implementasi penggunaan LCD sebagai penunjang proses pembelajaran


bagi peserta didik kelas IV SDIT Persaudaraan. Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah
Kependidikan, 10(2), 320. [Link]

Bagaskara, T. R., & Rahmat, A. (2020). Sistem monitoring level air menggunakan sensor
ultrasonik berbasis IoT dan Arduino. Journal of Embedded Systems, 7(2), 89–97.

Chandra, Y., & Arifin, F. (2019). Desain prototipe sensor ketinggian air berbasis Arduino Uno
menggunakan LCD. Jurnal Elektronika dan Sistem Kendali, 5(1), 34–42.

Ganesha, P. D., & Suryana, T. (2022). Sistem deteksi ketinggian air menggunakan sensor
ultrasonik berbasis Arduino Uno dengan notifikasi SMS. Jurnal Teknologi Informasi
dan Elektro, 9(4), 215–223.

Habibi, M. F. (2018). Rancang bangun sistem monitoring deteksi dini untuk kawasan rawan
banjir berbasis Arduino. Jurnal Mahasiswa Teknik Informatika, 2(2), 190–195.

Harahap, M., & Lestari, F. (2021). Pengembangan sistem pengukur level air otomatis berbasis
Arduino dan aplikasi Android. Jurnal Teknik Informatika, 10(3), 123–130.
Water Level Sensor Berbasis Arduino UNO R3

Mulyana, E., & Kharisman, R. (2014). Perancangan alat peringatan dini bahaya banjir dengan
mikrokontroler Arduino Uno R3. Citee Journal, 1(3), 171–182.

Ramadhan, T. F., & Triono, W. (2021). Sistem monitoring ketinggian air dan pengendalian
pintu air berbasis microcontroller NodeMCU ESP8266. Jurnal Teknologi Informasi
dan Komunikasi, 10(2). [Link]

102 JUPITER - VOLUME.2, NOMOR.6 TAHUN 2024

Anda mungkin juga menyukai