Nomor : Kepada :
Lampiran : Yth. Kepala Dinas Lingkungan Hidup
Provinsi Jawa Barat
Perihal : Permohonan Persetujuan
Teknis Pengelolaan Limbah Di
B3
BANDUNG
Dengan Hormat
Dengan ini kami mengajukan permohonan (Baru/Perubahan/Perpanjangan )*
Persetujuan Teknis di bidang Pengelolaan Limbah B3 untuk kegiatan
(Penyimpanan/ Pengumpulan )* Limbah B3 dengan data-data sebagai berikut:
Formulir 1. Keterangan Tentang Pemohon
1 Nama Pemohon : SUGANDA HALIM
2 Jabatan : DIREKTUR
Alamat dan/atau Jl. Raya Sadang Subang KM 4 RT. 002 RW. 001 Desa
3 :
domisili Campaka Kecamatan Campaka Kabupaten Purwakarta
4 Nomor Telp/ : (0264) 8286850
Handphone -
5 Alamat e-mail : gayahidupmasakini10@[Link]
Formulir 2. Keterangan Tentang Perusahaan
1 Nama Perusahaan : PT. Gaya Hidup Masa Kini (GHMK)
2 Alamat Perusahaan : Jl. Raya Sadang Subang KM 4 RT. 002 RW. 001
Desa Campaka Kecamatan Campaka Kabupaten
Purwakarta
3 Alamat Lokasi Kegiatan : Jl. Raya Sadang Subang KM 4 RT. 002 RW. 001
Desa Campaka Kecamatan Campaka Kabupaten
Purwakarta
4 Nomor Telp/ Faksimili : (0264) 8286850
5 Alamat e-mail : gayahidupmasakini10@[Link]
6 Nomor Induk Berusaha (NIB) : 8120014110724
7 Nomor Pokok Wajib Pajak : [Link]-022.000
(NPWP)
8 Bidang Usaha/Kegiatan : 14111 : Industri Pakaian Jadi (Konveksi) dari
Tekstill
9 Nama dan Nomor Telepon : 081211065269
yang Bisa Dihubungi (sesuai
dengan surat kuasa)
Formulir 3. Identitas Pengurus Permohonan Persetujuan Teknis di Bidang
Pengelolaan Limbah B3
1. Nama : A sep Nugraha
2. Jabatan : Legal Menager
3. Surat Kuasa : Terlampir
4. Alamat dan/atau : Jl. Raya Sadang Subang KM 4 RT. 002 RW. 001
Desa Campaka Kecamatan Campaka Kabupaten
Purwakarta
5. Nomor Telp/Handphone : 081211065269
6. Alamat e-mail : asnug@out look. co. id
Semua dokumen yang saya sampaikan adalah benar, apabila dikemudian hari
terdapat kesalahan atau palsu saya bersedia menerima sanksi sesuai dengan
hukum dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Purwakarta, 18 Juli 2024
PT. Gaya Hidup Masa Kini,
SUGANDA HALIM
Direktur
Nb. Melampirkan Fc. NIB Perusahaan
SURAT PERNYATAAN
Saya yang bertanda tangan di bawah ini :
Nama Penanggung Jawab : Suganda Halim
Jabatan Penanggung Jawab : Direktur
Alamat Perusahaan : Jl. Raya Sadang Subang KM 4 RT. 002 RW. 001 Desa
Campaka Kecamatan Campaka Kabupaten
Purwakarta
Nomer telp Perusahaan : (0264) 8286850
Berdasarkan Permen LHK nomor 6 tahun 2024 bahwa Perusahaan usaha dan/atau
kegiatan yang beralamat di Jl. Raya Sadang Subang KM 4 RT. 002 RW. 001 Desa
Campaka Kecamatan Campaka Kabupaten Purwakarta dengan titik koordinat
6°30'27.7"S 107°29'00.9"E akan melakukan kegiatan penyimpanan Limbah B3 dengan
mendata dan menginventarisasi Limbah B3 guna mengetahui kategori bahaya, sumber,
karakteristik, dan jumlah Limbah B3 yang dihasilkan per satuan waktu serta daerah yang
digunakan untuk penyimpanan Limbah B3 merupakan daerah yang bebas dari banjir atau
bencana alam serta lokasi dari tempat penyimpanan tersebut merupakan milik dari
Perusahaan usaha dan/atau kegiatan tersebut.
Demikian surat pernyataan ini dibuat dengan sebenar – benarnya tanpa ada
paksaan dari pihak manapun
Purwakarta, Juli 2024
Penanggung jawab usaha/dan atau
kegiatan PT. Gaya Hidup Masa Kini
Materai 10.000
SUGANDA HALIM
DIREKTUR
SURAT PERNYATAAN KEPEMILIKAN TANAH
Yang bertanda tangan dibawah ini :
Nama : SUGANDA HALIM
Umur : - Th
Jenis Kelamin : Laki - laki
Alamat :
Menyatakan dengan sebenarnya bahwa tanah dengan data-data sebagai berikut:
Jalan : Jl. Raya Sadang Subang KM 4 RT. 002 RW. 001
NOP :
Desa/Kelurahan : Campaka
Kecamatan : Campaka
Kabupaten : Purwakarta
Luas (m²) : 30.000 M 2
Adalah benar milik dari Ignatius Budiman (PT. Samudra Biru) Dan tidak dalam
sengketa dengan pihak lain.
Demikian pernyataan ini dibuat dengan penuh kesadaran dan rasa tanggung jawab
serta tidak ada tekanan/paksaan dari pihak manapun untuk dapat dipergunakan
sebagai data pendukung proses penetapan persetujuan teknis (Penyimpanan) yang
disebut diatas dan hanya dapat dimanfaatkan untuk kepentingan penerbitan Surat
Persetujuan Teknis (Penyimpanan) Limbah B3. Apabila dikemudian hari ternyata
pernyataan ini tidak benar/ada kesalahan, saya bersedia dituntut dihadapan pihak-
pihak yang berwenang baik secara pidana maupun perdata dan
mempertanggungjawabkannya di depan pengadilan serta tidak melibatkan
Pemerintah Provinsi Jawa Barat / Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan
Daerah Provinsi Jawa Barat.
Mengetahui :
Purwakarta, Juli 2024
Kepala Desa / Dusun Yang membuat pernyataan,
Materai 10000
( ....................................................... ) (SUGANDA HALIM)
SURAT PERNYATAAN
Yang bertandatangan di bawah ini:
Nama : SUGANDA HALIM
Alamat : Jl. Raya Sadang Subang KM 4 RT. 002 RW. 001 Desa Campaka
Kecamatan Campaka Kabupaten Purwakarta
Jabatan : Direktur
Dengan ini menyatakan, bahwa saya siap melaksanakan pengelolaan Limbah
B3 sebagaimana tercantum pada persyaratan lingkungan hidup penyimpanan
Limbah B3, sebagai berikut:
Bahwa saya Selaku Penanggung Jawab Usaha dan/atau Kegiatan akan
memenuhi syarat lingkungan hidup yang ditetapkan oleh Pemerintah, antara
lain:
a. Memfungsikan tempat Penyimpanan Limbah B3 hanya sebagai Tempat
Penyimpanan Limbah B3.
b. Melakukan pengelolaan Limbah B3 sesuai ketentuan sehingga
pencemaran dan/atau kerusakan lingkungan hidup dapat dicegah
c. Hanya menyimpan Limbah B3 yang dihasilkannya sendiri kedalam tempat
Penyimpanan Limbah B3.
d. Memiliki Sistem Tanggap Darurat Pengelolaan Limbah B3 sebagaimana
diamanatkan pada PP Nomor 22 Tahun 2024
e. Melakukan pemulihan terhadap media lingkungan hidup apabila terjadi
pencemaran dan/atau kerusakan lingkungan hidup atas Limbah B3 yang
dihasilkan.
f. Melakukan pengemasan Limbah B3 sesuai dengan karakteristik Limbah B3
g. Melekatkan Label Limbah B3 dan Simbol Limbah B3 pada kemasan Limbah
B3
h. Dilarang menempatkan, membuang Limbah B3 diluar tempat Penyimpanan
Limbah B3 termasuk di media lingkungan hidup yang tidak memenuhi
ketentuan
i. Dilarang melakukan open burning terhadap Limbah B3 yang dihasilkan.
j. Dilarang melakukan pencampuran terhadap Limbah B3 yang berbeda kode
dan/atau fase.
k. Dilarang menyerahkan Limbah B3 kepihak lain apapun alasannya kecuali
pihak lain tersebut memiliki Perizinan Berusaha untuk kegiatan bidang
usaha Pengelolaan Limbah B3 dan Surat Kelayakan Operasi (SLO)
l. Dilarang melakukan Pemanfaatan Limbah B3 apabila tidak memiliki
persetujuan teknis untuk kegiatan Pemanfaatan Limbah B3 dan Surat
Kelayakan Operasional (SLO)
m. Dilarang melakukan Pengolahan Limbah B3 apabila tidak memiliki
persetujuan tekni untuk kegiatan Pengolahan Limbah B3 dan Surat
Kelayakan Operasiona (SLO) ;dan/atau
n. Dilarang melakukan Penimbunan Limbah B3 apabila tidak memiliki
persetujuan teknis untuk kegiatan Penimbunan Limbah B3 dan Surat
Kelayakan Operasional (SLO)
Demikian surat pernyataan dibuat dengan sebenar-benarnya dan saya
siap melaksanakan seluruh isi ketentuan di atas, apabila saya melanggar siap
dilakukan pembinaan dan/atau pengawasan LH serta penegakan hukum
lingkungan hidup sesuai ketentuan yang berlaku.
Purwakarta, Juli 2024
Penanggung Jawab
Mat erai 10. 000
SUGANDA HALIM
DIREKTUR
SURAT PERNYATAAN
Yang bertandatangan di bawah ini :
Nama : SUGANDA HALIM
Alamat : Jl. Raya Sadang Subang KM 4 RT. 002 RW. 001 Desa Campaka
Kecamatan Campaka Kabupaten Purwakarta
Jabatan : Direktur
Dengan ini menyatakan, bahwa saya siap melaksanakan pengelolaan Limbah B3
sebagaimana tercantum pada kewajiban pemenuhan rincian teknis penyimpanan
Limbah B3, sebagai berikut:
Bahwa saya Selaku Penanggung Jawab Usaha dan/atau Kegiatan akan
memenuhi kewajiban pemenuhan rincian teknis penyimpanan Limbah B3yang
ditetapkan oleh Pemerintah, antara lain:
a. Melakukan identifikasi Limbah B3 yang dihasilkan setiap hari
b. Melakukan pencatatan nama dan jumlah Limbah B3 yang dihasilkan
c. Melakukan Penyimpanan Limbah B3 sesuai dengan ketentuan
d. Melakukan Penyimpanan Limbah B3 paling lama:
1. 90 (sembilan puluh) hari sejak Limbah B3 dihasilkan, untuk Limbah B3
yang dihasilkan sebesar 50 kg (lima puluh kilogram) per hari atau
lebih
2. 180 (seratus delapan puluh) hari sejak Limbah B3 dihasilkan, untuk
Limbah B3 yang dihasilkan kurang dari 50 kg (lima puluh kilogram) per
hari untuk Limbah B3 kategori 1
3. 365 (tiga ratus enam puluh lima) hari sejak Limbah B3 dihasilkan,
untuk Limbah B3 yang dihasilkan kurang dari 50 kg (lima puluh
kilogram) per hari untuk Limbah B3 kategori 2 dari sumber tidak
spesifik dan sumber spesifik umurn; atau
4. 365 (tiga ratus enam puluh lima) hari sejak Limbah B3 dihasilkan,
untuk Limbah B3 kategori 2 dari sumber spesifik khusus.
e. Dalam hal kegiatan Penyimpanan Limbah B3 melampaui jangka waktu
sebagaimana dimaksud pada huruf d, Penghasil Limbah B3 wajib:
- Melakukan Pemanfaatan Limbah B3, Pengolahan Limbah B3, dan/atau
Penimbunan Limbah B3; dan/atau
- Menyerahkan Limbah B3 kepada pihak lain yang memiliki Perizinan
Berusaha untuk kegiatan bidang usaha Pengelolaan Limbah B3
f. Mencatat, Menyusun dan menyampaikan laporan pelaksanaan kegiatan
Penyimpanan Limbah B3 yang bagian dalam pelaporan dokumen
lingkungan dengan melampirkan log book, neraca dan manifest setiap 6
(enam) bulan sekali kepada Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi
Jawa Barat selaku pejabat Penerbit Persetujuan Teknis dan Surat
Kelayakan perasi (SLO) Penyimpanan Limbah B3 sesuai dengan
kewenangannya untuk Penghasil Limbah B3 dari Usaha dan/atau Kegiatan
wajib SPPL dan/atau UKL-UPL.
g. Format pencatatan dan pelaporan pelaksanaan kegiatan Penyimpanan
Limbah B3 sebagaimana pada huruf f sesuai pada Lampiran IX Permen LHK
No 6 Tahun 2024 tentang Tata Cara dan Persyaratan Pngelolaan Limbah Bahan
Berbayaha dan Beracun.
h. Melaksanakan perubahan rincian teknis Penyimpanan Limbah B3 apabila
terjadi perubahan terhadap :
a. Nama Limbah B3 yang disimpan
b. Lokasi tempat penyimpanan Limbah B3
c. Desain dan kapasitas fasilitas Penyimpanan Limbah B3
i. Melakukan perubahan Persetujuan Lingkungan sebagaimana daftar
perubahan diatur pada Peraturan Pemerintah Nomor 22 tahun 2024
Lampiran V tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan
Lingkungan Hidup
Demikian surat pernyataan dibuat dengan sebenar-benarnya dan saya
siap melaksanakan seluruh isi ketentuan di atas, apabila saya melanggar siap
dilakukan pembinaan dan/atau pengawasan LH serta penegakan hukum
lingkungan hidup sesuai ketentuan yang berlaku.
Purwakarta, Juli 2024
Penanggung Jawab
Materai 10.000
SUGANDA HALIM
DIREKTUR
PROSEDUR TETAP (PROTAP)
BAHAN BERBAHAYA DAN BERACUN (B3)
STANDARD OPERATING PROCEDURE (SOP)
HAZARDOUS CHEMICAL
1. TUJUAN
Memberikan petunjuk bagaimana cara untuk melakukan klasifikasi, penanganan,
penyimpanan maupun pengelolaan bahan kimia secara benar untuk mencegah
dampak negatifnya terhadap lingkungan, keselamatan dan kesehatan yang
diakibatkan karena kesalahan penanganan ataupun pengelolaan bahan kimia yang
berbahaya.
2. RUANG LINGKUP
Petunjuk ini berlaku untuk karyawan PERUSAHAAN dan Kontraktor / Sub
Kontraktor yang bekerja di area operasi PERUSAHAAN
3. DEFINISI
a. B3: Bahan Beracun dan Berbahaya
b. Compatible: Sesuai atau bisa disimpan di lokasi yang sama dan berdekatan,
sehingga tak punya potensi untuk bereaksi yang menghasilkan panas, asap, gas,
atau substansi lain yang berbahaya.
c. Penampungan Kedua (Secondary Containment): Penampungan diluar atau
terpisah dari penampungan / wadah utama (Primary Containment).
d. Flammable: Mudah Menyala, sifat bahan dengan flash point (Titik Nyala) < 60oC
untuk cairan dan > 40oC untuk padatan pada tekanan 760 mmHg.
e. Combustible: mudah terbakar, sifat bahan dengan flash point (titik nyala) > 60oC
untuk cairan dan > 40oC untuk padatan pada tekanan 760 mmHg.
f. Carcinogen: Bahan / Zat-zat kimia yang dapat memicu perkembangan tumor
ganas atau kanker.
g. Mutagen: Bahan / Zat-zat kimia yang dapat merubah material genetic pada
organisme yang terpapar.
h. Teratogen; Bahan Kimia yang mengakibatkan cacat tubuh atau kematian pada
janin.
i. Target Organ Chemical: Bahan / Zat-zat kimia yang dapat mengakibatkan
kerusakan pada organ tubuh tertentu (misalnya: jantung, ginjal, hati).
j. Sensitizer: Bahan Kimia yang dapat menyebabkan alergi bila terpapar secara
berulang.
k. LD 50 (oral / rat): (LD = Lethal Dose); merupakan dosis suatu bahan kimia yang
diberikan secara oral pada suatu populasi tikus dan menyebabkan kematian pada
50% populasi tersebut. Dosis ini dinyatakan dalam satuan berat bahan kimia
(milligram) per kilogram berat tikus.
l. LC 50 (inhalation / rat): (LC = Lethal Concentration), adalah konsentrasi bahan
kimia di udara yang dapat mematikan 50% populasi tikus. Dosis ini dinyatakan
dalam satuan ppm.
m. LD 50 (skin / rabbit): (LD = Lethal Dose), adalah dosis suatu bahan kimia yang
diberikan pada kulit kelinci & menyebabkan kematian pada 50% populasi kelinci
tersebut. Dosis dinyatakan dalam satuan berat bahan kimia (milligram) per
kilogram berat kelinci.
4. REFERENSI
a. Permenaker No.05/MEN/96, SMK3, elemen 9.
b. OHSAS 18001, Occupational Health Management System, element 4.4.6
c. ISO 14001:2004, Environtment Management System, Elemen 4.4.6
d. Chip 2: The Chemical (Hazard Information & Packaging for Supply) Regulations
e. International Fire Code 2000, International Code Council Inc., USA
f. SK Menteri Perindustrian No. 148/M/SK/4/1985 tentang Pengamanan Bahan
Beracun dan Berbahaya di Perusahaan Industri.
5. PROSEDUR
5.1 Penanganan Bahan Kimia
1. Bagian terkait menyediakan:
Peralatan perlindungan personal yang memadai, seperti sarung tangan,
masker, dll.
Material penghidap untuk kasus-kasus darurat (tumpahan atau kebocoran)
Kontaminan yang sesuai untuk tumpahan atau kebocoran cairan atau
peralatan darurat.
Kontaminan cadangan untuk penampungan kontaminan cairan kimia
berbahaya dengan syarat berikut:
1. Tank diluar gedung
- Kedap air, Bahan tidak mudah terbakar
- Kapasitas: minimal 110% dari kapasitas tanki (atau yang paling besar
bila dalam kelompok)
- Instruksi kerja untuk mengontrol pipa pengering.
2. Tanki dalam gedung, containers kecil (drum, kaleng, Jerigen), Ruang
penampungan:
- Kedap air, Bahan tidak mudah terbakar
- Kapasitas: min 20% dari kapasitas container atau 110% container
terbesar tunggal (bila penampungan berada dalam satu kelompok
kontainer)
3. Oli, oli bekas dan HFO
- Kedap air, Bahan tidak mudah terbakar
- Kapasitas: min 110% dari Kapasitas penampungan.
2. Keadaan dan ketersediaan dari fasilitas diperiksa secara berkala dan oleh bagain
yang bertanggung jawab.
Secukupnya, tanda/peringatan keselamatan di tampilkan pada area
penampungan oleh bagian terkait.
Bahan kimia harus disimpan pada kondisi yang sesuai, mengacu pada
MSDS internal yang relevan, ketidak sesuaian bahan. Bila terjadi, syarat
tersebut berhubungan dengan keuangan/secara tekhnik sukar dipenuhi,
o
seperti temperature penyimpanan dibawah 100 C, namun demikian
dokumen instruksional pendukung harus diangkat untuk memastikan
pengontrolan pengoperasian dengan hati-hati atau supervise.
Matrix bahan / ketidak cocokan keadaan bahan kimia merupakan sebuah
referensi guna pananggulanang bahan kimia. Hal ini untuk menghindari
reaksi berbahaya diantara dua atau lebih bahan kimia dan mengurangi
potensi bahaya.
Untuk memastikan penanganan yang sesuai selama pengangkutan
didalam dan penyimpanan sementara, semua bagian terkait yang
bertanggung jawab memastikan bahwa semua kemasan kimia / kntainer
memiliki identifikasi yang sesuai. Untuk bahan kimia berbahaya, harus
diberi label dengan jelas.
Untuk bahan kimia termasuk gas yang dikeluarkan langsung dari tangki
truk oleh supplier ke tanki permanent, dokumen instruksi yang relevan
harus dipersiapkan oleh bagian yang bertanggung jawab untuk mengontrol
proses bongkar muat sehingga tumpahan, kebocoran atau potensi
kecelakaan lain bisa dicegah.
Kemasan bahan kimia bekas dan container harus diidentifikasi dan
ditempatkan pada area yang disediakan oleh bagian yang bertanggung
jawab. Bila perlu, perlakuan khusus (seperti, pembersihan) harus
dilaksanakan menurut dokumen instruksi yang relevan
Dalam hal terjadinya kecelakaan, semua personal dan bagian terkait yang
berhubungan menanggulangi kecelakaan sesuai dengan procedure
tanggap darurat.
Semua karyawan, kontraktor dan sukontraktor terlibat dalam semua
aktivitas yang berhubungan dengan bahan kimia berbahaya dilatih dengan
prosedur yang relevan, dokumen instruksi yang relevan, MSDS, dan
kesiapan tanggap darurat serta prosedur respon.
Bagian logistic dan bagian produksi memeriksa bahan-bahan kimia yang
jarang digunakan untuk mencari bahan kimia kadaluarsa untuk didisposisi.
Kemudian bahan kimia kadaluarsa ditangani sesuai dengan prosedur
penanganan limbah bahan kimia.
5.2 Klasifikasi Bahan Kimia Berbahaya dan Beracun
Mudah Meledak / Explosive
- Bahan kimia yang melalui dekomposisi atau reaksi kimia dapat
menghasilkan gas dengan suhu dan tekanan yang tinggi (Eksotermal) tanpa
adanya oksigen sehingga terjadi ledakan.
- Bahan kimia yang sensitive terhadap suhu, tekanan, atau kejadian yang
mendadak (missal; benturan, gesekan, terjatuh). Melalui semua atau salah
satu dari kondisi tersebut, bahan kimia akan mengalami perubahan cepat
yang mengakibatkan ledakan.
Bersifat mengoksidasi / oxidizing
- Bahan kimia yang dapat terdekomposisi menghasilkan oksigen pada kondisi
tertentu. Bahan ini dapat menyebabkan kebakaran bila kontak dengan bahan
yang dapat terbakar, bereaksi hebat dengan air dan dapat memperhebat
kebakaran.
- Bahan kimia yang dapat mengoksidasi bahan lain sehingga menimbulkan
bahaya kebakaran atau ledakan.
Beracun / toxic
- Bahan kimia yang dalam jumlah relative sedikit dapat menyebabkan sakit
yang serius atau kematian apabila masuk ke dalam tubuh melalui semua
atau salah satu dari rute pernapasan. Rute pernapasan yang dimaksud
meliputi rute pernapasan (melalui hidung), rute pencernaan (melalui mulut),
dan rute penyerapan (melalui kulit).
- Bahan beracun meliputi bahan yang bersifat: carcinogen, mutagen,
teratogen dan target organ chemicals.
- Berdasarkan uji toksisitas pada hewan, bahan kimia dikatakan beracun
apabila:
LD 50 (oral / rat): < 500 mg/kg (antara 501 s.d 5000 = agak beracun)
LC 50 (inhalation / rat): < 1000 ppm
LD 50 (skin / rabbit); < 340 mg/kg
Mudah menyala / Flammable
- Bahan kimia yang apabila berdekatan dengan api, percikan api atau sumber
nyala yang lain akan mudah menyala atau terbakar.
- Bahan kimia dikatakan mudah terbakar apabila mempunyai flash point (titik
nyala) < 60oC untuk cairan dan 40oC untuk padatan pada tekanan 760
mmHg.
Korosif / corrosive
- Bahan kimia yang dapat mengakibatkan kerusakan (luka bakar) pada
jaringan tubuh, kerusakan pada logam atau benda lain.
- Bahan kimia yang memiliki pH < 2 atau pH > 12.5 dikategorikan corrosive
Iritasi / Irritant
- Bahan kimia yang dapat menyebabkan gangguan atau inflamasi
(peradangan) pada mata, kulit atau saluran pernapadan bila terpapar secara
terus menerus.
- Bahan kimia yang bersifat sensitizer dimasukan dalam kategori ini.
Berbahaya bagi lingkungan / dangerous for the environtment
Bahan kimia yang mungkin menyebabkan kerusakan / bahaya secara seketika atau
tertunda pada satu atau lebih unsur / aspek lingkungan.
5.3 Hal – hal Umum yang Perlu diperhatikan dalam Penanganan Bahan Kimia
Jenis Bahaya Logo Peringatan
Hindari gesekan, benturan,
nyala atau percikan api, dan
Mudah meledak panas! Pastikan wadah tertutup
rapat dan ditempatkan di udara
sejuk dan berventilasi!
Hindari kontak dengan bahan-
Bersifat mengoksidasi / bahan mudah terbakar!
oxidizing Hindari nyala atau percikan
api!
Jenis Bahaya Logo Peringatan
Hindari kontak dengan tubuh
Beracun / Toxic termasuk menghirup uap yang
dihasilkan!
Hindari nyala atau percikan
api dari sumber panas yang
Mudah terbakar /
lain!
Flammable
Jangan menghirup uap atau
erosolnya!
Gunakan alat pelindung diri
untuk melindungi mata, kulit,
Korosif /corrosive dan pakaian!
Siram dengan air sebanyak
mungkin bila terkena badan!
Hindari kontak dengan mata
dan kulit!
Bersifat Iritasi / Irritant
Jangan menghirup uap yang
dihasilkan!
Jenis Bahaya Logo Peringatan
Jangan dibuang di tanah
maupun saluran air!
Bahaya bagi lingkungan
Mungkin berbahaya bagi
tumbuhan maupun hewan!
5.4 Penempelan Label dan Peringatan Bahaya
Label bahaya dan peringatannya ditempelkan di area penyimpanan oleh bagian
yang bertanggungjawab pada posisi yang mudah dilihat oleh pekerja. Model
label menggunakan symbol yang dikelilingi oleh segitiga dengan warna hitam
dan warna dasar kuning untuk kemudahan melihat dan mnarik perhatian.
Jenis bahaya untuk bahan kimia mengacu pada internal MSDS yang ada.
Model label bahaya yang melekat di packaging dari bahan kimia mungkin berbeda
dari model internal, namun symbol bahayanya harus sama dengan model
internal. Biasanya label bahaya ini berwarna dasar jingga atau merah dengan
garis batasan berbentuk persegi atau belah ketupat (Contoh dapat dilihat pada
lampiran).
5.5 Penyimpanan Bahan Kimia
5.5.1 Matrik Kompatibelitas
1. Dalam menyimpan beberapa bahan kimia yang berbahaya (B3) dalam satu
lokasi yang sama dengan jumlah lebih dari 2 kg atau 2 liter, maka harus
mengikuti Matrik Kompabelitas (lihat lampiran).
2. Arti dari kode (urut berdasar tingkat pembolehan)
OK: Oke, bisa disimpan bersama tanpa syarat
BJ: Beri Jarak, pisahkan sejauh minimal 3 meter atau selebar jalan
(gangway).
PK: Pisah Kompartemen, pisahkan di ruangan yang berbeda dalam
bangunan penyimpanan yang sama (minimal dengan partisi tak mudah
terbakar minimal setinggi 457 mm diatas tinggi material, atau dipisahkan
oleh cabinet khusus bahan berbahaya).
NOK: Not Oke, tak diperbolehkan disimpan bersama.
3. Sebagai tambahan, bahan yang mudah terbakar (combustible, misalkan
minyak tanah, solar, residu, kertas, debu, dll) tidak boleh disimpan bersama
dengan bahan yang berisfat mengoksidasi.
4. Lebih jauh lagi, bilamana bahan kimia tersebut memungkinkan terjadinya nyala
api (flammable), maka bahan-bahan mudah terbakar (kertas, kayu, debu,
solar, dll) ditempatkan terpisah, hal ini untuk mengurangi kemungkinan
kebakaran hebat bila sudah ada nyala api dengan cara memisahkan bahan
bakar (combustible substance).
5.5.2 Persyaratan Lokasi penyimpanan dan Peralatan.
1. Lokasi penyimpanan sedapat mungkin menyesuaikan dengan karakteristik bahan,
sehingga mengurangi potensi bahaya yang mungkin timbul, misalnya: tempat
yang sejuk, berventilasi dsb.
2. Untuk bahan kimia cair berbahaya dan bahan bakar, perlu dipersiapkan
penampungan kedua (secondary containment), sebagai contoh:
Tanggul beton disekeliling wadah bahan
Tatakan dari baja tahan karat / korosi (mis. Stainless steel)
Parit yang bermuara ke Pit (terpisah dari saluran air)
Dasar pintu ruangan yang ditinggikan, dll.
3. Disetiap lokasi tersebut harus tersedia APAR / peralatan pemadam yang memadai
dengan jenis yang sesuai dengan karakter bahan kimia yang disimpan.
4. Untuk bahan kimia baik gas maupun cairan mudah menyala / terbakar perlu
penanganan khusus sesuai MSDS.
5. Bila penyimpanan bahan kimia tersebut menggunakan tangki, maka pewarnaan
tangki tersebut harus mengikuti prosedur Standar Warna Pipa & Tangki.
6. Bahan Kimia yang berada di area kerja diharapkan seminimal mungkin,
sedangkan sisanya disimpan di tempat khusus penyimpanan bahan kimia.
7. Wadah / Container bahan kimia di tempat penyimpanan tak boleh bocor, berkarat,
atau rusak, dan harus ditumpuk dengan baik sehingga terhindar dari kemungkinan
jatuh.
8. Harus ada ventilasi udara yang cukup untuk menjaga bila ada kebocoran uap
berbahya akan diencerkan dan dihilangkan, sehingga terhindar konsentrasi uap
yang dapat menyebabkan keracunan ataupun kebakaran / ledakan.
5.6 Pengendalian Informasi Bahan Kimia Berbahaya: Penyediaan MSDS yang sesuai
5.7 Pemeriksaan Tangki Bahan Kimia.
Petunjuk pemeriksaan tangki bahan kimia mengacu pada prosedur Pengujian dan
Pengetesan Sarana Penunjang (Utility Equipment).
Purwakarta, Maret 2024
PT. Gaya Hidup Masa Kini
PENANGGUNG JAWAB
Shanty Novella
HR & GA Manager