0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
9 tayangan20 halaman

Rangkaian Star-Delta untuk Motor 132 kW

Dokumen ini merupakan rancangan lab desain untuk rangkaian daya dan kontrol motor star-delta, yang digunakan untuk motor berkapasitas besar di PT Meganusa Transmission. Tujuannya adalah untuk mengurangi lonjakan arus saat starting motor dan meningkatkan pemahaman mahasiswa tentang sistem penggerak motor listrik. Selain itu, dokumen ini menjelaskan komponen-komponen penting dalam rangkaian, termasuk MCB, kontaktor, dan timer, serta cara kerja dan penyambungan terminal motor.

Diunggah oleh

reihantriyanto2006
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
9 tayangan20 halaman

Rangkaian Star-Delta untuk Motor 132 kW

Dokumen ini merupakan rancangan lab desain untuk rangkaian daya dan kontrol motor star-delta, yang digunakan untuk motor berkapasitas besar di PT Meganusa Transmission. Tujuannya adalah untuk mengurangi lonjakan arus saat starting motor dan meningkatkan pemahaman mahasiswa tentang sistem penggerak motor listrik. Selain itu, dokumen ini menjelaskan komponen-komponen penting dalam rangkaian, termasuk MCB, kontaktor, dan timer, serta cara kerja dan penyambungan terminal motor.

Diunggah oleh

reihantriyanto2006
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

RANCANGAN LAB DESAIN

RANGKAIAN DAYA DAN RANGKAIAN KONTROL STARTING


MOTOR STAR – DELTA

Untuk Memenuhi Tugas dari Mata Kuliah


Laboratorium Desain Instalasi I

Semester I

Oleh :

Reihan Triyanto
NIM. 243101020020

PROGRAM STUDI TEKNIK LISTRIK DAN SISTEM KELISTRIKAN

JURUSAN TEKNIK ELEKTRO


POLITEKNIK NEGERI MALANG

2024
DAFTAR ISI

ii
DAFTAR GAMBAR

iii
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang

PT Meganusa Transmission adalah perusahaan yang bergerak di bidang


penyediaan alat-alat pertambangan, khususnya untuk sektor pertambangan batubara.
Perusahaan ini berkomitmen untuk memberikan solusi teknis yang berkualitas dan
efisien guna mendukung kelancaran operasi pertambangan batubara di Indonesia.
Salah satu produk unggulan yang ditawarkan adalah "Crusher," alat yang digunakan
untuk menghancurkan batuan batubara menjadi ukuran yang lebih kecil, yang
kemudian dapat diproses lebih lanjut dalam tahap produksi.

Sebagai bagian dari solusi lengkap yang diberikan kepada industri


pertambangan, PT Meganusa Transmission menyediakan sistem penggerak yang
handal untuk berbagai peralatan tambang. Untuk mendukung kinerja optimal, PT
Meganusa Transmission menggunakan motor dengan kapasitas 132 kW sebagai
penggerak utama untuk conveyor yang mendukung operasional Crusher.

Conveyor ini berfungsi untuk mengangkut material yang telah dihancurkan


menuju tahap selanjutnya, dengan keandalan dan efisiensi yang tinggi. Dengan
menggunakan motor berkapasitas besar, perusahaan memastikan bahwa alur
transportasi material berjalan lancar tanpa gangguan, meningkatkan produktivitas
serta mengurangi waktu henti dalam proses pertambangan.

1.2. Rumusan Masalah

Pada kondisi lapangan seperti di PT Meganusa Transmission, banyak


menggunakan motor motor diatas 5,5 kW, yang mana motor 5,5 kW keatas tidak bisa
lagi menggunakan rangkaian DOL, dikarenakan rangkaian DOL itu sendiri
dikhususkan untuk motor kecil dibawah 5kW. Maka dari itu dikarenakan motor
memiliki daya yang besar yaitu 132 kW, maka arus starting motor itu akan besar (4-
7x I nominal), yang mana jika menggunakan rangkaian DOL biasa, maka MCB akan
trip dikarenakan lonjakan arus starting yang begitu besar. Oleh karena itu fungsi
rangkaian star delta adalah untuk mengurangi lonjakan arus pada saat motor starting,
dimana rangkaian bekerja star untuk starting awal motor, dan berganti ke delta.

1.3. Tujuan
1.3.1. Adapun Tujuan Praktek Rangkaian Star-Delta Adalah
1. Mahasiswa Dapat Meningkatkan Pemahaman Sistem Penggerak Motor
Listrik
2. Mahasiswa Bisa Mengetahui Kenapa Star-Delta Dipakai Pada Motor
Berkapasitas Besar
3. Penerapan Teori dalam Praktek
4. Agar Mahasiswa Dapat Merakit Rangkaian Star-Delta baik Rangkaian
kontrol Maupun Daya
5. Mahasiswa Dapat Menjelaskan Cara Kerja Dari Rangkaian Star-Delta

1
BAB II
DASAR TEORI
1.4. Star Delta
Hubungan belitan Star-Delta pada pengasutan motor induksi 3 fasa
berpengaruh terhadap besarnya arus listrik yang ditarik oleh motor induksi tersebut
saat diasut atau di-starting. Besar arus listrik yang ditarik ini akan menentukan
seberapa besar penurunan tegangan yang terjadi pada sistem serta seberapa besar
torsi starting pada motor saat diasut.

Karena penggunaan arus mula yang lumayan besar ini, maka diperlukanlah
hubungan bintang (star) untuk meminimalisir arus. Setelah motor berputar dan arus
sudah mulai turun, barulah dipindahkan menjadi hubungan segitiga (delta) sehingga
motor tersebut mendapatkan nilai tegangan secara penuh.
1.5. Komponen
1.5.1. MCB
Miniature Circuit Breaker adalah sebuah perangkat elektromekanikal yang
berfungsi sebagai pelindung rangkaian listrik dari hubung singkat dan arus yang
berlebihan. Dengan kata lain, MCB dapat memutuskan arus listrik secara otomatis
ketika arus listrik yang melewati MCB tesebut melebihi nilai yang ditentukan.
Namun saat arus dalam kondisi normal, MCB dapat berfungsi sebagai saklar yang
bisa menghubungkan atau memutuskan arus listrik secara manual

1.5.2. MCB TIPE C


MCB Tipe C adalah tipe MCB yang akan trip jika arus beban lebih besar
5 sampai 10 kali dari arus maksimum yang tertulis pada MCB (arus nominal
MCB). MCB Tipe C ini biasanya digunakan pada Industri yang memerlukan arus
yang lebih tinggi seperti pada lampu penerangan gedung dan motor-motor kecil.

Gambar I. MCB tipe C

1.5.3. MCB Tipe D


MCB Tipe D adalah tipe MCB yang akan trip jika arus beban lebih besar
dari 10 hingga 25 kali dari arus maksimum yang tertulis pada MCB (arus
nominal MCB). MCB Tipe D ini biasanya digunakan pada peralatan listrik yang
menghasilkan lonjakan arus tinggi seperti Mesin Las, Motor-motor Besar dan
Mesin-mesin produksi lainnya. Arus Nominal MCB yang umum adalah 6A,
10A, 13A, 16A, 20A, 25A, 32A, 40A, 50A, 63A, 80A, 100A dan 125A.

Gambar II. MCB Tipe D

2
1.5.4. Kontaktor
Kontaktor magnet atau sakelar magnet adalah sakelar yang bekerja
berdasarkan kemagnetan, artinya saklar ini dapat bekerja apabila ada gaya
kemagnetan. Magnet berfungsi sebagai penarik dan pelepas kontak kontak.

Gambar III. Kontaktor

1.5.5. Thermal Overload Relay


Alat pengaman yang digunakan bila pada motor terjadi beban lebih
disebut Thermal Over Load Relay (TOR/TOL) biasanya digandengkan dengan
kontaktor, dipasaran ada juga pengaman beban lebih yang terintegrasi pada Motor
Circuit Breaker. Relay ini biasanya dihubungkan pada kontaktor ke kontak utama
2, 4, dan 6 sebelum dihubungkan ke beban (motor). Gunanya untuk memberikan
perlindungan terhadap motor dari kerusakan akibat beban lebih. Beberapa
penyebab terjadinya beban lebih adalah :
1. Terlalu besarnya beban mekanik pada motor.
2. Arus start yang terlalu besar atau motor berhenti secara mendadak.
3. Terbukanya salah satu fasa dari motor 3 fasa.

Gambar IV. Thermal Overload Relay

1.5.6. Timer Delay Relay


TDR (Time Delay Relay) sering disebut juga relay timer atau relay
penunda batas waktu banyak digunakan dalam instalasi motor terutama
instalasi yang membutuhkan pengaturan waktu secara otomatis. Fungsi
dari peralatan kontrol ini adalah sebagai pengatur waktu bagi peralatan
yang dikendalikannya. Timer ini dimaksudkan untuk mengatur waktu
hidup atau mati dari kontaktor atau untuk merubah sistem bintang ke
segitiga dalam delay waktu tertentu. Timer dapat dibedakan dari cara
3
kerjanya yaitu timer yang bekerja menggunakan induksi motor dan
menggunakan rangkaian elektronik. Timer yang bekerja dengan prinsip
induksi motor akan bekerja bila motor mendapat tegangan AC sehingga
memutar gigi mekanis dan menarik serta menutup kontak secara mekanis
dalam jangka waktu tertentu. Sedangkan relay yang menggunakan prinsip
elektronik, terdiri dari rangkaian R dan C yang dihubungkan seri atau
paralel. Bila tegangan sinyal telah mengisi penuh kapasitor, maka relay
akan terhubung. Lamanya waktu tunda diatur berdasarkan besarnya
pengisian kapasitor. Bagian input timer biasanya dinyatakan sebagai
kumparan (Coil) dan bagian outputnya sebagai kontak NO atau NC.
Kumparan pada timer akan bekerja selama mendapat sumber arus.
Apabila telah mencapai batas waktu yang diinginkan maka secara
otomatis timer akan mengunci danmembuat kontak NO menjadi menutup
dan NC menjadi terbuka.

Gambar V. Timer Delay Relay

1.5.7. Pneumatic Timer Relay


Pneumatic Timer Relay adalah Suatu alat yang biasa disebut
dengan Timer Mekanik, dan alat ini juga berfungsi untuk
Menghubungkan atau memutuskan Rangkaian Listrik berdasarkan waktu,
Namun perbedaanya dengan Electric Timer Relay adalah Prinsip kerja
alat ini menggunakan udara (Vakum) untuk Waktu penundaan, dan Alat
ini harus dipasang melekat pada sebuah Magnetic contactor karena
membutuhkan tekanan dorong/tarik dari Magnetic contactor tersebut agar
Timer dapat bekerja. Sedangkan dari Fungsinya, Timer Relay terbagi
menjadi 2 jenis Timer, yakni:
1. ON DELAY TIMER
2. OFF DELAY TIMER
ON DELAY TIMER
Timer-On Delay merupakan Jenis Timer yang akan bekerja
menghitung Waktu settingan dimulai dalam waktu sehabis Power ke
Timer dialirkan (On), menggunakan istilah lain Timer ini berfungsi
menjadi Pengaturan Waktu tunda sehabis power terhubung (On). Prinsip
kerja On Delay Timer Saat Timer dialiri tegangan, Maka Timer sudah
mulai menghitung ketika tunda, sinkron menggunakan settingan, Namun
Relay yg terdapat dalam Timer belum bekerja, Untuk Relay NO masih
dalam keadaan terputus, dan NC masih dalam keadaan terhubung. Lalu
pada waktu Waktu yang disetting dalam timer tadi Tercapai, maka Relay
yg terdapat pada Timer akan bekerja, Relay NO akan terhubung, dan
Relay NC akan terputus. Timer On Delay adalah relay yang operasi
kontaknya dikendalikan oleh setting waktu dan setting waktu tersebut
akan mulai menghitung selama coil relay mendapatkan tegangan.
4
OFF DELAY TIMER
Timer-Off Delay merupakan Jenis Timer yg akan bekerja
menghitung Waktu settingan dimulai dalam saat sehabis Power ke
Timer tersebut terputus (Off), dengan istilah lainTimer ini berfungsi
sebagai Pengaturan Waktu tunda selesainya power ke Timer terputus
(Off). Prinsip kerja Off Delay Timer Saat Timer dialiri tegangan, maka
Relay yg ada pada Timer akan eksklusif bekerja, Untuk Relay NO akan
terhubung dan NC akan Terputus, Lalu dalam ketika Tegangan yang ke
Timer tersebut diputus (pada-OFF kan), maka settingan saat pada Timer
akan mulai berjalan, dan pada waktu saat tercapai, maka Relay NO akan
kembali terputus dan NC balik terhubung.

Gambar VI. Pneumatik Timer

5
BAB III
PEMBAHASAN
1.6. Sambungan Kumparan Motor

Gambar VII. Sambungan kumparan

• Sambungan Star memiliki arus yang lebih kecil dibandingkan sambungan Delta,
yang mana sambungan star biasanya digunakan untuk starting motor
berkapasitas besar.

• Sambungan Delta, Memiliki arus yang lebih besar daripada sambungan Star,
yang mana arus starting pada delta akan besar sekali (5-7x I nominal), jadi jika
motor memiliki kapasitas yang besar dan akan disambung menggunakan
sambungan Delta, maka menggunakan rangkaian star delta, dimana sambungan
star berfungsi untuk mengurangi lonjakan arus pada saat starting.

1.7. Penyambungan Terminal Motor


• Pada sambungan Delta, kumparan U1 dan W2 akan mendapatkan fasa dari R,
kumparan V1 dan U2 akan mendapat fasa dari S, dan untuk kumparan W1 dan
V2 akan mendapat fasa dari T, (yang mana untuk sambungan delta, setiap
kumparan tidak boleh mendapat fasa yang sama)

• Pada sambungan Star, 3 kumparan U2, V2, W2 akan dikopel, dan U1 mendapat
fasa R, V1 mendapat fasa S, W1 mendapat fasa dari T.

Gambar VIII. Sambungan terminal motor

6
1.8. Penggantian sambungan terminal Motor dengan kontaktor

Gambar IX. Sambungan terminal motor dengan kontaktor

• KY : Pada kontak utama kontaktor, input (L1) akan mendapat U1 dari motor
dan mendapat Tegangan dari fasa dari R , input (L2) akan mendapat V1 dari
motor dan mendapat Tegangan dari fasa dari S, input (L3) akan mendapat W1
dari motor dan mendapat Tegangan dari fasa dari T. Sedangkan output pada
kontaktor (T1) (T2) (T3) akan dikopel.

• KD : Pada kontak utama kontaktor, input (L1) akan mendapat U1 dari motor
dan mendapat Tegangan dari fasa dari R , input (L2) akan mendapat V1 dari
motor dan mendapat Tegangan dari fasa dari S, input (L3) akan mendapat W1
dari motor dan mendapat Tegangan dari fasa dari T. Sedangkan output pada
kontaktor (T1) akan mendapat W2 dari motor dan mendapat fasa dari R, (T2)
akan mendapat U2 dari motor dan mendapat fasa dari S, (T3) akan mendapat V2
dari motor dan mendapat fasa dari T.

1.9. Rangkaian Daya dan Penjelasannya

Gambar X. Rangkaian daya

7
MCB menutup, ketika kontaktor utama dan kontaktor Y bekerja, maka kontak
utama (NO) akan menutup dan motor akan bekerja secara star. Lalu setelah putaran
motor stabil (jika rangkaian otomatis, tunggu sekitar 3 detik) dan (jika manual,
tunggu selama 3 detik lalu tekan PB Delta), kontaktor star akan berhenti bekerja,
bersamaan dengan berhentinya kontaktor star, kontaktor Delta bekerja, kontak
utama (NO) akan menutup dan motor akan bekerja dengan sambungan Delta.

*Kontaktor utama tidak berhenti bekerja selama rangkaian bekerja

1.10. Rancangan Rangkaian Kontrol dan Penjelasannya


1.10.1. Rangkaian Kontrol untuk Operasi Manual

Gambar XI. Rangkaian kontrol manual

MCB menutup, lalu S1 ditekan(sesaat) maka kontaktor utama (KU) bekerja,


kontak bantu (NO) menutup untuk mengunci agar KU tidak berhenti bekerja,
dan kontaktor star (KY) bekerja.

8
Gambar XI. Rangkaian kontrol manual

Setelah 3detik, S2 ditekan(sesaat) maka kontaktor star berhenti bekerja,


bersamaan dengan berhentinya kontaktor star, kontaktor Delta (KD) bekerja,
kontak bantu kontaktor delta (NO) menutup untuk mengunci agar kontaktor
delta bekerja terus. Pada saat berganti dari star ke delta, kontaktor utama tidak
berhenti bekerja

9
1.10.2. Rangkaian Kontrol dengan menggunakan Timer (Pneumatic)

Gambar XII. Rangkaian kontrol otomatis (pneumatik)

MCB menutup, lalu S1 ditekan(sesaat) maka kontaktor utama (KU) bekerja, dn


Coil dari timer teraliri arus lalu timer mulai menghitung. Kontak bantu (NO)
menutup untuk mengunci agar KU tidak berhenti bekerja. dan kontaktor star
(KY) bekerja.

10
Gambar XII. Rangkaian kontrol otomatis (pneumatik)

Setelah 3 detik timer selesai menghitung, kontak timer (NC) (67,68) terbuka
maka kontaktor star berhenti bekerja, bersamaan dengan berhentinya kontaktor
star, kontak timer (NC) (55,56) menutup dan kontaktor Delta (KD) bekerja,
kontak bantu kontaktor delta (NO) menutup untuk mengunci agar kontaktor
delta bekerja terus. Pada saat berganti dari star ke delta, kontaktor utama tidak
berhenti bekerja

11
1.10.3. Rangkaian Kontrol dengan menggunakan Timer (Timer Delay Relay)

Gambar XIII. Rangkaian kontrol otomatis (Timer delay relay)

MCB menutup, lalu S1 ditekan(sesaat) maka kontaktor utama (KU) bekerja, dn


Coil (2-7) dari timer teraliri arus lalu timer mulai menghitung. Kontak bantu
(NO) menutup untuk mengunci agar KU tidak berhenti bekerja. dan kontaktor
star (KY) bekerja.

12
Gambar XII. Rangkaian kontrol otomatis (pneumatik)

Setelah 3 detik timer selesai menghitung, kontak bantu timer (8-5) akan
dan berganti ke kontak (8-6) maka kontaktor star berhenti bekerja, bersamaan
dengan berhentinya kontaktor star, kontak timer (8-6) menutup (sesaat)
dikarenakan saat kontaktor Delta bekerja, kontak bantu NC delta (31-32)
membuka untuk mematikan Timer agar tidak bekerja secara terus menerus. Dan
bersamaan dengan itu kontaktor Delta (KD) bekerja, kontak bantu kontaktor
delta (NO) menutup untuk mengunci agar kontaktor delta bekerja terus. Pada
saat berganti dari star ke delta, kontaktor utama tidak berhenti bekerja

13
HASIL PERCOBAAN

14
ANALISA HASIL

15
KESIMPULAN

16
DAFTAR PUSTAKA

Tim BSE (2014). INSTALASI MOTOR LISTRIK SMK KELAS 11. Jakarta: Buku
Sekolah Elektronik (BSE)

Prof. Dr. Ir. Yunus Tjandi, M.T., Drs. SyarifuddIn Kasim, M.T., & Dr.A.
Muhammad Idkhan, ST., MT. Alat Kendali Sistem Kelistrikan Rumah
Berbasis Raspberry. Makassar : Global RCI, 2019.

17

Anda mungkin juga menyukai