NAMA : AHSANTI ADIBA RAHMA
NIM : 012200003
UJIAN AKHIR SEMESTER DOSIMETRI RADIASI
1. A) Jelaskan tentang radiasi pengion secara langsung dan tidak langsung.
Radiasi Pengion adalah gelombang elektromagnetik dan partikel bermuatan yang karena
energi yang dimilikinya mampu mengionisasi media yang dilaluinya.
Radiasi pengion secara langsung merupakan partikel bermuatan listrik
umumnya berupa alpha (α), beta (β), atau lainnya yang dapat menyebabkan terjadinya
ionisasi ketika mengenai atom atau molekul pada suatu materi. Sinar α memiliki
jangkauan sangat pendek serta daya jelajah di udara hanya beberapa sentimeter.
Kemampuan sinar α menembus lapisan bahan sangat terbatas, sebagai contoh lapisan
kulit mati yang sangat tipis atau kertas HVS sudah cukup untuk menyerap energi
partikel sinar α yang dipancarkan inti atom radioaktif. Sinar β dapat dibelokkan oleh
medan magnet kearah kutub positif berlawanan dengan arah pembelokan sinar α.
Daya tembus sinar β lebih jauh dibandingkan sinar α karena pada saat sinar β
bertabrakan elektron dengan suatu partikel terjadi gaya tolak menolak dan
dipantulkan oleh elektron terluar partikel tersebut dengan arah berbentuk zig-zag.
Radiasi pengion secara tidak langsung merupakan gelombang elektromagnetik,
dapat berupa sinar-x atau gamma (γ) yang akan berinteraksi dengan elektron pada
suatu atom melalui peristiwa fotolistrik dan hampuran Compton (Compton
scattering). Sinar γ tidak dibelokkan oleh medan listrik maupun medan magnet. Daya
tembus sinar γ paling besar dibandingkan dengan sinar α dan β karena pada saat sinar
γ bertabrakan dengan suatu partikel tidak terjadi pemantulan atau penyerapan energi
sehingga memiliki arah sinar yang lurus dan dapat menembus materi lebih besar
dibandingkan sinar α dan β.
Radiasi ini tidak langsung berinteraksi dengan atom, melainkan neutron yang tidak
memiliki muatan listrik akan berinteraksi dengan inti atom menimbulkan partikel
energi sekunder. Partikel energi sekunder tersebut berupa radikal bebas yang
merupakan suatu atom atau molekul bebas tidak bermuatan dan mempunyai sebuah
elektron tidak berpasangan pada orbit terluarnya. Keadaan tersebut menyebabkan
radikal bebas menjadi tidak stabil, sangat reaktif dan toksik terhadap molekul biologi
Gambar 1. Daya tembus sinar Alfa, Beta, Gamma dan Neutron
Gambar 2. Efek langsung dan tak langsung terhadap DNA
B) Jelaskan ketidakstabilan inti akibat kelebihan proton dan kelebihan energi.
Inti atom dianggap stabil ketika jumlah proton dan neutron di dalamnya mencapai
keseimbangan dan energinya berada pada tingkat dasar. Inti atom yang stabil tidak
akan mengalami perubahan dalam jumlah proton, neutron, atau tingkat energi mereka
kecuali terdapat gangguan yang berasal dari luar. Sedangkan, inti-inti atom yang
tidak stabil, baik dari komposisi jumlah proton dan neutron yang tidak seimbang
ataupun karena tingkat energinya yang tidak berada pada keadaan dasar, cenderung
untuk berubah menjadi stabil. Jika ketidakstabilan inti disebabkan dari komposisi
jumlah proton dan neutronnya yang tidak seimbang, maka inti tersebut akan berubah
dengan memancarkan radiasi alpha (α) atau beta (β). Apabila ketidakstabilannya
disebabkan karena tingkat energinya yang berada pada keadaan tereksitasi maka akan
berubah dengan memancarkan radiasi gamma (γ). Proses perubahan atau transformasi
inti atom yang tidak stabil menjadi atom yang lebih stabil tersebut dinamakan
peluruhan radioaktif.
Jenis Peluruhan Penyebab
Alpha (α) Kelebihan massa atom
Elektron (β-) Kelebihan neutron
Positron (β+) Kelebihan proton
Gamma (γ) Kelebihan energi
Tabel 1. Jenis peluruhan dan penyebabnya
2. Hitung aktivitas jenis Radium-226 dan aktivitas jenis Co-60 (ceritkan juga kaitan satuan
Curie dengan aktivitas jenis Ra-226)
365 hari 24 jam 3600 detik
Diketahui t ½ Ra = 1600 tahun x x x
1 tahun 1hari 1 jam
= 5,04 x 1010 sekon
365 hari 24 jam 3600 detik
t ½ Co.60 = 5.26 tahun x x x
1 tahun 1hari 1 jam
8
=1,65 x 10 sekon
Ditanya aktivitas jenis (a) ; Bq/gr dan ceritakan kaitan satuan curie dengan Radium-226
Radium-226
λ x Na
a=
Mr
−11 23
1,375 x 10 x 6 , 02 x 10
a= gr
226
mol
a = 3,66 x 10 10 Bq/gr
dibulatkan menjadi 3,7 x 1010 Bq/gr atau setara dengan 1 Ci
ln 2
λ= 1
t
2
0,693
λ= 10
5 ,04 x 10 s
λ = 1,375 x 10 -11/s
Co-60
−9 23
4.2 x 10 /s x 6 , 02 x 10
a= gr
60
mol
a = 4,214 x 1013 Bq/gr
dibulatkan menjadi 1,139 Ci
0,693
λ= 8 = 4,2 x 10-9/s
1.65 x 10 s
Sejarah awal nya dimulai Ketika Madam Curie percaya bahwa mineral pitchblende
memiliki nilai aktivitas yang besar, sehingga pasti mengandung suatu unsur yang belum
ditemukan, yang sifat kimianya berhubungan dengan bismuth. Radium ditemukan pada
tahun (1902) suatu zat baru yang sifat radioaktifnya sangat tinggi (sejuta kali lebih besar
daripada aktivitas uranium) dan dapat diidentifikasi secara spektroskopi. Curie
melaporkan bahwa 100 mg radium klorida bebas barium secara spektroskopi,
mendapatkan massa atom relatif unsur tersebut kira-kira 225. Dengan pengukuran ulang,
Curie mendapatkan massa atom relatif radium 226,5. Curie dapat memperoleh logam
radium dengan cara mengelektrolisis leburan garamnya.
Satuan Curie (Ci) adalah satuan yang digunakan untuk mengukur radioaktivitas. Satu
Curie semula didefinisikan sebagai aktivitas 1 gram Radium-226 yang melakukan
peluruhan. Aktivitas jenis Ra-226 dapat diukur dalam satuan Curie, yang menunjukkan
tingkat zat radioaktif yang sangat tinggi. Satu Ci didefinisikan sebagai aktivitas 1 gram
Ra-226 yang melakukan peluruhan sebanyak 3,7x10^10 disintegrasi per detik. Jadi,
satuan Curie berkaitan dengan aktivitas jenis Ra-226 karena digunakan untuk mengukur
radioaktivitas dari isotop tersebut.
3. A) Jelaskan kaitan paparan dengan dosis serap secara komprehensif.
Paparan merupakan kemampuan radiasi sinar-X atau gamma untuk menimbulkan ionisasi
di udara dalam volume tertentu.
dQ
X=
dm
dengan dQ adalah jumlah muatan pasangan ion yang terbentuk dalam suatu elemen
volume udara bermassa dm. Pada sistem satuan intemasional (SI), satuan paparan adalah
coulomb/kilogram (C/kg), sedangkan satuan lamanya adalah Roentgen (R). Nilai 1
−4 C
Roentgen sama dengan 2 , 58× 10 . Pengertian 1 C/kg adalah besar paparan yang
kg
dapat menyebabkan terbentuknya muatan listrik sebesar satu coulomb pada suatu elemen
volume udara yang rnempunyai massa 1 kg.
Dosis serap (D) adalah energi rata-rata yang diserap bahan per satuan massa
bagian tersebut. Satuan dosis serap dalam SI adalah Joule/kg atau sama dengan gray
(Gy). Satu gray adalah energi rata-rata sebesar 1 joule yang diserap bahan dengan massa
1 kg. Satuan lama dosis serap adalah rad (radiative absorbed doses). Satu rad adalah
energi rata-rata sebesar 100 erg yang diserap bahan dengan massa 1 gram.
Hubungan antara paparan dengan dosis serap diperoleh dari nilai 1 Roentgen
sama dengan 0,877 rad. Nilai tersebut menjadi faktor konversi (f) yang dimasukkan ke
dalam persamaan berikut :
D=f × X
Nilai faktor konversi 0,877 rad/R digunakan pada lingkup medis untuk
mengutamakan keselamatan terkait penerimaan dosis radiasi. Sedangkan pada industri,
nilai faktor koreksi dibulatkan menjadi 1 rad/R sebagai hitungan kasar.
B) Jelaskan perbedaan dosis serap dengan KERMA
Dalam pengertiannya, KERMA (Kinetic Energy Released per unit Mass) merupakan
banyaknya energi kinetik yang dilepas per satuan massa. Sedangkan dosis serap
merupakan energi rata-rata yang diserap bahan per satuan massa. Secara satuan, antara
KERMA dan dosis serap adalah sama, yaitu J/kg. Akan tetapi, terdapat beberapa
perbedaan dari keduanya. Pertama, lingkup jenis radiasi dari KERMA adalah sinar-x dan
gamma, sedangkan pada dosis serap semua jenis radiasi. Berikutnya, KERMA terjadi
dalam medium air dan udara, sedangkan dosis serap pada semua jenis medium.
C) Sebuah laboratorium memiliki sumber radioaktif Cs-137 dengan aktivitas 10 milikurie
(mCi). Jarak antara petugas laboratorium dengan sumber radioaktif tersebut adalah 1
meter. Jika faktor dosis dari jarak (D) untuk radiasi gamma adalah 0,08
(mSv/mCi.m^2/jam), hitunglah tingkat dosis radiasi yang diterima oleh petugas
laboratorium dalam satuan millisievert per jam (mSv/jam).
Diketahui :Cs-137
A=10 mCi
r=1 meter
г= 0,08 (mSv/mCi.m^2/jam)
Ditanya : Tingkat dosis radiasi yang diterima oleh petugas laboratorium dalam
satuan millisievert per jam (mSv/jam)?
A
Ḣ=г × 2
r
2
mSv . m 10 mCi
Ḣ=0 ,08 ×
mCi . jam ¿¿
mSv
Ḣ=0 ,8
jam
4. Jika laju dosis pada permukaan sumber Ir-192 sebesar 1,6 mSv/jam maka berapa tebal
pelindung Pb yang diperlukan untuk mengurangi laju dosis menjadi 25 Sv/jam?
Diketahui
1 HVL Pb = 10 mm = 1 cm
laju dosis = 1,6 mSv/jam
laju dosis akhir = 25 mSv/jam = 0,025 mSv/jam
H1 = H0 x ½ x/cm
0,025 mSv/jam = 1,6 mSv/jam x ½ x/1 cm
X = 6 cm
Sehingga ketebalan Pb yang dibutuhkan yaitu 6 cm.
5. Jika koefisien absorpsi komponen energi tinggi dari sebuah radiasi kosmik sebesar 1x10 -3
per meter air. Berapa persen intensitas yang terserap jika menembus lautan dengan
kedalaman 1000 meter.
Diketahui
N = 0,001/m air
X = 1000 m
I = IO x e-N.X
I = 100% x e-0,001/m.1000 m
I = 36,78%
6. Diketahui
NBD = 20 mSv/tahun
Dengan asumsi waktu kerja pertahun = 2000 jam
20 mSV /thn
H=
2000 jam/thn
H = 0,01 mSv/jam
Atau dinulatkan menjadi 10 Sv/jam
(1) Memperbesar jarak jadi 4r1
H1 x r12 = H2 x r22
r1 2
H2 = 10 Sv/jam x ( )
4r 1
1
H2 = 10 Sv/jam x ( )
16
H2 = 0,625 Sv/jam
(2) Memasang penahan setebal 2 cm dengan HVl = 4 mm = 0,4 cm
H = H0 x ½ x/HVl
H = 10 Sv/jam x ½ 2cm/0,4cm
H = 0,3125 Sv/jam
(3) Waktu penyinaran disingkat 1/30 harga semula
H1 t1
=
H2 t2
t1
10 Sv / jam
= 1
H2 t1
30
10 Sv / jam
H2 = = 0,33 Sv/jam
30
Sehingga urutanya dari yang paling banyak hingga paling sedikit adalah 3-2-1
7. Akibat dari kecelakaan laboratorium, sumber radioaktif terbuka 131I masuk ke dalam
tubuh seorang pekerja radiasi. Menggunakan data dari pengukuran bioassay dan
pemindaian tubuh, seorang petugas proteksi radiasi dosis ekivalen dari tiroid adalah 90
mSv dan dosis ekivalen seluruh tubuh adalah 0,5 mSv. Jika faktor bobot organ tiroid
adalah 0,05 dan sisa tubuh yang lain adalah 0,95 maka dosis efektif yang diterima pekerja
radiasi itu adalah
Diketahui
H tiroid = 90 mSv; Wt tiroid = 0,05
H tubuh = 0,5 mSv; Wt tubuh = 0,95
Ditanya Dosis Efektif (E)
E = ∑ (H x Wt)
E = (H x Wt) tiroid + (H x Wt) tubuh
E = (90 mSv x 0,05) + (0,5 mSv x 0,95)
E = 4,975 mSv
8. Pada suatu kecelakaan radiasi seorang pekerja radiasi mendapat kontaminasi internal
dengan suatu radionuklida dengan umur paro fisik 12 hari dan umur paro biologi sebesar
6 hari. Dengan pengobatan umur paro biologi dapat diperpendek menjadi 4 hari. Bila
pekerja radiasi tersebut baru diizinkan meninggalkan rumah sakit setelah aktivitas
kontaminan yang masih berada di dalam tubuh tersebut menjadi 1/16 dari aktivitas mula-
mula pada saat masuk rumah sakit, maka berapa waktu perawatan yang dapat dihemat
dengan pengobatan bila dibandingkan tanpa pengobatan?
Tanpa pengobatan =
1 1 1
1 = 1 + 1
t eff t fisik t bio
2 2 2
1 1
= 1
1 12 hari +
t eff 6 hari
2
1
t eff =4 hari
2
A = AO x ½ t/t ½ eff
1/16 Ao = AO x ½ t/4 hari
Maka t tanpa pengobatan adalah 16 hari.
Dengan pengobatan
1 1
= 1
1 12 hari +
t eff 4 hari
2
1
t eff =3 hari
2
A = AO x ½ t/t ½ eff
1/16 Ao = AO x ½ t/ 3hari
Maka t dengan pengobatan adalah 12 hari
Sehingga waktu yang dapat dihemat adalah sebanyak 4 hari.
9. A) Diketahui bahwa:
Pair production positron dan electron masing-masing 5 MeV
Massa material = 100 g = 0,1 Kg
kinetic energy released
K=
mass
−13
2 x 5 Mev (1 ,6 x 10 J / Mev)
K=
0 , 1 Kg
K= 1,6 x 10-11 J/Kg
B) Diketahui bahwa :
Besar energi foton masuk = 12 MeV
Besar tiga energi foton yang dihasilkan dari bremsstrahlung ; 1,6+1,8+2 = 5,4 MeV
Besar energi photon hasil anihilasi : 2 x 0,51 MeV
D=dE/dm
−13
12−( 2 x 0 , 5 1+ 1, 6+1 , 8+2 ) Mev X (1 , 6 x 10 J / Mev)
D=
0 ,1 Kg
D = 89,28 x 10−13 J / Kg
10. Diketahui bahwa:
ΔA = 0, 350
α = 220 m2 mol−1
G = 1.62 × 10−6 mol kg−1 Gy−1
ρ = 1.024 × 103 kgm−3
d = 0,01 m
mol dari Fe3+ = 0.350/220
¿
Dosis serap = mol Fe 3+ p FeSO 4 X d ¿ x G Fe3+
0 ,350
Dosis serap = 2 −1 3 −3 x 1.62 × 10−6 mol kg−1 Gy−1
220 m mo l x 1.024 x 10 kg m x 0 , 01
Dosis serap = 2.47×10−4Gy/s
Sehingga besar dosis serap nya adalah 2.47×10−4Gy/s