Rencana Keselamatan Konstruksi RKK
Rencana Keselamatan Konstruksi RKK
PELAKSANAAN
PAKET PEKERJAAN :
Pemberi Tugas : -
Lokasi Pekerjaan :
-
Nomor Kontrak : -
Waktu Pelaksanaan : -
Periode Laporan : -
Kemajuan Pekerjaan : -
DISUSUN OLEH:
-
DATA PIMPINAN PERUSAHAAN
NAMA : -
JABATAN : -
ALAMAT PEMILIK : -
NPWP PRIBADI : -
[Link] : -
DATA PERUSAHAAN
NAMA PERUSAHAAN : -
ALAMAT : -
NPWP PERUSAHAAN : -
TLP/FAX : -
EMAIL : -
TANGGAL DOKUMEN
TEMPAT/TGL/BLN/THN : -
SESUAI LDP DOKUMEN LELANG
INSTANSI : -
SKPD : -
POKJA : -
KEGIATAN : -
PEKERJAAN : -
LOKASI : -
TAHUN ANGGARAN : -
DATA PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN (PPK)
PPK : -
NAMA PPK : -
NIP : -
:
DATA KONSULTAN PENGAWAS
KONSULTAN SUPEVISI : -
NAMA PERUSAHAAN : -
NAMA PIMPINAN : -
JABATAN : -
:
:
:
DATA KONTRAK
NOMOR KONTRAK : -
TANGGAL KONTRAK : -
NILAI KONTRAK : -
WAKTU PELAKSANAAN : -
PRIODE : -
TANGGAL MULAI KERJA : -
MASA PEMELIHARAAN : -
DATA PERSONIL
NAMA PETUGAS K3 : -
JABATAN Petugas K3 Konstruksi
NAMA PELAKSANA LAPANGAN : -
JABATAN Pelaksana Lapangan
NAMA PJT : -
JABATAN -
:
Logo
Perusahaan
LEMBAR PENGESAHAN
Pihak Pengawas
Pihak Penyedia Jasa Pihak Pengguna Jasa
Pekerjaan
- - -
- - -
. GAMBARAN UMUM PROYEK
1. Nama Pekerjaan : -
2. Lokasi Proyek : -
3. Dimensi Proyek :
4. Sumber Dana : -
5. Pengguna Jasa : -
6. PPK : -
7. Konsultan Supervisi : -
8. Nama Penyedia Jasa : -
9. Alamat : -
10. No. Kontrak : -
11. Tanggal Kontrak : -
12. Nilai Kontrak : -
13. Masa Pelaksanaan : -
14. Tanggal Mulai Kerja : -
15. Masa Pemeliharaan : -
Kami Selaku Direktur - dengan Ini kami memberikan Pernyataan atas nama perusahaan bahwa kami akan menerapkan
Sistem Manejemen Keselamatan Konstruksi dan berpartisipasi dalam keselamatan konstruksi Dalam Melaksanakan Kegiatan
Konstruksi
- Memenuhi persyaratan pelanggan dan mencegah cidera dan sakit akibat kerja serta melakukan
peningkatan berkelanjutan terhadap manajemen dan kerja
- Menetapkan Kebijakan sesuai dengan sifat alamiah dan skala resiko MK3 yang ada di Perusahaan -
- Menjadikan Kebijakan Ini sebagai kerangka dalam menetapkan dan mengevaluasi sasaran MK3
- Seluruh efisiensi dan efektifitas kegiatan perusahaan dipantau dan diukur secara berkala dengan mengacu pada
sasaran mutu dan K3 perusahaan beserta semua unit pendukungnya.
- Mematuhi peraturan perundangan dan persyaratan MK3 lainnya yang relevan bagi perusahaan -
- Mengkomunikasikan kebijakan kepada semua orang yang bekerja di bawah kendali organisasi.
- Mengevaluasi kebijakan ini secara periodik untuk peningkatan kinerja MK3 yang berkesinambungan.
Direktur - memberikan bukti perlibatan dan partisipasinya pada pengembangan dan penerapan sistem manajemen mutu dan K3
dan terus menerus memperbaiki keefektifannya dengan jalan :
- Mengadakan rapat pengarahan secara berkala, dan menekankan pentingnya memenuhi persyaratan pelanggan,
K3, undang-undang dan peraturan yang berlaku.
- Menetapkan dan mengesahkan kebijakan mutu dan K3
- Menetapkan dan mengesahkan sasaran mutu dan K3 (MK3) perusahaan hingga sasaran mutu dan K3 unit- unit kerja
yang mendukungnya.
Melaksanakan dan bertindak sebagai ketua rapat tinjauan manajemen, yang pelaksanaannya diatur dalam
-
Prosedur Rapat Tinjauan Manajemen (RTM).
Direksi menetapkan dan mengesahkan Kebijakan MK3, berupa surat keputusan yang mencakup :
- Maksud dan Tujuan
- Ikrar Perlibatan untuk Memenuhi persyaratan dan terus menerus memperbaiki Sistem Manajemen K3
- -
Pelaksana Lapangan Petugas K3 Konstruksi
Ahli K3
Petugas Petugas
Keselamatan Tanggap Petugas P3K
Konstruksi Darurat
Jabatan Tugas dan Tanggung Jawab
Menetapkan kebijakan Keselamatan Konstruksi
Memastikan dipenuhinya persyaratan SMKK pada pelaksanaan kegiatan Memastikan
terlaksananya pelaksanaan Keselamatan
Direktur HSE
Konstruksi pada proyek konstruksi
Menetapkan Sasaran Program Keselamatan Konstruksi Melaporkan
Kinerja Penerapan SMKK kepada pengguna jasa
Mengkoordinir penerapan SMKK di tempat kegiatan konstruksi
Menyiapkan dokumen-dokumen yang dipersyaratkan dalam penerapan SMKK Memastikan kegiatan
Ahli K3 Keselamatan Konstruksi di tempat kerja terlaksana dengan baik
Dalam rangka pengadaan Pekerjaan : -. pada -, berkomitmen melaksanakan konstruksi berkeselamatan demi
terciptanya Zero Accident, dengan memastikan bahwa seluruh pelaksanaan konstruksi:
-
Dibuat Oleh,
-
Materai 10000
-
-
KEBIJAKAN KESELAMATAN KONSTRUKSI
2. Menjamin Keselamatan Konstruksi tenaga kerja, tamu, masyarakat sekitar di sekitar tempatkerja.
3. Melakukan perbaikan keberlanjutan terhadap sistem Manajemen dan Kinerja Keselamatan Konstruksi guna
meningkatkan budaya Keselamatan Konstruksi yang baik di tempat kerja.
2. Membangun tempat kerja dan pekerjaan sesuai dengan peraturan perundang- undangan dan persyaratan
lainnya terkait Keselamatan Konstruksi.
3. Memberikan pendidikan ataupun pelatihan terkait Keselamatan Konstruksi kepada tenaga kerjauntuk meningkatkan
kinerja Keselamatan Konstruksi perusahaan.
2. Pekerjaan Konstruksi yang telah diberhentikan karena perintah penghentian pekerjaan tidak akan dilanjutkan sampai semua
aspek keselamatan konstruksi dipenuhi sesuai dengan persyaratan yang telah ditetapkan.
3. Pemimpin tertinggi Penyedia Jasa memberikan kewenangan kepada Pimpinan Unit Keselamatan Konstruksi untuk
melakukan verifikasi penghentian pekerjaan.
4. Perintah penghentian pekerjaan konstruksi harus diterapkan dengan itikad baik dan bertanggungjawab.
5. Personil yang menyerukan perintah penghentian pekerjaan tidak boleh dan tidak akan dikenai sanksi apabila setelah
diverifikasi bahwa perintah penghentian tersebut dianggap tidak perlu atau bahkan berdampak mengganggu
kemajuan pekerjaan
6. Semua personil bertanggung jawab atas pencegahan kecelakaan.
-
Dibuat Oleh,
-
-
-
B. PERENCANAAN KESELAMATAN KONSTRUKSI
B.1. Identifikasi bahaya, Penilaian risiko, Pengendalian dan Peluang.
KEGIATAN : -
PEKERJAAN : -
LOKASI : -
TAHUN ANGGARAN : -
DESKRIPSI PENILAIAN TINGKAT RESIKO PENILAIAN SISA RISIKO
RISIKO
PENGENDALIAN RESIKO AWAL
IDENTIFIKASI BAHAYA RESIK 1. Eliminasi PENGENDALIAN KETERANGAN
NO PERUNDANGAN ATAU PERSYARATAN KEMUNGKI NILA TINGKAT KEMUNGK KEPARAH NILAI TINGKAT
URAIAN PEKERJAAN
O N AN I RESIKO I NAN AN RISIKO RISIKO LANJUTAN
1. Pekerja 1. Pekerja KEPARAHA RESIK 2. Subtitusi
N O
2. Peralatan 2. Peralatan 3. Rekayasa Teknik
3. Material 3. Material 4. Administrasi
4. Lingkungan / Publik 4. Lingkungan / Publik (F) (A) (FXA (TR) 5. APD (F) (A) (F X (TR)
) A)
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16
I PEKERJAAN PERSIAPAN DAN PEMBONGKARAN
1. Pekerja terjatuh 1. Pekerja Terluka 3 3 9 Sedang 1. Pengamanan Lokasi kerja 2 2 4 Kecil - Penggunaan
Pembongkaran Plafond Gypsum APD
1
2. Pekerja tersengat listrik 2. Pekerja Meninggal dunia 3 5 15 Besar 2. Pemakaian APD sesuai Standar 2 2 4 Kecil
- Rambu
3. Kebisingan yang dirasakan 3. Pendengaran terganggu - UU No. 1 Thn 1970 Tentang K3 2 2 4 Kecil 3. Sosialisasi / Tollbox meeting 1 1 1 Kecil peringatan
2 terpasang Resiko dapat
Pembongkaran Instalasi Listrik pekerja
- UU Nomor 2 Thn 2017 Tentang Jasa diterima
4. Sisa Bongkaran Material 4. Mengganggu mobilitas pekerja Konstruksi 4 1 4 4. Pemasangan rambu - rambu peringatan di 2 1 2 Kecil
Menumpuk Kecil daerah yang mudah terlihat - sisa
- PP No. 14 Tahun 2020 4 1 4 Kecil 2 1 2 Kecil bongkaran
diangkut keluar
dari lokasi kerja
dan dibuang ke
tempat
seharusnya
II PEKERJAAN D I N D I N G P A R T I S I
Pek. Dinding Partisi - Penggunaan
1 1. Terluka terkena alat pertukangan 1. Pekerja terluka 3 3 9 Sedang 1. Pemakaian APD sesuai Standar 2 2 4 Kecil
doublekalsiboard rangka APD
hollow
2 2. Terkena Paparan cahaya 2. gangguan penglihatan - UU No. 1 Thn 1970 Tentang K3 3 2 6 Sedang 2. Sosialisasi / Tollbox meeting 2 1 2 Kecil
pengelasan
Pek. Penutup kios
doubleteakwood 3. Pemasangan rambu - rambu peringatan di daerah
3. Pekerja terkena alat pemotong besi - UU Nomor 2 Thn 2017 Tentang
3 3. Terluka di daerah mata 3 3 9 yang mudah terlihat 2 2 4 Kecil - Rambu
JasaKonstruksi Sedang
peringatan
Pek. Daun Pintu double 4. Memastikan pekerja terampil dan menguasai
4. Mata pekerja terkena serpihan besi pengoperasian alat terpasang
taekwood - UU No. 22 Thn 2009 Tentang
LaluLintas
4 4. Gangguan pernafasan 3 3 9 Sedang 2 2 4 Kecil
5. Menghirup bau zat kimia dari cat 5. Berkoordinasi dengan pihak terkait
Pek. Pemasangan engsel dan besi - UU No. 11 Thn 2020 Tentang Resiko dapat
kunci pintu taekwood CiptaKerja diterima
6. Paham Metode Kerja
5 5. menyebabkan kebutaan 3 5 15 2 3 6 Sedang - sampah
Besar
7. Pekerja aktif mengumpulkan dan membuang
- PP No. 14 Tahun 2020 sampah material di tempat yang disediakan material diangkut
6. kepala terkena besi keluar dari lokasi
Pek. Rangka plafond
kerja dan
7. Mata terkena cipratan cat dibuang ke
6 6. Mengganggu mobilisasi pekerja dan - Permen SMKK 2 2 4 2 1 2 Kecil tempat
Kecil
publik seharusnya
8. sampah material bertumpuk
Pek. Pengecetan dinding
partisidan pintu double
taekwood
DESKRIPSI PENILAIAN TINGKAT RESIKO PENILAIAN SISA RISIKO
RISIKO
PENGENDALIAN RESIKO AWAL
IDENTIFIKASI BAHAYA RESIK 1. Eliminasi PENGENDALIA KETERANG
NO O PERUNDANGAN ATAU PERSYARATAN KEMUNGKI NILA TINGKAT KEMUNGK KEPARAH NILAI TINGKAT
URAIAN PEKERJAAN N AN I RESIKO I NAN AN RISIKO RISIKO N LANJUTAN AN
1. Pekerja 1. Pekerja KEPARAHA RESIK 2. Subtitusi
N O
2. Peralatan 2. Peralatan 3. Rekayasa Teknik
3. Material 3. Material 4. Administrasi
4. Lingkungan / Publik 4. Lingkungan / Publik (F) (A) (FXA) (TR) 5. APD (F) (A) (F X A) (TR)
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 1
6
VI PEKERJAAN INSTALASI LISTRIK
Pek. Instalasi Lampu, - Penggunaan
1 pemasangan saklar dan bohlam 1. Terkena sayatan pemotong 1. Pekerja terluka - UU No. 1 Thn 1970 Tentang K3 3 2 6 Sedang 1. Pemakaian APD sesuai Standar 2 1 2 Kecil
APD
fitting
- Rambu
- UU Nomor 2 Thn 2017 Tentang Jasa 2. Sosialisasi / Tollbox meeting peringatan
Konstruksi terpasang Resiko
- UU No. 11 Thn 2020 Tentang Cipta Pemasangan rambu - rambu peringatan di daerah dapat
2. Terkena setrum 2. Pekerja Meninggal dunia Kerja 3 5 15 Tinggi 3. yang mudah terlihat 3 3 9 Sedang - sampah diterima
material diangkut
- PP No. 14 Tahun 2020 4. Berkoordinasi dengan pihak terkait keluar dari lokasi
kerja dan
- Permen SMKK 5. Paham Metode Kerja dibuang ke
Pek. Instalasi stop kontak dan Terjadi kebakaran di area Memastikan pekerja terampil dan menguasai tempat
2 pemasangan stop kontak 3. Terjadi arus pendek 3. 3 5 15 Tinggi 6. 3 3 9 Sedang seharusnya
pekerjaan pengoperasian alat
Kepala PelaksKepala Pelaksana
Pekerjaan Konstruksi
-
-
Pelaksana Lapangan
B.2 Rencana Tindakan (Sasaran dan Program)
D Kinerja Pengamanan
- Tidak ada gangguan keamanan yang Petugas Keamanan
mengakibatkan berhentinya Koordinasi dengan pihak terkait
pelaksanaan pekerjaan
B.3. Tabel Sasaran Khusus dan Program Khusus
SASARAN PROGRAM
NO PENGENDALIAN RISIKO URAIAN TOLOK UKUR URAIAN KEGIATAN SUMBER DAYA JADWAL PELAKSANAAN BENTUK MONITORING INDIKATOR PENANGGUNG JAWAB
PENCAPAIAN
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
Pelaksanaan pekerjaan Harian, dari mulai
Lokasi pekerjaan terbebas dari kegiatan pihak Memastikan area lokasi Petugas K3 dan pihak Keamanan untuk pihak
dapat berjalan baik dan persiapan pelaksanaan Pengawasan berkala
1 Pengamanan Lokasi kerja lain selain petugas dan orang berkepentingan di kerja tidak dilalui pihak terkait memastikan area lain dan pekerja bekerja Petugas K3 dan Pihak terkait
lancar serta terbebas dari pekerjaan sampai dilakukan K3
area proyek untuk keamanan semua pihak lain terbebas dari mobilisasi secara maksimal
hal-hal yang tidak dengan berakhirnya
pihak lain
diinginkan proses pekerjaan
Harian, dari mulai
tidak ada petugas / Menyediakan dan Checklist dan
2 Pemakaian APD sesuai Standar APD digunakan sesuai standar / APD Lengkap sesuai persiapan pelaksanaan APD dipakai sesuai Petugas K3
pekerja yang melanggar memastikan APD pengawasan berkala dari
persyaratan standar pekerjaan sampai standar
terpakai dengan baik petugas K3
dengan berakhirnya
proses pekerjaan
Toolbox Meeting Tim Pekerja, Mandor, alat Setiap hari senin selama
3 Sosialisasi / Tollbox meeting Tersosialisasinya keselamatan sebagai nilai Toolbox meeting Jadwal, daftar hadir Dokumentasi dan Foto Petugas K3
dilaksanakan sesuai dan sarana toolbox masa pelaksanaan
kebutuhan setiap pekerja terlaksana secara rutin
pedoman meeting pekerjaan
Dimulai dari persiapan
Membuat dan pelaksanaan pekerjaan
4 Pemasangan rambu - rambu peringatan di daerah yang mudah Pemasangan rambu dilakukan sebelum Rambu terpasang sesuai memasang rambu Gambar & bahan
sampai dengan Checlist Rambu terpasang Petugas K3 dan Pelaksana
terlihat pekerjaan dimulai fungsinya rambu sesuai standar sesuai checklist
peringatan berakhirnya proses
pekerjaan
Dimulai dari persiapan
pelaksanaan pekerjaan
5 Memastikan pekerja terampil dan menguasai pengoperasian alat Pekerja Kompeten mengoperasikan alat sesuai tidak ada masalah saat memastikan Prosedur Operasi sampai dengan
Laporan Inspeksi harian Penggunaan alat dengan Petugas K3, mandor
prosedur penggunaan alat kompetensi pekerja aman
berakhirnya proses
pekerjaan
melakukan koordinasi Nomor kontak, Daftar Alamat. ada konfirmasi atau
6 Berkoordinasi dengan pihak terkait Pihak - pihak terkait dapat terkoordinasi tidak ada hambatan Sesuai Time Schedule Petugas Nara Hubung / Humas
dengan pihak - pihak narahubung & surat Loogbook, sistem rekaman bukti
dengan baik koordinasi
terkait izin komunikasi persetujuan
Harian, dari mulai
Semua tahapan pekerja Menetapkan metode kerja Dokumen kontrak, Dok. Daftar simak, dan Pelaksana memahami dan
Metode kerja dapat dilaksanakan sesuai persiapan pelaksanaan
7 Paham Metode Kerja selesai tanpa sesuai dengan standar Prosedur kerja Manual memastikan prosedur melaksanakan sesuai Pelaksana Lapangan, Petugas K3
dengan tahapan pekerjaan pekerjaan sampai
kecelakaan SMKK kerja terpenuhi metode kerja dan SOP
dengan berakhirnya
proses pekerjaan
-
Pelaksana Lapangan
[Link] dan Peraturan Perundang-undangan
Merk Kepemilikan
No Jenis dan Tipe Lokasi Kapasitas Jumlah /status
1 Helm Safety Bh 5 Rp 50.000 Rp 250.000 Pelindung Kepala dari Benturan Beda Tajam dan Keras
2 Masker Safety Pcs 100 Rp 2.000 Rp 200.000 Melindungi hidung dari Debu dll.
3 Kacamata Safety Bh 5 Rp 100.000 Rp 500.000 Melindungi Mata dari Debu dan Silau Matahari dll.
4 Sarung Tangan Pcs 5 Rp 10.000 Rp 50.000 Melindungi Tangan dari Iritasi Kulit
5 Rompi Pengenal Pcs 5 Rp 80.000 Rp 400.000 Sebagai Pengenal sebagai Pekerja Proyek
7 Safety Belt Bh 1 Rp 100.000 Rp 100.000 Melindungi diri agar tidak mudah jatuh dari ketinggian
8 Kotak P3K Unit 1 Rp 500.000 Rp 500.000 Perlengkapan Obat-obatan
9 Tabung Pemadam Kebakaran Unit 4 Rp 750.000 Rp 3.000.000 Perlengkapan Pemdam Kebakaran
Identifikasi Bahaya
Urutan Langkah Pekerjaan Pengendalian Penanggung Jawab
Pekerja Peralatan Material Lingkungan / Keselamatan Publik
1. Pekerjaan Pembongkaran Plafond - Terluka / Tergores besi - - Hasil Bongkaran Menumpuk tidak - Periksa semua perlengkapan keselamatan sesuai standar dan pekerja
dibuang ditempat semestinya menggunakan APD
- Pekerja terkena runtuh
material
2. Pembongkaran Instalasi Listrik pada - Pekerja tersetrum - Pasang rambu peringatan di sekitar area pekerjaan
rangka atap
Pengawas Pekerja
3. Pembongkaran dinding partisi - Tangan terkena palu - Menyusun Schafolding dengan kokoh
- Mengatur jarak antar pekerja
- Memberikan rambu - rambu peringatan ditempat yang
mudah terlihat
-
Pekerja aktif mengumpulkan dan membuang hasil bongkaran
di tempat sementinya
Alat pelindung diri yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan: PEMASANGAN PLAFOND GYPSUM
√ Helm/Safety Helmet √ Rompi Keselamatan/Safety Vest Pelindung di Pelindung Wajah/Face Shield lain-lain / Others …………….
√ Sepatu/Safety Shoes √ ketinggian/Full Body Harness Kacamata Penutup Telinga/Ear Mufs lain-lain / Others …………….
√ Sarung Tangan/Safety Gloves Masker √ Pengaman/Safety Glasses Baju kerja Penyumbat Telinga/Ear Plug lain-
√ Pernafasan/Respiratory Las/Appron lain / Others …………….
Identifikasi Bahaya
Urutan Langkah Pekerjaan Pengendalian Penanggung Jawab
Pekerja Peralatan Material Lingkungan / Keselamatan Publik
1. Pekerjaan Rangka Hollo
- Tangan/kaki tergores - Alat pertukangan terjatuh dan - Sampah Material menumpul tidak - Periksa semua perlengkapan keselamatan sesuai standar dan pekerja
- Luka akibat alat pertukangan menimpa pekerja dibuang di tempat semestinya menggunakan APD
2. Pekerjaan Pasang Dinding Gypsum - mengganggu kenyamanan publik - APD yang digunakan sesuai standar
Cidera ringan, menengah, berat
- Tergelincir / Terjatuh dari - memberikan rambu peringatan tanda bahaya
ketinggian - Fokus dalam melaksanakan pekerjaan
- Tertusuk Besi / Tertimpa
Material - memberikan rambu peringatan tanda bahaya
Pengawas Pekerja
- Tertimpa material canopy - Schafolding terpasang dengan baik dan kokoh
Alat pelindung diri yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan: PEMASANGAN DINDING GYPSUM
√ Helm/Safety Helmet √ Rompi Keselamatan/Safety Vest Pelindung di Pelindung Wajah/Face Shield lain-lain / Others …………….
√ Sepatu/Safety Shoes √ ketinggian/Full Body Harness Kacamata Penutup Telinga/Ear Mufs lain-lain / Others …………….
√ Sarung Tangan/Safety Gloves Masker Pengaman/Safety Glasses Baju kerja Penyumbat Telinga/Ear Plug lain-
√ Pernafasan/Respiratory Las/Appron lain / Others …………….
Identifikasi Bahaya
Urutan Langkah Pekerjaan Pengendalian Penanggung Jawab
Pekerja Peralatan Material Lingkungan / Keselamatan Publik
1. Pek. Dinding Partisi Double
kalsiboard rangka hollow - Tangan/kaki tergores - Alat pertukangan terjatuh dan - - Periksa semua perlengkapan keselamatan sesuai standar dan pekerja
Sampah Material menumpul tidak
2. Pek. Penutup kios double plat - Luka akibat alat pertukangan menimpa pekerja menggunakan APD
dibuang di tempat semestinya,
galvanis - - APD yang digunakan sesuai standar
Cidera ringan, menengah, berat menggangu kenyamanan publik
3. Pek. Daun Pintu double taekwood
- Tergelincir / Terjatuh dari - memberikan rambu peringatan tanda bahaya
4. Pek. Pemasangan engsel dan kunci ketinggian - Fokus dalam melaksanakan pekerjaan Pengawas Pekerja
pintu teakwood - Tertusuk Besi / Tertimpa
5. Pek. Rangka Plafon Material - Pekerjaan dilakukan oleh tenaga berpengalaman
6. Pek. Pengecetan dinding partisi dan - Schafolding terpasang dengan baik dan kokoh
pintu double taekwood - Pekerja aktif mengumpulkan dan membuang hasil
bongkaran di tempat sementinya
Alat pelindung diri yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan: PEKERJAAN INSTALASI LISTRIK
√ Helm/Safety Helmet √ Rompi Keselamatan/Safety Vest Pelindung di Pelindung Wajah/Face Shield lain-lain / Others …………….
√ Sepatu/Safety Shoes √ ketinggian/Full Body Harness Kacamata Penutup Telinga/Ear Mufs lain-lain / Others …………….
√ Sarung Tangan/Safety Gloves Masker Pengaman/Safety Glasses Baju kerja Penyumbat Telinga/Ear Plug lain-
√ Pernafasan/Respiratory Las/Appron lain / Others …………….
Identifikasi
Urutan Langkah Pekerjaan Bahaya Pengendalia Penanggung Jawab
Pekerj Peralata Materi Lingkungan / Keselamatan n
a n al Publik
1. Pek. Instalasi lampu, Tangan/kaki tergores - Alat pertukangan - Sampah Material - Pemeriksaan/validasi alat
pemasangan saklar dan Cidera ringan terjatuh dan menimpa menumpul tidak - Periksa semua perlengkapan keselamatan sesuai
bohlam lampu + fitting pekerja dibuang di tempat standar dan pekerja menggunakan APD
Terjatuh dari ketinggian semestinya, menggangu
2. Pek. Instalasi Stop kontak Luka akibat alat - Menyusun scaffolding dengan kokoh Pengawas Pekerja
dan pemasangan stop pertukangan
kontak Cidera ringan, menengah, - Memastikan aliran listrik telah terputus
berat
Tersengat Listrik - Pemeriksaan / validasi material mekanikal elektrikal
Tertusuk Besi
Disahkan Oleh Ditinjau Ulang Oleh Pelaksana Terkait Penyedia Jasa
Pengguna Jasa Petugas K3 Konstruksi -
-
-
- - - -
-
D.2.2 Pengelolaan Keamanan Lingkungan Kerja
Melakukan kegiatan mendukung keandalan bangunan serta mendukung terciptanya tempat, suasana, kegiatan, dan aset kerja yang aman
dari gangguan huru-hara dan anarkisme, tindak kriminal, termasuk tindak terorisme di dalam pelaksanaan pekerjaan
konstruksi melalui cara:
a. Pengelolaan Pendukung Keandalan Bangunan
➢ Mutu bahan
Material/bahan yang akan digunakan pada Pelaksanaan Pekerjaan Konstruksi harus melalui tahapan inspeksi yang dilakukan
oleh Petugas yang berwenang dan mendapat persetujuan oleh Pengawas Pekerjaan.
➢ Metode pekerjaan konstruksi
- Memuat prosedur dan/atau petunjuk kerja sesuai dengan tahapan pekerjaan konstruksi yang ditandatangani oleh
Penanggung Jawab Teknik
- Memuat Analisis Keselamatan Pekerjaan (AKP/JSA) yang ditandatangani oleh Ahli Teknik terkait dan Penanggung
Jawab Keselamatan Konstruksi.
➢ Izin kerja (Permit to Work/PTW)
- Memuat prosedur dan/atau petunjuk kerja sistem permohonan izin kerja/PTW berdasarkan persyaratan Keselamatan
Konstruksi sesuai dengan tahapan Pekerjaan Konstruksi yang ditandatangani oleh Penanggung Jawab
Keselamatan Konstruksi dan Kepala Pelaksana Pekerjaan Konstruksi. Izin kerja harus dilengkapi dengan
dokumen sebagai berikut:
• Analisis keselamatan pekerjaan (AKP) /Construction Safety Analysis (CSA) yang ditandatangani oleh Ahli Teknik
terkait dan Penanggung Jawab Keselamatan Konstruksi.
• Prosedur dan/atau petunjuk kerja sistem keamanan bekerja berdasarkan persyaratan Keselamatan Konstruksi
sesuai lingkup pekerjaan dalam tahapan pekerjaan yang ditandatangani oleh Penanggung Jawab Teknik.
• Lembar periksa yang telah ditandatangani oleh petugas yang berwenang sesuai hasil inspeksi yang telah
dilakukan.
-
Memuat formulir izin kerja yang sekurang-kurangnya terdiri dari 3 lembar rangkap untuk didokumentasikan
oleh masing-masing unit terkait. Lembar asli (pertama) disimpan sebagai bagian dari informasi terdokumentasi oleh
Pengguna Jasa, lembar kedua disimpan oleh Penyedia Jasa, lembar ketiga disimpan oleh Pengawas Pekerjaan.
Formulir izin kerja dibagi sesuai dengan lingkup pekerjaan dalam tahapan Pekerjaan Konstruksi yang ditandatangani
oleh Unit Keselamatan Konstruksi diantaranya adalah sebagai berikut:
• pekerjaan panas (hot work) yaitu seluruh pekerjaan yang berpotensi menghasilkan sumber api;
• pekerjaan galian (excavation) yaitu untuk pekerjaan galian yang akan dilakukan;
• pekerjaan pengangkatan (lifting) yaitu untuk pekerjaan yang menggunakan alat angkat;
• pekerjaan di ruang terbatas (confined space) yaitu untuk pekerjaan di dalam ruangan yang mungkin ventilasinya
secara alami kurang, mengandung gas mudah terbakar dan/atau mengandung gas beracun;
• pekerjaan di malam hari (working at night) yaitu jika terdapat pekerjaan yang dilakukan melebihi jam kerja normal;
• pekerjaan di ketinggian;
• pekerjaan menggunakan perancah;
• pekerjaan dengan menggunakan radiography (x-ray);
• pekerjaan bertegangan listrik (electrical work); dan/atau
• pekerjaan penggalian atau kedalaman (excavation work).
b. Pengelolaan Pendukung Keandalan Bangunan
➢ Pengamanan Lingkungan Kerja
- Prosedur dan/atau petunjuk kerja pengamanan lingkungan
Memuat prosedur dan/atau petunjuk kerja pengamanan lingkungan yang ditandatangani oleh Ahli Teknik terkait dan
Kepala Pelaksana Pekerjaan Konstruksi/Wakil Manajemen yang sekurang-kurangnya mencakup:
• Petugas keamanan dengan jumlah sesuai dengan kebutuhan pada pengendalian risiko keamanan.
• CCTV yang digunakan untuk pekerjaan dengan tingkat risiko besar. CCTV ditempatkan pada lokasi yang telah
teridentifikasi memilki risiko bahaya besar dan berpotensi terhadap tindakan kriminal.
• Pagar pengaman yang digunakan pada lokasi yang berbatasan langsung dengan masyarakat sekitar dan
berpotensi terjadinya kecelakaan.
• Tanda pengenal (ID Card) yang digunakan untuk seluruh pekerja, tamu, pemasok, dan pihak-pihak terkait pada
pelaksanaan pekerjaan yang masuk ke dalam area pekerjaan konstruksi.
➢ Manajemen keselamatan lalu lintas (Traffic Management)
Memuat prosedur dan/atau petunjuk kerja dalam melakukan manajemen keselamatan lalu lintas (traffic management)
pada lokasi pekerjaan yang berdampak pada kelancaran lalu lintas pengguna jalan yang ditandatangani oleh
Penanggung Jawab Keselamatan Konstruksi dan Kepala Pelaksana Pekerjaan Konstruksi.
➢ Izin Keluar/Masuk Barang
- Memuat prosedur dan/atau petunjuk kerja sistem permohonan izin keluar/masuk barang yang ditandatangani oleh
Ahli Teknik terkait dan Kepala Pelaksana Pekerjaan Konstruksi/Wakil Manajemen.
- Memuat formulir izin keluar/masuk barang yang ditandatangani oleh Penanggung Jawab Keselamatan Konstruksi
dan Kepala Pelaksana Pekerjaan Konstruksi
• HIV/AIDS dengan melakukan tindakan pencegahan melalui sosialisasi sesuai peraturan yang ada.
• Penyakit epidemik lainnya.
- Peningkatan kesegaran jasmani untuk menjamin kebugaran pekerja.
- Perlindungan sosial tenaga kerja
Seluruh pekerja memiliki BPJS Ketenagakerjaan dan Kesehatan;
Checklist keselamatan (diisi oleh Petugas Keselamatan Konstruksi dan/atau Ahli K3 Konstruksi