0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
6 tayangan3 halaman

Harapan Laki-Laki dalam Gereja

Dokumen ini membahas tantangan yang dihadapi laki-laki dalam menunjukkan harapan dan mengatasi perasaan putus asa, serta pentingnya mengandalkan Tuhan dalam kehidupan pribadi dan jemaat. Laki-laki sering menyembunyikan kesedihan dan merasa tertekan, namun dapat menumbuhkan pengharapan melalui partisipasi aktif dalam komunitas dan doa. Selain itu, harapan harus disesuaikan dengan kehendak Tuhan, yang mengetahui kebutuhan kita lebih baik daripada keinginan kita.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
6 tayangan3 halaman

Harapan Laki-Laki dalam Gereja

Dokumen ini membahas tantangan yang dihadapi laki-laki dalam menunjukkan harapan dan mengatasi perasaan putus asa, serta pentingnya mengandalkan Tuhan dalam kehidupan pribadi dan jemaat. Laki-laki sering menyembunyikan kesedihan dan merasa tertekan, namun dapat menumbuhkan pengharapan melalui partisipasi aktif dalam komunitas dan doa. Selain itu, harapan harus disesuaikan dengan kehendak Tuhan, yang mengetahui kebutuhan kita lebih baik daripada keinginan kita.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

DISKUSI WADAH PEL.

LAKI-LAKI

PERTANYAAN

1. Dalam hal apakah laki-laki Gereja sering sadar atau tidak memperlihatkan sikap hidup tanpa
harapan? Utarakan pendapat dan diskusikanlah
2. Bagaimana caranya laki-laki menumbuhkembangkan pengharapan dalam kehidupan pribadi
dan jemaat? Kemukakalah contoh-contoh konkret yang seharusya dapat dilakukan.

JAWABAN

1. Laki-laki sering merasa bahwa ia adalah orang yang dominan, punya kekuatan, merasa serba
bisa bahkan harus terus merasa perkasa. Namun laki-laki sering sadar atau tidak
memperlihatkan sikap hidup tanpa harapan...
- Kesedihan dirasa dan ditelan sendiri
- Tidak mempedulikan masalah yang dihadapi
- Tetapi ada juga yang merasa hilang harapan, putus asa bahkan galau

Laki-laki sering menutupi semua perasaan yang dirasakannya. Ia tidak mau menunjukan
kelemahannya, tidak mau menunjukan kesedihan bahkan tetap memaksa dirinya kuat dan
teguh dalam menghadapi setiap masalah. Memang di satu sisi ini hal yang baik karena itu
berkaitan dengan tanggungjawab seorang laki-laki sebagai sosok pelindung. Tapi di lain sisi,
hal tersebut terkadang membuat hati kalut, hilang harapan dan menjadi konsumsi sendiri. Ini
kembali ke diri laki-laki tersebut, jika kuat akan dihadapi dengan tenang terus. Namun jika
kadar iman kita goyang, maka hilang harapan itu bisa membuat laki-laki tersebut hilang
kontrol, marah bahkan bisa berdampak terhadap hal yang merugikan diri dan juga orang lain.
Bukan hal asing ketika seorang laki-laki putus asa dan hilang pegangan hidupnya kemudian
lari kepada minuman keras, balap liar, bahkan hal ekstrim lainnya yang merugikan diri dan
orang lain (pukul orang,).

2. Tumbuh kembangkan pengharapan dalam kehidupan pribadi dan jemaat

Bagi seorang laki-laki Gereja harus mengandalkan Tuhan dalam seluruh kehidupan kita yang
bisa diaplikasikan dalam kebersamaan hidup sebagai jemaat. Dalam posisi ini, iman, jiwa kita
yang kuat untuk terus mengandalkan Tuhan harus menjadi dasar untuk berpijak dengan
seluruh kekuatan yang kita miliki. Sehingga kekuatan itu kita manage dalam kasih dan
penyertaan Tuhan sehingga kita tidak over kontrol namun tetap meminta penyertaan Tuhan
dalam hidup kita. Selain itu juga, mengandalkan Tuhan dalam iman kita memberi dampak
positif untuk menghadapi masalah yang berat, kita menghadapinya dengan tenang karena
kita terus mengandalkan Tuhan yang lebih besar daripada masalah yang kita hadapi. Dengan
mendekatkan diri kepada Tuhan juga kita bisa mengontrol emosi kita agar tidak over kontrol.

- Ikut berpartisipasi aktif dalam setiap kegiatan bersama, kerja bakti, dll. Supaya waktu kita
tersita untuk hal-hal yang positif
- Bersosialisasi dengan orang lain
- Mengambil tanggungjawab dalam tugas panggilan sebagai pengurus jika diminta,
kepanitiaan, itu menunjukan cara kita memberi diri terjun dalam tugas dan
tanggungjawab bersama
- Berbagi dengan sesama dan orang lain
- Rajin berdoa, bekerja dan berusaha
HARI ULANG TAHUN

- AMSAL
- 3 : 1-2, 3 : 5-6, 3:16, 4:10, 9:11, 10:27, 11:19, 16:20
- MAZMUR
16:11, 20:4, 22:11, 23:6, 37:4, 62:8, 65:12, 66:20, 71:6-8, 90:12, 91:11, 91:16, 92:13-15,
107:1, 118:24, 133:3, 139:14, 145:17, 147:11
- KELUARAN 20:12
- BILANGAN 6:24:26
- YOSUA 1:9
- PENGKHOTBAH 3:11
- YEREMIA 17:7, 29:11
- RATAPAN 3:22-23
- ZEFANYA 3:17
- ULANGAN 5:33, 28:8
- YESAYA 46:4
- 2 SAMUEL 7:29

PB :

- YOHANES 3:16, 14:26, 15:7, 16:21


- 3 YOHANES 1: 2
- EFESUS 1: 14, 2:10
- YAKOBUS 1:7, 1:18, 4:8
- MATIUS 5:8, 6:33
- ROMA 5:5, 15:13
- GALATIA 6:9
- 1 KORINTUS 1:4, 11:12,
- 2 KORINTUS 4:16, 9:15
- 1 TESALONIKA 5:16-19
- FILIPI 1:2, 1:3, 1:4, 1:6
-

MAZMUR 20 : 4 ”KIRANYA DIBERIKANNYA KEPADAMU APA YANG KAU KEHENDAKI DAN


DIJADIKANNYA BERHASIL APA YANG KAU RANCANGKAN

Pertambahan usia hidup kita adalah hak dan otoritas Tuhan, karena itu kita patut bersyukur kepada
Sang Pemberi Otoritas itu bahwa kasih dan penyertan-Nya saja kita bisa menjalani hidup dengan
segala baik hingga memasuki usia yang baru ini. Kita menyadari sungguh bahwa menjalani akan hari-
hari hidup ini, banyak sekali harapan, doa, impian bahkan rancangan yang sudah kita tetapkan dan
kita inginkan menjadi resolusi di tahun-tahun hidup kita. Namun terkadang justru kita diperhadapkan
dengan berbagai tantangan dan masalah yang membuat kita bimbang. Kita merasa bahwa segala
sesuatu yang terjadi keluar dari apa yang kita rancangkan, di luar dari apa yang kita harapkan. Namun
di lain sisi, hal tersebut harus kita maknai dengan benar. Bahwa berbagai impian dan keinginan kita
diatur oleh Dia yang memberi otoritas hidup bagi kita, kita harus menyadari bahwa impian kita
tersebut harus dimaknai dengan berharap pada kasih Tuhan.

Menaruh harapan pada Tuhan itu berarti menyerahkan segala sesuatu dalam tangan kasih Tuhan
sehingga Tuhan saja yang akan menyediakan harapan itu dalam hidup kita sesuai kehendak-Nya
bukan sesuai kehendak kita. Ketika segala sesuatu berjalan tidak sesuai dengan rencana kita, jangan
lalu membuat kita kecawa, putus asa dan hilang harapan. Kita harus terus meyakini apa yang kita
doakan kepada Tuhan Sumber Pengharapan itu. Keyakinan iman yang harus kita pegang adalah
bahwa rancangan yang Tuhan buat bukan rancangan kecelakaan tetapi itu adalah rancangan damai
sejahtera (Yeremia 29:11). Atas keyakinan itulah kita akan mengerti bahwa yang kita harapkan harus
disesuaikan dengan kehendak Allah dalam hidup kita. Kita tidak tahu tentang masa depan kita, tetapi
Tuhan sangat mengetahui hal tersebut. Sehingga Ia memahami yang kita butuhkan bukan yang kita
inginkan. Karena itu Ia akan menyediakan sesuai waktu yang kita butuhkan, tepat waktu, tepat situasi
bahkan diluar ekspektasi kita sebagai manusia. Yakinlah sungguh bahwa yang Tuhan buat itu indah
pada waktunya dan menjawab kebutuhan kita. Selamat ulang tahun. AMIN

Anda mungkin juga menyukai